Successfully reported this slideshow.

Robbins 11 _ Mengelola Tim

24,051 views

Published on

Robbins, P. Stephen & Coulter Mary. 2010. Manajemen, Edisi Ke 10, Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Robbins 11 _ Mengelola Tim

  1. 1. ninth edition STEPHEN P. ROBBINS MARY COULTER Chapter Mengelola Tim 11© 2007 Prentice Hall, Inc. PowerPoint Presentation by Charlie CookAll rights reserved. The University of West Alabama
  2. 2. Pengertian Kelompok • Kelompok  Dua atau lebih individu yang berinteraksi dan saling bergantung yang bekerja sama untuk meraih tujuan tertentu.  Kelompok Formal  Kelompok kerja yang terbatas pada satu struktur organisasi dan memiliki rancangan penugasan kerja serta tugas-tugas spesifik yang ditujukan untuk mencapai tujuan organisasi.  Kelompok Informal  Kelompok ini biasanya terbentuk di tempat kerja dan cenderung berdasarkan pertemanan serta minat yang sama 15–2© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved.
  3. 3. Exhibit 15–1 Examples of Formal Groups • Kelompok Perintah  Kelompok yang ditentukan oleh bagan organisasi dan terdiri dari individu yang melaporkan langsung kepada manajer bersangkutan. • Kelompok Tugas  Kelompok yang terdiri dari individu yang terhimpun bersama untuk menyelesaikan tugas tertentu; keberadaan mereka sering kali bersifat temporer karena begitu tugasnya rampung, kelompok ini pun bubar.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–3
  4. 4. Exhibit 15–1 Examples of Formal Groups (cont’d) • Tim Lintas Fungsional  Kelompok yang menghimpun wawasan dan kemampuan para individu dari berbagai bidang kerja atau kelompok yang para anggotanya telah terlatih menjalankan tugas masing-masing. • Tim Swakelola  Kelompok yang pada dasarnya independen dan yang, selain tugasnya sendiri, mengemban tanggung jawab manajerial, seperti perekrutan, perencanaan dan penjadwalan, serta evaluasi kinerja.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–4
  5. 5. Stages in Group Development • Forming (Pembentukan) • Performing (Pelaksanaan)  Orang mulai bergabung ke  Struktur kelompok telah dalam kelompok dan mulai ditetapkan dan diterima menentukan tujuan anggota. Energi beralih ke kelompok, struktur juga pemimpinnya penyelesaian tugas kelompok. • Storming (Pancaroba / Keributan) • Adjourning (Penundaan)  Konflik intrakelompok yang  Kelompok bersiap-siap terjadi akibat perselisihan untuk membubarkan diri dan siapa yang berhak tidak lagi fokus pada mengontrol kelompok dan performa kinerja yang tinggi. apa yang harus dilakukan kelompok ini. • Norming (Penormaan)  Hubungan akrab mulai terjalin dan kelompok mulai menyatu dan sudah terbentuk norma yang mengikat perilaku seluruh 15–5 anggotanya.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved.
  6. 6. Exhibit 15–2 Stages of Group Development© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–6
  7. 7. Exhibit 15–3 Model Kepuasan Kinerja Kelompok Tugas-Tugas Kelompok Sumber Daya Anggota Kelompok Kondisi Eksternal yang dibebankan Proses Kinerja dan terhadap Kelompok Kepuasan kelompok Struktur Kelompok© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–7
  8. 8. Kondisi yang Dibebankan Terhadap Kelompok • External (Organizational) • Internal Group Conditions Variables  Strategi organisasi  Sifat dan Kemampuan yang  Hubungan wewenang dimiliki anggota kelompok  Regulasi dan Aturan formal  Struktur kelompok  Ketersediaan sumber daya  Besarnya (ukuran) kelompok  Kriteria pemilihan karyawan  Kesatuan dan juga tingkat  Sistem manajemen kinerja konflik dalam intrakelompok  Budaya organisasi  Tekanan internal terhadap  Tata letak fisik tempat kerja anggota agar sejalan kelompok dengan norma kelompok.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–8
  9. 9. Struktur Kelompok • Role / Peran  Pola perilaku yang diharapkan dari seseorang yang mengemban suatu posisi tertentu dalam unit sosial yang membantu kelompok dalam menyelesaikan tugas atau menjaga tingkat kepuasan anggota kelompok.  Role conflict (Konflik Peran): Mengalami ekspekstasi peran yang berbeda.  Role ambiguity (Ambiguitas Peran): Tidak pasti mengenai ekspektasi peran.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–9
  10. 10. Group Structure (cont’d) • Norms / Norma  Standar atau ekspektasi yang diterima dan dibagi oleh anggota kelompok. • Tipe umum dari norma  Pekerjaan dan Kinerja  Memberikan isyarat eksplisit kepada anggotanya mengenai bagaimana bekerja keras, output yang dihasilkan, kapan harus terlihat sibuk, kapan bisa berleha-leha, dsb.  Pakaian  Loyalitas© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–10
  11. 11. Group Structure (cont’d) • Conformity / Kesesuaian  Orang menyesuaikan diri dengan kelompok agar dapat diterima oleh kelompok tersebut.  Tekanan kelompok dapat memberi dampak pada sikap dan keputusan anggota kelompok  Dampak conformity tidak sekuat yang dulu, namun masih tetap memiliki kekuatan untuk memaksa.  Groupthink  Tekanan yang luas dari orang lain dalam kelompok sangat kohesif atau diancam oleh kelompok yang menyebabkan anggota individu mengubah pendapat mereka agar sesuai dengan kelompok.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–11
  12. 12. Exhibit 15–4 Examples of Cards Used in the Asch Study© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–12
  13. 13. Group Structure (cont’d) • Sistem Status  Suatu posisi, peringkat atau nilai prestise untuk anggota kelompok yang berfungsi sebagai pengakuan atas kontribusi individu untuk kelompok dan sebagai motivator perilaku.  Sistem status formal efektif ketika peringkat dirasakan individu dan simbol status diberikan bahwa individu kongruen atau sama.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–13
  14. 14. Group Structure (cont’d) • Ukuran Kelompok a. Small groups c. Social Loafing  Menyelesaikan tugas  Kecenderungan lebih cepat daripada seseorang untuk tidak larger group berupaya maksimal ketika  Lebih efektif dalam bekerja secara kelompok menggunakan fakta-fakta. dibandingkan secara individual. a. Large groups  Memecahkan masalah lebih baik dari pada small groups.  Baik dalam mendapatkan masukan yang beragam.  Lebih efektif dalam mencari fakta.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–14
  15. 15. Group Structure (cont’d) • Kesatuan Kelompok  Derajat dimana para anggota tertarik pada kelompok dan saling berbagi peran dalam mencapai tujuan kelompok.  Kelompok yang tingkat kesatuan kelompoknya tinggi akan lebih produktif dan lebih efektif dalam menangani tugas dan mencapai tujuan kelompok daripada kelompok yang tingkat kesatuan kelompoknya rendah.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–15
  16. 16. Exhibit 15–5 The Relationship Between Cohesiveness and Productivity Peningkatan yang Peningkatan yang sedang dalam besar dalam Produktivitas Produktivitas Tidak ada pengaruh Penurunan yang signifikan Produktivitas dalam Produktivitas© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved.
  17. 17. Group Processes: Group Decision Making • Advantages • Disadvantages  Menghasilkan informasi  Memakan banyak waktu. dan pengetahuan yang  Dominasi suara lebih lengkap. minoritas.  Menghasilkan alternatif  Tekanan untuk conform. yang beragam.  Tanggung jawab yang  Membuat suatu solusi ambigu. menjadi semakin diterima.  Meningkatkan legitimasi sebuah keputusan.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–17
  18. 18. Exhibit 15–6 Group versus Individual Decision Making Criteria of Effectiveness Groups Individuals Akurasi  Kecepatan  Kreativitas  Derajat penerimaan  Efisiensi © 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–18
  19. 19. Exhibit 15–7 Pengambilan Keputusan Kelompok Kreatif. Kelompok pembuat keputusan Proses penciptaan ide yang yang berinteraksi dengan mendorong alternatif sembari menggunakan jaringan komputer mencegah kritik Peningkatan Rapat Elektronik Kreativitas Brainstorming Nominal Group Technique (NGT) Teknik pengambilan keputusan kelompok di mana anggota kelompok diberikan suatu masalah; setiap anggota secara independen menuliskan gagasan solusinya terhadap masalah ini; dan kemudian setiap anggota menjelaskan masing-masing idenya kepada kelompok hingga seluruh ide dipresentasikan. Tidak ada diskusi sebelum semua ide telah disajikan.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–19
  20. 20. Group Processes: Conflict Management • Conflict  Perbedaan yang tidak bisa diterima yang menghasilkan sejenis gangguan atau penolakan.  Pandangan Tradisional: konflik harus dihindari.  Pandangan Hubungan Manusia: konflik merupakan hal yang alami dan tak terhindarkan dalam kelompok apa pun.  Pandangan Interaksionis: konflik tidak hanya menjadi dorongan positif bagi kelompok, tetapi juga sebagian konflik justru harus terhadi dalam suatu kelompok agar bisa berkinerja efektif.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–20
  21. 21. Group Processes: Conflict Management (cont’d) • Kategori Konflik  Konflik Fungsional = Konstruktif.  Konflik Disfungsional = Merusak. • Tipe Konflik  Konflik tugas: dengan muatan dan tujuan pekerjaan.  Konflik hubungan: fokus pada hubungan interpersonal.  Konflik proses: bagaimana pekerjaan dilakukan.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–21
  22. 22. Exhibit 15–8 Conflict and Group Performance Tingkat Kinerja Kelompok Tingkat Konflik Rendah atau Tidak ada Optimal Tinggi Jenis Konflik Disfungsional Fungsional Disfungsional Apatis Karakteristik Stagnan Berjalan Mengganggu Internal Tidak Responsif terhadap Kritis Kacau Kelompok perubahan Inovatif Tidak kooperatif Minimnya gagasan baru Tingkat Kinerja Rendah Tinggi Rendah Kelompok© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–22
  23. 23. Group Processes: Conflict Management (cont’d) • Teknik Mengurangi Konflik:  Penghindaran  Pengakomodasian  Pemaksaan  Kompromi  Kolaborasi© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–23
  24. 24. Exhibit 15–9 Teknik Manajemen Konflik Pemaksaan Kolaborasi Menangani konflik dengan memenuhi kebutuhan individu Menangani konflik dengan dengan mengorbankan mencari solusi paling kepentingan orang lain bermanfaat bagi semua pihak Menangani konflik dimana setiap pihak mengorbankan sesuatu yang bernilai Kompromi Menangani konflik dengan Menangani konflik dengan menempatkan kebutuhan menarik diri atau dan urusan orang lain di menekan konflik atas kebutuhan anda sendiriSource: Adapted from K.W. Thomas,“Conflict and Negotiation Processes in Penghindaran PengakomodasianOrganizations,” in M.D. Dunnette and L.M.Hough (eds.) Handbook of Industrial andOrganizational Psychology, vol. 3, 2d ed. Tidak Kooperatif Kooperatif(Palo Alto, CA: Consulting Psychologists Kerja samaPress, 1992), p. 668. With permission© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–24
  25. 25. Tugas Kelompok dan Efektifitas Kelompok • Kompleksitas dan interdependensi tugas membutuhkan:  Komunikasi yang efektif: pembicaraan diantara anggota kelompok  Konflik yang terkontrol: Interaksi diantara anggota kelompok© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–25
  26. 26. Apakah tim kerja itu? • Tim Kerja  Kelompok dimana para anggotanya bekerja secara intensif untuk mencapai tujuan bersama yang spesifik, dengan menggunakan sinergi positif mereka, akuntabilitas individu dan kelompok, serta keahlian pelengkap. • Types of Teams  Tim pemecahan masalah  Tim kerja swakelola  Tim lintas fungsional  Tim maya© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–26
  27. 27. Exhibit 15–10 Groups versus Teams© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–27
  28. 28. Types of Teams • Tim Pemecahan Masalah  Tim dari departemen atau bidang fungsional serupa yang terlibat dalam upaya meningkatkan kegiatan kerja atau memecahkan masalah spesifik tertentu. • Tim Kerja Swakelola  Jenis tim kerja yang beroperasi tanpa seorang manajer dan bertanggung jawab atas suatu proses kerja atau segmen yang menyeluruh.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–28
  29. 29. Types of Teams (cont’d) • Tim Lintas Fungsional  Tim kerja yang terdiri dari individu dari berbagai bidang keahlian. • Tim Maya  Jenis tim kerja yang menggunakan teknologi untuk saling menghubungkan para anggotanya yang terpisah jauh dalam rangka mencapai tujuan bersama.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–29
  30. 30. Keuntungan Menggunakan Tim Kerja • Tim benar-benar mengeluarkan kemampuan individu. • Tim menyediakan cara yang lebih baik dalam menggunakan bakat pekerja. • Tim lebih fleksibel dan bertanggung jawab. • Tim dapat dengan cepat disatukan, disebarkan, refocused dan dibubarkan.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–30
  31. 31. Exhibit 15–11 Characteristics of Effective Teams© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–31
  32. 32. Karakteristik dari Tim yang Efektif • Memiliki pemahaman • Menyatukan komitmen akan tujuan yang jelas. untuk mencapai tujuan tim. • Memiliki anggota yang • Memiliki sistem komunikasi kompeten dengan yang baik. kemampuan teknik dan • Memiliki kemampuan interpersonal yang sesuai. bernegoisasi. • Menunjukkan tingkat • Memiliki kepemimpinan saling percaya dalam yang sesuai. karakter dan integritas anggota kelompoknya. • Memiliki lingkungan yang mendukung baik itu lingkungan internal maupun eksternal.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–32
  33. 33. Tantangan Masa Kini Dalam Mengelola Tim • Mengharuskan pekerja untuk:  Bekerjasama dengan orang lain  Berbagi informasi  Menghadapi perbedaan  Menekan kepentingan pribadi untuk kepentingan kelompok yang lebih besar© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–33
  34. 34. Mengelola Tim Global • Sumber daya anggota kelompok  Keunikan karakter budaya dari anggota tim  Menghindari ketidakpastian • Struktur kelompok  Kesesuaian – kurangnya pemikiran kelompok  Status – tingkat kepentingannya bervariasi dalam berbagai budaya  Kemalasan sosial – memiliki bias pandangan barat  Kesatuan – lebih sulit untuk diterima • Proses kelompok – memanfaatkan keberagaman ide • Peran Manajer – kemampuan komunikasi sangat penting© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–34
  35. 35. Exhibit 15–12 Tim Global Kerugian Manfaat  Tidak menyukai anggota tim  Ide-ide lebih beragam  Tidak mempercayai anggota tim  Pemikiran kelompok (groupthink) terbatas  Stereotipe  Bertambahnya atensi dalam memahami gagasan, sudut  Masalah komunikasi pandang, dan sebagainya, dari  Stress dan tekanan orang lain.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–35
  36. 36. Memahami Jaringan Sosial • Jaringan Sosial  Pola koneksi informal diantara individu dalam kelompok • Pentingnya Jaringan Sosial  Hubungan dapat membantu atau menghalangi efektifitas tim  Hubungan dapat meningkatkan hasil yang dicapai dan meningkatkan komitmen dalam tim.© 2007 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 15–36

×