AKHLAK

17,322 views

Published on

Published in: Spiritual
1 Comment
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
17,322
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
403
Comments
1
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

AKHLAK

  1. 1. AKHLAKDi Susun Oleh :Ochtria Putri Pravitasari (2011-12-029)Risky Priyanti (2011-12-055)Ermawati Syahrudi (2011-12-058)Nidia Novia Suherman (2011-11-111)Aulia Hanifa Ahmad Putri (2011-11-138)Defita Nurul Aini (2011-11-189)
  2. 2. Pengertian Akhlak Akhlak merupakan bentuk jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat. Akhlak secara terminologi berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik.
  3. 3.  Tiga pakar di bidang akhlak yaitu Ibnu Miskawaih, Al Gazali, dan Ahmad Amin menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu.
  4. 4. Ciri-Ciri Perbuatan Akhlak 5 ciri perbuatan akhlak ;1. Perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang, sehingga telah menjadi kepribadiannya.2. Perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran.3. Perbuatan yang timbul, tanpa ada paksaan/tekanan dari luar.4. Perbuatan yang dilakukan dengan sesungguh- sungguhnya.5. Perbuatan yang dilakukan dengan ikhlas semata- mata karena Allah.
  5. 5. Etika, Moral Dan SusilaETIKA Menurut Ahmad Amin, etika adalah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya di perbuat.
  6. 6. MORAL The Advanced Leaner‟s Dictionary of Current English. Dalam buku ini dikemukakan beberapa pengertian moral sebagai berikut.1. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan benar dan salah, baik dan buruk;2. Kemampuan untuk memahami perbedaan antara benar dan salah;3. Ajaran atau gambaran tingkah laku yang baik.
  7. 7. SUSILA Susila atau kesusilaan berasal dari kata susila yang mendapat awalan ke dan akhiran an. Kata tersebut berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu su dan sila. Su berarti baik, bagus dan sila berarti dasar, prinsip, peraturan hidup atau norma.
  8. 8. Hubungan Etika,Moral dan Susiladengan Akhlak Etika,moral, susila dan akhlak tetap saling berhubungan dan membutuhkan. Uraian tersebut diatas menunjukkan dengan jelas bahwa etika, moral dan susila berasal dari produk rasio dan budaya masyarakat yang secara selektif diakui sebagai yang bermanfaat dan baik bagi kelangsungan hidup manusia.
  9. 9.  Sementara akhlak berasal dari wahyu, yakni ketentuan yang berdasarkan petunjuk al-Qur‟an dan hadis. Dengan kata lain jika etika, moral dan susila berasal dari manusia, sedangkan akhlak berasal dari Tuhan.
  10. 10. Akhlak IslamiPengertian Akhlak Islami Akhlak Islami adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah, disengaja, mendarah daging dan sebenarnya yang didasarkan pada ajaran Islam. Akhlak Islami adalah akhlak yang disamping mengakui adanya nilai-nilai universal sebagai dasar bentuk akhlak, juga mengakui nilai-nilai yang bersifat lokal dan temporal sebagai penjabaran atas nilai-nilai yang universal.
  11. 11. Ruang Lingkup Akhlak Islami Ruang lingkup akhlak Islami adalah sama dengan ruang lingkup ajaran Islam itu sendiri, khususnya yang berkaitan dengan pola hubungan. Akhlak diniah (agama/Islami) mencakup berbagai aspek, dimulai dari akhlak terhadap Allah, hingga kepada sesama makhluk (manusia, binatang, tumbuh- tumbuhan, dan benda-benda tak bernyawa).
  12. 12. Pembagian Akhlak Secara garis besar akhlak dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu sebagai berikut.1. Akhlak terpuji (akhlak mahmudah)2. Akhlak tercela (akhlak mazmumah)
  13. 13. 1. Akhlak terpuji (akhlak mahmudah) adalah akhlak yang berada dalam kontrol Ilahiyah, dapat membawa nilai-nilai positif dan konstruktif untuk kemaslahatan umat.2. Akhlak tercela (akhlak mazmumah) adalah akhlak yang berasal dari hawa nafsu manusia, berada dalam lingkaran syaithaniyah, serta membawa suasana negatif dan destruktif bagi kepentingan umat manusia.
  14. 14.  Menurut obyek atau sasarannya, akhlak dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu sebagai berikut. 1. Akhlak kepada Allah (Khalik) 2. Akhlak kepada makhluk
  15. 15. 1. Akhlak kepada Allah (Khalik), antara lain beribadah kepada Allah, yaitu melaksanakan perintah Allah untuk menyembah-Nya sesuai dengan perintah-Nya.2. Akhlak kepada makhluk, dibagi menjadi 2, yaitu : 1. Akhlak terhadap manusia 2. Akhlak terhadap lingkungan hidup
  16. 16. 1. Akhlak terhadap manusia, diantaranya: Akhlak kepada Rasulullah Akhlak kepada kedua orang tua Akhlak kepada diri sendiri Akhlak kepada keluarga, karib kerabat Akhlak kepada tetangga Akhlak kepada masyarakat
  17. 17. 2. Akhlak terhadap lingkungan hidup, yaitu : sadar dan memelihara kelestarian lingkungan hidup menjaga dan memanfaatkan alam menggali potensi alam seoptimal mungkin demi kemashlahatan manusia dan alam sekitarnya
  18. 18. Akhlak Dalam Pandangan Islam Akhlak islam adalah merupakan system moral/akhlak yang berdasarkan islam, yakni bertitik tolak dari akidah yang diwahyukan Allah pada nabi/Rasul-Nya yang kemudian agar disampaikan kepada umatnya.
  19. 19.  Akhlak” di dalam ajaran islam sangat rinci, berwawasan multi dimensial bagi kehidupan, sistematis dan beralasan realitas. Juga “Akhlak” banyak dibicarakan tentang konsekuensi yang bagi manusia yang tidak berpegang pada “ akhlak islam”.
  20. 20.  “Akhlak islam” bersifat mengarahkan, membimbing, mendorong, membangun peradaban manusia dan mengobati bagi penyakit social dari jiwa dan mental. Tujuan berakhlak yang baik untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
  21. 21. Pembinaan Akhlak Dalam Islam Pembinaan akhlak dalam Islam, menurut Muhammad al-Ghazali, telah terintegrasi dalam rukun Islam yang lima. Disamping itu pembinaan akhlak juga telah terintegrasi dalam rukun iman yang enam.
  22. 22.  Namun, hal yang lebih penting dalam pembinaan akhlak adalah pembiasaan yang dilakukan sejak kecil dan berlangsung secara terus-menerus, karena akhlak yang baik tidak dapat dibentuk hanya dengan pelajaran, instruksi dan larangan, tetapi harus disertai dengan pemberian contoh teladan yang baik dan nyata (uswatun hasanah) disinilah orangtua memegang peran yang sangat dominan.
  23. 23. Hubungan Akhlak Dengan TasawufPengertian Tasawuf Tasawuf adalah upaya melatih jiwa dengan berbagai kegiatan yang dapat membebaskan dirinya dari pengaruh kehidupan dunia, sehingga tercermin akhlak yang mulia dan dekat dengan Allah SWT. Dengan kata lain tasawuf adalah bidang kegiatan yang berhubungan dengan pembinaan mental rohaniah agar selalu dekat dengan Tuhan.
  24. 24.  “Banyak jalan menuju Tuhan”, salah satu jalan itu adalah tasawuf. Dengan tasawuf, orang akan mendapatkan ketenangan batin dan kepuasan spiritualitas. Untuk mencapai puncak tertinggi dalam tasawuf, orang senantiasa diharuskan mampu melakukan serangkaian ritualitas yang sudah menjadi „tatanan formal‟ sepanjang masa.
  25. 25.  Tatanan formal yang dimaksud dalam dunia tasawuf adalah berupa maqam-maqam, yaitu tangga-tangga menuju Tuhan. Untuk melalui hal ini dibutuhkan suatu tekad yang kuat, mujahadah dan selalu menjaga kontinuitas komunikasi dengan Allah SWT.
  26. 26.  Tasawuf tiada lain merupakan upaya pembinaan akhlak yang mulia. Hal itu, dalam istilah sufi disebut dengan al-takhallaku bi akhlakillah, yaitu berbudi pekerti dengan budi pekerti Allah, atau al-ittishaf bi shifatillah, yaitu mensifati diri dengan sifat-sifat yang dimiliki Allah.
  27. 27.  Disinilah, hubungan antara tasawuf dengan akhlak terjalin begitu eratnya, dimana tasawuf melatih manusia agar memiliki ketajaman batin dan kehalusan budi pekerti, sehingga tumbuhlah akhlak- akhlak mulia dalam bersikap dan berperilaku.

×