Prosedur pemberian izin usaha pertambangan dinas pertambangan dan energi provinsi sumatera utara

16,499 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
16,499
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
9
Actions
Shares
0
Downloads
231
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Prosedur pemberian izin usaha pertambangan dinas pertambangan dan energi provinsi sumatera utara

  1. 1. PROSEDUR PEMBERIAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN DINAS PERTAMBANGAN DAN ENERGI PROVINSI SUMATERA UTARA KERTAS KERJA WAJIB Oleh : Nama Mahasiswa : ENDILO KRYSTI KARO-KARO NIM : 551109 / A Jurusan : TEKNIK UMUM Prodi : KEINSPEKTURAN Diploma : I (SATU) KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL BADANPENDIDIKANDANPELATIHANENERGI DANSUMBERDAYAMINERALPERGURUAN TINGGI KEDINASAN AKADEMI MINYAK DAN GAS BUMI-STEM PTK AKAMIGAS-STEM Cepu, 2012 1
  2. 2. 2
  3. 3. 3
  4. 4. 4
  5. 5. KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat danberkat-Nya penulis dapat menyelesaikan Kertas Kerja Wajib yang berjudul“PROSEDUR PEMBERIAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN DINASPERTAMBANGAN DAN ENERGI PROVINSI SUMATERA UTARA” sebagaisalah satu syarat kelulusan program diploma I pada program studi Keinspekturan IPTK Akamigas – STEM Cepu. Kertas Kerja Wajib (KKW) ini dapat diselesaikan atas dorongan, saran,bantuan dan pemikiran berbagai pihak. Oleh karena itu, perkenankanlah penulismengucapkan terima kasih yang besar - besarnya kepada : 1. Bapak Ir. Toegas S. Soegiarto, MT. selaku direktur PTK AKAMIGAS – STEM Cepu; 2. Bapak Ir. Untungta Kaban, M.App.Sc. selaku Kepala Dinas Pertambangan Energi dan SDM Provinsi Sumatera Utara beserta seluruh staf; 3. Bapak Ir. Zubaidi selaku Kepala Bidang Pertambangan dan Ir. Dharma K Purba selaku Kepala Seksi Peizinan Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara; 4. Bapak Drs. L. Riyatno, MM. selaku ketua program studi Keinspekturan I; 5. Bapak Dr. Sabardi Musliki. selaku dosen pembimbing Kertas Kerja Wajib; 6. Bapak dan Ibu dosen PTK AKAMIGAS – STEM Cepu; 7. Rekan-rekan di Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara yang banyak membantu di lapangan. 8. Orangtua dan pacar saya yang selama ini membimbing saya dan mensupport setiap pekerjaan dan kuliah saya. 9. Teman-teman seperjuangan di Program Studi Keinspekturan. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan Kertas Kerja Wajib ini masihterdapat kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu, penulis mohon masukanataupun saran dari pembaca untuk melakukan perbaikan di masa yang akandatang. Semoga apa yang dituangkan dalam Kertas Kerja Wajib ini bermanfaatuntuk pembaca dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Cepu, 2012 Penulis ENDILO KRYSTI KARO-KARO NIM. 551109 /A i
  6. 6. INTISARIBahan galian adalah senyawa anorganik yang terbentuk di alam, yangmemiliki sifat fisik dan kimia tertentu serta susunan kristal teratur ataugabungannya yang membentuk batuan, logam, non logam, maupun radio aktifserta endapan senyawa organik karbonan yang terbentuk secara alamiah darisisa-sisa tumbuh-tumbuhan. Di Provinsi Sumatera Utara bahan galian cukupberpotensi untuk bisa diusahakan. Dengan berlakunya Otonomi Daerah untukpengembangan dan pemanfaatan bahan galian harus dioptimalkan untukmeningkatkan Pendapatan Asli Daerah, demi menunjang jalannyapembangunan daerah. Perizinan merupakan hal yang sangat penting yangharus dipenuhi dalam melakukan kegiatan usaha pertambangan bahan galian.Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara merupakan Instansiyang menangani masalah pertambangan, termasuk teknis perizinan usahapertambangan bahan galian. Izin Usaha Pertambangan bahan galian Batuanditerbitkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) yang merupakan Izin UsahaPertambangan (IUP). Izin Usaha Pertambangan dapat diperoleh denganmengajukan permohonan secara tertulis kepada Gubernur Sumatera Utaradengan melengkapi berbagai persyaratan yang telah ditentukan melalui BadanPelayanan Perijinan Terpadu. Izin Usaha Pertambangan diterbitkan palinglambat1 (satu) sampai 3 (tiga) bulan sejak diajukannya permohonan yang telahdisetujui, dan berlaku selama lima tahun dengan kewajiban daftar ulang setiapsatu tahun sekali. Gubernur dapat mengabulkan atau menolak permohonanizin setelah mendapatkan pertimbangan teknis dari Dinas Pertambangan, danEnergi yang telah melakukan peninjauan lokasi. Setelah Izin UsahaPertambangan diterbitkan, pemegang Izin Usaha Pertambangan harusmelaksanakan kewajiban-kewajiban yang tertera di Izin Usaha Pertambangandan apabila tidak dilaksanakan maka izin akan dicabut. Perizinanpertambangan di Provinsi Sumatera Utara belum dapat ditangani secaramaksimal karena Mungkin karena bahan galian yang terdapat di lintasKabupaten/Kota termasuk dalam komoditi logam mulia dan luasnya wilayahadministrasi hingga ada beberapa daerah yang belum sempat di kunjungiuntuk dilaksanakan sosialisasi dalam bidang pertambangan lebih khususmengenai perizinan, dan belum adanya Peraturan Daerah tentangpertambangan bahan galian. Hal tersebut juga mengakibatkan lemahnyapengawasan-pengawasan di lapangan sehingga banyak terjadi beberapapelanggaran dalam pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan. ii
  7. 7. DAFTAR ISI HalamanKATA PENGANTAR ................................................................................. iINTISARI .................................................................................................... iiDAFTAR ISI ............................................................................................... iiiDAFTAR GAMBAR ................................................................................... ivDAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... vI. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penulisan ................................................................ 1 1.2 Tujuan Penulisan ............................................................................. 2 1.3 Batasan Masalah .............................................................................. 2 1.4 Sistematika Penulisan ...................................................................... 3II. ORIENTASI UMUM 2.1 Sejarah Singkat Provinsi Sumatera Utara ....................................... 5 2.2 Lambang Daerah Provinsi Sumatera Utara...................................... 6 2.3 Letak Geografis Provinsi Sumatera Utara........................................ 8 2.4 Keadaan Lingkungan ....................................................................... 9 2.5 Struktur Organisasi Dinas Pertambangan Energi dan SDM Provinsi Sumatera Utara.................................................................. 14 2.6 Tugas Pokok dan Fungsi Bidang Pertambagan ............................... 16 2.7 Tugas Pokok dan Fungsi Seksi Perizinan dan Pengawasan ............ 20III. TINJAUAN PUSTAKA 3.1 Bahan Galian ................................................................................... 22 3.2 Cadangan ......................................................................................... 24 3.3 Pertambangan .................................................................................. 24 3.4 Izin Usaha Pertambangan ................................................................ 32 3.5 Dasar Hukum ................................................................................... 38IV. PEMBAHASAN 4.1 Geologi Provinsi Sumatera Utara ................................................... 40 4.2 Potensi Bahan Galian di Provinsi Sumatera Utara.......................... 42 4.3 Kegiatan Pertambangan saat ini ..................................................... 51 4.4 Tata Cara Permohonan Izin Usaha Pertambangan .......................... 52 4.5 Kewajiban Pemegang Izin ............................................................... 58 4.6 Pencabutan Izin Usaha Pertambangan ............................................. 60V. PENUTUP 5.1 Kesimpulan ...................................................................................... 61 5.2 Saran ................................................................................................ 62DAFTAR PUSTAKA iii
  8. 8. DAFTAR GAMBARGambar.2.1 Lambang Provinsi Sumatera Utara ........................................ 6Gambar.2.2 Istana Maimun ........................................................................ 10Gambar.2.3 Candi Bahal ............................................................................ 11Gambar.2.4 Danau Toba............................................................................. 11Gambar.2.5 Air Terjun Sipiso-piso............................................................. 12Gambar.2.6 Mejan di Kab. Pakpak Bharat.................................................. 13Gambar.2.7 Stuktur Organisasi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara.......................................................... 15 iv
  9. 9. DAFTAR LAMPIRANLampiran A. Lokasi Wilayah Provinsi Sumatera UtaraLampiran B. Peta Potensi Tambang Logam Sumatera UtaraLampiran C. Peta Potensi Tambang Non Logam Sumatera UtaraLampiran D. Bagan alir proses permohonan IUP EksplorasiLampiran E. Bagan alir proses permohonan IUP Operasi Produksi v
  10. 10. I. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Penulisan Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu Provinsi di pulau sumatera.Mata pencaharian sebagian besar penduduk Provinsi Sumatera Utara adalahsebagai petani dan nelayan .Provinsi Sumatera Utara kaya akan sumber daya alamberupa gas alam di daerah Tandam, Binjai dan minyak bumi di PangkalanBrandan, Kabupaten Langkat yang telah dieksplorasi sejak zaman HindiaBelanda.Selain itu di Kuala Tanjung, Kabupaten Asahan juga terdapat PTInalum yang bergerak dibidang penambangan bijih dan peleburan aluminium yangmerupakan satu-satunya di Asia Tenggara.Sungai-sungai yang berhulu dipegunungan sekitar Danau Toba juga merupakan sumber daya alam yang cukupberpotensi untuk dieksploitasi menjadi sumber daya pembangkit listrik tenagaair. PLTA Asahan yang merupakan PLTA terbesar di Sumatra terdapatdi Kabupaten Toba Samosir. Selain itu, di kawasan pegunungan terdapat banyaksekali titik-titik panas geotermal yang sangat berpotensi dikembangkan sebagaisumber energi panas maupun uap yang selanjutnya dapat ditransformasikanmenjadi energi listrik. Selain potensi tersebut Provinsi Sumatera Utara jugamemiliki potensi tambang yang besar dimana dapat dilihat telah adanya tigaperusahaan tambang terkemuka di Sumatra Utara yaitu Sorikmas Mining (SMM),Newmont Horas Nauli (PTNHN), Dairi Prima Mineral (DPM). Penulis ingin mengetahui tentang bagaimana tata cara mendapatkan izinusaha pertambangan serta masalah-masalah yang terkait dengan perizinan 1
  11. 11. tersebut, sehingga penulis dapat memberikan saran dan masukan untuk mengatasimasalah – masalah tersebut.1.2 Tujuan Penulisan Tujuan utama dari penulisan Kertas Kerja Wajib ini adalah sebagai salahsatu syarat kelulusan program diploma I pada program studi Keinspekturan PTKAKAMIGAS - STEM. Selain itu, penulisan Kertas Kerja Wajib ini bertujuanuntuk :a. Laporan atau tulisan tentang penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dengan praktek di lapangan.b. Mempelajari tentang tugas pokok dan fungsi Dinas Pertambagan Energi dan SDM Provinsi Sumatera Utara di bidang perijinan, pengawasan dan pengusahaan pertambangan.c. Mengetahui tentang tata cara permohonan dan pemberian Izin Usaha Pertambangan di Provinsi Sumatera Utara.d. Mengetahui masalah – masalah yang terkait dengan perizinan pertambangan Minerba di Provinsi Sumatera Utara dan memberikan saran untuk mengatasi masalah tersebut.1.3 Batasan Masalah. Pembahasan pada Kertas Kerja Wajib ini dibatasi pada hal-hal yangberkaitan dengan prosedur pemberian izin usaha pertambangan di ProvinsiSumatera Utara yang meliputi bentuk – bentuk Izin Usaha Pertambangan,kewenangan pemberian izin, persyaratan memperoleh izin, batas waktu izin yang 2
  12. 12. diberikan, kewajiban para pemegang Izin Usaha Pertambangan, dan juga hal – halyang dapat mengakibatkan izin tersebut dapat dicabut dan kendala – kendala yangdihadapi serta saran – saran yang diberikan untuk mengatasinya.1.4 Sistematika Penulisan Kertas Kerja Wajib ini terdiri dari lima bab, dengan sistematika sebagaiberikut :Bab I. PendahuluanMenjelaskan mengenai latar belakang penulisan, tujuan penulisan, batasanmasalah yang dibahas di dalam Kertas Kerja Wajib dan sistematika penulisan.Bab II. Orientasi UmumMengulas tentang Sejarah Singkat Provinsi Sumatera Utara, Lambang DaerahProvinsi Sumatera Utara, Letak Geografis, Keadaan Lingkungan, StrukturOrganisasi Dinas Pertambangan Energi dan SDM Provinsi Sumatera Utara, TugasPokok dan Fungsi Bidang Pertambangan, Tugas Pokok dan Fungsi Seksi Perijinandan pengawasan.Bab III. Dasar TeoriMemberikan penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan Bahan Galian,Cadangan, Pertambangan, Izin Usaha Pertambangan dan Landasan Hukumnya.Bab IV. PembahasanMenguraikan segala sesuatu tentang Potensi Bahan Galian Logam dan NonLogam di Provinsi Sumatera Utara, Kegiatan Pertambangan saat ini, Kewenanganpemberian Izin Usaha Pertambangan, Tata cara permohonan Izin UsahaPertambangan bahan galian di Provinsi Sumatera Utara meliputi Persyaratan 3
  13. 13. administrasi, teknis, lingkungan dan finansial, Kewajiban pemegang izin,Pencabutan Izin Usaha Pertambangan, Permasalahan dan penaggulangannya.Bab V. PenutupBerisi tentang kesimpulan dari tulisan dan saran – saran untuk pemecahanmasalah yang dapat digunakan sebagai usaha – usaha perbaikan di PemerintahProvinsi Sumatera Utara dalam bidang perizinan pertambangan minerba. 4
  14. 14. II. ORIENTASI UMUM2.1 Sejarah Singkat Provinsi Sumatera Utara Pada jaman pemerintahan Belanda, Sumatera Utara merupakan suatupemerintahan yang bernama Gouvernement Van Sumatera yang meliputi seluruhSumatera yang dikepalai oleh seorang Gubernur berkedudukan di Medan. Sumatera Utara terdiri dari daerah-daerah administratif yang dinamakankeresidenan. Pada Sidang I Komite Nasional Daerah (KND) Provinsi Sumateradiputuskan untuk dibagi menjadi 3 sub Provinsi yaitu sub Provinsi SumateraUtara (yang terdiri dari Keresidenan Aceh, Keresidenan Sumatera Timur danKeresidenan Tapanuli), sub Provinsi Sumatera Tengah dan sub Provinsi SumateraSelatan. Melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1948 tanggal 15 April 1948pemerintah menetapkan Sumatera menjadi 3 Provinsi yang masing-masing berhakmengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri yaitu Sumatera Utara, SumateraTengah dan Provinsi Sumatera Selatan dan pada tanggal 15 selanjutnya ditetapkanmenjadi hari jadi Provinsi Sumatera Utara. Awal tahun 1949 diadakan reorganisasi pemerintahan di Sumatera.Dengan keputusan Pemerintah Darurat RI tanggal 17 Mei 1949 Nomor22/Pem/PDRI jabatan Gubernur Sumatera Utara ditiadakan, selanjutnya denganketetapan Pemerintah Darurat RI tanggal 17 Desember 1949 dibentuk ProvinsiAceh dan Provinsi Tapanuli/Sumatera Timur yang kemudian dengan peraturanpemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1950 tanggal 14 Agustus1950, ketetapan ini dicabut dan kembali dibentuk Provinsi Sumatera Utara. 5
  15. 15. Tanggal 7 Desember 1956 diundangkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Provinsi Aceh dan perubahanperaturan pembentukan Provinsi Sumatera Utara yang intinya Provinsi SumateraUtara wilayahnya dikurangi dengan bagian-bagian yang terbentuk sebagai DaerahOtonomi Provinsi Aceh.2.2 Lambang Daerah Provinsi Sumatera Utara Lambang Daerah Provinsi Sumatera Utara ditetapkan melalui PeraturanDaerah Nomor 19 Tahun 2009 yang merupakan Perubahan atas Peraturan DaerahProvinsi Sumatera Utara No. 3 tahun 2007 tentang Bentuk dan PenggunaanLambang Daerah Provinsi Sumatera Utara. Peraturan daerah tersebut ditetapkandi Ratahan pada tanggal 3 Agustus 2009. Rancangan Lambang Daerah ProvinsiSumatera Utara dibuat oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berdasarkan hasilsayembara. Gambar.2.1 Lambang Provinsi Sumatera Utara 6
  16. 16. Setiap unsur, bentuk, dan corak pada Lambang Daerah Provinsi Sumatera Utarayang ditetapkan sebagaimana dapat dilihat pada Gambar 1 yang mengandungmakna dan arti filosofi yaitu : 1. Kepalan tangan yang diacungkan ke atas dengan menggenggam rantai beserta perisainya, adalah lambang kebulatan tekad perjuangan rakyat Provinsi Sumatera Utara melawan imperialisme, kolonialisme, feodalisme dan komunisme. 2. Batang bersudut lima, perisai dan rantai, melambangkan kesatuan masyarakat di dalam membela dan mempertahankan Pancasila. 3. Pabrik, pelabuhan, pohon karet, pohon sawit, daun tembakau, ikan. daun padi dan tulisan “SUMATERA UTARA”, melambangkan daerah yang indah permai, mashur dengan kekakayaan alamnya yang berlimpah- limpah. 4. Tujuh belas, kuntum kapas, delapan sudut sarang laba-laba dan empat puluh lima butir padi, menggambarkan tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan RI. 5. Tongkat di bawah kepalan tangan, melambangkan watak kebudayaan yang mencerminkan kebesaran bangsa, patriotisme, pencinta dan pembela keadilan. 6. Bukit barisan yang berpuncak lima, melambangkan tata kemasyarakatan yang berkepribadian luhur, bersemangat persatuan, kegotong-royongan yang dinamis.Motto Daerah , adalah Tekun Berkarya, Hidup Sejahtera, Mulia Berbudaya. 7
  17. 17. 2.3 Letak Geografis Sumatera Utara Wilayah Provinsi Sumatera Utara terletak pada 0º 50 LS - 4º 40 LU dan96º 40 - 100º 50 BT. Luas daratan Provinsi Sumatera Utara 71.680 km² dan totalluas wilayah keseluruhan 72.981,23 km2. Terdapat 419 pulau di propisi Sumatera Utara. Pulau-pulau terluar adalahpulau Simuk (kepulauan Nias), dan pulau Berhala di selat Sumatera (Malaka).Kepulauan Nias terdiri dari pulau Nias sebagai pulau utama dan pulau-pulau kecillain di sekitarnya. Kepulauan Nias terletak di lepas pantai pesisir baratdi Samudera Hindia. Pusat pemerintahan terletak di Gunung Sitoli. KepulauanBatu terdiri dari 51 pulau dengan 4 pulau besar: Sibuasi, Pini, Tanahbala,Tanahmasa. Pusat pemerintahan di Pulautelo di pulau Sibuasi. Kepulauan Batuterletak di tenggara kepulauan Nias. Pulau-pulau lain di Sumatera Utara adalahImanna, Pasu, Bawa, Hamutaia, Batumakalele, Lego, Masa, Bau, Simaleh,Makole, Jake, dan Sigata, Wunga. Sumatera Utara dibagi kepada 25 kabupaten, 8 kota (dahulu kotamadya),325 kecamatan, dan 5.456 kelurahan/desa.Batas adminstratif dari Provinsi Sumatera Utara sebagai berikut :Sebelah Utara : Provinsi Aceh dan Selat Malaka.Sebelah Timur : Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Barat, dan Samudera IndonesiaSebelah Selatan : Provinsi Aceh dan Samudera IndonesiaSebelah Barat : Selat Malaka 8
  18. 18. 2.4 Keadaan Lingkungan2.4.1 Keadaan Sosial, Ekonomi dan Budaya Sumatera Utara merupakan provinsi keempat terbesar jumlah penduduknyadi Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Menurut hasilpencacahan lengkap Sensus Penduduk (SP) 1990, penduduk Sumatera Utaraberjumlah 10,81 juta jiwa, dan pada tahun 2010 jumlah penduduk Sumatera Utaratelah meningkat menjadi 12,98 juta jiwa. Kepadatan penduduk Sumatera Utarapada tahun 1990 adalah 143 jiwa per km² dan pada tahun 2010 meningkat menjadi178 jiwa per km². Kadar Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sumatera Utara setiap tahunnyatidak tetap. Pada tahun 2000 TPAK di daerah ini sebesar 57,34 persen, tahun 2001naik menjadi 57,70 persen, tahun 2002 naik lagi menjadi 69,45 persen. Mata pencaharian penduduk di Provinsi Sumatera Utara mayoritas adalah dibidang pertanian. Sebagian kecil lainnya bekerja sebagai TNI, Pegawai NegeriSipil dan Swasta. Provinsi Suamtera Utara memiliki keanekaragaman baik dalam hal agama,budaya, dan suku. Dimana terdapat beberapa agama diantaranya Islam, KristenProtestan, Khatolik, Hindu, Budha, Konghucu, Parmalim, dan Aminisme. SukuBatak mendominasi diantaranya Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun,Batak Pakpak, Batak Angkola, Batak Mandailing lalu Suku Melayu , Suku Nias,Suku Minangkabau, Suku Tionghoa, Suku Tamil, Suku Jawa, dan Suku Aceh.Walau beranekaragam, kehidupan sosial di Provinsi Sumatera Utara khususnyakota Medan sebagai ibukota provinsi tentram dan damai. 9
  19. 19. Beberapa daerah wisata dan peninggalan terdapat di sumatera utaradiantaranya:1. Istana MaimunSuku melayu sangat dominan keberadaannya di Kota Medan, dikarenakanberbatasan langsung dengan Selat Malaka. Suku melayu juga berpartisipasi dalammenghadapi penjajah, ini ditandai dengan adanya Istana Raja Melayu di kotaMedan yaitu Istana Maimun. Gambar.2.2 Istana Maimun.2. Candi BahalSelain Kerajaan Melayu, Sumatera Utara juga memiliki peninggalan Candi yangterletak di daerah Padang Lawas. Dengan adanya peninggalan Candi, dapat kitaartikan kerajaan Hindu maupun Budha juga berperan dalam melawan penjajah diSumatera Utara. 10
  20. 20. Gambar. 2.3 Candi Bahal3. Danau Toba Danau yang terbentuk akibat dari vuklakisme, dan termasuk dalam danau terbesar se-Asia, dimana dikelilingi oleh 7 Kabupaten diantaranya Tanah Karo, Simalungun, Dairi, Humbahas, Samosir, Toba Samosir,Tapanuli Utara. Gambar.2.4 Danau Toba4. Air terjun Sipiso-piso Merupakan air terjun terbesar di Sumatera Utara dan berada di Kecamatan Merek, Kabupaten Tanah Karo. 11
  21. 21. Gambar.2.5 Air Terjun Sipiso-piso5. Mejan Mejan adalah patung batu, merupakan kebanggaan dan kemasyuran Suku Pakpak yang mengandung nilai budaya yang sangat tinggi . Mejan juga merupakan lambang kebesaran suku / marga Pakpak. Jaman dahulu fungsi mejan dijadikan sebagai benteng pertahanan terhadap musuh yang akan masuk ke suatu daerah atau kampung. Konon pada jaman dahulu Mejan dapat bersuara apabila musuh datang memasuki kampung . Mejan juga bersuara apabila suatu kampung akan mengalami suatu kejadian. Mengapa mejan bisa bersuara ? Karena Mejan pada jaman dahulu diyakini ada Nanggurunya ( Pengian / Pengisi batu mejan ) . Nangguru yang tinggal di batu Mejan itu adalah Roh Nenek Moyang yang dipanggil melalui suatu ritual. Membuat mejan membutuhkan waktu yang sangat lama ,biaya yang sangat besar dan syarat-syarat spritual . Mejan sangat diyakini suku Pakpak dan dapat dibuktikan hasyatnya. Kampung yang memiliki 12
  22. 22. mejan terbukti tidak mudah dimasuki musuh. Contohnya seseorang yang akan masuk suatu kampung yang memiliki Mejan dan mempunyai maksud yang tidak baik dapat berkeliling kampung tanpa tahu arah dan tujuan . Gambar.2.6 Mejan di Kab. Pakpak Bharat2.4.2 Status, Fungsi dan Tata guna Lahan Jenis batuan yang ada di Sumatera Utara jika dilihat Dari Peta Geologi danPotensi Bahan Galian Sulawesi Utara (Dep. Pertambangan dan Energi, Tahun1995) berdasarkan faktor Lithologi, wilayah Sumatera Utara terdiri dari jenisbatuan: Alluvium, Basalt, Tefra, Andesit. Di Sumatera Utara saat ini terdapat dua taman nasional, yakni TamanNasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Batang Gadis. Menurut KeputusanMenteri Kehutanan, Nomor 44 Tahun 2005, luas hutan di Sumatera Utara saat ini3.742.120 hektare (ha). Yang terdiri dari Kawasan Suaka Alam/KawasanPelestarian Alam seluas 477.070 ha, Hutan Lindung 1.297.330 ha, Hutan ProduksiTerbatas 879.270 ha, Hutan Produksi Tetap 1.035.690 ha dan Hutan Produksiyang dapat dikonversi seluas 52.760 ha. 13
  23. 23. Sektor pertanian Sumatera Utara dapat dideskripsikan menjadi 5 (lima) subsektor, yakni  sub sektor tanaman pangan,  sub sektor perkebunan,  sub sektor kehutanan,  sub sektor peternakan, dan sub sektor perikanan.2.5 Struktur Organisasi Dinas Pertambagan dan Energi Provinsi SumateraUtara. Provinsi Sumatera Utara dipimpin oleh seorang Gubernur dan WakilGubernur yang dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari dibantu oleh aparaturPemerintah Daerah meliputi Sekretariat Daerah (Setda), Dinas Instansi sertaPerangkat Daerah lainnya. Kantor Setda Provinsi sebagai pusat pemerintahanterletak di Jalan Diponegoro No.31 Medan. Dinas Pertambagan dan Energi Provinsi dipimpin oleh seorang KepalaDinas yang bertanggung jawab sepenuhnya atas jalannya kegiatan operasionaldisektor pertambangan, energi dan SDM. Untuk melaksanakan tugas, fungsi dantanggung jawab demi kelancaran pelaksanaan tugas, maka Dinas PertambaganEnergi dan SDM membentuk 4 (empat) Bidang yang dipimpin seorang KepalaBidang yang membidangi tugas dan fungsinya masing – masing yaitu :1. Bidang Pertambangan Umum2. Bidang Geologi dan Sumber Daya Mineral3. Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi4. Bidang Minyak dan Gas Bumi 14
  24. 24. Gambar.2.7 Struktur Organisasi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara. 15
  25. 25. 2.6 Tugas Pokok dan Fungsi Bidang Pertambangan Adapun Tugas Pokok dan Fungsi Bidang Pertambangan Umumsebagaimana terdapat pada Peraturan Gubernur Nomor 35 Tahun 2011 TentangOrganisasi, Tugas, Fungsi dan Uraian Tugas Dinas Pertambangan dan EnergiProvinsi Sumatera Utara, pada Bagian Ketiga Pasal 5 Ayat 1 s/d 4 yaitu:1) Kepala Bidang Pertambangan Umum menyelenggarakan urusan Pemerintah di bidang pelayanan perijinan, pembinaan usaha dan pengawasan pertambangan umum dan panas bumi.2) Kepala Bidang Pertambangan Umum menyelenggarakan fungsi :a. Penyelenggaraan pembinaan pegawai pada lingkup Bidang Pertambangan Umum;b. Penyelenggaraan arahan bimbingan kepada pejabat struktural pada lingkup Bidang Pertambangan Umum;c. Penyelenggaraan instruksi pelaksanaan tugas lingkup Bidang Pertambangan Umum;d. Penyelenggaraan penyusunan program kegiatan lingkup Bidang Pertambangan Umum;e. Penyelenggaraan pelaksanaan perijinan, pembinaan usaha dan pengawasan pertambangan umum panas bumi;f. Penyelenggaraan pengelolaan data dan informasi mineral, batubara dan panas bumi serta pengusahaan sistem informasi geografis wilayah kerja pertambangan; 16
  26. 26. g. Penyelenggaraan evaluasi pelayanan perijinan, pembinaan usaha dan pengawasan pertambangan umum dan panas bumi;h. Penyelenggaraan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas, sesusai bidang tugas dan fungsinya;i. Penyelengraan pemberian masukan yang perlu kepada Kepala Dinas, sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya;j. Penyelenggaraan pelaporan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas dan fungsinya, sesuai Stadar yang ditetapkan.3) Kepala Bidang Pertambangan Umum, mempunyai uraian tugas:a. Menyelenggarakan penyusunan kebijakan di bidang mineral, batubara dan panas bumi;b. Menyelenggarakan penyusunan data dan informasi usaha pertambangan mineral dan batubara serta panas bumi lintas Kabupaten/Kota;c. Menyelenggarakan pemberian ijin usaha pertambangan mineral, batubara dan panas bumi pada wilayah lintas Kabupaten/Kota dan paling jauh 12 (dua belas) mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan;d. Menyelenggarakan pemberian ijin usaha pertambangan mineral, batubara untuk produk yang berdampak lingkungan langsung lintas Kabupaten/Kota dan paling jauh 12 (dua belas) mil laut diukur dari garis pantai kearah laut lepas dan/atau kearah perairan kepulauan;e. Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan ijin usaha pertambangan mineral, batubara dan panas bumi pada wilayah lintas 17
  27. 27. Kabupaten/Koata dan paling jauh 12 (dua belas) mil laut diukur dari garis pantai kearah laut lepas dan/atau kearah perairan kepulauan;f. Menyelenggarakan pemberian ijin badan usaha jasa pertambangan mineral, batubara dan panas bumi dalam rangka PMA dan PMDN lintas Kabupaten/Kota;g. Menyelenggarakan pengelolaan, pembinaan dan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan pertambangan termasuk reklamasi dan pasca tambang konservasi dan peningkatan nilai tambah terhadap usaha pertambangan mineral, batubara dan panas bumi pada wilayah Kabupaten/Kota atau yang berdampak regional;h. Menyelenggarakan pengelolaan, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan ijin usaha jasa pertambangan mineral, baubara dan panas bumi dalam rangka penanaman modal lintas Kabupaten/Kota;i. Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan pengusahaan KP ( Kuasa Pertambangan) lintas Kabupaten/Kota;j. Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan pertambangan termasuk reklamasi dan pasca tambang, konservasi dan peningkatan nilai tambah terhadap KP lintas Kabupaten/Kota;k. Menyelenggarakan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan ijin usaha pertambangan mineral dan batubara untuk operasi produksi, serta yang berdampak lingkungan langsung lintas Kabupaten/Kota; 18
  28. 28. l. Menyelenggarakan pengelolaan data dan informasi mineral, batubara dan panas bumi serta pengusahaan dan SIG wilayah kerja pertambangan di wilayah provinsi;m. Menyelenggarakan penetapan potensi panaas bumi serta neraca sumber daya dan cadangan mineral dan batubara di wilayah provinsi;n. Menyelenggarakan pengangkatan dan pembinaan Inspektur Tambang serta pembinaan jabatan fungsional;o. Menyelenggarakan evaluasi rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan serta analisa mengenai dampak lingkungan;p. Menyelenggarakan pengkoordinasian perijinan dan pengawasan penggunaan bahan peledak di wilayah tambang sesuai dengan kewenangannya;q. Menyelenggarakan pemberian bimbingan, supervisi, dan konsultasi terhadap pemegang IUP, IPR, atau IPK lintas Kabupaten/Kota;r. Menyelenggarakan proses pengesahan Kepala Teknik Tambang yang diangkat oleh perusahaan sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap semua kegiatan dilapangan;s. Menyelenggarakan proses pemberian ijin Kartu Ijin Meledakkan (KIM);t. Menyelenggarakan proses perijinan gudang bahan peledak untuk kegiatan usaha pertambangan mineral, batubara dan panas bumi.4) Untuk melaksanakan Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) Kepala Bidang Pertambangan Umum dibantu oleh : a. Seksi perijinan; b. Seksi Pembinaan Usaha; c. Seksi Pertambangan Umum. 19
  29. 29. 2.7 Tugas Pokok dan Fungsi Seksi Perizinan Dan PengawasanA. Seksi Perijinan mempunyai tugas : a. Melaksanakan pembinaan pegawai pada lingkup Seksi Perijinan; b. Melaksanakan arahan dan bimbingan kepada pegawai pada lingkp Seksi Perijinan; c. Melaksanakan Instruksi pelaksanaan tugas lingkuo Seksi perijinan; d. Melaksanakan penyusunan dan peyempurnaan standard Operasional Prosedur (SOP); e. Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan penyusunan data informasi usaha pertambangan mineral dan batubara serta panas bumi lintas Kabupaten/Kota; f. Melaksanakan pengkajian dan pemeriksaan berkas, dan koordinasi dalam rangka pemberian ijin usaha pertambangan mineral, batubara dan panas bumi pada wilayah lintas Kabupaten/Kota paling jauh 12 (dua belas) mil laut diukur dari garis pantai kearah laut lepas; g. Melaksanakan pengkajian dan pemeriksaan berkas, evaluasi standar nasional pengolahan lingkungan, pengkoordinasian, pemberian ijin usaha pertambangan mineral dan batubara untuk operasi produksi, yang berdampak lingkungan langsung lintas Kabupaten/Kota; h. Melaksanakan pengkajian dan pemeriksaan berkas, pengkoordinasian, pemberian ijin badan usaha jasa pertambangan 20
  30. 30. mineral, batubara dan panas bumi dalam rangka PMA dan PMDN lintas Kabupaten/Kota; i. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pertambangan Umum, sesuai dengan bidang tugasnya; j. Melaksanakan pemberian masukan yang perlu kepada Kepala Bidang Pertambangan Umum, seusai dengan bidang tugasnya; k. Melaksanakan pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada Kepala Bidang Pertambangan Umum, sesuai standar yang ditetapkan.B. Seksi Pengawasan mempunyai tugas ; a. Membantu dan bertangung jawab kepada Kepala Bidang; b. Melakukan Pengawasan dan Pembinaan terhadap semua kegiatan yang dikenakan Pajak dan Retribusi dibidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral; c. Melakukan Pengawasan dan Pembinaan terhadap Usaha Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral; 21
  31. 31. III. TINJAUAN PUSTAKA3.1 Bahan Galian3.1.1 Pengertian Bahan Galian Bahan galian adalah senyawa anorganik yang terbentuk di alam, yangmemiliki sifat fisik dan kimia tertentu serrta susunan kristal teratur ataugabungannya yang membentuk batuan, logam, non logam, maupun radio aktifserta endapan senyawa organik karbonan yang terbentuk secara alamiah dari sisa-sisa tumbuh-tumbuhan. Bahan galian merupakan sumber daya alam yang tidakdapat diperbaharui. Hal tersebut dikarenakan proses pembentukan yangmembutuhkan waktu yang sangat lama dan untuk memperolehnya punmembutuhkan ilmu dan cara khusus. Bahan galian terjadi dan dapat ditemukan didalam kerak bumi atau lapisan – lapisan batuan yang dimensi dan penyebarannyatidak teratur dan tidak mengenal batas wilayah administratif. Pengelolaan danpemanfaatan bahan galian terutama dalam proses pengambilannya beresiko tinggidan dapat merusak lingkungan apabila cara dan teknologi yang digunakan tidaktepat. Akan tetapi, karena mempunyai nilai ekonomi yang cukup menjanjikanmaka penambangan bahan galian tetap berlangsung.3.1.2 Penggolongan Bahan Galian Dalam Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambanganmineral dan batubara. yang dijabarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 23tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral danBatubara, bahwa Komoditas Tambang dibagi dalam 5 (lima) golongan yaitu; 22
  32. 32. a. Mineral Radio Aktif meliputi radium, thorium, uranium, monasit, dan bahan galian radio aktif lainya;b. Mineral Logam Meliputi litium, berilium, magnesium, kalium, kalsium, emas, tembaga, perak, timbal, seng, timah, nikel, mangaan, platina, bismut, molibdenum, bauksit, air raksa, wolfram, titanium, barit, vanadium, kromit, antimoni, kobalt, tantalum, cadmium, galium, indium, yitrium, magnetit, besi, galena, alumina, niobium, zirkonnium, ilmenit, khorm, erbium, ytterbium, dysprosium, thorium, cesium, lanthanum, niobium, neodymium, hafnium, scandium, aluminium, palladium, rhodium, osmium, ruthenium, iridium, selenium, telluride, stronium, germanium, dan zenotin;c. Mineral Bukan Logam meliputi intan, korondum, grafit, arsen, pasir kuarsa, fluorspar, kriolit, yodium, brom, klor, belerang, fosfat, halit, asbes, talk, mika, magnesit, yarosit, oker, fluorit, ball clay, fire clay, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit, gipsum, dolomit, kalsit, rijang, pirofilit, kuarsit, zirkon, wolastonit, tawas, batu kuarsa, perlit, garam batu clay, dan batu gamping untuk semen;d. Batuan meliputi pumice, tras, toseki, obsidian, marmer, perlit, tanah diatome, tanah serap (fullers earth), slate, granit, granodiorit, andesit, gabro, peridotit, basalt, trakhit, leusit, tanah liat, tanah urug, batu apung, opal, kalsedon, chert cristal kuarsa, jasper, krisoprase, kayu terkesikan, gamet, giok, agat, diorit, topas, batu gunung quarry besar, kerikil galian dari bukit, kerikil sungai ayak tanpa pasir, pasir urug, pasir pasang, kerikil berpasir alami (sirtu), bahan timbunan pilihan (tanah), urukan tanah setempat, tanah merah (laterit), batu gamping, onik, pasir laut,dan pasir yang tidak mengandung unsur mineral 23
  33. 33. logam atau usur mineral bukan logam dalam jumlah yang berati ditinjau dari segi ekonomi pertambangan dan;e. Batubara meliputi bitumen padat, batuan aspal, batubara, dan gambut3.2 Cadangan Cadangan adalah jumlah berat atau volume endapan mineral atau batubara yang mempunyai nilai ekonamis untuk ditambang.Istilah cadangan pada pertambangan antara lain : a) Cadangan hipotetik adalah cadangan yang belum ditemukan tetapi beralasan untuk ditemukan pada suatu wilayah pertambangan. b) Cadangan terkira adalah cadangan yang secara geologi keberadaannya mempunyai tingkat kayakinan rendah. c) Cadangan terduga adalah cadangan hasil penafsiran berdasarkan sebagian besar dari informasi geologi dilengkapi dengan beberapa contoh singkapan secara kuantitatif. d) Cadangan tertambang adalah bagian cadangan mineral atau batubara yang layak ditambang dengan teknologi saat ini.3.3 Pertambangan3.3.1 Pengertian Pertambangan Pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalamrangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yangmeliputi penyelidikan umum, eksplorasi, study kelayakan, konstruksi, 24
  34. 34. penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, sertakegiatan pasca tambang.Wilayah Pertarnbangan adalah wilayah yang memiliki potensi mineral ataubatubara dan tidak terikat dengan, batasan administrasi pemerintahan yangmerupakan bagian dari tata ruang nasional.Wilayah Pertambangan ditetapkan oleh Pemerintah setelah berkoordinasi denganpemerintah daerah dan berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat RepublikIndonesia. Penetapan Wilayah Pertambangan dilaksanakan dengan:a. Secara transparan, partisipatif, dan bertanggung jawab;b. Secara terpadu dengan rnemperhatikan pendapat dari Instansi Pemerintahterkait, masyarakat, dan dengan mempertimbangkan aspek ekologi, ekonomi, dansosial budaya, serta berwawasan lingkungan; danc. Dengan rnemperhatikan aspirasi daerah. Pemerintah pusat dan pemerintahdaerah wajib melakukan penyelidikan dan penelitian pertambangan dalam rangkapenyiapan Wilayah Pertambangan.Ketentuan lebih lanjut mengenai batas, luas, dan rnekanisme penetapan WilayahPenambangan diatur dengan peraturan pemerintah.Wilayah Pertambangan terdiri atas:a. WUP (Wilayah Usaha Pertambangan).b. WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat).c. WPN (Wilayah Pencadangan Negara). 25
  35. 35. 3.3.2 Tahapan kegiatan dalam Pertambangan Tahapan kegiatan pertambangan meliputi kegiatan Penyelidikan umum,Eksplorasi, Studi Kelayakan, Konstruksi, Penambangan, Pengolahan/Pemurnian,Pengangkutan, Penjualan dan Reklamasi serta Kegiatan Pascatambang. Penyelidikan Umum adalah penyelidikan secara geologi umum atau geofisika, di daratan, perairan dan foto udara terhadap segala sesuatu yang ada di bumi dengan maksud untuk membuat peta geologi secara umum atau untuk menetapkan tanda-tanda adanya kandungan bahan galian di suatu wilyah, penyelidikan umum dilaksankan dengan cara ; sumur uji, pemboran uji, parit uji, mendulang dan foto udara. Data yang diperoleh dari penyelidikan umum masih kasar yang meliputi ; lokasi endapan, jenis endapan, nama endapan dan taksiran kualitas atau kadar. Eksplorasi adalah segala penyelidikan pertambangan untuk mengetahui secara teliti tentang penyebaran endapan bahan galian, besar cadangan dan nilai cadangan, eksplorasi dilaksanakan dengan cara ; pemboran, sumur uji, trowongan dan shaft, data yang diperoleh antara lain ; kualitas atau kadar, penyebaran kadar, bentuk dan letak serta ukuran dan sifat cadangan. Studi Kelayakan adalah tahapan kegiatan usaha pertambangan untuk memperoleh informasi secara rinci seluruh aspek yang berkaitan untuk menentukan kelayakan ekonomis dan teknis usaha pertambangan, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan serta perencanaan pascatamnbang. 26
  36. 36.  Konstruksi adalah kegiatan usaha pertambangan untuk melakukan pembangunan seluruh fasilitas operasi produksi, termasuk pengendalian dampak lingkungan. Penambangan adalah bagian kegiatan usaha pertambangan untuk memproduksi mineral dan/atau batubara dan mineral ikutannya, ada dua sistem penambangan yaitu : a) sistem tambang terbuka dan ; b) sistem tambang bawah tanah. Pengolahan/Pemurnian adalah kegiatan usaha pertambangan untuk meningkatkan mutu mineral dan/atau batubara serta untuk memanfaatkan dan memperoleh mineral ikutan, ada beberapa cara dalam melakukan pengolahan/pemurnian antara lain : a) Commminution adalah penghancuran atau pengecilan ukuran, alat yang digunakan : Crusher dan Grainder. b) Sizing adalah proses pemisahan mineral berdasarkan ukuran butir, sizing dilakukan dengan cara : Screening dan Classifying. c) Concetration dilakukan dengan cara : pemisahan dengan pencucian, pemisahan berdasarkan perbedaan berat isi, Pemisahan berdasarkan sifat fisik permukaan butiran, Pemisahan berdasarkan sifat magnit mineral, electrostatik Separator. d) Dewatering adalah proses pengurangan air dari hasil konsentrasi, prosesnya dilakukan dengan cara : pengentalan, penyaringan dan pengeringan. 27
  37. 37.  Pengangkutan adalah kegiatan usaha pertambangan untuk memindahkan mineral dan/atau batubara dari daerah tambang dan/atau tempat pengolahan dan pemurnian sampai tempat penyerahan atau dipasarkan, a) pengangkutan laut menggunakan : tug boat dan tongkang serta kapal laut. b) pengangkutan didarat memnggunakan : Dump truck dan belt conveyor. c) Pengankutan udara menggunakan : pesawat udara. Penjualan adalah kegiatan usaha pertambangan untuk menjual hasil pertambangan mineral atau batubara baik di dalam negeri atau di luar negeri. Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya. Kegiatan Pascatambang, yang selanjutnya disebut pascatambang, adalah kegiatan terencana, sistematis, dan berlanjut setelah akhir sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangan untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial menurut kondisi lokal di seluruh wilayah penambangan.3.3.3 Wilayah Usaha Pertambangan. Wilayah Usaha Pertambangan adalah bagian dari Wilayah Pertambanganyang telah memiliki ketersediaan data potensi, atau informasi geologi. WilayahPertambangan sebagai bagian dari tata ruang nasional merupakan landasan bagipenetapan kegiatan pertambangan. Penetapan Wilayah Usaha Pertambangan dilakukan oleh Pemerintahsetelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan disampaikan secara tertulis 28
  38. 38. kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dengan berkoordinasidengan pemerintah daerah yang bersangkutan berdasarkan data dan informasiyang dimiliki Pemerintah dan pemerintah daerah. Pemerintah dapat melimpahkansebagian kewenangannya dalam penetapan Wilayah Usaha Pertambangan kepadapemerintah provinsi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.Wilayah Izin Usaha Pertambangan adalah wilayah yang diberikan kepadapemegang Izin Usaha Pertambangan.Satu Wilayah Usaha Pertambangan terdiri atas satu atau beberapa Wilayah IzinUsaha Pertambangan yang berada pada lintas wilayah provinsi, lintas wilayahkabupaten / kota atau dalam satu wilayah kabupaten atau kota.Luas dan batas Wilayah Izin Usaha Pertambangan mineral logam dan batubaraditetapkan oleh Pemerintah berkoordinasi dengan pemerintah daerah berdasarkankriteria yang dimiliki oleh Pemerintah. Kriteria untuk menetapkan satu ataubeberapa Wilayah Izin Usaha Pertambangan dalam satu Wilayah UsahaPertambangan adalah sebagai berikut:a. Letak geografis;b. Kaidah konservasi;c. Daya dukung lindungan lingkungan;d. Optimalisasi sumber daya mineral atau batubara;e. Tingkat kepadatan penduduk.Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penetapan batas dan luas Wilayah IzinUsaha Pertambangan diatur dengan peraturan pemerintah. 29
  39. 39. 3.3.4 Wilayah Pertambangan Rakyat. Wilayah Pertambangan Rakyat adalah bagian dari Wilayah Pertambangantempat di lakukan kegiatan.Usaha Pertambangan Rakyat kegiatan pertambangan rakyat dilaksanakan dalamsuatu Wilayah Pertambangan Rakyat. Wilayah Pertambangan Rakyat ditetapkanoleh Bupati / walikota setelah berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan RakyatDaerah kabupaten / kota.Kriteria untuk menetapkan Wilayah Pertambangan Rakyat adalah. sebagaiberikut:a. Mempunyai cadangan mineral sekunder yang terdapat di sungai dan / atau diantara tepi dan tepi sungai.b. Mempunyai cadangan primer logam atau batubara dengan kedalaman maksimal2l5 meter.c. Endapan teras, dataran banjir, dan endapan sungai purba.d. Luas maksimal wilayah pertambangan rakyat adalah 25 hektare.e. Menyebutkan jenis komoditas yang akan ditambang.f. Merupakan wilayah atau tempat kegiatan tarnbang rakyat yang sudah dikerjakansekurang – kurangnya 15 tahun.Dalam menetapkan Wilayah Pertambangan Rakyat Bupati / Walikotaberkewajiban melakukan pengumuman mengenai rencana Wilayah PertambanganRakyat kepada masyarakat secara terbuka. Wilayah atau tempat kegiatan tambangrakyat yang sudah dikerjakan tetapi belum ditetapkan sebagai Wilayah 30
  40. 40. Pertambangan Rakyat diprioritaskan untuk ditetapkan sebagai WilayahPertambangan Rakyat.Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman, prosedur, dan penetapan WilayahPertambangan Rakyat diatur dengan peraturan pemerintah.Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria dan mekanisme penetapan WilayahPertambangan Rakyat diatur dengan peraturan daerah kabupaten / kota.3.3.5 Wilayah Pencadangan Negara Wilayah Pencadangan Negara adalah bagian dari Wilayah Pertambanganyang dicadangkan untuk kepentingan strategis nasional. Untuk kepentinganstrategis nasional, Pemerintah dengan persetujuan Dewan Perwakilan RakyatRepublik Indonesia dan dengan memperhatikan aspirasi daerah menetapkanWilayah Pencadangan Nasional sebagai daerah yang dicadangkan untukkomoditas tertentu dan daerah konservasi dalam rangka menjaga keseimbanganekosistem dan lingkungan.Wilayah Pencadangan Nasional yang ditetapkan untuk komoditas tertentu dapatdiusahakan sebagian luas wilayahnya dengan persetujuan Dewan PerwakilanRakyat Republik Indonesia.Wilayah Pencadangan Nasional yang ditetapkan untuk konservasi ditentukanbatasan waktu dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.Wilayah yang akan diusahakan menjadi Wilayah Percadangan Nasional harusberubah statusnya menjadi Wilayah Usaha Pertambangan Khusus. 31
  41. 41. Perubahan status Wilayah Pencadangan Nasional menjadi Wilayah UsahaPertambangan Khusus, dapat dilakukan dengan mempertimbangkan:a. Pemenuhan bahan baku industri dan energi dalam negeri.b. Sumber devisa Negara.c. Kondisi wilayah didasarkan pada keterbatasan sarana dan prasarana.d. Berpotensi untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.e. Daya dukung lingkungan.f. Penggunaan teknologi tinggi dan modal investasi yang besar.3.4 Izin Usaha Pertambangan3.4.1 Pengertian Izin Usaha Pertambangan Izin usaha pertambangan adalah pemberian izin untuk melakukan usahapertambangan kepada orang pribadi atau badan yang diberikan oleh PemerintahDaerah. Izin Usaha Pertambangan diberikan dalam bentuk surat keputusan IzinUsaha Pertambangan. Izin Usaha Pertambangan terdiri atas dua tahap: 1. Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi meliputi kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi kelayakan. 2. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi meliputi kegiatan konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, serta pengangkutan dan penjualan. Pemegang Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi dan pemegang Izin UsahaPertambangan Operasi Produksi dapat melakukan sebagian atau seluruhnya. 32
  42. 42. Izin Usaha Pertambangan diberikan oleh: 1. Bupati / Walikota apabila Wilayah Izin Usaha Pertambangan berada di dalam satu wilayah kabupaten / kota; 2. Gubernur apabila Wilayah Izin Usaha Pertambangan berada pada lintas wilayah kabupaten / kota dalam 1 provinsi setelah mendapatkan rekomendasi dari Bupati / Walikota setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan. 3. Menteri apabila Wilayah Izin Usaha Pertambangan berada pada lintas wilayah provinsi setelah mendapatkan rekomendasi dari Gubernur dan Bupati / Walikota setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan. Izin Usaha Pertambangan diberikan kepada: a. Badan usaha. b. Koperasi. c. Perseorangan. Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi meliputi kegiatan Penyelidikanumum, Eksplorasi, dan Study kelayakan wajib memuat ketentuan sekurangkurangnya: a. Nama perusahaan. b. Lokasi dan luas wilayah. c. Rencana umum tata ruang. d. Jaminan kesungguhan. e. Modal investasi. 33
  43. 43. f. Perpanjangan waktu tahap kegiatan. g. Hak dan kewajiban pemegang Izin Usaha Pertambangan. h. Jangka waktu berlakunya tahap kegiatan. i. Jenis usaha yang diberikan. j. Rencana pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan. k. Perpajakan. l. Penyelesaian perselisihan. m. Iuran tetap dan iuran eksplorasi. n. Amdal. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi meliputi kegiatan Konstruksi,Penambangan, Pengolahan dan Pemurnian wajib memuat ketentuan sekurang –kurangnya. a. Nama perusahaan. b. Luas wilayah. c. Lokasi penambangan. d. Lokasi pengolahan dan pemurnian. e. Pengangkutan dan penjualan. f. Modal investasi. g. Jangka waktu berlakunya Izin Usaha Pertambangan. h. Jangka waktu tahap kegiatan. i. Penyelesaian masalah pertanahan. j. Lingkungan hidup termasuk reklamasi dan pascatambang. 34
  44. 44. k. Dana jaminan reklamasi dan pasca tambang. i. Perpanjangan Izin Usaha Pertambangan. l. Hak dan kewajiban pemegang Izin Usaha Pertambangan. m. Rencana pengembangan dan pernberdayaan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan. n. Perpajakan. o. Penerimaan negara bukan pajak yang terdiri atas iuran tetap dan iuran produksi. p. Penyelesaian perselisihan. q. Keselamatan dan kesehatan kerja. r. Konservasi mineral atau batubara. s. Pemanfaatan barang, jasa, dan teknologi dalam negeri. t. Penerapan kaidah keekonomian dan keteknikan pertambangan yang baik. u. Pengembangan tenaga kerja Indonesia. v. Pengelolaan data mineral atau batubara. w. Penguasaan, pengembangan, dan penerapan teknologi pertambangan mineral atau batubara. Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi meliputi kegiatan Penyelidikanumum, Eksplorasi, dan Study kelayakan Izin Usaha Pertambangan diberikanuntuk satu jenis mineral atau batubara. Pemegang Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi meliputi kegiatanPenyelidikan umum, Eksplorasi, dan Study kelayakan Izin Usaha Pertambangan 35
  45. 45. menemukan mineral lain di dalam Wilayah Izin Usaha Pertambangan yangdikelola diberikan prioritas untuk mengusahakannya. Pemegang Izin Usaha Pertambangan mengusahakan mineral adalah IzinUsaha Pertambangan Operasi Produksi meliputi kegiatan Konstruksi,Penambangan, wajib mengajukan permohonan Izin Usaha Pertambangan barukepada Menteri, Gubernur, dan Bupati / Walikota sesuai dengan kewenangannya. Pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi meliputi kegiatanKonstruksi, Penambangan, dapat menyatakan tidak berminat untuk mengusahakanmineral lain yang ditemukan tersebut. Pemegang Izin Usaha Pertambangan yang tidak berminat untukmengusahakan mineral lain yang ditemukan wajib menjaga mineral lain tersebutagar tidak dimanfaatkan pihak lain. Izin Usaha Pertambangan untuk mineral lain dapat diberikan kepadapihak lain oleh Menteri, Gubernur, dan Bupati / Walikota sesuai dengankewenangannya.3.4.2 Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi. Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi untuk pertambangan mineral logamdapat diberikan dalam jangka waktu paling lama delapan tahun. Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi untuk pertambangan mineral bukanlogam dapat diberikan paling lama dalam jangka waktu tiga tahun dan mineralbukan logam jenis tertentu dapat diberikan dalam jangka waktu paling lama tujuhtahun. 36
  46. 46. Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi untuk pertambangan batuan dapatdiberikan dalam jangka waktu paling lama tiga tahun. Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi untuk pertambangan batubara dapatdiberikan dalam jangka waktu paling lama tujuh tahun. Dalam hal kegiatan Eksplorasi dan kegiatan studi kelayakan, pemegangIzin Usaha Pertambangan Eksplorasi yang mendapatkan mineral atau batubarayang tergali wajib melaporkan kepada pemberi Izin Usaha Pertambangan. Pemegang Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi yang ingin menjualmineral atau batubara wajib mengajukan izin sementara untuk melakukanpengangkutan dan penjualan Izin sementara yang diberikan oleh Menteri,Gubernur, atau Bupati / Walikota sesuai dengan kewenangannya. Mineral atau batubara yang tergali dalam hal kegiatan ekpolorasi dankegiatan study kelayakan, pemegang Izin Usaha Pertambangan Ekplorasi yangmendapatkan mineral atau batubara yang tergali wajib melaporkan kepedapemberi Izin Usaha Pertambangan dikenai iuran produksi.3.4.3 Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi adalah izin usaha yangdiberikan setelah selesai pelaksanaan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi untukmelakukan tahapan kegiatan operasi produksi.Setiap pemegang Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi dijamin untukmemperoleh Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi sebagai kelanjutankegiatan usaha pertambangannya. 37
  47. 47. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi dapat diberikan kepada badan usaha,koperasi, atau perseorangan atas hasil pelelangan. Pertambangan Tanpa Izin adalah usaha pertambangan yang dilakukan olehperseorangan, sekelompok orang, atau perusahaan yayasan berbadan hukum yangdalam operasinya tidak memiliki Izin dari instansi pemerintah sesuai peraturanperundang – undangan yang berlaku. Dengan demikian, izin, rekomendasi, atausurat berbentuk apapun yang diberikan kepada perseorangan, sekelompok orang,perusahaan atau yayasan oleh instansi pemerintah di luar ketentuan peraturanperundang – undangan yang berlaku, dapat dikategorikan sebagai PertambanganTanpa Izin. Izin Pertambangan Rakyat, yang selanjutnya disebut IPR, adalah izinuntuk melaksanakan usaha pertambangan dalam wilayah pertambangan rakyatdengan luas wilayah dan investasi terbatas.3.5 Dasar Hukum Dasar hukum perizinan usaha pertambangan bahan galian Batuan diProvinsi Sumatera Utara adalah sebagai berikut :a) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33 ayat 3 ”Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.b) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (LN Tahun 1999 Nomor 4, TLN 4959). 38
  48. 48. c) Peraturan pemerintah republik indonesia Nomor 23 tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.d) Peraturan Gubernur Sumatera Utara Nomor 37 Tahun 2011 Tentang Pendelegasian Kewenangan Pelayanan Perijinan Kepada Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Provinsi Sumatera Utara. 39
  49. 49. IV. PEMBAHASAN4.1 Geologi Provinsi Sumatera Utara4.1.1 Morfologi Sumatera Utara Satuan morfologi Provinsi Sumatera Utara terdiri dari 3 satuan morfologiantara lain :  Satuan morfologi daratan, dimana terdapat dua pesisir daratan yaitu timur dan barat, dimana timur adalah pesisir mulai dari langkat sampai dengan Labuhan Batu, sedangkan pesisir barat .  Satuan morfologi perbukitan yang berjajar di bagian tengah Sumatera Utara, yang kita kenal dengan Bukit Barisan.  Satuan morfologi pegunungan yang meliputi gunung Sinabung, Sibayak, Pusu Buhit dan lainnya.4.1.2 Stratigrafi Sumatera Utara Pola geologi dan tatanan stratigrafi regional cekungan Sumatra Utarasecara umum telah banyak diketahui berkat hasil aktivitas eksplorasi minyak dangas alam serta pemetaan bersistem pulau Sumatra dalam skala 1:250.000. Keith(1981)dalam google.co.id cekungan sumatera membuat pembagian stratigrafiTersier Cekungan Sumatra Utara menjadi tiga kelompok yaitu Kelompok Isebagai fase tektonik, pengangkatan dan pengerosian, berumur Eosen hinggaOligosen Awal. Kelompok II merupakan fase genang laut yang dimulai denganpembentukan formasi-formasi dari tua ke muda yaitu Formasi Butar, Rampong,Bruksah, Bampo, Peutu dan Formasi Baong. Kelompok III adalah perioda regresifdengan pembentukan kelompok Lhoksukon. 40
  50. 50. Satuan formasi yang ada di Cekungan Sumatera Utara dari yang tua keyang paling muda yaitu:1. Formasi Butar, pembawa endapan bitumen padat, berumur Oligosen akhir hingga miosen awal, mengandung 3 lapisan pembawa endapan bitumen padat, berada disekitar daerah Tigabinanga.2. Formasi Rampong, selaras dengan formasi Butar pembawa endapan bitumen padat, juga berada di sekitar tigabinanga.3. Formasi Bruksah, terutama terdiri dari batupasir dan konglomerat basal berumur Oligosen. Perkiraan ketebalan sekitar 500m dan berada sekitar 2000m dibawah permukaan dasar laut.4. Formasi Bampo (Tib), terdiri atas batulu mpur berwarna hitam dan engandung pirit berumur Oligosen akhir sampai Miosen Awal menindih selaras Formasi Bruksah, diperkirakan mempunyai ketebalam 1000 sampai 1200m dan berada pada kedalaman 500 sampai 2000 m di bawah permukaan laut5. Formasi Peutu, didominasi oleh batupasir berumur Miosen Awal sampai Miosen Tengah, berada di sekitar cekungan. 6. Formasi Baong, terdiri dari batulumpur gampingan berumur Miosen Tengah berada sekitar cekungan.4.1.3 Struktur Geologi Sumatera Utara Secara litologi Sumatera Utara berada pada jalur sesar semangko, dimanajalur sesar tersebut masuk pada tiga sekmen patahan yakni sekmen patahan Renun 41
  51. 51. melalui Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat, Karo, Langkat, Tobasa, dan HumbangHasudutan. Kemudian sekmen patahan Toru yakni melintasi Kabupaten TapanuliUtara dan Tapanuli Tengah dan sekmen yang ketiga adalah patahan Angkolameliputi Kabupaten Tapanuli Selatan dan Madina. Akibat dari keadaan diatas Sumatera Utara termasuk dalam daerah rawangempa terutama daerah Sumatera Utara bagian barat dari utara ke selatan. Patahantersebut diatas juga dapat memicu aktivitas kegiatan vulkanisme, karena sebagianbesar daerah yang dilalui jalur patahan tersebut adalah daerah pegunungan.4.2 Potensi Bahan Galian di Provinsi Sumatera Utara Dalam Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineraldan batubara. yang dijabarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2010tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, bahwaKomoditas Tambang dibagi dalam 5 (lima) golongan yaitu Radio Aktif, MineralLogam, Mineral Non Logam, Batuan dan Batubara, untuk Provinsi SumateraUtara sendiri hanya terdapat 3 (tiga) potensi bahan galian yaitu Batuan, Logamdan Non Logam. Tidak menutup kemungkinan dikemudian hari ditemukanpotensi komoditas tambang selain ketiga potensi yang ada. Adapun potensi bahangalian yang ada di Provinsi Sumatera Utara antara lain :1. Potensi bahan galian Batuan yang terdapat di Provinsi Sumatera Utara meliputi :a. Batu Gamping Batu gamping merupakan batuan sedimen karbonat yang terdapat di alam dengan rumus kimia CaCO3. Ciri khas dari batugamping yaitu bila ditetesi 42
  52. 52. dengan larutan HCl akan berbuih karena terjadi reaksi dan mengakibatkan keluarnya gas CO2. Batu gamping banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, industri kertas, bahan baku industri semen, keramik dan industri gula. Batu gamping yang ada di Provinsi Sumatera Utara terdapat di Kecamatan Barus (Cadangan hipotetik 900.000.000 Ton) dan Kecamatan Sitahuis (cadangan hipotetik 18.000.000 Ton) Kabupaten Tapanuli Tengah, Desa Siraisan ( cadangan hipotetik 6.250.000), Kecamatan Batang toru (cadangan hipotetik 125.000.000 Ton) dan Kecamatan Batang Onan (cadangan hipotetik 300.000.000 Ton) Kabupaten Tapanuli Selatan, di Desa Tanjunh Naman (cadangan tereka 58.000.000 Ton) dan Desa Bukit Lawang (cadangan hipotetik 58.000.000 Ton) Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat, Kecamatan Lintong Nihuta( cadangan hipotetik 493.853.800 Ton), Kecamatan Sipoholon (cadangan tereka 5.000.000 Ton), Kecamatan Tarutung (cadangan tereka 5.700.000 Ton) Kabupaten Tapanuli Utara, Kecamatan Payung ( cadangan terunjuk 9.293.000 Ton), Kecamatan Kuta Buluh (cadangan tereka 1.522.233 Ton) Kabupaten Karo, Desa Penen Kabupaten Deli Serdang (cadangan hipotetik 5.000.000 Ton), Kecamatan Balige Kabupaten Tobasa (cadangan tereka 5.400.000 Ton).b. Pasir Kwarsa Terjadi sebagai rombakan batuan asam seperti granit, granodiorit sebagai endapan sedimen lepas. Manfaat dari pasir kuarsa adalah sebagai komponen alat listrik, gelas, kaca, pengeboran, pengolahan asbes, keramik, dll. Keberadaan pasir kuarsa di provinsi Sumatera Utara berada di Kecamatan 43
  53. 53. Belige Kabupaten Tobasa ( cadangan hipotetik 318.000.000 Ton), Kecamatan Sorkam Barat (cadangan hipotetik 47.240.000 Ton), Kecamatan Mela (cadangan hipotetik 49.000.000 Ton), Kecamatan Lumut (cadangan hipotetik 400.000 Ton), Kecamatan Sibuluan (cadangan hipotetik 300.000 Ton) Kabupaten Tapanuli Tengah, Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan ( cadangan hipotetik 464.000.000 Ton).c. Batu Apung Batu apung ialah istilah tekstural untuk batuan vulkanik yang merupakan lava berbuih terpadatkan yang tersusun atas piroklastik kaca yang amat mikrovesikular dengan dinding batuan beku gunung berapi ekstrusif yang bergelembung, amat tipis dan tembus cahaya. Batu apung adalah produk umum letusan gunung (pembentukan Plinius dann ignimbrit) dan umumnya membentuk zona-zona di bagian atas lava silikat. Batu apung bervariasi dalam hal kepadatannya menurut ketebalan bahan padat antar gelombang; yang berada di Provinsi Sumatera Utara berada di kecamatan Sidempuan Timur Kabupaten Tapanuli Selatan ( cadangan hipotetik 12.800.000 Ton), Kecamatan Onan Ganjang (cadangan hipotetik 41.385.000 Ton) Kecamatan Parmonangan ( cadangan Hipotetik 1.094.000 Ton) Kabupaten Tapanuli Utara.d. Lempung/ Tanah liat Lempung merupakan hasil rombakan batuan yang lebih tua dengan butiran halus dan kandungan mineral pengotor yang bervariasi. Tanah liat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan genteng dan batu bata. Bahan galian lempung 44
  54. 54. yang ada di Provinsi Sumatera Utara menyebar di Kecamatan Sipirok ( cadangan hipotetik 22.790.000 Ton), Kecamatan Sitahuis ( cadangan hipotetik 4.000.000 Ton), Kecamatan Sorkam Barat ( cadangan hipotetik 5.5-0.000 Ton) Kabupaten Tapanuli Selatan, Kecamtan Sibuluan ( cadangan hipotetik 7.000.000 Ton), Kecamatan Lumut ( cadangan hipotetik 1.000.000 Ton), Kecamatan Sihaporas ( cadangan hipotetik 3.000.000 Ton), Kecamatan Sitahuis ( cadangan hipotetik 2.500.000 Ton) Kabupaten Tapanuli Tengah, Kecamatan Onan Ganjang Kabupaten Humbahas ( cadangan hipotetik 22.310.000 Ton), Kecamatan Kolang Kabupaten Tapanuli Utara (cadangan hipotetik 2.300.000 Ton).e. Trass Trass merupakan hasil pelapukan endapan vulkanik sebagian besar mengandung silica, besi dan alumina dengan ikatan gugus oksida. Sifat Trass mempunyai warna putih kemerahan, kecoklatan, kehitaman, kelabu, kekuning – kuningan, coklat tua, coklat muda, abu-abu. Dalam keadaan sendiri tidak mempunyai sifat mengeras, bila ditambah kapur tohor dan air akan memiliki masa seperti semen dan tidak larut dalam air. Hal ini disebabkan karena senyawa silica aktif dan senyawa alumina reaktif. Trass yang ada di Provinsi Sumatera Utara menyebar di Kecamatan Sidempuan Timur ( cadangan hipotetik 34.000.000 Ton), Kecamatan Sosopan ( cadangan 20.000.000 Ton), Kecamatan Sipirok( 8.300.000 Ton), Kecamatan Batang Angkola ( cadangan hipotetik 3.750.000 Ton), Kecamatan P.Bolak ( cadangan hipotetik 7.000.000 Ton) Kabupaten Tapanuli Selatan, Kecamatan Sitahuis ( cadangan hipotetik 45
  55. 55. 10.100.000 Ton), Kecamatan Sosor Godang (cadangan hipotetik 7.500.000 Ton) Kabupaten Tapanuli Tengah.f. Andesit Andesit termasuk jenis batuan beku kategori menengah sebagai hasil bentukan lelehan magma diorit. Nama andesit sendiri diambil berdasarkan tempat ditemukan, yaitu di daerah Pegunungan Andes, Amerika Selatan. Peranan bahan galian ini penting sekali di sektor konstruksi, terutama dalam pembangunan infrastruktur, seperti jalan raya, gedung, jembatan, saluran air/irigasi dan lainnya. Dalam pemanfaatannya dapat berbentuk batu belah, split dan abu batu. Sebagai negara yang sedang membangun, Indonesia membutuhkan bahan galian ini setiap tahun. Andesit yang berada di Provinsi Sumatera Utara terdapat di Kecamatan Sitahuis (cadangan hipotetik 28.000.000 Ton), Kecamatan Kolang ( cadangan hipotetik 55.000.000 Ton) Kabupaten Tapanuli Tengah, Kecamatan Sipirok Kabupaten Padang Lawas Utara ( cadangan hipotetik 11.250.000 Ton).g. Granit Terjadi dari proses pembekuan magma bersifat asam. Warna batuan beraneka ragam tergantung komposisi meneral pembentuknya. Warnanya antara lain warna merah hati, merah bata, abu-abu, dan putih keabuabuan. Manfaat dari Granit adalah sebagai bahan bangunan, tegel, ornament, dll. Granit di wilayah Provinsi Sumatera Utara terdapat di Kecamatan Batang Toru ( cadangan hipotetik 47.000.000 Ton), Kecamatan Sipirok ( cadangan hipotetik 1.800.000 Ton), Kecamatan Batang Angkola ( cadangan hipotetik 320.000 Ton) 46
  56. 56. Kabupaten Tapanuli Selatan, Kecamatan Bonan Dolok ( cadangan hipotetik 410.000.000 Ton), Kecamatan Sihaporas Batang (cadangan hipotetik 67.000 Ton) Kabupaten Tapanuli Tengah.h. Diatomea Berada di Kecamatan Pangururuan (cadangan hipotetik 130.694.000 ton), Kecamatan Siminindo (cadangan tereka 2.000.000 ton), Kecamtan Pagaran (cadangan hipotetik 2.000.000 ton) Kabupaten Samosir.i. Marmer Terjadi karena proses metamorfosa dari batu gamping, bermanfaat untuk bahan bangunan, tegel, ornamen dll. Berada di Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo dengan jumlah cadangan hipotetik 4.191.000 ton.j. Obsidian Berada di Kecamatan Tarutung dan Muara Kabupaten Tapanuli Utara denga jumlah cadangan hipotetik 120.750 ton.2. Potensi bahan galian Logam yang terdapat di Provinsi Sumatera Utara meliputi :a. Emas Emas merupakan jenis logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,3 – 5 skala Mohs, serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkosentrasian secara mekanis 47
  57. 57. menghasilkan endapan letakan atau placer. Kegunaan Emas sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga digunakan sebagai perhiasan dan elektronik. Emas yang ada di Provinsi Sumatera Utara terdapat di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Madina dimana sedang dilakukan eksplorasi adapun cadangan terukur sekitar 57.420 ton, dan Kabupaten Tapanuli Selatan juga sedang dilakukan eksplorasi.b. Tembaga Erat hubungannya dengan batuan vulkanis, kapur, dan intrusi batuan asam. Mineral tembaga berada pada urat kuarsa berasosiasi dengan magnetit (Fe2O3) dan hematit (Fe3O4) dapat dimanfaatkan untuk kabel listrik, pabrik accu, perkakas, campuran logam untuk perhiasan. Menurut keterdapatannya berada di Kota Nopan dengan cadangan terukur 865.000 ton dan di Kecamatan M. Sipongi cadangan terukur sekitar 25.420 ton, ada beberapa kabupaten yang diperkirakan adanya keterdapatan tembaga diantaranya Kabupaten Labuhan Batu, Humbahas, dan Tapanuli Tengah.c. Bauksit Terjadi dari proses pelapukan (laterisasi) batuan induk yang mengandung alumunium seperti granit. Sehingga keterdapatannya sangat erat dengan batuan granit.Bermanfaat untuk bahan baku alumina untuk menghasilkan aluminium, bata tahan api. Berada di Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu dengan jumlah cadangan tereka 27.647.399 ton, di perkirakan terdapat bauksit putih dan merah muda. 48
  58. 58. d. Timbal Keterdapatan logam ini berdampingan dengan seng, di Sumatera Utara ada beberapa lokasi diantaranya di Kecamatan Silima Pungga-pungga dan Tigalingga Kabupaten Dairi, Kecamatan Kota Nopan ( cadangan terukur 800.000 ton), Muara Sipongi, Panyabungan Kabupaten Madina.e. Mangan Keterdapatannya berada di sekitar pantai timur Sumatera Utara ( Asahan dan Labuhan Batu), dan juga perpotongan jalan Natal 23 Km barat daya Kecamatan Natal Kabupaten Madina.f. Timah Keterdapatannya berada di lokasi 25Km barat laut Rantau Prapat dimana dijumpai konsentrat dulang, sedangkan di desa Aek labil kecamatan Sibolga Kabupaten Tapanuli Tengah Wolframit dijumpai dalam test pit.3. Potensi bahan galian non Logam yang terdapat di Provinsi Sumatera Utara meliputi :a. Bentonit Bentonit adalah istilah pada lempung yang mengandung monmorillonit dalam dunia perdagangan dan termasuk kelompok dioktohedral. Penamaan jenis lempung tergantung dari penemu atau peneliti, misal ahli geologi, mineralogi, mineral industri dan lain-lain. Bentonit dapat dibagi menjadi dua golongan berdasarkan kandungan alu-munium silikat hydrous, yaitu activated clay dan fullers Earth. Activated clay adalah lempung yang kurang memiliki daya pemucat, tetapi daya pemucatnya dapat ditingkatkan melalui pengolahan 49
  59. 59. tertentu. Sementara itu, fullers earth digunakan di dalam fulling atau pembersih bahan wool dari lemak. Bentonit yang ada di Kabupaten Minhasa Tenggara tersebar di wilayah Kecamatan Sidempuan Timur (cadangan hipotetik 25.000.000 Ton), Kecamatan Batang Angkola (cadangan hipotetik 20.000 Ton) Kabupaten Tapanuli Selatan, Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara (cadangan hipotetik 2.000.000 Ton).b. Belerang Belerang atau sulfur adalah mineral yang dihasilkan oleh proses vulkanisme, sifat fisik belerang antara lain ; mempunyai kristal berwarna kuning, kuning kegelapan dan kehitam – hitaman, karena pengaruh unsur pengotornya dan kekerasan dari belerang berkisar antara 1,5 – 2,5 skala Mohs. Penggunaan belerang banyak digunakan di industri pupuk, kertas, cat, plastik, bahan sintetis, industri karet dan ban dan lain – lain. Belerang yang ada di Provinsi Sumatera Utara terdapat di sekitar kawah gunung Sinabung (banyaknya cadangan belum teliti) dan Gunung Sibayak(cadangan tereka1.000.000 Ton) Kabupaten Karo, Gunung Sorik Merapi Kabupaten Tapanuli Selatan (cadangan tereka 220.000 Ton), Kecamatan Sibaganding Kabupaten Tapanuli Utara (cadangan tereka 106.835 Ton), Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir (cadangan tereka 330.000 Ton).c. Feldspar Terbentuk bersamaan dg terbentuknya batuan beku yang umumnya berasosiasi dengan batuan asam, dapat dimanfaatkan menjadi Keramik, porselen, industri kaca lembaran, gelas berwarna. Berada di Kecamatan G. Sipayan Bolon 50
  60. 60. (cadangan tereka 390.000.000 ton), Kecamatan Raya (cadangan tereka 257.400.000 ton) Kabupaten Simalungun, Kecamatan Sianjur Mula-mula Kabupaten Samosir (cadangan tereka 487.500.000 ton), Kecamatan Parbuluan ( cadangan tereka 234.000.000 ton), Kecamatan Sumbul (cadangan tereka 416.000.000 ton) Kabupaten Dairi, Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbahas (cadangan tereka 87.500.000 ton), Kecamatan Lumban Julu Kabupaten Tobasa (cadangan tereka 124.800.000 ton).d. Kaolin Dapat terjadi karena proses sedimentasi dari endapan yang mengandung feldsfar, granit, tufa dll. Bisa dimanfaatkan untuk pembuatan keramik, glassier, semen, kapur tulis, industri ban, kertas, kosmetika, obat-obatan, pestisida. Berada di Kecamatan Tarutung(cadangan tereka 2.300.000 ton), Kecamatan Pahae Julu (cadangan tereka 5.720.000 ton) Kabupaten Tapanuli Utara, Kecamatan Bandar Pulau Kabupaten Asahan ( cadangan tereka 1.500.000 ton).4.3 Kegiatan Pertambangan saat ini Kegiatan pertambangan bahan galian yang ada di Provinsi Sumatera Utara saat ini, antara lain ; Bahan galian logam : 1. Jenis : Emas Lokasi : Kabupaten Mandailing Natal Status : Eksplorasi oleh PT. Sorikmas Minning (Kontrak Karya) 51
  61. 61. 2. Jenis : Emas Lokasi : Kabupaten Tapanuli Selatan Status : Eksplorasi PT. Agincourt Resource (Kontrak Karya) 3. Jenis : Timbal Lokasi : Kabupaten Dairi Status : Eksplorasi oleh PT. Prima Dairi Mineral (Kontrak Karya)4.4 Tata Cara Permohonan Izin Usaha Pertambangan4.4.1 Persyaratan Permohonan Izin. Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam permohonan Izin UsahaPertambangan di Provinsi Sumatera Utara adalah sebagai berikut :a. Administratif;b. Teknis;c. Lingkungan; dand. Finansial.A. Persyaratan administratif1. Untuk badan usaha untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi Produksi  Mineral logam dan batubara:a. Surat permohonan;b. Susunan Direksi dan daftar pemegang saham;c. Surat keterangan domisili. 52
  62. 62.  Mineral bukan logam dan batuan :a. Surat permohonan;b. Profil badan usaha;c. Akte pendirian badan usaha yang bergerak di bidang usaha pertambangan yangtelah disahkan oleh pejabat yang berwenang;d. Nomor pokok wajib pajak;e. Susunan direksi dan daftar pemegang saham; danf. Surat keterangan domisili.2. Untuk koperasi untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi Produksi  Mineral logam dan batubara:a. Surat permohonan;b. Surat susunan pengurus;c. Surat keterangan domisili.  Mineral bukan logam dan batuan meliputi:a. Surat permohonan;b. Profil koperasi;c. Akte pendirian koperasi yang bergerak di bidang usaha pertambangan yangtelah disahkan oleh pejabat yang berwenang;d. Nomor pokok wajib pajak;e. Susunan pengurus; danf. Surat keterangan domisili.3. Untuk perseorangan untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi Produksi  Mineral logam dan batubara: 53
  63. 63. a. Surat permohonan;b. Surat keterangan domisili.  Mineral bukan logam dan batuan :a. Surat permohonan;b. Kartu tanda penduduk;c. Nomor pokok wajib pajak; dand. Surat keterangan domisili.4. Untuk perusahaan firma dan perusahaan komanditer untuk IUP Eksplorasi danIUP Operasi Produksi  Mineral logam dan batubara:a. Surat permohonan;b. Susunan pengurus dan daftar pemegang saham;c. Surat keterangan domisili.  Mineral bukan logam dan batuan :a. Surat permohonan;b. Profil perusahaan;c. Akte pendirian perusahaan yang bergerak di bidang usaha pertambangan;d. Nomor pokok wajib pajak;e. Susunan pengurus dan daftar pemegang saham; danf. Surat keterangan domisili.B. Persyaratan teknis meliputi:1. IUP eksplorasi ; 54
  64. 64. a. Daftar riwayat hidup dan surat pernyataan tenaga ahli pertambangan dan/ataugeologi yang berpengalaman paling sedikit 3 (tiga) tahun;b. Peta WIUP yang dilengkapi dengan batas koordinat geografis lintang dan bujursesuai dengan ketentuan sistem informasi geografi yang berlaku secara nasional.2. IUP operasi produksi ;a. Peta wilayah dilengkapi dengan batas koordinat geografis lintang dan bujursesuai dengan ketentuan sistem informasi geografi yang berlaku secara nasional;b. Laporan lengkap eksplorasi;c. Laporan studi kelayakan;d. Rencana reklamasi dan pascatambang;e. Rencana kerja dan anggaran biaya;f. Rencana pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan operasiproduksi; dang. Tersedianya tenaga ahli pertambangan dan/atau geologi yang berpengalamanpaling sedikit 3 (tiga) tahun.C. Persyaratan lingkungan meliputi:1. Untuk IUP Eksplorasi meliputi pernyataan untuk mematuhi ketentuanperaturan perundang-undangan di bidang perlindungan dan pengelolaanlingkungan hidup.2. IUP Operasi Produksi ;a. Pernyataan kesanggupan untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang –undangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup; dan 55
  65. 65. b. Persetujuan dokumen lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan peraturanperundang – undangan.D. Persyaratan finansial meliputi:1. IUP Eksplorasi ;a. Bukti penempatan jaminan kesungguhan pelaksanaan kegiatan eksplorasi; danb. Bukti pembayaran harga nilai kompensasi data informasi hasil lelang WIUPmineral logam atau batubara sesuai dengan nilai penawaran lelang atau buktipembayaran biaya pencadangan wilayah dan pembayaran pencetakan peta WIUPmineral bukan logam atau batuan atas permohonan wilayah.2. IUP Operasi Produksi ;a. Laporan keuangan tahun terakhir yang telah diaudit oleh akuntan publik;b. Bukti pembayaran iuran tetap 3 (tiga) tahun terakhir; danc. Bukti pembayaran pengganti investasi sesuai dengan nilai penawaran lelangbagi pemenang lelang WIUP yang telah berakhir.4.4.2 Tahap-tahap Permohonan Izin Usaha Pertambangan di Provinsi Sumatera Utara. Tahap-tahap yang dilalui dalam permohonan Izin Usaha Pertambangan diProvinsi Sumatera Utara sesuai dengan Peraturan Gubernur Sumatera UtaraNomor 37 tahun 2011Tentang Pendelegasian Kewenangan Pelayanan PerijinanKepada Badan Pelayanan Perijinan Terpadu sampai diterbitkannya IUP tersebutadalah : 56
  66. 66. 1. Pemohon mengajukan permohonan secara tertulis kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dengan melampirkan syarat-syarat yang telah ditetapkan.2. Setelah permohonan tertulis diterima oleh Badan Pelayanan Perijinan Terpadu maka Badan Pelayanan Perijinan Terpadu mengundang tim teknis Dinas Pertambangan dan Energi dan beberapa tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup yang tergabung di dalamnya, untuk rapat dan kemudian akan melakukan peninjauan lokasi pertambangan untuk memastikan keadaan di lokasi tersebut layak atau tidak layak untuk melakukan usaha pertambangan.3. Kemudian izin akan segera diolah / diproses dan dapat diterbitkan selambat – lambatnya 1 (satu) sampai 3 (tiga) bulan sejak diterimanya permohonan.4. Gubernur melalui Badan Pelayanan Perijinan terpadu dapat mengabulkan atau menolak permohonan izin setelah mendapatkan pertimbangan dari Tim dari Dinas Pertambangan dan Energi serta beberapa tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara yang telah melakukan peninjauan lokasi. Izin diterbitkan berupa Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara dan tidak dapat dipindah tangankan kepada pihak lain.4.4.3 Jangka Waktu Izin Usaha Pertambangan Izin Usaha Pertambangan di Provinsi Sumatera Utara sesuai Undang-undang nomor 4 tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara untukIUP Eksplorasi pertambangan untuk mineral logam dapat diberikan dalam jangka 57
  67. 67. waktu paling lama 8 (delapan) tahun, untuk mineral bukan logam diberikan dalamjangka waktu 3(tiga) tahun, sedangkan mineral bukan logam tertentu dalamjangka waktu 7(tujuh) tahun, untuk batuan dapat diberikan dalam jangka waktupaling lama 3 (tiga) tahun. Sedangkan IUP Operasi Produksi pertambangan untuk mineral logamditerbitkan dan berlaku selama sampai dengan 20 (dua puluh) tahun, dan dapatdiperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 10 (sepuluh) tahun, untuk mineral bukanlogam berlaku selama 10 (sepuluh) tahun dan diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 5 (lima) tahun, sedangkan untuk bukan logam jenis tertentu diberikanwaktu sama dengan logam, dan untuk batuan diterbitkan dan berlaku selamasampai dengan 5 (lima) tahun diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 5 (lima)tahun dengan kewajiban daftar ulang setiap 1 (satu) tahun sekali dan apabilaselama dalam jangka waktu diperkirakan lahan masih berpotensi pemohonanharus mengajukan permohonan diperpanjang paling lambat dalam jangka waktu 6(enam) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu IUP4.5 Kewajiban Pemegang Izin. Sesuai yang tercantum di dalam Izin Usaha Pertambangan bahan galianProvinsi Sumatera Utara, maka pemegang izin dalam melaksanakan kegiatanpenambangan bahan galian diwajibkan :1. Menyampaikan laporan produksi setiap bulan tentang pelaksanaan kegiatan usaha penambangan bahan galian batuan. jika selama 3(tiga) bulan terhitung sejak terbitnya IUP ini tidak melakukan kegiatan dan tidak melapor, maka IUP ini dinyatakan tidak berlaku lagi. 58
  68. 68. 2. Setiap bulan membayar pajak pengambilan dan pengolahan bahan galian.3. Selambat-lambatnya dalam jangka waktu 1 (satu) bulan terhitung sejak tanggal ditetapkan keputusan ini, sudah melaksanakan pematokan batas-batas wilayah izin untuk melakukan usaha penambangan bahan galian batuan.4. Memberikan keluasan memakai jalan tambang yang sudah ada termasuk pembuatan jalan tambang baru bagi pemegang IUP pada lokasi berikutnya.5. Penambangan tidak diperkenankan dibantaran sungai melainkan hanya pada palung sungai sedalam maksimal 1 (satu) meter.6. Mereklamasikan bantaran sungai yang sudah terganggu.7. Mengamankan, melestarikan fungsi sungai dan lingkunganya termasuk bangunan-bangunan pengairan dan bangunan – bangunan umum lainnya yang ada disekitarnya.8. Memperhatikan morfologi sungai, bantaran sungai, palung sungai, tebing sebagai akibat penggalian bahan galian batuan yang dapat menimbulkan gangguan bagi masyarakat.9. Mencegah terjadinya pencemaran/erosi sebagai akibat penggalian bahan galian batuan yang dapat menimbulkan gangguan bagi masyarakat.10. Melaksanakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).11. Menaati semua peraturan Perundang-undangan yang berlaku, khususnya sungai serta lahan kiri kanan sungai. Mencegah terjadinya pencemaran/erosi berkaitan dengan bidang Pertambangan dan Energi. 59
  69. 69. 4.6 Pencabutan Izin Usaha Pertambangan Izin Usaha Pertambangan secara otomatis tidak berlaku apabila masaberlakunya habis dan tidak diperpanjang lagi. Akan tetapi, Gubernur SumateraUtara dapat mencabut Izin Usaha Pertambangan bahan Galian apabila ditemukanpelanggaran-pelanggaran dalam pelaksanaan usaha pertambangan. Pelanggaran-pelanggaran tersebut antara lain :- Pemegang izin tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban yang tertera di dalam Izin Usaha Pertambangan.- Apabila dalam kegiatan evaluasi pertambangan yang dilakukan Tim Pertambangan menemukan bahwa kegiatan pertambangan yang lebih lanjut akan mengakibatkan dampak kerusakan lingkungan yang fatal.- Terjadi kecurangan atau pemalsuan data tentang hasil produksi pertambangan yang berkaitan dengan pembayaran pajak dan royalti kepada pemerintah.- Pemegang izin tidak mentaati dan melaksanakan ketentuan perundang- undangan yang berlaku. 60
  70. 70. V. PENUTUP5.1 Simpulan Dari hasil pembahasan – pembahasan di atas maka diperoleh kesimpulansebagai berikut :a. Izin Usaha Pertambangan bahan galian batuan di Provinsi Sumatera Utara diterbitkan dalam bentuk surat Keputusan Gubernur Tentang Izin Usaha Pertambangan.b. Pelaksana teknis yang menangani masalah pertambangan khususnya perizinan usaha tambang adalah Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatera Utara pada Bidang Pertambagan lebih khusus pada Seksi Perizinan dan Pengawasan dan dikeluarkan/diterbitkan oleh Badan Pelayanan Perijinan Terpadu.c. Orang atau badan usaha yang mempunyai usaha tambang dapat memperoleh Izin Usaha Pertambangan dengan cara mengajukan permohonan secara tertulis kepada Gubernur Sumatera Utara melalui Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan direkomendasikan ke Dinas Pertambangan, Energi dan SDM, dan memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan.d. Masih banyak terjadi penambangan liar di Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara 61
  71. 71. 5.2 Saran Saran yang dapat penulis sampaikan kepada Pemerintah Daerah ProvinsiSumatera Utara kepada Dinas Pertambangan dan Energi adalah sebagai berikut :a. Melakukan pembinaan dan penyuluhan tentang pentingnya masalah izin pertambangan terutama yang berhubungan dengan dampak lingkungan serta memberikan sosialisasi tentang keselamatan dan kesehatan kerja dalam melaksanakan kegiatan usaha pertambangan.b. Melakukan pengawasan dan penertiban terhadap usaha pertambangan yang tidak mempunyai izin dan menghimbau agar segera mendapatkan Izin Usaha Pertambangan.c. Perlunya membuat Peraturan Daerah khusus tetang Pertambangan yang menjadi wewenang Provinsi Sumatera Utara.d. Perlu penempatan/diperbantukan staf dari Dinas Pertambangan dan Energi ke Badan Pelayanan Perijinan Terpadu untuk menciptakan pelayanan yang lebih prima. 62
  72. 72. DAFTAR PUSTAKA1. ..........., 1995,” www.google.co.id/cekungan sumatera2. ..........., 2009,” Undang - undang nomor 4. Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara3. .........., 2010,” Peraturan Pemerintah nomor 23. Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara4. .........., 2011,” Peraturan Gubernur Sumatera Utara nomor 37. Tentang Pendelegasian Kewenangan kepada Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Provinsi Sumatera Utara.5. Apud Djadjuli, 2011,” Teknik Tambang Minerba, Diktat Kuliah PTK Akamigas-STEM, Cepu.6. Sabardi Musliki, 2011,” Geologi Lapangan, Diktat Kuliah PTK Akamigas- STEM, Cepu.
  73. 73. LAMPIRAN
  74. 74. Lampiran ALOKASI WILAYAH PROVINSI SUMATERA UTARA
  75. 75. LAMPIRAN B
  76. 76. Lampiran C
  77. 77. Lampiran D Bagan alir proses permohonan IUP Eksplorasi Permohonan diajukan . Persyaratan lengkap START BPPT merekomendasikan ke DISTAMBENPindah lokasi Pemohon Ya Peninjauan lokasi Ya Ada masalah Tidak IUP dikabulkan STOP
  78. 78. Lampiran E Bagan alir proses permohonan IUP Operasi Produksi Permohonan Diajukan1. Laporan eksplorasi2. Laporan study kelayakan3. Amdal/UKL, UPL Persyaratan lengkap Lengkapi4. Rekom. Pertanahan persyaratan5. Rekomendasi kehutanan(wilayah hutan) Tidak6. Rekomendasi PU (wilayah sungai)7. Persyaratan lain sesuai peraturan yang berlaku START Ya Pemohon Peninjauan lokasi (tim terpadu) Pindah lokasi Ya Ada masalah Tidak IUP dikabulkan STOP

×