Presentasi proposal tesis

14,079 views

Published on

Published in: Lifestyle, Business

Presentasi proposal tesis

  1. 1. PENGARUH KETERLIBATAN DAN KETERSEDIAAN DANA TERHADAP PERILAKU PEMBELIAN TIDAKTERENCANA YANG BERORIENTASI PADA FASHION MELALUI EMOSI POSITIF KONSUMEN DI PUSAT PERBELANJAAN MODERN DI KOTA SURABAYA Beauty of EKA ADIPUTRA 040941020 MSM
  2. 2. LATAR BELAKANG “… 85% pembelian merupakan impulse buying”Sumber: AC Nielsen dalam Marketing 2007
  3. 3. LATAR BELAKANG
  4. 4. LATAR BELAKANGPerilaku impulse buying dapatdipengaruhi beberapa faktor • Keterlibatan produk • Ketersediaan dana • Emosi (affect) Produk fashion dapat menyebabkan perilaku fashion-oriented impulse buying • Produk konsumen yang memungkinkan dibeli secara impulse • Produk fashion untuk semua gender dan umur • Produk fashion memberikan utility dan nilai hedonis sebagai identifikasi konsumen Cinjarevic (2011) dan Dittmar et al., (1995)
  5. 5. SETTING PENELITIAN  Kategori produk yang diteliti adalah produk fashion  Emosi yang diteliti adalah emosi positif, yaitu affect yang ditimbulkan oleh in-store stimuli  Penelitian dilakukan di outlet-outlet fashion yang ada di pusat perbelanjaan terbesar di kota Surabaya
  6. 6. RUMUSAN MASALAH Apakah keterlibatan konsumen pada fashion berpengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian tidak terencana yang berorientasi pada fashion? Apakah keterlibatan konsumen pada fashion berpengaruh signifikan terhadap emosi positif konsumen? Apakah emosi positif konsumen berpengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian tidak terencana yang berorientasi pada fashion? Apakah ketersediaan dana berpengaruh signifikan terhadap emosi positif konsumen? Apakah ketersediaan dana berpengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian tidak terencana yang berorientasi pada fashion?
  7. 7. PENELITIAN TERDAHULU (1) A Structural Model of Fashion-Oriented Impulse Buying Behavior (Park et al., 2006)  Sampel penelitian: 217 mahasiswa di Metropolitan University di USA  Metode SEM  Produk fashion general Hasil penelitian dan implikasinya:  Keterlibatan konsumen pada fsahion dan emosi positif berpengaruh positif terhadap fashion-oriented impulse buying  Retail seharusnya fokus pada perhatian terhadap emosi positif konsumen dan in-store stimuli  Future research: cakupan penelitian yang lebih luas dan menambahkan variabel situasional
  8. 8. PENELITIAN TERDAHULU (2) Impulse Buying: Modeling Its Precursors (Beatty dan Ferrell, 1998) Hasil penelitian dan implikasinya:  Ketersediaan dana berpengaruh positif terhadap impulse buying  Retail dapat menyediakan kemudahan kredit atau penerapan diskon untuk memanfaatkan ketersediaan dana konsumen  Menciptakan lingkungan belanja yang positif (display, aroma, lighting, dan salesperson) sehingga konsumen berbelanja lebih lama Sampel penelitian: para pengunjung mall terbesar yang ada di Southwestern City USA Metode SEM
  9. 9. PENELITIAN TERDAHULU (3) An Empirical Study of Consumer Impulse Behavior in Local Markets (Tirmizi et al., 2009)  Sampel penelitian: 165 responden dari konsumen toko, mall, dll.  Regresi bergandaHasil penelitian dan implikasinya: fashion involvement berhubungan negatif terhadap perilaku impulse buying Konsumen memiliki perhatian terhadap fashion sehingga membeli produk yang branded dengan style dan high quality Hubungan negatif tersebut dapat disebabkan oleh perbedaan antara fashion involvement (produk fashion) dengan perilaku impulse buying (general product) sehingga hasil kurang relevan
  10. 10. LANDASAN TEORI Tipe pembelian konsumen (Cobb dan Hoyer, (1986)1. Fully planned purchase2. Partially planned purchase3. Unplanned purchase (impulse buying)Pengklasifikasian tipe perilaku impulse buying (Han et al.,(1991)A. Pure impulse buyingB. Reminder impulse buyingC. Planned impulse buyingD. Fashion-oriented impulse buying
  11. 11. LANDASAN TEORI “Pembelian tidak terencana yang berorientasi pada fashion terjadi saat konsumen melihat produk dengan mode atau tren terbaru dan konsumen memutuskan untuk membeli produk tersebut (Han et al., 1991)” “Keterlibatan konsumen pada fashion merupakan tingkat perhatian konsumen terhadap kategori produk fashion (Park et al., 2006)”
  12. 12. LANDASAN TEORI “Emosi Positif adalah perasaan emosional yang timbul maupun respon emosional seseorang yang terjadi disebabkan oleh pengaruh faktor individu dan rangsangan eksternal atau kekuatan stimulus (Sherman et al., 1997)” “Ketersediaan dana merupakan persepsi konsumen terhadap anggaran atau financial resources yang dimiliki, yaitu jumlah anggaran atau extra money yang dapat dibenjakan saat itu (Beatty dan Ferrell, 1998)”
  13. 13. HUBUNGAN ANTAR VARIABELKeterlibatan konsumen pada fashion terhadap perilakupembelian tidak terencana yang berorientasi pada fashhion  Konsumen dengan fashion involvement yang tinggi memungkingkan untuk berusaha mendapatkan fashion dengan mode atau tren terbaru dengan melakukan browsing ke outlet-outlet fashion  Perilaku tersebut dapat menyebabkan fashion-oriented impulse buyingKeterlibatan konsumen pada fashion terhadap emosi positifkonsumen Keterlibatan konsumen mengandung aspek cognitive dan affective. Secara affective, keterlibatan menghasilkan evaluasi terhadap produk Interaksi antara konsumen dengan in-store stimuli akan menimbulkan perasaan senang dan emosi positif yang kuat sebagai respon terhadap produk fashion yang dihasilkan dari keterlibatan konsumen (Bloch, 1989; Rook dan Gardner, 1993)
  14. 14. HUBUNGAN ANTAR VARIABELEmosi positif konsumen terhadap perilaku pembelian tidakterencana yang berorientasi pada fashion Konsumen dalam keadaan emosi positif cenderung mengurangi kompleksitas pengambilan keputusan dan waktu (Isen, 1984) Impulse buying pada produk pakaian dapat memenuhi kebutuhan emosional konsumen yang berasal dari interaksi konsumen saat berbelanja (Cha, 2001) Ketersediaan dana terhadap emosi positif konsumen  Konsumen yang memiliki kekuatan finansial mempunyai kebebasan untuk membuat keputusan pembelian  Maka, konsumen yang memiliki sumber dana cenderung bersifat emosional saat berbelanja karena pembelian tersebut karena emosi (affect) positif
  15. 15. HUBUNGAN ANTAR VARIABELKetersediaan dana terhadap terhadap perilaku pembelian tidakterencana yang berorientasi pada fashion Pemenuhan terhadap keinginan mendadak terhadap suatu produk dan diikuti dengan kemampuan keuangan konsumen akan memperbesar terjadinya impulse buying Penelitian menemukan adanya hubungan marginal antara extra money dengan impulse buying (Jeon, 1990 dalam Beatty dan Ferrell, 1998)
  16. 16. KERANGKA KONSEPTUAL PENELITIAN X1.1 X1.2 Fashion Y1.1 Y1.2 Y1.3 X1.3 Involvement (X1) X1.4 Y2.1 Positive Fashion-Oriented Impulse Buying Y2.2 Emotion (Y1) (Y2) X2.1 Y2.3 Money X2.2 Available (X2) Y1.3 Y1.3 Y1.3 X2.3
  17. 17. HIPOTESIS PENELITIAN H1 = Keterlibatan konsumen pada fashion berpengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian tidak terencana yang berorientasi pada fashion H2 = Keterlibatan konsumen pada fashion berpengaruh signifikan terhadap emosi positif kosnumen H3 = Emosi positif konsumen berpengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian tidak terencana yang beroreintasi pada fashion H4 = Ketersediaan dana berpengaruh signifikan terhadap emosi positif konsumen H5 = Ketersediaan dana berpengaruh signifikan terhadap perilaku pembelian tidak terencana yang berorientasi pada fashion
  18. 18. SAMPEL, LOKASI PENELITIAN, DAN TEKNIK PENGAMBILANSAMPEL Sampel: Konsumen pria dan wanita yang melakukan shopping trip dan telah melakukan pembelian produk pakaian di outlet fashion Lokasi penelitian: Surabaya Town Square, Tunjungan Plaza, Grand City Mall, dan Galaxy Mall Teknik pengambilan sampel: Accidental sampling
  19. 19. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL KETERLIBATAN KONSUMEN PADA FASHION 1. Konsumen memiliki satu atau lebih pakaian dengan style terbaru 2. Berbusana keren/rapi menjadi hal penting dalam kehidupan dan aktivitas konsumen 3. Konsumen cenderung berbelanja pada outlet fashion khusus daripada di toserba 4. Timbul perasaan bingung saat diharuskan memilih diantara dua atau lebih pakaian yang akan dipakai
  20. 20. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL EMOSI POSITIF KONSUMEN 1. Tertarik (attractive) 2. Terkesan (proud) 3. Nyaman (contended) 4. Semangat (excited) 5. Puas (satisfied) 6. Senang (pleased)
  21. 21. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL KETERSEDIAAN DANA 1. Konsumen mampu melakukan pembelian tidak terencana saat berbelanja 2. Konsumen menerapkan anggaran ketat saat berbelanja 3. Konsumen merasa memiliki dana tambahan saat berbelanja sehingga dapat berbelanja (kadang sampai royal) apabila menemukan sesuatu yang benar-benar disukai
  22. 22. DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL PEMBELIAN TIDAK TERENCANA YANG BERORIENTASI PADA FASHION 1. Konsumen akan membeli pakaian dengan style terbaru jika melihatnya 2. Konsumen akan membeli pakaian untuk mencoba pakaian dengan fitur baru 3. Konsumen suka membeli pakaian yang new release atau new entry
  23. 23. TEKNIK ANALISIS DATA  SEM  Jumlah sampel: 218 (indikator + variabel) x 10
  24. 24. UJI MODEL PENGUKURAN Hasil CFA Variabel Penelitian Uji Validitas Indikator Estimasi Probabilitas Keterangan X1.1 0.727 0.000 Valid X1.2 0.678 0.000 Valid X1.3 0.450 0.000 Valid X1.4 0.204 0.016 Valid X2.1 0.766 0.000 Valid X2.2 0.377 0.016 Valid X2.3 0.425 0.015 Valid Y1.1 0.665 0.000 Valid Y1.2 0.751 0.000 Valid Y1.3 0.547 0.000 Valid Y1.4 0.718 0.000 Valid Y1.5 0.541 0.000 Valid Y1.6 0.813 0.000 Valid Y2.1 0.707 0.000 Valid Y2.2 0.829 0.000 Valid Y2.3 0.700 0.000 Valid
  25. 25. UJI MODEL PENGUKURAN CFA Variabel Penelitian Baru Uji Validitas Indikator Estimasi Probabilitas Keterangan X1.1 0.740 0.000 Valid X1.2 0.676 0.000 Valid X1.3 0.433 0.000 Valid X2.1 0.766 0.000 Valid X2.2 0.377 0.016 Valid X2.3 0.425 0.015 Valid Y1.1 0.665 0.000 Valid Y1.2 0.751 0.000 Valid Y1.3 0.547 0.000 Valid Y1.4 0.718 0.000 Valid Y1.5 0.541 0.000 Valid Y1.6 0.813 0.000 Valid Y2.1 0.707 0.000 Valid Y2.2 0.829 0.000 Valid Y2.3 0.700 0.000 Valid
  26. 26. UJI MODEL PENGUKURAN CONSTRUCT REALIBILITY VARIABEL CONSTRUCT RELIABILITY X1 0.939 X2 0.888 Y1 0.985 Y2 0.972 “Nilai batas yang digunakan untuk menilai tingkat reliabilitas konstruk yang baik adalah 0.7 (Hair et al., 2010)”
  27. 27. UJI MODEL STRUKTURAL Goodness of Fit Goodness of Fit Cut-off Value Hasil ModelAbsolute Fit Indices 107.521 ( tabel) 246.834Probability ≥ 0.05 0.000GFI Mendekati 1 0.858AGFI Mendekati 1 0.800RMR Mendekati 0 0.068CMIN 0.000 – 1190.555 246.834 Perkembangan penelitianIncremental Fit Indices terbaru berkaitan denganNFI Mendekati 1 0.793 tingkat kelayakan menuntunRFI Mendekati 1 0.744 pada penetapan fit (cut-off)IFI Mendekati 1 0.854 yang semakin rendah (Hair etCFI Mendekati 1 0.851 al., 2010)Parsimony Fit IndicesRMSEA ≤ 0.05 0.094HOETLER ≥ 200 95
  28. 28. UJI MODEL STRUKTURAL Hubungan Model Struktural Fashion 0.656* Involvement (X1) 0.446* Positive 0.276* Fashion-Oriented Impulse Buying Emotion (Y1) (Y2) Money available 0.301* (X2) N/S Hipotesis Koefisien Probabilitas Keterangan H1 0.656 0 Signifikan H2 0.446 0 Signifikan H3 0.276 0.002 Signifikan H4 0.301 0.007 Signifikan H5 N/S 0.058 Tidak Signifikan
  29. 29. PEMBAHASANPengaruh Keterlibatan Konsumen pada Fashion Terhadap PerilakuPembelian Tidak Terencana yang Berorientasi pada Fashion • Terdapat hubungan yang signifikan antara keterlibatan konsumen pada fashion terhadap pembelian tidak terencana yang berorientasi pada fashion • Maka, hipotesis 1 diterima dengan arah hubungan positifPengaruh Keterlibatan Konsumen pada Fashion Terhadap EmosiPositif Konsumen • Terdapat hubungan yang signifikan antara keterlibatan konsumen pada fashion terhadap emosi positif konsumen • Maka, hipotesis 2 dinyatakan diterima dengan arah hubungan positif
  30. 30. PEMBAHASANPengaruh Emosi Positif Konsumen Terhadap Perilaku PembelianTidak Terencana yang Berorientasi pada Fashion • Terdapat hubungan yang signifikan antara emosi positif konsumen terhadap perilaku pembelian tidak terencana yang berorientasi pada fashion • Maka, hipotesis 3 diterima dengan arah hubungan positifPengaruh Ketersediaan Dana Terhadap Emosi Positif Konsumen • Terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan dana terhadap emosi positif konsumen • Maka, hipotesis 4 dinyatakan diterima dengan arah hubungan positif
  31. 31. PEMBAHASANPengaruh Ketersediaan Dana Terhadap Perilaku Pembelian TidakTerencana yang Berorientasi pada Fashion • Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketersediaan dana terhadap perilaku pembelian tidak terencana yang berorientasi pada fashion • Maka, hipotesis 5 ditolak • Ketidaksignifikan hubungan tersebut dapat disebabkan oleh alasan pembelian konsumen tersebut adalah karena diskon dan kebutuhan, bukan karena pembelian tidak terencana
  32. 32. TERIMA KASIH

×