PERANAN PEMERINTAHDALAM IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN YOGYAKARTA         SEBAGAI DESTINASI UNGGULAN                           ...
MATERIPAPARAN  1. DESTINASI PARIWISATA  2 DAYA SAING DESTINASI PARIWISATA  3. YOGYAKARTA SEBAGAI DESTINASI UNGGULAN  4. FU...
1.                  PENGERTIAN DESTINASI PARIWISATA                                                                       ...
1.       KRITERIA DESTINASI UNGGULAN        1.   Atraksi atau daya tarik wisata        2.   Fasilitas pariwisata        3....
2.    DAYA SAING DESTINASI PARIWISATA            Mengapa DAYA SAING ? 1. Daya saing pengikat penting untuk menunjukkan pos...
2.    DAYA SAING DESTINASI PARIWISATA             DAYA SAING DESTINASI PARIWISATA :      ADALAH KEMAMPUAN SEBUAH DESTINASI...
2.   DAYA SAING DESTINASI PARIWISATAANALISIS INDEKS        INDIKATOR KOMPOSIT 35 DESTINASI PARIWISATA INDONESIADAYA SAINGD...
3.       YOGYAKARTA SEBAGAI DESTINASI UNGGULAN                                             1    West Java         7,978,85...
3.     YOGYAKARTA SEBAGAI DESTINASI UNGGULANPETA SEBARAN OBYEK WISATA DIY                                                9
3.           YOGYAKARTA SEBAGAI DESTINASI UNGGULAN                                                                        ...
3.          YOGYAKARTA SEBAGAI DESTINASI UNGGULAN                                                                         ...
3.                      YOGYAKARTA SEBAGAI DESTINASI UNGGULAN     2.000.000     1.800.000                                 ...
FUNGSI PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PENGEMBANGAN  4.        DESTINASI   4.1. PERAN PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PERSAINGAN  ...
FUNGSI PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PENGEMBANGAN4.    DESTINASI4.2. ORIENTASI PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN     KEGIATAN UTAM...
FUNGSI PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PENGEMBANGAN4.    DESTINASI4.2. ORIENTASI PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN     1. PROGRAM PE...
FUNGSI PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PENGEMBANGAN4.    DESTINASI4.2. ORIENTASI PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN     2. PROGRAM PE...
5.        IMPLEMENTASI PROGRAMIMPLEMENTASI PROGRAM DIY SEBAGAI DESTINASI UNGGULANPRODUK     1.   Pengembangan produk yang ...
5.        IMPLEMENTASI PROGRAMIMPLEMENTASI PROGRAM DIY SEBAGAI DESTINASI UNGGULANKELEMBAGAAN     1.   Pengembangan sistem ...
KEY QOESTIONS: PEKERJAAN RUMAH BERSAMA        1. PRICING            Bisakah kita menyusun harga yang kompetitif? Bagaimana...
Sekian dan Terima Kasih
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Merencanakan dan melaksanakan kegiatan pemasaran - by : Odoritour - tour operator di jogja,tour operator di yogyakarta

2,181 views

Published on

http://www.odoritour.com
by odoritour tour operator di jogja,merencanakan dan melaksanakan kegiatan pemasaran,tour operator di yogyakarta

Published in: Travel
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,181
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
89
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Merencanakan dan melaksanakan kegiatan pemasaran - by : Odoritour - tour operator di jogja,tour operator di yogyakarta

  1. 1. PERANAN PEMERINTAHDALAM IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN YOGYAKARTA SEBAGAI DESTINASI UNGGULAN Oleh: Achyaruddin Direktur Produk Pariwisata Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Disampaikan dalam Acara Forum Koordinasi antar Pelaku Industri Pariwisata, 11 Nopember 2008, Hotel Puri Artha Yogyakarta.
  2. 2. MATERIPAPARAN 1. DESTINASI PARIWISATA 2 DAYA SAING DESTINASI PARIWISATA 3. YOGYAKARTA SEBAGAI DESTINASI UNGGULAN 4. FUNGSI PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI 5. IMPLEMENTASI PROGRAM
  3. 3. 1. PENGERTIAN DESTINASI PARIWISATA TIPOLOGI DESTINASI PARIWISATA (UN-WTO) DESTINASI PARIWISATA adalah suatu keterpaduan sistemik 1. Kawasan Perairan/ Bahari (coastal zone) dalam suatu wilayah geografis tertentu yang di dalamnya 2. Kawasan pantai (Beach destination and sites) terdapat elemen-elemen produk wisata seperti : objek dan 3. Gugusan kepulauan (Small Islands) daya tarik, aksesibilitas, amenitas, fasilitas pendukung dan 4. Kawasan Gurun (Destination in desert and arid areas) kelembagaan, yang mana elemen-elemen tersebut mampu 5. Kawasan pegunungan (Mountain destinations) 6 Kawasan Taman Nasional (Natural and sensitive ecological menciptakan motivasi dan pengalaman kunjungan wisatawan sites) 7 Kawasan Ekowisata (Ecotourism destinations) 8 Kawasan Taman Nasional dan Cagar alam (Park and protected areas) AMENITAS fasilitas penunjang wisata yang meliputi: akomodasi, 9 Komunitas di sekitar kawasan lindung/ konservasi rumah makan, retail, toko cinderamata, biro (Communities within or adjacent to protected area) perjalanan, pusat informasi wisata, dan sebagainya 10 Jalur atau rute perjalanan (Trail and routes) 11 Situs peninggalan sejarah (Built heritages sites) AKSESIBILITAS 12 Kawasan permukiman tradisional (Small and traditionalOBYEK dan DAYA TARIK communities) dukungan sistem transportasi alam, budaya, buatan/ meliputi rute atau jalur 13 Kawasan Wisata Kota (Urban tourism) artificial, event dan transportasi, fasilitas terminal, sebagainya DESTINASI bandara, pelabuhan dan moda 14 Pusat kegiatan MICE dan Konvensi (MICE and convention centers) PARIWISATA transportasi 15 Kawasan Taman Bertema (Theme park) 16 Kawasan Taman Air (Water park) 17 Kapal pesiar dan simpul – simpul perjalanannya (Cruise FASILITAS PENDUKUNG ship and their destinations) KELEMBAGAAN/ MASYARAKAT ketersediaan fasilitasKeberadaan dan peran masing-masing pendukung yang digunakan olehunsur dalam mendukung terlaksananya wisatawan, seperti bank, kegiatan pariwisata telekomunikasi, pos, rumah sakit, dan sebagainya. 3
  4. 4. 1. KRITERIA DESTINASI UNGGULAN 1. Atraksi atau daya tarik wisata 2. Fasilitas pariwisata 3. Aksesibilitas 4. Kesiapan masyarakat 5. Posisi strategis pariwisata dalam pembangunan daerah 6. Ketersediaan RIPPDA 7. Potensi pasar yang dimiliki daerah Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas destinasi nasional, ada beberapa justifikasi tambahan dalam menentukan destinasi unggulan tersebut, yaitu: 1. Pemerataan dan Keseimbangan pengembangan destinasi pariwisata 2. Pengembangan Destinasi Pariwisata di luar Pulau Jawa dan Bali 3. Penentuan Destinasi Pariwisata Unggulan secara bergilir dan bertahap sehingga pada akhirnya akan terbangun sejumlah destinasi pariwisata yang memiliki daya saing 4
  5. 5. 2. DAYA SAING DESTINASI PARIWISATA Mengapa DAYA SAING ? 1. Daya saing pengikat penting untuk menunjukkan posisi dari sebuah produk terhadap produk lain yang serupa. 2. Daya saing merupakan cerminan dari kondisi dan karakter dari suatu produk 3. Daya saing merupakan cerminan dari perilaku konsumen (permintaan terhadap produk) 4. Pemetaan daya saing akan menjadi landasan penting di dalam penyusunan kebijakan, strategi, di dalam penciptaan pertumbuhan keuntungan dan manfaat. 5
  6. 6. 2. DAYA SAING DESTINASI PARIWISATA DAYA SAING DESTINASI PARIWISATA : ADALAH KEMAMPUAN SEBUAH DESTINASI PARIWISATA UNTUK MENARIK KUNJUNGAN DAN MEMENUHI KEBUTUHAN WISATAWAN, YANG DITENTUKAN OLEH FAKTOR – FAKTOR YAITU HARGA, MANFAAT PADA MASYARAKAT, SARANA PRASARANA, KUALITAS LINGKUNGAN, TEKNOLOGI, SDM PARIWISATA, KUALITAS SOSIAL DAN AKSESIBILITAS 6
  7. 7. 2. DAYA SAING DESTINASI PARIWISATAANALISIS INDEKS INDIKATOR KOMPOSIT 35 DESTINASI PARIWISATA INDONESIADAYA SAINGDESTINASI 1 NAMA DESTINASI Jakarta-Bogor skor total 630.69 22 NAMA DESTINASI Tanjung Putting skor total 299,14(komposit) 2 Bali 605.96 23 Bandaneira–Ambon 295,39 3 Batam-Bintan-Karimun 444.63 24 Komodo-Moyo 294,94 25 Bangka-Belitung 288,70 4 Borobudur-Yogya-Solo 427.34 26 Kupang–So’e 279,13 5 Bromo-Tengger-Semeru 406.35 27 Siberut-Mentawai 279,13 6 Bandung 400.01 28 Biak-Numfort 275,63 7 Krakatau-Ujung Kulon-Way Kambas 385.02 29 Asmat-Jayawijaya 275,37 8 Bunaken-Manado 378.77 9 Toba-Nias 377.58 30 Kelimutu-Flores 272,22 31 Sikka-Alor-Lembata 270,58 10 Derawan-Sangalaki 368.01 32 Leuser-Bohorok 263,96 11 Lombok 354.11 33 Selayar-Takabonerate 260,90 12 Semarang-Demak-Karimunjawa 336.55 34 Sabang-Banda Aceh 256,28 13 Palembang-Muara Enim 332,32 35 Raja Ampat-Sorong` 252,98 14 Mahakam–Samarinda 331,02 15 Tana Toraja–Makassar 323,71 16 Padang–Bukittinggi 321,71 17 Banjarmasin– Martapura 320,67 18 Putussibau–Sentarum 319,80 19 Bengkulu–Kerinci Seblat 317,64 20 Wakatobi–Kendari 308,97 21 Pontianak-Singkawang 301,53 Sumber : Studi Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia, 2006 7
  8. 8. 3. YOGYAKARTA SEBAGAI DESTINASI UNGGULAN 1 West Java 7,978,857 2 East Java 3,477,668 3 Riau 3,413,083 4 Central Java 2,366,664 5 DI Yogyakarta 2,313,148 6 East Kalimantan 1,341,363 7 North Sumatera 1,306,312 7 8 DKI Jakarta 1,207,441 9 South Sulawesi 1,177,066 3 10 Banten 1,157,810 6 1 2 9 8 4 5 10 8
  9. 9. 3. YOGYAKARTA SEBAGAI DESTINASI UNGGULANPETA SEBARAN OBYEK WISATA DIY 9
  10. 10. 3. YOGYAKARTA SEBAGAI DESTINASI UNGGULAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI. YOGYAKARTA 2.000.000 1.800.000 1.600.000 1.400.000 Wisatawan Nusantara 1.200.000 (Domestik) 1.000.000 800.000 600.000 400.000 200.000 - 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 120.000 100.000 80.000 60.000 40.000 Wisatawan Asing 20.000 (Mancanegara) - 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Sumber : Statistik Pariwisata DIY 2007 10
  11. 11. 3. YOGYAKARTA SEBAGAI DESTINASI UNGGULAN LENGTH OF STAY (LOS) WISATAWAN * 2,50 2,00 Wisatawan Nusantara (Domestik) 1,50 1,00 0,50 - 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 3,00 Hotel Melati 2,50 Hotel bintang 2,00 1,50 1,00 Wisatawan Asing (Mancanegara) 0,50 - 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Sumber : Statistik Pariwisata DIY 2007* : Lama tinggal Wisatawan yang menggunakan akomodasi 11
  12. 12. 3. YOGYAKARTA SEBAGAI DESTINASI UNGGULAN 2.000.000 1.800.000 120.000 PROFIL PARIWISATA YOGYAKARTA 1.600.000 100.000 1.400.000 80.000 1.200.000 1.000.000 60.000 800.000 40.000 600.000 400.000 20.000 200.000 - - 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 12
  13. 13. FUNGSI PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PENGEMBANGAN 4. DESTINASI 4.1. PERAN PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PERSAINGAN Daya saing suatu negara dicapai melalui akumulasi daya saing strategik SETIAP PERUSAHAAN dalam perekonomian global Goverment 1. Government Efficiency 2. Infrastructure Public Private Partnership COMPETITIVENESS (PPP) INDEX 3. Economic Performance 4. Business Efficiency PrivateDalam konteks peningkatan daya saing pariwisata Indonesia, maka peran Pelaku Industri Pariwisata(APW/BPW, Asosiasi, dan lainnya), akan menjadi sangat Penting. 13
  14. 14. FUNGSI PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PENGEMBANGAN4. DESTINASI4.2. ORIENTASI PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN KEGIATAN UTAMA YANG DILAKUKAN DIDASARKAN ATAS: 1. MARKET ORIENTED Pemerintah : Analisis Pasar; Fasilitasi Media Pemasaran Swasta : Peningkatan Jaringan Kerjasama; Peningkatan Produk Media Pemasaran 2. DESTINATION ORIENTED Pemerintah : Peningkatan Kualitas Produk; Aksesibilitas; Infrastruktur, Investment-friendly, dll. Swasta : Peningkatan Produk Layanan  Kualitas, Harga, Incentives, Peningkatan Pengalaman wisata (tourist experiences), dll 14
  15. 15. FUNGSI PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PENGEMBANGAN4. DESTINASI4.2. ORIENTASI PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN 1. PROGRAM PEMASARAN (MARKET ORIENTED) 1. Market Analysis 2. Travel Mart 3. Special interest marketing kits 4. Consumer/Mall promotion 5. Branded office 6. Media Campaign 7. Sales cooperation 8. Special interest fam tour 9. Joint promotion 10. Cultural & tourism diplomacy 11. Special events & trade in Indonesia 12. Indonesia specialist training 13. TV production 14. Websites (maintenance & updating) 15. Music concert/Cultural event/Concert 16. Student exchange program 17. Road show 15
  16. 16. FUNGSI PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PENGEMBANGAN4. DESTINASI4.2. ORIENTASI PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN 2. PROGRAM PENGEMBANGAN DESTINASI 1. PENINGKATAN KUALITAS PRODUK Revitalisasi produk, Diversifikasi produk, Pengembangan jalur wisata, dll 2. PENINGKATAN LAYANAN Penentuan harga bersaing, insentif, layanan personality, kemudahan2, dll 3. PENINGKATAN INFRASTRUKTUR Pengembangan akses jalan, Signing, perbaikan kondisi infrastruktur, dsb. 4. PENINGKATAN SDM PARIWISATA Pemahaman kepariwisataan, hospitality, kemampuan komunikasi, pemahaman kondisi destinasi dan atraksi lokal, dsb. 5. PENGEMBANGAN AKSESIBILITAS (INTERNAL DAN EKSTERNAL) Pengembangan jalur penerbangan, perbaikan akses darat, pembukaan jalur baru, dsb. 16
  17. 17. 5. IMPLEMENTASI PROGRAMIMPLEMENTASI PROGRAM DIY SEBAGAI DESTINASI UNGGULANPRODUK 1. Pengembangan produk yang ada dengan berdasarkan tema yang dimiliki (Tema pegunungan, pantai, karst, heritage, dsb.) 2. Diversifikasi Produk Wisata (kawasan pesisir potensial, minat khusus, living culture, wisata pendidikan, dsb.) 3. Revitalisasi Obyek dan benda cagar budaya di DIY 4. Peningkatan kualitas dan daya dukung pelayanan di ODTW 5. Peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan akomodasiPROMOSI DAN PEMASARAN 1. Intensifikasi Segmen pasar eksisting dan eksplorasi pasar potensial 2. Peningkatan kemitraan Strategis pengembangan paket wisata bersama lintas regional 3. Penggalian tema-tema baru dalam pengembangan dan pemasaran produk 4. Pemanfaatan Aplikasi Teknologi Informasi bagi Promosi dan Informasi Pariwisata Daerah 5. Penggalian peluang-peluang pasar investor bidang pariwisata di Yogyakarta 17
  18. 18. 5. IMPLEMENTASI PROGRAMIMPLEMENTASI PROGRAM DIY SEBAGAI DESTINASI UNGGULANKELEMBAGAAN 1. Pengembangan sistem kelembagaan terpadu di tingkat kawasan/wil 2. Penguatan kelembagaan masyarakat guna mendorong kapasitas dan peran masyarakat dalam pengembangan pariwisataS D M PARIWISATA DAN MASYARAKAT 1. Peningkatan Sadar Wisata dan Sapta Pesona melalui kampanye, workshop, dan media-media yang ada. 2. Peningkatan kapasitas pengelolaan usaha wisata yang dikembangkan masyarakat lokal di sekitar destinasi pariwisata 3. Pengembangan media promosi bagi pembukaan akses pasar terhadap produk dan usaha masyarakat lokal 4. Pengembangan regulasi yang berorientasi mendorong perkembangan usaha ekonomi masyarakat lokal 5. Pilot project pembinaan dan penataan kawasan wisata dan komunitas masyarakat yang mencerminkan prinsip-prinsip sadar wisata 6. Dukungan pemberdayaan Pokdarwis dalam pelestarian lingkungan pariwisata (Desa, Kawasan Hutan, Situs sejarah, dsb) 7. Promosi terintegrasi antar pelaku pariwisata untuk menggerakkan kunjungan wisatawan antar obyek wisata 18
  19. 19. KEY QOESTIONS: PEKERJAAN RUMAH BERSAMA 1. PRICING Bisakah kita menyusun harga yang kompetitif? Bagaimana agar kita dapat menyepakati harga tersebut? 2. INCENTIVES FOR TOURISTS Apa yang dapat kita berikan sebagai insentif bagi wisatawan agar menarik? 3. PACKAGE EXTENTION Masih menarikkah paket tour yang ada? Bagaimana kalau kita perluas jangkauan paket yang selama ini ada? 4. OTHER ALTERNATIVES Adakah alternatif upaya untuk meningkatkan kunjungan wisata di masing-masing wilayah terkait dengan paket wisata? 5. “WHAT ABOUT COMPETITORS DO?” Apa dan bagaimana yang dilakukan oleh kompetitor selama ini?
  20. 20. Sekian dan Terima Kasih

×