Sejarah Lahirnya Pancasila

195,376 views

Published on

Published in: Education
6 Comments
28 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
195,376
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
26
Actions
Shares
0
Downloads
2,033
Comments
6
Likes
28
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sejarah Lahirnya Pancasila

  1. 1. SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA Istilah “ Pancasila” pertama kali dapat ditemukan dalam buku “ Sutasoma” karya Mpu Tantular yang ditulis pada zaman Majapahit (abad ke 14). Dalam buku itu istilah Pancasila diartikan sebagai perintah kesusilaan yang jumlahnya lima (Pancasila karma) dan berisi lima larangan untuk :1. Melakukan kekerasan2. Mencuri3. Berjiwa dengki4. Berbohong5. Mabuk akibat minuman keras Awal Berdirinya Pancasila. Pancasila sebagai dasar filsafat serta ideologi bangsa dan negara Indonesia, tidak semata-mata terbentuk begitu saja dengan hanya diciptakan oleh seseorang seperti yang terjadi pada ideologi- ideologi lain di dunia. Akan tetapi terbentuknya Pancasila mengalami proses yang sangat panjang dalam sejarah bangsa Indonesia. Sejak 400 tahun yang lalu pada masa kejayaan kutai dimana pada masa ini masayarakat kutai yang membuka zaman sejarah indonesia pertama kali, sudah terlihat menampilkan nilai-nilai sosial politik, dan ketuhanan dalam bentuk kerajaan. Secara kausalitas Pancasila sebelum disyahkan menjadi dasar filsafat negara nilai-nilainya telah ada dan berasal dari bangsa Indonesia itu sendiri, seperti adat- istiadat, kebudayaan, dan nilai- nilai religius. Kemudian para pendiri negara mengangkat nilai-nilai tersebut kemudian dirumuskan secara musyawarah mufakat berdasarkan moral-moral yang luhur diantaranya dalam sidang BPUPKI yang pertama, sidang panitia sembilan yang kemudian melahirkan piagam jakarta yang memuat Pancasila yang pertama kali, kemudian dibahas lagi dalam sidang BPUPKI yang kedua. Setelah kemerdekaan Indonesia sebelum sidang PPKI Pancasila sebagai calon dasar Dwi Ayuningtiyas Page 1
  2. 2. filsafat negara dibahas serta disempurnakan lagi dan akhirnya pada tanggal 18 Agustus 1945disyahkan oleh PPKI sebagai dasar filsafat Negara Republik Indonesia (Kaelan, 2008:103).Pengetahuan yang lengkap tentang proses terjadinya Pancasila berdasarkan pada proseskausalitas, secara kausalitas asal mula pancasila dibedakan menjadi dua macam yaitu : asal mulalangsung dan asal mula tidak langsung.1. Asal Mula LangsungPengertian asal mula secara ilmiah filsafati di bedakan atas empat macam yaitu :a) Asal mula bahan (kusa materialis)Bangsa Indonesia adalah asal dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri, sehingga pada hakikatnya nilaiPancasila merupakan unsur-unsur yang digali dari bangsa Indonesia yang bermula dari adat-istiadat kebudayaan serta nilai religius. Bisa disimpulkan bahwa asal bahan Pancasila adalahpada bangsa Indonesia yang terdapat dalam kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia.b) Asal mula bentuk ( kausa formalis)Asal mula bentuk atau bagai mana betuk Pancasila itu sebagaimana termuat dalam pembukaanUndang Undang Dasar 1945. Dengan demikian maka asal mula bentuk Pancasila adalah Ir.Soekarno, Drs. Moh. Hatta serta anggota BPUPKI lainya yang merumuskan dan membahasPancasila.c) Asal mula karya (kausa effisien)Asal mula yang menjadikan atau mengesahkan Pancasila dari calon yang akan menjadi dasarnegara yang sah. Yaitu PPKI sebagai pembentuk negara dan telah mengesahkan Pancasilasebagai landasan dasar negara.d) Asal mula tujuan ( Kausa finalis)Pancasila dirumuskan dan di bahas oleh para pendiri negar bertujuan untuk dijaikan sebagailandasan dasar negara. Oleh karena itu Asal mula tujuan tersebuat adalah anggota BPUPKIbeserta panitia sembilan.Dwi Ayuningtiyas Page 2
  3. 3. Sejarah Singkat Terbentuknya Pancasila Sebelum tanggal 17 Agustus bangsa Indonesia belum merdeka. Bangsa Indonesia dijajaholeh bangsa lain. Banyak bangsa-bangsa lain yang menjajah atau berkuasa di Indonesia,misalnya bangsa Belanda, Portugis, Inggris, dan Jepang. Paling lama menjajah adalah bangsaBelanda. Padahal sebelum kedatangan penjajah bangsa asing tersebut, di wilayah negara RIterdapat kerajaan-kerajaan besar yang merdeka, misalnya Sriwijaya, Majapahit, Demak,Mataram, Ternate, dan Tidore. Terhadap penjajahan tersebut, bangsa Indonesia selalu melakukanperlawanan dalam bentuk perjuangan bersenjata maupun politik. Perjuangan bersenjata bangsaIndonesia dalam mengusir penjajah, dalam hal ini Belanda, sampai dengan tahun 1908 bolehdikatakan selalu mengalami kegagalan. Penjajahan Belanda berakhir pada tahun 1942, tepatnya tanggal 8 Maret. Sejak saat ituIndonesia diduduki oleh bala tentara Jepang. Namun Jepang tidak terlalu lama mendudukiIndonesia. Mulai tahun 1944, tentara Jepang mulai kalah dalam melawan tentara Sekutu. Untukmenarik simpati bangsa Indonesia agar bersedia membantu Jepang dalam melawan tentaraSekutu, Jepang memberikan janji kemerdekaan di kelak kemudian hari. Janji ini diucapkan olehPerdana Menteri Kaiso pada tanggal 7 September 1944. Oleh karena terus menerus terdesak,maka pada tanggal 29 April 1945 Jepang memberikan janji kemerdekaan yang kedua kepadabangsa Indonesia, yaitu janji kemerdekaan tanpa syarat yang dituangkan dalam MaklumatGunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer Jepang di Jawa dan Madura)Dalam maklumat itu sekaligus dimuat dasar pembentukan Badan Penyelidik Usaha-UsahaPersiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tugas badan ini adalah menyelidiki danmengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapatdipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia. Keanggotaan badan ini dilantik pada tanggal 28 Mei 1945, dan mengadakan sidangpertama pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945. Dalam sidang pertama ini yang dibicarakankhusus mengenai calon dasar negara untuk Indonesia merdeka nanti. Pada sidang pertama itu,banyak anggota yang berbicara, dua di antaranya adalah Muhammad Yamin dan Bung Karno,yang masing-masing mengusulkan calon dasar negara untuk Indonesia merdeka.Dwi Ayuningtiyas Page 3
  4. 4. Muhammad Yamin mengajukan usul mengenai dasar negara secara lisan yang terdiri ataslima hal, yaitu:1. Peri Kebangsaan2. Peri Kemanusiaan3. Peri Ketuhanan4. Peri Kerakyatan5. Kesejahteraan RakyatSelain itu Muhammad Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yang juga terdiri atas limahal, yaitu:1. Ketuhanan Yang Maha Esa2. Persatuan Indonesia3. Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat IndonesiaUsulan ini diajukan pada tanggal 29 Mei 1945.Prof.Dr. Supomo pada tanggal 31 Mei 1945 terdapat pokok-pokok pikiran yang tidak banyakberbeda seperti berikut :a. Negara Indonesia Merdeka hendaknya merupakan negara nasional yang bersatu dalam artitotaliter atau integralistik.b. Setiap warganya dianjurkan agar takluk kepada tuhan, tetapi urusan agama hendaknya terpisahdari urusan negara dan diserahkan kepada golongan-golongan agama yang bersangkutan.c. Dalam susunan pemerintahan negara harus dibentuk suatu Badan Permusyawaratan, agarpemimpin negara dapat bersatu jiwa dengan wakil-wakil rakyat secara terus-menerus.d. Sistem ekonomi Indonesia hendaknya diatur berdasarkan asas kekeluargaan, system tolong-menolong dan system kooperasi.e. Negara Indonesia yang berdasar atas semangat kebudayaan Indonesia yang asli, dengansendirinya akan bersifat negara Asia Timur Raya.Dwi Ayuningtiyas Page 4
  5. 5. Prof. Supomo dengan tegas menolak aliran individualisme dan liberalisme maupun teori kelasajaran Marx, dan Lenin, sebagai dasar Indonesia Merdeka, dan menandaskan bahwa politikpembangunan negara harus disesuaikan dengan susunan masyarakat Indonesia. Maka negara kitaharus berdasar atas aliran pikiran (staaside) negara yang integralistik, negara yang bersatudengan seluruh rakyatnya, yang mengatasi seluruh golongan-golongannya dalam lapanganapapun. Dalam pengertian ini menurut teori ini yang sesuai dengan semangat Indonesia yangasli, negara tidak lain ialah seluruh rakyat Indonesia sebgai persatuan yang teratur dan tersusun.Kemudian pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mengajukan usul mengenai calon dasar negarayang terdiri atas lima hal, yaitu:1. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)2. Internasionalisme (Perikemanusiaan)3. Mufakat atau Demokrasi4. Kesejahteraan Sosial5. Ketuhanan yang BerkebudayaanKelima hal ini oleh Bung Karno diberi nama Pancasila.Lebih lanjut Bung Karno mengemukakan bahwa kelima sila tersebut dapat diperas menjadiTrisila, yaitu:1. Sosio nasionalisme2. Sosio demokrasi3. KetuhananBerikutnya tiga hal ini menurutnya juga dapat diperas menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong. Istilah “sila” itu sendiri dapat diartikan sebagai aturan yang melatarbelakangi perilakuseseorang atau bangsa;kelakuan atau perbuatan yang menurut adab (sopan santun); dasar adab,akhlak, dan moral. Pancasila sebagai dasar negara pertama kali diusulkan oleh Ir. Soekarno padatanggal 1 Juni 1945 dihadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan KemerdekaanIndonesia (BPUPKI). Menurut beliau, istilah Pancasila tersebut diperoleh dari para sahabatnyayang merupakan ahli bahasa.Dwi Ayuningtiyas Page 5
  6. 6. Rumusan Pancasila yang dikemukakan tersebut berdiri atas :Kebangsaan IndonesiaInternasional atau kemanusiaanMufakat atau demokrasiKesejahteraan sosialKetuhanan yang berkemanusiaanSelesai sidang pertama, pada tanggal 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI sepakat untukmembentuk sebuah panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk danmemeriksanya serta melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberikesempatan mengajukan usul secara tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945.Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas delapan orang, yaitu:1. Ir. Soekarno2. Ki Bagus Hadikusumo3. K.H. Wachid Hasjim4. Mr. Muh. Yamin5. M. Sutardjo Kartohadikusumo6. Mr. A.A. Maramis7. R. Otto Iskandar Dinata8. Drs. Muh. HattaDwi Ayuningtiyas Page 6
  7. 7. Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, dengan para anggota BPUPKI yang berdomisili di Jakarta. Hasil yang dicapai antara lain disetujuinya dibentuknya sebuah Panitia Kecil Penyelidik Usul-Usul/Perumus Dasar Negara, yang terdiri atas sembilan orang, yaitu: 1. Ir. Soekarno 2. Drs. Muh. Hatta 3. Mr. A.A. Maramis 4. K.H. Wachid Hasyim 5. Abdul Kahar Muzakkir 6. Abikusno Tjokrosujoso 7. H. Agus Salim 8. Mr. Ahmad Subardjo 9. Mr. Muh. Yamin Tokoh-tokoh BPUPKI yang diberi nama Panitia Sembilan mengadakan pertemuan untuk membahas pidato serta usulan-usulan mengenai dasar negara yang telah dikemukakan dalam sidang- sidang BPUPKI. Panitia Kecil yang beranggotakan sembilan orang ini pada tanggal itu juga melanjutkan sidang dan berhasil merumuskan calon Mukadimah Hukum Dasar, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan “Piagam Jakarta”. Dalam pembahasan tersebut didalamnya terdapat rumusan dan sistematika Pancasila sebagai berikut :1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya2. Kemanusiaan yang adil dan beradap3. Persatuan Indonesia4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Dwi Ayuningtiyas Page 7
  8. 8. MAKNA LAMBANG BURUNG GARUDA PANCASILABurung garuda merupakan mitos dalam mitologi Hindu dan Budha. Garuda dalam mitos tersebutdigambarkan sebagai makhluk separuh burung (sayap, paruh, cakar) dan separuh manusia(tangan dan kaki). Lambang garuda diambil dari penggambaran kendaraan Batara Wisnu yaknigarudeya. Garudeya itu sendiri dapat kita temui pada salah satu pahatan di Candi Kidal yangterletak di Kabupaten Malang tepatnya di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, KabupatenMalang, Jawa Timur. Garuda sebagai lambang negara menggambarkan kekuatan dan kekuasaan,warna emas melambangkan kejayaan. Karena peran garuda dalam cerita pewayanganMahabharata dan Ramayana, maka Posisi kepala garuda menoleh ke kanan.Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antaralain: Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17 Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8 Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19 Jumlah bulu di leher berjumlah 45.PerisaiPerisai merupakan lambang pertahanan negara Indonesia, gambar perisai tersebut dibagi menjadilima bagian, bagian latar belakang dibagi menjadi empat dengan warna merah putih yangmelambangkan warna bendera nasional Indonesia (merah berarti berani dan putih berarti suci),dan sebuah perisai kecil miniatur dari perisai yang besar berwarna hitam berada tepat di tengah-tengah. Garis lurus horizontal yang membagi perisai tersebut menggambarkan garis khatulistiwayang tepat melintasi Indonesia di tengah-tengah. Setiap gambar yang terdapat pada perisaitersebut berhubungan dengan simbol-simbol dari sila Pancasila, yaitu.Bintang LimaSila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa.Perisai hitam dengan sebuah bintang emas berkepala lima menggambarkan lima agama diIndonesia, yaitu Islam, Kristen Katholik, Kristen Protestan, Hindu dan Buddha.Rantai EmasSila ke-2: Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.Rantai yang tersusun atas gelang-gelang kecil ini menandakan hubungan manusia antara satudengan yang lain yang saling berhubungan.Pohon BeringinSila ke-3: Persatuan Indonesia.Pohon beringin adalah sebuah pohon yang memiliki banyak akar yang menggelantung dariranting-rantingnya. Hal ini menggambarkan Indonesia sebagai negara kesatuan yang memilikiberbagai budaya yang berbeda-beda.Kepala BantengSila ke-4: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan /Perwakilan.Banteng adalah binatang sosial, sama halnya dengan manusia. Cetusan Presiden Soekarnodimana pengambilan keputusan yang dilakukan bersama (musyawarah), gotong-royong, dankekeluargaan merupakan nilai-nilai khas bangsa Indonesia.Padi dan KapasDwi Ayuningtiyas Page 8
  9. 9. Sila ke-5: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas yang menggambarkan sandang dan pangan merupakan kebutuhan pokok setiap masyarakat Indonesia tanpa melihat status maupun kedudukannya. Hal ini menggambarkan persamaan sosial dimana tidak adanya kesenjangan sosial antara yang satu dengan yang lainnya, namun hal ini bukan berarti bahwa negara Indonesia menggunakan ideologi komunisme. Pita Pita yang dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti “Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu” yang menggambarkan keadaan bangsa Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam suku, budaya, adat- istiadat dan kepercayaan, namun tetap satu bangsa, bahasa, dan tanah air. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA INDONESIA Pengertian Ideologi Secara Etimologis, ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu eidos dan logos. Eidos berarti gagasan dan logos berarti berbicara (ilmu). Makna secara etimologis ideologi adalah berbicara tentang gagasan/ilmu yang mempelajari tentang gagasan. Gagasan yang dimaksud adalah gagasan yang murni ada dan menjadi landasan atau pedoman dalam kehidupan masyarakat yang ada atau berdomisili dalam wilayah negara dimana mereka berada. Definisi Ideologi Dalam beberapa kamus atau referensi, dapat terlihat bahwa definisi ideologi ada beberapa macam. Keanekaragaman definisi ini sangat di pengaruhi oleh latar belakang keahlian dan fungsi lembaga yang memberi definisi tersebut. Keanekaragaman yang dimaksud antara lain terlihat pada definisi berikut :a. Definisi Ideologi menurut BP-7 Pusat (kini telah dilikuidasi). Ideologi adalah ajaran, doktrin, teori yang diyakini kebenarannya yang disusun secara sistematis dan diberi petunjuk pelaksanaan dalam menanggapidan menyeleseikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat, berbangsa dan bernegara.b. Definisi yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Maswadi Rauf, ahli Politik Universitas Indonesia. Ideologi adalah rangkaian (kumpulan) nilai yang disepakati bersama untuk menjadi landasan atau pedoman dalam mencapai tujuan atau kesejahteraan bersama. Dwi Ayuningtiyas Page 9
  10. 10. Ada banyak pengertian ideologi. Soesanto Darmo Soegondo (1983:42) mengumpulkanbeberapa pengertian ideologi sebagai berikut: 1. Webster Dictionary: “A system of ideas concerning phenomena, especially those of social life; the manner of thinking characteristic of a class or an individual.” 2. Henry D. Aiken (The Age of Ideology): “Ideology means ideal or abstract speculation and visionary theorizing.” 3. William James (Varieties of Religious Experience): “Ideology is a man‟s total view or thought about life.” 4. W. White (Political Dictionary): “The sum of political ideas or doctrines of distinguishable class or group of people.” 5. Harold H. Titus (The Living Issues of Philosophy): “A term use for any group of ideas concerning various political and economical issues and social philosophies; often applied to a systematic scheme of ideas held by groups or classes. The term „ism‟ sometimes use for these systems of thought.” Sedangkan Kirdi Dipoyudo (1979:9) cenderung memandang ideologi sebagai “… kesatuangagasan-gagasan dasar yang sistematis dan menyeluruh tentang manusia dan kehidupannya, baikindividual maupun sosial, termasuk kehidupan negara.”Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita negara atau cita-citayang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsaIndonesia, serta menjadi tujuan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia.Berdasarkan Tap. MPR No. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR tentang P4,ditegaskan bahwa Pancasila adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalamkehidupan berbangsa dan bernegara.Dwi Ayuningtiyas Page 10

×