Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Burung Garuda Sebagai Lambang Negara

8,779 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Burung Garuda Sebagai Lambang Negara

  1. 1. Burung garuda berdekatan dengan burung elang Rajawali. Burung ini terdapat dalam lukisan di candi-candi Dieng yang dilukiskan sebagai manusia berparuh dan bersayap, lalu di candi Prambanan, dan Panataran berbentuk menyerupai raksasa, berparuh, bercakar dan berrambut panjang. Beberapa kerajaan di pulau jawa menggunakan Garuda sebagai materai/stempel kerajaan, seperti yang disimpan di Musium Nasional, adalah stempel milik kerajaan Erlangga.Burung Garuda ditetapkan sebagai lambing Negara RI sejakdiresmikan penggunaannya pada 11 Februari 1950, dandituangkan dalam Perautan Pemerintah no 66 tahun 1951.Penggagasnya adalah Sultan Abdurrahman Hamid Alkadrie IIatau dikenal dengan Sultan Hamid II, yang saat itu sebagaiMentri Negara Republik Indonesia Serikat (RIS).Garuda itu adalah seekor burung yang hidup dalam duniakhayalan, terutama dalam perwayangan. garuda dianggapmulia karena memiliki kekuatan dan kecantikan parasnya.Sehingga banyak yang menggunakannya dalam berbagaikegiatan yang dianggapnya menunjukkan sebuah power dan tentunya kebebasan karenagaruda bebas bisa terbang ke mana saja. Cerita garuda bisa jadi lambang negara adalah benar kalau itu ada pengaruh sultan hamid 2 yang cenderung, dulunya memihak belanda (ingat dia ketua BFO=perserikatan negara2 non-RI setelah agresi militer belanda 1). Namun setelah dia diangkat menjadi salahsatu pejabat negara, sebagai wakil yang memiliki pengaruh di Indonesia bagian Timur, beliau ikut sebuah sayembara yang dikeluarkan Pres. Soekarno untuk menemukan sosok lambang negara. RI 5 tahun tanpa lambang!….Tiga tahun lalu, ketika menjelang HUT RI ke 60, di SCTV sayanonton cerita seorang yang meneliti tentang asal-usul lambangnegara ini. Penelitian ini adalah thesis S2 di UGM (?). Darisekian gambar yang masuk, dipilihlah burung garuda ini(peserta harus menyematkan 5 pilar/sila yang dikenal sebagaiDwi Ayuningtiyas Page 1
  2. 2. Pancasila). Dari gambar burung purba sampai garuda diperlihatkan dalam siaran tersebut. Sayahafal banget, karena memang mencari jawaban tanya selama ini: siapa yang menggagaslambang RI?, banyak yang bilang Moh. Yamin, namun ternyata usulan Moh. Yamin, ditolak Pres.Soekarno. Penasaran ini terjawab sudah, karena di buku jarang banget yang bahas, samasebelum tahun 2000-an, bila mencari siapa yang menggagas nama Indonesia….Pencipta Lambang Negara Burung Garuda PancasilaSepanjang orang Indonesia, siapa tak kenal burung garuda berkalung perisai yang merangkumlima sila (Pancasila)? Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambangnegara itu dulu?Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putrasulung sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli1913. Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab–walau pernah diurus ibu asuhberkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan duaanak–keduanya sekarang di Negeri Belanda.Syarif menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS diBandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hinggatamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dandibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadikolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkatmenjadi sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II.Dwi Ayuningtiyas Page 2
  3. 3. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakildaerah istimewa Kalbar dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar,BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda.Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HNKoningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu KerajaanBelanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran.Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara ZonderPorto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “overcommando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembongAPRA.Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari NegeriKincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar–karena tidakmengikutsertakan anak buahnya dari KNIL.Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbuBandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu,Westerling sempat marah.Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara ZonderPorto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarnomerencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahanfile dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” munculsaat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara. Dia teringat ucapan PresidenDwi Ayuningtiyas Page 3
  4. 4. Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasarnegara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalamlambang negara.Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawahkoordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknisM Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, MA Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM NgPurbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambangnegara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakanKeputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih duarancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada prosesselanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya MYamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RISSoekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluanpenyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yangdicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih denganmenambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS,Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebutmendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatanterhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dandianggap bersifat mitologis.Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telahdisempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkanrancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri.AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRImenyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikanpemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali GarudaPancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini.Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudiandirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS. Presiden Soekarnokemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umumdi Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950.Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali GarudaDwi Ayuningtiyas Page 4
  5. 5. Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkrampita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atasmasukan Presiden Soekarno.Tanggal 20 Maret 1940, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapatdisposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untukmelukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS SultanHamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambarlambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negaradi mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli1974. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambarlambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetapdisimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak.Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman KeluargaKesultanan Pontianak di Batulayang.Tambahan:: Garuda merupakan lambang Negara Indonesia, hampir semua orang tahu itu. Namun hanya sebagian orang saja yang mengetahui siapa penemunya dan bagaimana kisah hingga menjadi lambang kebanggaan negara ini.Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.Dia lah Sultan Hamid II yang berasal dari Pontianak.Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkanpandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaituPancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk PanitiaTeknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara ZonderPorto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki HajarDewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia iniDwi Ayuningtiyas Page 5
  6. 6. bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepadapemerintah.Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakanKeputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih duarancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin.Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan HamidII. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkanpengaruh Jepang.Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RISSoekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluanpenyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yangdicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih denganmenambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS,Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebutmendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatanterhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dandianggap bersifat mitologis.Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telahdisempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkanrancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AGPringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRImenyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikanpemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali GarudaPancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karyakebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang olehseorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itukepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaankembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang“gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita darisemula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukanPresiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telahdiperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukisistana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancanganMenteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.Dwi Ayuningtiyas Page 6
  7. 7. Gambar Pengajuan Bentuk Garuda waktu Sayembara:Dwi Ayuningtiyas Page 7
  8. 8. Dwi Ayuningtiyas Page 8
  9. 9. Dwi Ayuningtiyas Page 9
  10. 10. Garuda Pada Masa KiniDescription: Asal Usul Garuda Pancasila, Sejarah dan Penciptanya Rating: 4.5 Reviewer:Christiano Nino - ItemReviewed: Asal Usul Garuda Pancasila, Sejarah dan PenciptanyaRead more: http://www.agazsantiago.com/2012/07/asal-usul-garuda-pancasila-sejarah-dan.html#ixzz28rr766ZoDwi Ayuningtiyas Page 10

×