Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Penyakit jantung bawaan
( congenital heart disease )
Present by:
Dina hardiyanti S.Kep.,M.Kep
STIKES JENDERAL ACHMAD YANI
...
Penyakit Jantung Kongenital
• Penyakit jantung bawaan atau congenital heart disease
adalah suatu kelainan formasi dari jan...
Etiologi dari Penyakit Jantung Bawaan (PJB)
Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan belum
dapat diketahui secara pasti...
Lanjutan...
• Faktor genetik
· Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan.
· Ayah / Ibu menderita penyak...
Klasifikasi Penyakit jantung Bawaan
• Ventracular Septal Defect
• Persisten Duktus Arteriosus (PDA)
• Pulmonary Valve Sten...
Ventracular Septal Defect atau sekat Bilik
jantung berlubang (VSD)
• Merupakan kelainan jantung yaitu berupa lubang sekat ...
Persisten Duktus Arteriosus (PDA)
• Duktus arteriosus merupakan pembuluh darah yang
menghubungkan arteri pulmonal dengan a...
Pulmonary Valve Stenosis atau
Penyempitan Katup Paru (PVS)
• Fungsi dari Katup paru yaitu untuk mengatur aliran darah
rend...
Artrial Septal Defect atau Sekat Serambi
Jantung Berlubang (ASD)
• Adanya lubang diantara dua sisi serambi jantung atau
te...
Tetralogi Of Fallot (TOF)
• Sebuah komplikasi kelainan jantung bawaan yang khas
melibatkan 4 kondisi, yaitu lubang pada se...
Tanda dan Gejala dari Penyakit Jantung
Bawaan
Beberapa tanda dan gejala yang dapat ditemukan
antara lain :
• warna kulit y...
Pemeriksaan Diagnostik pada PJB
• Radiologi: foto rontgen dada hampir selalu terdapat kardiomegali.
• Elektrokardiografi/E...
Penatalaksaan pada PJB
• Penatalaksanaan Konservatif :
Restriksi cairan dan bemberian obat-obatan
• Pembedahan :
Operasi p...
Diagnosa pada pasien PJK
• Ketidakefektifan perfusi jaringan otak b/d penurunan
kardiak out put sekunder terhadap vasopasm...
Ketidakefektifan perfusi jaringan otak
noc nic
Tujuan : setelah dilakukan tindakan
selama 3 x 24jam, perfusi jaringan otak...
Pola nafas tidak efektif
noc nic
Tujuan : setelah dilakukan tindakan
selama 3 x 24jam, pola nafas pasien
kembali efektif.
...
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
noc nic
Tujuan : setelah dilakukan tindakan
selama 3 x 24jam, nutris...
penyakit jantung bawaan
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

penyakit jantung bawaan

2,373 views

Published on

  • Be the first to comment

penyakit jantung bawaan

  1. 1. Penyakit jantung bawaan ( congenital heart disease ) Present by: Dina hardiyanti S.Kep.,M.Kep STIKES JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA
  2. 2. Penyakit Jantung Kongenital • Penyakit jantung bawaan atau congenital heart disease adalah suatu kelainan formasi dari jantung atau pembuluh besar dekat jantung. • Penyakit jantung bawaan yang kompleks terutama ditemukan pada bayi dan anak. (IPD FKUI,1996 ;1134).
  3. 3. Etiologi dari Penyakit Jantung Bawaan (PJB) Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui secara pasti, • Faktor prenatal · Ibu menderita penyakit infeksi : rubella. · Ibu alkoholisme, peminum obat penenang atau jamu. · Umur ibu lebih dari 40 tahun. · Ibu menderita diabetes mellitus yang memerlukan insulin.
  4. 4. Lanjutan... • Faktor genetik · Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan. · Ayah / Ibu menderita penyakit jantung bawaan. · Kelainan kromosom seperti Sindrom Down. · Lahir dengan kelainan bawaan yang lain. ( Buku Ajar Keperawatan Kardiovaskuler, Pusat Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah Nasional Harapan Kita, 2001 ; 109)
  5. 5. Klasifikasi Penyakit jantung Bawaan • Ventracular Septal Defect • Persisten Duktus Arteriosus (PDA) • Pulmonary Valve Stenosis • Artrial Septal Defect • Tetralogi Of Fallot (TOF)
  6. 6. Ventracular Septal Defect atau sekat Bilik jantung berlubang (VSD) • Merupakan kelainan jantung yaitu berupa lubang sekat antara bilik jantung yang menyebabkan adanya kebocoran aliran darah. Kelainan ini, akan membuat sebagian darah yang mengandung oksigen kembali ke paru-paru. • Gambar dari VSD
  7. 7. Persisten Duktus Arteriosus (PDA) • Duktus arteriosus merupakan pembuluh darah yang menghubungkan arteri pulmonal dengan aorta distal dari arteri subklavikula, yang mengalami penutupan setelah bayi dilahirkan. • Gambar dari PDA
  8. 8. Pulmonary Valve Stenosis atau Penyempitan Katup Paru (PVS) • Fungsi dari Katup paru yaitu untuk mengatur aliran darah rendah O2 dari bilik kanan jantung ke paru-paru. Dengan adanya penyempitan bilik kanan, jantung bagian kanan bekerja extra untuk memompa darah sehingga semakin membesar atau hipertrofi. • Gambar dari PVS
  9. 9. Artrial Septal Defect atau Sekat Serambi Jantung Berlubang (ASD) • Adanya lubang diantara dua sisi serambi jantung atau terdapat bagian antara atrium kanan dengan atrium kiri yang tidak tertutup dinding sekat. • Gambar dari ASD
  10. 10. Tetralogi Of Fallot (TOF) • Sebuah komplikasi kelainan jantung bawaan yang khas melibatkan 4 kondisi, yaitu lubang pada sekat bilik (VSD), pembengkakan bilik kanan jantung atau hipertrofi, penyempitan katup (stenosis pulmonary) PVS, serta akar aorta berada tepat diatas lubang VSD. • Gambar dari TOF
  11. 11. Tanda dan Gejala dari Penyakit Jantung Bawaan Beberapa tanda dan gejala yang dapat ditemukan antara lain : • warna kulit yang abu-abu pucat atau biru (sianosis) • nafas cepat • sesak nafas saat diberi makan, sehingga berat badan sulit bertambah
  12. 12. Pemeriksaan Diagnostik pada PJB • Radiologi: foto rontgen dada hampir selalu terdapat kardiomegali. • Elektrokardiografi/EKG, menunjukkan adanya gangguan konduksi pada ventrikel kanan dengan aksis QRS bidang frontal lebih dari 90°. • Pemeriksaan dengan Doppler berwarna : digunakan untuk mengevaluasi aliran darah dan arahnya. • Ekokardiografi, bervariasi sesuai tingkat keparahan, pada PDA kecil tidak ada abnormalitas, hipertrofi ventrikel kiri pada PDA yang lebih besar. sangat menentukan dalam diagnosis anatomik. • Kateterisasi jantung untuk menentukan resistensi vaskuler paru. (Betz & Sowden, 2002 ;377)
  13. 13. Penatalaksaan pada PJB • Penatalaksanaan Konservatif : Restriksi cairan dan bemberian obat-obatan • Pembedahan : Operasi penutupan defek, Pemotongan atau pengikatan duktus.dianjurkan saat berusia 5-10 tahun. • Non pembedahan : Penutupan dengan alat penutup dilakukan pada waktu kateterisasi jantung. (Betz & Sowden, 2002 ; 377-378, Suriadi, Rita Yuliani, 2001 ; 236)
  14. 14. Diagnosa pada pasien PJK • Ketidakefektifan perfusi jaringan otak b/d penurunan kardiak out put sekunder terhadap vasopasme pembuluh darah. • Pola nafas tidak efektif b/d penurunann ekspansi paru. • Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kelemahan umum.
  15. 15. Ketidakefektifan perfusi jaringan otak noc nic Tujuan : setelah dilakukan tindakan selama 3 x 24jam, perfusi jaringan otak adekuat dan tercapai secara optimal. Kriteria Hasil : - Menunjukkan fungsi sensori motor yang utuh. - Mempunyai pupil yang sebanding dan reaktif. - Menunjukkan fungsi autonomik yang utuh. - Pantau TTV. - Pantau tingkat kesadaran dan orientasi. - Pantau reflek korneal batuk dan muntah. - Pantau tonus otot, pergerakan motorik, gaya berjalan, dan kesesuaian. - Monitor perubahan atau gangguan mental kontinu (cemas bingung, letargi, pingsan) -Kolaboratif : Berikan obat-obatan untuk meningkatkan volume intravaskuler, sesuai kebutuhan
  16. 16. Pola nafas tidak efektif noc nic Tujuan : setelah dilakukan tindakan selama 3 x 24jam, pola nafas pasien kembali efektif. Kriteria Hasil : - Menunjukkan pernafasan optimal. - Mempunyai kecepatan dan irama respirasi dalam batas normal. - Mempunyai fungsi paru dalam batas normal - Pantau adanya pucat dan sianosis. - Pantau kecepatan, irama, kedalaman dan usaha respirasi. - Perhatikan pergerakan dada, amati kesimetrisan, penggunaan otot bantu, serta rektraksi otot juga klavikula dan juga intercosta. - Pantau pola pernafasan. - Pantau peningkatan kegelisahan, ansietas dan tersengal- sengal. - Kolaborasi : Berikan tindakan (misalnya, bronkodilator) sesuai dengan program atau protokol sesuai kebutuhan.
  17. 17. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh noc nic Tujuan : setelah dilakukan tindakan selama 3 x 24jam, nutrisi pasien adekuat. Kriteria Hasil : - Mempertahankan berat badan. - Menyatakan keinginan untuk mengikuti diet. - Mempertahankan masa tubuh dan berat badan dalam batas normal. - Motivasi pasien untuk mengubah kebiasaan makan. - Ketahui makanan kesukaan pasien. - Timbang berat badan pasien pada interval yang tepat. - Buat perencanaan makan dengan pasien untuk dimasukkan ke dalam jadwal makan. - Ciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk makan. - Hindari prosedur infasif sebelum makan. - Kolaborasi : Diskusikan dengan ahli gizi dalam menentukan kebutuhan protein

×