Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sumberdaya alam merupakan sumberdaya yang penting bagi kehidupan
dan keberlanjutan manusi...
2
yang dihasilkan oleh kota Jakarta berdasarkan data Dinas Kebersihan Provinsi
DKI Jakarta pada tahun 2010 yaitu sekitar 6...
3
Kegiatan landfills di TPAS Sarimukti umumnya tidak langsung
dilakukan tetapi dilakukan kegiatan open dumping terlebih da...
4
kawasan TPAS Sarimukti. Namun, debit air bersih yang didistribusikan oleh
pihak pengelola tidak mencukupi semua kebutuha...
5
manusia dalam waktu dan kadar tertentu. Logam berat seperti Pb, merupakan
logam berat yang bersifat lethal (berbahaya) b...
6
keberadaan TPAS Sarimukti yaitu perilaku kesehatan masyarakat yang
berkaitan mengenai perubahan derajat kesehatan seirin...
7
afektif (sikap atau tanggapan) dan domain psikomotor (praktik atau tindakan).
Langkah pertama adalah penelaahan secara u...
8
Praktik atau tindakan masyarakat tersebut merupakan domain perilaku terakhir
yang ditelaah.
Berdasarkan uraian di atas, ...
9
kontaminasi air sungai dengan keberadaan TPAS Sarimukti secara langsung
maupun tidak langsung akan mempengaruhi kualitas...
10
3. Bagaimanakah hubungan antara kualitas air sungai dan perilaku
kesehatan masyarakat berkaitan dengan keberadaan TPAS ...
11
2. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai rekomendasi terhadap
Balai Pengelolaan Sampah Regional (BPSR) sebagai penge...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bab i pendahuluan

849 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bab i pendahuluan

  1. 1. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sumberdaya alam merupakan sumberdaya yang penting bagi kehidupan dan keberlanjutan manusia serta makhluk hidup lainnya, dimana dalam kegiatan pemanfaatannya cenderung dilakukan eksploitasi secara berlebihan melampaui daya dukung lingkungan dan memberikan beban yang tinggi terhadap daya tampung lingkungan hidup. Salah satu bentuk beban yang dihasilkan oleh manusia adalah limbah. Menurut Daryanto (2009), limbah berdasarkan sumbernya dapat dikelompokkan sebagai limbah domestik, industri dan pertanian. Limbah yang dihasilkan oleh aktivitas primer atau sehari-hari manusia dinamakan limbah domestik, dimana limbah tersebut terbagi atas limbah cair dan limbah padat. Limbah cair adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan rutin (sehari-hari) manusia, industri dan hasil pengelolaan sampah dalam fasa/bentuk cair sedangkan limbah pada berbentuk padatan, dimana limbah padat di masyarakat secara umum dikenal dengan nama sampah (Damanhuri, 2010). Sampah di Indonesia merupakan masalah yang serius karena kecepatan dari pengelolaannya tidak berimbang dengan kuantitas yang dihasilkan. Ketidak-seimbangan tersebut dipengaruhi oleh kinerja Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) setiap harinya. Sebagai contoh, jumlah total sampah yang dihasilkan oleh Kota Bandung dan sekitarnya pada tahun 2011 mencapai 2.242,9 m3 /hari berdasarkan Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung, sedangkan kemampuan pengolahannya hanya mencapai 70% dari total volume sampah yang datang setiap harinya. Sedangkan jumlah sampah
  2. 2. 2 yang dihasilkan oleh kota Jakarta berdasarkan data Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2010 yaitu sekitar 6400 m3 /hari (ton/hari) dan jumlah sampah yang dihasilkan oleh kota Surabaya yaitu sebanyak 6064 m3 /hari (ton/hari) yang berdasarkan Dinas Kebersihan Kota Surabaya. Kesenjangan dalam pengelolaan dan jumlah sampah yang dihasilkan tersebut dikarenakan oleh penanganan sampah yang umum dilakukan di negara-negara berkembang yaitu secara konvensional dengan cara pembuangan di kawasan terbuka atau open dumping dan pengurugan atau landfills. Penanganan dengan kedua pola tersebut memiliki dampak yang akan berakibat negatif terhadap lingkungan dengan terjadinya peningkatan pencemaran pada lapisan tanah, udara dan air. Sistem controlled landfills (sampah organik yang diolah menjadi kompos) dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi terhadap sampah yang dihasilkan oleh masing-masing kawasan tersebut yang mana bertempat di TPAS Sarimukti dan berlokasi di Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung. TPAS Sarimukti mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2006 yang merupakan TPAS pengganti dari TPAS Leuwigajah yang mengalami longsor dimana sebelumnya juga sebagai tempat penampungan sampah dari ketiga kota tersebut (BPSR, 2011). TPAS Sarimukti dikelola oleh Dinas Pemukiman dan Perumahan melalui Badan Pengelolaan Sampah Regional (BPSR) Jawa Barat dan berkerjasama dengan Perum Dinas Kebersihan Kota Bandung, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Cimahi dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Barat.
  3. 3. 3 Kegiatan landfills di TPAS Sarimukti umumnya tidak langsung dilakukan tetapi dilakukan kegiatan open dumping terlebih dahulu pada zona yang akan dilakukan pengurugan. Hal ini karena keterbatasan fasilitas seperti traktor, operator dan juga tingginya jumlah sampah yang masuk ke TPAS Sarimukti. Kegiatan open dumping tersebut berpotensi menghasilkan lindi jika terkena air hujan. Lindi merupakan cairan yang terbentuk dari proses masuknya air eksternal (air hujan) ke dalam timbulan atau urugan sampah, melarutkan dan membilas materi terlarut seperti materi organik hasil proses dekomposisi biologis oleh mikroba dan juga materi anorganik seperti logam berat yang terlarut dan tersuspensi (Damanhuri, 2006). Lindi tersebut merupakan cairan berbau menyengat dan mengandung logam berat serta bahan yang beracun. Lindi yang memiliki kandungan logam berat berpotensi mencemari sumber air di sekitar kawasan TPAS Sarimukti karena cairan tersebut dapat menginfiltrasi permukaan tanah hingga lapisan tanah tertentu yang kedap air lalu mengalir menuju sumber air permukaan maupun air tanah yang berada di sekitarnya. Sumber air yang digunakan oleh masyarakat di desa sekitar TPAS Sarimukti sebagaian besar berasal dari air Sungai Cilimus dan Cipicung. Karena aliran sungai tersebut melalui TPAS Sarimukti, besar kemungkinan terjadi kontaminasi pada air sungai yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan lingkungan. Upaya untuk mengatasi dampak tersebut BPSR mendistribusikan air bersih dari sumber air Cikadu yang berada di sebelah utara TPAS Sarimukti dan berjarak > 2 km serta berlokasi lebih tinggi dari
  4. 4. 4 kawasan TPAS Sarimukti. Namun, debit air bersih yang didistribusikan oleh pihak pengelola tidak mencukupi semua kebutuhan maka masyarakat desa tersebut hanya memanfaatkannya untuk pemenuhan air minum dan tetap menggunakan air dari kedua aliran sungai untuk mandi, cuci, kakus (MCK). Kontaminasi yang terdapat di kedua sungai sebagai akibat adanya keberadaan TPAS Sarimukti yaitu berupa lindi. Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan oleh Garnasih (2009), air lindi yang diambil dari TPAS Sarimukti berpotensi bersifat genotoksik (mengandung bahan yang mampu merusak DNA dan mengubah genom). Genotoksik dapat pula mempengaruhi kondisi kesehatan secara fisik, kimia dan biologi (Ikehata et al., 2006). Kualitas air merupakan suatu kondisi air permukaan dan air tanah yang ditentukan berdasarkan parameter fisik, kimia dan biologinya. Berdasarkan peruntukannya kualitas tersebut dapat diidentifikasikan dengan melalui analisis laboratorium lalu disesuaikan berdasarkan baku mutu pemanfaatan air tersebut sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah mengenai pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air yaitu Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001. Kualitas air Sungai Cilimus yang terkontaminasi lindi dari kegiatan open dumping di TPAS Sarimukti dapat berimbas pula pada kondisi kesehatan masyarakat di sekitar kawasan TPAS. Masalah kesehatan yang muncul diperkirakan berasal dari kegiatan masyarakat dalam memanfaatkan air Sungai Cilimus dan Cipicung sebagai sumber air sehari-hari. Akumulasi logam berat berpotensi mempengaruhi kesehatan serta dapat tersimpan dalam jaringan
  5. 5. 5 manusia dalam waktu dan kadar tertentu. Logam berat seperti Pb, merupakan logam berat yang bersifat lethal (berbahaya) bagi manusia dan memiliki tingkat toksisitas yang tinggi seperti kadmium (Cd), merkuri (Hg) dan arsen (As) (Kumar et al., 2008). Berdasarkan data 10 besar penyakit dari Puskesmas Cipatat Kabupaten Bandung Barat pada akhir bulan Januari 2012, peningkatan beberapa penyakit seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) sebanyak 1120 kasus, diare sebanyak 383 kasus, dermatitis (penyakit kulit) sebanyak 210 kasus semenjak didirikannya TPAS Sarimukti. Peningkatan ISPA kemungkinan diakibatkan oleh bau lindi yang berasal dari sampah yang diangkut oleh kendaraan pengangkut sampah yang melalui pemukiman warga di sekitar TPAS Sarimukti selama 24 jam. Diare, penyakit kulit dan dermatitis kemungkinan dikarenakan oleh pemanfaatan air Sungai Cilimus dan Cipicung terutama kegiatan mandi, mencuci dan kakus. Derajat kesehatan seseorang ataupun kelompok dalam masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang diantaranya adalah perilaku, pelayanan kesehatan, hereditas (keturunan) dan lingkungan. Perilaku merupakan salah satu pengaruh yang dominan terhadap status kesehatan yang dimiliki oleh individu maupun kelompok. Pada hakikatnya, perilaku merupakan suatu aktivitas dari manusia itu sendiri, dalam hal ini suatu respons dan perangsangan terhadap masalah yang terjadi di sekitarnya. Perilaku kesehatan masyarakat di sekitar TPAS Sarimukti merupakan hubungan antara faktor perangsangan (stimulus) dan suatu respons yang muncul berkaitan dengan
  6. 6. 6 keberadaan TPAS Sarimukti yaitu perilaku kesehatan masyarakat yang berkaitan mengenai perubahan derajat kesehatan seiring dengan penurunan kualitas air sungai. Respons seseorang maupun kelompok terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, makanan, minuman, lingkungan serta pelayanan lingkungan merupakan dasar pembentukan dari perilaku kesehatan. Menurut Notoatmodjo (2003), perilaku kesehatan terdiri atas perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit, perilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan, perilaku terhadap makanan (dan atau minuman) dan perilaku terhadap lingkungan sehat. Perilaku kesehatan dapat dijelaskan pula sebagai suatu bentuk dari pengalaman dan interaksi seseorang ataupun kelompok masyarakat dengan lingkungannya yang secara khusus menyangkut pengetahuan dan sikap tentang kesehatan serta tindakannya yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit (Sarwono, 2007). Peningkatan beberapa gangguan penyakit yang timbul di Desa Sarimukti semenjak tahun 2006 kemungkinan dipengaruhi oleh pendirian TPAS Sarimukti dan terkontaminasi oleh masuknya lindi ke dalam air sungai yang berasal dari TPAS. Hal tersebut dimungkinkan untuk terbentuk suatu perilaku seseorang atau kelompok di Desa Sarimukti terhadap sakit dan penyakit serta beberapa perilaku kesehatan lainnya dengan adanya TPAS tersebut. Upaya untuk mengetahui perilaku kesehatan yang terbentuk dengan adanya TPAS tersebut dapat dilakukan suatu penelaahan berdasarkan ketiga domain pembentuk perilakunya yaitu domain kognitif (pengetahuan), domain
  7. 7. 7 afektif (sikap atau tanggapan) dan domain psikomotor (praktik atau tindakan). Langkah pertama adalah penelaahan secara umum tentang pengetahuan masyarakat mengenai penurunan kualitas air dengan keberadaan TPAS Sarimukti dan dampaknya yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan ataupun informasi yang diterima baik mengenai lingkungan sehat, sampah, pencemaran, dan beberapa bentuk dampak yang kemungkinan dihasilkan dari keberadaan TPAS. Informasi yang diterima oleh masyarakat mengenai TPAS, sampah dan upaya pengelolaan sampah skala RT serta minimasi sampah (Reduce, Reuse dan Recycle) secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi tindakan masyarakat untuk kesehatan. Langkah kedua, telaah dilakukan terhadap domain sikap masyarakat di sekitar TPAS Sarimukti terutama warga Desa Sarimukti terhadap lingkungan yang kemungkinan tercemar tersebut. Fokus telaah adalah responnya baik positif ataupun negatif dan tingkah laku masyarakat terhadap kondisi kesehatan lingkungan mereka serta upaya terhadap kualitas kesehatannya. Langkah ketiga adalah telaah terhadap domain praktik dengan mengidentifikasi upaya-upaya meminimasi masalah kesehatan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap kemungkinan munculnya dampak pencemaran lindi yang berasal dari TPAS Sarimukti. Pertanyaan utama adalah apakah timbulnya gangguan kesehatan yang dimungkinkan berasal dari lindi pada air Sungai Cilimus yang melalui TPAS Sarimukti dapat menghasilkan suatu respon dalam bentuk praktik atau tindakan oleh masyarakat secara langsung.
  8. 8. 8 Praktik atau tindakan masyarakat tersebut merupakan domain perilaku terakhir yang ditelaah. Berdasarkan uraian di atas, suatu penelitian mengenai kualitas air perlu dilakukan berkaitan dengan keberadaan TPAS Sarimukti yang mempengaruhi menurunnya derajat air sungai dan pembentukkan perilaku kesehatan masyarakat di sekitar TPAS Sarimukti terutama di Desa Sarimukti sebagaimana pemanfaatan masyarakat terhadap air Sungai Cilimus dan Cipicung yang kemungkinan besar telah mengalami kontaminasi tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memperoleh informasi dan data yang rasional, emipris dan juga sistematis mengenai perubahan kualitas air sungai termasuk kemungkinan peningkatan kadar logam berat Pb dengan menilai kualitas air sesuai peruntukannya berdasarkan baku mutu Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 dan hasil identifikasi terhadap perilaku kesehatan masyarakat berdasarkan domain perilakunya terutama pengetahuan, sikap dan praktik masyarakat di sekitar TPAS Sarimukti. Hasil dari penelitian ini akan memberikan informasi yang dapat mendeskripsikan secara spesifik mengenai kemungkinan perubahan kualitas air sungai dan perilaku kesehatan masyarakat berkaitan dengan keberadaan TPAS Sarimukti. B. Perumusan Masalah Air Sungai Cilimus dan Cipicung merupakan salah satu sumber air yang digunakan oleh warga Desa Sarimukti untuk memenuhi beberapa kegiatan yaitu mandi, cuci dan kakus selain dari air yang telah di distribusikan oleh pengelola TPAS Sarimukti untuk kebutuhan air minumnya. Potensi
  9. 9. 9 kontaminasi air sungai dengan keberadaan TPAS Sarimukti secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi kualitas air Sungai Cilimus dan Cipicung selain dipengaruhi bahan kontaminan yang berasal dari limbah domestik. Salah satu bahan kontaminan yang berbahaya yaitu logam berat dapat mengurangi kualitas air berkaitan pemanfaatannya bagi kebutuhan sehari-hari dan dampaknya bagi kesehatan (Fardiaz, 1992, Darmono, 2001 dan Sejati 2009). Sungai Cilimus dan Cipicung yang dimanfaatkan oleh warga Desa Sarimukti kemungkinan telah tercemar oleh lindi yang dihasilkan oleh keberadaan timbunan sampah di TPAS Sarimukti dan berpotensi menimbulkan masalah seperti penurunan kualitas air dan peningkatan kadar logam berat yang berbahaya terhadap kesehatan masyarakat di desa tersebut. Permasalahan kesehatan tersebut berpengaruh terhadap perilaku kesehatan masyarakat di sekitar TPAS Sarimukti terutama warga di Desa Sarimukti. Berdasarkan uraian tersebut di atas maka rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah kualitas air Sungai Cilimus berkaitan dengan keberadaan TPAS Sarimukti, Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat ? 2. Bagaimanakah perilaku kesehatan masyarakat berkaitan dengan keberadaan TPAS Sarimukti, Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat ?
  10. 10. 10 3. Bagaimanakah hubungan antara kualitas air sungai dan perilaku kesehatan masyarakat berkaitan dengan keberadaan TPAS Sarimukti, Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat ? C. Tujuan dan Manfaat Penelitian a) Tujuan Penelitian Tujuan penelitian adalah sebagai berikut: 1. Menganalisis kualitas air Sungai Cilimus berkaitan dengan keberadaan TPAS Sarimukti, Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. 2. Menganalisis perilaku kesehatan masyarakat berkaitan dengan keberadaan TPAS Sarimukti, Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. 3. Menganalisis hubungan antara kualitas air dan perilaku kesehatan masyarakat berkaitan dengan keberadaan TPAS Sarimukti, Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. b) Manfaat Penelitian Manfaat penelitian adalah sebagai berikut: 1. Memberikan informasi mengenai pengaruh kualitas air sungai dan perilaku kesehatan masyarakat dengan keberadaan TPAS Sarimukti di Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat agar masyarakat dapat melakukan upaya-upaya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatannya.
  11. 11. 11 2. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai rekomendasi terhadap Balai Pengelolaan Sampah Regional (BPSR) sebagai pengelola untuk dasar pengelolaan lingkungan di sekitar TPAS Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. D. Kerangka Pemikiran Kesejahteraan Manusia Pemanfaatan SDA Sumberdaya (SDA) Lingkungan Hidup Sampah Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung (Sampah RT, Pasar, dll) Balai Pengelolaan Sampah Regional (BPSR) (Pengelola Sampah Kota) TPPAS Regional Sarimukti (TPAS Sarimukti) Pengomposan Pengurugan (Landfill) Timbunan Sampah di TPAS Kolam Lindi (Leachate)Pengelolaan Sampah Organik Sampah Organik dan Sampah Anorganik Perembesan Pengelolaan Lindi Komposting Pemanfaatan Sampah (Pupuk & Soil Moisturizing) Sungai Cilimus Hasil Pengelolaan Lindi Perilaku Kesehatan Masyarakat Masyarakat (Desa Sarimukti) Kualitas Air Sungai (Bau, Warna, Rasa, TDS, BOD, COD, DO, pH, Pb, Total Coliform atau Fecal Coliform) Gambar 1. Diagram Alir Kerangka Pemikiran

×