ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT: “Idealisme, Materialisme,Eksistensialisme, Monisme, Dualisme, dan Pluralisme”BAB IPENDAHULUAN1. La...
C. TUJUANTujuan dari penyusunan makalah ini adalah:1. Untuk mengetahui pengertian dari aliran-aliran tersebut diatas2. Unt...
BAB IIPEMBAHASAN1. IDEALISMEDi dalam filsafat, idealisme adalah doktrin yang mengajarkan bahwa hakikat dunia fisik hanyada...
digunakannya bukan semata-mata peralatan jasmaniah yang mencakup hanya peralatan pancaindera, tetapi juga peralatan rohani...
monistik.Bagi seorang personalis, realitas dasar itu bukanlah pemikiran yang abstrak atau prosespemikiran yang khusus, aka...
Dalil Hegel yang kemudian terkenal berbunyi: “ Semua yang real bersifat rasional dan semuayang rasional bersifat real.” Ma...
b. DialektikaUntuk menjelaskan filsafatnya, Hegel menggunakan dialektika sebagai metode.Yang dimaksudoleh Hegel dengan dia...
pernyataan yang menyatakan bahwa pikiran ( roh, kesadaran, dan jiwa ) hanyalah materi yangsedang bergerak.Materi dan alam ...
Sebagian ahli lain mengatakan bahwa materialisme adalah kepercayaan bahwa yang adahanyalah materi dalam gerak. Juga dikata...
yang disebut dengan ke hidupan rohaniah. Ciri-ciri materialisme dialektik mempunyaiasas-asas, yaitu :Asas gerak;Asas salin...
arti katanya, yaitu filsafat yang menempatkan cara wujud manusia sebagai tema sentral.Sedangkan filsafat eksistensialisme ...
imitasi yang merupakan hasil persetujuan bersama yang palsu yang disebut konvensi atautradisi.Manusia berpura-pura, kebenc...
eksistensi orang sebagai pribadi. Ia mengharapkan agar kita perlu memahami agama Kristenyang otentik. Ia berpendapat bahwa...
Eksistensi etis. Setelah manusia menikmati fasilitas dunia, maka ia juga memperhatikan duniabatinnya. Untuk keseimbangan h...
iamengatakan bahwa manusia tidak mempunyai sandaran keagamaan atau tidak dapatmengendalikan pada kekuatan yang ada di luar...
kehendak. Posisi kebebasan itu tidak dapat tertumpu pada sesuatu yang lain, tetapi padakebebasan itu sendiri.Sartre mengak...
memang satu akan tetapi prinsip dasar tersebut bukanlah dari jenis benda alam seperti air.Karena menurutnya segala yang ta...
Lebih lanjut Plato mengakui adanya dua substansi yang masing-masing mandiri dan tidak salingbergantung yakni dunia yang da...
BAB IIIKESIMPULANidealisme adalah doktrin yang mengajarkan bahwa hakikat dunia fisik hanya dapat dipahamidalam kebergantun...
Monisme, Dualisme dan Pluralisme, yang pada intinya masing-masing aliran memilikiargumen yang rasional. Dari apa yang tela...
DAFTAR PUSTAKAAbdul Rozak, Isep Zainal Arifin, Filsafat Umum, Bandung: Gema Media Pusakatama, 2002.Praja, juhaya s. 2006.A...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah aliran filsafat idealisme materialisme pluralisme dualisme monisme eksistensialisme

19,634 views

Published on

dianto irawan i.dianto@yahoo.com makalah aliran filsafat idealisme materialisme pluralisme dualisme monisme eksistensialisme

2 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
19,634
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
28
Actions
Shares
0
Downloads
299
Comments
2
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah aliran filsafat idealisme materialisme pluralisme dualisme monisme eksistensialisme

  1. 1. ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT: “Idealisme, Materialisme,Eksistensialisme, Monisme, Dualisme, dan Pluralisme”BAB IPENDAHULUAN1. Latar BelakangPenjelasan mengenai makna kehidupan dan bagaimana seharusnya kita menjalaninyamerupakan masalah yang klasik, yang hingga sekarang susah untuk ditetapkan filsafat manayang paling benar yang seharusnya kita anut. Para filsuf tersebut menggunakan sudut pandangyang berbeda sehingga menghasilkan filsafat yang berbeda pula.Dari beberapa banyak aliranfilsafat, kami hanya membahas aliran filsafat idealisme, materialisme, eksistensialisme,monisme, dualisme dan pluralisme. Antara aliran atau paham yang satu dan yang lainnya adayang saling bertentangan dan ada pula yang memiliki konsep dasar sama. Akan tetapi meskipunbertentangan, bukanlah untuk saling dipertentangkan. Justru dengan banyaknya aliran ataupaham yang sudah diperkenalkan oleh tokoh-tokoh filsafat, kita dapat memilih cara yang pasdengan persoalan yang sedang kita hadapi.Memahami sistem filsafat sesungguhnya menelusuri dan mengkaji suatu pemikiranmendasar dan tertua yang mengawali kebudayaan manusia. Suatu sistim, filsafat berkembangberdasarkan ajaran seorang atau beberapa orang tokoh pemikir filsafat.Sistem filsafat sebagaisuatu masyarakat atau bangsa.Sistem filsafat amat ditentukan oleh potensi dan kondisimasyarakat atau bangsa itu, tegasnya oleh kerjasama faktor dalam dan faktor luar.Faktor-faktorini diantaranya yang utama ialah sikap dan pandangan hidup, citakarsa dan kondisi alamlingkungan. Apabila cita karsanya tinggi dan kuat tetapi kondisi alamnya tidak menunjang,maka bangsa itu tumbuhnya tidak subur (tidak jaya).Tujuan dari penulisan makalah ini sendiri,selain memenuhi kewajiban membuat tugas, adalah untuk memenuhi rasa ingin tahu danketerkaitan penulis terhadap bab aliran filsafat idealisme, materialisme, eksistensialisme,monisme, dualisme, dan pluralisme.B. RUMUSAN MASALAHBerdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat kami rumuskan masalah sebagai berikut :1. Apa pengertian dari idealisme, materialisme, eksistensialisme, monisme, dualisme, danpluralisme ?2. Siapa saja yang berperan dan paling berperan dalam aliran-aliran filsafat ?3. Apa saja pembagian jenis-jenis dari masing-masing aliran filsafat tersebut ?
  2. 2. C. TUJUANTujuan dari penyusunan makalah ini adalah:1. Untuk mengetahui pengertian dari aliran-aliran tersebut diatas2. Untuk mengetahui tokoh-tokoh yang berperan dalam aliran- aliran dalam filsafat tersebutdiatas.
  3. 3. BAB IIPEMBAHASAN1. IDEALISMEDi dalam filsafat, idealisme adalah doktrin yang mengajarkan bahwa hakikat dunia fisik hanyadapat dipahami dalam kebergantungannya pada jiwa (mind) dan roh (spirit).Istilah ini diambildari kata “idea”, yaitu sesuatu yang hadir dalam jiwa.Kata idealisme dalam filsafat mempunyaiarti yang sangat berbeda dari arti yang biasa dipakai dalam bahasa sehari-hari. Kata idealis itudapat mengandung beberapa pengertian, antara lain:Seorang yang menerima ukuran moral yangtinggi, estetika, dan agama serta menghayatinya;Orang yang dapat melukiskan danmenganjurkan suatu rencana atau program yang belum ada.Arti falsafi dari kata idealisme ditentukan lebih banyak oleh arti dari kata ide daripada kataideal. W.E. Hocking, seorang idealis mengatakan bahwa kata idea-ism lebih tepat digunakandaripada idealism.Secara ringkas idealisme mengatakan bahwa realitas terdiri dari ide-ide,pikiran-pikiran, akal (mind) atau jiwa (self) dan bukan benda material dan kekuatan. Idealismemenekankan mind sebagai hal yang lebih dahulu (primer) daripada materi.Alam, bagi orang idealis, mempunyai arti dan maksud, yang diantara aspek-aspeknya adalahperkembangan manusia. Oleh karena itulah seorang idealis akan berpendapat bahwa, terdapatsuatu harmoni yang dalam arti manusia dengan alam. Apa yang “tertinggi dalam jiwa” jugamerupakan “yang terdalam dalam alam”. Manusia merasa ada rumahnya dengan alam; iabukanlah orang atau makhluk ciptaan nasib, oleh karena alam ini suatu sistem yang logis danspiritual; dan hal ini tercermin dalam usaha manusia untuk mencari kehidupan yang lebih baik.Jiwa (self) bukannya satuan yang terasing atau tidak rill, jiwa adalah bagian yang sebenarnyadari proses alam. Proses ini dalam tingkat yang tinggi menunjukkan dirinya sebagai aktivis, akal,jiwa, atau perorangan. Manusia sebagai satuan bagian dari alam menunjukkan struktur alamdalam kehidupan sendiri.Pokok utama yang diajukan oleh idealisme adalah jiwa mempunyai kedudukan yang utamadalam alam semesta.Sebenarnya, idealisme tidak mengingkari materi.Namun, materi adalahsuatu gagasan yang tidak jelas dan bukan hakikat.Sebab, seseorangakanmemikirkan materidalam hakikatnya yang terdalam, dia harus memikirkan roh atau akal.Jika seseorang inginmengetahui apakah sesungguhnya materi itu, dia harus meneliti apakah pikiran itu, apakah nilaiitu, dan apakah akal budi itu, bukannya apakah materi itu.Paham ini beranggapan bahwa jiwa adalah kenyataan yang sebenarnya.Manusia ada karena adaunsur yang tidak terlihat yang mengandung sikap dan tindakan manusia.Manusia lebihdipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian.Untuk menjadi manusia maka peralatan yang
  4. 4. digunakannya bukan semata-mata peralatan jasmaniah yang mencakup hanya peralatan pancaindera, tetapi juga peralatan rohaniah yang mencakup akal dan budi.Justru akal dan budilah yangmenentukan kualitas manusia.a. Jenis-Jenis IdealismeSejarah idealisme cukup berliku-liku dan meluas karena mencakup berbagai teori yang berlainanwalaupun berkaitan. Ada beberapa jenis idealisme: yaitu idealisme subjektif, idealisme objektif,dan idealisme personal.1. Idealisme SubjektifIdealisme subjektif adalah filsafat yang berpandangan idealis dan bertitik tolak pada idemanusia atau ide sendiri.Alam dan masyarakat ini tercipta dari ide manusia. Segala sesuatu yangtimbul dan terjadi di alam atau di masyarakat adalah hasil atau karena ciptaan ide manusia atauidenya sendiri, atau dengan kata lain alam dan masyarakat hanyalah sebuah ide/fikiran daridirinya sendiri atau ide manusia.Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah seorang dari inggris yang bernama GeorgeBerkeley (1684-1753 M). Menurut Berkeley, segala sesuatu yang tertangkap olehsensasi/perasaan kita itu bukanlah materi yang real dan ada secara objektif.2. Idealisme ObjektifIdealisme Objektif adalah idealisme yang bertitik tolak pada ide di luar ide manusia. Idealismeobjektif ini dikatakan bahwa akal menemukan apa yang sudah terdapat dalam susunan alam.Menurut idealisme objektif segala sesuatu baik dalam alam atau masyarakat adalah hasil dariciptaan ide universil.Pandangan filsafat seperti ini pada dasarnya mengakui sesuatu yang bukanmateri, yang ada secara abadi di luar manusia, sesuatu yang bukan materi itu ada sebelum duniaalam semesta ini ada, termasuk manusia dan segala pikiran dan perasaannya.Filsuf idealis yang pertama kali dikenal adalah Plato.Ia membagi dunia dalam dua bagian.Pertama, dunia persepsi, dunia yang konkret ini adalah temporal dan rusak; bukan dunia yangsesungguhnya, melainkan bayangan alias penampakan saja.Kedua, terdapat alam di atas alambenda, yakni alam konsep, idea, universal atau esensi yang abadi.3. Idealisme Personal (personalisme)Idealisme personal yaitu nilai-nilai perjuangannya untuk menyempurnakandirinya.Personalisme muncul sebagai protes terhadap materialisme mekanik dan idealisme
  5. 5. monistik.Bagi seorang personalis, realitas dasar itu bukanlah pemikiran yang abstrak atau prosespemikiran yang khusus, akan tetapi seseorang, suatu jiwa atau seorang pemikir.b. Tokoh-Tokoh Idealisme1. J.G. Fichte (1762-1814 M)Johan Gottlieb Fichte adalah filosof Jerman.Ia belajar teologi di Jena pada tahun 1780-1788.Filsafat menurut Fichte haruslah dideduksi dari satu prinsip.Ini sudah mencukupi untukmemenuhi tuntutan pemikiran, moral, bahkan seluruh kebutuhan manusia.Prinsip yang dimaksudada di dalam etika.Bukan teori, melainkan prakteklah yang menjadi pusat yang disekitarnyakehidupan diatur.Unsur esensial dalam pengalaman adalah tindakan, bukan fakta.Menurut pendapatnya subjek “menciptakan” objek.Kenyataan pertama ialah “saya yang sedangberpikir”, subjek menempatkan diri sebagai tesis.Tetapi subjek memerlukan objek, seperti tangankanan mengandaikan tangan kiri, dan ini merupakan antitesis.Subjek dan objek yang dilihatdalam kesatuan disebut sintesis. Segala sesuatu yang ada berasal dari tindak perbuatan sang Aku.2. G.W.F Hegel (1798-1857 M)Hegel lahir di Stuttgart, Jerman pada tanggal 17 Agustus 1770. Ayahnya adalah seorangpegawai rendah bernama George Ludwig Hegel dan ibunya yang tidak terkenal itu bernamaMaria Magdalena. Pada usia 7 tahun ia memasuki sekolah latin, kemudian gymnasium. Hegelmuda ini tergolong anak telmi alias telat mikir! Pada usia 18 tahun ia memasuki UniversitasTubingen. Setelah menyelesaikan kuliah, ia menjadi seorang tutor, selain mengajar di Yena.Pada usia 41 tahun ia menikah dengan Marie Von Tucher. Karirnya selain menjadi direktursekolah menengah, juga pernah menjadi redaktur surat kabar. Ia diangkat menjadi guru besar diHeidelberg dan kemudian pindah ke Berlin hingga ia menjadi Rektor Universitas Berlin (1830).Pokok-Pokok Pikiran (Filsafat) HegelTema fisafat Hegel adalah Ide Mutlak. Oleh karena itu, semua pemikirannya tidak terlepas dariide mutlak, baik berkenaan dari sistemnya, proses dialektiknya, maupun titik awal dan titik akhirkefilsafatannya. Oleh karena itu pulalah filsafatnya disebut filsafat idealis, suatu filsafat yangmenetapkan wujud yang pertama adalah ide (jiwa).a. Rasio, ide, dan rohHegel sangat mementingkan rasio, tentu saja karena ia seorang idealis. Yang dimaksud olehnyabukan saja rasio pada manusia perseorangan, tetapi rasio pada subjek absolut karena Hegel jugamenerima prinsip idealistik bahwa realitas seluruhnya harus disetarafkan dengan suatu subjek.
  6. 6. Dalil Hegel yang kemudian terkenal berbunyi: “ Semua yang real bersifat rasional dan semuayang rasional bersifat real.” Maksudnya, luasnya rasio sama dengan luasnya realitas. Realitasseluruhnya adalah proses pemikiran (idea, menurut istilah Hegel) yang memikirkan dirinyasendiri. Atau dengan perkataan lain, realitas seluruhnya adalah Roh yang lambat laun menjadisadar akan dirinya. Dengan mementingkan rasio, Hegel sengaja beraksi terhadap kecenderunganintelektual ketika itu yang mencurigai rasio sambil mengutamakan perasaan.Pusat fisafat Hegel ialah konsep Geist (roh,spirit), suatu istilah yang diilhami oleh agamanya.Istilah ini agak sulit dipahami.Roh dalam pandangan Hegel adalah sesuatu yang real, kongkret,kekuatan yang objektif, menjelma dalam berbagai bentuk sebagai world of spirit (dunia roh),yang menempatkan ke dalam objek-objek khusus.Di dalam kesadaran diri, roh itu merupakanesensi manusia dan juga esensi sejarah manusia.Demi alam kembalilah idea atau roh kepada diri sendiri.Dalam fase ini, mula-mula rohitu merupakan roh subjektif, kemudian roh objektif, dan akhirnya roh mutlak.Sebagai roh subjektif, roh itu mengenal dirinya dan merupakan tiga tingkatan:antropologi, fenomologi, dan psikologi. Dalam antropologi, kenalah roh itu akan dirinya dalampenjelmaan pada alam. Dalam fenomenologi, kenalah dia akan dirinya dalam perbedaannyadengan alam. Adapun pada psikologi, roh mengenal dirinya dalam kemerdekaan terhadap alam,mula-mula teoritis, kemudian praktis dan akhirnya merdekalah roh itu.Maka meningkatlah kepada roh objektif.Roh objektif ini roh mutlak yang menjelma padabentuk-bentuk kemasyarakatan manusia, hak dan hukum kesusilaan dan kebajikan.Dalam hakdan hukum terdapat penjelmaan roh merdeka itu pada hukum-hukum umum.Di samping ituadalah kesusilaan yang merupakan kebatinan.Pada sintesis keduanya itu terlahirlah kebajikan.Sampailah sekarang kepada roh mutlak.Roh mutlak itu ialah idea yang mengenal dirinya dengansempurna itu merupakan sintesis dari roh subjektif dan objektif.Tak ada lagi, pertentangan antarasubjek dan objek antara berpikir dan ada.Oleh karena roh mutlak ini sebenarnya gerak juga, maka dia menunjukkan perkembangan juga:seni (tesis), agama (antitesis) dan kemudian filsafat (sintesis). Seni itu memperlihatkan ideadalam pandangan indera terhadap dunia, objeknya masih di luar subjek.Adapun agama tidak lagimempunyai subjek di luar objek, melainkan di dalamnya.Tetapi segala pengertian dan gambaranagama itu dianggap ada.Filsafat akhirnya merupakan sintesis dari seni dan agama merupakanpaduan yang lebih tinggi.Di sinilah idea mengenal dirinya dengan sempurna.Dalam sejarahfilsafat ternyata benar gerak idea itu, yaitu tesis, antitesis, dan akhirnya sintesis. Misalnya:Parmenides (tesis), Heraklitos (antitesis), dan Plato (sintesis).
  7. 7. b. DialektikaUntuk menjelaskan filsafatnya, Hegel menggunakan dialektika sebagai metode.Yang dimaksudoleh Hegel dengan dialektika adalah mendamaikan, mengompromikan hal-hal yang berlawanan.Proses dialektika selalu terdiri atas tiga fase. Fase pertama (tesis) dihadapi antitesis (fasekedua), dan akhirnya timbul fase ketiga (sintesis).Dalam sintesis itu, tesis dan antitesismenghilang.Dapat juga tidak menghilang, dia masih ada, tetapi sudah diangkat pada tingkat yanglebih tinggi. Proses ini berlangsung terus. Sintesis segera menjadi tesis baru, dihadapi olehantitesis baru, dan menghasilkan sintesis baru lagi, dan seterusnya.Tesis adalah pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen yang dikemukakan, laluantitesis adalah pengungkapan gagasan yang bertentangan.Sedangkan sintetis adalah paduan(campuran) berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras.Contoh tesis, antitesis, dan sintesis.1. Yang “ada” (being) merupakan tesis kemudian berkontraksi dengan “tak ada” (not being)sebagai antitesis, kemudian menghasilkan menjadi (becoming) sebagai sintesis.2. Dalam keluarga, suami-istri adalah dua makhluk berlainan yang dapat berupa tesis danantitesis. Anak dapat merupakan sintesis yang mendamaikan tesis dan antitesis.3. Mengenai bentuk NegaraTesis : Negara diktator. Di Negara ini hidup kemasyarakatan diatur dengan baik, tetapipara warganya tidak mempunyai kebebasan apapun juga.Antitesis : Negara anarki. Dalam Negara anarki para warganya mempunyai kebebasantanpa batas, tetapi hidup kemasyarakatan menjadi kacau.Sintesis : Negara konstitusional. Sintesis ini mendamaikan antara pemerintahan diktatordengan anarki menjadi demokrasi.2. MATERIALISMEMaterialisme adalah asal atau hakikat dari segala sesuatu, dimana asal atau hakikat dari segalasesuatu ialah materi.Karena itu materialisme mempersoalkan metafisika, namun metafisikanyaadalah metafisika materialisme.Materialisme adalah merupakan istilah dalam filsafat ontology yang menekankan keunggulanfaktor-faktor material atas spiritual dalam metafisika, teori nilai, fisiologi, efistemologi, ataupenjelasan historis.Maksudnya, suatu keyakinan bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu selainmateri yang sedang bergerak. Pada sisi ekstrem yang lain, materialisme adalah sebuah
  8. 8. pernyataan yang menyatakan bahwa pikiran ( roh, kesadaran, dan jiwa ) hanyalah materi yangsedang bergerak.Materi dan alam semesta sama sekali tidak memiliki karakteristik-karakteristik pikiran dan tidakada entitas-entitas nonmaterial. Realitas satu-satunya adalah materi.Setiap perubahan bersebabmateri atau natura dan dunia fisik. Beberapa tokoh pemikir materialisme, antara lain :a. Karl Marx (1818-1883)Marx lahir di Trier Jerman pada tahun 1818.ayahnya merupakan seorang Yahudi dan pengacarayang cukup berada, dan ia masuk Protestan ketika Marx berusia enam tahun. Setelah dewasaMarx melanjutkan studinya ke universitas di Bonn, kemudian Berlin.Ia memperoleh gelar doktordengan desertasinya tentang filsafat Epicurus dan Demoktirus. Kemudian, ia pun menjadipengikut Hegelian sayap kiri dan pengikut Feurbach. Dalam usia dua puluh empat tahun, Marxmenjadi redaktur Koran Rheinich Zeitung yang dibrendel pemerintahannya karena dianggaprevolusioner.Setelah ia menikah dengan Jenny Von Westphalen (1843) ia pergi ke Paris dan disinilah iabertemu dengan F.Engels dan bersahabat dengannya. Tahun 1847, Marx dan Engels bergabungdengan Liga Komunis, dan atas permintaan liga komunis inilah, mereka mencetuskan ManifestoKomunis (1848).Dasar filsafat Marx adalah bahwa setiap zaman, system produksi merupakan hal yangfundamental.Yang menjadi persoalan bukan cita-xita politik atau teologi yang berlebihan,melainkan suatu system produksi.Sejarah merupakan suatu perjuangan kelas, perjuangan kelasyang tertindas melawan kelas yang berkuasa.Pada waktu itu Eropa disebut kelas borjuis.Padapuncaknya dari sejarah ialah suatu masyarakat yang tidak berkelas, yang menurut Marx adalahmasyarakat komunis.b. Thomas Hobbes (1588-1679 M)Menurut Thomas Hobbes materialisme menyangkal adanya jiwa atau roh karena keduanyahanyalah pancaran dari materi.Dapat dikatakan juga bahwa materialisme menyangkal adanyaruang mutlak lepas dari barang-barang material.c. Hornby (1974)Menurut Hornby materialisme adalah theory, belief, that only material thing exist (teori ataukepercayaan bahwa yang ada hanyalah benda-benda material saja).
  9. 9. Sebagian ahli lain mengatakan bahwa materialisme adalah kepercayaan bahwa yang adahanyalah materi dalam gerak. Juga dikatakan kepercayaan bahwa pikiran memang ada, tetapiadanya pikiran disebabkan perubahan-perubahan materi.Materialisme juga berarti bahwa materidan alam semesta tidak memiliki karakteristik pikiran, seperti tujuan, kesadaran, niat, tujuan,makna, arah, kecerdasan, kemauan atau upaya.Jadi, materialisme tidak mengakui adanya entitasnonmaterial, seperti roh, hantu, malaikat.Materialisme juga tidak mempercayai adanya Tuhanatau alam supranatural.Oleh sebab itu, penganut aturan ini menganggap bahwa satu-satunyarealitas yang ada hanyalah materi.Segala perubahan yang tercipta pada dasarnya berkausamaterial.Pada ekselasi material menjadi suatu keniscayaan pada being of phenomena.Padaakhirnya dinyatakan bahwa materi dan segala perubahannya bersifat abadi.d. Van Der Welj (2000)Van Der Welj mengatakan bahwa materialisme dengan menyatakan bahwa materialisme initerdiri atas suatu aglomerasi atom-atom yang dikuasai aleh hukum-hukum fisika-kimiawi.Bahkan, terbentuknya manusia sangat dimungkinkan berasal dari himpunan atom-atomtertinggi.Apa yang dikatakan kesadaran, jiwa, atau roh sebenarnya hanya setumpuk fungsikegiatan dari otakyang bersifat sangat organik-materialistis.Macam-Macam Materialisme :1. Materialisme rasionalistik. Materialisme rasionalistik menyatakan bahwa seluruh realitasdapat dimengeti seluruhnya berdasarkan ukuran dan bilangan (jumlah);2. Materialisme mitis atau biologis. Materialisme mitis atau biologis ini menyatakan bahwaperistiwa-peristiwa material terdapat misteri yang mengungguli manusia. Misteri itu tidakberkaitan dengan prinsip immaterial.3. Materialisme parsial Materialisme parsial ini menyatakan bahwa pada sesuatu yangmaterial tidak tedapat karakteristik khusus unsur immaterial atau formal;4. Materialisme antropologis. Materialisme antropologis ini menyatakan bahwa jiwa itutidak ada karena yang dinamakan jiwa pada dasarnya hanyalah materi atau perubahan-perubahan fisik-kimiawi materi;5. Materialisme dialektik. Materialisme dialektik ini menyatakan bahwa realitas seluruhnyaterdiri dari materi. Berarti bahwa tiap-tiap benda atau atau kejadian dapat dijabarkankepada materi atau salah satu proses material. Salah satu prinsif di materialisme dialektikadalah bahwa perubahan dalam kuantitas. Oleh karena itu, perubahan dalam materi dapatmenimbulkan perubahan dalam kehidupan, atau dengan kata lain kehidupan berasal darimateri yang mati. Semua makhluk hidup termasuk manusia berasal dari materi yang mati,dengan proses perkembangan yang terus-menerus ia menjadi materi yang memilikikehidupan. Oleh karena itu kalau manusia mati, ia akan kembali kepada materi, tidak ada
  10. 10. yang disebut dengan ke hidupan rohaniah. Ciri-ciri materialisme dialektik mempunyaiasas-asas, yaitu :Asas gerak;Asas saling berhubungan;Asas perubahan dari kuantitaif menjadi kualitatif;Asas kontradiksi intern.1. Materialisme historis. Materialisme histories ini menyatakan bahwa hakikat sejarahterjadi karena proses-proses ekonomis. Materialisme dialektik dan materialisme historiessecar bersamaan menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa yang menyangkut sejarah rohanidan perkembangan manusia hanya merupakan dampak dan refleksi-refleksi aktivitasekonomis manusia. Materialisme historis ini berdasarkan dialektik, maka semua asasmaterialisme dialektik berlaku sepenuhnya dalam materialisme histories.2. Materialisme sebagai teori menyangkal realitas yang bersifat ruhaniah, sedangkanmaterialisme metode mencoba membuat abstraksi hal-hal yang bersifat imaterial.3. EKSISTENSIALISMEDefinisi eksistensialisme tidak mudah dirumuskan, bahkan kaum eksistensialis sendiri tidaksepakat mengenai rumusan apa sebenarnya eksistensialisme itu. Sekalipun demikian, ada sesuatuyang disepakati, baik filsafat eksistensi maupun filsafat eksistensialisme sama-samamenempatkan cara wujud manusia sebagai tema sentral Namun tidak ada salahnya, untukmemberikan sedikit gambaran tentang eksistensialisme ini, berikut akan dipaparkanpengertiannya.Kata dasar eksistensi (existency) adalah exist yang berasal dari bahasa Latin ex yang berartikeluar dan sistere yang berarti berdiri. Jadi, eksistensi adalah berdiri dengan keluar dari dirisendiri. Artinya dengan keluar dari dirinya sendiri, manusia sadar tentang dirinya sendiri; iaberdiri sebagai aku atau pribadi. Pikiran semacam ini dalam bahasa Jerman disebut dasein (daartinya di sana, sein artinya berada).Dari uraian di atas dapat diambil pengertian bahwa cara berada manusia itu menunjukkan bahwaia merupakan kesatuan dengan alam jasmani, ia satu susunan dengan alam jasmani, manusiaselalu mengkonstruksi dirinya, jadi ia tidak pernah selesai. Dengan demikian, manusia selaludalam keadaan membelum; ia selalu sedang ini atau sedang itu.Untuk lebih memberikan kejelasan tentang filsafat eksistensialisme ini, perlu kiranya dibedakandengan filsafat eksistensi. Yang dimaksud dengan filsafat eksistensi adalah benar-benar seperti
  11. 11. arti katanya, yaitu filsafat yang menempatkan cara wujud manusia sebagai tema sentral.Sedangkan filsafat eksistensialisme adalah aliran filsafat yang menyatakan bahwa cara beradamanusia dan benda lain tidaklah sama. Manusia berada di dunia; sapi dan pohon juga. Akantetapi cara beradanya tidak sama. Manusia berada di dalam dunia; ia mengalami beradanya didunia itu; manusia menyadari dirinya berada di dunia. Manusia menghadapi dunia, menghadapidengan mengerti yang dihadapinya itu. Manusia mengerti guna pohon, batu dan salah satu diantaranya ialah ia mengerti bahwa hidupnya mempunyai arti. Artinya bahwa manusia sebagaisubyek.Subyek artinya yang menyadari, yang sadar.Barang-barang yang disadarinya disebutobyek.a.Latar Belakang Lahirnya EksistensialismeFilsafat eksistensialisme adalah salah satu aliran filsafat yang mengguncangkan dunia walaupunfilsafat ini tidak luar biasa dan akar-akarnya ternyata tidak dapat bertahan dari berbagai kritik.Filsafat selalu lahir dari suatu krisis.Krisis berarti penentuan. Bila terjadi krisis, orang biasanyameninjau kembali pokok pangkal yang lama dan mencoba apakah ia dapat tahan uji. Dengandemikian filsafat adalah perjalanan dari satu krisis ke krisis yang lain. Begitu juga filsafateksistensialisme lahir dari berbagai krisis atau merupakan reaksi atas aliran filsafat yang telahada sebelumnya atau situasi dan kondisi dunia, yaitu:1. MaterialismeMenurut pandangan materialisme, manusia itu pada akhirnya adalah benda seperti halnya kayudan batu. Memang orang materialis tidak mengatakan bahwa manusia sama dengan benda, akantetapi mereka mengatakan bahwa pada akhirnya, jadi pada prinsipnya, pada dasarnya, padainstansi yang terakhir manusia hanyalah sesuatu yang material; dengan kata lain materi; betul-betul materi. Menurut bentuknya memang manusia lebih unggul ketimbang sapi tapi padaeksistensinya manusia sama saja dengan sapi.2. IdealismeAliran ini memandang manusia hanya sebagai subyek, hanya sebagai kesadaran; menempatkanaspek berpikir dan kesadaran secara berlebihan sehingga menjadi seluruh manusia, bahkandilebih-lebihkan lagi sampai menjadi tidak ada barang lain selain pikiran.3. Situasi dan Kondisi DuniaMunculnya eksistensialisme didorong juga oleh situasi dan kondisi di dunia Eropa Barat yangsecara umum dapat dikatakan bahwa pada waktu itu keadaan dunia tidak menentu.Tingkah lakumanusia telah menimbulkan rasa muak atau mual.Penampilan manusia penuh rahasia, penuh
  12. 12. imitasi yang merupakan hasil persetujuan bersama yang palsu yang disebut konvensi atautradisi.Manusia berpura-pura, kebencian merajalela, nilai sedang mengalami krisis, bahkanmanusianya sendiri sedang mengalami krisis. Sementara itu agama di sana dan di tempat laindianggap tidak mampu memberikan makna pada kehidupan.b. Tokoh-tokoh Eksistensialisme dan AjarannyaTokoh-tokoh eksistensialisme ini cukup banyak, di antaranya: Kierkegaard, Friedrich Nietzsche,Karl Jaspers, Martin Heidegger, Gabriel Marcel, dan Sartre. Namun dalam makalah ini penulismembatasi pada dua tokoh ini yang dipandang mewakili tokoh-tokoh lainnya, yaitu Soren AabyeKierkegaard dan Jean Paul Sartre.1. Soren Aabye KierkegaardSoren Aabye Kierkegaard (1813-1855) lahir di Kopenhagen, Denmark.Ia lahir ketika ayahnyaberumur 56 tahun dan ibunya 44 tahun. Ia mulai belajar teologi di Universitas Kopenhagen. Iamenentang keras pemikiran Hegel yang mendominasi di Universitas tersebut. Dalam kurunwaktu ini ia apatis terhadap agama, ingin hidup bebas dari lingkungan aturan agama. Setelahmengalami masa krisis religius, ia kembali menekuni ilmu pengetahuan dan menjadi PastorLutheran.Pada tahun 1841 ia mempublikasikan buku pertamanya (disertasi MA) Om Begrebet Ironi (TheConcept of Irony). Karya ini sangat orisinal dan memperlihatkan kecemerlangan pemikirannya.Iamengecam keras asumsi-asumsi pemikiran Hegel yang bersifat umum. Karya agungnya terjelmadalam Afsluttende Uvidenskabelig Efterskriff (Consluding Unscientific Postcript) tahun 1846,mengungkapkan ajaran-ajarannya yang bermuara pada kebenaran subyek.Karya-karya lainnyaadalah Enten Eller (1843) dan Philosophiske Smuler (1844). Sedangkan buku-buku yang bernadakristiani adalah Kjerlighedens Gjerninger (Work of Love) 1847, Christelige Taler (ChristianDiscourses) 1948, dan Sygdomen Til Doden (The Sickness into Death) tahun 1948).Ide-ide pokok Soren Aabye Kierkegaard adalah sebagai berikut:a. Tentang Manusia.Kierkegaard menekankan posisi penting dalam diri seseorang yang “bereksistensi” bersamadengan analisisnya tentang segi-segi kesadaran religius seperti iman, pilihan, keputusasaan, danketakutan.Pandangan ini berpengaruh luas sesudah tahun 1918, terutama di Jerman.Iamempengaruhi sejumlah ahli teologi protestan dan filsuf-filsuf eksistensial termasuk Barh,Heidegger, Jaspers, Marcel, dan Buber.Alur pemikiran Kierkegaard mengajukan persoalan pokok dalam hidup; apakah artinya menjadiseorang Kristiani? Dengan tidak memperlihatkan “wujud” secara umum, ia memperhatikan
  13. 13. eksistensi orang sebagai pribadi. Ia mengharapkan agar kita perlu memahami agama Kristenyang otentik. Ia berpendapat bahwa musuh bagi agama Kristiani ada dua, yaitu filsafat Hegelyang berpengaruh pada saat itu. Baginya, pemikiran abstrak, baik dalam bentuk filsafatDescartes atau Hegel akan menghilangkan personalitas manusia dan membawa kita kepadakedangkalan makna kehidupan. Dan yang kedua adalah konvensi, khususnya adat kebiasaanjemaat gereja yang tidak berpikir secara mendalam, tidak menghayati agamanya, yang akhirnyaia memiliki agama yang kosong dan tak mengerti apa artinya menjadi seorang kristiani.Kierkegaard bertolak belakang dengan Hegel. Keberatan utama yang diajukannya adalah karenaHegel meremehkan eksistensi yang kongkrit, karena ia (Hegel) mengutamakan idea yangsifatnya umum. Menurut Kierkegaard manusia tidak pernah hidup sebagai sesuatu “aku umum”,tetapi sebagai “aku individual” yang sama sekali unik dan tidak dapat dijabarkan ke dalamsesuatu yang lain. Kierkegaard sangat tidak suka pada usaha-usaha untuk menjadikan agamaKristen sebagai agama yang masuk akal (reasonable) dan tidak menyukai pembelaan terhadapagama Kristiani yang menggunakan alasan-alasan obyektif.Penekanan Kierkegaard terhadap dunia Kristiani, khususnya gereja-gerejanya, pendeta-pendetanya, dan ritus-ritus (ibadat-ibadat)nya sangat mistis. dia tidak menerima faktor perantaraseperti pendeta, sakramen, gereja yang menjadi penengah antara seorang yang percaya danTuhan Yang Maha Kuasa.b. Pandangan tentang EksistensiKierkegaard mengawali pemikirannya bidang eksistensi dengan mengajukan pernyataan ini; bagimanusia, yang terpenting dan utama adalah keadaan dirinya atau eksistensi dirinya.Eksistensimanusia bukanlah statis tetapi senantiasa menjadi, artinya manusia itu selalu bergerak darikemungkinan kenyataan. Proses ini berubah, bila kini sebagai sesuatu yang mungkin, makabesok akan berubah menjadi kenyataan. Karena manusia itu memiliki kebebasan, maka gerakperkembangan ini semuanya berdasarkan pada manusia itu sendiri.Eksistensi manusia justruterjadi dalam kebebassannya.Kebebasan itu muncul dalam aneka perbuatan manusia.Baginyabereksistensi berarti berani mengambil keputusan yang menentukan bagihidupnya.Konsekuensinya, jika kita tidak berani mengambil keputusan dan tidak berani berbuat,maka kita tidak bereksistensi dalam arti sebenarnya.Kierkegaard membedakan tiga bentukeksistensi, yaitu estetis, etis, dan rligius.Eksistensi estetis menyangkut kesenian, keindahan.Manusia hidup dalam lingkungan danmasyarakat, karena itu fasilitas yang dimiliki dunia dapat dinikmati manusia sepuasnya.Di sinieksistensi estetis hanya bergelut terhadap hal-hal yang dapat mendatangkan kenikmatanpengalaman emosi dan nafsu. Eksistensi ini tidak mengenal ukuran norma, tidak adanyakeyakinan akan iman yang menentukan.
  14. 14. Eksistensi etis. Setelah manusia menikmati fasilitas dunia, maka ia juga memperhatikan duniabatinnya. Untuk keseimbangan hidup, manusia tidak hanya condong pada hal-hal yang konkritsaja tapi harus memperhatikan situasi batinnya yang sesuai dengan norma-norma umum.Sebagaicontoh untuk menyalurkan dorongan seksual (estetis) dilakukan melalui jalur perkawinan (etis).· Eksistensi religius. Bentuk ini tidak lagi membicarakan hal-hal konkrit, tetapi sudah menembusinti yang paling dalam dari manusia.Ia bergerak kepada yang absolut, yaitu Tuhan. Semua yangmenyangkut Tuhan tidak masuk akal manusia.Perpindahan pemikiran logis manusia ke bentukreligius hanya dapat dijembatani lewat iman religius.2. Jean Paul SartreJean Paul Sartre (1905-1980) lahir tanggal 21 Juni 1905 di Paris.Ia berasal dari keluargaCendikiawan. Ayahnya seorang Perwira Besar Angkatan Laut Prancis dan ibunya anak seorangguru besar yang mengajar bahasa modern di Universitas Sorbone. Ketika ia masih kecil ayahnyameninggal, terpaksa ia diasuh oleh ibunya dan dibesarkan oleh kakeknya. Di bawah pengaruhkakeknya ini, Sartre dididik secara mendalam untuk menekuni dunia ilmu pengetahuan danbakat-bakatnya dikembangkan secara maksimal. Pengalaman masa kecil ini memberi ia banyakinspirasi. Diantaranya buku Les Most (kata-kata) berisi nada negatif terhadap hidup masa kanak-kanaknya.Meski Sartre berasal dari keluarga Kristen protestan dan ia sendiri dibaptiskan menjadi katolik,namun dalam perkembangan pemikirannya ia justru tidak menganut agama apapun. Ia atheis. Iamemngaku sama sekali tidak percaya lagi akan adanya Tuhan dan sikap ini muncul semenjak iaberusia 12 tahun. Bagi dia, dunia sastra adalah agama baru, karena itu ia menginginkan untukmenghabiskan hidupnya sebagai pengarang.Sartre tidak pernah kawin secara resmi, ia hidup bersama Simone de Beauvoir tanpa nikah.Mereka menolak menikah karena bagi mereka pernikahan itu dianggap suatu lembaga borjuissaja. Dalam perkembangan pemikirannya, ia berhaluan kiri. Sasaran kritiknya adalah kaumkapitalis dan tradisi masyarakat pada masa itu.Ia juga mengeritik idealisme dan para pemikiryang memuja idealisme.Pada tahun 1931 ia mengajar sebagai guru filsafat di Laon dan Paris. Pada periode ini ia bertemudengan Husserl. Semenjak pertemuan itu ia mendalami fenomenologi dalam mengungkapkanfilsafat eksistensialisme-nya. Ia menjadi mashur melalui karya-karya novel dan tulisandramanya. Dalam bidang filsafat, karyanya yang sangat terkenal adalah Being and notthingness,buku ini membicarakan tentang alam dan bentuk eksistensinya.Eksistensialisme dan Humanism yang berisi tentang manusia.Ia juga termasuk tokoh yangmembantu gerakan-gerakan haluan kiri dan pembela kebebasan manusia. Dengan lantang
  15. 15. iamengatakan bahwa manusia tidak mempunyai sandaran keagamaan atau tidak dapatmengendalikan pada kekuatan yang ada di luar dirinya, manusia harus mengandalkan kekuatanyang ada dalam dirinya. Karya-karya yang lain adalah Nausea, No Exit, The Files, dan TheWall.Ide-ide pokok Sartre adalah sebagai berikut:a. Tentang ManusiaBagi Sartre, manusia itu memiliki kemerdekaan untuk membentuk dirinya, dengan kemauan dantindakannya. Kehidupan manusia itu mungkin tidak mengandung arti dan bahkan mungkin tidakmasuk akal.Tetapi yang jelas, manusia dapat hidup dengan aturan-aturan integritas, keluhuranbudi, dan keberanian, dan dia dapat membentuk suatu masyarakat manusia. Dalam novel semi-otobiografi La Nausee (1938) dan essei L’Eksistensialisme est un Humanism (1946), iamenyatakan keprihatinan fundamental terhadap eksistensi manusiawi dan kebebasan kehendak.Menurutnya, manusia tidak memiliki apa-apa sejak ia lahir. Dan sepertinya, dari kodratnyamanusia bebas dalam pilihan-pilihan atas tindakannya atau memikul beban tanggung jawab.Sartre mengikuti Nietzsche yakni mengingkari adanya Tuhan.Manusia tak ada hubungannyadengan kekuatan di luar dirinya.Ia mengambil kesimpulan lebih lanjut, yakni memandangmanusia sebagai kurang memiliki watak yang semestinya. dia harus membentuk pribadinya danmemilih kondisi yang sesuai dengan kehidupannya. Maka dari itu “tak ada watak manusia”, olehkarena tak ada Tuhan yang memiliki konsepsi tentang manusia.Manusia hanya sekedar ada.Bukan karena ia itu sekedar apa yang ia konsepsikan setelah ada—seperti apa yang ia inginkansesudah meloncat ke dalam eksistensi”. Sartre mengingkari adanya bantuan dari luar dirimanusia.Manusia harus bersandar pada sumber-sumbernya sendiri dan bertanggung jawabsepenuhnya bagi pilihan-pilihannya.Karena itu bagi Sartre, pandangan eksistensialis adalah suatudoktrin yang memungkinkan kehidupan manusia.Eksistensialime mengajarkan bahwa tiapkebenaran dan tiap tindakan mengandung keterlibatan lingkungan dan subyektifitas manusia.b. KebebasanDalam pemikiran Sartre selalu bermuara pada konsep kebebasan.Ia mendefinisikan manusiasebagai kebebasan. Sartre memberikan perumusan bahwa pada manusia itu eksistensimendahului esensi, maksudnya setelah manusia mati baru dapat diuraikan ciri-ciriseseorang.Perumusan ini menjadi intisari aliran eksistensialisme dari Sartre.Kebebasan akan memberi rasa hormat pada dirinya dan menyelamatkan diri dari sekedar menjadiobyek. Kebebasan manusia tampak dalam rasa cemas.Maksudnya karena setiap perbuatan sayaadalah tanggung jawab saya sendiri. Bila seseorang menjauhi kecemasan, maka berarti iamenjauhi kebebasan. Kebebasan merupakan suatu kemampuan manusia dan merupakan sifat
  16. 16. kehendak. Posisi kebebasan itu tidak dapat tertumpu pada sesuatu yang lain, tetapi padakebebasan itu sendiri.Sartre mengakui pemikiran Mark lebih dekat dengan keadaan masyarakat dan satu-satunyafilsafat yang benar dan definitif.Filsafat Mark telah memberikan kesatuan konkrit dan dialektisantara ide-ide dengan kenyataan pada masyarakat. Mark telah menekankan konsep keberadaansosial ketimbang kesadaran sosial. Dan bagi Sartre, Mark adalah seorang pemikir yang berhasilmeletakkan makna yang sebenarnya tentang kehidupan dan sejarah. Meski demikian, Sartre tidakmenganggap pemikiran Mark sebagai akhir suatu pandangan filsafat, karena setelah cita-citamasyarakat tanpa kelas versi Mark terbentuk, maka persoalan filsafat bukan lagi soal kebutuhanmanusia akan makan dan pakaian, tetapi persoalan filsafat mungkin dengan memunculkan temayang baru, seperti soal kualitas hidup manusia masa depan. Tetapi pemikiran Mark itu dinilairelevan untuk masa kini.4. MonismeMonisme (monism) berasal dari kata Yunani yaitu monos (sendiri, tunggal) secara istilahmonisme adalah suatu paham yang berpendapat bahwa unsur pokok dari segala sesuatu adalahunsur yang bersifat tunggal/ Esa.Unsur dasariah ini bisa berupa materi, pikiran, Allah, energidll.Bagi kaum materialis unsur itu adalah materi, sedang bagi kaum idealis unsur itu roh atauide.Orang yang mula-mula menggunakan terminologi monisme adalah Christian Wolff (1679-1754).Dalam aliran ini tidak dibedakan antara pikiran dan zat. Mereka hanya berbeda dalamgejala disebabkan proses yang berlainan namun mempunyai subtansi yang sama. Ibarat zat danenergi dalam teori relativitas Enstein, energi hanya merupakan bentuk lain dari zat.Atau dengankata lain bahwa aliran monisme menyatakan bahwa hanya ada satu kenyataan yang fundamental.Adapun para filsuf yang menjadi tokoh dalam aliran ini antara lain: Thales (625-545 SM), yangmenyatakan bahwa kenyataan yang terdalam adalah satu subtansi yaitu air. Pendapat ini yangdisimpulkan oleh Aristoteles (384-322 SM) , yang mengatakan bahwa semuanya itu air. Air yangcair itu merupakan pangkal, pokok dan dasar (principle) segala-galanya.Semua barang terjadidari air dan semuanya kembali kepada air pula.Bahkan bumi yang menjadi tempat tinggalmanusia di dunia, sebagaian besar terdiri dari air yang terbentang luas di lautan dan di sungai-sungai.Bahkan dalam diri manusiapun, menurut dr Sagiran, unsur penyusunnya sebagian besarberasal dari air.Tidak heran jika Thales, berkonklusi bahwa segala sesuatu adalah air, karenamemang semua mahluk hidup membutuhkan air dan jika tidak ada air maka tidak ada kehidupan.Sementara itu Anaximandros (610-547 SM) menyatakan bahwa prinsip dasar alam haruslah darijenis yang tak terhitung dan tak terbatas yang disebutnya sebagai apeiron yaitu suatu zat yangtak terhingga dan tak terbatas dan tidak dapat dirupakan dan tidak ada persamaannya dengansuatu apapun. Berbeda dengan gurunya Thales, Anaximandros, menyatakan bahwa dasar alam
  17. 17. memang satu akan tetapi prinsip dasar tersebut bukanlah dari jenis benda alam seperti air.Karena menurutnya segala yang tampak (benda) terasa dibatasi oleh lawannya seperti panasdibatasi oleh yang dingin.Aperion yang dimaksud Anaximandros, oleh orang Islam disebutnyasebagai Allah.Jadi bisa dikatakan bahwa pendapat Anaximandros yang mengatakan bahwaterbentuknya alam dari jenis yang tak terbatas dan tak terhitung, dibentuk oleh Tuhan YangMaha Esa.Hal ini pula yang dikatakan Ahmad Syadali dan Mudzakir (1997) bahwa yangdimaksud aperion adalah Tuhan.Anaximenes (585-494 SM), menyatakan bahwa barang yang asal itu mestilah satu yang ada dantampak (yang dapat diindera).Barang yang asal itu yaitu udara.Udara itu adalah yang satu dantidak terhingga.Karena udara menjadi sebab segala yang hidup.Jika tidak ada udara maka tidakada yang hidup.Pikiran kearah itu barang kali dipengaruhi oleh gurunya Anaximandros, yangpernah menyatakan bahwa jiwa itu serupa dengan udara. Sebagai kesimpulan ajaranya dikatakanbahwa sebagaimana jiwa kita yang tidak lain dari udara, menyatukan tubuh kita. Demikian udaramengikat dunia ini menjadi satu.Sedang filsuf moderen yang menganut aliran ini adalah B.Spinoza yang berpendapat bahwa hanya ada satu substansi yaitu Tuhan.Dalam hal ini Tuhandiidentikan dengan alam (naturans naturata).5. DUALISMEDualisme (dualism) berasal dari kata Latin yaitu duo (dua).Dualisme adalah ajaran yangmenyatakan realitas itu terdiri dari dua substansi yang berlainan dan bertolak belakang.Masing-masing substansi bersifat unik dan tidak dapat direduksi, misalnya substansi adi kodrati dengankodrati, Tuhan dengan alam semesta, roh dengan materi, jiwa dengan badan dll.Ada pula yangmengatakan bahwa dualisme adalah ajaran yang menggabungkan antara idealisme danmaterialisme, dengan mengatakan bahwa alam wujud ini terdiri dari dua hakikat sebagai sumberyaitu hakikat materi dan ruhani.Dapat dikatakan pula bahwa dualisme adalah paham yang memiliki ajaran bahwa segala sesuatuyang ada, bersumber dari dua hakikat atau substansi yang berdiri sendiri-sendiri.Orang yangpertama kali menggunakan konsep dualisme adalah Thomas Hyde (1700), yang mengungkapkanbahwa antara zat dan kesadaran (pikiran) yang berbeda secara subtantif.Jadi adanya segalasesuatu terdiri dari dua hal yaitu zat dan pikiran.Yang termasuk dalam aliran ini adalah Plato(427-347 SM), yang mengatakan bahwa dunia lahir adalah dunia pengalaman yang selaluberubah-ubah dan berwarna-warni.Semua itu adalah bayangan dari dunia idea.Sebagai bayangan,hakikatnya hanya tiruan dari yang asli yaitu idea.Karenanya maka dunia ini berubah-ubah danbermacam-macam sebab hanyalah merupakan tiruan yang tidak sempurna dari idea yang sifatnyabagi dunia pengalaman. Barang-barang yang ada di dunia ini semua ada contohnya yang ideal didunia idea sana (dunia idea).
  18. 18. Lebih lanjut Plato mengakui adanya dua substansi yang masing-masing mandiri dan tidak salingbergantung yakni dunia yang dapat diindera dan dunia yang dapat dimengerti, dunia tipe keduaadalah dunia idea yang bersifat kekal dan hanya ada satu.Sedang dunia tipe pertama adalah dunianyata yang selalu berubah dan tak sempurna.Apa yang dikatakan Plato dapat dimengerti sepertiyang dibahasakan oleh Surajiyo (2005), bahwa dia membedakan antara dunia indera (duniabayang-bayang) dan dunia ide (dunia yang terbuka bagi rasio manusia). Rene Descartes (1596-1650 M) seorang filsuf Prancis, mengatakan bahwa pembeda antara dua substansi yaitu substansipikiran dan substansi luasan (badan).Jiwa dan badan merupakan dua sebstansi terpisah meskipundidalam diri manusia mereka berhubungan sangat erat.Dapat dimengerti bahwa dia membedakan antara substansi pikiran dan substansi keluasan(badan).Maka menurutnya yang bersifat nyata adalah pikiran. Sebab dengan berpikirlah makasesuatu lantas ada, cogito ergo sum! (saya berpikir maka saya ada). Leibniz (1646-1716) yangmembedakan antara dunia yang sesungguhnya dan dunia yang mungkin.Immanuel Kant (1724-1804) yang membedakan antara dunia gejala (fenomena) dan dunia hakiki (noumena).6. PLURALISMEPluralisme (Pluralism) berasal dari kata Pluralis (jamak). Aliran ini menyatakan bahwa realitastidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifatindependen satu sama lain. Sebagai konsekuensinya alam semesta pada dasarnya tidak memilikikesatuan, kontinuitas, harmonis dan tatanan yang koheren, rasional, fundamental.Didalamnya hanya terdapat pelbagi jenis tingkatan dan dimensi yang tidak dapat diredusir.Pandangan demikian mencangkup puluhan teori, beberapa diantaranya teori para filosuf yunanikuno yang menganggap kenyataan terdiri dari udara, tanah, api dan air. Dari pemahaman di atasdapat dikemukakan bahwa aliran ini tidak mengakui adanya satu substansi atau dua substansimelainkan banyak substansi, karena menurutnya manusia tidak hanya terdiri dari jasmani danrohani tetapi juga tersusun dari api, tanah dan udara yang merupakan unsur substansial darisegala wujud.Para filsuf yang termasuk dalam aliran ini antara lain: Empedakles (490-430 SM), yangmenyatakan hakikat kenyataan terdiri dari empat unsur, yaitu api, udara, air dan tanah.Anaxogoras (500-428 SM), yang menyatakan hakikat kenyataan terdiri dari unsur-unsur yangtidak terhitung banyaknya, sebab jumlah sifat benda dan semuanya dikuasai oleh suatu tenagayang dinamakannodus yaitu suatu zat yang paling halus yang memiliki sifat pandai bergerak danmengatur.
  19. 19. BAB IIIKESIMPULANidealisme adalah doktrin yang mengajarkan bahwa hakikat dunia fisik hanya dapat dipahamidalam kebergantungannya pada jiwa (mind) dan roh (spirit). Istilah ini diambil dari kata“idea”, yaitu sesuatu yang hadir dalam jiwa.Ada beberapa jenis idealisme: yaitu idealisme subjektif, idealisme objektif, dan idealismepersonal.Idealisme subjektif adalah filsafat yang berpandangan idealis dan bertitik tolak pada idemanusia atau ide sendiri. Sedangkan idealisme objektif adalah idealisme yang bertitik tolakpada ide di luar ide manusia.Idealisme personal yaitu nilai-nilai perjuangannya untuk menyempurnakan dirinya.Personalisme muncul sebagai protes terhadap materialisme mekanik dan idealisme monistik.Tokoh-tokoh idealisme diantaranya: Johann Gottlieb Fichte, Friedrich Wilhelm JosepSchelling, dan George Wilhelm Friedrich Hegel.Proses dialektika menurut Hegel terdiri dari tiga fase, yaitu: Fase pertama (tesis) dihadapiantitesis (fase kedua), dan akhirnya timbul fase ketiga (sintesis).materialisme adalah keyakinan bahwa didunia ini tidak ada sesuatu selain materi yangsedang bergerak. Pernyataanya, bahwa roh keasadran dan jiwa hanyalah materi yang sedangbergerak.Materialisme : pikiran atau roh hanyalah materi yang sedang bergerakEksistensialisme adalah paham filsafat yang memandang bahwa segala gejala berpangkal padaeksistensi. Meski bermacam-macam pandangan dan metode dan sikap dalam gerakaneksistensialisme, para filsuf dari kelompok ini senantiasa memperhatikan kedudukan manusia.Titik sentral pembicaraan mereka adalah soal keterasingan manusia dengan dirinya dan dengandunia.Gerakan eksistensialisme ini muncul sebagai protes atau reaksi dari aliran filsafat terdahulu,yaitu materialisme dan idealisme serta situasi dan kondisi dunia pada umumnya yang tidakmenentu. Penampilan manusia penuh rahasia, penuh imitasi yang merupakan hasil persetujuanbersama yang palsu yang disebut konvensi atau tradisi.Kierkegaard dan Sartre merupakan tokoh yang mewakili aliran eksistensialime ini. Dari latarbelakang yang berbeda yang satu agamawan dan lainnya atheis, mereka mengusung konseptentang keberdaan manusia sebagai subyek di dunia ini.
  20. 20. Monisme, Dualisme dan Pluralisme, yang pada intinya masing-masing aliran memilikiargumen yang rasional. Dari apa yang telah diuraikan, pendapat atau pemikiran masing-masing filsuf dalam setiap aliran sangat dipengaruhi corak kehidupan atau latar belakanghidupnya. Sebagai contoh Thales, karena dia seorang saudagar yang banyak berlayarkenegeri Mesir, maka pemikiran yang diungkapkanya yaitu bahwa semuanya adalah air.Karena hidup Thales kesehariannya tidak pernah luput dari air atau dengan kata lainpengamatannya selalu dipenuhi dengan nuansa air. Mungkin alasan ini (corak pemikiranyang dipengaruhi latar belakang kehidupan) tidak bisa digeneralisasikan terhadap munculnyapemikiran-pemikiran para filosuf yang lain. Dari ketiga aliran yang telah disebutkan seolahterdapat pertentangan yang begitu tajam tentang ”keadaanya”, tetapi ketika direnungkan dandipahami lebih dalam bahwasanya ketiga aliran tersebut sejatinya bersifat komplementer,yang tidak mungkin meniadakan yang satu atas yang lainnya. Mungkin seperti itu.
  21. 21. DAFTAR PUSTAKAAbdul Rozak, Isep Zainal Arifin, Filsafat Umum, Bandung: Gema Media Pusakatama, 2002.Praja, juhaya s. 2006.Aliran-Aliran Filsafat dan Etika. Bandung: Yayasan PIARA(Pengembangan Ilmu Agama dan Humaniora).Beerling, R.F. 1966. Filsafat Dewasa Ini. Terj. Hasan Amin, Djakarta:Balai Pustaka.Dagun, Save M. 1990. Filsafat Eksistensialisme, Jakarta:Rineka Cipta.Ahmad Syadali dan Mudzakir, Filsafat Umum, Bandung: PT Pustaka Setia, 1997.

×