Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Overview Ilmu Komunikasi

Pengertian, konteks, hakikat, prinsip, tujuan dan fungsi, ruanglingkup, sejarah, mengapa manusia harus berkomunikasi

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Overview Ilmu Komunikasi

  1. 1. 1 TUGAS I KOMUNIKASI ANTAR PERSONIL OVER VIEW ILMU KOMUNIKASI NAMA : Diana Nurmalasari NIM : 1147050046 KELAS : D HARI : Jum’at, 04 September 2015 WAKTU : 14.20-16.00 WIB DOSEN : Lilis Sulastri, Dr,MM JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2015
  2. 2. 2 A. Pengertian Komunikasi Komunikasi berasal dari kata Communication, Communicatio1, communicare2 [bhs Latin]. Bersumber juga dari kata Communis yang artinya Sama [sama makna]. Komunikasi akan berlangsung apapbila adanya kesamaan makna. Kesamaan Bahasa belum tentu menimbulkan kesamaan makna. Komunikasi dikatakan komunikatif apabila keduabelah pihak selain mengerti bahasa yang dipergunakan, juga mengerti makna dari bahan yang dipercakapkan. Kegiatan komunikasi tidak hanya Informatif [agar pihak lain mengerti dan tahu] tetapi Persuasif [agar pihak lain bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan]. Komunikasi menurut para ahli : 1. CARL I. HOVLAND [Ilmu Komunikasi] Upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian serta pembentukan pendapat dan sikap. Obyek studi ilmu komunikasi bukan saja penyampaian informasi, melainkan juga pembentukan pendapat umum [public opinion] dan sikap publik [public attitude]. Definisi khusus : komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain [communication is the process to modify the behavior of other individuals] 2. HAROL D. LASWELL Komunikasi adalah solusi terbaik dalam menjawab pertanyaan WHO SAYS WHAT IN WHICH CHANNEL TO WHOM WITH WHAT EFFECT? Kemudian dikenal dengan formula 5 W + 1 H. Paradigma tsb menunjukkan bahwa komunikasi meliputi 5 unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni : a) Komunikator = who [communicator, source, sender] b) Pesan = says what [message] c) Media = in which channel [channel, media] d) Komunikan = to whom [communicant, communicatee, reciever, recipient] e) Efek [effect, impact, influence]
  3. 3. 3 Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. A. Konteks Komunikasi Konteks berarti semua faktor diluar orang-orang yang berkomunikasi, yang terdiri dari : 1. Aspek bersifat fisik seperti iklim, cuaca, suhu udara, bentuk ruangan, warna dinding, penataan tempat duduk, jumlah peserta komunikasi, dan alat yang tersedia untuk menyampaikan pesan. 2. Aspek psikologis, seperti: sikap, kecenderungan, prasangka, dan emosi para peserta komunikasi. 3. Aspek sosial, seperti: norma kelompok, nilai sosial, dan karakteristik budaya. 4. Aspek waktu, yakni kapan berkomunikasi (hari apa, jam berapa, pagi, siang, sore, malam). Indikator paling umum untuk mengklasifikasian komunikasi berdasarkan konteksnya atau tingkatannya adalah jumlah peserta yang terlibat dalam komunikasi. 1. Komunikasi Intrapribadi Komunikasi intrapribadi adalah komunikasi dengan diri sendiri. Contohnya berfikir. Komunikasi ini melekat pada komunikasi dua orang, tiga orang, dan seterusnya, karena sebelum berkomunikasi dengan orang lain kita biasanya berkomunikasi dengan diri-sendiri, hanya saja tidak disadari. 2. Komunikasi Antarpribadi Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap-muka, yang memungkinkan setiap pesertana menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun non verbal. 3 3. Komunikasi Kelompok Komunikasi kelompok biasanya merujuk pada komunikasi yang dilakukan kelompok kecil, jadi bersifat tatap muka. Komunikasi kelompok dengan sendirinya melibatkan juga komunikasi antar pribadi, karena itu kebanyakan
  4. 4. 4 teori komunikasi antara pribadi, karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.4 4. Komunikasi Publik Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar orang, yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi ini sering juga disebut pidato, ceramah, atau kuliah. Beberapa pakar komunikasi menggunakan istilah komunikasi kelompok besar (large-grup communication) untuk berkomunikasi ini.5 5. Komunikasi organisasi Komunikasi organisasi (organizational communication) terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar daripada kominikasi kelompok. Oleh karena itu, organisasi dapat diartikan sebagai kelompok dari kelompok-kelompok. 6. Komunikasi Massa Komunikasi Massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa baik cetak maupun elektronik yang dikelola oleh suatu lembaga yang ditujukan untuk sejumlah besar orang. 7. Komunikasi Media Komunikasi Medio (medio berasal dari Bahasa latin “pertengahan”) maksudnya disini adalah pertenghan antara komunikasi tatap-muka dan komunikasi massa yang ditandai dengan penggunaan teknologi dan berlangsung dalam kondisi khusus dan melibatkan peserta yang dapat diidentifikasi. Konteks komunikasi dapat diklasifikasikan berdasarkan bidang, kejuruan atau kekhususan : komunikasi politik, komunikasi kesehatan, komunikasi pertanian, komunikasi bisnis, komunikasi instruksional, komunikasi pembangunan, komunikasi antarbudaya, dan komunikasi internasional.
  5. 5. 5 B. Hakikat Komunikasi Hakikat komunikasi adalah kegiatan yang dilakukan manusia untuk menyampaikan isi pesannya kepada manusia lain untuk mencapai tujuan tertentu. Manusia hidup dalam dunia komunikasi. Setiap hari dan setiap saat manusia melakukan aktifitas komunikasi antarpribadi, berbicara dengan anggota keluarga, tetangga, dan rekan sejawat. Pada saat berbicara dengan diri sendiri, meyakinkan diri dalam memutuskan sesuatu, manusia melakukan komunikasi intra pribadi. Pada sebuah organisasi, manusia memecahkan masalah atau mengembangkan ide-ide atau inovasi, saling berinteraksi dalam komunikasi kelompok atau organisasi. Jika berinteraksi dengan pihak lain yang mempunyai latar belakang budaya berbeda, maka manusia sudah melakukan komunikasi antarbudaya. Isi dari interaksi antarmanusia adalah komunikasi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi yang dilakukan manusia baik perseorangan, kelompok, atau pun organisasi dalam ilmu komunikasi disebut tindakan komunikasi. C. Prinsip Komunikasi Prinsip-prinsip komunikasi mempunyai uraian yang beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh masing-masing pakar. Istilah prinsip oleh William B. Gudykunst6 disebut asumsi-asumsi komunikasi. Larry A.Samovar dan Richard E.Porter7 menyebutnya karakteristik komunikasi. Deddy Mulyana, Ph.D membuat istilah baru yaitu prinsip-prinsip komunikasi. Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai penjabaran lebih jauh dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu: 1. Komunikasi adalah proses simbolik 2. Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi 3. Komunikasi punya dimensi isi dan dimensi hubungan 4. Komunikasi berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan 5. Komunikas terjadi dalam konteks ruang dan waktu 6. Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi 7. Komunikasi bersifat sistematik 8. Semakin mirip latar belakang sosial-budaya semakin efektiflah komunikasi
  6. 6. 6 9. Komunikasi bersifat nonsekuensial 10. Komunikasi bersifat prosesual, dinamis, dan transaksional 11. Komunikasi bersifat irreversible 12. Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah 1. Komunikasi adalah proses simbolik Komunikasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis, sirkular dan tidak berakhir pada suatu titik, tetapi terus berkelanjutan. Salah satu kebutuhan pokok manusia, seperti dikatakan oleh Susanne K. Langer, adalah kebutuhan simbolisasi atau penggunaan lambang.8 Manusia memang satu-satunya hewan yang menggunakan lambang, dan itulah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Ernst Cassier mengatakan bahwa keunggulan manusia atas makhluk lainnya adalah keistimewaan mereka sebagai animal symbolicum. Lambang atau simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Lambang meliputi kata-kata (pesan verbal), perilaku non-verbal, dan objek yang maknanya disepakati bersama, misalnya memasang bendera dihalaman rumah untuk menyatakan penghormatan atau kecintaan kepada negara. Kemampuan manusia menggunakan lambnag verbal memungkinkan perkembangan bahasa dan menangani hubungan antara manusia dan objek ( baik nyata ataupun abstrak) tanpa kehadiran manusia dan objek tersebut. Lambang adalah salah satu kategori tanda. Hubungan antara tanda dengan objek dapat juga direpresentasikan oleh ikon dan indeks, namun ikon dan indeks tidak memerlukan kesepakatan. Ikon adalah suatu benda fisik (dua atau tiga dimensi) yang menyerupai apa yang direpresenasikannya. Representasi ini ditandai dengan kemiripan. Misalnya patung Soekarno adalah ikon Soekarno, dan foto pada KTP Anda adalah ikon Anda. Berbeda dengan lambang dan ikon, indeks adalah tanda yang secara alamiah mempresentasikan objek lainnya. Istilah lain yang sering digunakan untuk indeks adalah sinyal (signal), yang dalam bahasa sehari-hari disebut juga gejala
  7. 7. 7 (symptom). Indeks muncul berdasarkan hubunagn antara sebab dan akibat yang punya kedekatan eksistensi. Misalnya awan gelap adalah indeks hujan yang akan turun, sedangkan asap itu disepakati sebagai tanda bagi masyarakat untuk berkumpul misalnya, seperti dalam dalam kasus suku primitif, maka asap menjadi lambang karena maknanya telah disepakati bersama. Contohnya penampilan. Penampilan yang baik menggambarkan simbol yang baik pula, atau penggunaan bahasa harus menggunakan bahasa yang halus dan baik agar dapat diterima oleh masyarakat. 2. Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi Setiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus. Kita tidak dapat tidak berkomunikasi (We cannot not communicate). Tidak berarti bahwa semua perilaku adalah komuniaksi. Alih-alih, komunikasi terjadi bila seseorang memberi makna pada perilaku orang lain atau perilakunya sendiri. Amat sulit bagi seseorang untuk tidak berkomunikasi, karena setiap perilakunya punya potensi untuk ditafsirkan. Kalau ia tersenyum, ia ditafsirkan bahagia; kalau ia cemberut, ia ditafsirkan ngambek. Bahkan ketika kita berdiam diri sekalipun, ketika kita mengundurkan diri dari komunikasi dan lalu menyendiri, sebenarnya kita mengkomunikasikan banyak pesan. Contohya seorang pasien yang sedang dirawat inap di sebuah rumah sakit yang tidak hentinya memperbaiki posisi tidurnya, ini akan membuat perawat bertanya kepada pasien tersebut. 3. Komunikasi punya dimensi isi dan dimensi hubungan Setiap pesan komunikasi mempunyai dimensi isi dimana dari dimensi isi tersebut kita bisa memprediksi dimensi hubungan yang ada diantara pihak-pihak yang melakukan proses komunikasi. Percakapan diantara dua orang pelayanan
  8. 8. 8 keshatan dan antara pelayanan kesehatan dan pasien memiliki dimesi isi yang berbeda. Dimensi isi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandi secara nonverbal. Dimensi isi menunjukkan muatan (isi) komunikasi, yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan. Sebagai contoh, kalimat “pergi...” yang diucapkan dengan nada yang berbeda justru berarti sebaliknya. Dimensi isi merujuk pada isi pesan, sedangkan dimensi hubungan merujuk kepada unsur-unsur lain, termasuk juga jenis saluran yang digunakan untuk menyampaiakn pesan tersebut. Pengaruh suatu diagnosa penyakit misalnya, bukan hanya bergantung pada isinya, tapi juga siapa penulisnya. Diagnosa yang sama dapat menimbulkan pengaruh berbeda bila disampaikan orang berbeda. Diagnosa yang ditulis orang yang sudah terkenal dan merupakan seorang profesor akan dianggap lebih berbobot bila dibandingkan dengan tulisan orang yang belum dikenal dan juga bukan seorang profesor. 4. Komunikasi berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan Setiap tindakan komunikasi yang dilakukan oleh seseorang bisa terjadi mulai dari tingkat kesengajaan yang rendah artinya tindakan komunikasi yang tidak direncanakan (apa saja yang akan dikatakan atau apa saja yang akan dilakukan secara rinci dan detail), sampai pada tindakan komunikasi yang betul-betul disengaja (pihak komunikan mengharapkan respon dan berharap tujuannya tercapai). Kesengajaan bukanlah syarat untuk terjadinya komuniaksi. Meskipun kita sama sekali tidak bermaksud menyampaikan pesan kepada orang lain, perilaku kita potensial ditafsirkan orang lain. Kita tidak dapat mengendalikan orang lain untuk menafsirkan atau tidak menafsirkan perilaku kita. Membatasi komunikasi sebagai proses yang disengaja adalah menganggap komuniaksi sebagai instrumen seperti dalam persuasi.
  9. 9. 9 Niat atau kesengajaan bukanlah syarat mutlak bagi seseorang untuk berkomunikasi. Contohnya bila seorang dokter bertanya kepada seorang pasien yang kesakitan, kemudian pasien itu tidak menjawab dan hanya memegangi perutnya, maka itu dapat menunjukkan bahwa kemungkinan pasien tersebut mengalami kesakitan yang luar biasa sehingga tidak dapat menjawab pertanyaan dari dokter. 5. Komunikas terjadi dalam konteks ruang dan waktu Pesan komunikasi yang dikirimkan oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirimkan dan kapan komunikasi itu berlangsung. Makna pesan juga bergantung pada konteks fisik dan ruang (termasuk iklim, suhu, intensitas cahaya, dan sebagainya), waktu, sosial dan psikologis. Topik- topik yang lazim dipercakapkan di rumah, tempat kerja, atau tempat hiburan seperti “lelucon,” “ acara televisi,” “mobil,” “bisnis,” atau “perdagangan” terasa kurang sopan bila dikemukakan dimasjid. Waktu juga mempengaruhi makna terhadap suatu pesan. Dering telepon pada tengah malam atau dini hari akan dipersepsi lain bila dibandingkan dengan dering telpon pada siang hari.Dering telepon pertama itu mungkin berita sangat penting (darurat) , misalnya untuk mengbarkan orang sakit, kecelakaan atau meninggal dunia atau upaya orang jahat untuk mengetes apakah dirumah ada orang atau tidak. 6. Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi Tidak dapat dibayangkan jika orang melakukan tindakan komunikasi di luar norma yang berlaku di masyarakat. Jika kita tersenyum maka kita dapat memprediksi bahwa pihak penerima akan membalas dengan senyuman, jika kita menyapa seseorang maka orang tersebut akan membalas sapaan kita. Prediksi seperti itu akan membuat seseorang menjadi tenang dalam melakukan proses komunikasi.
  10. 10. 10 Ketika orang-orang berkomunikasi, mereka meramalkan efek perilaku komunikasi mereka. Dengan kata lain, komunikasi juga terikat oleh aturan atau tatakrama. Artinya , orang-orang memilih strategi tertentu berdasarkan bagaimana orang yang menerima pesan akan merespons. Prediksi ini tidak selalu disadari dan sering berlangsung cepat. Kita dapat memprediksi perilaku komunikasi orang lain berdasarkan peran sosialnya. 7. Komunikasi bersifat sistematik Dalam diri setiap orang mengandung sisi internal yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya, nilai, adat, pengalaman dan pendidikan. Bagaimana seseorang berkomunikasi dipengaruhi oleh beberapa hal internal tersebut. Sisi internal seperti lingkungan keluarga dan lingkungan dimana dia bersosialisasi mempengaruhi bagaimana dia melakukan tindakan komunikasi. Setiap individu adalah suatu sistem yang hidup (a living system). Organ- organ dalam tubuh kita saling berhubungan. Kerusakan pada mata dapat membuat kepala kita pusing. Bahkan unsur diri kita yang bersifat jasmani juga berhubungan dengan unsur kita yang bersifat rohani. Kemarahan membuat jantung kita berdetak lebih cepat dan berkeringat. Setidaknya dua sistem dasar beroperasi dalam transaksi komunikasi itu: Sistem Internal dan Sistem Eksternal. Sistem internal adalah seluruh sistem nilai yang dibawa oleh individu ketika ia berpartisipasi dalam komunikasi yang ia cerap selama sosialisasinya dalam berbagai lingkungan sosialnya (keluarga, masyarakat,setempat, kelompok suku, kelompok agama, lembaga pendidikan, kelompok sebaya, tempat kerja, dan sebagainya). Berbeda dengan sistem internal, sistem eksteernal terdiri dari unsur-unsur dalam lingkungan di luar individu, termasuk kata-kata yang ia pilih untuk berbicara, isyarat fisik peserta komunikasi, kegaduhan di sekitarnya, penataan ruangan, cahaya, dan temperatur ruangan. Elemen-elemen ini adalah stimuli publik yang terbuka bagi setiap peserta komunikasi dalam setiap transaksi komunikasi.
  11. 11. 11 8. Semakin mirip latar belakang sosial-budaya semakin efektiflah komunikasi Jika dua orang melakukan komunikasi berasal dari suku yang sama, pendidikan yang sama, maka ada kecenderungan dua pihak tersebut mempunyai bahan yang sama untuk saling dikomunikasikan. Kedua pihak mempunyai makna yang sama terhadap simbol-simbol yang saling dipertukarkan. Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya (orang-orang yang sedang berkomunikasi). Dalam kenyataannya, tidak pernah ada dua manusia yang persis sama, meskupun mereka kembar yang dilahirkan dan diasuh dalam keluarga yangsama, diberi makanan yang sama dan di didik dengan cara yang sama. Namun adanya kesamaan sekali lagi akan mendorong orang-orang untuk saling tertarik dan pada gilirannya karena kesamaan tersebut komunikasi mereka menjadi lebih efektif. 9. Komunikasi bersifat nonsekuensial Meskipun terdapat banyak model komunikasi linier atau satu arah, sebenarnya komunikasi manusia dalam bentuk dasarnya (komunikasi tatap- muka) bersifat dua-arah (sifat sirkuler). Ketika seseorang berbicara kepada seseorang lainnya, atau kepada sekelompok orang seperti dalam rapat atau kuliah, sebetulnya komunikasi itu bersifat dua-arah, karena orang-orang yang kita anggap sebagai pendengar atau penerima pesan sebenarnya juga menjadi “pembicara” atau pemberi pesan pada saat yang sama, yaitu lewat perilaku nonverbal mereka. Meskipun sifat sirkuler digunakan untuk menandai proses komunikasi, unsur-unsur proses komunikasi sebenarnya tidak berpola secara kaku. Pada dasarnya, unsur-unsur tersebut tidak berada dalam suatu tatanan yang bersifat linier, sirkuler, helikal atau tatanan lainnya. Unsur-unsur proses komunikasi boleh jadi beroperasi dalam susunan tadi, tetapi mungkin pula, setidaknya sebagian, dalam suatu tatanan yang acak. Oleh karena itu, sifat nonsekuensial dibandingkan sirkuler tampaknya lebih tepat digunakan untuk menandai proses komunikasi.
  12. 12. 12 10. Komunikasi bersifat prosesual, dinamis, dan transaksional Komunikasi sebagai suatu proses dapat dianalogikan dengan pernyataan Herclitus enam abad sebelum Masehi bahwa “ Seorang manusia tidak akan pernah melangkah di sungai yang sama dua kali.” Pada saat yang kedua manusia itu berbeda dan begitu juga sungainya. Ketika kita menyebrang sungai untuk kedua kali, ketiga kali, dan seterusnya pada hari yang lan, maka sesungguhnya penyebrangan itu bukanlah fenomena yang sama. Begitu jugalah komunikasi; komunikasi terjadi sekali waktu kemudian menjadi bagian dari sejarah kita. Dalam proses komunikasi itu, para peserta saling mempengaruhi, seberapa kecil pun pengaruh itu, baik lewat komunikasi verbal ataupun lewat komunikasi nonverbal. Implikasi dari komunikasi sebagai proses yang dinamis dan transaksional adalah bahwa para peserta komunikasi berubah, dari sekedar berubah pengetahuan hingga berubah pandangan dan perilakunya. Ada orang yang perubahannya sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu, tetapi perubahan akhirnya (secara kumulatif) cukup besar. Namun ada juga orang yang berubah secara tiba-tiba, melalui cuci otak atau kontroversi agama, misalnya dari seorang nasionalis menjadi komunis, atau dari Hindu menjadi Kristen atau Muslim. Pandangan dinamis dan transaksional memberi penekanan bahwa seseorang mengalami perubahan sebagai hasil terjadinya komunikasi. 11. Komunikasi bersifat irreversible Suatu perilaku adalah suatu peristiwa. Oleh karena merupakan suatu peristiwa, perilaku berlangsung dalam waktu dan tidak dapat “diambil kembali.” Dalam komunikasi, sekali Anda mengirimkan pesan, Anda tidak dapat mengendalikan pengaruh pesan tersebut bagi khalayak, apalagi menghilangkan efek pesan tersebut sama sekali. Sifat irreversible ini adalah implikasi dari komunikasi sebagai proses yang selalu berubah. Prinsip ini seharusnya menyadarkan kita bahwa kita harus berhati-hati untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, sebab, efeknya tidak bisa ditiadakan
  13. 13. 13 sama sekali, meskipun kita berupaya meralatnya. Apalagi bila penyampaian itu dilakukan untuk pertama kalinya. Curtis et al ., 9 mengatakan bahwa kesan pertama itu cenderung abadi. Dalam komunikasi massa, sekali wartawan menyiarkan berita yang tanpa disengaja mencemarkan nama baik seseorang, maka nama baik orang itu akan sulit dikembalikan lagi ke posisi semula, meskipun surat kabar, majalah, radio atau televisi telah meminta maaf dan memuat hak jawab sumber berita secara lengkap. 12. Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah Banyak persoalan dan konflik antar manusia disebabkan oleh masalah komunikasi. Namun komunikasi bukanlah panasea (obat mujarab) untuk menyelasaikan persoalan yang mungkin berkaitan dengan masalah struktural. Agar komunikasi efektif, kendala struktural ini juga harus diatasi. Misalnya, meskipun pemerintah bersusah payah menjalin komunikasi yang efektif dengan warga Aceh dan warga Papua, tidak mungkin usaha itu akan berhasil bila pemerintah memberlakukan masyarakat di wilayah-wilayah itu secara tidak adil, dengan merampas kekayaan alam mereka dan mengangkutnya ke pusat. D. Tujuan dan Fungsi Komunikasi a. Tujuan Komunikasi Tujuan komunikasi yang dilakukan tentunya mempunyai tujuan tertentu. Tujuan yang dimaksud di sini menunjukkan pada suatu hasil atau akibat yang diinginkan oleh pelaku komunikasi. Secara umum menurut Schramm (Effendy,1993 : 14), tujuan komunikasi dapat dilihat dari dua perspektif kepentingan yakni kepentingan sumber/pengirim/komunikator dan kepentingan penerima/komunikan. Dengan demikian maka tujuan komunikasi yang ingin dicapai dapat digambarkan sebagai berikut:
  14. 14. 14 Dalam konteks organisasi lingkungan kerja, tujuan utama komunikasi dalam pekerjaan adalah untuk memudahkan, malaksanakan, dan melancarkan jalannya organisasi. Tujuan komunikasi efektif yang penting lainnya adalah untuk meningkatkan moril. Menurut Moekijat (1989 : 15) dalam bukunya Teori Organisasi menyatakan beberapa penyelidikan menunjukkan bahwa, komunikasi yang baik dan tingkat moril yang tinggi ada hubungannya. b. Fungsi Komunikasi Fungsi komunikasi ditinjau dari arti yang lebih luas tidak hanya diartikan sebagai pertukaran berita dan pesan tetapi sebagai kegiatan individu dan kelompok mengenai tukar menukar data, fakta dan ide. Maka fungsinya dala setiap sistem sosial adalah sebagai berikut: 1. Informasi Pengumpulan, penyimpanan dan penyebaran berita, gambar, fakta, dan pesan yang dibutuhkan agar dapat mengenai secara jelas terhadap kondisi lingkungan dan orang lain agar dapat mengambil kepentingan yang benar. 2. Sosialisasi Menginginkan orang bersikap dan bertindak sebagai anggota masyarakat yang efektif sehingga sadar akan fungsi sosialnya sehingga ia dapat berpikir di dalam masyarakat.
  15. 15. 15 3. Motivasi Menjelaskan setiap tujuan masyarakat dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 4. Perdebatan dan diskusi Menyediakan dan saling tukar menukar fakta yang perlu untuk memungkinkan persetujuan atau menyelesaikan perbedaan pendapat mengenai masalah publik. 5. Pendidikan Pengalihan ilmu pengetahuan sehingga mendorong perkembangan intelektual yang diperlukan semua bidang kehidupan. 6. Memajukan kebudayaan Penyebaran hasil kebudayaan dan seni dengan maksud melestarikan kebudayaan. 7. Hiburan Penyebaran simbol, suara, serta imej dari drama, tari kesenian, masalah dan lain-lain untuk kesenangan kelompok atau individu. 8. Integrasi Kesempatan untuk memperoleh pesan agar kelompok maupun individu saling Kenal dan menghargai kondisi, pandangan, Dan Keinginan orang lain (Widjaja, 1988: 60). E. Ruang Lingkup Komunikasi Dalam kehidupan sehari-hari semua orang selalu berbicara tentang komunikasi atau paling tidak menggunakan kata komunikasi. Namun demikian tidak banyak yang benar-benar mengerti makna kata-kata komunikasi yang selalu dibicarakan atau bahkan pernah dilaksanakan. Secara sederhana Arifin (1988) mengemukakan bahwa dalam percakapan banyak orang selalu menggunakan kalimat-kalimat yang didalamnya mengandung kata komunikasi, dengan makna yang berbeda satu dengan yang lainnya.10 Misalnya dalam kalimat-kalimat berikut ini :
  16. 16. 16 1. Saya belajar tentang komunikasi ; komunikasi berarti disiplin ilmu 2. Tulisan anda kurang komunikatif ; komunikatif berarti dimengerti atau dipahami 3. Antara dosen dengan mahasiswa terdapat jurang komunikasi ; komunikasi berarti hubungan. 4. Hal itu telah saya komunikasi-kan dengan anaknya ; komunikasi berarti pesan 5. Ia mampu berkomunikasi, karena itu banyak temannya ; komunikasi berarti keterampilan, seni ataupun proses. F. Sejarah Komunikasi Manusia Everet M.Rogers (1986) dalam bukunya Communication Technology: The New Media In Society, antara lain menyebutkan bahwasejarah komunikasi diperkirakan dimulai sejak sekitar 35.000 tahun sebelum Masehi 9SM). Pada zaman ini yang disebut sebagai zaman Cro-magnon, diperkirakan bahasa sebagai alat berkomunikasi sudah dikenal.Tiga belas ribu tahun kemudian, atau sekitar tahun 22.000 SM, para ahli pra-sejarah menemukan lukisan-lukisan dalam gua yang diperkirakan merupakan karya komunikasi manusia pada zaman tersebut. Sejarah perkembangan komunikasi yang lebih jelas diperkirakan dapat ditelusuri sejak sekitar 4000 tahun SM. Sejak zaman itu hingga sekarang, menurut Rogers, sejarah perkembangan komunikasi dapat dibagi dalam 4 era perubahan: era komunikasi tulisan, era komunikasi catatan, era telekomunikasi, dan era komunikasi interaktif. Era komunikasi tulisan diperkirakan dimulai ketika Bangsa Sumeri mulai mengenal kemampuan menulis dalam lembaran tanah Nat sekitar 4000 tahun SM. Era komunikasi cetakan dimulai sejak penemuan mesin cetak hand-press oleh Gutenberg pada tahun 1456. Era telekomunikasi diawali dengan ditemukannya alat telegrap oleh Samuel Morse pada tahun 1844.Era keempat, era komunikasi interaktif, mulai terjadi pada pertengahn abad ke-19. Pada saat itu, tepatnya tahun 1946, ditemukannya Mainframe Computer ENIAC dengan 18.000 vacum tubes oleh para ahli dari Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat. Gambaran kronologis mengenai perkembangan dari keempat era tersebut disertai dengan
  17. 17. 17 bentuk-bentuk penemuan komunikasi yang menandai masing-masing era adalah sebagai berikut : 1. Kronologi Sejarah Perkembangan Komunikasi Manusia a) 35.000 SM Zaman Cro-Magnon: Bahasa diperkirakan telah dikenal pada zaman ini. b) 22.000 SM Ahli pra-sejarah menemukan lukisan-lukisan dalam gua 2. Era Komunikasi Cetakan a) Tahun 1456 Gutenberg menemukan alat mesin cetak (metal) hand-press. b) Tahun 1833 Penerbitan surat kabar Penny Press yang pertama, The New York Sun. c) Tahun 1839 Daguerre menemukan metode fotografi yang praktis untuk surat kabar. 3. Era Telekomunikasi a) Tahun 1844 Samuel Morse mengirimkan pesan melalui alat telegraph yang pertama. b) Tahun 1876 Alexander Graham Bel mengirimkan pesan melalui pesawat telepon yang pertama. c) Tahun 1894 Penemuan film bioskop. d) Tahun 1895 Guglielmo Marcomi mengirimkan pesan melalui radio. e) Tahun 1912 Lee de Forest menemukan vacuum tube. f) Tahun 1920 Siaran radio pertama oleh kDKA di Pittsburgh, Amerika Serikat. g) Tahun 1933 RCA di Amerika Serikat mendemostrasikan TV. h) Tahun 1941 Siaran TV komersial pertama. 4. Era Komunikasi Interaktif a) Tahun 1946 Penemuan Mainframe Computer, ENIAC dengan 18.000 vacuum tubes oleh Universitas Pennylvania, Amerika Serikat. b) Tahun 1947 William Shockley, John Bardeen dan Walter Brattain menemukan pesawat radio transistor c) Tahun 1956 Penemuan videotape oleh perusahaan Ampex, Redwood City, California, Amerika Serikat
  18. 18. 18 d) Tahun 1957 Rusia meluncurkan satelit luar angkasa pertama, SPUTNIK. e) Tahun 1969 Pesawat luar angkasa NASA berpenumpang manusia mendarat di Bulan, dikendalikan oleh minicomputer yang besarnya 3000 kali lebih lebih kecil dari ENIAC. f) Tahun 1971 Penemuan microprocessor, sebuah unit pengendali computer (CPU)dengan semiconductor chip oleh Ted Hoff. g) Tahun 1975 HBO (Home Box Office) mulai menyiarkan siaran TV kabel melalui satelit. h) Tahun 1976 Sistem teleteks pertama diperkenalkan oleh BBC dan ITV di Inggris. i) Tahun 1977 Qube, system TV kabel interaktif pertama diperkenalkan di Columbus, Ohio, Amerika Serikat. j) Tahun 1979 Sistem Videoteks pertama diperkenalkan oleh British Post Office, Inggris. G. Mengapa Manusia Harus Berkomunikasi 1. Fungsi Pertama : Komunikasi Sosial Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial mengisyratkan bahwa komunikasi sosial mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membentuk konsep-diri, aktualisasi-diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan. a) Pembentukan konsep-diri Konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita, dan itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi yang diberikan orang lain kepada kita. Aspek- aspek konsep diri seperti jenis kelamin, agama, kesukuan, pendidikan, pengalaman, rupa fisik, kita tanam kepada diri kita lewat pernyataan (umpan balik) orang lain dalam masyarakat yang menegaskan aspek-aspek tersebut dan ini dilakukan lewat kimunikasi. b) Pernyataan eksitensi-diri
  19. 19. 19 Orang berkomunikasi untuk menunjukan dirinya eksis. Bila kita berdiam diri, orang lain akan memperlakukan kita seolah-olah kita tidak ada. Pengamatan juga menunjukan bahwa bila seorang anggota diskusi tidak berbicara sama sekali dan memilih tetap diam, orang lain akan segera menganggap bahwa si pendiam itu tida ada sama sekali. Mereka tidak meminta si pendiam itu untuk memberi komentar atau berbicara kepadanya. Dan bila kemudian si pendiam memutuskan berbicara, anggota lainnya sering bereaksi seolah-olah si pendiam itu mengganggu saja. Mereka memperhatiaknnya sedikit saja. Mereka mengharapkan si pendiam itu tidak berbicara. Respon kelompok yang demikian mungkin tidak akan terjadi bila sejak awal si pendiam membuat komentar dalam diskusi dan kemudian menunggu giliran untuk berbicara lagi. Dengan bersikap pasif si pendiam gagal menggunakan pembicaraan untuk menyatakan eksistensi-dirinya. c) Untuk kelangsungan hidup, menumpuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan Untuk memenuhi kebutuhan biologis seperti makan dan minum, dan memnuhi kebutuhan psikologgis kita memerlukan komunikasi. Melalui komunikasi pula kita dapat memenuhi kebutuhan emosional kitadan meningkatkan kesehatan mental kita. Komunikasi sosial mengisyaratkan bahwa komunikasi dilakukan untuk pemunuhan diri untuk merasa terhibur, nyaman dan tentram dengan diri sendiri dan juga orang lain. 2. Fungsi Kedua : Komunikasi Ekspresif Erat kaitannya dengan komunikasi sosial adalah komunikasi ekspresi yang dapat dilakukan sendirian atataupun dalam kelompok. Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhi orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut instrumen untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi) kita. Perasaan-perasaan tersebut terutama dikomunikasikan melalui pesan-pesan nonverbal. Perasaan peduli, rindu, simpati, gembira dsb. Emosi juga dapat disalurkan lewat puisi, lagu, tarian, lukisan dsb. 3. Fungsi Ketiga : Komunikasi Ritual
  20. 20. 20 Erat kaitannya dengan komunikasi ekspresif adalah komunikasi ritual yang biasanya dilakukan secara kolektif. Suatu komunitas sering melakukan upacara- upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup yang disebut para antropolog seagai rites of passage, mulai dan upacara kelahiran, sunatan, pernikahan dsb. 4. Fungsi Keempat : Komunikasi Instrumental Tujuan umum dari komunikasi instrumental diantaranya mengonfirmasi, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan, dan mengubah perilaku atau menggerakan tindakan dan juga untuk menghibur. CATATAN KAKI 1Onong Uchjana Effendy.Ilmu Komunikasi: Teori dan praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya, 1997, hlm. 4. 2Judy C.Pearson dan Paul E.Nelson. Understanding and Sharing: An Introduction to Speech Communication. Dobuque, lowa: Wm.C.Brown, 1979, hlmn 3. 3Stewart L.Tubbs dan Sylvia Moss. Human Communcation.Edisi ke-2. New York: Random House, 1977, hlm 8. 4Littlejhon, hlmn.18-19
  21. 21. 21 5Joseph Straubhaardan Robert LaRose. Communication Media in the Information Society.Belmont, California: Wadsworth, 1996, hlm. 9; Effendy, hlmn 7. 6William B.Gudykunst dan Young Yun Kim. Communicatting with Strangers : An Approach to Intercultural Communication. Edisi ke-2. New York: McGraw-Hill, 1992 7Larry A.Samovar dan Richaed E. Potter. Communication betwen Cultures Belmot, California: Wadsworth, 1991 8Lihat S.I.Hayakawa. “Symbols.” Dalam Wayne Austin Shrope. Experiences in Communication. New York : Harcourt Brace Jovanovich, 1974, hlm. 144. 9Curtis et al., hlm.17. 10 Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, M.A, Komunikasi Teori dan. Praktek, PT Remaja Rosdakarya, 2005,Bandung,hal.6-9.
  22. 22. 22 DAFTAR PUSTAKA 1. Mulyana, Dedy. 2000. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Rosda. 2. http://faculty.petra.ac.id/ido/courses/1_pengantar_kom.pdf 3. https://www.academia.edu/11314065/Bab_2_ilkom_- _Hakikat_Definisi_dan_Konteks_Komunikasi 4. https://fudican.wordpress.com/2013/04/26/hakikat-definisi- dan-konteks-komunikasi/ 5. https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web& cd=2&cad=rja&uact=8&ved=0CCIQFjABahUKEwic6tTGlfnHAhVJH pQKHevfARg&url=http%3A%2F%2Frepository.usu.ac.id%2Fbitstrea m%2F123456789%2F21822%2F4%2FChapter%2520II.pdf&usg=A FQjCNEikaYQ5VSjTs5YsZZJeHO7I4bxmw&sig2=NKKm- 3XoZlnz16tHfFXouA 6. https://khusnia.wordpress.com/pengantar-ilmu- komunikasi/hakikat-komunikasi/ 7. https://www.academia.edu/6157856/Konsep_dasar_dan_prinsip_k omunikasi 8. https://www.academia.edu/9036594/Hakikat_Pesan_Dalam_Komu nikasi

×