Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Deputi Bidang Pengembangan Daerah KhususKementerian Pembangunan Daerah Tertinggal               Jakarta 2012
OUTLINE Latar Belakang Tujuan / Sasaran Lokasi Komponen Pembentuk Kawasan Perdesaan  Terpadu Mekanisme Bedah Desa Ke...
PRIORITAS 10 : DAERAH TERTINGGAL, TERDEPAN, TERLUAR,            DAN PASCA-KONFLIK    PRIORITAS BIDANG                FOKUS...
FASILITASI KEBIJAKAN   Konsolidasi Klaster Instrumen PPDT Penanggulangan     Ketertinggalan (6 Instrumen-Bedah Desa-Prukab...
Lingkup Kegiatan Bedah Desa dan Prukab                   PEMBANGUNAN                     PERDESAAN                  TERPAD...
ARAH PELAKSANAAN BEDAH DESA  Pengembangan kawasan melalui Pendekatan  Kewilayahan memerlukan integrasi dan sinergi sektor ...
Tujuan Umum     Mempercepat Pembangunan Daerah Tertinggal Melalui     Pembentukan Kawasan Perdesaan Terpadu               ...
SKEMA PERENCANAAN BEDAH DESA                   Kebijakan                 Pembangunan                              K/L, PEM...
Empat –Si Bedah Desa                • Perekonomian                •   Infrastruktur  Observasi     •   Sosial             ...
Komponen Pembentukan Kawasan Perdesaan Terpadu                                   Prasarana/               Kelembagaan &   ...
Tahapan Pelaksanaan Bedah Desa     Inisiasi         Penguatan    Keberlanjutan                    Penguatan      Fasilitas...
Kelembagaan Bedah DesaForum Bedah Desa ( Kabupaten)         Forum multistakeholder untuk pengembangan kawasan         perd...
Integrasi Perencanaan P2KPT / Bedah DesaDalam Sistim Perencanaan Reguler (Musrenbang)                    Koordinasi,      ...
ILUSTRASI LOKASI PEMBANGUNAN SARANA DAN                                                 PRASARANA                         ...
SUMBER PENDANAAN1.   Dana APBN KPDT sebagai     dana stimulan dalam     pengembangan BedahDesa.2.   Didukung pendanaan    ...
NO           KABUPATEN                            KEGIATAN1    EMPAT LAWANG        • Pembuatan Kandang Sapi               ...
NO           KABUPATEN                        KEGIATAN5    Sukabuni            •   Perkerasan Jalan Desa                  ...
NO           KABUPATEN                              KEGIATAN7    BIMA                   •   Pembangunan Sarana Air Bersih ...
NO          KABUPATEN                          KEGIATAN10   SIGI               •   Pembangunan Posyandu                   ...
KABUPATEN LEBAK : Desa Citorek dan Desa Cirompang                         Pembangunan jembatan beton                      ...
Pembukaan Jalan Penghubung Desa Cirompang dan Desa CitorekTengah, Kab. Lebak1. Bedah Desa Thn 2011 di Kab Lebak, di desa C...
Bedah Desa Tahun 2011Tahun 2012                                     dilaksanakan di dua desadiusulkan dana                ...
MATRIK INDIKASI PROGRAM UTAMA RENCANA INDUK         UNTUK PERCEPATAN PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN TERPADU                ...
Bedah Desa 2011 di Kec. Pabuaran :    Desa Lembur Sawah, Sirna Jaya dan    Cibadak         Lokasi Bedah Desa thn 2012 di  ...
Pembangunan Bendungan,                                Desa Cibadak, Kec.                                Pabuaran, Kab. Suk...
Kab. Lampung Barat                     • Jalan Poros Desa                     • Pembangkit Listrik Mikro                  ...
Thn                            2012           Malaya                  Kegiatan Bedah Desa 2012                            ...
Rencana Induk Kab. Lampung Barat ( Kawasan Perdesaan Kec. Lemong)                                                         ...
Rencana Investasi Kab. Lampung BaratANALISIS POTENSI Potensi lahan sumber bahan baku industri pengolahan kayu  pada kawas...
ANALISIS PEMBIAYAANAnalisa kebutuhan biaya investasi pendirian industripengolahan kayu (playwood)1. Pembelian dan pematang...
ANALISIS REGULASIDukungan regulasi sebagai berikut :1. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lampung Barat   Tahun 2...
Kebutuhan Investasi dan Pembiayaan Berbasis Komoditasdi Kawasan Perdesaan Terpadu Kabupaten Lampung Barat         Komoditi...
Bedah Desa Tahun 2011- 2012 (Contoh : Lampung Utara)  U        Thn 2011 :        Pembangunan JalanTahun 2012 :            ...
KABUPATEN LOMBOK TENGAHKawasan Perdesaan Terpadumencakup 8 desa pada TigaKecamatanLokasi Tahun Bedah DesaThn 2012 terletak...
Pembelajaran Bedah Desa 20111. Regulasi.   Dukungan regulasi menjadi faktor penting untuk   penetapan Kawasan Perdesaan Te...
PERSIAPAN PELAKSANAAN BEDAH DESA 2012 Berdasarkan Pengalaman Dari Kegiatan Bedah Desa Tahun 2011, pihak Pemerintah Kabupat...
PERSIAPAN PELAKSANAAN BEDAH DESA 2012Bantuan Sosial Tahun 2012  Stimulan Bedah Desa Tahun 2011 adalan belanja bansos* yan...
Bedah Desa, Prukab dan SPADA II
STRATEGI                             Priority ofKebijakan,                             Prioritas Policy,                  ...
INPUT - OUTPUT  Developed   Peningkatan  Capacity + +             Require for investment   Livelihood + LED    Kapasitas  ...
PENDEKATAN• Integrated Rural Area Development• Program Activities as Sequential Chain    Capacity      Infrastructure   Li...
STRATEGI (2) Investment                                                  Regulation Supporting                            ...
STRATEGY (3)                                                             Poverty Reduction                                ...
DESIGN OF LOCATION INTERVENTION                                                                                           ...
SELESAI
P2 kpt bedahdesa_sosialisasi_bedahdesa_mercure
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

P2 kpt bedahdesa_sosialisasi_bedahdesa_mercure

1,404 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

P2 kpt bedahdesa_sosialisasi_bedahdesa_mercure

  1. 1. Deputi Bidang Pengembangan Daerah KhususKementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Jakarta 2012
  2. 2. OUTLINE Latar Belakang Tujuan / Sasaran Lokasi Komponen Pembentuk Kawasan Perdesaan Terpadu Mekanisme Bedah Desa Kelembagaan Pendanaan
  3. 3. PRIORITAS 10 : DAERAH TERTINGGAL, TERDEPAN, TERLUAR, DAN PASCA-KONFLIK PRIORITAS BIDANG FOKUS PRIORITAS INDIKATOR KINERJA • Rata-rata PDRB Perkapita Non Migas Pengembangan ekonomi lokal • Rata-rata % Penduduk Miskin DAERAH TERTINGGAL Penguatan kelembagaan dalam Rata-rata laju peningkatan PAD di pengelolaan sumberdaya lokal Kabupaten Daerah Tertinggal • Rata-rata AHH (Tahun) Peningkatan Pelayanan Kesehatan • AKB (per 1000 kelahiran hidup) % yang Berkualitas dan Terjangkau di Penolong Persalinan Terakhir oleh Daerah Tertinggal SASARAN 2014 Tenaga Kesehatan • Angka Melek Huruf usia 15-24 th (%) Peningkatan Pelayanan Pendidikan • Rata-rata lama sekolah usia > 15 th (%)1) 50 kabupaten terentaskan; di Daerah Tertinggal • Rata-rata APS usia 7-12 th (%) • Rata-rata APS usia 13-15 th (%)2) IPM = 72,2;3) pertumbuhan ekonomi = 7,1 %; Peningkatan Aksesibilitas Daerah Nilai dan Volume Perdagangan di daerah Tertinggal dengan Pusat4) penduduk miskin =14,2 %; tertinggal Pertumbuhan5) pengangguran turun sebesar Peningkatan Sarana dan Prasarana 2,2% per tahun Energi, Listrik, Telekomunikasi, Indeks Infrastruktur Irigasi dan Air Bersih 3
  4. 4. FASILITASI KEBIJAKAN Konsolidasi Klaster Instrumen PPDT Penanggulangan Ketertinggalan (6 Instrumen-Bedah Desa-Prukab)2005-2010 Konsolidasi Instrumen PPDT dalam Pengembangan Bedah Desa dan PrukabP2IPDT Mulai 2011 1. Terfasilitasinya integrasi Rencana Induk Pengembangan Kawasan Perdesaan Terpadu (Rencana Induk Bedah Desa) dengan perencanaan pembangunan daerah dan nasional.P2SED BEDAH 2. Terfasilitasinya pembentukan forum multistakeholders untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal (Forum BedahDesa) T DESA dalam pembangunan kawasan perdesaan terpadu. 3. Meningkatnya kapasitas pemerintah dan masyarakat dalamP2DTK perencanaan pembangunan kawasan perdesaan terpadu. 4. Terfasilitasinya pembangunan sarana dan prasarana sosial dasar, ekonomi dan wilayah.P2WP 1. Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan usaha kelompok masyarakat; 2. Menguatnya modal usaha; 3. Menguatnya kelembagaan usaha; P4DT 4. Berkembangnya aktivitas ekonomi pada berbagai rantai PRUKAB pasokan PRUKAB termasuk aktivitas pada berbagai produk turunannya;P2KPD 5. Meningkatnya produksi, produktivitas usaha, serta nilai tambah dan mutu produk; T 6. Meningkatnya pendapatan masyarakat dan kesempatan kerja. 4
  5. 5. Lingkup Kegiatan Bedah Desa dan Prukab PEMBANGUNAN PERDESAAN TERPADU (BEDAH LOKUS DESA) PROGRAM PRIORITAS KPDT PRODUK UNGGULAN KABUPATEN FOKUS (PRUKAB) PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL MELALUIPEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN TERPADU (BEDAH DESA) BERBASIS PRODUK UNGGULAN KABUPATEN (PRUKAB) 5
  6. 6. ARAH PELAKSANAAN BEDAH DESA Pengembangan kawasan melalui Pendekatan Kewilayahan memerlukan integrasi dan sinergi sektor terkait, untuk dapat lebih efektif dan efisien Keterpaduan membutuhkan sinergi dalam pengelolaan sumberdaya/input pembangunan (lahan, kelembagaan, pendanaan/investasi, infrastruktur, dan regulasi). Kegiatan Bedah Desa Menciptakan Dan Memperkuat “Enabling Enviroment” (Lingkungan Yang Kondusif) bagi upaya percepatan pembangunan daerah tertinggal melalui Pengembangan Kawasan Perdesaan Terpadu.
  7. 7. Tujuan Umum Mempercepat Pembangunan Daerah Tertinggal Melalui Pembentukan Kawasan Perdesaan Terpadu Tujuan Khusus1. Terfasilitasinya Integrasi Rencana Induk Pengembangan Kawasan Perdesaan Terpadu (Rencana Induk Bedah Desa) Dengan Perencanaan Pembangunan Daerah Dan Nasional.2. Terfasilitasinya Pembentukan Forum Multistakeholders Untuk Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Forum Bedahdesa) Dalam Pembangunan Kawasan Perdesaan Terpadu.3. Meningkatnya Kapasitas Pemerintah Dan Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan Terpadu.4. Terfasilitasinya Pembangunan Sarana Dan Prasarana Sosial Dasar, Ekonomi Dan Wilayah.
  8. 8. SKEMA PERENCANAAN BEDAH DESA Kebijakan Pembangunan K/L, PEMDAs Kawasan Perdesaan Daerah Tertinggal Rencana Aksi Koordinasi Rencana Induk KPDT Perencanaan Pembangunan Kawasan Bedah Desa Perdesaan Terpadu Rencana Investasi Rencana Kegiatan Pengembangan Dunia Usaha, LSM, Kawasan Perdesaan Donor Daerah TertinggalKeterangan : Fungsi koordinasi dan fasilitasi
  9. 9. Empat –Si Bedah Desa • Perekonomian • Infrastruktur Observasi • Sosial • Kapasitas Fiskal • Karakteristik Daerah Sumber Daya Alam, Kawasan Potensi SDM, Infrastruktur, Perdesaan Budaya, dsb Regulasi , Program/Kegiatan, Intervensi ( Pusat, Daerah, Dunia Usaha, Donor, dsb • Pemerintah Investasi • Dunia Usaha 9
  10. 10. Komponen Pembentukan Kawasan Perdesaan Terpadu Prasarana/ Kelembagaan & Masterplan Sarana Sosial, Regulasi Pengembangan Ekonomi & (RINDUK) Kapasitas Wilayah SK KAWASAN FORUM Menu PERDESAAN MULTISTAKEHOLDER RENCANA AKSI Kegiatan SK FORUM BALAI BEDAH Bantuan RENCANA BEDAH DESA DESA Sosial INVESTASI
  11. 11. Tahapan Pelaksanaan Bedah Desa Inisiasi Penguatan Keberlanjutan Penguatan FasilitasiPenyiapan kapasitas koordinasi K/L.kelembagaan kelembagaan, Swasta dan Penyusunan lembaga lainPenetapan kawasanperdesaan terpadu Masterplan Terbentuknya kelembagaan kawasan perdesaan terpadu.
  12. 12. Kelembagaan Bedah DesaForum Bedah Desa ( Kabupaten) Forum multistakeholder untuk pengembangan kawasan perdesaan terpadu. Anggota : SKPD, DPRD, Swasta, Masyarakat sipil, Akademisi Fungsi : Konsultasi dan AdvokasiBalai Bedah Desa ( Di Kawasan Perdesaan) Lembaga yang menjalankan fungsi informasi, daya inovasi, kewirausahaan dan tata kelola pemerintahan desa untuk pengembangan kawasan perdesaan terpadu. Anggota : masyarakat kawasan perdesaan
  13. 13. Integrasi Perencanaan P2KPT / Bedah DesaDalam Sistim Perencanaan Reguler (Musrenbang) Koordinasi, RPJMD / RKPD Sinkronisasi, & Integrasi Perencanaan Kabupaten• SKPD• Forum Bedah Rencana IndukDesa (Masterplan) Perencanaan Kec. (SKPD) Perencanaan Kawasan Perdesaan TerpaduBalai BedahDesa Perencanaan Desa (RPJMDes/RKPDes)
  14. 14. ILUSTRASI LOKASI PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA  Kawasan Perdesaan terdiri dari beberapa desa Desa A yang memiliki karakteristik dan potensi yang sama. Desa D Pesisir  Intervensi BedahDesa B Desa mendorong Peternakan Persawahan keterkaitan antar desa dalam satu Desa C kawasan atau antar kawasan Perhutanan perdesaan;  Diperkuat dengan kelembagaan Forum Bedah Desa di Kabupaten, dan Balai Bedah Desa di Kawasan Perdesaan.  Intervensi Bedah Desa berupa Koordinasi dan Fasilitasi dalam pengembangan sarana prasarana sosial dasar, ekonomi produksi/distribusi dan pengembangan wilayah. 14
  15. 15. SUMBER PENDANAAN1. Dana APBN KPDT sebagai dana stimulan dalam pengembangan BedahDesa.2. Didukung pendanaan sektoral pusat (APBN K/L Dana lainnya) Peran Daerah3. Didukung pendanaan APBD Rp Peran Investasi Provinsi4. Didukung dan dilanjutkan Peran Publik pendanaan APBD KabupatenTertinggal Peran Pusat5. Dikembangkan melalui T1 T2 Waktu pendanaan/investasi masyarakat dan swasta 15
  16. 16. NO KABUPATEN KEGIATAN1 EMPAT LAWANG • Pembuatan Kandang Sapi • Perkerasan jalan desa menuju kawasan prukab • Pembangunan Gedung Polindes2 LAHAT • Pembuatan Kandang Sapi • Jalan desa • Jalan Tani3 Lampung Barat • Jalan Poros Desa • Pembangkit Listrik Mikro Hidro4 Lampung Utara • Pelatihan Penggemukan Sapi • Pelatihan Perawatan Pohon Karet • Pembangunan Jalan Lapen • Pembangunan Jembatan • Pembangunan Drainase • Pembangunan Jalan Telford • Pembangunan Gorong - Gorong
  17. 17. NO KABUPATEN KEGIATAN5 Sukabuni • Perkerasan Jalan Desa • Pengaspalan Jalan Desa • Pembangunan Sarana Air Bersih • Penerangan (Lampu Listrik) • Bendungan Irigasi • Pembangunan Bendungan Sungai Cibeber • Pembangunan Bendungan dan Draenase • Pengerasan Jalan • Pipanisasi Air Bersih • Penyediaan Mesin Giling Batu • Pelatihan Pembuatan Bronjong • Pembangunan Jembatan • Pembuatan Sumur Bor • Pembangunan Irigasi6 Lebak • Perkerasan Jalan Usaha Tani • Saliran Air Kotor • Pelatihan SDM • Irigasi pertanian • Pembangunan Gedung Diniyah • Tembok Penahan Tanah • Gorong Gorong • Bak Air • Saluran Irgasi • Jembatan Beton
  18. 18. NO KABUPATEN KEGIATAN7 BIMA • Pembangunan Sarana Air Bersih • Pembangunan Sarana Irigasi • Pembangunan Jalan Usaha Tani • Pengadaan Sarana Produksi Prukab (kandang Sapi) • Pengadaan Peralatan dan Pelatihan Inseminasi Buatan • Rehabilitasi Tambatan Perahu8 Lombok Tengah • Pembuatan Kandang Kambing • Pengerasan Jalan Desa9 Timor Tengah Selatan • Perkerasan Jalan Desa • Pembuatan Bak Penampung Air Bersih • Pipanisasi Air Bersih • Rehabilitasi Jembatan
  19. 19. NO KABUPATEN KEGIATAN10 SIGI • Pembangunan Posyandu • Pembangunan Drainase • Pembuatan Jalan Perintis • Pemasangan Pipa Air Bersih • Perkerasan Jalan • Pemasangan Gorong-gorong • Pembangunan Drainase • Pembuatan Talut • Pembangunan Posyandu11 Morowali • Pembangunan Pasar Ternak • Pembangunan Instalasi Biogas • Pembangunan Sumur Air Bersih dan Pompa • Perkerasan Jalan12 Tojo Una Una • Pembangunan Jalan Rabat Beton dan Drainase • Pembangunan Jalan Rabat Beton, Talut dan Jembatan Kayu • Pembuatan Jalan Setapak • Jembatan Kayu • Pembuatan Jalan Desa • Pembangunan Pasar Desa
  20. 20. KABUPATEN LEBAK : Desa Citorek dan Desa Cirompang Pembangunan jembatan beton sepanjang +/-15 m menggantikan jalan kayu di desa Citorek Tengah. Jembatan menghubungan antar dusun dan meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat serta meningkatkan rasa aman bagi penduduk desa. Kondisi Awal Konstruksi Hasil Pembangunan
  21. 21. Pembukaan Jalan Penghubung Desa Cirompang dan Desa CitorekTengah, Kab. Lebak1. Bedah Desa Thn 2011 di Kab Lebak, di desa Cirompang dan Citorek antara lain digunakan untuk membuka jalan penghubung antar kedua desa yang terletak di punggung bukit.2. Jalan dibuka sepanjang 2 Km dengan lebar 3 meter. Masyarakat menyerahkan tanah sebagai bentuk partisipasi.3. Jalan penghubung mempersingkat waktu dan menurunkan biaya angkut, sehingga pergerakan orang dan barang meningkat.
  22. 22. Bedah Desa Tahun 2011Tahun 2012 dilaksanakan di dua desadiusulkan dana (Citorek dan Cirompang);Bansos untuk Desa Keduanya adalah satuCicaringin Kec. kawasan, meskipun bedaGunung Kencana. Kecamatan (Kec. Sobang danLokasi tidak satu Kec. Cibeber).kawasan denganlokasi Bedes 2011. Diperlukan relokasi agar sesuai dengan tujuan bedah desa (Pembentukan Kawasan Perdesaan Terpadu )
  23. 23. MATRIK INDIKASI PROGRAM UTAMA RENCANA INDUK UNTUK PERCEPATAN PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN TERPADU Kab Lebak, Kec. Sobang dan Kec. Cibeber Instansi TH. PELAKSANAAN SumberNo. Program Utama Lokasi Biaya (Rp) Pelaksan 201 201 201 Dana a 2 3 41 Pembangunan Jalan Tersebar 3 Milyar Dis Bina √ √ √ Poros Desa Marga2 Pembangunan Tersebar 3 Milyar Dis Bina √ √ √ Jembatan Marga3 Pembangunan Sarana Tersebar 1 Milyar Dis Cipta √ √ √ Air bersih Karya4 Pembangunan Pasar Tersebar 2 Milyar Dis √ √ √ Desa Perindag5 Penyediaan Mesin dan Tersebar 1 Milyar Dis √ √ √ Alat Produksi Perindag6 Pelatihan Manajemen Tersebar 500 Jt. Kantor √ √ √ dan teknis Diklat
  24. 24. Bedah Desa 2011 di Kec. Pabuaran : Desa Lembur Sawah, Sirna Jaya dan Cibadak Lokasi Bedah Desa thn 2012 di usulkan di Desa Suka Jaya Lokasi Bedah Desa thn 2012 di usulkan di Desa CilodongDiperlukan targeting ulang agar sesuaidengan tujuan pembentukan kawasanperdesaan terpadu karena 1 lokasi (desaCilodong) tidak satu kawasan.
  25. 25. Pembangunan Bendungan, Desa Cibadak, Kec. Pabuaran, Kab. Sukabumi Jembatan dan drainase memiliki volume 34 m x 5 m x 2,5 m.Proses pembangunanbendungan melibatkan tenagakerja dan material setempat.Proses dan hasil pembangunanjembatan meningkatkanpendapatan dan mendukungkegiatan sektor pertanian.Bendungan menjadi sumber airbagi lahan pertanian seluas3.000 ha.
  26. 26. Kab. Lampung Barat • Jalan Poros Desa • Pembangkit Listrik Mikro Hidro Lokasi Bedah Desa
  27. 27. Thn 2012 Malaya Kegiatan Bedah Desa 2012 diusulkan melalui Bantuan Sosial untuk pembangunan Suka Mulya Jembatan Antar Desa dan Air Bersih di Pekon Malaya dan Suka MulyaThn 2011
  28. 28. Rencana Induk Kab. Lampung Barat ( Kawasan Perdesaan Kec. Lemong) Biaya TAHUN Sumber InstansiNo Program Utama Lokasi Volume (Rp. 2011 2012 2013 2014 Dana Pelaksana Juta) 1. Pembangunan Mal, CN, SM, 13 Paket 15.377 APBN KPDT, PU, infrastruktur kawasan B, PD 2. Penanganan daerah CN, B 2 Paket 3.500 APBN KPDT, PU, rawan bencana 3. Pembangunan sarana air Mal, CN, SM, 4 Paket 3.000 APBN KPDT, PU, bersih B 4. Pembangunan sumber Mal, CN, SM, 4 Paket 4.574 APBN KPDT, Kemen energi listrik terbarukan B, PD ESDM, 5. Penyediaan sarana Mal, CN, SM, 5 Paket 5.025 APBN, KPDT, prasarana perekonomian B, PD APBD, dan Kementerian swasta Kelautan, Swasta, SKPD 6. Peningkatan sarana Mal, SM 2 Paket 1.000 DAK Kemendiknas, pendidikan Pendidikan SKPD Kabupaten 7. Peningkatan sarana B 1 Paket 300 DAK Kemenkes, SKPD kesehatan Kesehatan Kabupaten 8. Revitalisasi pasar B 1 Paket 250 APBN KPDT, tradisional desa Kemendagri, 9. Peningkatan ketahanan B 1 Paket 250 DAK KPDT, Kementan, pangan Pertanian SKPD Kabupaten10. Peningkatan Sarana B 1 Paket 25 APBN KPDT Kelembagaan Masyarakat
  29. 29. Rencana Investasi Kab. Lampung BaratANALISIS POTENSI Potensi lahan sumber bahan baku industri pengolahan kayu pada kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 33.358 hektar yang telah dicadangkan menjadi Hutan Tanaman Rakyat (HTR) seluas 24.835 hektar (Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.45/Menhut-II/2010). Hingga tahun 2011 telah diterbitkan izin pengelolaan kepada 6 koperasi seluas 17.768 hektar. Bila diasumsikan pada tahun 2014 setiap hektar terdapat tegakan kayu sebanyak 500 batang (0,25 meter kubik per batang), maka tersedia bahan baku industri pengolahan kayu mencapai 125 m3 x 17.768 hektar menjadi 1.112.000 m3. Potensi ini hingga tahun 2011 baru dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku sawmill. Hal ini disebabkan tidak adanya industri pengolahan kayu di Kabupaten Lampung Barat sehingga produksi kayu hanya dapat dilakukan pada usia tegakkan diatas 7 tahun – 15 tahun.
  30. 30. ANALISIS PEMBIAYAANAnalisa kebutuhan biaya investasi pendirian industripengolahan kayu (playwood)1. Pembelian dan pematangan lahan Rp. 225.000.000,-1. Bangunan/gedung : Rp. 275.000.000,-2. Mesin dan suku cadang : Rp. 1.700.000.000,-3. Modal Kerja : Rp. 1.700.000.000,-4. Lain-lain : Rp. 100.000.000,-Total Investasi : Rp.4.000.000.000,- (empat milyard rupiah)
  31. 31. ANALISIS REGULASIDukungan regulasi sebagai berikut :1. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Lampung Barat Tahun 2010 – 2030 yang menjadikan Kecamatan Lemong sebagai Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) yang mendukung Kuripan sebagai Pusat Pelayanan Kawasan (PPK). Kecamatan Lemong memiliki fungsi untuk pengembangan Kehutanan (HTR), Pengembangan energi alternatif, dan perikanan tangkap. Selain itu, Kecamatan Lemong merupakan kecamatan penyangga 3 kawasan strategis kabupaten yaitu : a) kawasan agrominapolitan di Kecamatan Bengkunat, b) Kawasan stretegis Hutan Tanaman Rakyat (HTR), dan c) Kawasan Strategis Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), serta mendukung kawasan minapolitan di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu yang dijadikan sebagai peluang kerjasama dalam bentuk Regional Manajemen (RM).2. Keputusan Menteri Kehutanan RI tentang penetapan pencadangan lahan HPT sebagai lahan HTR seluas 24.835 hektar.3. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang mendorong adanya penanaman tanaman tajuk tinggi (kayu) sebagai tanaman naungan pada lahan marga. Hal ini akan meningkatkan ketersediaan bahan baku kayu di lahan tanaman masyarakat pada komoditas kopi khususnya.
  32. 32. Kebutuhan Investasi dan Pembiayaan Berbasis Komoditasdi Kawasan Perdesaan Terpadu Kabupaten Lampung Barat Komoditi Pembiayaan SumberNo. Kelembagaan Prioritas (Rp. Juta) Pembiayaan 1. Tanaman Kayu 4.000 Swasta Perusahaan (industri) dan Koperasi 2. Pemasaran/pasar 500 Swasta Kemitraan Ternak swasta dan masyarakat
  33. 33. Bedah Desa Tahun 2011- 2012 (Contoh : Lampung Utara) U Thn 2011 : Pembangunan JalanTahun 2012 : Thn 2011 : Pembangunan JalanPembangunan Jalan Desa1.000 m.Kegiatan Bedah Desa 2011 : Dana Stimulan dimanfaatkan untukpembangunan jalan desa yang mencakup 4 desa; Tahun 2012 (rencana)dimanfaatkan untuk Desa Tanjung Waringin, Kec. Tanjung Raja.
  34. 34. KABUPATEN LOMBOK TENGAHKawasan Perdesaan Terpadumencakup 8 desa pada TigaKecamatanLokasi Tahun Bedah DesaThn 2012 terletak di lokasiKawasan PerdesaanTerpadu yang sama pada Bedah Desa Tahun 2011tahun 2011. Tahun 2012 diusulkan melalui Bansos : Pembangunan Sarana Air Bersih dan Jalan Desa
  35. 35. Pembelajaran Bedah Desa 20111. Regulasi. Dukungan regulasi menjadi faktor penting untuk penetapan Kawasan Perdesaan Terpadu, termasuk SK Bupati Lokasi Kawasan (selain SK Lokasi Bantuan Sosial).2. Masterplan/Rencana Induk Pengembangan Kawasan Perdesaan Terpadu memiliki dimensi jangka menengah dan panjang, sehingga diperlukan Masterplan sebagai acuan pengembangan dan basis intervensi Kab/Prov/Pusat dan Sektor Swasta serta lembaga lainnya.3. Penyiapan Kelembagaan Pemkab dan Masyarakat menjadi penting karena pelaku-pelaku utama terdapat di lokasi kawasan tersebut. Pengembangan dan penguatan kapasitas diperlukan untuk pelaku pelaku tersebut.
  36. 36. PERSIAPAN PELAKSANAAN BEDAH DESA 2012 Berdasarkan Pengalaman Dari Kegiatan Bedah Desa Tahun 2011, pihak Pemerintah Kabupaten memastikan kesiapan sebagai berikut : 1. Regulasi ( Surat Keputusan Bupati) tentang Kawasan Perdesaan Terpadu yang menjadi lokasi Bedah Desa 2012 – 2014. 2. SK Bupati tentang lokasi penerima bantuan sosial yang berada dalam Kawasan Perdesaan Terpadu. 3. Menyiapkan Tim Koordinasi Kabupaten yang bertanggungjawab terhadap kegiatan Bedah Desa. 4. Merumuskan dan menyusun Rencana Induk yang mencakup Rencana Aksi dan Rencana Investasi di Kawasan Perdesaan Terpadu ( pada tahun 2012 akan didukung oleh kegiatan Masterplan dari KPDT). 5. Menyiapkan kelengkapan dokumen usulan kegiatan bantuan sosial 2012 ( SK Kawasan dan SK Lokasi, Proposal dan RAB)
  37. 37. PERSIAPAN PELAKSANAAN BEDAH DESA 2012Bantuan Sosial Tahun 2012  Stimulan Bedah Desa Tahun 2011 adalan belanja bansos* yang disalurkan melakukan mekanisme Tugas Perbantuan; sedangkan pada tahun 2012 adalah belanja bantuan sosial berupa barang yang disediakan oleh Pusat.  Bantuan Sosial yang diberikan berupa pembangunan prasarana yang mencakup :  Prasarana/sarana air bersih  Jembatan  Irigasi skala kecil  Embung  Jalan desa  Tambatan perahu  Pasar desa* Bantuan Sosial adalah transfer uang dan/atau barang/jasa yang bersumberdari APBN /APBNP yang diberikan kepada masyarakat/kelompok masyarakatdan/atau lembaga non-pemerintah lainnya .
  38. 38. Bedah Desa, Prukab dan SPADA II
  39. 39. STRATEGI Priority ofKebijakan, Prioritas Policy, Strategy of PDT Strategi PDT Integrated Instrument Satu Kesatuan Instrumen Program of AcceleratedProgram Percepatan Poduk Unggulan Superior Product Development of Pembangunan Kabupaten of DistrrictKawasan Perdesaan Integrated VillagesTerpadu/Desa) Desa (PRUKAB) (Prukab) (Bedah Bedah Percepatan Pembangunan Daerah Penguatan Tertinggal dan Khusus Penguatan Strengthening dan Sinergi (P2DTK) Tahap II Strengthening dan Sinergi And synergy fasilitasi And synergy Objective and Sasaran/ Target Target PPDT 2010 - 2014 PPDT 2010 - 2014 Note PDT : Development of Disadvantage Area P2DTK : SPADA-2 40
  40. 40. INPUT - OUTPUT Developed Peningkatan Capacity + + Require for investment Livelihood + LED Kapasitas promotion Infrastructure Investment InfrastrukturProgram Percepatan Program of Accelerated Superior Unggulan Poduk Product of Pembangunan Development of Distrrict (Prukab) KabupatenKawasan Villages Integrated PerdesaanTerpadu/ Bedah Desa (PRUKAB) (Bedah Desa) Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) Tahap II SPADA -2 41
  41. 41. PENDEKATAN• Integrated Rural Area Development• Program Activities as Sequential Chain Capacity Infrastructure Livelihood and Building Provision LED 42
  42. 42. STRATEGI (2) Investment Regulation Supporting Institutional Building Facilities Marketing Transportation Packaging SPADA IIBasicProduction StorageFacilities Extraction Units Farming Business InstitutionBasic Economic MarketInfra Structure PNPM Quay/Terminal etc Electricity, Telecommunication Bridge, RoadBasic Education Housing SPADA ILivelihood Health PNPM Energy FoodSpatial Strategy Sub District Zona (Zone of integrated Economic) Bedah DesaProduct Strategy Staple Foods Inter-Village Marketable High Value Product For local Food Security Food Crops (Prukab 1) (Prukab 2) 43
  43. 43. STRATEGY (3) Poverty Reduction Economic Growth Program SPADA II HDI (72.2) from 18.8% to from 6.6% to 7.6% 14.2% Investment Regulation Capacity Building Supporting Institutional Building Intitutional Empowerment Facilities Marketing Investment Promotion Transportation Capacity BuildingBasic PackagingProduction Storage Production FacilitiesFacilities Extraction Units Product R&D Farming Business Institution Infra-structureBasic Economic Market Provision and LEDInfra Structure Quay/Terminal etc Community Electricity, Telecommunication Empowerment Bridge, RoadBasic Education Housing LivelihoodLivelihood Health Support Energy FoodStrategi Ruang Sub District Zona (Zone of integrated Economic) Bedah DesaStrategi Produk Staple Food Inter-Village Marketable High Value Product For local food security Food Crops (Prukab 1) (Prukab 2) 44
  44. 44. DESIGN OF LOCATION INTERVENTION 9 Districts Intersection of ex P2DTK -1Intervention of P2DTK Bedah Desa –Supporting of P2DTK - Prukab Bedah Desa and Prukab 18 Districts 21 Districts 8 Districts Irisan Intersection Intersection Intervention of P2DTK Intervention of P2DTK Prukab – ex ex Prukab – Bedes – ex more focused for More focused for P2DTK-1 P2DTK-1 P2DTK-1 strengthening the strengthening Bedah Prukab Desa 45
  45. 45. SELESAI

×