Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Laporan AKhir atau Artikel Ilmiah PKM GFK

4,968 views

Published on

Artikel Ilmiah PKM Gagasan Futuristik Konstruktif atau PKM GFK.

Format Artikel ilmiah ini serupa dengan format laporan akhir dari PKM GFK.

Penyusun:
1. Fajrul Falah
2. Diah Ayu Suci Kinasih
3. Ainur Ridho

Jurusan Fisika Universitas Diponegoro

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Laporan AKhir atau Artikel Ilmiah PKM GFK

  1. 1. ARTIKEL ILMIAH PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA DISASVR: SISTEM PENDIDIKAN BENCANA BERBASIS VIRTUAL REALITY, SOLUSI KETAHANAN BENCANA DI INDONESIA BIDANG KEGIATAN PKM – GAGASAN FUTURISTIK KONSTRUKTIF Diusulkan oleh: Fajrul Falah; 24040115130098; 2015 Diah Ayu Suci Kinasih; 24040115130099; 2015 Ainur Ridho; 24040116130096; 2016 UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2019
  2. 2. 1 DISASVR: SISTEM PENDIDIKAN BENCANA BERBASIS VIRTUAL REALITY SOLUSI KETAHANAN BENCANA DI INDONESIA Fajrul Falah, Diah Ayu Suci Kinasih, Ainur Ridho, Ketut Sofjan Firdausi Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto, SH, Tembalang, Semarang 50275 email: fajrul@student.undip.ac.id Abstrak Indonesia memiliki potensi bencana alam yang besar. Pada tahun 2018 terdapat 2.426 bencana dengan jumlah korban jiwa mencapai 4.321, yang menjadi rekor korban terbanyak selama satu dekade. Salah satu penyebab banyaknya korban jiwa tersebut adalah karena kurangnya pendidikan bencana di kalangan masyarakat Indonesia. Pembuatan video ini bertujuan untuk menginformasikan serta mengedukasi masyarakat Indonesia tentang pentingnya pendidikan bencana. Dalam video ini juga disampaikan gagasan bernama DISASVR yaitu sistem pendidikan bencana berbasis virtual reality, sebagai alternatif solusi untuk pendidikan bencana di Indonesia. DISASVR memberikan edukasi bencana dengan lingkungan yang realistis, dengan kelebihan: aman, murah, praktis, dan dapat digunakan secara massal untuk pendidikan bencana di Indonesia. Video ini dikemas dengan pendekatan eksplanasi, yang menjelaskan permasalahan tentang pendidikan bencana mulai dari latar belakang masalah, dasar teori, solusi, dan cara pengaplikasiannya, dengan target audiens generasi milenial. Kata kunci: Bencana alam, mitigasi bencana, virtual reality Abstract Indonesia has a great potential for natural disasters. In 2018 there were 2,426 disasters with the number of fatalities reaching 4,321, which was the highest record in a decade. One of the causes of these fatalities is due to the lack of disaster education among Indonesian people. The making of this video aims to inform and educate the Indonesian people about the importance of disaster education. In this video an idea called DISASVR, a virtual reality based disaster education system, was presented as an alternative solution for disaster education in Indonesia. DISASVR provides disaster education with a realistic environment, with advantages: safe, cheap, practical, and can be used en masse for disaster education in Indonesia. This video is packaged with an explanatory approach, which explains the problems of disaster education starting from the background of the problem, basic theories, solutions, and how to apply it, with a target audience of millennials. Keywords: Natural disaster, disaster mitigation, virtual reality 1. PENDAHULUAN Berdasarkan data BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), pada tahun 2018 di Indonesia terdapat 2.426 kejadian bencana dengan jumlah korban jiwa berjumlah 4.321, yang merupakan rekor korban terbanyak selama satu dekade. Posisi geografis Indonesia yang terletak di perbatasan tiga lempeng benua dan beriklim tropis membuatnya rawan terhadap banyak kejadian bencana alam. Kondisi yang rawan bencana tersebut mengharuskan penduduk Indonesia untuk memiliki kesiapsiagaan dan ketahanan terhadap bencana alam (Wiwaha dkk, 2018). Namun faktanya, masyarakat Indonesia masih belum memiliki kemampuan untuk melakukan mitigasi dan
  3. 3. 2 menyelamatkan diri. Menurut survei Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, 86% masyarakat Indonesia tidak pernah melakukan latihan menghadapi bencana dalam lima tahun terakhir. Oleh karena itu, membangun budaya sadar bencana menjadi satu hal yang penting. Simulasi bencana yang sering dilakukan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) membutuhkan biaya mahal dan sulit untuk dikoordinasikan. Cara alternatif untuk melatih warga adalah dengan mensimulasikan kejadian bencana dengan teknologi virtual reality, yang akan menjadi alternatif metode pengajaran di masa depan (Heinrichs dkk, 2010). Virtual reality atau realitas maya merupakan teknologi dunia virtual yang dapat berupa simulasi komputer, tampilan mata manusia yang canggih, sistem audiospasial, hingga sistem proyeksi tiga dimensi. (Blade dan Pagget, 2002). Menurut penelitian Farra, dkk (2013), penggunaan teknologi virtual reality dapat meningkatkan pemahaman belajar pada pelatihan bencana. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK) ini, diberikan gagasan bernama DISASVR yaitu sistem pendidikan bencana berbasis virtual reality, sebagai solusi ketahanan bencana di Indonesia. Gagasan DISASVR disajikan dalam bentuk video yang didesain secara menarik dan kemudian dipublikasikan melalui YouTube untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas di era digital, terutama untuk generasi milenial. 2. METODE Proses pembuatan video dilakukan selama satu bulan, yang terbagi dalam lima proses utama: (i) riset topik dan studi pustaka, (ii) penyusunan konsep video, (iii) proses perekaman dan pengumpulan footage video, (iv) editing video, dan (v) evaluasi. 2.1 Riset Topik dan Studi Pustaka Proses pertama yang dilakukan pada program ini adalah riset topik dan studi pustaka. Riset topik dan studi pustaka dilakukan dengan mencari dan mengkaji berbagai referensi, baik dalam bentuk artikel jurnal, buku, video, dan lain sebagainya. Proses ini juga dilakukan dengan berdiskusi secara aktif bersama dosen pembimbing agar proses studi pustaka menjadi lebih terstruktur dan terarah. 2.2 Penyusunan Konsep Video Proses selanjutnya adalah penyusunan konsep video. Proses ini dilakukan melalui metode brainstorming dan mencari inspirasi berdasarkan berbagai video yang sudah ada. Hasil dari proses ini dituangkan dalam bentuk story board, yang akan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan video.
  4. 4. 3 / Gambar 1. (Kiri) Proses brainstorming, (Kanan) Storyboard video. 2.3 Proses Perekaman Video dan Pengumpulan Bahan Perekaman video dilakukan dengan di lingkungan Fakultas Sains dan Matematika Univeristas Diponegoro. Proses shooting dilakukan dengan menggunakan kamera Xiaomi Yi M1 yang menghasilkan video dengan kualitas HD (1920 x 1080). Dalam proses ini juga dilakukan perekaman audio sesuai naskah pada masing-masing peran serta pengumpulan footage video dan audio yang nantinya digunakan sebagai pelengkap dalam narasi video. Gambar 2. Proses behind the scene perekaman video DISASVR 2.4 Proses Editing Video Proses editing video dilakukan dengan menggunakan software Adobe Premiere Pro dan Adobe After Effect. Editing yang dilakukan dengan software Adobe Premiere Pro meliputi proses cutting (pemotongan) video, penambahan transisi video, color grading untuk mencerahkan dan penyesuaian warna, sound-editing untuk meningkatkan kejelasan suara. Adapun editing yang dilakukan dengan software Adobe After Effect meliputi penambahan efek pergerakan dan animasi yang lebih smooth. Hasil dari proses editing ini adalah video yang sudah lengkap.
  5. 5. 4 Gambar 3. Editing menggunakan Adobe Premiere Pro (kiri) dan After Effect (kanan) 2.5 Evaluasi Hasil video lengkap yang telah dihasilkan kemudian dievaluasi secara internal dan dengan diskusi bersama dosen pembimbing. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan video. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Video DISASVR yang mencakup latar belakang masalah, dasar teori, dan cara kerja gagasan konstruktif telah berhasil dibuat dan dipublikasikan melalui laman jejaring video YouTube. Video tersebut telah menginformasikan pentingnya isu nasional bencana alam dan gagasan solusi yang dibutuhkan, sehingga audiens merasa tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut. Video DISASVR disajikan dengan pendekatan eksplanasi. Pertama-tama yaitu menjelaskan tentang latar belakang potensi bencana yang sangat besar di Indonesia dan kurangnya kesiapan masyarakat Indonesia untuk menghadapi bencana tersebut. Selanjutnya dijelaskan mengenai potensi virtual reality sebagai alternatif metode pendidikan bencana. Diikuti dengan penjelasan logis dari DISASVR yang dapat menjadi solusi untuk meningkatkan ketahanan bencana di Indonesia, beserta detail terkait cara kerja dan cara realisasinya, yang didasarkan pada berbagai hasil penelitian yang diakui di dunia. Berdasarkan data dari Youtube Analytics, statistik tayangan video DISASVR ditunjukkan pada Gambar 4. Sampai pada tanggal 23 Agustus 2019, video DISASVR telah memiliki lebih dari 2.200 tayangan, 2.000 menit waktu menonton, 112 jumlah like, dan jangkauan hingga 7.300 orang. Gambar 4. Screenshot video DISASVR di Youtube dan statistik berdasarkan Youtube Analytics
  6. 6. 5 Adapun untuk demografi audiens, data dari Youtube Analytics menunjukkan bahwa sebanyak 62,8% adalah pria dan 37,2% adalah perempuan, dengan rentang umur dari 18-24 tahun. Audiens pada rentang umur tersebut memiliki jiwa milenial, rasa ingin tahu yang tinggi, dan aktivitas digital yang tinggi. Data tersebut juga menunjukkan bahwa video DISASVR telah berhasil dengan tepat mencapai segmen audiens generasi milenial. Video tersebut juga telah berhasil mengajak audiens agar mendiskusikan dan memikirkan lebih jauh tentang permasalahan yang diangkat dalam video DISASVR, terlihat dari diksusi yang terjadi dalam 27 buah komentar video DISASVR. 4. PENUTUP/SIMPULAN Berdasarkan pemaparan di atas, disimpulkan bahwa karya video DISASVR telah menginformasikan serta mengedukasi masyarakat Indonesia tentang pentingnya pendidikan bencana, karena potensi bencana alam di Indonesia sangat tinggi dan kesiapan menghadapai bencana masih rendah. Video tersebut juga telah berhasil menjangkau target audiens yang sesuai yaitu generasi milenial, serta menggugah kepeduliannya terhadap isu pentingnya edukasi bencana di Indonesia. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi atas dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2019 sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik. 5. PUSTAKA ACUAN Blade, R.A., dan Padgett, M.L., 2002. Virtual environments standards and terminology. Handbook of Virtual Environments: Design Implementation, and Applications. Lawrence Erlbaum Associates. New Jersey. BNPB. 2019. Grafik Tren Kejadian Bencana Alam 10 Tahun Terakhir. https://bnpb.cloud/dibi/. Diakses tanggal 22 Agustus 2019. Farra, S.L., Miller, E.T., Hodgson, E. 2013. Virtual reality disaster training: Translation to practice. Nurse Education in Practice. Heinrichs, W.L., Youngblood, P., Harter, P., Kusumoto, L., Dev, P., 2010. Training healthcare personnel for mass-casualty incidents in a virtual emergency department: VED II. Prehospital. Disaster. Med. 25 (5): 424 - 431. Wiwaha, A, A., Gunanda, A, D., dan Krisnawati, R., 2018. Strategi recovery sektor pertanian pascabencana gempa di kabupaten lombok utara. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana BNPB. 9 (2): 89-101.

×