Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Komparasi jurnal nanomaterial

72 views

Published on

Tugas Dasar-Dasar Nnaomaterial : Komparasi dua jurnal dengan metode High Energy Milling dan Mechanochemical Milling

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Komparasi jurnal nanomaterial

  1. 1. Metode Mekanik untuk Sintesis Nanomaterial Komparasi Jurnal Sintesis High Energy Milling dan Mechanochemical Milling
  2. 2. JensMartensson 2 Kelompok 1. Diah Ayu Suci Kinasih 24040115130099 2. Dyah Ayu Larasati 24040116140088 3. Vitalis Janu P 24040115120009 4. M Afroni Rizal 24040116120003
  3. 3. JensMartensson 3 Nanomaterial Material yang berukuran 1-100 nm. Dengan efek pengecilan ukuran yang dapat mempengaruhi sifat dan karakteristik dari material tersebut. Sintesis Pembentukan Pembuatan nanomaterial dapat menggunakan berbagai macam metode, seperti • Mechanical Milling Presipitation • Laser Ablation Sol-gel • Sputtering Chemical Vapour Deposition
  4. 4. JensMartensson 4 • Metode mekanik untuk sintesis material • Prinsipnya menggunakan gaya gesek dan tumbukan. • Saat milling terjadi proses kinetik dimana terjadi transfer energi kinetik antara bola-bola milling dengan material. • Dalam prosesnya dapat dikelompokan menjadi 2 jenis, menggunakan High Energy Milling dan Mechanochemical Milling Metode Milling
  5. 5. JensMartensson • Karakterisasi diperlukan untuk melihat apakah sudah terbentuk nanomaterial dan efek yang dihasilkan dari perubahan tersebut. • Metode yang dapat digunakan untuk melihat kondisi mikrostuktur menggunakan X-Ray Diffraction, Scaning Electron Microscopy, Transsmision Electron Microscopy, dan Particle Size Analyzer • Pada jurnal yang akan dikomparasi karakterisasi dilakukan dengan menggunakan XRD dan PSA 5 Karakterisasi
  6. 6. JensMartensson 6 Mechanochemical Milling Sintesis Nanopartikel ZnO dengan Metode Mechanochemical Milling Oleh : Radyum Ikono, dkk Terbit di Prosiding Pertemuan Ilmiah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bahan 2012
  7. 7. JensMartensson 7 High Energy Milling Nanocrytalline ZnO Powder Prepared By High Energy Ball Mill Oleh : G. Batdemberel, dkk Terbit di Research Gate 2013 DOI: 10.1109/IFOST.2013.6616944
  8. 8. JensMartensson 8 Outlines Comparison • Metode • Alat dan Bahan • Preparasi Sampel • Hasil
  9. 9. JensMartensson 9 Metode Sintesis • Metode Mechanochemical Milling • Proses milling menggunakan ball mill dengan melibatkan reaksi kimia • Dibentuk dengan menggunakan bahan kimiawi lain (prekusor, reaktan dan disperan) • Diperlukan kalsinasi dari hasil milling Jurnal B • High Energy Milling • Proses milling serbuk secara mekanik untuk mereduksi dan perubahan ukuran dengan ball mill berenergi tinggi • Dibentuk langsung oleh bulk materialnya • Dihasilkan serbuk material secara langsung Jurnal A
  10. 10. JensMartensson 10 Alat dan Bahan • Alat : HEM-E3D, Sonic Vibra Cell, Furnace • ZnCl2 (Seng Klorida), Natrium KarbonNa2CO3, NaCl, Aquadest • Perbandingan bola milling dengan bahan 15:1 • Diameter ballmil 5 mm dan 10 mm Jurnal B • Alat : Across International VQ-N HighSpeed High Energy Ball Mill 220V, Ultrasonic Cell Disruption KS- 900F • Zinc Oxide (99.0%) • Perandingan bola miliing dengan bahan 30:1 • Diameter ball mill 20 mm dan diamete wadahnya 80 ml Jurnal A
  11. 11. JensMartensson 11 Preparasi Sampel • Bahan di Milling dengan variasi 0,15,60,180,300,420,dan 480 menit dengan kecepatan 1200 rpm • Kemudian di kalsinasi dalam suhu 450 C selama 2 jam • Dicuci dan di sonikasi selama 30 menit • Kemudian diencerkan dengan 1 L aquadest dan di endapakan Jurnal B • Bahan di milling dengan variasi waktu 1 jam, 5 jam dan 8 jam dengan kecepatan 1200 rpm • Kemudian disonikasi selama 10 menit Jurnal A
  12. 12. JensMartensson 12 Hasil X-Ray Diffraction XRD menghasilkan pola difraksi sinar-X yang memberikan informasi mengenai ukuran butir, fase kristal dan regangan kisi pada kristal. Particle Size Analyzer PSA digunakan untuk mengukur ukuran dan distribusi ukuran dari partikel.
  13. 13. JensMartensson X-Ray Difraction 13 Hasil XRD Jurnal A
  14. 14. JensMartensson 14 Hasil XRD Jurnal B
  15. 15. JensMartensson 15 Variasi Jurnal A Jurnal B 0 menit • Terbentuk unsur murni penyusunnya NaCl, Na2CO3, dan ZnCl2 • Telah terbentuk ZnO dengan bentuk hexagonal 60 menit • Senyawa yang terbentuk NaCl. Ada ZnO, ZnCO3 dalam kuantitas yang kecil. • ZnO (tak murni) terbentuk diatas ZnCO3. - 300 menit - • Terbentuk 2 phase ZnO, Hexagonal dan Cubic 480 menit • ZnO terbentuk dengan presentase kecil • Terdapat ZnCO3 yang menumpuk • Terdapat puncak ZnO murni dengan intensitas kecil • Terbentuk 3 phase Cubic ZnO, dan terjadi penurunan intensitas Keterangan • Belum didapatkan waktu milling yang optimal • Kurangnya waktu kalsinasi sampel Terjadi transisi dari fase kristal ke amorf yang merupakan efek pembentukan dan penurunan ukuran kristal
  16. 16. JensMartensson Particel Size Analyzer 16 Waktu Milling menit Ukuran Partikel Jurnal A Ukuran Partikel Jurnal B 0 - 1468 nm 60 183,8 nm 433 nm 180 135,6 nm - 300 - 306 nm 420 877,7 nm - 480 - 435 nm
  17. 17. JensMartensson 17 • Pertambahan waktu milling menyebabkan pengecilan ukuran partikel dan mencapai puncak pada waktu 180 menit, kemudian mengalami aglomerasi ketika lebih dari 7 jam. Jurnal B • Optimum waktu untuk ukuran terkecil pada menit ke 300, kemudian mengalami aglomerasi • Dengan waktu penggilingan yang lebih lama, partikel mulai terjadi aglomerasi yang menyebabkan peningkatan ukuran partikel dan menurunkan luas permukaan. Jurnal A
  18. 18. JensMartensson • Metode high energi milling dan mechanochemical milling dapat digunakan untuk melakukan sintesis nanomaterial • Dari hasil analisa XRD, kristalinitas dan fase ZnO lebih mudah terbentuk dengan menggunakan metode high energy milling • Dari hasil analisa PSA, ukuran partikel kecil jika dibentuk dengan menggunakan metode mechanochemical milling • Pembentukan nanopartikel mempunyai waktu optimal yang berbeda-beda, pada kedua sampel tersebut belum terbentuk partikel nanomaterial Kesimpulan 18 GrowthShowsSales
  19. 19. Departemen Fisika Universitas Diponegoro 2018 Thank You

×