Tugas sistem manajemen basis data 1

8,524 views

Published on

Published in: Education, Technology
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Tugas sistem manajemen basis data 1

  1. 1. SISTEM MANAJEMENBASIS DATA 1Tugas SMBD 1 Desi Lusiana Pakpahan NIM : 1310028 Kelas : SA02
  2. 2. TUGAS Sistem Manajemen Basis Data 1 1. Apa yang dimaksud dengan file tradisional? Apa perbedaannya dengan file yang dikelola dengan database? Jawaban : File tradisional adalah file yang dimana setiap user mendefinisikan dan mengimplementasikan file yang dibutuhkan untuk aplikasi khusus sebagai bagian dari pemrograman aplikasinya. Perbedaan file tradisional dengan file yang dikelola dengan database : Jawaban : Basis data didefinisikan sebagai sekumpulan data yang saling berhubungan, disimpan dengan minimum redudansi untuk melayani banyal aplikasi secara optimal. Sistem manajemen basis data ialah sekumpulan program yang didesain khusus untuk mendeskripsikan, melindungi, dan mengakses basis data serta mengakhiri keterbatasan pemprosesan file tradisional. Jika suatu basis data didesain, diimplementasikan, dan dipelihara dengan benar, sebuah DBMS bisa membantu suatu organisasi guna memudahkan kemungkinan merespon dan mengganti informasi-informasi yang diperlukan. Perbedaan mendasar antara file tradisional dengan file yang dikelola dengan database ialah file dengan database merupakan tindak lanjut dari file tradisional yang dirancang untuk memperbaiki organisasi file tradisional. 2. Apa keuntungan dan kerugian menggunakan basis data? Jawaban : a. Keuntungan menggunakan basis data  Terkontrolnya kerangkapan data Dalam basis data hanya mencantumkan satu kali saja field yang sama yang dapat dipakai oleh semua aplikasi yang memerlukannya.  Terpeliharanya keselarasan (kekonsistenan) data Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan  Data dapat dipakai secara bersama (shared) Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line) pada saat bersamaan.  Dapat diterapkan standarisasi Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.  Keamanan data terjamin DBA dapat memberikan batasan-batasan pengaksesan data, misalnya dengan memberikan password dan pemberian hak akses bagi pemakai (misal : modify, delete, insert, retrieve)  Terpeliharanya integritas data Jika kerangkapan data dikontrol dan kekonsistenan data dapat dijaga maka data menjadi akurat
  3. 3.  Terpeliharanya keseimbangan (keselarasan) antara kebutuhan data yang berbeda dalam setiap aplikasi Struktur basis data diatur sedemikian rupa sehingga dapat melayani pengaksesan data dengan cepat  Data independence (kemandirian data) Dapat digunakan untuk bermacam-macam program aplikasi tanpa harus merubah format data yang sudah ada.b. Kerugian menggunakan basis data  Spesialisasi baru Adopsi pendekatan basis data atau pembelian perangkat lunak SMBD memerlukan SDM dengan spesialisasi yang baru. Untuk memenuhinya perlu mencari tenaga baru atau dengan mengadakan pelatihan staf yang ada.  Perlunya biaya awal (start-up-cost) Biaya awal yaitu meliputi biaya untuk pengadaan perangkat keras, perangkat lunak, dan pelatihan. Bahkan untuk aplikasi yang kompleks memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak dengan biaya yang relatif mahal.  Perlunya konversi data Resiko ini muncul apabila data yang sudah ada sebelumnya diperlukan untuk basis data (untuk kesinambungan proses), dan dengan sistem penyimpanan data sebelumnya yang belum sesuai dengan keperluan basis data.  Perlunya backup Backup atau salinan file ke media penyimpanan yang tidak aktif, berguna di dalam mengembalikan data yang rusak atau hilang, khususnya untuk data yang penting jika terjadi kerusakan data. Perangkat lunak SMBD atau prosedur tambahan dapat digunakan untuk keperluan tersebut.  Data mudah diserang (vulnerable) Dibandingkan dengan pemrosesan file tradisional, basis data lebih mengandung kerawanan apabila terjadi masalah di dalam basis data, karena banyak aplikasi secara bersamaan akan terganggu bahkan lumpuh atau tidak dapat berfungsi. Meskipun gangguan keamanan basis data sudah diantisipasi, akan tetapi apabila sistem keamanannya telah dapat ditembus, penyusup akan dapat mengakses lebih banyak data di dalam lingkungan pemrosesan file tradisional.  Gangguan dengan adanya data bersama Akses tumbukan untuk data bersama melalui beberapa program aplikasi dapat menyebabkan timbulnya beberapa masalah. Diantara masalah tersebut ialah tidak tepatnya hasil update, dan terjadinya deadlock.  Konflik organisasi Basis data melibatkan beberapa bagian di dalam suatu organisasi. Perlu suatu konsensus untuk pendefinisian maupun “pemilikan” data. Tanpa konsensus tersebut, tanggung jawab data, khususnya di dalam pemeliharaannya menjadi tidak jelas.
  4. 4. 3. Siapa saja pengguna basis data? Jawaban : Para pengguna basis data : 1) Database Administrator Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan mengaturnya. Tugas DBA :  Mengontrol DBMS dan software-software  Memonitor siapa yang mengakses basis data  Mengatur pemakaian basis data  Memeriksa security, integrity, recovery dan concurency Program Utilitas yang digunakan oleh DBA :  Loading Routines : membangun versi utama dari basis data  Reorganization Routines : mengatur / mengorganisasikan kembali basis data  Journaling Routines : mencatat semua operasi pemakaian basis data  Recovery Routines : menempatkan kembali data, sebelum terjadinya kerusakan  Statistical Analysis Routines : membantu memonitor kehandalan system 2) Database Designer Database designer bertanggungjawab atas identifikasi data yang disimpan dalam database dan pemilihan struktur yang sesuai untuk mewakili dan menyimpan data ini. Tugas2 ini perlu dilakukan sebelum database yang sebenarnya diimplementasikan dan berisi data. Selain itu juga bertanggungjawab untuk mengkomunikasikan semua user database untuk memahami kebutuhannya, dan mencapai desain yang sesuai dengan kebutuhan user. Dalam banyak kasus, desainer adalah seorang staff dari DBA dan kemungkinan ditugaskan untuk hal lain jika desain database selesai dibuat. Desainer database secara khusus berinteraksi dengan setiap kelompok user dan membangun view dari database yang sesuai dengan data dan memproses kebutuhan kelompok tsb. View ini kemudian dianalisis dan diintegrasikan dengan view dari kelompok user yang lain. Desain database akhir mampu mendukung kebutuhan dari semua kelompok user. 3) End Users (Pemakai Akhir) End user merupakan orang2 yang pekerjaannya membutuhkan akses ke database untuk query, update dan generate laporan. Beberapa kategori dari user :  Programmer aplikasi Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis pada bahasa pemrograman induk (seperti C, pascal, cobol, dll)  Pemakai Mahir (Casual User) Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS  Pemakai Umum (End User / Naïve User) Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executable program) yang telah ditulis (disediakan) sebelumnya  Pemakai Khusus (Specialized/Sophisticated User)
  5. 5. Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus seperti aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dll, yang bisa saja mengakses basis data dengan atau tanpa DBMS yang bersangkutan. 4) System Analysts and Application Programmers (Software Engineers) Analis sistem menentukan kebutuhan user khususnya end user yang naïve dan parametric dan membuat spesifikasi untuk canned transaction yang sesuai dengan kebutuhan. Pemrogram aplikasi mengimplementasikan spesifikasi ini sebagai program; kemudian diuji, didebug, didokumentasikan. Software engineers ini perlu terbiasa dengan kemampuan DBMS dalam menyelesaikan tugas2nya. 5) Pelaku Lainnya  DBMS system designers and implementers  Tools developers : orang2 yang mendesain dan mengimplementasikan tool – paket software yang menyediakan dan menggunakan desain system database dan meningkatkan kinerja.  Operators and maintenance personnel : bertanggungjawab atas hardware dan software dari sistem database yang dioperasikan dan dimaintenaceREFERENSIhttp://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=pengertian%2Bfile%2Btradisional&source=web&cd=1&ved=0CBcQFjAA&url=http%3A%2F%2Fdewiar.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F424%2FM1%2B-%2BDBMS.pdf&ei=3gmETtKTDsPyrQfl6Jm8DA&usg=AFQjCNEbUmJgn7MAnkG86rajjAn6DD7IWQhttp://journal.mercubuana.ac.id/data/ksi-b.dochttp://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=file%20tradisional&source=web&cd=2&sqi=2&ved=0CB4QFjAB&url=http%3A%2F%2Ffikri.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F11911%2FSBD1Pertemuan1.pdf&ei=1u-FTvPvC5DqrQey6LXgDA&usg=AFQjCNHaSdPOulkUgYA7IiQPT4FoNEGtRw&cad=rjahttp://ilmukomputer.com

×