NAMA : SYASRIDA FRANSISKA
NPM : 116511726
KELAS : 6.A
DOSEN PEMANGKU : PRIMA WAHYU TITISARI, MSI
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
FA...
POPULASI
KOMUNITAS
EKOSISTEM
KLIMATOLOGIS EKOSISTEM
RAWA GAMBUT
EDHAPIS EKOSISTEM
RAWA GAMBUT
MATERI EKOLOGI TUMBUHAN
POPULASI
Karakteristik
Populasi
Metode
Analisis
Populasi
Ekologi
Populasi
Kepadatan (Density)
Kelahiran (Natality)
Kematia...
Definisi Populasi
Populasi berasal dari Bahasa Yunani yaitu “Populus”
yang berari rakyat / penduduk
Suatu kelompok individ...
Pada dasarnya tidak ada satupun individu dalam populasi
yang persis sama baik bentuk dan morfologinya
Genotip
berbeda
Geno...
1. Kelimpahan
Populasi
(abundance)
2. Kepadatan
Populasi (density)
3. Jumlah pertambahan
kepadatan populasi
Banyak Individ...
Karakteristik
Populasi
L.P
Kepadatan
Populasi
L.P
Kepadatan
Spesifikasi
Kelahiran Maksimum
(Kelahiran
fisiologi/absolut)
Kelahira
n
Populasi
Kelahiran
Ekologi
 Perhitungan Laju Kelahiran Popula...
Kematian
(Mortality)
Perhitungannya
Umur
Fisiologi
Umur
Ekologi
Penyebabnya
Jenisnya
Y
X
Cembung
Diagonal
Cekung
N
W
Logaritmik 
 Aritmatik
a. Kurva Pertumbuhan Eksponensial
N
W
b. Kurva Secara Teoritis
N
W
Oksilasi
Daya Dukung
Lingk...
Penyebaran
Populasi
Penyebabnya
Pola Acak
(Random)
Pola Teratur
(Uniform)
PolaKelompok
(Clumbed)
Sebab:
Lingkungan
Homogen
Sebab:
Kompetisi
Positif
Sebab:...
Metode Analisis Populasi
• Total sensus
Menghitng organisme
yang cukup besra dan
tempatnya terbatas
dan mudah
didapatkan.
...
Metode Zippin
Metode Regresi
1. Setiap individu harus terdistribusi secara acak
2. Ukuran populasi relatif konstan
3. Pelu...
KOMUNITAS
Komunitas ialah kumpulan dari berbagai
populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah
tertentu yang saling beri...
• Nama Komunitas
Nama komunitas harus dapat memberikan
keterangan mengenai sifat-sifat komunitas tersebut.
Cara yang palin...
• Cara yang paling baik untuk menamakan
komunitas itu adalah dengan mengambil
beberapa sifat yang jelas dan mantap, baik
h...
Bentuk atau struktur utama seperti jenis dominan,
bentuk hidup atau indikator lainnya seperti hutan pinus,
hutan agathis, ...
Berdasarkan sifat-sifat atau tanda-tanda
fungsional misalnya tipe metabolisme komunitas.
Berdasarkan sifat lingkungan alam...
• Komunitas akuatik, komunitas ini misalnya yang
terdapat di laut, di danau, di sungai, di parit atau di
kolam
• Komunitas...
Struktur Komunitas
1. Kualitatif, seperti
komposisi, bentuk hidup,
fenologi dan vitalitas.
Vitalitas
menggambarkan
kapasit...
3. Sintesis adalah proses perubahan dalam
komunitas yang berlangsung menuju ke satu arah
yang berlangsung lambat secara te...
• Dalam tingkat ini komunitas sudah mengalami
homoestosis. Menurut konsep mutahir suksesi
merupakan pergantian jenis-jenis...
• Suksesi primer yaitu bila ekosistem mengalami
gangguan yang berat sekali, sehingga komunitas
awal (yang ada) menjadi hil...
Suksesi sekunder yaitu prosesnya sama
dengan yang terjadi pada suksesi primer,
perbedaannya adalah pada keadaan
kerusakan ...
• Sebuah komunitas adalah kumpulan populasi
tumbuhan dan tanaman yang hidup secara
bersama di dalam suatu lingkungan. Seri...
• Peran suatu spesies di dalam komunitasnya disebut
peran ekologi (niche). Sebuah peran ekologi terdiri
dari cara-cara seb...
Ahli ekologi memiliki catatan yang panjang tentang
beberapa spesies yang menempati peran ekologi tinggi
tertentu dalam kom...
Ahli lainnya berpendapat bahwa sebuah spesies yang
menempati peran ekology yang tinggi, melakukannya
karena tuntutan fisik...
Perubahan komunitas yang terjadi disebut suksesi
ekologi. Proses yang terjadi berupa urutan-urutan yang
lambat, pada umumn...
Perubahan-perubahan ini dapat juga merubah
populasi yang membentuk komunitas. Selanjutnya
karena jumlah dan jenis spesies ...
Para ahli ekologi membedakan dua tipe suksesi
yakni primer dan sekunder. Di dalam suksesi primer
organisme mulai menempati...
Suksesi sekunder terjadi setelah
komunitas yang ada menderita gangguan yang
besar sebagai contoh sebuah komunitas
klimaks ...
Selanjutnya diikuti oleh tumbuhan semak-semak. Terakhir
pohon-pohonan baru muncul kembali dan wilayah
tersebut akan kembal...
EKOSISTEM
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang
terbentuk oleh hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dengan ling...
KOMPONEN
PENYUSUN EKOSISTEM
KOMPONEN
ABIOTIK
KOMPONEN
BIOTIK
• Komponen abiotik merupakan komponen-komponen
penyusun ekosistem dari benda tak hidup, meliputi :
TANAH AIR
UDARA
TOPOGR
AFI
IKLIM
SUHU
• Komponen biotik adalah
komponen ekosistem
yang hidup. Semua
hewan dan tumbuhan
yang terdapat dalam
suatu ekosistem
merup...
suatu komunitas yang menyusun ekosistem, pada
awalnya tidak langsung komplek atau beraneka ragam
jenisnya, tetapi mengalam...
SUKSESI ADA 2 TIPE :
1. Suksesi primer
merupakan
formasi suatu
komunitas baru
pada suatu
daerah yang
diawali oleh
suatu da...
2. Suksesi
sekunder
merupakan
pembentukan
kembali suatu
komunitas ke
bentuk kondisi
awal setelah
daerah tersebut
rusak
TIPE – TIPE EKOSISTEM
Ekosistem
Air Tawar
Sungai
Danau
Ekosistem Laut
Estuari Pantai pasir
Laut Dalam
Terumbu karang
Pantai batu
Ekosistem Darat
Hutan Gugur Hutan pinus
Hutan Payau Belukar
Arus energi
Arus energi merupakan
perpindahan energi satu arah
dari cahaya matahari,
produsen, konsumen I,
konsumen II dan...
RANTAI
MAKANAN
Merupakan suatu
peristiwa makan
memakan dalam
suatu urutan
tertentu.
• Jaring-jaring makanan adalah kumpulan beberapa rantai
makanan yang saling berhubungan.
Contoh :
Jaring-Jaring Makanan
• Piramida makanan adalah komposisi rantai makanan
yang makin ke atas, jumlahnya makin sedikit.
Contoh:
Piramida Makanan
MACAM-MACAM SIKLUS BIOGEOKIMIA SIKLUS
FOSFOR
SIKLUS
NITROGEN
SIKLUS
KARBON
SIKLUS
SULFUR
SIKLUS
AIR
EKOLOGI HUTAN RAWA
GAMBUT
KLIMATOLOGIS
EKOSISTEM RAWA
GAMBUT
EDHAPIS EKOSISTEM
RAWA GAMBUT
ASPEK KLIMATOLOGIS EKOSISTEM
HUTAN RAWA GAMBUT
IKLIM HUTAN RAWA GAMBUT PROPINSI
RIAU
Iklim adalah sintesis hasil pengamatan cuaca
untuk memperoleh deskripsi secara stati...
Menurut Kramer dan Kozlowski (1960) dalam Idris
(1996), faktor-faktor iklim yang penting bagi hidup dari
pertumbuhan indiv...
Kelembaban relatif hutan gambut cukup tinggi pada
musim hujan, yakni berkisar 90 % - 96 %, baik dalam hutan
alami /hutan g...
Menurut Noor (2001) suhu gambut sendiri
lebih besar daripada suhu udara antara hutan
dan lahan kosong. Suhu permukaan gamb...
Sehingga perombakan gambut lebih dipercepat dan
intensif, sehingga mempercepat terjadinya degradasi
gambut. Oleh karena ru...
DOMINASI DAN STRUKTUR POHON FLORISTIK
HUTAN RAWA GAMBUT PROPINSI RIAU
1. Dominasi dan Struktur Pohon Floristik Hutan Rawa
...
2. Pola Sebaran Spasial Floristik Hutan Rawa Gambut
Menurut Ludwig & Reynold (1988), faktor-faktor
yang mempengaruhi pola ...
3. Celah Kanopi/ Rumpang Floristik Hutan Rawa
Gambut
Celah kanopi (rumpang atau gap atau chablis)
merupakan kejadian alam ...
IMPLIKASI PEMBUKAAN WILAYAH HUTAN
TERHADAP DEGRADASI HUTAN RAWA
GAMBUT
Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat
besar ...
Berdasarkan fungsinya, hutan tetap terdiri
dari hutan lindung seluas 30.316.100 ha,
hutan suaka alam dan hutan wisata
18.7...
Pengelolaan hutan meliputi, penebangan, peremajaan
dan pemeliharaan tegakan hutan guna menjamin
kelestarian produksi kayu ...
Dalam keputusan tersebut telah ditetapkan antara lain bahwa
pengelolaan hutan produksi alam dapat dilakukan dengan sistem
...
Berdasarkan letak Hutan
Rawa Gambut yang unik.
Ekosistem ini teridi atas
beberapa tipe subekosistem
berikut batas-batasnya...
Peran dan masalah-masalah Hutan Rawa
gambut
Peran Hutan Rawa Gambut :
1. Pengontrol system hidrologi kawasan
2. Gudang pen...
Masalah Terkait Konservasi Hutan Rawa Gambut :
1. Maraknya kebakaran hutan rawa gambut
2. Pencurian kayu (illegal logging)...
Lahan gambut cenderung mudah terbakar, karena
kandungan bahan organik yang tinggi dan memiliki sifat
kering tak balik (irr...
Terbitnya Inpres No. 2 tahun 2007 tentang
Percepatan Rehabilitasi dan Revitalisasi Kawasan
Lahan Gambut Eks Proyek Pengemb...
Pengelolaan hutan dan lahan gambut ini
perlu dilakukan secara bijaksana dan hati-hati,
hal ini disebabkan karena hutan hut...
ASPEK EDHAPIS
EKOSISTEM RAWA GAMBUT
TANAH HUTAN RAWA GAMBUT PROPINSI
RIAU
Gambut adalah bahan tanah yang tidak mudah
lapuk, terdiri dari bahan organik yang se...
Berdasarkan kandungan bahan organik,
dikenal dua golongan tanah yaitu tanah mineral
yang mengandung bahan organik berkisar...
Menurut Koesmawadi (1996) ciri-ciri hutan rawa gambut:
• Selalu tergenang air
• komposisi jenis pon beraneka ragam, mulai ...
Tanah gambut, merupakan tanah yang
tersusun dari bahan organik, baik dengan
ketebalan bahan organik lebih dari 45 cm
ataup...
Tanah gambut tersebut pada umumnya
mengandung lebih dari 60 % bahan
organik (Driessen, 1977). Tanah gambut
atau tanah orga...
Semenanjung
propinsi riau
Bahan organik pada tanah gambut dibedakan atas tiga
macam (Rosmarkam et al., 1988) yaitu :
• Fibric yang tingkat dekomposi...
Menurut Hakim (1986) berdasarkan
nilai-nilai tersebut menggolongkan kesuburan
tanah gambut menjadi tiga yaitu :
• Gambut e...
Tanpa memandang tingkat dekomposisinya,
gambut dikelaskan sesuai dengan bahan
induknya menjadi tiga (Bucman dan Brady,
198...
a. Gambut endapan : Gambut endapan biasanya
tertimbun didalam air yang relatif dalam
b. Berserat : Gambut ini mempunyai
ke...
Menurut kondisi dan sifat – sifatnya, gambut di sini dapat
dibedakan atas:
• 1. Gambut topogen : ialah lapisan
tanah gambu...
• 2. Gambut ombrogen : lebih sering dijumpai,
meski semua gambut ombrogen bermula
sebagai gambut topogen. Gambut ombrogen
...
3. SUKSESI VEGETASI HUTAN RAWA
GAMBUT PROPINSI RIAU
Whittaker (1970) menyatakan bahwa perubahan-
perubahan yang terjadi se...
(2) Terjadinya peningkatan dalam tinggi, kerimbunan dan
perbedaan strata dari tumbuh-tumbuhan.
(3) Dengan meningkatnya sif...
(5) Populasi meningkat, pergantian
suatu populasi oleh populasi lainnya
meningkat sampai tingkat yang stabil
juga jenis ya...
Tanah gambut di Indonesia sangat bervariasi tingkat
kesuburannya. Gambut pantai umumnya merupakan
gambut topogenous atau m...
Kualitas tanah gambut sangat tergantung
pada vegetasi yang menghasilkan bahan
organik pembentuk tanah gambut, bahan
minera...
Menurut Hakim (1986) berdasarkan nilai-nilai
tersebut menggolongkan kesuburan tanah gambut
menjadi tiga yaitu :
(1) Gambut...
• Hutan rawa gambut TN Sembilang merupakan
bagian sistem hutan Berbak-Sembilang seluas
10.000 ha yang mengarah ke selatan....
• Sumber air secara khusus berasal dari hujan.
• Spesies tumbuhan termasuk Tristania obovata,
Architea alternifolia, Pdana...
• World Book Multimedia Encyclo pedia penerbit IBM
- Ekologi Jawa dan Bali terbitan Pre nhallindo.
- Wikipedia.org
• Http:...
• Http://elfisuir.blogspot.com/search/label/IKLIM HUTAN RAWA
GAMBUT PROPINSI RIAU
• Http://elfisuir.blogspot.com/search/la...
• Http://elfisuir.blogspot.com/search/label/SUKSESI
VEGETASI HUTAN RAWA GAMBUT PROPINSI RIAU
• Http://elfisuir.blogspot.co...
Syasrida fransiska
Syasrida fransiska
Syasrida fransiska
Syasrida fransiska
Syasrida fransiska
Syasrida fransiska
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Syasrida fransiska

433 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
433
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Syasrida fransiska

  1. 1. NAMA : SYASRIDA FRANSISKA NPM : 116511726 KELAS : 6.A DOSEN PEMANGKU : PRIMA WAHYU TITISARI, MSI UNIVERSITAS ISLAM RIAU FAKULATAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI TUGAS EKOLOGI TUMBUHAN
  2. 2. POPULASI KOMUNITAS EKOSISTEM KLIMATOLOGIS EKOSISTEM RAWA GAMBUT EDHAPIS EKOSISTEM RAWA GAMBUT MATERI EKOLOGI TUMBUHAN
  3. 3. POPULASI Karakteristik Populasi Metode Analisis Populasi Ekologi Populasi Kepadatan (Density) Kelahiran (Natality) Kematian (Mortality) Penyebaran Umur Populasi Fluktuasi Populasi Penyebaran Populasi Potensi Biotik Populasi Bentuk Pertumbuhan Populasi Total Sensus Visual Capture Recapture Removal Sampling
  4. 4. Definisi Populasi Populasi berasal dari Bahasa Yunani yaitu “Populus” yang berari rakyat / penduduk Suatu kelompok individu dari spesies yang sama yang menempati suatu tempat pada waktu tertentu CONTOH ; Populasi Kupu – Kupu
  5. 5. Pada dasarnya tidak ada satupun individu dalam populasi yang persis sama baik bentuk dan morfologinya Genotip berbeda Genotip sama Lingkungan sama Lingkungan berbeda Perkembangan Perkembangan Fenotip berbeda Fenotip berbeda Genetik Lingkungan
  6. 6. 1. Kelimpahan Populasi (abundance) 2. Kepadatan Populasi (density) 3. Jumlah pertambahan kepadatan populasi Banyak Individu dlm populasi yg dhubungkan dlm satuan ruang/tempat pd waktu tertentu Jumlah individu yang bertambah didalam populasi persatuan waktu
  7. 7. Karakteristik Populasi L.P Kepadatan Populasi L.P Kepadatan Spesifikasi
  8. 8. Kelahiran Maksimum (Kelahiran fisiologi/absolut) Kelahira n Populasi Kelahiran Ekologi  Perhitungan Laju Kelahiran Populasi
  9. 9. Kematian (Mortality) Perhitungannya Umur Fisiologi Umur Ekologi Penyebabnya Jenisnya
  10. 10. Y X Cembung Diagonal Cekung
  11. 11. N W Logaritmik   Aritmatik a. Kurva Pertumbuhan Eksponensial N W b. Kurva Secara Teoritis N W Oksilasi Daya Dukung Lingkungan c. Kurva Teoritis Pertumbuhan Populasi Eksponensial Resistensi K=Daya dukung Lingkungan N W d. Kurva hub.antara potensi biotik, resistensi n daya dukung lingkungan
  12. 12. Penyebaran Populasi Penyebabnya
  13. 13. Pola Acak (Random) Pola Teratur (Uniform) PolaKelompok (Clumbed) Sebab: Lingkungan Homogen Sebab: Kompetisi Positif Sebab: Kebutuhan & Kesamaan
  14. 14. Metode Analisis Populasi • Total sensus Menghitng organisme yang cukup besra dan tempatnya terbatas dan mudah didapatkan. Mempunyai tingkat ketelitian yang sangat tinggi (valid) • Capture recapture Menghitung organisme yang sukar ditemukan secara langsung karena jumlah tinggal sedikit/hampir punah. Diperlukan untuk pengelolaan konservasi
  15. 15. Metode Zippin Metode Regresi 1. Setiap individu harus terdistribusi secara acak 2. Ukuran populasi relatif konstan 3. Peluan tertangkapnya individu relatif sama
  16. 16. KOMUNITAS Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.
  17. 17. • Nama Komunitas Nama komunitas harus dapat memberikan keterangan mengenai sifat-sifat komunitas tersebut. Cara yang paling sederhana, memberi nama itu dengan menggunakan kata-kata yang dapat menunjukkan bagaimana wujud komunitas seperti padang rumput, padang pasir, hutan jati.
  18. 18. • Cara yang paling baik untuk menamakan komunitas itu adalah dengan mengambil beberapa sifat yang jelas dan mantap, baik hidup maupun tidak. Ringkasannya pemberian nama komunitas dapat berdasarkan :
  19. 19. Bentuk atau struktur utama seperti jenis dominan, bentuk hidup atau indikator lainnya seperti hutan pinus, hutan agathis, hutan jati, atau hutan Dipterocarphaceae, dapat juga berdasarkan sifat tumbuhan dominan seperti hutan sklerofil. Berdasarkan habitat fisik dari komunitas, seperti komunitas hamparan lumpur, komunitas pantai pasir, komunitas lautan dan lain –lain.
  20. 20. Berdasarkan sifat-sifat atau tanda-tanda fungsional misalnya tipe metabolisme komunitas. Berdasarkan sifat lingkungan alam seperti iklim, misalnya terdapat di daerah tropik dengan curah hujan yang terbagi rata sepanjang tahun, maka disebut hutan hujan tropik.
  21. 21. • Komunitas akuatik, komunitas ini misalnya yang terdapat di laut, di danau, di sungai, di parit atau di kolam • Komunitas terrestrial, yaitu kelompok organisme yang terdapat di pekarangan, di hutan, di padang rumput, di padang pasir, dan lain – lain. Macam-macam Komunitas
  22. 22. Struktur Komunitas 1. Kualitatif, seperti komposisi, bentuk hidup, fenologi dan vitalitas. Vitalitas menggambarkan kapasitas pertumbuhan dan perkembangbiakan organisme. 2. Kuantitatif, seperti Frekuensi, densitas dan densitas relatif. Frekuensi kehadiran merupakan nilai yang menyatakan jumlah kehadiran suatu spesies di dalam suatu habitat.
  23. 23. 3. Sintesis adalah proses perubahan dalam komunitas yang berlangsung menuju ke satu arah yang berlangsung lambat secara teratur pasti terarah dan dapat diramalkan. Suksesi-suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitasnya dan memerlukan waktu. Proses ini berakhir dengan sebuah komunitas atau ekosistem yang disebut klimas.
  24. 24. • Dalam tingkat ini komunitas sudah mengalami homoestosis. Menurut konsep mutahir suksesi merupakan pergantian jenis-jenis pioner oleh jenis- jenis yang lebih mantap yang sangat sesuai dengan lingkungannya. Lanjutannya
  25. 25. • Suksesi primer yaitu bila ekosistem mengalami gangguan yang berat sekali, sehingga komunitas awal (yang ada) menjadi hilang atau rusak total, menyebabkan ditempat tersebut tidak ada lagi yang tertinggal dan akhirnya terjadilah habitat baru. Suksesi dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
  26. 26. Suksesi sekunder yaitu prosesnya sama dengan yang terjadi pada suksesi primer, perbedaannya adalah pada keadaan kerusakan ekosistem atau kondisi awal pada habitatnya. Ekologi tersebut mengalami gangguan, akan tetapi tidak total, masih ada komunitas yang tersisa.
  27. 27. • Sebuah komunitas adalah kumpulan populasi tumbuhan dan tanaman yang hidup secara bersama di dalam suatu lingkungan. Serigala, rusa, berang-berang, pohon cemara dan pohon birch adalah beberapa populasi yang membentuk komunitas hutan di Isle Royale
  28. 28. • Peran suatu spesies di dalam komunitasnya disebut peran ekologi (niche). Sebuah peran ekologi terdiri dari cara-cara sebuah spesies berinteraksi di dalam lingkungannya, termasuk diantaranya faktor-faktor tertentu seperti apa yang dimakan atau apa yang digunakan untuk energi, predator yang memangsa, jumlah panas, cahaya atau kelembaban udara yang dibutuhkan, dan kondisi dimana dapat direproduksi.
  29. 29. Ahli ekologi memiliki catatan yang panjang tentang beberapa spesies yang menempati peran ekologi tinggi tertentu dalam komunitas tertentu.Berbagai penjelasan banyak yang diusulkan untuk hal ini. Beberapa ahli ekologi merasa bahwa hal ini disebabkan karena kompetisi jika dua spesies mencoba untuk mengisi peran ekologi "niche" yang sama, selanjutnya kompetisi untuk membatasi berbagai sumber daya akan menekan salah satu spesies keluar.
  30. 30. Ahli lainnya berpendapat bahwa sebuah spesies yang menempati peran ekology yang tinggi, melakukannya karena tuntutan fisik yang keras tentang peran tertentu tersebut di dalam komunitas. Dengan kata lain hanya satu spesies yang menempati peran ekologi "niche" bukan karena memenangkan kompetisi dengan spesies lainnya, tetapi karena hanya satu-satunya anggota komunitas yang memiliki kemampuan fisik memainkan peran tersebut.
  31. 31. Perubahan komunitas yang terjadi disebut suksesi ekologi. Proses yang terjadi berupa urutan-urutan yang lambat, pada umumnya perubahannya dapat diramalkan yakni dalam hal jumlah dan jenis mahkluk organisme yang ada di suatu tempa. Perbedaan intensitas sinar matahari, perlindungan dari angin, dan perubahan tanah dapat merubah jenis-jenis organisme yang hidup di suatu wilayah.
  32. 32. Perubahan-perubahan ini dapat juga merubah populasi yang membentuk komunitas. Selanjutnya karena jumlah dan jenis spesies berubah, maka karakteristik fisik dan kimia dari wilayah mengalami perubahan lebih lanjut. Wilayah tersebut bisa mencapai kondisi yang relatip stabil atau disebut komunitas klimaks, yang bisa berakhir hingga ratusan bahkan ribuan tahun.
  33. 33. Para ahli ekologi membedakan dua tipe suksesi yakni primer dan sekunder. Di dalam suksesi primer organisme mulai menempati wilayah baru yang belum ada kehidupan seperti sebuah pulau baru yang terbentuk karena letusan gunung berapi. Sebagai contoh anak krakatau yang terbentuk sejak 1928 dari kondisi steril, kini telah dihuni oleh puluhan spesies.
  34. 34. Suksesi sekunder terjadi setelah komunitas yang ada menderita gangguan yang besar sebagai contoh sebuah komunitas klimaks (stabil) hancur karena terjadinya kebakaran hutan. Komunitas padang rumput dan bunga liar akan tumbuh pertama kali.
  35. 35. Selanjutnya diikuti oleh tumbuhan semak-semak. Terakhir pohon-pohonan baru muncul kembali dan wilayah tersebut akan kembali menjadi hutan hingga gangguan muncul kembali. Dengan demikian kekuatan-kekuatan alam yang terakhir menyebabkan terjadinya komunitas klimaks (stabil). Sebagai tambahan para ahli ekologi memandang kebakaran dan gangguan alam besar lainnya sebagai hal yang dapat diterima dan tetap diharapkan.
  36. 36. EKOSISTEM Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.
  37. 37. KOMPONEN PENYUSUN EKOSISTEM KOMPONEN ABIOTIK KOMPONEN BIOTIK
  38. 38. • Komponen abiotik merupakan komponen-komponen penyusun ekosistem dari benda tak hidup, meliputi : TANAH AIR
  39. 39. UDARA TOPOGR AFI
  40. 40. IKLIM SUHU
  41. 41. • Komponen biotik adalah komponen ekosistem yang hidup. Semua hewan dan tumbuhan yang terdapat dalam suatu ekosistem merupakan suatu biotik. Komponen biotik suatu ekosistem meliputi berbagai jenis makhluk hidup. Komponen biotik dapat di bedakan menjadi 3 : PRODUSE N KONSUM EN PENGURA I
  42. 42. suatu komunitas yang menyusun ekosistem, pada awalnya tidak langsung komplek atau beraneka ragam jenisnya, tetapi mengalami perkembangan secara perlahan-lahan. Proses perubahan dalam komunitas yang berlangsung secara bertahap dan menuju ke satu arah secara teratur disebut suksesi. Suksesi dapat terjadi sebagai akibat dari perubahan lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem. SUKSESI EKOSISTEM
  43. 43. SUKSESI ADA 2 TIPE : 1. Suksesi primer merupakan formasi suatu komunitas baru pada suatu daerah yang diawali oleh suatu daerah yang kosong.
  44. 44. 2. Suksesi sekunder merupakan pembentukan kembali suatu komunitas ke bentuk kondisi awal setelah daerah tersebut rusak
  45. 45. TIPE – TIPE EKOSISTEM Ekosistem Air Tawar Sungai Danau
  46. 46. Ekosistem Laut Estuari Pantai pasir
  47. 47. Laut Dalam Terumbu karang Pantai batu
  48. 48. Ekosistem Darat Hutan Gugur Hutan pinus
  49. 49. Hutan Payau Belukar
  50. 50. Arus energi Arus energi merupakan perpindahan energi satu arah dari cahaya matahari, produsen, konsumen I, konsumen II dan seterusnya atau dengan kata lain perpindahan energi yang terjadi dalam rantai makanan.
  51. 51. RANTAI MAKANAN Merupakan suatu peristiwa makan memakan dalam suatu urutan tertentu.
  52. 52. • Jaring-jaring makanan adalah kumpulan beberapa rantai makanan yang saling berhubungan. Contoh : Jaring-Jaring Makanan
  53. 53. • Piramida makanan adalah komposisi rantai makanan yang makin ke atas, jumlahnya makin sedikit. Contoh: Piramida Makanan
  54. 54. MACAM-MACAM SIKLUS BIOGEOKIMIA SIKLUS FOSFOR
  55. 55. SIKLUS NITROGEN SIKLUS KARBON
  56. 56. SIKLUS SULFUR SIKLUS AIR
  57. 57. EKOLOGI HUTAN RAWA GAMBUT KLIMATOLOGIS EKOSISTEM RAWA GAMBUT EDHAPIS EKOSISTEM RAWA GAMBUT
  58. 58. ASPEK KLIMATOLOGIS EKOSISTEM HUTAN RAWA GAMBUT
  59. 59. IKLIM HUTAN RAWA GAMBUT PROPINSI RIAU Iklim adalah sintesis hasil pengamatan cuaca untuk memperoleh deskripsi secara statistik mengenai keadaan atmosfier pada daerah yang sangat luas (Barry, 1981 dalam Wenger, 1984). Berdasarkan batasan ruang dimana nilai-nilai yang ada masih berlaku, maka iklim dibedakan kedalam iklim makro dan iklim mikro.
  60. 60. Menurut Kramer dan Kozlowski (1960) dalam Idris (1996), faktor-faktor iklim yang penting bagi hidup dari pertumbuhan individu dan masyarakat tumbuh-tumbuhan adalah cahaya, suhu, curah hujan, kelembaban udara, gas udara dan angin. Lingkungan radiasi di dalam sebuah hutan berbeda dengan daerah tidak berhutan karena permukaan yang mengabsorbsi di dalam hutan umumnya berbeda di atas tanah dengan jarak yang terlihat nyata.
  61. 61. Kelembaban relatif hutan gambut cukup tinggi pada musim hujan, yakni berkisar 90 % - 96 %, baik dalam hutan alami /hutan gundul/lahan kosong. Pada musim kemarau kelembaban menurun menjadi 80 %, pada bulan-bulan kering berkisar 0 % - 84 % Pada siang hari dimusim kemarau, kelembaban dapat mencapai 67 % - 69 %. Tetapi pada paigi hari, kelembaban musim kemarau lebih tinggi dari musim hujan, mencapai 90% - 96% (Rieley, et al.,1996)
  62. 62. Menurut Noor (2001) suhu gambut sendiri lebih besar daripada suhu udara antara hutan dan lahan kosong. Suhu permukaan gambut hampir tetap. Jika keadaan tertutup hutan, suhu gambut berkisar 25,5 0C – 29,0 0C dan jika keadaan terbuka berkisar 40,0 0C – 42,5 0C. Suhu yang tinggi pada keadaan terbuka akan merangsang aktivitas mikro organisme
  63. 63. Sehingga perombakan gambut lebih dipercepat dan intensif, sehingga mempercepat terjadinya degradasi gambut. Oleh karena ruang gerak kehidupan tumbuh- tumbuhan dan mahkluk lainnya terdapat di lapisan terbawah atmosfir, di dekat tanah, maka apabila perhatian difokuskan iklim sebagai salah satu unsur ekosistem sumber daya hutan, yang lebih sangat berkaitan untuk dikaji dalam konteks ini adalah iklim mikro.
  64. 64. DOMINASI DAN STRUKTUR POHON FLORISTIK HUTAN RAWA GAMBUT PROPINSI RIAU 1. Dominasi dan Struktur Pohon Floristik Hutan Rawa Gambut Richard (1984) dan Mueller-Dumbois dan Ellenberg (1974) Kekayaan floristik hutan tropika sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan seperti iklim, tanah dan cahaya, dimana faktor tersebut membentuk suatu tegakan yang klimaks
  65. 65. 2. Pola Sebaran Spasial Floristik Hutan Rawa Gambut Menurut Ludwig & Reynold (1988), faktor-faktor yang mempengaruhi pola sebaran spasial adalah : • (1) Faktor vektorial • (2) Faktor reproduksi, (3) Faktor co-aktif (4) Faktor stokastik
  66. 66. 3. Celah Kanopi/ Rumpang Floristik Hutan Rawa Gambut Celah kanopi (rumpang atau gap atau chablis) merupakan kejadian alam yang umum dijumpai di hutan tropika. Celah terjadi akibat pohon yang mati/patah/ rebah batang atau dahan pohon oleh berbagai faktor seperti mati karena usia, angin, tanah longsor, penebangan pohon dan sebagainya (Hartshorn, 1986).
  67. 67. IMPLIKASI PEMBUKAAN WILAYAH HUTAN TERHADAP DEGRADASI HUTAN RAWA GAMBUT Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat besar peranannya bagi kepentingan hidup manusia dan lingkungan hidup. Berdasarkan pola pemanfaatan lahan dari hasil rembugan Tata Guna Hutan Kesepakatan, tercatat bahwa jumlah luas hutan di Indonesia adalah 143.970.615 ha, yang terdiri dari hutan tetap 113.433.215 ha dan hutan produksi yang dapat dikonversi 30.537.400 ha.
  68. 68. Berdasarkan fungsinya, hutan tetap terdiri dari hutan lindung seluas 30.316.100 ha, hutan suaka alam dan hutan wisata 18.725.215 ha, hutan produksi terbatas 30.525.300 ha dan hutan produksi tetap 33.886.600 ha (Dephut, 2004).
  69. 69. Pengelolaan hutan meliputi, penebangan, peremajaan dan pemeliharaan tegakan hutan guna menjamin kelestarian produksi kayu atau hasil hutan lainnya (Dephut, 1998). Sistem silvikultur pada hakekatnya merupakan program perlakuan untuk seluruh rotasi. Batasan ini membantu menjamin beberapa keseragaman dan kontinuitas jangka panjang dari perlakuan yang diterapkan.
  70. 70. Dalam keputusan tersebut telah ditetapkan antara lain bahwa pengelolaan hutan produksi alam dapat dilakukan dengan sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI), Tebang Habis dengan Permudaan alami Alam (THPA) Tebang Habis dengan Permudaan alami Buatan (THPB) (Dephut, 1998). Menteri Kehutanan mengeluarkan keputusan Nomor 485/Kpts/II/1989 tanggal 18 September 1989 tentang sistem silvikultur.
  71. 71. Berdasarkan letak Hutan Rawa Gambut yang unik. Ekosistem ini teridi atas beberapa tipe subekosistem berikut batas-batasnya sebagaimana gambar: Ragam Sub ekosistem Hutan Rawa Gambut
  72. 72. Peran dan masalah-masalah Hutan Rawa gambut Peran Hutan Rawa Gambut : 1. Pengontrol system hidrologi kawasan 2. Gudang pengikat karbon 3. Habitat satwa penting 4. Tumpuan hidup manusia 5. Lahan gambut memberikan fungsi ekonomi ketika manusia mampu mengolah hasil hutan yang ada seperti kayu, ikan, rotan, dll.
  73. 73. Masalah Terkait Konservasi Hutan Rawa Gambut : 1. Maraknya kebakaran hutan rawa gambut 2. Pencurian kayu (illegal logging) 3. Konversi (alih fungsi) menjadi lahan perkebunan dan pertanian 4. Lemah dan kurangnya kesadaran masyarakat akan fungsi manfaat hutan rawa gambut
  74. 74. Lahan gambut cenderung mudah terbakar, karena kandungan bahan organik yang tinggi dan memiliki sifat kering tak balik (irreversible), porositas tinggi dan daya hantar hidrolik vertikl yang rendah. Kebakaran hutan rawa gambut tidak hanya menyebabkan hilangnya vegetasi yang ada diatasnya, tetapi juga menyebabkkan rusak, menurun, atau hilangnya gambut itu sendiri.
  75. 75. Terbitnya Inpres No. 2 tahun 2007 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Revitalisasi Kawasan Lahan Gambut Eks Proyek Pengembangan Lahan Gambut merupakan langkah dan tindak lanjut pemulihan kerusakan dan pengembalian fungsi ekologis, lingkungan dan sosial, ekonomi dan budaya pada kawasan lahan gambut tersebut.
  76. 76. Pengelolaan hutan dan lahan gambut ini perlu dilakukan secara bijaksana dan hati-hati, hal ini disebabkan karena hutan hutan rawa gambut merupakan ekosistem yang rapuh, sehingga apabila pengelolaannya tidak dilakukan dengan baik dan benar maka hutan tersebut tidak akan lestari.
  77. 77. ASPEK EDHAPIS EKOSISTEM RAWA GAMBUT
  78. 78. TANAH HUTAN RAWA GAMBUT PROPINSI RIAU Gambut adalah bahan tanah yang tidak mudah lapuk, terdiri dari bahan organik yang sebagian besar belum terdekomposisi atau sedikit terdekomposisi serta terakumulasi pada keadaan kelembaban yang berlebihan.
  79. 79. Berdasarkan kandungan bahan organik, dikenal dua golongan tanah yaitu tanah mineral yang mengandung bahan organik berkisar antara 15 % sampai dengan 20 % dan tanah organik yang mengandung bahan organik berkisar antara 20 % sampai dengan 25 % (Buckman dan Brady, 1982).
  80. 80. Menurut Koesmawadi (1996) ciri-ciri hutan rawa gambut: • Selalu tergenang air • komposisi jenis pon beraneka ragam, mulai dari tegakan sejenis seperti jenis Calophyllum inophyllum Mix.Sampai tegakan campuran • Terdapat lapisan gambut pada lantai hutan • Mempunyai perakaran yang khas, dan • Dapat tumbuh pada tanah yang bersifat masam
  81. 81. Tanah gambut, merupakan tanah yang tersusun dari bahan organik, baik dengan ketebalan bahan organik lebih dari 45 cm ataupun terdapat secara berlapis bersama taah mineral pada ketebalan penampang 80 cm serta mempunyai tebal lapisan bahan organik lebih dari 50 cm (Suhardjo, 1983).
  82. 82. Tanah gambut tersebut pada umumnya mengandung lebih dari 60 % bahan organik (Driessen, 1977). Tanah gambut atau tanah organik dimaksud dikenal juga sebagai tanah organosol atau histosol (Suhardjo, 1983).
  83. 83. Semenanjung propinsi riau
  84. 84. Bahan organik pada tanah gambut dibedakan atas tiga macam (Rosmarkam et al., 1988) yaitu : • Fibric yang tingkat dekomposisinya masih rendah • Hemic merupakan peralihan dengan tingkat dekomposisi sedang • Sapric yang dekomposisinya paling lanjut, kurang mengandung serabut
  85. 85. Menurut Hakim (1986) berdasarkan nilai-nilai tersebut menggolongkan kesuburan tanah gambut menjadi tiga yaitu : • Gambut eutropik yang subur • Gambut mesotropik dengan kesuburan sedang • Gambut oligotropik dengan kesuburan rendah
  86. 86. Tanpa memandang tingkat dekomposisinya, gambut dikelaskan sesuai dengan bahan induknya menjadi tiga (Bucman dan Brady, 1982)
  87. 87. a. Gambut endapan : Gambut endapan biasanya tertimbun didalam air yang relatif dalam b. Berserat : Gambut ini mempunyai kemampuan mengikat air tinggi dan dapat menunjukkan berbagai derajat dekomposisi c . Gambut kayuan : Gambut kayuan biasanya terdapat dipermukaan timbunan organik.
  88. 88. Menurut kondisi dan sifat – sifatnya, gambut di sini dapat dibedakan atas: • 1. Gambut topogen : ialah lapisan tanah gambut yang terbentuk karena genangan air yang terhambat drainasenya pada tanah – tanah cekung di belakang pantai , di pedalaman atau di pegunungan
  89. 89. • 2. Gambut ombrogen : lebih sering dijumpai, meski semua gambut ombrogen bermula sebagai gambut topogen. Gambut ombrogen lebih tua umurnya , pada umumnya lapisan gambutnya lebih tebal, hingga kedalaman 20m
  90. 90. 3. SUKSESI VEGETASI HUTAN RAWA GAMBUT PROPINSI RIAU Whittaker (1970) menyatakan bahwa perubahan- perubahan yang terjadi selama proses suksesi berlangsung adalah sebagai berikut : • (1) Adanya perkembangan dari sifat-sifat tanah, seperti meningkatnya kedalaman tanah, meningkatnya kandungan bahan organik dan meningkatnya perbedaan lapisan horizon tanah.
  91. 91. (2) Terjadinya peningkatan dalam tinggi, kerimbunan dan perbedaan strata dari tumbuh-tumbuhan. (3) Dengan meningkatnya sifat-sifat tanah dan struktur komunitas, maka produktivitas dan pembentukan bahan organik meningkat. (4) Keanekaragaman jenis meningkat dari komunitas yang sederhana pada awal tingkat suksesi ke komunitas yang kaya pada akhir suksesi.
  92. 92. (5) Populasi meningkat, pergantian suatu populasi oleh populasi lainnya meningkat sampai tingkat yang stabil juga jenis yang berumur pendek digantikan oleh jenis yang berumur panjang.
  93. 93. Tanah gambut di Indonesia sangat bervariasi tingkat kesuburannya. Gambut pantai umumnya merupakan gambut topogenous atau mesogenous, sebagian besar tergolong kedalam eutropik atau mesogenous, karena memperoleh tambahan unsur lain dari luar yaitu yang dibawa air pasang. Sedangkan gambut pedalaman pada umumnya merupakan gambut ombrogenous/mesogenous yang termasuk kedalam oligotropik (Polak, 1975).
  94. 94. Kualitas tanah gambut sangat tergantung pada vegetasi yang menghasilkan bahan organik pembentuk tanah gambut, bahan mineral yang berada di dawahnya, faktor lingkungan tempat terbentuknya tanah gambut dan proses pembentukan tanahnya.
  95. 95. Menurut Hakim (1986) berdasarkan nilai-nilai tersebut menggolongkan kesuburan tanah gambut menjadi tiga yaitu : (1) Gambut eutropik yang subur (2) Gambut mesotropik dengan kesuburan sedang (3) Gambut oligotropik dengan kesuburan rendah
  96. 96. • Hutan rawa gambut TN Sembilang merupakan bagian sistem hutan Berbak-Sembilang seluas 10.000 ha yang mengarah ke selatan. • Kondisi Gambut terutama dari tipe ombrogen, membentuk kubah dengan ketebalan 0,5 - 10 meter di atas batas pasang surut.
  97. 97. • Sumber air secara khusus berasal dari hujan. • Spesies tumbuhan termasuk Tristania obovata, Architea alternifolia, Pdananus spp., Nepenthes spp. • Hutan ini masih menjadi tempat berlindung keaneka ragaman hayati yang berharga, meliputi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan Bangau Storm (Ciconia stormi,).
  98. 98. • World Book Multimedia Encyclo pedia penerbit IBM - Ekologi Jawa dan Bali terbitan Pre nhallindo. - Wikipedia.org • Http://elfisuir.blogspot.com /search/label/EKOLOGI KOMUNITAS • Http://elfisuir.blogspot.com /search/label/EKOLOGI POPULASI • Http://elfisuir.blogspot.com /search/label/EKOLOGI EKOSISTEM • http://elfisuir.blogspot.com/2010/06/tanah-hutan-rawa-gambut- propinsi-riau.html DAFTAR PUSTAKA
  99. 99. • Http://elfisuir.blogspot.com/search/label/IKLIM HUTAN RAWA GAMBUT PROPINSI RIAU • Http://elfisuir.blogspot.com/search/label/PENETAPAN AMBANG BATAS HUTAN RAWA GAMBUT PROPINSI RIAU • Http://elfisuir.blogspot.com/search/label/DOMINASI DAN STRUKTUR POHON FLORISTIK HUTAN RAWA GAMBUT PROPINSI RIAU
  100. 100. • Http://elfisuir.blogspot.com/search/label/SUKSESI VEGETASI HUTAN RAWA GAMBUT PROPINSI RIAU • Http://elfisuir.blogspot.com /search/label/STRUKTUR FLORISTIK EKOSISTEM HUTAN RAWA GAMBUT PROPINSI RIAU

×