1. Jelaskan dengan detail disertai dengan argument, manfaat, dan metode curing
pada beton meliputi kekurangan dan kelebiha...
Curing dapat dilakukan dengan berbagai macam cara antara lain :
a. Perawatan dengan Cairan Bahan Kimia/Menggunakan Materia...
permukaan tersebut harus dibasahi dengan cara menyemprot secara halus untuk
mencegah kerusakan pada beton muda.
d. Perawat...
4. Penetapan nilai dan waktu yang digunakan untuk kuat tekan karakteristik
beton (28 hari atau selain 28 hari, tergantung ...
untuk berbagai kondisi dan jenis beton yang diaplikasikan, yaitu : memastikan proses
curing dilakukan sampai tercapainya m...
yaitu perbandingan volume dan perbandingan mix design, ternyata kuat tekan yang
dihasilkan lebih besar perbandingan volume...
pembangunan suatu rumah, serta bongkaran rumah maka digunakan agregat pecahan
genteng keranik sebagai pengganti agregat pe...
Fungsi agregat terhadap beton
Dalam beton agregat (agregat kasar dan agregat halus) mengisi sebagian besar
volume beton ya...
Pengaruh Jenis Agregat Kasar Untuk Masing -Masing Umur Rencana terhadap Kuat
Tekan Beton
Pada agregat pecahan ubin kuat te...
terhadap kualitas, workability, keawetan dan yang terpenting adalah daya dukung
atau kuat tekan dari beton yang dihasilkan...
demi menghasilkan jalan beton yang kuat dan tahan lama tanpa ada yang
terugikan dari pihak manapun.
b. Perencana jalan bet...
untuk mengetahui lebih dalam alasan untuk memilih beton ready mix yang
diantaranya :
1. Mutu dan Volume selalu terkontrol ...
besar maka akan menimbulkan masalah kemacetan apabila kedatangan Mobil ready
mix tidak direncanakan terlebih dahulu.
Dalam...
Tugas Akhir (UAS)
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tugas Akhir (UAS)

1,506 views

Published on

metode curing, pemanfaatan material alam sebagai bahan pembuatan beton, harapan jika saya menjadi kontraktor-perencana jalan beton-pengusaha ready mix-toko bangunan, kasus permasalahan saat pengecoran jalan beton

  • Be the first to comment

Tugas Akhir (UAS)

  1. 1. 1. Jelaskan dengan detail disertai dengan argument, manfaat, dan metode curing pada beton meliputi kekurangan dan kelebihan! Jawab : Perawatan Beton (Curing), perawatan ini dilakukan setelah beton mencapai final setting, artinya beton telah mengeras. Perawatan ini dilakukan, agar proses hidrasi selanjutnya tidak mengalami gangguan. Jika hal ini terjadi, beton akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat. Curing secara umum dipahami sebagai perawatan beton, yang bertujuan untuk menjaga supaya beton tidak terlalu cepat kehilangan air, atau sebagai tindakan menjaga kelembaban dan suhu beton, segera setelah proses finishing beton selesai dan waktu total setting tercapai. Perawatan dilakukan minimal selama 7 (tujuh) hari dan beton berkekuatan awal tinggi minimal selama 3 (tiga) hari serta harus dipertahankan dalam kondisi lembab, kecuali dilakukan dengan perawatan yang dipercepat (PB,1989:29). Perawatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton yang tinggi tapi juga dimaksudkan untuk memperbaiki mutu dari keawetan beton, kekedapan terhadap air, ketahanan terhadap aus, serta stabilitas dari dimensi struktur. Untuk menjaga agar proses hidrasi beton dapat berlansung dengan sempurna maka di perlukan curing untuk menjaga kelembabannya. Lamanya curing sekitar 7 hari berturut – turut mulai hari kedua setelah pengecoran. Tujuan pelaksanaancuring/perawatan beton adalah memastikan reaksi hidrasi senyawa semen termasuk bahan tambahan atau pengganti supaya dapat berlangsung secara optimal sehingga mutu beton yang diharapkan dapat tercapai, dan menjaga supaya tidak terjadi susut yang berlebihan pada beton akibat kehilangan kelembaban yang terlalu cepat atau tidak seragam, sehingga dapat menyebabkan retak.Pelaksanaan curing/perawatan beton dilakukan segera setelah beton mengalami atau memasuki fase hardening (untuk permukaan beton yang terbuka) atau setelah pembukaan cetakan/acuan/begisting, selama durasi tertentu yang dimaksudkan untuk memastikan terjaganya kondisi yang diperlukan untuk proses reaksi senyawa kimia yang terkandung dalam campuran beton.
  2. 2. Curing dapat dilakukan dengan berbagai macam cara antara lain : a. Perawatan dengan Cairan Bahan Kimia/Menggunakan Material Khusus untuk Perawatan Beton(Curing Compound) Setelah lapis air menguap dari permukaan perkerasan, maka permukaan beton harus segera dilapisi secara merata dengan bahan perawat berupa cairan bahan kimia dengan menggunakan alat penyemprot yang sudah teruji dengan jumlah yang tidak kurang dari 0,27 liter/m2 . Untuk menjamin kekentalan dan penyebaran pigmen yang merata dalam bahan perawatan, maka bahan perawat dalam tangki penampung harus diaduk menjelang dipindahkan ke dalam alat penyemprot. Bila dilakukan secara manual, sebaiknya menggunakan alat penyemprot manual yang teruji. b. Perawatan dengan Lembar Goni atau Terpal Permukaan dan bidang tegak beton harus seluruhnya ditutup dengan lembar goni/terpal. Sebelum ditutup, lembar penutup harus dibuat jenuh air. Lembar penutup harus diletakkan sedemikian rupa sehingga menempel dengan permukaan beton, tetapi tidak boleh diletakkan sebelum beton cukup mengeras guna mencegah pelekatan. Selama masa perawatan, lembar penutup harus tetap dalam keadaan basah dan tetap pada tempatnya. c. Perawatan dengan Kertas Kedap Air Setelah beton cukup mengeras, (untuk mencegah pelekatan), maka seluruh permukaan beton harus segera ditutup dengan kertas kedap air. Tepi-tepi lembar kertas yang satu harus menumpang 30 cm dengan tepi-tepi lembar lainnya yang berdampingan. Kertas kedap air harus cukup lebar untuk menutup seluruh lebar perkerasan termasuk bidang-bidang tegak setelah acuan dibongkar. Kertas perawatan harus ditempatkan dan dijaga dalam keadaan menempel pada permukaan dan bidang- bidang tegak selama masa perawatan. Apabila permukaan beton tampak kering maka
  3. 3. permukaan tersebut harus dibasahi dengan cara menyemprot secara halus untuk mencegah kerusakan pada beton muda. d. Perawatan dengan Lembar Polyethylene Putih / Burlap Permukaan dan bidang-bidang tegak perkerasan harus seluruhnya ditutup dengan lembar polythylene putih / burlap yang harus diletakkan ketika permukaan beton masih lembab. Jika permukaan tampak kering, maka permukaan harus dibasahi dengan penyemprotan air secara halus sebelum lembar dipasang. Lembar-lembar yang berdampingan harus mempunyai lebar tumpangan 30 cm dan harus ditindih sedemikian rupa agar tetap menempel pada permukaan. Lembar penutup harus mempunyai lebar yang cukup untuk dapat menutup permukaan dan bidang-bidang tegak setelah acuan dibongkar. Lembar polyethylene harus tetap ditempatkan selama masa perawatan. Untuk memudahkan penanganan, tebal minimum lembar polyethylene sebaiknya 0,1 mm. e. Perawatan Celah Gergajian Selama perawatan celah gergajian perkerasan harus dilindungi dari pengeringan yang cepat. Hal ini seringkali dilakukan dengan kertas pilihan atau bahan lainnya yang sesuai.asan karena proses pembekuan pada cuaca dingin. Bantalan listrik panas , bantalan dipanaskan dengan menggunakan listrik terutama digunakan oleh produsen beton pracetak. Selimut Beton, selimut beton digunakan untuk menutupi dan melindungi permukaan beton dari dari suhu beku selama periode curing, beton harus cukup keras pada saat penyelimutan untuk melindungi kerusakan permukaan beton. Metoda dan lama pelaksanaan curing tergantung dari : 1. Jenis atau tipe semen dan beton yang digunakan, termasuk bahan tambahan atau pengganti yang dipakai 2. Jenis atau tipe dan luasan elemen struktur yang dilaksanakan 3. Kondisi cuaca, suhu dan kelembaban di area atau lokasi pekerjaan
  4. 4. 4. Penetapan nilai dan waktu yang digunakan untuk kuat tekan karakteristik beton (28 hari atau selain 28 hari, tergantung dari spesifikasi yang ditentukan oleh Konsultan Perencana/Desain) Kualitas dan durasi/lama pelaksanaan curing/perawatan beton berpengaruh pada : 1. Mutu/kekuatan beton (strength) 2. Keawetan struktur beton (durability) 3. Kekedapan air beton (water-tightness) 4. Ketahanan permukaan beton, misal terhadap keausan (wear resistance) 5. Kestabilan volume, yang berhubungan dengan susut atau pengembangan (volume stability : shrinkage and expansion) SNI 03-2847-2002 mensyaratkan curingselama : a. 7 (tujuh) hari untuk beton normal b. 3 (tiga) hari untuk beton dengan kuat tekan awal tinggi ACI 318 mensyaratkan curing dilakukan sampai tercapai minimal 70% kuat tekan beton yang disyaratkan (fc’). ASTM C-150 mensyaratkan : 1. Semen tipe I, waktu minimum curing 7 hari 2. Semen tipe II, waktu minimum curing 10 hari 3. Semen tipe III, waktu minimum curing 3 hari 4. Semen tipe IV atau V minimum curing 14 hari Beberapa peraturan menetapkan acuan pelaksanaan curing/perawatan beton, yang sama-sama bertujuan untuk menjaga dan menjamin mutu pelaksanaan pembetonan. Argument/pendapat : Beberapa metode lain seperti perawatan dengan uap air panas, selimut (heating blanket) digunakan di daerah dingin atau yang mengalami musim dingin. direkomendasikan untuk mengikuti aturan yang paling umum dan dapat digunakan
  5. 5. untuk berbagai kondisi dan jenis beton yang diaplikasikan, yaitu : memastikan proses curing dilakukan sampai tercapainya minimal 70% kuat tekan beton yang disyaratkan oleh Konsultan Perencana/Desain (fc' atau kuat tekan karakteristik yang harus dicapai) 2. Jelaskan pemanfaatan material alam disekitar anda untuk pembuatan beton dilengkapi dengan contohnya! Jawab : Pengunaan material recycle untuk digunakan dalam campuran beton di Indonesiamasih belum umum namun sudah mulai banyak digunakan antara lain untuk pengurukan, lapisan pondasi jalan dan lain-lain. Hal ini mungkin disebabkan bahan bakuseperti semen dan agregat kasar maupun halus mudah didapat. padahal cepat atau lambat material akan semakin habis sehingga menyebabkan material dari tahun ke tahun akan semakin mahal. Terutama agregat kasar atau kerikil yang hampir 78 % menjadi bahan pengisi utama campuran beton Melihat dari fenomena di atas maka disini perlu untuk melakukan pemanfaatan kembali atau daur ulang material bekas bongkaran bangunan atau puing-puing. Maka dari itu perlu dilakukan suatu penelitian dari berbagai jenis material seperti ubin, genteng, dan batu alam yang sudah digunakan sebagai pengganti agregat kasar yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik kualitas beton yang dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan recycle agregat yaitu; pecahan ubin, pecahan genteng, pecahan batu alam andesit sebagai agregat kasar kemudian juga untuk memberikan pemahaman dan informasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah konstruksi yang ternyata bisa digunakan lagi sebagai pengganti agregat kasar yang umum digunakan yaitu kerikil untuk pembuatan beton normal. Beton campuran agregat kerikil dan pecahan batu alam andesit mencapai kuat tekan karakteristik yang diisyaratkan yaitu 225 kg/cm2 . Beton dengan campuran pecahan ubin dan pecahan genteng tidak mencapai kuat tekan karakteristik yang telah di isyaratkan. Dari 2 (dua) perbandingan yang digunakan
  6. 6. yaitu perbandingan volume dan perbandingan mix design, ternyata kuat tekan yang dihasilkan lebih besar perbandingan volume untuk pembuatan beton normal. Limbah logam berat berbahaya dalam banyak hal tidak dapat dimusnahkan dan dimanfaatkan kembali, oleh karenanya pengurugan ke dalam landfill dibutuhkan.Proses solidifikasi/stabilisasi (S/S) biasanya digunakan untuk merubah limbah cair atau padat yang berpotensi berbahaya menjadi berkurang sifat bahayanya sebelum diurug dalam sebuah landfill. Terbatasnya lahan untuk penimbunan, limbah tersebut dapat menimbulkan masalah pencemaran. Kendala yang membatasi penimbunan limbah, disertai dengan desakan untuk konservasi sumber daya alam, menimbulkan upaya untuk mengkonversi limbah menjadi bahan yang bermanfaat. Makalah ini menyajikan ringkasan sebuah penelitian yang dilaksanakan dalam area pemanfaatan limbah dari sebuah industri baja untuk menggantikan sebagian semen Portland atau agregat dalam campuran beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah Lumpur dapat menggantikan agregat halus sampai 50% berat, dan limbah debu dapat menggantikan semen Portland sampai 15% berat. Terjadi penurunan kuat tekan bila proporsi yang digantikan berada di atas nilai tersebut. Campuran beton meminimalkan pelindian logam berat dari limbah yang diindikasikan dengan nilai TCLP dan uji durabilitas yang rendah dibandingkan batasan standar. Penggunaan semen memainkan peran penting dalam pengendalian pelindian jangka panjang dari struktur monolitik yang terbentuk (Damanhuri,2001). Penggunaan sekam padi untuk pembuatan batu cetak dan papan semen, dengan menggunakan bahan perekat yang terdiri dari campuran tras, kapur, dengan atautanpa semen Portland. Puslitbang Permukiman telah membuat rumah contoh pada tahun 1967 (Amir,2002 ). Penggunaan ampas tebu, sisa-sisa industri kayu, ataupun kayu-kayu dari jenis “ lesser known species”, untuk diolah menjadi papan partikel, dengan menggunakan bahan perekat seperti urea-formaldehid atau tanin formaldehid. (Amir,2002). Paving block pada saat ini sudah banyak dipergunakan sebagai bahan pelapis permukaan jalan. Untuk memanfaatkan limbah genteng keramik dari pabrik pembuatan genteng, sisa
  7. 7. pembangunan suatu rumah, serta bongkaran rumah maka digunakan agregat pecahan genteng keranik sebagai pengganti agregat penyusun paving block. Penelitian ini bertujuan mengetahui kuat tekan paving block dan membandingkan kekuatannya dengan paving block pasir alam yang ada dipasaran. Perencanaan campuran paving block dilakukan dengan sistem perbandinganvolume. Perbandingan volume yang dilakukan adalah 1:6, 1:5, 1:4 serta menggunakan agregat kasar pecahan genteng keramik 1:2:3. setelah dianalisis, kuat tekan paving block yang menggunakan pecahan genteng keramik lebih baik daripada paving block yang menggunakan agregat pasir alam (Handiyanto, 2004). Tidak setiap daerah memiliki macam agregat yang sama baiknya dari segi kekuatan, jenis dan ukurannya. Pecahan genteng menjadi bahan alternatif sebagai agregat kasar untuk beton. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kuat tekan beton dengan pecahan genteng sebagai agregat kasar dan mencari faktor air semen optimum. Perencanaan campuran beton menggunakan SK SNI T-15-1990-03. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan mutu kuat tekan 200 kg/cm2 . nilai faktor air semen divariasi 0,5; 0,6 dan 0,7. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14 dan 28 hari. Benda uji yang dibuat 54 buah, yakni 27 buah untuk beton agregat kasar pecahan genteng dan 27 buah untuk beton agregat kasar batu pecah biasa sebagai perbandingan pada masing-masing pengujian hari dan faktor air semen. Hasil penelitian ini memperlihatkan penggunaan pecahan genteng sebagai pengganti agregat kasar dengan faktor air semen 0,5 pada umur 28 hari kuat tekan sebesar 192,84 kg/cm2 mendekati kuat tekan rencana beton. Nilai optimum faktor air semen pada penelitian ini adalah 0,5 tetapi kuat tekan masih mempunyai kecenderungan untuk meningkat jika nilai faktor air semen lebih kecil (Sutanto, 2001)
  8. 8. Fungsi agregat terhadap beton Dalam beton agregat (agregat kasar dan agregat halus) mengisi sebagian besar volume beton yaitu berkisar antara 60% sampai 80% sehingga sifat-sifat dan mutu agregat sangat berpengaruh terhadap sifat dan mutu beton (Samekto dan Candra, 2001). Adapun fungsi penggunaan agregat dalam beton adalah untuk : a. Menghasilkan kekuatan yang besar pada beton. b. Dengan gradasi yang baik maka akan didapatkan beton yang padat. c. Mengontrolworkability atau sifat dapat dikerjakan aduk beton. Dengan gradasi agregat yang baik, maka akan didapatkan beton yang mudah dikerjakan atau memiliki workability yang baik.Semakin banyak bahan batuan yang digunakan dalam beton, maka semakin hemat penggunaan semen Portland sehingga semakin murah harganya. Tentu saja dalam penggunaan agregat tersebut ada batasnya, sebab pasta semen diperlukan untuk pelekatan butir-butir dalam pengisian rongga-rongga halus dalam beton. Karena bahan batuan tidak susut, maka susut pengerasan hanya disebabkan oleh adanya pengerasan pasta semen. Semakin banyak agregat, semakin berkurang susut pengerasan betonnya. Gradasi yang baik pada agregat dapat menghasilkan beton yang padat sehingga volume rongga berkurang dan penggunaan semen Portlandberkurang pula. Susunan beton yang padat dapat menghasilkan beton dengan kekuatan yang besar. Workabilityadukan beton plastis dapat diusahakan dengan menggunakan gradasi agregat yang baik. Tetapi gradasi untuk mobilitas yang baik memerlukan butir-butir berlapis pasta semen untuk dapat memudahkan gerak adukan betonnya, sehingga butir-butir tidak dapat saling bersinggungan.
  9. 9. Pengaruh Jenis Agregat Kasar Untuk Masing -Masing Umur Rencana terhadap Kuat Tekan Beton Pada agregat pecahan ubin kuat tekan yang didapat relatif kecil dibanding dengan agregat pecahan batu alam, pecahan genteng, pecahan kerikil. Kuat tekan yang relatif kecil dapat dilihat dari beberapa faktor antara lain tekstur permukaan yang licin dapat mempengaruhi daya ikat dengan pasta semen sehingga dapat mengurangi kuat tekan beton, karena faktor kekasaran permukaan agregat dapat menambah kekuatan tarik maupun kekuatan lentur beton. Hal ini disebabkan karena adanya tambahan gesekan antara pasta semen dan permukaan butir-butir agregat. Kemudian bentuknya yang pipih juga ikut mempengaruhi gradasi sehingga mempengaruhi kepadatan beton. Pada agregat pecahan genteng terlihat kuat tekan yang dihasilkan lebih besar daripada agregat pecahan ubin namun lebih kecil dari agregat batu alam dan kerikil. Kita lihat disini tekstur pecahan genteng lebih baik dari pada ubin walaupun ada sisi yang halus dengan gradasi sudah baik dengan bentuk butiran yang bervariasi, walaupun begitu kita lihat bahan dasar genteng adalah tanah sehingga jelas dapat mengurangi kuat tekan beton. Pada agregat pecahan batu alam andesit terlihat kuat tekan yang dihasilkan ternyata dapat melebihi kerikil untuk perbandingan volume besar. Hal ini disebabkan dari beberapa faktor antara lain dari tekstur permukaan yang kasar, kemudian pada saat penimbanganan kubus beton lebih berat daripada kubus beton dengan campuran agregat lainnya, terlihat bahwa beton dengan agregat pecahan batu alam andesit lebih padat daripada yang lainnya karena susunan beton yang padat dapat menghasilkan beton dengan kekuatan yang besar.Secara umum dapat dilihat dari 2 perbandingan yang digunakan menghasilkan kuat tekan yang bervariatif kemudian adanya perbedaan hasil kuat tekan pada masing- masing umur dari masing- masing jenis agregat kasar, hal ini membuktikan bahwa setiap agregat kasar mempunyai karakteristik yang berbeda-beda yang pastinya akan berpengaruh
  10. 10. terhadap kualitas, workability, keawetan dan yang terpenting adalah daya dukung atau kuat tekan dari beton yang dihasilkan. 3. Apa yang anda harapkan, jika anda sebagai : a. Kontraktor pembangunan jalan beton b. Perencana jalan beton c. Pengusaha readymix d. Toko bangunan Jawab : a. Kontraktor pembangunan jalan beton Kontraktor adalah suatu profesi yang mengharuskannya untuk merencanakan, memfasilitasi kebutuhan proyek dan melaksanakan suatu proyek dengan sesuai dan tepat dari berbagai aspek. Jika saya menjadi seorang kontraktor, tentunya saya sangat berharap untuk dapat menjalankan suatu proyek dengan tepat sesuai dengan yang direncanakan. Contonya, sebisa mungkin dapat terhindar dari permasalahan pada saat pengecoran jalan beton, pemoloran waktu penyelesaian proyek dan dapat memilah-milah material yang ekonomis namun tidak mengurangi dari segi kualitas hasilnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa seorang kontraktor untuk dapat mendapatkan untung besar kerapkali melakukan beberapa kecurangan seperti mengurangi komposisi material yang sudah direncanakan dan juga membeli material yang berkualitas jelek. “Mengatasi masalah dengan masalah”, kira-kira seperti itulah motto problem solving yang mungkin dianut oleh kebanyakan kontraktor di dunia konstruksi kita.Sebutan dan kasus-kasus yang disebutkan di atas, sebetulnya hanyalah suatu “ketukan” agar kontraktor yang masih menganut paham itu dapat berubah menjadi lebih profesional. Karena walau bagaimanapun, bekerja dengan lebih profesional akan memberikan hasil yang lebih baik.Maka dari itu profesi ini dipaksa untuk berpikir dengan cermat
  11. 11. demi menghasilkan jalan beton yang kuat dan tahan lama tanpa ada yang terugikan dari pihak manapun. b. Perencana jalan beton Perencana jalan merupakan seseorang yang bertugas untuk mendesain dan memperhitungkan dari proyek suatu pembuatan jalan beton. Jika saya diposisikan menjadi seorang perencana jalan beton, yang saya harapkan adalah apa yang sudah saya rencanakan dari segi desain dan perhitungan komposisi materialnya terutama pada seorang kontraktor dan pekerja-pekerjanya untuk benar-benar melaksanakan dengan cara yang benar dan tidak mengurangi komposisi material demi meraup keuntungan pribadi. Saya harapkan dari pihak kontraktor sebagai pengawas sekaligus pemfasilitas untuk intensif berkomunikasi dengan saya bila terjadi permasalahan di lapangan. Karena faktanya terdapat beberapa kontraktor yang bila terjadi permasalahan di lapangan maka ia akan menutupinya dengan cara menyelesaikan masalah dengan masalah yang dikarenakan beralasan tidak mau rugi. Namun tidak menutup kemungkinan apabila dapat membuat perencanaan tanpa menggunakan banyak biaya sehingga dapat meminimalisir penggunaan uang. c. Pengusaha ReadyMix Pengusaha ready mix merupakan sebuah pengusaha yang menyediakan jasa membuat beton segar untuk diantarkan ke lokasi proyek pengecoran yang mana campurannya dari batu buatan yang diciptakan dari berbagai Material Alam, diantaranya: Semen, Pasir (fine aggregate), Split (corse aggregate), Abu Batu dan Additive. Yang telah lulus uji test laboratory. Yang saya harapkan sebagai pengusaha ready mixyaitu banyaknya suatu pembangunan proyek besar seperti jalan atau gedung beton. Maka dengan itu akan banyak pula pemesanan beton ready mix yang tentunya akan menguntungkan. Dan beraharap para konsumen
  12. 12. untuk mengetahui lebih dalam alasan untuk memilih beton ready mix yang diantaranya : 1. Mutu dan Volume selalu terkontrol dan terjamin 2. Pekerjaan lebih cepat dan efisien karena menggunakan Pompa 3. Sistem prosedur yang mudah 4. Anda tidak perlu menyediakan banyak tenaga superveisi 5. Dapat dikirim ke berbagai tempat d. Toko bangunan Toko bangunan adalah perusahaan dagang yang menyediakan bahanmaterial bangunan untuk kebutuhan suatu pembangunan. Jika saya menjadi seorang toko bangunan, saya berharap perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia semakin meningkat dan inovatif. Sehinggaakan berbanding lurus dengan banyaknya kebutuhan material yang beragam, dan tak lain pastinya toko bangunan akan menjadi incaran para kontraktor untuk dapat memenuhi kebutuhannya sehingga kemungkinan untuk memiliki konsumen yang banyak dan penghasilan yang tinggi sangat besar dengan menjual dengan kualitas yang baik. 4. Buatlah kasus contoh permasalahan pengecoran jalan disertai penyelesaiannya! Jawab : Seperti kita ketahui jalan Sukajadi merupakan salah satu jalan terpadat di kota Bandung, di jalan ini sering terjadi kemacetan pada jam-jam tertentu seperti jam masuk kantor atau pulang kantor. Hal ini dikarenakan adanya pasar tradisional di ruas jalan tersebut yang menghambat laju kendaraan. Dalam proses pengecoran proyek pembangunan gedung parkir Mall Paris Van Java ini menggunakan beton segar pesanan dari perusahaan jasa penyedia beton segar yakni Jaya Mix dan Pioneer Mix, sehingga membutuhkan alat transportasi berupa ready mix untuk mengangkut beton segar tersebut ke lokasi proyek. Karena ukuran mobil Ready Mix tergolong
  13. 13. besar maka akan menimbulkan masalah kemacetan apabila kedatangan Mobil ready mix tidak direncanakan terlebih dahulu. Dalam mengatasi masalah kemacetan yang akan timbul pada saat kedatangan mobil Ready Mix pihak PVJ melakukan pengecoran pada tengah malam, karena pada saat itu lalu lintas di jalan sukajadi telah lengang. Selain itu pihak PVJ berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk memberlakukan system satu arah pada saat proses pengecoran berlangsung agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Agar proses transportasi tidak terganggu cukup lama, pihak PVJ memarkir mobil ready mix tidak jauh dari lokasi proyek yaitu ± 35 meter. Proses pengecoran pun dilakukan dengan mengefesienkan waktu sehingga mobil ready mix stanby menunggu giliran pengosonganmuatan hanya memakan waktu ±15 menit. Berikut ini seketsa parkir dan pengaturan jalan pada saat pengecoran :

×