SlideShare a Scribd company logo
1 of 36
Profesionalisme
Guru
ANGGOTA
KELOMPOK
Daniel Ello April Yanto
Profesionalisme
Guru
1. Dalam kamus Bahasa
Indonesia edisi kedua
(1991), guru diartikan
sebagai orang yang
pekerjaannya (mata
pencahariannya) mengajar.
3. Dalam bahasa Arab disebut ”
Mu’alim”, dalam bahasa inggris
”teacher” memiliki arti sederhana
yakni ” A person whose occuption
is teaching others” ( Mc. Leod,1989)
artinya seseorang yang pekerjaannya
mengajar orang lain.
2. Undang – undang No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, yakni
sebagaimana tercantum dalam bab 1 ketentuan umum pasal 1 ayat 1 sebagai
berikut guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama, mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih menilai, dan mengevaluasi
peserta didik pada pendidikan dasar dan menegah.
4. Di dalam UU sistem pendidikan nasional tahun 2003 pada pasal 39
ayat 2 menjelaskan: Pendidik merupakan tenaga profesional yang
bertugas merencanakan dan melaksanakan proses
pembelajaran,menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan
dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat.
“Profesionalisme’’ adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam
bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan
dan meningkatkan kualitas profesionalnya.
Dalam konteks guru, makna profesionalisme sangat penting karena
profesionalisme akan melahirkan sikap terbaik bagi seorang guru dalam melayani
pendidikan peserta didik, sehingga kelak sikap ini tidak hanya memberikan
manfaat bagi siswa, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang tua, masyarakat,
dan institusi sekola itu sendiri. Jadi pada prinsipnya profesionalisme guru dapat
diartikan sebagai guru yang dapat menjalankan tugasnya secara professional.
Hakikat guru profesional
dalam proses pembelajaran
1. Kemampuan Merencanakan Pengajaran
Sebelum guru melaksanakan pembelajaran, terlebih dahulu
membuat rencana pengajaran. Aktivitas membuat rencana
pengajaran ini lazim disebut merencanakan pengajaran.
Dengan demikian, yang dimaksud dengan merencanakan
pengajaran adalah suatu aktivitas merumuskan sesuatu
terlebih dahulu sebelum pembelajaran dilaksanakan.
2. Kemampuan melaksanakan Prosedur
Mengajar Kemampuan melaksanakan prosedur mengajar
adalah penerapan secara nyata rencana pengajaran yang
telah dibuat pada saat pembelajaran. Hal-hal yang
direncanakan pada perencanaan pengajaran, diwujudkan
dalam bentuk tindakan pembelajaran yang nyata.
3. Kemampuan Melaksanakan Hubungan Pribadi dengan Siswa
Sekolah bahkan kelas dapat dipandang sebagai suatu sistem
sosial. Sebab, di dalamnya terjadi interaksi atau hubungan
timbal balik antara orang-orang yang ada di dalamnya, yaitu:
guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Karena itu,
dalam sistem tersebut, guru haruslah mampu dan terampil
dalam mengadakan hubungan pribadi dengan para
siswanya.
4. Memiliki Keahlian dalam Bidangnya
Bahwa seorang guru itu ahli dalam bidang
pengetahuan yang diajarkan dan ahli dalam tugas
mendidik. Seorang guru tidak saja menguasai materi
pembelajaran yang diajarkan, tetapi juga mampu
dalam menanamkan konsep tentang pengetahuan yang
diajarkannya. Pembelajaran adalah sarana untuk
mendidik, untuk menyampaikan pesan-pesan kepada
anak didik. Guru yang ahli memiliki pengetahuan
tentang cara pembelajaran juga ketrampilan dan
mengerti bahwa pembelajaran adalah juga suatu seni.
5. Memiliki Otonomi dan Tanggungjawab
Bagi seorang guru yang profesional di samping ahli dalam
bidang mengajar dan mendidik, ia juga memiliki otonomi dan
tanggungjawab. Maksud dari otonomi adalah suatu sikap yang
profesional yang disebut mandiri. la telah memiliki otonomi
(kemandirian) yang dalam mengemukakan apa yang harus
dikatakan berdasarkan keahliannya.
Guru yang profesional mempersiapkan diri sematang
matangnya sebelum ia mengajar. la menguasai apa yang akan
disajikan dan bertanggungjawab atas semua yang diajarkan. la
bertanggungjawab atas segala tingkah lakunya.
6. Memiliki Rasa Kesejawatan
Salah satu tugas dari organisasi profesi ialah menciptakan
rasa kesejawatan sehingga ada, rasa aman dan perlindungan
jabatan. Etika profesi ini dikembangkan melalui organisasi
profesi. Melalui organisasi profesi diciptakan rasa
kesejawatan. Semangat korps dikembangkan agar harkat
dan martabat guru dijunjung tinggi, baik oleh korps guru
sendiri maupun masyarakat pada umumnya. Usaha untuk
meningkatkan citra guru di masyarakat diperjuangkan
melalui organisasi profesi, di samping rasa sejawat di antara
para guru itu sendiri.
Syarat Guru Profesional
Menurut peraturan pemerintah No 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa
kompetensi guru professional terbagi menjadi empat
kompetensi guru yaitu;
1. Kompetensi pedagogic
Pedagogik yang harus dikuasai guru meliputi pemahaman guru terhadap
peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil
belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai
potensi yang dimilikinya.
2. Kompetensi kepribadian
kemampuan personal yang mencerminkan
kepribadaian yang mantap, stabil, dewasa, arif,
berakhlak mulia dan beribawa, dan kemudian dapat
menjadi teladan bagi peserta didik.
3. Kompetensi sosial
kemampuan yang harus dimiliki guru untuk berkomunikasi
dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga
kependidikan, orang tua / wali peserta didik dan masyarakat
sekitar.
4. Kompetensi professional
penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang
harus dikuasai guru mencakup penguasaan materi kurikulum mata
pelajaran disekolah dan subtansi keilmuan yang menaungi
materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi
keilmuannya.
Kode etik guru profesional
Kode etik guru Indonesia dapat dirumuskan sebagai
himpunan nilai - nilai dan norma-norma profesi guru
yang tersusun dengan baik dan sistematik dalam suatu
sistem yang utuh dan bulat. Fungsi kode etik guru
Indonesia adalah sebagai landasan moral dan
pedoman tingkah laku setiap guru dalam menunaikan
tugas pengabdiannya sebagai guru, baik di dalam
maupun di luar sekolah serta dalam kehidupan sehari-
hari di masyarakat.
Berdasarkan hasil rumusan Kongres PGRI
XIII dari seluruh penjuru tanah air di Jakarta
tahun 1973, dan kemudian disempurnakan
dalam Kongres PGRI XVI tahun 1989 di
Jakarta juga, kode etik guru Indonesia
1 Guru berbakti
membimbing peserta
didik untuk membentuk
manusia Indonesia
seutuhnya yang berjiwa
Pancasila.
2 Guru memiliki dan
melaksanakan kejujuran
profesional.
3 Guru berusaha
memperoleh informasi
tentang peserta didik
sebagai bahan
melakukan bimbingan
dan pembinaan.
4 Guru menciptakan
suasana sekolah sebaik-
baiknya yang
menunjang berhasilnya
proses belajar-mengajar.
5 Guru memelihara hubungan baik
dengan orang tua murid dan masyarakat
sekitarnya untuk membina peran serta
dan rasa tanggung jawab bersama
terhadap pendidikan.
6 Guru secara pribadi dan
bersama-sama
mengembangkan dan
meningkatkan mutu dan
martabat profesinya.
7 Guru memelihara
hubungan seprofesi,
semangat kekeluargaan,
dan kesetiakawanan
sosial.
8 Guru secara bersama-
sama memelihara dan
meningkatkan mutu
organisasi PGRI sebagai
sarana perjuangan dan
pengabdian.
9 Guru melaksanakan
segala kebijakan
pemerintah dalam
bidang pendidikan.
Profesionalisme guru PAK
Dalam menjalankan tugasnya, seorang guru Pendidikan Agama Kristen
juga dituntut untuk profesional. Seorang guru Pendidikan Agama Kristen
harus memiliki kualifikasi rohani yang mumpuni, sebab mereka dipanggil
dan terpanggil untuk membawa kehidupan Allah bagi para peserta didik,
sehingga orang lain dapat melihat bahwa mereka benar-benar hidup dengan
kualifikasi rohani yang matang dan mantap.
Kebenaran yang dinyatakan Allah kepada setiap orang percaya menyangkut
segi kognitif (intelek-pemikiran), segi moral, etis, serta spiritual. Selain itu
kebenaran yang harus dikejar oleh Guru Kristen adalah kebenaran realistis,
yaitu yang nyata dalam kehidupan. Guru Pendidik agama Kristen, mampu
mengajar sesuai kebenaran Alkitab dan apa yang hendak diajarkan bukan
hanya sekedar pengetahuan seorang guru tetapi perlu tindakan dan
memberi keteladanan.
Adapun kualifikasi rohani yang harus dimiliki oleh
seorang guru Pendidikan Agama Kristen adalah
sebagai berikut;
1. Mengenal Tuhan Yesus
Seorang pengajar anak bertanggungjawab mengenalkan Tuhan Yesus
kepada anak-anak. Maka, pentingnya seorang guru mengenal Tuhan Yesus
secara pribadi. Tuhan Yesus, juruselamat dunia, telah diakui sebagai
juruselamat pribadi oleh Guru, sehingga dengan demikian, maka guru
Kristen memiliki dasar yang kokoh untuk memperkenalkan Kristus kepada
anak-anak didikannya.
2. Mengenal Firman Tuhan
Seorang Guru, akan membutuhkan waktu untuk membaca Firman Tuhan
setiap hari. Hidup rohani seorang Guru akan diubah dan berkembang jika
menyukai firman Allah dan menjadikan firman itu bagian dari hidupnya
sehari-hari.
3. Menjadi Teladan Rohani Terhadap Murid Rekan Guru bahkan
Masyarakat Umum
seorang pengajar Kristen, tidak hanya seorang yang intelektual yang
memiliki banyak pengetahuan, tetapi pengetahuan akan firman Tuhan
harus sesuai dengan Tindakan sehingga dapat disebut profesional.
4. Menghargai Anak
Seorang pengajar akan melihat anak-anak dengan kasih sayang Tuhan
Yesus. Ia mengerti bahwa setiap anak berharga dihadapan Allah. karena itu,
anak juga berharap untuk dia. Guru aka paham bahwa apa yang dia lakukan
untuk anak-anak, dia perbuat juga bagi Tuhan Yesus. Dalam hal ini, seorang
guru Kristen tidak pilih kasih, tetapi memandang semua anak sama dan
diperlakukan sama untuk diperhatikan dan diajar penuh kasih sayang.
Kesimpulan
Guru dalam melaksakan pembelajaran yang bermutu harus menguasai
kemampuan yang tinggi dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Agar
dapat menguasai kemampuan pembelajaran, guru perlu membina diri secara
baik karena fungsi guru itu sendiri sebagai pembina dan pengembang
kemampuan, sikap dan keterampilan siswa dan dirinya sebagai guru yang
profesional agar siswa meraih pengalaman belajar secara maksimal. Maka
dengan demikian bagi seorang guru dituntut untuk dapat bekerja dengan
penuh komitmen, teratur, konsisten, dan kreatif dalam mengahapi
pekerjaannya.
Dalam dunia pendidikan agama Kristen Guru adalah orang yang dipanggil
untuk melayani bersama Allah. Guru adalah hamba Tuhan yang harus memiliki
kualifikasi kehidupan rohani yang mumpuni. Di era masa kini yang penuh
dengan kemajuan teknologi seorang guru pendidikan agama Kristen harus
hadir sebagai seorang wakil Allah yang terus memacu dirinya untuk terus
optimal dalam menjalankan profesinya, sehingga banyak orang boleh mengenal
Kristus melalui hidup guru tersebut. Guru pendidikan agama Kristen harus
profesional dan harus mencontohkan kehidupan Kristus bagi peserta didik.
Terimakasih
Tuhan Yesus Memberkati

More Related Content

What's hot

Diskusi Refleksi Akhir PPL I.docx
Diskusi Refleksi Akhir PPL I.docxDiskusi Refleksi Akhir PPL I.docx
Diskusi Refleksi Akhir PPL I.docxUlfahWulandari2
 
Pengenalan Platform Merdeka Mengajar.pptx
Pengenalan Platform Merdeka Mengajar.pptxPengenalan Platform Merdeka Mengajar.pptx
Pengenalan Platform Merdeka Mengajar.pptxssuser0ee2bf
 
Kanvas BAGJA prakarsa perubahan.pptx
Kanvas BAGJA prakarsa perubahan.pptxKanvas BAGJA prakarsa perubahan.pptx
Kanvas BAGJA prakarsa perubahan.pptxKartinaKartina4
 
RPP BERDIFERENSIASI KELAS 5 (2).docx
RPP BERDIFERENSIASI KELAS 5 (2).docxRPP BERDIFERENSIASI KELAS 5 (2).docx
RPP BERDIFERENSIASI KELAS 5 (2).docxDianKurniawati19
 
Model perencanaan pembelajaran
Model perencanaan pembelajaranModel perencanaan pembelajaran
Model perencanaan pembelajaranDesi Hayati Putri
 
PARADIGMA BARU KURIKULUM MERDEKA.pptx
PARADIGMA BARU KURIKULUM MERDEKA.pptxPARADIGMA BARU KURIKULUM MERDEKA.pptx
PARADIGMA BARU KURIKULUM MERDEKA.pptxTaopikAS1
 
PPT ORGANISASI PROFESI GURU
PPT ORGANISASI PROFESI GURUPPT ORGANISASI PROFESI GURU
PPT ORGANISASI PROFESI GURUNelisNovita
 
Eksplorasi Konsep Kelompok 3_Lembar Kerja 1 (1).pptx
Eksplorasi Konsep Kelompok 3_Lembar Kerja 1 (1).pptxEksplorasi Konsep Kelompok 3_Lembar Kerja 1 (1).pptx
Eksplorasi Konsep Kelompok 3_Lembar Kerja 1 (1).pptxssuser5cdb16
 
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docx
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docxKONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docx
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docxMedysaRahmah
 
Koneksi Antar Materi FPI.pptx
Koneksi Antar Materi FPI.pptxKoneksi Antar Materi FPI.pptx
Koneksi Antar Materi FPI.pptxDonnyNgadaFlores
 
ASESMEN PEMBELAJARAN
 ASESMEN PEMBELAJARAN ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN PEMBELAJARANwalya2
 
memahami Understanding by Design
memahami Understanding by Designmemahami Understanding by Design
memahami Understanding by DesignSMK Negeri 6 Malang
 
Power point pengelolaan kelas
Power point pengelolaan kelasPower point pengelolaan kelas
Power point pengelolaan kelasremintha
 
Panduan analisis butir soal
Panduan analisis butir soalPanduan analisis butir soal
Panduan analisis butir soalMansyur Eppe
 
Ppt strategi pembelajaran
Ppt strategi pembelajaranPpt strategi pembelajaran
Ppt strategi pembelajaranKhusnul Kotimah
 
Model pengembangan-kurikulum-taba
Model pengembangan-kurikulum-tabaModel pengembangan-kurikulum-taba
Model pengembangan-kurikulum-tabaPrincess Indry
 
RPP TEMATIK KHUSUS BAHASA INDONESIA KELAS V
RPP TEMATIK KHUSUS BAHASA INDONESIA KELAS VRPP TEMATIK KHUSUS BAHASA INDONESIA KELAS V
RPP TEMATIK KHUSUS BAHASA INDONESIA KELAS VSuci Lintiasri
 
Format APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) Terbaru
Format APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) TerbaruFormat APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) Terbaru
Format APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) TerbaruAkang Juve
 

What's hot (20)

Diskusi Refleksi Akhir PPL I.docx
Diskusi Refleksi Akhir PPL I.docxDiskusi Refleksi Akhir PPL I.docx
Diskusi Refleksi Akhir PPL I.docx
 
Pengenalan Platform Merdeka Mengajar.pptx
Pengenalan Platform Merdeka Mengajar.pptxPengenalan Platform Merdeka Mengajar.pptx
Pengenalan Platform Merdeka Mengajar.pptx
 
Kanvas BAGJA prakarsa perubahan.pptx
Kanvas BAGJA prakarsa perubahan.pptxKanvas BAGJA prakarsa perubahan.pptx
Kanvas BAGJA prakarsa perubahan.pptx
 
RPP BERDIFERENSIASI KELAS 5 (2).docx
RPP BERDIFERENSIASI KELAS 5 (2).docxRPP BERDIFERENSIASI KELAS 5 (2).docx
RPP BERDIFERENSIASI KELAS 5 (2).docx
 
Model Assure
Model AssureModel Assure
Model Assure
 
Model perencanaan pembelajaran
Model perencanaan pembelajaranModel perencanaan pembelajaran
Model perencanaan pembelajaran
 
PARADIGMA BARU KURIKULUM MERDEKA.pptx
PARADIGMA BARU KURIKULUM MERDEKA.pptxPARADIGMA BARU KURIKULUM MERDEKA.pptx
PARADIGMA BARU KURIKULUM MERDEKA.pptx
 
PPT ORGANISASI PROFESI GURU
PPT ORGANISASI PROFESI GURUPPT ORGANISASI PROFESI GURU
PPT ORGANISASI PROFESI GURU
 
Eksplorasi Konsep Kelompok 3_Lembar Kerja 1 (1).pptx
Eksplorasi Konsep Kelompok 3_Lembar Kerja 1 (1).pptxEksplorasi Konsep Kelompok 3_Lembar Kerja 1 (1).pptx
Eksplorasi Konsep Kelompok 3_Lembar Kerja 1 (1).pptx
 
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docx
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docxKONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docx
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docx
 
Koneksi Antar Materi FPI.pptx
Koneksi Antar Materi FPI.pptxKoneksi Antar Materi FPI.pptx
Koneksi Antar Materi FPI.pptx
 
ASESMEN PEMBELAJARAN
 ASESMEN PEMBELAJARAN ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN PEMBELAJARAN
 
memahami Understanding by Design
memahami Understanding by Designmemahami Understanding by Design
memahami Understanding by Design
 
Power point pengelolaan kelas
Power point pengelolaan kelasPower point pengelolaan kelas
Power point pengelolaan kelas
 
Panduan analisis butir soal
Panduan analisis butir soalPanduan analisis butir soal
Panduan analisis butir soal
 
KOMPETENSI Abad 21.pptx
KOMPETENSI Abad 21.pptxKOMPETENSI Abad 21.pptx
KOMPETENSI Abad 21.pptx
 
Ppt strategi pembelajaran
Ppt strategi pembelajaranPpt strategi pembelajaran
Ppt strategi pembelajaran
 
Model pengembangan-kurikulum-taba
Model pengembangan-kurikulum-tabaModel pengembangan-kurikulum-taba
Model pengembangan-kurikulum-taba
 
RPP TEMATIK KHUSUS BAHASA INDONESIA KELAS V
RPP TEMATIK KHUSUS BAHASA INDONESIA KELAS VRPP TEMATIK KHUSUS BAHASA INDONESIA KELAS V
RPP TEMATIK KHUSUS BAHASA INDONESIA KELAS V
 
Format APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) Terbaru
Format APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) TerbaruFormat APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) Terbaru
Format APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) Terbaru
 

Similar to Profesionalisme Guru

Makalah menjadi seorang guru yang ideal dan inovatif
Makalah menjadi seorang guru yang ideal dan inovatifMakalah menjadi seorang guru yang ideal dan inovatif
Makalah menjadi seorang guru yang ideal dan inovatifM Haris Wijaya
 
Makalah kompetensi profesional guru
Makalah kompetensi profesional guruMakalah kompetensi profesional guru
Makalah kompetensi profesional guruIkhwan Mutaqin
 
Pembahasan Profesi Pendidikan
Pembahasan Profesi PendidikanPembahasan Profesi Pendidikan
Pembahasan Profesi PendidikanRiris Purbosari
 
HAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
HAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAMHAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
HAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAMGalih Nurhavis
 
Zoni erdiansyah.1102435
Zoni erdiansyah.1102435Zoni erdiansyah.1102435
Zoni erdiansyah.1102435Zonierdiansyah
 
Analisis pelaksanaan kode etik guru indonesia
Analisis pelaksanaan kode etik guru indonesiaAnalisis pelaksanaan kode etik guru indonesia
Analisis pelaksanaan kode etik guru indonesiacandrajelek
 
Manajemen Kesiswaan.docx
Manajemen Kesiswaan.docxManajemen Kesiswaan.docx
Manajemen Kesiswaan.docxZukét Printing
 
8-47-1-PBPENYULUHAGAMA KATOLIK PUNYA .pdf
8-47-1-PBPENYULUHAGAMA KATOLIK PUNYA .pdf8-47-1-PBPENYULUHAGAMA KATOLIK PUNYA .pdf
8-47-1-PBPENYULUHAGAMA KATOLIK PUNYA .pdfRIKIRARU
 
Materi 4 Kompetensi Trisni.pptx
Materi 4 Kompetensi Trisni.pptxMateri 4 Kompetensi Trisni.pptx
Materi 4 Kompetensi Trisni.pptxtriyatnospd00
 
Materi 4 Kompetensi.pptx
Materi 4 Kompetensi.pptxMateri 4 Kompetensi.pptx
Materi 4 Kompetensi.pptxtriyatnospd00
 

Similar to Profesionalisme Guru (20)

Makalah menjadi seorang guru yang ideal dan inovatif
Makalah menjadi seorang guru yang ideal dan inovatifMakalah menjadi seorang guru yang ideal dan inovatif
Makalah menjadi seorang guru yang ideal dan inovatif
 
Guru profesional
Guru profesionalGuru profesional
Guru profesional
 
Tugas dan tanggung jawab guru
Tugas dan tanggung jawab guruTugas dan tanggung jawab guru
Tugas dan tanggung jawab guru
 
Makalah kompetensi profesional guru
Makalah kompetensi profesional guruMakalah kompetensi profesional guru
Makalah kompetensi profesional guru
 
Pendidik dan peserta didik
Pendidik dan peserta didikPendidik dan peserta didik
Pendidik dan peserta didik
 
Pembahasan Profesi Pendidikan
Pembahasan Profesi PendidikanPembahasan Profesi Pendidikan
Pembahasan Profesi Pendidikan
 
Makalah profesi keguruan 2
Makalah profesi keguruan 2Makalah profesi keguruan 2
Makalah profesi keguruan 2
 
HAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
HAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAMHAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
HAKIKAT GURU DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
 
Makalah profesi keguruan 2
Makalah profesi keguruan 2Makalah profesi keguruan 2
Makalah profesi keguruan 2
 
Zoni erdiansyah.1102435
Zoni erdiansyah.1102435Zoni erdiansyah.1102435
Zoni erdiansyah.1102435
 
Tajuk 5 done
Tajuk 5 doneTajuk 5 done
Tajuk 5 done
 
Tajuk 5 done
Tajuk 5 doneTajuk 5 done
Tajuk 5 done
 
Analisis pelaksanaan kode etik guru indonesia
Analisis pelaksanaan kode etik guru indonesiaAnalisis pelaksanaan kode etik guru indonesia
Analisis pelaksanaan kode etik guru indonesia
 
Manajemen Kesiswaan.docx
Manajemen Kesiswaan.docxManajemen Kesiswaan.docx
Manajemen Kesiswaan.docx
 
8-47-1-PBPENYULUHAGAMA KATOLIK PUNYA .pdf
8-47-1-PBPENYULUHAGAMA KATOLIK PUNYA .pdf8-47-1-PBPENYULUHAGAMA KATOLIK PUNYA .pdf
8-47-1-PBPENYULUHAGAMA KATOLIK PUNYA .pdf
 
Guru
GuruGuru
Guru
 
Manajemen Kesiswaan.pdf
Manajemen Kesiswaan.pdfManajemen Kesiswaan.pdf
Manajemen Kesiswaan.pdf
 
Materi 4 Kompetensi Trisni.pptx
Materi 4 Kompetensi Trisni.pptxMateri 4 Kompetensi Trisni.pptx
Materi 4 Kompetensi Trisni.pptx
 
Materi 4 Kompetensi.pptx
Materi 4 Kompetensi.pptxMateri 4 Kompetensi.pptx
Materi 4 Kompetensi.pptx
 
Tugasan KPF Esei Ilmiah
Tugasan KPF Esei IlmiahTugasan KPF Esei Ilmiah
Tugasan KPF Esei Ilmiah
 

Recently uploaded

Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaAbdiera
 
MTK BAB 5 PENGOLAHAN DATA (Materi 2).pptx
MTK BAB 5 PENGOLAHAN DATA (Materi 2).pptxMTK BAB 5 PENGOLAHAN DATA (Materi 2).pptx
MTK BAB 5 PENGOLAHAN DATA (Materi 2).pptxssuser0239c1
 
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfslide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfNURAFIFAHBINTIJAMALU
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxFardanassegaf
 
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajiiEdukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajiiIntanHanifah4
 
PPT kecerdasan emosi dan pengendalian diri.pptx
PPT kecerdasan emosi dan pengendalian diri.pptxPPT kecerdasan emosi dan pengendalian diri.pptx
PPT kecerdasan emosi dan pengendalian diri.pptxINyomanAgusSeputraSP
 
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...jumadsmanesi
 
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmaksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmeunikekambe10
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfandriasyulianto57
 
Materi power point Kepemimpinan leadership .ppt
Materi power point Kepemimpinan leadership .pptMateri power point Kepemimpinan leadership .ppt
Materi power point Kepemimpinan leadership .pptAcemediadotkoM1
 
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptxJurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptxBambang440423
 
Demonstrasi Kontekstual Modul 1.2. pdf
Demonstrasi Kontekstual  Modul 1.2.  pdfDemonstrasi Kontekstual  Modul 1.2.  pdf
Demonstrasi Kontekstual Modul 1.2. pdfvebronialite32
 
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaMateri Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaSABDA
 
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup BangsaDinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup BangsaEzraCalva
 
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptPertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptNabilahKhairunnisa6
 
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM 2024.pptx
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM  2024.pptxTeknik Menjawab Kertas P.Moral SPM  2024.pptx
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM 2024.pptxwongcp2
 
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanPLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanssuserc81826
 
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnasPembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnasAZakariaAmien1
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuHANHAN164733
 
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2noviamaiyanti
 

Recently uploaded (20)

Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
 
MTK BAB 5 PENGOLAHAN DATA (Materi 2).pptx
MTK BAB 5 PENGOLAHAN DATA (Materi 2).pptxMTK BAB 5 PENGOLAHAN DATA (Materi 2).pptx
MTK BAB 5 PENGOLAHAN DATA (Materi 2).pptx
 
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdfslide presentation bab 2 sain form 2.pdf
slide presentation bab 2 sain form 2.pdf
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
 
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajiiEdukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
 
PPT kecerdasan emosi dan pengendalian diri.pptx
PPT kecerdasan emosi dan pengendalian diri.pptxPPT kecerdasan emosi dan pengendalian diri.pptx
PPT kecerdasan emosi dan pengendalian diri.pptx
 
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
 
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmaksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
 
Materi power point Kepemimpinan leadership .ppt
Materi power point Kepemimpinan leadership .pptMateri power point Kepemimpinan leadership .ppt
Materi power point Kepemimpinan leadership .ppt
 
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptxJurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
 
Demonstrasi Kontekstual Modul 1.2. pdf
Demonstrasi Kontekstual  Modul 1.2.  pdfDemonstrasi Kontekstual  Modul 1.2.  pdf
Demonstrasi Kontekstual Modul 1.2. pdf
 
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaMateri Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
 
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup BangsaDinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
 
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptPertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
 
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM 2024.pptx
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM  2024.pptxTeknik Menjawab Kertas P.Moral SPM  2024.pptx
Teknik Menjawab Kertas P.Moral SPM 2024.pptx
 
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanPLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
 
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnasPembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
 
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
 

Profesionalisme Guru

  • 1.
  • 5. 1. Dalam kamus Bahasa Indonesia edisi kedua (1991), guru diartikan sebagai orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya) mengajar. 3. Dalam bahasa Arab disebut ” Mu’alim”, dalam bahasa inggris ”teacher” memiliki arti sederhana yakni ” A person whose occuption is teaching others” ( Mc. Leod,1989) artinya seseorang yang pekerjaannya mengajar orang lain. 2. Undang – undang No.14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, yakni sebagaimana tercantum dalam bab 1 ketentuan umum pasal 1 ayat 1 sebagai berikut guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama, mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan dasar dan menegah. 4. Di dalam UU sistem pendidikan nasional tahun 2003 pada pasal 39 ayat 2 menjelaskan: Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran,menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  • 6. “Profesionalisme’’ adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Dalam konteks guru, makna profesionalisme sangat penting karena profesionalisme akan melahirkan sikap terbaik bagi seorang guru dalam melayani pendidikan peserta didik, sehingga kelak sikap ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang tua, masyarakat, dan institusi sekola itu sendiri. Jadi pada prinsipnya profesionalisme guru dapat diartikan sebagai guru yang dapat menjalankan tugasnya secara professional.
  • 7. Hakikat guru profesional dalam proses pembelajaran
  • 8. 1. Kemampuan Merencanakan Pengajaran Sebelum guru melaksanakan pembelajaran, terlebih dahulu membuat rencana pengajaran. Aktivitas membuat rencana pengajaran ini lazim disebut merencanakan pengajaran. Dengan demikian, yang dimaksud dengan merencanakan pengajaran adalah suatu aktivitas merumuskan sesuatu terlebih dahulu sebelum pembelajaran dilaksanakan.
  • 9. 2. Kemampuan melaksanakan Prosedur Mengajar Kemampuan melaksanakan prosedur mengajar adalah penerapan secara nyata rencana pengajaran yang telah dibuat pada saat pembelajaran. Hal-hal yang direncanakan pada perencanaan pengajaran, diwujudkan dalam bentuk tindakan pembelajaran yang nyata.
  • 10. 3. Kemampuan Melaksanakan Hubungan Pribadi dengan Siswa Sekolah bahkan kelas dapat dipandang sebagai suatu sistem sosial. Sebab, di dalamnya terjadi interaksi atau hubungan timbal balik antara orang-orang yang ada di dalamnya, yaitu: guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Karena itu, dalam sistem tersebut, guru haruslah mampu dan terampil dalam mengadakan hubungan pribadi dengan para siswanya.
  • 11. 4. Memiliki Keahlian dalam Bidangnya Bahwa seorang guru itu ahli dalam bidang pengetahuan yang diajarkan dan ahli dalam tugas mendidik. Seorang guru tidak saja menguasai materi pembelajaran yang diajarkan, tetapi juga mampu dalam menanamkan konsep tentang pengetahuan yang diajarkannya. Pembelajaran adalah sarana untuk mendidik, untuk menyampaikan pesan-pesan kepada anak didik. Guru yang ahli memiliki pengetahuan tentang cara pembelajaran juga ketrampilan dan mengerti bahwa pembelajaran adalah juga suatu seni.
  • 12. 5. Memiliki Otonomi dan Tanggungjawab Bagi seorang guru yang profesional di samping ahli dalam bidang mengajar dan mendidik, ia juga memiliki otonomi dan tanggungjawab. Maksud dari otonomi adalah suatu sikap yang profesional yang disebut mandiri. la telah memiliki otonomi (kemandirian) yang dalam mengemukakan apa yang harus dikatakan berdasarkan keahliannya. Guru yang profesional mempersiapkan diri sematang matangnya sebelum ia mengajar. la menguasai apa yang akan disajikan dan bertanggungjawab atas semua yang diajarkan. la bertanggungjawab atas segala tingkah lakunya.
  • 13. 6. Memiliki Rasa Kesejawatan Salah satu tugas dari organisasi profesi ialah menciptakan rasa kesejawatan sehingga ada, rasa aman dan perlindungan jabatan. Etika profesi ini dikembangkan melalui organisasi profesi. Melalui organisasi profesi diciptakan rasa kesejawatan. Semangat korps dikembangkan agar harkat dan martabat guru dijunjung tinggi, baik oleh korps guru sendiri maupun masyarakat pada umumnya. Usaha untuk meningkatkan citra guru di masyarakat diperjuangkan melalui organisasi profesi, di samping rasa sejawat di antara para guru itu sendiri.
  • 15. Menurut peraturan pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa kompetensi guru professional terbagi menjadi empat kompetensi guru yaitu;
  • 16. 1. Kompetensi pedagogic Pedagogik yang harus dikuasai guru meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
  • 17. 2. Kompetensi kepribadian kemampuan personal yang mencerminkan kepribadaian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berakhlak mulia dan beribawa, dan kemudian dapat menjadi teladan bagi peserta didik.
  • 18. 3. Kompetensi sosial kemampuan yang harus dimiliki guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua / wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
  • 19. 4. Kompetensi professional penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang harus dikuasai guru mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran disekolah dan subtansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.
  • 20. Kode etik guru profesional
  • 21. Kode etik guru Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai - nilai dan norma-norma profesi guru yang tersusun dengan baik dan sistematik dalam suatu sistem yang utuh dan bulat. Fungsi kode etik guru Indonesia adalah sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku setiap guru dalam menunaikan tugas pengabdiannya sebagai guru, baik di dalam maupun di luar sekolah serta dalam kehidupan sehari- hari di masyarakat.
  • 22. Berdasarkan hasil rumusan Kongres PGRI XIII dari seluruh penjuru tanah air di Jakarta tahun 1973, dan kemudian disempurnakan dalam Kongres PGRI XVI tahun 1989 di Jakarta juga, kode etik guru Indonesia
  • 23. 1 Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. 2 Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional. 3 Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. 4 Guru menciptakan suasana sekolah sebaik- baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar-mengajar. 5 Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.
  • 24. 6 Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. 7 Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial. 8 Guru secara bersama- sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. 9 Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.
  • 26. Dalam menjalankan tugasnya, seorang guru Pendidikan Agama Kristen juga dituntut untuk profesional. Seorang guru Pendidikan Agama Kristen harus memiliki kualifikasi rohani yang mumpuni, sebab mereka dipanggil dan terpanggil untuk membawa kehidupan Allah bagi para peserta didik, sehingga orang lain dapat melihat bahwa mereka benar-benar hidup dengan kualifikasi rohani yang matang dan mantap.
  • 27. Kebenaran yang dinyatakan Allah kepada setiap orang percaya menyangkut segi kognitif (intelek-pemikiran), segi moral, etis, serta spiritual. Selain itu kebenaran yang harus dikejar oleh Guru Kristen adalah kebenaran realistis, yaitu yang nyata dalam kehidupan. Guru Pendidik agama Kristen, mampu mengajar sesuai kebenaran Alkitab dan apa yang hendak diajarkan bukan hanya sekedar pengetahuan seorang guru tetapi perlu tindakan dan memberi keteladanan.
  • 28. Adapun kualifikasi rohani yang harus dimiliki oleh seorang guru Pendidikan Agama Kristen adalah sebagai berikut;
  • 29. 1. Mengenal Tuhan Yesus Seorang pengajar anak bertanggungjawab mengenalkan Tuhan Yesus kepada anak-anak. Maka, pentingnya seorang guru mengenal Tuhan Yesus secara pribadi. Tuhan Yesus, juruselamat dunia, telah diakui sebagai juruselamat pribadi oleh Guru, sehingga dengan demikian, maka guru Kristen memiliki dasar yang kokoh untuk memperkenalkan Kristus kepada anak-anak didikannya.
  • 30. 2. Mengenal Firman Tuhan Seorang Guru, akan membutuhkan waktu untuk membaca Firman Tuhan setiap hari. Hidup rohani seorang Guru akan diubah dan berkembang jika menyukai firman Allah dan menjadikan firman itu bagian dari hidupnya sehari-hari.
  • 31. 3. Menjadi Teladan Rohani Terhadap Murid Rekan Guru bahkan Masyarakat Umum seorang pengajar Kristen, tidak hanya seorang yang intelektual yang memiliki banyak pengetahuan, tetapi pengetahuan akan firman Tuhan harus sesuai dengan Tindakan sehingga dapat disebut profesional.
  • 32. 4. Menghargai Anak Seorang pengajar akan melihat anak-anak dengan kasih sayang Tuhan Yesus. Ia mengerti bahwa setiap anak berharga dihadapan Allah. karena itu, anak juga berharap untuk dia. Guru aka paham bahwa apa yang dia lakukan untuk anak-anak, dia perbuat juga bagi Tuhan Yesus. Dalam hal ini, seorang guru Kristen tidak pilih kasih, tetapi memandang semua anak sama dan diperlakukan sama untuk diperhatikan dan diajar penuh kasih sayang.
  • 34. Guru dalam melaksakan pembelajaran yang bermutu harus menguasai kemampuan yang tinggi dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Agar dapat menguasai kemampuan pembelajaran, guru perlu membina diri secara baik karena fungsi guru itu sendiri sebagai pembina dan pengembang kemampuan, sikap dan keterampilan siswa dan dirinya sebagai guru yang profesional agar siswa meraih pengalaman belajar secara maksimal. Maka dengan demikian bagi seorang guru dituntut untuk dapat bekerja dengan penuh komitmen, teratur, konsisten, dan kreatif dalam mengahapi pekerjaannya.
  • 35. Dalam dunia pendidikan agama Kristen Guru adalah orang yang dipanggil untuk melayani bersama Allah. Guru adalah hamba Tuhan yang harus memiliki kualifikasi kehidupan rohani yang mumpuni. Di era masa kini yang penuh dengan kemajuan teknologi seorang guru pendidikan agama Kristen harus hadir sebagai seorang wakil Allah yang terus memacu dirinya untuk terus optimal dalam menjalankan profesinya, sehingga banyak orang boleh mengenal Kristus melalui hidup guru tersebut. Guru pendidikan agama Kristen harus profesional dan harus mencontohkan kehidupan Kristus bagi peserta didik.