Laporan PRAKTEK INDUSTRI (dandi heryana)

7,523 views

Published on

berisikan proses pembuatan salah satu komponen pada sayap pesawat terbang yang bernama FITTING.

Published in: Education
0 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,523
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
387
Comments
0
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Laporan PRAKTEK INDUSTRI (dandi heryana)

  1. 1. 1 KATA PENGANTARAssalamu’alaikum Wr.Wb PT. Dirgantara Indonesia (PT DI Persero) atau nama dalam bahasa InggrisIndonesian Aerospace Inc, adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidangindustri pesawat terbang. Dalam implikasinya, PT DI tidak hanya melibatkan diridalam dunia industri melainkan juga dalam dunia pendidikan. Salah satu programyang dilakukan PT DI dalam keterlibatannya di dunia pendidikan adalah dengankesediaannya untuk menerima berbagai studi baik berupa studi praktek kerjaataupun secara teoritis guna membantu para pelajar agar dapat mengenal tentangdisiplin ilmu kedirgantaraan. Laporan praktek industri ini berisi berbagai informasi mengenai PT DIkhususnya pada bagian manufacture machining yang ada didalam direktorataerostructure yang meliputi 13 item machining shop, detail proses produksi suatupart pada salah satu mesin yang digunakan beserta tinjauan mengenai mutu yangberjalan didalamnya, baik mutu produk ataupun mutu SDM (Sumber DayaManusia). Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperoleh informasitersebut adalah dengan melakukan aktifitas berupa praktek kerja yang meliputiobservasi lapangan dan melakukan bimbingan sebagai mediasi antara para pelajardengan narasumber yang diantaranya adalah para pembimbing, baik pembimbingdilapangan juga pembimbing didalam ruangan. Penulis juga banyak mendapatsaran, bimbingan, semangat, serta bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu,tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada :1. Bapak Drs. R. H. Aam hamdani, MT, selaku dosen pengampu mata kuliah Praktek Industri.2. Bapak Ir. Sutarno MT, selaku atasan pembimbing lapangan praktek industri yang senantiasa membantu, membimbing dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat menggali ilmu di perusahaan yang dikelolanya
  2. 2. 23. Bapak Wisnu, selaku asisten pembimbing lapangan yang senantiasa bersedia membantu dan mendorong selama praktek di PTDI.4. Bapak Edi, selaku operator mesin milling CNC millac 6-H yang selalu bersemangat memberikan ilmu pengetahuannya kepada penulis. i5. Seluruh keluarga yang selalu mendukung, memotivasi, serta memberikan do’a selama ini kepada penulis.6. Neng Restiani Sartika Fitri yang selalu mengembalikan semangat juang penulis pada saat semangat sedang turun.7. Teman-teman seperjuangan yang dari awal berjuang bersama-sama melaksanakan praktek industri. Dan yang terakhir kepada semua pihak yang telah membantu dalammenyelesaikan praktek industri ini Akhirnya saya berharap, dengan disahkannya Laporan Praktek Industri inioleh pembimbing industri dan pembimbing universitas, mudah-mudahan akanbermanfaat untuk banyak kalangan dan juga diharapkan akan terjalin ikatan yanglebih baik antara dunia industri dengan dunia pendidikan di masa yang akandatang. Bandung, Desember 2012 Penyusun
  3. 3. 3DAFTAR ISI ii
  4. 4. 4DAFTAR GAMBAR
  5. 5. 5DAFTAR TABEL
  6. 6. 6 DAFTAR LAMPIRANLampiran 1. Surat keterangan izin praktek kerja industri di PT Dirgantara IndonesiaLampiran 2. Surat keterangan telah menyelesaikan praktek industriLampiran 3. Daftar kegiatan selama praktek industriLampiran 4. Daftar penilaian pelaksanaan praktek industriLampiran 5. Gambar set up benda kerja pada fixture di pos 1Lampiran 6. Gambar set up benda kerja pada fixture di pos 2Lampiran 7. Operasi pemesinan yang dilakukan di pos 1Lampiran 8. Operasi pemesinan yang dilakukan di pos 2Lampiran 9. Gambar cutter slot drillLampiran 10. Gambar cutter ball nose slot drillLampiran 11. Gambar cutter center drillLampiran 12. Gambar cutter twist drillLampiran 13. Gambar cutter slot drill and holderLampiran 14. Gambar cutter ball nose slot drill and holderLampiran 15. Gambar cutter center drill and holderLampiran 16. Gambar cutter twist drill and holder
  7. 7. 7 BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Saat ini teknologi yang digunakan oleh industri-industri berkembang dengansangat pesat, sehingga untuk mengetahui kondisi lapangan yang sesungguhnyaantara ilmu yang didapatkan pada saat perkuliahan dengan kondisi nyata diindustri, maka pihak Universitas mengeluarkan kebijakan dengan mewajibkanmahasiswanya mengontrak mata kuliah Praktek Industri. Pihak Universitas, khususnya di Jurusan Pendidikan Teknik Mesinmemberikan kebebasan kepada mahasiswanya untuk memilih industri yang akandijadikan sebagai tempat Praktek Industri. Praktek Industri ini diberikan kepadasetiap mahasiswa tingkat akhir dengan tujuan agar mahasiswa mengenalbagaimana lingkungan kerja nyata khususnya di industri dan mengamati ilmuyang di dapat pada saat perkuliahan diaplikasikan di industri. Dalam pelaksanaan Praktek Industri ini, dengan pertimbangan yang sangatmatang penulis memilih PT Dirgantara Indonesia (PTDI), yang bergerak dibidang industri pesawat terbang sebagai tempat Praktek Industri dengan waktupelaksanaan selama kurang lebih dua bulan, yang dimulai pada bulan (Oktober2012 – November 2012). Penulis memilih agar dapat menggali ilmu pada DivisiAerostructure dibagian machining khususnya pada mesin CNC Horizontal MillingMachine Millac 6-H. Dan di akhir pertemuan, sebagai bukti telah melaksanakan Praktek Industri,setiap mahasiswa dituntut agar dapat menyusun suatu laporan dari apa yang telahdidapat dan dipelajari selama melakukan Praktek Industri. Oleh karena itu,
  8. 8. 8laporan ini disusun sebagai bukti bahwa penulis telah menyelesaikan kegiatanPraktek Industri. Dengan pelaksanaan Praktek Industri ini diharapkan banyak ilmu yangdiperoleh oleh para mahasiswa untuk bekal didunia kerja yang sesungguhnya,khususnya di Industri.B. Batasan Masalah Pada saat melakukan observasi ke dalam bengkel aerostructure, penulis 7diberikan kesempatan untuk memilih sendiri mesin mana yang akan dianalisis,berawal dari rasa ingin tahu yang sangat mendalam mengenai proses pembuatanpart dari material mentah hingga menjadi produk yang bisa dipasarkan, penulismemilih mesin CNC Milling Machine Millac 6-H. Mesin ini membentuk partmentah menjadi komponen-komponen pesawat kecil jenis Cassa. Di PT.Dirgantara Indonesia, dalam penggunaannya mesin ini beroperasi selama 16 jamsetiap harinya. Setelah melakukan observasi mengenai mesin CNC Horizontal MillingMachine Millac 6-H lebih mendalam, penulis memutuskan untuk fokusmenganalisis pada bagian proses pengerjaan benda dari awal datang hinggaselesai (process sheet). Pada pengerjaan part bernama Fitting. Dimana processsheet ini merupakan dokumen penting yang harus ada untuk menyertai rawmaterial sampai jadi. Tanpa process sheet benda pun tidak bisa dibuat.C. Tujuan Tujuan pelaksanaan Praktek Industri ini yang terdiri dari tujuan umum dantujuan khusus, yaitu:1. Tujuan Umum
  9. 9. 9 a. Menambah wawasan dan pengalaman yang berharga mengenai semua hal yang berhubungan dengan industri bagi mahasiswa. b. Meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan para calon intelek muda dibidang teknologi agar dapat bersaing di dunia kerja. c. Mengaplikasikan antara ilmu berupa teori-teori yang didapatkan pada saat perkuliahan dengan kenyataan di lapangan.2. Tujuan Khusus a. Sebagai syarat untuk memperoleh nilai pada mata kuliah Praktek Industri (PI). b. Menambah pengetahuan mahasiswa mengenai teknologi-teknologi canggih yang digunakan di industri. c. Mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dapat digunakan kelak di dunia kerja yang sesungguhnya. d. Mengenal proses produksi pada mesin CNC Horizontal Milling Machine Millac 6-HD. Manfaat Adapun manfaat yang didapatkan dari pelaksanaan Praktek Industri iniadalah sebagai berikut:
  10. 10. 101. Bagi Perusahaan a. Melaksanakan salah satu tugasnya sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu ikut membantu memberikan pengetahuan mengenai teknologi yang digunakan di perusahaan tersebut kepada calon penerus bangsa, sehingga calon penerus bangsa dapat bersaing secara global mengenai teknologi khususnya di bidang penerbangan. b. Perusahaan mampu memberikan penilaian dan masukan kepada mahasiswa tentang etika di dunia kerja baik dari segi sikap dan keilmuan.2. Bagi Mahasiswa a. Memperoleh pengalaman yang berharga di dunia industri sesuai dengan bidang keahliannya, sehingga suatu hari nanti pengalaman tersebut dapat dimanfaatkan di dunia kerja yang sesungguhnya. b. Untuk mengetahui perkembangan teknologi saat ini yang berkembang sangat cepat khususnya teknologi pemesinan. c. Mengukur sejauh mana ilmu yang diperoleh pada saat perkuliahan dapat diaplikasikan di dunia industri.E. Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan Praktek Industri ini dilakukan di salah satu BadanUsaha Milik Negara (BUMN) yaitu industri pesawat terbang, tepatnya di PT.Dirgantara Indonesia (PTDI) yang berada di Jalan Pajajaran No.154 Bandung. Waktu pelaksanaan kegiatan Praktek Industri ini telah diatur sedemikianrupa sehingga tidak mengganggu jadual perkuliahan maka praktek industridilaksanakan kurang lebih selama dua bulan yaitu dari awal Oktober 2012 sampaidengan November 2012, yang dilaksanakan setiap hari Selasa-Kamis pukul 09.00
  11. 11. 11– 15.00 WIB. Dengan ketentuan yang telah ditetapkan yaitu minimal 16 kalipertemuan di industri.F. Metode Penulisan Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan laporan Praktek Industriini yaitu dengan metode:1. Teknik Observasi2. Wawancara3. Studi kasusG. Sistematika Penyususnan Laporan Sistematika penulisan untuk laporan Praktek Industri ini yaitu sebagaiberikut:BAB I : Berupa pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan, manfaat, pelaksanaan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.BAB II : Berupa tinjauan umum perusahaan yang meliputi sejarah singkat PT. Dirgantara Indonesia (PTDI), deskripsi bisnis, visi dan misi perusahaan, strategi perusahaan, pengabdian masyarakat, budaya perusahaan, produk dan jasa, hasil yang telah dicapai, tata kerja perusahaan, msdm perusahaan dan manajemen mutu di PTDI.
  12. 12. 12BAB III : Berupa teori dasar mengenai CNC Machining Shop.BAB IV : Berupa proses pengerjaan part fitting pada mesin Millac 6 H penggambaran dari Process Sheet.BAB V : Berupa penutup yang berisi kesimpulan.DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN
  13. 13. 13 BAB II PROFIL PT. DIRGANTARA INDONESIAA. Sejarah Singkat PT. Dirgantara Indonesia (DI) (nama bahasa Inggris: Indonesian AerospaceInc.) adalah industri pesawat terbang yang pertama dan satu-satunya di Indonesiadan di wilayah Asia Tenggara. Perusahaan ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.DI didirikan pada 26 April1976 dengan nama PT. Industri Pesawat TerbangNurtanio dan BJ Habibie sebagai Presiden Direktur. Industri Pesawat TerbangNurtanio kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara(IPTN) pada 11 Oktober1985. Setelah direstrukturisasi, IPTN kemudian berubahnama menjadi Dirgantara Indonesia pada 24 Agustus 2000. Dirgantara Indonesia tidak hanya memproduksi berbagai pesawat tetapi jugahelikopter, senjata, menyediakan pelatihan dan jasa pemeliharaan (maintenanceservice) untuk mesin-mesin pesawat. Dirgantara Indonesia juga menjadi sub-kontraktor untuk industri-industri pesawat terbang besar di dunia seperti Boeing,Airbus, General Dynamic, Fokker dan lain sebagainya. Cikal bakal PT Dirgantara Indonesia sebenarnya telah mulai muncul sejakmasa awal kemerdekaan Indonesia. Saat itu upaya perintisan dilakukan denganperalatan dan material yang cukup sederhana. Tercatat dalam sejarah, pesawatpertama yang diterbangkan tahun 1948 di lapangan udara Maospati dengan namaRI-X WEL-1 hasil rancangan Wiweko Soepono. Disusul tahun 1954, NurtanioPringgoadisuryo pun berhasil merancang sebuah pesawat dengan nama NU-200.Tidak hanya itu, badan yang diprakarsai Nurtanio bernama Depot Penyelidikan,Percobaan dan Pembuatan Pesawat Terbang (DPPP) yang didirikan Agustus 1961telah mampu membuat pesawat terbang eksperimental seperti Belalang (pesawatlatih), Si Kunang (pesawat olah raga), Kolintang dan Gelatik.
  14. 14. 14 Pada tahun 1962 nama DPPP diubah menjadi Lembaga Persiapan IndustriPenerbangan (Lapip) sesuai dengan misi dan sasaran yang ingin dicapainya.Selanjutnya pada tahun 1966 diubah lagi menjadi Lembaga Industri PenerbanganNurtanio (Lipnur) sebagai penghormatan jasa-jasa Nurtanio yang meninggal saatuji terbang. Fase pendahuluan perkembangan industri penerbangan nasional kemudian 12memasuki tonggak pertama ketika aset Lipnur (TNI AU) dengan ATTP(Pertamina) dilebur menjadi Industri Pesawat Terbang Nurtanio, 23 Agustus1976. Industri ini menjadi salah satu kekuatan dirgantara nasional sebab darisitulah sejarah industri pesawat terbang modern selanjutnya dibangun untukmenghadapi tantangan zaman serta dipacu percepatannya. Pada periode ini juga, segala aspek baik infrastruktur, fasilitas, sumber dayamanusia, hukum dan peraturan, beserta semua yang berkaitan dan mendukungkeberadaan industri pesawat terbang diatur secara menyeluruh. Tanggal 11Oktober 1985, PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio diubah menjadi PT IndustriPesawat Terbang Nusantara (IPTN) setelah melakukan pembangunan berbagaifasilitas serta sarana dan prasarana yang diperlukan. Industri ini kemudianmengembangkan teknologi canggih dan konsep transformasi teknologi yangmemberikan hasil yang optimal sebagai upaya untuk menguasai teknologipenerbangan dalam waktu yang relatif singkat yaitu 20 tahun. Berpegang pada filsosofi transformasi teknologi “Begin at the End and Endat the Beginning” IPTN telah berhasil mentransfer teknologi penerbangan yangrumit dan terbaru. IPTN secara khusus telah menguasai design pesawat terbang,rekayasa pengembangan serta manufaktur pesawat komuter kecil dan sedang.IPTN bekerja sama dengan pihak pabrikan melaksanakan pembuatan berbagaijenis pesawat terbang, seperti C212 Aviocar, C235, NBO105, NBK117, BN109,SA330 Puma, NAS332 Super Puma dan Nbell412. Hal ini kemudian berlanjutpada keberhasilan membuat pesawat N250 dan N2130. Perjalanan sejarah IPTN kemudian memasuki masa-masa sulit manakalakrisis moneter yang menimpa Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 ternyatameluas ke arah krisis multi dimensi yang meliputi bidang-bidang ekonomi, sosial,
  15. 15. 15budaya, hukum, akhlak dan hankam. Dampaknya pada kehidupan masyarakatIndonesia sangat besar, tidak terkecuali bagi kelangsungan IPTN. Dampak krisistersebut memaksa pemerintah menyurutkan dukungan secara politis danmengurangi suntikan dana yang sebelumnya merupakan sendi tempat IPTNbergantung. Hal inilah yang tidak diantisipasi oleh IPTN, diperparah lagi dengankondisi internal IPTN yang secara finansial dan menejerial kurang mandiri.. Di tengah mulai memburuknya kondisi IPTN, Presiden RI, KH.Abdurrahman Wahid pada tanggal 24 Agustus 2000 meresmikan perubahan namamenjadi PT Dirgantara Indonesia. Perubahan nama tersebut dimaksudkan untukmemberi nafas dan paradigma baru bagi perusahaan. Meski persoalan yang timbulpun semakin rumit dan kompleks, hal ini disebabkan volume bisnis jauh lebihkecil dari sumber daya yang tersedia, pengaruh SP-FKK sangat besar dalampengelolaan perusahaan, budaya organisasi tidak sehat, Direksi tidak berfungsisebagaimana mestinya, ketidakadaan modal kerja, beban gaji melebihikemampuan serta beban hutang yang masih besar (SLA & RDI). Upayapenyelamatan PT DI akhirnya dilakukan didasarkan atas beberapa fakta bahwa PTDI adalah aset nasional, industri strategis yang mendukung kepentingan nasionaldan memiliki kemampuan kedirgantaraan. Strategi penyelamatan yang dilakukan diawali dengan tahap Rescue (sampaidengan Desember 2003), Recovery (Januari-Desember 2004) dan kemudiandilanjutkan dengan tahap Pertumbuhan bisnis. Penyelamatan perusahaan dan penanganan karyawan diantaranya dilakukandengan:1. Program pengrumahan sementara yang berlaku bagi seluruh karyawan selama 6 bulan untuk Stop-Bleeding, peningkatan produktivitas dan pemulihan kepercayaan pelanggan2. RUPS luar biasa berupa pinjaman modal kerja senilai US $ 39 Juta untuk PAF/TUDM/MPA-AU/BAe, restrukturisasi keuangan PMS dan RDI/SLA, pencabutan SKEP sistem pengupahan 15/10/02 kembali ke sistem sebelumnya, seleksi ulang seluruh karyawan, rasionalisasi 6000 Karyawan, jual aset non- produktif serta pengubahan susunan BOD & BOC.
  16. 16. 163. Program seleksi ulang karyawan oleh Konsultan SDM independen "Perso Data"4. Program Re-staffing (pemanggilan karyawan yang lulus seleksi ulang)5. Program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dilakukan dengan sosialisasi secara cascade dan melalui media massa6. Program Re-development/Career Change Program berupa konversi kompetensi, penyaluran ke BUMN lain, penyaluran ke perusahaan swasta lain, penyaluran ke luar negeri, Training Entrepreneurship dan Family Counseling7. Konsep PT DI baru, Re-Focus lini usaha (terbagi menjadi 4: Aircraft, Aerostructure, Maintenance dan Engineering Service), organisasi baru, restrukturisasi sumber daya, bisnis proses baru dan budaya perusahaan baru . Saat ini PT DI masih tetap terus berproduksi untuk berusaha memenuhikontrak kerja yang telah disepakatinya. Meski dengan berbagai kendala dankekurangan yang ada. Bagaimanapun langkah-langkah yang telah diambildiharapkan cukup memadai memperbaiki kinerja, efisiensi dan efektifitasperusahaan. Sehingga bukan hal yang mustahil PT DI nantinya bangkit kembalisebagaimana yang diharapkan seluruh bangsa dan negara ini.B. Deskripsi Bisnis Meliputi sebagai berikut :1. Manufaktur pesawat terbang dan helikopter2. Jasa Engineering/Rancang bangun3. Jasa perawatan pesawat dan mesin pesawat4. Jasa manufaktur (pesawat, pertahanan dan industrial)C. Visi dan Misi1. Visi Menjadi perusahaan berbasis teknologi dirgantara yang unggul dalamrekayasa, rancang bangun, manufaktur, dan produksi pesawat terbang untukangkutan penumpang dan kargo, baik untuk kepentingan komersial maupunmiliter yang mampu meraih keuntungan berdasarkan keunggulan kompetitif padapasar domestik dan regional.
  17. 17. 172. Misi a. Menjalankan usaha dengan selalu berorientasi pada aspek bisnis dan komersil dan dapat menghasilkan produk dan jasa yang memiliki keunggulan biaya. b.Sebagai pusat keungulan di bidang industri dirgantara, terutama dalam rekayasa, rancang bangun manufactur, produksi dan pemeliharaan untuk kepentingan komersil dan militer dan juga untuk aplikasi di luar industri dirgantara. c. Menjadikan perusahaan sebagai pemain kelas dunia di industri global yang mampu bersaing dan melakukan aliansi strategis dengan industri dirgantara kelas dunia lainya.D. Strategi Dalam jangka panjang terdapat dua tahap sasaran perusahaan :1. Tahap konsolidasi dan survival (2001-2003).2. Tahap tumbuh dan sehat (2004 dan seterusnya). Langkah-langkah strategis meliputi empat upaya :1. Reorientasi bisnis2. Restrukturisasi sumber daya manusia dan organisasi3. Restrukturisasi keuangan dan permodalan4. Program peningkatan kinerja keuanganE. Pengabdian Masyarakat Sejak tahun 1995 PT Dirgantara Indonesia membentuk Tim Pembina PabrikDomestik (TP2D) yang bertujuan mendorong pertumbuhan industri nasional.Aktivitas yang dilakukan adalah pelatihan-pelatihan teknologi dan peningkatanSDM kepada industri kecil dan menengah yang berbasis teknologi. Telah dibina30 perusahaan yang terdiri dari industri manufaktur, pemeliharaan bengkel,supplier, laboratorium dan perusahaan penerbangan. Saat ini sedang disiapkan
  18. 18. 18program yang sama untuk perusahaan yang tergabung dalam ASPEP (AsosiasiPermesinan dan Pekerjaan Logam).F. Budaya Perusahaan Budaya perusahaan PT Dirgantara Indonesia dijarkomkan sebagai SPEED,yakni:1. Solid, kompak dan bersinergi sebagai tim, bersikap tulus dan terbuka untuk mencapai tujuan perusahaan2. Professional, ahli dan kompeten sesuai dengan norma profesinya3. Excellent, tekad untuk memperoleh keunggulan dan standar kualitas tertinggi4. Enthusiast, semangat dan gairah dalam bekerja dan menghadapi tantangan5. Dignity, martabat berlandaskan iman dan taqwaG. Produk dan Jasa1. Produk a. Aircraft Full Development : 1) N250 2) N2130 b. Aircraft Joint Development and Production: 1) CN235 Sipil 2) CN235 Militer 3) CN235 Maritim c. Aircraft under license Production : 1) NC212 d. Helicopter under license Production : 1) NBELL-412 HP/SP – medium twin helicopter 2) Super Puma NAS-332 – heavy helicopter 3) NBO-105 CB/CBS – light twin helicopter e. Subcontract Program : 1) Boeing B737, B757, B767 2) Lockhead F16 3) Mitsubishi Heavy Industry
  19. 19. 19 4) Airbus A330, A340, A3802. Jasa a. Engineering work packages; design, development. testing b. Manufacturing subcontracts c. Aircraft Maintenance Repair and Overhaul (MRO) d. Engine Maintenance Repair and Overhaul (MRO) e. Aircraft Industrial Tooling & Equipment ManufacturingH. Hasil yang Telah Dicapai1. Produk dan Jasa a. Memproduksi sekitar 298 unit pesawat terbang dan helikopter (97 unit NC212, 38 unit CN235, 114 unit NBO105, 27 unit NBELL412, 22 NAS332) b. Memproduksi 50.000 unit roket dan 150 unit terpedo. c. Memproduksi 10.000 unit komponen pesawat terbang (F-16, Boeing, Airbus).2. Penguasaan Teknologi a. Engineering approval: sertifikasi komponen dan pesawat dari DGAC, IMAA, serta JAA Eropa. b. Quality Assurance approval: General Dynamic dengan persyaratan U.S. Military Specification MIL-1- 45208A, Bae, Lockhead, The Boeing Company, Daimler-Benz Aerospace, dan DGAC. c. Fabrication Approval : CASA, The Boeing Company, Fokker, Helikopter Textron dan Bell. d. Product Support, Maintenance & Overhaul 1) Aircraft Services Approval : ` DGAC (sertifikat menejemen organisasi), Terms of Approval Sultanete dari OMAN (DGCAM), HANKAM (sertifikat stasiun perbaikan pesawat militer).
  20. 20. 20 2) Nusantara Turbin & Propulsi Approval : a) Otoriti: DGAC, FAA, ATO dari Filipina, DGCAM OMAN, TNI-AU, GCA dari Malaysia. b) Manajemen: ISO-9002 (QSC-5508) dari DNV Belanda. c) Manufaktur: Allison-Rolls Royce, Rolls Royce, Garret-Allied Signal, Pratt & Whitney United Technology, General Electric, CFM International, Solar Turbine - Caterpilar, Union Pump, Cooper Industries. e. Rancang bangun 1) Rancang bangun dan pengembangan N250 pesawat turbo prop berkapasitas 50-70 orang dengan teknologi canggih di kelasnya. Tahap yang dicapai : produksi prototip dan terbang perdana. 2) Rancang bangun N2130 pesawat turbo jet regional berkapasitas 100-130 orang. Tahap yang dicapai desain pendahuluan (preliminary design).I. Tata Kerja Perusahaan Secara garis besar proses produksi pesawat mencakup beberapa tahapan,diantaranya:1. Gudang penyimpanan Sebelum bahan baku diproses menjadi komponen terlebih dahulu dilakukanevaluasi dan pengujian Quality Assurance melalui destruction inspection maupunnon-destruction inspection. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui kualitasdan adanya korosi. Selanjutnya bahan baku tersebut ditempatkan di gudangpenyimpanan sesuai dengan spesifikasinya.2. Pre-cutting
  21. 21. 21 Bahan baku yang sudah diperiksa dikirim ke bagian pre-cutting sesuaidengan permintaan bagian produksi disertai job card yang tersedia. Proses inidilaksanakan antara lain untuk menghemat bahan yang diproses, memudahkanpelaksanaan dan pengontrolan bahan. Bahan yang telah dipotong diperiksakembali oleh Quality Assurance dan dikirim ke Fabrikasi untuk prosesselanjutnya.3. Fabrikasi Bagian ini bertugas membuat komponen pesawat terbang dan helikopterserta membuat dan menyiapkan tool dan jig sebagai alat bantu pembuatankompenen. Pembuatan komponen dilakukan melalui proses permesinan maupuntanpa proses pembentukan (machining shop and sheet metal forming). Perlakuanlain yang diterapkan untuk komponen di atas: a. Proses machining and forming Suatu perlakuan pelapisan komponen secara kimiawi sehingga komponen lebih tahan korosi. Selain di atas terdapat perlakuan lain terhadap komponen dengan cara chemical milling. Komponen yang mendapat perlakuan di atas antara lain yang dibuat pada sheet metal forming, machining shop juga komponen-komponen yang dibentuk dengan cara stretch forming dan rubber press. b. Heat treatment Suatu perlakuan yang diterapkan terhadap bahan baku sehingga lebih memudahkan proses pembuatan komponen. Proses yang dilakukan antara lain: pengerasan, pelunakan dan penormalan kembali. Ketiga hal tersebut di atas dilakukan dengan cara pemanasan, pendinginan dan kombinasi antara pemanasan dan pendinginan. Komponen yang memerlukan perlakuan di atas adalah komponen yang dibuat dengan cara pengepresan. c. Surface treatment Suatu perlakuan lanjut agar komponen-komponen di atas lebih tahan korosi. Sebelum komponen-komponen di atas dirakit dibagian fixed wing dan rotary wing diadakan pengujian final oleh bagian Quality
  22. 22. 22 Assurance sesuai data yang tercantum dalam dokumen. Selain itu disini juga bisa melakukan pengecatan dasar ataupun finishing.4. Rotary Wing Bertugas merakit pesawat helikopter dari struktur awal sampai final,termasuk di dalamnya mesin, sistem elektrik, sistem avionik, interior dansebagainya. Perakitan yang disesuaikan dengan pesanan atau kebutuhan pemesanyang disesuaikan dengan misi dan fungsi pesawat tersebut dalam operasi.5. Fixed Wing Bertugas merakit pesawat bersayap tetap dan proses perakitannya samaseperti rotary wing.J. Managemen Mutu1. Manajemen Mutu a. Quality Management System AS9100. Direktorat Aerostructure merupakan satu dari lima direktorat yang ada di PT. DI. Direktorat Aerostructure bertugas mengerjakan proses fabrikasi atau manufacturing part dan komponen pesawat terbang dan tools penunjangnya seperti dies untuk pembentukan parts yang terbuat dari lembaran Al, fixture sebagai pencekam material selama proses permesinan, mould untuk cetakan pada proses bonding dan composite serta jig untuk perakitan komponen dan pembuatan pesawat terbang. Disamping itu juga didukung oleh CATIA dan sistem IRP untuk mengontrol semua progress status produksi parts and component agar sesuai dengan jadual yang telah ditentukan. Direktorat Aerostructure telah melengkapi sistem manajemen mutu AS9100 yang setara dengan ISO 9001 : 2008 + regulasi keselamatan penerbangan dan Nadcap untuk special proses seperti Heat Treatment Process, Shot Peening Process, NDT (Penetran, Magnetic Paticle Inspection,
  23. 23. 23Radiografi, Ultrasonic, Edddy Current), Chemical Process, Bonding &Composite, Welding. Secara sederhana system managemen mutu merupakan bagian integraldari bisnis proses berserta kegiatan produksi yang secara periodic dilakukanpengukuran, analisis dan perbaikan yang berbasis MAI (measurement,analysis and improvement) sebagaimana ditunjukan oleh Gambar 2.1. Gambar 2.1 Quality Management System AS9100Dari Gambar 2.1 dapat diketahui bahwa dalam menjalankan bisnis prosesAerostructure menetapkan KPI (key performance indicator) yang tertuangdalam quality objective untuk seluruh bidang dan fungsi di lingkunganya.Tingkat efektivitas sistem managemen mutu akan diindikasikan oleh MAI dandibandingkan dengan quality objective. Penyimpangan terhadap qualityobjective merupakan indicator perlunya tindakan perbaikan atau improvementsehingga preventif action akan berjalan efektif.b. Langkah Proses
  24. 24. 24 Dalam menjalankan bisnisnya, agar tercipta suatu proses usaha yang sistematis dan terarah, Aerostructure menjalankan alur proses bisnisnya seperti terlihat pada Gambar 2.2. Perencanaan Drawing Material Cutter start Routing NCOD Tools & Jigs Check Routing, Material, NCOD, Tool, Logistic Tools/jigs Cutter Lengkap ME QC Work Order + Millstone + Schedule Transfer load ke mesin Overload lain prioritas Print packet order ( Routing Kirim packet dengan Jidno, flow days, start order ke / finish roduction control Pel aks Facility Maintenance ana Next an Sub assembly process Bonding Composite Machining and Major FormingFollow up Variasi Assembly Surface treatment Production Control [monitoring, moving, reporting progress & follow up]
  25. 25. 25 Gambar 2.2 Diagram alur proses bisnis utama Dari Gambar 2.2. diatas bisa dilihat bahwa jika mendapat order, Direktorat Aerostructure langsung melakukan perencanaan produksi parts yang antara mencakup drawing, material, NCOD, cutter, tool and jigs, routing dan perencanaan relevan lainnya yang berkaitan dengan pemenuhan terhadap order tersebut. Setelah semua perencanaan lengkap, maka proses selanjutnya yaituproses manufacturing parts & components. Proses pengerjaan ini bisa melaluiproses machining, forming, dan bonding & composite. Proses dan sistemmanufacturing parts & components di Direktorat Aerostructure bisa dilihatpada Gambar 2.3 dibawah ini Gambar 2.3 Closed Up Manufacturing Parts & Component
  26. 26. 26K. Manajemen Sumber Daya Manusia di Direktorat Aerostructure1. Penerpan Sistem Penilaian Kinerja di Direktorat Aerostructure Untuk mempertahankan kinerja dan menjaga kualitas Sumber Daya Manusia yang berada di lingkungan PT. Dirgantara Indonesia (DI) khususnya pada Divisi Aerostructure (AE), pihak Manajemen SDM melakukan sistem penilaian kinerja guna mencapai tujuan organisasi. Saat ini, jumlah karyawan yang berada di lingkungan PT. DI baik yang berstatus karyawan tetap maupun kontrak berjumlah ± 3.200 pegawai dari yang semulanya berjumlah 16.000 pegawai (akhir era ‘90an). a. Kriteria Penilaian Personil Dalam melakukan penilaian terhadapat kinerja karyawan, PT. DI menerapkan sistem penilaian kinerja yang di dalamnya memuat 10 kriteria penilaian, yaitu: 1) Absensi dan datang / pulang ke / dari kantor tidak tepat pada waktunya 2) Kemauan bekerja dan semangat pengabdian 3) Prestasi kerja 4) Tanggung jawab 5) Ketabahan (kesanggupan mengatasi masalah dalam usaha penyelesaian tugas) 6) Prakarsa 7) Kemampuan bekerja secara efektif bersama orang lain
  27. 27. 278) Kelakukan / kebribadian9) Kejujuran, dan10) Kapasitas kerja dihubungkan dengan tingkat pendidikan dan potensi untuk mengembangkan diri. Dari 10 kriteria di atas, masing-masing kriteria memiliki bobotpenilaian berkisar antara 0 sampai dengan 100 dengan penilaian bersifatkualitatif. Dalam melakukan proses penilaian kinerja karyawan, DepartemenManajemen SDM memberikan wewenang penuh kepada masing-masingmanager yang berkoordinasi dengan supervisor untuk melakukan penilaianterhadap kinerja karyawan yang dipimpinnya. Kriteria dari seorang karyawanyang memiliki predikat dengan kinerja baik adalah karyawan yang memilikinilai berkisar antara 55 sampai dengan 100 atau yang memiliki skor total (dari10 kriteria penilaian) minimal 550. Apabila seorang karyawan yang berstatuskontrak memperoleh nilai yang berkisar antara 55 s/d 95, maka karyawantersebut akan mendapatkan rekomendasi untuk Diperpanjang. Sedangkanseorang karyawan yang memperoleh nilai ≥ 95, maka karyawan tersebutsecara otomatis Diperpanjang dan mendapatkan rekomendasi untuk kenaikanpangkat (promosi). Untuk karyawan yang berstatus sebagai karyawan tetap, prosespenilaian kinerja dapat dikatakan tidak berjalan secara efektif. Hal itu mulaiterjadi sejak PT. DI mengalamai kemunduran yang disebabkan oleh besarnyahutang yang ditanggung pihak perusahaan. Mulai saat itu, motivasi kerjakaryawan mulai berkurang, banyak karyawan yang diberhentikan atau pergimeninggalkan PT. DI.b. Hasil Kerja dan Produktivitas Dalam melakukan penilaian kinerja karyawan, aspek penilaian hasilkerja dan produktivitas juga merupakan salah satu aspek yang penting selaindaripada aspek 10 kriteria penilaian di atas. Penilaian hasil kerja dan
  28. 28. 28 produktivitas didasari kepada uraian pekerjaan (job description). Berikut ini adalah uraian pekerjaan untuk karyawan kontrak pada Departemen Manufacturing Development Machining & Forming yang tertera pada Tabel 2.1 di bawah ini. Tabel 2.1 Uraian PekerjaanNo Uraian pekerjaan Pengetahuan/kemampuan1 Mengumpulkan, menyiapkan − Memahami mekanisme proses dan memproses data-data machining/forming. spesifikasi dan safety yang − Memahami persyaratan diperlukan untuk proses spesifikasi material metal yang produksi dan ispeksi pada proses digunakan. machining & forming. − Memahami MSDS setiap bahan dan safety proses machining/forming.2 Menumpulkan, menyiapkan dan − Memahami persyaratan memproses data-data material spesifikasi dan technical material dan dimensi terhadap fasilitas dan proses yang digunakan untuk dan metoda inspeksi yang ada. proses machining/forming. − Memahami aliran proses dan persyaratannya.3 Mengumpulkan, menyiapkan − Memahami dan dan memproses data-data untuk mengimplementasi metoda kebutuhan evaluasi kesesuaian improvement proses antara aktual proses produksi / machining/forming. inspeksi terhadap spesifikasi − Memahami arti kerjasama dengan produksi dan persyaratan fungsi terkait. drawing.4 Mengumpulkan, menyiapkan − Memahami dan dan memproses data-data mengimplementasi metoda kegagalan proses terhadap improvement seperti statistic spesifikasi produksi dan untuk penyajian dan pengolahan requirement drawing data. dihubungkan dengan material / − Memahami relasi cause and effect metoda / fasilitas produksi / untuk mengungkap sumber variasi inspeksi yang ada. kualitas proses.5 Membantu pelaksanaan − Mampu menyiapkan test plan percobaan / kualifikasi proses untuk eksperimen kualifikasi machining/forming sesuai proses machining/forming persyaratan spesifikasi produksi. berdasarkan persyaratan drawing.6 Membuat laporan hasil − Mampu membuat technical report percobaan / kualifikasi yang − Mampu bekerja secara team.
  29. 29. 29 telah dilakukan.7 Mengikuti pelatihan untuk − Mampu dan bersedia untuk meningkatkan kemampuan, mengikuti pelatihan proses keterampilan dan menambbah machining/forming dan pelatihan wawasan. relevan dengan proses produksi terkait.8 Menghitung kebutuhan raw − Mampu memnghitung kebutuhan material dan consumable yang material untuk improvement diperlukan untuk proses proses machining/forming. produksi / inspeksi c. Evaluasi Setelah dilakukan proses penilaian, langkah selanjutnya yang dilakukan pihak Manajemen SDM adalah melakukan evaluasi terhadap kinerja karyawan yang mana data tersebut diperoleh dari manager masing-masing departemen. Dari hasil evaluasi tersebut, predikat penilaian terbagi menjadi dua kategori, yaitu kategori kompeten dan kategori kurang kompeten. Bagi karyawan yang mendapatkan predikat kompeten, karyawan tersebut akan mendapatkan perpanjangan kontrak atau bahkan promosi jabatan. Sedang bagi karyawan yang termasuk kedalam kategori kurang kompeten, maka pihak Manajemen SDM akan mengirim karyawan tersebut kepada pihak Diklat untuk mendapatkan pelatihan lebih lanjut. Pelatihan tersebut terbagi ke dalam tiga kategori yaitu: 1) Training kebutuhan customer 2) Training sesuai plan training 3) Training penyegaran (refreshing training)
  30. 30. 30 BAB III LANDASAN TEORI Proses manufakturing di Aerostructure khususnya pada bagian machiningsecara sederhana digambarkan sebagai berikut: Gambar 3.1 Bagan Alur Proses Manufakturing
  31. 31. 31 Pada Gambar 3.1. di atas, adalah gambaran secara sederhana dalam prosesmanufakturing, terdiri dari input, proses dan output. Input berupa material,process sheet yang berisi tahapan seluruh operasi mulai dari pengambilammaterial hingga proteksi dam marking. Proses terdiri dari operasi yang merupakankombinasi dari 4M, E (man, material, method, machine dan environmentworkplace). Di dalam proses pembuatan suatu part pesawat terbang, khususnya dimachining shop memerlukan elemen yang lebih detail dan penting agar prosestransformasi nilai tambah dapat berlangsung. Adapun elemen penting antara lainyaitu: mesin, operator, material, drawing, NC program (NCOD), cutting tools(alat potong), fixture (pencekam), measuring tools (alat ukur), process sheet(lembar kerja), common tools (alat bantu), SOP (Standar Operasional Prosedur),safety tools (alat pelindung), common media (microsoft access) yangselengkapnya dapat dilihat pada Gambar 3.2. Adapun deskripsi fungsi setiapelemen secara detail disajikan pada paragraph berikut: 29 Gambar 3.2 Elemen-elemen dasar Machining Shop
  32. 32. 32A. Mesin (Machine) Dewasa ini penggunaan mesin hampir terdapat di segala bidang. Daribidang pendidikan dan riset yang mempergunakan alat-alat pemesinan. Daripenggunaan suatu mesin telah dihasilkan berbagai hasil penelitian yangbermanfaat yang tidak terasa sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat banyak. Sebuah mesin mampu menghasilkan output dengan kuantitas dan kualitasyang tinggi. Suatu perusahaan terutama perusahaan manufaktur, penggunaanmesin mutlak diperlukan jika ingin bersaing secara kompetitif dengan perusahaanlain, permintaan pasar yang terus meningkat bersamaan dengan meningkatnyajumlah penduduk dan taraf hidup masyarakat mengharuskan para produsenmemproduksi barang dalam kuantitas dan kualitas yang sesuai denganpermintaan. Dalam memenuhi tuntutan akan kualitas, perusahaan harus mampumemproduksi barang dengan kualitas yang tinggi dan ongkos produksi yangrendah, tuntutan ini hanya bisa dijawab jika perusahaan menggunakan mesindalam proses produksi, karena selain mesin mampu memproduksi barang denganjumlah yang banyak, mesin juga mampu mengurangi ongkos produksi jikadibandingkan dengan proses produksi yang menggunakan tenaga manusia. Dandengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, maka muncullah mesin yangberbasis kontrol komputer atau Computer Numerically Controlled (CNC). CNCsingkatan dari Computer Numerically Controlled, merupakan mesin yangdilengkapi dengan sistem mekanik dan kontrol berbasis komputer yang mampumembaca instruksi kode N, G, F, T, dan lain-lain, dimana kode-kode tersebutakan menginstruksikan ke mesin CNC agar bekerja sesuai dengan program bendakerja yang akan dibuat. Secara umum cara kerja mesin CNC tidak berbeda dengan mesinkonvensional. Fungsi CNC dalam hal ini lebih banyak menggantikan pekerjaanoperator dalam mesin konvensional. Misalnya pekerjaan setting tool atau
  33. 33. 33mengatur gerakan pahat sampai pada posisi siap memotong, gerakan pemotongandan gerakan kembali ke posisi awal, dan lain-lain. Demikian pula denganpengaturan kondisi pemotongan (kecepatan potong, kecepatan makan dankedalaman pemotongan) serta fungsi pengaturan yang lain seperti penggantianpahat, pengubahan transmisi daya (jumlah putaran poros utama), dan arah putaranporos utama, pengekleman, pengaturan cairan pendingin dan sebagainya. Mesin CNC dilengkapi dengan berbagai alat potong yang dapat membuatbenda kerja secara presisi dan dapat melakukan interpolasi yang diarahkan secaranumerik (berdasarkan angka). Parameter sistem operasi CNC dapat diubahmelalui program perangkat lunak (software load program) yang sesuai. Tingkatketelitian mesin CNC lebih akurat hingga ketelitian seperseribu millimeter, karenapenggunaan ballscrew pada setiap poros transportiernya. Ballscrew bekerjaseperti lager yang tidak memiliki kelonggaran/spelling namun dapat bergerakdengan lancar. Pada awalnya mesin CNC masih menggunakan memori berupa kertasberlubang sebagai media untuk mentransfer kode G dan M ke sistem kontrol.Setelah tahun 1950, ditemukan metode baru mentransfer data denganmenggunakan kabel RS232, floppy disks, dan terakhir oleh Komputer JaringanKabel (Computer Network Cables) bahkan bisa dikendalikan melalui internet.Akhir-akhir ini mesin-mesin CNC telah berkembang secara menakjubkansehingga telah mengubah industri pabrik yang selama ini menggunakan tenagamanusia menjadi mesin-mesin otomatik. Dengan telah berkembangnya MesinCNC, maka benda kerja yang rumit sekalipun dapat dibuat secara mudah dalamjumlah yang banyak. Selama ini pembuatan komponen/suku cadang suatu mesinyang presisi dengan mesin perkakas manual tidaklah mudah, meskipun dilakukanoleh seorang operator mesin perkakas yang mahir sekalipun. Penyelesaiannyamemerlukan waktu lama. Bila ada permintaan konsumen untuk membuatkomponen dalam jumlah banyak dengan waktu singkat, dengan kualitas samabaiknya, tentu akan sulit dipenuhi bila menggunakan mesin manual. Apalagi bilabentuk benda kerja yang dipesan lebih rumit, tidak dapat diselesaikan dalam
  34. 34. 34waktu singkat. Secara ekonomis biaya produknya akan menjadi mahal, hinggasulit bersaing dengan harga di pasaran. Tuntutan konsumen yang menghendaki kualitas benda kerja yang presisi,berkualitas sama baiknya, dalam waktu singkat dan dalam jumlah yang banyak,akan lebih mudah dikerjakan dengan mesin CNC (Computer NumerlcallyControlled), yaitu mesin yang dapat bekerja melalui pemogramman yangdilakukan dan dikendalikan melalui komputer khusus. Mesin CNC dapat bekerjasecara otomatis atau semi otomatis setelah diprogram terlebih dahulu melaluikomputer yang ada. Program yang dimaksud merupakan program membuat bendakerja yang telah direncanakan atau dirancang sebelumnya. Sebelum benda kerjatersebut dieksikusi atau dikerjakan oleh mesin CNC, sebaikanya program tersebutdi cek berulang-ualang agar program benar-benar telah sesuai dengan bentukbenda kerja yang diinginkan, serta benar-benar dapat dikerjakan oleh mesin CNC. Pengecekan tersebut dapat melalui layar monitor yang terdapat pada mesinatau bila tidak ada fasilitas cheking melalui monitor (seperti pada CNC TUEMCO 2A/3A) dapat pula melalui plotter yang dipasang pada tempat dudukanpahat/palsu frais. Setelah program benar-benar telah berjalan seperti rencana, barukemudian dilaksanakan/dieksekusi oleh mesin CNC.a. Dari segi pemanfaatannya, mesin CNC dapat dibagi menjadi dua, antara lain: 1) Mesin CNC Training Unit (TU), yaitu mesin yang digunakan sarana pendidikan, dosen dan training. 2) Mesin CNC Produktion Unit (PU), yaitu mesin CNC yang digunakan untuk membuat benda kerja/komponen yang dapat digunakan sebagai mana mestinya.b. Berdasarkan gerakan sumbu koordinat, mesin CNC dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah: 1) Mesin CNC 3A, yaitu mesin CNC 3 axis atau mesin yang memiliki gerakan sumbu utama ke arah sumbu koordinat X, Y, dan Z, atau dikenal dengan mesin milling CNC.
  35. 35. 35 2) Mesin CNC 4A, yaitu mesin 4 axis, proses pemesinan dengan mesin CNC yang memiliki 4 arah gerak (axis), yakni arah X, Y, Z, dan B. 3) Mesin CNC 5A, yaitu mesin CNC 5 axis, proses pemesinan dengan mesin CNC yang memiliki 5 arah gerak (axis), yakni arah X, Y, Z, A, dan B. 4) Mesin CNC kombinasi, yaitu mesin CNC yang mampu mengerjakan pekerjaan bubut dan milling sekaligus, dapat pula dilengkapi dengan peralatan pengukuran sehingga dapat melakukan pengontrolan kualitas pembubutan/pengefraisan pada benda kerja yang dihasilkan.c. Prinsip dasar dari milling Yaitu proses pemotongan benda kerja yang diam dengan meja yangbergerak menuju alat potong yang berputar. Fungsi dari mesin ini sama sepertimesin milling pada umumnya, yaitu menghasilkan benda kerja dengan permukaanyang rata atau bentuk-bentuk lain yang spesifik (profil, radius, silindris, dan lain-lain) dengan ukuran dan kualitas tertentu.Berdasarkan posisi spindle utama, mesin milling terbagi menjadi dua, antara lain: 1) Mesin milling vertikal 2) Mesin milling horizontalAda beberapa mesin yang digunakan di PT. DI sesuai dengan kegunaan danbentuk yaitu : 1) Mesin FMS (flexibel mat system) 2) Machining Center 3) General (mesin biasa)Berdasarkan tipe mesin dibagi menjadi beberapa tipe : 1) Tipe plano yaitu material yang bekerja untuk material lebar tetapi ringan 2) Tipe gantry yaitu spindle yang bekerja untuk material mempunyai profil kaku.Berdasarkan gerakan mesin dibagi menjadi beberapa gerakan :
  36. 36. 36 1) 3 axis yaitu variabel X, Y, Z (simultan) 2) 4 axis yaitu variabel X,Y,Z,B 3) 5 axis yaitu variabel X,Y,Z,A,B/CBerdasarkan spindle axis dibagi menjadi dua, yaitu : a) Horizontal mempunyai fungsi tersendiri yaitu untuk material yang mempunyai profil flexibilitas tinggi, mempunyai gerakan 4 axis dan 5 axis. Gambar 3.3 Contoh Mesin CNC Horizontal Milling b) Vertikal mempunyai fungsi tersendiri yaitu untuk material berat dalam proses pengerjaannya, mempunyai gerakan 3 axis dan 5 axis.
  37. 37. 37 Gambar 3.4 Contoh Mesin CNC Vertical MillingBerdasarkan kecepatan pemotongan (Cutting speed) dibagi menjadi dua bagian :(1) Heavy cutting (150 - 9000 rpm) untuk pemakanan besar(2) Light cutting (150 - 30000 rpm) untuk pemakanan tipisd. Komponen-komponen mesin1) Meja mesin Mesin milling CNC bisa bergerak dalam 2 sumbu yaitu sumbu X dan sumbuY. Untuk masing-masing sumbunya, meja ini dilengkapi dengan motorpenggerak, ball screw plus bearing dan guide way slider untuk akurasipergerakannya. Untuk pelumasannya, beberapa mesin menggunakan minyak olidengan jenis dan merk tertentu, dan beberapa mesin menggunakan grease.
  38. 38. 38Pelumasan ini sangat penting untuk menjaga kehalusan pergerakan meja, danmenghindari kerusakan ball screw, bearing atau guide way slider. Untuk itupemberian pelumas setiap hari wajib dilakukan kecuali mesin tidak digunakan.Meja ini bisa digerakkan secara manual dengan menggunakan handle eretan. Gambar 3.5 Meja Mesin2) Spindle mesin Spindle mesin merupakan bagian dari mesin yang menjadi rumah cutter.Spindle inilah yang mengatur putaran dan pergerakan cutter pada sumbu Z.Spindle inipun digerakkan oleh motor yang dilengkapi oleh transmisi berupabelting atau kopling. Seperti halnya meja mesin, spindle ini juga bisa digerakkanoleh handle eretan yang sama. Pelumasan untuk spindle ini biasanya ditanganioleh pembuat mesin. Spindle inilah yang memegang arbor cutter dengan batuanudara bertekanan. Gambar 3.6 Spindle Machine
  39. 39. 393) Magazine Tool Satu program NC biasanya menggunakan lebih dari satu tool/cutter dalamsatu operasi permesinan. Pertukaran cutter yang satu dengan yang lainnyadilakukan secara otomatis melalui perintah yang tertera pada program. Olehkarena itu harus ada tempat khusus untuk menyimpan tool-tool yang akandigunakan selama proses permesinan. Magazine Tool adalah tempat peletakkan tool/cutter standby yang akandigunakan dalam satu operasi permesinan. Magazine tersebut memiliki banyakslot untuk banyak tool, antara 8 sampai 24 slot tergantung jenis mesin CNC yangdigunakan. Gambar 3.7 Magazine Tool4) Monitor Pada bagian depan mesin terdapat monitor yang menampilkan data-datamesin mulai dari setting parameter, posisi koordinat benda, pesan error, dan lain-lain.
  40. 40. 40 Gambar 3.8 Monitor5) Panel Control Panel control adalah kumpulan tombol-tombol panel yang terdapat padabagian depan mesin dan berfungsi untuk memberikan perintah-perintah khususpada mesin, seperti memutar spindle, menggerakkan meja, mengubah settingparameter, dan lain-lain. Masing-masing tombol ini harus diketahui dan dipahamibetul oleh seorang CNC Setter. Gambar 3.9 Panel Control6) Coolant house Setiap mesin pasti dilengkapi dengan sistem pendinginan untuk cutter danbenda kerja. Yang paling umum digunakan yaitu air coolant dan udarabertekanan, melalui selang yang dipasang pada blok spindle.
  41. 41. 41 Gambar 3.10 Coolant HouseB. Operator (Mekanik) Operator adalah salah satu komponen yang paling utama dalam sebuahindustri manufaktur. Fungsi utama dari operator adalah mengoperasikan mesin-mesin yang digunakan dalam sebuah proses produksi. Secara umum, industri-industri di seluruh dunia mempekerjakan lelakisebagai operator mesin, bukan wanita. Hal ini dikarenakan sifat dasar yangdimiliki oleh kaum laki-laki yaitu sifat penasaran atau berjiwa explore dalammengambil suatu tindakan/keputusan. Kemudian dalam penerimaan operator,pihak industri juga akan mempertimbangkan terlebih dahulu kebutuhan untukoperator ini, terdapat beberapa hal yang paling penting yang harus dimiliki olehoperator, yaitu harus memiliki skill dan harus memiliki kemampuan untukmenganalisa. Kedua aspek tersebut menjadi point utama yang harus dimiliki olehoperator agar mendapatkan hasil yang sesuai. Dari gambaran di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat aspek-aspek utamayang diperhatikan dalam penerimaan operator, antara lain:1. Knowledge dan logic (wawasan), wawasan yang dimiliki oleh lelaki biasanya jauh lebih luas, biasanya lelaki memiliki rasa ingin tau yang jauh lebih tinggi dibandingkan wanita.
  42. 42. 422. Know How (nalar), selain wawasan, lelakipun memiliki sifat dengan nalar yang cukup baik. Karena lelaki dilahirkan dengan sifat visual, yaitu dapat dengan baik melihat dan menganalisa suatu permasalahan.3. Skill (kemampuan), dari segi kemampuan jelas bahwa laki-laki ditakdirkan berada diatas kemampuan kaum wanita, meskipun sekarang sudah tidak sedikit wanita yang menjalani profesi kaum laki-laki, tapi tetap saja kemampuannya tidak bisa disamakan.4. Feeling (daya perasa), daya perasa yang dimiliki oleh laki-laki cukup tinggi, karena biasanya laki-laki belajar dari pengalaman. Sehingga feeling laki-laki makin lama makin terasah.C. Bahan Baku (Material) Pengertian secara umum mengenai bahan baku merupakan bahan mentahyang menjadi dasar pembuatan suatu produk yang mana bahan tersebut dapatdiolah melalui proses tertentu untuk dijadikan wujud yang lain. Setelah mengetahui pengertian bahan baku secara umum, maka terdapatpula pengertian bahan baku maupun bahan mentah menurut pendapat para ahlibeserta pembagiannya. Pengertian dari bahan baku menurut Mulyadi, bahan baku adalah bahanyang membentuk bagian integral produk jadi. Sedangkan bahan baku yang diperoleh dapat berasal dari pembelian lokal, pembelian import, atau bisa jugaberasal dari pengolahan sendiri. Secara umum hanya beberapa jenis material saja yang digunakan di PT.Dirgantara Indonesia, yaitu:1. Alumunium alloy2. Titanium alloy3. Steel. Di bagian machining ini akan dibahas mengenai material alumunium. Padamachining shop khususnya pada bagian mesin CNC, material yang biasadigunakan yaitu berupa plate alumunium atau lembaran-lembaran alumuniumdengan ketebalan dan ukuran yang berbeda-beda disesuaikan dengan
  43. 43. 43kebutuhannya. Jenis material yang digunakan untuk pembuatan part Fittingadalah alloy alumunium, dengan kode LN9073-L-3710-T7351. Alumuniumdipilih menjadi komponen pesawat karena alumunium memiliki banyakkeunggulan, diantaranya: ringan, tidak berkarat, dan kekerasannya pun bisa diatur.Keterangan:1. Sheet mempunyai ketebalan 0,6 mm sampai dengan 5 mm2. Plate mempunyai ketebalan 5 mm sampai dengan 25 mm3. Blok mempunyai ketebalan 25 mm keatasD. Gambar dan Spesifikasi (Drawing and Specification) Gambar adalah dasar dalam menentukan konstruksi dan untuk mengukurdimensi dan toleransi. Penaksiran yang akurat membutuhkan pemeriksaanmenyeluruh pada gambar. Semua referensi harus dibaca dengan seksama dansemua rincian serta gambar harus diperiksa. Bila ada inkonsistensi antara gambarumum dan rincian, maka rincian harus diikuti kecuali rincian tersebut jelas salah.Bila ada inkonsistensi antara gambar dan spesifikasi, spesifikasi harus diikuti. Seorang estimator harus mempelajari spesifikasi yang ada lalumempersiapkan perkiraan kuantitas. Estimator harus benar-benar mengetahuispesifikasi yang digunakan. Jika estimator membuat catatan saat membacaspesifikasi, catatan ini akan dapat membantu ketika gambar-gambar diperiksa.Dalam catatan, estimator harus mendata item-item pekerjaan Catatan ini jugaharus berisi pengingat yang digunakan selama pemeriksaan gambar. Sebuah daftarkegiatan dan materi yang dijelaskan atau disebutkan dalam spesifikasi akan sangatmembantu dalam perkiraan kuantitas.E. NC Program (NCOD)
  44. 44. 44 Numerical Control Operators Document NCOD merupakan buku sakuoperator dimana merupakan suatu bentuk dokumen agar operator dapatmelakukan set-up mesin dengan baik yang sesuai dengan prosedur.NC Program merupakan program yang dibuat oleh seorang programmer mengenailangkah-langkah cara pengerjaan part yang akan dibuat. Isi dari NCOD yaitu:1. Lembar pertama dari NCOD, merupakan lembar mengenai jenis fixture yang akan digunakan .2. Lembar kedua berisi mengenai riwayat dari NCOD sendiri (pernah terjadi perubahan revisi atau belum), lama proses pengerjaan (run time)3. Lembar ketiga berisi mengenai tooling hole (TH) dan hold down (HD).4. Lembar keempat dan kelima berisi mengenai set up benda kerja pada fixture.5. Lembar keenam sampai sepuluh berisi mengenai Machining Operation (operasi pemesinan).6. Lembar kesebelas berisi mengenai Cutter List atau pemotong apa saja yang dipakai.F. Alat Potong (Cutting Tools) Cutting tool adalah alat yang digunakan untuk memotong benda kerja ataudinamakan juga cutter (pemotong). Cutting tool material dapat diklasifikasikanmenjadi beberapa jenis yaitu:1. Tool steel Tool steel merupakan karbon steel dengan kandungan karbon 0.9-1.3 %karbon. Baja ini memiliki kekuatan dan kekerasan yang baik serta adequatetoughness yang cukup baik pula sehingga material ini dapat digunakan sebagaialat untuk proses pemotongan. Material ini memiliki unsur paduan berupa Cr, W,Mo. Paduan ini berfungsi sebagai peningkat kekerasan dan ketahanan aus daritool steel. Namun material ini akan mengalami penurunan kekerasan padatemperature 300-650 F.2. High- speed steel (HSS)
  45. 45. 45 High speed steel diproduksi dengan jaran wrought, cast, dan powdermetallurgy.HSS memiliki ketahanan yang lebih baik dari pada tool steel padatemperature tinggi hingga 1100 F. paduan utama dari HSS adalah W, Mo, Co,V,C. Paduan ini berfungsi meningkatkan hot hardness dan wear resistance denganmembentuk solid solution dengan matrik Fe. Kekuatan utama dari HSS adalah:a. Graat toughness-superior transverse rupture strengthb. Easily fabricatedc. Baik digunakan untuk geometri yang complex.3. TiN coated HSS Material Ini merupakan HSS yang dicoating dengan TiN yang dilakukandengan cara PVD. Coated HSS memiliki kerja yang hampir sama dengan coatedcarbide dalam kecepatan potongnya.4. Cast cobalt alloy Material ini juga dikenal sebagai stellite tools. Pada material ini komposisiutamanya berupa Cobalt. Pada material ini kekerasan material ini pada suhutinggi jauh lebih baik dari pada HSS sehingga kecepatan potongnya 25% lebihtinggi dibandingkan HSS. Material ini memiliki paduan Cr dan W sebagai solidsolution dan dispersion hardened oleh refractory carbide dari W dan Cr. Elemenlain yang ditambahkan adalah V, B, Ni dan Ta. Proses pembuatannya dilakukandengan casting dan finishing dengan proses grinda.5. Sintered carbideCarbide cutting tool dibagi menjadi 2 jenis:a. Straight tungsten grade, digunakan untuk proses permesinan cast iron, austeniticsteinless steel, dan non ferrous or metallic material.2.b. Grade dengan komposisi utama Ti, Ta, dan atau Colombium carbide yang digunakan untuk permesinan benda ferritic. Pada titanium carbide digunakan untuk finishing dan semi finishing ferrous alloy. Proses pembuatan material ini dilakukan dengan jalan Powder metallurgy. Kelebihan utama dari material ini yaitu memilki hot hardness yang baik, stabilitas kimia dan
  46. 46. 46 stiffness yang tinggi dan low friction sehingga dapat digunakan untuk permesinan dengan kecepatan tinggi.6. Coated sintered carbide Material ini memiliki coating yang bertujuan untuk meningkatkan tool lifedari material hingga 200-300% dan memiliki ketahanan abrasi yang lebih baik.Proses coating biasa dilakukan dengan menggunakan proses CVD denganmaterial coating berupa TiC,TiN, atau Aluminum oxide.7. Ceramics Material yang digunakan untuk cutting tools berupa pure alumina ataualumina dengan metallic binder yang dibuat dengan jalan powder Metallurgy.Proses kompaksi yang dilakukan dengan tekanan 267-386 MPa dan disinter padasuhu 1800 F. Material ini dapat dioperasikan pada permesinan dengan kecepatanpotong 2 sampai 3 kali kecepatan potong dengan sintered carbide.8. Cermets Cermets merupakan new class material yang sangat cocok digunakan buatfinishing. Cermet merupakan ceramic TiC, Nikel, Cobalt, Dan Tantalum Nitridedan carbide lainnya yang digunakan sebagai binder. Material ini memilikiketahanan aus yang sangat tinggi, hot hardness yang baik, longer tool life, dandapat dioperasikan pada permesinan dengan kecepatan yang tinggi dari padacemented carbide. Kelemahan yang dimiliki cermet dibandingkan sintered carbideadalah less toughness, lower thermal conductivity, and greater thermal expansionsehingga dapat terjadi retak pada saat permesinan. Namun beberapa cermetssekarang ini telah diproduksi dengan thermal shock resistance yang tinggi. Salahsatu caranya adalah dengan cara menambahkan coating yang dilakukan denganPVD.9. Diamonds Diamond merupakan material yang terkeras yang pernah ada saat ini. Diindustri diamond polikristal digunakan untuk melakukan permesinan pada
  47. 47. 47Aluminum, bronze,dan plastic. Diamond memiliki ketahan panas yang lebih baikjika dibandingkan dengan carbide.10. Polycubic boron nitride (PCBN) PCB N banyak digunakan dalam dunia otomotif yang digunakanuntuk permesinan hardened steel dan superalloy serta juga dapat digunakanuntuk machining hard aerospace material seperti Inconel 718 dan René 95.Material ini digunakan dengan disatukan dengan material pemotong lain sepertikarbida sama halnya dengan Policristal diamond.Jenis cutting tools yang dipakai untuk pembuatan part Fitting ini dapat dilihatpada tabel 3.1. berikut : Tabel 3.1 Cutting Tools yang digunakan dalam pembuatan part Fitting TOOL NO LIST CUTTER 1 SLOT DRILL Ф32R4 2 BALL NOSE Ф16R8 3 BALL NOSE Ф4r2 4 CENTER DRILL ф4 5 TWIST DRILL ф14.0 6 SLOT DRILL Ф20R0G. Pencekam (Fixture) Fixture merupakan salah satu komponen dari mesin CNC yang berfungsisebagai pencekam material, sehingga material yang pada saat diproses beradakokoh ditempatnya tidak bergerak. Selain sebagai pencekam, fixture pun memilikifungsi sebagai peredam getaran yang dihasilkan oleh mesin. Terdapat dua jenisfixture, yaitu:
  48. 48. 481. Individual Fixture ini di design hanya untuk saju jenis benda kerja, tidak dapatdigunakan untuk mengerjakan benda dengan bentuk yang lain.2. Standar (Universal) Fixture ini dapat digunakan untuk mencekam berbagai jenis benda, tidakhanya terfokus pada pengerjaan satu jenis benda saja. Fixture ini bersifat fleksible,atau dapat disesuaikan dengan benda kerja yang akan dibuat. Terdapat banyak jenis fixture, akan tetapi yang dibahas dilaporan ini adalahfixture yang digunakan di PT. Dirgantara Indonesia. Fixture yang digunakandalam pembuatan part jenis Fitting adalah jenis Standar tipe NTS2-0126.H. Alat Ukur (Measuring Tools) Mengukur adalah membandingkan dimensi benda kerja terhadap alat ukur.Mengukur disebut juga membandingkan suatu bentuk dimensi benda kerjaterhadap alat pemeriksa. Untuk mendapatkan pengukuran dengan tepat, dituntut adanya pengetahuandan kemampuan untuk membedakan berbagai sistem pengukuran sesuai denganspesifikasi/geometris benda yang akan diukur. Dengan kata lain setiap orang yangbekerja dalam bidang teknik harus mengetahui teknik pengukuran yangmempunyai ruang Iingkup tentang bagaimana cara menggunakan alat ukur denganbenar dan pengetahuan lain yang berkaitan erat dengan masalah pengukuran.1. Alat ukur akan dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya : a. Dimensi benda yang akan diukur b. Kondisi (fisik) benda yang akan diukur c. Posisi benda yang akan diukur d. Tingkat ketelitian yang direncanakan
  49. 49. 49 e. Efesien Dalam praktiknya pengukuran dapat diklasifikasikan antara lain ; Panjang,Lebar, Ketebalan, Sudut, Kerataan.2. Alat ukur yang digunakan di industri biasanya menggunakan beberapa jenis alat ukur, seperti: a. Mistar baja b. Jangka sorong c. Mikrometer sekrup Ke tiga jenis alat ukur diatas termasuk pada pengukuran langsung. Dimanahasil pengukurannya dapat dibaca langsung pada alat ukur tersebut. Semua alatukur tersebut hanya dibedakan oleh kapasitas alat ukur dan bentuk benda yangakan diukur.3. Alat-alat ukur yang biasa dipakai yang mempunyai ketelitian cukup tinggi antara lain : a. Jangka sorong ketelitian 0,05 mm b. Jangka sorong ketelitian 0,02 mm c. Mikro meter ketelitian 0,01 mm d. Mikro meter ketelitian 0,001 mmI. Lembar Kerja (Process Sheet) Pengertian dari Process sheet adalah lembaran-lembaran kerja yangdidalamnya berisi tentang tahapan-tahapan pengerjaan suatu produk secaraberurutan dengan spesifikasi yang telah ditentukan atau bisa juga disebut suatudokumen tertentu yang menyertai suatu raw material dari awal datang sampaijadi. Process sheet atau lembar kerja merupakan dokumen yang berisikaninformasi tentang pengerjaan suatu part number yang dibuat oleh time planneryang selanjutnya diproses oleh operator mesin. Spesifikasi dari Process sheet
  50. 50. 50adalah jenis material, waktu pengerjaan, revision records, spesifikasi part &traceability serta operasi & inspeksi. Process Sheet ini diperuntukkan sebagai panduan proses, baik ketika tahappengerjaan awal, proses machining, maupun sampai finishing yang harus selaluada menyertai suatu material dari awal pengerjaan sampai akhir. Dari setiappengerjaan yang telah dilakukan oleh operator selalu ada inspeksi, tujuan daridilakukakannya inspeksi adalah untuk mengetahui apakah pekerjaan yang telahdiselesaikan oleh operator sesuai dengan perintah yang ada di process sheet,sehingga mutu produk yang dihasilkan dapat terjagaJ. Alat Bantu (Common Tools) Dalam pengerjaan suatu benda yang menggunakan mesin, pasti akan adayang namannya alat bantu. Tujuan utama dibuatnya alat bantu ini adalah agarproses pembuatan suatu benda lebih mudah. Alat bantu saling berkoordinasiantara yang satu dengan yang lainnya, sehingga tidak dapat dipisahkan.Dalam mesin CNC terdapat beberapa alat bantu yang digunakan, diantaranya:1. Kunci Elen (L) Kunci Elen atau yang sering disebut dengan nama kunci L adalah adalahsalah satu kunci yang sering dipergunakan di dunia industri, sebutan kunci inidiambil karena bentuknya yang menyerupai huruf L dalam huruf alphabet. Padaproses pemesinan ini kunci L biasanya digunakan untuk membuka dan menguncimaterial yang akan dibuat menjadi part pada fixture.2. Crame Alat untuk mengangkat benda kerja yang memiliki beban cukup berat.3. Breaksharp Breaksharp mempunyai fungsi untuk memberi tanda berupa garis padabenda kerja yang akan diproses.4. Lap
  51. 51. 51 Meskipun fungsinya tidak terlalu penting pada proses pemesinan, tapi lapmerupakan alat bantu yang mesti tersedia. Manfaat utama dari lap ini adalah untukmengeringkan part yang telah selesai dibuat dari cairan coolent.5. Sikat Sama halnya dengan lap, sikat merupakan alat bantu yang tidak terlalupenting, fungsi dari sikat itu sendiri adalah untuk memberihkan meja mesin danfixture dari sisa-sisa gram yang dihasilkan pada saat proses pengerjaan suatu part.6. Penyangga Penyangga adalah alat bantu yang memiliki banyak manfaat dalam prosespemesinan. Fungsi utama dari penyangga adalah sebagai bahan penambah tinggipada saat pemasangan material pada fixture. Material yang akan diproses tidakboleh bergesekan dengan meja mesin, oleh karena itu material yang akan diprosesdiposisikan berada diatas meja. Karena tidak semua material ringan, maka padasaat pemasangan material pada fixture diperlukannya penyangga. Agar pada saatpenguncian, posisi lubang pada material dengan posisi lubang pada fixture center.K. Standar Operasi Prosedur (SOP) Standard Operating Procedure (SOP) adalah dokumen tertulis yangmemuat prosedur kerja secara rinci, tahap demi tahap dan sistematis. SOPmemuat serangkaian instruksi secara tertulis tentang kegiatan rutin atau berulang-ulang yang dilakukan oleh sebuah organisasi, untuk itu SOP juga dilengkapidengan referensi, lampiran, formulir, diagram dan alur kerja (flow chart). SOP banyak diimplementasikan terutama di perusahaan, lembaga atauorganisasi yang memerlukan kualitas pekerjaan sehingga dapat menghasilkanproduk yang berkualitas. Selain itu SOP dapat juga digunakan sebagai standarkualitas untuk menuju ke standar internasional (ISO).
  52. 52. 52 Penerapan SOP ini akan membantu perusahaan untuk mempertahankankualitas control dan kualitas proses sehingga membawa perusahaan untuk tetapbertahan di persaingan dunia bisnis. Tujuan utama dari penerapan SOP adalah agar tidak terjadi kesalahan dalampengerjaan suatu proses kerja yang dirancang dari SOP. Dari setiap teori telahdikemukakan, diketahui bahwa tujuan dari SOP adalah untuk memudahkan danmenyamakan persepsi semua orang yang memanfaatkannya dan untuk lebihmemahami setiap langkah kegiatan yang harus dilaksanakannya Adapun tujuan-tujuan dari Standard Operating Procedure antara lainsebagai berikut :1. Agar pekerja dapat menjaga konsistensi dalam menjalankan suatu prosedur kerja.2. Agar pekerja dapat mengetahui dengan jelas peran dan posisi mereka dalam perusahaan.3. Memberikan keterangan atau kejelasan tentang alur proses kerja, tanggung jawab, dan staff terkait dalam proses tersebut.4. Memberikan keterangan tentang dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam suatu proses kerja.5. Mempermudah perusahaan dalam mengetahui terjadinya efisiensi proses dalam suatu prosedur kerja. Jika SOP dijalankan dengan benar maka perusahaan akan mendapat banyakmanfaat dari penerapan SOP tersebut, adapun manfaat dari SOP adalah sebagaiberikut :1. Memberikan penjelasan tentang prosedur kegiatan secara detail dan terinci dengan jelas dan sebagai dokumentasi aktifitas proses bisnis perusahaan.2. Meminimalisasi fariasi dan kesalahan dalam suatu prosedur operasional kerja.
  53. 53. 533. Memepermudah dan menghemat waktu dan tenaga dalam program training karyawan.4. Menyamaratakan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh semua pihak.5. Membantu dalam melakukan evaluasi dan penilaian terhadap setiap proses operasional dalam perusahaan.6. Membantu mengendalikan dan mengantisipasi apabila terdapat suatu perubahan kebijakan.7. Mempertahankan kualitas perusahaan melalui konsistensi kerja karena perusahaan telah memilki sistem kerja yang sudah jelas dan terstruktur secara sistematis.L. Alat Pelindung (Safety Tools) Safety Tool atau yang sering disebut alat pelindung adalah kelengkapanyang wajib digunakan oleh para pekerja pada saat bekerja dilapangan dengantujuan untuk meminimalisir resiko kecelakaan dalam bekerja. Safety Tools telahmasuk ke dalam prosedur kerja, apabila ada pekerja yang tidak menggunakan alatpelindung berarti dia tidak mematuhi prosedur kerja yang telah ditetapkan.Kewajiban itu sudah disepakati oleh pemerintah melalui Departement TenagaKerja Republik Indonesia.Adapun bentuk dari alat tersebut antara lain :1. Helm Pelindung (Safety Helmet) Berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung maupun tidak langsung.2. Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses) Berfungsi untuk melindungi mata, karena mata merupakan organ tubuh yang paling sensitif dan rapuh.3. Penutup Telinga (Ear Plug / Ear Muff) Berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising, sehingga suara yang dapat memekakan gendang telinga dapat diredam.
  54. 54. 544. Masker (Respirator) Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup pada saat bekerja di tempat dengan kualitas udara yang buruk (misal berdebu, beracun).5. Pelindung wajah (Face Shield) Berfungsi untuk melindungi wajah dari benturan maupun percikan benda asing pada saat bekerja (misal pekerjaan menggerinda)6. Sarung Tangan (Safety Hand) Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan. Akan tetapi biasanya sarung tangan terbuat dari bahan yang elastis tetapi kuat (missal kulit sapi)7. Sepatu pelindung (Safety shoes) Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb. Seperti sepatu biasa, tapi dari bahan kulit yang dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat Semua jenis alat pelindung yang telah di uraikan di atas digunakan sesuai dengan kebutuhan kita pada saat bekerja. Karena prosedur yang telah ditetapkan dibuat untuk keselamatan para pekerja, sesuai dengan prinsip K3L (Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan).M. Alat Komunikasi (Common Media) Command media (lembar perintah) lalu dibuat dalam bentuk Access untuk memudahkanproses perbaikan maupun manipulasi. Keunggulan apabila command media menggunakanAccess adalah kompatibilitasnya dengan bahasa pemograman Sructured QueryLanguage (SQL); query dapat dilihat dan disunting sebagai statemen-statemenSQL, dan statemen SQL dapat digunakan secara langsung di dalam Macro danVBA Module untuk secara langsung memanipulasi tabel data dalam Access.
  55. 55. 55 Common media merupakan suatu media yang digunakan untuk melaporkanberbagai macam permasalahan yang dialami oleh operator ketika bekerja dansebagai permintaan untuk segera diperbaiki atau diselesaikan. Dengan kata lain,common media adalah media pelaporan tentang suatu kejadian terhadap fungsiyang terkait. Misalnya, mesin rusak, benda kerja hilang, NC program error, dansebagainya. Jika terjadi hal-hal seperti itu, maka operator akan menuliskannyapada media yang telah tersedia untuk segera memberikan laporan dan kemudianakan segera diselesaikan oleh bidang yang bersangkutan. Adapun jenis common media yang ada di PT. DI adalah berupa format isianyang terdiri dari berbagai macam jenis sesuai dengan permasalahannya. Mediapelaporan tersebut adalah:1. Request For Maintenance (RFM), format ini digunakan ketika mesin mengalami kerusakan.2. Engineering Liaison Request (ELR), digunakan ketka ada kesalahan pada gambar kerja.3. Numerical Control Trouble Report (NCTR), digunakan ketika NC program error atau tidak bisa jalankan.4. Pick-Up Form, digunakan ketika ada permasalahan atau kerjadian apapun di machining shop.5. Manufacturing Change Request (MCR), digunakan jika terdapat ketidak sesuaian/kesalahan dalam proses pembuatan produk.6. Corrective Action Form, digunakan apabila ada koreksi terhadap seluruh komponen machining shop.7. Time Recording, dugunakan untuk menghitung waktu proses pembuatan suatu part/komponen.8. Check Sheet Start Up Machine, digunakan untuk mengecek kondisi mesin sebelum digunakan.9. Informasi Antar Shift, digunakan apabila ada permasalahan yang terjadi pada saat bekerja sesuai dengan shift nya.
  56. 56. 56 BAB IV PROSES PENGERJAAN PART FITTING Pada bab ini akan membahas mengenai hasil yang telah didapatkan setelahmelakukan praktek industri. Banyak ilmu yang bermanfaat telah didapatkan dankelak akan berguna di dunia kerja yang sesungguhnya. Selain ilmu pengetahuanyang baru didapatkan, dapat juga mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh padasaat perkuliahan. Ilmu yang didapatkan pada saat perkuliahan lebih banyak yangsifatnya teoritis, sehingga pada saat prakteknya tidak terlalu mengalami kesulitanyang berarti mengenai penerapan rumus dan pemahaman prinsip kerja mesin. Danyang terakhir akan membahas mengenai proses pembuatan part Fitting dari awaldatangnya material hingga selesai, penerapan mutu, serta analisis directmachining time. Proses manufakturing di PT. Dirgantara Indonesia khususnya pada bagianmachining sederhananya digambarkan sebagai berikut:
  57. 57. 57A. Bagan Alur Proses Manufakturing Mesin Millac 6- Operator H Metode Proses Al-Alloy 3710-T7351 Pemesinan Part Fitting Environment / workplace Gambar 4.1 Bagan Alur Proses Manufakturing1. Material / bahan Pada pembuatan part Fitting ini menggunakan material alumunium alloydengan spesifikasi bahan LN9073-L-3710-T7351-45X1220X3660MM dengan 54ukuran 19500 x 45000 mm. bahan ini lah yang kemudian akan di proses menjadikomponen pesawat yang berada pada bagian sayap pesawat. Gambar 4.2 Material untuk pembuatan part Fitting
  58. 58. 582. Environment Sebelum material masuk pada tahap pemesinan, material akan terlebihdahulu melewati tahap pembuatan clamping dengan menggunakan mesin CNC V.MILLING MACH. RAMCON 3NC. Pada tahap ini akan dilakukan proses facingboth surface to size 38 mm drill & reamer T / H dia 12H7 mm (2 plcs) drill H / Ddia 10.5 mm (2 plcs) c’bore dia 20 x 15 mm depth (4 plcs) opposite mach surface.3. Mesin Mesin yang digunakan dalam pembuatan part Fitting ini adalah jenis millac6-H, yaitu jenis mesin CNC Horizontal 4 axis, dengan spesifikasi mesin:a. Working Capacity: 1) Max. Longitudinal table travel (X) 820 mm 2) Max. Vertical spindle head travel (Y) 660 mm 3) Max. Cross spindle head travel (Z) 660 mm 4) Rotation of table (B) 360 deg 5) Dist. From spindle CL to table top -10 – 650 mm 6) Dist. From table CL to spindlenose 200 – 860 mmb. Spindle Speed 1) Low Rage 10 – 1.800 Rpm 2) High Rage 20 – 3.350 Rpmc. Spindle Over Ride 1) 60 – 120 % (10 % interval)d. Feed Rade 1) X – axis 5 – 3.350 mm/min 2) Y – axis 5 – 3.350 mm/min
  59. 59. 59 3) Z – axis 5 – 3.350 mm/mine. Positioning Accuracy 1) X/Y/Z – axis 0.015/300 mm 2. PEMASUKAN 3. CUTTING PROGRAM TOOLS4. Operator Operator adalah salah satu komponen yang paling utama dalam sebuahindustri manufaktur. Fungsi utama dari operator adalah mengoperasikan mesin-mesin yang digunakan dalam sebuah proses produksi. Dalam pembuatan partFitting ini hanya dikerjakan oleh seorang operator saja, operator ini menjalankandan MATERIAL MESIN 1. mengawasi proses pembuatan part hingga terbentuk. 4. SET UP Al-Alloy 3710- MILLAC 6-H FIXTURE T7351 NTS2 – 0126 MESIN5. Method Setelah persiapan material dan proses clamping selesai maka tahapselanjutnya adalah pembuatan part Fitting, untuk lebih jelasnya tahap ini dapatkita lihat pada gambar 4.3 bagan alur dan proses kerja. 5. SET UP MATERIAL 6. CHEKING 7. PROSES PROGRAM PENGERJAAN PART 8. PART FITTING TERBENTUK
  60. 60. 60 Gambar 4.3 Bagan Alur dan Proses KerjaB. Langkah Kerja pembuatan Part Fitting 1. Tahap awal pada pengerjaan part Fitting adalah pengadaan material yang akan dibuat dengan spesifikasi yang telah ditentukan. 2. Setelah itu tahap pemasukan program, program CNC yang akan digunakan ditransfer oleh programer melalui komputer khusus.
  61. 61. 61 3. Setelah itu tahap selanjutnya adalah pemasukan cutting tools pada mesin, jadi cutting tools jenis apa saja yang akan digunakan dalam pembuatan part Fitting ini. 4. Tahap selanjutnya adalah setup fixture, dimana fixture yang akan digunakan harus sesuai dengan benda kerja yang akan dibentuk. 5. Setelah selesai pada tahap setup fixture lalu masuk pada tahap setup benda kerja, benda kerja yang akan disetup pada fixture harus dipasang pada posisi yang tepat. Pada tahap setup benda kerja inilah benar-benar memakan waktu yang tidak sebentar. Karena pemasangan benda kerja harus sesuai dengan prosedur. 6. Setelah persiapan selesai lalu masukan program dan penyettingan program, lalu cheking program, dimana program yang akan digunakan kembali dicek untuk memastikan bahwa program sudah benar-benar tidak ada masalah. 7. Setelah semua tahap diatas selesai maka masuk pada tahap proses pengerjaan part. Langkah pengerjaan part Fitting dibagi kedalam 2 pos pengerjaan, langkahtersebut dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah: Tabel 4.1 Langkah pengerjaan part Fitting
  62. 62. 62 Operation Description Tool No SL FEED RPM Instal work piece on FRCN Fitting + nusTD 0156. set datum position acc.lay out sketch 2/5. POS 1 Load tool T01 Slot drill Ф 32 R4 - Facing Surface to ≠ 35 mm T01 244 600 1000 - Roughing Top of Surface T01 244 600 1000 Load tool T02 Ball nose Ф 16 R8 - Finishing Top of Surface and Steps T02 212 500 1800 Load tool T03 Ball nose Ф 4 R2 - Finishing Joggle R2,0 T03 184 200 2250 Reverse work piece acc.lay out sketch 3/5 clamp and set datum position POS 2 Load tool T01 Slot drill Ф 32 R4 - Roughing Top of Surface T01 244 600 1000 Load tool T02 Ball nose Ф 16 R8 - Finishing Top of Surface T02 212 500 1800 Load tool T03 Ball nose Ф 4 R2 - Finishing joggle R2,0 T03 184 200 2250 Load tool T04 center drill Ф 4,0 - Center drilling for prev. Hole 1x T04 176 150 2500 Load tool T05 Twist drill Ф 8,0 - Drill to Ф 8,0 for prev. Hole 1x T05 216 150 1600 Load tool T06 Twist drill Ф 14,0 - Drill to Ф 14,0 for prev. Hole 1x T06 216 150 1600 Load tool T07 Slot drill Ф 20 R0 - Roughing and finishing perihery T07 244 300 1600 END OF PROGRAMC. Komponen Mesin yang digunakan1. Mesin CNC Millac 6 – H Pada pengerjaan salah satu komponen pesawat yang berada pada bagiansayap pesawat bernama Fitting pada proses pemesinannya menggunakan mesinmilling CNC Millac 6 – H 4-Axis. Mesin ini memiliki gerakan sumbu utamakearah sumbu koordinat X (melintang), Y (memanjang), dan Z (atas-bawah) yang
  63. 63. 63mampu menggerakkan alat potong kedalam tiga arah secara relatif ke benda kerja.Dengan mesin 4 axis ini, yang asalnya mesin yang memiliki gerakan sumbuutama kearah sumbu koordinat X (melintang), Y (memanjang), dan Z (atas-bawah) ditambah dengan sumbu B yaitu untuk gerak memutar. Pengerjaan mesinini sangat mudah disesuaikan dan dapat digunakan untuk volume prosesmanufaktur yang rendah dan tinggi. Gambar 4.4 Mesin Millac 6-HSpesifikasi dari mesin ini adalah:f. Working Capacity: g. Max. Longitudinal table travel (X) 820 mm h. Max. Vertical spindle head travel (Y) 660 mm
  64. 64. 64 i. Max. Cross spindle head travel (Z) 660 mm j. Rotation of table (B) 360 deg k. Dist. From spindle CL to table top -10 – 650 mm l. Dist. From table CL to spindlenose 200 – 860 mmm. Spindle Speed a. Low Rage 10 – 1.800 Rpm b. High Rage 20 – 3.350 Rpmn. Spindle Over Ride a. 60 – 120 % (10 % interval)o. Feed Rade a. X – axis 5 – 3.350 mm/min b. Y – axis 5 – 3.350 mm/min c. Z – axis 5 – 3.350 mm/minp. Positioning Accuracy a. X/Y/Z – axis 0.015/300 mm
  65. 65. 652. Material Part Fitting Bahan yang digunakan pada part Fitting yaitu jenis Plate Alumunium alloydengan spesifikasi bahan LN9073-L-3710-T7351-45X1220X3660MM denganukuran 19500 x 45000 mm. bahan ini lah yang kemudian akan di proses menjadikomponen pesawat yang berada pada bagian sayap pesawat.Keterangan:Sheet mempunyai ketebalan 0,6 mm sampai dengan 5 mmPlate mempunyai ketebalan 5 mm sampai dengan 25 mmBlok mempunyai ketebalan 25 mm keatas
  66. 66. 66 Gambar 4.5 Bahan Plate Alumunium3. Fixture yang digunakan Terdapat banyak jenis fixture yang digunakan di PT.DI, karena setiapfixture memiliki fungsi yang berbeda-beda disesuaikan dengan kebutuhannya.Fixture atau (Clamping System) yang digunakan dalam pembuatan part Fittingyaitu menggunakan fixture dengan kode NTS2 – 0126. Fixture ini merupakanalat produksi yang digunakan untuk menempatkan, menjepit dan menyangga
  67. 67. 67benda kerja secara kuat yang dipasang pada meja mesin. Sehingga pada saatproses pembuatan komponen sedang berlangsung, benda kerja kokoh padatempatnya. Selain berfungsi sebagai dudukan benda kerja yang akan dikerjakan,fixture pun berfungsi sebagai peredam getaran yang dihasilkan oleh mesin. Fixture Gambar 4.6 Fixture4. Pemilihan Cutter yang digunakan Pemilihan cutter yang digunakan harus sesuai dengan Cutter list yang adapada NCOD (Numerical Control Operators Document). Pada pengerjaankomponen yang berbahan alumunium, cutter yang digunakan terbuat dari bahanHSS (High speed steel ). HSS memiliki ketahanan yang lebih baik dari padatoolsteel pada temperature tinggi hingga 1100 F. paduan utama dari HSS adalah
  68. 68. 68W, Mo, Co,V, C. Paduan ini berfungsi meningkatkan hot hardness dan wearresistance dengan membentuk solid solution dengan matrik Fe.Kekuatan utama dari HSS adalah:a. Graat toughness-superior transverse rupture strengthb. Easily fabricatedc. Baik digunakan untuk geometri yang complex Gambar 4.7 Cutting ToolsCutter List yang digunakan dalam pembuatan part Fitting dapat dilihat padatabel 4.2 berikut: Tabel 4.2 Cutter List yang digunakan dalam pembuatan part Fitting TLNO LIST CUTTER 1 SLOT DRILL Ф32R4
  69. 69. 69 2 BALL NOSE Ф16R8 3 BALL NOSE Ф4r2 POS Ф 1 TLNO LIST CUTTER 1 SLOT DRILL Ф32R4 2 BALL NOSE Ф16R8 3 BALL NOSE Ф4r2 4 CENTER DRILL ф4 5 TWIST DRILL ф14.0 6 SLOT DRILL Ф20R0 POS ф 2 Pada diagram di atas terdapat dua diagram, pada diagram pertama atau POSФ 1 hanya menggunakan 3 list cutter, dengan perintah yang telah ditentukan baikkecepatan maupun bagian yang akan diproses. Lalu pada POS Ф 2 adalah lanjutanpengerjaan dari atau POS Ф 1, dengan tambahan 3 list cutter pada prosespengerjaannya.5. Pemasukkan Program / Perintah Kerja CNC Setelah proses pemilihan fixture dan cutting tools yang akan digunakan,maka proses selanjutnya adalah pemasukan program/perintah kerja CNC.Program yang akan digunakan dalam pembuatan part harus sesuai dengan NCOD(Numerical Control Operators Document). Program yang akan digunakan adalah
  70. 70. 70program yang sebelumnya telah dibuat oleh seorang programmer, operator hanyabertugas mengoperasikan mesin. Gambar 4.8 Pemasukan Program6. Proses Pengerjaan Part Setelah program dimasukkan dan kemudian dimulai, maka mesin CNCmilling millac 6-H ini akan bekerja sesuai dengan program atau perintah kerjayang dimasukkan. Pada saat proses pembuatan part berlangsung, coolant/cairanpendingin akan terus menyembur mengarah part dan cutting tool. Tujuannya
  71. 71. 71adalah agar suhu pada part yang sedang dibuat tetap stabil dan kandungan karbonpada cutting tool tidak menghilang akbat gesekan yang menimbulkan panas. Gambar 4.9 Proses Pengerjaan Part FittingD. Analisis ProsesPeluang untuk pengurangan waktu produksi yang potensial dimungkinkan yaknidengan melakukan pengurangan atau improvement pada sisi direct machiningtime.POS I1. Kecepatan Potong a. Proses Facing and RoughingTop of Surface menggunakan cutter Slot Drill Short – R4 Ø32.
  72. 72. 72 Diketahui: L = 14750,6983 mm Vf = 673,5325 mm/min Ditanyakan: T = .......? Dijawab: T = = = 21,9005 mm/minb. Proses Finishing Top of Surface menggunakan cutter Ball Nose – R8 Ø16. Diketahui: L = 67191,087 mm Vf = 516,6085 mm/min Ditanyakan: T = .......? Dijawab: T = = = 130,0619 mm/min
  73. 73. 73 c. Proses Finishing Side Joggle R2 menggunakan cutter Ball nose – R2 Ø 4. Diketahui: L = 10801,7529 mm Vf = 237,5379 mm/min Ditanyakan: T = .......? Dijawab: T = = = 45,4738 mm/min Waktu pengerjaan pada tahap pertama yang dilakukan pada POS 1 yaitu: 197,4362 menitPOS II2. Kecepatan Potong a. Proses RoughingTop of Surface menggunakan cutter Slot Drill Short – R4 Ø32. Diketahui: L = 8777,5147 mm Vf = 649,7386 mm/min Ditanyakan: T = .......?

×