FOOD ESTATE UNTUK SURPLUS BERAS

771 views

Published on

SUDAH LAMA KITA TIDAK BISA SWASEMBADA BERAS.
TAHUN 2012, INDONESIA MASIH HARUS
MENGIMPOR 670.000 TON BERAS.

Published in: News & Politics
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
771
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
31
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

FOOD ESTATE UNTUK SURPLUS BERAS

  1. 1. FOOD ESTATESINERGI BUMN UNTUK KEDAULATAN PANGAN KETAPANG KALBAR
  2. 2. PROBLEM SUDAH LAMA KITA TIDAK BISA SWASEMBADA BERAS. TAHUN 2012, INDONESIA MASIH HARUS MENGIMPOR 670.000 TON BERAS. PADAHAL LAHAN PERTANIAN TERUS MENYEMPIT.100.000 HEKTAR/TAHUN BERALIH FUNGSI MENJADI HUNIAN ATAU LAHAN KOMERSIAL.
  3. 3. IDEA HARUS ADA PEMBUKAAN LAHAN PERTANIAN BARU. SEBAGAI PILOT PROJECT AKAN DIBUAT 100.000 HEKTAR SAWAH BARU DI KETAPANG KALIMANTAN BARAT. KETAPANG DIPILIH KARENA MEMILIK LAHAN SAWAH TIDAK PRODUKTIF SELUAS 730.000 HEKTAR. SAWAH BARU INI AKAN DIKELOLA SECARA MODERN MEMANFAATKAN SCIENCE DAN TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI BERAS
  4. 4. SOLUTION SINERI BUMN AKAN DIDAYAGUNAKAN UNTUK MEWUJUDKAN MEGA PROYEK INI Dikoordinir oleh PT Sang Hyang Seri (BUMN Pertanian) yang didukung dengan 12 BUMN lainnya yang tergabung dalam Sinergi BUMN Peduli. Ke-12 BUMN tersebut diberi tugas masing-masing sesuai dengan keahlian dan kapasitasnya. Di bidang teknologi, pengembangannya dipercayakan kepada  PT Batantekno dan PT Pupuk Indonesia, sementara untuk pembersihan dan penyiapan lahan pertanian dipercayakan kepada PT Hutama Karya dan PT Brantas Abipraya. Adapun untuk konsultan perencanaan dan pengawasan dipercayakan kepada PT Indra Karya dan PT Yodya Karya. Selama ini, BUMN karya itu dikenal ahli dalam merencanakan dan membuat infrastruktur jalan, pengairan serta pengolahan lahan pertanian. PT Brantas Abipraya misalnya sudah berpengalaman membuka sawah baru meski kecil-kecilan yakni kelas 1.000 Ha, sementara PT Indra Karya pernah membuat perencanaan pembukaan sawah seluas 16.000 ha di Papua Nugini.Selebihnya, untuk pendanaan diperoleh dari Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, PGN, Pertamina dan PT Indonesia Port Corporation (IPC).
  5. 5. NON KAPITALIS DAN PRO PETANI LAHAN MASIH MILIK PETANI, DI GARAP BERSAMA BUMN DALAM PERJANJIAN 20 TAHUN. PETANI AKAN MENDAPATKAN UPAH HARIAN DAN BAGI HASIL PANEN. Sistem bagi hasil dilakukan dengan cara sebanyak 3 ton untuk BUMN dan 2 ton untuk petani. Hasil tersebut bersih diterima petani, karena tidak mengeluarkan biaya produksi, semuanya ditanggung oleh BUMN. Dengan hasil 2 ton tersebut, petani mendapat penghasilan bersih minimal Rp 6,6 juta per panen per hektar
  6. 6. SEBAGAI LAB PANGAN ANEKA JENIS BENIH, PUPUK, MESIN PRODUKSI & TEKNOLOGI PANGAN DIUJICOBA DI SINI. Penerapan teknologi modern tersebut dilakukan mulai dari penggunaan bibit unggul, penerapan pupuk yang berimbang hingga penggunaan alat-alat pertanian mesin seperti mesin penanam, traktor penggembur tanah, dan mesin panen, sehingga proses penanaman dan panen bisa dilakukan lebih cepat dan menjangkau lahan yang lebih luas.
  7. 7. TIMELINE IDE FOOD ESTATE DITERAPKAN DI KALTIM TAPI GAGAL KARENA LAHAN TIDAK TERSEDIA MEI 2013 PRODUKSI SAWAH BARU MENCAPAI 50 HA/HARI. DESEMBER 2012 APRIL 2013 MEI 2013 PINDAH KE KETAPANG KALBAR. PENANAMAN PERDANA. PANEN PERDANA 500 HA SAWAH BARU LAHAN BARU MENCAPAI 3000 HA AGUSTUS 2012
  8. 8. RESULT SUDAH MENYERAP 30.000 TENAGA KERJA Hingga tahun 2012, pengembangan Food Estate Ketapang telah menyerap 30.000 tenaga Penyerapan tenaga kerja tersebut mulai dari pembukaan lahan pertanian, pembangunan jalan usaha tani sepanjang 38,60 km, peningkatan jalan produksi menjadi rabat beton sebagai akses perhubungan di kawasan Food Estate Ketapang, serta pembangunan jaringan irigasi. PANEN PERDANA MENGHASILKAN 5,25 TON PER HEKTAR! Dengan menggunakan teknologi modern tersebut, target produksi padi minimal 5 ton/Ha dimana sebelumnya hanya berkisar 2,5 - 3 ton/Ha, atau meningkat dua kali lipat. Masa panen juga meningkat dari sebelumnya 1-2 kali panen per tahun, menjadi 3 kali panen, sehingga satu hektar sawah ditargetkan menghasilkan 15 ton per tahun. TARGET: 100.000 HEKTAR AKAN MENGHASILKAN 1,5 JUTA TON BERAS/TAHUN
  9. 9. MENDUKUNGTARGET PEMERINTAH 2014 INDONESIA SURPLUS 10 JUTA TON BERAS
  10. 10. TERIMA KASIH

×