Penyusunan Roadmap Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur

4,143 views

Published on

9 Agustus 2014 Capacity Building BPBD Provinsi Kalimantan Timur di Mess Perwakilan Kaltim-Jakarta

Published in: Education
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
4,143
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
156
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Penyusunan Roadmap Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Timur

  1. 1. dadang-solihin.blogspot.com 2
  2. 2. 33
  3. 3. Materi • Tahapan Penanggulangan Bencana • Penguatan Kapasitas Penanggulangan Bencana yang Didukung Iptek • Pemetaan Rencana (Roadmapping) • Manajemen Kinerja • Analisis SWOT • Mental Models • Balanced Scorecards • Logic Model • Analisis Beban Kerja • Indikator Kinerja Utama 4dadang-solihin.blogspot.com
  4. 4. Pra Bencana Tanggap Darurat Pasca Bencana Pasca Bencana Pasca Bencana Tidak Terdapat Potensi Bencana Terdapat Potensi Kejadian Bencana Rencana Kontinjensi Rencana Penanggulangan Bencana Rencana Aksi Pengurangan Resiko Bencana Rencana Operasi Tanggap Darurat 1. Aktivasi Rencana Operasi 2. Aktivasi Posko 3. Pembagian Tugas Sektoral 4. Pemulihan Darurat 5. Pengakhiran Tanggap Darurat Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi
  5. 5. Fase Pra Bencana Pada situasi tidak terdapat potensi bencana terdapat dua jenis rencana yaitu: Pada situasi terdapat potensi kejadian bencana, terdapat Rencana Kontinjensi. Dalam setiap Rencana Kontinjensi, perlu dicantumkan dengan jelas sebagai acuan pengambilan keputusan, yaitu: 1. Rencana Penanggulangan Bencana (tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota) yang menjadi masukan bagi RPJMN, RPJMD Provinsi dan RPJMD Kabupaten/Kota, dengan kerangka jangka menengah yaitu 5 tahun, yang memuat indikasi program lintas sektor, kegiatan, dan sumber dana dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. 2. Rencana Aksi Pengurangan Risiko Bencana (tingkat nasional, provinsi dan kabupaten /kota) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Rencana Penanggulangan Bencana, dengan kerangka waktu 3 tahun yang memuat indikasi program lintas sektor, kegiatan, dan sumber dana. 1. Perencanaan kontinjensi disusun dengan fokus kesiapsiagaan, bertujuan untuk meminimalisir dampak dari ketidakpastian dengan melakukan pengembangan skenario dan proyeksi kebutuhan saat keadaan darurat terjadi, dengan pendekatan multi-hazard. 2. Suatu rencana kontinjensi mungkin saja tidak pernah diaktifkan jika keadaan yang diperkirakan tidak pernah terjadi. 3. Perencanaan kontijensi selain digunakan dalam pengelolaan bencana berbasis kewilayahan, juga digunakan dalam bidang militer, bisnis, dan proyek pembangunan infrastruktur. 1. Ketentuan Aktivasi Rencana: yang memberikan keterangan dalam situasi bagaimana rencana akan diaktifkan dan siapa yang berhak untuk mengambil keputusan aktivasi rencana kontijensi. 2. Pembagian peran dan tanggungjawab pada setiap tahapan membentuk kesiapsiagaan, sebagai acuan koordinasi antar lembaga. 3. Pembagian peran dan tanggungjawab pada situasi tanggap darurat, sebagai acuan koordinasi antar lembaga. dadang-solihin.blogspot.com 6 1. Dalam setiap Rencana Kontinjensi, perlu dicantumkan dengan jelas sebagai acuan pengambilan keputusan, yaitu: Pada situasi terdapat potensi kejadian bencana, terdapat Rencana Kontinjensi. Pada situasi tidak terdapat potensi bencana terdapat dua jenis rencana yaitu:
  6. 6. Fase Tanggap Darurat dadang-solihin.blogspot.com 7 2. Pada fase tanggap darurat, Rencana Kontinjensi berubah fungsi menjadi Rencana Operasi Tanggap Darurat. Untuk melaksanakan Operasi Tanggap Darurat, diperlukan beberapa langkah sebagai berikut: • Pada saat itu dilakukan upaya peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat untuk menghindari jatuhnya korban dan kerusakan dan sejak saat itu pula dapat dilakukan kegiatan tanggap darurat. • Sebelum operasi tanggap darurat dilaksanakan, pada awal kejadian dilakukan kaji darurat/ kaji cepat (rapid assessment) dan pemutakhiran data untuk mengukur besarnya dampak bencana: lokasi, korban dan kerusakan, kemampuan respon, dan bantuan yang dibutuhkan. 1. Aktivasi Rencana Operasi 2. Aktivasi Posko 3. Pembagian Tugas Sektoral 4. Pemulihan Darurat 5. Pengakhiran Tanggap Darurat. Untuk melaksanakan Operasi Tanggap Darurat, diperlukan beberapa langkah sebagai berikut: Pada fase tanggap darurat, Rencana Kontinjensi berubah fungsi menjadi Rencana Operasi Tanggap Darurat.
  7. 7. Fase Pasca Bencana dadang-solihin.blogspot.com 8 3. Prinsip dasar penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana: 1. Merupakan tanggungjawab Pemerintah Daerah dan Pemerintah; 2. Membangun menjadi lebih baik (build back better) yang terpadu dengan konsep pengurangan risiko bencana dalam bentuk pengalokasian dana minimal 10% dari dana rehabilitasi dan rekonstruksi; 3. Mendahulukan kepentingan kelompok rentan seperti lansia, perempuan, anak dan penyandang cacat; 4. Mengoptimalkan sumberdaya daerah; 5. Mengarah pada pencapaian kemandirian masyarakat, keberlanjutan program dan kegiatan serta perwujudan tatakelola pemerintahan yang baik; 6. Mengedepankan keadilan dan kesetaraan gender Prinsip Dasar Penyelenggaraan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana:• Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi memerlukan dokumen perencanaan yang disebut Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, • untuk jangka waktu maksimal 3 tahun (Peraturan Kepala BNPB No. 17/2010).
  8. 8. dadang-solihin.blogspot.com 9
  9. 9. Meningkatkan Kesiapsiagaan Pemda dan Masyarakat • Teknologi seluler telah diintegrasikan pada sistem peringatan dini tsunami, banjir bahkan gempabumi untuk meningkatkan kecepatan menyampaikan pesan tentang potensi ancaman kepada masyarakat. • Teknologi internet dapat dimanfaatkan sebagai media untuk berkomunikasi, publikasi informasi tentang potensi ancaman, publikasi informasi tentang jalur evakuasi, lokasi Posko, dan pusat-pusat pelayanan terdekat. dadang-solihin.blogspot.com 10
  10. 10. Penyebarluasan Informasi pada Fase Tanggap Darurat • Teknologi seluler dan internet dimanfaatkan untuk publikasi orang hilang, proses evakuasi, bahkan penggalangan dana untuk pemulihan darurat. • Pengetahuan dan pembelajaran tentang bencana alam dapat diperoleh dari situs internet di seluruh dunia. • Seluruh situs K/L dan Pemda digunakan untuk memberikan informasi tentang kegiatan lembaga masing-masing, termasuk kebijakan dan pelaksanaan kegiatan yang terkait dengan rencana pembangunan. dadang-solihin.blogspot.com 11
  11. 11. IPTEK Bidang Informasi dan Komunikasi • Diseminasi hasil litbang, peta dan informasi spasial, teknologi terapan dan tepat guna yang berbasis kearifan lokal • Pengembangan koordinasi dan kemitraan antar kelembagaan IPTEK (lembaga litbang, perguruan tinggi, dunia usaha dan lembaga pendukung) • Peningkatan pengetahuan tentang Penanganan dan Pengurangan Risiko Bencana dadang-solihin.blogspot.com 12
  12. 12. Hyogo Framework of Action for Disaster Risk Reduction 2005-2015 dadang-solihin.blogspot.com 13 Pengintegrasian Pengurangan Risiko Bencana pada seluruh siklus manajemen untuk mengurangi kerentanan terhadap jiwa, harta benda dan tata kehidupan. 1. Kebijakan dan kelembagaan yang mendukung pengarusutamaan pengurangan risiko bencana dalam perencanaan pembangunan daerah. 2. Pengenalan risiko, single maupun multi-hazards, yang didukung IPTEK serta kearifan lokal, untuk memperoleh gambaran yang lengkap mengenai risiko dan cara untuk memantau risiko. 3. Peringatan dini yang didukung IPTEK serta kearifan lokal, dilengkapi dengan sistem komunikasi untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan akurat kepada masyarakat yang berpotensi terpapar risiko untuk menyiapkan langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan. 4. Peningkatan kesadaran (awareness) dan pengetahuan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah pengurangan risiko bencana. 5. Mengurangi faktor-faktor yang menyebabkan risiko melalui pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup, perlindungan dan penguatan prasarana vital, penegakan rencana tata ruang serta penguatan keuangan daerah yang akan memberikan manfaat jangka menengah dan panjang bagi daerah. 6. Meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana.
  13. 13. dadang-solihin.blogspot.com 14
  14. 14. Pengertian • Roadmap adalah sebuah arahan (direction) bagi pengembangan yang bersifat strategis, berskala besar, dan berdurasi panjang. • Esensi sebuah roadmap adalah adanya jalur-jalur (paths) pengembangan yang bila diikuti akan membawa pelakunya mencapai tujuan pengembangan tersebut. • Jalur-jalur ini disusun sedemikian rupa dengan memperhatikan berbagai faktor yang melekat pada konteks, situasi, dan lingkungan pengembangan, sehingga dapat mengantarkan pada pencapaian tujuan dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi. • Roadmap Penanggulangan Bencana BPBD 2013 – 2018 adalah dokumen yang menjelaskan strategi implementasi dari usaha-usaha pengembangan yang dijelaskan dalam Renstra BPBD. dadang-solihin.blogspot.com 15
  15. 15. Komponen Roadmap 1. Sasaran Jangka Menengah untuk tiap aspek yang dikembangkan, beserta indikator-indikator keberhasilan serta mekanisme pemantauan dan evaluasinya. 2. Pentahapan Pengembangan. 3. Rincian Kegiatan, diuraikan menjadi komponen-komponen: a. Kerangka Waktu Penjadwalan, b. Strategi Implementasi, c. Persyaratan (Requirements) Spesifik, d. Keluaran (Output) Kegiatan. dadang-solihin.blogspot.com 16
  16. 16. Tujuan • Konteks strategik: Menyusun rencana dengan sasaran yang tepat, lintasan perjalanan yang tepat, dengan biaya yang tepat, menggunakan teknologi dan kapabilitas yang tepat, dan pada saat/ waktu yang tepat. dadang-solihin.blogspot.com 17 • Menciptakan/ membangun visi bersama berdasarkan kapabilitas yang diperlukan sekarang dan di masa datang. • Mengkomunikasikan kebutuhan (khususnya kebutuhan teknis berbasis kapabilitas (capability-based technical needs). • Mengembangkan jadwal dan prioritas (schedule and priorities).
  17. 17. 4. Susun Program dan Kegiatan Empat Langkah Penyusunan Roadmap dadang-solihin.blogspot.com 18 3. Tentukan Sasaran Jangka Menengah 2. Lakukan Environment Scanning 1. Identifikasi Renstra BPBD Gunakan SWOT Analysis untuk memberikan gambaran tentang kondisi SDM BPBD saat ini. Tentukan indikator keberhasilannya, sekaligus mekanisme pengukuran untuk kepentingan Monitoring dan Evaluasi Aspek-aspek terkait apa saja yang akan dikembangkan, yang secara garis besar meliputi infrastruktur dan perangkat keras, sistem informasi, aplikasi, dan layanan elektronis, sumber daya (khususnya SDM dan pendanaan), serta aspek kelembagaan. Gunakan BSC untuk memperoleh Sasaran Strategis
  18. 18. Perencanaan Roadmap 1. Rencana dan strategi pengembangan. Ada dua kegiatan utama yang dilakukan dalam lingkup ini: 1) Identifikasi faktor-faktor kunci dan strategis yang dapat menjamin terimplementasinya Roadmap ini, dan 2) Pentahapan Penanggulangan Bencana BPBD 2013 – 2018 . Faktor pertama berfungsi mengamankan implementasi Roadmap ini. Faktor kedua terkait pengelolaan proses implementasi, bertujuan meningkatkan peluang keberhasilannya melalui pendekatan-pendekatan yang lebih sistematis. 2. Identifikasi program/kegiatan. Pada tahap ini dilakukan sintesis solusi secara lebih rinci: identifikasi program/kegiatan yang jika diimplementasikan dengan baik dapat mengurangi gap antara kondisi saat ini dengan capaian target yang diinginkan. 3. Indikator keberhasilan dan mekanisme Monev. Untuk tiap program dan kegiatan, perlu dibuatkan indikator keberhasilannya, sekaligus mekanisme pengukuran untuk kepentingan monitoring dan evaluasi. dadang-solihin.blogspot.com 19
  19. 19. Perencanaan Roadmap dadang-solihin.blogspot.com 20 Indikator Keberhasilan dan Mekanisme Monev Identifikasi Program dan Kegiatan Rencana dan Strategi Pengembangan Kondisi Saat Ini Renstra BPBD 2013 – 2018 Sasaran Jangka Menengah gap
  20. 20. Manajemen Kinerja Indikator Kinerja Utama Balanced Score Cards Logic Model Analisis Beban Kerja Environmental Scanning SWOT Tugas dan Fungsi Struktur Organisasi Strategy Map Sasaran Strategis Program Kegiatan Strategi ?? Tujuan Organisasi Tatalaksana Peraturan Per-UU-an SDM Aparatur Pengawasan Akuntabilitas Pelayanan Publik Mindset & Cultural Set Aparatur Role Indikator Kinerja Utama Program/ Kegiatan Outcome/ Output Indikator Baseline 2014 Target Kinerja 2015-2019 Mental Model Nilai Norma Tujuan
  21. 21. Visi BPBD Kalimantan Timur “Ketangguhan Masyarakat Kalimantan Timur dalam Menghadapi Bencana” Misi 1. Melindungi Masyarakat Kalimantan Timur dari Ancaman Bencana melalui Pengurangan Resiko Bencana; 2. Membangun Sistem Penanggulangan Bencana yang Handal di Kalimantan Timur; 3. Menyelenggarakan Penanggulangan Bencana secara Terencana, Terpadu, Terkoordinasi dan Menyeluruh. 22dadang-solihin.blogspot.com
  22. 22. dadang-solihin.blogspot.com 23
  23. 23. dadang-solihin.blogspot.com 24 Threats (Ancaman) Threats (Ancaman) Weaknesses (Kelemahan) Weaknesses (Kelemahan) Strengths (Kekuatan) Strengths (Kekuatan) Strategi ST Gunakan kekuatan untuk menghindari atau mengatasi ancaman Strategi ST Gunakan kekuatan untuk menghindari atau mengatasi ancaman Strategi WT Minimalkan kelemahan dan hindari ancaman Strategi WT Minimalkan kelemahan dan hindari ancaman Strategi WO Atasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang Strategi WO Atasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang Strategi SO Gunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang Strategi SO Gunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang Opportunities (Peluang) Opportunities (Peluang) INTERNALINTERNAL EKSTERNAL
  24. 24. dadang-solihin.blogspot.com 25 Weaknesses (Kelemahan) Weaknesses (Kelemahan) Strengths (Kekuatan) Strengths (Kekuatan) Faktor internal yang mendukung pencapaian Visi/Misi Faktor internal yang mendukung pencapaian Visi/Misi Faktor internal yang tidak mendukung pencapaian Visi/Misi Faktor internal yang tidak mendukung pencapaian Visi/Misi
  25. 25. dadang-solihin.blogspot.com 26 No Variabel NU BF NUxBF 1 SDM Profesional 2 10 20 2 Sarpras yang Memadai 1 5 5 3 Anggaran yang mendukung 4 30 120 4 Regulasi yang mendukung 3 15 45 5 Kepemimpinan yang kuat 5 40 200 Jumlah 100 390
  26. 26. dadang-solihin.blogspot.com 27 No Variabel NU BF NUxBF 1 Lemahnya Koordinasi, Ego sektoral, Lemahnya Komitmen dalam melaksanakan kegiatan, Belum sinergi program dan kegiatan antar bidang 5 35 175 2 Kurangnya Reward dan Punishment 1 5 5 3 SOP belum lengkap dan operasional 3 20 60 4 Terbatasnya SDM secara Kualitatif dan kuantitatif, yaitu Lemahnya Motivasi, inovasi, kepedulian, kebersamaan, tanggung jawab, 4 25 100 5 Belum optimalnya fungsi pengawasan, monev dan pelaporan 2 15 30 Jumlah 100 370
  27. 27. dadang-solihin.blogspot.com 28 Faktor eksternal yang memberikan manfaat dalam pencapaian Visi/Misi Faktor eksternal yang memberikan manfaat dalam pencapaian Visi/Misi Faktor eksternal yang menghalangi pencapaian Visi/Misi Faktor eksternal yang menghalangi pencapaian Visi/Misi Threats (Ancaman) Threats (Ancaman) Opportunities (Peluang) Opportunities (Peluang)
  28. 28. dadang-solihin.blogspot.com 29 No Variabel NU BF NUxBF 1 Kemitraan LN : manajeman kebencanaan, magang. 1 5 5 2 Kemitraan DN : K/L , PT, Dunia Usaha, LSM, forum kaltim peduli bencana 5 45 225 3 Pemanfaatan Teknologi Informasi Kebencanaan 3 15 45 4 Adanya kepercayaan masyarakat dan dukungan DPRD kepada BPBD 4 25 100 5 Adanya Program prioritas Desa Tangguh Bencana 2 10 20 Jumlah 100 395
  29. 29. dadang-solihin.blogspot.com 30 No Variabel NU BF NUxBF 1 Luas Wilayah (rentang kendali lebar) dan fenomena alam yang sulit diprediksi 5 30 150 2 Akses ke lokasi bencana sulit 3 20 60 3 Banyaknya masyarakat yang tinggal didaerah rawan bencana 1 10 10 4 Maraknya eksploitasi SDA yang tidak terkendali 4 25 100 5 Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukan (RTRW) 2 15 30 Jumlah 100 350
  30. 30. dadang-solihin.blogspot.com 31 1. Strategi SO  S + O = 390 + 395 = 785 2. Strategi WO  W + O = 370 + 395 = 765 3. Strategi ST  S + T = 390 + 350 = 740 4. Strategi WT  W + T = 370 + 350 = 720
  31. 31. dadang-solihin.blogspot.com 32 1. Strategi SO Gunakan Kekuatan untuk memanfaatkan Peluang 2. Strategi WO Atasi Kelemahan dengan memanfaatkan Peluang 3. Strategi ST Gunakan Kekuatan untuk menghindari atau mengatasi Ancaman 4. Strategi WT Minimalkan Kelemahan dan hindari Ancaman
  32. 32. 1. SDM Profesional 2. Sarpras yang Memadai 3. Anggaran yang mendukung 4. Regulasi yang mendukung 5. Kepemimpinan yang kuat dadang-solihin.blogspot.com 33 6. Kemitraan LN : manajeman kebencanaan, magang. 7. Kemitraan DN : K/L , PT, Dunia Usaha, LSM, forum kaltim peduli bencana 8. Pemanfaatan Teknologi Informasi Kebencanaan 9. Adanya kepercayaan masyarakat dan dukungan DPRD kepada BPBD 10. Adanya Program prioritas Desa Tangguh Bencana
  33. 33. dadang-solihin.blogspot.com 34
  34. 34. Mental Models • Asumsi-asumsi yang tertanam dengan dalam di benak kita; • Generalisasi, atau bahkan gambaran-gambaran yang mempengaruhi kita dalam memahami dunia ini; • Nilai dan Norma yang mempengaruhi bagaimana kita bersikap, berperilaku, serta bertindak. dadang-solihin.blogspot.com 35
  35. 35. Mental Model BPBD Kalimantan Timur dadang-solihin.blogspot.com 36 Value Norma 1. Tangguh • berani menghadapi tantangan • sukar dikalahkan; kuat; andal • tabah dan tahan menderita • Tangguh sama artinya dengan kuat, kokoh, tahan banting, bertekad untuk beridri tegak dan gigih pantang menyerah. • Ketangguhan adalah kemampuan seseorang untuk berbuat yang terbaik dari apa yang dipercayakan kepadanya. • Ketangguhan diri mampu memotivasi seseorang dalam melaksanakan hal- hal besar dalam hidupnya. Menempuh risiko, mengubah kebiasaan buruk dan menjadi manusia unggul. Orang sukses biasanya memiliki ketangguhan yang melebihi orang biasa. Biasanya mereka memiliki rasa percaya diri yang jauh lebih tinggi dari orang biasa. --Tangguh --
  36. 36. dadang-solihin.blogspot.com 37
  37. 37. dadang-solihin.blogspot.com 38 Balanced Scorecards (BSC)  Kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja suatu organisasi atau skor individu.  Kartu skor dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan di masa depan.  Melalui kartu skor, skor yang hendak diwujudkan organisasi/individu di masa depan dibandingkan dengan hasil kinerja sesungguhnya.  Hasil perbandingan ini digunakan untuk melakukan evaluasi atas kinerja organisasi/individu yang bersangkutan. Kartu Skor (Scorecard) Berimbang (Balanced)  Dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kinerja organisasi/individu diukur secara berimbang dari aspek: 1. Keuangan dan non keuangan, 2. Jangka pendek dan jangka panjang, 3. Internal dan eksternal.
  38. 38. dadang-solihin.blogspot.com 39 Kartu Skor (Scorecard)
  39. 39. Visi, Misi, dan Sasaran Strategis • Visi merupakan pernyataan yang berisi gambaran keadaan organisasi yang ingin dicapai di masa yang akan datang. Visi menjawab pertanyaan “kita ingin menjadi apa?” • Misi menerangkan cara yang harus dilakukan sebagai wujud penjabaran visi yang telah ditetapkan. • Dalam konsep BSC, visi dan misi yang telah diformulasikan selanjutnya diterjemahkan dalam sejumlah Sasaran Strategis (SS). • SS didefinisikan sebagai pernyataan tentang: – Apa yang ingin dicapai (SS bersifat output/outcome), atau – Apa yang ingin dilakukan (SS bersifat proses), atau – Apa yang seharusnya kita miliki (SS bersifat input). dadang-solihin.blogspot.com 40
  40. 40. Peta Strategi • Peta strategi merupakan suatu dashboard (panel instrument) yang memetakan SS organisasi dalam suatu kerangka hubungan sebab akibat yang menggambarkan keseluruhan perjalanan strategi organisasi. • Peta strategi memudahkan organisasi untuk mengkomunikasikan keseluruhan strateginya kepada seluruh anggota organisasi dalam rangka pemahaman demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi. • Unit organisasi yang menyusun peta strategi adalah unit organisasi yang mendefinisikan visi dan misinya dengan jelas serta memiliki proses manajemen yang lengkap (input/sumber daya, proses internal, dan output/outcome). dadang-solihin.blogspot.com 41
  41. 41. Strategy Map BPBD Kalimantan Timur Financial Perspectives Learning & Growth Internal Business Process Customers Prespectives Stakeholders Prespectives Anggaran yang Cukup Program prioritas Desa Tangguh Bencana Pemanfaatan Teknologi Informasi Kebencanaan SDM Profesional Kepemimpinan yang kuat Regulasi yang mendukung kepercayaan masyarakat dan dukungan DPRD kepada BPBD Ketangguhan Masyarakat Kalimantan Timur dalam Menghadapi Bencana Melindungi Masyarakat Kaltim dari ancaman bencana Membangun sistem penanggulangan bencana yang handal Menyelenggarakan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu dan terkoordinasi dan menyeluruh 42
  42. 42. Strategy Map Financial Perspectives Learning & Growth Internal Business Process Customers Prespectives Stakeholders Prespectives 43 BSC dibangun dari studi pengukuran kinerja di sektor bisnis, sehingga yang dimaksud perspektif financial di sini adalah terkait dengan financial sustainability. • Perspektif customer adalah perspektif yang berorientasi pada pelanggan karena merekalah pemakai produk/jasa yang dihasilkan organisasi. • Dengan kata lain, organisasi harus memperhatikan apa yang diinginkan oleh pelanggan. • Perspektif internal business process adalah serangkaian aktivitas yang ada dalam organisasi untuk menciptakan produk/jasa dalam rangka memenuhi harapan pelanggan. • Perspektif ini menjelaskan proses bisnis yang dikelola untuk memberikan layanan dan nilai-nilai kepada stakeholder dan customer. • Perspektif learning & growth adalah perspektif yang menggambarkan kemampuan organisasi untuk melakukan perbaikan dan perubahan dengan memanfaatkan sumber daya internal organisasi. • Kesinambungan suatu organisasi dalam jangka panjang sangat bergantung pada perspektif ini. • Visi
  43. 43. Cascading dan Alignment BPBD Wide 44 BPBD One BPBD One BPBD One BPBD Two BPBD Two BPBD Two BPBD Two BPBD Two BPBD Two dadang-solihin.blogspot.com
  44. 44. dadang-solihin.blogspot.com 45
  45. 45. IMPACT Indikator Kinerja dan Log-Frame dadang-solihin.blogspot.com 46 ABK AT KPJM OUTPUT INPUTOUTCOMEINPUT OUTPUT OUTCOME
  46. 46. Alur Pikir Logic Model 47 Hasil pembangunan yang diperoleh dari pencapaian outcome Apa yang ingin diubahIMPACTS Manfaat yang diperoleh dalam jangka menengah untuk beneficieries tertentu sebagai hasil dari output Apa yang ingin dicapai OUTCOMES Produk/barang/jasa akhir yang dihasilkan Apa yang dihasilkan (barang) atau dilayani (jasa) OUTPUTS Proses/kegiatan menggunakan input menghasilkan output yang diinginkan Apa yang dikerjakan ACTIVITIES Sumberdaya yang memberikan kontribusi dalam menghasilkan output Apa yang digunakan dalam bekerja INPUTS Metode Pelaksanaan MetodePenyusunan Sumber : Framework for Managing Programme Performance Information, National Treasury, Republic of South Africa, May 2007 dadang-solihin.blogspot.com
  47. 47. Logic Model dadang-solihin.blogspot.com 48 Sumber: Logical Framework Approach and Outcome Mapping, A Constructive Attempt of Synthesis, Daniel Roduner and Walter Schläppi, AGRIDEA and Walter Egli, NADEL (ETH Zurich), 2008
  48. 48. dadang-solihin.blogspot.com 49
  49. 49. Analisis Beban Kerja untuk mendapatkan informasi mengenai tingkat efektivitas dan efisiensi kerja Bappeda Kotabaru secara sistematis 50 • Memperjelas dan mempertegas penyusunan format kelembagaan yang akan dibentuk secara lebih proporsional maupun tata hubungan sistem yang ingin dibangun • Tercapai kesesuaian antara kewenangan dan tujuan organisasi dengan besaran organisasinya. • Memperoleh gambaran mengenai kondisi riil SDM Aparatur baik kuantitatif maupun kualitatif dan kompetensinya pada unit kerja sebagai bahan perumusan formasi dan rasio kebutuhan pegawai untuk keperluan penataan kelembagaan; • Mengidentifikasi efisiensi dan efektifitas beban kerja yang menggambarkan prinsip rasional, efektif, efisien, realistis dan operasional secara nyata; 2 1 3 dadang-solihin.blogspot.com
  50. 50. Hasil Analisis Beban Kerja 51 Bahan Penataan/ penyempurnaan struktur organisasi; Bahan Penilaian prestasi kerja jabatan dan prestasi unit kerja; Bahan penyempurnaan sistem dan prosedur kerja; Bahan penyusunan rencana kebutuhan pegawai secara riil sesuai beban kerja organisasi; Bahan penyusunan program formasi, mutasi dan promosi sumberdaya pegawai sesuai visi dan misi organisasi. dadang-solihin.blogspot.com
  51. 51. dadang-solihin.blogspot.com 52
  52. 52. Indikator Kinerja Utama 53 Program/ Kegiatan Outcome/ Output Indikator Base line 2014 Target Kinerja 2015 2016 2017 2018 2019
  53. 53. 54dadang-solihin.blogspot.com

×