Kamus Otonomi Daerah

2,191 views

Published on

untuk memahami proses desentralisasi di Indonesia

Published in: Education
5 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
2,191
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
291
Comments
5
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kamus Otonomi Daerah

  1. 1. Drs. Dadang Solihin, MASERI OTONOMI DAERAH
  2. 2. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAHiPengantarKeadaan saat ini menunjukkan bahwa berbagai peraturan dan kebijakanpemerintah yang selama ini tersimpan rapat-rapat dalam bukuperundang-undangan, hanya bisa diakses dan dipahami oleh segelintirorang saja. Di sisi lain, masyarakat luas memerlukan informasi yangmemadai untuk memahami proses desentralisasi yang sekarang sedangbergulir dengan cepatnya.Kamus Istilah Otonomi Daerah ini disusun untuk membantu masyarakatluas dalam memahami proses desentralisasi di Indonesia secara lebihbaik. Di samping itu, dari kamus yang sederhana ini masyarakat dapatmemperoleh berbagai informasi yang selama ini dianggap “rahasiaperusahaan,” seperti isi perutnya APBD, APBN, Biaya OperasionalKepala Daerah, Biaya Kegiatan DPRD, dsb.Dalam kesempatan ini ijinkan kami untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga terwujudnyakamus ini. Semoga kehadiran kamus ini dapat membantu semua pihakdalam melaksanakan proses desentralisasi di tanah air tercinta ini.Jakarta, Juni 2001Penyusun,DS
  3. 3. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAHiiiDaftar IsiPengantar....................................................................................... iDaftar Isi........................................................................................ iiiA.................................................................................................... 1B .................................................................................................... 9C .................................................................................................... 20D.................................................................................................... 21E .................................................................................................... 30F..................................................................................................... 32G.................................................................................................... 33H.................................................................................................... 35I...................................................................................................... 38J ..................................................................................................... 41K.................................................................................................... 45L .................................................................................................... 54M ................................................................................................... 57N.................................................................................................... 60O.................................................................................................... 64P..................................................................................................... 66R .................................................................................................... 101S..................................................................................................... 107
  4. 4. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAHivT .............................................................................................. 115U.............................................................................................. 120V.............................................................................................. 123W............................................................................................. 124Tentang Penyusun................................................................... 125
  5. 5. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH1Akuntabilitas Kinerja: Perwujudan suatu instansi pemerintah untukmempertanggungjawabkan keberhasilan/ kegagalan pelaksanaanmisi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui alat pertanggungjawabansecara periodik.Analisa gender: Proses yang dibangun secara sistematik untukmengidentifikasi dan memahami pembagian kerja/peran laki-lakidan perempuan, akses dan kontrol terhadap sumber-sumber dayapembangunan, partisipasi dalam proses pembangunan danmanfaat yang mereka nikmati, pola hubungan antara laik-laki danperempuan yang timpang, yang di dalam pelaksanaannyamemperhatikan faktor-faktor lainnya seperti kelas sosial, ras, dansuku bangsa.Anggaran Dekonsentrasi: Pelaksanaan APBN di Daerah Propinsi, yangmencakup semua penerimaan dan pengeluaran untuk membiayaipelaksanaan Dekonsentrasi.Anggaran Tugas Pembantuan: Pelaksanaan APBN di Daerah dan Desa,yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran untukmembiayai pelaksanaan Tugas Pembantuan.Anggota DPRD: Anggota DPRD Propinsi atau Kabupaten/Kota. Merekayang diresmikan keanggotaannya sebagai anggota DPRD dantelah mengucapkan sumpah/janji berdasarkan ketentuanperaturan perundang-undangan.Anggota Rumah Tangga: Semua orang yang biasanya bertempat tinggaldi suatu rumah tangga, baik yang berada di rumah pada waktupencacahan maupun yang sementara tidak ada. Anggota rumahtangga yang telah bepergian 6 bulan atau lebih, dan anggotarumah tangga yang bepergian kurang dari 6 bulan tetapi dengantujuan pindah/akan meninggalkan rumah 6 bulan atau lebih tidakdianggap sebagai anggota rumah tangga. Tamu yang telah tinggaldi rumah tangga 6 bulan atau lebih dan tamu yang tinggal dirumah tangga kurang dari 6 bulan tetapi akan bertempat tinggal 6bulan atau lebih dianggap sebagai anggota rumah tangga.
  6. 6. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH2Angka Beban Tanggungan: Angka yang menyatakan perbandingan antarapenduduk usia tidak produktif (di bawah 15 tahun dan 65 tahun keatas) dengan usia produktif (antara 15 sampai 64 tahun) dikalikan100.Angka Buta Huruf: Ukuran persentase penduduk usia 10 tahun ke atasyang tidak bisa membaca dan menulis.Angka kriminalitas per 10.000 penduduk: Jumlah korban kriminalitasdibagi dengan jumlah penduduk dikali 10.000.Angka Migrasi Keluar: Banyaknya migran keluar dari suatu propinsiper 1.000 penduduk propinsi tersebut.Angka Migrasi Masuk: Banyaknya migran masuk ke suatu propinsi per1.000 penduduk propinsi tersebut.Angka Migrasi Netto: Banyaknya migran netto (masuk dikurangikeluar) per 1.000 penduduk propinsi tersebut.Angka Partisipasi Kasar (Gross Enrolment Ratio/GER): angkaperbandingan antara banyaknya murid dari jenjang pendidikantertentu dengan banyaknya penduduk usia sekolah pada jenjangyang sama dinyatakan dalam persen. Misalnya, GER SekolahDasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), danSekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA):GER SD = x 100Jumlah murid SDPenduduk 7-12 tahunGER SLTP = x 100Jumlah murid SLTPPenduduk 13-15 tahunGER SLTA = x 100Jumlah murid SLTAPenduduk 16-18 tahunAngka Putus Sekolah: Angka putus sekolah menunjukkan tingkat putussekolah di suatu jenjang pendidikan, misalnya angka putussekolah SD menunjukkan persentase anak yang berhenti sekolah
  7. 7. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH3sebelum tamat SD yang dinyatakan dalam persen. Rumus yangdigunakan dalam contoh:Angka PutusSekolah SD =x 100penduduk usia 7-12 tahun yang keluar sekolah sebelum tamatpenduduk usia 7-12 tahun yang pernah sekolahAngkatan Kerja: Mereka yang berumur 10 tahun ke atas dan selamaseminggu yang lalu mempunyai pekerjaan, baik yang bekerjamaupun yang sementara tidak bekerja karena suatu sebab, sepertisedang menunggu panenan atau cuti. Di samping itu, merekayang tidak mempunyai pekerjaan tetapi sedang mencaripekerjaan/mengharapkan dapat pekerjaan juga termasuk dalamkelompok angkatan kerja.ANRI: Arsip Nasional Republik Indonesia.APBD: Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, suatu rencanakeuangan tahunan Daerah yang ditetapkan berdasarkanPeraturan Daerah.RINGKASAN APBD T.A. 2001No Pendapatan Jumlah(Rp)No Belanja Jumlah(Rp)1 Sisa Lebih 1 Belanja RutinPerhitungan a BelanjaAnggaran Tahun PegawaiYang Lalu b Belanja2 Pendapatan AsliDaerahBaranga PajakDaerahc BelanjaPemeliharaanb RetribusiDaerahd BelanjaPerjalananDinasc LabaPerusahaanMilikDaerahe Belanja Lain-laind Lain-lainPAD yangsahf AngsuranHutang danBunga3 DanaPerimbangang Pensiun danOnderstand
  8. 8. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH4No Pendapatan Jumlah(Rp)No Belanja Jumlah(Rp)a Bagi hasilPajakh BantuanKeuanganb Bagi HasilBukan Pajakc DanaAlokasii PengeluaranTidakUmum Termasuk(DAU) Bagian Laind DanaAlokasiKhususj PengeluaranTidakTersangka(DAK)e DanaDarurat4 Pinjaman Daerah 2 BelanjaPembangunana Pinjaman (Sektor/ SubDalam Sektor/ ProgramNegeri /Proyekb Pinjaman DisesuaikanLuar Negeri dengan kebutuhanDaerah)5 Lain-lainPenerimaanYang SahJumlah JumlahBagian UrusanKas danPerhitunganBagian Urusan Kasdan PerhitunganAPBN: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, suatu rencanakeuangan tahunan Negara yang ditetapkan berdasarkan Undang-undang.APBN T.A. 2001Rincian Jumlah(Triliun Rp)A Pendapatan Negara dan Hibah 263,2I Penerimaan Dalam Negeri 263,21 Penerimaan Pajak 179,9a Pajak Dalam Negeri 169,5i Pajak penghasilan 96,3
  9. 9. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH5Rincian Jumlah(Triliun Rp)1 Migas 20,82 Non Migas 75,5ii Pajak pertambahan nilai 48,9iii Cukai 17,1iv Pajak lainnya 7,3b Pajak Perdagangan Internasional 10,42 Penerimaan Bukan Pajak (SDA Migas) 83,3a Penerimaan SDA 64,5i Migas 59,7ii Non Migas 4,7b Bagian Laba BUMN 10,5c PNBP Lainnya 8,4II Hibah 0,0B Belanja Negara 315,8I Belanja Pemerintah Pusat 234,11 Pengeluaran Rutin 190,1a Belanja Pegawai 40,0b Belanja Barang 9,7c Pembayaran Bunga Utang 76,5i Utang Dalam Negeri 53,5ii Utang Luar Negeri 23,1d Subsidi 54,0i Subsidi BBM 41,3ii Subsidi non BBM 12,6e Pengeluaran Rutin Lainnya 9,92 Pengeluaran Pembangunan 44,0a Pembiayaan pembangunan rupiah 21,7b Pembiayaan proyek 22,3II Dana Perimbangan 81,7C Perbedaan Statistik 0,0D Surplus/Defisit di luar Pembayaran Bunga 24,0E Surplus/Defisit (52,5)F Pembiayaan 52,5I Pembiayaan Dalam Negeri 33,51 Perbankan dalam negeri 0,0a Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran(SILPA)0,0b Kredit/Pinjaman Sektor Perbankan 0,02 Non-Perbankan dalam negeri 33,5a Privatisasi 6,5b Penjualan aset program 27,0
  10. 10. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH6Rincian Jumlah(Triliun Rp)restrukturisasi perbankanII Pembiayaan Luar Negeri (Netto) 19,01 Penarikan Pinjaman Luar Negeri(bruto)36,0a Pinjaman Program 13,7b Pinjaman Proyek 22,32 Pembayaran Cicilan Pokok Utang LuarNegeri(17,0)APEKSI: Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh IndonesiaAPKASI: Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia.APPSI: Asosiasi Pemerintahan Propinsi Seluruh IndonesiaAsas Akuntabilitas: Asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan danhasil akhir dari kegiatan Penyelenggara Negara harus dapatdipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagaipemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuanperaturan perundang-undangan yang berlaku.Asas Kepastian Hukum: Asas dalam negara hukum yangmengutamakan landasan peraturan perundang-undangan,kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan PenyelenggaraNegara.Asas Kepentingan Umum: Asas yang mendahulukan kesejahteraanumum dengan cara yang aspiratif, akomodatif, dan selektif.Asas keterbukaan: Asas yang membuka diri terhadap hak masyarakatuntuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidakdiskriminatif tentang penyelenggaraan negara dengan tetapmemperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, golongan,dan rahasia negara.Asas Profesionalitas: Asas yang mengutamakan keahlian yangberlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  11. 11. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH7Asas Proporsionalitas: Asas yang mengutamakan keseimbangan antarahak dan kewajiban Penyelenggara Negara.Asas Tertib Penyelenggara Negara: Asas yang menjadi landasanketeraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam pengendalianpenyelenggaraan negara.Asas Umum Pemerintahan Negara Yang Baik: Asas yang menjunjungtinggi nilai norma kesusilaan, kepatutan, dan norma hukum,untuk mewujudkan Penyelenggara Negara yang bersih dan bebasdari korupsi, kolusi, dan nepotisme.Asosiasi Pemerintah Daerah: Organisasi yang dibentuk olehPemerintah Daerah dalam rangka kerja sama antar-PemerintahPropinsi, antar-Pemerintah Kabupaten, dan/atau antar-PemerintahKota berdasarkan pedoman yang dikeluarkan oleh Pemerintah.Asuransi atau pertanggungan: Perjanjian antara dua pihak atau lebih,dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepadatertanggung, dengan menerima premi asuransi, untukmemberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian,kerusakan atau kehilangan, keuntungan yang diharapkan, atautanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akandiderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidakpasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkanatas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.Asuransi jiwa: Asuransi yang memberikan jasa dalam penanggulanganresiko yang dikaitkan dengan hidup atau meninggalnya seseorangyang dipertanggungkan.Asuransi kerugian: Asuransi yang memberiikan jasa dalampenanggulangan resiko atas kerugian, kehilangan manfaat dantanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang timbul dariperistiwa yang tidak pasti.Asuransi sosial: Asuransi yang diselenggarakan secara wajibberdasarkan suatu undang-undang, dengan tujuan untukmemberikan perlindungan dasar bagi kesejahteraan masyarakat.
  12. 12. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH8Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen: Badan yang bertugasmenangani dan menyelesaikan sengketa antara pelaku usaha dankonsumen.Badan Perlindungan Konsumen Nasional: Badan yang dibentuk untukmembantu upaya pengembangan perlindungan konsumen.Badan/Kantor: Lembaga Teknis Daerah yang mempunyai fungsikoordinasi dan perumusan kebijakan pelaksanaan serta fungsipelayanan masyarakat.Bahan Bakar Minyak (BBM) Berkadar Ringan: Aviation gasoline(Avgas) termasuk tingkat campuran khusus dari bensin, denganoktan tinggi, mudah sekali menguap dan mempunyai titik bekuyang rendah dan digunakan untuk mesin pesawat terbang.Bakal Calon: Seseorang yang mencalonkan diri atau dicalonkan sebagaiKepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah.BAKORSURTANAL: Badan Koordinasi Survey dan PemetaanNasional.BAKUN: Badan Akuntansi Keuangan NegaraBAKUN: Badan Akuntansi Keuangan NegaraBank: Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalambentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalambentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangkameningkatkan taraf hidup rakyat banyak.BAPEDAL:Badan Pengendalian Dampak LingkunganBaperjakat: Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan, badan yangdibentuk di setiap instansi untuk menjamin kualitas danobyektifitas dalam pengangkatan, pemindahan danpemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari jabatan strukturalEselon II ke bawah.
  13. 13. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH9BAPETEN: Badan Pengawas Tenaga Nuklir.Bappeda: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.Bappenas: Badan Perencanaan Pembangunan NasionalBarang Daerah: Semua barang milik Daerah yang berasal daripembelian dengan dana yang bersumber seluruhnya atausebagian dari APBD dan atau berasal dari perolehan lainnya yangsah.Barang kawasan: produk-produk yang bea impor (customs duty) ataupajak komoditasnya (excise duty) belum dibayar. Barang-barangtersebut disimpan dalam bonded warehouse (gudang tempatpenyimpanan sampai dibayar) dan bea dibayar kepada petugasbea cukai pada saat produk-produk tersebut dikeluarkan untukpenjualan ekspor atau domestik.BARANTIN: Badan Karantina NasionalBATAN: Badan Tenaga Nuklir NasionalBea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air:Pajak atas Penyerahan hak milik kendaraan bermotor dankendaraan di atas air sebagai akibat perjanjian dua pihak atauperbuatan sepihak atau keadaan yang terjadi karena jual beli,tukar menukar, hibah, warisan, atau pemasukan ke dalam badanusaha.Bea masuk: Pajak yang diterapkan pemerintah pada barang-barang imporsebagai suatu cara melindungi industri domestik dari kompetisiasing, yang tujuannya membantu menghemat devisa suatu negaradan untuk meningkatkan pendapatan pemerintah.Bekerja: Melakukan kegiatan/pekerjaan paling sedikit satu jam berturut-turut selama seminggu yang lalu dengan maksud untukmemperoleh atau membantu memperoleh pendapatan ataukeuntungan. Pekerja keluarga yang tidak dibayar termasukkelompok penduduk yang bekerja.
  14. 14. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH10Belanja Daerah: Semua pengeluaran Kas Daerah dalam periode tahunanggaran tertentu yang menjadi beban Daerah.Belanja Negara: Semua pengeluaran Negara untuk membiayai BelanjaPemerintah Pusat dan Dana Perimbangan.Belanja Pemerintah Pusat: Semua pengeluaran Negara untukmembiayai Pengeluaran Rutin dan Pengeluaran Pembangunan.Bendahara Umum Daerah: Pejabat yang diberi kewenangan olehPemegang Kekuasaan Umum Pengelolaan Keuangan Daerahuntuk mengelola penerimaan dan pengeluaran Kas Daerah sertasegala bentuk kekayaan Daerah lainnya.Bentuk Badan Hukum: Suatu status badan hukum yang telah dimilikioleh suatu kegiatan ekonomi/usaha berdasarkan aktependiriannya yang dikeluarkan oleh akte notaris, berupa aktenotaris, atau berdasarkan suatu keputusan dari pejabat yangberwenang.Biaya Kegiatan DPRD Kabupaten/Kota: Biaya yang disediakan untukkelancaran pelaksanaan tugas-tugas DPRD Kabupaten/Kotasebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut.No Pendapatan AsliDaerahBesarnya Biaya Kegiatan1 Sampai dengan Rp. 2,00milyarPaling rendah Rp. 75 juta danpaling tinggi sebesar 5%2 Rp.2 milyar s/d Rp.5milyarPaling rendah Rp. 100 juta danpaling tinggi sebesar 4%3 Rp.5 milyar s/d. Rp.10milyarPaling rendah Rp. 200 juta danpaling tinggi sebesar 3%4 Rp.10 milyar s/d Rp.20milyarPaling rendah Rp. 300 juta danpaling tinggi sebesar 2%5 Rp.20 milyar s/d. Rp.50milyarPaling rendah Rp. 400 juta danpaling tinggi sebesar 1%
  15. 15. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH11No Pendapatan AsliDaerahBesarnya Biaya Kegiatan6 Rp.50 milyar s/d.Rp.150 milyarPaling rendah Rp. 500 juta danpaling tinggi sebesar 0.75%7 Rp.150 milyar s/d.Rp.500 milyarPaling rendah Rp. 1.125milyar dan paling tinggi 0.50%8 Di atas Rp. 500 milyar Paling rendah Rp. 2,5 milyardan paling tinggi 0.35%Biaya Kegiatan DPRD Propinsi: Biaya yang disediakan untukkelancaran pelaksanaan tugas-tugas DPRD Propinsi sebagaimanadijelaskan dalam tabel berikut.No Pendapatan Asli Daerah Besarnya Biaya Kegiatan1 Sampai dengan Rp.15milyarPaling rendah Rp. 175 jutadan paling tinggi sebesar1,5%2 Rp.15 milyar s/d. Rp.50milyarPaling rendah Rp. 225 jutadan paling tinggi sebesar1,25%3 Rp.50 milyar s/d. Rp.100milyarPaling rendah Rp. 625 jutadan paling tinggi sebesar1,25%4 Rp.100 milyar s/d. Rp.250milyarPaling rendah Rp. 1 milyardan paling tinggi 0,75%5 Rp.250 milyar s/d. Rp.500milyarPaling rendah Rp. 1,875milyar dan paling tinggi0,50%6 Di atas Rp. 500 milyar Paling rendah Rp. 2,50milyar dan paling tinggisebesar 0,25%
  16. 16. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH12Biaya Kegiatan DPRD: Biaya yang disediakan untuk kelancaranpelaksanaan tugas-tugas DPRD sebagaimana dijelaskan dalamtabel berikut.No Biaya Kegiatan Penggunaan1 Belanja Pegawai Belanja Pegawai Sekretariat DPRD2 Belanja Barang Belanja barang dan jasa yangdiperlukan Sekretariat DPRD untukmenunjang kegiatan DPRD3 Biaya PerjalananDinasBiaya perjalanan dinas Pimpinandan anggota DPRD dan SekretariatDPRDStandar Biaya perjalanan dinasdisesuaikan dengan kemampuankeuangan daerah dan paling tinggisama dengan ketentuan perjalanandinas yang berlaku bagi PegawaiNegeri Sipil golongan IV.Perjalanan Dinas Sekretariat DPRDdisesuaikan dengan ketentuanperjalanan dinas Pegawai NegeriSipil di Daerah.4 BiayaPemeliharaanBiaya pemeliharaan rumah jabatandan kendaraan dinas Ketua danWakil Ketua DPRD serta sarana danprasarana perkantoran SekretariatDPRD5 Biaya PenunjangKegiatanUntuk menunjang kegiatan DPRDyang tidak terduga dan penyediaantenaga ahli serta peningkatankapasitas legislatifBiaya Operasional Bupati/Walikota: Biaya yang disediakan untukpelaksanaan tugas-tugas Kepala Daerah dan Wakil KepalaDaerah Kabupaten/Kota sebagaimana dijelaskan dalam tabelberikut.
  17. 17. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH13No Pendapatan AsliDaerahBesarnya Biaya Operasional1 Sampai dengan Rp.5milyarPaling rendah Rp.125 juta danpaling tinggi sebesar 3%2 Rp.5 milyar s/d. Rp.10milyarPaling rendah Rp.150 juta danpaling tinggi sebesar 2%3 Rp.10 milyar s/d.Rp.20 milyarPaling rendah Rp.200 juta danpaling tinggi sebesar 1,50%4 Rp.20 milyar s/d.Rp.50 milyarPaling rendah Rp.300 juta danpaling tinggi sebesar 0,80%5 Rp.50 milyar s/d.Rp.150 milyarPaling rendah Rp.400 juta danpaling tinggi sebesar 0,40%6 Di atas Rp.150 milyar Paling rendah Rp.600 juta danpaling tinggi 0,15%Biaya Operasional Gubernur: Biaya yang disediakan untukpelaksanaan tugas-tugas Kepala Daerah dan Wakil KepalaDaerah Propinsi sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut.No Pendapatan AsliDaerahBesarnya Biaya Operasional1 Sampai dengan Rp.15milyarPaling rendah Rp.150 juta danpaling tinggi sebesar 1,75%2 Rp.15 milyar s/d.Rp.50 milyarPaling rendah Rp.262,5 jutadan paling tinggi sebesar 1%3 Rp.50 milyar s/d.Rp.100 milyarPaling rendah Rp.500 juta danpaling tinggi sebesar 0,75%4 Rp.100 milyar s/d.Rp.250 milyarPaling rendah Rp.750 juta danpaling tinggi 0,40%5 Rp.250 milyar s/d.Rp.500 milyarPaling rendah Rp.1 milyar danpaling tinggi 0,25%
  18. 18. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH146 Di atas Rp.500 milyar Paling rendah Rp.1,25 milyardan paling tinggi sebesar0,15%Biaya Operasional Kepala Daerah: Biaya yang disediakan untukpelaksanaan tugas-tugas Kepala Daerah dan Wakil KepalaDaerah sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut.No BiayaOperasionalPenggunaan1 Rumah tangga Membiayai kegiatan rumah tanggaKDH dan WKDH untuk menunjangkebutuhan minimal terselenggaranyarumah tangga KDH dan WKDH,sebatas kemampuan keuangandaerah.2 Pembelianinventaris rumahjabatanMembeli barang-barang inventarisrumah jabatan KDH dan WKDH3 PemeliharaanRumah Jabatandan barang-barang inventarisPemeliharaan rumah jabatan danbarang-barang inventaris yangdipakai atau dipergunakan oleh KDHdan WKDH4 Pemeliharaankendaraan dinasPemeliharaan kendaraan dinas yangdipakai atau dipergunakan oleh KDHdan WKDH5 PemeliharaankesehatanPengobatan, perawatan, rehabilitasicacat dan uang duka bagi KDH danWKDH beserta anggota keluarga6 Perjalanan Dinas Membiayai perjalanan dinas dalamrangka pelaksanaan tugas KDH danWKDH
  19. 19. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH15No BiayaOperasionalPenggunaan7 Pakaian Dinas Pengadaan pakaian dinas KDH danWKDH berikut atributnya.Pakaian dinas adalah Pakaian SipilHarian, Pakaian Sipil Resmi, PakaianSipil Lengkap, dan Pakaian DinasUpacara8 PenunjangoperasionalKoordinasi, penanggulangankerawanan sosial masyarakat,pengamanan dan kegiatan khususlainnya guna mendukungpelaksanaan tugas KDH dan WKDH.Kegiatan khusus adalah sepertikegiatan kenegaraan, promosi danprotokoler lainnyaBiaya Penunjang Kegiatan DPRD: Biaya yang disediakan untukmenunjang pelaksanaan tugas dan wewenang DPRD.Bidang-bidang usaha tertentu: Bidang-bidang usaha di sektor-sektorkegiatan ekonomi yang mendapat prioritas tinggi dalam skalanasional khususnya dalam rangka peningkatan ekspor.BIN: Badan Intelijen NegaraBitumen: Bitumen terdiri dari bahan padat atau semi padat coklatkehitaman diproses sebagai sisa dari penyulingan minyakmentah. Digunakan terutama sebagai konstruksi jalan raya. Aspalalam tidak termasuk di sini.BKD: Badan Kepegawaian Daerah, perangkat daerah yang melaksanakanmanajemen Pegawai Negeri Sipil Daerah dalam membantu tugaspokok Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah.BKKBN: Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional.
  20. 20. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH16BKN: Badan Kepegawaian Negara, badan yang dibentuk untukmenjamin kelancaran penyelenggaraan kebijaksanaan manajemenPegawai Negeri Sipil. Badan tersebut menyelenggarakanmanajemen Pegawai Negeri Sipil yang mencakup perencanaan,pengembangan kualitas sumber daya Pegawai Negeri Sipil danadministrasi kepegawaian, pengawasan dan pengendalian,penyelenggaraan den pemeliharaan informasi kepegawaian,mendukung perumusan kebijaksanaan kesejahteraan PegawaiNegeri Sipil, serta memberikan bimbingan teknis kepada unitorganisasi yang menangani kepegawaian pada instansipemerintah pusat dan pemerintah daerah.BKPM: Badan Koordinasi Penanaman ModalBM/KN: Barang Milik/Kekayaan Negara, barang bergerak/barang tidakbergerak yang dimiliki/ dikuasai oleh instansi pemerintah yangsebagian atau seluruhnya dibeli atas beban Anggaran Pendapatandan Belanja Negara atau dengan perolehan lain yang sah, yangtidak termasuk kekayaan negara yang dipisahkan (dikelola BadanUsaha Milik Negara) dan kekayaan pemerintah daerah.Bobot tugas: Nilai suatu tugas yang antara lain ditentukan atas dasarberat ringannya beban tugas, luasnya lingkup tugas, tanggungjawab, wewenang dan dampak yang ditimbulkan.BPD: Badan Perwakilan Desa, Badan Perwakilan yang terdiri ataspemuka-pemuka masyarakat di Desa yang berfungsi mengayomiadat istiadat, membuat Peraturan Desa, menampung danmenyalurkan aspirasi masyarakat serta melakukan pengawasanterhadap penyelenggaraan pemerintahan desaBPK: Badan Pemeriksa Keuangan.BPKP: Badan Pengawasan Keuangan dan PembangunanBPN: Badan Pertanahan Nasional.
  21. 21. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH17BPOM: Badan Pengawas Obat dan Makanan.BPPT: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.BPS: Badan Pusat Statistik.BPS-KPKM: Badan Pengembangan Sumber Daya Koperasi danPengusaha Kecil dan MenengahBPUMC: Bendaharawan Pemegang Uang Muka CabangBSN: Badan Standardisasi NasionalBukan Angkatan Kerja: Mereka yang berumur 10 tahun ke atas danselama seminggu yang lalu hanya bersekolah, mengurus rumahtangga atau lainnya, serta tidak melakukan suatu kegiatan yangdapat dimasukkan dalam kategori bekerja, sementara tidakbekerja, atau mencari pekerjaan.BULOG: Badan Urusan LogistikBUMD: Badan Usaha Milik DaerahBUMN: Badan Usaha Milik Negara
  22. 22. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH18Cabang Dinas: Unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten/Kota yangmelaksanakan urusan-urusan Pemerintahan yang telah menjaditanggung jawab dan kewenangan-nya.Cost, Insurance and Freight (C.I.F.) : cara penilaian barang yang dijualdalam perdagangan internasional di mana seluruh biayaangkutan, biaya pemuatan, dan biaya asuransi sampai pelabuhanbongkar ditanggung penjual.CPNS: Calon Pegawai Negeri Sipil, Warga Negara Indonesia yangmelamar, lulus seleksi, dan diangkat untuk dipersiapkan menjadiPegawai Negeri Sipil sesuai dengan ketentuan peraturanperundang-undangan yang berlaku.Credit Crunc: suatu fenomena dimana bank-bank enggan untukmemberikan pinjaman ke sektor swasta. Penurunan kreditperbankan karena credit crunch disebabkan oleh faktor-faktorsuplai, seperti lemahnya kemampuan bank untuk memberikankredit karena masalah permodalan bank atau menurunnyakualitas kredit dari debitor yang menyebabkan bank-bank engganuntuk mengucurkan kredit.Credit Risk: Risiko yang ditanggung pihak-pihak yang terkait dalamtransaksi bilamana dananya tidak di-kredit (tidak dibayarkan)
  23. 23. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH19Daerah Otonom: Kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batasdaerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentinganmasyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkanaspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan RepublikIndonesia.Daftar Calon Tambahan: Daftar nama-nama calon anggota DPRD yangdiusulkan oleh Pimpinan Parpol sebagai tambahan pada DCTPemilihan Umum.DAK: Dana Alokasi Khusus, dana yang berasal dari APBN yangdialokasikan kepada Daerah untuk membantu membiayaikebutuhan tertentu.Pengalokasian Dana Alokasi Khusus memperhatikanketersediaan dana dalam APBN berarti bahwa besaran DanaAlokasi Khusus tidak dapat dipastikan setiap tahunnya.Kebutuhan khusus adalah:a. Kebutuhan yang tidak dapat diperkirakan secara umumdengan menggunakan rumus alokasi umum, dan ataukebutuhan yang tidak dapat diperkirakan secara umumdengan rumus, kebutuhan yang bersifat khusus yang tidaksama dengan kebutuhan Daerah lain, misalnya kebutuhan dikawasan transmigrasi, dan kebutuhan beberapa jenisinvestasi/prasarana baru, pembangunan jalan di kawasanterpencil, saluran irigasi primer, dan saluran drainase primer.b. Kebutuhan yang merupakan komitmen atau prioritas nasional,termasuk antara lain proyek yang dibiayai donor, pembiayaanreboisasi Daerah dan proyek-proyek kemanusiaan untukmemenuhi kebutuhan dasar manusia.Dana Bagi Hasil: Bagian Daerah dari Penerimaan Pajak Bumi danBangunan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, danpenerimaan dari sumber daya alam. Dana Bagi Hasil merupakanalokasi yang pada dasarnya memperhatikan potensi Daerahpenghasil.
  24. 24. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH20Dana Cadangan Daerah: Dana yang disisihkan untuk menampungkebutuhan yang memerlukan dana relatif cukup besar yang tidakdapat dibebankan dalam satu tahun anggaran. Data DanaCadangan Daerah diperlukan sementara Pemerintah Daerahbelum mampu menyajikan Neraca Daerah.Dana Cadangan: Dana yang disisihkan untuk menampung kebutuhanyang memerlukan dana relatif cukup besar yang tidak dapatdibebankan dalam satu tahun anggaran.Dana pensiun lembaga keuangan: Dana pensiun yang dibentuk olehbank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakanProgram Pensiun Iuran Pasti bagi perorangan baik karyawanmaupun pekerja mandiri yang terpisah dari dana pensiun pemberikerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yangbersangkutan.Dana pensiun pemberi kerja: Dana pensiun yang dibentuk oleh orangatau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri, untukmenyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti atau ProgramPensiun Iuran Pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruhkaryawan sebagai peserta dan yang menimbulkan kewajibanterhadap pemberi kerja;Dana pensiun: Badan hukum yang mengelola dan menjalankan programyang menjanjikan manfaat pensiun. Menurut jenisnya danapensiun dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Dana Pensiun PemberiKerja dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan:Dana Perimbangan: Dana yang bersumber dari penerimaan APBN yangdialokasikan kepada Daerah untuk membiayai kebutuhan Daerahdalam rangka pelaksanaan Desentralisasi. Dana Perimbanganterdiri dari: 1) Dana Bagi Hasil; 2) Dana Alokasi Umum; 3) DanaAlokasi Khusus.DAU: Dana Alokasi Umum, dana yang berasal dari APBN yangdialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuanganantar-Daerah untuk membiayai kebutuhan pengeluarannya dalamrangka pelaksanaan Desentralisasi.
  25. 25. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH21Dana Alokasi Umum baik untuk Daerah Propinsi maupun untukDaerah Kabupaten/Kota dapat dinyatakan dengan rumus sebagaiberikut:DAU =Jumlah DanaAlokasiUntuk DaerahXBobot Daerah Yang BersangkutanJumlah Bobot Dari Seluruh DaerahBobot Daerah ditetapkan berdasarkan Kebutuhan wilayah otonomiDaerah dan Potensi ekonomi Daerah.Kebutuhan wilayah otonomi Daerah dihitung berdasarkan perkalianantara Pengeluaran Daerah Rata-rata dengan penjumlahan dari IndeksPenduduk, Indeks Luas Daerah, Indeks Harga Bangunan dan IndeksKemiskinan Relatif setelah dibagi empat.Kebutuhan Daerah dihitung dengan rumus:KebutuhanDaerah= PengeluaranDaerah Rata-rataXIndeks Penduduk+ Indeks Luas Daerah+ Indeks Harga Bangunan+ Indeks KemiskinanRelatif4Pengeluaran DaerahRata-rata= Jumlah Pengeluaran Seluruh DaerahJumlah DaerahIndeks Penduduk =Populasi DaerahPopulasi Daerah Rata-rata
  26. 26. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH22Indeks Luas Daerah =Luas DaerahLuas Daerah Rata-rataIndeks HargaBangunan=Indeks Konstruksi Daerah100Indeks KemiskinanRelatif=Jumlah Penduduk Miskin DaerahJumlah Penduduk Miskin Daerah rata-rataPotensi ekonomi Daerah dihitung berdasarkan perkalian antarapenerimaan daerah rata-rata dengan penjumlahan dari Indeks Industri,Indeks sumber daya alam, dan Indeks sumber daya manusia setelahdibagi tiga.Potensi Ekonomi Daerah dihitung berdasarkan rumus:PotensiEkonomiDaerah=PenerimaanDaerahRata-rataXIndeks (Industri+ SDA+ SDM)3Penerimaan Daerahrata-rata=Pendapatan Asli Daerah Seluruh Daerah+ Bagi Hasil Pajak Seluruh DaerahJumlah DaerahIndeksIndustri=PDRB Sektor Non Primer DaerahPDRB DaerahJumlah PDRB Sektor Non Primer Seluruh DaerahJumlah PDRB Seluruh Daerah
  27. 27. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH23IndeksSumber DayaAlam=PDRB Sektor Sumberdaya Alam DaerahPDRB DaerahJumlah PDRB Sektor SDA Seluruh DaerahJumlah PDRB Seluruh DaerahIndeks Sumber DayaManusia=Angkatan Kerja DaerahPopulasi DaerahAngkatan Kerja IndonesiaPopulasi IndonesiaKebutuhan DAU SuatuDaerah= Kebutuhan Daerah - Potensi PenerimaanDaerahBobot Daerah adalah proporsi kebutuhan Dana Alokasi Umum suatuDaerah dengan Total Kebutuhan Dana Alokasi Umum Seluruh Daerah.Bobot DAU Suatu Daerah =Kebutuhan DAU Suatu DaerahKebutuhan DAU Seluruh DaerahDCSB: Daftar Calon Sementara Baru, daftar nama-nama calon yangdisusun oleh PPK DPRD berdasarkan nama-nama calon DPRDyang tercantum dalam DCT Pemilihan Umum dan atau ditambahcalon tambahan yang diajukan oleh Pimpinan Parpol.DCTB: Daftar Calon Tetap Baru, daftar calon tetap anggota DPRD yangditetapkan oleh PPK DPRD dari DCSB yang telah lulus Seleksi.Dekan: Koordinator pelaksanaan kegiatan akademik pada tingkatfakultas.Dekonsentrasi: Pelimpahan wewenang dari Pemerintah kepadaGubernur sebagai wakil Pemerintah dan/atau perangkat pusat diDaerah.
  28. 28. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH24Delegasi: Penyerahan tugas-tugas dan fungsi-fungsi kepada sub-nasionalatau organisasi fungsional di luar birokrasi pemerintah Pusat.Deposito: Simpanan berjangka pada bank yang sehat. Dalam rangkapenganggaran, investasi dicantumkan pada anggaranpembiayaan.Desa: Kesatuan masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untukmengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempatberdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakuidalam sistem Pemerintahan Nasional dan berada di DaerahKabupaten.Desentralisasi: Penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintahkepada Daerah Otonom dalam kerangka Negara KesatuanRepublik Indonesia.Devolusi: Penyerahan tugas-tugas dan fungsi-fungsi kepada tingkat-tingkat sub-nasional dari Pemerintah yang mempunyai tingkatotonomi tertentu dalam melaksanakan tugas-tugas dan fungsi-fungsi tersebut.Dewan Audit: Organ Perguruan Tinggi yang secara independenmelakukan evaluasi hasil audit internal dan eksternal ataspenyelenggaraan Perguruan Tinggi untuk dan atas nama MajelisWali Amanat.Dewan Kelurahan: Mitra kerja Pemerintah Kelurahan dalampenyelenggaraan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat.Dewan Kota/Kabupaten: Mitra kerja Pemerintah Kota/KabupatenAdministrasi dalam merumuskan kebijakan-kebijakanoperasional pemerintahan.DIK: Daftar Isian KegiatanDiklat Fungsional: Dilaksanakan untuk mencapai persyaratankompetensi yang sesuai dengan jenis dan jenjang Jabatan
  29. 29. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH25Fungsional masing-masing yang ditetapkan oleh instansiPembina Jabatan Fungsional yang bersangkutan.Diklat Adum: Diklat Administrasi Umum, setara dengan DiklatpimTingkat IV.Diklat Spama: Diklat Staf dan Pimpinan Tingkat Pertama, setara denganDiklatpim Tingkat III.Diklat Spamen: Diklat Staf dan Pimpinan Tingkat Menengah, setaradengan Diklatpim Tingkat II.Diklat Spati: Diklat Staf dan Pimpinan Tingkat Tinggi, setara denganDiklatpim Tingkat I.Diklat Kepemimpinan (Diklatpim): Dilaksanakan untuk mencapaipersyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pemerintah yangsesuai dengan jenjang jabatan struktural. Diklatpim terdiri dari:1) Diklatpim Tingkat IV untuk Jabatan Struktural Eselon IV; 2)Diklatpim Tingkat III untuk Jabatan Struktural Eselon III; 3)Diklatpim Tingkat II untuk Jabatan Struktural Eselon II; 4)Diklatpim Tingkat I untuk Jabatan Struktural Eselon I.Diklat PNS: Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil,proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangkameningkatkan kemampuan Pegawai Negeri Sipil.Diklat Teknis: Diklat Teknis dilaksanakan untuk mencapai persyaratankompetensi teknis yang diperlukan untuk melaksanakan tugasPNS. Bagi PNS yang belum memenuhi persyaratan kompetensijabatan perlu mengikuti Diklat Teknis yang berkaitan denganpersyaratan kompetensi jabatan masing-masing. PNS yang perlumengikuti Diklat Teknis adalah PNS yang telah dievaluasi olehPejabat Pembina Kepegawaian dengan memperhatikanpertimbangan Baperjakat dan Tim Seleksi Diklat Instansi. DiklatTeknis tersebut dapat dilaksanakan secara berjenjang. Jenis danJenjang Diklat Teknis ditetapkan oleh instansi teknis yangbersangkutan.
  30. 30. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH26Dinas Kabupaten/Kota: Merupakan unsur pelaksana PemerintahKabupaten/Kota dipimpin oleh seorang Kepala yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Bupati/Walikota melaluiSekretaris Daerah, dan mempunyai tugas melaksanakankewenangan otonomi Daerah Kabupaten/Kota dalam rangkapelaksanaan tugas desentralisasi.Dinas Propinsi: Merupakan unsur pelaksana pemerintah Propinsidipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah danbertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretariat Daerah,dan mempunyai tugas melaksanakan kewenangan desentralisasidan tugas dekonsentrasi.DIP: Daftar Isian ProyekDirektur Kepatuhan (Compliance Director): anggota direksi Bank atauanggota pimpinan Kantor cabang Bank asing yang ditugaskanuntuk menetapkan langkah-langkah yang diperlukan gunamemastikan kepatuhan Bank terhadap peraturan Bank Indonesia,peraturan perundang-undangan lain yang berlaku dan perjanjianserta komitmen dengan Bank Indonesia.Direktur utama : orang yang berwenang merumuskan dan menetapkansuatu kebijaksanaan dan program umum perusahaan, atauorganisasi sesuai dengan batas wewenang yang diberikan olehsuatu badan pengurus atau badan pimpinan yang serupa sepertidewan komisaris.Divisia M2: merupakan suatu alternatif indikator uang beredar yangmencerminkan likuiditas perekonomian. Indeks Divisia dibentukdari penjumlahan tertimbang komponen aset uang beredar,dimana timbangan ditentukan oleh likuiditas dari suatu aset.Semakin tinggi suku bunga yang ditawarkan suatu aset, semakinbesar kemungkinan aset tersebut digunakan untuk tujuanmenabung daripada digunakan untuk tujuan transaksi sehinggasemakin rendah bobotnya dalam definisi uang beredar.Dokumen Daerah: Semua dokumen yang diterbitkan Pemerintah Daerahyang bersifat terbuka dan ditempatkan dalam Lembaran Daerah.
  31. 31. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH27Dokumen Pemilihan: Dokumen yang terdiri atas peraturan tata tertibpemilihan, formulir pendaftaran, bukti pendaftaran, daftar namabakal calon, keputusan fraksi tentang pasangan bakal calon,keputusan DPRD tentang penetapan pasangan calon, berita acarapemilihan pasangan terpilih, bukti-bukti keterangan yangmerupakan bukti sah dan otentik pada setiap tahapan pemilihanKepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dan berita acarapasangan terpilih hasil rapat paripurna khusus tingkat pertama.DOLOG: Depot LogistikDPOD: Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, forum konsultasiOtonomi Daerah di tingkat Pusat yang bertanggung jawab kepadaPresiden.DPRD: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Badan Legislatif DaerahPropinsi atau Kabupaten/Kota.DPRD: Dewan Perwakilan Rak-yat Daerah, Badan Legislatif Daerahyang meliputi DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/ Kota.
  32. 32. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH28Ekspor : pengiriman barang dan jasa yang dijual oleh penduduk suatunegara kepada penduduk negara lain untuk mendapatkan matauang asing dari negara pembeli.Eselon Perangkat Daerah Kabupaten/Kota: Eselonering perangkatDaerah Kabupaten/Kota dapat dilihat pada tabel berikut.No Eselon Jabatan1 II a Sekretaris Daerah2 II b Kepala Dinas, Asisten Sekretaris Daerah,Kepala Lembaga Teknis Daerah yangberbentuk Badan dan Sekretaris DPRD3 IIIa Wakil Kepala Dinas, Kepala Lembaga TeknisDaerah yang berbentuk Kantor, KepalaBagian, Kepala Sekretariat, Kepala Sub Dinasdan Kepala Bidang4 III b CamatIV a Kepala Sub Bagian, Sekretaris Camat, KepalaSeksi, Kepala Sub Bidang, Lurah, KepalaUnit Pelaksana Teknis Dinas dan KepalaCabang Dinas Kabupaten/Kota5 IV b Sekretaris Kelurahan dan Kepala Seksi padaKelurahanEselon Perangkat Daerah Propinsi: Eselonering perangkat DaerahPropinsi dapat dilihat pada tabel berikut.No Eselon Jabatan1 I b Sekretaris Daerah2 II a Kepala Dinas, Asisten Sekretaris Daerah,Kepala Lembaga Teknis Daerah yangberbentuk Badan dan Sekretaris DPRD3 II b Kepala Biro dan Wakil Kepala Dinas4 III a Kepala Lembaga Teknis Daerah yangberbentuk Kantor, Kepala Bagian, KepalaSekretariat, Kepala Bidang, Kepala SubDinas dan Kepala Unit Pelaksana TeknisDinas5 IV a Kepala Sub Bagian, Kepala Sub Bidang dan
  33. 33. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH29No Eselon JabatanKepala SeksiEselonering: Tingkatan jabatan struktural. Eselon dan Jenjang PangkatJabatan Struktural dapat dilihat pada tabel berikut.EselonJenjang Pangkat dan Golongan/RuangTerrendah TertinggiPangkat Gol/RuangPangkat Gol/RuangI a PembinaUtama MadyaIV/d Pembina Utama IV/eI b PembinaUtama MudaIV/c Pembina Utama IV/eII a PembinaUtama MudaIV/c Pembina UtamaMadyaIV/dII b PembinaTingkat IIV/b Pembina UtamaMudaIV/cIII a Pembina IV/a PembinaTingkat IIV/bIII b PenataTingkat IIII/d Pembina IV/aIV a Penata III/c Penata TingkatIIII/dIV b Penata MudaTingkat IIII/b Penata III/c
  34. 34. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH30Fairness: Kesempatan yang sama bagi semua kelompok masyarakatuntuk ambil bagian dalam pengambilan keputusan publik.Fakultas: Unsur di Perguruan Tinggi yang mengkoordinasi pelaksanaankegiatan akademik dalam satu atau seperangkat cabang ilmupengetahuan dan teknologi serta seni, dan menjaga mutupenyelenggaraannya.Fasilitas Kesehatan: Tempat pemeriksaan dan perawatan kesehatan,berada di bawah pengawasan dokter/tenaga medis, yang biasanyadlengkapi dengan fasilitas rawat inap, dan klinik.Fasilitas lapangan olah raga: Tempat (fasilitas) yang digunakan untukmelakukan aktivitas olah raga baik di ruangan terbuka maupunruangan tertutup (seperti lapangan sepak bola, bola voli, bulutangkis dan kolam renang).Formasi Pegawai Negeri Sipil: Jumlah dan susunan pangkat PegawaiNegeri Sipil yang diperlukan dalam suatu Satuan organisasinegara untuk mampu melaksanakan tugas pokok dalam jangkawaktu tertentu.Free on Board (F.O.B.) : cara penilaian barang yang dijual dalamperdagangan internasional di mana biaya angkutan dan biayaasuransi dari pelabuhan muat sampai gudang pembeli ditanggungpembeli.
  35. 35. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH31GBHN: Garis-garis Besar Haluan Negara, haluan negara tentangpenyelenggaraan negara dalam garis-garis besar sebagaipernyataan kehendak rakyat secara menyeluruh dan terpadu yangditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk limatahun guna mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan.Naskah Garis-garis Besar Haluan Negara 1999-2004 disusunmenurut sistematika sebagai berikut :BAB I PENDAHULUANBAB II KONDISI UMUMBAB III VISI DAN MISIBAB IV ARAH KEBIJAKANBAB V KAIDAH PELAKSANAANBAB VI PENUTUPGedung Pemerintahan: Gedung yang dipakai untuk aktivitaspemerintahan.Gender: Konsep yang mengacu pada peran-peran dan tanggung jawablaki-laki dan perempuan yang terjadi akibat dari dan dapatberubah oleh keadaan sosial dan budaya masyarakat.Golongan ruang: Golongan ruang gaji pokok sebagaimana diatur dalamperaturan perundang-undangan yang berlaku tentang gajiPegawai Negeri Sipil.No Pangkat Golongan Ruang1 Juru Muda I a2 Juru Muda Tingkat I I b3 Juru I c4 Juru Tingkat I I d5 Pengatur Muda II a6 Pengatur Muda Tingkat I II b7 Pengatur II c8 Pengatur Tingkat I II d9 Penata Muda III a10 Penata Muda Tingkat I III b11 Penata III c
  36. 36. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH32No Pangkat Golongan Ruang12 Penata Tingkat I III d13 Pembina IV a14 Pembina Tingkat I IV b15 Pembina Utama Muda IV c16 Pembina Utama Madya IV d17 Pembina Utama IV eGuru Tetap: Guru yang sebagian besar waktunya dipergunakan disekolah bersangkutan, atau guru dengan status pegawai negeri,atau calon pegawai negeri, yang diperbantukan sebagai guru tetapdi sekolah tersebut.Guru Tidak Tetap: Guru yang hanya menggunakan sebagian kecilwaktunya di sekolah bersangkutan, dan sisa waktu yangterbanyak dipergunakan di sekolah/kantor lain.GWM: Giro Wajib Minimum, simpanan minimum yang harus dipeliharaoleh Bank dalam bentuk saldo giro pada Bank Indonesia yangbesarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar prosentasetertentu dari dana pihak ketiga Bank.
  37. 37. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH33Harga pasar: Harga yang dibayar dalam transaksi barang dan atau jasasesuai kesepakatan antara para pihak di pasar bersangkutan.Harga Perdagangan Besar: Harga transaksi yang terjadi antarapenjual/pedagang besar pertama dengan pembeli/pedagang besarberikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama untuk suatubarang.Hasil hutan: Benda-benda hayati, nonhayati dan turunannya, serta jasayang berasal jasa yang berasal dari hutan.Hasil Penerimaan Pajak Propinsi Yang Diserahkan Kepada DaerahKabupaten/Kota: Hasil penerimaan pajak Propinsi sebagiandiperuntukkan bagi Daerah Kabupaten/Kota di wilayah Propinsiyang bersangkutan dengan ketentuan sebagaimana dijelaskandalam tabel berikut.No Hasil Penerimaan PajakDiserahkanKepada DaerahKabupaten/Kota1 Pajak Kendaraan Bermotor danKendaraan di Atas Air dan BeaBalik Nama Kendaraan Bermotordan Kendaraan di Atas AirPaling Sedikit 30%2 Pajak Bahan Bakar KendaraanBermotorPaling Sedikit 70%3 Pajak Pengambilan danPemanfaatan Air Bawah Tanahdan Air PermukaanPaling Sedikit 70%Hibah Daerah: Penerimaan Daerah yang berasal dari badan/lembagapemerintah atau perseorangan, baik dalam bentuk devisa maupundalam bentuk barang dan atau jasa termasuk tenaga ahli danpelatihan yang tidak perlu dibayar kembali sesuai peraturanperundang-undangan yang berlaku.
  38. 38. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH34Hotel/Akomodasi lainnya: Bangunan yang khusus disediakan bagiorang untuk dapat menginap/istirahat memperoleh pelayanan,dan atau fasilitas lainnya dengan dipungut bayaran, termasukbangunan lainnya yang menyatu, dikelola dan dimiliki oleh pihakyang sama, kecuali untuk pertokoan dan perkantoran. Termasukdi dalamnya Motel/Hostel/Losmen/Penginapan.a. Hotel Berbintang (Star hotel) - suatu usaha yangmenggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yangdisediakan secara khusus, di mana setiap orang dapatmenginap, makan, memperoleh pelayanan, dan menggunakanfasilitas lainnya dengan pembayaran, dan telah memenuhipersyaratan sebagai hotel berbintang seperti yang telahditentukan oleh Direktorat Jenderal Pariwisata. Ciri khususdari hotel : mempunyai restoran yang dikelola langsung dibawah manajemen hotel tersebut;b. Hotel Melati (Other star hotel) - suatu usaha yangmenggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yangdisediakan secara khusus, di mana setiap orang dapatmenginap, makan, memperoleh pelayanan dan menggunakanfasilitas lainnya dengan pembayaran, dan belum memenuhipersyaratan sebagai hotel berbintang seperti yang ditentukanDirektorat Jenderal Pariwisata tetapi telah memenuhi kriteriahotel melati yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Daerah(Diparda);c. Penginapan Remaja (Youth Hostel) - usaha jasa pelayananpenginapan bagi remaja sebagai akomodasi dalam rangkakegiatan pariwisata dengan tujuan untuk rekreasi,memperluas pengetahuan/pengalaman dalam perjalanan;d. Pondok Wisata (Home Stay) - usaha jasa pelayananpenginapan bagi umum yang dilakukan perorangan denganmenggunakan sebagian dari tempat tinggalnya (denganpembayaran harian);e. Akomodasi lainnya (Other accommodation) - usahapenyediaan jasa pelayanan penginapan yang tidak termasukdalam butir a sampai dengan d di atas, seperti wisma danlosmen;f. Perkemahan (Camping site) - usaha penyediaan tempatpenginapan di alam terbuka dengan menggunakan tenda atau
  39. 39. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH35kereta gandengan bawaan sendiri sebagai tempat penginapan,termasuk juga karavan.Hutan adat: Hutan negara yang berada dalam wilayah masyarakathukum adat.Hutan hak: Hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah.Hutan konservasi: Kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yangmempunyai fungsi pokok peng-awetan keanekaragaman tumbuh-an dan satwa serta ekosistemnya.Hutan lindung: Kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagaiperlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tataair, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi airlaut, dan memelihara kesuburan tanah.Hutan negara: Hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hakatas tanah.Hutan produksi: Kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokokmemproduksi hasil hutan.Hutan: Suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan berisi sumber dayaalam hayati yang didominanasi pepohonan dalam persekutuanalam lingkungannya, yang satu dengan yang lainnya tidak dapatdipisahkan.
  40. 40. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH36IHK: Indeks harga konsumen, indeks yang mengukur rata-rata perubahanharga antarwaktu dari suatu paket jenis barang dan jasa yangdikonsumsi oleh penduduk/rumah tangga di daerah perkotaandengan dasar suatu periode tertentu.Impor : Pemasukan barang dan jasa yang dibeli oleh penduduk suatunegara dari penduduk negara lain yang berakibat timbulnya aruskeluar mata uang asing dari dalam negeri.Imunisasi: Memasukkan kuman penyakit yang sudah dilemahkan kedalam tubuh dengan cara suntik atau minum dengan maksud agarterjadi kekebalan terhadap jenis penyakit tertentu di dalam tubuh.Indeks harga perdagangan besar: Indeks yang mengukur rata-rataperubahan harga antarwaktu dari suatu paket jenis barang padatingkat perdagangan besar atau penjualan secara partai besar.Indeks harga ini merupakan salah satu indikator untuk melihatperkembangan perekonomian secara umum serta sebagai bahandalam analisa pasar dan moneter, dan disajikan dalam bentukindeks umum dan juga sektoral yang meliputi pertanian,pertambangan dan penggalian, industri, impor, dan ekspor.Jumlah besar artinya tidak atau bukan eceran. Di sini memangsulit untuk menentukan tentang batasan jumlah besar di dalamsuatu perdagangan, karena biasanya dilihat dari dua matra yangkadang-kadang tidak selalu bisa dipertemukan. Matra yangdimaksud: kuantitas dan nilai, pengertian jumlah besar tidak bisadiukur dengan kuantitas karena kuantitas yang besar belum tentumenjamin tingkat perdagangan besar.Indikator: Suatu parameter atau suatu nilai yang diturunkan dariparameter yang memberikan informasi tentang keadaan darisuatu fenomena/lingkungan/wilayah, dengan signifikan dariindikator tersebut berhubungan secara langsung dengan nilaiparameter. Indikator yang dihitung untuk penyusunan indekskomposit Penentuan Daerah Otonom harus memenuhipersyaratan sebagai berikut: 1) data tersedia, 2) mudah dihitung,3) relevan, 4) terukur, dan 5) reliabel.
  41. 41. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH37Industri Besar: Perusahaan yang mempunyai pekerja 100 orang ataulebih.Industri Kecil: Perusahaan yang mempunyai pekerja 5-19 orang.Industri Rumah Tangga: Usaha kerajinan rumah tangga yangmempunyai pekerja antara 1-4 orang.Industri Sedang: Perusahaan yang mempunyai pekerja 20-99 orang.Inflasi Inti: inflasi yang konsisten dengan kondisi fundamental ekonomidan secara langsung dapat dipengaruhi oleh kebijakan moneter.Inflasi inti sering disebut pula dengan core inflation atauunderlying inflation.Inflasi non-Inti: inflasi yang disebabkan oleh gangguan dari sisipenawaran dan berada diluar kendali otoritas moneter. Inflasi noninti sering disebut pula dengan inflasi sesaat atau noises inflationInflasi: Perubahan harga barang dan jasa dalam satu periode. Umumnyainflasi diukur dengan perubahan harga sekelompok barang danjasa yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat, sepertitercermin pada perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK).Dari faktor yang mempengaruhinya, inflasi total disebabkan olehperubahan harga dari sisi permintaan (inflasi inti) dan dari sisipenawaran (inflasi non inti). Inflasi total sering disebut puladengan head line inflationInformasi Keuangan Daerah: Segala dokumen yang berkaitan dengankeuangan Daerah yang diperlukan dalam rangka penyelenggaraanSistem Informasi Keuangan Daerah.Inpres No 7/1999: Instruksi Presiden Tentang Akuntabilitas KinerjaInstansi PemerintahInsentif nonfiskal: Bantuan Pe-merintah berupa kemudahanpembangunan prasarana, penyebaran lokasi industri strategis,penyebaran lokasi pusat-pusat perbank an nasional, dan lain-lain.
  42. 42. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH38Instansi Pembina Diklat: Lembaga Administrasi Negara (LAN) yangsecara fungsional bertanggung jawab atas pengaturan, koordinasi,dan penyelenggaraan Diklat.Instansi Pembina Jabatan Fungsional: Lembaga pemerintah yangbertanggung jawab atas pembinaan Jabatan Fungsional menurutperaturan perundang-undangan yang berlaku.Instansi Pengendali Diklat: Badan Kepegawaian Negara yang secarafungsional bertanggung jawab atas pengembangan danpengawasan standar kompetensi jabatan serta pengendalianpemanfaatan lulusan Diklat.Instansi Vertikal: Perangkat Departemen dan atau Lembaga PemerintahNon-Departemen di Daerah.Investasi dalam bentuk penyertaan modal: Penyertaan modalPemerintah Daerah yang dilakukan, melalui badan usaha milikDaerah.
  43. 43. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH39Jabatan fungsional: Kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang, dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipildalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahliandan/atau ketrampilan untuk mencapai tujuan organisasi.Jabatan Karier: Jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapatdiduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yangditentukan.Jabatan Negeri: Jabatan dalam bidang eksekutif yang ditetapkanberdasarkan peraturan perundang-undangan, termasuk didalamnya jabatan dalam kesekretariatan lembaga tertinggi atautinggi negara, dan kepaniteraan pengadil an.Jabatan Struktural: Jabatan yang secara tegas ada dalam strukturorganisasi. Suatu kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang, dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipildalam rangka memimpin suatu susunan organisasi negara.Jabatan: Kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab,wewenang, dan hak seseorang PNS dalam suatu satuan organisasinegara.Jalan Kelas I: Jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotortermasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, danmuatan sumbu terberat yang diizinkan lebih besar dari 10 ton.Jalan kelas II: Jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotortermasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000 milimeter, danmuatan sumbu terberat yang diizinkan 10 ton.Jalan kelas IIIA: Jalan arteri atau kolektor yang dapat dilalui kendaraanbermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi2.500 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 18.000milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton.
  44. 44. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH40Jalan Kelas IIIB: Jalan kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotortermasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 12.000 milimeter, danmuatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton.Jalan Kelas IIIC: Jalan lokasi yang dapat dilalui kendaraan bermotortermasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 milimeter, dansumbu muatan terberat yang diizinkan 8 ton.Jalan: Jalan dalam bentuk apapun yang terbuka untuk lalu lintas umum.Untuk keperluan pengaturan penggunaan dan pemenuhankebutuhan angkutan, jalan dibagi dalam beberapa kelas.Pembagian jalan tersebut didasarkan pada kebutuhan transportasi,pemilihan jenis angkutan secara tepat denganmempertimbangkan keunggulan karakteristik masing-masingjenis angkutan, perkembangan teknologi kendaraan bermotor,muatan sumbu terberat kendaraan bermotor serta konstruksijalan.Jasa konsultan: Jasa yang diberikan oleh suatu usaha badan hukum yangmerupakan kerja sama dari sekumpulan tenaga yang memilikikemampuan atau tenaga perorangan yang memiliki kemampuan,dalam bentuk pelayanan konstruksi secara profesional di dalamdisiplin profesi konsultansi yang diakui, dan untuk usaha tersebutmendapatkan imbalan atau balas jasa.Jasa kontraktor: Jasa yang diberikan dalam kegiatan pelaksanaanpembangunan prasarana atau sarana fisik yang berada di bawahpapan di atas permukaan bumi dengan menggunakan bahan-bahan konstruksi dan keteknikan sipil, mesin dan listrik secarasendiri-sendiri atau bersama-sama dalam satu kesatuan.Jasa Umum: Jasa yang disediakan atau diberikan oleh PemerintahDaerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum sertadapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan.
  45. 45. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH41Jasa Usaha: Jasa yang disediakan oleh Pemerintah Daerah denganmenganut prinsip-prinsip komer-sial karena pada dasarnya dapatpula disediakan oleh sektor swasta.Jasa: Kegiatan Pemerintah Daerah berupa usaha dan pelayanan yangmenyebabkan barang, fasilitas, atau kemanfaatan lainnya yangdapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan.Jumlah Jam Kerja Seluruh Pekerjaan: Jumlah kerja mereka yangbekerja (tidak termasuk jam kerja istirahat resmi dan jam kerjayang digunakan untuk hal-hal di luar pekerjaan) selamaseminggu yang lalu.Jumlah kumulatif pokok Pinjaman Daerah yang wajib dibayar:Jumlah pokok pinjaman lama yang belum dibayar (termasukakumulasi bunga yang sudah dikapitalisasi), ditambah denganjumlah pokok pinjaman yang akan diterima dalam tahun tersebut.Jumlah penduduk: Penduduk adalah semua orang yang berdomisili disuatu daerah selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yangberdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap.Jumlah tertentu penduduk suatu Daerah: Besaran jumlah penduduksuatu Daerah yang telah memenuhi syarat sesuai denganpengukuran dan penilaian pembentukan Daerah.
  46. 46. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH42Kantor cabang pegadaian: Kantor yang melakukan kegiatanoperasional pegadaian dan menyampaikan laporan hasil-hasilnyake kantor daerah.Kantor daerah pegadaian: Kantor yang melakukan pengawasanpelaksanaan kebijakan-kebijakan dari kantor pusat terhadapkegiatan-kegiatan operasional kantor cabang yang dibawahinya.Kantor daerah pegadaian juga membuat rekapitulasi laporankegiatan kantor cabang yang dibawahinya. Kantor daerahpegadaian tidak melakukan kegiatan operasional.Kantor Pelabuhan: Unit organik di bidang kepelabuhanan padapelabuhan-pelabuhan yang tidak diusahakan di lingkunganDirektorat Jenderal Perhubungan Laut yang bertanggung jawabkepada Kepala Kanwil Departemen Perhubungan.Kantor Pos: Tempat pelayanan pengiriman surat kartu pos, poswesel,warkat pos, paket dari satu tempat ke tempat lain.Kantor pusat pegadaian: Kantor yang berwenang dan bertanggungjawab penuh dalam membuat kebijakan-kebijakan manajemenuntuk keberhasilan tujuan Perum Pegadaian. Kantor pusat tidakmelakukan kegiatan operasional.Kas Daerah: Tempat penyimpan-an uang Daerah yang ditentukan olehBendahara Umum Daerah.Kawasan berikat : Suatu kawasan dengan batas-batas tertentu diwailayah pabean Indonesia yang di dalamnya diberlakukanketentuan khusus di bidang pabean, yaitu terhadap barang yangdimasukkan dari luar daerah pabean atau dari lokasi lain di dalamdaerah pabean Indonesia tanpa terlebih dahulu dikenakanpungutan bea, cukai, dan/atau pungutan negara lainnya sampaibarang tersebut dikeluarkan untuk tujuan ekspor, impor, ataureekspor.Kawasan hutan pelestarian alam: Hutan dengan ciri khas tertentu, yangmempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga
  47. 47. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH43kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dansatwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayatidan ekosistemnya.Kawasan hutan suaka alam: Hutan dengan ciri khas tertentu, yangmempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetankeanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yangjuga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan.Kawasan hutan: Wilayah tertentu dan atau ditetapkan oleh pemerintahuntuk dipertahankan keberadaanya sebagai hutan tetap.Kawasan Perdesaan: Kawasan yang mempunyai kegiatan utamapertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam, dengansusunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan,pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatanekonomi.Kawasan Perkotaan: Kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukanpertanian, dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempatpermukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasapemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.Keadaan/Isi Lembaga Pemasyarakatan: Jumlah penghuni lembagapemasyarakatan yang terdiri dari terpidana, terhukum, dantahanan. Tahanan terdiri dari tahanan kepolisian (tingkatpenyidikan), tahanan kejaksaan (tingkat penuntutan), tahananpengadilan negeri (tingkat pengadilan I), tahanan pengadilantinggi (tingkat banding), tahanan mahkamah agung (tingkatkasasi), yang ada dalam lembaga pemasyarakatan pada suatuwaktu tertentu.Keadilan gender: Suatu proses untuk menjadi adil terhadap laki-laki danperempuan.Kebijakan Daerah: Aturan, arahan, acuan, ketentuan dan pedomandalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang dituangkandalam Peraturan Daerah, Keputusan Kepala Daerah, Keputusan
  48. 48. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH44Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Keputusan PimpinanDewan Perwakilan Rakyat Daerah.Kebijakan: Pernyataan prinsip sebagai landasan pengaturan dalampencapaian suatu sasaran.Kebutuhan Fisik Minimum: Kebutuhan minimum selama sebulan dariseorang pekerja yang diukur menurut jumlah kalori, protein,vitamin, dan bahan mineral lainnya yang diperlukan sesuaidengan tingkat kebutuhan minimum seorang pekerja dan syarat-syarat kesehatan.Kecamatan: Wilayah kerja Camat sebagai perangkat Daerah Kabupatendan Daerah Kota.Kegiatan perencanaan: Suatu proses yang dilakukan secara teratur,sistematis, berdasarkan pengetahuan, metode ataupun tekniktertentu yang menghasilkan rencana kebijaksanaan, rencanaprogram dan rencana proyek serta pemantauan dan penilaian atasperkembangan hasil pelaksanaan.Kehutanan: Sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan,kawasan hutan, dan hasil hutan yang diselenggarakan secaraterpadu.Kelompok Pertokoan: Sejumlah toko yang terdiri dari paling sedikit ada10 toko dan mengelompok Dalam satu kelompok pertokoanbangunan fisiknya dapat lebih dari satu.Kelompok Usia Narapidana: Usia narapidana dibagi dalam tigakelompok: 1) Anak-anak : mereka yang berumur kurang dari 16tahun; 2) Pemuda : mereka yang berumur 16-18 tahun; 3)Dewasa : mereka yang berumur lebih dari 18 tahun.Kelurahan: Wilayah Kerja Lurah sebagai Perangkat Daerah Kabupatendan/atau Daerah Kota di bawah Kecamatan. Satuan wilayah yangditempati oleh sejumlah penduduk yang mempunyai organisasipemerintahan terendah langsung di bawah camat dan tidakberhak menyelenggarakan rumah tangga sendiri. Ciri utama
  49. 49. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH45kelurahan: kepala kelurahannya (lurah) sebagai pegawai negeridan tidak dipilih oleh rakyat.Kenaikan pangkat pilihan: Kepercayaan dan penghargaan yangdiberikan kepada Pegawai Negeri Sipil atas prestasi kerjanyayang tinggi.Kenaikan pangkat reguler: Penghargaan yang diberikan kepadaPegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi syarat yangditentukan tanpa terikat pada jabatan.Kenaikan pangkat: Penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja danpengabdian Pegawai Negeri Sipil terhadap negara.Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih/kapal motor: Alat untukmengangkut orang seperti mobil, bus/kapal yang menggunakanmotor sebagai tenaga pengerak, motor dipasang secara permanendi didalamnya.Kendaraan bermotor roda2, 3 atau perahu atau perahu motor: Alatuntuk mengangkut orang seperti bemo, bajaj dan motor,perahu/jukung baik yang menggunakan tenaga penggerak motortempel atau tidak. Perahu motor menggunakan motor pengerakdipasang tidak permanen.Kendaraan bermotor: Semua kendaraan beroda dua atau lebih besertagandengannya yang digunakan di semua jenis jalan darat, dandigerakkan oleh peralatan teknik berupa motor atau peralatanlainnya yang berfungsi untuk mengubah suatu sumber dayaenergi tertentu menjadi tenaga gerak kendaraan bermotor yangbersangkutan, termasuk alat-alat berat dan alat-alat besar yangbergerak.Kendaraan di atas air: Semua kendaraan yang digerakkan olehperalatan teknik berupa motor atau peralatan lainnya yangberfungsi untuk mengubah suatu sumber daya energi tertentumenjadi tenaga gerak kendaraan bermotor yang bersangkutanyang digunakan diatas air.
  50. 50. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH46Kepadatan Penduduk: Banyaknya penduduk suatu satuan luas,misalnya banyaknya penduduk per kilometer persegi.Kepala Daerah: Gubernur bagi Daerah Propinsi atau Bupati bagi DaerahKebupaten atau Walikota bagi Daerah Kota.Kepala Rumah Tangga: Seorang dari sekelompok anggota rumahtangga yang bertanggung jawab atas kebutuhan sehari-hari rumahtangga tersebut atau orang yang dianggap/ditunjuk sebagai kepaladi dalam rumah tangga tersebut.Kepanitiaan: Panitia pemilihan Kepala Daerah dan Wakil KepalaDaerah yang terdiri atas panitia khusus dan panitia pemilihan.Kepemerintahan yang baik (Good Governance): Kepemerintahan yangmengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip pro-fesionalitas, akuntabilitas, transparansi, pelayanan prima,demokrasi, efisiensi, efektivitas, supremasi hukum, dan dapatditerima oleh seluruh masyarakat.Keppres No 151/2000: Keputussan Presiden Tentang Perubahan AtasKeppres No. 49/2000 Tentang Dewan Pertimbangan OtonomiDaerah Sebagaimana Telah Diubah Dengan Keppres No.84/2000Keppres No 157/2000: Keputusan Presiden Tentang Pembentukan TimKerja Pusat Implementasi UU22/99 Tentang PemerintahanDaerah dan UU25/99 Tentang Perimbangan Keuangan AntaraPemerintah Pusat dan DaerahKeppres No 159/2000: Keputusan Presiden Tentang PedomanPembentukan Badan Kepegawaian DaerahKeppres No 5/2001: Keputusan Presiden Tentang PelaksanaanPengakuan Kewenangan Kabupaten/ KotaKeppres No 6/2001: Keputusan Presiden Tentang Penetapan Jumlah danTata Cara Pengisian Keanggotaan DPRD Propinsi danKabupaten/ Kota Yang Baru Dibentuk Setelah Pemilu 1999
  51. 51. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH47Kesetaraan gender: Kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuanuntuk memperoleh kesempatan dan hak-haknya sebagai manusia,agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik,ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan nasional, dankesamaan dalam menikmati hasil pembangunan tersebut.Keuangan Daerah: Semua hak dan kewajiban Daerah dalam rangkapenyelenggaraan pemerintahan Daerah yang dapat dinilai denganuang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yangberhubungan dengan hak dan kewajiban Daerah tersebut, dalamkerangka Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.Kewenangan Pemerintah: Hak dan kekuasaan Pemerintah untukmenentukan atau mengambil kebijakan dalam rangkapenyelenggaraan pemerintahan dalam penyelenggaraan politikluar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal,agama serta kewenangan bidang lainnya.Kewenangan Propinsi: Sesuai dengan kedudukannya sebagai daerahotonom meliputi penyelenggaraan kewenangan pemerintahanotonom yang bersifat lintas Kabupaten/Kota dan kewenanganpemerintahan bidang lainnya, sedangkan kewenangan Propinsisebagai wilayah administrasi merupakan pelaksanaankewenangan Pemerintah yang didekonsentrasikan kepadaGubernur.Kolusi: Permufakatan atau kerja sama secara melawan hukum antar-Penyelenggara Negara atau antara Penyelenggara Negara danpihak lain yang merugikan orang lain, masyarakat, dan ataunegara.Kompetensi teknis: Kemampuan PNS dalam bidang-bidang teknistertentu untuk pelaksanaan tugas masing-masing.Konstruksi: Suatu kegiatan yang hasil akhirnya berupabangunan/konstruksi yang menyatu dengan lahan tempatkedudukannya, baik digunakan sebagai tempat tinggal atausarana kegiatan lainnya. Hasil kegiatan tersebut antara lainbangunan gedung, jalan, jembatan, rel dan jembatan kereta api,
  52. 52. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH48terowongan, bangunan air dan drainase, bangunan sanitasi,landasan pesawat terbang, dermaga, bangunan pembangkit listrik,transmisi, distribusi dan bangunan jaringan komunikasi. Kegiatankonstruksi meliputi perencanaan, persiapan, pembuatan,pembongkaran, dan perbaikan/perombakan bangunan.Kontraktor Khusus: Perusahaan yang khusus mengerjakan sebagiandari satu pekerjaan proyek pembangunan dan atas dasarsubkontrak kepada kontraktor lain, atau mengerjakan sesuatupekerjaan dari pemilik. Jenis-jenis konstruksi tersebut sepertipemasangan alat pendingin ruangan/air conditioning (AC), alatpemanas ruangan, batu, ubin, batu marmer, dekorasi, pintu,jendela, lantai, atap, instalasi listrik, fasilitas sanitasi, pondasi,pembongkaran, perbaikan, dan pemeliharaan rumah/gedung dsb.Kontraktor/Pemborong Umum: Perusahaan yang bergerak di bidangpembangunan perubahan/perombakan, perbaikan danpembongkaran gedung-gedung, jalan raya, jalan-jalan dalamkota, gorong-gorong, saluran bawah tanah, pipa air minum, jalankereta api, dermaga, terowongan kereta api bawah tanah, jalanbebas hambatan, jembatan, sanitasi, irigasi, tanggul (pengendalibanjir), pembangkit listrik tenaga air, saluran gas, pelabuhanudara, kincir air, lapangan atletik, lapangan golf, kolam renang,lapangan tenis, tempat parkir, sistim komunikasi, jalur telepondan telegraf, dan sebagainya. Selain itu, perusahaan yangbergerak di sektor pertambangan, seperti persiapan danpembangunan daerah pertambangan, pengeboran minyak, dansumber gas alam.Kontribusi PDRB terhadap PDRB total: Nilai PDRB atas dasar hargaberlaku suatu daerah dibagi PDRB nasional atas dasar hargaberlaku dikalikan 100.Kontribusi PDRB: Persentase PDRB Kabupaten/Kota terhadap PDRBPropinsi dan atau persentase PDRB Propinsi terhadap PDRBnasional.Koordinasi: Suatu proses interaksi melalui komunikasi dan dialog antar-pelaku pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan
  53. 53. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH49keterpaduan dan sinergi bagi upaya pencapaian tujuan, sasaran,pemanfaatan sumberdaya, dan pemecahan konflik kepentingan.Koperasi: Perusahaan yang beranggotakan orang-seorang atau badanhukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkanprinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yangberdasarkan azas kekeluargaan. Bentuk badan hukum koperasi inidikeluarkan dan disahkan oleh Departemen Koperasi.Korban Kejahatan: Orang yang menderita kerugian baik badan, jiwa,harta benda (baik milik sendiri atau orang lain), kehormatan, danlainnya akibat dari suatu tindak kejahatan. Bila tindak kejahatantersebut ditujukan kepada harta benda milik rumah tangga (bukanmilik pribadi anggota rumah tangga), maka yang dicatat sebagaikorban kejahatan : kepala rumah tangga.Korporasi: Kumpulan orang dan atau kekayaan yang terorganisasi baikmerupakan badan hukum maupun bukan badan hukum.Korupsi: Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuanperaturan perundang-undangan yang mengatur tentang tindakpidana korupsi.Kota/Kabupaten Administrasi: Wilayah kerja perangkat Propinsi yangterdiri atas wilayah Kecamatan dan Kelurahan.KPI: Komisi Penyelidik Independen, suatu panitia independen yangdibentuk oleh Menteri Dalam Negeri dan otonomi Daerah atasnama Presiden atau oleh Gubernur atas nama Menteri DalamNegeri dan Otonomi Daerah yang bertugas menyelidiki alasandan penyebab penolakan pertanggungjawaban Kepala Daerah.KPKN: Kantor Perbendaharaan dan Kas NegaraKPKPN: Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara, lembagaindependen yang ber-tugas untuk memeriksa kekayaanPenyelenggara Negara dan mantan Penyelenggara Negara untukmencegah praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme.
  54. 54. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH50KPMM: Kewajiban Penyediaan Modal Minimum, capital adequacyratio (CAR), kewajiban bank umum untuk menyediakan modalminimum sebesar prosentase tertentu dari aktiva tertimbangmenurut risiko sebagaimana ditetapkan oleh Bank Indonesia.KPU: Komisi Pemilihan Umum: Penyelenggara pemilihan umum yangindependen dan non partisan sebagaimana dimaksud dalamUndang-undang Nomor 4 Tahun 2000 tentang Perubahan AtasUndang-undang Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum.Kriteria: Ukuran yang menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu.
  55. 55. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH51Lahan Sawah: Lahan sawah mencakup sawah pengairan, sawah tadahhujan, sawah pasang surut, sawah rembesan, lebak dansebagainya yang utamanya digunakan menanam padi.Lahan untuk Bangunan dan Halaman Sekitarnya: Lahan yangterdapat di sekitar bangunan dan biasanya diberi pagar atau batas,tanpa memperhatikan ditanami atau tidak. Bila lahan sekitarrumah tersebut tidak jelas batas-batasnya dengan tegal/kebun,dimasukkan ke dalam kebun/tegal.Lahan untuk Tanaman Kayu-kayuan: Lahan yang ditumbuhi kayu-kayuan/bambu, baik yang tumbuh sendiri maupun yang disengajaditanami, misalnya semak-semak dan pohon-pohon yang hasilutamanya kayu, tidak termasuk lahan kehutanan.Lahan yang Sementara Tidak Diusahakan: Lahan yang biasanyadiusahakan tetapi untuk sementara (lebih dari satu tahun dankurang dari dua tahun) tidak diusahakan.LAN: Lembaga Administrasi Negara.LAPAN: Lembaga Penerbangan Antariksa NasionalLapangan Usaha: Bidang kegiatan dari pekerjaan atau tempat seseorangbekerja. Klasifikasi lapangan usaha mengikuti KlasifikasiLapangan Usaha Indonesia (KLUI).Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) : Tempat untuk melakukanpembinaan narapidana. Lembaga pemasyarakatan di bagi empatkelas, yaitu LAPAS kelas 1, LAPAS kelas IIa, LAPAS kelas IIb,dan LAPAS Anak.Lembaga pembiayaan : Suatu badan usaha di luar bank yang didirikankhusus untuk melakukan pembiayaan dalam bentuk penyediaandana atau barang modal tanpa menarik dana secara langsung darimasyarakat baik dalam bentuk giro, deposito, tabungan, ataupunsurat sanggup bayar.
  56. 56. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH52Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat: Lembaganon-Pemerintah yang terdaftar dan diakui oleh Pemerintah yangmempunyai kegiatan menangani perlindungan konsumen.Lembaga Teknis Daerah Kabupaten/Kota: Merupakan unsurpenunjang Pemerintah Daerah yang pimpin oleh seorang Kepalayang berada di bawah dan bertanggung jawab kepadaBupati/Walikota melalui Sekretaris Daerah, dan mempunyaitugas membantu Bupati/Walikota dalam penyelenggaraanpemerintahan Daerah di bidangnya. Lembaga Teknis Daerahtersebut dapat berbentuk Badan dan atau Kantor.Lembaga Teknis Daerah Propinsi: Merupakan unsur penunjangPemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala yangberada di bawah dan bertanggungjawab kepada Gubernur melaluiSekretaris Daerah, dan mempunyai tugas membantu Gubernurdalam penyelenggaraan pemerintahan Daerah dalam lingkuptugasnya.LEMSANEG: Lembaga Sandi NegaraLIN: Lembaga Informasi NasionalLIPI: Lembaga Ilmu Pengetahuan IndonesiaLKKP: Laporan Keadaan Kas ProyekLKKR: Laporan Keadaan Kas RutinLPND: Lembaga Pemerintah Non DepartemenLuas Daerah/Wilayah Keseluruhan: Luas daratan ditambah luas 4 millaut dari pantai untuk Kabupaten/Kota atau 4 sampai dengan 12milik laut dari pantai untuk Propinsi.Luas tertentu suatu Daerah: Besaran luas suatu Daerah yang telahmemenuhi syarat sesuai dengan pengukuran dan penilaianpembentukan Daerah.
  57. 57. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH53Luas wilayah efektif yang dapat dimanfaatkan: Jumlah luas wilayahyang dapat digunakan untuk pemukiman dan industri.Luas wilayah: Keseluruhan Jumlah luas daratan ditambah luas lautan.
  58. 58. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH54M 1: Merupakan kewajiban sistem moneter yang terdiri atas uang kartaldan uang giral. M1 sering disebut sebagai uang beredar dalam artisempit (narrow money).M 2: Merupakan kewajiban sistim moneter yang terdiri dari uang kartal,uang giral dan uang kuasi. M2 sering disebut sebagai uangberedar dalam arti luas (broad money) atau likuiditasperekonomian.Majelis Wali Amanat: Organ Perguruan Tinggi yang berfungsimewakili pemerintah dan masyarakat.Manajemen Pegawai Negeri Sipil: Keseluruhan upaya-upaya untukmeningkatkan efisiensi, efektivitas dan derajat profesionalismepenyelenggaraan tugas, fungsi, dan kewajiban kepegawaian, yangmeliputi perencanaan, pengadaan, pengembangan kualitas,penempatan, promosi, penggajian, kesejahteraan, danpemberhentian.Masa Pajak: Jangka waktu yang lamanya sama dengan 1 (satu) bulantakwim atau jangka waktu lain yang ditetapkan denganKeputusan Kepala Daerah.Masa Retribusi: Suatu jangka waktu tertentu yang merupakan bataswaktu bagi Wajib Retribusi untuk memanfaatkan jasa danperizinan tertentu dari Pemerintah Daerah yang bersangkutan.Memfasilitasi: Upaya memberdayakan Daerah Otonom melaluipemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, arahan, dan supervisi.METODE A (Metode Rata-rata): Metode yang membandingkanbesaran/nilai tiap daerah terhadap nilai rata-rata keseluruhandaerah. Semakin dekat dengan nilai rata-rata tertimbangkeseluruhan daerah induknya semakin besar nilai skornya, yangberarti kesenjangan antar daerah semakin berkurang.METODE B (Metode Distribusi): Metode rata-rata yangmempertimbangkan distribusi data. Perhitungan skor dengan
  59. 59. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH55metode ini disesuaikan dengan kemencengan dan keruncingankurva sebaran data.METODE C (Metode Kuota): Metode yang menggunakan angkatertentu sebagai kuota Penentuan scoring. Metode ini ditetapkanpada data jumlah.penduduk dan untuk daerah perkotaan saja,misalnya semakin mendekati 150.000 jiwa semakin tinggi nilaiskornya.Migran Lokal Kota: Penduduk migran risen yang tempat tinggalnya saatlima tahun sebelum survei masih di wilayah kota.Migran Luar Kota: Penduduk migran risen yang tempat tinggalnya saatlima tahun sebelum survei berada di luar wilayah kota. Migranluar kota dikelompokkan menjadi dua, yaitu: a) dari perkotaanjika desa/kelurahan tempat tinggalnya 5 tahun yang lalu termasukklasifikasi daerah perkotaan; b) dari pedesaan jikadesa/kelurahan tempat tinggalnya 5 tahun yang lalu termasukklasifikasi daerah pedesaan.Migran Risen: Mereka yang pernah pindah dalam kurun 5 tahun terakhir(mulai dari 5 tahun sebelum pencacahan). Keterangan inidiperoleh dari pertanyaan tempat tinggal tahun yang lalu dantempat tinggal sekarang. Jika kedua tempat berlainan makadikategorikan sebagai migran risen yang juga merupakan bagiandari migrasi total, hanya saja waktunya dalam kurun 5 tahunterakhir.Migran Semasa Hidup: Mereka yang pindah dari tempat lahir ke tempattinggal sekarang tanpa melihat kapan pindahnya. Dalam teori inimigrasi diperoleh dari keterangan tempat lahir dan tempat tinggalsekarang, jika kedua keterangan ini berbeda maka termasukmigrasi semasa hidup.Migran Total: Mereka yang pernah pindah, sehingga tempat tinggalsebelumnya berbeda dengan tempat tinggal sekarang. Keteranganini diperoleh dari tempat tinggal sebelumnya dan tempat tinggalsekarang. Ada kemungkinan tempat tinggal sebelumnya sama
  60. 60. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH56dengan tempat lahir dan ada juga kemungkinan tidak samasehingga migrasi semasa hidup termasuk migrasi total.Migran: Penduduk yang melakukan perpindahan tempat tinggalmelewati batas wilayah kelurahan/desa dalam kurun waktu limatahun sebelum survei.Misi: Suatu yang harus dilaksanakan oleh instansi pemerintah agar tujuanorganisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Denganpernyataan misi tersebut, diharapkan seluruh pegawai dan pihakyang berkepentingan dapat mengenal instansi pemerintah, danmengetahui peran dan program-programnya serta hasil yang akandiperoleh di masa mendatang.Modal pemerintah/swasta nasional/asing/lainnya: Besarnya modalatau saham perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah/swastanasional/asing/lainnya.Modal ventura: Perusahaan yang melakukan kegiatan pembiayaandalam bentuk penyertaan modal pada suatu perusahaan untukjangka waktu tertentu.Monopoli: Penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang danatau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atausatu kelompok pelaku usaha.
  61. 61. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH57Narapidana: Orang yang dijatuhi hukuman penjara atau kurungan(hukuman badan) berdasarkan putusan pengadilan denganketetapan yang pasti bahwa dijatuhi hukuman tersebut karenatelah terbukti melakukan kejahatan atau pelanggaran. Narapidanadisebut juga sebagai terpidana atau terhukum.NDA: Net Domestic Asset, tagihan bersih otoritas moneter atau sektormoneter kepada sektor swasta domestik. NDA otoritas moneterterdiri dari tagihan bersih kepada pemerintah (NCG), kreditlikuiditas Bank Indonesia (KLBI), bantuan likuiditas BankIndonesia (BLBI), tagihan lainnya, operasi pasar terbuka (OPT),dan lainnya bersih (Net other items/NOI). Sementara itu, NDAsistem moneter terdiri dari tagihan bersih kepada pemerintah (Netclaim on Government/NCG), tagihan kepada sektor usaha, danlainnya bersih (NOI)Nepotisme: Setiap perbuatan Penyelenggara Negara secara melawanhukum yang menguntungkan kepentingan keluarganya dan ataukroninya di atas kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.Neraca Daerah: Neraca yang disusun berdasarkan standar akuntansisecara bertahap sesuai dengan kondisi masing-masingpemerintah.Neraca Pembayaran (Balance of Payments): Suatu daftar transaksi-transaksi intemasional, yang menimbulkan pembayaran berupauang, antara negara-negara yang meliputi perkiraan transaksiberjalan, termasuk di dalamnya perdagangan barang serta jasa-jasa, perkiraan modal yang memuat pos-pos jangka panjang, lalu-lintas mas dan perak, transfer unilateral, berupa hadiah-hadiahpemerintah beberapa negara dan individu-individu. Penerimaantotal negara tersebut serta pembayaran total negara yangbersangkutan harus berimbang apabila dimasukkan hadiah-hadiah, pinjaman-pinjaman, dan perkiraan yang dapatdibayarkan.Nilai Konstruksi: Pekerjaan yang telah diselesaikan secara fisik olehpihak pemborong berdasarkan surat perjanjian atau surat perintah
  62. 62. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH58kerja antara pemilik dengan kontraktor dalam jangka waktutertentu.Nilai kontrak pembiayaan konsumen : Nilai pembiayaan atas barang-barang konsumsi ditambah dengan nilai bunga selama periodekontrak.Nilai kontrak sewa guna usaha : Nilai pembiayaan suatu barang modalyang disewagunausahakan ditambah dengan besarnya bungaselama periode kontrak.Nilai Kontrak: Nilai pekerjaan yang dikerjakan oleh pihak pemborongberdasarkan surat perjanjian, surat perintah kerja antara pihakpemberi pekerjaan (pihak I) dengan penerima pekerjaan (pihakII) dalam jangka waktu tertentu dan jumlah biaya tertentu.Proyek yang dikerjakan dibedakan menjadi empat menurutpelaksanaannya.Nilai pekerjaan yang diselesaikan: Seluruh biaya yang dikeluarkanuntuk pekerjaan suatu proyek/pekerjaan termasuk keuntunganperusahaan selama periode waktu survei.Nilai pembiayaan anjak piutang : Nilai pembelian piutang yang telahdisetujui kedua belah pihak antara klien dan perusahaan factoringyang dinyatakan dalam suatu perjanjian kontrak. Nilaipembiayaan umumnya lebih kecil dari nilai piutang yangdialihkan, karena diperhitungkan faktor bunga dan risikokelancaran pembayaran.Nilai pembiayaan sewa guna usaha : Jumlah nilai perolehan barangmodal setelah dikurangi dengan besarnya uang muka yangdibayar oleh pihak penyewa guna usaha.Nilai pengalihan piutang : Nilai hutang yang harus ditagih perusahaanfactoring kepada customer.Nilai penyertaan modal : Nilai penyertaan modal (saham) perusahaanmodal ventura yang diserahkan kepada pasangan usahanya.
  63. 63. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH59Nilai perolehan barang modal : Nilai pembelian barang modal yangdisewagunakan, termasuk biaya tambahan yang dikenakan atasbarang tersebut, seperti premi asuransi dan biaya meterai.Nilai Produksi: Perkiraan nilai di tingkat petani. Apabila petani menjualhasil pertaniannya di pasar maka nilai penjualan harus dikurangidengan ongkos membawa ke pasar (pemasaran).Nilai sisa/simpanan jaminan : Nilai sisa dari suatu barang yangdisewagunausahakan setelah habis masa kontraknya, dikurangidengan besarnya nilai simpanan jaminan.Nilai Tambah Bruto Konstruksi: Nilai tambah bruto sektor konstruksiyang dihitung menggunakan pendapatan arus barang. Menurutpendekatan itu, output sektor konstruksi diperhitungkan samadengan semua pengeluaran untuk mendirikan suatu bangunan.Sebagian besar dari pengeluaran itu untuk bahan-bahanbangunan. Nilai tambah bruto dihitung berdasarkan suatu ratioterhadap bahan-bahan yang digunakan untuk bangunan.NIM: Net Interest margin,selisih nominal antara pendapatan bungadengan biaya bunga Net worth merupakan jumlah dari modaldisetor, cadangan modal, laba tahun lalu dan laba tahun berjalan.NIR: Net International Reserve, tagihan bersih otoritas moneter kepadasektor luar negeri yang terdiri dari liquid reserve (sepertisecurities, foreign deposit, gold, bank notes), dan other reserves(seperti export drafts). NIR sering disebut sebagai cadangandevisa bersih PemerintahNV/CV/Firma : Bentuk badan hukum perusahaan perorangan yangmodalnya dimiliki oleh beberapa orang dan digunakan untukmenjalankan usaha bersama dengan tujuan untuk memperolehkeuntungan. Bentuk badan hukum ini disahkan oleh notaris.Non Bank: Badan usaha selain Bank, meliputi Asuransi, Pegadaian danKoperasi.
  64. 64. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH60Norma: Aturan atau ketentuan yang mengikat sebagai panduan danpengendali dalam melakukan kegiatan.NPLs: Non performing loans, kredit-kredit yang tergolong non lancardengan kualitas Kurang Lancar, Diragukan atau Macetberdasarkan ketentuan Bank Indonesia tentang Kualitas AktivaProduktif.
  65. 65. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH61Obyek wisata: Tempat rekreasi yang mempunyai daya tarik secaraalamiah maupun buatan manusia yang memberikan penerimaanbaik langsung maupun tidak langsung bagi Pemerintah Daerah.Ombudsman Nasional: Lembaga pengawasan masyarakat yangberasaskan Pancasila dan bersifat mandiri, serta berwenangmelakukan klarifikasi, monitoring atau pemeriksaan atas laporanmasyarakat mengenai penyelenggaraan negara khususnyapelaksanaan oleh aparatur pemerintahan termasuk lembagaperadilan terutama dalam memberikan pelayanan kepadamasyarakat.Organisasi Kemasyarakatan: Organisasi masyarakat yang mempunyaitujuan tertentu di bidang sosial dan kemasyarakatan.Otonomi Daerah: Kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur danmengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsasendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturanperundang-undangan.Otonomi Luas: Keleluasaan Daerah untuk menyelenggarakanpemerintahan yang mencakup kewenangan semua bidangpemerintahan, kecuali kewenangan di bidang politik luar negeri,pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, sertakewenangan bidang lainnya yang akan ditetapkan denganPeraturan Pemerintah.Otonomi Nyata: Keleluasaan Daerah untuk menyelenggarakankewenangan pemerintahan di bidang tertentu yang secara nyataada dan diperlukan serta tumbuh, hidup, dan berkembang diDaerah.Otonomi yang bertanggung jawab: Perwujudan pertanggungjawabansebagai konsekuensi pemberian hak dan kewenangan kepadaDaerah dalam wujud tugas dan kewajiban yang harus dipikuloleh Daerah dalam mencapai tujuan pemberian otonomi, berupapeningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yangsemakin baik, pengembangan kehidupan demokrasi, keadilan,
  66. 66. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH62dan pemerataan, serta pemeliharaan hubungan yang serasi antaraPusat dan Daerah serta antar-Daerah dalam rangka menjagakeutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  67. 67. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH63PAD: Pendapatan Asli Daerah, pendapatan yang berasal dari hasil PajakDaerah, Retribusi Daerah, Perusahaan Milik Daerah danpengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lainpendapatan asli daerah yang sah.Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor: Pajak atas bahan bakaryang disediakan atau dianggap digunakan untuk kendaraanbermotor, termasuk bahan bakar yang digunakan untukkendaraan diatas air.Pajak Daerah: Iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badankepada Daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang, yangdapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundangan yangberlaku, yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraanpemerintahan Daerah dan pembangunan Daerah.Pajak Dalam Negeri: Semua penerimaan Negara yang berasal dari PajakPenghasilan, Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan PajakPenjualan atas Barang Mewah, Pajak Bumi dan Bangunan, BeaPerolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, cukai, dan pajaklainnya.Pajak Hiburan: Pajak atas penyelenggaraan hiburan. Hiburan: Semuajenis pertunjukan, permainan, permainan ketangkasan, dan/ataukeramaian dengan nama dan bentuk apapun, yang ditonton ataudinikmati oleh setiap orang dengan dipungut bayaran, tidaktermasuk penggunaan fasilitas untuk berolah raga.Pajak Hotel: Pajak atas pelayanan hotel. Hotel: Bangunan yang khususdisediakan bagi orang untuk dapat menginap/istirahat,memperoleh pelayanan, dan/atau fasilitas lainnya dengandipungut bayaran, termasuk bangunan lainnya yang menyatu,dikelola dan dimiliki oleh pihak yang sama, kecuali untukpertokoan dan perkantoran.Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air: Pajak ataskepemilikan dan/atau penguasaan kendaraan bermotor dankendaraan diatas air.
  68. 68. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH64Pajak langsung: Pungutan pemerintah yang berkenaan denganpendapatan bersih dari seseorang atau perusahaan, seperti pajakperseroan, yaitu pungutan pemerintah atas keuntunganperusahaan yang disetor ke kas negara secara teratur. Pajaklangsung dibagi menjadi empat kelompok, yaitu:1. pajak perseroan minyak;2. pajak perseroan selain minyak/pajak penghasilan;3. pajak pendapatan, yang terdiri dari:a. pajak rumah tangga;b. pajak balik nama;c. setengah dari pajak kendaraan;d. pajak perponding;e. pajak bangsa asing;f. opsen atas pajak kekayaan;g. pajak anjing;h. pajak jalan.2. Pajak langsung lainnya, yang terdiri dari:a. delapan puluh satu persen dari pajak lainnya pemerintahpusat;b. sepertiga dari pajak bumi dan bangunan;c. lima puluh persen dari pajak lainnya yang diambil daridaftar keuangan pemerintah daerah;d. dua puluh persen dari penerimaan rutin lainnya untukpenerimaan daerah.Pajak Parkir: Pajak yang dikenakan atas penyelenggaraan tempat parkirdiluar badan jalan oleh orang pribadi atau badan, baik yangdisediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yangdisediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempatpenitipan kendaraan bermotor dan garasi kendaraan bermotoryang memungut bayaran.Pajak Penerangan Jalan: Pajak atas penggunaan tenaga listrik, denganketentuan bahwa di wilayah Daerah tersebut tersedia peneranganjalan, yang rekeningnya dibayar oleh Pemerintah Daerah.
  69. 69. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH65Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C: Pajak atas kegiatanpengambilan bahan galian Golongan C sesuai dengan peraturanperundang-undangan yang berlaku.Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan AirPermukaan: Pajak atas pengambilan dan pemanfaatan air bawahtanah dan/atau air permukaan untuk digunakan bagi orang pribadiatau badan, kecuali untuk keperluan dasar rumah tangga danpertanian rakyat.Pajak Penghasilan orang pribadi dalam negeri: Pajak Penghasilanyang terutang oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeriberdasarkan ketentuan Pasal 25 dan Pasal 29 Undang-undangNomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimanatelah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undangNomor 17 Tahun 2000, kecuali pajak atas penghasilansebagaimana diatur dalam Pasal 25 ayat (8).Pajak Penghasilan Pasal 21: Pajak Penghasilan yang dipotong olehpemberi kerja atas penghasilan yang dibayarkan kepada WajibPajak orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan pekerjaanatau jabatan, jasa dan kegiatan yang dilakukan berdasarkanketentuan Pasal 21 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentangPajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubahterakhir dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000,termasuk Pajak Penghasilan Pasal 21 yang bersifat final dansetoran akhir tahun.Pajak Perdagangan Internasional: Semua penerimaan Negara yangberasal dari bea masuk dan pungutan (pajak) ekspor.Pajak Reklame: Pajak atas penyelenggaraan reklame. Reklame: Benda,alat, perbuatan atau media yang menurut bentuk dan corakragamnya untuk tujuan komersial, dipergunakan untukmemperkenalkan, menganjurkan atau memujikan suatu barang,jasa atau orang, ataupun untuk menarik perhatian umum kepadasuatu barang, jasa atau orang yang ditempatkan atau dapat dilihat,dibaca, dan/atau didengar dari suatu tempat oleh umum kecualiyang dilakukan oleh Pemerintah.
  70. 70. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH66Pajak Restoran: Pajak atas pelayanan restoran. Restoran: Tempatmenyantap makanan dan/atau minuman yang disediakan dengandipungut bayaran, tidak termasuk usaha jasa boga atau catering.Pajak tak langsung: Pajak yang dipungut pemerintah melalui konsumenberkenaan dengan barang dan jasa yang diproduksi, dijual,dikirim, atau digunakan. Umumnya pajak tak langsung tersebutdibebankan pada biaya produksi dari barang dan jasa yangbersangkutan. Dalam neraca ini pajak tak langsung di bagimenjadi 3 kelompok, yaitu:1. pajak impor;2. pajak barang-barang produksi dalam negeri;3. pajak tak langsung lainnya.Yang termasuk dalam masing-masing kelompok di atas:1. Pajak impor terdiri dari:a. pajak penjualan barang impor;b. bea masuk2. Pajak barang-barang produksi dalam negeri terdiri dari:a. pajak penjualan;b. cukai;c. pajak ekspor;d. pendapatan penjualan minyak dalam negeri;e. setengah (50 persen) dari pajak kendaraan bermotor;f. pajak radio;g. pajak pengusahaan hasil hutan;h. pajak izin penangkapan ikan;i. pajak tontonan;j. pajak pembangunan;k. pajak pemotongan hewan;l. pajak reklame;m. pajak minuman keras;n. pajak registrasi perusahaan;o. pungutan desa.p. Pajak tak langsung lainnya terdiri dari:q. sembilan belas persen dari pajak lainnya untukpemerintah pusat;r. lima puluh persen dari pajak tak langsung lainnya yangdiambil dari daftar keuangan pemerintah daerah;
  71. 71. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH67s. tiga puluh persen dari penerimaan rutin lainnya untukpenerimaan daerah;t. duapertiga dari pajak bumi dan bangunan.Pajak tak langsung neto: Pajak tak langsung dikurangi dengan subsidi.Pajak tak langsung yang dibayar pemerintah hanya pajak atauretribusi atas kegiatan di sektor real estate dan pajak atascommodities produced.Pajak yang terutang: Pajak yang harus dibayar pada suatu saat, dalamMasa Pajak, dalam Tahun Pajak, atau dalam bagian Tahun Pajakmenurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakanDaerah.Pangkat: Kedudukan yang menunjukkan tingkat seseorang PegawaiNegeri Sipil berdasarkan jabatannya dalam rangkaian susunankepegawaian dan digunakan sebagai dasar penggajian.Pangsa pasar: Persentase nilai jual atau beli barang atau jasa tertentuyang dikuasai oleh pelaku usaha pada pasar bersangkutan dalamtahun kalender tertentu.Panti Sosial: Tempat penampungan anak yatim piatu (panti asuhan),panti jompo/wreda, dan panti cacat.Parpol: Partai Politik Peserta Pemilihan UmumPasangan Bakal Calon: Bakal calon Kepala Daerah dan bakal calonWakil Kepala Daerah yang dipilih dan ditetapkan oleh frasimelalui penyaringan sebagai pasangan bakal calon ataspersetujuan yang bersangkutan.Pasangan Calon: Pasangan bakal calon Kepala Daerah dan bakal calonWakil Kepala Daerah yang ditetapkan menjadi pasangan calonKepala Daerah dan calon Wakil Kepala Daerah oleh pimpinanDPRD dan pimpinan Fraksi-fraksi setelah melalui proses Seleksimengenai visi, misi serta rencana kebijakan.
  72. 72. KAMUS ISTILAH OTONOMI DAERAH68Pasangan usaha modal ventura : Perusahaan yang memperolehpenyertaan modal sebagai mitra usaha dari perusahaan modalventura.Pasar: 1) Lembaga ekonomi di mana para pembeli dan penjualbaik secara langsung maupun tidak langsung dapatmelakukan transaksi perdagangan barang dan atau jasa. 2)Prasarana fisik yang khusus dibangun untuk tempatpertemuan antara penjual dan Pembeli barang dan jasa,biasanya aktivitasnya rutin dilakukan setiap hari.Payment Systems: Suatu kumpulan peraturan, lembaga, serta prosedurdalam transfer dana (uang) ---merupakan bagian integral darisistem moneter dalam suatu perekonomian.PDAM: Perusahaan Daerah Air MinumPDRB per kapita: Nilai PDRB atas dasar harga berlaku dibagi jumlahpenduduk di suatu daerah.PDRB sektor non primer: PDRB di luar sektor sumber daya alam.PDRB sektor sumber daya alam: PDRB dari sektor minyak dan gasalam, pertambangan umum, kehutanan dan perikanan.PDRB: Jumlah nilai tambah bruto Seluruh sektor kegiatan ekonomi yangterjadi/muncul di suatu daerah pada periode tertentu.PDS: Penerimaan daerah sendiri, seluruh penerimaan daerah yang berasaldari pendapatan asli daerah, bagian daerah dari penerimaan pajakbumi dan bangunan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan,penerimaan dari sumber daya alam.Pedoman: Acuan yang bersifat umum yang harus dijabarkan lebih lanjutdan dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuanDaerah setempat.Pegawai Negeri Sipil Daerah: Pegawai Negeri Sipil Daerah Propinsi/Kabupaten/ Kota yang gajinya dibebankan pada Anggaran

×