Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
dadang-solihin.blogspot.com 2
dadang-solihin.blogspot.com 3
44
Materi
• Analisa SWOT
• Balanced Scorecard
• Indikator Kinerja
• Menggabungkan M&E ke dalam
Siklus Manajemen Pembangunan
•...
dadang-solihin.blogspot.com 6
Prime Minister Office
Visi:
“Menjadi Lembaga yang Profesional dan
Modern yang selalu Siap dalam Mendukung
Kinerja Perdana ...
dadang-solihin.blogspot.com 8
Threats
(Ancaman)
Weaknesses
(Kelemahan)
Strengths
(Kekuatan)
Strategi ST
Gunakan kekuatan
u...
dadang-solihin.blogspot.com 9
Weaknesses
(Kelemahan)
Strengths
(Kekuatan)
Faktor internal yang
mendukung
pencapaian Visi/M...
dadang-solihin.blogspot.com 10
No Variabel NU BF NUxBF
1 Memiliki SDM yang berkualitas tinggi 5 35 175
2 Memiliki asas leg...
dadang-solihin.blogspot.com 11
No Variabel NU BF NUxBF
1 Sarana Wi-fi kurang kuat dan kurang
menjangkau area yg lebih luas...
dadang-solihin.blogspot.com 12
Faktor eksternal yang
memberikan manfaat
dalam pencapaian
Visi/Misi
Faktor eksternal yang
m...
dadang-solihin.blogspot.com 13
No Variabel NU BF NUxBF
1 Tersedianya bea siswa baik DN maupun
LN, baik degree maupun non-d...
dadang-solihin.blogspot.com 14
No Variabel NU BF NUxBF
1 Kurangnya transfer of know-how dari
para konsultan lembaga
intern...
dadang-solihin.blogspot.com 15
1. Strategi SO  S + O = 375 + 325 = 700
2. Strategi WO  W + O = 330 + 325 = 655
3. Strate...
dadang-solihin.blogspot.com 16
1. Strategi SO Gunakan Kekuatan untuk
memanfaatkan Peluang
2. Strategi WO Atasi Kelemahan d...
1. Memiliki SDM yang
berkualitas tinggi
2. Memiliki asas legal yang kuat
3. Memiliki anggaran yang
cukup
4. Didukung oleh ...
dadang-solihin.blogspot.com 18
dadang-solihin.blogspot.com 19
Balanced Scorecard
(BSC)
 Kartu yang digunakan untuk mencatat
skor hasil kinerja suatu org...
dadang-solihin.blogspot.com 20
Kartu Skor
(Scorecard)
Visi, Misi, dan Sasaran Strategis
• Visi merupakan pernyataan yang berisi gambaran keadaan
organisasi yang ingin dicapai d...
Peta Strategi
• Peta strategi merupakan suatu dashboard (panel instrument) yang
memetakan SS organisasi dalam suatu kerang...
Strategy Map PM Office
Financial
Perspectives
Learning &
Growth
Internal
Business
Process
Customers
Prespectives
Stakehold...
Strategy Map
Financial
Perspectives
Learning &
Growth
Internal
Business
Process
Customers
Prespectives
Stakeholders
Prespe...
Cascading dan Alignment
PMO Wide
25
PMO One
PMO One
PMO Two PMO Two
PMO Two PMO Two
dadang-solihin.blogspot.com
dadang-solihin.blogspot.com 26
 Indikator adalah variabel-variabel yang mengindikasi atau memberi
petunjuk kepada kita tentang suatu keadaan tertentu, s...
Pengertian Kinerja
 Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu
kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudka...
Pengertian Indikator Kinerja
 Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan
ukuran kuantitatif atau kualitat...
Fungsi Indikator Kinerja
• Memperjelas tentang; what, how, who, and when suatu kegiatan
dilaksanakan
• Menciptakan konsens...
Kedudukan Indikator Kinerja
dadang-solihin.blogspot.com 31
Perencanaan Pelaksanaan
monitoring dan
Evaluasi
Indikator
Kiner...
Kriteria Penyusunan Indikator Kinerja
1. Relevant: indikator terkait secara logis dan langsung dengan tugas
institusi, ser...
Kriteria Penyusunan Indikator Kinerja
– Indikator Kualitas menggambarkan kondisi atau keadaan
tertentu yang ingin dicapai ...
Kriteria Penyusunan Indikator Kinerja
5. Reliable: indikator yang digunakan akurat dan dapat mengikuti
perubahan tingkatan...
Logic Model Theory
dadang-solihin.blogspot.com 35
Hasil pembangunan yang
diperoleh dari pencapaian
outcome
Apa yang ingin
...
Indikator Kinerja INPUT
• Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana),
SDM, peralatan, material, dan ...
Indikator Kinerja OUTPUT
• Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu
kegiatan apabila tolok ukur ...
Indikator Kinerja OUTCOME
• Pengukuran indikator Hasil seringkali rancu dengan pengukuran
indikator Keluaran.
• Indikator ...
Contoh:
Ukuran Kinerja Indikator Outcome
• Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan
– Tingkat Pemahaman peserta terhadap mat...
Indikator Kinerja IMPACT
• Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang
diperoleh dari hasil k...
41dadang-solihin.blogspot.com
dadang-solihin.blogspot.com 42
Kedudukan Monev dalam
Perencanaan
Perencanaan harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:
1. Tujuan akhir yang dikehe...
Definisi Monitoring
• Monitoring secara umum dapat diartikan
sebagai fungsi manajemen yang dilakukan
pada saat kegiatan se...
Definisi Evaluasi
• Proses menentukan nilai atau pentingnya
suatu kegiatan, kebijakan, atau program.
• Sebuah penilaian ya...
46
Jenis Evaluasi
menurut waktu pelaksanaan
Tahap Perencanaan (ex-ante):
 dilakukan sebelum ditetapkannya rencana pembang...
Mengapa Perlu Monev
• Review perkembangan/progress
• Identifikasi masalah dalam perencanan dan/atau implementasi
• Membuat...
dadang-solihin.blogspot.com 48
Evaluasi Memberikan Informasi mengenai:
 Strategi
Apakah yang dilakukan sudah benar?
 Ope...
Perbedaan Monitoring dan Evaluasi
Aspek Monitoring Evaluasi
Tujuan Menilai kemajuan dalam
pelaksanaan program yang
sedang ...
Fokus Monev
• monitoring dan evaluasi dapat digunakan sebagai pembelajaran dari
apa yang telah dilakukan dan bagaimana hal...
Pertanyaan Kunci Monitoring
1. Masalah apa yang timbul ?
2. Apakah proyek berjalan sesuai jadwal ?
3. Apakah proyek mengha...
Tujuan Monitoring
1. Mengkaji apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai
dengan rencana
2. Mengidentifikasi m...
Tujuan Evaluasi
• Tujuan etis. Memberikan laporan pada pemimpin politik (kepala
daerah) dan masyarakat tentang bagaimana s...
Jenis Evaluasi
1. Evaluasi Formatif
– Evaluasi yang fokus pada kinerja yang lebih baik (kebijakan,
program atau kegiatan)....
Jenis Evaluasi
3. Evaluasi Prospektif.
– Evaluasi prospektif fokus pada pertanyaan:
• Apakah kebijakan, program, atau kegi...
56
Jenis Evaluasi
menurut tujuan
• Evaluasi proses:
Mengkaji bagaimana program berjalan dengan fokus
pada masalah penyampa...
Tipe Evaluator
1. Evaluator Internal
– Mengetahui lebih banyak tentang sejarah, organisasi, budaya,
problem, keberhasilan ...
Evaluasi Internal dan External
Kelebihan Kekurangan
Evaluasi
Internal
• Evaluator cukup mengenal dengan
lingkungan yang di...
Tahapan Evaluasi
1. Menetapkan apa yang akan dievaluasi
– Identifikasi program/kegiatan/objek yang akan dievaluasi
– Jelas...
Tahapan Evaluasi
3. Pengumpulan data
– Identifikasi informasi
– Pilih instrumen dalam mendapatkan informasi
– Pilot test u...
Perbedaan Pendekatan Evaluasi
Pendekatan Tujuan Utama Fokus Pertanyaan Metodologi
Goal-based Menilai pencapaian
tujuan dan...
Sistem Evaluasi
dadang-solihin.blogspot.com 62
Terdapat tiga aspek dalam sistem evaluasi:
1. Perencanaan evaluasi
2. Pelak...
Perencanaan Evaluasi
1. Melakukan penilaian kesiapan yaitu sebuah kerangka kerja
analitis
untuk menilai kemampuan dari org...
Perencanaan Evaluasi
3. Pemilihan indikator kunci untuk memantau hasil
– indikator diperlukan untuk memenuhi tuntutan masy...
Pelaksanaan Evaluasi
1. Monitoring hasil
– Terpilah dua yaitu monitoring dan Evaluasi (P & E) hasil
(terhadap hasil dan da...
Pemanfaatan Hasil Evaluasi
1. Pemanfaatan temuan
– Sistem Monev menghasilkan dan menyampaikan informasi
berbasis hasil kep...
Kondisi Saat Ini dan Harapan Ke Depan
dadang-solihin.blogspot.com 67
 Monev hanya untuk kepentingan
instansi/lembaga lain...
68
Kerangka Konseptual Evaluasi
• Menjadi bagian dari desain program
• Perencanaan yg baik sejak awal
• Dukungan dari pema...
Kriteria Evaluasi
dadang-solihin.blogspot.com 69
 Relevansi Sejauh mana kegiatan sejalan dengan prioritas
dan kebijakan
...
70dadang-solihin.blogspot.com
Prioritas Nasional 2010-2014
1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola
2 Pendidikan
3 Kesehatan
4 Penanggulangan Kemiskinan
5 ...
Kerangka Evaluasi Capaian RPJMN 2010-2014
dadang-solihin.blogspot.com 72
MISI 1
Melanjutkan Pembangunan menuju Indonesia yang Sejahtera
• Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan dari 4,6 persen...
Misi 2
Memperkuat Pilar Demokrasi
• Jika dilihat dari angka Indeks Demokrasi Indonesia (IDI), kualitas
demokrasi Indonesia...
Misi 3
Memperkuat Dimensi Keadilan di Semua Bidang
• Skor Indeks Persepsi Korupsi adalah 32 pada tahun 2013, meningkat dar...
CAPAIAN MISI 1:
Melanjutkan Pembangunan Menuju Indonesia yang Sejahtera
dadang-solihin.blogspot.com 76
Tingkat pengangguran menurun, namun perlu pertumbuhan ekonomi yang lebih
tinggi dan berkualitas untuk penyediaan lapangan ...
Neraca perdagangan nonmigas surplus sebesar USD8,6 milyar, sedangkan neraca
perdagangan migas mengalami defisit sebesar US...
Indikator Pertanian
0.0
10.0
20.0
30.0
40.0
50.0
60.0
70.0
80.0
2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013
JutaTon
...
Indikator Kesehatan
Angka Kematian Ibu, Bayi dan kekurangan Gizi
INDIKATOR
STATU
S
AWAL
TARGET
2014
1. Angka kematian Ibu ...
Indikator Pendidikan
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
SMA SMK SMA SMK
Public Private
students
Student
Teacher Ratio
Student
Cla...
Capaian Misi 2:
Memperkuat Pilar-Pilar Demokrasi
dadang-solihin.blogspot.com 82
Sumber : idi 2009-2010-2011-2012
Indikator Politik
Indeks Demokrasi Indonesia
dadang-solihin.blogspot.com 83
8%
19%
41%
57%
63%
76% 74%
0% 3% 0% 3%
18%
30%
61%
0,70% 0,69% 2,87% 2,97% 5,73%
11,61%
24,94%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
...
Capaian Misi 3:
Memperkuat Dimensi Keadilan di Semua Bidang
dadang-solihin.blogspot.com 85
Keterangan: Keterangan:
Skala 0 - 10, 0 (terkorup) - 10 (terbersih) Tahun 2012 terjadi perubahan skala
Sumber: Transparenc...
Sumber: Asia Competitiveness Institute. Tahun 2013
Indikator Pembangunan Wilayah
Peta Daya Saing Daerah*
*) diukur dengan ...
KESENJANGAN ANTARWILAYAH
Wilayah Sumatera
Share PDRB thdp 33 Prov 23,77%
Pertumb. Ekonomi 8.21%
PDRB/kapita (Juta Rp) 30,5...
89dadang-solihin.blogspot.com
Analisa SWOT, Balanced Scorecard, dan Perumusan Indikator Kinerja Pembangunan
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Analisa SWOT, Balanced Scorecard, dan Perumusan Indikator Kinerja Pembangunan

5,690 views

Published on

Prime Minister Office Republica Democratica de Timor-Leste di NAM Center Hotel-Jakarta, 19 November 2014

Published in: Education
  • Pak Dadang yang saya hormati, izin share slide mengenai indikator kinerja pembangunannya ya pak untuk keperluan kajian dan diskusi. terimakasih, salam,,
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Analisa SWOT, Balanced Scorecard, dan Perumusan Indikator Kinerja Pembangunan

  1. 1. dadang-solihin.blogspot.com 2
  2. 2. dadang-solihin.blogspot.com 3
  3. 3. 44
  4. 4. Materi • Analisa SWOT • Balanced Scorecard • Indikator Kinerja • Menggabungkan M&E ke dalam Siklus Manajemen Pembangunan • Kedudukan Monev dalam Perencanaan • Definisi Monitoring dan Evaluasi • Indikator Capaian RPJMN 2010- 2014 5dadang-solihin.blogspot.com
  5. 5. dadang-solihin.blogspot.com 6
  6. 6. Prime Minister Office Visi: “Menjadi Lembaga yang Profesional dan Modern yang selalu Siap dalam Mendukung Kinerja Perdana Menteri” dadang-solihin.blogspot.com 7
  7. 7. dadang-solihin.blogspot.com 8 Threats (Ancaman) Weaknesses (Kelemahan) Strengths (Kekuatan) Strategi ST Gunakan kekuatan untuk menghindari atau mengatasi ancaman Strategi WT Minimalkan kelemahan dan hindari ancaman Strategi WO Atasi kelemahan dengan memanfaatkan peluang Strategi SO Gunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang Opportunities (Peluang) INTERNAL EKSTERNAL
  8. 8. dadang-solihin.blogspot.com 9 Weaknesses (Kelemahan) Strengths (Kekuatan) Faktor internal yang mendukung pencapaian Visi/Misi Faktor internal yang tidak mendukung pencapaian Visi/Misi
  9. 9. dadang-solihin.blogspot.com 10 No Variabel NU BF NUxBF 1 Memiliki SDM yang berkualitas tinggi 5 35 175 2 Memiliki asas legal yang kuat 4 25 100 3 Memiliki anggaran yang cukup 3 25 75 4 Didukung oleh Sarpras yang memadai 1 5 5 5 Memiliki Job Des yang jelas 2 10 20 Jumlah 100 375
  10. 10. dadang-solihin.blogspot.com 11 No Variabel NU BF NUxBF 1 Sarana Wi-fi kurang kuat dan kurang menjangkau area yg lebih luas 2 15 30 2 Komunikasi antara pegawai kurang terjalin dgn baik 3 20 60 3 Kenaikan promosi jenjang karier belum jelas 1 15 15 4 Perencanaan program belum pas 4 25 100 5 Peningkatan kualitas SDM kurang disesuaikan dengan perkembangan dunia internasional 5 25 125 Jumlah 100 330
  11. 11. dadang-solihin.blogspot.com 12 Faktor eksternal yang memberikan manfaat dalam pencapaian Visi/Misi Faktor eksternal yang menghalangi pencapaian Visi/Misi Threats (Ancaman) Opportunities (Peluang)
  12. 12. dadang-solihin.blogspot.com 13 No Variabel NU BF NUxBF 1 Tersedianya bea siswa baik DN maupun LN, baik degree maupun non-degree 5 25 125 2 Tersedianya tempat2 yang baik untuk retreat dalam rangka meningkatkan komunikasi antar pegawai 2 15 30 3 Banyaknya perusahaan2 dan konsultan telekomunikasi tingkat dunia 1 15 15 4 Adanya perencanaan dan anggaran secara nasional jelas untuk mendukung operasional kantor PM 4 20 80 5 Banyaknya lembaga2 dan konsultan internasional yang membantu pembangunan Timor Leste 3 25 75 Jumlah 100 325
  13. 13. dadang-solihin.blogspot.com 14 No Variabel NU BF NUxBF 1 Kurangnya transfer of know-how dari para konsultan lembaga internasional 5 30 150 2 Terbatasnya jumlah perusahaan operator IT di Timor Leste 2 10 20 3 Kurang tepatnya pemberian dan penempatan lulusan bea siswa DN/LN 4 25 100 4 Kurangnya pemahaman terhadap peraturan yang berlaku 3 25 75 5 Masih ada LSM yang belum sejalan dengan program pemerintah 1 5 5 Jumlah 100 350
  14. 14. dadang-solihin.blogspot.com 15 1. Strategi SO  S + O = 375 + 325 = 700 2. Strategi WO  W + O = 330 + 325 = 655 3. Strategi ST  S + T = 375 + 350 = 725 4. Strategi WT  W + T = 330 + 350 = 680
  15. 15. dadang-solihin.blogspot.com 16 1. Strategi SO Gunakan Kekuatan untuk memanfaatkan Peluang 2. Strategi WO Atasi Kelemahan dengan memanfaatkan Peluang 3. Strategi ST Gunakan Kekuatan untuk menghindari atau mengatasi Ancaman 4. Strategi WT Minimalkan Kelemahan dan hindari Ancaman
  16. 16. 1. Memiliki SDM yang berkualitas tinggi 2. Memiliki asas legal yang kuat 3. Memiliki anggaran yang cukup 4. Didukung oleh Sarpras yang memadai 5. Memiliki Job Des yang jelas dadang-solihin.blogspot.com 17 6. Kurangnya transfer of know- how dari para konsultan lembaga internasional 7. Terbatasnya jumlah perusahaan operator IT di Timor Leste 8. Kurang tepatnya pemberian dan penempatan lulusan bea siswa DN/LN 9. Kurangnya pemahaman terhadap peraturan yang berlaku 10. Masih ada LSM yang belum sejalan dengan program pemerintah
  17. 17. dadang-solihin.blogspot.com 18
  18. 18. dadang-solihin.blogspot.com 19 Balanced Scorecard (BSC)  Kartu yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja suatu organisasi atau skor individu.  Kartu skor dapat digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan di masa depan.  Melalui kartu skor, skor yang hendak diwujudkan organisasi/individu di masa depan dibandingkan dengan hasil kinerja sesungguhnya.  Hasil perbandingan ini digunakan untuk melakukan evaluasi atas kinerja organisasi/individu yang bersangkutan. Kartu Skor (Scorecard) Berimbang (Balanced)  Dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kinerja organisasi/individu diukur secara berimbang dari aspek: 1. Keuangan dan non keuangan, 2. Jangka pendek dan jangka panjang, 3. Internal dan eksternal.
  19. 19. dadang-solihin.blogspot.com 20 Kartu Skor (Scorecard)
  20. 20. Visi, Misi, dan Sasaran Strategis • Visi merupakan pernyataan yang berisi gambaran keadaan organisasi yang ingin dicapai di masa yang akan datang. Visi menjawab pertanyaan “kita ingin menjadi apa?” • Misi menerangkan cara yang harus dilakukan sebagai wujud penjabaran visi yang telah ditetapkan. • Dalam konsep BSC, visi dan misi yang telah diformulasikan selanjutnya diterjemahkan dalam sejumlah Sasaran Strategis (SS). • SS didefinisikan sebagai pernyataan tentang: – Apa yang ingin dicapai (SS bersifat output/outcome), atau – Apa yang ingin dilakukan (SS bersifat proses), atau – Apa yang seharusnya kita miliki (SS bersifat input). dadang-solihin.blogspot.com 21
  21. 21. Peta Strategi • Peta strategi merupakan suatu dashboard (panel instrument) yang memetakan SS organisasi dalam suatu kerangka hubungan sebab akibat yang menggambarkan keseluruhan perjalanan strategi organisasi. • Peta strategi memudahkan organisasi untuk mengkomunikasikan keseluruhan strateginya kepada seluruh anggota organisasi dalam rangka pemahaman demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi. • Unit organisasi yang menyusun peta strategi adalah unit organisasi yang mendefinisikan visi dan misinya dengan jelas serta memiliki proses manajemen yang lengkap (input/sumber daya, proses internal, dan output/outcome). dadang-solihin.blogspot.com 22
  22. 22. Strategy Map PM Office Financial Perspectives Learning & Growth Internal Business Process Customers Prespectives Stakeholders Prespectives Anggaran yang Cukup Membuat Job Des yang jelas Peningkatan pemahaman terhadap peraturan yang berlaku Meningkatkan kualitas SDM Mengatur pemberian dan penempatan lulusan bea siswa DN/LN Meningkatkan transfer of know- how dari para konsultan lembaga internasional Koordinasi dengan LSM mengenai program2 pemerintah “Menjadi Lembaga yang Profesional dan Modern yang selalu Siap dalam Mendukung Kinerja Perdana Menteri” Mengkoordinasi Kebijakan Politik PM 23 Melaksanakan Dukungan Administrasi
  23. 23. Strategy Map Financial Perspectives Learning & Growth Internal Business Process Customers Prespectives Stakeholders Prespectives 24 BSC dibangun dari studi pengukuran kinerja di sektor bisnis, sehingga yang dimaksud perspektif financial di sini adalah terkait dengan financial sustainability. • Perspektif customer adalah perspektif yang berorientasi pada pelanggan karena merekalah pemakai produk/jasa yang dihasilkan organisasi. • Dengan kata lain, organisasi harus memperhatikan apa yang diinginkan oleh pelanggan. • Perspektif internal business process adalah serangkaian aktivitas yang ada dalam organisasi untuk menciptakan produk/jasa dalam rangka memenuhi harapan pelanggan. • Perspektif ini menjelaskan proses bisnis yang dikelola untuk memberikan layanan dan nilai-nilai kepada stakeholder dan customer. • Perspektif learning & growth adalah perspektif yang menggambarkan kemampuan organisasi untuk melakukan perbaikan dan perubahan dengan memanfaatkan sumber daya internal organisasi. • Kesinambungan suatu organisasi dalam jangka panjang sangat bergantung pada perspektif ini. • Visi
  24. 24. Cascading dan Alignment PMO Wide 25 PMO One PMO One PMO Two PMO Two PMO Two PMO Two dadang-solihin.blogspot.com
  25. 25. dadang-solihin.blogspot.com 26
  26. 26.  Indikator adalah variabel-variabel yang mengindikasi atau memberi petunjuk kepada kita tentang suatu keadaan tertentu, sehingga dapat digunakan untuk mengukur perubahan (Green, 1992). 27dadang-solihin.blogspot.com Pengertian Indikator
  27. 27. Pengertian Kinerja  Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN, 1999:3)  Outcome hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan tujuan stratejik yang ditetapkan organisasi, kepuasan pelanggan serta kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat (Kane dan Johnson, 1995)  Perilaku berkarya, penampilan atau hasil karya. Oleh karena itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional, sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi tergantung pada banyak faktor (Bates dan Holton 1995). dadang-solihin.blogspot.com 28
  28. 28. Pengertian Indikator Kinerja  Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang mengindikasikan pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan KEGUNAAN  dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex-ante), pelaksanaan (on-going), maupun setelahnya (ex-post)  petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran dadang-solihin.blogspot.com 29
  29. 29. Fungsi Indikator Kinerja • Memperjelas tentang; what, how, who, and when suatu kegiatan dilaksanakan • Menciptakan konsensus yang dibangun oleh stakeholders • Membangun dasar pengukuran, analisis, dan evaluasi kinerja program pembangunan dadang-solihin.blogspot.com 30
  30. 30. Kedudukan Indikator Kinerja dadang-solihin.blogspot.com 31 Perencanaan Pelaksanaan monitoring dan Evaluasi Indikator Kinerja KuantitatifKualitatif Sasaran dan Tujuan
  31. 31. Kriteria Penyusunan Indikator Kinerja 1. Relevant: indikator terkait secara logis dan langsung dengan tugas institusi, serta realisasi tujuan dan sasaran strategis institusi; 2. Well-defined: definisi indikator jelas dan tidak bermakna ganda sehingga mudah untuk dimengerti dan digunakan; 3. Measurable: indikator yang digunakan diukur dengan skala penilaian tertentu yang disepakati, dapat berupa pengukuran secara kuantitas, kualitas atau harga. – Indikator Kuantitas diukur dengan satuan angka dan unit – Contoh Indikator Kuantitas: jumlah penumpang internasional yang masuk melalui pelabuhan udara dan pelabuhan laut. dadang-solihin.blogspot.com 32 1/3
  32. 32. Kriteria Penyusunan Indikator Kinerja – Indikator Kualitas menggambarkan kondisi atau keadaan tertentu yang ingin dicapai (melalui penambahan informasi tentang skala/tingkat pelayanan yang dihasilkan) – Contoh Indikator Kualitas: Proporsi kedatangan penumpang internasional yang diproses melalui imigrasi dalam waktu 30 menit. – Indikator Harga mencerminkan kelayakan biaya yang diperlukan untuk mencapai sasaran kinerja. – Contoh Indikator Harga: Biaya pemrosesan imigrasi per penumpang. 4. Appropriate: indikator yang dipilih harus sesuai dengan upaya peningkatan pelayanan/kinerja dadang-solihin.blogspot.com 33 2/3
  33. 33. Kriteria Penyusunan Indikator Kinerja 5. Reliable: indikator yang digunakan akurat dan dapat mengikuti perubahan tingkatan kinerja; 6. Verifiable: memungkinkan proses validasi dalam sistem yang digunakan untuk menghasilkan indikator; 7. Cost-effective: kegunaan indikator sebanding dengan biaya pengumpulan data. dadang-solihin.blogspot.com 34 3/3
  34. 34. Logic Model Theory dadang-solihin.blogspot.com 35 Hasil pembangunan yang diperoleh dari pencapaian outcome Apa yang ingin diubahDAMPAK Manfaat yang diperoleh dalam jangka menengah untuk beneficieries tertentu sebagai hasil dari output Apa yang ingin dicapai OUTCOME Produk/barang/jasa akhir yang dihasilkan Apa yang dihasilkan (barang) atau dilayani (jasa) OUTPUT Proses/kegiatan menggunakan input menghasilkan output yang diinginkan Apa yang dikerjakan KEGIATAN Sumberdaya yang memberikan kontribusi dalam menghasilkan output Apa yang digunakan dalam bekerja INPUT Metode Pelaksanaan MetodePenyusunan Sumber : Framework for Managing Programme Performance Information, National Treasury, Republic of South Africa, May 2007
  35. 35. Indikator Kinerja INPUT • Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan. • Dengan meninjau distribusi sumberdaya dapat dianalisis apakah alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan rencana stratejik yang ditetapkan Contoh: • Jumlah dana yang dibutuhkan • Tenaga yang terlibat • Peralatan yang digunakan • Jumlah bahan yang digunakan dadang-solihin.blogspot.com 36
  36. 36. Indikator Kinerja OUTPUT • Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan baik dan terukur. • Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan instansi. Contoh: • Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan – Jumlah orang yang diimunisasi/ vaksinasi – Jumlah permohonan yang diselesaikan – Jumlah pelatihan/ peserta pelatihan – Jumlah jam latihan dalam sebulan • Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan – Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli – Jumlah komputer yang dibeli – Jumlah gedung/jembatan yg dibangun – meter panjang jalanyang dibangun/rehab dadang-solihin.blogspot.com 37
  37. 37. Indikator Kinerja OUTCOME • Pengukuran indikator Hasil seringkali rancu dengan pengukuran indikator Keluaran. • Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output. Walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu secara outcome kegiatan telah tercapai. • Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak. • Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah hasil yang telah diperoleh dalam bentuk output memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat. dadang-solihin.blogspot.com 38
  38. 38. Contoh: Ukuran Kinerja Indikator Outcome • Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan – Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan – tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer) – kemenangan tim dlm setiap pertandingan • Peningkatan langsung hal-hal yg positif – kenaikan prestasi kelulusan siswa – peningkatan daya tahan bangunan – Penambahan daya tampung siswa • Penurunan langsung hal-hal yang negatif – Penurunan Tingkat Kemacetan – Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas dadang-solihin.blogspot.com 39
  39. 39. Indikator Kinerja IMPACT • Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan. • Seperti halnya indikator manfaat, indikator dampak juga baru dapat diketahui dalam jangka waktu menengah dan panjang. • Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran mengapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara sektoral, regional dan nasional. Contoh: • Peningkatan hal yg positif dlm jk panjang – % Kenaikan Pendapatan perkapita masyarakat – Peningkatan cadangan pangan – Peningkatan PDRB sektor tertentu • Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang – Penurunan Tingkat kemiskinan – Penurunan Tingkat Kematian dadang-solihin.blogspot.com 40
  40. 40. 41dadang-solihin.blogspot.com
  41. 41. dadang-solihin.blogspot.com 42
  42. 42. Kedudukan Monev dalam Perencanaan Perencanaan harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan: 1. Tujuan akhir yang dikehendaki. 2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif). 3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut. 4. Masalah-masalah yang dihadapi. 5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya. 6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya. 7. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya. 8. Mekanisme monitoring, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya. dadang-solihin.blogspot.com 43
  43. 43. Definisi Monitoring • Monitoring secara umum dapat diartikan sebagai fungsi manajemen yang dilakukan pada saat kegiatan sedang berlangsung mencakup aspek-aspek antara lain: – Penelusuran pelaksanaan kegiatan dan keluarannya (fokus pada input, proses dan output) – Pelaporan tentang kemajuan – Indentifikasi masalah-masalah pengelolaan dan pelaksanaan. 44dadang-solihin.blogspot.com
  44. 44. Definisi Evaluasi • Proses menentukan nilai atau pentingnya suatu kegiatan, kebijakan, atau program. • Sebuah penilaian yang obyektif dan sistematik terhadap sebuah intervensi yang direncanakan, sedang berlangsung ataupun yang telah diselesaikan. (OECD, 2010) 45dadang-solihin.blogspot.com
  45. 45. 46 Jenis Evaluasi menurut waktu pelaksanaan Tahap Perencanaan (ex-ante):  dilakukan sebelum ditetapkannya rencana pembangunan  untuk memilih dan menentukan: 1. skala prioritas dari berbagai alternatif dan 2. kemungkinan cara mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya Tahap Pelaksanaan (on-going)  Dilaksanakan pada saat pelaksanaan program sudah selesai  Bertujuan untuk menilai hasil pelaksanaan program  Temuan utama berupa capaian-capaian dari pelaksanaan program Tahap Pasca-Pelaksanaan (ex-post)  dilaksanakan setelah pelaksanaan rencana berakhir  untuk melihat apakah pencapaian (output/ outcome/ impact) program mampu mengatasi masalah pembangunan yang ingin dipecahkan  untuk menilai: 1. efisiensi (keluaran dan hasil dibandingkan masukan), 2. efektivitas (hasil dan dampak terhadap sasaran), ataupun 3. manfaat (dampak terhadap kebutuhan) dari suatu program. dadang-solihin.blogspot.com
  46. 46. Mengapa Perlu Monev • Review perkembangan/progress • Identifikasi masalah dalam perencanan dan/atau implementasi • Membuat penyesuaian yang dapat membuat “perbedaan” • Membantu mengidentifikasi masalah dan penyebabnya • Memberikan berbagai kemungkinan solusi dalam menyelesaikan masalah • Memunculkan pertanyaan mengenai asumsi dan strategi • Mencerminkan tujuan yang akan dicapai dan bagaimana mencapainya • Memberikan informasi dan pengetahuan mendalam • Meningkatkan kemungkinan dalam membuat perubahan pembangunan yang positif 47dadang-solihin.blogspot.com
  47. 47. dadang-solihin.blogspot.com 48 Evaluasi Memberikan Informasi mengenai:  Strategi Apakah yang dilakukan sudah benar?  Operasi Apakah cara yang ditempuh sudah benar?  Pembelajaran Apakah ada cara yang lebih baik?
  48. 48. Perbedaan Monitoring dan Evaluasi Aspek Monitoring Evaluasi Tujuan Menilai kemajuan dalam pelaksanaan program yang sedang berjalan Memberikan gambaran pada suatu waktu tertentu mengenai suatu program Fokus • Akuntabilitas penyampaian input program • Dasar untuk aksi perbaikan • Penilaian keberlanjutan program • Akuntablitas penggunaan sumber daya • Pembelajaran tentang hal-hal yang dapat dilakukan lebih baik di masa yang akan datang Cakupan • Apakah pelaksanaan sesuai dengan rencana? • Apakah terdapat penyimpangan? • Apakah penyimpangan tersebut dapat dibenarkan? • Relevansi • Keberhasilan • Efektifitas biaya • Pembelajaran Waktu Pelaksanaan Dilaksanakan terus menerus atau secara berkala selama pelaksanaan program Umumnya dilaksanakan pada pertengahan atau akhir program 49dadang-solihin.blogspot.com
  49. 49. Fokus Monev • monitoring dan evaluasi dapat digunakan sebagai pembelajaran dari apa yang telah dilakukan dan bagaimana hal tersebut dilakukan, dengan memfokuskan pada: – Efisiensi menggambarkan bahwa pemanfaatan input telah sesuai dengan output yang dihasilkan – Efektifitas ada ukuran apakah suatu kegiatan telah mencapai tujuan yang ditetapkan – Impact menggambarkan apakah yang telah dilakukan memberikan perbedaan terhadap masalah yang ingin diselesaikan 50dadang-solihin.blogspot.com
  50. 50. Pertanyaan Kunci Monitoring 1. Masalah apa yang timbul ? 2. Apakah proyek berjalan sesuai jadwal ? 3. Apakah proyek menghasilkan Output yang direncanakan ? 4. Apakah anggarannya sesuai dengan rencana ? 5. Apakah strateginya berjalan sesuai dengan rencana? 6. Apakah kelompok sasaran (target group) terlibat dalam aktivitas proyek ? 51dadang-solihin.blogspot.com
  51. 51. Tujuan Monitoring 1. Mengkaji apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai dengan rencana 2. Mengidentifikasi masalah yang timbul agar langsung dapat diatasi 3. Melakukan penilaian apakah pola kerja dan manajemen yang digunakan sudah tepat untuk mencapai tujuan proyek. 4. Mengetahui kaitan antara kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh ukuran kemajuan, 5. Menyesuaikan kegiatan dengan lingkungan yang berubah, tanpa menyimpang dari tujuan. 52dadang-solihin.blogspot.com
  52. 52. Tujuan Evaluasi • Tujuan etis. Memberikan laporan pada pemimpin politik (kepala daerah) dan masyarakat tentang bagaimana sebuah kebijakan diterapkan dan hasil yang dicapai. Tujuan ini menggabungkan tujuan untuk pertanggungjawaban yang lebih baik, informatif, etika politik dan penegakkan demokrasi. • Tujuan manajerial. Mencapai pembagian keuangan dan sumber daya manusia yang lebih rasional diantara tindakan yang berbeda dan meningkatkan manajemen layanan publik. • Tujuan keputusan. Membuka jalan terhadap pembuatan keputusan untuk pelanjutan, penghentian atau perubahan sebuah kebijakan. • Tujuan pendidikan dan motivasi. Mendidik dan memotivasi pelaksana umum dan mitra kerja melalui pemahaman terhadap proses dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh mereka sendiri. 53dadang-solihin.blogspot.com
  53. 53. Jenis Evaluasi 1. Evaluasi Formatif – Evaluasi yang fokus pada kinerja yang lebih baik (kebijakan, program atau kegiatan). – Dapat dilaksanakan untuk alasan lain misalnya pemenuhan kelengkapan sarana dan prasana, keperluan pembentukan hukum dan kebijakan, atau evaluasi kegiatan sebagai bagian dari pelaksanaan evaluasi yang lebih lengkap. 2. Evaluasi Sumatif – Evaluasi yang fokuskan pada hasil (akibat). – Evaluasi sumatif ditujukan untuk memberikan informasi tentang kegunaan sebuah program. 54dadang-solihin.blogspot.com 1/2
  54. 54. Jenis Evaluasi 3. Evaluasi Prospektif. – Evaluasi prospektif fokus pada pertanyaan: • Apakah kebijakan, program, atau kegiatan tertentu harus evaluasi? • Apakah hasil yang akan diperoleh sesuai dengan upaya atau sumberdaya yang digunakan? – Evaluasi prospektif merupakan sintesis dari informasi hasil monitoring (monitoring) dan penilaian dari studi awal untuk menilai kemungkinan hasil terhadap suatu kebijakan, program atau kegiatan yang baru diusulkan. 55dadang-solihin.blogspot.com 2/2
  55. 55. 56 Jenis Evaluasi menurut tujuan • Evaluasi proses: Mengkaji bagaimana program berjalan dengan fokus pada masalah penyampaian pelayanan (service delivery). • Evaluasi biaya-manfaat: Mengkaji biaya program relatif terhadap alternatif penggunaan sumberdaya & manfaat dari program. • Evaluasi dampak: Mengkaji apakah program memberikan pengaruh yg diinginkan terhadap individu, rumahtangga, masyarakat, & kelembagaan. dadang-solihin.blogspot.com
  56. 56. Tipe Evaluator 1. Evaluator Internal – Mengetahui lebih banyak tentang sejarah, organisasi, budaya, problem, keberhasilan dan sebagainya. – Menyatu dengan obyek yang dievaluasi. 2. Evaluator Eksternal – Punya kredibilitas yang lebih tinggi dan keahlian yang lebih spesifik. – Tidak terikat dengan keputusan-keputusan administratif dan keuangan. 3. Evaluator Partisipatif – Wakil dari pemerintah dan stakeholderss (termasuk penerima manfaat) bekerjasama dalam merancang dan melaksanakan evaluasi. – Metode partisipatif memungkinkan digunakan dalam evaluasi internal dan eksternal. 57dadang-solihin.blogspot.com
  57. 57. Evaluasi Internal dan External Kelebihan Kekurangan Evaluasi Internal • Evaluator cukup mengenal dengan lingkungan yang dievaluasi • Beberapa responden lebih mudah digali informasinya oleh orang dalam daripada orang luar • Biaya lebih rendah dibanding eksternal • Objektifitas tim evaluasi terhadap hasil evaluasi mungkin dapat dipengaruhi berbagai kepentingan • Tim evaluasi mungkin kurang terlatih atau memiliki kemampuan dalam bidang evaluasi Evaluasi Eksternal • Evaluasi dapat lebih objektif • Evaluator memiliki kemampuan dan keterampilan lebih dalam bidang evaluasi • Beberapa responden lebih mudah digali informasi oleh orang luar • Menggunakan evaluator eksternal dapat memberikan kredibilitas lebih terhadap hasil temuan • Evaluasi eksternal dapat memakan biaya yang besar • Evaluator eksternal mungkin salah mengerti keinginan kita terhadap apa yang ingin dievaluasi 58dadang-solihin.blogspot.com
  58. 58. Tahapan Evaluasi 1. Menetapkan apa yang akan dievaluasi – Identifikasi program/kegiatan/objek yang akan dievaluasi – Jelaskan uraian program/kegiatan/objek evaluasi – Tentukan fokus yang menjadi perhatian s.d informasinya 2. Menyusun rencana evaluasi – Susun pertanyaan evaluasi – Tetapkan informasi diperlukan untuk pertanyaan – Tentukan kriteria evaluasi – Tentukan bagaimana, dimana, kapan, dari siapa informasi didapat – Identifikasi hambatan pelaksanaan evaluasi 59dadang-solihin.blogspot.com 1/2
  59. 59. Tahapan Evaluasi 3. Pengumpulan data – Identifikasi informasi – Pilih instrumen dalam mendapatkan informasi – Pilot test untuk menguji instrumen – Susun kembali instrumen sebagai perbaikan 4. Analisis dan presentasi data – Susun metode analisis dan presentasi data – Buat kesimpulan analisis – Buat laporan hasil evaluasi – Presentasikan dan laporkan secara tertulis 5. Pengambilan keputusan – Tentukan pilihan rekomendasi – Identifikasi area evaluasi 60dadang-solihin.blogspot.com 2/2
  60. 60. Perbedaan Pendekatan Evaluasi Pendekatan Tujuan Utama Fokus Pertanyaan Metodologi Goal-based Menilai pencapaian tujuan dan sasaran • Apakah tujuan tercapai? Efisienkah? • Apakah tujuan tersebut sudah sesuai? Membandingkan baseline dan progres data, menemukan cara-cara dalam mengukur indikator Decision making Memberikan informasi • Apakah program efektif? • Perlukah dilanjutkan? • Bagaimana jika program tsb dimodifikasi? • Menilai kisaran opsi yang terkait dengan konteks proyek, input, proses dan hasil. • Membuat beberapa cara konsensus pengambilan keputusan Goal-free Menilai keseluruhan efek dari proyek baik yang diinginkan maupun yang tidak • Apakah hasil keseluruhan dari proyek? • Nilai-nilai apakah yang terdapat disana? • Determinasi independen akan kebutuhan dan ukuran dalam menilai kelayakan proyek. • Teknik kualitatif dan kuantitatif dalam menemukan berbagai kemungkinan hasil. Expert judgement Penggunaan keahlian Bagaimana ahli external menilai proyek ini? Review kritis berdasarkan pengalaman, survey informal dan wawasan mendalam yang subjektif 61dadang-solihin.blogspot.com
  61. 61. Sistem Evaluasi dadang-solihin.blogspot.com 62 Terdapat tiga aspek dalam sistem evaluasi: 1. Perencanaan evaluasi 2. Pelaksanaan evaluasi 3. Pemanfaatan hasil evaluasi
  62. 62. Perencanaan Evaluasi 1. Melakukan penilaian kesiapan yaitu sebuah kerangka kerja analitis untuk menilai kemampuan dari organisasi dalam melakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap “tujuan pembangunan” yang terdapat dalam dokumen perencanaan. 2. Sepakat atas hasil yang dimonitor dan dievaluasi Kesepakatan dalam perumusan “hasil” ditekankan dalam langkah kedua ini karena membuat tujuan yang diharapkan dari tindakan pemerintah menjadi jelas. 63dadang-solihin.blogspot.com 1/2
  63. 63. Perencanaan Evaluasi 3. Pemilihan indikator kunci untuk memantau hasil – indikator diperlukan untuk memenuhi tuntutan masyarakat agar pemerintah lebih responsif terhadap usulan konkret masyarakat; – indikator bermanfaat untuk menunjukkan akuntabilitas kepada masyarakat tentang capaian pemerintah; – indikator berguna sebagai cara untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan. 4. Pengumpulan Baseline Data untuk indikator – data yang berguna untuk menentukan posisi kita sekarang secara terukur. 5. Rencana perbaikan-pemilihan sasaran nyata target – Rencana perbaikan terhadap hasil program, kegiatan dan kebijakan diinginkan membutuhkan “target”. – Target adalah tingkatan indikator yang dapat dihitung dan diinginkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah untuk dicapai pada waktu tertentu. 64dadang-solihin.blogspot.com 2/2
  64. 64. Pelaksanaan Evaluasi 1. Monitoring hasil – Terpilah dua yaitu monitoring dan Evaluasi (P & E) hasil (terhadap hasil dan dampak) dan P&E pelaksanaan (terhadap masukan, kegiatan dan keluaran). 2. Pelaksanaan evaluasi – Memusatkan perhatian pada peran penting evaluasi sebagai pelengkap informasi tentang masukan dan keluaran. – Meskipun disisi lain, monitoring telah membuka wawasan tentang apa yang dilakukan untuk mencapai hasil dan masukan. 3. Analisa dan pelaporan data – Langkah penting untuk menentukan temuan mana yang akan dilaporkan; kepada siapa laporan P&E ditujukan; dalam format apa dan dengan jeda waktu bagaimana. 65dadang-solihin.blogspot.com
  65. 65. Pemanfaatan Hasil Evaluasi 1. Pemanfaatan temuan – Sistem Monev menghasilkan dan menyampaikan informasi berbasis hasil kepada pengguna yang tepat di dalam pemerintahan. 2. Mempertahankan sistem Monitoring dan Evaluasi dalam organisasi – Upaya pengembangan sistem Monev berbasis hasil dalam organisasi pemerintah membutuhkan proses jangka panjang terutama guna memastikan pengambil keputusan benar-benar mempertahankan dan memanfaatkan Monev. 66dadang-solihin.blogspot.com
  66. 66. Kondisi Saat Ini dan Harapan Ke Depan dadang-solihin.blogspot.com 67  Monev hanya untuk kepentingan instansi/lembaga lain yang lebih superior  Sistem merupakan bagian dari sub- ordinasi  Menjadi beban Lembaga  Bagian dari kewajiban  Tidak ada reward tapi hanya ada punishment  Tidak adanya keterkaitan antara evaluasi dan perencanaan ke depan  Tidak adanya implikasi/dampak dari pelaksanaan kegiatan evaluasi dengan perencanaan  Sangat Mahal (Biaya dan Waktu)  Monev untuk kepentingan Lembaga sendiri  Sistem yang baku untuk kepentingan nasional dilengkapi dengan kekhasan lokal.  Menjadi kebutuhan  Bagian dari akuntabilitas dan dibuka kepada publik  Menjadi bahan masukan perencanaan ke depan  Ada reward dan punishment berdasar indikator yang jelas Kondisi Saat Ini Harapan Ke Depan
  67. 67. 68 Kerangka Konseptual Evaluasi • Menjadi bagian dari desain program • Perencanaan yg baik sejak awal • Dukungan dari pemangku kepentingan • Menjadi bagian dari tanggung jawab pemimpin program • Alokasi sumber daya yg memadai dadang-solihin.blogspot.com
  68. 68. Kriteria Evaluasi dadang-solihin.blogspot.com 69  Relevansi Sejauh mana kegiatan sejalan dengan prioritas dan kebijakan  Efektifitas Suatu ukuran sejauh mana sebuah kegiatan mencapai tujuan  Efisiensi Mengukur keluaran, kualitatif dan kuantitatif, dalam hubungan dengan masukan.  Dampak Perubahan positif dan negatif yang dihasilkan oleh sebuah intervensi pembangunan, secara langsung maupun tidak, disengaja maupun tidak  Keberlanjutan Mengukur apakah manfaat suatu kegiatan dapat terus dinikmati setelah anggaran tidak diberikan lagi.
  69. 69. 70dadang-solihin.blogspot.com
  70. 70. Prioritas Nasional 2010-2014 1 Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola 2 Pendidikan 3 Kesehatan 4 Penanggulangan Kemiskinan 5 Ketahanan Pangan 6 Infrastruktur 7 Iklim Investasi dan Iklim Usaha 8 Energi 9 Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Bencana 10 Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Pascakonflik 11 Prioritas Nasional Kabinet Indonesia Bersatu II 2009-2014 11 Kebudayaan, Kreativitas, dan Inovasi Teknologi 12 Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan 13 Bidang Perekonomian 14 Bidang Kesejahteraan Rakyat Prioritas Lainnya dadang-solihin.blogspot.com 71
  71. 71. Kerangka Evaluasi Capaian RPJMN 2010-2014 dadang-solihin.blogspot.com 72
  72. 72. MISI 1 Melanjutkan Pembangunan menuju Indonesia yang Sejahtera • Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan dari 4,6 persen (2009) meningkat menjadi 5,8 persen (2013) • Pada tahun 2013 neraca perdagangan nonmigas surplus sebesar USD8,6 milyar yang meningkat dari USD3,9 milyar tahun 2012 • Peningkatan produksi pertanian pada tahun 2013 dengan rata-rata peningkatan sebesar: tanaman bahan makanan (2%), perkebunan (4,4%), peternakan (4,5%) dan perikanan (6,5%) • Pada tahun 2013, surplus beras mencapai 8,9 juta ton • Angka kematian bayi mengalami penurunan dari 34 pada 2007 menjadi 32 per 1.000 kelahiran hidup (2012). • Angka kematian ibu meningkat dari 228 (2007) menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup (2012) • Menurunnya prevalensi anak baduta stunting (pendek dan sangat pendek) menjadi 32,9 persen (2013) • Meningkatnya angka partisipasi murni (APM) SD/MI/paket A dari 94,1 persen menjadi 95,8 persen, dan APM SMP/mts/paket B meningkat dari 65,2 menjadi 78,8 persen pada periode 2004-2012 • Tahun 2012, PISA Indonesia menempati urutan ke 64 dari 65 negara yang disurvey, dengan rata-rata nilai matematika, membaca, dan sains berturut-turut sebesar 375, 395, dan 382 (rata-rata nilai negara OECD adalah 500). Capaian RPJMN 2010-2014 dadang-solihin.blogspot.com 73
  73. 73. Misi 2 Memperkuat Pilar Demokrasi • Jika dilihat dari angka Indeks Demokrasi Indonesia (IDI), kualitas demokrasi Indonesia cenderung menurun, yaitu dari 67,30 pada tahun 2009 menjadi 62,63 pada tahun 2014. Dari 3 indikator pembentuk IDI, 2 indikator yaitu hak-hak sipil dan kebebasan politik cenderung menurun, sementara kinerja lembaga demokrasi sedikit meningkat. • Angka Integritas Pelayanan Publik (Pusat) meningkat dari 6,64 pada 2009 menjadi 7,37 pada tahun 2014. • Opini WTP (K/L) meningkat dari 41% pada 2009 menjadi 74% pada tahun 2014. Angka Opini WTP (K/L) tertinggi adalah pada tahun 2013 yaitu 76%. Capaian RPJMN 2010-2014 dadang-solihin.blogspot.com 74
  74. 74. Misi 3 Memperkuat Dimensi Keadilan di Semua Bidang • Skor Indeks Persepsi Korupsi adalah 32 pada tahun 2013, meningkat dari tahun 2009 yaitu 2,8. • Daya saing daerah dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu, 10 Provinsi dengan Daya saing tertinggi (seluruh provinsi di Jawa, Bali, Riau, dan Kaltim), 13 Provinsi dengan Daya saing menengah, dan 10 Provinsi dengan daya saing rendah (Sebagian besar seluruh Indonesia Timur). • Kontribusi PDRB masih didominasi oleh Provinsi-provinsi di Jawa, yaitu sebesar 58,87%, disusul provinsi di Sumatera sebesar 23,77%. • Pesentase kemiskinan di luar Jawa masih tinggi, tetapi jumlah penduduk miskin masih terkonsentrasi di Jawa Capaian RPJMN 2010-2014 dadang-solihin.blogspot.com 75
  75. 75. CAPAIAN MISI 1: Melanjutkan Pembangunan Menuju Indonesia yang Sejahtera dadang-solihin.blogspot.com 76
  76. 76. Tingkat pengangguran menurun, namun perlu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkualitas untuk penyediaan lapangan kerja yang lebih besar Indikator Ekonomi a. Ada penurunan penciptaan lapangan kerja dalam 3 tahun terakhir (2011-2013) dibandingkan periode 2007-2010. b. Untuk tahun 2013, meskipun ekonomi tumbuh sekitar 5,9 persen, terdapat penurunan jumlah pekerja secara nasional, meskipun relatif kecil (10.000 pekerja), yang berimplikasi kepada tingkat pengangguran meningkat. c. Peningkatan pengangguran terjadi pada kelompok SMA (SMU dan SMK). 77
  77. 77. Neraca perdagangan nonmigas surplus sebesar USD8,6 milyar, sedangkan neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar USD4,1 milyar Indikator Ekonomi Perkembangan Ekspor, Impor dan Neraca Perdagangan Indonesia Tahun 2004-2013 dadang-solihin.blogspot.com 78
  78. 78. Indikator Pertanian 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 JutaTon Produksi Padi Produksi Beras Produksi Jagung Produksi Kedelai Produksi Gula Produksi Daging Sapi dan Kerbau KIB I KIB II No Indikator Kinerja Satuan 2004 KIB I KIB II 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013*) 1 Beras Ribu Ton 236,9 189,6 438,1 1.406,5 289,5 250,3 687,5 2.750,4 1.780,5 302,3 2 Cabe Ribu Ton 7,5 6,9 9,9 11,0 14,4 16,3 18,1 24,4 17,8 12,0 3 Daging Sapi Ribu Ton 11,8 19,9 24,1 39,4 45,6 67,9 90,5 65,0 33,5 23,2 4 Gula Juta Ton 1,2 2,1 1,6 3,1 1,2 1,7 2,0 2,7 3,1 2,5 5 Jagung Ribu Ton 1.089,6 186,1 1.776,0 702,5 276,3 339,5 1.528,3 3.208,7 1.694,1 1.805,3 6 Kedelai Juta Ton 1,1 1,1 1,1 1,4 1,2 1,3 1,7 2,1 1,9 1,2 7 Bawang Merah Ribu Ton 48,9 53,1 78,5 107,6 127,8 63,8 70,6 156,4 95,2 68,6 Perkembangan Impor Komoditi Pangan Utama Tahun 2004 – 2013 Perkembangan produksi komoditas utama meningkat, namun belum mampu memenuhi kebutuhan Perkembangan Produksi Komoditas Pangan Pokok Tahun 2004-2013 dadang-solihin.blogspot.com 79
  79. 79. Indikator Kesehatan Angka Kematian Ibu, Bayi dan kekurangan Gizi INDIKATOR STATU S AWAL TARGET 2014 1. Angka kematian Ibu (AKI) 228 118 2. Angka kematian bayi (AKB) 34 24 3. Prevalensi kekurangan gizi 18,4 15 63 0 20 40 60 80 100 120 SulawesiBarat MalukuUtara Maluku SulawesiTenggara KalimantanTengah Papua SulawesiTengah Bengkulu KalimantanSelatan PapuaBarat Gorontalo KalimantanBarat NusaTenggara… Jambi SulawesiSelatan SumateraUtara Riau Aceh SumateraSelatan SulawesiUtara Banten Lampung INDONESIA KalimantanTimur JawaBarat Kep.Bangka… NusaTenggara… SumateraBarat JawaTengah KepulauanRiau JawaTimur DIYogyakarta DKIJakarta Bali Persalian di fasilitas kesehatan masih belum optimal; Disparitas Persalinan di Fasilitas Kesehatan cukup lebar Prevalensi kekurangan gizi pada balita masih tinggi, disparitas kekurangan gizi antar provinsi masih lebar dadang-solihin.blogspot.com 80
  80. 80. Indikator Pendidikan 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 SMA SMK SMA SMK Public Private students Student Teacher Ratio Student Classroom Ratio Perbandingan jumlah siswa dan guru serta perbandingan siswa dan kelas Sumber: PDSP (2009/2010) Perkembangan nilai PISA siswa Indonesia, 2003-2012 • Program sertifikasi kompetensi guru berhasil meningkatkan kesejahteraan guru tetapi belum mampu meningkatkan mutu dan hasil pembelajaran siswa. • Hasil PISA menunjukkan nilai sains dan membaca memburuk, sementara matematika mengalami perbaikan tapi tidak signifikan. 0 .2 .4 .6 .8 1 Peluanguntukbertahan 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Lama sekolah (tahun) Q-1 Q-2 Q-3 Q-4 Q-5 16-18 Tahun Angka melanjutkan penduduk usia 16-18 tahun pada pendidikan menengah masih rendah terutama pada quintil 1 112.5 117.0 116.2 94.1 95.2 95.8 81.2 98.1 103.9 65.2 74.2 78.8 48.3 69.6 78.7 14.6 18.4 27.9 - 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 120.0 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 APKSD/sederajat APM SD/sederajat APKSMP/sederajat APM SMP/sederajat APKSMA/sederajat APKPT KIBI KIBII Perkembangan APM dan APK menurut Jenjang Pendidikan, 2003-2012 Angka Partisipasi sekolah membaik, namun perlu peningkatan akses pendidikan menengah dan tinggi serta kualitas pendidikan dan peningkatan akses bagi masyarakat miskin
  81. 81. Capaian Misi 2: Memperkuat Pilar-Pilar Demokrasi dadang-solihin.blogspot.com 82
  82. 82. Sumber : idi 2009-2010-2011-2012 Indikator Politik Indeks Demokrasi Indonesia dadang-solihin.blogspot.com 83
  83. 83. 8% 19% 41% 57% 63% 76% 74% 0% 3% 0% 3% 18% 30% 61% 0,70% 0,69% 2,87% 2,97% 5,73% 11,61% 24,94% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 K/L Provinsi Kab/Kota Opini WTP BPK atas Laporan Keuangan 5,83 6,84 6,64 6,16 7,07 6,86 7,37 6,69 6,46 5,26 6,00 6,32 6,82 0 1 2 3 4 5 6 7 8 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 pusat daerah *skor: 1-10 Skor Integritas Pelayanan Publik C Indikator Pelayanan Publik Kualitas pelayanan publik pusat dan daerah masih perlu ditingkatkan dadang-solihin.blogspot.com 84
  84. 84. Capaian Misi 3: Memperkuat Dimensi Keadilan di Semua Bidang dadang-solihin.blogspot.com 85
  85. 85. Keterangan: Keterangan: Skala 0 - 10, 0 (terkorup) - 10 (terbersih) Tahun 2012 terjadi perubahan skala Sumber: Transparency International, 2013 Skala 0 -100, 0 (terkorup) - 100 (terbersih) 0 500 1000 1500 2000 2500 1 2 3 4 5 6 7 8 Series1 Series2 2 2.2 2.4 2.3 2.6 2.8 2.8 3 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 32 32 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 2012 2013 KIBI KIBII Perkembangan Skor IPK Indonesia Tahun 2004-2013 Indikator Penegakan Hukum Penegakan anti korupsi membaik, namun perlu percepatan dadang-solihin.blogspot.com 86
  86. 86. Sumber: Asia Competitiveness Institute. Tahun 2013 Indikator Pembangunan Wilayah Peta Daya Saing Daerah* *) diukur dengan 91 indikator yang dikelompokkan dalam empat aspek: (i) macroeconomic stability, (ii) government and institutional setting, (iii) financial, business, and manpower condition, and (iv) quality of life and infrastructure development dadang-solihin.blogspot.com 87
  87. 87. KESENJANGAN ANTARWILAYAH Wilayah Sumatera Share PDRB thdp 33 Prov 23,77% Pertumb. Ekonomi 8.21% PDRB/kapita (Juta Rp) 30,53 Tingkat Kemiskinan 12,07 % Jmlh penduduk miskin (ribu jiwa) 6.177,20 Tingkat Pengangguran 5,66% Wilayah Kalimantan Share PDRB thdp 33 Prov 9,30 % Pertumb. Ekonomi 4,83 % PDRB/kapita (Juta Rp) 43,70 Tingkat Kemiskinan 6,69 % Jmlh penduduk miskin (ribu jiwa) 932,90 Tingkat Pengangguran 5,30% Wilayah Sulawesi Share PDRB thdp 33 Prov 4,74 % Pertumb. Ekonomi 8,67% PDRB/kapita (Juta Rp) 17,86 Tingkat Kemiskinan 13,99 % Jmlh penduduk miskin (rb jiwa) 2.045,60 Tingkat Pengangguran 5,23 % Wilayah Papua Share PDRB thdp 33 Prov 1,79 % Pertumb. Ekonomi 6,38 % PDRB/kapita (Juta Rp) 30,43 Tingkat Kemiskinan 30,50% Jmlh penduduk miskin (rb jiwa) 1.199,6 0 Tingkat Pengangguran 3,97% Wilayah Maluku Share PDRB thdp 33 Prov 0,27 % Pertumb. Ekonomi 7,33 % PDRB/kapita (Juta Rp) 6,80 Tingkat Kemiskinan 16,42% Jmlh penduduk miskin (rb jiwa) 427,20 Tingkat Pengangguran 6,37 % Wilayah Nusa Tenggara Share PDRB thdp 33 Prov 1,26 % Pertumb. Ekonomi 1,54 % PDRB/kapita (Juta Rp) 8,97 Tingkat Kemiskinan 19,79% Jmlh penduduk miskin (rb jiwa) 828,30 Tingkat Pengangguran 4,06 % Wilayah Jawa-Bali Share PDRB thdp 33 Prov 58,87% Pertumb. Ekonomi 6.58% PDRB/kapita (Juta Rp) 27,61 Tingkat Kemiskinan 11,36 % Jmlh penduduk miskin (rb jiwa) 15.983,60 Tingkat Pengangguran 6,65 % Sumber : BPS 2012 (diolah) Nasional 2012  Pertumbuhan Ekonomi = 6,23 %, Tingkat Kemiskinan 2012 (Februari) = 11, 96% Tingkat Pengangguran Terbuka 2012 (Agustus) = 6,80 % PDB/kapita: Rp 33,75 juta ; PDRB/kapita (33 prov): Rp 27,56 juta
  88. 88. 89dadang-solihin.blogspot.com

×