Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

4

Share

Download to read offline

Pajak Sarang Burung Walet

Download to read offline

Daerah Subang

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Related Audiobooks

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Pajak Sarang Burung Walet

  1. 1. PAJAK SARANG BURUNG WALET Created By : Dadan Ahdiat
  2. 2. INTRODUCTION Pajak sarang burung walet adalah pajak atas kegiatan pengambilan dan/atau pengusahaan sarang burung walet. Peternakan sarang burung walet adalah industri yang istimewa dan sangat penting untuk beberapa orang seluruh Indonesia terutama Hulu Sungai Utara. Walet adalah salah satu jenis burung yang sangat istimewa. Liur burung walet atau sering disebut sarang burung walet sangat berharga mahal.
  3. 3. NAMA OBJEK, SUBJEK DAN WAJIB PAJAK • Dengan nama pajak pengambilan Sarang Burung Walet dipungut pajak atas pengambilan sarang burung walet. • Objek Pajak adalah setiap sarang burung walet yang terdapat pada bangunan- bangunan milik swasta maupun di alam / bangunan milik pemerintah / daerah dan atau penguasaan Badan Usaha Milik Negara / Daerah; • Subjek Pajak adalah setiap orang atau badan usaha / badan hukum yang mengusahakan sarang burung walet; • Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan yang melaksanakan pengambilan dan atau penjualan sarang burung walet.
  4. 4. DASAR PENGENAAN PUNGUTAN DAN TARIF PAJAK Dasar pengenaan pajak adalah nilai jual sarang burung walet. Nilai jual dihitung dengan cara mengalikan hasil produksi dengan harga pasar / harga standar yang berlaku. Tarif pajak ditetapkan sebagai berikut : • Sebesar 25% (duapuluh lima perseratus) dari hasil bruto untuk setiap kali pengambilan bagi sarang burung walet yang diusahakan pada bangunan alam /pemerintah / daerah dan atau dalam pengusahaan badan usaha milik negara / daerah. • Sebesar 20% (duapuluh perseratus) dari hasil bruto untuk satu kali pengambilan bagi sarang burung walet yang diusahakan pada bangunan-bangunan swasta.
  5. 5. PENGUKUHAN WAJIB PAJAK • Wajib Pajak, wajib mendaftarkan usahanya kepada dinas dalam jangka waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum dimulainya kegiatan usahanya untuk dikukuhkan dan diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah. • Apabila Wajib Pajak tidak mendaftarkan usahanya, Kepala Dinas menetapkan secara jabatan. • Tata cara pendaftaran dan pengukuhan ditetapkan dengan keputusan Bupati.
  6. 6. WILAYAH PEMUNGUTAN DAN CARA PENGHITUNGAN PAJAK • Wilayah pemungutan pajak yang terutang meliputi seluruh wilayah daerah. • Besarnya pajak terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif dengan dasar pengenaan
  7. 7. MASA PAJAK, SAAT PAJAK TERUTANG DAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK DAERAH • Masa pajak adalah jangka waktu yang lamanya sama dengan 1 (satu) tahun takwim. • Pajak terutang dalam masa pajak terjadi pada saat kegiatan pengambilan sarang burung walet dan atau penjualan hasil usaha sarang burung walet. • Setiap wajib pajak wajib mengisi SPTPD. • SPTPD harus diisi dengan jelas, benar dan lengkap serta ditandatangani oleh wajib pajak atau kuasanya. • SPTPD harus disampaikan kepada Kepala Daerah selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah berakhirnya masa pajak. • Bentuk, isi dan tata cara pengisian SPTPD ditetapkan oleh Kepala Daerah.
  8. 8. TATA CARA PEMBAYARAN • Pembayaran pajak dilakukan di kas daerah atau tempat lain yang ditunjuk oleh Kepala Daerah sesuai waktu yang ditentukan dalam SPTPD, SKPD, SKPDKB, SKPDKBT dan STPD. • Apabila pembayaran pajak dilakukan ditempat lain yang ditunjuk, hasil penerimaan pajak harus disetor ke kas daerah selambat-lambatnya 1 x 24 jam atau dalam waktu yang ditentukan oleh kepala daerah. • Pembayaran pajak harus dilakukan sekaligus atau dibayar lunas. • Kepala Daerah dapat memberikan persetujuan kepada wajib pajak untuk mengangsur pajak terutang dalam kurun waktu tertentu, setelah memenuhipersyaratan yang ditentukan.
  9. 9. TATA CARA PENAGIHAN PAJAK • Surat Teguran atau Surat Peringatan atau surat lain yang sejenis sebagai awal tindakan pelaksanaan penagihan pajak dikeluarkan 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pembayaran. • Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal Surat Teguran atau Surat Peringatan atau surat lain yang sejenis, wajib pajak harus melunasi pajak yangterutang. • Surat Teguran, Surat Peringatan atau surat lain yang sejenis dikeluarkan oleh pejabat yang ditunjuk. • Apabila jumlah pajak yang masih harus dibayar tidak dilunasi dalam jangka waktu sebagaimana ditentukan dalam Surat Teguran, Surat Peringatan atau surat lain yangsejenis, jumlah pajak yang harus dibayar ditagih dengan surat paksa. • Pejabat yang ditunjuk menerbitkan Surat Paksa segera setelah lewat 21 (dua puluh satu) hari sejak tanggal Surat Teguran, Surat Peringatan atau surat lain yang sejenis.
  10. 10. PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK Wajib pajak dapat mengajukan permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak kepada Kepala Daerah atau Pejabat yang ditunjuk oleh Kepala Daerah secara tertulis dan menyebutkan sekurang-kurangnya : a. Nama dan alamat Wajib Pajak; b. Masa pajak; c. Besarnya kelebihan pembayaran pajak; d. Alasan yang jelas. Kepala Daerah atau pejabat yang ditunjuk dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak harus sudah memberikan keputusan.
  11. 11. PERIZINAN Setiap pengusaha / pemilik Sarang Burung Walet diwajibkan memiliki surat izin Bupati. Permohonan izin diajukan kepada Bupati melalui Dinas Pendapatan Daerah atau unit kerja lain yang ditunjuk oleh Bupati. Tata cara memperoleh surat izin yang diatur oleh Bupati. Bupati dapat menghentikan kegiatan pengusahaan Sarang Burung Walet apabila : a) Tidak memiliki surat izin yang berlaku sesuai dengan ketentuan; b) Tidak membayar pajak yang menjadi kewajibannya; c) Tidak memberikan data dengan benar; d) Pelanggaran lainnya.
  12. 12. PENERAPAN DAN PEMUNGUTAN PAJAK SARANG BURUNG WALET • Sistem pemungutan atas pajak sarang burung walet adalah self assessment system sehingga pengusaha sarang burung walet melaporkan sendiri pajak yang terutang dalam masa terjadi pada saat pengambilan sarang burung walet. Dimana rumus untuk menghitung pajak yang terutang atas sarang burung walet adalah: Pajak sarang burung walet • = Tarif x Dasar pengenaan pajak • = 20% x nilai jual sarang burung walet
  13. 13. CONTOH SOAL Diketahui, seorang pengusaha sarang burung walet (budidaya rumahan) mengambil dan menjual sarang burung walet jenis sriti sebanyak 3 kilogram dimana harga pasaran atas sarang burung walet adalah Rp 1.750.000. Maka besarnya pajak yang terutang = tarif pajak x nilai jual sarang burung walet Nilai jual sarang burung walet = volume x harga dasar = 3 x Rp 1.750.000 = Rp 5.250.000 Pajak yang terutang = 20% x Rp 5.250.000 = Rp 1.050.000,-
  • HerrySani

    Mar. 10, 2020
  • ImanDianta

    Nov. 29, 2016
  • DindaAmalia6

    Sep. 13, 2015
  • sitinur28

    Nov. 21, 2014

Daerah Subang

Views

Total views

8,362

On Slideshare

0

From embeds

0

Number of embeds

1

Actions

Downloads

214

Shares

0

Comments

0

Likes

4

×