Dbd

6,052 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
6,052
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
355
Actions
Shares
0
Downloads
591
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Dbd

  1. 1. DEMAMBERDARAH DENGUEDR. Dr. Irene, MKM
  2. 2. PENYEBAB DBD merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Virus Dengue, di tularkan oleh nyamuk Aedes Virus Dengue termasuk golongan Flavivirus dan mempunyai 4 jenis serotype yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. Seseorang di daerah endemis dapat terinfeksi 3 atau bahkan 4 serotype selama hidupnya. DR. Dr. Irene, MKM
  3. 3. DR. Dr. Irene, MKM
  4. 4. CARA PENULARAN• Seseorang yang didalam darahnya mengandung virus merupakan sumber penularan.• Bila penderita digigit nyamuk, maka virus akan masuk kedalam lambung nyamuk  memperbanyak diri  menyebar keseluruh bagian tubuh nyamuk termasuk kelenjer liurnya.• Kira-kira 1 minggu setelah menghisap darah penderita, nyamuk tersebut siap untuk menularkan kepada orang lain (masa inkubasi intrinsik).• Virus akan tetap ada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Penularan terjadi setiap kali nyamuk menggigit (menusuk). DR. Dr. Irene, MKM
  5. 5. CIRI-CIRI AEDES AEGYPTI Siklus hidup nyamuk : telur jentik  kepompong (pupa)  nyamuk. Perkembangan dari telur menjadi nyamuk ± 9- 10 hari Sifat-sifat telur Aedes aegypti  Setiap bertelur nyamuk betina mengeluarkan sekitar ± 100 butir telur dan meletakkkan di dinding container.  Telur warna hitam, ukuran ± 0,8 cm. Dapat bertahan di tempat kering (tanpa air sampai 6 bulan). Akan menetas jadi jentik dalam waktu kurang dari 2 hari setelah terendam air. Sifat-sifat jentik Aedes aegypti  Jentik yang menetas dari telur akan tumbuh besar.  Selalu bergerak aktif dalam air. Gerakan berulang-ulang dari bawah ke atas permukaan air untuk bernafas.  Pada waktu istirahat posisi tegak lurus permukaan air. Biasanya berada di sekitar dinding TPA.  Sekitar 6-8 hari berkembang menjadi pupa.  Habitat umumnya kontainer buatan manusia, tidak menyukai genangan air yang langsung berhubungan dengan tanah DR. Dr. Irene, MKM
  6. 6. GEJALA DAN DIAGNOSA Diagnosa berdasarkan kriteria WHO Kriteria Klinis  Demam tinggi mendadak tanpa sebab yang jelas.  Terdapat manifestasi perdarahan ditandai dengan :  Uji torniquet positif  Ptechiae, echimosis, purpura.  Perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi.  Hematemesis dan atau melena  Pembesaran hati  Syok ditandai nadi cepat dan lemah, penurunan tekanan nadi, hipotensi, kaki tangan dingin, kulit lembab dan pasien tampak gelisah. Kriteria laboratoris  Trombositopenia (100.000 ᶣ atau kurang) l  Hemokonsentrasi, dilihat dari peningkatan hematokrit 20% atau lebih. Dua kriteria klinis pertama di tambah trombositopenia dan hemokonsentrasi cukup untuk menegakkan diagnosa klinis DBD. DR. Dr. Irene, MKM
  7. 7. TATA LAKSANA TERSANGKA DBD TERSANGKA DBD Tinggi, mendadak, terus menerus < 7 hari, tidak disertai ISPA, badan lemah/lesu Tanda syok, muntah terus,kejang, kesadaran menurun, ADA KEDARURATAN TIDAK ADA KEDARURATAN muntah darah, berak darah UJI TORNIQUET POSITIF UJI TORNIQUET (-) JML TROMBOSIT < 100.000 JML TROMBOSIT ≥ 100.000 RAWAT JALAN PARASETAMOL KONTROL TIAP RAWAT INAP RAWAT JALAN HARI SAMPAI DEMAM HILANG MINUM BANYAK MONITOR TANDA KLINIS DAN PARASETAMOL BILA PERLU, JUMLAH TROMBOSIT, Ht, BILA KONTROL SETIAP HARI MASIH DEMAM HARI KE 3 SAMPAI DEMAM TURUN. BILA DEMAM MENETAP PERIKSA Hb, Ht, Trombosit BILA TIMBUL TANDA SYOK, GELISAH, LEMAH, KAKI TANGAN DINGIN, NYERI PERUT, BERAK HITAM, KENCING BERKURANG, Hb/Ht NAIK & TROMBOSIT TURUN RUJUK KE RS DR. Dr. Irene, MKM
  8. 8. PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN VEKTOR DBD PENCEGAHAN & PENGENDALIAN KIMIA MEKANIS/FISIS BIOLOGIS DR. Dr. Irene, MKM
  9. 9. SECARA KIMIA Fogging/pengasapan-Malathion (jam aktif nyamuk, tidak ada angin/kuat, serentak/masal/kompak) Obat Nyamuk Bakar, semprot atau repelent. Abatisasi/Penaburan Bubuk abate (1x3 bulan)  sulit air DR. Dr. Irene, MKM
  10. 10. FOGGING HANYA MEMBUNUH NYAMUK DEWASA TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH DBD DR. Dr. Irene, MKM
  11. 11. SECARA MEKANIS Gerakan 3M  Menguras : bak mandi, drum atau kolam, paling tidak seminggu sekali  gampang air, sulit air  abatisasi  Menutup : rapat-rapat tempat penampung air, semacam tempayan dan drum, agar nyamuk tidak masuk dan berkembang  Mengubur : barang2 bekas yang dapat menampung air hujan• Bersihkan lingkungan • Vas bunga • Wadah minum burung • Pasang kelambu • Pasang kasa pada setiap celah ventilasi • Jangan banyak gantungan baju • Jangan membiarkan ada air yang tergenang DR. Dr. Irene, MKM
  12. 12. Larvasiding Ikanisasi Obat Nyamuk Semprot3M Obat Nyamuk Gosok plus Pencahayaan Ventilasi Kasa DR. Dr. Irene, MKM
  13. 13. SECARA BIOLOGIS Predator. Air kolam diisi ikan pemakan jentik  Memelihara Ikan yang relatif kuat dan tahan, misalnya ikan mujair, kepala timah/pantau Insektisida Hayati (ekstrak Tumbuh-tumbuhan) Memanfaatkan Tanaman Pengusir Nyamuk populer DR. Dr. Irene, MKM
  14. 14. DR. Dr. Irene, MKM
  15. 15. Lantana camera L/Tembelekan Aplikasi Penggunaan • sebagai pengusir nyamuk dengan cara membakar daun lantana kering. • Bisa ditanam dipot/pekarangan bisa bikin nyamuk mabuk tapi tidak seefektif dibakar DR. Dr. Irene, MKM
  16. 16. Selasih Selasih umum ditanaman diluar ruangan. Bisa untuk pagar maupun ditanam ditepi teras. Barisan selasih merupakan benteng ampuh untuk menjauhkan nyamuk dari perkarangan rumah. Selain ditanaman, juga dapat dioles. Daun selasih diremas lantas dioleskan ketangan. Maka tangan akan terhindar dari gigitan nyamuk. DR. Dr. Irene, MKM
  17. 17. Tagetes patulaTahi Kotok/ Bunga Tahiayam Cara Pemakaiannya  Daun dan Tangkai tanaman tagetes mengandung minyak atsiri (Piperitol dan Bitienil). Aromanya tidak disenangi nyamuk dan serangga lain.  Untuk membasmi larva, daun tagetes dicampur dengan air. Air disaring dibuang ampasnya. Air sari dimasukkan kedalam air yang ada jentiknya.  Daun tagetes bisa juga dijadikan obat nyamuk bakar.  CARAnya sebanyak 100g daun dikeringkan dan dibakar. Asap yang yang mengandung antinyamuk ini akan menyebar dalam ruangan dan membuat nyamuk mabok. DR. Dr. Irene, MKM
  18. 18. Zodia (Evodiaa suaveolens) Aplikasi Penempatan.  Jika anda dekat Zodia , anda akan mencium bau harum, apalagi tanaman ini digoyangkan. Namun lama kelamaan, bagi yang tidak tahan bakal pusing.  Aroma khas Zodia ini tidak disukai nyamuk karena adanya senyawa Evodiamine dan rutaecarpine yang tidak disukai serangga  Untuk mengusir nyamuk dalam ruangan, Zodia diletakkan di dekat jendela atau dipojok ruangan yang ada kipas anginnya DR. Dr. Irene, MKM
  19. 19. Geranium homeanum Geranium ditanaman outdoor dan indoor. Caranya diletakkan dekat jendela atau tempat yang dilalui angin. Angin akan menggoyang tanaman sehingga aroma menyebar ke udara. Aroma ini yang tidak disukai nyamuk. Jika tidak ada angin bisa dibantu dengan kipas angin. DR. Dr. Irene, MKM
  20. 20. GeraniumAda juga yang menggunakan untukdioleskan. Daun diremas-remas ataudihancurkan, kemudian dioleskan ketangan.Nyamuk tidak akan mendekat DR. Dr. Irene, MKM
  21. 21. SerehMekanisme Pengusiran Nyamuk• Caranya dengan menyemprotkan ekstrak ditempat persembunyian nyamuk.• Bersifat racun kontak. Dapat menyebabkan kematian nyamuk akibat kehilangan cairan secara terus menerus sehingga tubuh nyamuk akan kekurangan cairan. Hal ini terjadi setelah nyamuk mencium ekstraks tamanan ini.• Selain menggunakan eksraknya, daun kering dari sereh wangi dapat digosok-gosokkan ke kulit. Kulit akan terbebas dari gigitan nyamuk. DR. Dr. Irene, MKM
  22. 22. Lavender spp. DR. Dr. Irene, MKM
  23. 23. KLB DBD Peningkatan jumlah kasus DBD (totalDBD dan DSS) di suatu desa/kelurahanatau wilayah lebih luas 2 (dua) kali atau lebih dalan kurun waktu satu minggu/bulan dibandingkan minggu/bulan sebelumnya atau bulan yang sama tahun lalu DR. Dr. Irene, MKM
  24. 24. ALUR PENANGGULANGAN KLB DBD DI LAPANGAN PENDERITA DBD Dirumah perderita : •Pemeriksaan jentik 20 rumah •Pencarian penderita sekitar, TTU, sekolah PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI DITEMUKAN PENDERITA LAIN DITEMUKAN JENTIK (≥5%) YA TIDAK PSN PSN LARVASIDASI SELEKTIF LARVASIDASI SELEKTIF PENYULUHAN PENYULUHAN FOGGING RADIUS ± 200M DR. Dr. Irene, MKM

×