SlideShare a Scribd company logo
1 of 128
BIODATA

 Nama       : ASMADI
 Alamat     : Jl. Suhada’ Barat IV/18
                 RT 02 , RW XXII
                 Tlogosari Kulon
 No. telp   : (024) 6724857
 No. hp     : 0816 4255 668
 Email      :
  asasmadi59@yahoo.co.id
IKIP PGRI SEMARANG
      FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA
          PROGRAM STUDI BAHASA INGGRIS

            KONTRAK PERKULIAHAN
   Mata Kuliah : Psikologi Perkembangan
   Kode / sks     :      / 2 sks
   Pengajar            : Asmadi
   Tahun Akademik        : 2011 / 2012
   Semester / Kelas       : 2 / D, G, H
   Hari Pert./ Jam : SENIN, 13.00 – 14.40
                     RABU, 14.40 – 16.20
                     RABU, 16.20 – 18.00
   Tempat Pertemuan : GP 508 / 511
Manfaat Mata Kuliah:
- Mahasiswa diharapakan dapat
  menjelaskan beberapa pengertian
  tentang psikologi perkembangan.
- Memahami ruang lingkup dan
  menjelaskan faedah mempelajari
  psikologi perkembangan
Deskripsi Mata Kuliah:
  Psikologi Perkembangan merupakan ilmu yang
  memperlajari suatu proses yang menuju ke
  depan dan tidak begitu saja dapat diulang
  kembali. Ini berarti bahwa perkembangan juga
  berhubugan dengan proses belajar atau
  perkembangan sebagai proses yang kekal dan
  tetap yang menuju ke arah suatu organisasi
  pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi
  berdasarkan proses pertumbuhan , kemasakan,
  dan belajar.
Indikator :
 1.Menjelaskan pengertian psikologi
   perkembangan
 2.Menjelaskan prinsip-prinsip perkembangan
 3.Menjelaskan kedudukan, peranan, dan
   tugas-tugas psikologi perkembangan
   dalam pendidikan.
4.Menjelaskan fase-fase perkembangan.
   Bagan Materi Kuliah : Psikologi Perkembangan
   Stategi Perkuliahan : 16 x pertemuan
   Daftar Kepustakaan :
   a. Wajib    : Psikologi Perkembangan,Drs.Soedjarwoto,
                  dkk,UNNES PRESS, 2006.
   b. Anjuran : Psikologi Perkembangan,Drs.H.Abu
                  Ahmadi,Rineka Cipta, 1991.
   Tugas                          : Individual dan Kelompok
   Kriteria Penilaian             : Pertanyaan harian, tugas
                                     individu, tugas kelompok,
                                     absen(Nilai harian), UTS dan
                                     UAS
   Jadwal Perkuliahan       : Senin / 13.00 – 14.40
                                Rabu, 14.40 – 16.20
                                Rabu, 16.20 – 18.00
   Penghargaan dan Sanksi: Penghargaan : Sesuai dengan keahlian
                                          dan minat belajar.
   Sanksi         : Tidak hadir 4 kali tidak diperkenankan ikut
                    ujian akhir semester.
BELAJAR
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN




          OLEH
         ASMADI
BAB I PENDAHULUAN
                  Pengertian Psikologi
   Psikologi berasal dari kata Yunani
   Psyche = jiwa , logos = ilmu
      Aristoteles
       jiwa adalah fungsi untuk mengingat
      Plato
       jiwa adalah ide
      John Locke
       jiwa adalah kumpulan ide yg disatukan
      Hipocrates
       jiwa adalah karakter
    Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari       tingkah
    laku manusia.
    Tingkah laku : kasat mata (overt behavior) : melempar,memukul
    dsb.
    tidak kasat mata (covert behavior) : sikap,berfikir dsb.
Pengertian Perkembangan

 Menurut
 Chaplin CP
  Perkembangan adalah perubahan
  berkesinambungan dari lahir sampai
  mati
 Hurlock
  Perkembangan adalah sebagian deretan
  progresif dari perubahan yang teratur
  dan koheren.
 PsikologiPerkembangan adalah ilmu yang
 mempelajari perkembangan yang terjadi
 pada diri kepribadian seseorang.

 Psikologi
          Perkembangan adalah ilmu yang
 mempelajari perilaku individu dalam
 perkembangannya yang mencakup periode
 masa anak-anak, remaja, dewasa, dan
 orangtua.
Ruang lingkup Psikologi
Perkembangan

   Psikologi Anak
   Psikologi Remaja
   Psikologi Dewasa
   Psikologi Orang Tua
Faedah Memperlajari Psikologi
Perkembangan
o Akan memperoleh kemudahan untuk
  mengetahui apa yang diharapkan dari anak
  pada kira-kira usia berapa diharapkan
  muncul pola perilaku dan kapan perilaku ini
  digantikan dengan pola yang lebih matang.
o Untuk menyusun pedoman dalam bentuk
  seperti skala mental, skala perkembangan
  sosial dan emosional.
o Pembimbingan proses belajar anak pada
  saat yang tepat.
o Untuk mengetahui perkembangan anak
  atas perubahan yang akan terjadi pada
  tubuh.
Menurut Buhler (1893 – 1974)
ada lima tingkat perkembangan psikis
seseorang
1.   Permulaan
2.   Penanjakan ± 25 tahun
3.   Puncak masa hidup : 25 – 50 tahun
4.   Penurunan
5.   Akhir kehidupan : setelah 50 tahun
1. Permulaan kemasakan seksual :
   laki-laki ± 15 tahun, wanita ± 13 tahun
3. Penghentian pertumbuhan jasmani :
   laki-laki ± 25 tahun, wanita ± 18 tahun
5. Akhir masa subur :
   laki-laki : masih tanda tanya
   wanita : ± 40-46 tahun
4. Permulaan kemunduran biologis ± 50
   tahun
1.   Apa yang disebut Psikologi Perkembangan?
2.   Sebutkan manfaat mempelajari Psikologi
     Perkembangan
ADA LIMA KUDA LARI
DUA , JUMLAH KUDA
SEKARANG BERAPA
BAB II
Sejarah Psikologi Perkembangan
 Kumratu-ratu yaitu suatu masa di mana seorang
  anak berlagak seperti seorang raja.
Menurut:
 Aristoteles
  anak adalah manusia dalam ukuran kecil.

   Johan Amos Comenius
    anak kecil bukan orang dewasa yang
    berukuran kecil, melainkan makhluk yang
    mempunyai dunia sendiri yaitu suatu dunia yang
    berbeda dengan orang dewasa.
   John Locke
    Bahwa anak-anak pada waktu lahir tidak
    membawa sifat-sifat bawaan, anak yang baru
    lahir digambarkan sebagai kertas putih yang
    belum ada tulisannya.

   Rousseau
    Anak itu pada dasarnya baik, anak menjadi jelek
    karena pengaruh kebudayaan. Maka dari itu
    supaya tetap baik harus diberi kesempatan
    berkembang sesuai dengan kehendak alam.

.
Kesimpulan
Anak berkembang sesuai dengan
 kehendak alam dan orang dewasa
 hanya mengarahkan
METODE PSIKOLOGI
PERKEMBANGAN
 Pendekatan Umum
  Memberikan pengertian akan keseluruhan
  proses dan beberapa aspeknya.
 Metode spesifik

  Cara-cara khusus yang digunakan untuk
  mengetahui gejala-gejala perkembangan
  yang timbul.
Pendekatan Umum
     Dibedakan menjadi 5 kelompok
1.   Metode Longitudinal
     yaitu cara menyelidiki anak dalam
           jangka waktu yang lama.
           Misal : seseorang diikuti
                   perkembangannya dari
                   lahir sampai mati, atau
                   menyelidiki seseorang
                   untuk sebagian waktu
                   hidupnya.
1.    Metode Tranversal
     yaitu cara menyelidiki orang-orang
           atau kelompok orang dari tingkatan
           umur yang berurtan akhirnya dapat
           juga ditentukan gambaran
           mengenai proses perkembangan
           sesuatu atau beberapa aspek
           kepribadian seseorang.
3. Metode time-lag
     metode ini membandingkan
 orang dari usia yang sama tetapi berasal
dari kelompok lahir dalam waktu yang sama
4. Metode Kombinasi antara longitudinal
   dan transversal
   yaitu meneliti beberapa kelompok
         selama beberapa tahun
         Misal : meneliti umur 12, 13, 14
                 tahun
5. Pendekatan Lintas Budaya
   yaitu dengan menunjukkan bahwa
         faktor-faktor sebelumnya
         dianggap sebagai faktor –
         faktor lingkungan.
Metode Spesifik
   Metode Eksperimental
    Metode ini menggunakan percobaan yang
    dilakukan dengan cermat.
    adalah suatu metode untuk menguji suatu
           hipotesis antara kel.eksperimen(yg
           diberi perlakuan) dan kel.
           Kontrol(tidak diberi perlakuan)
Metode Eksperimen
Metode Eksperimen
- Kelompok eksperimen
- Kelompok kontrol
Misal: dua kelompok dipilih yang sama :
       umur, intelegensi, status sosial,
       ekonomi,pendidikan.
Contoh
  Dalam membuat tugas kel.kontrol diberi
   tahu bahwa tes tersebut hanya dalam
   suatu latihan saja. Sedangkan kelompok
   eksperimen dikatakan bahwa siapa saja
   yang mendapat nilai 8 atau lebih akan
   memperoleh hadiah.
 Metode Eksperimen untuk menguji suatu
  hipotesis bahwa kel.ekperimen yg diberi
  janji akan hadiah tadi akan dilakukan
  tugasnya dengan baik. Bila perbedaan
  hasil antara kedua kelompok tadi
  signifikan. Maka dapat disimpulkan ada
  hubungan kausal antara hadiah dengan
  hasil tes.
 Artinya bahwa keadaan tertentu
  penghargaan akan hadiah tadi
  mempengaruhi hasil tes tersebut.
Metode-metode Non eksperimen
1.    Metode Pengamatan
      Suatu cara untuk mencatat tingkah laku
      tertentu dari orang yang diamati dengan
      menggunakan pedoman observasi.
3.    Metode Survey
      Suatu metode yg digunakan untuk
      mempelajari beberapa masalah yg sulit
      dipelajari melalui pengamatan dg
      wawancara.
3. Metode Klinis
   Suatu metode yg digunakan untuk
   mengamati seseorang di tempat khusus
   yg telah disediakan, sehingga dapat
   diketahui perilaku-perilaku dan
   pernyataanyg spotan dengan tujuan
   paedagogis atau medis.
4. Metode Angket
   Suatu cara dengan menggunakan
   pertanyaan yg diberikan kpd sejumlah
   orang yg hrs dijawab.
5. Metode Wawancara
   Suatu cara utk menggali
  pendapat,perasaan,sikap,pandangan,dan
       berbagai hal yg merupakan tingkah
  laku .

6. Metode Sejarah Kehidupan
   Suatu metode yg digunakan utk menget.
   Tingkah laku seseorang dg latar
  belakangnya, melalui penelitan buku
  harian atau wawancara ttg masa lalu.
Gunakan digit-digit 2 , 3 , 4 , 5
     , 6 , 7 , 8 , 9 , dan 10 .
 Tempatkan setiap digit ini di dalam
    kotak di atas , tidak boleh ada
angka yang sama, sedemikian hingga
  jumlah setiap baris , setiap kolom
     dan diagonal sama yaitu 18.
                    
BAB III
           PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN
   Perkembangan Melibatkan Perubahan

    Mrt: Maslow
    Perkebangan adalah aktualisasi diri (self
    actuazation) yaitu upaya untuk menjadi
    orang terbaik secara fisik dan mental, agar
    merasa bahagia dan puas diberi
    kesempatan untuk memenuhi dorongan
    tersebut.
1.   Kesehatan yang diharapkan.
2.   Bebas dari gangguan fisik yang serius.
3.   Penerimaan diri dan menyakinkan dapat
     mengatasi setiap masalah.
4.   Lingkungan yg mendukung perkembangan.
5.   Berorentasi thp orang lain.
6.   Meletakkan tujuan yg real utk menghindari
     kegagalan.
Jenis Perubahan Dalam
              Perkembangan
   Perubahan ukuran
   Perubahan proporsi
   Hilangnya ciri lama
   Didapatkannya ciri baru
UMUR MASING-MASING KALI
DUA DITAMBAH SEPULUH KALI
LIMA DITAMBAH JUMLAH
KELUARGA DIKURANGI LIMA
PULUH SAMA DENGAN BERAPA
Jenis Perubahan Dalam Perkembangan

   Perubahan ukuran:
       - Fisik tinggi
       - Berat badan
       - Organ tubuh
       - Mental dan memori
       - Penalaran
       - Persepsi , dan
       - Imaginasi kreatif
Perubahan Proporsi

 Sesuai dengan kemampuan
 penalaran :
    - Pola pikir
    - Kemampuan befikir
Hilangnya ciri lama
   Kelenjar thypus setelah pubertas, rambut,
    dan gigi.
   Ciri tersebut secara bertahap mengalami
    kemerenaan.
Perubahan ciri baru
 Ciri fisik
 Gigi tetap
 Ciri mental
 Standart moral
 Keyakinan terhadap agama
Jawabannya : Menyenangkan atau tidak,
   tergantung pd faktor-faktor yg
   memperngaruhinya.
Faktor-faktor tersebut adalah :
3. Kesadaran anak akan perubahan.
4. Perubahan perilaku.
5. Sikap sosial terhadap perubahan.
6. Perlakuan terhadap dirinya.
7. Sikap budaya: takut,acuh tak
   acuh,sukar bergaul,gampang
   tersinggung.
Perkembangan awal lebih kritis dp
Perkembangan selanjuanya.

Menurut:
E.B.Hurlock, mengatakan:
Masa anak-anak meramalkan masa dewasa.
    “Sebagaimana pagi hari meramalkan hari baru”
Erikson, menerangkan:
Apa yg dipelajari seseorang anak tergantung bagaimana
    orang tua memenuhi kebutuhan anak akan
    makan,perhatian,cinta kasih.
    Sekali ia berbuat baik(belajar),sikap demikian akan
    mewarnai persepsi individu sepanjang hidup.
Kondisi yg mempengaruhi dasar awal
       perkembangan anak, adalah :
   Hub antar pribadi yg menyenangkan terutama
    dg anggota keluarga.
   Keadaan emosi, akibat penolakan anggota
    keluarga / perpisahan dg orang tua.
   Metode melatih: anak-anak dibesarkan dg cara
    primitif/kuno, ketika besar cenderung
    kehilangan rasa tanggung jawab, emosional
    buruk, prestasi rendah. Berbeda bila
    dibesarkan dlm lingkungan demokrasi atau
    sedikit otoriter penyesuaian pribadinya dan
    sosialnya lebih baik.
4. Peran dini: anak pertama yg
  seringkali diharapkan bertanggung
  jawab di rumah dan menjaga anak
  yg lebih kecil, dpt mempunyai
  kepercayaan diri yg lebih besar,
  kadang-kadang kebiasaan
  memerintah sepanjang hidupnya.
5. Struktur keluarga di masa kanak-
  kanak: Seorang anak yg berasal dari
  keluarga besar,sikap dan
  perilakunya cenderung otoriter,
  sedangkan yg berasal dari keluarga
  yg bercerai/berpisah menjadi anak
  yg cemas, tdk mudah percaya, dan
  sedikit kaku.
6. Rangsangan lingkungan: Lingkungan yg
  merangsang merupakan salah satu
  pendorong perkembangan kemampuan
  anak yg diturunkan.
  Misal: bercakap-cakap dg
  bayi/menunjukkan gambar kpd seorang
  anak pra sekolah, mendorong minat dlm
  belajar berbicara dan keinginan utk
  membaca, lingkungan dpt merangsang
  perkembangan fisik dan mental.
Ada 4 pembuktian :
2.  Karena dasar awal cepat berkembang
    menjadi pola kebiasaan yg akan
    mempengaruhi penyesuaian pribadi dan
    sosial sepanjang hidup.
3.  Karena hasil belajar dan pengalaman
    semakin memainkan peranan secara
    dominan dlm perkembangan dg
    bertambahnya usia anak.
3. Karena pola sikap dan perilaku yg
  dibentuk pd awal cenderung bertahan baik
  atau buruk.
4. Karena ada kalanya diinginkan
  perubahan apa yg di ajarkan, maka
  semakin cepat perubahan yg di buat, akan
  semakin mudah bagi anak-anak dan
  akibatnya mereka semakin lebih bekerja
  sama dlm mengadakan perubahan.
Perkembangan Merupakan Hasil proses
      Kematangan dan Belajar
 Kematangan : Kemasakan
  Kematangan : Perkembangan seseorang yg
  terlihat dr adanya perasaan penilaian diri dan
  adanya kemampuan utk membawakan diri
  secara wajar di kelompok atau di lingkungan
  sosial yg berbeda.
Proses kematangan intrinsik adalah terbukanya
  kareterisktik yg secara potensial ada pd individu
  yg berasal dr warisan genetik.
Intrinsik = nilai yg terkandung di dalamnya.
Fungsi kematangan
   Fungsi filogenetik : fungsi umum
    ras/keturunan.
    Contoh : merangkak, duduk, dan berjalan
    (perkembangan berasal dr proses kematangan )
   Fungsi ontogenetik : fungsi khas utk individu.
    Contoh : berenang, melepar bola, naik sepeda,
    menulis (diperlukan latihan )
Belajar

   Belajar : perubahan tingkah laku dr tdk tahu
    menjadi tahu, dr tdk bisa menjadi bisa.
    Contoh : anak yg mempunyai tatanan syaraf dan
              otot yang superior, mungkin
              mempunyai bakat besar utk melakukan
              penampilan musikal.
              Akan ttp bila tdk ada kesempatan
              berlatih dan bimbingan yg sistematis
              anak tersebut tdk akan dpt
              mengembangkan potensi yg
              diwariskan.
 Buatlah cerita dalam bahasa jawa yang dapat
  mempengaruhi psikologi anak sehingga
  termotivasi untuk rajin belajar.
 Absen 1 – 12 untuk SD kelas rendah (1-3)
 Absen 13 - 24 untuk SD kelas tinggi ( 4-6)
 Absen 25 - 36 untuk SMP
 Absen 37 – 47 untuk SMA
 APA YANG MENYEBABKAN KENAKALAN REMAJA
 MENGAPA KENAKALAN REMAJA HARUS
  DITANGGULANGI
 BAGAIMANA CARA MENCEGAH KENAKALAN
  REMAJA
BAB X
             KENAKALAN REMAJA
Pengertian
Kenakalan Remaja : perbuatan atau tingkah
  laku yg dilakukan oleh remaja baik
  kelompok atau individu yg bersifat
  melanggar ketentuan yg berlaku dalam
  masyarakat, baik pelanggaraan secara
  hukum maupun pelanggaraan terhadap
  norma.
Kenakalan Remaja dibagi empat jenis
1.   Kenakalan yang menimbulkan korban fisik
     pada orang lain : perkelaian, perampokan,
     pemerkosaan, dan pembunuhan.
2.   Kenakalan yang menimbulkan korban materi :
     perusakan, pencurian, dan pemerasan.
3.   Kenakalan sosial yang tidak menimbulkan
     dipihak lain : pelacuran, penyalahgunaan obat.
4.   Kenakalan yang melawanstatus : membolos,
     pergi dri rumah tanpa pamit.
Ciri-ciri Pokok dari Kenakalan remaja

 Tingkah laku bersifat pelanggaraan
  hukum dan pelanggaraan nilai-nilai
  moral.
 Kenakalan a-sosial bertentangan norma
  sosial.
 Kenakalan yang dilakukan anak berusia
  13 – 17 tahun.
 Kenakalan dilakukan secara individu
  atau kelompok.
Faktor-faktor yg Memperngaruhi
            Kenakalan Remaja
1.   Kelalaian orang tua dalam mendidik anak
     (memberikan ajaran dan bimbingan )
2.   Sikap perilaku orang tua yg buruk terhadap
     anak.
3.   Kehidupan ekonomi keluarga yg morat-marit.
4.   Diperjualbelikannya minuman keras/obat-
     obatan terlarang.
5.   Kehidupan moralitas masyarakat yg bobrok
6. Beredarnya film-film porno.
7. Perselisihan atau konflik orang tua.
8. Perceraian orang tua.
9. Penjualan alat-alat kontrasepsi yg kurang
   terkontrol.
10.Pengangguran.
11. Kurang dapat memanfatkan waktu
   luang.
12. Pergaulan negatif.
13. Perkembangan teknologi.
14. Kurangnya penyaluran emosi.
15. Kurangnya pembentukan hati nurani.
Beberapa contoh Kenakalan Remaja

Penyalahgunaan norkoba
Sebab-sebab :
3. Untuk membuktikan keberanian dalam
   melakukan tindakan berbahaya : ngebut dan
   bertengkar.
4. Untuk menunjukkan tindakan menentang
   otoriter orang tua, guru, dan norma-norma
   sosial.
5. Untuk mempermudah penyaluran perbuatan
   seks.
6. Untuk melepasakan diri dari kesepian.
5. Untuk mencari dan menemukan arti hidup
6. Untuk mengisi kekosongan dan
    kebosanan.
7. Untuk mengikuti kawan-kawan/solidaritas.
8. Untuk menghilangkan frustasi dan gelisah.
9. Untuk sekedar iseng-iseng dan rasa ingin
    tahu.
Ciri-ciri pengguna narkoba
    Berkaitan dengan sekolah.
1.   Penurunan prestasi.
2.   Mulai kumpul dg teman yg kurang
     baik.
3.   Sering meminjam uang kepada
     teman.
4.   Tidak disiplin.
1. Sering mengunci diri di kamar.
2. Suka berlama-lama di kamar mandi.
3. Menunjukkan sikap cuek.
4. Malas mengurus diri.
5. Sering berbohong.
6. Mudah tersinggung, agresif.
7. Membatasi diri.
8. Di rumah ditemukan obat-obatan,
   jarum suntik,kertas timah dsb.
Kesehatan dan emosi
1. Banyak menguap padahal tidak
   mengantuk.
2. Batuk pilek berkepanjangan.
3. Diare , perut melilit.
4. Sering pusing, demam.
5. Sering membawa obat tetes mata
   untuk mengobati matanya yg sering
   berair dan merah.
6. Takut air.
Perkelahian Pelajar
►   Perkelahian pelajar = tawuran
Sifat-sifat tawuran
3. Terjadinya tawuran merupakan hasil dari adanya
    solidaritas yg tinggi dari suatu kelompok.
4. Tawuran dapat mengembangkan sifat keberanian
    yg semu pada diri remaja.
5. Tawuran merusak sportivitas karena dalam
    kemelut itu tidak ada aturan.
6. Kebrutalan peserta tawuran seringkali ditandai
    dengan hilangnya kesadaran mereka.
► Mengapa   terjadi perilaku seksual di luar
 nikah !
 Pada masa remaja , organ seks mulai
 berkembang, mereka mulai memiliki
 dorongan seks, apabila mereka sering
 menonton film-film porno / membaca
 majalah-majalah porno, sehingga mereka
 melampiaskannya dengan melakukan seks di
 luar nikah.
Akibat-akibat dari Perilaku di Luar
Nikah
1.   Menimbulkan dan menyebarluaskan
     penyakit kelamin dan kulit.
2.   Merusak sendi-sendi kehidupan keluarga.
3.   Memberikan pengaruh demoralisasi
     kepada lingkungan.
4.   Berkorelasi dengan kriminalitas dan
     kecanduan bahan-bahan narkotik.
5.   Merusak sendi-sendi moral, susila,
     hukum, dan agama.
Upaya Penanggulangan Masalah Kenakalan Remaja
  Dibagi 3 tindakan :
2. Tindakan preventif : pencegahan
3. Tindakan represif : hukuman thd setiap
   perbuatan pelanggaraan.
4. Tindakan kuratif dan Rehabilitasi :
   mengubah tingkah laku si pelanggar
   remaja dengan memberikan pendidikan
   dan pembinaan secara khusus
BAB V
     FASE-FASE PERKEMBANGAN
    Tahap-tahap perkembangan
     Menurut Erikcson : rentang kehidupan dibagi 8 tahap.
3.   Masa bayi
4.   Masa kanak-kanak
5.   Usia prasekolah
6.   Usia sekolah
7.   Masa remaja
8.   Masa awal dewasa
9.   Masa dewasa
8.   Masa tua
Menurut Bijou
Ada 5 periode
► Periode pralahir(pembuahan sampai lahir)
► Masa neonatus(lahir sampai 10-14 hari)
► Masa bayi (2 minggu samapi 2 tahun)
► Masa kanak-kanak(2 th sampai 13/14 th)
► Masa puber(11 samapi 16 th )
Menurut Hurlock
1.   Periode pranatal : konsepsi kelahiran
2.   Masa Kelahiran : lahir sampai minggu ke
     2
3.   Masa bayi : Akhir minggu kedua sampai
     akhir tahun kedua
4.   Awal masa kanak-kanak 2 sampai 6 th
5.   Akhir masa kanak-kanak : 6 - 10/12 th
6.   Masa puber/pra-remaja : 10/12 – 13/14
     th
Upaya Penanggulangan Masalah
          Kenakalan Remaja
  Dibagi 3 tindakan :
2. Tindakan preventif : pencegahan
3. Tindakan represif : hukuman thd
   setiap perbuatan pelanggaraan.
4. Tindakan kuratif dan Rehabilitasi :
   mengubah tingkah laku si pelanggar
   remaja dengan memberikan
   pendidikan dan pembinaan secara
   khusus.
7. Masa remaja : 13/14 sampai 18 th
8. Awal masa dewasa : 18 sampai 40 th
3. Masa dewasa madya : 40 sampai 60 th
4. Masa dewasa lanjut : 60 sampai
   meninggal.
CIRI – CIRI PERIODE PRANATAL

Pembuahan sampai lahir ± 270 – 280 hari.
 Pembawaan lahir.
 Pertumbuhan dan perkembangan yang
   cepat.
 Kondisi dalam lingkungan pralahir.
 Sikap orang-orang yang berarti.
CIRI-CIRI BAYI NEONATAL
1.   Periode yg tersingkat dari semua masa
     perkembangan .
     Periode ini saat di mana janin harus
     menyesuaikan dengan kehidupan di luar
     rahim ibu, di mana ia telah hidup selama ±
     sembilan bulan .

     Menurut medis: penyesuaian akan berakhir
     pada saat tali pusar lepas dari pusarnya .
Menurut fisiologis: berakhir pada saat bayi
 gemuk kembali setelah kehilangan berat
 badan sesudah dilahirkan.

  Menurut psikologis : berakhir pada saat
  bayi mulai menunjukkan tanda-tanda
  kemajuan perkembangan perilaku.
  Penyesuian diperlukan waktu 2 minggu
  ada juga lebih lama.
PENYESUAIAN MASA BAYI DIBAGI 2

1.   Periode Partunate
     /persalinan/kelahiran
     Dari lahir sampai antara lima belas dan
     tiga puluh menit sesudah lahir.
     Periode bermula dari keluarnya janin
     dari rahim ibu dan berakhir setelah tali
     pusar dipotong dan diikat , merupakan
     pascamatur , yaitu lingkungan di luar
     tubuh ibu.
1.   Periode Neonate.
     Dari pemotongan dan pengikatan tali
     pusar sampai sekitar akhir minggu ke dua
     dari kehidupan pascamatur.
     Jarang janin keluar dari rahim ibu ± 48
     jam , sekalipun ada persalinan yg sulit.
     Bayi menjadi individu yang terpisah,
     mandiri tidak lagi merupakan
     parasit,mengadakan penyesuaian di
     lingkungan yang baru.
Ciri-ciri bayi Neonatal
1. Masa terjadinya penyesuaian yang radikal.
   Penyesuaian ada mudah menyesuiakan ada
   mengalami kegagalan.
2. Masa terhentinya perkembangan.
   Pertumbuhan dan perkembangan pesat yg
   terjadi periode pranatal utuk sementara
   terhenti pada saat kelahiran.
   seperti berkurangnya berat badan ada kalanya
   kurang sehat , kemunduranya ini berlangsung
   sampai seminggu
3. Pendahuluan dari Perkembangan selanjutnya.
   Perkembangan bayi yang tampak waktu dilahirkan
   tidak dapat digunakan untuk meramalkan secara
   tepat perkembangan individu di masa depan, hanya
   mengharapkan perkembnagan selanjutnya.
4. Periode yang berbahaya.
   secara fisik masa bayi neonatal berbahaya karena
   sulitnya mengadakan penyesuian diri secara radikal
   yang penting pada lingkungan yang sangat baru dan
   sangat berbeda. Buktinya masih banyak tingkat
   kematian .
CIRI-CIRI MASA BAYI

1.   Dasar yang sesungguhnya.
     Periode ini merupakan kehidupan yang baru: pola
     perilaku, sikap, dan pola ekspresi emosi terbentuk.

2.    Pertumbuhan dan perubahan berjalan cepat.
     bayi berkembang dg pesat dlm tahun pertama,
     perbadingan antara pertumbuhan tinggi dan berat
     badan, perkembangan intelek berjalan sejajar dg
     pertumbuhan fisik.
3. Berkurangnya ketergantungan.
  Berkurangnya ketergantungan : duduk,
  berdiri, berjalan, dan menggerak-gerakkan.
  Bila dilarang akan protes berupa ledakan
  amarahdan tangisan dan berkembang
  menjadi “negativisme” artinya ciri yg
  menonjol pada akhir masa bayi
   Tugas membuat makalah
    Judul : “Pengaruh Pola Asuh Pada Ibu
    Yang Bekerja atau Tidak Bekerja
    Terhadap Perilaku Anak Sekolah
    Menengah Pertama”
 PENGERTIAN   PERASAAN DAN EMOSI
 Pengertian Perasaan.

  Menurut Chaplin
  Perasaan adalah sebagai pengalaman yang
  disadari diaktifkan oleh perangsang
  eksternal maupun bermacam-macam
  keadaan jasmani.
Max scheber

    Membagi perasaan dalam 4 kelompok
2.   Perasaan Penginderaan yaitu yang
     berhubungan dengan penginderaan.
     Misal : rasa panas, dingin, dan sebagainya.
4.   Perasaan Vital yaitu perasaan yang
     dialamiseseorang yang berhubungan
     dengan keadaan tubuh .
     Misal : rasa lelah, lesu, segar,dsb.
1.   Perasaan Psikis yaitu perasaan yang
     menyebabkan perubahan-perubahan psikis.
     Misal : senang, sedih dsb.
3.   Perasaan Pribadi yaitu perasaan yang
     dialami seseorang secara pribadi.
     Misal : perasaan terasing, suka, tidak
     suka,dsb.
EMOSI
Menurut Chaplin
Emosi : Suatu keadaan terangsang dari
 organisme,mencakup pengalaman yang
 disadari yang bersifat mendalam, dan
 memungkinkan terjadinya perubahan
 perilaku.
Menurut Poerbakawatja
Emosi : Suatu respon(reaksi) terhadap suatu
 perangsang yang dapat menybabkan
 perubahan fisiologis, disertai dengan
 perasaan yang kuat, biasanya mengandung
 kemungkinan untuk meletus.
HUBUNGAN ANTARA EMOSI DAN TINGKAH
                   LAKU

a.    Teori Sentral
      Menurut teori ini gejala kejasmanian
      timbul sebagai akibat dari emosi yang
      dialami individu . Jadi individu mengalami
      emosi lebih dulu baru kemudian
      mengalami perubahan-perubahan dalam
      jasmani.
a.   Teori Perifir
     Dikemukakan oleh James dan Lange
     Berpendapat : bahwa perubahan
     psikologis yang terjadi dalam emosi
     disebabkan adanya perubahan fisiologis.
     Perubahan fisiologis menyebabkan
     perubahan psikologis yang disebut emosi.
     Menurut teori ini : orang susah karena
     menangis, orang senang karena tertawa
     bukan tertawa karena senang.
c.Teori Kedaruratan Emosi
  Teori ini memperjelas hubungan antara emosi
  dengan gejala kejasmanian atau tingkah laku.
  Perilaku sehat : dapat dijelaskan bahwa keadaan
                   marah, takut, cemas, atau
                   keadaan terangsang lainnya
                   menyebabkan tubuh
                   memproduksi zat “adrenalin”
                   dapat mempengaruhi tekanan
                   darah meningkat, jantung
                   berdetak lebih cepat, pernafasan
                   terganggu, pencernaan berhenti
                   sementara.
Kondisi kesehatan terganggu,tekanan
darah tinggi, kolesterol tinggi ,
memicu penyakit jantung dan
stroke.
Emosi berhubungan dg motif
 Emosi dapat berfungsi sebagai motif yang
  dapat memotivasi atau menyebabkan
  timbulnya semacam kekuatan agar individu
  dapat berbuat atau tingkah laku.
 Tingkah laku yang disebabkan oleh emosi
  bisa bersifat positif maupu negatif.
Dalam kehidupan sehari-hari antara
emosi dan motif selalu berhubungan.
1. Ketika kita mengetahui saudara kita
   tertimpa bencana,timbul rasa haru,
   simpati, kemudian memberikan bantuan.
2. Sekelompok suporter sepak bola yang
   menyasikan tim kesebelasan favorit
   kalah, timbul rasa kecewa,jenkel, marah,
   lalu bertindak brutal.
3. Pelajar saling mengolok-olok, kemudian
   timbul kemarahan, sakit hati, atau
   dendam, yang akhirnya menyebabkan
   perkelahian atau tawuran.
BAB VII
       KARAKTERISTIK
    PERKEMBANGAN EMOSI
Karakteristik Emosi Anak
 Faktor kematangan dan belajar dapat
 mempengaruhi emosi, maka mudah
 dipahami bahwa emosi anak berbeda
 emosi orang dewasa.
 Tidak semua anak taraf emosinya
 sama.
Karakteristik Emosi

1.   Emosi yang kuat.
     Anak kecil emosinya sangat kuat
     karena anak kecil bereaksi dengan
     intensitas.
     Anak praremaja emosinya kuat juga
     walaupun bagi orang dewasa dianggap
     sepele.
1.   Emosi sering tampak.
     Anak-anak serinkali memperlihatkan
     emosi mereka meningkat dan
     bahkanmerupakan ledakan emosional
     yang mengakibatkan hukuman.
     Kadang-kadang mereka bejar untuk
     menyesuaikan diri dengan situasi yang
     membangkitkan emosi.
Bentuk – Bentuk Tingkah laku Sosial
 Dalam perkembangan menuju kematangan
 sosial, anak mewujudkan dalam bentuk-bentuk
 interkasi sosial diantarannya :
     1. Pembangkangan (Negativisme)
        Bentuk tingkah laku melawan. Tingkah
        laku ini terjadi sebagai reaksi
        terhadap penerapan disiplin atau tuntutan
        orang tua atau lingkungan yang tidak
        sesuai dengan kehendak anak.
       Tingkah laku ini mulai muncul pada usia
       18 bulan dan mencapai puncaknya pada
        usia tiga tahun dan mulai menurun pada
        usia empat hingga enam tahun.
 Sikap orang tua terhadap anak seyogyanya
 tidak memandang pertanda mereka anak yang
 nakal, keras kepala, tolol atau sebutan negatif
 lainnya, sebaiknya orang tua mau memahami
 sebagai proses perkembangan anak dari sikap
 dependent menuju kearah independent.
   2. Agresi (Agression)
        Yaitu perilaku menyerang balik secara fisik
        (nonverbal) maupun kata-kata (verbal).
        Agresi merupakan salah bentuk reaksi
    terhadap rasa frustasi ( rasa kecewa karena
    tidak terpenuhi kebutuhan atau keinginannya).
    Biasanya bentuk ini        diwujudkan dengan
    menyerang seperti :        mencubut,
    menggigit, menendang dan lain
    sebagainya.
   Sebaiknya orang tua berusaha mereduksi,
    mengurangi agresifitas anak dengan cara
    mengalihkan perhatian atau keinginan
    anak. Jika orang tua menghukum anak
    yang agresif maka egretifitas anak akan
    semakin memingkat.
   3. Berselisih (Bertengkar)
       Sikap ini terjadi jika anak merasa
    tersinggung atau terganggu oleh sikap atau
       perilaku anak lain.

   4. Menggoda (Teasing)
       Menggoda merupakan bentuk lain dari
    sikap agresif, menggoda merupakan
    serangan mental terhadap orang lain dalam
       bentuk verbal (kata-kata ejekan atau
    cemoohan) yang menimbulkan marah pada
       orang yang digodanya.
   5. Persaingan (Rivaly)
       Yaitu keinginan untuk melebihi orang lain
       dan selalu didorong oleh orang lain. Sikap
       ini mulai terlihat pada usia empat tahun,
    yaitu persaingan prestice dan pada usia
    enam tahun semangat bersaing ini akan
    semakin baik.

   6. Kerja sama (Cooperation)
       Yaitu sikap mau bekerja sama dengan
    orang lain. Sikap ini mulai nampak pada
    usia tiga tahun atau awal empat tahun,
    pada usia enam hingga tujuh tahun sikap    ini
    semakin berkembang dengan baik.
   7. Tingkah laku berkuasa (Ascendant behavior)
        Yaitu tingkah laku untuk menguasai situasi sosial,
        mendominasi atau bersikap bossiness. Wujud dari
        sikap ini adalah ; memaksa, meminta, menyuruh,
        mengancam dan sebagainya.

   8. Mementingkan diri sendiri (selffishness)
        Yaitu sikap egosentris dalam memenuhi interest
        atau keinginannya

   9. Simpati (Sympaty)
        Yaitu sikap emosional yang mendorong individu
        untuk menaruh perhatian terhadap orang lain mau
        mendekati atau bekerjasama dengan dirinya.
Faktor – faktor yang Mempengaruhi Perkembangan
Sosial Anak Perkembangan sosial anak dipengaruhi
beberapa faktor yaitu :
   1. Keluarga
        Keluarga merupakan lingkungan pertama yang
        memberikan pengaruh terhadap berbagai
    aspek     perkembangan anak, termasuk
    perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara
    kehidupan        keluarga merupakan lingkungan
    yang kondusif bagi sosialisasi anak. Proses
    pendidikan yang bertujuan mengembangkan
    kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh
    keluarga, pola pergaulan,    etika berinteraksi
    dengan orang lain banyak     ditentukan oleh
    keluarga.
   2. Kematangan
        Untuk dapat bersosilisasi dengan baik
        diperlukan kematangan fisik dan
    psikis sehingga mampu
    mempertimbangkan proses sosial,
    memberi dan menerima nasehat orang
    lain, memerlukan kematangan
    intelektual dan emosional, disamping     itu
    kematangan dalam berbahasa juga
    sangat menentukan.
   3. Status Sosial Ekonomi
        Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi
        sosial ekonomi keluarga dalam masyarakat.
    Perilaku anak akan banyak memperhatikan kondisi
        normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya.

   4. Pendidikan
        Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak
        yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses
        pengoperasian ilmu yang normatif, anak
    memberikan warna kehidupan sosial anak didalam
        masyarakat dan kehidupan mereka dimasa yang
        akan datang.
   5. Kapasitas Mental : Emosi dan Intelegensi
       Kemampuan berfikir dapat banyak
    mempengaruhi banyak hal, seperti
    kemampuan belajar, memecahkan
    masalah, dan berbahasa. Perkembangan
    emosi perpengaruh sekali       terhadap
    perkembangan sosial anak. Anak        yang
    berkemampuan intelek tinggi akan
    berkemampuan berbahasa dengan baik.
    Oleh karena itu jika perkembangan
    ketiganya seimbang maka akan sangat
    menentukan keberhasilan perkembangan
    sosial anak.
BAB VII PERKEMBANGAN ASPEK SOSIAL
                   REMAJA
    Pengaruh Perkembangan Sosial terhadap
                Tingkah Laku

   Pikiran anak sering dipengaruhi oleh ide-ide dari
    teori-teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap
    situasi dan orang lain, termasuk kepada orang
    tuanya. Kemampuan abstraksi anak sering
    menimbulkan kemampuan mempersalahkan
    kenyataan dan peristiwa-peristiwa dengan keadaan
    bagaimana yang semstinya menurut alam
    pikirannya.
Pengaruh egoisentris sering terlihat, diantaranya
berupa :
      1. Cita-cita dan idealisme yang baik, terlalu menitik
           beratkan pikiran sendiri, tanpa memikirkan akibat
           labih jauh dan tanpa memperhitungkan kesulitan
           praktis yang mungkin menyebabkan tidak
       berhasilnya menyelesaikan persoalan.
      2. Kemampuan berfikir dengan pendapat sendiri,
       belum disertai pendapat orang lain daalm
       penilaiannya.
           Melalui banyak pengalaman dan penghayatan
       kenyataan serta dalam menghadapi pendapat
       orang lain, maka sikap ego semakin berkurang   dan
       diakhir masa remaja sudah sangat kecil rasa
       egonya sehingga mereka dapat bergaul dengan
       baik.
Belajar
   Belajar : perubahan tingkah laku dr tdk tahu
    menjadi tahu, dr tdk bisa menjadi bisa.
   Belajar : perkembangan yg berasal dr latihan
    dan usaha.
    Contoh : anak yg mempunyai tatanan syaraf
    dan otot yang superior, mungkin mempunyai
    bakat besar utk melakukan penampilan
    musikal.
    Akan ttp bila tdk ada kesempatan berlatih dan
    bimbingan yg sistematis anak tersebut tdk
    akan dpt mengembangkan potensi yg
    diwariskan.
   Secara implisit maupun eksplisit firman
    Allah telah mewajibkan manusia untuk
    belajar, artinya:
 ”Apakah   sama orang-orang yang
    mengetahui dengan orang yang
    tidak mengetahui? Sesungguhnya
    hanya orang-orang berakalah yang
    mampu menerima pelajaran” (QS.
    Az-Zumar : 9)
 Firman Allah sebagai berikut, yang artinya:
 ”Mereka menanyakan kepadamu
  (Muhammad) tentnag jiwa atau ruh, maka
  katakanlah bahwa jiwa (roh) adalah urusan
  tuhan dan kamu tidak diberi pengetahuan
  kecuali sedikit” (Q.S. Al-Isra’ :85)
   Ayat tersebut bukan berarti menutup
    kemungkinan untuk mengkaji tentang jiwa.
    Meskipun hanya sedikit ayat tersebut
    mengisyaratkan bahwa jiwa atau ruh
    adalah sesuatu yang bisa dipelajari. Namun
    yang paling penting adalah ruh dan jiwa
    setidak-tidaknya merupakan suatu konsep
    yang bisa dipelajari sebagai substansi
    tersendiri.
Pacaran

   Dalam ajaran Islam sesungguhnya istilah
    pacaran itu tidak ada, yang ada hanyalah
    istilah ta’aruf yaitu perkenalan antara calon
    istri dan calon suami. Tetapi mungkin
    disebabkan oleh semakin berkembangnya
    teknologi sehingga pergaulan semakin luas
    dan berkembang sehingga banyak orang
    yang setuju dengan pacaran.
   Hal ini juga mungkin disebabkan karena
    Indonesia bukan negara Islam, sehingga
    peraturan / hukum-hukum islam di
    Indonesia tidak begitu kuat diterapkan
    dalam kehidupan sehari-hari tidak seperti di
    negara Islam lainnya seperti Arab Saudi.
   Serta tuntutan dan perkembangan zaman
    yang membuat sistem /cara didik dan
    pergaulan pada zaman “Siti Nurbaya” tidak
    bisa diterapkan lagi dalam kehidupan
    zaman sekarang.
Masa Usia Kemahasiswaan
   Masa usia mahasiswa sebenarnya berumur
    sekitar 18,0 sampai 25,0 tahun. Mereka dapat
    digolongkan pada masa remaja akhir sampai
    masa dewasa awal atau dewasa madya.
    Dilihat dari segi perkembangan, tugas
    perkembangan pada usia mahasiswa ini ialah
    pemantapan pendirian hidup.
Masa remaja (remaja madya)
   Pada masa ini mulai tumbuh dalam diri remaja
    dorong untuk hidup, kebutuhan akan adanya
    teman yang dapat memahami dan
    menolongnya, teman yang dapat turut
    merasakan suka dan dukanya. Pada masa ini,
    sebagai masa mencari sesuatu yang dapat
    dipandang menilai, pantas dijunjung tinggi dan
    di puja-puja sehingga masa ini disebut masa
    merindu puja (mendewa-dewakan), yaitu
    sebagai dewa remaja.
 Kedua objek pemujaan itu telah menjadi
  lebih jelas, yaitu pribadi-pribadi yang
  dipandang mendukung nilai-nilai tertentu
  (jadi personifikasi nilai-nilai).
 Pada anak laki-laki sering aktif meniru,
  sedangkan pada anak perempuan
  kebanyakan pasif, mengagumi, dan
  memujanya dalam khayalan.
Psikologi kognitif
 Psikologi kognitif adalah kajian studi ilmiah
  mengenai proses-proses mental atau
  pikiran. Bagaimana informasi diperoleh,
  dipresentasikan dan ditransfermasikan
  sebagai pengetahuan.
 Psikologi kognitif juga disebut psikologi
  pemrosesan informasi.
Prinsip dasar psikologi kognitif

 Belajar aktif
 Belajar lewat interaksi sosial
 Belajar lewat pengalaman sendiri
TUGAS KELOMPOK

1. Masa Intra Uterin dan Masa Bayi.
2. Masa Anak-anak.
3. Masa Anak Sekolah.
4. Masa Remaja.
5. Masa Adolesen.
Dipresentasikan mulai minggu depan.
TUDAS INDIVIDU/MANDIRI

   Carilah di Internet tentang Psikologi
   Perkembangan.
   Dibuat makalah atau dirangkum.
   Dikumpulkan menjelang UAS atau pada
   waktu UAS.

More Related Content

What's hot

Psikologi sosial
Psikologi sosialPsikologi sosial
Psikologi sosialPuryanto SS
 
14. gordon allport
14. gordon allport14. gordon allport
14. gordon allportONe's Iwan
 
Teori Psikoanalisa (sigmund freud)
Teori Psikoanalisa (sigmund freud)Teori Psikoanalisa (sigmund freud)
Teori Psikoanalisa (sigmund freud)Dina Haya Sufya
 
Seleksi dan Penempatan Psikologi Industri dan Organisasi
Seleksi dan Penempatan Psikologi Industri dan OrganisasiSeleksi dan Penempatan Psikologi Industri dan Organisasi
Seleksi dan Penempatan Psikologi Industri dan OrganisasiEky Yohana
 
Lazarus’s theory
Lazarus’s theoryLazarus’s theory
Lazarus’s theoryanmeyshie
 
Modifikasi perilaku
Modifikasi perilakuModifikasi perilaku
Modifikasi perilakuAfra Balqis
 
Kepribadian dalam psikologi islami
Kepribadian dalam psikologi islamiKepribadian dalam psikologi islami
Kepribadian dalam psikologi islamiErta Erta
 
Pertemuan ke-12 Erik H.Erikson
Pertemuan ke-12  Erik H.EriksonPertemuan ke-12  Erik H.Erikson
Pertemuan ke-12 Erik H.EriksonVivia Maya Rafica
 
Perkembangan dan kematangan karir remaja
Perkembangan dan kematangan karir remajaPerkembangan dan kematangan karir remaja
Perkembangan dan kematangan karir remajaIFTITAH INDRIANI
 
konsep dasar asesmen
konsep dasar asesmenkonsep dasar asesmen
konsep dasar asesmenBINTI ISROFIN
 
45820888 tafsir-tarbawi
45820888 tafsir-tarbawi45820888 tafsir-tarbawi
45820888 tafsir-tarbawipopon matuqoh
 
Peta Konsep Psikologi Perkembangan
Peta Konsep Psikologi PerkembanganPeta Konsep Psikologi Perkembangan
Peta Konsep Psikologi PerkembanganAtika Aziz
 
Teori perkembangan psikososial erick erikson moh. irfan burhani
Teori perkembangan psikososial erick erikson moh. irfan burhaniTeori perkembangan psikososial erick erikson moh. irfan burhani
Teori perkembangan psikososial erick erikson moh. irfan burhanielmakrufi
 
Psikologi Perkembangan 1
Psikologi Perkembangan 1Psikologi Perkembangan 1
Psikologi Perkembangan 1Umi Arifah
 
Psikoanalisis sigmund freud-psikologi kepribadian
Psikoanalisis sigmund freud-psikologi kepribadianPsikoanalisis sigmund freud-psikologi kepribadian
Psikoanalisis sigmund freud-psikologi kepribadianAfra Balqis
 
Psikologi perkembangan dewasa
Psikologi perkembangan dewasaPsikologi perkembangan dewasa
Psikologi perkembangan dewasaAstri Firdasannah
 
Pertemuan ke-3 Sigmund Freud
Pertemuan ke-3 Sigmund FreudPertemuan ke-3 Sigmund Freud
Pertemuan ke-3 Sigmund FreudVivia Maya Rafica
 
Perkembangan Intelektual pada Fase Remaja
Perkembangan Intelektual pada Fase RemajaPerkembangan Intelektual pada Fase Remaja
Perkembangan Intelektual pada Fase RemajaOva Opayanti
 

What's hot (20)

Psikologi sosial
Psikologi sosialPsikologi sosial
Psikologi sosial
 
14. gordon allport
14. gordon allport14. gordon allport
14. gordon allport
 
Teori Psikoanalisa (sigmund freud)
Teori Psikoanalisa (sigmund freud)Teori Psikoanalisa (sigmund freud)
Teori Psikoanalisa (sigmund freud)
 
Seleksi dan Penempatan Psikologi Industri dan Organisasi
Seleksi dan Penempatan Psikologi Industri dan OrganisasiSeleksi dan Penempatan Psikologi Industri dan Organisasi
Seleksi dan Penempatan Psikologi Industri dan Organisasi
 
Lazarus’s theory
Lazarus’s theoryLazarus’s theory
Lazarus’s theory
 
Modifikasi perilaku
Modifikasi perilakuModifikasi perilaku
Modifikasi perilaku
 
Kepribadian dalam psikologi islami
Kepribadian dalam psikologi islamiKepribadian dalam psikologi islami
Kepribadian dalam psikologi islami
 
Neo psikoanalisa
Neo psikoanalisaNeo psikoanalisa
Neo psikoanalisa
 
Pertemuan ke-12 Erik H.Erikson
Pertemuan ke-12  Erik H.EriksonPertemuan ke-12  Erik H.Erikson
Pertemuan ke-12 Erik H.Erikson
 
Logoterapi - Viktor E. Frankl
Logoterapi - Viktor E. FranklLogoterapi - Viktor E. Frankl
Logoterapi - Viktor E. Frankl
 
Perkembangan dan kematangan karir remaja
Perkembangan dan kematangan karir remajaPerkembangan dan kematangan karir remaja
Perkembangan dan kematangan karir remaja
 
konsep dasar asesmen
konsep dasar asesmenkonsep dasar asesmen
konsep dasar asesmen
 
45820888 tafsir-tarbawi
45820888 tafsir-tarbawi45820888 tafsir-tarbawi
45820888 tafsir-tarbawi
 
Peta Konsep Psikologi Perkembangan
Peta Konsep Psikologi PerkembanganPeta Konsep Psikologi Perkembangan
Peta Konsep Psikologi Perkembangan
 
Teori perkembangan psikososial erick erikson moh. irfan burhani
Teori perkembangan psikososial erick erikson moh. irfan burhaniTeori perkembangan psikososial erick erikson moh. irfan burhani
Teori perkembangan psikososial erick erikson moh. irfan burhani
 
Psikologi Perkembangan 1
Psikologi Perkembangan 1Psikologi Perkembangan 1
Psikologi Perkembangan 1
 
Psikoanalisis sigmund freud-psikologi kepribadian
Psikoanalisis sigmund freud-psikologi kepribadianPsikoanalisis sigmund freud-psikologi kepribadian
Psikoanalisis sigmund freud-psikologi kepribadian
 
Psikologi perkembangan dewasa
Psikologi perkembangan dewasaPsikologi perkembangan dewasa
Psikologi perkembangan dewasa
 
Pertemuan ke-3 Sigmund Freud
Pertemuan ke-3 Sigmund FreudPertemuan ke-3 Sigmund Freud
Pertemuan ke-3 Sigmund Freud
 
Perkembangan Intelektual pada Fase Remaja
Perkembangan Intelektual pada Fase RemajaPerkembangan Intelektual pada Fase Remaja
Perkembangan Intelektual pada Fase Remaja
 

Viewers also liked

3. psikiatri anak dan remaja
3. psikiatri anak dan remaja3. psikiatri anak dan remaja
3. psikiatri anak dan remajafikri asyura
 
KENAKALAN REMAJA
KENAKALAN REMAJAKENAKALAN REMAJA
KENAKALAN REMAJAHERMADI
 
40 nasehat memperbaiki rumah tangga
40 nasehat memperbaiki rumah tangga40 nasehat memperbaiki rumah tangga
40 nasehat memperbaiki rumah tanggaMuhammad Nuroni
 
terapi gangguan jiwa
terapi gangguan jiwaterapi gangguan jiwa
terapi gangguan jiwaJoni Iswanto
 
Upaya kesehatan jiwa masyarakat di layanan primer
Upaya kesehatan jiwa masyarakat di layanan primerUpaya kesehatan jiwa masyarakat di layanan primer
Upaya kesehatan jiwa masyarakat di layanan primerAzimatul Karimah
 
Perilaku abnormal pada anak dan remaja
Perilaku abnormal pada anak dan remajaPerilaku abnormal pada anak dan remaja
Perilaku abnormal pada anak dan remajaagung faisal
 
Pendekatan komprehensif bagi orang dengan gangguan jiwa
Pendekatan komprehensif bagi orang dengan gangguan jiwaPendekatan komprehensif bagi orang dengan gangguan jiwa
Pendekatan komprehensif bagi orang dengan gangguan jiwaBagus Utomo
 
Kesehatan jiwa masyarakat
Kesehatan jiwa masyarakatKesehatan jiwa masyarakat
Kesehatan jiwa masyarakatfikri asyura
 
Dokumen.tips peranan dokter-puskesmas-dalam-peningkatan-kualitas-pelayanan-ke...
Dokumen.tips peranan dokter-puskesmas-dalam-peningkatan-kualitas-pelayanan-ke...Dokumen.tips peranan dokter-puskesmas-dalam-peningkatan-kualitas-pelayanan-ke...
Dokumen.tips peranan dokter-puskesmas-dalam-peningkatan-kualitas-pelayanan-ke...Bagus Utomo
 
Materi ringkasan narkoba 2016
Materi  ringkasan narkoba 2016 Materi  ringkasan narkoba 2016
Materi ringkasan narkoba 2016 ali mustofa
 
Psikologi Perkembangan (Desmita)
Psikologi Perkembangan (Desmita)Psikologi Perkembangan (Desmita)
Psikologi Perkembangan (Desmita)Hariyatunnisa Ahmad
 
Materi Narkoba dan Napza
Materi Narkoba dan NapzaMateri Narkoba dan Napza
Materi Narkoba dan NapzaZolla Verbianti
 
Materi NARKOBA dari BNK Kota Semarang
Materi NARKOBA dari BNK Kota SemarangMateri NARKOBA dari BNK Kota Semarang
Materi NARKOBA dari BNK Kota SemarangRadenmas Pardisupardi
 
Penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika
Penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotikaPenyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika
Penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotikaArif Kurniawan
 
Sejumlah fakta dan data tentang gangguan depresi
Sejumlah fakta dan data tentang gangguan depresiSejumlah fakta dan data tentang gangguan depresi
Sejumlah fakta dan data tentang gangguan depresiBagus Utomo
 

Viewers also liked (18)

Penyesuaian diri remaja
Penyesuaian diri remajaPenyesuaian diri remaja
Penyesuaian diri remaja
 
3. psikiatri anak dan remaja
3. psikiatri anak dan remaja3. psikiatri anak dan remaja
3. psikiatri anak dan remaja
 
KENAKALAN REMAJA
KENAKALAN REMAJAKENAKALAN REMAJA
KENAKALAN REMAJA
 
40 nasehat memperbaiki rumah tangga
40 nasehat memperbaiki rumah tangga40 nasehat memperbaiki rumah tangga
40 nasehat memperbaiki rumah tangga
 
terapi gangguan jiwa
terapi gangguan jiwaterapi gangguan jiwa
terapi gangguan jiwa
 
Upaya kesehatan jiwa masyarakat di layanan primer
Upaya kesehatan jiwa masyarakat di layanan primerUpaya kesehatan jiwa masyarakat di layanan primer
Upaya kesehatan jiwa masyarakat di layanan primer
 
Perilaku abnormal pada anak dan remaja
Perilaku abnormal pada anak dan remajaPerilaku abnormal pada anak dan remaja
Perilaku abnormal pada anak dan remaja
 
Pendekatan komprehensif bagi orang dengan gangguan jiwa
Pendekatan komprehensif bagi orang dengan gangguan jiwaPendekatan komprehensif bagi orang dengan gangguan jiwa
Pendekatan komprehensif bagi orang dengan gangguan jiwa
 
Neurosa
NeurosaNeurosa
Neurosa
 
Kesehatan jiwa masyarakat
Kesehatan jiwa masyarakatKesehatan jiwa masyarakat
Kesehatan jiwa masyarakat
 
Dokumen.tips peranan dokter-puskesmas-dalam-peningkatan-kualitas-pelayanan-ke...
Dokumen.tips peranan dokter-puskesmas-dalam-peningkatan-kualitas-pelayanan-ke...Dokumen.tips peranan dokter-puskesmas-dalam-peningkatan-kualitas-pelayanan-ke...
Dokumen.tips peranan dokter-puskesmas-dalam-peningkatan-kualitas-pelayanan-ke...
 
Materi ringkasan narkoba 2016
Materi  ringkasan narkoba 2016 Materi  ringkasan narkoba 2016
Materi ringkasan narkoba 2016
 
Psikologi Perkembangan (Desmita)
Psikologi Perkembangan (Desmita)Psikologi Perkembangan (Desmita)
Psikologi Perkembangan (Desmita)
 
Materi Narkoba dan Napza
Materi Narkoba dan NapzaMateri Narkoba dan Napza
Materi Narkoba dan Napza
 
Materi NARKOBA dari BNK Kota Semarang
Materi NARKOBA dari BNK Kota SemarangMateri NARKOBA dari BNK Kota Semarang
Materi NARKOBA dari BNK Kota Semarang
 
Penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika
Penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotikaPenyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika
Penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkotika
 
Sejumlah fakta dan data tentang gangguan depresi
Sejumlah fakta dan data tentang gangguan depresiSejumlah fakta dan data tentang gangguan depresi
Sejumlah fakta dan data tentang gangguan depresi
 
NARKOBA
NARKOBANARKOBA
NARKOBA
 

Similar to Psikologi perkembangan

Pendekatan dan metode dalam psikologi perkembangan
Pendekatan dan metode dalam psikologi perkembanganPendekatan dan metode dalam psikologi perkembangan
Pendekatan dan metode dalam psikologi perkembangansolehan7
 
pendekatan dan metode dalam psikologi perkembangan
pendekatan dan metode dalam psikologi  perkembanganpendekatan dan metode dalam psikologi  perkembangan
pendekatan dan metode dalam psikologi perkembangansolehanlovesallah
 
Psikologi Pendidikan
Psikologi PendidikanPsikologi Pendidikan
Psikologi Pendidikanfitriantianna
 
Psikologi Pendidikan
Psikologi PendidikanPsikologi Pendidikan
Psikologi Pendidikanfitriantianna
 
Landasan Psikologis Pendidikan : Perkembangan Anak
Landasan Psikologis Pendidikan : Perkembangan AnakLandasan Psikologis Pendidikan : Perkembangan Anak
Landasan Psikologis Pendidikan : Perkembangan AnakSantiKartini
 
Perkembangan Kepribadian
Perkembangan KepribadianPerkembangan Kepribadian
Perkembangan Kepribadianpjj_kemenkes
 
Psikologi pendidikan jadi
Psikologi pendidikan jadiPsikologi pendidikan jadi
Psikologi pendidikan jadiNarendra
 
PUM1 - 8PsikologiPerkembanganI
PUM1 - 8PsikologiPerkembanganIPUM1 - 8PsikologiPerkembanganI
PUM1 - 8PsikologiPerkembanganImfrids
 
Tugas psikologi perkembangan
Tugas psikologi perkembanganTugas psikologi perkembangan
Tugas psikologi perkembangan6285865282092
 
Pemahaman pribadi siswa
Pemahaman pribadi siswaPemahaman pribadi siswa
Pemahaman pribadi siswaHani Pebri
 
Psikologi sosial pendekatan beberapa teori
Psikologi sosial   pendekatan beberapa teoriPsikologi sosial   pendekatan beberapa teori
Psikologi sosial pendekatan beberapa teoriFransiska Hapsari
 
Metode penelitian dan etika dalam psikologi sosial
Metode penelitian dan etika dalam psikologi sosialMetode penelitian dan etika dalam psikologi sosial
Metode penelitian dan etika dalam psikologi sosialAnis Qurli
 
Konsep perkembangan dalam konstelasi
Konsep perkembangan dalam konstelasiKonsep perkembangan dalam konstelasi
Konsep perkembangan dalam konstelasiarlanridfan farid
 
psikologi pendidikan tentang Metode, Tujuan, dan Peranan Psikologi Pendidikan
psikologi pendidikan tentang Metode, Tujuan, dan Peranan Psikologi Pendidikanpsikologi pendidikan tentang Metode, Tujuan, dan Peranan Psikologi Pendidikan
psikologi pendidikan tentang Metode, Tujuan, dan Peranan Psikologi PendidikanNadya Ayunisa
 
Cabang, pendekatan, metode dan kontribusi psikologi
Cabang, pendekatan, metode  dan kontribusi psikologiCabang, pendekatan, metode  dan kontribusi psikologi
Cabang, pendekatan, metode dan kontribusi psikologiSiti Oyim
 

Similar to Psikologi perkembangan (20)

Pendekatan dan metode dalam psikologi perkembangan
Pendekatan dan metode dalam psikologi perkembanganPendekatan dan metode dalam psikologi perkembangan
Pendekatan dan metode dalam psikologi perkembangan
 
pendekatan dan metode dalam psikologi perkembangan
pendekatan dan metode dalam psikologi  perkembanganpendekatan dan metode dalam psikologi  perkembangan
pendekatan dan metode dalam psikologi perkembangan
 
Psikologi
PsikologiPsikologi
Psikologi
 
Psikologi Pendidikan
Psikologi PendidikanPsikologi Pendidikan
Psikologi Pendidikan
 
Psikologi Pendidikan
Psikologi PendidikanPsikologi Pendidikan
Psikologi Pendidikan
 
Landasan Psikologis Pendidikan : Perkembangan Anak
Landasan Psikologis Pendidikan : Perkembangan AnakLandasan Psikologis Pendidikan : Perkembangan Anak
Landasan Psikologis Pendidikan : Perkembangan Anak
 
Perkembangan Kepribadian
Perkembangan KepribadianPerkembangan Kepribadian
Perkembangan Kepribadian
 
LANDASAN PSIKOLOGIS BK
LANDASAN PSIKOLOGIS BKLANDASAN PSIKOLOGIS BK
LANDASAN PSIKOLOGIS BK
 
Psikologi pendidikan jadi
Psikologi pendidikan jadiPsikologi pendidikan jadi
Psikologi pendidikan jadi
 
Psikologi pendidikan
Psikologi pendidikanPsikologi pendidikan
Psikologi pendidikan
 
landasan pendidikan
landasan pendidikanlandasan pendidikan
landasan pendidikan
 
PUM1 - 8PsikologiPerkembanganI
PUM1 - 8PsikologiPerkembanganIPUM1 - 8PsikologiPerkembanganI
PUM1 - 8PsikologiPerkembanganI
 
Tugas psikologi perkembangan
Tugas psikologi perkembanganTugas psikologi perkembangan
Tugas psikologi perkembangan
 
Pemahaman pribadi siswa
Pemahaman pribadi siswaPemahaman pribadi siswa
Pemahaman pribadi siswa
 
Hakikat Psikologi Perkembangan
Hakikat Psikologi PerkembanganHakikat Psikologi Perkembangan
Hakikat Psikologi Perkembangan
 
Psikologi sosial pendekatan beberapa teori
Psikologi sosial   pendekatan beberapa teoriPsikologi sosial   pendekatan beberapa teori
Psikologi sosial pendekatan beberapa teori
 
Metode penelitian dan etika dalam psikologi sosial
Metode penelitian dan etika dalam psikologi sosialMetode penelitian dan etika dalam psikologi sosial
Metode penelitian dan etika dalam psikologi sosial
 
Konsep perkembangan dalam konstelasi
Konsep perkembangan dalam konstelasiKonsep perkembangan dalam konstelasi
Konsep perkembangan dalam konstelasi
 
psikologi pendidikan tentang Metode, Tujuan, dan Peranan Psikologi Pendidikan
psikologi pendidikan tentang Metode, Tujuan, dan Peranan Psikologi Pendidikanpsikologi pendidikan tentang Metode, Tujuan, dan Peranan Psikologi Pendidikan
psikologi pendidikan tentang Metode, Tujuan, dan Peranan Psikologi Pendidikan
 
Cabang, pendekatan, metode dan kontribusi psikologi
Cabang, pendekatan, metode  dan kontribusi psikologiCabang, pendekatan, metode  dan kontribusi psikologi
Cabang, pendekatan, metode dan kontribusi psikologi
 

Recently uploaded

LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptxLATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptxnataliadwiasty
 
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...jumadsmanesi
 
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.pptP_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.pptAfifFikri11
 
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.aechacha366
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxLeniMawarti1
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuHANHAN164733
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxFardanassegaf
 
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfBuku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfWahyudinST
 
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptmateri pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptTaufikFadhilah
 
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmaksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmeunikekambe10
 
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup BangsaDinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup BangsaEzraCalva
 
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptPertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptNabilahKhairunnisa6
 
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdfShintaNovianti1
 
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptxJurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptxBambang440423
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxLeniMawarti1
 
MA Kelas XII Bab 1 materi musik mkontemnporerFase F.pdf
MA Kelas XII  Bab 1 materi musik mkontemnporerFase F.pdfMA Kelas XII  Bab 1 materi musik mkontemnporerFase F.pdf
MA Kelas XII Bab 1 materi musik mkontemnporerFase F.pdfcicovendra
 
APRESIASI SURAT DAN MASUKAN CGP ANGKATAN X.pdf
APRESIASI SURAT DAN MASUKAN CGP ANGKATAN X.pdfAPRESIASI SURAT DAN MASUKAN CGP ANGKATAN X.pdf
APRESIASI SURAT DAN MASUKAN CGP ANGKATAN X.pdfVenyHandayani2
 
Topik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptx
Topik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptxTopik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptx
Topik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptxsyafnasir
 
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdfsandi625870
 
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKAPPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKARenoMardhatillahS
 

Recently uploaded (20)

LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptxLATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
LATIHAN SOAL SISTEM PENCERNAAN KELAS 11pptx
 
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
UNGGAH PEGANGAN LOKAKARYA DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU DALAM KEGIATAN PEMBEKALAN...
 
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.pptP_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
P_E_R_I_L_A_K_U__K_O_N_S_E_L_O_R__v.1.ppt
 
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
PUEBI.bahasa Indonesia/pedoman umum ejaan bahasa Indonesia pptx.
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
 
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptxSBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
SBM_Kelompok-7_Alat dan Media Pembelajaran.pptx
 
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfBuku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
 
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.pptmateri pembelajaran tentang INTERNET.ppt
materi pembelajaran tentang INTERNET.ppt
 
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmmaksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
aksi nyata pendidikan inklusif.pelatihan mandiri pmm
 
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup BangsaDinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dinamika perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
 
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.pptPertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
Pertemuan 3-bioavailabilitas-dan-bioekivalensi.ppt
 
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
1.2.a.6. Demonstrasi Konstektual - Modul 1.2 (Shinta Novianti - CGP A10).pdf
 
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptxJurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
 
MA Kelas XII Bab 1 materi musik mkontemnporerFase F.pdf
MA Kelas XII  Bab 1 materi musik mkontemnporerFase F.pdfMA Kelas XII  Bab 1 materi musik mkontemnporerFase F.pdf
MA Kelas XII Bab 1 materi musik mkontemnporerFase F.pdf
 
APRESIASI SURAT DAN MASUKAN CGP ANGKATAN X.pdf
APRESIASI SURAT DAN MASUKAN CGP ANGKATAN X.pdfAPRESIASI SURAT DAN MASUKAN CGP ANGKATAN X.pdf
APRESIASI SURAT DAN MASUKAN CGP ANGKATAN X.pdf
 
Topik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptx
Topik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptxTopik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptx
Topik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptx
 
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
 
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKAPPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
PPT TEKS TANGGAPAN KELAS 7 KURIKUKULM MERDEKA
 

Psikologi perkembangan

  • 1. BIODATA  Nama : ASMADI  Alamat : Jl. Suhada’ Barat IV/18  RT 02 , RW XXII  Tlogosari Kulon  No. telp : (024) 6724857  No. hp : 0816 4255 668  Email : asasmadi59@yahoo.co.id
  • 2. IKIP PGRI SEMARANG FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA PROGRAM STUDI BAHASA INGGRIS  KONTRAK PERKULIAHAN  Mata Kuliah : Psikologi Perkembangan  Kode / sks : / 2 sks  Pengajar : Asmadi  Tahun Akademik : 2011 / 2012  Semester / Kelas : 2 / D, G, H  Hari Pert./ Jam : SENIN, 13.00 – 14.40  RABU, 14.40 – 16.20  RABU, 16.20 – 18.00  Tempat Pertemuan : GP 508 / 511
  • 3. Manfaat Mata Kuliah: - Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan beberapa pengertian tentang psikologi perkembangan. - Memahami ruang lingkup dan menjelaskan faedah mempelajari psikologi perkembangan
  • 4. Deskripsi Mata Kuliah: Psikologi Perkembangan merupakan ilmu yang memperlajari suatu proses yang menuju ke depan dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubugan dengan proses belajar atau perkembangan sebagai proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan , kemasakan, dan belajar.
  • 5. Indikator : 1.Menjelaskan pengertian psikologi perkembangan 2.Menjelaskan prinsip-prinsip perkembangan 3.Menjelaskan kedudukan, peranan, dan tugas-tugas psikologi perkembangan dalam pendidikan. 4.Menjelaskan fase-fase perkembangan.
  • 6. Bagan Materi Kuliah : Psikologi Perkembangan  Stategi Perkuliahan : 16 x pertemuan  Daftar Kepustakaan :  a. Wajib : Psikologi Perkembangan,Drs.Soedjarwoto,  dkk,UNNES PRESS, 2006.  b. Anjuran : Psikologi Perkembangan,Drs.H.Abu Ahmadi,Rineka Cipta, 1991.  Tugas : Individual dan Kelompok  Kriteria Penilaian : Pertanyaan harian, tugas individu, tugas kelompok, absen(Nilai harian), UTS dan UAS  Jadwal Perkuliahan : Senin / 13.00 – 14.40  Rabu, 14.40 – 16.20  Rabu, 16.20 – 18.00  Penghargaan dan Sanksi: Penghargaan : Sesuai dengan keahlian dan minat belajar.  Sanksi : Tidak hadir 4 kali tidak diperkenankan ikut  ujian akhir semester.
  • 9. BAB I PENDAHULUAN Pengertian Psikologi  Psikologi berasal dari kata Yunani  Psyche = jiwa , logos = ilmu  Aristoteles jiwa adalah fungsi untuk mengingat  Plato jiwa adalah ide  John Locke jiwa adalah kumpulan ide yg disatukan  Hipocrates jiwa adalah karakter Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia. Tingkah laku : kasat mata (overt behavior) : melempar,memukul dsb. tidak kasat mata (covert behavior) : sikap,berfikir dsb.
  • 10. Pengertian Perkembangan  Menurut  Chaplin CP Perkembangan adalah perubahan berkesinambungan dari lahir sampai mati  Hurlock Perkembangan adalah sebagian deretan progresif dari perubahan yang teratur dan koheren.
  • 11.  PsikologiPerkembangan adalah ilmu yang mempelajari perkembangan yang terjadi pada diri kepribadian seseorang.  Psikologi Perkembangan adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dalam perkembangannya yang mencakup periode masa anak-anak, remaja, dewasa, dan orangtua.
  • 12. Ruang lingkup Psikologi Perkembangan  Psikologi Anak  Psikologi Remaja  Psikologi Dewasa  Psikologi Orang Tua
  • 13. Faedah Memperlajari Psikologi Perkembangan o Akan memperoleh kemudahan untuk mengetahui apa yang diharapkan dari anak pada kira-kira usia berapa diharapkan muncul pola perilaku dan kapan perilaku ini digantikan dengan pola yang lebih matang. o Untuk menyusun pedoman dalam bentuk seperti skala mental, skala perkembangan sosial dan emosional. o Pembimbingan proses belajar anak pada saat yang tepat. o Untuk mengetahui perkembangan anak atas perubahan yang akan terjadi pada tubuh.
  • 14. Menurut Buhler (1893 – 1974) ada lima tingkat perkembangan psikis seseorang 1. Permulaan 2. Penanjakan ± 25 tahun 3. Puncak masa hidup : 25 – 50 tahun 4. Penurunan 5. Akhir kehidupan : setelah 50 tahun
  • 15. 1. Permulaan kemasakan seksual : laki-laki ± 15 tahun, wanita ± 13 tahun 3. Penghentian pertumbuhan jasmani : laki-laki ± 25 tahun, wanita ± 18 tahun 5. Akhir masa subur : laki-laki : masih tanda tanya wanita : ± 40-46 tahun 4. Permulaan kemunduran biologis ± 50 tahun
  • 16. 1. Apa yang disebut Psikologi Perkembangan? 2. Sebutkan manfaat mempelajari Psikologi Perkembangan
  • 17. ADA LIMA KUDA LARI DUA , JUMLAH KUDA SEKARANG BERAPA
  • 18. BAB II Sejarah Psikologi Perkembangan  Kumratu-ratu yaitu suatu masa di mana seorang anak berlagak seperti seorang raja. Menurut:  Aristoteles anak adalah manusia dalam ukuran kecil.  Johan Amos Comenius anak kecil bukan orang dewasa yang berukuran kecil, melainkan makhluk yang mempunyai dunia sendiri yaitu suatu dunia yang berbeda dengan orang dewasa.
  • 19. John Locke Bahwa anak-anak pada waktu lahir tidak membawa sifat-sifat bawaan, anak yang baru lahir digambarkan sebagai kertas putih yang belum ada tulisannya.  Rousseau Anak itu pada dasarnya baik, anak menjadi jelek karena pengaruh kebudayaan. Maka dari itu supaya tetap baik harus diberi kesempatan berkembang sesuai dengan kehendak alam. .
  • 20. Kesimpulan Anak berkembang sesuai dengan kehendak alam dan orang dewasa hanya mengarahkan
  • 21. METODE PSIKOLOGI PERKEMBANGAN  Pendekatan Umum Memberikan pengertian akan keseluruhan proses dan beberapa aspeknya.  Metode spesifik Cara-cara khusus yang digunakan untuk mengetahui gejala-gejala perkembangan yang timbul.
  • 22. Pendekatan Umum Dibedakan menjadi 5 kelompok 1. Metode Longitudinal yaitu cara menyelidiki anak dalam jangka waktu yang lama. Misal : seseorang diikuti perkembangannya dari lahir sampai mati, atau menyelidiki seseorang untuk sebagian waktu hidupnya.
  • 23. 1. Metode Tranversal yaitu cara menyelidiki orang-orang atau kelompok orang dari tingkatan umur yang berurtan akhirnya dapat juga ditentukan gambaran mengenai proses perkembangan sesuatu atau beberapa aspek kepribadian seseorang.
  • 24. 3. Metode time-lag metode ini membandingkan orang dari usia yang sama tetapi berasal dari kelompok lahir dalam waktu yang sama
  • 25. 4. Metode Kombinasi antara longitudinal dan transversal yaitu meneliti beberapa kelompok selama beberapa tahun Misal : meneliti umur 12, 13, 14 tahun
  • 26. 5. Pendekatan Lintas Budaya yaitu dengan menunjukkan bahwa faktor-faktor sebelumnya dianggap sebagai faktor – faktor lingkungan.
  • 27. Metode Spesifik  Metode Eksperimental Metode ini menggunakan percobaan yang dilakukan dengan cermat. adalah suatu metode untuk menguji suatu hipotesis antara kel.eksperimen(yg diberi perlakuan) dan kel. Kontrol(tidak diberi perlakuan)
  • 28. Metode Eksperimen Metode Eksperimen - Kelompok eksperimen - Kelompok kontrol Misal: dua kelompok dipilih yang sama : umur, intelegensi, status sosial, ekonomi,pendidikan.
  • 29. Contoh  Dalam membuat tugas kel.kontrol diberi tahu bahwa tes tersebut hanya dalam suatu latihan saja. Sedangkan kelompok eksperimen dikatakan bahwa siapa saja yang mendapat nilai 8 atau lebih akan memperoleh hadiah.
  • 30.  Metode Eksperimen untuk menguji suatu hipotesis bahwa kel.ekperimen yg diberi janji akan hadiah tadi akan dilakukan tugasnya dengan baik. Bila perbedaan hasil antara kedua kelompok tadi signifikan. Maka dapat disimpulkan ada hubungan kausal antara hadiah dengan hasil tes.  Artinya bahwa keadaan tertentu penghargaan akan hadiah tadi mempengaruhi hasil tes tersebut.
  • 31. Metode-metode Non eksperimen 1. Metode Pengamatan Suatu cara untuk mencatat tingkah laku tertentu dari orang yang diamati dengan menggunakan pedoman observasi. 3. Metode Survey Suatu metode yg digunakan untuk mempelajari beberapa masalah yg sulit dipelajari melalui pengamatan dg wawancara.
  • 32. 3. Metode Klinis Suatu metode yg digunakan untuk mengamati seseorang di tempat khusus yg telah disediakan, sehingga dapat diketahui perilaku-perilaku dan pernyataanyg spotan dengan tujuan paedagogis atau medis. 4. Metode Angket Suatu cara dengan menggunakan pertanyaan yg diberikan kpd sejumlah orang yg hrs dijawab.
  • 33. 5. Metode Wawancara Suatu cara utk menggali pendapat,perasaan,sikap,pandangan,dan berbagai hal yg merupakan tingkah laku . 6. Metode Sejarah Kehidupan Suatu metode yg digunakan utk menget. Tingkah laku seseorang dg latar belakangnya, melalui penelitan buku harian atau wawancara ttg masa lalu.
  • 34. Gunakan digit-digit 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 , 8 , 9 , dan 10 . Tempatkan setiap digit ini di dalam kotak di atas , tidak boleh ada angka yang sama, sedemikian hingga jumlah setiap baris , setiap kolom dan diagonal sama yaitu 18.  
  • 35. BAB III PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN  Perkembangan Melibatkan Perubahan Mrt: Maslow Perkebangan adalah aktualisasi diri (self actuazation) yaitu upaya untuk menjadi orang terbaik secara fisik dan mental, agar merasa bahagia dan puas diberi kesempatan untuk memenuhi dorongan tersebut.
  • 36. 1. Kesehatan yang diharapkan. 2. Bebas dari gangguan fisik yang serius. 3. Penerimaan diri dan menyakinkan dapat mengatasi setiap masalah. 4. Lingkungan yg mendukung perkembangan. 5. Berorentasi thp orang lain. 6. Meletakkan tujuan yg real utk menghindari kegagalan.
  • 37. Jenis Perubahan Dalam Perkembangan  Perubahan ukuran  Perubahan proporsi  Hilangnya ciri lama  Didapatkannya ciri baru
  • 38. UMUR MASING-MASING KALI DUA DITAMBAH SEPULUH KALI LIMA DITAMBAH JUMLAH KELUARGA DIKURANGI LIMA PULUH SAMA DENGAN BERAPA
  • 39. Jenis Perubahan Dalam Perkembangan  Perubahan ukuran: - Fisik tinggi - Berat badan - Organ tubuh - Mental dan memori - Penalaran - Persepsi , dan - Imaginasi kreatif
  • 40. Perubahan Proporsi Sesuai dengan kemampuan penalaran : - Pola pikir - Kemampuan befikir
  • 41. Hilangnya ciri lama  Kelenjar thypus setelah pubertas, rambut, dan gigi.  Ciri tersebut secara bertahap mengalami kemerenaan.
  • 42. Perubahan ciri baru  Ciri fisik  Gigi tetap  Ciri mental  Standart moral  Keyakinan terhadap agama
  • 43. Jawabannya : Menyenangkan atau tidak, tergantung pd faktor-faktor yg memperngaruhinya. Faktor-faktor tersebut adalah : 3. Kesadaran anak akan perubahan. 4. Perubahan perilaku. 5. Sikap sosial terhadap perubahan. 6. Perlakuan terhadap dirinya. 7. Sikap budaya: takut,acuh tak acuh,sukar bergaul,gampang tersinggung.
  • 44. Perkembangan awal lebih kritis dp Perkembangan selanjuanya. Menurut: E.B.Hurlock, mengatakan: Masa anak-anak meramalkan masa dewasa. “Sebagaimana pagi hari meramalkan hari baru” Erikson, menerangkan: Apa yg dipelajari seseorang anak tergantung bagaimana orang tua memenuhi kebutuhan anak akan makan,perhatian,cinta kasih. Sekali ia berbuat baik(belajar),sikap demikian akan mewarnai persepsi individu sepanjang hidup.
  • 45. Kondisi yg mempengaruhi dasar awal perkembangan anak, adalah :  Hub antar pribadi yg menyenangkan terutama dg anggota keluarga.  Keadaan emosi, akibat penolakan anggota keluarga / perpisahan dg orang tua.  Metode melatih: anak-anak dibesarkan dg cara primitif/kuno, ketika besar cenderung kehilangan rasa tanggung jawab, emosional buruk, prestasi rendah. Berbeda bila dibesarkan dlm lingkungan demokrasi atau sedikit otoriter penyesuaian pribadinya dan sosialnya lebih baik.
  • 46. 4. Peran dini: anak pertama yg seringkali diharapkan bertanggung jawab di rumah dan menjaga anak yg lebih kecil, dpt mempunyai kepercayaan diri yg lebih besar, kadang-kadang kebiasaan memerintah sepanjang hidupnya. 5. Struktur keluarga di masa kanak- kanak: Seorang anak yg berasal dari keluarga besar,sikap dan perilakunya cenderung otoriter, sedangkan yg berasal dari keluarga yg bercerai/berpisah menjadi anak yg cemas, tdk mudah percaya, dan sedikit kaku.
  • 47. 6. Rangsangan lingkungan: Lingkungan yg merangsang merupakan salah satu pendorong perkembangan kemampuan anak yg diturunkan. Misal: bercakap-cakap dg bayi/menunjukkan gambar kpd seorang anak pra sekolah, mendorong minat dlm belajar berbicara dan keinginan utk membaca, lingkungan dpt merangsang perkembangan fisik dan mental.
  • 48. Ada 4 pembuktian : 2. Karena dasar awal cepat berkembang menjadi pola kebiasaan yg akan mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial sepanjang hidup. 3. Karena hasil belajar dan pengalaman semakin memainkan peranan secara dominan dlm perkembangan dg bertambahnya usia anak.
  • 49. 3. Karena pola sikap dan perilaku yg dibentuk pd awal cenderung bertahan baik atau buruk. 4. Karena ada kalanya diinginkan perubahan apa yg di ajarkan, maka semakin cepat perubahan yg di buat, akan semakin mudah bagi anak-anak dan akibatnya mereka semakin lebih bekerja sama dlm mengadakan perubahan.
  • 50. Perkembangan Merupakan Hasil proses Kematangan dan Belajar  Kematangan : Kemasakan Kematangan : Perkembangan seseorang yg terlihat dr adanya perasaan penilaian diri dan adanya kemampuan utk membawakan diri secara wajar di kelompok atau di lingkungan sosial yg berbeda. Proses kematangan intrinsik adalah terbukanya kareterisktik yg secara potensial ada pd individu yg berasal dr warisan genetik. Intrinsik = nilai yg terkandung di dalamnya.
  • 51. Fungsi kematangan  Fungsi filogenetik : fungsi umum ras/keturunan. Contoh : merangkak, duduk, dan berjalan (perkembangan berasal dr proses kematangan )  Fungsi ontogenetik : fungsi khas utk individu. Contoh : berenang, melepar bola, naik sepeda, menulis (diperlukan latihan )
  • 52. Belajar  Belajar : perubahan tingkah laku dr tdk tahu menjadi tahu, dr tdk bisa menjadi bisa. Contoh : anak yg mempunyai tatanan syaraf dan otot yang superior, mungkin mempunyai bakat besar utk melakukan penampilan musikal. Akan ttp bila tdk ada kesempatan berlatih dan bimbingan yg sistematis anak tersebut tdk akan dpt mengembangkan potensi yg diwariskan.
  • 53.  Buatlah cerita dalam bahasa jawa yang dapat mempengaruhi psikologi anak sehingga termotivasi untuk rajin belajar.  Absen 1 – 12 untuk SD kelas rendah (1-3)  Absen 13 - 24 untuk SD kelas tinggi ( 4-6)  Absen 25 - 36 untuk SMP  Absen 37 – 47 untuk SMA
  • 54.  APA YANG MENYEBABKAN KENAKALAN REMAJA  MENGAPA KENAKALAN REMAJA HARUS DITANGGULANGI  BAGAIMANA CARA MENCEGAH KENAKALAN REMAJA
  • 55. BAB X KENAKALAN REMAJA Pengertian Kenakalan Remaja : perbuatan atau tingkah laku yg dilakukan oleh remaja baik kelompok atau individu yg bersifat melanggar ketentuan yg berlaku dalam masyarakat, baik pelanggaraan secara hukum maupun pelanggaraan terhadap norma.
  • 56. Kenakalan Remaja dibagi empat jenis 1. Kenakalan yang menimbulkan korban fisik pada orang lain : perkelaian, perampokan, pemerkosaan, dan pembunuhan. 2. Kenakalan yang menimbulkan korban materi : perusakan, pencurian, dan pemerasan. 3. Kenakalan sosial yang tidak menimbulkan dipihak lain : pelacuran, penyalahgunaan obat. 4. Kenakalan yang melawanstatus : membolos, pergi dri rumah tanpa pamit.
  • 57. Ciri-ciri Pokok dari Kenakalan remaja  Tingkah laku bersifat pelanggaraan hukum dan pelanggaraan nilai-nilai moral.  Kenakalan a-sosial bertentangan norma sosial.  Kenakalan yang dilakukan anak berusia 13 – 17 tahun.  Kenakalan dilakukan secara individu atau kelompok.
  • 58. Faktor-faktor yg Memperngaruhi Kenakalan Remaja 1. Kelalaian orang tua dalam mendidik anak (memberikan ajaran dan bimbingan ) 2. Sikap perilaku orang tua yg buruk terhadap anak. 3. Kehidupan ekonomi keluarga yg morat-marit. 4. Diperjualbelikannya minuman keras/obat- obatan terlarang. 5. Kehidupan moralitas masyarakat yg bobrok
  • 59. 6. Beredarnya film-film porno. 7. Perselisihan atau konflik orang tua. 8. Perceraian orang tua. 9. Penjualan alat-alat kontrasepsi yg kurang terkontrol. 10.Pengangguran.
  • 60. 11. Kurang dapat memanfatkan waktu luang. 12. Pergaulan negatif. 13. Perkembangan teknologi. 14. Kurangnya penyaluran emosi. 15. Kurangnya pembentukan hati nurani.
  • 61. Beberapa contoh Kenakalan Remaja Penyalahgunaan norkoba Sebab-sebab : 3. Untuk membuktikan keberanian dalam melakukan tindakan berbahaya : ngebut dan bertengkar. 4. Untuk menunjukkan tindakan menentang otoriter orang tua, guru, dan norma-norma sosial. 5. Untuk mempermudah penyaluran perbuatan seks. 6. Untuk melepasakan diri dari kesepian.
  • 62. 5. Untuk mencari dan menemukan arti hidup 6. Untuk mengisi kekosongan dan kebosanan. 7. Untuk mengikuti kawan-kawan/solidaritas. 8. Untuk menghilangkan frustasi dan gelisah. 9. Untuk sekedar iseng-iseng dan rasa ingin tahu.
  • 63. Ciri-ciri pengguna narkoba  Berkaitan dengan sekolah. 1. Penurunan prestasi. 2. Mulai kumpul dg teman yg kurang baik. 3. Sering meminjam uang kepada teman. 4. Tidak disiplin.
  • 64. 1. Sering mengunci diri di kamar. 2. Suka berlama-lama di kamar mandi. 3. Menunjukkan sikap cuek. 4. Malas mengurus diri. 5. Sering berbohong. 6. Mudah tersinggung, agresif. 7. Membatasi diri. 8. Di rumah ditemukan obat-obatan, jarum suntik,kertas timah dsb.
  • 65. Kesehatan dan emosi 1. Banyak menguap padahal tidak mengantuk. 2. Batuk pilek berkepanjangan. 3. Diare , perut melilit. 4. Sering pusing, demam. 5. Sering membawa obat tetes mata untuk mengobati matanya yg sering berair dan merah. 6. Takut air.
  • 66. Perkelahian Pelajar ► Perkelahian pelajar = tawuran Sifat-sifat tawuran 3. Terjadinya tawuran merupakan hasil dari adanya solidaritas yg tinggi dari suatu kelompok. 4. Tawuran dapat mengembangkan sifat keberanian yg semu pada diri remaja. 5. Tawuran merusak sportivitas karena dalam kemelut itu tidak ada aturan. 6. Kebrutalan peserta tawuran seringkali ditandai dengan hilangnya kesadaran mereka.
  • 67. ► Mengapa terjadi perilaku seksual di luar nikah !
  • 68.  Pada masa remaja , organ seks mulai berkembang, mereka mulai memiliki dorongan seks, apabila mereka sering menonton film-film porno / membaca majalah-majalah porno, sehingga mereka melampiaskannya dengan melakukan seks di luar nikah.
  • 69. Akibat-akibat dari Perilaku di Luar Nikah 1. Menimbulkan dan menyebarluaskan penyakit kelamin dan kulit. 2. Merusak sendi-sendi kehidupan keluarga. 3. Memberikan pengaruh demoralisasi kepada lingkungan. 4. Berkorelasi dengan kriminalitas dan kecanduan bahan-bahan narkotik. 5. Merusak sendi-sendi moral, susila, hukum, dan agama.
  • 70. Upaya Penanggulangan Masalah Kenakalan Remaja  Dibagi 3 tindakan : 2. Tindakan preventif : pencegahan 3. Tindakan represif : hukuman thd setiap perbuatan pelanggaraan. 4. Tindakan kuratif dan Rehabilitasi : mengubah tingkah laku si pelanggar remaja dengan memberikan pendidikan dan pembinaan secara khusus
  • 71. BAB V FASE-FASE PERKEMBANGAN  Tahap-tahap perkembangan Menurut Erikcson : rentang kehidupan dibagi 8 tahap. 3. Masa bayi 4. Masa kanak-kanak 5. Usia prasekolah 6. Usia sekolah 7. Masa remaja 8. Masa awal dewasa 9. Masa dewasa 8. Masa tua
  • 72. Menurut Bijou Ada 5 periode ► Periode pralahir(pembuahan sampai lahir) ► Masa neonatus(lahir sampai 10-14 hari) ► Masa bayi (2 minggu samapi 2 tahun) ► Masa kanak-kanak(2 th sampai 13/14 th) ► Masa puber(11 samapi 16 th )
  • 73. Menurut Hurlock 1. Periode pranatal : konsepsi kelahiran 2. Masa Kelahiran : lahir sampai minggu ke 2 3. Masa bayi : Akhir minggu kedua sampai akhir tahun kedua 4. Awal masa kanak-kanak 2 sampai 6 th 5. Akhir masa kanak-kanak : 6 - 10/12 th 6. Masa puber/pra-remaja : 10/12 – 13/14 th
  • 74. Upaya Penanggulangan Masalah Kenakalan Remaja  Dibagi 3 tindakan : 2. Tindakan preventif : pencegahan 3. Tindakan represif : hukuman thd setiap perbuatan pelanggaraan. 4. Tindakan kuratif dan Rehabilitasi : mengubah tingkah laku si pelanggar remaja dengan memberikan pendidikan dan pembinaan secara khusus.
  • 75. 7. Masa remaja : 13/14 sampai 18 th 8. Awal masa dewasa : 18 sampai 40 th 3. Masa dewasa madya : 40 sampai 60 th 4. Masa dewasa lanjut : 60 sampai meninggal.
  • 76. CIRI – CIRI PERIODE PRANATAL Pembuahan sampai lahir ± 270 – 280 hari.  Pembawaan lahir.  Pertumbuhan dan perkembangan yang cepat.  Kondisi dalam lingkungan pralahir.  Sikap orang-orang yang berarti.
  • 77. CIRI-CIRI BAYI NEONATAL 1. Periode yg tersingkat dari semua masa perkembangan . Periode ini saat di mana janin harus menyesuaikan dengan kehidupan di luar rahim ibu, di mana ia telah hidup selama ± sembilan bulan . Menurut medis: penyesuaian akan berakhir pada saat tali pusar lepas dari pusarnya .
  • 78. Menurut fisiologis: berakhir pada saat bayi gemuk kembali setelah kehilangan berat badan sesudah dilahirkan. Menurut psikologis : berakhir pada saat bayi mulai menunjukkan tanda-tanda kemajuan perkembangan perilaku. Penyesuian diperlukan waktu 2 minggu ada juga lebih lama.
  • 79. PENYESUAIAN MASA BAYI DIBAGI 2 1. Periode Partunate /persalinan/kelahiran Dari lahir sampai antara lima belas dan tiga puluh menit sesudah lahir. Periode bermula dari keluarnya janin dari rahim ibu dan berakhir setelah tali pusar dipotong dan diikat , merupakan pascamatur , yaitu lingkungan di luar tubuh ibu.
  • 80. 1. Periode Neonate. Dari pemotongan dan pengikatan tali pusar sampai sekitar akhir minggu ke dua dari kehidupan pascamatur. Jarang janin keluar dari rahim ibu ± 48 jam , sekalipun ada persalinan yg sulit. Bayi menjadi individu yang terpisah, mandiri tidak lagi merupakan parasit,mengadakan penyesuaian di lingkungan yang baru.
  • 81. Ciri-ciri bayi Neonatal 1. Masa terjadinya penyesuaian yang radikal. Penyesuaian ada mudah menyesuiakan ada mengalami kegagalan. 2. Masa terhentinya perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan pesat yg terjadi periode pranatal utuk sementara terhenti pada saat kelahiran. seperti berkurangnya berat badan ada kalanya kurang sehat , kemunduranya ini berlangsung sampai seminggu
  • 82. 3. Pendahuluan dari Perkembangan selanjutnya. Perkembangan bayi yang tampak waktu dilahirkan tidak dapat digunakan untuk meramalkan secara tepat perkembangan individu di masa depan, hanya mengharapkan perkembnagan selanjutnya. 4. Periode yang berbahaya. secara fisik masa bayi neonatal berbahaya karena sulitnya mengadakan penyesuian diri secara radikal yang penting pada lingkungan yang sangat baru dan sangat berbeda. Buktinya masih banyak tingkat kematian .
  • 83. CIRI-CIRI MASA BAYI 1. Dasar yang sesungguhnya. Periode ini merupakan kehidupan yang baru: pola perilaku, sikap, dan pola ekspresi emosi terbentuk. 2. Pertumbuhan dan perubahan berjalan cepat. bayi berkembang dg pesat dlm tahun pertama, perbadingan antara pertumbuhan tinggi dan berat badan, perkembangan intelek berjalan sejajar dg pertumbuhan fisik.
  • 84. 3. Berkurangnya ketergantungan. Berkurangnya ketergantungan : duduk, berdiri, berjalan, dan menggerak-gerakkan. Bila dilarang akan protes berupa ledakan amarahdan tangisan dan berkembang menjadi “negativisme” artinya ciri yg menonjol pada akhir masa bayi
  • 85. Tugas membuat makalah Judul : “Pengaruh Pola Asuh Pada Ibu Yang Bekerja atau Tidak Bekerja Terhadap Perilaku Anak Sekolah Menengah Pertama”
  • 86.  PENGERTIAN PERASAAN DAN EMOSI  Pengertian Perasaan. Menurut Chaplin Perasaan adalah sebagai pengalaman yang disadari diaktifkan oleh perangsang eksternal maupun bermacam-macam keadaan jasmani.
  • 87.
  • 88. Max scheber  Membagi perasaan dalam 4 kelompok 2. Perasaan Penginderaan yaitu yang berhubungan dengan penginderaan. Misal : rasa panas, dingin, dan sebagainya. 4. Perasaan Vital yaitu perasaan yang dialamiseseorang yang berhubungan dengan keadaan tubuh . Misal : rasa lelah, lesu, segar,dsb.
  • 89. 1. Perasaan Psikis yaitu perasaan yang menyebabkan perubahan-perubahan psikis. Misal : senang, sedih dsb. 3. Perasaan Pribadi yaitu perasaan yang dialami seseorang secara pribadi. Misal : perasaan terasing, suka, tidak suka,dsb.
  • 90. EMOSI Menurut Chaplin Emosi : Suatu keadaan terangsang dari organisme,mencakup pengalaman yang disadari yang bersifat mendalam, dan memungkinkan terjadinya perubahan perilaku.
  • 91. Menurut Poerbakawatja Emosi : Suatu respon(reaksi) terhadap suatu perangsang yang dapat menybabkan perubahan fisiologis, disertai dengan perasaan yang kuat, biasanya mengandung kemungkinan untuk meletus.
  • 92. HUBUNGAN ANTARA EMOSI DAN TINGKAH LAKU a. Teori Sentral Menurut teori ini gejala kejasmanian timbul sebagai akibat dari emosi yang dialami individu . Jadi individu mengalami emosi lebih dulu baru kemudian mengalami perubahan-perubahan dalam jasmani.
  • 93. a. Teori Perifir Dikemukakan oleh James dan Lange Berpendapat : bahwa perubahan psikologis yang terjadi dalam emosi disebabkan adanya perubahan fisiologis. Perubahan fisiologis menyebabkan perubahan psikologis yang disebut emosi. Menurut teori ini : orang susah karena menangis, orang senang karena tertawa bukan tertawa karena senang.
  • 94. c.Teori Kedaruratan Emosi Teori ini memperjelas hubungan antara emosi dengan gejala kejasmanian atau tingkah laku. Perilaku sehat : dapat dijelaskan bahwa keadaan marah, takut, cemas, atau keadaan terangsang lainnya menyebabkan tubuh memproduksi zat “adrenalin” dapat mempengaruhi tekanan darah meningkat, jantung berdetak lebih cepat, pernafasan terganggu, pencernaan berhenti sementara.
  • 95. Kondisi kesehatan terganggu,tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi , memicu penyakit jantung dan stroke.
  • 96. Emosi berhubungan dg motif  Emosi dapat berfungsi sebagai motif yang dapat memotivasi atau menyebabkan timbulnya semacam kekuatan agar individu dapat berbuat atau tingkah laku.  Tingkah laku yang disebabkan oleh emosi bisa bersifat positif maupu negatif.
  • 97. Dalam kehidupan sehari-hari antara emosi dan motif selalu berhubungan. 1. Ketika kita mengetahui saudara kita tertimpa bencana,timbul rasa haru, simpati, kemudian memberikan bantuan. 2. Sekelompok suporter sepak bola yang menyasikan tim kesebelasan favorit kalah, timbul rasa kecewa,jenkel, marah, lalu bertindak brutal.
  • 98. 3. Pelajar saling mengolok-olok, kemudian timbul kemarahan, sakit hati, atau dendam, yang akhirnya menyebabkan perkelahian atau tawuran.
  • 99. BAB VII KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN EMOSI Karakteristik Emosi Anak Faktor kematangan dan belajar dapat mempengaruhi emosi, maka mudah dipahami bahwa emosi anak berbeda emosi orang dewasa. Tidak semua anak taraf emosinya sama.
  • 100. Karakteristik Emosi 1. Emosi yang kuat. Anak kecil emosinya sangat kuat karena anak kecil bereaksi dengan intensitas. Anak praremaja emosinya kuat juga walaupun bagi orang dewasa dianggap sepele.
  • 101. 1. Emosi sering tampak. Anak-anak serinkali memperlihatkan emosi mereka meningkat dan bahkanmerupakan ledakan emosional yang mengakibatkan hukuman. Kadang-kadang mereka bejar untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang membangkitkan emosi.
  • 102. Bentuk – Bentuk Tingkah laku Sosial Dalam perkembangan menuju kematangan sosial, anak mewujudkan dalam bentuk-bentuk interkasi sosial diantarannya : 1. Pembangkangan (Negativisme) Bentuk tingkah laku melawan. Tingkah laku ini terjadi sebagai reaksi terhadap penerapan disiplin atau tuntutan orang tua atau lingkungan yang tidak sesuai dengan kehendak anak. Tingkah laku ini mulai muncul pada usia 18 bulan dan mencapai puncaknya pada usia tiga tahun dan mulai menurun pada usia empat hingga enam tahun.
  • 103.  Sikap orang tua terhadap anak seyogyanya tidak memandang pertanda mereka anak yang nakal, keras kepala, tolol atau sebutan negatif lainnya, sebaiknya orang tua mau memahami sebagai proses perkembangan anak dari sikap dependent menuju kearah independent.
  • 104. 2. Agresi (Agression) Yaitu perilaku menyerang balik secara fisik (nonverbal) maupun kata-kata (verbal). Agresi merupakan salah bentuk reaksi terhadap rasa frustasi ( rasa kecewa karena tidak terpenuhi kebutuhan atau keinginannya). Biasanya bentuk ini diwujudkan dengan menyerang seperti : mencubut, menggigit, menendang dan lain sebagainya.
  • 105. Sebaiknya orang tua berusaha mereduksi, mengurangi agresifitas anak dengan cara mengalihkan perhatian atau keinginan anak. Jika orang tua menghukum anak yang agresif maka egretifitas anak akan semakin memingkat.
  • 106. 3. Berselisih (Bertengkar) Sikap ini terjadi jika anak merasa tersinggung atau terganggu oleh sikap atau perilaku anak lain.  4. Menggoda (Teasing) Menggoda merupakan bentuk lain dari sikap agresif, menggoda merupakan serangan mental terhadap orang lain dalam bentuk verbal (kata-kata ejekan atau cemoohan) yang menimbulkan marah pada orang yang digodanya.
  • 107. 5. Persaingan (Rivaly) Yaitu keinginan untuk melebihi orang lain dan selalu didorong oleh orang lain. Sikap ini mulai terlihat pada usia empat tahun, yaitu persaingan prestice dan pada usia enam tahun semangat bersaing ini akan semakin baik.  6. Kerja sama (Cooperation) Yaitu sikap mau bekerja sama dengan orang lain. Sikap ini mulai nampak pada usia tiga tahun atau awal empat tahun, pada usia enam hingga tujuh tahun sikap ini semakin berkembang dengan baik.
  • 108. 7. Tingkah laku berkuasa (Ascendant behavior) Yaitu tingkah laku untuk menguasai situasi sosial, mendominasi atau bersikap bossiness. Wujud dari sikap ini adalah ; memaksa, meminta, menyuruh, mengancam dan sebagainya.  8. Mementingkan diri sendiri (selffishness) Yaitu sikap egosentris dalam memenuhi interest atau keinginannya  9. Simpati (Sympaty) Yaitu sikap emosional yang mendorong individu untuk menaruh perhatian terhadap orang lain mau mendekati atau bekerjasama dengan dirinya.
  • 109. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Anak Perkembangan sosial anak dipengaruhi beberapa faktor yaitu :  1. Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga, pola pergaulan, etika berinteraksi dengan orang lain banyak ditentukan oleh keluarga.
  • 110. 2. Kematangan Untuk dapat bersosilisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik dan psikis sehingga mampu mempertimbangkan proses sosial, memberi dan menerima nasehat orang lain, memerlukan kematangan intelektual dan emosional, disamping itu kematangan dalam berbahasa juga sangat menentukan.
  • 111. 3. Status Sosial Ekonomi Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi keluarga dalam masyarakat. Perilaku anak akan banyak memperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya.  4. Pendidikan Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, anak memberikan warna kehidupan sosial anak didalam masyarakat dan kehidupan mereka dimasa yang akan datang.
  • 112. 5. Kapasitas Mental : Emosi dan Intelegensi Kemampuan berfikir dapat banyak mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar, memecahkan masalah, dan berbahasa. Perkembangan emosi perpengaruh sekali terhadap perkembangan sosial anak. Anak yang berkemampuan intelek tinggi akan berkemampuan berbahasa dengan baik. Oleh karena itu jika perkembangan ketiganya seimbang maka akan sangat menentukan keberhasilan perkembangan sosial anak.
  • 113. BAB VII PERKEMBANGAN ASPEK SOSIAL REMAJA Pengaruh Perkembangan Sosial terhadap Tingkah Laku  Pikiran anak sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori-teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain, termasuk kepada orang tuanya. Kemampuan abstraksi anak sering menimbulkan kemampuan mempersalahkan kenyataan dan peristiwa-peristiwa dengan keadaan bagaimana yang semstinya menurut alam pikirannya.
  • 114. Pengaruh egoisentris sering terlihat, diantaranya berupa :  1. Cita-cita dan idealisme yang baik, terlalu menitik beratkan pikiran sendiri, tanpa memikirkan akibat labih jauh dan tanpa memperhitungkan kesulitan praktis yang mungkin menyebabkan tidak berhasilnya menyelesaikan persoalan.  2. Kemampuan berfikir dengan pendapat sendiri, belum disertai pendapat orang lain daalm penilaiannya. Melalui banyak pengalaman dan penghayatan kenyataan serta dalam menghadapi pendapat orang lain, maka sikap ego semakin berkurang dan diakhir masa remaja sudah sangat kecil rasa egonya sehingga mereka dapat bergaul dengan baik.
  • 115. Belajar  Belajar : perubahan tingkah laku dr tdk tahu menjadi tahu, dr tdk bisa menjadi bisa.  Belajar : perkembangan yg berasal dr latihan dan usaha. Contoh : anak yg mempunyai tatanan syaraf dan otot yang superior, mungkin mempunyai bakat besar utk melakukan penampilan musikal. Akan ttp bila tdk ada kesempatan berlatih dan bimbingan yg sistematis anak tersebut tdk akan dpt mengembangkan potensi yg diwariskan.
  • 116. Secara implisit maupun eksplisit firman Allah telah mewajibkan manusia untuk belajar, artinya:  ”Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang-orang berakalah yang mampu menerima pelajaran” (QS. Az-Zumar : 9)
  • 117.  Firman Allah sebagai berikut, yang artinya:  ”Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentnag jiwa atau ruh, maka katakanlah bahwa jiwa (roh) adalah urusan tuhan dan kamu tidak diberi pengetahuan kecuali sedikit” (Q.S. Al-Isra’ :85)
  • 118. Ayat tersebut bukan berarti menutup kemungkinan untuk mengkaji tentang jiwa. Meskipun hanya sedikit ayat tersebut mengisyaratkan bahwa jiwa atau ruh adalah sesuatu yang bisa dipelajari. Namun yang paling penting adalah ruh dan jiwa setidak-tidaknya merupakan suatu konsep yang bisa dipelajari sebagai substansi tersendiri.
  • 119. Pacaran  Dalam ajaran Islam sesungguhnya istilah pacaran itu tidak ada, yang ada hanyalah istilah ta’aruf yaitu perkenalan antara calon istri dan calon suami. Tetapi mungkin disebabkan oleh semakin berkembangnya teknologi sehingga pergaulan semakin luas dan berkembang sehingga banyak orang yang setuju dengan pacaran.
  • 120. Hal ini juga mungkin disebabkan karena Indonesia bukan negara Islam, sehingga peraturan / hukum-hukum islam di Indonesia tidak begitu kuat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari tidak seperti di negara Islam lainnya seperti Arab Saudi.
  • 121. Serta tuntutan dan perkembangan zaman yang membuat sistem /cara didik dan pergaulan pada zaman “Siti Nurbaya” tidak bisa diterapkan lagi dalam kehidupan zaman sekarang.
  • 122. Masa Usia Kemahasiswaan  Masa usia mahasiswa sebenarnya berumur sekitar 18,0 sampai 25,0 tahun. Mereka dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa awal atau dewasa madya. Dilihat dari segi perkembangan, tugas perkembangan pada usia mahasiswa ini ialah pemantapan pendirian hidup.
  • 123. Masa remaja (remaja madya)  Pada masa ini mulai tumbuh dalam diri remaja dorong untuk hidup, kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya, teman yang dapat turut merasakan suka dan dukanya. Pada masa ini, sebagai masa mencari sesuatu yang dapat dipandang menilai, pantas dijunjung tinggi dan di puja-puja sehingga masa ini disebut masa merindu puja (mendewa-dewakan), yaitu sebagai dewa remaja.
  • 124.  Kedua objek pemujaan itu telah menjadi lebih jelas, yaitu pribadi-pribadi yang dipandang mendukung nilai-nilai tertentu (jadi personifikasi nilai-nilai).  Pada anak laki-laki sering aktif meniru, sedangkan pada anak perempuan kebanyakan pasif, mengagumi, dan memujanya dalam khayalan.
  • 125. Psikologi kognitif  Psikologi kognitif adalah kajian studi ilmiah mengenai proses-proses mental atau pikiran. Bagaimana informasi diperoleh, dipresentasikan dan ditransfermasikan sebagai pengetahuan.  Psikologi kognitif juga disebut psikologi pemrosesan informasi.
  • 126. Prinsip dasar psikologi kognitif  Belajar aktif  Belajar lewat interaksi sosial  Belajar lewat pengalaman sendiri
  • 127. TUGAS KELOMPOK 1. Masa Intra Uterin dan Masa Bayi. 2. Masa Anak-anak. 3. Masa Anak Sekolah. 4. Masa Remaja. 5. Masa Adolesen. Dipresentasikan mulai minggu depan.
  • 128. TUDAS INDIVIDU/MANDIRI Carilah di Internet tentang Psikologi Perkembangan. Dibuat makalah atau dirangkum. Dikumpulkan menjelang UAS atau pada waktu UAS.