PENDIDIKAN SEJARAHPERJUANGAN PERSATUANGURU REPUBLIKINDONESIA (PSP PGRI)
 A.PENGERTIAN PSP PGRI,mata kuliah yg mengacu pada proses memahami,menghayati,mengamalkan,dan melestarikan nilai-nilai pe...
B. FUNGSIMenanamkan pemahaman dan penghayatan terhadap :  1. Perjuangan guru di dunia pendidikan,  2. Sikap patriotisme gu...
C.     RUANG LINGKUP  1.   Sejarah kelahiran profesi guru  2.   Sejarah perjuangan dan kelahiran PGRI  3.   AD / ART PGRI ...
D.       TUJUAN          PSP PGRI merupakan mk tentang           ke-PGRI-an jg menjadi sumber nilai dan          pedoman ...
BAB.IHUBUNGAN SEJARAH KELAHIRAN PGRI DENGANPROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA • A. Proklamasi Kemerdekaan dan     Perjuangan...
Tantangan yang harus dihadapi   1. Bangsa Indonesia merebut kekuasan    dari kekuasaan Jepang.   2. Bangsa Indonesia har...
B.     Kelahiran PGRI      Hub. PGRI  Proklamasi kemerdekaan       PGRI lahir 25 Nov 1945, seratus hari setelah proklama...
 Hakekat : Keanggotaannya tidak memandang perbedaan ijazah  satatus, tempat bekerja, agama dls. Kelahiran PGRI  wadah ...
Simpulan Mukadimah AD / ART PGRI 1. PGRI lahir  hikmah proklamasi, sbg  manifestasi aspirasi guru sesuai profesi  mendi...
PERIODE PERKEMBANGAN PGRI 1. Periode Pertama (1945-1955) sebagai   “  Tahap Formatif “ 2. Periode Kedua (1955-1966) Seba...
1. Tahap Formatif Tahap formatif  sejak lahir hingga mulai    terjadinya benturan kepentingan politik (1955)    hampir m...
 Mmsuki Th 1950,PGRI aktif memberi kontribusi  thdp pembangunan dan penataan sistem  pendidikan. PGRI sebg organisasi ko...
2. Tahap Pancaroba Tahap pancaroba  tahap kritis bagi PGRI Tahap ini mulai ada intrik kepentingan politik   menjelang ...
3. Tahap Sosialisasi danPertumbuhan Pada tahap ini setelah organisasi selamat dari  ujian berat, ibarat sebuah second cur...
 Catatan; Hubungan mesra PGRI dg Pemerintah         ( ada    sisi positif /negatif ).   Sifat organisasi terabaikan.  ...
4. Tahap perkembangan lanjut Pada masa reformasi, sejak konggres XVIII di    Bandung th 1998.   PGRI mulai mengambil jar...
Perjuangan PGRI Sampai saat ini PGRI tetap konsisten dalam  pejuangannya terfokus pada upaya  memperjuangkan hak-hak guru...
C. Konggres PGRI II dan IIIMembulatkan tekad guru Periode 1945 – 1950 perjuangan PGRI menitik  beratkan perjuangan menega...
Konggres II dan III menggariskansifat perjuangan PGRI sbb; 1. Mempertahankan NKRI 2. Meningkatkan tingkat pendidikan dan...
D.   PGRI Mengadakan Hubungan dengan     Orgaisasi Guru di Luar Negeri      . Thn 1948,  PB PGRI telah merintis hub     ...
Bab IIPartisipasi PGRI dalam PerjuanganMempertahankan Kemerdekaan A. PGRI  Organisasi Perjuangan.      1.Pejuangan di ma...
Pendudukan Jepang = Belandasekolah –sekolah di buka Berbagai perkumpulan / perserikatan  dilarang. Thn 1943, Amin Singgi...
2.      PGRI Lahir Sebagai Organisasi        Perjuangan Kelahiran PGRI selang seratus hari setelah  proklamasi, mengandun...
B. Anggota PGRI turut sertadalam   Perjuanganmempertahankan Kemerdekaan1. Keadaan Indonesia setelah Proklamasi.    Berakhi...
2.      Anggota PGRI turut berperang        melawan penjajah Rela meninggalkan tugas sementara untuk  berjuan mempertahan...
C.   PGRI mempersatukan Guru 1. Perjuangan mewujudkan persatuan guru.    Penyelenggaraan Konggres III yg sederhana tetapi...
2.   Mempersatukan guru di negara-     negara boneka ciptaan Belanda Perang kemerdekaan II ( 1948 - 1949 )  melumpuhkan u...
Konggres PGRI IV tgl 26 – 28Februari 1950 di Yogyakarta Dengan semangat mempertahankan  kemrdekaan Konggres berhasil memp...
Bab III. Peran Serta PGRI Dalam    Mewujudkan Pendidikan Nasional A. PGRI pelopor dalam Mencerdaskan Kehidupan     Bangsa...
3. Melalui Ketua I PB terpilih RHKoesnan     Keputusan dan tuntutan yg diusulkandari        Konggres II kepada Pemerintaha...
Kongres III menegaskan garisperjuangan      PGRI sbgdicantumkan dalam asas dan tujuanPGRI serta menjadi identitas. Sikap...
Bentuk sikap prilakuanggota al: Sikap nasionalisme Persatuan dan kesatuan Demokrasi Kekeluargaan Disiplin Tak kenal ...
B. PGRI sbg Pelopor MengubahSistem Pendidikan Kolonial menjadiSistem Pendidikan Nasional Kabinet Syahrir III ,mengangkat ...
Bab.IVPerjuangan PGRI dalam mempersatukaguru RI A. Konggres PGRI IV tgl 26-28 Februari 1950 di  Yogyakarta  1. PGRI sebag...
PGRI diwarisi semangat proklamasiyaitu persatuan kesatuan danpengorbanan kepahlawanan PGRI sbg organisasi pejuang, dan or...
2.    Suasana Konggres IV Tekad & semangat juang demi persatuan dan  kesatuan yang kokoh,di bawah panji PGRI  menentang B...
3. Pengakuan RIS oleh Belandadan Pengaruhnya dalam Konggres IVPGRI Pengakuan kedaulatan RIS oleh Belanda  punya implikasi...
4. Keputusan Penting KonggresPGRI IV Karena suasana politik tidak menentu / saling curiga. Secara aklamasi Konggres IV m...
4.       Susunan Pengurus Besar PGRI Untuk kelancaran tugas organisasi     diputuskan pembagian tugas sbb;     1. Penguru...
B. Konggres PGRI V tgl.19-24Des. 1950 di Bandung. 1. Usaha mempersatukan guru yg besikap cooperator     dan non cooperato...
Upaya penyelesaian masalah a. Menyelesaikan masalah penyesuaian gol gaji  pegawai berdasar PP yg ditetapkan. b. Menyeles...
2. Konsolidasi organisasi danhasil yg dicapai Menjelang Konggres V anggota PGRI mencapai 39.000 orang  dari 300 cabang. ...
Konggres PGRI V mengandung duamomentum 1. Menyanbut lustrum genap berusia     5 tahun. 2. Wujud syukur dan suka cita kar...
C. Lahirnya organisasiberasaskan agama da kekaryaan Menimbulkaan gejala separatisme PGRI harus mengatasi gejala itu;  1....
D. Asas yang diterapkan dalamorganisasi PGRI Penerapan asas unitaristik Penerapan asas independen Penerapan asas non pa...
PERIODE PERKEMBANGAN PGRI 1. Periode Pertama (1945-1955) sebagai   “  Tahap Formatif “ 2. Periode Kedua (1955-1966) Seba...
1. Tahap Formatif Tahap formatif  sejak lahir hingga mulai    terjadinya benturan kepentingan politik (1955)    hampir m...
 Mmsuki Th 1950,PGRI aktif memberi kontribusi  thdp pembangunan dan penataan sistem  pendidikan. PGRI sebg organisasi ko...
2. Tahap Pancaroba Tahap pancaroba  tahap kritis bagi PGRI Tahap ini mulai ada intrik kepentingan politik   menjelang ...
3. Tahap Sosialisasi danPertumbuhan Pada tahap ini setelah organisasi selamat dari  ujian berat, ibarat sebuah second cur...
 Catatan; Hubungan mesra PGRI dg Pemerintah         ( ada    sisi positif /negatif ).   Sifat organisasi terabaikan.  ...
4. Tahap perkembangan lanjut Pada masa reformasi, sejak konggres XVIII di    Bandung th 1998.   PGRI mulai mengambil jar...
Perjuangan PGRI Sampai saat ini PGRI tetap konsisten dalam  pejuangannya terfokus pada upaya  memperjuangkan hak-hak guru...
1.       SEJARAH KELAHIRAN PROFESI GURU1.SEJARAH KELAHIRAN PROFESEI GURU   a. Kelahiran Profesi Guru.     ZAMAN HINDU - GU...
 PEMERINTAH HINDIA BELANDA  Peran guru - penting, Cultur Stelsel me            merlukan tenaga adminis            trasi, ...
• Sebagai reaksi,lahir Taman  Siswa dengan;  Taman Indria, Taman Siswa,  Taman Madia,Taman Dewasa.  Sedang untuk gurunya d...
• Zaman Jepang,  Semua sekolah rendah di ubah  menjadi Syo Gakko dinamai  Kokumin Gakko, untuk buat  guru dibuatlah, Shoto...
 Organisasi guru;  Zaman Belanda – PGBP & PGI  Setelah Proklamasi – PGRI  Cat; Di daerah pendudukan Belanda kata       Re...
 B.Perjuangan Guru pada Zaman Penjajahan Belanda Keadaan yg dihadapi;    Diskriminasi pendidikan (penggolongan    sekolah...
• Para guru yg ad mulai  memperjuankan nasibnya;  • Berdirilah PGHB bersama-sama    organisasi pekerja lain menuntut    pe...
 Tantangan dalam Perjuangan   Sulit menciptakan kesatuan dan bahasa perjuangan    guru   PGHB yg lahir 1912, pecah pada...
 Semangat nasional dan kesadaran berorganisasi,perjuangan nasional,kesadaran menuntut hak dan posisi mulai nampak hasilny...
 C.Keadaan Pendidikan zaman Jepang 1.PAN Asia   Kebijakan ; memperluas industrialisasi dan    melasanakan emigrasi mela...
 3.Beberapa sekolah di zaman Jepang     SD – Syo Gakko     SM - Cugakko     SK - Sihan Gakko( sekolah guru )     ST -...
 Dampak Pendudukan jepang Dampak negati     Korban jiwa,kerja rodi     Penderitaan penduduk     Rusaknya mental bangs...
 Dampak positif   Pendidikan bagi bangsa Indonesia. Banyak sekolah      menengah dibuka     Perkembangan bahasa Indones...
Hubungan Sejarah Kelahiran PGRI   dengan Proklamasi Kemerdekaan   Republik Indonesia A. Prokl. Kemrd & Perju. Memper. Kem...
• B. Kelahiran PGRI, Kongres I di Surakarta    1. Hub dg Prokl 17-8-45,       Dengan kelahiran PGRI pada 25 Nov.1945,     ...
 Dari mukadimah AD/ART & meneliti kehidupan  organisasi dapat di simpulkan sbb;    1. PGRI lahir karena hikmah Proklamsi ...
 C. Konggres PGRI II & III Membulatkan Tekat Guru  Mempertahankan Kemerdekaan.    Periode 1945 – 1950, Perjuangan PGRI d...
 PGRI mengadakan hubungan dg organisasi  guru di Luar Negeri NEA mengundang PGRI untuk meninjau  perkembangan pendidikan...
 Partisipasi perjuangan PGRI;     1. Mempertahankan kemerdekaan     2. Bidang pendidikan;        -Mencerdaskan kehidupan ...
Perju. Mempers. Kemerdekaan;  1.PGRI org perjuangan,      a.masa koloni Bld & Jep; BO,PGHB,Sekl     -Sekl Bld & Jep.      ...
2. PGRI turut berjuang mempertahankankemerdekaan;   a.keadan sesudah proklamasi,melucuti tentara jepeng,    perang dibeb...
3. PGRI mempersatukan guru di negara2boneka buatan Belanda;    a.mewujudkan persatuan gurukonggres III 1948 Madiun    b.m...
 Perjuangan mewujudkan pendidikan nasional;      1. PGRI pelopor mencerdask kehidupan bangsa,        mengembangkan orga ...
2. PGRI pelopor mengubah sistem Pend.Kolonial menjadi sistem Pend. Nas,   konggres XIV  upayapembaharuan sistem Pend Nas...
Perjuangan PGRI dalam mmpersatukan Guru RI Konggres PGRI IV di Jogyakarta 26-28 Feb 1950. PGRI sebagai Organisasi Perjua...
Suasana Konggres PGRI IVpenuh kecurigaan Walau banyak guru mengajar di luar wilayah  RI ( Jawa, Sumatra,Madura ) teyapi s...
Keputusan Konggres PGRI IV Mepertahankan dan mengisi kemerdekaan  yang diproklamasika 17 Agustus 1945 Menghilangkan rasa...
Konggres V di Bandung19-24 Desember 1950 Usaha mempersatukan guru dari Gol Kooperatif  dengan Gol Non Kooperatif ( RIS Bu...
Konsulidasi organisasi danhasil yang dicapai Jumlah cabang 301 ,anggota 39000 orang Berhasil memilih PB PGRI ketua Soedj...
Lahirnya organisasi berasaskanagama da kekaryaan Menimbulkaan gejala separatisme PGRI harus mengatasi gejala itu;  1. me...
Asas yang diterapkan dalamorganisasi PGRI Penerapan asas unitaristik Penerapan asas independen Penerapan asas non parta...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pendidikan sejarah perjuangan persatuan guru republik indonesia (

30,773 views

Published on

Published in: Education
1 Comment
6 Likes
Statistics
Notes
  • thank's ya,membantu bgt..
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
30,773
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
300
Comments
1
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pendidikan sejarah perjuangan persatuan guru republik indonesia (

  1. 1. PENDIDIKAN SEJARAHPERJUANGAN PERSATUANGURU REPUBLIKINDONESIA (PSP PGRI)
  2. 2.  A.PENGERTIAN PSP PGRI,mata kuliah yg mengacu pada proses memahami,menghayati,mengamalkan,dan melestarikan nilai-nilai perjuangan guru dalam partisipasinya merebut,mengisi,kemerdekaan dan menumbuhkan rasa kebangsaan dan perjuangannya dalam mengisi kemerdekaan
  3. 3. B. FUNGSIMenanamkan pemahaman dan penghayatan terhadap : 1. Perjuangan guru di dunia pendidikan, 2. Sikap patriotisme guru dalam partisipasi merebut kemerdekaan, 3. Partisipasi guru dalam mengisi kemerde kaan yg didasarkan ciri jati diri PGRI (nasionalisme, demokrasi, profesionalisme, kekeluargaan, kemandirian, non partai politik, jiwa, semangat dan nilai-nilai 1945 ), 4. Menanamkan pemahaman terhadap ciri jati diri PGRI.
  4. 4. C. RUANG LINGKUP 1. Sejarah kelahiran profesi guru 2. Sejarah perjuangan dan kelahiran PGRI 3. AD / ART PGRI 4. Program kerja PGRI 5. Anak lembaga dan badan khusus 6. Jiwa dan semangat nilai-nilai 1945 7. PGRI menghadapi masa depan 8. Hubungan kerjasam PGRI dengan pihak lain 9. Kode etik guru Indonesia10. Atribut PGRI11. UU Sisdiknas dan12. UU Guru dan Dosen
  5. 5. D. TUJUAN  PSP PGRI merupakan mk tentang ke-PGRI-an jg menjadi sumber nilai dan pedoman dalam ikut serta mengembangkan kepribadian mahasiswa,khususnya kepribadian sebagai calon kader PGRI yg cerdas, handal dan loyal terhadap perjuangan PGRI.
  6. 6. BAB.IHUBUNGAN SEJARAH KELAHIRAN PGRI DENGANPROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA • A. Proklamasi Kemerdekaan dan Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan. Proklamasi  hasil perjuangan bangsa yang panjang Melawan penjajah (penindasan dg segala implikasinya)
  7. 7. Tantangan yang harus dihadapi  1. Bangsa Indonesia merebut kekuasan dari kekuasaan Jepang.  2. Bangsa Indonesia harus mempetahankan kemerdekaan dari NICA Belanda / Sekutu (perjuangan mempertahankan kemerdekaan)
  8. 8. B. Kelahiran PGRI  Hub. PGRI  Proklamasi kemerdekaan PGRI lahir 25 Nov 1945, seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Jiwa heroik dan semangat mempertahankan proklamasi menjiwai Konggres I di Solo tgl 23-25 Nov.1945. Organisasi itu bersifat ; 1.Unitaristik, 2.Independen, 3.Non partai politik
  9. 9.  Hakekat : Keanggotaannya tidak memandang perbedaan ijazah satatus, tempat bekerja, agama dls. Kelahiran PGRI  wadah organisasi guru yang sedang berevolosi kemerdekaan, sbg manifestasi keinsafan dan rasa tanggung jawab guru akan kewajiban, pengabdian, dan partisipasi perjuangan mengisi, dan mempertahankan kemerdekaan NKRI. Guru sadar akan tugasnya disamping mendidik, juga bekerjasama digaris depan sebagai komando barisan tentara BKR, TKR, TRI, Laskar Rakyat dsb.
  10. 10. Simpulan Mukadimah AD / ART PGRI 1. PGRI lahir  hikmah proklamasi, sbg manifestasi aspirasi guru sesuai profesi mendidik bangsa mewujudkan cita-cita proklamasi. 2. PGRI  komitmen NKRI berdasar Pancasila UUD 1945. 3. PGRIberbatang tubuh organisasi berlandaskan proklamasi, organisasi pemersatu guru dengan sifatnya. 4. PGRIorganisasi profesi guru yg mewarisi jiwa semangat nilai 1945 secara terus menerus.
  11. 11. PERIODE PERKEMBANGAN PGRI 1. Periode Pertama (1945-1955) sebagai “ Tahap Formatif “ 2. Periode Kedua (1955-1966) Sebagai “ Tahap Pancaroba “ 3. Periode Ketiga (1967-1998) sebagai “ Tahap Stabilitas dan Pertumbuhan “ 4. Periode Keempat (1998-Sekarang) “ Tahap Perkembangan Lanjut “
  12. 12. 1. Tahap Formatif Tahap formatif  sejak lahir hingga mulai terjadinya benturan kepentingan politik (1955) hampir membuat organisasi ini hancur. Lahir ditengah bau mesiu dan dentuman meriam ( NICA ) PGRI bagian kekuatan bangsa mempertahankan Neg Proklamasi. Nasionalisme dan patriotisme sangat kental mewarnai kelahiran PGRI. Selama perang pisik momentum ini terus dipertahankan.
  13. 13.  Mmsuki Th 1950,PGRI aktif memberi kontribusi thdp pembangunan dan penataan sistem pendidikan. PGRI sebg organisasi kompak, kuat, pengurus memiliki visi yg sama. Friksi berbagai interest groups belum banyak muncul . Kesibukan pengurus agenda pembukaan Komisariat-komisariat di Daerah dan pemecahan masalah pendidikan yg mendesak.
  14. 14. 2. Tahap Pancaroba Tahap pancaroba  tahap kritis bagi PGRI Tahap ini mulai ada intrik kepentingan politik  menjelang pemilu 1955, kelompok pro PKI mulai menanamkan pengaruhnya melalui konggres VIII di Bandung th 1956. Perebutan pengaruh mencapai puncaknya pada konggres X PGRI di Jakarta ,diusulkan dg lahirnya PGRI Non Vaksentral/PKI . Krisis ini dapat diatasi berkat kematangan Ketua Umum M.E Subiadinata. Terjadinya G.30 S/PKI th 1965 mempercepat rontoknya kekuatan-kekuatan pro-PKI dalam tubuh PGRI.
  15. 15. 3. Tahap Sosialisasi danPertumbuhan Pada tahap ini setelah organisasi selamat dari ujian berat, ibarat sebuah second curve . Sebagi komponen ORBA PGRI menikmati masa- masa perkembangan dan stabilitas dan konduksif. Keadaan itu direpresaentasikan dalam kepengurusan setelah ME Subiadinata yaitu masa kepemimpinan Basyuni Suriamihardja selama enam periode dalam empat tahunan(1970-1998).
  16. 16.  Catatan; Hubungan mesra PGRI dg Pemerintah ( ada sisi positif /negatif ). Sifat organisasi terabaikan. Bersama PNS, TNI/ABRI PGRI menjadi mesin birokrasi dan mesin politik yang efektif. Ada jarak yg lebar antara peran yg dimainkan di tingkat atas ( pengurus ) dengan asprasi dan harapan yg menggelora di akar rumput. PGRI kesulitan menghindar dari tekanan potik penguasa.
  17. 17. 4. Tahap perkembangan lanjut Pada masa reformasi, sejak konggres XVIII di Bandung th 1998. PGRI mulai mengambil jarak secara lebih fair dari pemerintah,dg tetap mempertahankan “sikap Kooperatif” PGRI kembali ke sifatnya secara konsisten dan konsekuen. Dalam konteks politik multi partai onggota dibebaskan unuk menentukan pilihannya. Pejuangan PGRI menjadi lebih berani menyampaikan tutuntannya. Pemikiran PGRI sebagai organisasi Serikat Pekerja disamping organsasi profesi menguat.
  18. 18. Perjuangan PGRI Sampai saat ini PGRI tetap konsisten dalam pejuangannya terfokus pada upaya memperjuangkan hak-hak guru sebagaimana diatur di dalam UUGD No.14 th 2005 yang belum direalisasikan oleh pemerintah. Hal tersebut dimaksudkan agar guru memliki kehidupan yang layak sebagai tenaga pendidik profesionol dihadapan para peserta didiknya.
  19. 19. C. Konggres PGRI II dan IIIMembulatkan tekad guru Periode 1945 – 1950 perjuangan PGRI menitik beratkan perjuangan menegakkan kemerdekaan. Konggres PGRI II th 1946 di Surakarta dan Konggres III di Madiun 1948 masa memuncaknya perjuangan mempertahankan / menegakkan kemerdekaan. (termasuk menghadapi musuh dari dalam PKI  Muso dkk th 1948.)
  20. 20. Konggres II dan III menggariskansifat perjuangan PGRI sbb; 1. Mempertahankan NKRI 2. Meningkatkan tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai falsafah Pancasila dan UUD 1945. 3. Tidak bergerak dalam lapangan politik (non partai politik) 4. Sifat dan siasat perjuangan PGRI; a. Bersifat korektif pemerintah b. Bekerjasama dg serikat-serikat buruh/pekerja lainya c. Bekerjasama dg badan-badan lainnya partai politik, org. pendidikan, dll badan perjuangan. 5. Bergerak di tengah – tengah masyarakat.
  21. 21. D. PGRI Mengadakan Hubungan dengan Orgaisasi Guru di Luar Negeri  . Thn 1948,  PB PGRI telah merintis hub dg organisasi guru intenasional (mis,NEA-AS, WCOTP )  . Konggres PGRI XVIII di Bandung 31 Organisasi Guaru Internasional dan menyampaikan pesan ucapan selamat kepada PGRI.
  22. 22. Bab IIPartisipasi PGRI dalam PerjuanganMempertahankan Kemerdekaan A. PGRI  Organisasi Perjuangan. 1.Pejuangan di masa Koloni Belanda & Fasis Jepang.  Th 1908  Kebangkitan Nasional ( Dr. Sutomo)  Th 1912  PGHB sifatnya unitaristik (Karto Subroto)  Th 1942  pendudukan Jepang Bahasa Indonesia boleh digunakan sbg bahasa pengantar. Lagu Indonesia Raya boleh dinyanyikan disamping lagu kebangsaan Jepang.
  23. 23. Pendudukan Jepang = Belandasekolah –sekolah di buka Berbagai perkumpulan / perserikatan dilarang. Thn 1943, Amin Singgih mendirikan perserikatan diberinama “Guru” titapi bentuk organisasinya tidak jelas.
  24. 24. 2. PGRI Lahir Sebagai Organisasi Perjuangan Kelahiran PGRI selang seratus hari setelah proklamasi, mengandung makna;  a. Organisasi anak kandung revolusi yg memiliki semangat dan cita-cita proklamasi kemerdekaan  b. Organisasi wadah perjuangan kaum Guru dalam keikutsertaan secara aktif mempertahankan , menegakkan dan mengisi kemerdekaan. (Kesadaran apa yg harus di bangun guru ? )
  25. 25. B. Anggota PGRI turut sertadalam Perjuanganmempertahankan Kemerdekaan1. Keadaan Indonesia setelah Proklamasi. Berakhirnya perang Asia Timur Raya , sebagai momentum penting bangsa Indonesiamemproklamasikan kemerdekaan Indonesia. ( berjuang melucuti tentara Jepang /pertempuran terjadi )2. Keadaan genting dg mendaratnya sekutu(NICA) (sikap apa yg ditampilkan para pemuda ? )
  26. 26. 2. Anggota PGRI turut berperang melawan penjajah Rela meninggalkan tugas sementara untuk berjuan mempertahankan NKRI. Sikap & arah perjuangan;  a. Berjuang memerangi kebodohan.  b. Berjuang mengangkat senjata dengan semboyan “ dari pada hidup bercermin bangkai lbih baik mati berkalang tanah”
  27. 27. C. PGRI mempersatukan Guru 1. Perjuangan mewujudkan persatuan guru. Penyelenggaraan Konggres III yg sederhana tetapi semangat konsolidasi berorganisasi tetap tinggi, walaupun harus ada lembaran hitam timbulnya pembrotakan PKI melibatkan beberapa anggota PGRI .
  28. 28. 2. Mempersatukan guru di negara- negara boneka ciptaan Belanda Perang kemerdekaan II ( 1948 - 1949 ) melumpuhkan usaha yg dirintis PGRI. (tidak terdengar perkembangan organisasi) (Hub pusat dg daerah terputus) Sebagai akibat Belanda mendirikan negara- negara boneka.
  29. 29. Konggres PGRI IV tgl 26 – 28Februari 1950 di Yogyakarta Dengan semangat mempertahankan kemrdekaan Konggres berhasil mempersatukan kaum guru yang tekah terpecah belah oleh penjajah Belanda Sejarah membuktikan Konggres IV di Yogyakarta, tercatat 15.000 anggota PGRI yang tersebar di 96 cabang . Konggres PGRI IV merupakan Konggres Persatuan.
  30. 30. Bab III. Peran Serta PGRI Dalam Mewujudkan Pendidikan Nasional A. PGRI pelopor dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa (cita-cita perjuangannya sama dg cita- cita bangsa Indonesia) Bukti: 1. Pasca Konggres I selain menyusun program, mengembangkan organisasi keseluruh pelosok tanah air. 2. Kongres II di Surakarta berhasil mempersatukan guru-guru dari neg – neg boneka Belanda.
  31. 31. 3. Melalui Ketua I PB terpilih RHKoesnan Keputusan dan tuntutan yg diusulkandari Konggres II kepada Pemerintahal : a. Sistem pendidikan agar dilakukan atas dasar kepentingan nasional, b. Gaji guru tidak terbatas pada satu kolom, c. Diadakan Undang-undang Pokok Pendidikan dan Undang- Undang Pokok Perburuhan ( wujud tanggung jawab nasional PGRI dalam upaya mempelopori perubahan sistempendidikan kolonial kearah sistem pendidikan nasional )
  32. 32. Kongres III menegaskan garisperjuangan PGRI sbgdicantumkan dalam asas dan tujuanPGRI serta menjadi identitas. Sikap, pola pikir, jiwa, dan semangat pejuanga bangsa merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan melalui berbagai forum PGRI di rumuskan dan diputuskan menjadi “Jati Diri PGRI “ Jati Diri  identitas dan kepribadian yg diwujudkan dalam bentuk sikap prilaku anggotanya.
  33. 33. Bentuk sikap prilakuanggota al: Sikap nasionalisme Persatuan dan kesatuan Demokrasi Kekeluargaan Disiplin Tak kenal menyerah
  34. 34. B. PGRI sbg Pelopor MengubahSistem Pendidikan Kolonial menjadiSistem Pendidikan Nasional Kabinet Syahrir III ,mengangkat menteri Pengajaran ,atas usulan PGRI. Perjuangan berlakunya Pendidikan Nasional terus dilakukan melalui forum-forum ilmiah. Kongres PGRI XIV, dengan Kep.No.001/kts/PGRI/XIV/1978 tentang usaha mewujudkan sistem pendidikan nasional yg mantap dan terpadu.s Perlunya pembaharuan sistem pendidikan nasional. Lahirnya UU No.2 Th 1989.
  35. 35. Bab.IVPerjuangan PGRI dalam mempersatukaguru RI A. Konggres PGRI IV tgl 26-28 Februari 1950 di Yogyakarta 1. PGRI sebagai Organisasi Perjuangan. Semangat juang yang tinggi dan menggelora untuk mencapai tujuan organisasi PGRI terus menerus menata organisasi, mengkonsolidasikan semua potensi sehiingga manpu menampung aspirasi guru-guru. (Konggres 5 th Sekali )
  36. 36. PGRI diwarisi semangat proklamasiyaitu persatuan kesatuan danpengorbanan kepahlawanan PGRI sbg organisasi pejuang, dan organisasi profesi dilahirkan dalam kancah perjuangan fisik menentang penjajah Belanda mempertahankan kemerdekaan NKRI. Mr Assaat sbg pejabat Presiden dalam sambutannya: 1. Persatukanlah NKRI di seluruh wilayah bekas Hindia Belanda 2. Memuji gurupendidik rakyat / bangsa 3. Menganjurkan PGRI sesuai dg kehendak & tekat pendirinya.
  37. 37. 2. Suasana Konggres IV Tekad & semangat juang demi persatuan dan kesatuan yang kokoh,di bawah panji PGRI menentang Belanda. Hadir dalam kongres utusan dari guru-guru di luar wilayah RI. Banyak guru-guru dari daerah di luar Wilayah Renvile jiwa republiknya tinggi,  setia kepada NKRI  bukti datang di Yogyakarta ibu kota RI
  38. 38. 3. Pengakuan RIS oleh Belandadan Pengaruhnya dalam Konggres IVPGRI Pengakuan kedaulatan RIS oleh Belanda punya implikasi timbulnya sikap saling curiga antara “Golongan Republik” dengan “ Golongan Cooperator “ Sikap apa yang perlu di kembangkan ?
  39. 39. 4. Keputusan Penting KonggresPGRI IV Karena suasana politik tidak menentu / saling curiga. Secara aklamasi Konggres IV mengambil keputusan untuk mempersatukan semua guru di seluruh tanah air Indonesia dalam satu wadak guru PGRI. Tekad bulat ini untuk:  Mempertahankan dan mengisi kemerdekaan  Menghilangkan rasa kecurigaan dan kedaerahan dikalangan guru (Maklumat “ Persatuan “ mendapat penghargaan Pemerintah)
  40. 40. 4. Susunan Pengurus Besar PGRI Untuk kelancaran tugas organisasi diputuskan pembagian tugas sbb; 1. Pengurus domisili di Yokyakarta urusan ( Jateng, Jatim , DIY ) 2. Pengurus domisili di Jakarta urusan (Jabar, Kalimantan,Indonesia timur, dan nusa Tenggara)(hasil Konggres di sambut dg berdirinya cabang-cabang PGRI). (Di Jabar 38 cabang SGI memisahkan diri masuk le PGRI )
  41. 41. B. Konggres PGRI V tgl.19-24Des. 1950 di Bandung. 1. Usaha mempersatukan guru yg besikap cooperator dan non cooperator.  Bubarnya RIS  ke Negara Kesatuan RI masih memunculkan dua golongan yg bertentangan.  Yaitu gol cooperator dan gol non cooperator, masalahnya penyesuaian gaji dan penghargaan terhadap gol non cooperator.  Penyelesaian masalah  PB terpilih dalam Konggres V secepatnya menyelesaikan masalah tsb.
  42. 42. Upaya penyelesaian masalah a. Menyelesaikan masalah penyesuaian gol gaji pegawai berdasar PP yg ditetapkan. b. Menyelesaikan pelaksanaan upaya pemberian penghargaan kepada gol non cooperator dalam bentuk pembayaran pemulihan. c. Mendesak Pemerintah agar menyusun peraturan gaji baru. d. Mendudukan wakil PGRI dalam Panitia Penyusunan Gaji Baru.
  43. 43. 2. Konsolidasi organisasi danhasil yg dicapai Menjelang Konggres V anggota PGRI mencapai 39.000 orang dari 300 cabang. Hasil Konggres selain memilih PB dg ketua I Soedjono, Konsolidasi berhasil: a. 47 cabang PGRI dr Sulawesi dan Kalimantan masuk barisan PGRI b. 25.000 guru tryolong sistem penggajiannya (tdk berbeda-beda) c. April 1951 tuntutan honorarium dikabulkan Pemerintah. d. Konferensi – konferensi di daerah dilaksanakan secara tertur
  44. 44. Konggres PGRI V mengandung duamomentum 1. Menyanbut lustrum genap berusia 5 tahun. 2. Wujud syukur dan suka cita karena SGI / PGI melebur ke dalam PGRI. Kedua momentum itu mengandung makna sebagai Konggres Persatuan.
  45. 45. C. Lahirnya organisasiberasaskan agama da kekaryaan Menimbulkaan gejala separatisme PGRI harus mengatasi gejala itu; 1. meningkatkan konsolidasi organisasi 2. bangkitkan rasa persatuan,jiwa semangat nilai 45 3. sosialisasika hasil –hasil perjuangan PGRI
  46. 46. D. Asas yang diterapkan dalamorganisasi PGRI Penerapan asas unitaristik Penerapan asas independen Penerapan asas non partai politik
  47. 47. PERIODE PERKEMBANGAN PGRI 1. Periode Pertama (1945-1955) sebagai “ Tahap Formatif “ 2. Periode Kedua (1955-1966) Sebagai “ Tahap Pancaroba “ 3. Periode Ketiga (1967-1998) sebagai “ Tahap Stabilitas dan Pertumbuhan “ 4. Periode Keempat (1998-Sekarang) “ Tahap Perkembangan Lanjut “
  48. 48. 1. Tahap Formatif Tahap formatif  sejak lahir hingga mulai terjadinya benturan kepentingan politik (1955) hampir membuat organisasi ini hancur. Lahir ditengah bau mesiu dan dentuman meriam ( NICA ) PGRI bagian kekuatan bangsa mempertahankan Neg Proklamasi. Nasionalisme dan patriotisme sangat kental mewarnai kelahiran PGRI. Selama perang pisik momentum ini terus dipertahankan.
  49. 49.  Mmsuki Th 1950,PGRI aktif memberi kontribusi thdp pembangunan dan penataan sistem pendidikan. PGRI sebg organisasi kompak, kuat, pengurus memiliki visi yg sama. Friksi berbagai interest groups belum banyak muncul . Kesibukan pengurus agenda pembukaan Komisariat-komisariat di Daerah dan pemecahan masalah pendidikan yg mendesak.
  50. 50. 2. Tahap Pancaroba Tahap pancaroba  tahap kritis bagi PGRI Tahap ini mulai ada intrik kepentingan politik  menjelang pemilu 1955, kelompok pro PKI mulai menanamkan pengaruhnya melalui konggres VIII di Bandung th 1956. Perebutan pengaruh mencapai puncaknya pada konggres X PGRI di Jakarta ,diusulkan dg lahirnya PGRI Non Vaksentral/PKI . Krisis ini dapat diatasi berkat kematangan Ketua Umum M.E Subiadinata. Terjadinya G.30 S/PKI th 1965 mempercepat rontoknya kekuatan-kekuatan pro-PKI dalam tubuh PGRI.
  51. 51. 3. Tahap Sosialisasi danPertumbuhan Pada tahap ini setelah organisasi selamat dari ujian berat, ibarat sebuah second curve . Sebagi komponen ORBA PGRI menikmati masa- masa perkembangan dan stabilitas dan konduksif. Keadaan itu direpresaentasikan dalam kepengurusan setelah ME Subiadinata yaitu masa kepemimpinan Basyuni Suriamihardja selama enam periode dalam empat tahunan(1970-1998).
  52. 52.  Catatan; Hubungan mesra PGRI dg Pemerintah ( ada sisi positif /negatif ). Sifat organisasi terabaikan. Bersama PNS, TNI/ABRI PGRI menjadi mesin birokrasi dan mesin politik yang efektif. Ada jarak yg lebar antara peran yg dimainkan di tingkat atas ( pengurus ) dengan asprasi dan harapan yg menggelora di akar rumput. PGRI kesulitan menghindar dari tekanan potik penguasa.
  53. 53. 4. Tahap perkembangan lanjut Pada masa reformasi, sejak konggres XVIII di Bandung th 1998. PGRI mulai mengambil jarak secara lebih fair dari pemerintah,dg tetap mempertahankan “sikap Kooperatif” PGRI kembali ke sifatnya secara konsisten dan konsekuen. Dalam konteks politik multi partai onggota dibebaskan unuk menentukan pilihannya. Pejuangan PGRI menjadi lebih berani menyampaikan tutuntannya. Pemikiran PGRI sebagai organisasi Serikat Pekerja disamping organsasi profesi menguat.
  54. 54. Perjuangan PGRI Sampai saat ini PGRI tetap konsisten dalam pejuangannya terfokus pada upaya memperjuangkan hak-hak guru sebagaimana diatur di dalam UUGD No.14 th 2005 yang belum direalisasikan oleh pemerintah. Hal tersebut dimaksudkan agar guru memliki kehidupan yang layak sebagai tenaga pendidik profesionol dihadapan para peserta didiknya.
  55. 55. 1. SEJARAH KELAHIRAN PROFESI GURU1.SEJARAH KELAHIRAN PROFESEI GURU a. Kelahiran Profesi Guru. ZAMAN HINDU - GURU MULIA tempat menimba ilmu/bhs sansekerta ( Pagura/Perguruan) DATANG ISLAM - GURU / KYAI tempa berkumpul mengeta hui hakekat islam/ bhs arab Fatwa guru/kyai sangat kuat merasuk ke dalam hati sanubari murid misal;barang siapa berbuat (meniru) suatu kaum,maka mereka tergolong kaum tersebut
  56. 56.  PEMERINTAH HINDIA BELANDA Peran guru - penting, Cultur Stelsel me merlukan tenaga adminis trasi, maka dibuka; - Klasse School, 3 th / 7 th - Vervolg School, 2 th - Schakel School, 5 th Perlu guru - membuat; - Normal school,Kweek School,Hogere Kweek School,dan Hollands Inlandse Kweek school,Hollonds chenese Kweek School.
  57. 57. • Sebagai reaksi,lahir Taman Siswa dengan; Taman Indria, Taman Siswa, Taman Madia,Taman Dewasa. Sedang untuk gurunya didirikan Taman Guru , N U dan Muhamadiyah membuat sekolah guru (Mu’allimin)
  58. 58. • Zaman Jepang, Semua sekolah rendah di ubah menjadi Syo Gakko dinamai Kokumin Gakko, untuk buat guru dibuatlah, Shoto Shihan Gakko dan Koto Shiham Gakko. Begitu Proklamasi 17-8-1945,Kokumin Gakko menjadi SR/SD 6 th, penyedian guru melalui SGB & SGA
  59. 59.  Organisasi guru; Zaman Belanda – PGBP & PGI Setelah Proklamasi – PGRI Cat; Di daerah pendudukan Belanda kata Republik dihilangkan dilarang oleh NICA. Di zaman revolosi,guru berjuang,ikut bertempur banyak terjun ke sekolah militer (belum memikirkan kesejahteraan) Dimasa orla,orba,reformasi dan globalisasi,guru berjuan memperbaiki kualitas melaui keunggulan kompetitif.
  60. 60.  B.Perjuangan Guru pada Zaman Penjajahan Belanda Keadaan yg dihadapi; Diskriminasi pendidikan (penggolongan sekolah) Diskriminasi guru (penggajian &kedudukan) Diciptakan gol tinggi & gol rendah dlm masyarakat Kaum Bumi Putra dipersulit masuk sekolah berbahasa belanda,guru sedikit sekali
  61. 61. • Para guru yg ad mulai memperjuankan nasibnya; • Berdirilah PGHB bersama-sama organisasi pekerja lain menuntut perubahan nasib dan kedudukan yg wajar & adil (walau belum berhasil ) • Catatan; th 1907,di kelas-kelas tinggi EIS diberikan pelajaran bahasa belanda, EIS dijadikan 7 th dg nama HIS.(berkat pidato Sosro Kartono) • Mengisi guru th 1917,didirika HKS utk mengajar di HIS
  62. 62.  Tantangan dalam Perjuangan  Sulit menciptakan kesatuan dan bahasa perjuangan guru  PGHB yg lahir 1912, pecah pada 1919 dg lahirnya gerakan baru spt, PGB,PNS,SOB,KSB.(martabat guru turun)  Th 1924,A.W Karsono,Ati Suardi,Sutopo Adi Saputro,berhasil menyelesaikan kemelut dg berdirinya “Groepsboonder”
  63. 63.  Semangat nasional dan kesadaran berorganisasi,perjuangan nasional,kesadaran menuntut hak dan posisi mulai nampak hasilnya dg;  Kepala HIS mulai dijabat bangsa Indonesia  Puncak perjuangan , kesadaran dan cita-ciita kemerdekaan,bukan sekedar nasib belaka  Th 1932 PGHB diganti nama PGI
  64. 64.  C.Keadaan Pendidikan zaman Jepang 1.PAN Asia  Kebijakan ; memperluas industrialisasi dan melasanakan emigrasi melahirkn politik imperialisme(1905 Jepang menang dari Rusia)  PAN Asia meningkat, merasa tersaingi A,B,C,D.di wil.pasifik,hawai,guan,philipin,cina 2.Meletus Perang Pasifik  Tgl 8 Maret 1942,awal kekuasaan Jepang di Indonesia  Doktrin Politik Gerakan Tiga A.  Berbagai badan setengah resmi didirikan
  65. 65.  3.Beberapa sekolah di zaman Jepang  SD – Syo Gakko  SM - Cugakko  SK - Sihan Gakko( sekolah guru )  ST - Dai Gakko  Pendidikan Militer Di sekolah-sekolah Jepang bhs Belanda dan bhs Inggris dilarang Organisasi guru di zaman Jepang dilarang menunjukan aktivitas, dibubarkan.
  66. 66.  Dampak Pendudukan jepang Dampak negati  Korban jiwa,kerja rodi  Penderitaan penduduk  Rusaknya mental bangsa Indonesia  Hilangnya harta benda
  67. 67.  Dampak positif  Pendidikan bagi bangsa Indonesia. Banyak sekolah menengah dibuka  Perkembangan bahasa Indonesia resmi digunakan di kantor,buku-buku  Rasa kebangsaan berkembang pesat  Pendidikan Militer bagi bangsa Indonesia  Walau banyak kebohongan,kekejaman,tapi diakui tumbuhnya rasa cinta tanah air dan,rasa harga diri  Puncaknya perlawawanan melawan Jepang dan berhasil memproklamasikan kemerdekaan RI 17-8-1945
  68. 68. Hubungan Sejarah Kelahiran PGRI dengan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia A. Prokl. Kemrd & Perju. Memper. Kemrd 1. Prokl puncak perjuangan melawan penjajah (sifat penjajah; memeras, membodohkan, melanggar hak asasi bangsa, dengan segala akibatatnya) 2. Tantangan yg dihadapi; a. Merebut kekuasaan dari penjajah dan merebut sejata tentara jepang yg masih berkuasa b. Mempertahankan kemerdekaan dari pasukan NICA Belanda Kaum guru turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia diwujudkan dlm salah satu tujuan PGRI “ Turut aktif mempersatukan Kemerdekaan Republik Indonesia “
  69. 69. • B. Kelahiran PGRI, Kongres I di Surakarta 1. Hub dg Prokl 17-8-45, Dengan kelahiran PGRI pada 25 Nov.1945, ingin merombak perikehidupan bangsa menjadi bangsa yg berdaulat penuh (perlu perjuangan) 2. Konggres PGRI ke I tgl 23-25 Nov.1945 Sifat Organisasi; a.Unitaristik, b.Independen, c.Non Partai Politik.
  70. 70.  Dari mukadimah AD/ART & meneliti kehidupan organisasi dapat di simpulkan sbb; 1. PGRI lahir karena hikmah Proklamsi 17-8- 1945 2. Memiliki cominited kpd NKRI yg berdasar Pancasila & UUD 1945 3. Berbatang tubuh suatu organisasi berlandaskan proklamasi ,pemersatu kaum guru dg sifatnya. 4. sebagai organisasi profesi yg lahir, dan mewariskan jiwa semangat nilai-nilai 1945 kpd generasi bangsa Indonesia.
  71. 71.  C. Konggres PGRI II & III Membulatkan Tekat Guru Mempertahankan Kemerdekaan.  Periode 1945 – 1950, Perjuangan PGRI dititik beratkan menegakan kemerdekaan,(ancaman luar Belanda, dari dalam ideologi komunis)  Konggres II & III menggariskan haluan dan sifat perjuangan PGRI,yaitu 1.Mempertahankan NKRI, 2.Meningkatkan penddk.& pengajaran sesuai falsafah 3.Tidak bergerak lapangan politik(non partai politik) 4.Sifat & siasat perjuangan; a.bersifat korektif,konstruktif,thd pemerintah b.Bekerjasama dg serikat-serikat buruh/sekerja lain c.Bekerjasama dg badan-badan lain (parpol,organs pend,dll) 5.Bergerak ditengah-tengah masyarakat.
  72. 72.  PGRI mengadakan hubungan dg organisasi guru di Luar Negeri NEA mengundang PGRI untuk meninjau perkembangan pendidikan di Amerika Undangan dari WCOTP menghadiri Konggres II di London Konggres PGRI XVIII di Bandung, bnyak organisasi guru luar negeri yg menyampaikan pesan
  73. 73.  Partisipasi perjuangan PGRI; 1. Mempertahankan kemerdekaan 2. Bidang pendidikan; -Mencerdaskan kehidupan bangsa -Pelopor sistim pendidikan nasional 3. Mempersatukan Guru Republik Indonesia(Asas UN. IN. Non ParPol) 4. Meningkatkan Profesionalitas Guru 5. Menumpas Pemberontakan G 30 S / PKI 6. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan pembangunan nasional 7. PGRI pada era reformasi
  74. 74. Perju. Mempers. Kemerdekaan; 1.PGRI org perjuangan, a.masa koloni Bld & Jep; BO,PGHB,Sekl -Sekl Bld & Jep. b.PGRI org perjuangan; sbg anak kandung revolosi ---> 1) jw semangat ,cita2 proklamasi kemerdekaan. 2) org wadah perjuangan kaum guru berpartisipasi…… kemerdekaan.
  75. 75. 2. PGRI turut berjuang mempertahankankemerdekaan; a.keadan sesudah proklamasi,melucuti tentara jepeng, perang dibeberapa daerah, menghadapi sekutu – Bld/NICA b.anggota PGRI turut berpereng melewan penjajah, memerangi kebodohan, perang menganakat senjata.
  76. 76. 3. PGRI mempersatukan guru di negara2boneka buatan Belanda; a.mewujudkan persatuan gurukonggres III 1948 Madiun b.mempersatukan guru di negara2 boneka Belandakonggres IV 1950di Jogyqkarta
  77. 77.  Perjuangan mewujudkan pendidikan nasional; 1. PGRI pelopor mencerdask kehidupan bangsa, mengembangkan orga keseluruh pelosok tanah air >< sekutu,Bld, devide et empera konggres II Surakarta ; - sisdiknas  dilaks atas dasar Kep Nas - gaji guru tdk terbatas satu kolom - dibuat UU pokok Pend & UU pokok perburuan konggres III Madiun menegaskan garis perjuangan ( asas,& tujuan PGRI serta identitas dicantumkan tegas )
  78. 78. 2. PGRI pelopor mengubah sistem Pend.Kolonial menjadi sistem Pend. Nas, konggres XIV  upayapembaharuan sistem Pend Nas. lahir UU Sisdiknas no.2 th 1989.
  79. 79. Perjuangan PGRI dalam mmpersatukan Guru RI Konggres PGRI IV di Jogyakarta 26-28 Feb 1950. PGRI sebagai Organisasi Perjuangan ( konsolidasi 5 tahun sekali ) Jogyakarta ibu kota RI ,pidato Mr Assaat isinya; 1. Persatukanlah ! 2. Memuji PGRI- pencerminan semangat perjuangan guru 3.PGRI harus sesuai kehendak/tekat pendirinya
  80. 80. Suasana Konggres PGRI IVpenuh kecurigaan Walau banyak guru mengajar di luar wilayah RI ( Jawa, Sumatra,Madura ) teyapi semangat yang tumbuh adalah keinginan/ kesetiaan terhadap NKRI Pengaruh RIS terhadap Konggres PGRI IV Suasana Politik rawan , ada orang-orang republiken tapi ada juga” Gol Non Kooperatif “ dan “ Gol Kooperatif “
  81. 81. Keputusan Konggres PGRI IV Mepertahankan dan mengisi kemerdekaan yang diproklamasika 17 Agustus 1945 Menghilangkan rasa kecurigaan dan rasa kedaerahan di kalangan guru Selain itu juga mengeluarkan Maklumat Persatuan yang diserukan untuk kaum Guru
  82. 82. Konggres V di Bandung19-24 Desember 1950 Usaha mempersatukan guru dari Gol Kooperatif dengan Gol Non Kooperatif ( RIS Bubar ) Dengan cara 1. menyelesaikan penyesuaian gaji 2. pemberian penghargaan kepada Gol Non Kooperatif 3. segera pemerintah menyusun peraturan gaji 4. mendudukan wakil PGRI dalam kepanitiaan
  83. 83. Konsulidasi organisasi danhasil yang dicapai Jumlah cabang 301 ,anggota 39000 orang Berhasil memilih PB PGRI ketua Soedjono PB PGRI berhasil melakukan upaya-upaya konsulidasi. Dibuktikan masuknya 47 cabang dari Slawesi dan Kalimatan. SGI dan PGI meleburkan diri ke dalam PGRI
  84. 84. Lahirnya organisasi berasaskanagama da kekaryaan Menimbulkaan gejala separatisme PGRI harus mengatasi gejala itu; 1. meningkatkan konsolidasi organisasi 2. bangkitkan rasa persatuan,jiwa semangat nilai 45 3. sosialisasika hasil –hasil perjuangan PGRI
  85. 85. Asas yang diterapkan dalamorganisasi PGRI Penerapan asas unitaristik Penerapan asas independen Penerapan asas non partai politik

×