Advertisement
Advertisement

More Related Content

More from CIFOR-ICRAF(20)

Advertisement

Biodiversitas dan Emisi CH4 serta N2O Paska Alih Guna Hutan menjadi Perkebunan Karet dan Kelapa Sawit di Sumatra

  1. THINKING beyond the canopy 30 April Bogor, Indonesia Aini FK, Hergoualc’h K, Smith J , Verchot L, Martius C Biodiversitas dan Emisi CH4 serta N2O Paska Alih Guna Hutan menjadi Perkebunan Karet dan Kelapa Sawit di Sumatra
  2. THINKING beyond the canopy (Margono et al., 2014) Hutan dataran tinggi Hutan gambut Hutan dataran rendah Hutan alam, Juta Ha Land-use Change in Sumatra, Indonesia Hutan mayoritas dikonversi untuk karet (0.4% tahun-1) & kelapa sawit (11.3%) 6 Mha hilang! 0 50 100 Rubber Oil palm Owners, % Plantations Private Estates Gov. Estates Smallholders Alih guna lahan hutan mendorong kerusakan hutan alam! > 50%, 1990-2005, Ind. & Malaysia (Koh & Wilcove, 2008) 1. Emisi CO2 yang tinggi (Murdiyarso et al., 2010; Hergoualc’h & Verchot, 2011&2013) 2. Penurunan biodiversitas/keragaman hayati (Danielsen et al., 2008), termasukrayap. Rayap merupakan salah satu pengemisi CH4 dan N2O tapi tidak banyak yang diketahui tentang kontribusinya secara global Alih Guna Lahan di Sumatera
  3. THINKING beyond the canopy Mengestimasi biodiversitas dan emisi N2O serta CH4 rayap dan kontribusinya pada emisi tanah pada : Tujuan Hutan Alam (FR) Hutan Terganggu (DF) Karet 1 th(RB1) Karet 20 th (RB20) Kelapa sawit 8 th (OP) Sawit dengan input pupuk yang rendah dan dirawat secara tidak intensif Oxisol Oxisol Inceptisol 143 pohon ha-1
  4. THINKING beyond the canopy Method 1. Pemantauan emisi gas N2O & CH4 dari tanah: ➔ static chamber method 2. Termite sampling ➔ 100 m transek semi quantitatif Pengukuran in - situ pada musim kemarau dan penghujan:
  5. THINKING beyond the canopy Metode Penelitian Pengukuran emisi N2O & CH4 ex – situ : 1. Rumah rayap 2. Pekerja 3. Pekerja dan rumah rayap 4. Prajurit 5. Prajurit dan rumah rayap • Rayap yang diukur gasnya secara ex – situ dipilih secara acak (5 rumah rayap per sistem penggunaan lahan) • Karakteristik yang diamati dari setiap rumah rayap: - populasi per kasta - berat kering (BK) rayap - berat kering rumah rayap • Kerapatan rumah rayap per sistem penggunaan lahan • Persentase spesies rayap terhadap kerapatan total populasi relatifnya per sistem penggunaan lahan
  6. THINKING beyond the canopy Metode Penelitian Y1 = Emisi ex-situ CH4 (kg C-CH4 ha-1 th-1 ) Y2 = Emisi ex-situ N2O (kg N-N2O ha-1 th-1) E = CH4 atau N2O dari pengukuran ex – situ (kg C-CH4 ha-1 th-1 atau kg N- N2O ha-1 th-1); m = rumah rayap s = rayap prajurit, w = rayap pekerja, ms = rumah rayap dan rayap prajurit; mw = rumah rayap dan rayap pekerja; Y3 = rerata dari Y1 dan Y2 (1) (2) (3) Perhitungan emisi N2O & CH4 dari tanah, rayap dan total emisi:
  7. THINKING beyond the canopy Metode Penelitian YP = YS +YT YP = Emisi N2O & CH4 pada skala plot YS = Emisi N2O & CH4 dari tanah YT = Emisi N2O & CH4 dari rayap Semua dalam kg C-CH4 ha-1 th-1 atau kg N-N2O ha-1 th-1
  8. THINKING beyond the canopy Hasil 0 10 20 30 40 FR DF RB1 RB20 OP FR DF RB1 RB20 OP FR DF RB1 RB20 OP Dry month Wet month Total Jumlah Spesies Sistem Penggunaan Lahan FG-I FG-II FG-III FG-IV • Jumlah spesies di hutan (FR, DF; 35 & 31 species) > di perkebunan (RB1, RB20, OP; 18, 19, 19 species) • Biodiversitas rayap di hutan (FR, DF): musim kemarau > musim hujan • Keragaman rayap di perkebunan (RB1, RB20, OP) : musim hujan > musim kemarau Musim kemarau Musim penghujan
  9. THINKING beyond the canopy Results 0 1 2 3 4 FR DF RB1 RB20 OP Kelimpahan relatif, temuan/10m -2 Sistem Penggunaan Lahan Dry month Wet month Penghujan • Kelimpahan relatif di hutan (FR, DF): musim kemarau > musim penghujan Kemarau
  10. THINKING beyond the canopy Hasil -2,0 -1,0 0,0 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 N 2 O, kg N-N 2 O ha -1 th -1 Tanah -2,0 -1,0 0,0 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 FR DF RB1 RB20 OP N 2 O, kg N-N 2 O ha -1 th -1 Sistem Penggunaan Lahan Rayap -2,0 -1,0 0,0 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0 FR DF RB1 RB20 OP N 2 O, kg N-N 2 O ha -1 th -1 Sistem Penggunaan Lahan Total 0 10 20 30 40 50 FR DF RB1 RB20 OP Kontribusi rayap terhadap total emisi N 2 O, % Sistem Penggunaan Lahan
  11. THINKING beyond the canopy Hasil -3,0 -2,0 -1,0 0,0 1,0 2,0 3,0 CH 4 , kg C-CH 4 ha -1 th -1 Soil -3,0 -2,0 -1,0 0,0 1,0 2,0 3,0 FR DF RB1 RB20 OP CH 4 , kg C-CH 4 ha -1 th -1 Sistem Penggunaan Lahan Termite -3,0 -2,0 -1,0 0,0 1,0 2,0 3,0 CH 4 , kg C-CH 4 ha -1 th -1 0 10 20 30 40 50 FR DF RB1 RB20 OP Termite contribution to the total CH 4 fluxes, % Sistem Penggunaan Lahan • Penurunan CH4 uptake pada hutan (FR, DF; 16 – 40%); Peningkatan emisi CH4 di perkebunan (13 – 34% ) • Kontribusi rayap pada total emisi 10-53% Total
  12. THINKING beyond the canopy Diskusi • Kelimpahan rayap antar sistem penggunaan lahan dipengaruhi oleh: karakteristik lingkungan(the total N content of the soil, soil temperature) kualitas dan ketersediaan makanan (kerapatan pohon& kandungan polyphenol pada seresah) • Rayap menyebar area jelajahnya di hutan (FR & DF) dan terkonsentrasi in lapisan seresah yang tebal selama musim kemarau ➔ biodiversitas dan kelimpahan relatif di musim kemarau > musim penghujan. • Rayap berpotensi mengemisikan N2O di tanah mineral tropis. • Terdapat pergantian dari methanotrophy di hutan (FR&DF) menjadi proses methanogenesis di perkebunan yang dapat meningkatkan emisi CH4 di atmosphere ➔ berasosiasi dengan penurunan biodiversitas rayap pada sistem penggunaan lahan yang berbeda dan meningkatnya populari rayap pemakan kayu di perkebunan. • Penurunan dan peningkatan emisi CH4 dan N2O berhubungan erat dengan peningkatan ukuran tubuh rayap.
  13. THINKING beyond the canopy •Kontribusi rayap terhadap total emisi N2O (2.7-14.9%) dan CH4 (10- 53%) di skala plot menunjukkan perlunya perhitungan emisi rayap untuk meningkatkan keakuratan perhitungan emisi N2O dan CH4 global khususnya di daerah tropis dimana populasi rayap melimpah. Diskusi
  14. THINKING beyond the canopy CIFOR advances human well-being, environmental conservation, and equity by conducting research to inform policies and practices that affect forests in developing countries. www.cifor.cgiar.org Terima Kasih
Advertisement