Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Tugas : KelompokMata Kuliah : Akuntansi SyariahAkuntansi MurabahahDISUSUN OLEH:KELOMPOK VII1. MUH. TOYIB (10200111049)2. R...
BAB IIPEMBAHASANAKAD SALAMA. Pengertian Akad SalamMenurut bahasa salam berasal dari kata “as salaf” yang berarti pendahulu...
4. Transaksi salam dilakukan karena pembeli berniat memberikan modal kerjaterlebih dahulu untuk memungkinkan penjual (prod...
“hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secaratunai untuk waktu yang ditentukan, hendaknya kamu men...
Berbentuk uang tunai. Para ulama berbeda pendapat masalah bolehnyapembayaran dalam bentuk aset perdagangan. Beberapa ulama...
Apabila barang yang dikirim kualitasnya lebih rendah, pembeli bolehmemilih menolaknya atau menerima. Apabila pembeli mener...
6. Bank menerima dokumen penyerahan produk salam kepada nasabah daripetani.E. Berakhirnya Akad SalamHal-hal yang dapat mem...
3. Jika modal salam dalam bentuk aset nonkas diukur sebesar nilai wajar. Selisihantara nilai wajar dan nilai tercatat aset...
Cr. Piutang Salam xxx5. jika pembeli menolak sebagian atau seluruh barang pesanan, maka:(i) jika tanggal pengiriman diperp...
Dr. Dana kebajikan - Kas xxxCr. Dana Kebajikan – pendapatan denda xxx8. Denda hanya boleh dikenakan kepada penjual yang ma...
Dr. Kas xxxCr. Utang Salam xxx15. Jika modal usaha salam dalam bentuk aset nonkas diukur sebesar nilai wajarDr. Aset Non K...
yang dapat direalisasi. Apabila nilai bersih yang dapat direalisasi lebih rendahdari biaya perolehan, maka selisihnya diak...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Akad salam

8,300 views

Published on

  • Be the first to comment

Akad salam

  1. 1. Tugas : KelompokMata Kuliah : Akuntansi SyariahAkuntansi MurabahahDISUSUN OLEH:KELOMPOK VII1. MUH. TOYIB (10200111049)2. RADIASTUTI (10200111063)3. SAPPEAMI (10200111077)4. TRI RAMADHAN AJI S. (10200111090)FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUMJURUSAN EKONOMI ISLAMUIN ALAUDDIN MAKASSAR2013
  2. 2. BAB IIPEMBAHASANAKAD SALAMA. Pengertian Akad SalamMenurut bahasa salam berasal dari kata “as salaf” yang berarti pendahuluankarena pemesan barang menyerahkan uangnya di muka. Menurut terminology parafuqaha menamainya Al mahawi „ij (barang-barang mendesak) karena ia merupakansejenis jual beli yang dilakukan mendesak walaupun barang yang diperjual belikantidak ada di tempat. Di lihat dari sisi pembeli ia sangat membutuhkan barang tersebutdikemudian hari sementara penjual sangat membutuhkan uang tersebut.Sedangkan definisi akad salam yaitu akad jual beli barang pesanan (muslam fiih)dengan pengiriman di kemudian hari oleh penjual (muslam illaihi) dan pelunasannyadilakukan oleh pembeli (al muslam) pada saat akad disepakati sesuai dengan syarat-syarat tertentu.Karateristik akad salam yaitu :1. harga, spesifikasi, karakteristik, kualitas, kuantitas dan waktu penyerahan asetyang dipesan sudah ditentukan dan disepakati ketika akad terjadi.2. Dalam akad salam, harga barang pesanan yang sudah disepakati tidak dapatberubah selama jangka waktu akad. Apabila barang yang dikirim tidak sesuaidengan ketentuan yang telah disepakati sebelumnya, maka pembeli bolehmelakukan khiar yaitu memilih apakah transaksi dilanjutkan atau dibatalkan.3. Alat pembayaran harus diketahui jumlah dan bentuknya, baik berupa kas,barang atau manfaat. Pelunasan harus dilakukan pada saat akad disepakati dantidak boleh dalam bentuk pembebasan hutang penjual atau penyerahan piutangpembeli dari pihak lain.
  3. 3. 4. Transaksi salam dilakukan karena pembeli berniat memberikan modal kerjaterlebih dahulu untuk memungkinkan penjual (produsen) memproduksibarangnya, barang yang dipesan memiliki spesifikasi khusus, atau pembeliingin mendapatkan kepastian dari penjual. Transaksi salam diselesaikan padasaat penjual menyerahkan barang kepada pembeli.Akad salam terbagi atas dua yaitu :1. Salam, merupakan transaksi jual beli dimana barang yang diperjualbelikanbelum ada ketika transaksi dilakukan, pembeli melakukan pembayaran dimukasedangkan penyerahan barang baru dilakukan di kemudian hari.2. Salam paralel, artinya melaksanakan dua transaksi bai‟ salam yaitu antarapemesan dan penjual dan antara penjual dengan pemasok (supplier) atau pihakketiga lainnya secara simultan. Beberapa ulama kontemporer melarangtransaksi salam paralel terutama jika perdagangan dan transaksi semacam itudilakukan secara terus menerus. Hal demikian dapat menjurus kepada riba.Paralel salam dibolehkan asalkan eksekusi kontrak salam kedua tidaktergantung pada eksekusi kontrak yang pertama.Salam paralel dapat dilakukan dengan syarat:1) akad antara lembaga keuangan syariah (pembeli) dan produsen (penjual)terpisah dari akad antara lembaga keuangan syariah (penjual) dan pembeliakhir; dan2) kedua akad tidak saling bergantung (ta‟alluq).B. Dasar Hukum Akad Salam1. Al Qur‟an
  4. 4. “hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secaratunai untuk waktu yang ditentukan, hendaknya kamu menuliskannya denganbenar ....” (QS 2:282)”Hai orang orang yang beriman penuhilah akad akad itu...” (QS 5:1)2. Al Hadits“Barang siapa melakukan salam, hendaknya ia melakukannya dengan takaranyang jelas dan timbangan yang jelas pula, untuk jangka waktu yang diketahui.”(HR.Bukhari Muslim).Tiga hal yang didalamnya terdapat keberkahan: jual beli secara tangguhmuqaradhah (mudharabah), dan mencampur gandum dengan tepung untukkeperluan rumah, bukan untuk dijual.” (HR. Ibnu Majah)C. Rukun dan ketentuan Akad SalamRukun salam ada tiga yaitu :1. Pelaku (pembeli dan penjual)2. Obyek akad (barang yang akan diserahkan dan modal salam yang berbentukharga),3. Ijab kabulKetentuan Akad Syariah,yaitu :1. Pelakua. ada penjual dan pembelib. Cakap hukum (Berakal dan dapat membedakan),2. Obyek akada. modal salam :modal harus diketahui jenis dan jumlahnya
  5. 5. Berbentuk uang tunai. Para ulama berbeda pendapat masalah bolehnyapembayaran dalam bentuk aset perdagangan. Beberapa ulamamenganggapnya boleh.Modal salam diserahkan ketika akad berlangsung, tidak boleh utang ataumerupakan pelunasan utang. Hal ini adalah untuk mencegah praktek ribamelalui mekanisme salam.b. Barang Salam:Barang tersebut harus dapat dibedakan/ diidentifikasi mempunyaispesifikasi dan karakteristik yang jelas seperti kualitas, jenis, ukuran danlain sebagainya sehingga tidak ada gharar.Barang tersebut harus dapat dikuantifikasi /ditakar/ ditimbang.Waktu penyerahan barang harus jelas, tidak harus tanggal tertentu bolehjuga dalam kurun waktu tertentu. Hal tersebut diperlukan untuk mencegahgharar atau ketidakpastiahan yaitu harus ada pada waktu yang ditentukan.Barang tidak harus ada ditangan penjual tetapi harus ada pada waktu yangditentukanApabila barang yang dipesan tidak ada pada waktu yang ditentukan, akadmenjadi fasakh/rusak dan pembeli dapat memilih apakah menunggu sampaidengan barang yang dipesan tersedia atau membatalkan akad sehinggapenjual harus mengembalikan dana yang telah diterimaApabila barang yang dikirim cacat atau tidak sesuai dengan yang disepakatidalam akad, maka pembeli boleh melakukan khiar atau memilih untukmenerima atau menolak. Kalau pilihannya menolak maka si penjualmemiliki utang yang dapat diselesaikan dengan pengembalian dana ataumenyerahkan produk yang sesuai dengan akad.Apabila barang yang dikirim memiliki kualitas yang lebih baik, makapenjual tidak boleh meminta tambahan pembayaran dan hal ini dianggapsebagai pelayanan kepuasan pelanggan
  6. 6. Apabila barang yang dikirim kualitasnya lebih rendah, pembeli bolehmemilih menolaknya atau menerima. Apabila pembeli menerima makapembeli tidak boleh meminta kembali sebagian uangnya atau (diskon),Barang boleh dikirim sebelum jatuh tempo asalkan disetujui oleh keduapihak dan dengan syarat kualitas dan jumlah barang sesuai dengankesepakatan, dan tidak boleh mwnuntut penambahan harga.Penjualan kembali barang yang dipesan sebelum barang tersebut diterimatidak dibolehkan secara syari‟ah.Penggantian barang yang dipesan dengan barang lain. Para ulama melarangpenggantian barang yang dipesan dengan barang lainnya. Bila barangtersebut diganti dengan barang yang memiliki spesifikasi dan kualitas yangsama, meskipun sumbernya berbeda, para ulama membolehkannya,Apabila tempat penyerahan barang tidak disebutkan, akad tetap sah.Namun sebaiknya dijelaskan dalam akad, apabila tidak disebutkan makaharus dikirim ke tempat yang menjadi kebiasaan.D. Alut Transaksi Salam dan Salam Paralel1. Negosiasi dengan persetujuan kesepakatan antara penjual dengan pembeliterkait transaksi salam yang akan dilaksanalkan.2. Setelah akad disepakati, pembeli melakukan pembayaran terhadap barang yangdiingainkan sesuai dengan keseoakatan yang sudah dibuat.3. Pada transaksi salam, penjual mulai memproduksi atau menyelesaikan tahapanpeneneman produk yang di inginkan pembeli.4. Setelah menyepakati transaksi salam kedua tersebut, bank langsung melakukanpembayaran kepada petani.5. Dalam jangka waktu tertentu, berdasarkan kesepakatan dengan bank, petanimengirim produk salam kepada petani sesuai dengan spesifikasi yangditentukan.
  7. 7. 6. Bank menerima dokumen penyerahan produk salam kepada nasabah daripetani.E. Berakhirnya Akad SalamHal-hal yang dapat membatalkan kontrak adalah :1. Barang yang dipesan tidak ada pada waktu yang ditentukan2. Barang yang dikirim cacat atau tidak sesuai dengan yang disepakati dalamakad,3. Barang yang dikirim kualitasnya lebih rendah dan pembeli membatalkan.4. Barang yang dikirim kualitasnya tidak sesuai akad tetapi pembeli menerimanya.5. Barang diterima.Apabila barang yang dikirim tidak sesuai kualitasnya dan pembeli memilihuntuk membatalkan akad, maka pembeli berhak atas pengembalian modalsalam yang sudah diserahkannya. Pembatalan dimungkinkan untuk keseluruhanbarang pesanan, yang mengakibatkan pengambilan semua modal salam yangtelah dibayarkan. Dapat juga berupa pembatalan sebagian penyerahan barangpesanan dengan pengembalian sebagian modal salam.F. Perlakuan AkuntansiAkuntansi untuk pembeli1. Pengakuan piutang salam diakui pada saat modal usaha salam dibayarkan ataudialihkan kepada penjual.2. Modal salam dalam bentuk kas (sejumlah yg dibayarkan)Dr. Piutang Salam xxxCr. Kas xxx
  8. 8. 3. Jika modal salam dalam bentuk aset nonkas diukur sebesar nilai wajar. Selisihantara nilai wajar dan nilai tercatat aset nonkas yang diserahkan diakui sebagaikeuntungan atau kerugian pada saat penyerahan modal usaha tersebut.Pencatatan apabila nilai wajar lebih kecil dari nilai tercatat:Dr. Piutang Salam xxxDr. Kerugian xxxCr. Aktiva Non Kas xxx- Pencatatan apabila nilai wajar lebih besar dari nilai tercatat:Dr. Piutang Salam xxxCr. Aktiva Non Kas xxxCr. Keuntungan xxx4. Penerimaan Barang Pesanana. jika barang pesanan sesuai dengan akad, maka dinilai sesuainilai yang disepakati;Dr. Aset Salam xxxCr. Piutang Salam xxxb. jika barang pesanan berbeda kualitasnya(i) nilai wajar barang pesanan yang diterima nilainya sama atau lebihtinggi dari nilai yang tercantum dalam akad; maka barang pesanan yangditerima diukur dengan nilai akad.Dr. Aset Salam (diukur pada nilai akad) xxxCr. Piutang Salam xxx(ii) nilai wajar dari barang pesanan yang dierima lebih rendah dari nilaiyang tercantum dalam akad; maka barang pesanan yang diterima diukurdengan nilai wajar pada saat diterima dan selisihnya diakui sebagai kerugian.Dr. Aset Salam (diukur pada nilai akad) xxxDr. Kerugian Salam xxx
  9. 9. Cr. Piutang Salam xxx5. jika pembeli menolak sebagian atau seluruh barang pesanan, maka:(i) jika tanggal pengiriman diperpanjang, maka nilai tercatat piutang salamsebesar bagian yang belum dipenuhi sesuai dengan nilai yang tercantumdalam akad; jurnal:Dr. Aset Salam (sebesar jumlah yang diterima) xxxCr. Piutang Salam xxx(ii) jika akad salam dibatalkan sebagian atau seluruhnya, maka piutang salamberubah menjadi piutang yang harus dilunasi oleh penjual sebesar bagian yangtidak dapat dipenuhi; jurnal:Dr. Aset Lain-Lain – Piutang xxxCr. Piutang Salam xxx(iii) jika akad salam dibatalkan sebagian atau seluruhnya dan pembelimempunyai jaminan atas barang pesanan serta hasil penjualan jaminantersebut lebih kecil dari nilai piutang salam, maka selisih antara nilai tercatatpiutang salam dan hasil penjualan jaminan tersebut diakui sebagai piutangkepada penjual.Dr. Kas xxxDr. Aset lain – Piutang pada Penjual xxxCr. Piutang Salam xxx6. jika hasil penjualan jaminan tersebut lebih besar dari nilai tercatat piutang salammaka selisihnya menjadi hak penjualDr. Kas xxxCr. Utang PenjualxxxCr. Piutang Salam xxx7. Denda yang diterima dan diberlakukan oleh pembeli diakui sebagai bagian danakebajikan.
  10. 10. Dr. Dana kebajikan - Kas xxxCr. Dana Kebajikan – pendapatan denda xxx8. Denda hanya boleh dikenakan kepada penjual yang mampu menyelesaikankewajibannya, tetapi sengaja tidak melakukannya.9. Hal ini tidak berlaku bagi penjual yang tidak mampu menunaikan kewajibannyakarena force majeur.10. Penyajiana. Pembeli menyajikan modal usaha salam yang diberikan sebagai piutangsalam.b. Piutang yang harus dilunasi oleh penjual karena tidak dapat memenuhikewajibannya dalam transaksi salam disajikan secara terpisah dari piutangsalam.c. Persediaan yang diperoleh melalui transaksi salam diukur sebesar nilaiterendah biaya perolehan atau nilai bersih yang dapat direalisasi. Apabila nilaibersih yang dapat direalisasi lebih rendah dari biaya perolehan, makaselisihnya diakui sebagai kerugian.11. Pengungkapan, pembeli dalam transaksi salam mengungkapkan:a. besarnya modal usaha salam, baik yang dibiayai sendiri maupun yangdibiayai secara bersama-sama dengan pihak lain;b. jenis dan kuantitas barang pesanan; danc. pengungkapan lain sesuai dengan PSAK N0. 101 tentang PenyajianLaporan Keuangan Syari‟ah.Akuntansi untuk penjual12. Pengakuan Kewajiban salam diakui pada saat penjual menerima modal usahasalam13. Pengukuran kewajiban salam sebesar jumlah yang diterima.14. Jika modal usaha salam dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang diterima:
  11. 11. Dr. Kas xxxCr. Utang Salam xxx15. Jika modal usaha salam dalam bentuk aset nonkas diukur sebesar nilai wajarDr. Aset Non Kas (diukur pada nilai wajar) xxxCr. Utang Salam xxx16. Kewajiban salam dihentikan pengakuannya (derecognation) pada saatpenyerahan barang kepada pembeli.Dr. Utang Salam xxxCr. Penjualan xxx17. Dalam transaksi salam paralel, selisih antara jumlah yang dibayar oleh pembelidan biaya perolehan barang pesanan diakui keuntung an/kerugian pada saatpenyerahan barang pesanan oleh penjual.- Pencatatan ketika membeli persediaan:Dr. Aset Salam xxxCr. Kas xxx- Pencatatan penyerahan persediaan bila jumlah yang dibayar oleh pembelilebih kecil dari biaya perolehan barang.Dr. Utang Salam xxxDr. Kerugian Salam xxxCr. Aset Salam xxx- Pencatatan penyerahan persediaan bila jumlah yang dibayar oleh pembelilebih besar dari biaya perolehan barangDr. Utang Salam xxxCr. Aset Salam xxxCr. Keuntungan Salam xxx18. Pada akhir periode pelaporan keuangan, persediaan yang diperoleh melaluitransaksi salam diukur sebesar nilai terendah biaya perolehan atau nilai bersih
  12. 12. yang dapat direalisasi. Apabila nilai bersih yang dapat direalisasi lebih rendahdari biaya perolehan, maka selisihnya diakui sebagai kerugian.19. Penyajian, penjual menyajikan modal usaha salam yang diterima sebagaikewajiban salam.20. Pengungkapan, penjual dalam transaksi salam:a.piutang salam kepada produsen (dalam salam paralel) yang memilikihubungan istimewa;b. jenis dan kuantitas barang pesanan; danc. pengungkapan lain sesuai dengan PSAK N0. 101 tentang PenyajianLaporan Keuangan Syari‟ah.

×