JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA AKADEMI MANAJEMEN INFORMTIKA DAN KOMPUTER BINA SARANA INFORMTIKA SALEMBA 22 2011 ANAK – ANAK...
DISUSUN OLEH : Santi Widia (12105882) Denis Dion Taroreh (12105880) Budiansyah Sutanto (12105897) David Rosidi (12105881) ...
Pendahuluan  <ul><li>Manusia sejak lahir diberikan potensi sosialitas artinya setiap individu memiliki kemampuan untuk ber...
SIAPAKAH ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ITU ? <ul><li>Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang secara signifikan mengalami kela...
Macam – Macam Cacat Mental dan Fisik   <ul><li>Tunanetra   </li></ul><ul><li>Tunarungu   </li></ul><ul><li>Tuna g rahit a ...
Tunanetra <ul><li>Tunanetra adalah penyandang cacat fisik yang memiliki keterbatasan pada penglihatan. </li></ul><ul><li>T...
Tunanetra (visual impairment) dapat diklasifikasikan sebagai berikut : <ul><li>Penglihatan normal </li></ul><ul><li>Hampir...
Tunarungu <ul><li>Tunarungu adalah penyandang cacat fisik yang memiliki keterbatasan pada pendengaran. Berdasarkan tingkat...
Tuna g rahit a <ul><li>Tunagrahita ialah istilah yang digunakan untuk anak yang memiliki perkembangan intelejensi yang ter...
Autis <ul><li>Banyak sekali definisi yang beredar tentang Autis. Tetapi secara garis besar, Autis adalah gangguan perkemba...
Penyebab Seseorang  Menderita Cacat Mental dan Fisik
<ul><li>Penyebab Seseorang Menderita gangguan pendengaran / Tunarungu : </li></ul><ul><li>Faktor genetik (keturunan/bawaan...
<ul><li>Penyebab Seseorang Menderita gangguan penglihatan / Tunanetra : </li></ul><ul><li>Pre-natal Faktor penyebab ketuna...
<ul><li>Penyebab Seseorang Menderita Cacat Mental / Tunagrahita: </li></ul><ul><li>Genetis </li></ul><ul><li>Rhesus </li><...
<ul><li>Penyebab Seseorang Menderita Autisme : </li></ul><ul><li>Autisme adalah suatu kondisi dimana seorang anak terkena ...
Ciri – Ciri Anak – Anak “Luar Biasa”
Ciri – ciri Tunanetra <ul><li>Para tunanetra yang tidak  biasa bergaul mengalami kecenderungan untuk menyendiri karena ber...
Ciri- Ciri Tunarungu <ul><li>Tidak bisa mendengar secara jelas.  </li></ul><ul><li>Biasanya juga sulit berbicara karena in...
Ciri – Ciri Tunagrahita <ul><li>Waktu bayi tampak mengantuk saja,jarang menagis,kalau menangis terus-menerus,terlambat dud...
Ciri – Ciri Autis <ul><li>Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal: kontak mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gera...
Cara Memotivasi Anak – Anak “Luar Biasa”
Berikan pengertian bahwa kelemahan mereka adalah kekuatan mereka. <ul><li>Kelemahan fisik maupun mental bukanlah akhir dar...
Cara Beradaptasi Dengan Anak – Anak “Luar Biasa”
<ul><li>Pahamilah </li></ul><ul><li>Latih Kefokusan   </li></ul><ul><li>Telatenlah.   </li></ul><ul><li>Bangkitkan Keperca...
Peranan Orang Tua dan Guru Terhadap “Anak – Anak Luar Biasa”
Peranan Orang Tua dan Guru Terhadap “Anak – Anak Luar Biasa” <ul><li>Orang tua memegang peranan yang sangat penting bagi t...
Kesimpulan  <ul><li>Cacat mental dan cacat fisik terbagi menjadi beberapa kategori dan tingkatan yang membedakan kelainan ...
TERIMA KASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

ANAK - ANAK LUAR BIASA

10,431 views

Published on

ANAK - ANAK LUAR BIASA

Published in: Education, Technology, Business
1 Comment
10 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
10,431
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
48
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
10
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

ANAK - ANAK LUAR BIASA

  1. 1. JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA AKADEMI MANAJEMEN INFORMTIKA DAN KOMPUTER BINA SARANA INFORMTIKA SALEMBA 22 2011 ANAK – ANAK LUAR BIASA CHARACTER BUILDING DISUSUN OLEH KELOMPOK 9 KELAS 12.2A.07
  2. 2. DISUSUN OLEH : Santi Widia (12105882) Denis Dion Taroreh (12105880) Budiansyah Sutanto (12105897) David Rosidi (12105881) Fitriya (12105879) Nurol Jannah Mamun Nawawi
  3. 3. Pendahuluan <ul><li>Manusia sejak lahir diberikan potensi sosialitas artinya setiap individu memiliki kemampuan untuk bergaul dengan siapa saja dan tidak dapat mencapai apa yang diinginkannya seorang diri. Kehadiran lain manusia dihadapannya bukan saja penting untuk mencapai tujuan hidupnya, tetapi juga merupakan sarana kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan hidup kepribadiannya. </li></ul><ul><li>Sehubungan dengan potensi dan kebutuhan sosial tersebut manusia dengan kesadaran dirinya membuat pendidikan ideal yang mengakui pluralitas kehidupan perbedaan individual dan memanfaatkan secara positif sebagai sumber untuk belajar. Sebuah pencanangan yang dilandasi oleh kenyataan bahwa didalam masyarakat memang terdapat keragaman, baik kondisi fisik, kondisi lingkungan social, tingkat ketahanan ekonomi, kemampuan intelektual, kemampuan bahasa, keyakinan agama dan lain sebagainya. Implikasi dan pencanangan ini adalah Anak berkebutuhan khusus (ABK), berhak mendapatkan pelayanan pendidikan secara memadai. </li></ul>
  4. 4. SIAPAKAH ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ITU ? <ul><li>Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang secara signifikan mengalami kelainan / penyimpangan (fisik, mental-intelektual, social, dan emosional) dalam proses tumbuh kembangnya dibandingkan dengan anak – anak lain yang seusia sehingga membutuhkan pelayanan pendidikan khusus. </li></ul>
  5. 5. Macam – Macam Cacat Mental dan Fisik <ul><li>Tunanetra </li></ul><ul><li>Tunarungu </li></ul><ul><li>Tuna g rahit a </li></ul><ul><li>Autis </li></ul>
  6. 6. Tunanetra <ul><li>Tunanetra adalah penyandang cacat fisik yang memiliki keterbatasan pada penglihatan. </li></ul><ul><li>Tunanetra memiliki keterbatasan dalam penglihatan antara lain : </li></ul><ul><li>a. Tidak dapat melihat gerakan tangan pada jarak kurang dari satu meter. </li></ul><ul><li>b. Ketajaman penglihatan 20/200 kaki yaitu ketajaman yang mampu melihat suatu benda pada jarak 20 kaki. </li></ul><ul><li>c. Bidang penglihatannya tidak lebih luas dari 20º </li></ul>
  7. 7. Tunanetra (visual impairment) dapat diklasifikasikan sebagai berikut : <ul><li>Penglihatan normal </li></ul><ul><li>Hampir normal </li></ul><ul><li>Low Vision sedang </li></ul><ul><li>Low Vision nyata </li></ul><ul><li>Hampir buta </li></ul>
  8. 8. Tunarungu <ul><li>Tunarungu adalah penyandang cacat fisik yang memiliki keterbatasan pada pendengaran. Berdasarkan tingkat keberfungsian telinga dalam mendengar bunyi, ketunarunguan dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori, yaitu: </li></ul><ul><li>Ketunarunguan ringan (mild hearing impairment) </li></ul><ul><li>Ketunarunguan sedang (moderate hearing impairment) </li></ul><ul><li>Ketunarunguan berat (severe hearing impairment) </li></ul><ul><li>Ketunarunguan parah (profound hearing impairment) </li></ul>
  9. 9. Tuna g rahit a <ul><li>Tunagrahita ialah istilah yang digunakan untuk anak yang memiliki perkembangan intelejensi yang terlambat. Setiap klasifikasi selalu diukur dengan tingkat IQ mereka, yang terbagi menjadi tiga kelas yaitu : </li></ul><ul><li>Tunagrahita Ringan </li></ul><ul><li>Tunagrahita Sedang </li></ul><ul><li>Tunagrahita Berat </li></ul>
  10. 10. Autis <ul><li>Banyak sekali definisi yang beredar tentang Autis. Tetapi secara garis besar, Autis adalah gangguan perkembangan yang khususnya terjadi pada masa anak-anak, yang membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. Seorang anak yang autis dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Interaksi Sosialnya </li></ul><ul><li>Komunikasi Sosialnya </li></ul><ul><li>Imaginasi, berpikir fleksibel dan bermain imaginatif </li></ul>
  11. 11. Penyebab Seseorang Menderita Cacat Mental dan Fisik
  12. 12. <ul><li>Penyebab Seseorang Menderita gangguan pendengaran / Tunarungu : </li></ul><ul><li>Faktor genetik (keturunan/bawaan). </li></ul><ul><li>Faktor dalam kandungan seperti sang ibu menderita sakit keras ketika mengandung. </li></ul><ul><li>Faktor saat dilahirkan seperti dilahirkan secara prematur </li></ul>
  13. 13. <ul><li>Penyebab Seseorang Menderita gangguan penglihatan / Tunanetra : </li></ul><ul><li>Pre-natal Faktor penyebab ketunanetraan pada masa pre-natal Sangat erat hubungannya dengan masalah keturunan dan pertumbuhan seorang anak dalam kandungan </li></ul><ul><li>Post-natal  Faktor penyebab ketunanetraan yang terjadi pada masa post-natal dapat terjadi sejak atau setelah bayi lahir, antara lain: kerusakan pada mata atau syaraf mata pada waktu persalinan hamil ibu menderita penyakit gonorrhoe, penyakit mata lain yang menyebabkan ketunanetraan, seperti trachoma,dan akibat kecelakaan. </li></ul>
  14. 14. <ul><li>Penyebab Seseorang Menderita Cacat Mental / Tunagrahita: </li></ul><ul><li>Genetis </li></ul><ul><li>Rhesus </li></ul><ul><li>Innfeksi Rubella (cacar) </li></ul><ul><li>Pengaruh sebelum lahir (belum diketahui) </li></ul><ul><li>Gangguan metabolisme atau nutrisi </li></ul><ul><li>Mengintis (peradangan pada selaput otak) </li></ul><ul><li>Gangguan Jiwa yang berat </li></ul>
  15. 15. <ul><li>Penyebab Seseorang Menderita Autisme : </li></ul><ul><li>Autisme adalah suatu kondisi dimana seorang anak terkena gangguan saraf sensorik dan motoriknya, perkembangannya tidak normal, emosi, tingkah laku dan komunikasi. Sebab – sebab anak menjadi Autis masih tidak jelas, akan tetapi ada yang berpendapat bahwa autis itu disebabkan dari Vaksinasi ketika masih balita. Gejala autisme dapat sangat ringan, sedang, hingga parah, sehingga masyarakat mungkin tidak menyadari seluruh keberadaannya. Parah atau ringannya gangguan autisme sering kemudian dihubungkan dengan kemampuan. </li></ul>
  16. 16. Ciri – Ciri Anak – Anak “Luar Biasa”
  17. 17. Ciri – ciri Tunanetra <ul><li>Para tunanetra yang tidak biasa bergaul mengalami kecenderungan untuk menyendiri karena berfikir mereka malu bergaul dengan teman - teman yang normal, walaupun tidak semua anak tuna netra seperti itu, kebanyakan dari mereka sulit bergaul karena keterbatasan yang mereka meiliki yaitu penglihatan. Tetapi bukan hal tersebut juga yang menyebbabkan mereka seperti itu biasanya hal tersebut hanyalah pembawaan dari ketunanetraannya. Sikap negative orang awaslah yang menimbulkan persepsi negative terhadap mereka. </li></ul>
  18. 18. Ciri- Ciri Tunarungu <ul><li>Tidak bisa mendengar secara jelas. </li></ul><ul><li>Biasanya juga sulit berbicara karena indra pendengarannya yang kurang mengakibatkan indera pengecapnya tidak dapat berfungsi dengan baik. </li></ul>
  19. 19. Ciri – Ciri Tunagrahita <ul><li>Waktu bayi tampak mengantuk saja,jarang menagis,kalau menangis terus-menerus,terlambat duduk dan berjalan. </li></ul><ul><li>Pada masa kanak-kanak memperlihatkan ciri-ciri klinis seperti mongoloid,kepala besar dan kepala kecil. </li></ul><ul><li>Pada masa sekolah kesulitan belajar,kemampuan motorik yang kurang,perkembangan bahasa yang jelek,kesulitan menyesuaikan diri. </li></ul><ul><li>Pada masa puber pola berpikir dan kepribadian dibawah seusianya,sehingga seulit bergaul dan menyesuaikan diri. </li></ul>
  20. 20. Ciri – Ciri Autis <ul><li>Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal: kontak mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gerak-gerik kurang tertuju </li></ul><ul><li>Kesulitan bermain dengan teman sebaya </li></ul><ul><li>Tidak ada empati, perilaku berbagi kesenangan/minat </li></ul><ul><li>Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional 2 arah </li></ul>
  21. 21. Cara Memotivasi Anak – Anak “Luar Biasa”
  22. 22. Berikan pengertian bahwa kelemahan mereka adalah kekuatan mereka. <ul><li>Kelemahan fisik maupun mental bukanlah akhir dari segalanya.dengan dorongan, cita-cita dan motivasi mereka masih bisa berprestasi .Sejarah mencatat cukup banyak orang-orang berprestasi yang memiliki ketidaksempurnaan fisik. Ambil contoh Helen Keller yang buta, Alexander Graham Bell yang tuna rungu, dll. </li></ul>
  23. 23. Cara Beradaptasi Dengan Anak – Anak “Luar Biasa”
  24. 24. <ul><li>Pahamilah </li></ul><ul><li>Latih Kefokusan </li></ul><ul><li>Telatenlah. </li></ul><ul><li>Bangkitkan Kepercayaan Dirinya. </li></ul><ul><li>Kenali Arah Minatnya. </li></ul><ul><li>Minta dia Bicara. </li></ul><ul><li>Siap Bahu-membahu </li></ul>
  25. 25. Peranan Orang Tua dan Guru Terhadap “Anak – Anak Luar Biasa”
  26. 26. Peranan Orang Tua dan Guru Terhadap “Anak – Anak Luar Biasa” <ul><li>Orang tua memegang peranan yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak-anaknya yang mempunyai kelainan tersebut. Kekhususan yang dimililikinya tentunya memerlukan perhatian yang khusus bagi orang tua sehingga ada kesatuan cara pandang antara orang tua di rumah maupun dengan guru di sekolah. </li></ul>
  27. 27. Kesimpulan <ul><li>Cacat mental dan cacat fisik terbagi menjadi beberapa kategori dan tingkatan yang membedakan kelainan – kelainan yang dimiliki masing – masing. Kategori – kategori tersebut ialah Tuna Netra, Tuna Rungu, Tuna Daksa, Tuna Wicara, Tuna Grahita, dan Autis. Cara hidup mereka sedikit sama untuk beberapa kategori akan tetapi pada kategori dan tingkatan yang parah, cara hidup mereka bergantung dengan bantuan orang lain. Kebiasaan dan tingkah laku mereka sedikit berbeda dengan kita yang tidak memiliki kelainan. Banyak dari mereka merasa minder atau terasingkan, walaupun begitu sebenarnya mereka sangat ingin bergaul dengan kita yang normal tanpa memandang kekurangan dan kelemahannya. Cara menghadapi anak – anak seperti ini sebainya dilakukan dengan kesabaran yang ekstra, karena jika dihadapi dengan kekerasan hal tersebut hanya akan menambah tekanan kepada mereka yang mungkin mengakibatkan kelainan yang dideritanya akan semakin parah, seperti tingkah laku yang menjadi lebih kasar, sering marah, dan sering melakukan hal yang lebih aneh lagi. Dengan hanya memahaminyalah mereka akan merasa diterima dan merasa nyaman dengan orang yang merawatnya, secara perlahan – lahan dan tentunya sabar dalam menghadapi tingkah lakunya. </li></ul>
  28. 28. TERIMA KASIH

×