Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

BATU KAPUR - BAHAN GALIAN INDUSTRI - BONITA

3,387 views

Published on

BAHAN GALIAN INDUSTRI - BONITA
Email : Bonita_intan@ymail.com

Published in: Engineering
  • Be the first to comment

BATU KAPUR - BAHAN GALIAN INDUSTRI - BONITA

  1. 1. BONITA INTAN SUSIMAH 07300130019 TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS KEBUMIAN DAN ENERGI UNIVERSITAS TRISAKTI
  2. 2. Apa itu Batu Kapur? Batu kapur (limestone) (CaCO3) adalah sebuah batuan sedimen terdiri dari mineral calcite (kalsium carbonate). Sumber utama dari calcite ini adalah organisme laut.
  3. 3. Dimanakah dapat menemukan Batu Kapur?  Batu kapur dapat ditemukan pada kerak benua, atau dapat ditemukan dimana saja asalkan ada laut.  Batu kapur dapat terpapar pada permukaan karena adanya erosi atau malah terkubur ratusan kaki di bawah tanah akibat ditutupi oleh batuan sedimen lainnya.  Batu kapur juga dapat dijumpai pada cekungan lepas pantai atau di sumber air panas.
  4. 4. Proses Terbentuknya  Batu kapur terbentuk dari endapan calcite atau aragonite. Sumber utama calcite berasal dari organisme laut. Beberapa dari organisme laut ini akan membentuk karang-karang yang semakin lama semakin menumpuk dan akan membentuk sebuah formasi batuan kapur.  Batu kapur tidak akan terbentuk di laut yang dalam karena di bagian laut yang dalam calcite akan terberai menjadi unsur- unsur.
  5. 5. Stalaktit dan Stalagmit  Kapur juga dapat terbentuk melalui evaporasi. Stalaktit, stalagmit dan formasi gua lain (sering disebut "speleothems") adalah contoh dari kapur yang terbentuk melalui evaporasi.  Dalam gua, tetesan air merembes dari atas memasuki gua melalui celah goa atau ruang pori lain di langit-langit gua. Di sana mereka mungkin menguap sebelum jatuh ke lantai gua. Ketika air menguap, setiap kalsium karbonat yang dilarutkan dalam air akan disimpan di langit-langit gua.  Seiring waktu, proses evaporasi mengakumulasi kalsium karbonat di langit-langit gua. Deposit tersebut dikenal sebagai stalaktit.  Jika tetesan jatuh ke lantai dan menguap maka akan terbentuk stalagmit yang bisa tumbuh ke atas dari lantai gua.
  6. 6. Jenis Batuan Kapur berdasarkan Cara Terbentuknya Batu Kapur dapat terjadi dengan beberapa cara yaitu:  Secara organik  Secara mekanik  Secara kimia
  7. 7. Perbedaan Terbentuknya  Secara Organik Jenis ini berasal dari pengembangan cangkang atau rumah kerang dan siput yang mati dan meninggalkan cangkangnya di dasar laut yang bercampur lumpur dan pasir sehingga terbentuk batuan kapur.  Secara Mekanik Untuk batu kapur yang terjadi secara mekanik sebetulnya bahannya tidak jauh beda dengan batu kapur secara organik yang membedakannya adalah terjadinya perombakan dari bahan batu kapur tersebut kemudian terbawa oleh arus dan biasanya diendapkan tidak jauh dari tempat semula.  Secara Kimia Sedangkan yang terjadi secara kimia jenis batu kapur yang terjadi dalam kondisi iklim dan suasana lingkungan tertentu dalam air laut ataupun air tawar.
  8. 8. Eksplorasi  Metode geolistrik merupakan salah satu metode eksplorasi geofisika yang dapat diterapkan untuk mempelajari karakteristik suatu sistem geothermal, penentuan lithologi lapisan batuan, posisi reservoar, pola aliran serta sebaran fluida geothermal di bawah permukaan bumi.
  9. 9. Cara Kerja  Prinsip dasar metode ini adalah menginjeksikan arus listrik ke dalam bumi menggunakan dua buah elektroda arus, kemudian mengukur beda potensial melalui dua buah elektroda lainnya di permukaan bumi.  Arus listrik yang di-injeksikan akan mengalir melalui lapisan batuan di bawah permukaan, dan menghasilkan data beda potensial yang harganya bergantung pada tahanan jenis (resistivity) dari batuan yang dilaluinya.  Fenomana inilah yang dimanfaatkan untuk mengetahui dan menentukan jenis batuan termasuk fluida apa saja yang ada di bawah permukaan.
  10. 10. Mengidentifikasi Batu Kapur  Batu Kapur non-Klastik Merupakan awal terbentuknya batu kapur, dan biasanya koloni dari binatang laut. Kadang disebut batu kapur koral karena penyusun utamanya koral.  Batu Kapur Klastik Batugamping Klastik, merupakan hasil rombakan jenis batugamping non-klastik melalui proses erosi oleh air, transportasi, sortasi, dan terakhir sedimentasi.selama proses tersebut banyak mineral-mineral lain yang terikut yang merupakan pengotor, sehingga sering kita jumpai adanya variasi warna dari batugamping itu sendiri. Seperti warna putih susu, abu-abu muda, abu-abu tua, coklat, merah bahkan hitam.
  11. 11. Sifat Batu Kapur a. Warna : Putih,putih kecoklatan, dan putih keabuan b. Kilap : Kaca, dan tanah c. Goresan : Putih sampai putih keabuan d. Bidang belahan : Tidak teratur e. Pecahan : Uneven f. Kekerasan : 2,7 – 3,4 skala mohs g. Berat Jenis : 2,387 Ton/m3 h. Tenacity : Keras, Kompak, sebagian berongga
  12. 12. Penyebaran Batu Kapur
  13. 13. Eksploitasi  Tahap awal menggunakan drilling dan/atau blasting untuk layer pertama untuk membuat quarry.  Metode yang digunakan selanjutnya adalah open pit mining (tambang terbuka).
  14. 14. Proses Penambangan Dump Truck kembali ke Dump Point BLASTING Batu Kapur setelah Blasting Bulldozer merapikan batu kapur Excavator melakukan loading ke truck Rock Breaker menghancurkan kapur berukuran besar Dump Truck melakukan dumping ke Crusher Dump Truck melakukan hauling ke Crusher
  15. 15. Pengolahan Tahap Awal  Di pabrik pengolahan, batu kapur dimasukkan di primary crusher untuk diperkecil ukurannya. Untuk batu kapur yang masih berukuran besar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.  Setelah itu batu kapur masuk ke secondary crusher untuk diperoleh ukuran yang lebih kecil.  Kemudian batu kapur tersebut mengalami proses kalsinasi (CaCO3  CaO + CO2) dalam kiln sehingga menjadi kapur.  Proses selanjutnya adalah hidrasi dimana kapur dicampur dengan air agar menjadi milk lime, hydrated lime.
  16. 16. Pengolahan Tahap Persiapan  Persiapan Bahan Baku - Bahan utama yaitu batu kapur - Bahan pembakar yaitu residu oli bekas/asphalt, sludge oli, oli bekas dan bahan-bahan yang dapat menghasilkan api (ban bekas, karet, plastik, kayu bakar dan lain-lain). Bahan bakar yang berupa limbah B3 seperti asphalt, sludge olie dan limbah padat dan cair  Pengangkutan dan Penimbunan Kegiatan pengangkutan batu kapur merupakan kegiatan untuk mengangkut batu kapur dari area penambangan ke lokasi pembakaran. Kegiatan penimbunan merupakan kegiatan penempatan sementara batu kapur di sekitar lokasi pembakaran sebelum ditata masuk ke dalam lubang tungku untuk dibakar.
  17. 17. Pengolahan Tahap Pembakaran  Tahap pembakaran adalah tahap dimana batu kapur dibakar sampi menjadi kapur. Kegiatan ini diawali dengan tersusunnya batu kapur di dalam tungku pembakaran, kemudian kokmpor atau bahan bakar dinyalakan. Tungku dengan bahan bakar minyak memerlukan waktu 4 jam untuk membakar batu kapur menjadi kapur.  Kompor pengapian terdiri dari : - 2 drum, drum pertama berisi air dan drum kedua berisi bahan bakar. - Pipa besi, fungsinya sebagai saluran air dan saluran bahan bakar. - Brander, merupakan alat untuk mempertemukan uap air dengan bahan bakar, dimana bahan bakar dalam brander didorong keluar oleh uap air sehingga menghasilkan semburan api.
  18. 18. Hasil Pengolahan  Kapur tohor / quick lime : yaitu hasil langsung dari pembakaran batuan kapur yang berbentuk oksida-oksida dari kalsium atau magnesium.  Kapur pada / hydrated lime : adalah bentuk hidroksida dari kalsium atau magnesium yang dibuat dari kapur keras yang diberi air sehingga bereaksi dan mengeluarkan panas. Digunakan terutama untuk bahan pengikat dalam adukan bangunan.  Kapur hydraulik : disini CaO dan MgO tergabung secara kimia dengan pengotor-pengotor. Oksida kapur ini terhidrasi secara mudah dengan menambahkan air ataupun membiarkannya du udara terbuka, pada reaski ini timbul panas.
  19. 19. Pengolahan batu kapur menjadi semen
  20. 20. Pengolahan Semen  Tahap penambangan bahan mentah (quarry). Bahan dasar semen adalah batu kapur, tanah liat, pasir besi dan pasir silica. Bahan- bahan ini ditambang dengan menggunakan alat-alat berat kemudian dikirim ke pabrik semen.  Bahan mentah ini diteliti di laboratorium, kemudian dicampur dengan proporsi yang tepat dan dimulai tahap penggilingan awal bahan mentah dengan mesin penghancur sehingga berbentuk serbuk.  Bahan kemudian dipanaskan di preheater  Pemanasan dilanjutkan di dalam kiln sehingga bereaksi membentuk kristal klinker  Kristal klinker ini kemudian didinginkan di cooler dengan bantuan angin. Panas dari proses pendinginan ini di alirkan lagi ke preheater untuk menghemat energi  Klinker ini kemudian dihaluskan lagi dalam tabung yang berputar yang bersisi bola-bola baja sehingga menjadi serbuk semen yang halus.  Klinker yang telah halus ini disimpan dalam silo (tempat penampungan semen mirip tangki minyak pertamina)  Dari silo ini semen dipak dan dijual ke konsumen.
  21. 21. Manfaat Batu Kapur  Bahan Bangunan Bahan bangunan yang dimaksud adalah kapur yang dipergunakan untuk plester,adukan pasangan bata, pembuatan semen ataupun semen merah.  Bahan penstabilan jalan raya Pemakaian kapur dalam bidang pemantapan fondasi jalan raya termasuk rawa yang dilaluinya. Kapur ini berfungsi untuk mengurangi plastisitas, mengurangi penyusutan dan pemuaian fondasi jalan raya  Sebagai pembasmi hama Sebagai warangan timbal dan warangan kalsium atau sebagai serbuk belerang untuk disemprotkan
  22. 22. Manfaat Batu Kapur (lanjutan)  Bahan pupuk dan insektisida dalam pertanian Apabila ditaburkan untuk menetralkan tanah asam yang relatife tidak banyak air, sebagai pupuk untuk menambah unsur kalsium yang berkurang akibat panen, erosi serta untuk menggemburkan tanah. Kapur ini juga dipergunakan sebagai disinfektan pada kandang unggas, dalam pembuatan kompos dan sebagainya  Penjernihan air Dalam penjernihan pelunakan air untuk industri , kapur dipergunakan bersama-sama dengan soda abu dalam proses yang dinamakan dengan proses kapur soda.

×