Penyusunan raport dan kkm

6,757 views

Published on

  • Be the first to comment

Penyusunan raport dan kkm

  1. 1. Assalamu alaikum wr. Wb.DIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 1
  2. 2. DINAS PENDIDIKAN PROPINSI JAWA TENGAH KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL Bersama DRS. H. BAMBANG TJIPTADI SMK NEGERI 8 SEMARANG HP. 081 2255 3455DIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS
  3. 3. SISTEM BELAJAR TUNTAS Pola pengajaran terstruktur Bertujuan mengadaptasikan pengajaran dalam kelompok besar Memperhatikan perbedaan-perbedaan yang terdapat di antara siswa Menyangkut perbedaan laju kemajuan, kecepatan dalam belajar karakteristik siswaDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 3
  4. 4. ARAH DAN UPAYA KETUNTASAN HARAPAN GURU 90 % - 100% peserta didik dapat menguasai materi yang diajarkan UPAYA GURU mencari metode dan bahan ajar yang tepat agar peserta didik menguasai materi yang diajarkanDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 4
  5. 5. Tujuan Rapor melaporkan hasil penilaian mapel untuk semua kelompok mapel pada setiap akhir semester kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk buku laporan pndidiknDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 5
  6. 6. LAPORAN MENCAKUP: Identitas peserta didik meliputi: (1) Nama Peserta Didik, (2) Tempat dan Tanggal Lahir, (3) Nomor Induk, (4) Jenis Kelamin, (5) Agama, (6) Alamat Lengkap, (7) Sekolah Asal, (8) Nomor dan Tahun Ijazah Sekolah Asal, (9) Tanggal Diterima di SMK, (10) Nama Orang Tua/Wali, (11) Alamat Lengkap Orang Tua/Wali, (12) Pekerjaan Orang Tua/Wali. Format Nilai Hasil Belajar peserta didik meliputi: nama Mata Pelajaran, Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), nilai yang diperoleh peserta didik, dan deskripsi kemajuan belajar peserta didik. Catatan Akhir Semester meliputi: (1) Kegiatan Belajar di Dunia Usaha/Industri, (2) Pengembangan Diri dan Kepribadian, (3) Ketidakhadiran, (4) Catatan Perhatian untuk Orang Tua/Wali, dan (5) Pernyataan. Catatan Akhir Pendidikan berisi antara lain Prestasi Khusus yang pernah dicapai peserta didik selama menempuh masa pendidikan di SMKDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 6
  7. 7. KETENTUAN PENILAIAN NILAI YANG DICANTUMKAN PADA RAPOR ADALAH NILAI MATA PELAJARAN YANG TELAH DICAPAI PESERTA DIDIK NILAI STANDAR KOMPETENSI ADALAH NILAI KOMPREHENSIF KD, atau NILAI TERENDAH KD NILAI DAN DESKRIPSI KEMAJUAN BELAJAR BOLEH DIKETIK DENGAN KOMPUTERDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 7
  8. 8. Format Raport Nilai Hasil BelajarNo Mata Pelajaran KKM Angka Huruf Predikat Deskripsi Kemajuan BelajarI Normatif 1 2 3II Adaptif 1 2 3III Produktif 1 2 3 4IV Muatan Lokal 1 DIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 8
  9. 9. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) KKM adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan KKM setiap mata pelajaran ditentukan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidikDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 9
  10. 10. KRITERIA KENAIKAN KELAS• Kriteria kenaikan kelas ditentukan melalui rapat dewan pendidik bagi satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket.• Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester dua, dengan pertimbangan SK/KD yang belum tuntas pada semester satu harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedi.• Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas ke kelas XI atau kelas XII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran.• Peserta didik yang dinyatakan tidak naik kelas harus mengulang seluruh pelajaran di tingkat tersebut.• Sekolah dapat menambah kriteria kenaikan kelas sesuai dengan karakteristik, kemampuan dan kebutuhan setiap sekolah. DIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS Materi 9 - Sosialisasi SMA 2006 10
  11. 11. Penetapan Kriteria Ketuntasan MinimalDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS Materi 9 - Sosialisasi SMA 2006 11
  12. 12. RAMBU-RAMBU  KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran  KKM ditetapkan oleh forum Dewan Pendidik sekolah  Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100  Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100  Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal  Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBSDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS Materi 9 - Sosialisasi SMA 2006 12
  13. 13. MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH : KKM K KM INDIKATOR KD KKM KKM MP SKDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 13
  14. 14. KRITERIA PENETAPAN KKM • Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswaDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 14
  15. 15. TINGKAT KOMPLEKSITASTingkat kompleksitas ditentukan berdasarkan analisis guruyang bersangkutan, dengan mempertimbangkan: SDM  memahami kompetensi yang harus dicapai siswa  kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran WAKTU  cukup waktu atau lama karena perlu pengulanganDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 15
  16. 16. KEMAMPUAN SUMBER DAYA PENDUKUNG:Tingkat daya dukung ditentukan olehmanajemen sekolah berdasarkanketersediaan tenaga, sarana dan prasaranapendidikan yang sangat dibutuhkan, BOP,kepedulian stakeholders sekolahDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 16
  17. 17. INTAKE (KEMAMPUAN RATA-RATA) SISWA :  KKM Kelas X didasarkan pada hasil seleksi PSB, NUN, Rapor kelas 3 SMP, test seleksi masuk atau psikotes  Rata-rata SKHUN/Rapor Kelas 3 SMP atau hasil Tes Seleksi Masuk :  81 – 100 = tinggi  65 – 80 = sedang  50 – 64 = rendah KKM Kelas XI dan XII didasarkan pada tingkat pencapaian KKM siswa pada semester atau kelas sebelumnyaDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 17
  18. 18. Deskripsi Kemajuan Belajar menggambarkan pencapaian indikator yang esensial, baik kelebihan maupun kekuranganDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 18
  19. 19. FORMAT A Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Kompetensi dasar dan Ketuntasan Nilai Indikator KompleksitasDaya dukung Intake KKMDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 19
  20. 20. MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI Cara 1 = menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria: 1. Kompleksitas : - Tinggi = 81-100 - Sedang = 65-80 - Rendah = 50-64 2. Daya dukung : - Tinggi = 81-100 - Sedang = 65-80 - Rendah = 50-64 3. Intake : - Tinggi = 81-100 - Sedang = 65-80 - Rendah = 50-64Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang, dayadukung tinggi dan intake sedang  nilainya adalah rata-ratasetiap nilai dari kriteria yang kita tentukan.Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai setiapkriteria perlu kesepakatan forum Dewan Pendidik di SekolahDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 20
  21. 21. MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI Cara 2 = memberikan pertimbangan professional judgment pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai1. Kompleksitas : - Tinggi - Sedang - Rendah2. Daya dukung : - Tinggi - Sedang - Rendah 3. Intake : - Tinggi - Sedang - Rendah Jika indikator memiliki kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake siswa sedang  maka dapat dikatakan hanya satu komponen yang memengaruhi untuk mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu intake sedang. Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 65 – 80.DIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 21
  22. 22. CONTOH PENENTUAN KKM Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Kompetensi Dasar dan Indikator Nilai Komplek- Daya KKM Intake sitas Dukung1.1 Pengoperasian peralatan penukar panas 74sederhanaKondisi katup-katup pengendali aliran,sistem perpipaan, dan alat kontrol sedang tinggi sedang 78,3peralatan dipastikan berfungsi dengan 75 90 70baikKeseimbangan material dankesetimbangan energi operasional tinggi sedang sedang 68,3ditentukan dan dipastikan dari instruksi 55 80 70kerja yang akan dilaksanakanParameter kerja peralatan diaturmengikuti ketentuan proses yang sedang tinggi sedang 77,7dilaksanakan dan dalam batas aman 78 85 70peralatan.Langkah kerja untuk menghidupkan danmematikan peralatan harus mengikuti sedang tinggi sedang 73 22ketentuan perusahaan -atau manual DIREKTORAT PEMBINAAN SMK DEPDIKNAS 67 82 70
  23. 23. Terima Kasih Wassalamu alaikum wr wbDIREKTORAT PEMBINAAN SMK - DEPDIKNAS 23

×