Successfully reported this slideshow.
1Pembelajaran Kolaborasi dengan Strategi Pesta      Sebagian besar siswa beranggapan bahwa  Pertanyaan untuk Meningkatkan ...
2struktural yang begitu tinggi antara guru dan          dan pengingat. Karena itu, guru Geografisiswa. Peristiwa yang meno...
3belum mencoba aneka metode pembelajaran                   anggota kelompok tidak bisa menggantungkanyang diintegrasikan k...
4    Pengertian       kolaborasi    sering     disamakan        satu sama lain dan mereka bekerja sama salingdengan kooper...
5pembelajaran      ini     telah     terbukti       dapat   jawab atas belajarnya dan juga teman-temandipergunakan dalam b...
6prasangka,    mengakui       sudut    pandang      yang          pertanyaan berkaitan dengan materi yangberagam, dan memp...
7                                                      kondusif, karena siswa lebih berperan serta,                       ...
8individu, baik dari segi kognitif, afektif maupun       dan berperan sebagai umpan balik dalampsikomotorik. Slameto (2003...
9pertanyaan dapat meningkatkan prestasi belajar           menjadi meningkat (Wardhani, 2007: 15).Geografi?; dan 4) bagaima...
10metode angket,          yaitu       digunakan untuk       rata nilai 68,5 ketuntasan secara klasikal 62,5%,mengukur     ...
11Guru membimbing siswa dalam mempelajari              mendengarkan dengan aktif banyak, meresponberagam sumber, membuat s...
12   Tindakan guru pada siklus II ini telah sesuai        Geografi bagi siswa diperlukan kerana banyakdengan     yang    d...
13belajar mengajar meningkat dari 79% pada siklus               prinsip, dan aspek Geografi) dapat dilihat dariII menjadi ...
14dengan cara menghargai pendapat orang lain,             SIMPULAN DAN SARANsaling    mengoreksi   kesalahan,      dan    ...
15Isjoni. 2007. Cooperative Learning. Bandung:Alfabeta.Khafid, S. 2008. Peningkatan Pemahaman KonsepGeografi melalui    Im...
16Supervisi Pengajaran sebagai PembinaanProfesionalisme GuruRochmanu FauziAbstrak: supervisi pengajaran adalah untukmening...
17       Cara hidup suatu bangsa sangal erat            mutu      dapat    dilihat   dari     "masukan",kaitannya dengan t...
18ketinggalan          bangsa       Indonesia           dan    perencanaan          tenaga        kerja,          danperke...
19sebagai berikut. Guru sebagai pelaksana                      yang dikehendaki dengan maksud daripendidikan         fakto...
20lebih baik agar mampu tampil bersaing                        menghadapi       krisis    ekonomi        berbagaimelampui ...
21          Dari     berbagai        kajian      mengenai        ini pada akhirnya adalah ditujukan untukrumusan definisi ...
22yang       terakhir      tugas      10,      penilaian   terkait dengan unsur-unsur manajemen,pengajaran.               ...
23Good (1976) supervisi didefinisikan sebagai                sebaik-baiknya.        Oleh      karena        itu,segala usa...
24merencanakan kegiatan belajar mengajar                    (Kurikulum        1975).     Kemudian.          padasesuai den...
25berkembang secara serasi sesuai dengan                  sama besarnya dengan peran guru yangkedudukan       dan     pera...
26         Bagaimana Kepala Sekolah dalam                   untuk       memperbaiki           kondisi        yangmensuperv...
27         Dengan diskusi kelompok (atau sering             Sejumlah     studi       telah     mengungkapkanpula disebut p...
28pengumuman-pengumuman, ikhtisar tentang                   lebih banyak tckanan mungkin diberikanpenelitian-penelitian,  ...
29kunjungan ke sekolah, (7) kunjungan ke                       supervisi    dianggap       bermanfaat         bilarumah mu...
30        Fungsi-fungsi pengawasan pada semua              diciptakan dapal mengurangi ketegangan        jenjang pendidika...
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Jurnal lengkap sekali
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Jurnal lengkap sekali

9,615 views

Published on

Jurnal lengkap sekali

  1. 1. 1Pembelajaran Kolaborasi dengan Strategi Pesta Sebagian besar siswa beranggapan bahwa Pertanyaan untuk Meningkatkan PartisipasiSiswa, Keterampilan Sosial, dan Prestasi Belajar belajar adalah aktivitas yang tidak Syaiful Khafid menyenangkan, duduk berjam-jam dengan Email: syaiful.khafid@yahoo.co.id Jln. Perempatan RT 03/RW 03 Weru Paciran, mencurahkan perhatian dan pikiran pada suatu Lamongan 62264 pokok bahasan atau kompetensi dasar, baik yang sedang disampaikan guru maupun yang sedang ABSTRACT: Purpose of this class action research is for knowing dihadapi di meja belajar. Kegiatan itu hampir collaboration learning application with strategy of question party can selalu dirasakan sebagai beban daripada upaya increase: (1) student paticipation in learning geography, (2) student aktif untuk memperdalam ilmu. Mereka tidak social skill learning geography; (3) geography learning achievement, menemukan kesadaran untuk mengerjakan and (4) student positive response toward collaboration learning seluruh tugas-tugas sekolah. Sebagian besar application with question party strategy. Prosedure of this class siswa yang mengganggap, mengikuti pelajaran action research include three cycles, and every cycle consists of planning, tidak lebih sekedar rutinitas untuk mengisi daftar implementation, observation, and replection.This action research is absensi, mencari nilai, melewati jalan yang harus done in SMA Negeri 1 Sidayu, with the subject is students class X-1 ditempuh, dan tanpa disertai kesadaran untuk amoumt 32 people who consist of 9 boys and 23 girls. The research menambah wawasan ataupun mengasah result shows that collaboration learning application with question keterampilan. party strategy can increase: (1) student participation in learning Semangat belajar siswa menurun, selain geography, (2) student social skill in learning geography; (3) geography disebabkan oleh ketidaktepatan metodologis learning achievement, and (4) student has positive response pembelajaran yang diterapkan oleh guru, juga toward question party strategy application. berakar pada paradigma pendidikan konvensional Kata kunci: pembelajaran yang selalu menggunakan metode pengajaran kolaborasi, strategi pesta pertanyaan, partisipasi siswa, klasikal dan metode ceramah, tanpa pernah keterampilan sosial, prestasi belajar diselingi berbagai metode yang menantang untuk berusaha, termasuk adanya penyekat ruang
  2. 2. 2struktural yang begitu tinggi antara guru dan dan pengingat. Karena itu, guru Geografisiswa. Peristiwa yang menonjol ialah siswa kurang hendaknya memiliki pemahaman yang memadaiberpartisipasi, kurang terlibat, dan tidak memiliki tentang siswa yang menjadi sasaran tugasnya.inisiatif, serta kontributif baik secara intelektual Pemahaman ini menyangkut kesiapan,maupun emosional. Pertanyaan dari siswa, kemampuan, ketidakmampuan, dan latargagasan, ataupun pendapat jarang muncul. belakang siswa yang semua itu akan membantuKalaupun ada pendapat yang muncul jarang gutu dalam melaksanakan tugasnyanya.diikuti oleh gagasan lain sebagai respon (Khafid, Kewajiban guru dalam pembelajaran bukan2008: 19). hanya menyampaikan konsep-konsep materi agar Ada tiga faktor penyebab rendahnya dapat dimengerti oleh siswa, melainkan jugapertisipasi siswa dan keterampilan sosial dalam perlu memberikan pengalaman kepada siswaproses belajar mengajar, yaitu: (1) siswa kurang untuk berlatih bekerja sama misanya membuatmemiliki kemamuan untuk merumuskan gagasan pertanyaan, dan partisipasi dalam mengikutisendiri, (2) siswa kurang memiliki keberanian kegiatan belajar mengajar Geografi di kelas. Padauntuk menyampaikan pendapat kepada orang pembelajaran Geografi di kelas X-1 SMA Negeri 1lain, dan (3) siswa belum terbiasa bersaing Sidayu dijumpai banyak kesulitan, permasalahanmenyampaikan pendapat dengan teman yang lain itu berasal dari asumsi: 1) kegiatan pembelajaran(Abimanyu, 1995:8). Kesalahan tersebut, tidak kurang menekankan aktivitas belajar siswa, 2)dapat hanya dibebankan kepada siswa saja, upaya untuk meningkatkan kemampuan siswatetapi yang pertama bertanggung jawab bekerja sama dalam memecahkan masalahhendaknya guru. Guru kadang-kadang secara menggunakan model pembelajaran kolaborasisadar atau tidak menerapkan sifat otoriter, dengan strategi pesta pertanyaan belummenghindari pertanyaan dari siswa, mendapat perhatian guru, 3) penyelesaianmenyampaikan ilmu pengetahuan secara searah, masalah kegeografian tidak cukup hanyamenganggap siswa sebagai penerima, pencatat, menghafal konsep-konsep saja, dan 4) guru
  3. 3. 3belum mencoba aneka metode pembelajaran anggota kelompok tidak bisa menggantungkanyang diintegrasikan ke dalam penelitian tindakan. pada anggota yang lain. Setiap siswa mendapat Berdasarkan hasil pengamatan yang kesempatan sama untuk menunjang timnyadilakukan pada siswa kelas X-1 ketika diberikan mendapat nilai yang maksimal, sehinggasoal-soal yang berkaitan dengan materi pokok: termotivasi untuk belajar. Dengan demikian,konsep Geografi, pendekatan Geografi, prinsip setiap individu merasa mendapat tugas danGeografi, dan aspek Geografi pada semester gasal tanggung jawab sendiri-sendiri, sehingga tujuandengan nilai rata-rata yang diperoleh 62,5 dan pembelajaran kolaborasi dengan strategi pesta46% dari siswa tidak tuntas belajar. Hal itu pertanyaan dapat berjalan bermakna dan tujuanmenunjukkan masih belum maksimal penguasaan pembelajaran dapat dicapai secara maksimalmateri pelajaran Geografi. Penelitian ini sesuai dengan harapan tujuan pendidikanmemberikan solusi memperbaiki sekaligus nasional.meningkatkan mutu proses belajar mengajar Dalam konteks di atas, tugas guru adalahmelalui pembelajaran kolaborasi dengan strategi mempermudah siswa untuk belajar, memberikanpesta pertanyaan diharapkan dapat kondisi yang kondusif yang mampu menciptakanmeningkatkan aktivitas siswa, partisipasi dalam pembelajaran bermakna secara signifikan bagiberdiskusi, keterampilan sosial, prestasi belajar diri siswa secara holistik, tujuannya untukGeografi, dan respon positif siswa terhadap kepentingan kelompok meliputi guru,model pembelajaraan kolaborasi dengan strategi komunitasnya termasuk siswa. Keingintahuanpesta pertanyaan. siswa secara bebas, keterbukaan, dan segala Beberapa kelebihan pembelajaran kolaborasi sesuatunya dapat digali dan dipertanyakan. Padadengan strategi pesta pertanyaan, yaitu adanya akhirnya, tuntutan mutu pendidikan untukkerja sama dalam kelompok dan untuk mampu menghasilkan sumber daya manusia yangmenentukan keberhasilan kelompok bergantung berkualitas dapat dicapai sesuai dengan harapanpada keberhasilan individu sehingga setiap kita.
  4. 4. 4 Pengertian kolaborasi sering disamakan satu sama lain dan mereka bekerja sama salingdengan kooperasi. Kerja sama yang disebut menguntungkan. Dalam praktik ataukooperasi ini adalah sebuah struktur kerja sama penerapannya, pembelajaran kolaborasi yangdalam bentuk kerja kelompok. Di dalam struktur dilakukan di sekolah lebih berkenaan dengankerja kooperasi ini terjadi proses-proses interaksi kerja kelompok biasa yang antaranggotanya tidakantaranggota kelompok, yang disebut kolaborasi. bergantung satu sama lain.Kolaborasi merupakan suatu landasan interaksi Pembelajaran kolaborasi merupakan sistemdan cara hidup seseorang di mana individu pembelajaran yang memberi kesempatan kepadabertanggung jawab atas tindakannya, yang pebelajar untuk bekerja sama dengan yang lainmencakup kemampuan belajar dan menghargai dalam tugas-tugas yang terstruktur. Lebih jauhserta memberikan dukungan terhadap dikatakan, pembelajaran kolaborasi hanyakelompoknya. Melalui aktivitas itu, kita dapat berjalan kalau sudah terbentuk suatu kelompokmengidentifikasi perilaku-perilaku kolaborasi, atau suatu tim yang di dalamnya siswa bekerjamenempatkan perilaku tersebut dalam urutan sama secara terarah untuk mencapai tujuan yangyang sesuai, dan pebelajar sudah ditentukan dengan jumlah anggotamendemonstrasikannya. Inti keterampilan kelompok pada umumnya terdiri atas 4-6 orangkolaborasi adalah kemampuan untuk melakukan (Lie, 2002; Khafid, 2010).tukar pikiran dan perasaan antara pebelajar yang Pembelajaran kolaborasi merupakan suatusatu sama lainnya pada tingkatan yang sama model pembelajaran yang saat ini banyak(Setyosari, 2009). digunakan untuk mewujudkan kegiatan belajar Pembelajaran kolaborasi menekankan mengajar yang berpusat pada siswa, terutamapentingnya pengembangan belajar secara untuk mengatasi permasalahan yang ditemukanbermakna dan pemecahan masalah secara guru dalam mengaktifkan siswa, yang tidak dapatintelektual serta pengembangan aspek sosial. bekerja sama dengan orang lain, siswa yangDengan demikian, di antara pebelajar bergantung agresif dan tidak peduli pada yang lain. Model
  5. 5. 5pembelajaran ini telah terbukti dapat jawab atas belajarnya dan juga teman-temandipergunakan dalam berbagai mata pelajaran dan sekelompoknya, 4) guru membantuberbagai usia. mengembangkan keterampilan-keterampilan Djajadisastra (dalam Isjoni, 2007: 19-20) interpersonal kelompok, dan 5) guru hanyamengemukakan, metode belajar kelompok atau berinteraksi dengan kelompok saat diperlukanlazim disebut dengan metode kolaborasi (Isjoni, 2007: 20)merupakan suatu metode mengajar di mana Strategi pesta pertanyaan adalah suatusiswa disusun dalam kelompok-kelompok pada strategi pembelajaran yang digunakan untukwaktu menerima pelajaran atau mengerjakan melatih siswa aktif membuat pertanyaansoal-soal dan tugas-tugas. Pendapat Nasution kemudian dijawab teman-temannya (Sulistyo,dikutip Isjoni (2007: 20) belajar kelompok itu 2007: 9). Strategi pesta pertanyaan yangefektif kalau setiap individu merasa bertanggung diterapkan dalam pembelajaran ini bertujuanjawab terhadap kelompok, siswa turut agar informasi yang diterima siswa dapatberpartisipasi dan bekerja sama dengan individu disimpan dalam memori jangka panjang sehinggalain secara efektif, menimbulkan perubahan yang tidak menjadi pengetahuan sesaat. Otak kitakonstruktif pada kelakuan seseorang dan setiap perlu mempertanyakan informasi, merumuskan,anggota aman dan puas di dalam kelas. dan menjelaskannya pada orang lain agar dapatSuryosubroto (dalam Isjoni, 2007: 20) menyimpannya dalam memori.menyebutkan, belajar kelompok dibentuk dengan Di samping itu, strategi pesta pertanyaan iniharapan para siswa dapat berpartisipasi aktif dapat melatih siswa untuk belajar menelitidalam pembelajaran. asumsi, mengakui sudut pandang yang berbeda, Beberapa ciri pembelajaran kolaborasi dan mempertimbangkan makna kata. Denganadalah: 1) setiap anggota memiliki peran, 2) menggunakan pertanyaan-pertanyaan secaraterjadi hubungan interaksi langsung di antara rutin, siswa belajar meneliti asumsi, menghadapisiswa, 3) setiap anggota kelompok bertanggung
  6. 6. 6prasangka, mengakui sudut pandang yang pertanyaan berkaitan dengan materi yangberagam, dan mempertimbangkan makna kata. sedang dibahas; 3) pertanyaan dari suatu Pendapat Mulyasa sebagaimana dikutip kelompok dikumpulkann untuk diberikan kepadaSulistyo (2007) bahwa tanya jawab yang kelompok lain yang terdekat; (4) setiap kelompokberlangsung selama pembelajaran didorong oleh menjawab pertanyaan; dan 5) kegiataninkuiri siswa. Dengan demikian, rasa ingin tahu presentasi membahas pertanyaan dan jawabansiswa dapat disalurkan melalui kegiatan pesta dari kelompok-kelompok.pertanyaan yang dibimbing oleh guru sebagai Lebih jelasnya, skenario model pembelajaranpembimbing dengan peran selaku motivator, kolaborasi dengan strategi pesta pertanyaan padafasilitator, dan konsultan. Kegiatan bertanya mata pelajaran Geografi untuk memahamiantara siswa dan siswa, atau siswa dan guru konsep ‘uniflying geography’ supaya siswadapat mendorong siswa untuk aktif berpikir dan memiliki penguasaan Geografi yang benar danbelajar sepanjang hayat. Pertanyaan dalam berwawasan mondial, dapat digambarkaninteraksi belajar mengajar adalah penting, karena sebagai berikut.dapat menjadi perangsang yang memotivasisiswa untuk aktif, kreatif, dan bersemangat dalamberpikir dan belajar sehingga dapat Setiap Setiap siswa siswamembangkitkan pengertian baru. bekerja Dijawab bekerja oleh sama kelompo sama Langkah-langkah yang ditempuh untuk membuat k lain membua pertanya Dijaw t an Dijaw pertanyamenerapkan strategi pesta pertanyaan dalam ab ab an oleh oleh kelommemahami ‘uniflying geography’ supaya siswa kelom pok pok lain Setiap lain Setiapmemiliki keterampilan Geografi, sebagai berikut: siswa siswa bekerja bekerja sama sama1) guru menyajikan materi pelajaran Geografi membuat membua pertanya Dijaw tmelalui lembar kegiatan siswa; 2) setiap siswa an Dijaw pertanya ab ab oleh an olehdalam kelompok bekerja sama membuat kelom kelom pok pok lain lain Setiap Setiap siswa siswa bekerja bekerja
  7. 7. 7 kondusif, karena siswa lebih berperan serta, terjadi keraja sama kooperatif, lebih terbuka, dan sensitif dalam proses pembelajaran. Siswa dituntut berani mengemukakan ide-ide, kerja sama atau keterampilan sosial, melontarkan permasalahan, dan mencari solusinya. Menurut Supriatna (2005) pembelajaran kolaborasi dapatt membangun keterampilan sosial dalam diri siswa. Pendapat Budimansyah (2002: 1) supaya aktif Gambar 1. Skenario Strategi Pesta Pertanyaan terlibat belajar siswa harus memiliki kemampuan Partisipasi berarti prakarsa, peran aktif dan untuk berbuat sesuatu dengan menggunakanketerlibatan semua pelaku siswa dalam konsep dan prinsip keilmuan yang telah dikuasai.mempelajari Geografi (Adisasmita, 2008: 2; Prestasi belajar Geografi adalah kemampuanSukidin dkk. 2002: 159) mengemukakan bahwa menuntaskan dalam arti memahami ataupartisipasi siswa merupakan suatu tingkat menguasai materi minimal pada mata pelajaransejauhmana peran siswa melibatkan diri di dalam Geografi yang ditunjukkan dari hasil ulangankegiatan dan menyumbangkan tenaga dan harian siswa dengan standar ketuntasan belajarpikirannya dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. minimal yang ditentukan guru. Prestasi belajarPartisipasi siswa dalam belajar diartikan kegiatan siswa setelah mengikuti kegiatan belajaratau keadaan mengambil bagian dalam suatu mengajar dengan kriteria ketuntasan minimalaktivitas pembelajaran Geografi untuk mencapai pada mata pelajaran Geografi.suatu kemanfaatan secara optimal. Pengertian prestasi adalah rumusan hasil Pembelajaran kolaborasi dengan strategi yang telah dicapai oleh seseorang setelahpesta pertanyaan dilakukan oleh guru akan melakukan atau menyelesaikan suatu pekerjaan.mampu membawa siswa dalam situasi yang lebih Prestasi belajar ini tampak dalam tingkah laku
  8. 8. 8individu, baik dari segi kognitif, afektif maupun dan berperan sebagai umpan balik dalampsikomotorik. Slameto (2003: 45), menyatakan meningkatkan mutu pendidikan, 4)“prestasi belajar adalah suatu kemajuan yang prestasi belajar sebagai indikator internal darimerupakan kesimpulan konsep atau nilai yang suatu lembaga pendidikan, indikatordapat diterapkan dalam hidup, situasi atau internal dalam artian bahwa prestasi belajarpengalaman baru, pergaulan dengan teman, dapat dijadikan indikator tingkatperilaku di sekolah, di rumah ataupun di dalam produktivitas suatu lembaga pendidikan, dan 5)lingkungan tetangga”. Dengan demikian prestasi belajar dapat dijadikanpengertian prestasi belajar dapat disimpulkan indikator terhadap daya serap atausebagai hasil yang dicapai siswa dalam proses kecerdasan siswa. Dalam proses belajarbelajar di sekolah yang berupa penguasaan mengajar, siswa merupakan masalah yangpengetahuan, kecakapan hidup, dan sikap yang pertama dan utama, karena siswalahumumnya dinyatakan dalam bentuk angka. yang diharapkan dapat menyerap seluruh Prestasi belajar semakin terasa penting materi pelajaran yang diprogramkankarena mempunyai beberapa tujuan, yaitu: 1) dalam kurikulum.prestasi belajar menunjukkan indikator kualitas Berdasarkan uraian di atas makadan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai permasalahan penelitian ini dirumuskan sebagaisiswa, 2) prestasi belajar sebagai lambang berikut: 1) bagaimanakah partisipasi siswa dalampemuasan hasrat ingin tahu. Hal ini didasarkan mempelajari Geografi, ketika diimplementasikanasumsi bahwa hal ini sebagai tendensi pembelajaran kolaborasi dengan strategi pestakeingintahuan dan merupakan kebutuhan umum pertanyaan?; 2) apakah implementasipada manusia, 3) prestasi belajar sebagai bahan pembelajaran kolaborasi dengan strategi pestainformasi dalam inovasi pendidikan. Asumsinya pertanyaan dapat meningkatkan keterampilanbahwa prestasi belajar dapat dijadikan sosial siswa?; 3) apakah implementasipendorong bagi siswa untuk meningkatkan ilmu pembelajaran kolaborasi dengan strategi pesta
  9. 9. 9pertanyaan dapat meningkatkan prestasi belajar menjadi meningkat (Wardhani, 2007: 15).Geografi?; dan 4) bagaimanakah respon siswa Penelitian tindakan kelas merupakan suatuterhadap pembelajaran kolaborasi dengan proses investigasi terkendali yang berdaur ulangstrategi pesta pertanyaan? dan reflektif mandiri yang dilakukan oleh guru bertujuan untuk memperbaiki sistem, cara kerja,METODE proses, isi, kompetensi, atau situasi Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Sidayu, pembelajaran.Gresik pada semester gasal tahun pelajaran Status guru dalam penelitian tindakan kelas2010/2011. Subjek penelitian ini adalah siswa ini adalah sebagai pengamat atau penelitikelas X-1 dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa. sekaligus sebagai pelaksana tindakan. Secarajumlah siswa laki-laki sebanyak 9 siswa, umum pelaksanaan akan dilakukan selama tigasedangkan siswa perempuan berjumlah 23 siswa. siklus yang pada siklusnya diterapkan tindakanDipilihnya kelas X-1 sebagai subjek penelitian tertentu. Dalam setiap siklus aktivitas penelitiantindakan ini dengan alasan bahwa sebagian siswa dilakukan melalui prosedur penelitian yangdi kelas ini kurang bergairah belajar, motivasi berupa: 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaanbelajar rendah, aktivitas belajar siswa pasif, dan tindakan, 3) pengamatan tindakan, dan 4)rendahnya prestasi belajar kalau dibandingan refleksi.dengan kelas-kelas lainnya. Peneliti adalah guru Penelitian tindakan kelas ini menggunakanGeografi yang mendapat tugas tambahan sebagai teknik pengumpulan data antara lain: 1) metodekepala SMA Negeri 1 Sidayu. observasi yaitu dilakukan untuk memperoleh Penelitian ini dirancang dengan menggunakan data dari siswa yang sedang melakukanpenelitian tindakan kelas, yaitu penelitian yang tindakan pembelajaran materi pokok: konsepdilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri Geografi, pendekatan Geografi, prinsip Geografi,melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk dan aspek Geografi melalui pembelajaranmemperbaiki kinerjanya sebagai pendidik kolaborasi dengan strategi pesta pertanyaan, 2)sehingga kualitas proses dan hasil belajar siswa
  10. 10. 10metode angket, yaitu digunakan untuk rata nilai 68,5 ketuntasan secara klasikal 62,5%,mengukur respon siswa. Daftar pertanyaan dua belas siswa yang tidak tuntas.diberikan kepada siswa untuk mengetahui Penelitian tindakan kelas pada siklus I inigambaran permasalahan yang dihadapi, dan 3) siswa mengkaji materi pokok: konsep Geografi.metode tes, yaitu dilakukan untuk mengetahui Perangkat pembelajaran yang disiapkan meliputi,ketuntasan belajar setelah siswa mengikuti desain pembelajaran, bahan ajar Geografi, danserangkaian kegiatan pembelajaran. soal evaluasi. Dalam RPP dirancang dengan Berdasarkan pengamatan kondisi awal kelas kegiatan pendahuluan yang meliputi menjelaskanX-1 nilai rata-rata ulangan harian di bawah kelas tujuan pembelajaran memberikan motivasi, danX lainnya. Dari data-data yang diperoleh yaitu apersepsi kepada siswa. Kegiatan inti yangdata prestasi belajar Geografi, partisipasi siswa, direncanakan antara lain: menjelaskan materidan keterampilan sosial siswa merupakan data konsep Geografi, membentuk kelompok, setiaputama dalam penelitian ini, sedangkan data kelompok menyusun soal, setiap berdiskusirespon siswa adalah data pendukung. Data menjawab pertanyaan, dan setiap kelompoktersebut dianalisis dengan teknik deskripsi dan secara bergilir melakukan presentasi. Sebelumpersentase. kegiatan pembelajaran ditutup pada siklus I ini dilakukan apresiasi terhadap setiap kelompokHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN yang sudah melakukan presentasi. Keadaan awal sebelum implementasi Kegiatan yang dilakukan guru pada saatpembelajaran kolaborasi dengan strategi pesta pembelajaran antara lain menyampaikanpertanyaan pada mata pelajaran Geografi yang informasi tentang materi konsep Geografi siswamembahas materi pokok pengantar Geografi membentuk kelompok, kegiatan strategi pesta(konsep. pendekatan, prinsip, dan aspek pertanyaan diarahkan untuk melatih siswaGeografi) menggunakan metode pembelajaran bekerja sama dalam membuat dan menjawabkonvensional yaitu ceramah, penugasan dan pertanyaan dari materi Geografi yang ditentukan.tanya jawab. Hasil tes ulangan harian adalah rata-
  11. 11. 11Guru membimbing siswa dalam mempelajari mendengarkan dengan aktif banyak, meresponberagam sumber, membuat soal, berdiskusi, pendapat teman sedang, mengambil giliranmenjawab soal, dan mengawasi kegiatan siswa. beride sedang, mempresentasikan hasil kerjaGuru memberikan penghargaan kepada kelompok sedang.kelompok yang memperoleh skor atau nilai Berdasarkan hasil pengamatan yang telahtertinggi. Selanjutnya ditutup dengan dilakukan dapat dievaluasi dan direfleksi denganmenyimpulkan bersama dan memberi tugas ditemukan hambatan yaitu: 1) sebagian siswarumah untuk minggu depan. ada yang terlalu mendominasi dalam kerja Memperhatikan hasil observasi terlihat sama, sehingga kesempatan teman untuk ikutadanya kenaikan jumlah siswa yang tuntas hasil kerja sama masih belum maksimal, 2) penjelasanbelajarnya. Nilai rata-rata yang dicapai pada guru pada materi pelajaran dianggap cukupulangan harian awal sebesar 68,5 sedangkan menyita waktu sehingga perlu dikurangi padapada siklus I mencapai 75,94. Ketuntasan klasikal siklus berikutnya, dan 3) ada tiga siswa yangpada ulangan harian awal hanya mencapai 62,5%, belum tuntas.pada siklus I ini meningkat menjadi 88%, tetapi Pada siklus II materi yang dibahas adalahada tiga siswa belum tuntas. Partisipasi siswa pendekatan dan prinsip Geografi. Perangkat yangdalam PBM rata-ratanya mencapai 75%. Dari data disiapkan meliputi desain pembelajaran, bahanpartisipasi siswa tersebut kegiatan yang paling ajar Geografi, dan lembar kegiatan siswa.menonjol yang dilakukan sebagian besar siswa Berdasarkan refleksi pada siklus I maka perlu adaadalah kegiatan membaca dan mencatat materi dua tindakan, yaitu waktu untuk memberikanpenting mencapai 94% dan kegiatan melakukan penjelasan kepada siswa perlu dikurangi dankerja sama kooperatif sebesar 100%. kesempatan untuk memberikan giliran kepadaKeterampilan sosial siswa dalam melaksanakan siswa lain dalam melakukan kerja sama masihstrategi pesta petanyaan pada siklus I yaitu dapat dimaksimalkan.kemampuan siswa untuk bekerja sama sedikit,
  12. 12. 12 Tindakan guru pada siklus II ini telah sesuai Geografi bagi siswa diperlukan kerana banyakdengan yang direncanakan pada desain siswa yang belum memiliki buku paket, karena itupembelajaran sehingga tidak banyak memakan siswa yang tidak memiliki buku paket dianjurkanwaktu. Sebelum kegiatan pembelajaran selesai untuk pinjam di perpustakaan sekolah, dan (2)diadakan apresiasi terhadap setiap kelompok masih ada dua siswa yang belum tuntasberhasil melakukan presentasi, dan pemberian belajarnya. Bimbingan pada siswa yang belumpenghargaan kepada kelompok yang tuntas pada saat proses belajar mengajarmemperoleh nilai terbaik. Geografi dimaksimalkan. Berdasarkan observasi pada siklus II Pada siklus III ini materi yang diajarkan adalahditemukan adanya kenaikan jumlah siswa yang aspelk Geografi. Perangkat pembelajaran yangtuntas belajarnya. Pada siklus I ketuntasan belajar disiapkan meliputi desain pembelajaran, bahansecara klasikal 88 %, siklus II naik menjadi 96,8% ajar, dan lembar kegiatan siswa. Rencanadan nilai rata-rata siklus I sebesar 75,94, siklus II pembelajaran dan pelaksanaan pesta pertanyaan,menjadi 82,66. Siswa yang tidak tuntas pada secara garis besar masih sama dengan siklus I dansiklus II ada dua anak. partisipasi siswa pada II. Namun berdasarkan refleksi siklus II terdapatsiklus I mencapai 75%, pada siklus II meningkat dua siswa yang belum tuntas, pada siklus III inimenjadi 79%. Keterampilan siswa dalam siswa tersebut diberikan bimbingan yang lebihmelaksanakan strategi pesta pertanyaan meliputi: baik secara khusus. Penyediaan buku paketkemampuan siswa untuk bekerja sama banyak, Geografi dilengkapi dari pinjaman perpustakaanmendengarkan dengan aktif banyak, merespon setiap siswa satu buku.pendapat teman sedang, mengambil giliran Hasil observasi pada siklus III menunjukkanmengemukakan pendapat banyak, ada peningkatan. Nilai rata-rata pada siklus IImempresentasikan hasil kerja sama banyak. sebesar 82,66, pada siklus III naik menjadi 91,25. Refleksi pada siklus II ini ditemukan Persentase ketuntasan klasikal naik dari 94%permasalahan yaitu: (1) penyediaan buku paket menjadi 100%. Partisipasi siswa dalam proses
  13. 13. 13belajar mengajar meningkat dari 79% pada siklus prinsip, dan aspek Geografi) dapat dilihat dariII menjadi 86% pada siklus III. Keterampilan siswa hasil kuis dari siklus I, siklus II dan siklus III bahkandalam melaksanakan strategi pesta pertanyaan dapat dilihat dari hasil ulangan harian. Hal inimencapai 100%. Data respon siswa terhadap didukung keunggulan pembelajaran kolaborasi, diproses belajar mengajar Geografi rata-rata antaranya: 1) prestasi belajar lebih tinggi; 2)mencapai 93,77%. Hasil ulangan harian siswa pemahaman lebih mendalam; 3) belajar lebihpada ulangan harian awal 68,5, sedangkan menyenangkan; 4) mengembangkanulangan harian akhir mencapai nilai 82,5 dengan keterampilan kepemimpinan; 5) mening-katkanketuntasan belajar klasikal 100%. sikap positif; 6) meningkatkan harga diri; 7) Pada siklus III ini menunjukkan adanya belajar secara inklusif; 8) merasa saling memiliki;peningkatan dari berbagai hal, tetapi berdasarkan dan 9) mengembangkan keterampilan masarefleksi siklus III ini masih ditemukan depan (Isjoni, 2007; Setyosari, 2009:)permasalahan yaitu: (1) buku referensi siswa dan Dengan strategi pesta pertanyaan dapatguru kurang. Oleh karena itu, pengadaan buku membuat kemajuan besar para siswa ke arahreferensi lain selain buku paket sangat pengembangan sikap, nilai, dan berpartisipasidiperlukan, dan (2) saat presentasi hasil diskusi dalam komunitas mereka dengan cara-cara yangkurang tersedianya waktu yang cukup. Untuk sesuai dengan tujuan pembelajaran Geografi. Halketercapaian tujuan maka perlu adanya ini dapat tercapai karena tujuan utamamanajemen waktu atau penembahan waktu agar pembelajaran kolaborasi dengan strategi pestakegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih pertanyaan adalah untuk memperolehmaksimal. pengetahuan dari sesama temannya. Implementasi pembelajaran kolabosi dengan Pengetahuan itu tidak lagi diperoleh dari gurunya,strategi pesta pertanyaan mampu meningkatkan tetapi dari belajar kelompok. Seorang temanprestasi belajar siswa. Peningkatan penguasaan haruslah memberikan kesempatan kepada temanmateri pengantar Geografi (konsep, pendekatan, yang lain untuk mengemukakan pendapatnya
  14. 14. 14dengan cara menghargai pendapat orang lain, SIMPULAN DAN SARANsaling mengoreksi kesalahan, dan saling Penelitian ini menghasilkan empat butirmembetulkan sama lainnya (Lie, 2002: 12). pernyataan sebagai simpulan yaitu: 1) partisipasi Dengan strategi pesta pertanyaan dapat siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaranmeningkatkan partisipasi siswa dan keterampilan Geografi meningkat, karena sudah poses belajarsosial dalam mempelajari atau mengakaji materi mengajar menjadi lebih berpusat kepada siswa,esensial dan sulit Geografi. Di samping itu, 2) keterampilan sosial siswa mengalamistrategi ini memotivasi atau membuat kemajuan peningkatan, 3) prestasi belajar Geografibesar para siswa ke arah pengembangan sikap, mengalami peningkatan secara signifikan, dan 4)nilai, dan berpartisipasi dalam komunitas mereka respon positif siswa terhadap pembelajarandengan cara-cara yang sesuai dengan tujuan kolaborasi dengan strategi pesta pertanyaan.pembelajaran Geografi. Hal ini dapat tercapai Berkaitan dengan simpulan di atas, gurukarena tujuan utama pembelajaran kolaborasi Geografi dan sekolah disarankan: 1) menerapkandengan strategi pesta pertanyaan adalah untuk pembelajaran kolaborasi dengan strategi pestamemperoleh pengetahuan dari sesama pertanyaan, dan 2) menyediakan saranatemannya. Pengetahuan itu tidak lagi diperoleh pendukung kegiatan pembelajaran yang berupadari gurunya, tetapi dari belajar kelompok. sumber belajar, misalnya buku paket GeografiSeorang teman haruslah memberikan dan media pembelajaran berupa peta dan atlaskesempatan kepada teman yang lain untuk bahkan menggunakan laboratorium Geografi.mengemukakan pendapatnya dengan cara DAFTAR RUJUKANmenghargai pendapat orang lain, saling Adisasmita, R. 2008. Membangun Desa Partisipatif. Yogayakarta: Graha Ilmu.mengoreksi kesalahan, dan saling membetulkan Abimanyu. 1995. Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa dalam Prosessama lainnya. Dengan demikian, prestasi belajar Pembelajaran. Jakarta: Alumni. Budimansyah, D. 2002. Model Pembelajaransiswa pada mata pelajaran Geografi dapat dan Penilaian Portofolio. Bandung: Genesindo.meningkat secara signifikan.
  15. 15. 15Isjoni. 2007. Cooperative Learning. Bandung:Alfabeta.Khafid, S. 2008. Peningkatan Pemahaman KonsepGeografi melalui Implementasi Ayat-Ayat PembelajaranKontekstual Siswa SMAN 1 Sidayu. Ilmu Pendidikan Jurnal Kajian Teori danPraktik Kependidikan, 35 (1): 17-28.Khafid, S. 2010. Pembelajaran Kooperatif ModelInvestigasi Kelompok, Gaya Kognitif, dan Hasil Belajar Geografi. JurnalIlmu Pendidikan, 17 (1):73-78.Lie, A. 2002. Cooperative Learning. Jakarta:Gramedia.Setyosari, P. 2009. Pembelajaran Kolaborasi:Lndasan untuk Mengembangkan Keterampilan Sosial, Rasa Saling Menghargai,dan Tanggung Jawab. Pidato jabatan guru besar bidang ilmu teknologipembelajaran pada Fakultas Ilmu Pendidikan disampaikan dalam SidangTerbuka Senat Universitas Negeri Malang. OlehSlameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yangMempenmgaruhinya. Jakarta: Rochmanu Fauzi Rineka Cipta.Sulistyo, S. 2007. Peningkatan Prestasi Belajar IPS NIP.195901101981032015 .melalui Pendekatan Kooperatif dengan Strategi Pesta Pertanyaandi SMPN 1 Kraton Kabupaten Pasuruan. Pasuruan: SMP Negeri 1 PasuruanPress.Sukidin dkk. 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan Cendekia.Supriatna, N. 2005 Mengajarkan Keterampilan Sosial yang Diperlukan Siswa di Era Global. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, I (19):12-20.Syah, M. 2001. Psikologi Belajar. Jakarta: BumiAksara.Wardhani, IGAK. 2007. Penelitian Tindakan Kelas.Jakarta: Universitas Terbuka. Supervisi Pengajaran sebagai Pembinaan Profesionalisme Guru
  16. 16. 16Supervisi Pengajaran sebagai PembinaanProfesionalisme GuruRochmanu FauziAbstrak: supervisi pengajaran adalah untukmeningkatkan kemampuan danketerampilan guru dalam melaksanakantugas pokoknya sehari-hari yaitu mengajar.Ada tiga pendekatan dalam supervisipengajaran, yaitu (1) pendekatan langsung,(2) pendekatan tidak langsung, dan (3)kolaboratif. Teknik-teknik supervisipengajaran yang paling bermanfaat adalahkunjungan kelas, pembicaraan individual,Diskusi kelompok, demonstrasi mengajar,dan sebagainya. Para guru lebih menghargaisupervisor yang hangat dan menghargaiguru. Dalam praktiknya supervisi pengajaranmasih berorientasi pada aspek administratifsaja. Berdasarkan uraian tersebutdisarankan para supervisor perlu adapenyegaran secara rutin, dalam pelaksanaansupervisi pengajaran para supervisorsebaiknya menggunakan pendekatansupervisi klinis, perlu ada pertemuan seusaisupervisi yang telah dilakukan oleh KepalaSekolah atau Pengawas Sekolah, sebagaiupaya untuk tindak lanjut setelahpelaksanaan supervisi dilaksanakan.Kata kunci: mutu pendidikan, supervisipengajaran.
  17. 17. 17 Cara hidup suatu bangsa sangal erat mutu dapat dilihat dari "masukan",kaitannya dengan tingkat pendidikannya, "proses", dan "hasil".Pendidikan bukan hanya sekedar Permasalahan pendidikan yangmelestaiikan kebudayaan dan meneruskan diidentifikasi (Depdikbud, 1983), sampai saatdari generasi ke generasi. Akan tetapi juga ini, formulasinya tetap sama, yaitu masalahdiharapkan akan dapat mengubah dan (1) masalah kuantitatif, (2) masalahmengembangkan pengetahuan. kualitatif, (3) masalah relevansi, (4) masalah Sementara itu, salah satu fenomena di efisiensi, (5) masalah efektivitas, dan (6)bidang pendidikan yang banyak disoroti oleh masalah khusus.para pemerhati, cendekiawan maupun Uraian secara singkat masalah-masyarakat pada umumnya adalah masalah masalah tersebut adalah sebagai berikut ini.mutu pendidikan. Membahas masalah mutupendidikan, sebenarnya membahas masalah 1. Masalah Kuantitatifyang sangat kompleks. Oleh karena masalah Masalah kuantitatif adalah masalahmutu pendidikan selalu kait-mengkait yang timbul sebagai akibat hubungan antaradengan indikator-indikator lainnya. Salah pertumbuhan sistem pendidikan pada satusatu instrumen yang dianggap cukup efektif pihak dan pertumbuhan penduduk Indonesiauntuk meningkatkan mutu pendidikan adalah pada pihak lain. Untuk mengatasi masalah inidengan supervisi pengajaran oleh Kepala perlu adanya suatu sistem pendidikanSekolah maupun Pengawas. nasional yang memungkinkan setiap warga Untuk itu perlu adanya pergeseran ncgara Indonesia memperoleh pendidikandari paradigma lama menuju ke paradigma yang layak sebagai bekal dasar kehidupannyayang baru. Paradigma baru manajemen sebagai warga negara. Dalam rangkapendidikan tinggi, terdiri dari akreditasi, pemerataan pendidikan ini, perluakuntabilitas, evaluasi, otonomi dan mutu. dilaksanakan kewajiban belajar denganKelima paradigma baru pendidikan tersebut segala konsekuensinya dalam bidangsaling terkait satu sama lain dan seyogyanya pembiayaan, ketenagaan, dan peralatan.ini dijadikan acuan dalam proses 2. Masalah kualitatifpeningkatan mutu pendidikan. Oleh karena Masalah kualitatif adalah masalahitu, mutu sebagai salah satu paradigma yang bagaimana peningkatan kualitas sumber dayaharus ditata secara terus menerus dan manusia Indonesia gara bangsa Indonesiaberkelanjutan. Menurut Mastuhu (2003) dapat meinpertahankan eksistcnsinya. Dalamdalam pengelolaan suatu unit pendidikan, masalah ini tercakup pula masalah
  18. 18. 18ketinggalan bangsa Indonesia dan perencanaan tenaga kerja, danperkembangan modern. Ditinjau dari latar pertumbuhan wilayah.bclakang ini, masalah kualitas pendidikan 4. Masalah efisiensimerupakan masalah yang memprihatinkan Masalah efisiensi pada hakikatnyadalam rangka kelangsungan hidup bangsa adalah masalah pengelolaan pendidikandan negara. Dalam sistem pendidikan ini nasional. Adanya keterbalasan dana dan dayasendiri, masalah kualitas menyangkut manusia sungguh-sungguh memerlukan banyak hal, antara lain kualitas calon adanya sistem pengelolaan efisien dananak didik, guru dan tenaga kependidikan terpadu. Keterpaduan pengelolaan tidaklainnya, prasarana, dan sarana. Penanganan hanya tercermin di dalam hubungan antaraaspek kualitatif ini berhubungan erat dengan negeri dan swasta, antara pendidikanpenanganan aspek kuantitatif sehingga perlu sekolah dan pendidikan luar sekolah, antarasekali adanya keseimbangan yang dinamis departemen yang satu dan departemen yangdalam proses pengembangan pendidikan lain, di dalam lingkungan jajaran Departemennasional, sehingga peningkatan kualitas tidak Pendidikan Nasional sendiri, tetapi juga disampai menghambat peningkatan kuantitas antara semua unsur dan unit lersebut.dan sebaliknya. 5. Masalah efektifitas3. Masalah relevansi Masalah efektifitas adalah masalah Masalah relevansi adalah masalah yang menyangkut keampuhan pelaksanaanyang timbul dari hubungan antara sistem pendidikan nasional. Dalam hubunganpendidikan dan pembangunan nasional serta dengan permasalahan keseimbangan yangantara kepentingan perorangan, keluarga, dinamis antara kualitas dan kuantitas, didan masyarakat, baik dalam jangka pendek samping keterbalasan sumber dana danmaupun dalam jangka panjang. Hal ini tenaga, efektivitas proses pendidikan amatmeminta adanya keterpaduan di dalam penting. Hal ini berkaitan dengan kurikulum,perencanaan dan pelaksanaan pembangunan termasuk aspek metodologi dan evaluasi,nasional agar pendidikan merupakan wahana serta masalah guru, pengawas, dan masukanpenunjang yang efektif bagi proses instrumental lainnya.pembangunan dan ketahanan nasional.Masalah ini dengan sendirinya mempunyai 6. Masalah khususkaitan pula dengan masalah pokok di dalam Di samping masalah-masalah umumpembangunan nasional, seperti masalah tata yang telah dibicarakan di atas, perlunilai, industri. pembangunan pertanian, dibicarakan pula beberapa masalah khusus
  19. 19. 19sebagai berikut. Guru sebagai pelaksana yang dikehendaki dengan maksud daripendidikan faktor kunci di dalam orang yang menghendakinya (Idrus, dkk.,pelaksanaan sistem pendidikan nasional. 2002).Masalah guru menyangkut soal pengadaan di Dalam pengelolaan suatu unitlembaga-lembaga pendidikan guru, pendidikan, mutu dapat dilihat dari: "ma-pembinaan sistem karir dan prestasi kerja, sukan", "proses", dan "hasil". Masukan"pengangkatan, pemerataan dan penyebaran meliputi: siswa. Tenaga pengajar,menurut wilayah dan bidang studi, administrator, dana, sarana, prasarana,pembinaan karir dan prestasi, status, dan kurikulum, buku-buku perpustakaan,kesejahteraan. Masalah yang kompleks ini laboratorium, dan alat-alat pembelajaran,menyangkut banyak lembaga dan unit serta baik perangkat keras maupun perangkatkoordinasi dan kerjasama antara lembaga lunak. "Proses" meliputi, pengelolaandan unit tersebut. lembaga, pengelolaan program studi, Esensi dari permasalahan- pengelolaan program studi. pengelolaanpermasalahan pendidikan pada hakekatnya kegiatan belajar-mengajar, interaksiadalah bermuara pada satu istilah yaitu akademik antara civitas akademika, seminarkualitas pendidikan atau mutu pendidikan. dialog, penelitian, wisata ilmiah, evaluasi danMastuhu (2003) mengemukakan bahwa kata akreditasi. Sedangkan "hasil": meliputikunci untuk menggambarkan Sistem lulusan. penerbitan-penerbitan, temuan-Pendidikan Nasional yang bagaimana yang temuan ilmiah, dan hasil-hasil kinerjadiperlukan dalam abad-abad mendatang lainnya.ialah pendidikan yang bermutu. Selanjutnya, Ketiga unsur di atas (input, proses,Mastuhu mengatakan bahwa mutu (quality) dan output) terus berproses atau berubah-merupakan suatu istilah yang dinamis yang ubah. Oleh karena itu, pengelola unitturus bergerak; jika bergerak maju dikatakan pendidikan atau sekolah perlu menetapkanmutunya bertambah baik, sebaliknya jika patokan atau benchmark, yaitu standarbergerak mundur dikatakan mutunya target yang harus dicapai dalam suatumerosot. Mutu dapat berarti superiority periode waktu tertentu dan terus berusahaatau excellence yaitu melebihi standar melampuinya. Seperti dikemukakan olehumum yang berlaku. Sedangkan sesuatu Watson (dalam Taroeratjeka, 2000) bahwadikatakan bermutu jika terdapat kecocokan suatu upaya pencarian mutu secara terus-antara syarat-syarat yang dimiliki oleh benda menerus demi mendapatkan cara kerja yang
  20. 20. 20lebih baik agar mampu tampil bersaing menghadapi krisis ekonomi berbagaimelampui standar umum. bidang kcliidupan. Walaupun sejak tahun Menurut Supriadi (2000) kita tidak 2000, ekonomi Indonesia telah mulai tumbuhperlu dipusingkan oleh pertanyaan- positif (4,8 persen), akibat krisis dalampertanyaan mengenai validitas kehidupan sosial, politik dan kepercayaanmetodologisnya atau berusaha mencari dikawatirkan masih akan memberi yangexcuse apabila ternyata ada hasil-hasil studi kurang menguntungkan terutama bagi upayayang tidak sesuai dengan harapan kita. Sikap peningkatan kualitas SDM. Programoptimis perlu untuk dikembangkan bagi peningkatan mutu pendidikan di sekolahpendidikan di Indonesia, walaupun hasil dasar dapat dicapai manakala proses belajarsurveinya tidak menyenangkan sesuai mengajar dapat berlangsung dengan baik.dengan yang diharapkan. langkah selanjutnya berdayaguna dan berhasil guna.membuat visi ke depan untuk meningkatkan Dalam mengkaji risalah mutukualitas manajemen pendidikan. pendidikan, tidak dapat lepas dari Suatu saran yang dikemukakan oleh penyelenggaraan sistem pendidikan. DariSupriadi dalam menghadapi permasalahan berbagai faktor penyebab rendahnya muturendahnya kualitas pendidikan di Indonesia pendidikan, ditinjau dari aspek manajemenadalah memiliki visi global dan kehendak pendidikan dapat dikelompokkan ke dalamuntuk bersaing secara internasional, maka tiga faktor, yaitu: (a) faktor instrumentalinsan pendidikan mulai para pengajar dan sistem pendidikan, (b) faktor sistempeneliti di lembaga pendidikan tenaga manajemen pendidikan, termasuk dikependidikan di perguruan tinggi dan dalamnya sistem pembinaan profesionalpengambil keputusan dituntut untuk guru, dan (c) faktor substansi manajemenmembuka wacana terhadap studi-studi pendidikan (Mantja, 1998). Untuk dapatinternasional. melaksanakan pembinaan terhadap guru agar lebih profesional, maka instrumen yangKONSEP DASAK SUPERVISI PENGAJARAIN DI sangat relevan dan tepat adalah denganSEKOLAH melalui supervisi pengajaran. Oleh karena Di antara masalah-masalah pendidikan supervisi pengajaran pada hakikatnya adalahyang sedang mendapat pcrhatian pemerintuh untuk meningkatkan kemampuan dansalah salunya adalah puningkatan mutu keterampilan guru dalam melaksanakanpendidikan (Benly, IW2). Dalam PROPENAS tugas pokoknya sehari-hari yaitu mengajar(2002) dijelaskan bahwa sampai dengan awal para peserta didik di kelas.abad ke-21 pembangunan pendidikan masih
  21. 21. 21 Dari berbagai kajian mengenai ini pada akhirnya adalah ditujukan untukrumusan definisi mengenai supervisi, Mantja meningkatkan kualitas para siswa. Hal ini(1998) menuliskan formulasi tentang sebagaimana dikemukakan oleh Sergiovannisupervisi pengajaran adalah semua usaha (1983) bahwa tujuan supervisi ialah (1)yang sifatnya membantu guru atau melayani tujuan akhir adalah untuk mencapaiguru agar ia dapat memperbaiki, pertumbuhan dan perkembangan para siswamengembangkan, dan bahkan meningkatkan (yang bersifat total). Dengan demikianpengajarannya, serta dapat pula sekaligus akan dapat memperbaikimenyediakan kondisi belajar murid yang masyarakat, (2) tujuan kedua ialahefekif dan efisien demi pertumbuhan membantu kepala sekolah dalamjabatannya untuk mencapai tujuan menyesuaikan program pendidikan daripendidikan dan meningkatkan mutu waktu ke waktu secara kontinyu (dalampendidikan. Definisi yang dirumuskan oleh rangka menghadapi tantangan perubahanMantja ini sudah mewakili konsep supervisi zaman), (3) tujuan dekat ialah bekerjasamapengajaran. mengembangkan proses belajar mengajar Apabila dikaji dari tujuannya supervisi yang tepat. Tujuan tersebut ditambahpada hakikatnya adalah untuk membantu dengan (4) tujuan perantara ialah membinaguru untuk meningkatkan kualitas proses guru-guru agar dapat mendidik para siswabelajar mengajarnya. Harsosandjojo (1999) dengan baik, atau menegakkan disiplin kerjamengemukakan tujuan supervisi yaitu secara manusiawi.membantu guru dalam hal (1) membimbing Dalam kaitannya dengan tugas-tugaspengalaman belajar sisvva, (2) menggunakan supervisor, secara lebih khusus Nurtainsumber-sumber pengalaman belajar, (3) (1989) membagi 10 (sepuluh) bidang tugasmenggunakan metode-metode yang baru dan supervisor yang dirinci sebagai berikut ini.alat-alal pelajaran modern, (4) memenuhi Tugas I , pengembangan kurikulum. Tugas 2,kebutuhan belajar para siswa, (5) menilai pengorganisasian pengajaran. Tujuan 3,proses pembelajaran dan hasil belajar siswa, pengadaan staf. Tugas 4, penyediaan(6) mcmbina reaksi mental atau moral kerja fasilitas. Tugas 5, pcnycdiaan bahan-bahan.guru-guru dalam rangka pertumbuhan Tugas 6, penyusunan penataran pendidikan.pribadi dan jabatan mereka, (7) melihat Tugas 7, pemberian orientasi anggota-dengan jelas tujuan-tujuan pendidikan, dan anggota staf. Tugas 8, berkaitan dengan(8) mengguaakan waktu dan tenaga mereka pelayanan murid khusus. Tugas 9,dalam pembinaan sekolah. Tujuan supervisi pengembangan hubungan masyarakat. Dan
  22. 22. 22yang terakhir tugas 10, penilaian terkait dengan unsur-unsur manajemen,pengajaran. antara lain (1) kegiatan perencanaan Mengkaji tugas-tugas supervisi (planning), (2) kegiatan pengorganisasianpengajaran tersebut di atas, dapat ditelaah (organizing), (3) kegiatan pengarahandari tujuan supervisi pengajaran itu sendiri. (actuating) yang meliputi kegiatanSesuai dengan fungsi pokok supervisi, yaitu pengarahan (directing) dan kegiatanmemperbaiki dan mengembangkan situasi pengkoordinasian (coordinating), dan (4)belajar mengajar dalam rangka mencapai kegiatan pengawasan (controlling).tujuan pendidikan nasional, maka tujuan Berdasarkan uraian tersebut di atas,supervisi pendidikan mencakup tujuan dasar, dapat dikemukakan bahwa untuktujuan umum dan tujuan khusus. meningkatkan kualitas belajar mengajar, Tujuan dasar supervisi pendidikan, guru adalah faktor sentral yang perluadalah membantu tercapainya tujuan mendapatkan perhatian secara optimal.pendidikan nasional dan tujuan pendidikan Media untuk meningkatkan profesionalismeinstitusional. Tujuan pendidikan nasional guru adalah melalui supervisi pengajaran.secara rinci dan jelas dirumuskan dalam Supervisi pengajaran pada hakikatnya adalahGBHN. Sedangkan tujuan institusional dapat ditujukan untuk meningkatkan kualitasdilihat di dalam kurikulum yang memuat pembelajaran yang dilakukan oleh guru dilandasan, program dan pengembangan. kelas, sehingga tujuan akhirnya adalah Tujuan umum supervisi pendidikan, kualitas hash belajar siswa dapatadalah membantu memperbaiki dan ditingkatkan secara optimal.mengembangkan administrasi pendidikan.Administrasi yang dimaksud adalah meliputi SUPERVISI PENGAJARANbaik administrasi sebagai substansi maupun Dalam pemakaiannya secara umumadministrasi sebagai proses. supervisi diberi arti sama dengan director, Administrasi sebagai substansi manager. Dalam bahasa umum ini adameliputi hal-hal sebagai berikut: (1) kecenderungan untuk membatasi pemakaianadministrasi kesiswaan, (2) administrasi istilah supervisor kepada orang-orang yangketenagaan, (3) administrasi kurikulum, (4) berada dalam kedudukan yang lebih bawahadministrasi keuangan, (5) administrasi dalam hicrarkhi manajemen.sarana/prasarana, dan (6) administrasi Dalam sistem sekolah, khususnyahubungan masyarakat. Sedangkan dalam sistem sckolah yang ialahadministrasi sebagai proses meliputi hal-hal berkembang, situasinya agak lain. Dalam
  23. 23. 23Good (1976) supervisi didefinisikan sebagai sebaik-baiknya. Oleh karena itu,segala usaha dari para pejabat sekolah yang pembinaan terhadap para guru di sekolahdiangkat yang diarahkan kepada penyediaan dasar merupakan suatu kebutuhan yangkepemimpinan bagi para guru dan tenaga tidak dapat ditunda-tunda lagi. Pembinaankependidikan lain dalam perbaikan terhadap guru sekolah dasar, terutamapengajaran, melihat stimulasi pertumbuhan diarahkan pada pembinaan proses belajarprofessional dan perkembangan dari para mengajar. Pembinaan proses belajarguru, seleksi dan revisi tujuan-tujuan mengajar adalah usaha memberi bantuanpeudidikan, bahan pengajaran, dan metoda- pada guru untuk memperluas pengetahuan,metoda mengajar, dan evaluasi pengajaran. meningkatkan keterampilan mengajar danWiles (1982) menjelaskan bahwa supervisi menumbuhkan sikap profesional, schinggasebagai bantuan dalam pengembangan guru menjadi lebih ahli dalam mengelolasituasi belajar-mengajar yang lebih baik; ia KBM untuk membclajarkan anak didik dalamadalah suatu kegiatan pelajaran yang rangka mencapai tujuan pembelajaran dandisediakan untuk membantu para guru tujuan pendidikan di SD (Depdikbud,menjalankan pekerjaan mereka dengan lebih 1999/2000).baik. Peranan supervisor adalah mendukung, Supervisi pendidikan di sekolah dasarmembantu, dan membagi, bukan menyuruh. lebih diarahkan untuk meningkatkanWiles (1982) selanjutnya mengatakan bahwa kemampuan guru sekolah dasar dalamsupervisi yang baik hendaknya rangka peningkatan kualitas proses belajarmengembangkan kepemimpinan di dalam mengajar. Supervisi ini dapat dilakukan olehkelompok, membangun program latihan siapa saja, baik Kepala Sekolah maupundalam jabatan untuk meningkatkan Pengawas Sekolah yang bertugas sebagaiketerampilan guru, dan membantu guru supervisor melalui pemberian bantuan yangmeningkatkan kemampuannya dalam menilai bercorak pelayanan dan bimbinganhasil pekerjaannya. profesional, sehingga guru dapat melaksanakan tugasnya dalam proses belajar mengajar dengan lebih baik dari prestasiSUPERVISI PENGAJARAN SEBAGAI sebelumnya.PEMBINAAN PROFESIONAL GURU Supervisi pendidikan di sekolah pada Memperhatikan penting dan hakekatnya adalah dalam rangkaperanannya pendidikan dasar dan menengah pembinaan terhadap para guru. Adapunyang demikian besar, maka pendidikan dasar sasaran pembinaannya, antara lain (1)dan menengah harus dipersiapkan dengan
  24. 24. 24merencanakan kegiatan belajar mengajar (Kurikulum 1975). Kemudian. padasesuai dengan strategi belajar aktif, (2) Kurikulum 1984 dan 1994 digunakanmengelola kegiatan belajar mengajar istilah pembinaan profesional guiu atauyang menantang dan menarik, (3) menilai pembinaan guru untuk jenjang sekolahkemajuan anak belajar, (4) memberikan dasar. Walaupun demikian istilahumpan balik yang bermakna, (5) supervisi pendidikan dalam Kurikulummemanfaatkan lingkungan sebaga i SMU 1994 masih tetap digunakan.sumber dan media pengajaran, (6) Dengan demikian dapat disimpulkanmembimbing dan melayani siswa yang bahwa kegiatan supervisi pendidikanmengalami kesulitan belajar, terutama maupun pembinaan profesionalbagi anak lamban dan anak pandai, (7) merupakan nama layanan yang digun akanmengelola kelas sehingga tercipta secara bergantian dalam praktiklingkungan belajar yang menyenangkan, pendidikan pada sekolah -sekolah didan (8) menyusun dan mengelola catatan Indonesia.kemajuan anak (record keeping) Dengan demikian dapat(Depdikbud, 1999/2000). dikemukakan bahwa supervisi Menurut Mantja (1990) supervisi (pembinaan profesional guru )atau pembinaan profesional adalah dimaksudkan untuk meningkatkanbantuan atau layanan yang diberikan kemampuan dan keterampilan gurukepada guru, agar ia belajar bagaimana dalam melaksanakan tugas pokok nyamengembangkan kemampuannya untuk sehari-hari yaitu mengelola prosesmeningkatkan proses belaja r-mengajar di belajar-mengajar dengan segala aspekkelas. Supervisor atau pembina, yaitu pendukungnya sehingga berjalan denganPengawas Sekolah, Kepala Sekolah, atau baik khususnya dalam kegiatan belajarsemua pejabat yang terlibat dalam mengajar, sehingga tujuan pendidikanlayanan supervisi, adalah pihak yang dasar dapat tercapai secara optimal.selama ini dipandang berwewenang, dan Pada hakikatnya kegiatankarena itu pula dianggap paling pembinaan menyangkut dua belah pihakbertanggung jawab dalam kegiatan yaitu pihak yang dilayani atau pihak yangsupervisi. dibina dan pihak yang melayani atau yang Kilas balik kaji historis supervisi membina (Ekosusilo, 2003). Baik yangpengajaran, pada awalnya istilah yang dibina maupun pembina harus sama -dimunculkan adalah supervisi pendidikan sama memiliki kemampuan yang
  25. 25. 25berkembang secara serasi sesuai dengan sama besarnya dengan peran guru yangkedudukan dan peran masing -masing. bersangkutan.Oleh sebab itu, sasaran pembinaan Penggunaan pendekatan tersebutprofesional ini adalah kedua belah pihak disesuaikan dengan dua karakteristikyaitu guru sebagai pihak yang dibina dan guru yang akan diberi supervisi, yaitukepala sekolah atau pengawas sekolah tingkat abstraksi guru (level of teachersebagai pihak yang membina. abstraction) dan tingkat komitmen guru (level of teacher commitment). DayaBEBERAPA PENDEKATAN DALAM SUPERVISI abstraksi guru bisa tinggi, sedang, danPENDIDIKAN bisa juga rendah. Demikian pula dengan Secara garis besar ada tiga komitmen guru bisa tinggi, sedang, danpendekatan dalam supervisi pendidikan, rendah. Pendekatan supervisi yangyaitu (1) pendekatan langsung (directive digunakan harus disesuaikan denganapproach), (2) pendekatan tidak langsung tinggi-rendahnya daya abstraksi dan(non directive approach), dan (3) komitmen guru yang disupervisi.pendekatan kolaboratif (collaborative 1. Guru yang memiliki daya abstraksi danapproach). Pendekatan langsung adalah komitmm yang rendah sebaiknyasebuah pendekatan supervisi, di mana disupervisi dengan pendekatandalam upaya peningkatan kemampuan langsung.guru peran kepala sekolah dasar, 2. Guru yang memiliki daya abstraksipengawas TK/SD, dan pembina lainnya yang rendah, tetapi komitmennyalebih besar dari pada peran guru yang tinggi, sebaiknya disupervisi denganbersangkutan. Pendekatan tidak langsung pendekatan kolaboiatif.adalah sebuah pendekatan supervisi, di 3. Guru yang memiliki daya abstraksimana dalam upaya peningkatan yang tinggi tetapi komitmennyakemampuan guru peran kepala sekolah, rendah, sebaiknya disupervisi denganpengawas TK/SD, dan Pembina lainnya pendekatan kolaboratif.lebih kecil daripada peran guru yang 4. Guru yang memiliki daya abstraksi danbersangkutan. Pendekatan kolaboratif komitmen yang tinggi sebaiknyaadalah sebuah pendekatan supervisi, di disupervisi dengan pendekatan tidakmana dalam upaya peningkat an langsung (Bafadal, 2003).kemampuan guru peran kepala sekolah,pengawas TK/SD, dan pembina lainnya TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI
  26. 26. 26 Bagaimana Kepala Sekolah dalam untuk memperbaiki kondisi yangmensupervisi para guru ?. Dalam konteks melingkari mengajar-belajar di kelasini, maka Kepala Sekolah perlu mengenal tertentu. Sudan tentu, kunjungan kelas,dan mempraktekkan teknik -teknik agar efektif, hendaknya dipersiapkansupervisi pendidikan yang lazim dengan teliti dan dilaksanakan dengandigunakan dalam pelaksanaan supervisi sangat berhati-hati dengan disertai budipengajaran. Ada tersedia sejumlah teknik bahasa yang baik pula.supervisi yang dipandang bermanlaat Pada umumnya kunjungan kelas hendaknyauntuk merangsang dan mengarahkan diikuti oleh pembicaraan individual antaraperhatian guru-guru terhadap kurikulum kepada sekolah dengan guru.dan pengajaran, untuk mengidentifikasimasalah-masalah yang bertalian dengan 2. Pembicaraan individualmengajar dan belajar, dan untuk Pembicaraan individual merupakanmenganalisis kondisi -kondisi yang teknik supervisi yang sangat penting karenamengelilingi mengajar dan belajar. Yang kesempatan yang diciptakannya bagi kepalaberikut ini pada umumnya dipandang sekolah (pengawas/penilik) untuk bekerjateknik yang paling bermanfaat bagi secara individual dengan guru sehubungansupervisi. dengan masalah-masalah profesional pribadinya. Masalah-masalah yang mungkin dipecahkan melalui pembicaraan individual1. Kunjungan kolas. bisa macam-macam: masalah-masalah yang Kunjungan kelas (sering disebut bertalian dengan mengajar, dengankunjungan supervisi) yang dilakukan kebutuhan yang dirasakan oleh guru, dengankepala sekolah (atau pengawas/penilik) pilihan dan pemakaian alat pengajaran,adalah teknik paling efektif untuk teknik dan prosedur, atau bahkan masalah-mengamati guru bekerja, alat, metode, masalah yang oleh kepala sekolah dipandangdan teknik mengajar tertentu yang perlu untuk dimintakan pendapat guru.dipakainya, dan untuk mem -pelajari Apapun yang dijadikan pokok pembicaraan,situasi belajar secara keseluruhan ia mewakili teknik yang sangat baik untukdengan memperhatikan semua faktor membantu guru mengembangkan arah diriyang mempengaruhi pertumbuhan murid. dan tumbuh dalam pekerjaan.Dengan menggunakan hasil analisisobservasinya, ia bersama dengan guru 3. Diskusi Kclompokdapat menyusun suatu program yang baik
  27. 27. 27 Dengan diskusi kelompok (atau sering Sejumlah studi telah mengungkapkanpula disebut pertemuan kelompok) dimaksud bahwa kunjungan kelas yang dilakukan guru-sualu kegiatan dimana sekelompok orang guru di antara mereka sendiri adalah efektifberkumpul dalam situasi bcrlatap muka dan dan disukai. Kunjungan ini biasanyamelalui interaksi lisan bertukar informasi direncanakan atas permintaan guru-guru.atau berusaha untuk mencapai suatu Teknik ini akan lebih efektif lagi jika tiapkeputusan tentang masalah-masalah observasi diikuti oleh suatu analisis yangbersama. Kegiatan diskusi ini dapal berhati-hati.mengambil beberapa bentuk pertemuan staf 6. Pengembangan kurikulumpengajar, seperti: diskusi panel, seminar, Perencanaan penyesuaian danlokakarya, konperensi, kelompok studi, pengembangan kurikulum menyediakanpekerjaan komisi, dan kegiatan lain yang kesempatan yang sangat baik bagi partisipasibertujuan untuk bersama-sama guru. Pentingnya relevansi kurikulum denganmembicarakan dan menilai masalah-masalah kebutuhan murid dan masyarakat bagitentang pendidikan dan pengajaran. pemeliharaan dan peningkatan kualitasPertemuan-pertemuan serupa ini dipadang pendidikan di negara kita diakui. Tetapisuatu kegiatan yang begitu penting dalam dalam prakteknya, sekolah-sekolah secaraprogram supervisi modern, sehingga guru individual tidak banyak melakukan usahasebenarnya hidup dalam suasana pelbagai untuk menyesuaikan dan mengembangkanjenis pertemuan kelompok. kurikulum standar itu dengan kebutuhan4. Demonstrasi mengajar murid dan masyarakat terus berubah. Demonstrasi mengajar merupakan Terserah kepada kepala sekolah untukteknik yang berharga pula. Rencana menciptakan perhatian dan keinginan bagidemonstrasi yang telah disusun dengan teliti pekerjaan penting dan terus-menerus itu.dan dicetak lebih dulu, dengan menekankan Penyesuaian dan pengembangan kurikulumpada hal-hal yang dianggap penting atau dilakukan di sekolah denganpada nilai teknik mengajar mengembangkan materi muatan lokal.tertentu, akan sangat membantu. Muatan lokal ini sesuai dengan potensiPembicaraan sehabis demonstrasi bisa lingkungan sekitar sekolah.menjelaskan banyak aspek. Suatu analisis 6. Buletin supervisiobservasi adalah perlu. Buletin supervisi merupakan alat komunikasi yang efektif. Ia bisa berisi5. Kunjungan kelas antar guru
  28. 28. 28pengumuman-pengumuman, ikhtisar tentang lebih banyak tckanan mungkin diberikanpenelitian-penelitian, analisis presentasi kepada menganalisis dan memilihdalam pertemuan-pertemuan organisasi pengalaman belajar yang sesuai, menemukanprofessional, dan perkembangan dalam bahan teknologi pengajaran dan metode-berbagai bidang studi. metode presentasi ini, dan menilai program- program baru.7. Perpustakaan Profesional 9. Survey sekolah-masyarakat Perpustakaan professional sekolah Suatu studi yang komprehensifmerupakan sumber informasi yang sangat tentang masyarakat akan membantu gurumembantu kepada peitumbuhan professional dan kepala sekolah untuk memahami denganpersonil pengajar di sekolah. Perpustakaan lebih jelas program sekolah yang akanprofessional menyediakan tidak saja suatu memenuhi kebutuhan dan kepentingansumber informasi, tapi ia juga suatu murid.rangsangan bagi kepuasan pribadi. Buku- Sebenarnya ada teknik-teknik lain,buku tentang pandangan professional, tetapi yang diterapkan di atas dengan singkatbacaan suplementer yang lebih baru, dan adalah teknik-teknik yang dalam sejumlahmajalah professional yang banyak jumlah-nya penelitian dipandang telah menunjukkanitu hendaknya tersedia bagi semua guru. manfaatnya bagi supervisi. UntukJuga sumbangan-sumbangan dari guru dapat pembahasan yang lebih terurai pembacamenjadi bagian dari "gudang" informasi ini. disarankan untuk membaca sumber-sumber lain.8. Lokakarya Pada hakekatnya tidak ada satu teknik Lokakarya menyediakan kesempatan tunggal yang bisa memenuhi segala ke-untuk Kerjasama, untuk memperteukan ide- butuhan; dan bahwa sualu teknik tidaklahide, untuk mendiskusikan masalah-masalah baik alau buruk pada umumnya, melainkanbersama alau khuais, dan untuk dalam kondisi tertentu. Masalah yang utamapertumbuhan pribadi dan professional dalam adalah menetapkan kebutuhan. Beberapaberbagai bidang studi. Ada banyak jenis teknik hubungan antara sekolah denganlokakarya itu. Dalam lokakarya seni, masyarakat yang diperkenalkan olehbarangkali sebagian bcsar waktu akan diisi Sahertian (1989) antara lain adalah seperti:dengan partisipasi sungguh dengan (1) laporan kepada orang tua murid, (2)mempelajari keterampilan dan teknik-teknik majalah sekolah, (3) surat kabar sekolah, (4)kegiatan scni. Dalam lokakarya matematika pameran sekolah, (5) open house, (6)
  29. 29. 29kunjungan ke sekolah, (7) kunjungan ke supervisi dianggap bermanfaat bilarumah murid, (8) melalui penjelasan yang direncanakan dengan baik, supervisordiberikan oleh personil sekolah, (9) menunjukkan sifat membantu dangambaran keadaan sekolah melalui menyediakan model-model pengajaranmurid-murid, (10) melalui radio dan yang efektif, (7) supervisor memberikantelevisi, (11) laporan tahunan, (12) peran serta yang cukup tinggi kepadaorganisasi perkumpulan alumni sekolah, guru untuk pengambilan keputusan(13) melalui kegiatan ekstra kurikulum, dalam wawancara supervisi, (8)dan (14) pendekatan secara akrab. supervisor mengutamakan pengembangan keterampilan hubungan insani, seperti halnya denganRESPON DAN SIKAP GURU TERHADAP keterampilan teknis dan (9) supervisorSUPERVISI PENGAJARAN seharusnya menciptakan iklim Kajian tentang sikap guru terhadap organisasional yang terbuka, yangsupervisi menjadi perhatian Neagley & memungkinkan pemantapan hubunganEvans (dalam Mantja, 1998) dengan yang saling menunjang (supportive).merujuk sejumlah hasil penelitian Dalam praktiknya supervisibeberapa pakar supervisi pengajaran. pengajaran yang dilaksanakan selama iniTemuan-temuan yang dilaporkan, antara masih cenderung berorientasi padalain (1) supervisi yang efektif harus administratif saja. Walaupun sudahdidasarkan atas prinsip -prinsip yang dirumuskan dalam kegiatan supervisisesuai dengan perubahan sosial dan bahwa aspek yang disupervisi adalahdinamika kelompok, (2) para guru administratif dan edukatif, namun padamenghendaki supervisi dari kepala kenyataannya masih cenderung lebihsekolah, sebagaimana yang seharusnya dominan aspek administratif. Fenomenadikerjakan oleh tenaga personel yang ini dikaji secara khusus dalam Konferensiberjabatan supervisor, (3) ke pala sekolah Pendidikan di Indonesia: Mengatasi Krisistidak melakukan supervisi dengan baik, Menuju Pembaruan, yang diikuti para(4) semua guru membutuhkan supervisi pakar yang kompclen. Salali satudan mengharapkan untuk disupervisi, (5) rekomendasi dari konferensi ini, khususnyapara guru lebih menghargai dan menilai yang berkaitan langsung dengan masalahsecara positif perilaku supervisi yang supervisi dikemukakan sebagai berikut ini."hangat", saling mempercayai, Rekomendasi 23bersahabat, dan men ghargai guru, (6)
  30. 30. 30 Fungsi-fungsi pengawasan pada semua diciptakan dapal mengurangi ketegangan jenjang pendidikan dioptimalkan seba- emosional guru. Guru lebih menyukai gai sarana untuk memacu mutu pendekatan supervisi kolaboratif atau non pendidikan. Pengawasan dimaksud direktif. dengan mengutamakan aspek-aspek akademik daripada administratif KENDALA-KENDALA PELAKSANAAN SUPERVISI sebagaimana berlaku selama ini (Jalal PENGAJARAN & Supriadi, 2001). Dalam pelaksanaannya, supervisi Keefektifan penerapan orientasi dan pengajaran di sekolah banyak menghadapipendekptan supervisi di atas, tidak hanya kendala. Mantja (1990) dalam temuantergangung pada supervisor saja, melainkan disertasinya meuyalakan bahwa kendala-juga sangat dipengaruhi oleh persepsi, kendala yang kurang menunjang keefektifanrespon, dan sikap guru terhadap orientasi supervisi, antara lain: sikap personil sekolahdan supervisi yang dilakukan oleh supervisor. yang kurang positif terhadap supervisiPenelitian mengenai sikap guru terhadap pengelola teknis edukatif; kurangnyasupervisi dikemukakan oleh Ekosusilo (2003) keterampilan supervisi kepala sekolah;bahwa guru tidak terlalu positif terhadap pengendalian emosional supervisor dalamsupervisi yang dilakukan supervisor. menerima respons guru; kepala sekolah yangSelanjutnya dikemukakan oleh Ekosusilo karena kurangnya tenaga guru harasdalam simpulan penelitiannya bahwa memegang kelas atau bidang studi tertentu,supervisi yang dilakukan supervisor dianggap sehingga supervisi menjadi kurang efektif;biasa-biasa saja dan monoton itu-itu saja, dan adanya guru yang tingkat pendidikannyabahkan nampak diacuhkan. Namun guru lebih tinggi dari kepala sekolahnya. Temuantidak menampakkan ketidak-setujuannya di Mantja ini, nampaknya mempunyai kadarhadapan supervisor, karena dilandasi rasa transferabilitas yang cukup tinggi, karenahormat sekaligus tidak ingin menimbulkan kendala-kendala di jenjang pendidikan dasarkonflik. Penelitian yang dilakukan Mantja berkisar pada permasalahan-permasalahan(1989) juga menyimpulkan bahwa respon dan temuan tersebut di atas. Isvanto (1999)sikap guru terhadap supervisi ditentukan mengemukakan bahwa permasalahanoleh kemanfaatan, data pengamatan yang pendidikan, antara lain adalah manajemenobyektif, kesempatan menanggapi balikan, sekolah yang tidak efektif, dan kemampuanperhatian supervisor terhadap gagasan guru. manajemen kepala sekolah pada umumnyaSupervisi yang teratur dan hubungan yang rendah terutama di sekolah negeri dan

×