1                                            BAB IV                                       PEMBAHASAN4.1 Deskripsi Objek Pe...
2November 1984, maka berubahlah status masing-masing sekolah tinggi menjadi FakultasHukum, Fakultas Teknik, dan Fakultas I...
3    Universitas Sultan Ageng Tirtayasa saat ini menyelenggarakan program pendidikanakademik dan program pendidikan vokasi...
4       4.1.2   Gambaran Universitas Sultan Ageng TirtayasaVISI       Terwujudnya Universitas terbaik yang memiliki kemand...
5       berilmu, cakap, kreatif, inovatif, kompetitif mandiri dan menjadi warga Negara       yangdemokrastis, serta bertan...
6                   5. Anwar      Musadat,    Beliau   merupakan      Mahasiswa     aktif   juurusan                      ...
7referensi yang di dapat dari buku-buku tenteng pelayanan perpustakaan dan pelayanan publicsebagai mana ditulis dalam buku...
8   4.4 Interprestasi Hasil Penelitian       4.4.1 Deskripsi Kualitas Pelayanan Perpustakaan Universitas Sultan AgengTirta...
9lainnya yang digunakan untuk keperluan studi `atau bacaan, kenyamanan, atau kesenangan(Sulistyo,Basuki ,1991).        Per...
10dalam hal ini masayarakat diaerikan sebagi mahasiswa atu pun siswi yang sedang aktif belajarmaupun sudah selesai dalam m...
11       Adapun ungkapan dari kepala perpustakaan beserta staf-stafnya yang sudahdiwawancarai tentang kondisi perpustakaan...
12bentuk catalogue buku yang tidak tertata dengan baik yang menyebabkan sulitnya pecarian buku-buku yang dicari, ruangan y...
13       “ Pelayanan yang kurang maksimal terutama terkait petugas perpustakaan yang tidakramah, kurang memiliki sikap yan...
14saja dengan alasan bahwa dana Simpan Pinjam Perempuan belum mampu mencukupi modalyang digunakan dan dengan alasan bahwa ...
15       Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa memang dalam melakukan pemetaan kriteriarumah tangga miskin di desa gun...
16terkait, karena berdasarkan observasi peneliti dilapangan mengidentifikasi bahwa para pelakubaik dari tingkat desa dan k...
17     berikutnya” ( Hasil wawancara pada tanggal 19 November 2012 pada pukul 10.00 WIB     yang berlokasi di Kantor UPK K...
18                                   DAFTAR PUSTAKAProf. Dr. J. Mulung lexy, M.A. “Metodologi Penelitian Kualititatif”. Ba...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bab iv

543 views

Published on

BAB IV KUALITATIF

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
543
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
4
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab iv

  1. 1. 1 BAB IV PEMBAHASAN4.1 Deskripsi Objek Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Dalam penelitian yang saya lakukan ini berlokasikan diperpustakaan universitas sultanageng tirtayasa. Karena yang akan menjadi objek penelitian adalah perpustakaan universitassultan ageng tirtayasa maka dengan demikian dibutuhkan para informen yaitu mahasiswa dansiswi yang masih aktif kuliah, petugas / karyawan/I dan juga yang menggunakan perpustakaanitu sendiri karena mereka yang bsa menilai sejauh mana kinerja perpustakaan tersebut. Sejarah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dimulai dengan berdirinya YayasanPendidikan Tirtayasa pada tanggal 1 oktober 1980 berdasarkan Akte Notaris No: 1 Tahun 1980,kemudian dilakukan penyempurnaan dan dikukuhkan kembali dengan akte Notaris Ny. R.ArieSoetardjo, Nomor 1, Tanggal 3 Maret 1986. Kata Tirtayasa (Bahasa Sansekerta yang berarti Air Mengalir) diambil dari nama PahlawanNasional yang berasal dari Banten, yaitu Sultan Ageng Tirtayasa (Kepres RI Nomor:045/TK/1070). Nama Asli Sultan Ageng Tirtayasa adalah Abul Fatih Abdul Fatah, pewaris ke-IV tahta Kesultanan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa dianugerahi tanda jasa Pahlawan Nasionalkarena dengan gigih menentang penjajahan Belanda dan berhasil membawa kejayaan dankeemasan Kesultanan Banten. Langkah awal Yayasan Pendidikan Tirtayasa mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum(STIH) pada tahun 1981 disusul dengan pendirian Sekolah Tinggi Keguruan dan IlmuPendidikan (STKIP) pada tahun 1982. Berbarengan dengan pendiran STKIP, Yayasan KrakatauSteel Cilegon mendirikan SekolahTinggi Teknik (STT) yang selanjutnya STT bergabung denganYayasan Pendidikan Tirtayasa untuk persiapan berdirinya Universitas Tirtayasa Serang-Banten. Universitas Tirtayasa Serang Banten merupakan merupakan penggabungan dari STIH, STTdan STKIP berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor; 0596/0/1984, tanggal 28
  2. 2. 2November 1984, maka berubahlah status masing-masing sekolah tinggi menjadi FakultasHukum, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).Seiring dengan harapan masyarakat Banten, dari tahun ke tahun Universitas Tirtayasamengembangkan pendirian fakultas dan program studi baru ditandai dengan berdirinya FakultasPertanian berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor: 0123/0/1989, tanggal 8 Maret1989, dan Fakultas ekonomi dengan Surat Keputusan Mendikbud Nomor: 0331/0/1989, tanggal30 Mei 1989. Perubahan sosial politik yang terjadi di Indonesia telah ikut mempengaruhi perubahan yangterjadi pada Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Didasari oleh perkembangan Untirta sebagaiPerguruan Tinggi Swasta yang kurang signifikan dan spirit era reformasi telah mendorongPimpinan Universitas dan para Pimpinan Fakultas di lingkungan Universitas Tirtayasa sertaPengurus Yayasan Pendidikan Tirtayasa dan dukungan para tokoh Banten mengusulkanpenegerian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa kepada pemerintah pusat melalui DepartemenPendidikan Nasional. Selanjutnya pada tanggal 13 oktober 1999 keluarlah Keppres RI Nomor;130/1999 tentang Persiapan Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Ataskerja keras dan kesungguhan dari pimpinan Untirta dan pengurus Yayasan maka pada tahun2001 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor: 32 tanggal 19 maret 2001 Universitas SultanAgeng Tirtayasa secara resmi ditetapkan menjadi PerguruanTinggi Negeri definitif. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai perguruan tinggi negeri yang baru terus berupayamelakukan perubahan-perubahan dan perbaikan-perbaikan, baik dibidang kelembagaan,akademik, maupun dibidang kemahasiswaan dan kerjasama. Perubahan mendasar dibidang organisasi dan tata kerja adalah dengan ditetapkannyaKeputusan Mendiknas Nomor 023/J43/d.1/SK/IV/2003 dan Statuta Universitas Sultan AgengTirtayasa berdasarkan Keputusan Mendiknas Nomor 10 tahun 2007. Demikian pula perubahandan perbaikan dibidang akademik khususnya pendirian fakultas dan jurusan-jurusan baru,pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, pengembangan dan peningkatan kualitas dosendan tenaga pendidikan lainnya, pengembangan ICT untuk menunjang pendidikan dan pelayananakademik prima, pengembangan dan peningkatan sarana perpustakaan menuju e-library dan e-jurnal penguatan atmosfer akademik di kampus, serta peningkatan kualitas pendidikan melaluisistem penjaminan mutu dan evaluasi diri (Quality Assurance and Self evaluation).
  3. 3. 3 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa saat ini menyelenggarakan program pendidikanakademik dan program pendidikan vokasi. Program Pendidikan Akademik terdiri atas ProgramPendidikan Sarjana(S1) sebanyak 6 fakultas dan 1 Program Pendidikan Megister ( Pascasarjana),yaitu(1) Fakultas Hukum,(2) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,(3) Fakultas Teknik,(4) Fakultas Pertanian,(5) Fakultas Ekonomi,(6) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan(7) Pascasarjana. Jurusan/Program Studi yang saat ini dimiliki sebanyak 21 Prodi untuk Program Sarjanadan 3 Prodi untuk Program Megister dan Program Diploma III Ekonomi dengan rincian : Program Sarjana (S1) meliputi : FH 1 jurusan ( Jurusan Ilmu Hukum ); FKIP 3 Jurusandengan 7 Prodi (Jurusan Ilmu Pendidikan meliputi Prodi PLS, PGSD dan PGPAUD; JurusanPendidikan Bahasa meliputi Prodi Diksastrasia dan Bahasa Inggris; Jurusan IPA meliputi ProdiMatematika dan Biologi); FT 5 Jurusan ( Jurusan T. Mesin, T. elektro, T. Sipil, T. Kimia; T.Industri; dan T. Metalurgi); FAPERTA 3 Jurusan ( Jurusan Agribisnis; Agroteknologi; danperikanan); FE meliputi 3 Jurusan ( Jurusan manajemen; Jurusan Akuntansi; Jurusan EkonomiPembangunan); FISIP Meliputi 2 Jurusan ( Jurusan Ilmu Administrasi Negara dan IlmuKomunikasi). Fakultas Pascasarjana menyelenggarakan Program Megister (S2) dengan 3Program Studi, yaitu (Prodi Teknologi Pembelajaran, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia danIlmu Hukum). Selain Program Pendidikan Akademik sebagaimana tersebut di atas, Universitas SultanAgeng Tirtayasa juga menyelenggarakan Program Pendidikan Vokasi yaitu Program DiplomaIII. Fakultas yang menyelenggarakan Program Diploma III, yaitu Fakultas Ekonomi terdiri atasProdi Akuntansi, Prodi Marketing/Pemasaran, Prodi Perpajakan, Prodi Keuangan danPerbankan. Fakultas Teknik dengan 1 Prodi yaitu Prodi Teknik Komputer dan Multimedia.Program Studi Teknik Komputer dan Multimedia pada tahun akademik 2011/2012 dipindahkanke jenjang Sarjana (S1) program studi lain di lingkungan Fakultas Teknik
  4. 4. 4 4.1.2 Gambaran Universitas Sultan Ageng TirtayasaVISI Terwujudnya Universitas terbaik yang memiliki kemandirian, kreatifitas, inovasi, unggul,dan kompetitif dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan,teknologi, dan seni dalam rangka pengabdian kepada masyarakat .MISI a. Menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan kualitas terbaik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini dan mendatang. b. Meningkatkan kualitas dosen dan tenaga kependidikan lainnya dalam melaksanakan berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan stakeholders c. Membangun dan mengembangkan sistem manajemen mutu menuju efisiensi dan profesionalitas. d. Mengembangkan sistem teknologi informasi yang dapat memacu terwujudnya perguruan tinggi yang unggul, mandiri, kreatif, inovatif, dan kompetitif. e. Membangun dan mengembangkan jejaring kerja (networking) untuk mendorong percepatan peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama. f. Meningkatkan tanggung jawab sosial Untirta bersama Pemerintah Daerah membawa modernisasi dan memelihara nilai luhuTujuan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa a. Menyiapkan dan menghasilkan tenaga kerja ahli dalam kempampuan akademik, profesi / vokasi yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang mahah Esa, berakhlak mulia, sehat
  5. 5. 5 berilmu, cakap, kreatif, inovatif, kompetitif mandiri dan menjadi warga Negara yangdemokrastis, serta bertanggung jawab untuk kelangsungan hidup bangsa dan Negara Republiik Indonesia b. Mengembangkan untuirta sebagai pusat unggulan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kemaslahatan umat manusia.Fungsi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa a. Menyelengarakan Tri Dharnma Perguruan Tinggi b. Menyelengarakan pembinaan aktivitas akademeika serta membina c. Hubungan dengan lingkungan strategis sesuai dengan peraturan d. Perundang undangan yang berlaku e. Menyelenggarakan tujuan administrasi4.2 Informan Penelitian Seperti yang telah dikemukakan di bab 3, bahwa dalam penelitian mengenai kualitas pelayanan perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dalam pemilihan informan penelitiannya peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan bahwa orang yang dijadikan informan peneliti merupakan orang yang mengetahui tentang pelaksanaan kegiatan perpustakaan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, sehingga dapat memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang diharapkan. Adapun informan-informan yang peneliti tentukan merupakan orang-orang yang menurut peneliti memiliki informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Karena informan itu sendiri berhubungan langsung dengan masalah yang sedang diteliti oleh peneliti. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1. Kepala Perpustakaan 2. Staff 3. Penjaga perpustakaan 1 4. Penjaga barang titipan
  6. 6. 6 5. Anwar Musadat, Beliau merupakan Mahasiswa aktif juurusan Administrasi Negara Smester 5 dan sering mengunjungi perpustakan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. 6. Mia Amelia, Beliau merupakan mahasiswi Non regular yang bekerja dan mengeluhkan berbagai masalah menyangkut perpustakaan dan waktu bekerjanya 7. Dadan Muhram Hayat, beliau merupakan Mahasiswa aktif jurusn hukum yang sering mengunjungi perpustakaan, beliau merupakan mahasiswa Non Reguler semester 5 8. Pipin Purnama Sari, Beliau merupakan mahasiswa non regular jurusan keguruan smester 7 9. Andrean Kello, Beliau merupakan mahasiswa jurusan hukum smester 7 10. Arif Julivan, Beliau merupakan mahasiswa jurusan managemen smester 7 11. Pihak atau Mmahasiswa dan siswi lain yang terkait sebagai Narasumber penelitian. 4.3 Deskripsi Data dan Analisis Data Deskripsi data merupakan penjelasan mengenai data yang di dapat dari hasil penelitianyang sudah dilakukan . data ini dapat dilihat dari hasil penelitian teknik analisis data kualitatif.Adapun dalam penelitian kualitas playanan perpustakaan universitas sultan ageng tirtayasa, datayang peneliti dapatkan lebih berupa kata-kata dan tindakan peneliti berdasarkan hasilwawancara. Dalam penelitian ini wawancara merupakan sumber utama dalam penelitian, Untukmendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang permasalahan sudah diteliti sehinggamampu mendapatkan informasi tentang masalah yang terjadi di perpustakaan universitas sultanageng tirtayasa, peneliti menggunakan jenis wawancara tidak terstruktur . Sumber data inikemudian oleh peneliti dicatat dengan menggunakan instrument penelitaian yaitu berupa hasilwawan cara yang dicatat dan juga direkma dalam hal pengambilan data. Dalam penelitian ini juga peneliti menggunakan data dokumentasi yang bertempatkan diperpstakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Adapun studi pustaka atau dokumentasi yangmemudahkan peneliti dalam mengenali objek penelitian yaitu dengan mengguankan berbagai
  7. 7. 7referensi yang di dapat dari buku-buku tenteng pelayanan perpustakaan dan pelayanan publicsebagai mana ditulis dalam buku pengelolaan perpustakaan sekolah dan juga pelayanan public. Selanjutnya peneliti ini merupakan peneliti kualitatif, maka dalam proses menganalisadatanyapun peneliti melakukan analisa secara bersamaan. Seperti yang telah dipaparkansebelumnya, bahwa dalam prosesnya analisa dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakanmodel interaktif yang telah dikembangkan oleh Milles dan Huberman, yaitu selama penelitiandilakuakn dengan menggunakan tiga kegiatan penting, diantarannya; Data Reduction (reduksidata), mereduksi data berarti merangkum, memilih hal yang pokok, memfokuskan pada hal-halyang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang sudah direduksi akanmemberikan yang lebih jelas dan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data selanjutnya,dan mencari data yang diperlukan. Data Display (Penyajian data) , setelah data direduksi langkah selanjutnya adalahmendisplaykan data , penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat , bagan,hubungan antar kategori dan selanjutnya, yang paling sering digunakan untuk menyajikan datadalam penelitian kualitatif adalah teks yang bersifat naratif. Dengan mendisplaykan data makaakan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi berdasarkan apa yang sudah dimengertisebelumnya. Langkah selanjutnya yaitu dalam analisis data kualitatif menurut Milles dan Hubermanadalah penarikan kesimpulan atau verifikasi. Kesimpulan yang dikemukakan masih bersifatsementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang mendukung pada tahappengumpulan data berikutnya . tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awaldan didukung oleh bukti-bukti valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapanganmengumpulakan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yangkredibel. Kemudian untuk menjaga validitas data selama penelitian berlangsung , peneliti jugamenggunbakan aktivitas triangulasi, triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini olehpeneliti adalah triangulasi sumber.
  8. 8. 8 4.4 Interprestasi Hasil Penelitian 4.4.1 Deskripsi Kualitas Pelayanan Perpustakaan Universitas Sultan AgengTirtayasa Perpustkaan adalah suatu unit kerja dari suatu badan atau lembaga tyertentu yangmengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan berupa buku yang diatursecara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagi sumber informasioleh sebagaian penggunanya. Pada bab 1 pasal 1 ayat 23 disebutkan bahwa"Sumber daya pendidikan adalah segalasesuatu yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga pendidikan,masyarakat, dana, sarana, dan prasarana " Namun Dalam UU No. 2 tahun 1989 pasal 35menyebutkan jelas setiap sekolah atau satuan pendidikan harus mempunyai atau menyediakansumber belajar. Oleh sebab itu di sekolah nasional plus Smart EI, perpustakaan sangatlah pentingbaik bagi siswa maupun bagi guru.Dalam skala umum fungsi dari perpustakaan ada 6yaitu:Fungsi Informasi, Fungsi Pendidikan, Fungsi Kebudayaan, Fungsi Rekreasi, FungsiPenelitian, Fungsi Deposit Kebudayaan, Fungsi Rekreasi, Fungsi Penelitian, Fungsi Deposit. Menurut Perpustakaan Nasional RI (2005:4) menyatakan bahwa perpustakaan adalah unitkerja yang memiliki sumber daya manusia sekurang-kurangnya seorang pustakawan, ruangan/tempat khusus, dan koleksi bahan pustakaan sekurang-kurangnya seribu judul dari berbagaidisiplin ilmu yang sesuai dengan jenis dan misi perpustakaan yang bersangkutan serta dikelolamenurut sistem tertentu untuk kepentingan masyarakat penggunanya. Perpustakaan menurut Sulistyo,Basuki (1991) adalah sebuah ruangan, bagian sebuahgedung.ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnyayang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untukdijual. Dalam pengertian buku dan terbitan lainnya termasuk di dalamnya semua bahancetak,buku, majalah, laporan, pamflet, prosiding, manuskrip (naskah), lembaran musik, berbagaikarya musik, berbagai karya media audiovisual seperti filem, slid ( slide), kaset, piringan hitam,bentuk mikro seperti mikrofilm, mikrofis, dan mikroburam ( microopaque ). Webstermenyatakan bahwa perpustakaan merupakan kumpulan buku, manuskrip, dan bahan pustaka
  9. 9. 9lainnya yang digunakan untuk keperluan studi `atau bacaan, kenyamanan, atau kesenangan(Sulistyo,Basuki ,1991). Perpustakaan menurut Sugiyanto (1991) adalah suatu unit kerja yang berupa tempatmenyimpan koleksi bahan pustaka yang di atur secara sistematis dan dapat digunakan olehpemakainya sebagai sumber informasi.(Sugiyanto) Perpustakaan Menurut Radom House (1992) adalah suatu tempat, berupa sebuah ruanganatau gedung yangberisi buku dan bahan lain untuk bacaan, studi, ataupun rujukan. MenurutEnsiklopedia Britannica, bahwa sebuah perpustakaan adalah himpunan bahan – bahan tertulisatau tercetak yang diatur dan diorganisir untuk tujuan studi dan penelitian atau pembacaan umumatau kedua-duannya (Dictionary of The English Language). Menurut Reitz ( menyatakan bahwa perpustakaan adalah koleksi atau sekumpulan koleksibuku atau bahan lainnya yang diorganisasikan dan dipelihara unutk penggunaan/keperluanmembaca, konsultasi, belajar, meneliti, yang dikelola oleh pustakawan dan staf terlatih lainnyadalam rangka menyediakan layanan untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Dalam hal ini Perpustakaan merupakan suatu tempat, berupa sebuah ruanganatau gedung yangberisi buku dan bahan lain untuk bacaan, studi, ataupun rujukan. MenurutEnsiklopedia Britannica, bahwa sebuah perpustakaan adalah himpunan bahan – bahan tertulisatau tercetak yang diatur dan diorganisir untuk tujuan studi dan penelitian atau pembacaan umumatau kedua-duannya (Dictionary of The English Language). Dalam UU No. 2 tahun 1989 pasal35 menyebutkan jelas setiap sekolah atau satuan pendidikan harus mempunyai ataumenyediakan sumber belajar. Oleh sebab itu di sekolah nasional plus Smart EI, perpustakaansangatlah penting baik bagi siswa maupun bagi guru.Dalam skala umum fungsi dariperpustakaan ada 6 yaitu:Fungsi Informasi, Fungsi Pendidikan, Fungsi Kebudayaan, FungsiRekreasi, Fungsi Penelitian, Fungsi Deposit Kebudayaan, Fungsi Rekreasi, Fungsi Penelitian,Fungsi Deposit. Perpustakaan merupakan program pemerintah dalam menagatasi beberapamaslah terkait dengan proses belajar dalam proses belajar perpustakaan merupakan salah satufaktor vital dalam mendukunng pembelajaran siswa dan siswi di berbagai sekolah atau pundiperguruan tinggi. Dengan demikina dibutuhkan kualitas dalam sebuah perpustakaan yangmana perpustakan termasuk dalam pelayanan public yang menyangkut hajat orang banyak,
  10. 10. 10dalam hal ini masayarakat diaerikan sebagi mahasiswa atu pun siswi yang sedang aktif belajarmaupun sudah selesai dalam menjalankan kegiatan belajar maupun mengajar. Oleh karena itudibutuhkan kerjasama yang apik dari seorang pelaya public dalam segi kualitas dan sebagainya, Kualitas pelayanan dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumenatas pelayanan yang nyata-nyata mereka terima / peroleh dengan pelayanan yang sesungguhnyamereka harapkan / inginkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu perusahaan. Jika jasa yangditerima atau dirasakan (perceived service) sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitaspelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan, jika jasa yang diterima melampaui harapankonsumen, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sangat baik dan berkualitas.Sebaliknya jikajasa yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan, maka kualitas pelayanandipersepsikan buruk. Hal ini senada dengan ungkapan yang dikemukakan oleh beberapa mahasiswa dansiswi yang sudah peneliti wawancara bahwa Jika jasa yang diterima atau dirasakan (perceivedservice) sesuai dengan yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan baik danmemuaskan, jika jasa yang diterima melampaui harapan konsumen, maka kualitas pelayanandipersepsikan sangat baik dan berkualitas.Sebaliknya jika jasa yang diterima lebih rendahdaripada yang diharapkan, maka kualitas pelayanan dipersepsikan buruk. Adapun isi wawancara tersebut adalah sebagai berikut, dari segi pelayanan 3 darimahasiswa/I mengatakan bahwa terdapat beberapa kualitas pelayanan yang kurang baik yaitubentuk catalogue buku yang tidak tertata dengan baik yang menyebabkan sulitnya pecarian buku-buku yang dicari, ruangan yang sedikit tidak mendukung diantaranya kodisi ruangan yangterkadang panans dikarenakan alat pendingin yang kurang mendapatkan perhatian ekstra yangmenyebabkan ruangan menjadi panas, menurut mahasiswa yang sudah saya wawancaraidiantara nya adalah mahasiswa pekerja yang manan dalam kualitas pelayanan perpustakaaan ini,mereka mengeluhkan kurang nya rentang waktu yang diberikan dalam hal peminjaman bukumasih kurang karena mereka para mahasiswa pekerja sulit untuk meminjam dikarenankankeerbatasan waktu mereka bekerja sedangkan apabila meminjam pada malm hari/ sesudah kuliahperpustakann tersebut sudah tutup.
  11. 11. 11 Adapun ungkapan dari kepala perpustakaan beserta staf-stafnya yang sudahdiwawancarai tentang kondisi perpustakaan pada saat ini, beberapa mengungkapkan bahwakualitas pelayanan sudah cukup baik namun memang ada beberapa sector yang belum dibenahikarena adabeberapa faktor yang mendasari belum berjalanya program yang sedang dilakukanmengenai perpustakaan dikarena kan berlum selesainyarencana-rencana yang dibuat, namunmenurut kepala perpustakaan sudah menyatkan akan segera melakukan renovasi-renovasi yangsaat ii sedang berjalan adalah renovasi depan gedung perpustakaan itu sendiri, dan renovasi yanglain akan segera dilakukan selain itu untuk masalah penambahan buku pun sudah dilakukannamun ada beberapa pertimbangan dalam penambahan buku tersebut, salahsatunya adalahmanfaat dan intensitas pinjam buku yang masih menjadi pertimbangan karena apabilapenambahan buku baru tersebut masih sedikit peminjammnya maka tidak akan ditambah lagi(ujar kepala perpustakaan pada tanggal 26 Desember 2012 di perpustakaan univerista SultanAgeng Tirtayasa). Adapun hasil wawancara dari staf / kasir peminjaman buku, beliau mengungkapkansudah merasa melayani para mahasiswa dan siswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa denganbaik, namun terkadang keterbatasan fisik dan waktu membuat mereka merasa kelelahan yangmenimbulkan pemberian pelayanan sedikit menurun, namun saya tetap bekerja secaraprofessional ( Wawancara Staff Perpustakaan Sultan Ageng Tirtayasa pada tanggal 26Desember 2012) Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat diartikan bahwa perpustakaan UniversitasSultan Ageng Tirtayasa sudah menjalankan sebagi mana yang sudah tertulis dari berbagaisumber teori terkait dengan pelayanan public maupun perpustakaan yuang sudah ada contohnyaDalam skala umum fungsi dari perpustakaan ada 6 yaitu: Fungsi Informasi, Fungsi Pendidikan,Fungsi Kebudayaan, Fungsi Rekreasi, Fungsi Penelitian, Fungsi Deposit Kebudayaan, FungsiRekreasi, Fungsi Penelitian, Fungsi Deposit. 4.4.2. Permasalahan Dalam Kualitas Pelayanan Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Dibalik berbagai aktivitas kegiatan mengenai perpustakaan, dari segi pelayanan 3 darimahasiswa/I mengatakan bahwa terdapat beberapa kualitas pelayanan yang kurang baik yaitu
  12. 12. 12bentuk catalogue buku yang tidak tertata dengan baik yang menyebabkan sulitnya pecarian buku-buku yang dicari, ruangan yang sedikit tidak mendukung diantaranya kodisi ruangan yangterkadang panans dikarenakan alat pendingin yang kurang mendapatkan perhatian ekstra yangmenyebabkan ruangan menjadi panas, menurut mahasiswa yang sudah saya wawancaraidiantara nya adalah mahasiswa pekerja yang manan dalam kualitas pelayanan perpustakaaan ini,mereka mengeluhkan kurang nya rentang waktu yang diberikan dalam hal peminjaman bukumasih kurang karena mereka para mahasiswa pekerja sulit untuk meminjam dikarenankankeerbatasan waktu mereka bekerja sedangkan apabila meminjam pada malm hari/ sesudah kuliahperpustakann tersebut sudah tutup. Upaya yang sudah dilakukan sebenarnya perpustakaan ini sudah melakukan berbagaiupaya dalah hal memberikan pelayanan perpustakaan contohnya saja penambahan jam pinjamyang semula sampai dengan jam enam sore namun kini sudah ditambah menjadi jam Sembilanmalam, selanjutnya penambahan buku sudah dilakukan namun belum sebnyak buku-bukuterdahulu karena melihat intensitas pinjam buku yang masih dipertimbangkan, selain itu masalahcatalogue memang belum sepenuhnya di perbaharui dikarenankan terdapat rencana pembaharuanposisi-posisi rak yang belum selesai, dalam masalah sosialisai sebenarnnya sudah dilakukanketika mashasiswa dan siswi memasuki perguruan tinggi Universitas Sultan Agneg Tirtayasdengan cara sosialisasi diantara nya pembuatan kartu perpustakaan Universitas Sultan AgengTirtayasa. Kartu Perpustakaan Sultan Ageng Tirtayasa merupakan suatu ID yang berfungsisebagai alat pinjaman buku yang dipegang oleh pemilik kartu tersebut. Dalam wawancara terdapat mahasiswa yang mengatakan “ Sebenarnya PelayananPerpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Sudah Baik namun ada beberapa hal yangmenjadi permasalahan , Ruangan yang kecil membuat saya susah dalam bergerak, terus masalahbuku sudah lengkap, namun jumlahnya sedikit, yang mana apabila ada tugas dari dosen kita tidakbisa meminjam buku yang disarankan tersebut msalah waktu peminjaman sudah cukup, sayasetuju dengan denda keterlambatan buku “ ( wawancara pada tanggal 7 Desember 2012berlokasi didepan fusda info, Informan : Anwar Musyadat, Beliau selaku mahasiswa yang aktifdalam peminjaman buku) Hal lain diungkapkan oleh sodari Mia Amelia beliau merupakan Mahasiswa Aktif dalambekerja dan juga kuliah, dengan pernyataan beliau yaitu:
  13. 13. 13 “ Pelayanan yang kurang maksimal terutama terkait petugas perpustakaan yang tidakramah, kurang memiliki sikap yang baik dalam melakukan pelayanan tersebut , terlebih jika sorehari, ketentuan untuk jam buka ataupun tutupnya tidak konsisten. Kemudian masalahpenempatan buku, masih banyak buku yang ditempatkan pada kategori yang kurang tepatdengan tema/ judul buku tersebut. Kalau untuk jangka waktu peminjaman saya rasa sudah cukupsesuai, dan saya setuju mengenai denda keterlambatan pengembalian buku, karena itumerupakan sanksi yang dilakukan untuk menjaga serta meminimalisir buku yang lewat masapinjam/ hilang. Saran saya, Dari pegawai/ karyawan perpustakaan yang perlu diberikan arahanmengenai pelayanan yang baik. Dari kataogisasi buku yang dalam penyimpanan /penempatannya dibiasakan untuk sesuai pada tempatnya sehingga tidak ada buku yang salahmenyimpan . Menambah buku2 baru yang ditawarkan kepada mahasiswa agar ilmu yangdidapat dapat diperbaharui kembali. (wawancara pada tanggal 14 Desember 2012 Ruang KelasGedung D Informan : Mia Amelia, Belia Selaku Mahasiswi aktif bekerja dan kuliah diUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa Tirtayasa dan cukup sering dalam hal meminjam buku ) Dari hasil wawancara kedua informan, bahwa mereka ,masih belum merasakanpelayanan, yang baik karene berbagai alasan yang sudah diuraikan sebelumnya dimanakurangnya keramahan, buku-buku yang tersedia masih belum cukup, penyimpanan buku yangtidak rapih, namun hasil wawancara menunjukan kesetuan mereka tentang denda ataupunrentang peminjman yang sudah cukup. Berdasarkan hasil observasi peneliti memang berdasarkan fakta dilapangan bahwa dalamalokasi dana pinjaman PNPM Mandiri Perdesaan di desa gunungkencana memang belum tepatsasaran dan sesuai dengan prioritas utama program yaitu mengutamakan masyarakat miskinsehingga mereka mampu untuk berpartisipasi dalam program, namun pada kenyataanya sebagianbesar penerima dana SPP adalah mereka yang memang telah dianggap mampu bahkan merekayang sudah sejahtera bahkan ada sebagian masyarakat yang menerima pinjaman dana padahalbeliau adalah para istri dari pegawai negri sipil yang dianggap telah mapan dan memilikikekayaan yang berlimpah yang terdapat di Desa Gunungkencana. Selain itu terdapat beberapa anggota kelompok yang menerima bantuan akan tetapimereka tidak memiliki usaha, dan bantuan tersebut digunakan hanya untuk kebutuhan sehari-hari
  14. 14. 14saja dengan alasan bahwa dana Simpan Pinjam Perempuan belum mampu mencukupi modalyang digunakan dan dengan alasan bahwa mereka bingung harus membuka usaha apa,Permasalahan ini pun merupakan sebagai bentuk dari kesalahan dalam penggunaan dana SimpanPinjam Perempuan. Selain itu permasalahan yang ada yakni, pengembangan usaha yang kurangmaksimal karena tidak adanya pelatihan yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan danketerampilan dari para petugas PNPM. Hal ini pun dipertegas dengan pernyataan Bapak Haerudin, beliau adalah mantan ketuatim ferivikasi kecamatan Gunungkencana tahun 2010-2011 yang mengungkapkan permasalahanyang terkait dengan penyaluran dana SPP, ia mengemukakan bahwa “Dalam penyaluran dana SPP memang belum tepat sasaran sesuai dengan prosedur dan persyaratan kriteria si penerima. yaitu dengan syarat miskin tapi produktif, mereka yang memiliki usaha namun kekurangan modal, adanya usaha kecil yang bisa di kembangkan, dan dana tidak diperuntukan untuk kegiatan konsumtif namun dalam realisasinya memang amat berbeda” (Hasil wawancara pada tanggal 10 Desember pukul 19.00 bertempat di kediaman bapak Haerudin) Menanggapi hal tersebut, saya sebagai peneliti menambah rasa penasaran dankeingintahuan saya mengenai bagaimana pemetaan yang dilakukan oleh pelaku dan petugasPNPM di desa mengenai kriteria Rumah Tangga Miskin sebagai prosedur dalam rangkaimpelentasi agar dalam pengalokasian dana sesuai dengan menilai dari berbagai kriteria tersebutsehingga lebih tepat sasaran bagi sipenerima. Dalam hal ini Bapak Ade selaku ketua Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa, beliaumengungkapkan bahwa: “ Data RTM tersebut dahulu sudah pernah dibuat karena sebenernya data tersebut adalah tugas desa walaupun mungkin dalam pendataanya masih kurang baik, nah desa yang memiliki kewajiban untuk mendatanya, adapun untuk realisasinya saya tidak menamfik dan saya jujur bahwa data pemetaan RTM memang tidak berfungsi dengan baik dan tepat sehingga memang program belum sepenuhnya dirasakan masyarakat bawah”.(Hasil wawancara pada tanggal 3 Desember pukul 20.00 bertempat di kediaman bapak Ade)
  15. 15. 15 Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa memang dalam melakukan pemetaan kriteriarumah tangga miskin di desa gunungkencana memang belum optimal dan maksimal dalam hasilyang dicapai dengan adanya pemetaan tersebut, padahal disisi lain pemetaan kriteria rumahtangga miskin tersebut ditujuan agar adanya evaluasi dan penilaian untuk menentukan prioritasyang akan dijadikan sasaran dalam program dengan menimbang dari berabgai kriteria tersebut. Dalam hal ini menanggapi permasalahan alokasi dana yang tidak sesuai dengan prioritasrumah tangga miskin, menjadi suatu tugas dan pertanggungjawaban PJOK (Penanggung JawabOperasional Kegiatan) dalam hal ini ia menanggapi permasalahan tersebut sebagai berikut: “ Dalam hal ini Teknis pengelola kegiatan desa yang mendata dan mengusulkan mengenai siapa saja orang-orang yang akan mendapatkan dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP), kami hanya menerima laporan saja berdasarkan data dari Unit Pengelola kegiatan jika dikatakan tepat sasaran memang belum” ( Hasil wawancara dengan Penanggung Jawab Operasional Kegiatan Kecamatan Gunungkencana, pada tanggal 3 Desember 2012, berlokasi di Aula Kecamatan Gunungkencana). Dalam hal ini ketua tim verifikasi pun memberikan opininya terkait dengan adanyapermasalahan tersebut, beliau mengemukakan dalam wawancara yang dilakukan oleh penelitisebagai berikut: “ Menanggapi adanya ketidaksesuaian dalam alokasi dana untuk prioritas RTM tersebutmemang itu menjadi hal yang sudah biasa dikarenakan sudah menjadi tradisi dimanapun bahwamayoritas yang sudah mapan pun jika ada bantuan dari pemerintah mereka seolah-olah tidakmampu karena menginginkan dana tersebut. Adapun terkait masalah pinjaman SPP saya selakutim ferivikasi telah melakukan penilaian terhadap kelayakan sipeminjam, terkait masalahalokasinya itu mah TPK dan UPK yang harusnya lebih jeli.(Hasil wawancara denganPenanggung Jawab Operasional Kegiatan Kecamatan Gunungkencana, pada tanggal 3Desember 2012 pukul 11.00 WIB, berlokasi di Aula Kecamatan Gunungkencana). Dari hasil wawancara dengan PJOK (Penanggung Jawab Operasional Kegiatan) dan timferivikasi tersebut dapat tergambarkan bahwa memang dalam implemntasi program PNPM inidalam peran dan tugas dengan pelaksanaannya kurang baik dari tim teknis pengelola kegiatan,Unit pengelola kegiatan maupun dari unit pengelola kegiatan dan berbagai kepentingan yang
  16. 16. 16terkait, karena berdasarkan observasi peneliti dilapangan mengidentifikasi bahwa para pelakubaik dari tingkat desa dan kecamatan sebenernya telah mengetahui akan permasalahan ini. Untuk mengkonfirmasi permasalahan tersebut peneliti melakukan observasi danwawancara kepada Unit Pengelola Kegiatan dimana UPK ini sebagai unit pengelola dalamoperasional pelaksanaan kegiatan antar desa yang dimana seluruh kegiatan PNPM desadikoordinir dan dievaluasi pelaksanaannya oleh UPK (Unit Pengelola Kegiatan). Dalam hal inipeneliti meminta konfirmasi mengenai permasalahan yang terkait dengan alokasi dana SPP yangtidak tepat sasaran. Dalam hal ini bapak Asep beliau sebagai ketua Fasilitator Kecamatan, iamengemukakan bahwa “Alokasi memang belum tepat sasaran bahkan jauh dari sasaran, namun ini lah kekurangan manajemen di Kecamatan gunungkencana khususnya di desa Gunungkencana, adapun menanggapi permasalahan tersebut memang kami akui sulit dan memang dilematis dalam menentukan orang-orang yang berhak mendapatkan dana tersebut, karena jika memilih orang-orang yang benar benar masuk kriteria rumah tangga miskin kami juga ketakutan akan mengalami keterlambatan atau kemacetan dalam pembayaran SPP sehingga berakibat pada terhambatanya pencairan dana fisik dan ketakutan tidak diikutsertakan kembali dalam tahap pencairan dana berikutnya, sebenarnya ini memang jauh dari PTO”. (Hasil Wawancara Pada Tanggal 3 Desember 2012, pukul 19.00 berlokasi di Kantor Unit Pelaksana Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Gunungkencana.) Dalam hal ini juga diperkuat oleh pernyataan ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) yaitubapak Ridwan , beliaupun mengungkapkan dalam hal ini bahwa: “Kami pernah mengalami kemacetan dalam dana SPP hingga dibawah 60% dan mendapatkan tegoran langsung dari fasilitator kabupaten Lebak dan dikenakan sangsi penundaan dana untuk pencairan fisik, sehingga hal ini menjadi ketakutan tersendiri bagi kami, maka dengan itu akhirnya kami memilih orang orang yang mampu untuk membayar walaupun mereka memang sebetulnya tidak pantas untuk mendapatkan dana tersebut tapi memangg ga ada pilihan lain ini juga demi kelancaran pembangunan fisik dan dana
  17. 17. 17 berikutnya” ( Hasil wawancara pada tanggal 19 November 2012 pada pukul 10.00 WIB yang berlokasi di Kantor UPK Kecamatan Gunungkencana) Hal ini pun senada dengan hasil wawancara dengan perwakilan ketua kelompok yaitu IbuLilis dan Ibu Ipur beliau dengan argument yang sama mengemukakan dalam hal ini yaitu “ Tau ko neng sebenernya mah memang sebagian besar orang yang diberikan dana SPP itu orang yang tergolong sudah sejahtera tapi ini jalan menghindari permasalahan keterlambatan pembayaran karena pas perguliran pertama pernah tuh nyampe macet dan akhirnya saya yang sibuk nagih sana sini, akhirnya berdampak juga ke seluruh anggota kelompok SPP, jadi akhirnya kita lebih memilih orang-orang yang mampu membayar tepat waktu yang penting mah lancar lah pembayarannya, biar sayanya juga ga di tegur lagi sama UPK ”. (Hasil wawancara pada tanggal 3 Desember 2012 yang berlokasi dikediaman beliau) Dari berbagai hasil wawancara dengan para narasumber tersebut, dapat disimpulkanbahwa memang dalam alokasi dana Simpan Pinja Perempuan (SPP) Dalam alokasinya daftarpenerima manfaat tidak sesuai dengan prosedur prioritas yang tergolong rumah tangga miskinatau masyarakat yang memiliki usaha kecil karena masih terdapat penerima yang tergolong tidaklayak untuk mendapatkan dana tersebut sehingga dalam realisasinya terkesan tidak tepat sasarandalam pengalokasiannya, hal ini dikarenakan tidak adanya pendataan kriteria penerima programsecara jelas dengan melakukan pemetaan RTM (Rumah Tangga Miskin), karena lemahnyasumber daya manusia petugas pelaksana dan rendahnya skill dan kompetensi masyarakat dalammenanggapi suatu program, dan masih lemahnya manajemen dalam alokasi dana SPP ini 1. Kurangnya sosialisasi dan komunikasi dari para petugas pelaksana PNPM Mandiri Perdesaan
  18. 18. 18 DAFTAR PUSTAKAProf. Dr. J. Mulung lexy, M.A. “Metodologi Penelitian Kualititatif”. Bandung. PT. RemajaRosdakaryaDrs. H . Sujardi, M.Si., Pengembangan Kinerja Pelayanan Publik. Bandung, PT. Refika Aditama

×