SlideShare a Scribd company logo

BNSP Modul Pelatihan Asesor Kompetensi f 18 mar 0924

U
UFDK

Modul ini membahas pelatihan untuk menjadi asesor kompetensi yang meliputi tahapan merencanakan asesmen, melaksanakan asesmen, dan memberikan kontribusi dalam validasi asesmen sesuai standar kompetensi. Modul ini diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman pelatihan baik secara formal maupun mandiri.

1 of 169
Download to read offline
MODUL PELATIHAN
ASESOR KOMPETENSI
Disusun berdasarkan SKKNI, Sistem Pelatihan Kerja Nasional (SISLATKERNAS) dan Sistem
Nasional Sertifikasi Profesi dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia serta ASEAN Guiding
Principles for Quality Assurance and Recognition of Certification System.
2019
MODUL PELATIHAN
ASESOR KOMPETENSI
Program Peningkatan Kompetensi Tenaga dan Produktivitas
Gedung BNSP
Jl. MT. Haryono, Kav 52
Jakarta Selatan, Indonesia
Telepon: (021) 7992685
Facsimile: (021) 7992321
Penulis: Ir. Surono MPhil
© BNSP 2015
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang. Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
tanpa izin tertulis dari penerbit.
Buku ini diproduksi oleh BNSP
i
2019
KATA PENGANTAR
Dalam rangka meningkatkan daya saing dan produktivitas tenaga kerja Indonesia di
pasar kerja global maka diperlukan tenaga kerja yang kompeten. Untuk memperoleh
tenaga kerja yang kompeten dilakukan uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi
Profesi yang sudah memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Uji
kompetensi dilakukan oleh asesor kompetensi yang sudah memiliki sertifikat
kompetensi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Dengan
demikian maka Asesor kompetensi memegang peranan yang sangat penting dalam
menjamin mutu pelaksanaan uji kompetensi dan merupakan bagian dari sistem
sertifikasi kompetensi kerja
Untuk mencetak asesor kompetensi yang dapat menjamin mutu diperlukan pelatihan
dan asesmen berbasis kompetensi untuk mendapatkan hasil yang sesuai standar
kompetensi.
Pembuktian dari hasil asesmen menjadi salah satu jaminan mutu bahwa proses
asesmen atau uji kompetensi yang dilakukan oleh PTUK BNSP maupun suatu LSP
telah memenuhi kriteria dan standar yang ditetapkan.
Dalam rangka memperkuat sistem sertifikasi kompetensi kerja tersebut, BNSP
menerbitkan modul pelatihan berbasis kompetensi asesor kompetensi yang
digunakan sebagai pedoman pelatihan dan sertifikasi kompetensi kerja agar terukur
dan terstandar.
Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tgl : Maret 2019
Ketua
Badan Nasional sertifikasi Profesi
Kunjung Masehat, SH. MM
ii
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
A. PENDAHULUAN
B. PROGRAM PELATIHAN
C. MAHAMAMI DAN INTERNALISASI ASESMEN BERBASIS KOMPETENSI
1. Asesmen Berbasis Kompetensi
2. Skema / Standar Sertifikasi
3. Standar Kompetensi
4. Sistem Nasional Sertifikasi Profesi
5. Harmonisasi Sistem Sertifikasi Profesi Internasional.
6. Internasasi Penerapan Standar pada Industri, Lemdiklat dan Sertifikasi
D. MERENCANAKAN AKTIVITAS DAN PROSES ASESMEN
1. Menentukan pendekatan asesmen
2. Mempersiapkan rencana asesmen
3. Identifikasi persyaratan modifikasi dan Kontekstualisasi
4. Mengembangkan Materi Uji Kompetensi/ Instrumen asesmen
E. MELAKSANAKAN ASESMEN
1. Menetapkan dan memelihara lingkungan asesmen
2. Mengumpulkan bukti yang berkualitas
3. Mendukung asesi
4. Membuat keputusan asesmen
5. Merekam dan melaporkan keputusan asesmen
6. Meninjau proses asesmen
F. MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM VALIDASI ASESMEN
1. Menyiapkan proses validasi
2. Memberikan kontribusi dalam proses validasi
3. Memberikan kontribusi untuk hasil validasi
LAMPIRAN
1. Formulir Merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen
2. Formulir Melaksanakan Asesmen
3. Formulir Memberikan Kontribusi Dalam Validasi Asesmen
4. Dokumen Standar Kompetensi Asesor Kompetesi
5. Formulir Pendaftaran/Aplikasi Asesor Kompetensi
DAFTAR ISI
iii
ii
iii
1
3
8
11
15
16
20
21
28
30
33
38
41
42
62
67
71
72
73
73
74
77
81
83
84
86
87
100
105
108
161
A. PENDAHULUAN
5 Modul ini merupakan perangkat pelatihan yang dapat digunakan oleh para instruktur maupun para
peserta baik dalam pelatihan formal maupun belajar mandiri, untuk membantu menjadi kompeten untuk
menjadi asesor yang kompeten dan profesional.
5 Modul ini disusun secara khusus dengan pengembangan percepatan pengembangan asesor
kompetensi untuk pengembangan tenaga kerja dengan metode instruksi pelatihan berbasis
komnpetensi (Competency based training=CBT) dan asesmen berbasis kompetensi (Competency
based assessment = CBA). CBT dan CBA ini merupakan model yang dipilih oleh Indonesia dan ASEAN
(Association of South-East Asian Nations) sebagai model untuk melatih tenaga kerja pada Negara-
negara anggota ASEAN.
5 Apa itu CBT dan CBA system dan mengapa ASEAN mengadopsinya?
a. CBT adalah model pelatihan yang berkonsentrasi pada apa yang dapat dilakukan oleh tenaga
kerja atau yang dipersyaratkan oleh tempat kerja. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk
membantu peserta pelatihan untuk melakukan pekerjaan dan tugas sesuai standar yang
dipersyaratkan tempet kerja. CBT berusaha mengembangkan ketrampilan, pengetahuan dan
sikap kerja (atau mengakui ketika peserta sudah memiikinya) untuk mencapai persyaratan standar
kompetensi. ASEAN telah mengadopsi CBT/CBA training system untuk menghasilkan tenaga
kerja yang diinginkan industri, sehingga akan meningkatkan peluang peserta pelatihan
mendapatkan pekerjaan.
b. CBA mencakupi pengumpulan bukti dan membuat keputusan sejauhmana seorang pekerja dapat
mendemonstrasikan pekerjaannya sesuai standar kompetensi. Ketika trainee sudah dapat
mendemonstrasikan kompetensinya, baik dari hasil pelatihan ataupun pengalaman ditempat kerja,
maka dapat diberi pengakuan atas pencapaiannya baik melaui RPL untuk mengikuti jenjang
pelatihan berikutnya atau RCC untuk mendapatkan sertifikat kompetensi.
5 Apa itu Standar Kompetensi?
a. Standar kompetesi mendeskripsikan ketrampilan, pengetahuan yang dipersyaratkan untuk
melakukan suatu tugas atau aktivitas pada tingkat yang dipersyaratkan oleh standar.
b. Terdapat beberapa standar kompetensi, yakni: SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia), Standar Kompetensi Internasional, dan Standar Kompetensi Khusus.
c. Pada modul ini, karena belum tersedia standar kompetensimemetakan dan mengembangkan
skema sertifikasi, maka dikembangkan unit kompetensi memetakan dan mengembangkan skema
sertifikasi dengan konteks Kualifikasi dan Okupasi dalam rangka menghadapi Masyarakat
Ekonomi ASEAN, yang disusun sesuai dengan kerangka pengembangan standar kompetensi.
d. Pada modul akan ditampilkan seluruh komponen standar kompetensi yang mencakupi:
• Judul Unit: merupakan bentuk pernyataan terhadap tugas atau pekerjaan yang akan
dilakukan. Judul unit kompetensi harus menggunakan kalimat aktif yang diawali dengan kata
kerja aktif atau performatif yang terukur.
• Deskripsi Unit: Berisi deskripsi tentang lingkup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja
yang diperlukan untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu secara kompeten, dalam
kaitannya dengan unit kompetensi. Dalam deskripsi, dapat pula disebutkan keterkaitan unit
kompetensi ini dengan unit kompetensi lain yang memiliki kaitan erat.
• Elemen: Berisi deskripsi tentang langkah-langkah kegiatan yang harus dilakukan dalam
melaksanakan unit kompetensi. Kegiatan dimaksud biasanya disusun dengan mengacu pada
proses pelaksanaan unit kompetensi, yang dibuat dalam kata kerja aktif atau performatif.
1
• Kriteria Unjuk Kerja: Berisi deskripsi tentang kriteria unjuk kerja yang menggambarkan
kinerja yang harus dicapai pada setiap elemen kompetensi. Kriteria unjuk kerja dirumuskan
secara kualitatif dan/atau kuantitatif, dalam rumusan hasil pelaksanaan pekerjaan yang
terukur, yang dibuat dalam kata kerja pasif.
• Batasan variabel: Berisi deskripsi tentang konteks pelaksanaan pekerjaan, yang berupa
lingkungan kerja, peralatan dan perlengkapan kerja yang digunakan, norma dan standar,
rentang pernyataan (range of statement) yang harus diacu, serta peraturan dan ketentuan
terkait yang harus diikuti.
• Panduan Penilaian: Berisi deskripsi tentang berbagai kondisi atau keadaan yang dapat
dipergunakan sebagai panduan dalam asesmen kompetensi. Diantaranya deskripsi tentang
konteks penilaian, persyaratan kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya (bila diperlukan),
pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai, sikap kerja yang harus ditampilkan,
serta aspek kritis yang menentukan keberhasilan pelaksanaan pekerjaan.
5 Dalam modul ini akan diberikan gambaran umum tentang unit kompetensi ini, tujuan dan standar
kompetensi. Dalam modul ini pada setiap elemen dilakukan latihan untuk mendemonstrasikan
kompetensinya melakukan tahap-tahap pekerjaan, sehingga diakhir elemen, peserta sudah mampu
mendemonstrasikan seluruh tahapan kerja sesuai persyaratan kriteria unjuk kerja. Selanjutnya
dilakukan asesmen mandiri secara terstruktur untuk memastikan secara mandiri bahwa peserta telah
kompeten. Bila belum kompeten maka perlu re-training.
5 Bagi para peserta bimbingan teknis, ingat bahwa fasilitator anda disini membantu cara mencapai
kompetensi anda, sehingga jangan ragu-ragu untuk bertanya hingga anda kompeten.
5 Cara Penilaian Kompetensi
a. Mengkonfirmasi pencapaian Kriteria Unjuk Kerja (KUK) dan kesesuaiannya dengan jenis produk di
tempat kerjanya.
b. Metode asesmen kompetensi sesuai dengan SKKNI (P.85ASM00.001.2 Merencanakan Aktivitas
dan Proses Asesmen, dan P.85ASM00.003.2 Melaksanakan Asesmen).
c. Pernyataan kompeten terhadap asesmen mandiri.
2

Recommended

Materi 5 R (ringkas, rapi,resik,rawat,rajin)
Materi 5 R (ringkas, rapi,resik,rawat,rajin)Materi 5 R (ringkas, rapi,resik,rawat,rajin)
Materi 5 R (ringkas, rapi,resik,rawat,rajin)Al Marson
 
Bahan rapat tinjauan manajemen
Bahan rapat tinjauan manajemen Bahan rapat tinjauan manajemen
Bahan rapat tinjauan manajemen widi wijatmoko
 
ISO 19011:2018 Auditing Guidance - Awareness
ISO 19011:2018 Auditing Guidance - AwarenessISO 19011:2018 Auditing Guidance - Awareness
ISO 19011:2018 Auditing Guidance - AwarenessAli Fuad R
 
Presentasi iso 9001 2015 pendahuluan
Presentasi iso 9001 2015 pendahuluanPresentasi iso 9001 2015 pendahuluan
Presentasi iso 9001 2015 pendahuluanExemplar Solution
 
ISO 19011:2018 Pedoman Audit Sistem Manajemen
ISO 19011:2018 Pedoman Audit Sistem ManajemenISO 19011:2018 Pedoman Audit Sistem Manajemen
ISO 19011:2018 Pedoman Audit Sistem ManajemenAli Fuad R
 
Analisa Kebutuhan Pelatihan
Analisa Kebutuhan PelatihanAnalisa Kebutuhan Pelatihan
Analisa Kebutuhan PelatihanYodhia Antariksa
 
Format penomoran dokumen internal dan eksternal
Format penomoran dokumen internal dan eksternalFormat penomoran dokumen internal dan eksternal
Format penomoran dokumen internal dan eksternalDeny Susanto
 
Rapat Tinjauan Manajemen
Rapat Tinjauan ManajemenRapat Tinjauan Manajemen
Rapat Tinjauan ManajemenTRiP Consultant
 

More Related Content

What's hot

Notulen rapat tinjauan manajemen mutu
Notulen rapat tinjauan manajemen mutuNotulen rapat tinjauan manajemen mutu
Notulen rapat tinjauan manajemen mutuSMKN 3 tenggarong
 
Dr. Dra. Zakiyah, MM - Perkembangan Akreditasi.pdf
Dr. Dra. Zakiyah, MM -  Perkembangan Akreditasi.pdfDr. Dra. Zakiyah, MM -  Perkembangan Akreditasi.pdf
Dr. Dra. Zakiyah, MM - Perkembangan Akreditasi.pdfbikrafaraday
 
Presentation K3 ( PPT Kesehatan Keselamatan Kerja )
Presentation K3 ( PPT Kesehatan Keselamatan Kerja )Presentation K3 ( PPT Kesehatan Keselamatan Kerja )
Presentation K3 ( PPT Kesehatan Keselamatan Kerja )Dzul Fiqri
 
Developing matrix competency
Developing matrix competencyDeveloping matrix competency
Developing matrix competencyP. Dibyagung
 
Internal audit training
Internal audit trainingInternal audit training
Internal audit trainingToyo Gustaman
 
Manual traceability mampu telusur iso 9001 & iso 22000
Manual traceability   mampu telusur iso 9001 & iso 22000Manual traceability   mampu telusur iso 9001 & iso 22000
Manual traceability mampu telusur iso 9001 & iso 22000modern bakries group
 
Pedoman sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
Pedoman sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerjaPedoman sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
Pedoman sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerjaAzha Laramdrawisec
 
Dokumen.tips berita acara-pemusnahan-barang
Dokumen.tips berita acara-pemusnahan-barangDokumen.tips berita acara-pemusnahan-barang
Dokumen.tips berita acara-pemusnahan-barangAP Prasetya
 
Lembar evaluasi pelatihan
Lembar evaluasi pelatihanLembar evaluasi pelatihan
Lembar evaluasi pelatihanYayasan TERANGI
 
power point Alat pelindung diri
power point Alat pelindung diripower point Alat pelindung diri
power point Alat pelindung dirigabrielirfan
 
Presentasi iso 9001 2015 persyaratan klausul 7 dukungan
Presentasi iso 9001 2015 persyaratan klausul 7 dukunganPresentasi iso 9001 2015 persyaratan klausul 7 dukungan
Presentasi iso 9001 2015 persyaratan klausul 7 dukunganExemplar Solution
 
Analisis kebutuhan pelatihan
Analisis kebutuhan pelatihanAnalisis kebutuhan pelatihan
Analisis kebutuhan pelatihanPra Muja
 
ISO 37001:2016 Awareness - Oktober 2020
ISO 37001:2016 Awareness - Oktober 2020ISO 37001:2016 Awareness - Oktober 2020
ISO 37001:2016 Awareness - Oktober 2020Ali Fuad R
 
Contoh Performance appraisal - Penilaian Kinerja Karyawan
Contoh Performance appraisal - Penilaian Kinerja KaryawanContoh Performance appraisal - Penilaian Kinerja Karyawan
Contoh Performance appraisal - Penilaian Kinerja KaryawanYodhia Antariksa
 
proses bisnis ISO 9001:2015
 proses bisnis ISO 9001:2015 proses bisnis ISO 9001:2015
proses bisnis ISO 9001:2015widi wijatmoko
 

What's hot (20)

Notulen rapat tinjauan manajemen mutu
Notulen rapat tinjauan manajemen mutuNotulen rapat tinjauan manajemen mutu
Notulen rapat tinjauan manajemen mutu
 
Dr. Dra. Zakiyah, MM - Perkembangan Akreditasi.pdf
Dr. Dra. Zakiyah, MM -  Perkembangan Akreditasi.pdfDr. Dra. Zakiyah, MM -  Perkembangan Akreditasi.pdf
Dr. Dra. Zakiyah, MM - Perkembangan Akreditasi.pdf
 
Presentation K3 ( PPT Kesehatan Keselamatan Kerja )
Presentation K3 ( PPT Kesehatan Keselamatan Kerja )Presentation K3 ( PPT Kesehatan Keselamatan Kerja )
Presentation K3 ( PPT Kesehatan Keselamatan Kerja )
 
Developing matrix competency
Developing matrix competencyDeveloping matrix competency
Developing matrix competency
 
Evaluasi kinerja (18 1-07)
Evaluasi kinerja (18 1-07)Evaluasi kinerja (18 1-07)
Evaluasi kinerja (18 1-07)
 
Internal audit training
Internal audit trainingInternal audit training
Internal audit training
 
Manual traceability mampu telusur iso 9001 & iso 22000
Manual traceability   mampu telusur iso 9001 & iso 22000Manual traceability   mampu telusur iso 9001 & iso 22000
Manual traceability mampu telusur iso 9001 & iso 22000
 
Pedoman sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
Pedoman sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerjaPedoman sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
Pedoman sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
 
Dokumen.tips berita acara-pemusnahan-barang
Dokumen.tips berita acara-pemusnahan-barangDokumen.tips berita acara-pemusnahan-barang
Dokumen.tips berita acara-pemusnahan-barang
 
Lembar evaluasi pelatihan
Lembar evaluasi pelatihanLembar evaluasi pelatihan
Lembar evaluasi pelatihan
 
power point Alat pelindung diri
power point Alat pelindung diripower point Alat pelindung diri
power point Alat pelindung diri
 
TRAINING OF TRAINERS (TOT)
TRAINING OF TRAINERS (TOT)TRAINING OF TRAINERS (TOT)
TRAINING OF TRAINERS (TOT)
 
Presentasi iso 9001 2015 persyaratan klausul 7 dukungan
Presentasi iso 9001 2015 persyaratan klausul 7 dukunganPresentasi iso 9001 2015 persyaratan klausul 7 dukungan
Presentasi iso 9001 2015 persyaratan klausul 7 dukungan
 
Analisis kebutuhan pelatihan
Analisis kebutuhan pelatihanAnalisis kebutuhan pelatihan
Analisis kebutuhan pelatihan
 
Klausul 8 iso 9001 2015
Klausul 8 iso 9001 2015Klausul 8 iso 9001 2015
Klausul 8 iso 9001 2015
 
ISO 37001:2016 Awareness - Oktober 2020
ISO 37001:2016 Awareness - Oktober 2020ISO 37001:2016 Awareness - Oktober 2020
ISO 37001:2016 Awareness - Oktober 2020
 
Perencanaan pelatihan dan pengembangan
Perencanaan pelatihan dan pengembanganPerencanaan pelatihan dan pengembangan
Perencanaan pelatihan dan pengembangan
 
Sasaran mutu
Sasaran mutuSasaran mutu
Sasaran mutu
 
Contoh Performance appraisal - Penilaian Kinerja Karyawan
Contoh Performance appraisal - Penilaian Kinerja KaryawanContoh Performance appraisal - Penilaian Kinerja Karyawan
Contoh Performance appraisal - Penilaian Kinerja Karyawan
 
proses bisnis ISO 9001:2015
 proses bisnis ISO 9001:2015 proses bisnis ISO 9001:2015
proses bisnis ISO 9001:2015
 

Similar to BNSP Modul Pelatihan Asesor Kompetensi f 18 mar 0924

01. Kebijakan Sistem Sertifikasi Nasional NEW (1).pdf
01. Kebijakan Sistem Sertifikasi Nasional NEW (1).pdf01. Kebijakan Sistem Sertifikasi Nasional NEW (1).pdf
01. Kebijakan Sistem Sertifikasi Nasional NEW (1).pdfIRWANHERYK
 
Buku Kerja Rev Akhir Juli 2020
Buku Kerja Rev Akhir Juli  2020Buku Kerja Rev Akhir Juli  2020
Buku Kerja Rev Akhir Juli 2020UFDK
 
Bab i, ii, iii
Bab i, ii, iiiBab i, ii, iii
Bab i, ii, iiiandirmt71
 
Buku kerja asesor tugas irwandony
Buku kerja asesor tugas irwandonyBuku kerja asesor tugas irwandony
Buku kerja asesor tugas irwandonyIrwan Dony
 
Modul Askom juli rev akhir juli 2020
Modul Askom juli rev akhir juli 2020Modul Askom juli rev akhir juli 2020
Modul Askom juli rev akhir juli 2020UFDK
 
Modul Askom rcc
Modul Askom rccModul Askom rcc
Modul Askom rccUFDK
 
01. BNSP-MODUL AWARENESS 2019.pdf
01. BNSP-MODUL AWARENESS 2019.pdf01. BNSP-MODUL AWARENESS 2019.pdf
01. BNSP-MODUL AWARENESS 2019.pdfrifa tika
 
Contoh Presentasi.pptx
Contoh Presentasi.pptxContoh Presentasi.pptx
Contoh Presentasi.pptxkhamidmubarok
 
LM 02. CBT & CBA. New.pptx
LM 02. CBT & CBA. New.pptxLM 02. CBT & CBA. New.pptx
LM 02. CBT & CBA. New.pptxYukezainers
 
1. MANFAAT UMUM PROGRAM SERTIFIKASI PROFESI - LEVEL 3.ppt
1. MANFAAT UMUM PROGRAM SERTIFIKASI PROFESI - LEVEL 3.ppt1. MANFAAT UMUM PROGRAM SERTIFIKASI PROFESI - LEVEL 3.ppt
1. MANFAAT UMUM PROGRAM SERTIFIKASI PROFESI - LEVEL 3.pptDukakisDewa
 
Logam mesin training 2 (1)
Logam mesin training 2 (1)Logam mesin training 2 (1)
Logam mesin training 2 (1)Eko Supriyadi
 
Kerangka Mutu Pelatihan Indonesia.pdf
Kerangka Mutu Pelatihan Indonesia.pdfKerangka Mutu Pelatihan Indonesia.pdf
Kerangka Mutu Pelatihan Indonesia.pdfCahyoInsanMedika
 
Buku manual mutu spmi
Buku manual mutu spmiBuku manual mutu spmi
Buku manual mutu spmispmi
 
50 011-2-pelatihan cbt otomotif electrical (1)
50 011-2-pelatihan cbt otomotif electrical (1)50 011-2-pelatihan cbt otomotif electrical (1)
50 011-2-pelatihan cbt otomotif electrical (1)Eko Supriyadi
 
Panduan Pelaksanaan Penilaian SLAPB COPTPA_kemaskini 20 April 2021.pdf
Panduan Pelaksanaan Penilaian SLAPB COPTPA_kemaskini 20 April 2021.pdfPanduan Pelaksanaan Penilaian SLAPB COPTPA_kemaskini 20 April 2021.pdf
Panduan Pelaksanaan Penilaian SLAPB COPTPA_kemaskini 20 April 2021.pdfRanjansharmamanidas
 
01. MODUL P.040-2015-Rev02.pdf
01. MODUL P.040-2015-Rev02.pdf01. MODUL P.040-2015-Rev02.pdf
01. MODUL P.040-2015-Rev02.pdfssusera21c35
 

Similar to BNSP Modul Pelatihan Asesor Kompetensi f 18 mar 0924 (20)

PENJELASAN PELATIHAN-MDF.pptx
PENJELASAN PELATIHAN-MDF.pptxPENJELASAN PELATIHAN-MDF.pptx
PENJELASAN PELATIHAN-MDF.pptx
 
01. Kebijakan Sistem Sertifikasi Nasional NEW (1).pdf
01. Kebijakan Sistem Sertifikasi Nasional NEW (1).pdf01. Kebijakan Sistem Sertifikasi Nasional NEW (1).pdf
01. Kebijakan Sistem Sertifikasi Nasional NEW (1).pdf
 
Buku Kerja Rev Akhir Juli 2020
Buku Kerja Rev Akhir Juli  2020Buku Kerja Rev Akhir Juli  2020
Buku Kerja Rev Akhir Juli 2020
 
Bab i, ii, iii
Bab i, ii, iiiBab i, ii, iii
Bab i, ii, iii
 
SKKNI 2015-109.pdf
SKKNI 2015-109.pdfSKKNI 2015-109.pdf
SKKNI 2015-109.pdf
 
Buku kerja asesor tugas irwandony
Buku kerja asesor tugas irwandonyBuku kerja asesor tugas irwandony
Buku kerja asesor tugas irwandony
 
Modul Askom juli rev akhir juli 2020
Modul Askom juli rev akhir juli 2020Modul Askom juli rev akhir juli 2020
Modul Askom juli rev akhir juli 2020
 
Modul Askom rcc
Modul Askom rccModul Askom rcc
Modul Askom rcc
 
01. BNSP-MODUL AWARENESS 2019.pdf
01. BNSP-MODUL AWARENESS 2019.pdf01. BNSP-MODUL AWARENESS 2019.pdf
01. BNSP-MODUL AWARENESS 2019.pdf
 
Contoh Presentasi.pptx
Contoh Presentasi.pptxContoh Presentasi.pptx
Contoh Presentasi.pptx
 
Modul Askom .pdf
Modul Askom .pdfModul Askom .pdf
Modul Askom .pdf
 
LM 02. CBT & CBA. New.pptx
LM 02. CBT & CBA. New.pptxLM 02. CBT & CBA. New.pptx
LM 02. CBT & CBA. New.pptx
 
1. MANFAAT UMUM PROGRAM SERTIFIKASI PROFESI - LEVEL 3.ppt
1. MANFAAT UMUM PROGRAM SERTIFIKASI PROFESI - LEVEL 3.ppt1. MANFAAT UMUM PROGRAM SERTIFIKASI PROFESI - LEVEL 3.ppt
1. MANFAAT UMUM PROGRAM SERTIFIKASI PROFESI - LEVEL 3.ppt
 
Logam mesin training 2 (1)
Logam mesin training 2 (1)Logam mesin training 2 (1)
Logam mesin training 2 (1)
 
Kerangka Mutu Pelatihan Indonesia.pdf
Kerangka Mutu Pelatihan Indonesia.pdfKerangka Mutu Pelatihan Indonesia.pdf
Kerangka Mutu Pelatihan Indonesia.pdf
 
01 modul-mma-2015
01 modul-mma-201501 modul-mma-2015
01 modul-mma-2015
 
Buku manual mutu spmi
Buku manual mutu spmiBuku manual mutu spmi
Buku manual mutu spmi
 
50 011-2-pelatihan cbt otomotif electrical (1)
50 011-2-pelatihan cbt otomotif electrical (1)50 011-2-pelatihan cbt otomotif electrical (1)
50 011-2-pelatihan cbt otomotif electrical (1)
 
Panduan Pelaksanaan Penilaian SLAPB COPTPA_kemaskini 20 April 2021.pdf
Panduan Pelaksanaan Penilaian SLAPB COPTPA_kemaskini 20 April 2021.pdfPanduan Pelaksanaan Penilaian SLAPB COPTPA_kemaskini 20 April 2021.pdf
Panduan Pelaksanaan Penilaian SLAPB COPTPA_kemaskini 20 April 2021.pdf
 
01. MODUL P.040-2015-Rev02.pdf
01. MODUL P.040-2015-Rev02.pdf01. MODUL P.040-2015-Rev02.pdf
01. MODUL P.040-2015-Rev02.pdf
 

More from UFDK

Kajian Lethal Ovitrap Abstrak
Kajian Lethal Ovitrap AbstrakKajian Lethal Ovitrap Abstrak
Kajian Lethal Ovitrap AbstrakUFDK
 
Atlas Vektor Penyakit
Atlas Vektor PenyakitAtlas Vektor Penyakit
Atlas Vektor PenyakitUFDK
 
Buku Panduan Pengawasan dan Penegakan Hukum Dalam Pencemaran Lingkungan
Buku Panduan Pengawasan dan Penegakan Hukum Dalam Pencemaran LingkunganBuku Panduan Pengawasan dan Penegakan Hukum Dalam Pencemaran Lingkungan
Buku Panduan Pengawasan dan Penegakan Hukum Dalam Pencemaran LingkunganUFDK
 
PMK no. 7 Tahun 2019_Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
PMK no. 7 Tahun 2019_Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah SakitPMK no. 7 Tahun 2019_Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
PMK no. 7 Tahun 2019_Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah SakitUFDK
 
PMK no.75_Tahun 2014 Tentang Puskesmas
PMK no.75_Tahun 2014 Tentang PuskesmasPMK no.75_Tahun 2014 Tentang Puskesmas
PMK no.75_Tahun 2014 Tentang PuskesmasUFDK
 
PMK no. 70_Tentang Standar Kesehatan Lingkungan Kerja Industri
PMK no. 70_Tentang Standar Kesehatan Lingkungan Kerja IndustriPMK no. 70_Tentang Standar Kesehatan Lingkungan Kerja Industri
PMK no. 70_Tentang Standar Kesehatan Lingkungan Kerja IndustriUFDK
 
PMK no.50_Tentang Standar Baku Mutu Kesling dan Persyaratan Kesehatan Vektor
PMK no.50_Tentang Standar Baku Mutu Kesling dan Persyaratan Kesehatan VektorPMK no.50_Tentang Standar Baku Mutu Kesling dan Persyaratan Kesehatan Vektor
PMK no.50_Tentang Standar Baku Mutu Kesling dan Persyaratan Kesehatan VektorUFDK
 
PMK no.32 Tentang Pekerjaan Tenaga Sanitarian
PMK no.32 Tentang Pekerjaan Tenaga SanitarianPMK no.32 Tentang Pekerjaan Tenaga Sanitarian
PMK no.32 Tentang Pekerjaan Tenaga SanitarianUFDK
 
PMK no.82 Tahun_2014 Penanggulangan Penyakit Menular
PMK no.82 Tahun_2014 Penanggulangan Penyakit MenularPMK no.82 Tahun_2014 Penanggulangan Penyakit Menular
PMK no.82 Tahun_2014 Penanggulangan Penyakit MenularUFDK
 
PMK no.1096 Tentang Hygiene Sanitasi Jasaboga
PMK no.1096 Tentang Hygiene Sanitasi JasabogaPMK no.1096 Tentang Hygiene Sanitasi Jasaboga
PMK no.1096 Tentang Hygiene Sanitasi JasabogaUFDK
 
PMK no. 492 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum
PMK no. 492 Tentang Persyaratan Kualitas Air MinumPMK no. 492 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum
PMK no. 492 Tentang Persyaratan Kualitas Air MinumUFDK
 
PMK no. 374 Tentang Pengendalian Vektor
PMK no. 374 Tentang Pengendalian VektorPMK no. 374 Tentang Pengendalian Vektor
PMK no. 374 Tentang Pengendalian VektorUFDK
 
Pmk no. 43 ttg Higiene Sanitasi Depot Air Minum
Pmk no. 43 ttg Higiene Sanitasi Depot Air MinumPmk no. 43 ttg Higiene Sanitasi Depot Air Minum
Pmk no. 43 ttg Higiene Sanitasi Depot Air MinumUFDK
 
Permenkes no. 13_2015_Tentang Pelayanan Kesling Puskemas
Permenkes no. 13_2015_Tentang Pelayanan Kesling PuskemasPermenkes no. 13_2015_Tentang Pelayanan Kesling Puskemas
Permenkes no. 13_2015_Tentang Pelayanan Kesling PuskemasUFDK
 
Per menkes 416 th 1990_ Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air
Per menkes 416 th 1990_ Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas AirPer menkes 416 th 1990_ Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air
Per menkes 416 th 1990_ Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas AirUFDK
 
Permenkes 32 tahun 2013 Penyelenggaraan Sanitarian
Permenkes 32 tahun 2013 Penyelenggaraan SanitarianPermenkes 32 tahun 2013 Penyelenggaraan Sanitarian
Permenkes 32 tahun 2013 Penyelenggaraan SanitarianUFDK
 
Penyuluhan Masalah Keputihan dan Solusinya
Penyuluhan Masalah Keputihan dan SolusinyaPenyuluhan Masalah Keputihan dan Solusinya
Penyuluhan Masalah Keputihan dan SolusinyaUFDK
 
Penanggulangan kejadian luar biasa penyakit
Penanggulangan kejadian luar biasa penyakitPenanggulangan kejadian luar biasa penyakit
Penanggulangan kejadian luar biasa penyakitUFDK
 
Teknik pengolahan dan penyajian data
Teknik pengolahan dan penyajian dataTeknik pengolahan dan penyajian data
Teknik pengolahan dan penyajian dataUFDK
 
Populasi
PopulasiPopulasi
PopulasiUFDK
 

More from UFDK (20)

Kajian Lethal Ovitrap Abstrak
Kajian Lethal Ovitrap AbstrakKajian Lethal Ovitrap Abstrak
Kajian Lethal Ovitrap Abstrak
 
Atlas Vektor Penyakit
Atlas Vektor PenyakitAtlas Vektor Penyakit
Atlas Vektor Penyakit
 
Buku Panduan Pengawasan dan Penegakan Hukum Dalam Pencemaran Lingkungan
Buku Panduan Pengawasan dan Penegakan Hukum Dalam Pencemaran LingkunganBuku Panduan Pengawasan dan Penegakan Hukum Dalam Pencemaran Lingkungan
Buku Panduan Pengawasan dan Penegakan Hukum Dalam Pencemaran Lingkungan
 
PMK no. 7 Tahun 2019_Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
PMK no. 7 Tahun 2019_Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah SakitPMK no. 7 Tahun 2019_Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
PMK no. 7 Tahun 2019_Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
 
PMK no.75_Tahun 2014 Tentang Puskesmas
PMK no.75_Tahun 2014 Tentang PuskesmasPMK no.75_Tahun 2014 Tentang Puskesmas
PMK no.75_Tahun 2014 Tentang Puskesmas
 
PMK no. 70_Tentang Standar Kesehatan Lingkungan Kerja Industri
PMK no. 70_Tentang Standar Kesehatan Lingkungan Kerja IndustriPMK no. 70_Tentang Standar Kesehatan Lingkungan Kerja Industri
PMK no. 70_Tentang Standar Kesehatan Lingkungan Kerja Industri
 
PMK no.50_Tentang Standar Baku Mutu Kesling dan Persyaratan Kesehatan Vektor
PMK no.50_Tentang Standar Baku Mutu Kesling dan Persyaratan Kesehatan VektorPMK no.50_Tentang Standar Baku Mutu Kesling dan Persyaratan Kesehatan Vektor
PMK no.50_Tentang Standar Baku Mutu Kesling dan Persyaratan Kesehatan Vektor
 
PMK no.32 Tentang Pekerjaan Tenaga Sanitarian
PMK no.32 Tentang Pekerjaan Tenaga SanitarianPMK no.32 Tentang Pekerjaan Tenaga Sanitarian
PMK no.32 Tentang Pekerjaan Tenaga Sanitarian
 
PMK no.82 Tahun_2014 Penanggulangan Penyakit Menular
PMK no.82 Tahun_2014 Penanggulangan Penyakit MenularPMK no.82 Tahun_2014 Penanggulangan Penyakit Menular
PMK no.82 Tahun_2014 Penanggulangan Penyakit Menular
 
PMK no.1096 Tentang Hygiene Sanitasi Jasaboga
PMK no.1096 Tentang Hygiene Sanitasi JasabogaPMK no.1096 Tentang Hygiene Sanitasi Jasaboga
PMK no.1096 Tentang Hygiene Sanitasi Jasaboga
 
PMK no. 492 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum
PMK no. 492 Tentang Persyaratan Kualitas Air MinumPMK no. 492 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum
PMK no. 492 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum
 
PMK no. 374 Tentang Pengendalian Vektor
PMK no. 374 Tentang Pengendalian VektorPMK no. 374 Tentang Pengendalian Vektor
PMK no. 374 Tentang Pengendalian Vektor
 
Pmk no. 43 ttg Higiene Sanitasi Depot Air Minum
Pmk no. 43 ttg Higiene Sanitasi Depot Air MinumPmk no. 43 ttg Higiene Sanitasi Depot Air Minum
Pmk no. 43 ttg Higiene Sanitasi Depot Air Minum
 
Permenkes no. 13_2015_Tentang Pelayanan Kesling Puskemas
Permenkes no. 13_2015_Tentang Pelayanan Kesling PuskemasPermenkes no. 13_2015_Tentang Pelayanan Kesling Puskemas
Permenkes no. 13_2015_Tentang Pelayanan Kesling Puskemas
 
Per menkes 416 th 1990_ Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air
Per menkes 416 th 1990_ Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas AirPer menkes 416 th 1990_ Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air
Per menkes 416 th 1990_ Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air
 
Permenkes 32 tahun 2013 Penyelenggaraan Sanitarian
Permenkes 32 tahun 2013 Penyelenggaraan SanitarianPermenkes 32 tahun 2013 Penyelenggaraan Sanitarian
Permenkes 32 tahun 2013 Penyelenggaraan Sanitarian
 
Penyuluhan Masalah Keputihan dan Solusinya
Penyuluhan Masalah Keputihan dan SolusinyaPenyuluhan Masalah Keputihan dan Solusinya
Penyuluhan Masalah Keputihan dan Solusinya
 
Penanggulangan kejadian luar biasa penyakit
Penanggulangan kejadian luar biasa penyakitPenanggulangan kejadian luar biasa penyakit
Penanggulangan kejadian luar biasa penyakit
 
Teknik pengolahan dan penyajian data
Teknik pengolahan dan penyajian dataTeknik pengolahan dan penyajian data
Teknik pengolahan dan penyajian data
 
Populasi
PopulasiPopulasi
Populasi
 

BNSP Modul Pelatihan Asesor Kompetensi f 18 mar 0924

  • 1. MODUL PELATIHAN ASESOR KOMPETENSI Disusun berdasarkan SKKNI, Sistem Pelatihan Kerja Nasional (SISLATKERNAS) dan Sistem Nasional Sertifikasi Profesi dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia serta ASEAN Guiding Principles for Quality Assurance and Recognition of Certification System. 2019
  • 2. MODUL PELATIHAN ASESOR KOMPETENSI Program Peningkatan Kompetensi Tenaga dan Produktivitas Gedung BNSP Jl. MT. Haryono, Kav 52 Jakarta Selatan, Indonesia Telepon: (021) 7992685 Facsimile: (021) 7992321 Penulis: Ir. Surono MPhil © BNSP 2015 Hak Cipta dilindungi Undang-Undang. Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit. Buku ini diproduksi oleh BNSP i 2019
  • 3. KATA PENGANTAR Dalam rangka meningkatkan daya saing dan produktivitas tenaga kerja Indonesia di pasar kerja global maka diperlukan tenaga kerja yang kompeten. Untuk memperoleh tenaga kerja yang kompeten dilakukan uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi yang sudah memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Uji kompetensi dilakukan oleh asesor kompetensi yang sudah memiliki sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Dengan demikian maka Asesor kompetensi memegang peranan yang sangat penting dalam menjamin mutu pelaksanaan uji kompetensi dan merupakan bagian dari sistem sertifikasi kompetensi kerja Untuk mencetak asesor kompetensi yang dapat menjamin mutu diperlukan pelatihan dan asesmen berbasis kompetensi untuk mendapatkan hasil yang sesuai standar kompetensi. Pembuktian dari hasil asesmen menjadi salah satu jaminan mutu bahwa proses asesmen atau uji kompetensi yang dilakukan oleh PTUK BNSP maupun suatu LSP telah memenuhi kriteria dan standar yang ditetapkan. Dalam rangka memperkuat sistem sertifikasi kompetensi kerja tersebut, BNSP menerbitkan modul pelatihan berbasis kompetensi asesor kompetensi yang digunakan sebagai pedoman pelatihan dan sertifikasi kompetensi kerja agar terukur dan terstandar. Ditetapkan di : Jakarta Pada Tgl : Maret 2019 Ketua Badan Nasional sertifikasi Profesi Kunjung Masehat, SH. MM ii
  • 4. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI A. PENDAHULUAN B. PROGRAM PELATIHAN C. MAHAMAMI DAN INTERNALISASI ASESMEN BERBASIS KOMPETENSI 1. Asesmen Berbasis Kompetensi 2. Skema / Standar Sertifikasi 3. Standar Kompetensi 4. Sistem Nasional Sertifikasi Profesi 5. Harmonisasi Sistem Sertifikasi Profesi Internasional. 6. Internasasi Penerapan Standar pada Industri, Lemdiklat dan Sertifikasi D. MERENCANAKAN AKTIVITAS DAN PROSES ASESMEN 1. Menentukan pendekatan asesmen 2. Mempersiapkan rencana asesmen 3. Identifikasi persyaratan modifikasi dan Kontekstualisasi 4. Mengembangkan Materi Uji Kompetensi/ Instrumen asesmen E. MELAKSANAKAN ASESMEN 1. Menetapkan dan memelihara lingkungan asesmen 2. Mengumpulkan bukti yang berkualitas 3. Mendukung asesi 4. Membuat keputusan asesmen 5. Merekam dan melaporkan keputusan asesmen 6. Meninjau proses asesmen F. MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM VALIDASI ASESMEN 1. Menyiapkan proses validasi 2. Memberikan kontribusi dalam proses validasi 3. Memberikan kontribusi untuk hasil validasi LAMPIRAN 1. Formulir Merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen 2. Formulir Melaksanakan Asesmen 3. Formulir Memberikan Kontribusi Dalam Validasi Asesmen 4. Dokumen Standar Kompetensi Asesor Kompetesi 5. Formulir Pendaftaran/Aplikasi Asesor Kompetensi DAFTAR ISI iii ii iii 1 3 8 11 15 16 20 21 28 30 33 38 41 42 62 67 71 72 73 73 74 77 81 83 84 86 87 100 105 108 161
  • 5. A. PENDAHULUAN 5 Modul ini merupakan perangkat pelatihan yang dapat digunakan oleh para instruktur maupun para peserta baik dalam pelatihan formal maupun belajar mandiri, untuk membantu menjadi kompeten untuk menjadi asesor yang kompeten dan profesional. 5 Modul ini disusun secara khusus dengan pengembangan percepatan pengembangan asesor kompetensi untuk pengembangan tenaga kerja dengan metode instruksi pelatihan berbasis komnpetensi (Competency based training=CBT) dan asesmen berbasis kompetensi (Competency based assessment = CBA). CBT dan CBA ini merupakan model yang dipilih oleh Indonesia dan ASEAN (Association of South-East Asian Nations) sebagai model untuk melatih tenaga kerja pada Negara- negara anggota ASEAN. 5 Apa itu CBT dan CBA system dan mengapa ASEAN mengadopsinya? a. CBT adalah model pelatihan yang berkonsentrasi pada apa yang dapat dilakukan oleh tenaga kerja atau yang dipersyaratkan oleh tempat kerja. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membantu peserta pelatihan untuk melakukan pekerjaan dan tugas sesuai standar yang dipersyaratkan tempet kerja. CBT berusaha mengembangkan ketrampilan, pengetahuan dan sikap kerja (atau mengakui ketika peserta sudah memiikinya) untuk mencapai persyaratan standar kompetensi. ASEAN telah mengadopsi CBT/CBA training system untuk menghasilkan tenaga kerja yang diinginkan industri, sehingga akan meningkatkan peluang peserta pelatihan mendapatkan pekerjaan. b. CBA mencakupi pengumpulan bukti dan membuat keputusan sejauhmana seorang pekerja dapat mendemonstrasikan pekerjaannya sesuai standar kompetensi. Ketika trainee sudah dapat mendemonstrasikan kompetensinya, baik dari hasil pelatihan ataupun pengalaman ditempat kerja, maka dapat diberi pengakuan atas pencapaiannya baik melaui RPL untuk mengikuti jenjang pelatihan berikutnya atau RCC untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. 5 Apa itu Standar Kompetensi? a. Standar kompetesi mendeskripsikan ketrampilan, pengetahuan yang dipersyaratkan untuk melakukan suatu tugas atau aktivitas pada tingkat yang dipersyaratkan oleh standar. b. Terdapat beberapa standar kompetensi, yakni: SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), Standar Kompetensi Internasional, dan Standar Kompetensi Khusus. c. Pada modul ini, karena belum tersedia standar kompetensimemetakan dan mengembangkan skema sertifikasi, maka dikembangkan unit kompetensi memetakan dan mengembangkan skema sertifikasi dengan konteks Kualifikasi dan Okupasi dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, yang disusun sesuai dengan kerangka pengembangan standar kompetensi. d. Pada modul akan ditampilkan seluruh komponen standar kompetensi yang mencakupi: • Judul Unit: merupakan bentuk pernyataan terhadap tugas atau pekerjaan yang akan dilakukan. Judul unit kompetensi harus menggunakan kalimat aktif yang diawali dengan kata kerja aktif atau performatif yang terukur. • Deskripsi Unit: Berisi deskripsi tentang lingkup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang diperlukan untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu secara kompeten, dalam kaitannya dengan unit kompetensi. Dalam deskripsi, dapat pula disebutkan keterkaitan unit kompetensi ini dengan unit kompetensi lain yang memiliki kaitan erat. • Elemen: Berisi deskripsi tentang langkah-langkah kegiatan yang harus dilakukan dalam melaksanakan unit kompetensi. Kegiatan dimaksud biasanya disusun dengan mengacu pada proses pelaksanaan unit kompetensi, yang dibuat dalam kata kerja aktif atau performatif. 1
  • 6. • Kriteria Unjuk Kerja: Berisi deskripsi tentang kriteria unjuk kerja yang menggambarkan kinerja yang harus dicapai pada setiap elemen kompetensi. Kriteria unjuk kerja dirumuskan secara kualitatif dan/atau kuantitatif, dalam rumusan hasil pelaksanaan pekerjaan yang terukur, yang dibuat dalam kata kerja pasif. • Batasan variabel: Berisi deskripsi tentang konteks pelaksanaan pekerjaan, yang berupa lingkungan kerja, peralatan dan perlengkapan kerja yang digunakan, norma dan standar, rentang pernyataan (range of statement) yang harus diacu, serta peraturan dan ketentuan terkait yang harus diikuti. • Panduan Penilaian: Berisi deskripsi tentang berbagai kondisi atau keadaan yang dapat dipergunakan sebagai panduan dalam asesmen kompetensi. Diantaranya deskripsi tentang konteks penilaian, persyaratan kompetensi yang harus dimiliki sebelumnya (bila diperlukan), pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai, sikap kerja yang harus ditampilkan, serta aspek kritis yang menentukan keberhasilan pelaksanaan pekerjaan. 5 Dalam modul ini akan diberikan gambaran umum tentang unit kompetensi ini, tujuan dan standar kompetensi. Dalam modul ini pada setiap elemen dilakukan latihan untuk mendemonstrasikan kompetensinya melakukan tahap-tahap pekerjaan, sehingga diakhir elemen, peserta sudah mampu mendemonstrasikan seluruh tahapan kerja sesuai persyaratan kriteria unjuk kerja. Selanjutnya dilakukan asesmen mandiri secara terstruktur untuk memastikan secara mandiri bahwa peserta telah kompeten. Bila belum kompeten maka perlu re-training. 5 Bagi para peserta bimbingan teknis, ingat bahwa fasilitator anda disini membantu cara mencapai kompetensi anda, sehingga jangan ragu-ragu untuk bertanya hingga anda kompeten. 5 Cara Penilaian Kompetensi a. Mengkonfirmasi pencapaian Kriteria Unjuk Kerja (KUK) dan kesesuaiannya dengan jenis produk di tempat kerjanya. b. Metode asesmen kompetensi sesuai dengan SKKNI (P.85ASM00.001.2 Merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen, dan P.85ASM00.003.2 Melaksanakan Asesmen). c. Pernyataan kompeten terhadap asesmen mandiri. 2
  • 7. B. PROGRAM PELATIHAN Judul : PROGRAM PELATIHAN ASESOR KOMPETENSI Dikembangkan oleh : BNSP FR.PBK-AK-001 1. KUALIFIKASI PROGRAM PELATIHAN 1.1 Nama Program Pelatihan: (ditentukan berdasarkan pemaketan/pengemasan kompetensi) KKNI Ö Okupasi Klaster Unit Kompetensi PELATIHAN ASESOR KOMPETENSI 1.2 Jenjang program Pelatihan: (ditentukan berdasarkan jenjang kualifikasi) Tipe Program Jenjang Acuan KKNI √ Okupasi Asesor Kompetensi • Permenaker Nomor 185 Tahun 2018 Tentang Penetapan SKKNI Kategori Pendidikan Golongan Pokok Jasa Pendidikan Bidang Standardisasi, Pelatihan Dan Sertifikasi • Skema Sertifikasi Asesor Kompetensi Nomor SS – BNSP – AK – 001 • TAESS00001 Assessor Skill Set • Training Program: Assessor Of Competency For The ASEAN Standards And Certification Of Expertise In Disaster Management. Klaster Unit 1.3 Deskripsi Program Pelatihan (dirumuskan mengacu kepada isi program pelatihan) Pelatihan ini mengembangkan kompetensi personil untuk dapat merencanakan aktivitas dan proses asesmen, mengases kompetensi, dan berpartisipasi dalam validasi asesmen. 1.4 Tujuan Pelatihan (ditentukan berdasarkan nama program pelatihan) Menjadi asesor kompetensi yang kompeten untuk: • Merencanakan Aktivitas dan Proses Asesmen, • Melaksanakan Asesmen, dan • Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen 2. PERSYARATAN PESERTA 2.1. Persyaratan umum peserta (Ditentukan berdasarkan kebutuhan program pelatihan) • Memenuhi semua persyaratan dalam deskripsi umum KKNI. • Memiliki Pemahaman dan Internalisasi Asesmen Berbasis Kompetensi, Skema / Standar Sertifikasi, Standar Kompetensi, Sistem Nasional Sertifikasi Profesi, dan Harmonisasi Sistem Sertifikasi Profesi Internasional. 2.2. Persyaratan Kompetensi (Ditentukan mengacu pada prasyarat untuk mengikuti program pelatihan) • Memiliki sertifikat kompetensi teknis atau bukti pengalaman di bidangnya minimal 3 tahun dari industri/instansi/organisasi profesi; • Mampu mengoperasikan komputer untuk internet, program word dan pdf. 3. KURIKULUM PELATIHAN 3.1. UNIT KOMPETENSI (Ditentukan dengan mengacu pada pencapaian kompetensi lulusan program pelatihan) 3.2. MATERI PELATIHAN (Dikelompokkan ke dalam kelompok umum dan inti) 3.3. Kebutuhan OJT (Ditentukan sesuai dengan kompetensi lulusan) • Memahami dan Internalisasi Asesmen Berbasis Kompetensi *(persyaratan dasar) Memahami dan Internalisasi Asesmen Berbasis Kompetensi Terintegrasi dengan unit-unit kompetensi okupasi asesor kompetensi. • Merencanakan aktivitas dan proses asesmen Merencanakan aktivitas dan proses asesmen 3 kali pengalaman praktis di bawah pengawasan (di tempat kerja atau simulasi tempat kerja) • Melaksanakan asesmen Melaksanakan asesmen 3 kali pengalaman praktis di bawah pengawasan (di tempat kerja atau simulasi tempat kerja) • Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen 3 kali pengalaman praktis di bawah pengawasan (di tempat kerja atau simulasi tempat kerja) 4. SILABUS PELATIHAN Unit Kompetensi/ Tujuan 4.1.Elemen/Tujuan Instruksional Khusus 4.2.Kriteria Unjuk Kerja (Diidentifikasi sesuai elemen kompetensi) 4.3.Indikator Kompetensi (Dideskripsikan 4.4.Pengetahuan, keterampilan, sikap kerja dan jangka waktu (teori dan praktek) Pengetahuan Ketrampilan Sikap Jangka 3
  • 8. Instruksional Umum (Diidentifikasi berdasarkan Unit Kompetensi) untuk mencapai kriteria unjuk kerja) waktu (teori dan praktek) =P+4M+O 6 Memahami dan Internalisasi (Awareness) Asesmen Berbasis Kompetensi Memahami Asesmen Berbasis Kompetensi Pengertian Kompetensi dipahami Peserta dapat menjelaskan Harmonisasi Sistem Sertifikasi Profesi Internasional. • Asesmen Berbasis Kompetensi • Skema / Standar Sertifikasi • Standar Kompetensi • Sistem Nasional Sertifikasi Profesi • Harmonisasi Sistem Sertifikasi Profesi Internasional. • Internasasi Penerapan Standar pada Industri, Lemdiklat dan Sertifikasi • Memahami dan menjelaskan untuk menerapkan asesmen berbasis kompetensi Menerapka n Desakripsi umum KKNI Memelihara employabili ty skills 4 jam 8 Employability Skills dipahami Pelatihan Berbasis Kompetensi dipahami Asesmen Berbasis Kompetensi dipahami Skema / Standar Sertifikasi Skema sertifikasi KKNI dipahami Skema sertifikasi Okupasi dipahami Skema sertifikasi Klaster dipahami Memahami Standar Kompetensi Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional Indonesia dipahami Peserta dapat menjelaskan Harmonisasi Sistem Sertifikasi Profesi Internasional. Kerangka Kualifikasi --> KKNI dipahami Standar Okupasi dipahami Unit Kompetensi dipahami Memahami Sistem Nasional Sertifikasi Profesi Sistem Nasional Nertifikasi Profesi (SNSP) dipahami Peserta dapat menjelaskan Harmonisasi Sistem Sertifikasi Profesi Internasional. Kelelmbagaan Badan Nasional Sertifikasi Profesi dipahami Kelembagaan Sertifikasi profesi dipahami Memahami Harmonisasi Sistem Sertifikasi Profesi Internasional. Referencing To AQRF dipahami Peserta dapat menjelaskan Harmonisasi Sistem Sertifikasi Profesi Internasional. ASEAN Guiding Principles for QA and Recognition of Competency Certification System dipahami Harmonisasi Internasional --> ILO: RMCS dipahami Dampak Harmonisasi dipahami Harmonisasi Istilah, Deskripsi, Definisi dipahami Memahami Internasasi Penerapan Standar pada Industri, Lemdiklat dan Sertifikasi Penerapan Standar pada Industri, Lemdiklat dan Sertifikasi dipahami. Peserta dapat menjelaskan Internasasi Penerapan Standar pada Industri, Lemdiklat dan Sertifikasi Merencanakan aktivitas dan proses asesmen Menentukan pendekatan asesmen Kandidat, tujuan dan konteks asesmen diidentifikasi dan dikonfirmasikan dengan orang yang relevan sesuai dengan persyaratan hukum, organisasi dan etika. Peserta dapat menentukan dan mendokumentasik an pendekatan asesmen pada formulir MAPA 01 • Sistem Sertifikasi Kompetensi, Pelatihan Berbasis Kompetensi, Filsafat dan prinsip Asesmen Berbasis Kompetensi, Skema Sertifikasi, dan Standar kompetensi, • persyaratan etis dan hukum asesor; • Bagaimana membaca dan menafsirkan standar kompetensi yang diidentifikasi sebagai tolok ukur untuk asesmen; • Bagaimana cara mengontekstualisas ikan standar kompetensi dalam pedoman yang relevan; • Empat prinsip asesmen dan bagaimana mereka memandu proses asesmen; • Bagaimana membaca dan menafsirkan standar kompetensi yang diidentifikasi sebagai tolok ukur untuk asesmen; • Tujuan dan fitur bukti, dan berbagai jenis bukti yang digunakan dalam asesmen berbasis kompetensi, termasuk RPL; • Aturan bukti dan bagaimana mereka • Keterampilan interpretasi kognitif • keterampilan teknologi untuk menggunakan peralatan dan perangkat lunak yang sesuai untuk berkomunikasi secara efektif dengan orang lain • keterampilan penelitian dan evaluasi untuk: memperoleh standar kompetensi, alat asesmen dan sumber daya asesmen lain yang relevan; karakteristik kandidat penelitian dan kebutuhan penyesuaian yang masuk akal; mengevaluasi umpan balik, dan menentukan serta mengimplementasika n peningkatan pada proses • keterampilan membaca untuk menafsirkan dan menafsirkan informasi yang relevan untuk merancang dan memfasilitasi proses asesmen dan pengakuan. • keterampilan komunikasi untuk membahas asesmen, termasuk proses RPL dengan klien dan penilai lainnya Integritas dengan sistem asesmen berbasis kompetensi . 23 jam Standar industri atau tempat kerja yang berlaku diidentifikasi dan diakses untuk asesmen, dan persyaratan asesmen spesifik apa pun Mempersiapkan rencana asesmen Unit kompetensi dan persyaratan asesmen dianalisis untuk mengidentifikasi bukti dan jenis bukti yang diperlukan untuk menunjukkan kompetensi, sesuai dengan aturan bukti Peserta dapat menyiapkan dan mendokumentasik an rencana asesmen pada Formulir MAPA 01 Metode dan instrumen asesmen dipilih untuk mendukung pengumpulan bukti yang ditetapkan, dengan mempertimbangkan konteks di mana asesmen akan berlangsung Rencana asesmen dikembangkan dan persetujuan didapatkan dari para pemangku kepentingan terkait Identifikasi persyaratan modifikasi dan Kontekstualisasi Informasi dari kandidat dan, jika relevan, tempat kerja kandidat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan kontekstualisasi Peserta dapat mengidentifikasi persyaratan modifikasi dan Kontekstualisasi Saran yang diberikan oleh paket pelatihan atau pengembang kursus yang relevan diperiksa dengan kebutuhan kontekstualisasi yang diidentifikasi Alat asesmen yang ada dianalisis dan amandemen yang diperlukan dicatatat untuk mengatasi kebutuhan kontekstualisasi yang diidentifikasi Peluang untuk kegiatan asesmen terintegrasi diidentifikasi dan setiap perubahan yang diperlukan untuk alat asesmen dicatat Mengembangkan Materi Uji Kompetensi/ Instrumen asesmen Menganalisis instrumen asesmen yang tersedia untuk kesesuaian penggunaan dianalisisi, dan modifikasi yang diperlukan diidentifikasi. Peserta dapat mengontekstualisa sikan dan meninjau rencana asesmen, serta mendokumentasik an rencana asesmen pada Formulir MAPA 01. Instrumen asesmen untuk memenuhi standar dan kebutuhan tempat kerja / kandidat yang diperlukan dikembangkan. Instrumen asesmen terhadap persyaratan unit atau kursus dipetakan. Instruksi yang jelas ditulis untuk 4
  • 9. kandidat dan penilai mengenai penggunaan instrumen asesmen memandu pengumpulan bukti; • Berbagai jenis metode asesmen. • keterampilan interpersonal untuk: menunjukkan sensitivitas terhadap pertimbangan akses dan kesetaraan dan keragaman kandidat; mempromosikan dan menerapkan keadilan, validitas, reliabilitas, dan fleksibilitas dalam merencanakan proses asesmen. Draft instrumen asesmen memenuhi standar yang disyaratkan dan kebutuhan tempat kerja / kandidat tertentu serta catat hasil pemeriksaan diperiksa, dicatat dan dikonfirmasi Melaksanaka n Asesmen Menetapkan dan memelihara lingkungan asesmen Rencana asesmen diinterpretasi, kemudian kebijakan dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi /hukum/etika pelaksanaan asesmen dikonfirmasikan dengan orang yang relevan. Peserta dapat menginterpretasik an rencana asesmen, tolok ukur untuk asesmen dan alat asesmen yang dinominasikan, prosedur asesmen, mengatur dukungan, menjelaskan kepada kandidat. • asesmen berbasis kompetensi • kebijakan dan prosedur RPL yang ditetapkan oleh organisasi • kepekaan budaya dan pertimbangan kesetaraan • kebijakan, legislasi, kode praktik dan standar nasional yang relevan, termasuk undang- undang persemakmuran dan negara bagian atau teritori yang dapat memengaruhi pelatihan dan asesmen di sektor pendidikan dan pelatihan kejuruan, • Tanggung jawab K3 terkait dengan asesmen kompetensi. • keterampilan analisis dan interpretasi • keterampilan observasi • keterampilan penelitian dan evaluasi • kemampuan kognitif • keterampilan membuat keputusan • keterampilan membaca • keterampilan komunikasi dan interpersonal Integritas dengan sistem asesmen berbasis kompeten si. 12 jam Acuan pembanding asesmen yang relevan dan perangkat asesmen yang akan digunakankan diakses dan diinterpretasi guna memastikan bukti dan cara pengumpulan bukti. Rincian mengenai rencana asesmen dan proses asesmen dijelaskan, dibahas dan diklarifikasi dengan asesi, termasuk kesempatan untuk melakukan penyesuaian yang beralasan, asesmen ulang dan banding. Jika relevan, usulan perubahan terhadap proses asesmen dirundingkan dan disepakati dengan asesi. Mengumpulkan bukti yang berkualitas Rencana asesmen diikuti sebagai panduan dalam melaksanakan asesmen, guna penentuan kompetensi, metode asesmen dan perangkat asesmen digunakan untuk mengumpulkan, mengorganisasikan dan mendokumentasikan bukti dalam format yang sesuai. Peserta dapat mengumpulkan bukti kualitas dari yang diajukan oleh peserta selama pendaftaran dan asesmen mandiri dan yang dapat ditunjukkan selama asesmen Prinsip-prinsip asesmen dan aturan- aturan bukti diterapkan dalam pengumpulan bukti yang berkualitas. Kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang teridentifikasi dan persyaratan organisasi/ hukum/ etika untuk asesmen dibahas. Mendukung asesi Asesi dibimbing dalam pengumpulan bukti guna pencapaian pengakuan kompetensi terkini. Peserta dapat mendukung peserta untuk mendapatkan dan memastikan semua bukti memenuhi aturan bukti. Komunikasi yang sesuai dan keterampilan interpersonal digunakan mengembangkan hubungan yang profesional dengan asesi, yakni hubungan yang merefleksikan kepekaan terhadap perbedaan individu dan memungkinkan terjadinya umpan balik dua arah. Bila diperlukan, keputusan-keputusan mengenai penyesuaian yang beralasan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik asesi dibuat bersama asesi. Penyesuaian-penyesuaian yang beralasan dibuat sedemikian sehingga dapat mempertahankan integritas standar kompetensi yang relevan dan memungkinkan prinsip-prinsip asesmen dan aturan bukti dapat diterapkan secara berimbang. Bila ada, dukungan spesialis sesuai rencana asesmen diakses. Risiko kesehatan dan keselamatan kerja apa pun terhadap orang atau peralatan ditanggulangi dengan segera. Membuat keputusan asesmen Keterbatasan perolehan dan evaluasi bukti yang berkualitas diidentifikasi dan bila perlu diminta arahan dari orang yang relevan. Peserta dapat membuat keputusan asesmen serta menindaklanjuti rekomendasi bagi mereka yang belum kompeten. Bukti yang telah terkumpul diperiksa dan dievaluasi untuk memastikan bahwa bukti tersebut dapat merefleksikan bukti yang diperlukan dalam memperlihatkan kompetensi dan: • mencakupi seluruh bagian komponen standar kompetensi yang dijadikan acuan pembanding asesmen dan dimensi kompetensi. • memperhatikan dokumentasi terkait lainnya. • memenuhi aturan bukti. Pertimbangan berdasarkan prinsip asesmen dan aturan bukti digunakan 5
  • 10. untuk memutuskan pencapaian kompetensi yang telah didemonstrasikan asesi berdasarkan bukti yang dikumpulkan. Dalam membuat keputusan asesmen, kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang relevan dan pertimbangan- pertimbangan organisasi/hukum/etika digunakan. Umpan balik yang jelas dan membangun terkait keputusan asesmen diberikan kepada asesi, dan bila perlu dikemukakan pula rencana tindak lanjut. Merekam dan melaporkan keputusan asesmen Hasil asesmen segera dicatat secara akurat sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/ hukum/ etika. Peserta dapat mencatat dan melaporkan keputusan asesmen sesuai dengan SOP lembaga yang menyediakan tugas dan dalam konteks asesmen. Laporan asesmen dilengkapi dan diproses sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/ hukum/ etika. Bila diperlukan, rekomendasi tindak lanjut diserahkan kepada orang yang relevan. Bila diperlukan, dengan memperhatikan ketentuan kerahasiaan, pihak-pihak terkait lainnya diberitahu tentang keputusan asesmen. Meninjau proses asesmen Proses asesmen ditinjau berdasarkan kriteria yang ada melalui konsultasi dengan orang yang relevan guna perbaikan dan perubahan pelaksanaan asesmen di masa datang. Peserta dapat meninjau proses asesmen Tinjauan didokumentasi dan direkam sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang relevan serta persyaratan organisasi/hukum/etika. Keterampilan kematangan berfikir (refleksi) secara mandiri digunakan untuk meninjau dan mengevaluasi praktek asesmen. Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen Menyiapkan proses validasi Tujuan, fokus dan konteks validasi dikonfirmasi dan didiskusikan dengan orang yang relevan. Peserta dapat mengidentifikasi kebijakan dan prosedur sistem asesmen tolok ukur untuk asesmen, bahan untuk kegiatan validasi • bagaimana menafsirkan standar kompetensi dan informasi asesmen terkait lainnya untuk menentukan bukti yang diperlukan untuk menunjukkan kompetensi, • prinsip asesmen • aturan pembuktian • keterampilan perencanaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan validasi dalam kerangka waktu yang disepakati • keterampilan memecahkan masalah untuk mengidentifikasi informasi yang tidak konsisten, ambigu atau kontradiktif • keterampilan evaluasi • keterampilan komunikasi untuk berbagi informasi dalam rapat validasi Integritas dengan sistem asesmen berbasis kompeten si. 5 jam Pendekatan validasi dibahas dan dikonfirmasi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, konteks, kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang relevan serta persyaratan organisasi/ hukum/ etika. Acuan Pembanding yang relevan untuk asesmen dianalisis dan bukti-bukti yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi disepakati bersama. Setiap dokumen yang terkait yang relevan untuk proses validasi diidentifikasi dan disepakati bersama. Bahan-bahan yang akan digunakan dalam sesi validasi diperoleh, dibaca dan diinterprestasikan, serta kegiatan- kegiatan validasi disepakati bersama. Memberikan kontribusi dalam proses validasi Partisipasi aktif dalam sesi dan kegiatan validasi didemonstrasikan dengan menggunakan keterampilan komunikasi yang sesuai. Peserta dapat mengikuti proses validasi. Partisipasi dalam sesi dan kegiatan validasi, termasuk meninjau, membandingan dan mengevaluasi: keseluruhan proses asesmen, rencana asesmen, interpretasi standar kompetensi atau acuan pembanding lainnya untuk asesmen, penyeleksian dan penerapan metode asesmen, penyeleksian dan penggunaan perangkat asesmen dan bukti yang dikumpulkan rekomendasi hasil asesmen termasuk proses pengambilan keputusan. Tinjauan, perbandingan dan evaluasi dilakukan sesuai dengan prinsip asesmen dan aturan bukti. Semua dokumen yang digunakan dalam proses validasi diperiksa keakuratan dan keterkinian versi. Memberikan kontribusi untuk hasil validasi Temuan validasi didiskusikan, dianalisis dan disepakati bersama untuk mendukung perbaikan kualitas asesmen. Peserta dapat mengikuti proses validasi hasil asesmen.Rekomendasi-rekomendasi untuk meningkatkan praktek asesmen didiskusikan, disepakati dan dicatat. Perubahan terhadap praktek pelaksanaan asesmen yang timbul akibat kegiatan validasi dan sesuai dengan peran serta tanggung jawab dalam melakukan asesmen, 6
  • 11. diimplementasikan. 5. SUMBER DAYA PELATIHAN 5.1. Fasilitas dan sarana pelatihan (Ditentukan dengan mengacu kepada kebutuhan pelatihan setiap unit kompetensi. • Komputer • Wifi • Fasilitas umum kelas. 5.2. Bahan Pelatihan (ditentukan dengan mengacu kepada kebutuhan pelatihan setiap unit kompetensi) • Modul pelatihan • SKKNI • Skema sertifikasi asesor 5.3. Kualifikasi instruktur (ditentukan sesuai dengan unit kompetensi/materi yang akan dilatihkan ) Master Asesor Bersertifikat 6. VALIDASI PROGRAM PELATIHAN 6.1. Komponen Program Pelatihan 6.2. Metode Validasi (Ditentukan Menurut Komponen yang akan Divalidasi) 6.3. Finalisasi Program (Dilakukan dengan Memperhatikan Input Rasional Dari Hasil Validasi) Tanggal Revisi Status Validasi (nama, tanda tangan, & tanggal) • Kualifikasi Program Pelatihan Verifikasi kesesuaian dengan: program pelatihan terakreditasi; skema sertifikasi; SKKNI. 17 Maret 2019 Memuaskan • Persyaratan Peserta Persyaratan verifikasi kesesuaian peserta dengan: program pelatihan terakreditasi; skema sertifikasi; SKKNI. 17 Maret 2019 Memuaskan • Kurikulum Pelatihan Verifikasi kepatuhan kurikulum dengan: program pelatihan terakreditasi; skema sertifikasi; Komponen SKKNI. 17 Maret 2019 Memuaskan • Silabus Verifikasi kesesuaian dengan: program pelatihan terakreditasi; skema sertifikasi; Komponen SKKNI. 17 Maret 2019 Memuaskan • Peserta Kesesuaian Master Assessor 15 Maret 2019 Memuaskan Work Street Work City, Work State Work ZIP T: Work Phone, F: Work Fax Phone Work Email, Work URL www.graphicnode.com 7
  • 14. 3/17/19 2 PELATIHAN ASESOR KOMPETENSI • Asesmen Berbasis Kompetensi • Skema Sertifikasi/Standar sertifikasi, • Standar kompetensi, • Sistem Nasional Sertifikasi Profesi, dan • Harmonisasi Sistem Sertifikasi Profesi Internasional PEMAHAMAN DAN INTERNALISASI TENTANG ASESMEN BERBASIS KOMPETENSI • Menentukan Pendekatan Asesmen • Mempersiapkan rencana asesmen • Mengidentifikasi persyaratan modifikasi dan kontekstualiasi • Mengembangkan Materi Uji Kompetensi/Asesmen MERENCANAKAN AKTIVITAS DAN PROSES ASESMEN • Menetapkan dan memelihara lingkungan asesmen • Mengumpulkan bukti yang berkualitas • Mendukung asesi • Membuat keputusan asesmen • Merekam dan melaporkan keputusan asesmen • meninjau proses asesmen MELAKSANAKAN ASESMEN • Menyiapkan validasi • Memberi kontribusi dalam proses validasi • Memberikan kontribusi dalam hasil validasi MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM VALIDASI ASESMEN TIK: MEMAHAMI DAN INTERNALISASI TENTANG ASESMEN BERBASIS KOMPETENSI 1. Asesmen berbasis kompetensi 2. Skema/ standar Sertifikasi 3. Standar kompetensi 4. Sistem Nasional Sertifikasi Profesi, dan 5. Harmonisasi Sistem Sertifikasi Profesi Internasional 10
  • 15. 3/17/19 3 1. ASESMEN BERBASIS KOMPETENSI a. Kompetensi b. Skills for Employability c. Pelatihan Berbasis Kompetensi d.Asesmen Berbasis Kompetensi a. Kompetensi ¡ Kompetensi mensyaratkan penerapan dari pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang relevan dengan partisipasi efektif, secara konsisten dari waktu ke waktu di lingkungan tempat kerja. Pengetahuan dan ketrampilan dapat diidentifikasi bersamaan atau dipisah. o Pengetahuan mengidentifikasi apa yang dibutuhkan seseorang untuk diketahui dalam melakukan kinerja dalam pekerjaannya dengan cara yang benar dan efektif. o Ketrampilan mendeskripsikan aplikasi dari pengetahuan pada situasi dimana pengetahuan dirubah menjadi hasil yang dibutuhkan di tempat kerja. o Sikap dideskripsikan sebagai alasan dibalik kebutuhan pengetahuan tertentu atau mengapa keterampilan dilakukan dengan cara tertentu 11
  • 16. 3/17/19 4 b. EMPLOABILITY SKILL (KEMAMPUAN DASAR1) Employability Skills KOMUNIKASI • menafsirkan kebutuhan klien dan menulisnya. • menggunakan berbagai keterampilan komunikasi, seperti mendengarkan, bertanya, membaca, menafsirkan, dan menulis dokumen • menulis laporan bahaya dan insiden. • menggunakan keterampilan fasilitasi dan interpersonal yang efektif, termasuk bahasa verbal dan non- verbal yang peka terhadap kebutuhan dan perbedaan orang lain. KERJASAMA (TEAMWORK) • bekerja dengan rekan kerja untuk membandingkan, meninjau, dan mengevaluasi proses dan hasil asesmen • berpartisipasi aktif dalam sesi validasi asesmen • mengelola hubungan kerja dan mencari umpan balik dari kolega dan klien pada kinerja profesional 1. PERMENAKER 3/2016 EMPLOYABILITY SKILL (KEMAMPUAN DASAR1) (LJT) PROBLEM SOLVING • mengidentifikasi bahaya dan menilai risiko di lingkungan belajar/asesmen • menggunakan keterampilan manajemen waktu dalam merancang asesmen • menghasilkan serangkaian opsi untuk memenuhi kebutuhan klien BERINISIATIF • menafsirkan lingkungan asesmen dan memilih pendekatan penyampaian yang memotivasi dan melibatkan peserta asesi. • memantau dan meningkatkan praktik kerja untuk meningkatkan inklusivitas. • menjadi kreatif untuk memenuhi kebutuhan asesmen klien. • menerapkan keterampilan desain untuk mengembangkan program inovatif dan fleksibel dengan biaya efektif. MERENCANAKAN DAN MENGORGANISASI KAN • meneliti, membaca, menganalisis dan menafsirkan spesifikasi tempat kerja • merencanakan, memprioritaskan, dan mengatur alur kerja • menafsirkan bukti yang dikumpulkan dan membuat penilaiankompetensi • mendokumentasikan rencana aksi dan laporan bahaya • mengatur sumber daya manusia, fisik dan material yang diperlukan untuk asesmen. 12
  • 17. 3/17/19 5 EMPLOYABILITY SKILL (KEMAMPUAN DASAR1) (LJT) MANAJEMEN DIRI • bekerja dalam kerangka kerja kebijakan dan organisasi • mengelola hubungan kerja dan kerja • mematuhi tanggung jawab etika dan hukum • mengambil tanggung jawab pribadi dalam perencanaan, penyampaian, dan peninjauan pelatihan • menjadi panutan bagi inklusifitas dan menunjukkan profesionalisme • meninjau persepsi dan sikap pribadi BELAJAR • melakukan evaluasi diri dan praktik refleksi • meneliti informasi dan mengakses kebijakan dan kerangka kerja untuk mempertahankan kekunian keterampilan dan pengetahuan • mempromosikan budaya belajar di tempat kerja • mencari umpan balik dari kolega. TEKNOLOGI • menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil, termasuk pengiriman online dan penelitian menggunakan internet • menggunakan sistem manajemen informasi siswa untuk mencatat asesmen • mengidentifikasi dan mengatur kebutuhan teknologi dan peralatan sebelum pelatihan • menggunakan berbagai perangkat lunak, termasuk paket presentasi c. Pelatihan berbasis kompetensi Pelatihan Berbasis Kompetensi (CBT) adalah pelatihan yang memberikan peserta, pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi dalam hubungannya dengan kompetenis industri yang sudah ditentukan dan ditetapkan. (ASEC, 2013). 1 Asesmen Berbasis Kompetensi (CBA) fokus pada apa yang dapat dilakukan atau harus dilakukan oleh pekerja di tempat kerja. 2 Kompetensi mengacu pada kemampuan untuk melakukan tugas dan tugas tertentu dengan standar kinerja yang diharapkan di tempat kerja. 3 13
  • 18. 3/17/19 6 CIRI-CIRI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (ASEC, 2013) PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI Standar Kompetensi Keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dibutuhkan untuk melakukan suatu pekerjaan Kerangka Kualifikasi Sistem untuk pengakuan kompetensi Strategi Dan Materi Pembelajaran Mampu Telusur Dengan Standar Kompetensi Bagaimana membantu orang untuk mendapatkan keterampilan dan pengetahuan Asesmen Berbasis Kompetensi Proses menilai apakah orang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dibutuhkan d. Asesmen Berbasis Kompetensi (CBA) ¡ CBA: Asesmen terhadap bukti untuk menentukan apakah kemampuan seseorang saat ini sesuai dengan standar kompetensi (Hayton dan Wagner 1998). ¡ Asesmen berbasis kinerja adalah Adalah proses mengumpulkan bukti dan membuat penilaian tentang apakah seseorang telah mencapai kompetensi. Ini sering digambarkan sebagai proses yang direferensikan dengan kriteria, karena melibatkan orang yang diases berdasarkan kriteria tetap atau tolok ukur yang telah ditentukan sebelumnya - seperti yang dinyatakan dalam unit kompetensi. 14
  • 19. 3/17/19 7 Filosofi Asesmen Berbasis Kompetensi (CBA) (Harris, R., Guthrie, H., Hobart, B. & Lundberg, D. 1995) Berbasis kriteria, asesmen berdasarkan bukti dengan hubungannya dengan standar industri atau serangkaian kriteria utuk menentukan kompetensi 01 Berbasis bukti, Suatu proses yang membandingkan bukti kompetensi dengan suatu standar 02 Partisipatori, kandidat terlibat dalam proses asesmen 03 2. SKEMA/STANDAR SERTIFIKASI ¡ Adalah paket kompetensi dan persyaratan spesifik seseorang terkait kategori posisi atau ketrampilan. ¡ Mengacu pada pernyataan dari aturan yang berlaku dalam menghasilkan kualifikasi (misalnya sertifikat atau diploma), dan juga haknya (ASEC, 2013) ¡ Skema sertifikasi: o Okupasi o Kualifikasi Nasional o Klaster 15
  • 20. 3/17/19 8 3. STANDAR KOMPETENSI a. Sistem Standardisasi Kompetensi Kerja Nasional b. Kerangka kualifikasi c. Standar okupasi d. Unit Kompetensi a. SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL Pembinaan dan Pengendalian SKKNIPengembangan Standar Penerapan Standar Harmonisasi Standardisasi Lisensi LSP Pemberlakuan Sertifikasi Kompetensi SDM Profesional Kompeten Kompetitif Notifikasi Kerjasama MRA Akreditasi LDP Pelatihan berbasis kompetensi 16
  • 21. 3/17/19 9 b. KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA (KKNI) ¡ adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. 1 2 3 4 5 7 8 9 6 1 2 3 4 5 7 8 9 6 AHLI TEKNISI / ANALIS OPERATOR PENGEMBANGAN KARIR (DUDI, LATKER, MASY) S2 S1 S3 D I D III D II D IV S2 (Terapan) S3(Terapan) Spesialis Profesi 9 Tahun Pendidikan Dasar (6+3) Pendidikan Pra Sekolah (1-2) Sekolah Menengah Kejuruan (3) SMA (3) JENJANG KUALIFIKASI KANDUNGAN UNSUR KOMPETENSI EDUCATIONAL KANDUNGAN UNSUR KOMPETENSI OCCUPATIONAL IX VIII VII VI V IV III II I K MANAJERIAL STRATEGIKAL SUPERVISIONAL PSIKO MOTORIK KOGNITIF TEKNIKAL Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Dit. BELMAWA, 2012 17
  • 22. 3/17/19 10 c. Standar Okupasi ¡ Mengacu pada pernyataan aktivitas dan tugas berkaitan dengan tugas yang sepesifik dan prakteknya. c. Unit kompetensi Semua kualifikasi atau program termasuk berbagai topik yang fokus dalam kemampuan peserta pelatihan untuk menunjukkan kinerja atau perkerjaan di area kerja yang spesifik dan dengan tanggung jawab atau fungsi tugas tertentu. (ASEC, 2013). Setiap unit kompetensi mengidentifikasi persyaratan tempat kerja yang terpisah dan mencakupi: • Pengetahuan dan ketrampilan yang mendukung kompetensi • Bahasa, literasi dan numerasi. • Persyaratan K3 18
  • 23. 3/17/19 11 d.STRUKTUR UNIT KOMPETENSI Judul Unit Deskripsi Elemen Kriteria Unjuk Kerja 1. 1.1 1.2 1.3 2. 2.1 2.2 2.3 BatasanVariabel Panduan asesmen 19
  • 25. 3/17/19 13 TETTY, 2019 5. HARMONISASI SISTEM SERTIFIKASI PROFESI INTERNASIONAL AQRF a ASEAN Guiding Principles for Quality Assurance and Recognition of Competency Certification System. b ILO c 21
  • 27. 3/17/19 15 DIAGRAM ILUSTRASI KKKNI DAN AQRF KKNI-INDONESIA BNSP, 2015 23
  • 28. 3/17/19 16 b. PEDOMAN MENCAKUPI: ¡ Gambaran Umum Kerangka Kualifikasi Nasional (NQF) Negara-Negara Anggota ASEAN ¡ Gambaran Umum Sistem Sertifikasi Kompetensi Negara-Negara Anggota ASEAN ¡ Aspek-Aspek Kunci Penjaminan Mutu ¡ Prinsip Panduan dan Protokol untuk Penjaminan Mutu ¡ Prinsip Panduan dan Protokol untuk Pengakuan Sistem Sertifikasi Kompetensi di antara Negara- Negara Anggota ASEAN ¡ Berpartisipasi dalam Kegiatan Pembuatan Referensi Nasional PENGEMBANGAN PRODUK TVET Didalam sistem TVET apapun, ada beberapa pilihan untuk pengembangan standar pencapaian TVET, termasuk: • Adalah pernyataan pengetahuan, ketrampilan dan kompetensi yang berhubungan dengan pekerjaan. Standar kompetensi • Adalah pernyataan aktivitas dan tugas terkait suatu pekerjaan dan prakteknyaStandar okupasi • adalah pernyataan capaian pembelajaran dan metodologi yang akan digunakan Standar sertifikasi/skema • yang merupakan aturan untuk mendapatkan penghargaan dan hak yang diberikan Standar asesmen • yang merupakan pernyataan tujuan pembelajaran, konten yang harus ditangani, persyaratan masuk dan sumber daya yang diperlukan Standar edukasi 24
  • 29. 3/17/19 17 SKKNI INDONESIAN NATIONAL COMPETENCY STANDARD Dikembangkan berdasarkan 2016 c STANDAR KOMPETENSI DAPAT JUGA DIGUNAKAN UNTUK (RMCS 2016): ¡ Menginformasikan desain kurikulum. Walaupun tidak menggambarkan keseluruhan pendidikan dan pelatihan peserta didik, standar kompetensi menggambarkan titik kritis persyaratan asesmen di dalam kurikulum. ¡ Benchmark kualifikasi nasional dan internasional. Penggunaan standar kompetensi menciptakan titik rujukan tetap yang sama yang dengannya keputusan kesetaraan dapat dibuat. Menggunakan pendekatan umum seperti RMCS membuat pengambilan keputusan lebih mudah. ¡ Pengakuan Kompetensi. RMCS menyediakan dasar yang baik untuk penerimaan dan pengakuan tentang level ketrampilan dan kualifikasi antara institusi dan negara. ¡ Merencanakan Jenjang karir. Ini menyediakan koherensi dengan persyaratan ketrampilan di suatu sektor. Standar kompetensi juga memungkinkan seseorang untuk merencanakan karir dan juga mengidentifikasi area dimana orang tersebut dapat mentransfer ketrampilan dan keahliannya di berbagai peran kerja. 25
  • 30. 3/17/19 18 d. DAMPAK HARMONISASI STANDARDISASI DAN SERTIFIKASI 1.Dalam Pengembangan Standar à setiap negara tidak harus melakukan riset dan merumuskan sendiri, tetapi dapat saling mengadopsi sehingga percepatan pemenuhan ketersediaan standar kompetensi dapat dilakukan sesegera mungkin tidak harus bertahun-tahun. 2. Dalam Pengembangan sertifikasi à Untuk segera adanya saling pengakuan kompetensi antara negara sehingga akan berkontribusi terhadap pergerakan alur SDM kompeten antar negara, pengakuan barang dan jasa antar negara yang pada akhirnya dapat mendorong ekspor produk danjasa Indonesia. 26
  • 31. 3/17/19 19 e. HARMONISASI ISTILAH, DESKRIPSI DAN ATAU DEFINISI PENTING DALAM ASESMEN • adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi/asesmen yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Standar Internasional dan/atau Standar Khusus. Sertifikasi Kompetensi Kerja: • adalah bentuk pengakuan dari BNSP kepada LSP untuk dapat melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja atas nama BNSP. Lisensi: • adalah bidang pekerjaan yang memiliki kompetensi yang diakui oleh masyarakat. Profesi: ISTILAH, DESKRIPSI DAN ATAU DEFINISI PENTING DALAM ASESMEN (LJT) SKKNI: • Adalah rumusan kemampuan kerja yamg mencakup aspek pengetahuan, ketrampilan dan/atau keahlianserta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Standar Kompetensi Kerja Khusus (SKKK): • Adalah standar kompetensi yang dikembangkan dan digunakan oleh organisasi untuk memenuhi tujuan internal organisasinya sendiri dan/atau untuk memenuhi kebutuhan organisasi lain yang memiliki ikatan kerjasama dengan organisasi yang bersangkutan atau organisasi lain yang memerlukan. Standar Kompetensi Kerja Internasional (SKKI): • Adalah standar kompetensi kerja yang dikembangkan dan ditetapkan oleh suatu organisasi multi nasional dan digunakan secara internasional. 27
  • 32. 3/17/19 20 ISTILAH, DESKRIPSI DAN ATAU DEFINISI PENTING DALAM ASESMEN (LJT) • adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan. Pelatihan kerja: • Adalah Paket kompetensi dan persyaratan spesifik yang berkaitan dengan kategorijabatan atau keterampilan tertentu dari seseorang. Skema Sertifikasi/standar sertifikasi: • Adalah tempat kerja atau simulasi tempat kerja yang baik (memenuhi persyaratan “Good Practices”) yang dapat digunakan untuk penyelenggaraan asesmen kompetensi dan memungkinkan untuk mendemonstrasikan 5 dimensi kompetensi. Tempat Uji Kompetensi: SKKNI: KETELUSURAN/INTERFACE PENERAPAN PADA INDUSTRI, PENDIDIKAN DAN SERTIFIKASI PENERAPAN PADA INDUSTRI SKKNI PENERAPAN PADA PENDIDIKAN à DACUM à CP SERTIFIKASI KOMPETENSI SKKI, SKK Judul SOP Judul Unit Kompetensi Judul Materi Pembelajaran Judul Sertifikat; unit kompetensi Ruang Lingkup SOP Deskripsi Unit Ruang lingkup Materi pembelajaran Ruang lingkup asesmen Langkah utama proses Elemen Tujuan Instruksional khusus (Learning Objectives) Elemen Instruksi kerja Kriteria Unjuk Kerja (KUK) Indikator kompetensi/kompetensi dasar Kriteria Pencapaian kompetensi Speseifikasi sesuai kontek Batasan variabel Kontetualisasi pembelajaran Konteks asesmen QA Panduan penialaian Evaluasi Panduan asesmen ≈ ≈ ≈ ≈ ≈ ≈ ≈ ≈ ≈ ≈ ≈ ≈ ≈ ≈ ≈ ≈ ≈ ≈ Interface Model: Surono, 2018 28 6. Internalisasi Penerapan Standar Kompetensi pada Industri, LEMDIKLAT dan sertifikasi
  • 34. MERENCANAKAN AKTIFITAS DAN PROSES ASESMEN 2019 3030
  • 35. 3/9/19 1 MERENCANAKAN AKTIVITAS DAN PROSES ASESMEN SKKNI-P.85ASM00.001.2 2019 TUJUAN INSTRUKSIONAL § Peserta pelatihan dapat mengembangkan Rencana dan proses asesmen dalam kondisi tempat kerja atau tempat kerja yang disimulasikan minimal 5 kali, termasuk: o Menentukan pendekatan penilaian o menyiapkan rencana penilaian o Identifikasi persyaratan modifikasi dan kontekstualisasi o Mengemangkan materi uji kompetensi 31
  • 36. 3/9/19 2 4. Mengembangkan Materi Uji Kompetensi PENERAPAN Unit ini menjelaskan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk merencanakan proses asesmen, termasuk Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dalam sistem asesmen berbasis kompetensi. Ini berlaku untuk individu dengan tanggung jawab perencanaan asesmen. Dalam merencanakan kegiatan dan proses, individu diminta untuk mengidentifikasi komponen perangkat asesmen, menganalisis dan menafsirkan perangkat asesmen, dan mengembangkan materi usi Kompetensi (juga dikenal sebagai tugas asesmen) dan rencana asesmen. Persyaratan lisensi, legislatif atau sertifikasi yang berlaku untuk unit ini adalah sesuai PBNSP 32
  • 37. 3/9/19 3 UNIT KOMPETENSI ELEMEN KRITERIA UNJUK KERJA Element mendeskrispsikan capaian pembelajaran yang esensial KUK mendeskripsikan unjuk kerja yang dibutuhkan untuk mendemostrasikan pencapaian dari elemen 1. Menentukan pendekatan asesmen 1.1Kandidat, tujuan dan konteks asesmen diidentifikasi dan dikonfirmasikan dengan orang yang relevan sesuai dengan persyaratan hukum, organisasi dan etika 1.2 Standar industri atau tempat kerja yang berlaku diidentifikasi dan diakses untuk asesmen, dan persyaratan asesmen spesifik apa pun 2. Mempersiapkan rencana asesmen 2.1 Unit kompetensi dan persyaratan asesmen dianalisis untuk mengidentifikasi bukti dan jenis bukti yang diperlukan untuk menunjukkan kompetensi, sesuai dengan aturan bukti 2.1 Metode dan instrumen asesmen dipilih untuk mendukung pengumpulan bukti yang ditetapkan, dengan mempertimbangkan konteks di mana asesmen akan berlangsung 2.2 Rencana asesmen dikembangkan dan persetujuan didapatkan dari para pemangku kepentingan terkait 3. Identifikasi persyaratan modifikasi dan Kontekstualisasi 3.1 Informasi dari kandidat dan, jika relevan, tempat kerja kandidat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan kontekstualisasi 3.2 Saran yang diberikan oleh paket pelatihan atau pengembang kursus yang relevan diperiksa dengan kebutuhan kontekstualisasi yang diidentifikasi 3.3 Alat asesmen yang ada dianalisis dan amandemen yang diperlukan dicatatat untuk mengatasi kebutuhan kontekstualisasi yang diidentifikasi 3.4 Peluang untuk kegiatan asesmen terintegrasi diidentifikasi dan setiap perubahan yang diperlukan untuk alat asesmen dicatat 4. Mengembangkan Materi Uji Kompetensi 4.1Menganalisis instrumen asesmen yang tersedia untuk kesesuaian penggunaan dianalisisi, dan modifikasi yang diperlukan diidentifikasi. 4.2 Instrumen asesmen untuk memenuhi standar dan kebutuhan tempat kerja / kandidat yang diperlukan dikembangkan. 4.3 Instrumen asesmen terhadap persyaratan unit atau kursus dipetakan. 4.4 Instruksi yang jelas ditulis untuk kandidat dan penilai mengenai penggunaan instrumen asesmen 4.5 Draf instrumen asesmen memenuhi standar yang disyaratkan dan kebutuhan tempat kerja / kandidat tertentu serta catat hasil pemeriksaan diperiksa, dicatat dan dikonfirmasi 1. ELEMEN 1: MENENTUKAN PENDEKATAN ASESMEN 1.1. Kandidat, tujuan dan konteks asesmen diidentifikasi dan dikonfirmasikan dengan orang yang relevan sesuai dengan persyaratan hukum, organisasi dan etika 1.2. Standar industri atau tempat kerja yang berlaku diidentifikasi dan diakses untuk asesmen, dan persyaratan asesmen spesifik apa pun 33
  • 38. 3/9/19 4 1.1.KANDIDAT, TUJUAN DAN KONTEKS ASESMEN DIIDENTIFIKASI DAN DIKONFIRMASIKAN DENGAN ORANG YANG RELEVAN SESUAI DENGAN PERSYARATAN HUKUM, ORGANISASI DAN ETIKA Kandidat: ¡ Hasil pelatihan dan / atau pendidikan ¡ Pekerja berpengalaman ¡ Pelatihan / belajar mandiri TUJUAN ASESMEN/RPL Sertifikasi kompetensi Pengakuan KompetensiTerkini (PKT) yang sudah dimiliki asesi. Rekognisi Pembelajaran Lampau Evaluasi hasil pelatihan/proses pembelajaran. Penetapan kemajuan dalam rangka pencapaian kualifikasi. Pengukuran kinerja Pengklasifikasian karyawan/pemberian dukungan pengembangan karir. Rekrutmen berbasis kompetensi. Pemberian lisensi, registrasi, penugasan atau persyaratan regulator. 34
  • 39. 3/9/19 5 KONTEKS ASESMEN Dengan lingkungan tempat kerja (tempat kerja riil atau simulasi). 1 Dengan Peluang untuk mengumpulkan bukti dalam berbagai situasi (tersedia atau terbatas). 2 Dalam hubungan antar standar kompetensi dengan bukti untuk mendukung assmen, aktivitas pekerjaan kandididat ditempat kerja, dan aktivitas belajar. 3 Dalam hubungannya dengan siapa yang melakukan asesmen (lembaga sertifikasi, lembaga pelatihan, asesor dari dunia usaha (enterprise assessor). 4 PERSYARATAN HUKUM, ORGANISASI DAN ETIKA ¡ kebijakan dan prosedur sistem asesmen ¡ persyaratan strategi asesmen ¡ sistem pelaporan, pencatatan dan pengambilan kepiutusan untuk asesmen, termasuk RPL. ¡ sistem jaminan mutu ¡ rencana bisnis dan kinerja ¡ kebijakan dan prosedur akses dan kesetaraan ¡ pengaturan kolaboratif dan kemitraan ¡ parameter sumber daya yang ditentukan ¡ pengaturan saling pengakuan ¡ sistem dan proses hubungan industrial, penghargaan, dan perjanjian perusahaan ¡ Kerangka Kualifikasi ¡ ruang lingkup registrasi ¡ kebijakan dan prosedur sumber daya manusia ¡ persyaratan hukum, termasuk:anti-diskriminasi ¡ kesempatan kerja yang setara ¡ peran pekerjaan, tanggung jawab, dan kondisi ¡ kode praktik industri yang relevan ¡ persyaratan kerahasiaan dan privasi ¡ Pertimbangan K3, termasuk:memastikan persyaratan K3 dipatuhi selama proses penilaian ¡ mengidentifikasi dan melaporkan bahaya dan kekhawatiran K3 kepada personel terkait. 35
  • 40. 3/9/19 6 ORANGYANG RELEVAN UNTUK DIKONFIRMASI: ¡Manajer sertifikasi. ¡Lembaga pelatihan kerja ¡Manajer pelatihan ¡Lainnya. 1.2. STANDAR INDUSTRI ATAU TEMPAT KERJA YANG BERLAKU DIIDENTIFIKASI DAN DIAKSES UNTUK ASESMEN, DAN PERSYARATAN ASESMEN SPESIFIK APA PUN • Standar kompetensi: • Kriteria asesmen kurikulum saja: • Spesifikasi kinerja suatu perusahaan atau industri: • Spesifikasi Produk: • Pedoman khusus • Pelanggan, perusahaan atau organisasi. Standar industri atau tempat kerja 36
  • 41. 3/9/19 7 LATIHAN 1.TENTUKAN PENDEKATAN ! ¡ Pilih satu unit kompetensi yang Anda kuasai untuk direncanakan dengan 3 kesempatan sesuai dengan jenis kandidat atau unit kompetensi. 37
  • 42. 3/9/19 8 2. ELEMEN 2: MEMPERSIAPKAN RENCANA ASESMEN 2.1. Unit kompetensi dan persyaratan asesmen dianalisis untuk mengidentifikasi bukti dan jenis bukti yang diperlukan untuk menunjukkan kompetensi, sesuai dengan aturan bukti 1 2.2. Metode dan instrumen asesmen dipilih untuk mendukung pengumpulan bukti yang ditetapkan, dengan mempertimbangkan konteks di mana asesmen akan berlangsung 2 2.3. Rencana asesmen dikembangkan dan persetujuan didapatkan dari para pemangku kepentingan terkait. 3 2.1. UNIT KOMPETENSI DAN PERSYARATAN ASESMEN DIANALISIS UNTUK MENGIDENTIFIKASI BUKTI DAN JENIS BUKTI YANG DIPERLUKAN UNTUK MENUNJUKKAN KOMPETENSI, SESUAI DENGAN ATURAN BUKTI Tidak ada satu pun bentuk bukti yang lebih baik dari yang lain. Bukti kualitas dipilih dengan tepat untuk asesi dan konteks, dan memenuhi empat 'aturan' bukti. Bukti bisa langsung, tidak langsung atau tambahan Bukti adalah informasi yang dikumpulkan, ketika dicocokkan dengan persyaratan unit kompetensi, memberikan bukti kompetensi. Bukti dapat mengambil banyak bentuk dan dikumpulkan dari sejumlah sumber. 38
  • 43. 3/9/19 9 ATURAN BUKTI ATURAN BUKTI Valid/Sah: • Berkaitan dengan unit kompetensi yang tepat. • Mencerminkan kelima dimensi kompetensi. • Memberikan bukti keterampilan kerja. • Apakah sesuai dengan keberpihakan NQF yang sedang dinilai. Cukup • Memberikan bukti yang cukup untuk membuat asesmen tentang kompetensi individu dalam kaitannya dengan kelima dimensi kompetensi. • Memenuhi semua persyaratan bukti untuk unit kompetensi. Asli • apakah karya peserta sendiri (dan prosedur telah dikembangkan untuk memastikan ini). Andal • menunjukkan bahwa kandidat secara konsisten memenuhi unit kompetensi yang didukung 2.2. METODE DAN INSTRUMEN ASESMEN DIPILIH UNTUK MENDUKUNG PENGUMPULAN BUKTI YANG DITETAPKAN, DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KONTEKS DI MANA ASESMEN AKAN BERLANGSUNG Metode Asesmen Contoh q Observasi langsung • kerja nyata / aktivitas waktu nyata di tempat kerja, aktivitas kerja dalam lingkungan tempat kerja yang disimulasikan q Kegiatan terstruktur • Latihan simulasi dan permainan peran, proyek, presentasi, lembar kegiatan q Tanya jawab • pertanyaan tertulis, wawancara, asesmen diri, tanya jawab lisan, angket, ujian lisan atau tertulis q Verifikasi Portofolio • contoh pekerjaan yang disusun oleh kandidat, produk dengan dokumentasi pendukung, bukti sejarah, jurnal atau buku catatan, informasi tentang pengalaman hidup. q Ulasan produk • testimonial dan laporan dari atasan dan atasan, bukti pelatihan, pencapaian sebelumnya yang diautentikasi, wawancara dengan atasan, atasan, atau rekan kerja. Ada banyak sumber bukti potensial dan banyak metode dan teknik untuk mengumpulka n bukti 39
  • 44. 3/9/19 10 KONTEKSTUALISASI UNIT KOMPETENSI ¡ tidak boleh menghapus atau menambah jumlah dan konten elemen dan kriteria kinerja ¡ dapat menambahkan terminologi industri tertentu ke kriteria kinerja di mana ini tidak mendistorsi atau mempersempit hasil kompetensi ¡ dapat membuat amandemen dan penambahan pada pernyataan jangkauan selama perubahan tersebut tidak mengurangi luasnya penerapan kompetensi dan mengurangi portabilitasnya, dan / atau ¡ dapat menambahkan detail pada panduan bukti di bidang-bidang seperti aspek kritis bukti atau sumber daya dan infrastruktur yang diperlukan di mana hal ini memperluas luasnya kompetensi tetapi tidak membatasi penggunaannya. 2.3. RENCANA ASESMEN DIKEMBANGKAN DAN PERSETUJUAN DIDAPATKAN DARI PARA PEMANGKU KEPENTINGAN TERKAIT ¡ keseluruhan dokumen perencanaan yang menjelaskan: o apa yang akan diases, yaitu unit kompetensi; o kapan asesmen akan dilakukan dan akan terjadi. o di mana asesmen akan dilakukan, yaitu konteks asesmen; o bagaimana asesmen akan terjadi, yaitu metode yang akan digunakan; 40
  • 45. 3/9/19 11 latihan 2. Kembangkan Rencana Asesmen berdasarkan pendekatan asesmen. 3. ELEMEN 3: IDENTIFIKASI PERSYARATAN MODIFIKASI DAN KONTEKSTUALISASI 3.1 Informasi dari kandidat dan, jika relevan, tempat kerja kandidat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan kontekstualisasi 3.2 Saran yang diberikan oleh paket pelatihan atau pengembang kursus yang relevan diperiksa dengan kebutuhan kontekstualisasi yang diidentifikasi 3.3 Alat asesmen yang ada dianalisis dan amandemen yang diperlukan dicatatat untuk mengatasi kebutuhan kontekstualisasi yang diidentifikasi 3.4 Peluang untuk kegiatan asesmen terintegrasi diidentifikasi dan setiap perubahan yang diperlukan untuk alat asesmen dicatat. 41
  • 46. 3/9/19 12 Latihan 3. Identifikasi kebutuhan Modifikasi dan kontekstualisasi ! 4. ELEMEN 4: MENGEMBANG KAN MATERI UJI KOMPETENSI 4.1 Menganalisis instrumen asesmen yang tersedia untuk kesesuaian penggunaan dianalisisi, dan modifikasi yang diperlukan diidentifikasi. 4.2 Instrumen asesmen untuk memenuhi standar dan kebutuhan tempat kerja / kandidat yang diperlukan dikembangkan. 4.3 Instrumen asesmen terhadap persyaratan unit atau kursus dipetakan 4.4 Instruksi yang jelas ditulis untuk kandidat dan penilai mengenai penggunaan instrumen asesmen 4.5 Draf instrumen asesmen memenuhi standar yang disyaratkan dan kebutuhan tempat kerja / kandidat tertentu serta catat hasil pemeriksaan diperiksa, dicatat dan dikonfirmasi 42
  • 47. 3/9/19 13 4.1 MENGANALISIS INSTRUMEN ASESMENYANGTERSEDIA UNTUK KESESUAIAN PENGGUNAAN DIANALISISI, DAN MODIFIKASIYANG DIPERLUKAN DIIDENTIFIKASI. ¡ Identifikasi materi uji kompetensi yang tersedia ¡ Identifikasi Materi Uji Kompetisi yang direncanakan dalam perencanaan ¡ Identifiksi MUK yang belum tersedia berdasarkan rencana asesmen ¡ Identifikasi MUK yang tesedia perlu dimodifikasi sesuai konteks yang direncanakan 4.2 MUK UNTUK MEMENUHI STANDAR DAN KEBUTUHAN TEMPAT KERJA / KANDIDATYANG DIPERLUKAN DIKEMBANGKAN Pahami perbedaan Perangkat Asesmen dan Materi Uji Kompetensi Kembangkan MUK pengamatan langsung/Observasi demonstrasi. Kembangkan MUK Kegiatan terstruktur Kembangkan MUKVerifikasi Portfolio Kembangkan MUK Tinjauan produk Kembangkan MUK Pertanyaan tertulis 43
  • 48. 3/9/19 14 MATERI UJI KOMPETENSI? Perangkat asesmen adalah bahan yang memungkinkan Anda mengumpulkan bukti menggunakan metode asesmen yang Anda pilih. Perangkat asesmen adalah instrumen (materi uji) dan prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan dan menafsirkan bukti kompetensi: • Instrumen adalah aktivitas atau pertanyaan spesifik yang digunakan untuk mengases kompetensi dengan metode asesnen yang dipilih. Instrumen asesnen/materi uji Kompetensi dapat didukung oleh profil kinerja yang dapat diterima dan aturan atau pedoman pengambilan keputusan untuk digunakan oleh asesor. • Prosedur adalah informasi atau instruksi yang diberikan kepada kandidat dan asesor tentang bagaimana asesmen akan dilakukan dan dicatat. • Mereka juga dapat, jika dirancang dengan baik, digunakan untuk tujuan pencatatan dan pelaporan. 44
  • 49. 3/9/19 15 MENGEMBANGKAN MUK: PENGAMATAN LANGSUNG (PEKERJAAN NYATA / AKTIVITAS WAKTU NYATA DI TEMPAT KERJA, AKTIVITAS KERJA DALAM LINGKUNGAN TEMPAT KERJA YANG DISIMULASIKAN) Observasi adalah metode penting untuk asesmen berbasis kompetensi, yang mengharuskan kandidat untuk menunjukkan tidak hanya apa yang mereka ketahui, tetapi juga apa yang bisa mereka lakukan. Sejumlah lembaga dapat dikembangkan untuk mendukung metode asesmen ini, mencakup: Checklist Observasi Pertanyaan mendampingi checklists Instruksi kepada kandiddat dan asesor/observers Daftar periksa pengamatan langsung dirancang untuk menentukan kompetensi yang ditunjukkan terhadap elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja yang terkait. Untuk konteksnya, juga terhadap spesifikasi dan persyaratan tempat kerja (exp: standar spesifikasi produk dan SOP) 45
  • 50. 3/9/19 16 MENGEMBANGKAN MUK: KEGIATAN TERSTRUKTUR (LATIHAN SIMULASI DAN PERMAINAN PERAN, PROYEK, PRESENTASI, LEMBAR KEGIATAN) Dalam kasus di mana Anda membangun kegiatan asesnen terstruktur / disimulasikan untuk mengases kompetensi,Anda perlu mengembangkan serangkaian asesmen, yang dapat mencakup: skenario / garis besar situasi skrip untuk orang yang terlibat dalam kegiatan / simulasi instruksi untuk kandidat dan asesor Checklist observasi 46
  • 51. 3/9/19 17 LATIHAN SIMULASI DAN PERMAINAN PERAN Skenario dapat berupa kartu sederhana yang menguraikan skenario kepada kandidat, peserta lain, dan asesor. skrip untuk orang yang terlibat dalam kegiatan / simulasi Anda harus menyediakan skrip untuk setiap peserta yang membantu menciptakan situasi. instruksi untuk kandidat dan asesor Selain informasi yang harus diberikan kepada kandidat yang menghadapi tugas asesnen, kandidat harus diberitahu tentang apa yang diases melalui dramatisasi. Checklist observasi Dapat menggunakan daftar periksa pengamatan demonstrasi INSTRUKSI ASESOR UNTUK SIMULASI RESPONSTUMPAHAN BERBAHAYA (CONTOH) 47
  • 52. 3/9/19 18 ctd example PENJELASAN SINGKAT PROYEK TERKAIT PEKERJAAN Saat mengases proyek yang terkait dengan pekerjaan seperti mendesain produk, menulis dokumen tempat kerja, menyelesaikan masalah, melakukan presentasi, mengembangkan proposal untuk manajemen,Anda mungkin merasa berguna untuk merancang penjelasan singkat proyek atau lembar instruksi. Proyek dapat dirancang untuk diselesaikan oleh individu atau kelompok. Ringkasan proyek atau lembar instruksi proyek Anda harus menjabarkan sebagai berikut: • tujuan proyek - elemen kompetensi mana yang harus ditunjukkan melalui proyek • sumber daya yang mungkin digunakan kandidat • harapan kinerja tertentu • siapa yang akan mengamati kinerja atau mengases produk • instruksi untuk kandidat, termasuk jangka waktu dan informasi terkait lainnya. 48
  • 53. 3/9/19 19 MENGEMBANGKAN INSTRUMEN PENILAIAN: VERIFIKASI PORTFOLIO (ALAT UNTUK BUKTI YANG DIKOMPILASI OLEH KANDIDAT) (CONTOH KERJA YANG DISUSUN OLEH KANDIDAT, PRODUK DENGAN DOKUMENTASI PENDUKUNG, BUKTI HISTORIS, JURNAL ATAU BUKU CATATAN, INFORMASI TENTANG PENGALAMAN HIDUP) ¡ Dalam beberapa kasus, para kandidat, termasuk mereka yang mencari pengakuan atas pembelajaran mereka sebelumnya, dapat mengumpulkan bukti tambahan, seperti portofolio, koleksi sampel kerja, produk dengan dokumentasi pendukung, bukti historis, jurnal / buku catatan atau informasi tentang pengalaman hidup. Dengan masing-masing metode penilaian ini, instruksi untuk kandidat, dan kriteria untuk evaluasi sangat penting. ¡ Ada contoh praktik buruk. Calon, terutama mereka yang mencari RPL, tidak didukung dalam upaya mereka untuk memberikan bukti, dan akibatnya menyerah atau mengumpulkan banyak bukti yang gagal memenuhi aturan bukti. ¡ Jika metode ini digunakan, sangat penting bahwa alat yang menyertainya memberikan instruksi yang jelas kepada asesor dan kandidat. 49
  • 54. 3/9/19 20 ALAT UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN DAN PENILAIAN PORTOFOLIO Portofolio adalah kumpulan bahan yang disiapkan oleh kandidat untuk menunjukkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman mereka. Ini sering digunakan sebagai alat bagi kandidat yang mencari RPL. Pendekatan baru yang disederhanakan untuk RPL mendorong metode asesmen yang mengurangi ketergantungan sebelumnya pada bukti berbasis kertas dan memberikan kesempatan bagi kandidat untuk mengumpulkan bukti kompetensi mereka dalam berbagai cara yang lebih sesuai dengan persyaratan unit / unit. Semakin banyak metode yang digunakan untuk mengumpulkan bukti untuk metode asesmen cermin RPL yang digunakan dalam program pelatihan. Ini termasuk asesmen mandiri, proses wawancara dan / atau pengamatan langsung baik pada pekerjaan di tempat kerja, atau dalam lingkungan yang disimulasikan. Jika Anda memilih untuk menggunakan portofolio, sebagai bagian dari bukti yang menjadi dasar asesmen Anda, pedoman Anda untuk kandidat perlu meninggalkan keraguan mengenai tujuan dan komposisi portofolio yang diharapkan. Portofolio bisa memakan waktu lama untuk dikompilasi dan diasesmen, jadi jika Anda memilih untuk menggunakan metodologi ini, Anda perlu berhati-hati dalam mengembangkan pedoman yang tepat. BAHAN-BAHAN PORTOFOLIO BENTUK BUKTI PENERAPAN Jadwal Self-assessment Mengizinkan kandidat menilai kinerjanya sendiri terhadap persyaratan unit kompetensi yang relevan. Transkrip resmi, kualifikasi, Pernyataan Pencapaian, sertifikat Memberikan bukti pendidikan atau pelatihan sebelumnya yang diselesaikan di tempat atau di luar pekerjaan. Umpan balik asesmen atau daftar periksa yang lengkap Memberikan bukti kinerja di tempat kerja, komentar pengamat dan tindakan di masa depan sebagai hasil dari asesmen. Pernyataan atau referensi tertulis Memberikan bukti kinerja, tanggung jawab, prestasi, dan tingkat keterampilan kandidat. Deskripsi pekerjaan Memberikan bukti pengalaman kerja sebelumnya. Jurnal kerja Memberikan bukti tugas, kegiatan, atau prestasi lain yang dicapai oleh kandidat selama berhari-hari atau berminggu-minggu di tempat kerja atau dalam peran komunitas / relawan. Contoh pekerjaan, misalnya laporan, surat, desain. Memberikan bukti kemampuan kandidat untuk melakukan sebagian atau seluruh tugas atau proses kerja. Produk jadi, misalnya alat selesai Memberikan bukti kemampuan kandidat untuk menghasilkan produk atau layanan. Deskripsi atau spesifikasi produk Memberikan bukti bahwa kandidat mengetahui input, output atau standar yang diperlukan untuk menghasilkan produk atau menyediakan layanan. Deklarasi berdasarkan undang- undang Memberikan bukti bahwa sampel pekerjaan adalah pekerjaan kandidat. 50
  • 55. 3/9/19 21 MENGEMBANGKAN MUK: TINJAUAN PRODUK (Testimonial dan laporan dari pemberi kerja dan penyelia, bukti pelatihan, pencapaian sebelumnya yang diautentikasi, wawancara dengan pemberi kerja, penyelia, atau rekan kerja) Produk yang merupakan output dari partisipasi dalam suatu proyek, atau sampel atau produk kerja dapat menjadi bagian dari bukti asesmen. Alat yang dapat dikembangkan untuk metode ini dapat mencakup spesifikasi produk dan daftar periksa sederhana untuk mengases produk 51
  • 56. 3/9/19 22 ALAT UNTUK UMPAN BALIK PIHAK KETIGA Asesmen melibatkan 1) mengumpulkan bukti dan 2) membuat asesmen profesional tentang kompetensi berdasarkan bukti itu. 1 Bukti pihak ketiga adalah bukti yang dikumpulkan dari penyelia, rekan kerja, dan orang lain di tempat kerja untuk mendukung keputusan asesmen. 2 Seorang asesor tidak selalu dapat mengamati seorang kandidat selama periode waktu tertentu dan beberapa kompetensi sulit untuk dinilai hanya dengan melakukan observasi. Oleh karena itu, mengumpulkan bukti pihak ketiga dapat menjadi bagian penting dari proses asesmen. 3 52
  • 57. 3/9/19 23 MENGEMBANGKAN MUK: PERTANYAAN (ASESMEN MANDIRI, PERTANYAAN TERTULIS, WAWANCARA, PERTANYAAN VERBAL, KUESIONER, UJIAN LISAN ATAU TERTULIS) • Suatu proses yang memungkinkan siswa / kandidat diases untuk mengumpulkan dan memberikan bukti pada kinerja mereka sendiri terhadap standar kompetensi. • Asesmen mandiri sering digunakan sebagai alat asesmen awal untuk membantu asesi dan asesor menentukan bukti apa yang tersedia dan di mana kesenjangannya. Asesmen Mandiri: • Tertu;is • Oral Ujian: PERTANYAAN TERTULIS Biasanya, pengetahuan faktual daripada penerapannya yang sedang diuji Pertanyaan tertulis dapat diarahkan sehingga calon diminta untuk: pilih jawaban yang benar, diberikan beberapa pilihan atau pilihan benar / salah, atau untuk mencocokkan informasi dengan satu set informasi yang diberikan buat jawabannya sendiri, seperti dalam jawaban jawaban pendek atau laporan atau esai yang lebih panjang. Kedua kategori itu berguna untuk mengembangkan lembar jawaban dari jawaban yang benar. Dalam hal laporan atau esai yang lebih panjang, khususnya ketika kandidat diminta untuk menganalisis atau mengevaluasi situasi / informasi,Anda perlu menentukan kriteria yang akan menentukan kecukupan respons.. 53
  • 58. 3/9/19 24 PERTANYAANTERTULIS berguna untuk mengases pengetahuan dasar dan untuk melengkapi bukti yang dikumpulkan melalui real time / kerja nyata dan kegiatan terstruktur. Dapat ditanyakan dalam situasi pengujian atau sebagai bagian dari kegiatan terstruktur. Can Be menyadari manfaat dan keterbatasan penggunaan pertanyaan tertulis. Perlu MANFAAT MENGGUNAKAN PERTANYAANTERTULIS ¡ alat yang berharga di mana pengetahuan membentuk elemen kunci dari kinerja yang kompeten harus terstruktur dengan baik untuk memperoleh bidang-bidang utama pengetahuan dan pemahaman dapat menjadi efektif biaya dan waktu, terutama ketika: o digunakan dengan kelompok besar o selesai di lokasi terpencil atau jauh dari tempat kerja o digunakan untuk membakukan proses asesmen. 54
  • 59. 3/9/19 25 KETERBATASAN MENGGUNAKAN PERTANYAANTERTULIS. Mungkin: ¡ tidak adil karena bergantung pada tingkat literasi dan pemahaman yang mungkin berada di luar tingkat unit kompetensi (seperti keterampilan menulis dan bahasa yang diperlukan untuk membangun tanggapan yang koheren) ¡ mengukur pengetahuan tetapi tidak dapat mengkonfirmasi kemampuan untuk menerapkan pengetahuan itu ¡ dipilih karena kenyamanan administrasi atau efisiensi ekonomi daripada kegunaan sebagai sumber bukti yang valid ¡ terstruktur dengan buruk atau memungkinkan margin kesalahan / tebakan (melalui pilihan ganda / pertanyaan benar- salah) begitu tinggi sehingga mendistorsi hasil dan validitas hasil. Pertanyaan tertulis selected-response questions Salah/benar Pilihan berganda pertanyaan mencocokan constructed-response questions menyelesaikan pertanyaan / mengisi kekosongan pertanyaan dengan jawaban singkat respons jawaban lengkap / pertanyaan laporan pendek. 55
  • 60. 3/9/19 26 PERBEDAAN ANTARA SELECTED AND CONSTRUCTED RESPONSE QUESTIONS Pertanyaan Selected response Pertanyaan Constructed response • Memakan waktu bagi asesor untuk menulis • Relatif mudah bagi asesor untuk menulis • Cepat menjawab untuk kandidat • Membutuhkan kandidat lebih banyak waktu untuk menyelesaikan • Cepat menilai dan memberi skor • Membuat asesor lebih lama untuk menilai dan mememberi skor SUMBER PERTANYAAN TERTULIS Dari Unit kompetensi: Pengetahuan yang Dibutuhkan Kertrampilan yang Dibutuhkan Aspek kritis Elemen KUK Batasan variable Panduan penilaian Dari patokan lain yang terkait dengan unit: 5 Dimensi Kompetensi Employability skills 56
  • 63. 3/9/19 29 LATIHAN 4: Kembangkan MUK! Instrumen asesmen mandiri Daftar periksa pengamatan bukti langsung untuk unit kompetensi tertentu. Pertanyaan struktur untuk unit kompetensi tertentu. 4.3 INSTRUMEN ASESMEN TERHADAP PERSYARATAN UNIT DIPETAKAN. MUK pengamatan langsung/Observasi demonstrasi. 01 MUK Kegiatan terstruktur 02 MUKVerifikasi Portfolio 03 MUK Tinjauan produk 04 MUK Pertanyaan tertulis 05 59
  • 64. 3/9/19 30 4.4 INSTRUKSIYANG JELAS DITULIS UNTUK KANDIDAT DAN ASESOR MENGENAI PENGGUNAAN INSTRUMEN ASESMEN 4.5 DRAF INSTRUMEN ASESMEN MEMENUHI STANDARYANG DISYARATKAN DAN KEBUTUHANTEMPAT KERJA / KANDIDAT TERTENTU SERTA CATATAN HASIL PEMERIKSAAN DIPERIKSA, DICATAT DAN DIKONFIRMASI 60
  • 67. 3/17/19 1 MELAKSANAKAN ASESMEN SKKNI P.85ASM00.003.2-2018 2019 TUJUAN INSTRUKSIONAL • Calon harus menunjukkan bukti kemampuan untuk menyelesaikan tugas yang diuraikan dalam elemen dan Kriteria Unjuk Kerja (KUK) unit ini, termasuk: o asesmen setidaknya 3 kandidat dalam konteks pendidikan dan pelatihan kejuruan (VET) maupun di tempat kerja. Dua kandidat dibawah supervisi Master Asesor yang melatih, dan satu kandidat pada saat asesmen oleh asesor dari lembaga sertifikasi. 63
  • 68. 3/17/19 2 ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. Menetapkan dan memelihara lingkungan asesmen 1. Rencana asesmen diinterpretasi, kemudian kebijakan dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi /hukum/etika pelaksanaan asesmen dikonfirmasikan dengan orang yang relevan. 2. Acuan pembanding asesmen yang relevan dan perangkat asesmen yang akan digunakankan diakses dan diinterpretasi guna mememastikan bukti dan cara pengumpulan bukti. 3. Rincian mengenai rencana asesmen dan proses asesmen dijelaskan, dibahas dan diklarifikasi dengan asesi, termasuk kesempatan untuk melakukan penyesuaian yang beralasan, asesmen ulang dan banding. 4. Jika relevan, usulan perubahan terhadap proses asesmen dirundingkan dan disepakati dengan asesi. 2. Mengumpulkan bukti yang berkualitas 1. Rencana asesmen diikuti sebagai panduan dalam melaksanakan asesmen, guna penentuan kompetensi, metode asesmen dan perangkat asesmen digunakan untuk mengumpulkan, mengorganisasikan dan mendokumentasikan bukti dalam format yang sesuai. 2. Prinsip-prinsip asesmen dan aturan-aturan bukti diterapkan dalam pengumpulan bukti yang berkualitas. 3. Kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang teridentifikasi dan persyaratan organisasi/ hukum/ etika untuk asesmen dibahas. ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 3.Mendukung asesi 1. Asesi dibimbing dalam pengumpulan bukti guna pencapaian pengakuan kompetensi terkini. 2. Komunikasi yang sesuai dan keterampilan interpersonal digunakan untuk mengembangkan hubungan yang profesional dengan asesi, yakni hubungan yang merefleksikan kepekaan terhadap perbedaan individu dan memungkinkan terjadinya umpan balik dua arah. 3. Bila diperlukan, keputusan-keputusan mengenai penyesuaian yang beralasan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik asesi dibuat bersama asesi. 4. Penyesuaian-penyesuaian yang beralasan dibuat sedemikian sehingga dapat mempertahankan integritas standar kompetensi yang relevan dan memungkinkan prinsip-prinsip asesmen dan aturan bukti dapat diterapkan secara berimbang. 5. Bila ada, dukungan spesialis sesuai rencana asesmen diakses. 6. Risiko kesehatan dan keselamatan kerja apa pun terhadap orang atau peralatan ditanggulangi dengan segera. 64
  • 69. 3/17/19 3 ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 4. Membuat keputusan asesmen 1. Keterbatasan perolehan dan evaluasi bukti yang berkualitas diidentifikasi dan bila perlu diminta arahan dari orang yang relevan. 2. Bukti yang telah terkumpul diperiksa dan dievaluasi untuk memastikan bahwa bukti tersebut dapat merefleksikan bukti yang diperlukan dalam memperlihatkan kompetensi dan: • mencakupi seluruh bagian komponen standar kompetensi yang dijadikan acuan pembanding asesmen dan dimensi kompetensi. • memperhatikan dokumentasi terkait lainnya. • memenuhi aturan bukti. 3. Pertimbangan berdasarkan prinsip asesmen dan aturan bukti digunakan untuk memutuskan pencapaian kompetensi yang telah didemonstrasikan asesi berdasarkan bukti yang dikumpulkan. 4. Dalam membuat keputusan asesmen, kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang relevan dan pertimbanganpertimbangan organisasi/hukum/etika digunakan. 5. Umpan balik yang jelas dan membangun terkait keputusan asesmen diberikan kepada asesi, dan bila perlu dikemukakan pula rencana tindak lanjut. ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 5. Merekam dan melaporkan keputusan asesmen 1. Hasil asesmen segera dicatat secara akurat sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/ hukum/ etika. 2. Laporan asesmen dilengkapi dan diproses sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/ hukum/ etika. 3. Bila diperlukan, rekomendasi tindak lanjut diserahkan kepada orang yang relevan. 4. Bila diperlukan, dengan memperhatikan ketentuan kerahasiaan, pihak-pihak terkait lainnya diberitahu tentang keputusan asesmen. 6. Meninjau proses asesmen 1. Proses asesmen ditinjau berdasarkan kriteria yang ada melalui konsultasi dengan orang yang relevan guna perbaikan dan perubahan pelaksanaan asesmen di masa datang. 2. Tinjauan didokumentasi dan direkam sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang relevan serta persyaratan organisasi/hukum/etika. 3. Keterampilan kematangan berfikir (refleksi) secara mandiri digunakan untuk meninjau dan mengevaluasi praktek asesmen. 65
  • 70. 3/17/19 4 PROSES ASESMEN 2. Mengumpulkan bukti yang berkualitas 4. Membuat keputusan asesmen 6. Meninjau proses asesmen. 1. Menetapkan dan memelihara lingkungan asesmen 3. Mendukung asesi 5. Merekam dan melaporkan keputusan asesmen Deksripsi unit Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam mengembangkan perangkat asesmen. Penerapan Unit: Unit ini dapat digunakan untuk pengembangan perangkat asesmen, termasuk Recognition of Prior Learning (RPL) di dalam sistem asesmen berbasis kompetensi, pengembangan perangkat asesmen pada lembaga sertifikasi profesi, lembaga pelatihan dan lembaga pendidikan. Skills for employability (kompetensi untuk bekerja) dalam unit ini sudah menjadi bagian dari kriteria unjuk kerja. 66
  • 71. 3/17/19 5 1. Menetapkan dan memelihara lingkungan asesmen KRITERIA UNJUK KERJA 1. Rencana asesmen diinterpretasi, kemudian kebijakan dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi /hukum/etika pelaksanaan asesmen dikonfirmasikan dengan orang yang relevan. 2. Acuan pembanding asesmen yang relevan dan perangkat asesmen yang akan digunakankan diakses dan diinterpretasi guna mememastikan bukti dan cara pengumpulan bukti. 3. Rincian mengenai rencana asesmen dan proses asesmen dijelaskan, dibahas dan diklarifikasi dengan asesi, termasuk kesempatan untuk melakukan penyesuaian yang beralasan, asesmen ulang dan banding. 4. Jika relevan, usulan perubahan terhadap proses asesmen dirundingkan dan disepakati dengan asesi. 1.1 Rencana asesmen diinterpretasi, kemudian kebijakan dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi /hukum/etika pelaksanaan asesmen dikonfirmasikan dengan orang yang relevan Rencana asesmen adalah keseluruhan dokumen perencanaan yang akan digunakan dalam proses asesmen, dapat mencakupi: Maksud dan tujuan asesmen Konteks asesmen Personel teridentifikasi Standar kompetensi yang relevan dan dokumentasi asesmen lainnya Hubungan dengan kebijakan dan prosedur asesmen Rencana bukti Metode dan perangkat asesmen yang telah ditentukan Kemungkinan pengklasteran unit kompetensi sesuai tujuan asesmen Identifikasi bahaya K3, termasuk asesmen resiko dan strategi pengawasan Bahan dan/atau sumber daya fisik yang dibutuhkan Pengaturan organisasi pelaksanaan asesmen Persyaratan pelaporan K3 Kebutuhan khusus asesmen, sebagai contoh persyaratan pelindung diri Kerangka urutan kerja, penentuan waktu dan target waktu asesmen Prosedur asesmen mandiri Kaitan dg rencana pengorganisasian asesmen, kebijakan dan prosedur PPAP 01 67
  • 72. 3/17/19 6 1.2 Acuan pembanding asesmen yang relevan dan perangkat asesmen yang akan digunakankan diakses dan diinterpretasi guna mememastikan bukti dan cara pengumpulan bukti. Acuan pembanding asesmen merujuk kepada Kriteria yang digunakan untuk mengases asesi, dapat berupa: a. unit/ sejumlah unit standar kompetensi. b. kriteria asesmen kurikulum pelatihan. c. spesifikasi kinerja. d. spesifikasi produk. Perangkat asesmen, termasuk: instrumen dan prosedur pengumpulan serta interpretasi bukti sesuai metode asesmen yang telah dirancang, dapat mencakupi: 1. instrumen yang akan digunakan untuk mengumpulkan bukti, seperti § profil ukuran kinerja yang dapat diterima § template dan proforma § pertanyaan atau kegiatan spesifik § daftar periksa bukti dan observasio § daftar periksa untuk mengevaluasi sampel pekerjaan § materi asesmen diri kandidat 2. prosedur, informasi, dan instruksi untuk penilaidan kandidat yang terkait dengan penggunaan asesmeninstrumen dan kondisi asesmen. 68
  • 73. 3/17/19 7 1.3 Rincian mengenai rencana asesmen dan proses asesmen dijelaskan, dibahas dan diklarifikasi dengan asesi, termasuk kesempatan untuk melakukan penyesuaian yang beralasan, asesmen ulang dan banding. penyesuaian proses asesmen disebabkan keterbatasan asesi terhadap persyaratan bahasa, literasi dan numerasi. penyediaan dukungan pembaca, penterjemah, pelayan, penulis. penggunaan teknologi adaptif atau peralatan khusus. pelaksanaan asesmen secara fleksibel karena alasan keletihan atau keperluan pengobatan. penyediaan peralatan asesmen berupa braille, audio/video-tape. penyesuaian fisik tempat/lingkungan asesmen. penyesuaian metode/perangkat asesmen. pertimbangan umur/gender asesi. pertimbangan budaya/tradisi/agama DUKUNGAN SPESIALIS • bantuan oleh pihak ketiga, seperti perawat atau penterjemah • dukungan dari pendidik spesialis • penyediaan kegiatan asemen online yang dikembangkan • dukungan untuk kandidat dan asesor terpencil atau terisolasi • dukungan dari ahli suatu bidang atau ahli keselamatan • saran dari pihak berwenang • tim penilai dan panel • dukungan dari lead asesor • saran dari para ahli pengembangan kebijakan. 69
  • 74. 3/17/19 8 1.4 Jika relevan, usulan perubahan terhadap proses asesmen dirundingkan dan disepakati dengan asesi. LATIHAN 1 INSTRUKSI KERJA: Menetapkan dan memelihara lingkungan asesmen Dokumen/ media Status 1. Interpretasi Rencana asesmen, kemudian kebijakan dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi /hukum/etika pelaksanaan asesmen dikonfirmasikan dengan orang yang relevan. FR.AC.01 2. Akses dan interpretasi acuan pembanding asesmen yang relevan dan perangkat asesmen yang akan digunakan guna mememastikan bukti dan cara pengumpulan bukti. Unit kompetensi, Instrumen asesmen 3. Jelaskan, bahas, dan klarifikasi rincian mengenai rencana asesmen dan proses asesmen dengan asesi, termasuk kesempatan untuk melakukan penyesuaian yang beralasan, asesmen ulang dan banding. Diskusikan dengan asesi 4. Jika relevan, rundingkan usulan perubahan terhadap proses asesmen dan disepakati dengan asesi. Diskusikan dengan asesi 70
  • 75. 3/17/19 9 2. Mengumpulka n bukti yang berkualitas 2.1 Rencana asesmen diikuti sebagai panduan dalam melaksanakan asesmen, guna penentuan kompetensi, metode asesmen dan perangkat asesmen digunakan untuk mengumpulkan, mengorganisasikan dan mendokumentasikan bukti dalam format yang sesuai. 2.2 Prinsip-prinsip asesmen dan aturan-aturan bukti diterapkan dalam pengumpulan bukti yang berkualitas. 2.3 Kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang teridentifikasi dan persyaratan organisasi/ hukum/ etika untuk asesmen dibahas. 2.1 Rencana asesmen diikuti sebagai panduan dalam melaksanakan asesmen, guna penentuan kompetensi, metode asesmen dan perangkat asesmen digunakan untuk mengumpulkan, mengorganisasikan dan mendokumentasikan bukti dalam format yang sesuai. teknik khusus yang digunakan untuk mengumpulk an berbagai jenis bukti, seperti: Observasi langsung Aktivitas terstruktur Berbagai lembar aktivitas Mengajukan pertanyaan Portofolio bukti Meninjau ulang produk-produk Umpan balik dari pihak ketiga. 71
  • 76. 3/17/19 10 2.2 Prinsip-prinsip asesmen dan aturan-aturan bukti diterapkan dalam pengumpulan bukti yang berkualitas Aturan Bukti Sahih/Vali d • Berkaitan dengan unit kompetensi yang tepat. • Mencerminkan kelima dimensi kompetensi. • Memberikan bukti keterampilan kerja. • Apakah sesuai dengan keberpihakan Kerangka Kualifikasi Nasional yang sedang dinilai. Memadai • Memberikan bukti yang cukup untuk membuat asesmen tentang kompetensi individu dalam kaitannya dengan kelima dimensi kompetensi. • Memenuhi semua persyaratan bukti untuk unit kompetensi. Otentik • Apakah karya siswa sendiri (dan prosedur telah dikembangkan untuk memastikan ini). Terkini • Kandidat menunjukkan bukti terkini Prinsip-Prinsip asesmen Validitas asesmen valid ketika proses menilai apa yang diklaimnya dinilai. Reliabilitas Reliabilitas mengacu pada konsistensi interpretasi bukti dan konsistensi hasil asesmen. Fleksibilitas Fleksibilitas dalam asesmen melibatkan pertimbangan berbagai kebutuhan pihak yang terlibat dalam proses asesmen. Keadilan asesmen adil ketika proses asesmen dipahami dengan jelas oleh kandidat dan disetujui oleh penilai dan kandidat dan ketika kebutuhan dan karakteristik kandidat ditangani. 3. Mendukung asesi 3.1 Asesi dibimbing dalam pengumpulan bukti guna pencapaian pengakuan kompetensi terkini. 3.2 Komunikasi yang sesuai dan keterampilan interpersonal digunakan untuk mengembangkan hubungan yang profesional dengan asesi, yakni hubungan yang merefleksikan kepekaan terhadap perbedaan individu dan memungkinkan terjadinya umpan balik dua arah 3.3 Bila diperlukan, keputusan-keputusan mengenai penyesuaian yang beralasan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik asesi dibuat bersama asesi. 3.4 Penyesuaian-penyesuaian yang beralasan dibuat sedemikian sehingga dapat mempertahankan integritas standar kompetensi yang relevan dan memungkinkan prinsip- prinsip asesmen dan aturan bukti dapat diterapkan secara berimbang. 3.5 Bila ada, dukungan spesialis sesuai rencana asesmen diakses. 3.6 Risiko kesehatan dan keselamatan kerja apa pun terhadap orang atau peralatan ditanggulangi dengan segera. 72
  • 77. 3/17/19 11 4. Buat keputusan asesmen 1. Keterbatasan perolehan dan evaluasi bukti yang berkualitas diidentifikasi dan bila perlu diminta arahan dari orang yang relevan. 2. Bukti yang telah terkumpul diperiksa dan dievaluasi untuk memastikan bahwa bukti tersebut dapat merefleksikan bukti yang diperlukan dalam memperlihatkan kompetensi dan: • mencakupi seluruh bagian komponen standar kompetensi yang dijadikan acuan pembanding asesmen dan dimensi kompetensi. • memperhatikan dokumentasi terkait lainnya. • memenuhi aturan bukti. 3. Pertimbangan berdasarkan prinsip asesmen dan aturan bukti digunakan untuk memutuskan pencapaian kompetensi yang telah didemonstrasikan asesi berdasarkan bukti yang dikumpulkan. 4. Dalam membuat keputusan asesmen, kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang relevan dan pertimbanganpertimbangan organisasi/hukum/etika digunakan. 5. Umpan balik yang jelas dan membangun terkait keputusan asesmen diberikan kepada asesi, dan bila perlu dikemukakan pula rencana tindak lanjut. 5. Merekam dan Melaporkan Keputusan Asesmen 5.1 Hasil asesmen segera dicatat secara akurat sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/ hukum/ etika. 5.2 Laporan asesmen dilengkapi dan diproses sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen serta persyaratan organisasi/ hukum/ etika. 5.3 Bila diperlukan, rekomendasi tindak lanjut diserahkan kepada orang yang relevan. 5.4 Bila diperlukan, dengan memperhatikan ketentuan kerahasiaan, pihak-pihak terkait lainnya diberitahu tentang keputusan asesmen. 73
  • 78. 3/17/19 12 FR.AC.01 6. Meninjau Proses Asesmen 6.1 Proses asesmen ditinjau berdasarkan kriteria yang ada melalui konsultasi dengan orang yang relevan guna perbaikan dan perubahan pelaksanaan asesmen di masa datang. 6.2 Tinjauan didokumentasi dan direkam sesuai dengan kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang relevan serta persyaratan organisasi/hukum/etika. 6.3 Keterampilan kematangan berfikir (refleksi) secara mandiri digunakan untuk meninjau dan mengevaluasi praktek asesmen. 74
  • 82. 3/17/19 1 MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM VALIDASI ASESMEN SKKNI P.854900.047.01-2015 2019 TUJUAN INSTRUKSIONAL Kandidat harus menunjukkan bukti kemampuan untuk menyelesaikan tugas yang diuraikan dalam elemen dan Kriteria Unjuk Kerja unit Memberikan Kontribusi dalamValidasi Asesmen ini dalam validasi asesmen, termasuk: § berpartisipasi aktif dalam minimal tiga sesi validasi yang membahas aspek kritis validasi § dengan jelas mengidentifikasi tujuan untuk setiap validasi, dan tanggung jawab hukum dan etika penilai § menyusun dan menyajikan dokumentasi untuk setiap validasi secara logis § berkomunikasi dan berhubungan dengan orang-orang yang relevan § memberikan umpan balik dan menafsirkan dokumentasi dalam sesi validasi § mencatat kontribusi mereka pada temuan validasi. 78
  • 83. 3/17/19 2 DESKRIPSI UNIT ¡Unit ini mendeskripsikan kinerja, ketrampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk berpartisipasi dalam proses validasi asesmen. ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. Menyiapkan proses validasi 1.1 Tujuan, fokus dan konteks validasi dikonfirmasi dan didiskusikan dengan orang yang relevan. 1.2 Pendekatan validasi dibahas dan dikonfirmasi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, konteks, kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang relevan serta persyaratan organisasi/hukum/etika. 1.3 Acuan Pembanding yang relevan untuk asesmen dianalisis dan bukti- bukti yang dibutuhkan untuk mendemonstrasikan kompetensi disepakati bersama. 1.4 Setiap dokumen yang terkait yang relevan untuk proses validasi diidentifikasi dan disepakati bersama. 1.5 Bahan-bahan yang akan digunakan dalam sesi validasi diperoleh, dibaca dan diinterprestasikan, serta kegiatan-kegiatan validasi disepakati bersama. 2. Memberikan kontribusi dalam proses validasi 2.1 Partisipasi aktif dalamsesi dan kegiatan validasi didemonstrasikan dengan menggunakan keterampilan komunikasi yang sesuai. 2.2 Partisipasi dalam sesi dan kegiatan validasi, termasuk meninjau, membandingan dan mengevaluasi: keseluruhan proses asesmen, rencana asesmen, interpretasi standar kompetensi atau acuan pembanding lainnya untuk asesmen, penyeleksian dan penerapan metode asesmen, penyeleksian dan penggunaan perangkat asesmen dan bukti yang dikumpulkan rekomendasi hasil asesmen termasuk proses pengambilan keputusan. 2.3 Tinjauan, perbandingan dan evaluasi dilakukan sesuai dengan prinsip asesmen dan aturan bukti. 2.4 Semua dokumen yang digunakan dalam proses validasi diperiksa keakuratan dan keterkinian versi. 79
  • 84. 3/17/19 3 ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 3. Memberikan kontribusi untuk hasil validasi 3.1 Temuan validasi didiskusikan, dianalisis dan disepakati bersama untuk mendukung perbaikan kualitas asesmen. 3.2 Rekomendasi-rekomendasi untuk meningkatkan praktek asesmen didiskusikan, disepakati dan dicatat. 3.3 Perubahan terhadap praktek pelaksanaan asesmen yang timbul akibat kegiatan validasi dan sesuai dengan peran serta tanggung jawab dalam melakukan asesmen, diimplementasikan. BUKTI PENGETAHUAN Kandidat harus mampu menunjukkan pengetahuan penting untuk secara efektif menyelesaikan tugas yang diuraikan dalam elemen dan kriteria unjuk kerja unit ini. Ini termasuk pengetahuan tentang: § Cara menentukan bukti yang diperlukan untuk menunjukkan kompetensi dalam lingkungan berbasis kompetensi § Alasan untuk melaksanakan validasi dan pendekatan berbeda untuk validasi yang mungkin sesuai sebelum, selama dan setelah asesmen § Komponen perangkat asesmen § Aspek kritis validasi, termasuk validasi proses asesmen, metode, dan produk § Bagaimana prinsip-prinsip asesmen dibahas dalam validasi § Bagaimana aturan pembuktian ditangani dalam validasi § Undang-undang kesehatan dan keselamatan kerja, kode praktik, standar dan pedoman yang berdampak pada asesmen § Kewajiban seorang asesor di bawah undang-undang dan / atau standar yang berlaku, khususnya terkait dengan kegiatan validasi. 80
  • 85. 3/17/19 4 1. MENYIAPKAN PROSES ASESMEN Diskusikan dan konfirmasi tujuan, konteks dan ruang lingkup proses validasi dalam kebijakan dan prosedur sistem asesmen yang relevan 01 Atur bahan untuk kegiatan validasi 02 Periksa semua dokumen yang digunakan dalam proses validasi untuk akurasi dan kontrol versi 03 Analisis unit kompetensi yang relevan dan setujui bukti yang diperlukan untuk menunjukkan kompetensi 04 Bahan-bahan yang akan digunakan dalam sesi validasi diperoleh, dibaca, dan diinterpretasikan, serta kegiatan- kegiatan validasi disepakati bersama 05 Kebijakan dan Prosedur Sistem Asesmen • Pemilihan kandidat • Dasar pemikiran dan tujuan asesmen berbasis kompetensi • Catatan asesmen, dan manajemen data dan informasi • Pengakuan kompetensi saat ini, pengakuan pembelajaran sebelumnya dan pengaturan kredit prosedur pelaporan asesmen • Banding asesmen • Keluhan dan keluhan kandidat • Validasi • Evaluasi dan audit internal • Biaya dan sumber daya • Akses dan kesetaraan, dan penyesuaian yang wajar • Pengaturan kemitraan • Hubungan dengan sumber daya manusia atau sistem hubungan industrial • Tautan dengan sistem manajemen kualitas keseluruhan. 81 VALIDASI
  • 86. 3/17/19 5 BAHAN q Perangkat asesmen q Sampel bukti yang dikumpulkan q Dokumentasi yang menjabarkan dasar keputusan asesmen q Laporan dan catatan keputusan asesmen q Sampel tolok ukur bukti yang sesuai q Pedoman Asesmen paket pelatihan yang relevan q Informasi dari panduan bukti dari unit kompetensi yang relevan. KEGIATAN VALIDASI • menganalisis dan meninjau: o Perangkat asesmen o bukti yang dikumpulkan o keputusan asesmen dan catatan hasil asesmen o aspek-aspek lain dari kebijakan, proses, dan hasil asesmen • merekam bukti proses dan hasil validasi 82
  • 87. 3/17/19 6 PARTISIPASI DAPAT MENCAKUP PERBANDINGAN DAN EVALUASI: · Praktek asesmen · rencana asesmen · interpretasi unit kompetensi · metode asesmen dan materi uji/asesmen kompetensi · keputusan asesmen · bukti yang dikumpulkan. 2. MEMBERIKAN KONTRIBUSI DALAM PROSES VALIDASI 1. Demonstrasikan partisipasi aktif dalamsesi dan kegiatan validasi dengan menggunakan keterampilan komunikasi yang sesuai. 2. Partisipasi dalam sesi dan kegiatan validasi, termasuk meninjau, membandingan dan mengevaluasi: keseluruhan proses asesmen, rencana asesmen, interpretasi standar kompetensi atau acuan pembanding lainnya untuk asesmen, penyeleksian dan penerapan metode asesmen, penyeleksian dan penggunaan perangkat asesmen dan bukti yang dikumpulkan rekomendasi hasil asesmen termasuk proses pengambilan keputusan. 3. Lakukan tinjauan, perbandingan dan evaluasi sesuai dengan prinsip asesmen dan aturan bukti. 4. Periksa keakuratan dan keterkinian versi semua dokumen yang digunakan dalam proses validasi. 83
  • 88. 3/17/19 7 3. MEMBERIKAN KONTRIBUSI UNTUK HASIL VALIDASI 3.1 Diskusikan, analisis, dan sepakati bersama temuan validasi untuk mendukung perbaikan kualitas asesmen. 3.2 Diskusikan, sepakati, dan catat rekomendasi- rekomendasi untuk meningkatkan praktek asesmen. 3.3 Implementasikan perubahan terhadap praktek pelaksanaan asesmen yang timbul akibat kegiatan validasi dan sesuai dengan peran serta tanggung jawab dalam melakukan asesmen, diimplementasikan. 84
  • 91. 1 DOKUMEN FORMULIR • PERENCANAAN AKTIVITAS DAN PROSES ASESMEN • MUK UNIT KOMPETENSI: 1. FR-PAAP-01. Rencana Aktivitas Dan Proses Asesmen 2. FR.AI.01. Ceklis Observasi Untuk Aktivitas Di Tempat Kerja Atau Tempat Kerja Simulasi 3. FR. AI.02. Pertanyaan Untuk Mendukung Observasi 4. FR.AI.01b. Penjelasan Singkat Proyek terkait Pekerjaan 5. FR.AI.04. Ceklis Evaluasi Portofolio 6. FR.AI.05. Formulir bukti pihak ketiga 7. FR. APL-02. ASESMEN MANDIRI 8. FR. AI-AE-01. Pertanyaan Tertulis 9. FR.AI-AE03. Pertanyaan Lisan 10. FR.AI.09. Ceklis Meninjau Materi Uji Kompetensi/ Materi Asesmen 11. Dst.. Penyusun: Tanggal Ttd Validasi oleh Tanggal Ttd 87
  • 92. 2 FR-PAAP-01. RENCANA AKTIVITAS DAN PROSES ASESMEN Unit Kompetensi: Kode Unit: 1. Pendekatan Asesmen 1.1. Asesi Hasil pelatihan dan / atau pendidikan: Pekerja berpengalaman Pelatihan / belajar mandiri Tujuan Asesmen Sertifi kasi RCC RPL Hasil pelatihan / proses pembelajaran Lainnya: Konteks Asesmen: Lingkungan Tempat kerja nyata Tempat kerja simulasi Peluang untuk mengumpulkan bukti dalam sejumlah situasi Tersedia Terbatas Hubungan antara standar kompetensi dan: Bukti untuk mendukung asesmen / RPL: J K L Aktivitas kerja di tempat kerja kandidat: J K L Kegiatan Pembelajaran: J K L Siapa yang melakukan asesmen / RPL Oleh Lembaga Sertifikasi Oleh Organisasi Pelatihan Oleh asesor perusahaan Orang yang relevan untuk dikonfirmasi Manajer sertifikasi LSP Master Assessor / Master Trainer / Asesor Utama kompetensi Manajer pelatihan Lembaga Training terakreditasi / Lembaga Training terdaftar Lainnya: 1.2 Tolok ukur asesmen Standar Kompetensi: Kriteria asesmen dari kurikulum pelatihan Spesifikasi kinerja suatu perusahaan atau industri: Spesifikasi Produk: Pedoman khusus: 2. Rencana Asesmen Unit Kompetensi : ELEMEN: Kriteria Unjuk Kerja Bukti-Bukti (Kinerja, produk, Portofolio, dan / atau hafalan) diidentifikasi berdasarkan Kriteria Unjuk Kerja dan pendekatan asesmen. Jenis bukti Metode dan Perangkat Asesmen CL (Daftar Periksa), DIT (Daftar Instruksi Terstruktur), DPL (Daftar Pertanyaan Lisan), DPT (Daftar Pertanyaan Tertulis), VP (Verifikasi Portofolio), CUP (Ceklis Ulasan Produk). L TL T Obsevasilangsung (kerjanyata/aktivitaswaktu nyataditempatkerja dilingkungantempatkerjayang disimulasikan) KegiatanStruktur (latihansimulasidanbermain peran,proyek,presentasi, lembarkegiatan) TanyaJawab (pertanyaantertulis, wawancara,asesmendiri, tanyajawablisan,angket,ujian lisanatautertulis) VerifikasiPortfolio (sampelpekerjaaanyang disusunolehkandidat,produk dengandokumentasi pendukung,buktisejarah,jurnal ataubukucatatan,informasi tentangpengalamanhidup) Reviewproduk (testimonidanlaporandari atasandanatasan,bukti pelatihan,otentikasi pencapaiansebelumnya, wawancaradenganatasan, atasan,ataurekankerja) Lainnya:….. 88
  • 93. 3 Unit Kompetensi : ELEMEN: Kriteria Unjuk Kerja Bukti-Bukti (Kinerja, produk, Portofolio, dan / atau hafalan) diidentifikasi berdasarkan Kriteria Unjuk Kerja dan pendekatan asesmen. Jenis bukti Metode dan Perangkat Asesmen CL (Daftar Periksa), DIT (Daftar Instruksi Terstruktur), DPL (Daftar Pertanyaan Lisan), DPT (Daftar Pertanyaan Tertulis), VP (Verifikasi Portofolio), CUP (Ceklis Ulasan Produk). L TL T Obsevasilangsung (kerjanyata/aktivitaswaktu nyataditempatkerja dilingkungantempatkerjayang disimulasikan) KegiatanStruktur (latihansimulasidanbermain peran,proyek,presentasi, lembarkegiatan) TanyaJawab (pertanyaantertulis, wawancara,asesmendiri, tanyajawablisan,angket,ujian lisanatautertulis) VerifikasiPortfolio (sampelpekerjaaanyang disusunolehkandidat,produk dengandokumentasi pendukung,buktisejarah,jurnal ataubukucatatan,informasi tentangpengalamanhidup) Reviewproduk (testimonidanlaporandari atasandanatasan,bukti pelatihan,otentikasi pencapaiansebelumnya, wawancaradenganatasan, atasan,ataurekankerja) Lainnya:….. Unit Kompetensi : ELEMEN: Kriteria Unjuk Kerja Bukti-Bukti (Kinerja, produk, Portofolio, dan / atau hafalan) diidentifikasi berdasarkan Kriteria Unjuk Kerja dan pendekatan asesmen. Jenis bukti Metode dan Perangkat Asesmen CL (Daftar Periksa), DIT (Daftar Instruksi Terstruktur), DPL (Daftar Pertanyaan Lisan), DPT (Daftar Pertanyaan Tertulis), VP (Verifikasi Portofolio), CUP (Ceklis Ulasan Produk). L TL T Obsevasilangsung (kerjanyata/aktivitaswaktu nyataditempatkerja dilingkungantempatkerjayang disimulasikan) KegiatanStruktur (latihansimulasidanbermain peran,proyek,presentasi, lembarkegiatan) TanyaJawab (pertanyaantertulis, wawancara,asesmendiri, tanyajawablisan,angket,ujian lisanatautertulis) VerifikasiPortfolio (sampelpekerjaaanyang disusunolehkandidat,produk dengandokumentasi pendukung,buktisejarah,jurnal ataubukucatatan,informasi tentangpengalamanhidup) Reviewproduk (testimonidanlaporandari atasandanatasan,bukti pelatihan,otentikasi pencapaiansebelumnya, wawancaradenganatasan, atasan,ataurekankerja) Lainnya:….. Unit Kompetensi : ELEMEN: Kriteria Unjuk Kerja Bukti-Bukti (Kinerja, produk, Portofolio, dan / atau hafalan) diidentifikasi berdasarkan Kriteria Unjuk Kerja dan pendekatan asesmen. Jenis bukti Metode dan Perangkat Asesmen CL (Daftar Periksa), DIT (Daftar Instruksi Terstruktur), DPL (Daftar Pertanyaan Lisan), DPT (Daftar Pertanyaan Tertulis), VP (Verifikasi Portofolio), CUP (Ceklis Ulasan Produk). L TL T Obsevasilangsung (kerjanyata/aktivitaswaktu nyataditempatkerja dilingkungantempatkerjayang disimulasikan) KegiatanStruktur (latihansimulasidanbermain peran,proyek,presentasi, lembarkegiatan) TanyaJawab (pertanyaantertulis, wawancara,asesmendiri, tanyajawablisan,angket,ujian lisanatautertulis) VerifikasiPortfolio (sampelpekerjaaanyang disusunolehkandidat,produk dengandokumentasi pendukung,buktisejarah,jurnal ataubukucatatan,informasi tentangpengalamanhidup) Reviewproduk (testimonidanlaporandari atasandanatasan,bukti pelatihan,otentikasi pencapaiansebelumnya, wawancaradenganatasan, atasan,ataurekankerja) Lainnya:….. 89