Sutera Mandar, Lestari karena TradisiSarung sutera Mandar telah digunakan sejak dulu dalam banyak ritualkerajaan Mandar ol...
seperti merah, kuning dan hijau yang dikombinasikan dengan benang emas. Selainitu, para pengrajin ini juga dapat memproduk...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sutera mandar by nurul

1,554 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,554
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
20
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sutera mandar by nurul

  1. 1. Sutera Mandar, Lestari karena TradisiSarung sutera Mandar telah digunakan sejak dulu dalam banyak ritualkerajaan Mandar oleh para bangsawan Mandar yang disebut kaumMara’dia. Setidaknya seluruh proses inisiasi kehidupan dari lahir, kawindan mati, sarung sutera Mandar masih menjadi simbol busana Mara’dia.Seperti apa keistimewaannya? Tradisi masyarakat Mandar di Kabupaten Majene yang merupakan salah satuKabupaten di Sulawesi Barat ini sarat dengan unsur budaya yang tidak dapatdilepaskan dari penggunaan sarung sutera Mandar dalam berbagai acara yangkerapkali diadakan masyarakat. Kendati demikian, karena proses pembuatannyayang rumit dan memerlukan waktu yang lama serta menggunakan benang emasasli, maka saat itu sarung sutera ini hanya digunakan kaum bangsawan kerajaanMandar Majene yang saat itu masih terdiri dari beberapa kerajaan, baik kerajaanpesisir maupun kerajaan yang terletak di pegunungan. Namun seiring dengan perkembangan jaman, sarung sutera Mandartelah dipakai secara luas oleh masyarakat Mandar dalam berbagai kesempatan. Bagimasyarakat Mandar, adalah suatu hal yang tabu jika menghadiri suatu acaraperkawinan terlebih acara kematian jika tidak menggunakan sarung Mandar. Hal inimenjadikan daerah Mandar Majene merupakan salah satu penghasil sarung suterakendati daerah ini bukanlah penghasil benang sutera dan tidak memiliki sentrapengembangbiakan ulat sutera seperti halnya daerah lain yang juga identik dengansutera seperti Kabupaten Wajo. Olehnya itu, hingga saat ini bahan baku benangsutera masih diambil dari dari daerah lain seperti daerah Wajo di Sulsel. Disamping itu, saat ini masyarakat Mandar Majene juga telahmengaplikasikan tenunan sutera Mandar dalam beragam busana kaum hawa sepertibusana muslim, kebaya modern hingga berbagai modifikasi busana lainnya yangmenjadikan tampilan tenunan sutera Mandar tidak terbatas pada sarung sutera sajanamun telah merambah ke industri pakaian jadi yang dapat dipakai berbagaikalangan usia. Salah satu sentra industri rumah tangga pembuatan tenunan suteraMandar terdapat di Dusun Soppeng Jawa, Desa Bonde, Kecamatan Pamboang,Majene yang memiliki 4 kelompok pengrajin dengan jumlah pengrajin sekitar 20orang. Salah seorang diantaranya yakni Hj. Mastura, menuturkan bahwa permintaansutera Mandar cukup tinggi, bukan hanya dari masyarakat lokal Majene, namun jugadari luar Kabupaten Majene, utamanya warga Mandar perantauan yang berada diJakarta maupun Kalimantan. Corak dan motif yang biasa dibuat oleh Hj. Mastura maupun pengrajinlain terdiri dari berbagai macam corak dan motif seperti Corak Mandar, Corak KDIhingga corak lain menurut keinginan pemesan. Namun secara umum, corak motifMandar yang paling banyak digemari yakni motif kotak-kotak dengan warna terang
  2. 2. seperti merah, kuning dan hijau yang dikombinasikan dengan benang emas. Selainitu, para pengrajin ini juga dapat memproduksi sutera India sesuai pesanan. Para pengrajin sarung sutera Mandar ini dapat menghasilkan satu lembarsarung sutera dalam kurun waktu satu minggu. Waktu pembuatan tersebut jugatidak terlepas dari kerumitan corak yang diinginkan sang pemesan. Selain itu, alattenun yang digunakan para pengrajin masih tradisional dan difungsikan secaramanual sehingga membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup lama dalampengerjaannya. Keahlian para pengrajin ini diwariskan secara turun temurun sepertihalnya Hj. Mastura yang saat ini berusia 78 tahun telah piawai menenun sejak masihbelia. Keahlian menenun inipun telah diturunkannya pada putrinya. Hal inilah jugayang menjadikan sarung sutera Mandar ini tetap lestari hingga kini karena selainmenjadi tradisi budaya yang tetap ada dalam masyarakat Mandar Majene jugamenjadi sumber penghasilan bagi pengrajin sutera Mandar. Kendati demikian, menurut para Pengrajin sutera Mandar di DusunSoppeng Jawa, kendala pemasaran masih menjadi persoalan utama dari hasiltenunan sutera Mandar mereka. Meskipun pemerintah Kabupaten Majene sendiritelah memberikan bantuan dari Kementrian Negara Bidang Koperasi bagi parapengrajin namun bantuan tersebut hanyalah mencakup modal kerja bagi pengrajindan bukan dari segi pemasaran. Hal tersebut menjadikan pembuatan tenun suteraMandar sebagian besar masih berdasarkan pemesanan saja dan belum bisadiproduksi secara massal karena jangkauan pemasaran yang terbatas. Kedepannya, peran pemerintah diperlukan dalam menjaring investoryang dapat mengangkat citra sarung tenun sutera Mandar hingga ke Mancanegaraserta mengupayakan pasar yang lebih luas bagi pemasaran hasil tenunan suteraMandar. (Mia&NunuYahya)

×