Makalah

302 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Makalah

  1. 1. MATA KULIAH : BAHASA INDONESIA 2 #TULISANNAMA KELOMPOK :1. ARINI NURMALA SARI ( NPM : 11210100 )2. HARITS WIGUNA ( NPM : 13210146 )3. NUR AZIZAH ( NPM : 15210155 )TULISAN : BAHASA INDONESIAJUDUL : KEBUDAYAAN JAWA TENGAHUNIVERSITAS GUNADARMAFAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN2013
  2. 2. BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangIndonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau danmemiliki berbagai macam suku bangsa, bahasa, adat istiadat atau yang sering kita sebutkebudayaan. Keanekaragaman budaya yang terdapat di Indonesia merupakan suatu buktibahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya.Tidak bisa kita pungkiri, bahwa kebudayaan daerah merupakan faktor utamaberdirinya kebudayaan yang lebih global, yang biasa kita sebut dengan kebudayaannasional. Maka atas dasar itulah segala bentuk kebudayaan daerah akan sangatberpengaruh terhadap budaya nasional, begitu pula sebaliknya kebudayaan nasional yangbersumber dari kebudayaan daerah, akan sangat berpengaruh pula terhadap kebudayaandaerah / kebudayaan lokal.Kebudayaan merupakan suatu kekayaan yang sangat benilai karena selainmerupakan ciri khas dari suatu daerah juga mejadi lambang dari kepribadian suatu bangsaatau daerah.Karena kebudayaan merupakan kekayaan serta ciri khas suatu daerah, makamenjaga, memelihara dan melestarikan budaya merupakan kewajiban dari setiapindividu, dengan kata lain kebudayaan merupakan kekayaan yang harus dijaga dandilestarikan oleh setiap suku bangsa.B. Maksud dan TujuanKarena menjaga, memelihara dan melestarikan kebudayaan merupakan kewajibansetiap individu, maka dalam realisasinya saya mencoba menyusun makalah yang berjudulKebudayaan Jawa Tengah yang didalamnya mengulas tentang berbagai kebudayaantradisional Jawa Tengah. Penyusunan makalah yang berjudul Budaya Jawa Tengah inibertujuan agar pembaca mengetahui bahwa Jawa Tengah merupakan daerah yang kayaakan budaya serta menyadari bahwa menjaga dan melestarikan kebudayaan daerahmerupakan kewajiban dari setiap orang.
  3. 3. BAB IIPEMBAHASANJawa Tengah adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tengah PulauJawa. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia danDaerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa disebelah utara. Pengertian Jawa Tengah secara geografis dan budaya kadang juga mencakupwilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah dikenal sebagai "jantung" budaya Jawa.Meskipun demikian di provinsi ini ada pula suku bangsa lain yang memiliki budaya yangberbeda dengan suku Jawa seperti suku Sunda di daerah perbatasan dengan Jawa Barat. Selainada pula warga Tionghoa-Indonesia, Arab-Indonesia dan India-Indonesia yang tersebar diseluruh provinsi ini.Sejarah Jawa TengahJawa Tengah sebagai provinsi dibentuk sejak zaman Hindia Belanda. Hingga tahun 1905,Jawa Tengah terdiri atas 5 wilayah (gewesten) yakni Semarang, Rembang, Kedu, Banyumas, danPekalongan. Surakarta masih merupakan daerah swapraja kerajaan (vorstenland) yang berdirisendiri dan terdiri dari dua wilayah, Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran, sebagaimanaYogyakarta. Masing-masing gewest terdiri atas kabupaten-kabupaten. Waktu itu RembangGewest juga meliputi Regentschap Tuban dan Bojonegoro.Setelah diberlakukannya Decentralisatie Besluit tahun 1905, gewesten diberi otonomi dandibentuk Dewan Daerah. Selain itu juga dibentuk gemeente (kotapraja) yang otonom, yaituPekalongan, Tegal, Semarang, Salatiga, dan Magelang. Sejak tahun 1930, provinsi ditetapkansebagai daerah otonom yang juga memiliki Dewan Provinsi (Provinciale Raad). Provinsi terdiriatas beberapa karesidenan (residentie), yang meliputi beberapa kabupaten (regentschap), dandibagi lagi dalam beberapa kawedanan (district). Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 5karesidenan, yaitu: Pekalongan, Jepara-Rembang, Semarang, Banyumas, dan Kedu.Menyusul kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1946 Pemerintah membentuk daerahswapraja Kasunanan dan Mangkunegaran; dan dijadikan karesidenan. Pada tahun 1950 melaluiUndang-undang ditetapkan pembentukan kabupaten dan kotamadya di Jawa Tengah yangmeliputi 29 kabupaten dan 6 kotamadya. Penetapan Undang-undang tersebut hingga kinidiperingati sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah, yakni tanggal 15 Agustus 1950.
  4. 4. Pendidikan dan BudayaKebudayaan yang ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah mayoritas merupakankebudayaan Jawa, namun terdapat pula kantong-kantong kebudayaan Sunda di wilayah sebelahbarat yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat terutama di Kabupaten Brebes dan KabupatenCilacap.Jawa Tengah adalah propinsi dimana budaya jawa banyak berkembang disini karena diJawa Tengah dahulu banyak kerajaan berdiri disini itu terlihat dari berbagai peninggalan candi diJawa Tengah.Kebudayaan Jawa merupakan salah satu sosok kebudayaan yang tua. Kebudayaan Jawamengakar di Jawa Tengah bermula dari kebudayaan nenek moyang yang bermukim di tepianSungai Bengawan Solo pada ribuan tahun sebelum Masehi. Fosil manusia Jawa purba yang kinimenghuni Museum Sangiran di Kabupaten Sragen, merupakan saksi sejarah, betapa tuanya bumiJawa Tengah sebagai kawasan pemukiman yang dengan sendirinya merupakan suatu kawasanbudaya. Dari kebudayaan purba itulah kemudian tumbuh dan berkembang sosok kebudayaanJawa klasik yang hingga kini terus bergerak menuju kebudayaan Indonesia.Kata klasik ini berasal dari kata Clacius, yaitu nama orang yang telah berhasilmenciptakan karya sastra yang mempunyai “nilai tinggi”. Maka karya sastra yang tinggi nilainyahasil karya Clacius itu dinamakan “Clacici”. Padahal Clacici adalah golonganningrat/bangsawan, sedangkan Clacius termasuk golongan ningrat, oleh karena itu hasil karyaseni yang mempunyai nilai tinggi disebut “seni klasik”. Bengawan Solo bukan hanya terkenaldengan lagu ciptaan Gesang akan tetapi lebih daripada itu lembahnya terkenal sebagai tempatdimana banyak sekali diketemukan fosil dan peninggalan awal sejarah kehidupan di atas bumiini.Manusia dan kebudayaan merupakan suatu kesatuan yang erat sekali. Kedua-duanyatidak mungkin dipisahkan. Ada manusia ada kebudayaan, tidak akan ada kebudayaan jika tidakada pendukungnya, yaitu manusia. Akan tetapi manusia itu hidupnya tidak berapa lama, ia lalumati. Maka untuk melangsungkan kebudayaan, pendukungnya harus lebih dari satu orang,bahkan harus lebih dari satu turunan. Jadi harus diteruskan kepada anak cucu keturunanselanjutnya.Kebudayaan Jawa klasik yang keagungannya diakui oleh dunia internasional dapat dilihatpada sejumlah warisan sejarah yang berupa candi, stupa, bahasa, sastra, kesenian dan adatistiadat. Candi Borobudur di dekat Magelang, candi Mendut, candi Pawon, Candi Prambanan didekat Klaten, candi Dieng, candi Gedongsongo dan candi Sukuh merupakan warisan kebudayaanmasa silam yang tak ternilai harganya. Teks-teks sastra yang terpahat di batu-batu prasasti,tergores di daun lontar dan tertulis di kitab-kitab merupakan khasanah sastra Jawa klasik yanghingga kini tidak habis-habisnya dikaji para ilmuwan. Ada pula warisan kebudayaan yangbermutu tinggi dalam wujud seni tari, seni musik, seni rupa, seni pedalangan,seni bangunan(arsitektur), seni busana, adat istiadat, dsbnya.Masyarakat Jawa Tengah sebagai ahli waris kebudayaan Jawa klasik bukanlahmasyarakat yang homogen atau sewarna, melainkan sebuah masyarakat besar yang mekar dalam
  5. 5. keanekaragaman budaya. Hal itu tercermin pada tumbuhnya wilayah-wilayah budaya yang padapokoknya terdiri atas wilayah budaya Negarigung, wilayah budaya Banyumasan dan wilayahbudaya Pesisiran.Wilayah budaya Negarigung yang mencakup daerah Surakarta – Yogyakarta dansekitarnya merupakan wilayah budaya yang bergayutan dengan tradisikraton(Surakarta danYogyakarta). Wilayah budaya Banyumasan menjangkau daerah Banyumas, Kedu dan Bagelen.Sedangkan wilayah budaya pesisiran meliputi daerah Pantai Utara Jawa Tengah yangmemanjang dari Timur ke Barat. Keragaman budaya tersebut merupakan kondisi dasar yangmenguntungkan bagi mekarnya kreatifitas cipta, ras dan karsa yang terwujud pada sikap budaya.Di daerah Jawa Tengah segala macam bidang seni tumbuh dan berkembang dengan baik, dan halini dapat kita saksikan pada peninggalan-peninggalan yang ada sekarang. Provinsi Jawa Tengahyang merupakan satu dari sepuluh DTW (Daerah Tujuan Wisata) di Indonesia dapat denganmudah dijangkau dari segala penjuru, baik darat, laut maupun udara. Provinsi ini telah melewatisejarah yang panjang, dari jaman purba hingga sekarang.Dalam usaha memperkenalkan daerah Jawa Tengah yang kaya budaya dan potensialamnya, Provinsi Jawa Tengah sebagaimana provinsi-provinsi lain di Indonesia, mempunyaianjungan daerah di Taman Mini “Indonesia Indah” yang juga disebut “Anjungan Jawa Tengah”.Anjungan Jawa Tengah Taman Mini “Indonesia Indah” merupakan “show window” dari daerahJawa Tengah.Anjungan Jawa Tengah di Taman Mini “Indonesia Indah” dibangun untuk membawakanwajah budaya dan pembangunan Jawa Tengah pada umunya. Bangunan induk beserta bangunanlain di seputarnya secara keseluruhan merupakan kompleks perumahan yang dinamakan“Padepokan Jawa Tengah”, yang berarsitektur Jawa asli.Bangunan induknya berupa “Pendopo Agung”, tiruan dari Pendopo Agung IstanaMangkunegaran di Surakarta, yang diakui sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa. PropinsiJawa Tengah juga terkenal dengan sebutan “The Island of Temples”, karena memang di JawaTengah bertebaran candi-candi. Miniatur dari candi Borobudur, Prambanan dan Mendutditampilkan pula di Padepokan Jawa Tengah. Padepokan Jawa Tengah juga merupakan tempatuntuk mengenal seni bangunan Jawa yang tidak hanya berupa bangunan rumah tempat tinggaltetapi juga seni bangunan peninggalan dari jaman Sanjayawangça dan Syailendrawangça.Pendopo Agung yang berbentuk ”Joglo Trajumas” itu berkesan anggun karena atapnyayang luas dengan ditopang 4 (empat) Soko guru (tiang pokok), 12 (dua belas) Soko Goco dan 20(dua puluh) Soko Rowo. Kesemuanya membuat penampilan bangunan itu berkesan momot,artinya berkemampuan menampung segala hal, sesuai dengan fungsinya sebagai tempatmenerima tamu. Bangunan Pendopo Agung ini masih dihubungkan dengan ruang Pringgitan,yang aslinya sebagai tempat pertunjukan ringgit atau wayang kulit. Pringgitan ini berarsitekturLimas. Bangunan lain adalah bentuk-bentuk rumah adat “Joglo Tajuk Mangkurat”, “JogloPangrawit Apitan” dan rumah bercorak “Doro Gepak”.Sesuai dengan fungsinya Anjungan Jawa Tengah selalu mempergelarkan kesenia-kesenian daerah yang secara tetap didatangkan dari Kabupaten-kabupaten / Kotamadya diProvinsi Jawa Tengah di samping pergelaran kesenian dari sanggar-sanggar yang ada di Ibukota,
  6. 6. dengan tidak meninggalkan keadiluhungan nilai-nilai budaya Jawa yang hingga kini masihtampak mewarnai berbagai aspek seni budaya itu sendiri, adat-istiadat dan tata cara kehidupanmasyarakat Jawa Tengah.Bangunan Joglo Pangrawit Apitan di Anjungan Jawa Tengah TMII terletak bersebelahandengan sebuah panggung terbuka yang berlatar belakang sebuah bukit dengan bangunan Makaraterbuat dari batu cadas hitam bertuliskan kata-kata “Ojo Dumeh” dalam huruf Jawa berukuranbesar. Perkataan Ojo Dumeh mempunyai makna yang dalam, sebab artinya, “Jangan Sombong”,sebuah anjuran untuk senantiasa mampu mengendalikan diri, justru di saat seseorang merasamempunyai keberhasilan. Di panggung inilah pengunjung dapat menyaksikan pergelaran acarakhusus Anjungan yang biasanya merupakan acara-acara pilihan.Mahakarya yang sungguh mempesona adalah batik di jawa tengah setiap daerahmempunya corak batik tulis yang berbeda beda mereka mempunyai ciri khas sendiri sendiriselain batik ada juga kesenian yang tak kalah luar biasanaya ada wayang kulit yang sudah diakaui dunia sebagai warisan budaya dunia oleh unesco ada juga tembang- tembang (lagu-lagu )jawa yang diiringi oleh gamelan (alat musik) yang juga dikenal dengan campursariada jugaketoprak yang merupakan pertunjukan seni peran khas dari jawa.Di Jawa Tengah juga masih ada kerjaan yang samapai sekarang masih berdiri tepatnyadikota solo yang dikenal dengan kasunanan solo. Budaya Jawa Tengah sungguh banyak mulaidari wayang ,wayang orang, ketoprak,tari dan masih banyak lagi.Berikut beberapa Kebudayaan Jawa Tengah :1. Kraton Solo (Central Java Surakarta)2. Batik3. Ketoprak4. Pagelaran Wayang Kulit5. Tari Srikandi / Tari Panah6. Pertujukan Wayang Orang7. Sinden8. Tayub9. Batik10. KerisBAB IIIPENUTUP
  7. 7. A. KesimpulanBudaya jawa yang berada di daerah Jawa Tengah merupakan budaya yangmemiliki berbagai kebudayaan, mulai dari adat istiadat sehari-hari, kesenian, acara ritual,dan lain-lain.Kebudayaan Jawa klasik yang keagungannya diakui oleh dunia internasionaldapat dilihat pada sejumlah warisan sejarah yang berupa candi, stupa, bahasa, sastra,kesenian dan adat istiadat. Candi Borobudur di dekat Magelang, candi Mendut, candiPawon, Candi Prambanan di dekat Klaten, candi Dieng, candi Gedongsongo dan candiSukuh merupakan warisan kebudayaan masa silam yang tak ternilai harganya.Manusia dan kebudayaan merupakan suatu kesatuan yang erat sekali. Kedua-duanya tidak mungkin dipisahkan. Ada manusia ada kebudayaan, tidak akan adakebudayaan jika tidak ada pendukungnya, yaitu manusia. Akan tetapi manusia ituhidupnya tidak berapa lama, ia lalu mati. Maka untuk melangsungkan kebudayaan,pendukungnya harus lebih dari satu orang, bahkan harus lebih dari satu turunan. Jadiharus diteruskan kepada anak cucu keturunan selanjutnya.B. SaranBudaya daerah merupakan faktor utama berdirinya kebudayaan nasional, makasegala sesuatu yang terjadi pada budaya daerah akan sangat mempengaruhi budayanasional. Atas dasar itulah, kita semua mempunyai kewajiban untuk menjaga,memelihara dan melestarikan budaya baik budaya lokal atau budaya daerah maupunbudaya nasional, karena budaya merupakan bagian dari kepribadian bangsa.DAFTAR PUSTAKA
  8. 8. Haviland, H.W. 1985. Antropologi.(alih bahasa R.G.Soekadijo). Jakarta: Erlanggahttp://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengahhttp://antoys.wordpress.com/2009/05/10/budaya-jawa-tengah/http://www.blogster.com/anjjateng/seni-budaya-jawa-tengahhttp://www.isomwebs.com/2012/budaya-jawa-tengah/Koentjaraningrat. 1984. Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai PustakaPursen, Van. 1988. Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius

×