Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Penetapan Kadar MnO2 dalam Batu Kawi

8,571 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Penetapan Kadar MnO2 dalam Batu Kawi

  1. 1. Penetepan MnO2 dalam Batu Kawi Created by Group 4: 1. Anshori Suhendro 2. Destha Ismi Nurahmayanti 3. Fadli Ahmad Zulfikar 4. Kania Hafidza Hayati 5. Muhammad Ihsan Maulana 6. Utomo Bagus Wibowo
  2. 2. Latar Belakang Titrasi redoks merupakan analisis titrimetri yang didasarkan pada reaksi redoks.Pada titrasi redoks, sampel yang dianalisis dititrasi dengan suatu indikator yang bersifatsebagai reduktor atau oksidator, tergantung sifat dari analit sampel dan reaksi yangdiharapkan terjadi dalam analisis. Beberapa contoh dari titrasi redoks antara lain adalah titrasi permanganatometridan titrasi iodometri/iodimetri. Permanganatometri adalah titrasi redoks yangmenggunakan KMnO4 (oksidator kuat) sebagai titran. Dalam permanganatometri tidakdiperlukan indikator , karena titran bertindak sebagai indikator (auto indikator). Kaliumpermanganat bukan larutan baku primer, maka larutan KMnO4 harus distandarisasidiantaranya dengan larutan Asam Oksalat( (COOH)2 . 2 H2O ). Kalium Permanganat mudah diperoleh, murah dan tidak memerlukan indikatorkecuali bila digunakan larutan yang sangat encer. Permanganat bereaksi secaraberaneka, karena mangan dapat memiliki keadaan oksidasi +2, +3, +4, +6, dan +7.
  3. 3. Kegunaan Mangan Mangan banyak dipakai sebagai campuran bajaferromangan. Bijih mangan, MnO2 dikenal dengan namabatu kawi (pirolusit), digunakan sebagai zat aktif dalambatu baterai. Dalam beberapa reaksi kimia, MnO2digunakan sebagai katalis, misalnya pada penguraianKClO3 menjadi gas O2 dengan reaksi sebagai berikut : MnO2 2KClO3( s ) 2KCl ( s ) 3O2(G)
  4. 4. Pemilihan Metode Metode yang digunakan dalam penetapan kadarMnO2 dalam batu kawi ini adalah metode redoks secarapermanganatometri. Karena dalam reaksi padapenetapan ini terjadi perubahan bilangan oksidasi danpenitar yang digunakannya adalah larutanKMnO4, tanpa indikator (autoindikator) dan dengantitik akhir berwarna merah muda seulas.
  5. 5. Cara Titrasi Dalam penetapan kadar MnO2 dalam batu kawiproses titrasi dilakukan dengan cara back titration, yaitudengan cara mencampurkan batu kawi dengan asamoksalat yang berlebih terukur dalam lingkungan asam(H2SO4). Kelebihan asam oksalat inilah yang kemudiandititar dengan KMnO4. Back Titration ini dilakukan karenaMnO2 tidak bisa bereaksi langsung dengan KMnO4karena keduanya bersifat oksidator.
  6. 6. Sifat – Sifat PereaksiSifat Fisika Oksidator KMnO41. Berat molekul : 197,12 gr/mol.2. Titik didih : 32,350C.3. Titik Cair : 240°C4. Titik beku : 2,830C.5. Bentuk : Kristal berwarna ungu-kehitaman6. Densitas : 2,7 kg/L pada 20°C7. Bau : tidak berbau8. Kelarutan : 7g dalam 100 g air9. Berat jenis : 710. Volatilasi (21°C) : 0
  7. 7. Sifat – Sifat PereaksiSifat Kimia Oksidator KMnO41. Larut dalam metanol. KMnO4 + CH3OH → CH3MnO4 + KOH2. Mudah terurai oleh sinar. 4KMnO4 + H2O → 4 MnO2 ↓ + 3O2 + 4KOH3. Dalam suasana netral dan basa akan tereduksi menjadi MnO2. 4KMnO4 + H2O → 4 MnO2 ↓ + 3O2 + 4KOH4. Kelarutan dalam basa alkali berkurang jika volume logam alkali berlebih.5. Merupakan zat pengoksidasi yang kuat.6. Bereaksi dengan materi yang tereduksi dan mudah terbakar menimbulkan bahaya api dan ledakan.
  8. 8. Sifat – Sifat PereaksiSifat Fisika Reduktor (Asam Oksalat)• Dalam keadaan murni berupa senyawa kristal• Larut dalam air (8% pada 10o C) dan larut dalam alkohol.• Berat molekul 90,04 gram/mol• Titik leleh asam oksalat anhidrat mungkin sangat rendah sekitar 182 ± 190 °C, tergantung dari bentuk Kristal, walau secara normal meleleh dan terdekomposisi pada187°C.
  9. 9. Sifat – Sifat PereaksiSifat Kimia Reduktor Asam Oksalat Asam oksalat membentuk garam netral dengan logam alkali(NaK), yang larut dalam air (5-25 %), sementara itu dengan logam darialkali tanah, termasuk Mg atau dengan logam berat, mempunyaikelarutan yang sangat kecil dalam air. Jadi kalsium oksalat secarapraktis tidak larut dalam air. Berdasarkan sifat tersebut asam oksalatdigunakan untuk menentukan jumlah kalsium. Asam oksalat initerionisasi dalam media asam kuat.
  10. 10. Perhitungan Bst PereaksiI. MnO2 + (COOH)2 + H2SO4 MnSO4 + 2H2O + 2CO2MnO2 Mn2+MnO2 Mn2+ + 2H2OMnO2 + 4H+ + 2e- Mn2+ 2H2O Bst = ½ Mr(MnO2) Bst = ½ 87 Bst = 43,5II. 2KMnO4 + 3H2SO4 + 5(COOH)2 K2SO4 + 2MnSO4 + 8H2O + 10CO2MnO4 - Mn2+MnO4 - Mn2+ + 4H2OMnO4 - + 8H+ + 5e- Mn2+ + 4H2O Bst=1/5Mr(MnO4 - ) Bst=1/5 158 Bst= 31,6
  11. 11. Dasar dan ReaksiDasar : Dalam suasana asam MnO2 direduksi oleh asam oklalatyang dicampurkan berlebih terukur. Kelebihan asam oksalat dapatdititar kembali dengan KMnO4 hingga TA (titik akhir) berwarnamerah muda seulas.
  12. 12. Bagan Kerja Larutkan dengan sedikit air Batu kawiAsam oksalat suling H2SO4 4N 15 ml Di goyang Larutan berubah jernih
  13. 13. Titrasi dengan KMnO4 Campuran Batu Kawi dan Asam Oksalat dititar dengan larutan KMnO4 hingga mencapai titik akhir merah muda seulas kemudian dicatat volume titran. TA : Merah muda seulas
  14. 14. Penurunan Rumus PerhitunganMnO2 + (COOH)2 (berlebih) + H2SO4 MnSO4 + 2H2O + 2CO2 + (COOH)2 (sisa)2KMnO4 + 3H2SO4 + 5(COOH)2 (sisa) K2SO4 + 2MnSO4 + 8H2O + 10CO2I. MnO2 + C2O42- (berlebih) Mn2+ + 2H2O + 2CO2 + C2O42-(sisa)II. C2O42- + MnO4- Mn2+ + CO2 + H2O• mgst (COOH)2 = mgst KMnO4 + mgst MnO2• mgst MnO2 = mgst (COOH)2 - mgst KMnO4 mg Asam Oksalat (V N ) Bst Asam Oksalat TA KMnO 4
  15. 15. Penurunan Rumus Perhitungan mg %w 100% w mg ditimbang mgst sampel Bst Sampel 100% mg ditimbang fp Vpen N pen Bst Sampel 100% mg ditimbang mg Asam Oksalat VTA N KMnO4 Bst MnO 2 Bst Asam Oksalat%MnO2 100% Mg MnO 2
  16. 16. Terimakasih…

×