Anis andriani (09.31.114) stkip blitar

738 views

Published on

SKRIPSI ANIS ANDRIANI

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
738
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Anis andriani (09.31.114) stkip blitar

  1. 1. 1PENERAPAN PEMBELAJARAN SNOWBALLING TERHADAP HASILBELAJAR SISWA KELAS VIII SMP PGRI 01 KESAMBEN PADALINGKARAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013Anis Andriani, Suryanti, S.Si, M.Pd, Dra. Riki Suliana R.S, M.PdProgram Studi Pendidikan MatematikaSTKIP PGRI BLITARAbstrak: Pembelajaran yang baik harus bersifat aktif dimana siswa mendominasiaktivitas belajar dengan menggunakan otak untuk menemukan ide pokok,memecahkan persoalan yang dipelajari. Dengan menerapkan metode pembelajaranSnowballing siswa akan terlihat aktif dalam menyelesaikan persoalan dan guru hanyabertindak mendampingi saja. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas(PTK). Subyek dalam penilitian ini adalah siswa kelas VIII SMP PGRI 01 Kesambentahun pelajaran 2012/2013. Pengumpulan dilakukan dengan menggunakan lembar tesdan lembar observasi (aktivitas guru dan aktivitas siswa). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dengan penerapan pembelajaran Snowballing diperoleh hasilbelajar secara klasikal mencapai 85,19%, lembar observasi aktivitas guru mencapai82,60% dengan kriteria “baik”, dan lembar observasi aktivitas siswa mencapai81,25% dengan kriteria “baik”.Kata Kunci: Snowballing, Hasil BelajarAbstract: Learning should be active both dominate activity in which students learn touse your brain to find the main idea, to solve the problem being studied. By applyingthe learning method Snowballing students will be heavily involved in solvingproblems and assisting teachers only act alone. This research is Classroom ActionResearch (CAR). The subjects in this research is the eighth grade students of SMPPGRI 01 Kesamben lessons 2012/2013. The collection is done by using a test sheetand observation sheet (teacher activity and student activity). The results showed thatthe application of learning gained Snowballing classical learning outcomes reached85.19%, teacher observation sheet activity reached 82.60% with criteria of "good",and observation of student activity sheets reached 81.25% with criteria of "good".Keywords: Snowballing, Learning OutcomesPENDAHULUANPendidikan merupakan usahayang disadari dan mempunyaiarah/tujuan yang jelas. Secara umumpendidikan bertujuan untukmemanusiakan manusia dalampengertiannya mengangkat harkat danmartabat manusia. Hal ini sesuaidengan UU Sisdiknas No. 20 tahun2003 Bab II Pasal 3 tentang fungsipendidikan nasional. Untuk itu,pemerintah terus berupaya untukmeningkatkan mutu pendidikan dengandiberlakukannya KTSP berkaraktersebagai hasil pemberharuan dari KTSP2008.Dalam pelaksanaannya KTSPberkarakter menuntut adanyaperubahan dalam pembelajaran yangharus diikuti oleh pendidik sebagai
  2. 2. penanggung jawab pembelajaran disekolah. Salah satunya adalah denganmemilih metode pembelajaran yangsesuai untuk setiap materipembelajaran.Pembelajaran yang baik harusbersifat aktif. Pembelajaran aktifmerupakan pembelajaran yangmengajak peserta didik untuk terlibatbelajar aktif. Saat peserta didik belajaraktif, berarti peserta didik telahmendominasi aktifitas pembelajaran.Dengan ini peserta didik secara aktifmenggunakan otak, baik untukmenemukan ide pokok dari materipembelajaran, memecahkan persoalan,atau mengaplikasikan apa yang pesertadidik pelajari ke dalam suatu persoalanyang ada dalam kehidupan nyata.Berdasarkan hasil wawancaraantara peneliti dengan bapak Drs. GidjoHadi S. pada tanggal 24 November2012 di SMP PGRI 01 Kesamben,mengatakan bahwa hasil pembelajaransiswa khususnya kelas VIII kurangmemuaskan karena dari 27 siswa rata-rata nilainya masih belum memenuhistandar ketuntasan belajar yangditetapkan yaitu 75. Menurut guru yangbersangkutan, penyebab rendahnyahasil belajar matematika siswa adalahkurangnya keaktifan siswa saatmengikuti proses pembelajaran danpada akhirnya mengakibatkanrendahnya pemahaman siswa terhadapmata pelajaran matematika.Berdasarkan gambaran diataspeneliti tertarik menggunakan strategipembelajaran Snowballing untukmengetahui hasil belajar siswa kelasVII SMP PGRI 01 Kesamben padamateri lingkaran khususnya,menghitung luas juring. Strategipembelajaran Snowballing merupakanstrategi kooperatif yang berfungsiuntuk mengaktifkan siswa. MenurutZaini (2008: 58) “Strategi inidigunakan untuk mendapatkan jawabanyang dihasilkan dari diskusi pesertadidik secara bertingkat. Dimulai darikelompok kecil kemudian dilanjutkankelompok yang lebih besar”.Dari uraian tersebut penelitiakan melakukan penelitian yangberjudul “Penerapan PembelajaranSnowballing Terhadap Hasil BelajarSiswa Kelas VIII SMP PGRI 01Kesamben Pada Lingkaran TahunPelajaran 2012/2013”.METODE PEMBELAJARANSNOWBALLINGUpaya yang dapat dilakukanuntuk mengaktifkan siswa dalam
  3. 3. belajar yaitu dengan penggunaanstrategi pembelajaran yang tepat. Salahsatu stategi pembelajaran yang bisamengaktifkan siswa adalah metodeSnowballing. Secara bahasaSnowballing terdiri dari dua kata, yaituSnow = salju, Ball = bola. Snowball =bola saju.Dinamakan metode Snowballingdikarenakan dalam pembelajaran siswamelakukan tugas berpasangankemudian berempat. Dari pasangantersebut kemudian mencari pasanganyang lain sehingga semakin lamaanggota kelompok semakin besar bagaibola salju yang menggelinding.Menurut Hisyam Zaini,dkk(2008: 58) Strategi Snowballingsebagai berikut: “Strategi Snowballingdigunakan untuk mendapatkan jawabanyang dihasilkan dari kelompok kecilkemudian dilanjutkan dengankelompok yang lebih besar sehinggapada akhirnya akan memunculkan duaatau tiga jawaban yang telah disepakatioleh peserta didik secaraberkelompok”.Sedangkan menurut Bookman(dalam Mashafid, www.google.comdiakses 25 Oktober 2012) “Dalammodel Snowballing sepasang siswamenjawab pertanyaan kemudian 2pasang siswa bergabung menjadi satuuntuk membandingkan hasil jawabanmasing-masing pasangan dan 2 pasangsiswa tersebut dapat bergabung lagidengan pasangan yang lain menjadikelompok yang lebih besar”.Adapapun langkah-langkahpembelajaran Snowballing (HisyamZaini, 2008: 58-59) yaitu:a. Sampaikan topik materi yangakandiajarkan.b. Minta peserta didik untuk menjawabsecara berpasangan (dua orang).c. Setelah peserta didik yang bekerjaberpasangan tadi mendapatkanjawaban, pasangan tadi digabungkandengan pasangan disampingnya.Dengan ini terbentuk kelompokdengan anggota empat orang.d. Kelompok berempat inimengerjakan tugas yang samaseperti kelompok dua orang. Tugasini dapat dilakukan denganmembandingkan jawaban kelompokberpasangan dengan kelompok yanglain. Dalam kelompok ini perluditegaskan bahwa jawaban keduakelompok harus disepakati olehsemua anggota kelompok baru.e. Setelah kelompok berempat selesaimengerjakan tugas, setiap kelompokdigabung dengan kelompok yang
  4. 4. lain. Dengan ini muncul kelompokbaru yang anggotanyanya delapanorang.f. Yang dikerjakan oleh kelompokbaru ini sama dengan tugas padalangkah 4 diatas. Langkah ini dapatdilanjutkan sesuai dengan jumlahpeserta didik atau waktu yangtersedia.g. Masing-masing kelompok dimintamenyampaikan hasilnya kepadakelas.h. Pengajar akan membandingkanjawaban dari masing-masingkelompok kemudian memberikanulasan dan penjelasan secukupnyasebagai klarifikasi dari jawabanpeserta didik.Penggunaan pembelajaranSnowballing mempunyai pengaruhyang besar terhadap hasil belajar siswa.Karena dengan pembelajaranSnowballing telah terjadi interaksiantara siswa dengan guru, sehinggaproses belajar mengajar berjalan secaraefektif. Siswa juga tampak aktif danmenjadi siap dalam melakukan diskusi,serta siswa yang pandai dapatmengajari siswa yang kurang.Dari penjelasan diatas kita dapatmengambil suatu kesimpulan bahwapembelajaran Snowballing adalah suatustrategi pembelajaran yang bergunauntuk mengaktifkan peserta didikdengan model pembelajaran kelompok,dimulai dari kelompok tingkat kecilmenjadi kelompok besar seperti bolasalju menggelinding.Hasil BelajarBelajar sangat erat kaitannyadengan hasil belajar. Hasil belajaradalah suatu nilai yang menunjukanhasil tertinggi dalam belajar yangdicapai menurut kemampuan anakdalam mengerjakan suatu hal pada saattertentu.Menurut Gagne dalam(Suprijono, 2009: 5) menyatakanbahwa Hasil belajar adalah pola-polaperbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap, apresiasi danketrampilan. Merujuk dari pengertiandiatas hasil belajar berupa, (1)Informasi verbal, (2) KetrampilanIntelektual, (3) Strategi kognitif, (4)Ketrampilan motorik, (5) SikapHasil yang dimaksud dalam penilitianini adalah nilai yang diperoleh siswapada mata pelajaran matematika dalambentuk nilai berupa angka yangdiberikan oleh guru setelahmenyelesaikan tes yang diberikan padaakhir siklus berdasarkan indikator
  5. 5. keberhasilan yang telah ditetapkan.METODE PENELITIANMetode penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalahpenelitian tindakan kelas (PTK) yangdidalamnya terdapat tindakan-tindakanantara guru dan peserta didik yangdisengaja untuk memperbaiki danmeningkatkan hasil belajar siswa.Dalam penelitian tindakan inimenggunakan bentuk guru sebagaiutama dari penelitian tindakan iniadalah untuk meningkatkan hasilpembelajaran di kelas dimana gurusecara penuh terlibat dalam penelitianmulai dari perencanaan, tindakan,pengamatan, dan refleksi.Rancangan PenelitianModel penelitian tindakan kelasini mengacu pada model siklusPenelitian Tindakan Kelas (PTK) yangdikembangkan oleh Kemmis danTaggart dimana setiap siklus terdiriatas perencanaan (planning),pelaksanaan tindakan (acting),pengamatan (observing), dan refleksi(refleksing).Adapun kegiatan yangdilaksanakan untuk setiap langkah-langkah tersebut adalah sebagaiberikut:a. Tahap Perencanaan (Plan)Kegiatan yang dilakukan pada tahapperencanaan tindakan adalahmerencanakan dan menyiapkanrencana pembelajaran, materipelajaran, instrumen penelitian.b. Pada kotak Tindakan (Action)Tahap pelaksanaan tindakan inimerupakan realisasi dari rencanapembelajaran yang telah dibuat.c. Pelaksanaan Tindakan (Observe)Pada tahap observasi penelitimelakukan pengamatanpembelajaran dari awal hingga akhirdan menulis pengamatan tersebutpada lembar observasi yang telahdisiapkan.d. Dalam kotak Refleksi (Reflect)Pada tahap refleksi penelitimenganalisa semua data yang telahdiperoleh dari hasil pelaksanaanpembelajaran. Kegiatan inibertujuan untuk mengevaluasi hasiltindakan yang telah dilakukanapakah sudah memenuhi ketuntasanbelajar secara individu maupunklasikal.
  6. 6. Siklus PenelitianModel penelitian tindakan kelasini mengacu pada model siklusPenelitian Tindakan Kelas (PTK) yangdikembangkan oleh Kemmis danTaggart, dimana setiap siklus terdiriatas perencanaan (planning),pelaksanaan tindakan (acting),pengamatan (observing), dan refleksi(refleksing).Adapun penjelasan dari empattahapan siklus dalam penelitian iniadalah sebagai berikut:a. PerencanaanPerencanaan tindakan berisipersiapan awal yang akan digunakanpada pelaksanaan tindakan, yaitu:(1) Analisis silabus, (2) Menyusunrencana pelaksanaan pembelajarandengan metode Snowballing, (3)Menyiapkan referensi dan buku-buku penunjang prosespembelajaran, (4) Menyusun tesakhir siklus, (5) Menyusun lembarobservasi yang meliputi lembarpengamatan aktivitas siswa danlembar pengamatan aktivitas guru.b. TindakanPada tahap ini penelitimelakukan pembelajaran denganpembelajaran Snowballing.Tindakan yang dilakukan penelitipada awal pembelajaran adalahmenyampaikan kompetensi yanghendak dicapai, kemudian penelitimenyajikan materi secara klasikal.Kemudian guru membagikan LKSkepada tiap bangku untukdikerjakan secara berpasangandengan batasan waktu yang telahditentukan. Kemudian, kelompoksiswa berpasangan bergabungdengan kelompok berpasanganlainnya sehingga terbentukkelompok berempat. Tugas darikelompok berempat adalahmendiskusikan hasil dari LKS untukmendapatkan kesepakatan jawabandengan batas waktu yang telahditentukan.Selanjutnya, kelompokberempat digabung dengankelompok berempat lainnyasehingga terbentuk kelompokberdelapan. Tugas kelompokberdelapan sama dengan tugaskelompok berempat untukmendiskusikan hasil LKS sehinggaterjadi kesepakatan jawaban danhanya satu jawaban yang benar.Kemudian guru memberikankesempatan masing-masingkelompok berdelapan untukmenuliskan hasil LKS dipapan.
  7. 7. Langkah terakhir, Guru memberikankesimpulan dan menganalisis hasilpekerjaan siswa serta memberikesempatan siswa untuk bertanyajika ada yang kurang dipahami dariindikator yang telah disampaikan.Disisi lain, kolaborator melakukanpengamatan terhadap prosespembelajaran.c. Tahap PengamatanObservasi dilakukan oleh dua orangobserver yaitu guru matematikakelas VIII SMP PGRI 01 Kesambensebagai observer I dan temansejawat yang berperan sebagaiobserver II. Pada tahap ini keduaobserver melakukan pengamatanterhadap aktifitas guru/peneliti dansiswa kelas VIII SMP PGRI 01Kesamben selama prosespembelajaran berlangsung.d. RefleksiRefleksi adalah aktivitasmelihat berbagai kekurangan dankelebihan yang dilaksanakanpeneliti selama proses berlangsung.Dengan melakukan diskusi denganobserver, peneliti dapat mengetahuihal-hal apa yang perlu diperbaikisehingga dapat dijadikan dasardalam penyusunan laporan.Instrumen PenelitianInstrumen adalah alatpengumpul data yang digunakansebagai data penelitian. Dalampenelitian ini, peneliti menggunakaninstrumen sebagai berikut:a. Lembar tesMetode tes adalah suatumetode yang digunakan untukmengetahuikemampuan/pengetahuan siswadengan cara dilakukan tes evaluasidiakhir siklus.Tes ini dilakukan penelitipada saat pertemuan ke-3 (tessiklus). Hasil tes ini akandigunakan sebagai acuan penelitiuntuk mengetahui hasil belajarsiswa tentang materi lingkarankhususnya sub bab sudut pusat,panjang busur dan luas juringlingkaran setelah menerapkanpembelajaran Snowballing.b. Lembar Observasi1. Aktifitas siswaLembar observasiberupa blanko pengamatanyang berisi kejadian atautingkah laku yang diprediksiakan terjadi. Digunakan untukmengetahui aktivitas siswaselama mengikuti pelajaran.
  8. 8. 2. Aktifitas guruDigunakan untukmengetahui aktivitas gurupada saat pembelajarandengan metode pembelajaranSnowballing.Teknik Analisis DataTeknik analisis data yangdigunakan dalam penelitian ini adalahdengan perhitungan hasil pengamatandan presentase ketuntasan belajarindividu serta presentase ketuntasankelas. Sehingga dalam PTK inidikatakan tuntas atau berhasil bilasetiap data yang diperolehmenunjukkan bahwa data tersebut telahmemenuhi katentuan yang telah dibuatoleh peneliti sebelum pelaksanaantindakan.Analisis data yang diperolehdalam penelitian ini adalah sebagaiberikut:1. Lembar observasiUntuk mengetahui sejauh manapeneliti dan siswa telahmelaksanakan pembelajarandengan melalui pembelajaranSnowballing.a. Lembar pengamatan aktivitasguruAda 4 kriteria aktifitas guru,yaitu 1) tidak pernah, 2)kadang-kadang, 3) sering, dan4) selalu.b. Lembar pengamatan aktivitassiswaDalam lembar pengamatanaktifitas siswa ini ada 4 kriteria,yaitu: 1) tidak pernah, 2)kadang-kadang, 3) sering, dan4) selalu.Nilai dalam setiap indikatordalam lembar pengamatan aktifitasguru dan siswa dapat dirumuskandengan rumus yang digunakanuntuk memprosentasekan hasilyang diambil dari Purwanto (2010:102-103) yaitu sebagai berikut:2. TesDalam penelitian ini akandilakukan tes akhir siklus. Siswadikatakan berhasil melewati tesakhir siklus bila nilai yangdiperoleh 75%.Kriteria Kebehasilan Penelitiana. Ketuntasan individualSeorang siswa dikatakanberhasil (mencapai ketuntasan) jikaProsentase nilai rata-rata (NR) =
  9. 9. telah mencapai penguasaanminimal 75% atau dengan nilai 75pada tes akhir siklus.Rumus Ketuntasan Perorangan :x 100%Syarat ketuntasan ≥ 75%b. Ketuntasan klasikalSeorang siswa dikatakanberhasil (mencapai ketuntasan)dalam belajar klasikal jikamencapai penguasaan minimal75% dari jumlah siswa dalam kelasyang tuntas.Rumus Ketutasan Klasikal=Syarat ketuntasan ≥ 75%c. Hasil observasi aktifitas guruDalam penelitian ini, padalembar observasi aktifitas gurudalam penerapan pembelajaranSnowballing dapat dikatakanberhasil apabila telah mencapaikriteria baik yaitu ≥ 76%.d. Hasil observasi aktifitas siswaDalam penelitian ini, padalembar observasi aktifitas siswadalam penerapan pembelajaranSnowballing dapat dikatakanberhasil apabila telah mencapaikriteria baik yaitu ≥ 76%.HASIL DAN PEMBAHASANHasilData penelitian yang diperolehberupa data observasi aktivitas gurudan aktivitas siswa serta hasil tes akhirsiklus setelah penerapan pembelajaranSnowballing.Analisis Data Penelitian1. Tahap PerencanaanPada tahap ini penelitimempersiapkan perangkatpembelajaran yang terdiri dari (1)Silabus, (2) Rencana PelaksanaanPembelajaran (RPP) sesuai denganpembelajaran Snowballing, (3)Bahan Ajar Materi yang dibahasyaitu lingkaran, (4) Lembar KerjaSiswa (LKS). Selain itu jugamenyusun instrumen penelitianantara lain Tes akhir siklus, lembarobservasi aktivitas guru danlembar observasi aktivitas siswa.2. Tahap Kegiatan dan PelaksanaanPelaksanaan kegiatanbelajar mengajar dilaksanakansebanyak 3 (tiga) pertemuan, danpada pertemuan ke-3 diadakan tesakhir siklus.Pertemuan PertamaPertemuan ini dilaksanakanpada hari Senin, 20 Mei 2013 pada
  10. 10. jam ke-1 dan ke-2 selama 2 x 40menit. Pada pertemuan pertama inipeneliti sudah mulai menerapkanpembelajaran Snowballing sesuaidengan RPP. Adapun uraiankegiatannya adalah (1) gurumenyampaikan materi lingkaranhubungan sudut pusat dan sudutkeliling jika menghadap busuryang sama, (2) guru menjelaskantentang metode pembelajaranSnowballing, (3) gurumenginstruksi siswa untukmembentuk kelompokberpasangan dan membagikanLKS untuk dikerjakan denganbatas waktu tertentu, (4) gurumenginstruksi siswa untukmembentuk kelompok berempatdengan tugas untuk mendiskusikanhasil LKS kelompok berpasangansehingga hanya ada satu jawabanyang dianggap benar, (5) gurumenginstruksi siswa untukmembentuk kelompok berdelapandengan tugas yang sama dengankelompok berempat, (6) gurumenginstruksi siswa untukmenyampaikan hasil kelompokkedepan/papan tulis, (7) gurumemberikan ulasan dankesimpulan atas pembelajaranyang dilakukan. (8) guru menutupkegiatan pembelajaran danmeminta siswa untuk mempelajarimateri hubungan sudut pusat,panjang busur, dan luas juringlingkaran.Pertemuan KeduaPertemuan ini dilaksanakanpada hari Selasa, 21 Mei 2013pada jam ke-3 dan ke-4 selama 2 x40 menit dengan menerapkanpembelajaran Snowballing sesuaidengan RPP. Adapun uraiankegiatannya adalah (1) gurumenyampaikan materi lingkaranhubungan sudut pusat panjangbusur dan luas juring lingkaran, (2)guru menjelaskan tentang metodepembelajaran Snowballing, (3)guru menginstruksi siswa untukmembentuk kelompokberpasangan dan membagikanLKS untuk dikerjakan denganbatas waktu tertentu, (4) gurumenginstruksi siswa untukmembentuk kelompok berempatdengan tugas untuk mendiskusikanhasil LKS kelompok berpasangansehingga hanya ada satu jawabanyang dianggap benar, (5) gurumenginstruksi siswa untukmembentuk kelompok berdelapan
  11. 11. dengan tugas yang sama dengankelompok berempat, (6) gurumenginstruksi siswa untukmenyampaikan hasil kelompokkedepan/papan tulis, (7) gurumemberikan ulasan dankesimpulan atas pembelajaranyang dilakukan. (8) guru menutupkegiatan pembelajaran danmeminta siswa untuk mempelajarimateri yang telah disampaikanselama 2 hari ini karena akandiadakan tes akhir siklus besok.Pertemuan KetigaPertemuan ini dilaksanakanpada hari Rabu, tanggal 22 Mei2013 pada jam ke-5 dan ke-6selama 2 x 40 menit. Padapertemuan ketiga ini merupakankegiatan evaluasi diakhir siklus.Kegiatan evaluasi di kelas VIIISMP PGRI 01 Kesamben diikutioleh 27 siswa. Materi yangdigunakan evaluasi yaitu lingkaransub bab sudut pusat, panjangbusur, dan luas juring lingkaran.3. Tahap PengamatanBerdasarkan hasil analisisdata observasi aktifitas guru dansiswa dalam pertemuan ke-1 danke-2 dengan penerapanpembelajaran Snowballing. Darikedua pertemuan tersebutdiperoleh rata-rata nilai 82,60%dengan kriteria “baik” untuklembar observasi aktifitas guru dan81,25% dengan kriteria “baik”untuk lembar observasi siswa.Sedangkan untuk hasil tesdi akhir siklus diperoleh nilaiklasikal sebesar 85,19% denganrincian 23 siswa nilainya ≥75 dan4 siswa ≤75. Berdasarkan datatersebut dapat disimpulkan bahwapenerapan pembelajaranSnowballing dapat diterapkanuntuk siswa kelas VIII SMP PGRI01 Kesamben pada materilingkaran khususnya sub bab sudutpusat, panjang busur, dan luasjuring lingkaran tahun pelajaran2012/2013.4. Tahap RefleksiPelaksanaan pembelajaran denganpembelajaran Snowballing padalingkaran sudah mencapaiketuntasan klasikal dan telahmencapai kemajuan yang pesat. Halini terjadi karena adanyakeberhasilan yang dicapai olehsiswa maupun guru. Adapunkeberhasilan tersebut adalah (1)Para siswa terlihat aktif dalampembelajaran Snowballing, (2)
  12. 12. Rasa kebersamaan dan kerja samapun semakin meningkat dengankerja kelompok, (3) peneliti yangberperan sebagai guru telah mampumenjadi fasilitator dan pembimbingdalam proses pembelajaranberlangsung.PembahasanPada awal pelaksanaan kegiatanpembelajaran pada materi lingkaran,siswa tergolong belum maksimal. Halini mungkin karena siswa masihmenyesuaikan diri denganpembelajaran yang belum pernahmereka terima. Namun, ketertarikankelas VIII SMP PGRI 01 Kesambendalam menerima hal baru membuatmereka terlihat aktif dalam mengikutipelaksanaan pembelajaran.Pada pelaksanaan pembelajarandi awal siklus pertemuan pertama dankedua tampak terlihat keaktifan dankeberanian siswa. Hal ini terlihatdengan semakin banyaknya siswa yangaktif dalam memecahkan soal LKSdalam kelompok. Dalam pembelajaranini, guru tidak terlalu banyak memberibantuan kepada siswa saatmenyelesaikan soal. Guru hanyamemberikan bimbingan dan arahan jikasemua anggota kelompok tidakmemahami LKS. Sehingga dalamkelompok siswa bisa saling bertanya,bertukar pikiran dan berbagipengetahuan dengan kelompoknya.Dengan begitu informasi yangdiperoleh dalam pembelajaranSnowballing dapat merata.Komunikasi dengan teman satukelompok atau kelompok lain punterjalin dengan sangat baik, serta rasacanggung pun diantara mereka tidaktampak sehingga, tujuan yang ingindicapai oleh peneliti bisa tercapai. Halitu terlihat dari hasil observasi kegiatanpembelajaran siswa.KESIMPULAN DAN SARANKesimpulanPenelitian tindakan kelasdengan penerapan pembelajaranSnowballing di kelas VIII SMP PGRI01 Kesamben tahun pelajaran2012/2013 pada materi lingkaran dapatberlangsung sesuai yang diharapkanpeneliti yaitu siswa menjadi lebih aktif,terjalin kerja sama yang baik antarsiswa, dan siswa tidak canggung lagiuntuk berkomunikasi dengantemannya.Hasil penelitian diperolehbahwa tes akhir siklus mencapaiketuntasan klasikal 85,19%. Hasil
  13. 13. observasi aktivitas guru secarakeseluruhan mencapai 82,60% dengankriteria “Baik”. Sedangkan hasilobservasi aktivitas siswa secarakeseluruhan mencapai 81,25% dengankriteria “Baik”.Dari beberapa uraian tersebuttelah membuktikan bahwa PenerapanPembelajaran Snowballing TerhadapHasil Belajar Siswa Kelas VIII SMPPGRI 01 Kesamben Pada LingkaranTahun 2012/2013 dikatakan berhasil.SaranSetelah mengetahui hasil dankesimpulan selama penelitianberlangsung di SMP PGRI 01Kesamben, peneliti memberikan saransebagai berikut:1. Perlu adanya motivasi yang lebihkepada siswa agar lebih aktif dalampembelajaran khususnyamengajukan pertanyaan kepadaguru bila kurang memahami materi.2. Sebelum kegiatan pembelajaranberlangsung sebaiknya semuaperangkat pembelajaran harussudah siap agar tidak ada lagi siswayang bicara sendiri.3. Guru harus bisa memahamikarakter siswa secara keseluruhansupaya proses kegiatan belajarmengajar berjalan lebih baik.4. Pembelajaran dengan metodeSnowballing dapat diterapkan padamateri yang berbeda.Daftar RujukanArikunto, Suharsimi. (2006). ProsedurPenelitian. Jakarta: PT RinekaCipta.Saputro, Davis. www.google.com.Diakses pada tanggal 25Oktober 2012.Maemanah, Sri, dkk. (2005). PelajaranMatematika untuk SMP KelasVIII jilid 2. Jakarta:Arya Duta .Mashafid. www.google.com. Diaksespada tanggal 25 Oktober 2012.Mazjun.http://gurupkn.wordpress.com/2007/11/13/metode-team-games-tournament-tgt/ diaksestanggal 22 Mei 2013Mulyasa, E. (2011). Pratik PenelitianTindakan Kelas. Bandung: PTRemaja Rosdakarya.Purwanto, Ngalim, M.Pd. (2010).Prinsip-prinsip dan TeknikEvaluasi Pengajaran . Bandung:PT Remaja Rosdakarya.Sanjaya, Wena. (2011). StrategiPembelajaran BerorientasiStandar Proses Pendidikan.Jakarta: Kencana.Suprijono, Agus. (2009). CooperativeLearning Teori dan AplikasiPAIKEM. Yogyakarta: PustakaPelajarWiriaatmadja, Rochiati. (2007).Metode Penelitian TindakanKelas. Bandung: PT RemajaRosdakaryaZaini, Hisyam, dkk.(2008). StrategiPembelajaran Aktif.Yogyakarta: Pustaka InsanMadani.

×