Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pasar Modal : Wakil Penjamin Emisi Efek (WPPE)

4,872 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pasar Modal : Wakil Penjamin Emisi Efek (WPPE)

  1. 1. UJIAN KECAKAPAN WAKIL PENJAMIN EMISI EFEK (WPPE) Tugas Mata Kuliah Pasar Modal Di Susun Oleh : NAMA : ANINDA STEFIANI NIM : F0307026 KELAS :B PROGRAM STUDI AKUNTANSIFAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET (MEI, 2011)
  2. 2. BAB 1 PENDAHULUAN1.1.Latar Belakang Peranan pasar modal dalam mendorong perekonomian suatu negara terus mengalami peningkatan, sebagai salah satu pilar perekonomian, pasar modal telah menjadi pilihan yang semakin diminati untuk melakukan investasi oleh masyarakat serta sebagai sumber pembiayaan bagi perusahaan. Sebagai sebuah instrumen keuangan, maka pasar modal harus menerapkan prinsip keterbukaan, wajar dan aman, tanpa ketiga prinsip tersebut pasar modal tidak akan dapat berkembang. Ketiga prinsip tersebut ditujukan untuk melindungi kepentingan investor (investor protection) yang dapat melahirkan kepercayaan (trust) di dalam mekanisme pasar. Perusahaan tentunya tidak menginginkan jika dalam pelaksanaan Penawaran Umum timbul keraguan, apakah efek yang dilepas ke para investor terjual habis atau tidak, bila setelah dilepas efek tersebut tidak terjual habis, maka ini merupakan “bencana” bagi perusahaan, hal mana selain mengakibatkan kerugian sebab biaya-biaya yang telah dikeluarkan tidak dapat ditarik kembali, juga akan menjatuhkan reputasi perusahaan. Untk itu diperlukan perusahaan efek yang bertindak sebagai Underwriter perusahaan.
  3. 3. Lmebaga yang melakukan kegiatan penjaminan ini disebut Penjamin Emisi Efek atau dalam istilah lain disebut Underwriter. Tugas penjamin efek antara lain antara lain, memberikan nasihat mengenai jenis efek yang sebaiknya dikeluarkan, harga yang wajar dan jangka waktu efek (obligasi dan sekuritas kredit).Dalam mengajukan pernyataan pendaftaran emisi efek, membantu menyelesaikan tugas administrasi yang berhubungan dengan pengisian dokumen pernyataan pendaftaran emisi efek, penyusunan prospektus, merancang spesimen efek, dan mendampingi emiten selama proses evaluasi.Mengatur penyelenggaraan emisi (pendistribusian efek dan menyiapkan sarana-sarana penunjang).1.2.Sistematika Penulisan Secara sistematis penulis menempatkan materi pembahasan keseluruhannya ke dalam 3 (tiga) bab yang terperinci sebagai berikut : BAB 1 : Berisi pendahuluan yang menguraikan hal-hal yang bersifat umum seperti, latar belakang penelitian. BAB 2 :Menjelaskan bagian-bagian yang diujikan dalam Ujian Kecakapan Profesi Pasar Modal untuk Calon Wakil Penjamin Emisi Efek Penjaminan Emisi, Manajemen Keuangan, Penilaian Aktiva & Akuntansi Keuangan, Aspek Hukum, Etika, Manajemen Portfolio, dan Perdagangan Efek beserta deskripsi dan analisis data. BAB 3 : Bab ini merupakan penutup yang berisi kesimpulan dan saran dari permasalahan yang diangkat.
  4. 4. BAB II
  5. 5. ANALISIS DAN PEMBAHASAN2.1. Landasan Teori 2.1.1. Penjamin Emisi Efek Penjamin Emisi (Underwriter) merupakah pihak yang membuat kontrak Emiten untuk melakukan penawaran umum bagi kepentingan Emiten dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa Efek yang tidak terjual Tugas dari penjamin emisi efek antara lain : 1) Mejamin penjual Efek dan pembayaran keseluruhan nilai Efek yang diemisikan kepada Emiten 2) Mewakili para Penjamin Emisi Efek dalam hubungannya dengan Emiten dan pihak ketiga 3) Menetapkan bagian kewajiban masing-masing Penjamin Emisi Efek sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam perjanjian antar Pemjamin Emisi Efek 4) Mengumpulkan semua hasil penjualan Efek dilakukan oleh para Penjamin Peserta Emisi dan para Agen Penjual 5) Menyerahkan hasil penjualan Efek kepada Emiten serta membeyar Efek yang tidak terjual tepat pada tanggal yang disepakati.
  6. 6. Kewajiban dari Penjamin Emisi Efek : 1) Mematuhi semua ketentuan dalam kontrak penjaminan Emisi. 2) Mengungkapkan dalam prospektus adanya hubungan afiliasi atau hubungan lain yang bersifat material antara Perusahaan Efek dan Emiten2.1.2. Manajemen Keuangan Manajemen keuangan meliputi (1) Struktur Permodalan, seperti Permodalan konservatif vs hutang (leverage), Rasio-rasio modal sebagai penentu untuk memilih alternatif-alternatif keuangan, dan Biaya Modal. (2) Karaktersitik & Instrumen Investasi, seperti Saham Biasa- Saham Preferen, Penarikan kembali (callability) & konvertibilitas, Keuntungan/kerugian dari konvertibilitas bagi emiten maupun pemodal. (3) Menentukan harga yang wajar untuk efek baru, seperti Rasio harga-laba bersih (PER), Hasil Investasi- Rasio-rasio permodalan, Catatan pertumbuhan, Kemampuan Manajemen, Kedudukan dalam pasa, Pertumbuhan & perkembangan, dan Pemahaman Manajemen. (3) Obligasi, seperti Jenis obligasi, Penentuan harga dengan agio atau diskonto, Tingkat bunga tetap vs tingkat bunga mengambang, Obligasi konversi, Perjanjian Perwaliamanatan atau/dan persyaratan obligsi.2.1.3. Penilaian Aktiva dan Akuntansi Keuangan
  7. 7. Penilaian Aktiva dan Akuntansi Keuangan meliputi Prinsip-prinsip Akuntansi Umum (GAAP/PAI), seperti Laporan Keuangan (Neraca, Rugi-Laba), Pengukuran Likuiditas suatu perusahaan, Perputaran Persediaan,Modal Kerja, Pertumbuhan dalam nilai buku dan hasil kelipatan biaya tetap (times fixed chargesearned), Laba bersih per saham, Pertumbuhan, Evaluasi Saham Biasa yg meliputi laba, deviden, nilai buku & arus kas. Efek berpendapatan tetap, Efek bersifat ekuitas yang dapat ditukarkan, seperti Obligasi Konversi, Sertifikat Bukti Right (SBR), Warran.2.1.4. Etika dalam Bisnis Penjaminan Emisi Efek Pedoman Perilaku Perusahaan Efek / Penjamin Emisi Efek, seperti Pertimbangan Etika khusus selama proses penjaminan emisi efek & pasca pasar mengenai: (1) Kepatuhan terhadap semua peraturan & ketentuan dari BAPEPAM &organisasi-organisasi yg mengatur diri sendiri, (2) Pengetahuan atas peraturan & ketentuan penting, (3) Tanggungjawab untuk memelihara pengetahuan tentang perubahan (revisi) atas peraturan &ketentuan Larangan untuk berpartisipasi atau membantu dalam pelanggaran etika atau hukum, Larangan untuk menggunakan informasi penting yg non-publik atau bukan untuk umum. Tanggung jawab dari Pengawas, misalnya memastikan bahwa bawahannya mendapat pelatihan yang memadai & memiliki pengetahuan tentang peraturan-peraturan yang berlaku.Pengawasan
  8. 8. yang memadai atas bawahannya untuk memastikan kepatuhan terhadap standar-standar yang berlaku. 2.1.5. Manajemen Portofolio Teori Portofolio Modern meliputi: (1) Perencanaan, Konstruksi, Evaluasi & Revisi Hasil investasi historis efek Analisis Industri meliputi : Industri Dasar & bertumbuh, Efek Defensif, dan Efek Bertumbuh. (2) Tingkat Bunga meliputi: Kurva Hasil, Dampak Normal maupun terbalik atas efek berpendapatan tetap, Harga apabila tingkat bunga berubah, Hasil Nominal, Hasil Berjalan, Hasil hingga jauh tempo. (3). Perekonomian meliputi:Risiko mata uang asing, Perubahan dalam undang-undang pajak. (4) Memperkecil risiko melalui:Diversifikasi, Lindung Nilai Hedging, Kegiatan Luar Negeri. 2.1.6. Perdagangan Efek Perdagangan efek yang terdapat di BEI seperti, saham margin, saham pre-opening, obligasi korporasi, surat berharga Negara, ETF (exchanged traded fund), efek beragun asset, dan lain-lain. 2.1.7. Aspek Hukum Undang-Undang Republik IndonesiaNomor 8 Tahun 1995tentangPasar Modal, BAB V Perusahaan Efek, Wakil Perusahaan Efek, dan Penasihat Investasi2.2. Deskripsi dan Analisis Data
  9. 9. 2.2.1. Wakil Penjamin Emisi Efek Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) adalah perorangan yang menjalankan fungsi sebagai Penjamin Emisi Efek.Sampai dengan 1 Januari 2005 Bapepam telah memberikan 1.445 izin orang perseorangan Wakil Penjamin Emisi Efek. Tahun Pertambahan/thn Jumlah Kumulatif 1992 5 5 1993 78 83 1994 127 210 1995 95 305 1996 184 489 1997 292 781 1998 156 937 1999 92 1.029 2000 136 1.165 2001 124 1.289 2002 70 1.359 2003 44 1.386 2004 42 1.4452.2.2. Manajemen Keuangan
  10. 10. Perhitungan Obligasi Korporasi Astra Sedaya Finance Xi Tahun 2010 Seri A YTM = [Coupon + {Par - Market Price}/Maturity]/[{Par + Market Price}/2]. =[8,47+ {100-78,95)/1,04] / [{100+78,95} /2 ] =29,14 / 89,475 = 32, 562.2.3. Penilaian Aktiva dan Akuntansi Keuangan Perhitungan Ratio PT. BUKIT ASAM, TBK. Periode 2009 1.1 Liquidity a. Current Ratio = 4,13 b. Acid Test Ratio 1.2 Asset Management a. Inventory Turnover
  11. 11. b. Days Sales Outstanding (DSO)c. Fixed Asset Turnoverd. Total Asset Turnover1.3 Debt Managementa. Debt Ratiob. TIE*Asumsi yang diambil dari perhitungan HPPc. EBITDA Coverage
  12. 12. 1.4 Profitabilitya. Profit Margin on Salesb. Basic Earnings Powerc. ROAd. ROE1.5 Market Valuea. Price/Earningsb. Price/Cash Flow
  13. 13. c. Market/Book2.2.4. Etika dalam Bisnis Penjaminan Emisi Efek KASUS PEMBATALAN PERJANJIAN EMISI DALAM PENAWARAN UMUM PT. WAHANAARTHA HARSAKA Tbk. 1. Fakta-Fakta: a) PT Wahanaartha. Tbk. adalah perusahaan yang melakukan penawaran umum (Initial Public Offering/IPO) pada tanggal 2-4 April 2008, IPO tersebut memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK pada
  14. 14. tanggal 31 Maret 2008 dan harus mencatatkan saham di BEI pada tanggal 11 April 2008.b) Penjamin emisi efek dari IPO PT. Wahanaartha adalah PT. Investindo Nusantara Sekuritas dan PT. BNI Securities. WPEE dari PT BNI Securities adalah Jimmy dan WPEE dari PT Investindo Nusantara Sekuritas adalah Alverno Julyardono Soenardji.c) Konsultan hukum adalah Teddy Ardhika Wardhana.d) Dalam prospektus IPO dinyaatakan bahwa emiten dan penjamin emisi mempunyai hak untuk membatalkan IPO sebelum penutupan atau selama IPO dilakukan.e) PT. Wahanaartha Tbk. menawarkan 29% saham (590 juta lembar) dengan harga Rp. 235,- sampai dengan Rp. 285,- per lembar saham, dengan target mendapatkan modal sebesar Rp. 150.000.000.000,-. namun setelah masa IPO tidak semua saham terjual karena fluktuatifnya kondisi pasar modal.f) PT. BNI telah melaksanakan seluruh komitmen membeli sisa saham, sedangkan PT. Investindo belum melaksanakan seluruh komitmen membeli sisa saham.g) Pada tanggal 7 April 2008 para penjamin emisi melakukan pembatalan perjanjian penjaminan emisi
  15. 15. yang mengakibatkan pembatalan IPO PT. Wahanaartha. Tbk. h) Berdasarkan fakta-fakta yang ada Bapepam_LK berdasarkan Pasal 5 huruf (d) UUPM membatalkan Surat Keputusan Bapepam_LK Nomor S-1797/BL/2008 tanggal 31 Maret 2008 Tentang Efektifnya Pernyatan Pendaftaran Penawaran Umum PT. Wahanaartha. Tbk., dan mengenakan sanksi kepada: PT. BNI Securities dikenakan sanksi administrasi berupa pembekuan izin usaha perusahaan efek sebagai penjamin emisi efek selama 3 bulan; Kepada Jimmy selaku WPEE PT.BNI berupa pemb ekuan izin selama 3 bulan; PT. Investindo berupa pembekuan izin usaha perusahaan efek sebagai penjamin emisi efek selama 6 bulan; Kepada Alverno berupa Pembekuan izin WPEE selama 6 bulan; Kepada Teddy Ardhika berupa pembekuan Surat Tanda Terdaftar selaku konsultan hukum pasar modal selama 6 bulan2. Analisis Kasus Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE):
  16. 16. Alverno Julyardono Soenardji sebagai WPEE dari PT Investindo dikenakan sanksi administratif berupa pembekuan izin sebagai WPEE selama 6 bulan. Adapun Jimmy sebagai WPEE dari PT. BNI Securities dikenakan sanksi pembekuan izin perseorangan selama 3 bulan. Hal ini dikarenakan baik Alverno maupun Jimmy adalah penanggung jawab atas penjaminan emisi efek dari masing-masing perusahaan tersebut. Tentunya kedua WPEE tersebut ikut bertanggungjawab atas pembatalan perjanjian penjaminan emisi efek Sebagai pihak yang dikategorikan pihak yang memperoleh izin dari Bapepam-LK maka Bapepam dapat membekukan izinnya. Tindakan Bapepam-LK tersebut berdasarkan ketentuan Pasal 102 UU Pasar Modal. Selain itu2.2.5. Manajemen Portfolio Pengaruh Inflasi Inflasi Indonesia dalam tahun 2011 diperkirakan sebesar 8%,inflasi Australia dalam tahun 2011 diperkirakan sebesar 4%, nilai tukar awal tahun 2011 = satu dolar Australia = Rp 9.000,-. et = Rp 9.000 x ((1+0,08)/(1+0,04)) = Rp 9.000(1,08) / = Rp 9.720 / 1,04
  17. 17. = Rp 9.346
  18. 18. BAB III KESIMPULAN1.1. Kesimpulan Penjamin emisi efek merupakan kunci pada setiap emisi efek di pasar modal. Memberi nasihat serta hal-hal yang perlu diperhatikan emiten serta bagaimana dan kapan saat yang tepat melakukan penawaran. Dalam menjalankan fungsinya, para penjamin senantiasa menjaga citra baik bagi dirinya sebagai professional dan dituntut untuk memiliki integritas yang tinggi di mata masyarakat. Penjamin emisi efek akan menolak perusahaan yang mencoba menyediakan informasi yang dapat menyesatkan kepada masyarakat. Mengingat apabila terdapat kesalaham dalam penyampaian informasi dalam prospectus akan mengakibatkan kerugian bagi pemodal, segala kesalahan penyajian informasi yang telah disampaikan kepada masyarakat, maka penjamin emisi efek yang ikut bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.1.2. Saran 1. Memperhatikan berbagai fungsi dan tugas dari penjamin emisi efek, keahlian dan kemampuan dalam menyususn strategi emisi suatu saham sangat diperlukan. Ini berarti perusahaan penjamin emisi harus mempunyai sumber daya manusia yang berkeahlian.
  19. 19. 2. Di samping itu, telah mempunyai pengalaman yang cukup memadai merupakan bagian tidak terpisahkan dari keahliannya sebagai seorang professional.3. Peranan akuntan dalam mencegah terjadinya kejahatan pasar modal, misalnya penipuan laporan keuangan, adalah dengan memastikan seluruh informasi dan fakta material yang dapat mempengaruhi keputusan investor disajikan. Peranan ini dimainkan oleh akuntan mulai dari sebelum penyataan pendaftaran emiten dinyatakan efektif oleh Bapepam sampai dengan setelah dinyatakan efektif. Tanggung jawab akuntan tidak hanya sebatas dalam penyusunan dan audit laporan keuangan saja, tetapi juga penyusunan prospektus terkait data-data keuangan penting, sampai dengan analisis dan pembahasan oleh manajemen, sehingga tidak ada informasi dan fakta material yang terlewat. Setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif, peranan akuntan dijalankan melalui penyusunan dan audit terhadap laporan keuangan tahunan dan tengah tahunan emiten sebagai laporan berkala kepada Bapepam.
  20. 20. DAFTAR PUSTAKAhttp://indonesialawstuffs.blogspot.comTaufani, Elfira, S.H., M.Hum. 2005. Penegakan Hukum di Bidang Pasar Modal. Simbur CahayaArifin, Zaenal, 2005. Teori Keuangan dan Pasar Modal, Ekonisia, Yogyakarta.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modalwww.bapepam.go.idwww.idx.co.idwww.legalitas.org.
  21. 21. LAMPIRAN
  22. 22. 1. IKHTISAT LAPORAN KEUANGAN PT BUKIT ASAM, TBK
  23. 23. 2. OBLIGASI KORPORASI

×