Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
BAB III                        METODOLOGI PENELITIAN3.1 Metodologi Penelitian   1. Pengumpulan Data.               Mendefi...
3. Desain              Dalam tahap ini hasil analisis dibuat pemodelan sistem, struktur       program, struktur data, ranc...
5. Implementasi          Setelah Prototype dinyatakan bebas dari kesalahan penulis    mencoba memperlakukan program sesuai...
Diagram penelitian :                                 Latar Belakang                                 Permasalahan          ...
2. Metode observasi   Pengambilan data dengan cara melakukan pengamatan terhadap   objek penelitian. Peneliti melakukan ob...
3.2 Proses Penelitian Objek    3.2.1   Penelitian Gas Asap Rokok                    Gas Karbon monoksida (CO) adalah sejen...
3.2.2   Metode Pendeteksian Sensor AF-30        Rangkaian internal sensor AF-30                    Gambar 3.3 Rangkaian In...
Gambar 3.4 Konsentrasi Senosr AF-30Dari grafik pada gambar 3.4 dapat dilihat bahwa dengan mengukurperbandingan antara resi...
RS saat udara bersih (Rair) adalah 7857,14 Ω atau 7857 Ω. Dari hasilperhitungan diatas diperoleh      RL=10 KΩ, RS saat ud...
kita umpankan kemodul ADC0809 maka diperoleh nilai digital dari        Vout. Nilai keluaran dari ADC ini kemudian diolah m...
3.2.5   Jadwal Penelitian           Penelitian ini penulis lakukan mulai bulan September minggu pertama           hingga O...
3.4 Penentuan Output             Output yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah mengetahui ciri   dan kandungan asap r...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bab iii andri

810 views

Published on

Metodologi Penelitian

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bab iii andri

  1. 1. BAB III METODOLOGI PENELITIAN3.1 Metodologi Penelitian 1. Pengumpulan Data. Mendefinisikan masalah, mengumpulkan bahan dan data-data yang di perlukan. Memecah masalah dan mengelompokkan permasalahan untuk mempermudah dalam proses analisis. Data diperoleh dari penelitian sensor asap AF30, penulis menggunakan media uji yaitu ruangan dengan ukuran 3 x 4 x 3 meter. Kemudian dari ruangan tersebut penulis melakukan aktivitas merokok dengan jumlah perokok adalah 1 orang sebagai simulasi keadaan ada asap rokok. Kemudian didapat data sebagai berikut : Tabel 3.1 Tabel Data Pengujian Konsentrasi Keterangan No Volume Durasi Asap Gas H2O : CO2 1 Asap tipis 5-10 detik 20% 80 : 20 2 Asap sedang 10 – 20 detik 25 – 50% 60 : 40 3 Asap Tebal > 20 detik > 50% CO2 > 55% 2. Analisa Menganalisa masing-masing subpermasalahan yang sudah didefinisikan dalam tahap awal. Tahap ini juga dianalisa kebutuhan sistem secara keseluruhan dan rinci.
  2. 2. 3. Desain Dalam tahap ini hasil analisis dibuat pemodelan sistem, struktur program, struktur data, rancangan antar muka untuk masing-masing modul sistem dan juga rancangan secara keseluruhan dan rinci. LCD 2 X 16 BUZZERSensor Asap Micro Controler AT89S52 KIPAS AF30 ALARM LED Gambar 3.1 Desain Sistem Mikrokontroler Pendeteksi asap Rokok Sensor Asap AF30 mengubah besaran fisik mengubah asap rokok menjadi besaran elektrik berupa tegangan, yang menjadi masukan untuk sistem mikrokontroler AT89S52. Sedangkan keluaran dari mikrokontroler, yang tidak lain sebagai penanganan dini yaitu buzzer, kipas, lampu LED dan LCD. 4. Coding Tahap selanjutnya adalah tahap pengkodean ke dalam bahasa pemrograman C++ dan Small Device C Compiler (SDCC), sebagai program penyunting teks (notepad++) berdasarkan kepada hasil rancangan secara keseluruhan dalam tahap desain.
  3. 3. 5. Implementasi Setelah Prototype dinyatakan bebas dari kesalahan penulis mencoba memperlakukan program sesuai dengan sistem yang terjadi di dunia nyata.6. Dokumentasi Dalam tahap ini penyusun melakukan dokumentasi atau pengumpulan dokumen untuk semua bahan, data-data, modul-modul yang telah selesai dikerjakan dari tahap awal sampai dengan tahap akhir pengerjaan yang berhubungan dengan sistem yang dikerjakan.
  4. 4. Diagram penelitian : Latar Belakang Permasalahan Studi Literatur Merumuskan Masalah dan Judul Penelitan ANALISIS DATA DESAIN SISTEM CODING IMPLEMENTASI DOKUMENTASI Gambar 3.2 Metode Kerja Penelitian Sumber : Suharsimi Arikunto, 1996: 43.2 Metode Pengumpulan Data 3.2.1 Objek Penelitian Dalam penelitian ini data diperoleh dari penelitian penulis langsung menggunakan sensor asap AF30 dan asap Rokok. 3.2.2 Metode pengumpulan data 1. Metode studi kepustakaan Pengambilan data yang diperoleh dari literatur buku adalah data- data yang menunjang tugas akhir, diantaranya: a. Indikator adanya asap rokok b. Proses deteksi sensor pada asap rokok c. Sistem kerja alat d. Pemprograman alat
  5. 5. 2. Metode observasi Pengambilan data dengan cara melakukan pengamatan terhadap objek penelitian. Peneliti melakukan observasi untuk mendapatkan sampel penelitian yaitu asap rokok dan sensor AF-30.3. Perangkat yang digunakan Peralatan yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: 1. Rokok 2. Perangkat Robotika dan Sensor 3. Perangkat elektronika : a. AVO Meter b. Solder c. Tenol d. dll 4. Perangkat lain : a. Selotip b. Penghapus c. Cutter d. Alat tulis / Kapur sebagai penanda e. Papan Uji 5. Komputer : a. Intel E2140 Processor b. DDR3 2 GB c. HDD Seagate 500 GB d. VGA ATI Radeon HD 6230 e. Sound Altec Lansing f. Case 450 Watt 6. Software : a. Small Device C Compiler (SDCC) b. SPI Flash Programmer V 3.7 c. Microsoft windows XP Professional SP3
  6. 6. 3.2 Proses Penelitian Objek 3.2.1 Penelitian Gas Asap Rokok Gas Karbon monoksida (CO) adalah sejenis gas yang tidak memiliki bau. Unsur ini dihasilkan oleh pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat arang atau karbon. Gas CO yang dihasilkan sebatang rokok dapat mencapai 3 – 6%, gas ini dapat di hisap oleh siapa saja. Oleh orang yang merokok atau orang yang terdekat dengan si perokok, atau orang yang berada dalam satu ruangan. Seorang yang merokok hanya akan menghisap 1/3 bagian saja, yaitu arus yang tengah atau mid-stream, sedangkan arus pinggir (side – stream) akan tetap berada diluar. Sesudah itu perokok tidak akan menelan semua asap tetapi ia semburkan lagi keluar. Gas CO mempunyai kemampuan mengikat hemoglobin (Hb) yang terdapat dalam sel darah merah (eritrosit) lebih kuat dibanding oksigen, sehingga setiap ada asap rokok disamping kadar oksigen udara yang sudah berkurang, ditambah lagi sel darah merah akan semakin kekurangan oksigen, oleh karena yang diangkut adalah CO dan bukan O2 (oksigen). Sel tubuh yang menderita kekurangan oksigen akan berusaha meningkatkan yaitu melalui kompensasi pembuluh darah dengan jalan menciut atau spasme. Bila proses spasme berlangsung lama dan terus menerus maka pembuluh darah akan mudah rusak dengan terjadinya proses aterosklerosis (penyempitan). Penyempitan pembuluh darah akan terjadi dimana-mana. Di otak, di jantung, di paru, di ginjal, di kaki, di saluran peranakan, di ari-ari pada wanita hamil.
  7. 7. 3.2.2 Metode Pendeteksian Sensor AF-30 Rangkaian internal sensor AF-30 Gambar 3.3 Rangkaian Internal Sensor AF-30 Rangkaian gambar 3.3 adalah rangkaian internal Sensor AF 30. Pada dasarnya prinsip kerja dari sensor tersebut adalah mendeteksi keberadaan gas-gas yang dianggap mewakili asap rokok, yaitu gas Hydrogen dan Ethanol. Sensor AF-30 mempunyai tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap dua jenis gas tersebut.3.2.3 Proses Kerja Sensor Jika sensor tersebut mendeteksi keberadaan gas-gas tersebut di udara (Hydrogen dan Ethanol) dengan tingkat konsentrasi tertentu, maka sensor akan menganggap terdapat asap rokok di udara. Ketika sensor mendeteksi keberadaan gas-gas tersbut maka resistansi elektrik sensor akan turun seperti yang telah dibahas pada artikel lalu. Dengan memanfaatkan prinsip kerja dari sensor AF-30 ini, kandungan gas-gas tersebut dapat diukur. Gambar 3.4 adalah grafik tingkat sensitifitas sensor AF-30 terhadap kedua gas tersebut.
  8. 8. Gambar 3.4 Konsentrasi Senosr AF-30Dari grafik pada gambar 3.4 dapat dilihat bahwa dengan mengukurperbandingan antara resistansi sensor pada saat terdapat gas danresistansi sensor pada udara bersih atau tidak mengandung gastersebut (Rgas/Rair), dapat diketahui kadar gas tersebut. Sebagaicontoh jika resistansi sensor (RS) pada saat terdapat gas Hydrogenadalah 1 KΩ dan resistansi sensor (RS) pada saat udara bersih adalah10 KΩ maka : Rumus 3.1 Perbandingan Rgas dan RairDari perhitungan rumus 3.1 serta menurut grafik pada gambar 3.4,jika Rgas/Rair=0.1 maka konsentrasi gas Hydrogen pada udara adalahsekitar 100ppm. Untuk mengetahui besarnya resistansi sensor (RS)saat udara bersih dapat dihitung menggunakan rumus: Rumus 3.2 Resistansi Saat Udara BersihSebagai contoh jika Vout pada saat udara bersih adalah 2,8V dan RLyang digunakan adalah 10 KΩ maka dengan rumus diatas diperoleh
  9. 9. RS saat udara bersih (Rair) adalah 7857,14 Ω atau 7857 Ω. Dari hasilperhitungan diatas diperoleh RL=10 KΩ, RS saat udara bersih(Rair)=7857Ω, dengan Vout saat udara bersih = 2,8V. Dengan melihatgrafik gambar 3.2 dan hasil perhitungan rumus 3.2, maka nilai Voutuntuk tiap-tiap nilai perbandingan Rgas/Rair dapat diketahui sehinggatingkat konsentrasi dari gas tersebut juga diketahui pula. Misalnyauntuk gas Hydrogen dengan tingkat konsentrasi 10 ppm, dari grafikgambar 3.4 Rgas/Rair ≈ 0,29 maka :Rgas/Rair ≈ 0,29Rair = 7857ORgas = Rair x (Rgas/Rair) = 7857Ω x 0,29 = 2279Ω Dari hasil perhitungan diatas diperoleh nilai Rgas pada saatkonsentrasi gas Hydrogen 10ppm. Karena Rgas adalah sama denganresistansi sensor (RS), maka berdasarkan nilai Rgas yang diperolehtersebut, maka dari rumus mencari nilai RS, nilai Vout pada saatkonsentrasi Hydrogen 10 ppm dapat diperoleh.Rgas = 2279 ΩVc = 5VRL = 10K Ω = 5-Vout = 10K Ω = 2279Ω = VoutVout = 4,072V Jadi nilai Vout pada saat sensor mendeteksi nilai konsentrasiHydrogen 10ppm adalah sebesar 4,072V. Dengan cara yang samadapat diperoleh nilai-nilai Vout untuk tiap-tiap tingkat konsentrasi gasHydrogen dan Ethanol sesuai dengan grafik gambar 3.4. Dari nilai-nilai Vout tersebut didapatkan tabel perubahan nilai Vout. Jika Vout
  10. 10. kita umpankan kemodul ADC0809 maka diperoleh nilai digital dari Vout. Nilai keluaran dari ADC ini kemudian diolah menggunakan IC AT89S52 untuk ditampilkan hasilnya pada modul LCD. Pada saat kondisi udara bersih Vout telah menghasilkan tegangan sebesar 2,8V, maka jika Vout ini kita umpankan langsung ke modul ADC, maka keluaran hasil konversi kebentuk digital oleh modul ADC tidak bernilai 00H. Agar keluaran dari modul ADC0809 bernilai 00H, maka sebelum Vout diumpankan kemodul ADC0809, nilai Vout dikurangi dahulu sebesar 2,8V.3.2.4 Proses Penelitian Penelitian dilakukan dengan mencoba membuang asap rokok di dalam ruangan semi tertutup ukuran 3x4x3, kemudian meletakkan sensor AF30 di atas ruangan. Kemudian dilakukan pengukuran pada kaki-kaki sensor AF 30 dengan AVO Meter tentang tegangan yang keluar dari kaki-kaki sensor AF 30 sesuai dengan konsentrasi dari gas yang ada pada ruangan tersebut. Dapat dilihat pada gambar 3.5 Ruangan 3x4x3 Sensor Avometer Gambar 3.5 Proses Penelitian Sensor Asap Rokok 1. Konsentrasi Asap Rokok Rendah = 0.5 – 1.5 Volt 2. Konsentrasi Asap Rokok Sedang = 1.6 – 3 Volt 3. Konsentrasi Asap Rokok Tinggi = 3.1 – 5 Volt
  11. 11. 3.2.5 Jadwal Penelitian Penelitian ini penulis lakukan mulai bulan September minggu pertama hingga Oktober minggu kedua, dengan rincian seperti pada tabel 3.1 Tabel 3.2 Jadwal Penelitian September Oktober NO Nama Kegiatan 1 2 3 4 1 2 1 Penentuan Judul 2 Pencarian Referensi 3 Pencarian Alat 4 Proses Penelitian 5 Proses Perancangan 6 Uji Coba 3.2.6 Bentuk Alat dan Cara Kerja Alat berada dalam kotak rangkaian, dimana rangkaian berisi dengan IC Mikrokontroller AT89S52 kemudian terdapat sensor yang ditempatkan pada sudut ruangan atau tengah ruangan, alat disertai dengan LCD sebagai indikator dan informasi, selain itu alat juga dilengkapi dengan alarm, dan dihubungkan dengan kipas buang, yang berfungsi akan membuang konsentrasi asap rokok dalam ruangan3.3 Penentuan Proses Kerja Proses kerja adalah memfungsikan alat dalam mendeteksi asap rokok kemudian alat akan mengaktifkan alarm dan kipas buang, tergantung dari besarnya konsentrasi asap rokok dalam ruangan tersebut.
  12. 12. 3.4 Penentuan Output Output yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah mengetahui ciri dan kandungan asap rokok, mencoba melakukan penelitian sensor terhadap asap rokok, mencoba pemasangan sensor kepada AVO Meter supaya dapat terukur besarnya tegangan yang dikeluarkan dengan perbandingan konsentrasi asap rokok dalam ruangan.

×