SlideShare a Scribd company logo
1 of 61
INTERNASIONAL SUMMIT 
IKATAN ILMUWAN INDONESIA INTERNASIONAL (I- 
4) 
16 – 19 DESEMBER 2010 
STRATEGI DAN PRIORITAS MENUJU INDUSTRI 2020 
DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI 
(SEKTOR TELEKOMUNIKASI) 
Oleh : 
Anang Z. Gani 
Institut Teknologi Telkom
STRATEGI DAN PRIORITAS MENUJU INDUSTRI 
2020 DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI 
LIBERALISASI 
PERTELEKOMUNIKASIAN NASIONAL 
PPEERRUUBBAAHHAANN 
HUKUM, POLITIK, 
GGLLOOBBAALLSSIIAASSII WWTTOO EKONOMI, OTDA 
IIPPTTEEKK 
PERUBAHAN 
PARADIGMA 
KKAAJJIIAANN SSIISSTTEELLNNAASS 
SSTTRRAATTEEGGII 
AZG 
ITT-2010
AZG 
ITT-2010
AZG 
ITT-2010
KESTABILAN POLITIK 
DALAM JANGKA 
PANJANG 
KEADAAN EKONOMI 
MAKRO 
KEADAAN PRASARANA 
EKONOMI 
KUALITAS SUMBER 
DAYA MANUSIA 
PENGUASAAN ILMU 
PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI 
KEMAMPUAN 
KEWIRAUSAHAAN 
DAYA SAING NEGARA 
(MODAL DASAR) 
FAKTOR YANG 
MEMPENGARUHI 
DAYA SAING 
SUATU NEGARA 
AZG 
ITT-2010
GGAATTTT 
• Berdiri tahun 1947 
• Barang standar dan unik 
• Free Trade dan Fair Trade 
• Tidak ada hambatan tarif dan hambatan 
“protektif” (non-tarif) 
GGAATTSS 
• Persetujuan Putaran Uruguay (tahun 1994) 
• Persetujuan multi sektoral pertama yang 
meliputi perdagangan dan investasi dalam 
bidang jasa 
• Services 
• Trade Related Property Right (TRIPS) atau 
HAKI 
- hak cipta, paten,merek dan trade 
secret 
- kemempuan industri dan kompetisi 
rendah 
- Kemampuan teknologi 
- Jasa telekomunikasi berkembang 
secara dinamis 
EFESIENSI 
(Berdaya saing tinggi) 
MENINGKATKAN TARAF HIDUP 
• Perdagangan internasional yang efisien 
• Peningkatan produksi dan investasi 
• Memperluas lapangan kerja 
• Meningkatkan pendapatan masyarakat 
AZG 
ITT-2010
WTO 
AZG 
ITT-2010 
(MEDAN PERANG)
LIBERALISASI (GATS/WTO) 
ADALAH PERANG DAGANG 
AZG 
ITT-2010 
BAGAIMANA POSISI 
DAN STRATEGI KITA ?
WTO 
(Persaingan berbasis 
Teknologi) 
TEKNOLOGI 
(Dinamis) 
NATIONAL 
CAPABILITY 
(SDM, Industri, R & D, 
Konsultan, Kontraktor) 
CPC 
(KLASIFIKASI 
) 
(Tidak Jelas) 
INVESTASI 
(Cross Ownership) 
SUASAN 
A 
PERANG 
AZG 
ITT-2010
IINNVVEESSTTAASSII 
EFESIENSI 
NASIONAL 
PELAYANAN/ 
COVERAGE 
KONTRIBUSI 
EKONOMI 
KETAHANAN DAN 
KEAMANAN 
LAPANGAN KERJA 
(SDM) 
KONTRIBUSI 
SOSIAL 
NATIONAL 
CAPABILITY 
IINNFFRRAASSTTRRUUKKTTUURR 
SSEERRVVIICCEESS 
CCOONNTTEENNTT 
PMDN 
PMA 
INVESTASI TELEKOMUNIKASI 
(SASARAN PERANG) 
AZG 
ITT-2010
MODEL SISTEM TELEKOMUNIKASI NASIONAL 
GLOBALISASI 
(PETA LAPANGAN - SISTELNAS) 
(SoC) 
IIPPTTEEKK INVESTASI 
(ASING) 
PERANAN 
SWASTA 
NASIONAL 
SSDDMM TTAARRIIFF KKUUAALLIITTAASS PEMERATAAN 
PELAYANAN 
PERATURAN 
PERUNDANG 
-UNDANGAN 
IISSSSUUEE 
PEMBUAT 
KEBIJAKAN 
RREEGGUULLAATTOORR 
BBUUMMNN 
SWASTA 
LOKAL 
ASING 
• AS PROFESI 
• KONSULTAN 
• KONTRAKTOR 
PEMELIHARAAN 
• INDUSTRI 
• PUSDIK 
• LITBANG 
• SDM 
• TEKNOLOGI 
• DANA 
• DLL 
UUSSEERR 
PPEENNYYEELLEENNGGGGAARRAA PPEENNDDUUKKUUNNGG PPEENNUUNNJJAANNGG 
SSIISSTTEELLNNAASS SSAAAATT IINNII 
SSIISSTTEELLNNAASS AAKKAANN DDAATTAANNGG 
EFESIENSI 
NASIONAL 
PELAYANAN/ 
COVERAGE 
KONTRIBUSI 
EKONOMI 
KETAHANAN 
DAN 
KEAMANAN 
KONTRIBUSI 
SOSIAL 
LAPANGAN 
KERJA (SDM) 
KKOOMMPPEETTIITTIIFF 
• GLOBALISASI 
• KRISIS EKONOMI 
• KEBIJAKAN 
PEMERINTAH 
• FAKTOR 
EKSTERNAL/ 
INTERNAL 
• PERATURAN 
PERUNDANG-UNDANGAN 
• KOMPETITIF 
• PENINGKATAN 
MUTU 
• KEMAMPUAN 
NASIONAL 
• EFESIENSI 
• SDM 
SSTTUUDDII KKEELLAAYYAAKKAANN 
DDEESSAAIINN 
PENGADAAN/ 
MANUFACTURING 
PPEEMMBBAANNGGUUNNAANN 
PENGOPERASIAN 
DAN 
VVEENNDDOORR 
NATIONAL 
CAPABILITY 
AZG 
ITT-2010
PERTANYAAN MENARIK 
AZG 
ITT-2010 
SIAPAKAH JENDERAL (KOMANDAN) PERANG ?
SENJATA GELAP “ GLOBALISASI” 
DEMOKRASI 
HAM 
HAKI 
LINGKUNGAN 
STANDARISASI 
(ISO) 
RISK 
COUNTRY 
TERORIS 
AZG 
ITT-2010
STRATEGI 
INDUSTRI 
TELEKOMUNIKASI 
KONTRIBUSI 3% DARI TOTAL 
EKONOMI GLOBAL (US$ 1.1 
TRILUN) 
PROYEKSI PERTUMBUHAN DI 
INDONESIA BISNIS SELULER 
50% 
LLIIBBEERRAALLIISSAASSII KKOOMMPPEETTIISSII 
GGAATTSS ((WWTTOO)) TTEEKKNNOOLLOOGGII BBIIAAYYAA MMAARRGGIINN 
KONVERGENSI / 
NGS 
INVESTASI / 
OPERASIONAL 
EFISIENSI & 
PRODUKTIVITAS 
DDAAYYAASSAAIINNGG 
AZG 
ITT-2010
GLOBAL COMPETITIONS 
1940 1950 1960 1970 1980 1990 2000 2010 
Perang Dunia 
Ke-2 
Modifikasi/Improvement 
Aplikasi teknologi pada 
produk baru 
High Technology 
Future Technology 
Invention New 
Technology Principle 
‘76 ‘82 
GATT 
‘80 ‘83 
WTO 
AFTA 
APEC 
‘86 ‘95 
‘94 ‘98 
Nuklir Perang Dingin Perang Ekonomi 
AZG 
ITT-2010
APLIKASI PATEN DI BEBERAPA NEGARA 
(1994) 
(PERSIAPAN SENJATA PERANG) 
Country/Organization Resident Non Resident Total %tage 
Australia 9.402 25.624 35.026 36,7 
Brazil 2.296 18.947 21.242 11 
Canada 3.043 38.419 41.462 7 
China 11.241 23.500 34.741 32,4 
Egypt 308 528 836 36,8 
France 16.130 70.155 86.285 18,7 
Germany 49.402 78.011 127.413 38,8 
India 1.588 3.212 4.800 33,1 
Indonesia 75 2.307 2.382 3,15 
Japan 320.175 50.477 370.652 80,5 
Malaysia 223 3.364 3.587 6,2 
Netherland 4.357 61.733 66.090 7 
Thailand 634 3.294 3.928 16,1 
U.S.A 109.981 99.710 209.691 50 
AZG 
ITT-2010
AZG 
ITT-2010 
Aplikasi Paten di Cina : 
Tahun 1994 : 35 ribu 
Tahun 2009 : 6,3 juta 
Ini adalah suatau kenaikan yang drastis (200 
kali) 
Sedangkan HUAWEI perusahaan telekomunikasi 
mengajukan aplikasi sebanyak 1.783 paten yaitu 
melebihi : Panasonic, Philips, Toyota maupun 
Bosch
AZG 
TI-ITB - 2003 
AZG 
ITT-2010
PERTUMBUHAN 
JASA TELEKOMUNIKASI 
TELEGRAPHY 
TELEPHONY 
TELEGRAPHY 
TELEX 
FACSIMILE 
TELEPHONY 
TELEGRAPHY 
RADIOPHONE 
DATEL 
TELEX 
FACSIMILE 
TELEPHONY 
TELEGRAPHY 
ISDN APPLICATIONS 
HOME BANKING 
CASHLESS CALLING 
CARD CALLING 
SUPPLEMENTARYSERVICES 
ENHANCED FREEPHONE 
VOICEBANK 
TELEPOINT 
SELECTIVE RINGING 
TELEVOTING 
AUTO CALL DISTRIBUTION 
CENTREX 
WIDE AREA CENTREX 
ELECTRONIC MAIL 
VIDEOTEXT 
CELLPHONE 
MESSAGING 
SKYPHONE 
RADIOPAGING 
CONTRAVISION 
VIDEOPHONE 
LOW COST FAX 
TELEMETRY 
TELECOMMAND 
ENHANCED DATA 
RADIOPHONE 
DATEL 
TELEX 
FACSIMILE 
TELEPHONY 
TELEGRAPHY 
B-ISDN APPLICATIONS 
HDTV 
PERSONAL NUMBERS 
VIDEO MESSAGEING 
INTERACTIVE VIDEO 
INTERNET 
FULL MULTIMEDIA 
LANGUAGE TRANSLATION 
POCKET PHONE 
VIOCE RECOGNITION 
END-END DIGITAL 
PERSONAL SERVICE PROFILES 
DIGITAL MOBILE 
SATELLITE BUSINESS SERVICES 
PERSONAL COMMUNICATIONS 
VIRTUAL PRIVATE SYSTEM 
INTERNATIONAL PAGING 
TELEWORKING 
TELESHOPING 
TELEMAIL 
HOME NEWSPAPERS 
COLOUR FAX 
ISDN APPLICATIONS 
HOME BANKING 
CASHLESS CALLING 
CARD CALLING 
SUPPLEMENTARYSERVICES 
ENHANCED FREEPHONE 
VOICEBANK 
TELEPOINT 
SELECTIVE RINGING 
TELEVOTING 
AUTO CALL DISTRIBUTION 
CENTREX 
WIDE AREA CENTREX 
ELECTRONIC MAIL 
VIDEOTEXT 
CELLPHONE 
MESSAGING 
SKYPHONE 
RADIOPAGING 
CONTRAVISION 
VIDEOPHONE 
LOW COST FAX 
TELEMETRY 
TELECOMMAND 
ENHANCED DATA 
RADIOPHONE 
DATEL 
TELEX 
FACSIMILE 
TELEPHONY 
TELEGRAPHY 
1870 1900 1950 1970 
1990 2000 
AZG 
ITT-2010
Evolusi 
Teknologi Telekomunikasi 
Sebelum 1980 1980-1990 1990 – 2010 2010 - ……. 
Public 
Switched 
Telephone 
Network 
Public 
Switched 
Telephone 
Network 
PPSSTTNN 
Broadband 
Network 
(Internet Protocol 
Based 
Network) 
Intellegent 
Network 
PPSSTTNN&&IINN 
Broadband 
Network 
Intellegent 
Network 
AZG 
ITT-2010
CONVERGENCE IN 
TELECOMMUNICATIONS 
NNeettwwoorrkk 
SSeerrvviiccee 
TTeerrmmiinnaall 
• IP Based 
• Heteregeneous environment 
• Ubiquitous 
• Contiunity of services and 
content 
• Broadband based 
• Supporting mobility 
• Convergence faculty 
• Smart facility 
• User friendly interface 
AZG 
ITT-2010
AZG 
ITT-2010
Otonomi Daerah 
Permendagri No. 39/2010 
Tentang ketentuan impor barang jadi oleh 
produsen 
Perpres No. 76, No.77 tahun 2007 dan Perpres 
36 tahun 2010 (tentang investasi) 
Deindustrialisasi semakin nyata 
Ekspor bahan mentah semakin meningkat 
dibandingkan produk olahan 
Kecenderungan proses pembangunan 
diserahkan semua kepada vendor 
AZG 
ITT-2010
AZG 
TI-ITB - 2003 
AZG 
ITT-2010
PERUBAHAN PARADIGMA 
ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI 
PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU 
1. Pada mutu dan efisiensi 
2. Daur hidup yang pendek 
3. Terintegrasi (multimoda) 
4. Perkembangan menuju konvergensi 
5. Teknologi informasi menjadi 
kebutuhan primer 
6. Haki merupakan trend mutlak 
7. Standarisasi 
8. TQM (ISO) 
9. Menghasilkan produk primadona 
10. Continous improvement (kaitan) 
11. Out ward looking 
12. Just in time 
13. Orientasi pada proses 
14. Konsep optimasi 
15. Produk jasa (kustomisasi massa) 
16. Berorientasi nilai tambah 
17. Teknologi : 
» Hardware, 
» Humanware, 
» Organiware, 
» Infoware 
1. Berorientasi harga murah 
2. Daur hidup yang panjang 
3. Sektoral (sendiri-sendiri) 
4. Perkembangan masing-masing 
5. Teknologi informasi masih sebagai 
kebutuhan sekunder 
6. Haki belum dipersyaratkan 
7. Tanpa standarisasi 
8. Kurang perhatian terhadap mutu 
9. Menghasilkan jasa/produk yang 
luas (Broad spectrum) 
10. Kurang perhatian terhadap 
perbaikan (improvement) 
11. In ward looking 
12. Orientasi ketidakpastian 
13. Orientasi pada hasil 
14. Konsep penghematan 
15. Produk (jasa massa) 
16. Berorientasi teknis 
17. Teknologi : Hardware 
AZG 
ITT-2010
AZG 
TI-ITB - 2005 
PERUBAHAN PARADIGMA INDUSTRI (BISNIS) 
PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU 
1. Pada mutu dan efisiensi 
2. Daur hidup yang pendek 
3. Terintegrasi (multimoda) 
4. Perkembangan menuju konvergensi 
5. Teknologi informasi menjadi kebutuhan 
primer 
6. Haki merupakan trend mutlak 
7. Standarisasi 
8. TQM (ISO) 
9. Menghasilkan produk primadona 
10. Continous improvement (kaitan) 
11. Out ward looking 
12. Just in time 
13. Orientasi pada proses 
14. Konsep optimasi 
15. Produk jasa (kustomisasi massa) 
16. Berorientasi nilai tambah 
17. Teknologi : 
» Hardware, 
» Humanware, 
» Organiware, 
» Infoware 
1. Berorientasi harga murah 
2. Daur hidup yang panjang 
3. Sektoral (sendiri-sendiri) 
4. Perkembangan masing-masing 
5. Teknologi informasi masih sebagai 
kebutuhan sekunder 
6. Haki belum dipersyaratkan 
7. Tanpa standarisasi 
8. Kurang perhatian terhadap mutu 
9. Menghasilkan jasa/produk yang luas 
(Broad spectrum) 
10. Kurang perhatian terhadap perbaikan 
(improvement) 
11. In ward looking 
12. Orientasi ketidakpastian 
13. Orientasi pada hasil 
14. Konsep penghematan 
15. Produk (jasa massa) 
16. Berorientasi teknis 
17. Teknologi : Hardware 
AZG 
ITT-2010
PERUBAHAN PARADIGMA PEMERINTAHAN 
PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU 
PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU 
AZG 
TI-ITB - 2005 
1. Peran pemerintah mengawasi kegiatan 
pelayanan (sebagai regulator) 
2. Sinergikan sumberdaya terbatas 
3. Sebagai katalisator dan fasilitator 
4. Kepemilikan kepada masyarakat 
(partisipasi masyarakat) atau full 
service operator 
5. Kriteria ukuran kinerja jelas 
6. Berorientasi pada lembaga publik 
7. “Enterprenerial” dengan menciptakan 
sistem pemerintah yang berwawasan 
8. Desentralisasi manajemen 
9. Berorientasi pada pasar 
10. Pemberdayaan masyarakat 
11. Orientasi pada mekanisme 
pasar dan persaingan global 
1. Peran Pemerintah memberikan 
pelayanan 
2. Sumberdaya tidak terbatas 
3. Sebagai Operator (Provider) 
4. Pemilikan pada Birokrasi 
5. Kriteria kinerja lebih banyak ditentukan 
oleh persyaratan administratif 
6. Berorientasi pada kekuasaan 
7. Sistem birokrasi yang kaku 
8. Sistem Sentralisasi 
9. Berorientasi “produk” 
10. Sistem tertutup 
11. Orientasi pada persaingan lokal 
AZG 
ITT-2010
AZG 
TI-ITB - 2003 
AZG 
ITT-2010
ANALISA STRATEGI AZG 
KONDISI SISTELNAS 
SEKARANG 
KONDISI SISTELNAS 
YG AKAN DATANG 
RREEFFEERREENNSSII PPRROOSSPPEEKK 
LLIIBBEERRAALLIISSAASSII 
GGAATTSS 
KONDISI YG 
KESIAPAN & 
PERSIAPAN 
KKOOMMIITTMMEENN 
ADA 
SSDDMM RR&&DD KKLLAASSIIFFIIKKAASSII OOPPEERRAATTOORR INVESTASI 
ASING 
HHAAKKII IINNDDUUSSTTRRII ANTAR 
DEP. 
SSTTRRAATTEEGGII 
ITT-2010
KOMITMEN INTERNASIONAL 
EQUITY ASING DI SEKTOR 
TELEKOMUNIKASI DUNIA 
KELOMPOK 
NEGARA YANG 
MASIH 
MENOLAK 
EQUITY ASING 
KELOMPOK 
NEGARA YANG 
MEMBATASI 
EQUITY ASING 
DI BAWAH 50%. 
KELOMPOK 
NEGARA YANG 
MEMBATASI 
EQUITY ASING 
DI ATAS 50%. 
KELOMPOK 
NEGARA YANG 
MEMBEBASKAN 
EQUITY ASING 
100%. 
AZG 
ITT-2010
INVESTASI ASING 
KKRRIITTEERRIIAA TTUUNNGGGGAALL 
SATU KRITERIA 
(HARGA) 
KKRRIITTEERRIIAA MMAAJJEEMMUUKK 
MULTI KRITERIA 
• EFESIENSI NASIONAL 
• PELAYANAN/COVERAGE 
• DAMPAK EKONOMI 
• MEMBANGUN LAPANGAN KERJA 
BARU 
• KETAHANAN DAN KEAMANAN 
• ALIH TEKNOLOGI 
• DAMPAK SOSIAL 
IINNFFOORRMMAASSII TTEERRBBAATTAASS IINNFFOORRMMAASSII LLEENNGGKKAAPP 
RREESSIIKKSSOO BBEESSAARR RREESSIIKKOO MMOODDEERRAATT 
AZG 
ITT-2010
DAFTAR KEPEMILIKAN ASING 
NAMA OPERATOR PEMILIK ASING PERSENTASE 
(%) 
PT Excelcomindo Pratama Tbk. Indosel Holding Sdn. Bhd. 59,63 
Khazanah Nasional Bhd. 16,81 
PT Rajawali Corpora 15,97 
AIF (Indonesia) Limited 7,38 
PT Telekomunikasi Selular Singapore Telecom Mobile 35 
PT Indosat Tbk. Singapore Technologies 
Telemedia Pte. Ltd. 
41,94 
PT Hutchison CP 
Telecommunication 
Hutchison 
Telecommunications 
International Ltd. 
60 
Charoen Pokphand Group 40 
PT Telekomunikasi Indonesia 
Tbk. 
Investor asing perorangan 45,58 
PT Bakrie Telecom Tbk. CMA Fund Management Ltd. 15,10 
Richweb Investment Ltd. 2,08 
PT Mobile-8 Telecom Asia Link 6,03 
Qualcomm 5,17 
KTFI 2,07 
AZG 
ITT-2010
KOMPOSISI KEPEMILIKAN SAHAM ASING SEKTOR TELEKOMUNIKASI TAHUN 2009 
NAMA OPERATOR PEMILIK ASING 
(%) SAHAM 
ASING 
% TOTAL 
PEMILIK ASING 
Indosel Holding Sdn. Bhd. 86,5 
ETISALAT 13,3 
PT. Indosat Tbk. Qtel Asia 65,0 65,0 
Jerash Investment Ltd. 24,3 
Qualcomm Incorporated 3,8 
Corporate United Investment 
7,9 
Ltd. 
Eltrading Securities 7,4 
Boquete Group S.A 2,7 
PT. Telekomunikasi Indonesia 
(termasuk PT. Telekomunikasi 
Selular) 
Investor Asing 40,7 40,7 
PT. Excelcomindo Pratama 
Tbk. 
PT. Mobile-8 Telecom 
99,8 
46,1 
AZG 
ITT-2010
KEPEMILIKAN SAHAM ASING DI BEBERAPA NEGARA 
AUSTRALIA tidak mengijinkan investasi asing di Telstra melebihi 35% 
atau 5% untuk investor perorangan 
CHINA 
buka pasarnya untuk investor asing sejak tahun 2002 dengan 
kepemilikan saham asing dibatasi hingga 25% untuk 3 kota untuk 
fixed operators (meningkat menjadi 49% di semua tempat tahun 
2006), 35% untuk 17 kota untuk mobile (meningkat 49% untuk 
semua tempat tahun 2005), dan 50% untuk semua value added 
services di semua tempat 
JEPANG 
tidak membatasi kepemilikan asing untuk Type 1 (facilities 
– based carries) kecuali NTT (33%) dan pemerintah harus 
memiliki paling sedikit 33% di NTT 
MALAYSIA mengijinkan sampai 61% untuk operator yang ada dan 
harus menurunkan menjadi 49% dalam 5 tahun 
NEW ZEALAND mmeennggiijjiinnkkaann ssaammppaaii 4499..99%% ddaallaamm TTeelleeccoomm NNZZ 
sumber: Apectel Stocktake 2004 
AZG 
ITT-2010
BATASAN MAKSIMAL 
KEPEMILIKAN MODAL ASING 
SANGAT BERVARIASI: 25 PERSEN 
KEPEMILIKAN MODAL ASING 
SANGAT BERVARIASI: 25 PERSEN 
HINGGA 95 PERSEN. 
PEMBATASAN BESARAN 
MAKSIMAL KEPEMILIKAN 
BATASAN MAKSIMAL 
HINGGA 95 PERSEN. 
PEMBATASAN BESARAN 
MAKSIMAL KEPEMILIKAN 
ASING 
ASING 
"SELERA" 
"SELERA" 
KEMENTERIAN MASING-MASING 
KEMENTERIAN MASING-MASING 
PEMERINTAH TIDAK MEMILIKI SUATU STANDAR BAKU 
TENTANG ARTI STRATEGIS SUATU BIDANG USAHA 
TAK ADA LANDASAN IDEOLOGIS YANG KUAT DALAM 
MENETAPKAN MANA YANG TERBUKA BAGI KEPEMILIKAN ASING 
DAN SEBERAPA TERBUKANYA 
AZG 
ITT-2010
KEPEMILIKAN ASING DI SEKTOR TELEKOMUNIKASI 
HINGGA 
65 PERSEN 
MEMBATASI KEPEMILIKAN 
ASING DIBIDANG USAHA 
TELEKOMUNIKASI SELULER 
PPEEMMEERRININTTAAHH HINGGA 
65 PERSEN 
MEMBATASI KEPEMILIKAN 
ASING DIBIDANG USAHA 
TELEKOMUNIKASI SELULER 
HINGGA 
49 PERSEN 
HINGGA 
49 PERSEN 
UNTUK JARINGAN TETAP 
UNTUK JARINGAN TETAP 
(FIXED LINE) 
(FIXED LINE) 
Lampard D:LiberalisasiKepemilikan asing.ppt 
AZG 
ITT-2010
ANALISA PERKEMBANGAN STRUKTUR INDUSTRI 
TELEKOMUNIKASI INDONESIA 
Analisa Perkembangan Jumlah Pelanggan Seluler 
• Dari 8 (delapan) pemain seluler yang beroperasi di Indonesia, pasar seluler nasional 
masih dikuasai oleh 3 (tiga) pemain besar, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL. 
• Pada akhir tahun 2007, ketiga pemain utama tersebut menguasai 94,1% dari total pasar 
seluler (dari jumlah pelanggan), sisanya sebesar 5,9% dibagi oleh 5 (lima) pemain 
lainnya. 
AZG 
ITT-2010 
Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie
Pertumbuhan EBITDA Operator Seluler (2005 - 2007) 
AZG 
ITT-2010 
Pada kurun waktu 2004 
sampai dengan 2007, 
EBITDA Telkomsel 
mencapai 3 (tiga) kali 
lipat EBITDA Indosat 
dan sekitar 8 (delapan) 
kali EBITDA XL, yang 
menjadikan Telkomsel 
sebagai market leader. 
Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie
PERBANDINGAN EBITDA GLOBAL 
Source : Derived from data Merrill Lynch, Global Wireliss matrix Q4 2006, Table 32. 
AZG 
ITT-2010
Pertumbuhan EBITDA Operator Seluler (2005 - 2007) 
AZG 
ITT-2010 
Sumber: Laporan Keuangan Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8 
EBITDA Telkomsel dan Indosat berada di atas 50%. Hal tersebut mengindikasikan 
bahwa operasional Telkomsel dan Indosat mampu menciptakan cash perusahaan 
100% lebih dari biaya yang harus dikeluarkan untuk menciptakan layanan jasa seluler
Perkembangan EBITDA Rata-Rata Penyelenggara Telekomunikasi, 
2000-2009 
AZG 
ITT-2010 
Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie
KOMPOSISI KEPEMILIKAN SAHAM ASING SEKTOR TELEKOMUNIKASI TAHUN 2009 
AZG 
ITT-2010 
Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie
PERKEMBANGAN SAHAM ASING DAN SAHAM TOTAL TELEKOMUNIKASI, 2001-2009 
AZG 
ITT-2010 
Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie
Perkembangan Asset, Pendapatan Usaha, Beban Usaha, EBITDA, Laba Usaha, 
Laba Sebelum Pajak, dan Laba Bersih Keenam Operator Telekomunikasi Tahun 2004 
AZG 
ITT-2010 
Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie
Asset, Pendapatan Usaha, Beban Usaha, dan Laba Bersih 
Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie 
AZG 
ITT-2010
Perkembangan Asset, Pendapatan Usaha, Beban Usaha, EBITDA, Laba Usaha, 
Laba Sebelum Pajak, dan Laba Bersih Keenam Operator Telekomunikasi Tahun 2007 
AZG 
ITT-2010 
Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie
STRATEGI 
PERTELEKOMUNIKASIAN 
NASIONAL SAAT INI 
PERTELEKOMUNIKASIAN 
2020 
LIBERALISASI 
ISSUE-ISSUE 
REFERENSI : 
SISTELNAS 
1999 KENYATAAN 
YANG ADA 
WTO (GATS+ 
ATURAN 
GELAP) 
CCPPCC PENGUASAAN 
TEKNOLOGI 
SSDDMM KONTRIBUSI 
ASING 
FFDDII NATIONAL 
CAPABILITY 
PERSIAPAN 
DAN 
KESIAPAN 
PPPP 7766//7777 
AZG 
ITT-2010
STRATEGI IT 
INDIA 
CHINA 
KOREA 
SDM = 80.000/TAHUN 
ENGINEERING 
MANUFACTURING 
AZG 
ITT-2010
SDM 
LULUSAN INDIA USA EROPA CHINA 
SARJANA 
(pertahun) 
3 juta 
(2005) 
6 juta 
(2010) 
1,3 juta 2,9 juta 2,4 juta 
IT ENGINEER 400.000 
(2005) 
1 juta 
(2008) 
Bengalore India : 150.0000 IT Engineer : Silicon Valley 130.000 Engineer 
AZG 
ITT-2010
STRATEGI 
PERTELEKOMUNIKASIAN 
NASIONAL SAAT INI 
PERTELEKOMUNIKASIAN 
2020 
LIBERALISASI 
ISSUE-ISSUE 
REFERENSI : 
SISTELNAS 
1999 KENYATAAN 
YANG ADA 
WTO (GATS+ 
ATURAN 
GELAP) 
CCPPCC PENGUASAAN 
TEKNOLOGI 
SSDDMM KONTRIBUSI 
ASING 
FFDDII NATIONAL 
CAPABILITY 
PERSIAPAN 
DAN 
KESIAPAN 
PPPP 7766//7777 
AZG 
ITT-2010
STRATEGI 
SSIISSTTEELLNNAASS SSAAAATT IINNII 
SSIISSTTEELLNNAASS AAKKAANN DDAATTAANNGG 
• GLOBALISASI 
• KRISIS EKONOMI 
• KEBIJAKAN 
PEMERINTAH 
• FAKTOR 
EKSTERNAL/ 
INTERNAL 
• PERATURAN 
PERUNDANG-UNDANGAN 
• KOMPETITIF 
• PENINGKATAN 
MUTU 
• KEMAMPUAN 
NASIONAL 
• EFESIENSI 
• SDM 
SSTTUUDDII KKEELLAAYYAAKKAANN 
DDEESSAAIINN 
PENGADAAN/ 
MANUFACTURING 
PPEEMMBBAANNGGUUNNAANN 
PENGOPERASIAN 
PEMELIHARAAN 
DAN 
EFESIENSI 
NASIONAL 
PELAYANAN/ 
COVERAGE 
KONTRIBUSI 
EKONOMI 
KETAHANAN 
DAN 
KEAMANAN 
KONTRIBUSI 
SOSIAL 
LAPANGAN 
KERJA (SDM) 
NATIONAL 
CAPABILITY 
AZG 
ITT-2010
STRATEGI PENGEMBANGAN 
STAKEHOLDERS 
1. BRTI 
2. KPPU 
PEMBUAT 
KEBIJAKAN 
RREEGGUULLAATTOORR BBUUMMNN 
SWASTA 
LOKAL 
ASING 
KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA 
DITJEN POS DAN TELEKOMUNIKASI 
DPR 
KEMENTERIAN PERDAGANGAN 
KEMENTERIAN LUAR NEGERI 
KEMENTERIAN KEUANGAN 
KEMENTERIAN PERTAHANAN 
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN 
KEMENTRIAN RISTEK 
10. KEMENTERIAN TENAGA KERJA 
11. KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 
12. BAPENAS 
13. BPN 
14. PEMDA 
• AS PROFESI 
• KONSULTAN 
• KONTRAKTOR 
• INDUSTRI 
• PUSDIK 
• LITBANG 
• SDM 
• TEKNOLOGI 
• DANA 
• DLL 
UUSSEERR 
PPEENNYYEELLEENNGGGGAARRAA PPEENNDDUUKKUUNNGG PPEENNUUNNJJAANNGG 
VVEENNDDOORR 
AZG 
ITT-2010
AZG 
ITT-2010 
KEKUATAN: BOBOT (%) RATING BOBOT (%) X RATING 
PANGSA PASAR YANG TERBUKA (JUMLAH PENDUDUK 220 
18.00 
JUTA, LUAS WILAYAH) 
3 54.00 
PENGALAMAN OPERATOR 9.00 3 27.00 
BERPENGALAMAN MENERAPKAN TEKNOLOGI MAJU (SATELIT, 
10.00 
SENTRAL DIGITAL) 
3 30.00 
PERNAH MEMILIKI INDUSTRI MANUFAKTUR YANG KUAT 
(SEBELUM 1998, RFC, PT INTI, LEN, ELEKTRINDO) 
6.14 
2 12.29 
LEMBAGA PENDIDIKAN TELEKOMUNIKASI YANG 
BERPONTENSI 
10.14 
2 20.29 
LITBANG / RISTI TELKOM, BPPT, LIPI 10.57 2 21.14 
ORGAN REGULASI SUDAH LENGKAP DAN BERPENGALAMAN 11.14 
3 33.43 
SDM TELEKOMUNIKASI CUKUP KOMPETITIF DALAM HAL 
CONTENT 
10.29 
2 20.57 
POLITIK DAN EKONOMI RELATIF STABIL 7.43 4 29.71 
INFRASTRUKTUR MEMADAI 7.29 3 21.86 
JUMLAH 100% 2.70 
KELEMAHAN: BOBOT (%) RATING BOBOT (%) X RATING 
KETERGANTUNGAN TERHADAP LUAR NEGERI TINGGI 
10.57 
(INFRASTRUKTUR, SERVICE, SOFTWARE) 
5 52.86 
INDUSTRI TELEKOMINIKASI MANUFAKTUR TIDAK 
BERKEMBANG SEJAK 1998 
8.57 
5 42.86 
DAYA SAING RENDAH 6.86 5 34.29 
GEOGRAFI TIDAK MERATA (JUMLAH PENDUDUK, 
6.86 
PENDAPATAN, FASILITAS) 
4 27.43 
BELUM MEMANFAATKAN POTENSI LUAS WILAYAH 7.86 5 39.29 
DAYA BELI RELATIF RENDAH 7.43 4 29.71 
KETERBATASAN SUMBER DANA / INVESTASI 6.00 4 24.00 
LAW ENFORCEMENT RENDAH 6.29 5 31.43 
KESADARAN HUKUM RENDAH 5.43 5 27.14 
KETERBATASAN TENAGA AHLI 5.14 4 20.57 
TERHADAP SDM TEKNIK KURANG 4.29 4 17.14 
PEMBINAAN DAN PENGHARGAAN TERHADAP FAKTOR 
5.29 
PENDUKUNG KURANG (KONTRAKTOR, KONSULTAN) 
4 21.14 
KOORDINASI ANTAR LEMBAGA PEMERINTAHAN KURANG 6.00 4 24.00 
KEMITRAAN PEMERINTAH DAN SWASTA LEMAH 6.00 4 24.00 
KETIDAKSIAPAN DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI 7.43 4 29.71 
100% 4.46
AZG 
ITT-2010 
PELUANG: BOBOT (%) RATING BOBOT (%) X RATING 
PENETRASI MASIH RENDAH 15.14 4 60.57 
MULAI TERBUKANYA KOMPETISI DIBISNIS TELEKOMUNIKASI 
11.00 
(HILANGNYA ERA DUOPOLY) 
2 22.00 
PELUANG PASAR BEBAS (ASEAN, APEC, WTO) BELUM 
DIMANFAATKAN 
6.57 
3 19.71 
INFRASTRUKTUR MAKIN MURAH 6.86 2 13.71 
KEBUTUHAN AKAN JASA TELEKOMUNIKASI SEMAKIN 
11.00 
MENINGKAT 
2 22.00 
KEBUTUHAN AKAN JASA TELEKOMUNIKASI SEMAKIN 
BERAGAM (KONVERGENSI) 
8.43 
2 16.86 
BELANJA NEGARA SEKTOR TELEKOMUNIKASI SEMAKIN 
MENINGKAT 
8.14 
3 24.43 
PELUANG TENAGA AHLI IT DI DALAM DAN LUAR NEGERI 7.43 2 14.86 
PEMANFAATAN TELEKOMUNIKASI DI BERBAGAI SEKTOR 8.29 4 33.14 
PENGEMBANGAN INDUSTRI CONTENT MASIH LUAS 7.86 3 23.57 
PENYEBARAN AKSES TELEKOMUNIKASI BAGI MASYARAKAT 
9.29 
SAMPAI KEPEDESAAN 
4 37.14 
100% 2.88 
ANCAMAN: BOBOT (%) RATING BOBOT (%) X RATING 
KETERGANTUNGAN TEKNOLOGI TERHADAP LUAR NEGERI 13.86 5 69.29 
ADANYA PERUSAHAAN ASING MASUK KEINDONESIA DENGAN 
16.86 
MEMANFAATKAN KELEMAHAN LAW ENFORCEMENT 
5 84.29 
KEBIJAKAN TEKNOLOGI NETRAL (ASAL MURAH BOLEH 
MASUK INDONESIA) 
11.86 
3 35.57 
KERAWANAN TERHADAP STABILITAS POLITIK, EKONOMI DAN 
KEAMANAN PADA NEGARA LAIN 
12.43 
4 49.71 
BANYAKNYA MERGER ANTAR PERUSAHAAN BESAR ASING 10.00 3 30.00 
PENGALIHAN INVESTASI KENEGARA PESAING 14.43 4 57.71 
SIKLUS PERUBAHAN TEKNOLOGI YANG MAKIN CEPAT 13.14 5 65.71 
INVESTASI SEKTOR TELEKOMUNIKASI PADAT MODAL DAN 
7.43 
MENYERAP BANYAK DEVISA 
3 22.29 
100% 4.15
ROADMAP 
EKSTERNAL 
2.5 
2 
1.5 
1 
0.5 
KUADRAN I 
(POSISI AGRESIF) 
0.5 1 1.5 2 2.5 
-2.5 2 -1.5 1 -0.5 0 
-0.5 
-1 
-1.5 
-2 
AZG 
ITT-2010 
y: 1.27 
INTERNAL 
KUADRAN II 
(POSISI PENUH TANTANGAN) 
-2.5 x: 1.75 
KUADRAN IV 
(POSISI PROAKTIF) 
KUADRAN III 
(POSISI REAKTIF) 
y : 0.10 
x : 0.69
Untuk 
Untuk 
mengembangkan 
sektor telekomunikasi 
mengembangkan 
sektor telekomunikasi 
di Indonesia 
di Indonesia 
pemerintah hendaknya 
pemerintah hendaknya 
memfasilitasi 
memfasilitasi 
pertumbuhan berbagai 
produk telekomunikasi. 
pertumbuhan berbagai 
produk telekomunikasi. 
Diantaranya dengan 
membuat kebijakan 
yang mengharuskan 
para vendor mendirikan 
pabrik di Indonesia 
Diantaranya dengan 
membuat kebijakan 
yang mengharuskan 
para vendor mendirikan 
pabrik di Indonesia 
dalam setiap 
dalam setiap 
pelaksanaan proyek 
telekomunikasi, 
biaya perangkat 
jauh lebih besar 
dari biaya instalasi 
pelaksanaan proyek 
telekomunikasi, 
biaya perangkat 
jauh lebih besar 
dari biaya instalasi 
Biaya instalasi plus 
manajemen proyek, 
hanya berkisar 10 
hingga 20 persen dari 
biaya proyek selebihnya 
Biaya instalasi plus 
manajemen proyek, 
hanya berkisar 10 
hingga 20 persen dari 
biaya proyek selebihnya 
merupakan biaya 
merupakan biaya 
perangkat 
perangkat 
Sehingga meski proyek-proyek 
Sehingga meski proyek-proyek 
telekomunikasi 
telekomunikasi 
telah banyak ditangani oleh 
para tenaga ahli dalam 
negeri, namun keuntungan 
telah banyak ditangani oleh 
para tenaga ahli dalam 
negeri, namun keuntungan 
yang diperoleh tidak 
sebanding dengan harga 
perangkat yang dibeli dari 
pabrikan luar negeri 
yang diperoleh tidak 
sebanding dengan harga 
perangkat yang dibeli dari 
pabrikan luar negeri 
Lampard D:LiberalisasiKepemilikan asing.ppt 
AZG 
ITT-2010
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 
1. Dalam menghadapi globalisasi terlihat adanya kurang persiapan dan kesiapan 
2. Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi investor asing yang memberikan 
keuntungan yang besar (Ebitda yang tinggi) 
3. Saat ini Indonesia hanya berkonsentrasi dan berperan pada pengoperasian dan 
pemeliharaan saja. Sedangkan kegiatan lainnya yang mempunyai nilai ekonomi 
yang lebih besar diambil alih oleh asing (antara lain supplier). Jelas kondisi ini akan 
mengarah ketergantungan pada asing 
4. Ada kecenderungan Deindustrialiasi dan makin ketergantungan pada pihak asing 
5. Maka perlu adanya koordinasi antara pihak yang terkait dalam kebijakan dan 
pengambilan keputusan dalam usaha mengurangi atau menghilangkan celah-celah 
kelemahan hukum dan perlu diciptakan satu pihak (kemkominfo) yang bertanggung 
jawab secara keseluruhan. 
6. Perlu adanya berbagai policy mengenai kepemiikan saham (GATS/WTO, ASEAN, 
DNI, dan EPA) yang merupakan awal celah kelemahan kebijakan yang dapat 
dimanfaatkan oleh investor. 
AZG 
ITT-2010
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 
7. Penyempurnaan Persiapan lingkungan yang kondusif 
• Menyempurnakan dan mengimplementasikan legislasi dasar untuk mengakomodasi 
perubahan teknologi (konvergensi) dan lingkungan yang terjadi 
• Memperkuat independensi BRTI 
• Menyempurnakan dan mengembangkan policy baru dengan memperhatikan referensi 
WTO principles 
• Efisiensi nasional (tarif, produktivitas) 
• Pelayanan/coverage (teledensity, jangkauan pelayanan, akses pengguna, kualitas 
layanan) 
• Kontribusi ekonomi (pajak, PPN, BHP-USO) 
• Ketahanan dan keamanan (rahasia negara, keamanan) 
• Lapangan kerja dan (SDM) (lapangan kerja baru, penambahan tenaga kerja, 
pengurangan pengangguran) 
• Kontribusi sosial (pemanfaatan telekomunikasi, pendapatan meningkat, PDB) 
• National capability (alih teknologi, daya saing) 
AZG 
ITT-2010
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 
AZG 
ITT-2010 
Peningkatan mutu SDM Indonesia tingkat global. 
Indonesia pun dapat melakukan penetrasi ketenagakerjaan dan institusi di jasa 
telekomunikasi ke negara asing dengan meningkatkan profesionalisme secara individu atau 
institusi
TANTANGAN 
GLOBALISASI 
MEMANG PEDAS 
TERIMAKASIH 
AZG 
ITT-2010
GLOBALISASI ……. 
AZG 
ITT-2010

More Related Content

Similar to Srategi dan Prioritas Menuju Industri 2020 dalam Menghadapi Globalisasi (Sektor Telekomunikasi)

Sosialisasi Program IoT 23042021.pdf
Sosialisasi Program IoT 23042021.pdfSosialisasi Program IoT 23042021.pdf
Sosialisasi Program IoT 23042021.pdfAnggiTriWibowo
 
Peran TIK dalam Pengembangan Teknoprener - UNPAD 7 oktober 2013 Tatang A. T...
Peran TIK dalam Pengembangan Teknoprener - UNPAD 7 oktober 2013   Tatang A. T...Peran TIK dalam Pengembangan Teknoprener - UNPAD 7 oktober 2013   Tatang A. T...
Peran TIK dalam Pengembangan Teknoprener - UNPAD 7 oktober 2013 Tatang A. T...Tatang Taufik
 
Review Seminar 5G. Techno Fair 6.0
 Review Seminar 5G. Techno Fair 6.0 Review Seminar 5G. Techno Fair 6.0
Review Seminar 5G. Techno Fair 6.0Doreen Agatha
 
Workshop Perlindungan Konsumen Era Digital edit 2-converted.pptx
Workshop Perlindungan Konsumen Era Digital edit 2-converted.pptxWorkshop Perlindungan Konsumen Era Digital edit 2-converted.pptx
Workshop Perlindungan Konsumen Era Digital edit 2-converted.pptxAsdep4Ppdntu
 
Presentasi Djoko Agung Harijadi
Presentasi Djoko Agung HarijadiPresentasi Djoko Agung Harijadi
Presentasi Djoko Agung HarijadiUniversitas PGRI
 
Keamanan Informasi sebagai Pilar Smart City/Province
Keamanan Informasi sebagai Pilar Smart City/ProvinceKeamanan Informasi sebagai Pilar Smart City/Province
Keamanan Informasi sebagai Pilar Smart City/Provinceidsecconf
 
Buletin Oktober edisi 187
Buletin Oktober edisi 187 Buletin Oktober edisi 187
Buletin Oktober edisi 187 Nurfa Halensiana
 
Mengembalikan Teknologi Kepada Mainstream Pembangunan Nasional
Mengembalikan Teknologi Kepada Mainstream Pembangunan NasionalMengembalikan Teknologi Kepada Mainstream Pembangunan Nasional
Mengembalikan Teknologi Kepada Mainstream Pembangunan NasionalTechnoMainstream Blog
 
Kawasan Industri Aspek Tekno Ekonomi
Kawasan Industri Aspek Tekno EkonomiKawasan Industri Aspek Tekno Ekonomi
Kawasan Industri Aspek Tekno EkonomiFitri Indra Wardhono
 
Bab ii (tinjauan perusahaan) PT INTI BANDUNG
Bab ii (tinjauan perusahaan) PT INTI BANDUNGBab ii (tinjauan perusahaan) PT INTI BANDUNG
Bab ii (tinjauan perusahaan) PT INTI BANDUNGMaulani Legowo
 
Dialog Nasional TIK BPPT 12/11/'14 - Presentasi Kemendagri
Dialog Nasional TIK BPPT 12/11/'14 - Presentasi KemendagriDialog Nasional TIK BPPT 12/11/'14 - Presentasi Kemendagri
Dialog Nasional TIK BPPT 12/11/'14 - Presentasi KemendagriIwan S
 
Ekonomi Digital di Indonesia 2016 - 2019
Ekonomi Digital di Indonesia 2016 - 2019Ekonomi Digital di Indonesia 2016 - 2019
Ekonomi Digital di Indonesia 2016 - 2019Bari Arijono
 
STRATEGI PEMBANGUNAN DAYA SAING INDUSTRI DALAM NEGERI MENGHADAPI ACFTA
STRATEGI PEMBANGUNAN DAYA SAING INDUSTRI DALAM NEGERI MENGHADAPI ACFTASTRATEGI PEMBANGUNAN DAYA SAING INDUSTRI DALAM NEGERI MENGHADAPI ACFTA
STRATEGI PEMBANGUNAN DAYA SAING INDUSTRI DALAM NEGERI MENGHADAPI ACFTAIra Kristina Lumban Tobing
 
Buletin December edition 197 week 1
Buletin December edition 197 week 1Buletin December edition 197 week 1
Buletin December edition 197 week 1Nurfa Halensiana
 
E Development Kota Bogor 11 Sept 2008
E Development Kota Bogor   11 Sept 2008E Development Kota Bogor   11 Sept 2008
E Development Kota Bogor 11 Sept 2008Tatang Taufik
 

Similar to Srategi dan Prioritas Menuju Industri 2020 dalam Menghadapi Globalisasi (Sektor Telekomunikasi) (20)

Sosialisasi Program IoT 23042021.pdf
Sosialisasi Program IoT 23042021.pdfSosialisasi Program IoT 23042021.pdf
Sosialisasi Program IoT 23042021.pdf
 
Peran TIK dalam Pengembangan Teknoprener - UNPAD 7 oktober 2013 Tatang A. T...
Peran TIK dalam Pengembangan Teknoprener - UNPAD 7 oktober 2013   Tatang A. T...Peran TIK dalam Pengembangan Teknoprener - UNPAD 7 oktober 2013   Tatang A. T...
Peran TIK dalam Pengembangan Teknoprener - UNPAD 7 oktober 2013 Tatang A. T...
 
Review Seminar 5G. Techno Fair 6.0
 Review Seminar 5G. Techno Fair 6.0 Review Seminar 5G. Techno Fair 6.0
Review Seminar 5G. Techno Fair 6.0
 
Workshop Perlindungan Konsumen Era Digital edit 2-converted.pptx
Workshop Perlindungan Konsumen Era Digital edit 2-converted.pptxWorkshop Perlindungan Konsumen Era Digital edit 2-converted.pptx
Workshop Perlindungan Konsumen Era Digital edit 2-converted.pptx
 
5G Indonesia
5G Indonesia5G Indonesia
5G Indonesia
 
Kelompok 3.pptx
Kelompok 3.pptxKelompok 3.pptx
Kelompok 3.pptx
 
Presentasi Djoko Agung Harijadi
Presentasi Djoko Agung HarijadiPresentasi Djoko Agung Harijadi
Presentasi Djoko Agung Harijadi
 
Kelompok 3.pptx
Kelompok 3.pptxKelompok 3.pptx
Kelompok 3.pptx
 
Keamanan Informasi sebagai Pilar Smart City/Province
Keamanan Informasi sebagai Pilar Smart City/ProvinceKeamanan Informasi sebagai Pilar Smart City/Province
Keamanan Informasi sebagai Pilar Smart City/Province
 
Fintech 2022.pptx
Fintech 2022.pptxFintech 2022.pptx
Fintech 2022.pptx
 
Buletin Oktober edisi 187
Buletin Oktober edisi 187 Buletin Oktober edisi 187
Buletin Oktober edisi 187
 
Mengembalikan Teknologi Kepada Mainstream Pembangunan Nasional
Mengembalikan Teknologi Kepada Mainstream Pembangunan NasionalMengembalikan Teknologi Kepada Mainstream Pembangunan Nasional
Mengembalikan Teknologi Kepada Mainstream Pembangunan Nasional
 
Kawasan Industri Aspek Tekno Ekonomi
Kawasan Industri Aspek Tekno EkonomiKawasan Industri Aspek Tekno Ekonomi
Kawasan Industri Aspek Tekno Ekonomi
 
Bab ii (tinjauan perusahaan) PT INTI BANDUNG
Bab ii (tinjauan perusahaan) PT INTI BANDUNGBab ii (tinjauan perusahaan) PT INTI BANDUNG
Bab ii (tinjauan perusahaan) PT INTI BANDUNG
 
BAHAN UU 11- 2016 (1).pptx
BAHAN UU 11- 2016 (1).pptxBAHAN UU 11- 2016 (1).pptx
BAHAN UU 11- 2016 (1).pptx
 
Dialog Nasional TIK BPPT 12/11/'14 - Presentasi Kemendagri
Dialog Nasional TIK BPPT 12/11/'14 - Presentasi KemendagriDialog Nasional TIK BPPT 12/11/'14 - Presentasi Kemendagri
Dialog Nasional TIK BPPT 12/11/'14 - Presentasi Kemendagri
 
Ekonomi Digital di Indonesia 2016 - 2019
Ekonomi Digital di Indonesia 2016 - 2019Ekonomi Digital di Indonesia 2016 - 2019
Ekonomi Digital di Indonesia 2016 - 2019
 
STRATEGI PEMBANGUNAN DAYA SAING INDUSTRI DALAM NEGERI MENGHADAPI ACFTA
STRATEGI PEMBANGUNAN DAYA SAING INDUSTRI DALAM NEGERI MENGHADAPI ACFTASTRATEGI PEMBANGUNAN DAYA SAING INDUSTRI DALAM NEGERI MENGHADAPI ACFTA
STRATEGI PEMBANGUNAN DAYA SAING INDUSTRI DALAM NEGERI MENGHADAPI ACFTA
 
Buletin December edition 197 week 1
Buletin December edition 197 week 1Buletin December edition 197 week 1
Buletin December edition 197 week 1
 
E Development Kota Bogor 11 Sept 2008
E Development Kota Bogor   11 Sept 2008E Development Kota Bogor   11 Sept 2008
E Development Kota Bogor 11 Sept 2008
 

Recently uploaded

"Skintoto: Destinasi Utama bagi Pecinta Judi Online"
"Skintoto: Destinasi Utama bagi Pecinta Judi Online""Skintoto: Destinasi Utama bagi Pecinta Judi Online"
"Skintoto: Destinasi Utama bagi Pecinta Judi Online"HaseebBashir5
 
Skintoto: Mengeksplorasi Dunia Judi Online yang Menarik
Skintoto: Mengeksplorasi Dunia Judi Online yang MenarikSkintoto: Mengeksplorasi Dunia Judi Online yang Menarik
Skintoto: Mengeksplorasi Dunia Judi Online yang MenarikHaseebBashir5
 
Panduan Lengkap tentang Situs Toto: Apa yang Perlu Anda Ketahui
Panduan Lengkap tentang Situs Toto: Apa yang Perlu Anda KetahuiPanduan Lengkap tentang Situs Toto: Apa yang Perlu Anda Ketahui
Panduan Lengkap tentang Situs Toto: Apa yang Perlu Anda KetahuiHaseebBashir5
 
Praktikum Galoh Endah Fajarani-Kombis.pptx
Praktikum Galoh Endah Fajarani-Kombis.pptxPraktikum Galoh Endah Fajarani-Kombis.pptx
Praktikum Galoh Endah Fajarani-Kombis.pptxEndah261450
 
Pelajari Marketing Plan dari Bisnis JKS88
Pelajari Marketing Plan dari Bisnis JKS88Pelajari Marketing Plan dari Bisnis JKS88
Pelajari Marketing Plan dari Bisnis JKS88KangGunawan2
 
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdekaLaporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdekajohan effendi
 
menang-besar-rahasia-kemenangan-di-hokagetogel
menang-besar-rahasia-kemenangan-di-hokagetogelmenang-besar-rahasia-kemenangan-di-hokagetogel
menang-besar-rahasia-kemenangan-di-hokagetogelHaseebBashir5
 

Recently uploaded (7)

"Skintoto: Destinasi Utama bagi Pecinta Judi Online"
"Skintoto: Destinasi Utama bagi Pecinta Judi Online""Skintoto: Destinasi Utama bagi Pecinta Judi Online"
"Skintoto: Destinasi Utama bagi Pecinta Judi Online"
 
Skintoto: Mengeksplorasi Dunia Judi Online yang Menarik
Skintoto: Mengeksplorasi Dunia Judi Online yang MenarikSkintoto: Mengeksplorasi Dunia Judi Online yang Menarik
Skintoto: Mengeksplorasi Dunia Judi Online yang Menarik
 
Panduan Lengkap tentang Situs Toto: Apa yang Perlu Anda Ketahui
Panduan Lengkap tentang Situs Toto: Apa yang Perlu Anda KetahuiPanduan Lengkap tentang Situs Toto: Apa yang Perlu Anda Ketahui
Panduan Lengkap tentang Situs Toto: Apa yang Perlu Anda Ketahui
 
Praktikum Galoh Endah Fajarani-Kombis.pptx
Praktikum Galoh Endah Fajarani-Kombis.pptxPraktikum Galoh Endah Fajarani-Kombis.pptx
Praktikum Galoh Endah Fajarani-Kombis.pptx
 
Pelajari Marketing Plan dari Bisnis JKS88
Pelajari Marketing Plan dari Bisnis JKS88Pelajari Marketing Plan dari Bisnis JKS88
Pelajari Marketing Plan dari Bisnis JKS88
 
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdekaLaporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
Laporan Aksi Nyata.docx kurikulum merdeka
 
menang-besar-rahasia-kemenangan-di-hokagetogel
menang-besar-rahasia-kemenangan-di-hokagetogelmenang-besar-rahasia-kemenangan-di-hokagetogel
menang-besar-rahasia-kemenangan-di-hokagetogel
 

Srategi dan Prioritas Menuju Industri 2020 dalam Menghadapi Globalisasi (Sektor Telekomunikasi)

  • 1. INTERNASIONAL SUMMIT IKATAN ILMUWAN INDONESIA INTERNASIONAL (I- 4) 16 – 19 DESEMBER 2010 STRATEGI DAN PRIORITAS MENUJU INDUSTRI 2020 DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI (SEKTOR TELEKOMUNIKASI) Oleh : Anang Z. Gani Institut Teknologi Telkom
  • 2. STRATEGI DAN PRIORITAS MENUJU INDUSTRI 2020 DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI LIBERALISASI PERTELEKOMUNIKASIAN NASIONAL PPEERRUUBBAAHHAANN HUKUM, POLITIK, GGLLOOBBAALLSSIIAASSII WWTTOO EKONOMI, OTDA IIPPTTEEKK PERUBAHAN PARADIGMA KKAAJJIIAANN SSIISSTTEELLNNAASS SSTTRRAATTEEGGII AZG ITT-2010
  • 5. KESTABILAN POLITIK DALAM JANGKA PANJANG KEADAAN EKONOMI MAKRO KEADAAN PRASARANA EKONOMI KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA PENGUASAAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KEMAMPUAN KEWIRAUSAHAAN DAYA SAING NEGARA (MODAL DASAR) FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAYA SAING SUATU NEGARA AZG ITT-2010
  • 6. GGAATTTT • Berdiri tahun 1947 • Barang standar dan unik • Free Trade dan Fair Trade • Tidak ada hambatan tarif dan hambatan “protektif” (non-tarif) GGAATTSS • Persetujuan Putaran Uruguay (tahun 1994) • Persetujuan multi sektoral pertama yang meliputi perdagangan dan investasi dalam bidang jasa • Services • Trade Related Property Right (TRIPS) atau HAKI - hak cipta, paten,merek dan trade secret - kemempuan industri dan kompetisi rendah - Kemampuan teknologi - Jasa telekomunikasi berkembang secara dinamis EFESIENSI (Berdaya saing tinggi) MENINGKATKAN TARAF HIDUP • Perdagangan internasional yang efisien • Peningkatan produksi dan investasi • Memperluas lapangan kerja • Meningkatkan pendapatan masyarakat AZG ITT-2010
  • 7. WTO AZG ITT-2010 (MEDAN PERANG)
  • 8. LIBERALISASI (GATS/WTO) ADALAH PERANG DAGANG AZG ITT-2010 BAGAIMANA POSISI DAN STRATEGI KITA ?
  • 9. WTO (Persaingan berbasis Teknologi) TEKNOLOGI (Dinamis) NATIONAL CAPABILITY (SDM, Industri, R & D, Konsultan, Kontraktor) CPC (KLASIFIKASI ) (Tidak Jelas) INVESTASI (Cross Ownership) SUASAN A PERANG AZG ITT-2010
  • 10. IINNVVEESSTTAASSII EFESIENSI NASIONAL PELAYANAN/ COVERAGE KONTRIBUSI EKONOMI KETAHANAN DAN KEAMANAN LAPANGAN KERJA (SDM) KONTRIBUSI SOSIAL NATIONAL CAPABILITY IINNFFRRAASSTTRRUUKKTTUURR SSEERRVVIICCEESS CCOONNTTEENNTT PMDN PMA INVESTASI TELEKOMUNIKASI (SASARAN PERANG) AZG ITT-2010
  • 11. MODEL SISTEM TELEKOMUNIKASI NASIONAL GLOBALISASI (PETA LAPANGAN - SISTELNAS) (SoC) IIPPTTEEKK INVESTASI (ASING) PERANAN SWASTA NASIONAL SSDDMM TTAARRIIFF KKUUAALLIITTAASS PEMERATAAN PELAYANAN PERATURAN PERUNDANG -UNDANGAN IISSSSUUEE PEMBUAT KEBIJAKAN RREEGGUULLAATTOORR BBUUMMNN SWASTA LOKAL ASING • AS PROFESI • KONSULTAN • KONTRAKTOR PEMELIHARAAN • INDUSTRI • PUSDIK • LITBANG • SDM • TEKNOLOGI • DANA • DLL UUSSEERR PPEENNYYEELLEENNGGGGAARRAA PPEENNDDUUKKUUNNGG PPEENNUUNNJJAANNGG SSIISSTTEELLNNAASS SSAAAATT IINNII SSIISSTTEELLNNAASS AAKKAANN DDAATTAANNGG EFESIENSI NASIONAL PELAYANAN/ COVERAGE KONTRIBUSI EKONOMI KETAHANAN DAN KEAMANAN KONTRIBUSI SOSIAL LAPANGAN KERJA (SDM) KKOOMMPPEETTIITTIIFF • GLOBALISASI • KRISIS EKONOMI • KEBIJAKAN PEMERINTAH • FAKTOR EKSTERNAL/ INTERNAL • PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN • KOMPETITIF • PENINGKATAN MUTU • KEMAMPUAN NASIONAL • EFESIENSI • SDM SSTTUUDDII KKEELLAAYYAAKKAANN DDEESSAAIINN PENGADAAN/ MANUFACTURING PPEEMMBBAANNGGUUNNAANN PENGOPERASIAN DAN VVEENNDDOORR NATIONAL CAPABILITY AZG ITT-2010
  • 12. PERTANYAAN MENARIK AZG ITT-2010 SIAPAKAH JENDERAL (KOMANDAN) PERANG ?
  • 13. SENJATA GELAP “ GLOBALISASI” DEMOKRASI HAM HAKI LINGKUNGAN STANDARISASI (ISO) RISK COUNTRY TERORIS AZG ITT-2010
  • 14. STRATEGI INDUSTRI TELEKOMUNIKASI KONTRIBUSI 3% DARI TOTAL EKONOMI GLOBAL (US$ 1.1 TRILUN) PROYEKSI PERTUMBUHAN DI INDONESIA BISNIS SELULER 50% LLIIBBEERRAALLIISSAASSII KKOOMMPPEETTIISSII GGAATTSS ((WWTTOO)) TTEEKKNNOOLLOOGGII BBIIAAYYAA MMAARRGGIINN KONVERGENSI / NGS INVESTASI / OPERASIONAL EFISIENSI & PRODUKTIVITAS DDAAYYAASSAAIINNGG AZG ITT-2010
  • 15. GLOBAL COMPETITIONS 1940 1950 1960 1970 1980 1990 2000 2010 Perang Dunia Ke-2 Modifikasi/Improvement Aplikasi teknologi pada produk baru High Technology Future Technology Invention New Technology Principle ‘76 ‘82 GATT ‘80 ‘83 WTO AFTA APEC ‘86 ‘95 ‘94 ‘98 Nuklir Perang Dingin Perang Ekonomi AZG ITT-2010
  • 16. APLIKASI PATEN DI BEBERAPA NEGARA (1994) (PERSIAPAN SENJATA PERANG) Country/Organization Resident Non Resident Total %tage Australia 9.402 25.624 35.026 36,7 Brazil 2.296 18.947 21.242 11 Canada 3.043 38.419 41.462 7 China 11.241 23.500 34.741 32,4 Egypt 308 528 836 36,8 France 16.130 70.155 86.285 18,7 Germany 49.402 78.011 127.413 38,8 India 1.588 3.212 4.800 33,1 Indonesia 75 2.307 2.382 3,15 Japan 320.175 50.477 370.652 80,5 Malaysia 223 3.364 3.587 6,2 Netherland 4.357 61.733 66.090 7 Thailand 634 3.294 3.928 16,1 U.S.A 109.981 99.710 209.691 50 AZG ITT-2010
  • 17. AZG ITT-2010 Aplikasi Paten di Cina : Tahun 1994 : 35 ribu Tahun 2009 : 6,3 juta Ini adalah suatau kenaikan yang drastis (200 kali) Sedangkan HUAWEI perusahaan telekomunikasi mengajukan aplikasi sebanyak 1.783 paten yaitu melebihi : Panasonic, Philips, Toyota maupun Bosch
  • 18. AZG TI-ITB - 2003 AZG ITT-2010
  • 19. PERTUMBUHAN JASA TELEKOMUNIKASI TELEGRAPHY TELEPHONY TELEGRAPHY TELEX FACSIMILE TELEPHONY TELEGRAPHY RADIOPHONE DATEL TELEX FACSIMILE TELEPHONY TELEGRAPHY ISDN APPLICATIONS HOME BANKING CASHLESS CALLING CARD CALLING SUPPLEMENTARYSERVICES ENHANCED FREEPHONE VOICEBANK TELEPOINT SELECTIVE RINGING TELEVOTING AUTO CALL DISTRIBUTION CENTREX WIDE AREA CENTREX ELECTRONIC MAIL VIDEOTEXT CELLPHONE MESSAGING SKYPHONE RADIOPAGING CONTRAVISION VIDEOPHONE LOW COST FAX TELEMETRY TELECOMMAND ENHANCED DATA RADIOPHONE DATEL TELEX FACSIMILE TELEPHONY TELEGRAPHY B-ISDN APPLICATIONS HDTV PERSONAL NUMBERS VIDEO MESSAGEING INTERACTIVE VIDEO INTERNET FULL MULTIMEDIA LANGUAGE TRANSLATION POCKET PHONE VIOCE RECOGNITION END-END DIGITAL PERSONAL SERVICE PROFILES DIGITAL MOBILE SATELLITE BUSINESS SERVICES PERSONAL COMMUNICATIONS VIRTUAL PRIVATE SYSTEM INTERNATIONAL PAGING TELEWORKING TELESHOPING TELEMAIL HOME NEWSPAPERS COLOUR FAX ISDN APPLICATIONS HOME BANKING CASHLESS CALLING CARD CALLING SUPPLEMENTARYSERVICES ENHANCED FREEPHONE VOICEBANK TELEPOINT SELECTIVE RINGING TELEVOTING AUTO CALL DISTRIBUTION CENTREX WIDE AREA CENTREX ELECTRONIC MAIL VIDEOTEXT CELLPHONE MESSAGING SKYPHONE RADIOPAGING CONTRAVISION VIDEOPHONE LOW COST FAX TELEMETRY TELECOMMAND ENHANCED DATA RADIOPHONE DATEL TELEX FACSIMILE TELEPHONY TELEGRAPHY 1870 1900 1950 1970 1990 2000 AZG ITT-2010
  • 20. Evolusi Teknologi Telekomunikasi Sebelum 1980 1980-1990 1990 – 2010 2010 - ……. Public Switched Telephone Network Public Switched Telephone Network PPSSTTNN Broadband Network (Internet Protocol Based Network) Intellegent Network PPSSTTNN&&IINN Broadband Network Intellegent Network AZG ITT-2010
  • 21. CONVERGENCE IN TELECOMMUNICATIONS NNeettwwoorrkk SSeerrvviiccee TTeerrmmiinnaall • IP Based • Heteregeneous environment • Ubiquitous • Contiunity of services and content • Broadband based • Supporting mobility • Convergence faculty • Smart facility • User friendly interface AZG ITT-2010
  • 23. Otonomi Daerah Permendagri No. 39/2010 Tentang ketentuan impor barang jadi oleh produsen Perpres No. 76, No.77 tahun 2007 dan Perpres 36 tahun 2010 (tentang investasi) Deindustrialisasi semakin nyata Ekspor bahan mentah semakin meningkat dibandingkan produk olahan Kecenderungan proses pembangunan diserahkan semua kepada vendor AZG ITT-2010
  • 24. AZG TI-ITB - 2003 AZG ITT-2010
  • 25. PERUBAHAN PARADIGMA ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU 1. Pada mutu dan efisiensi 2. Daur hidup yang pendek 3. Terintegrasi (multimoda) 4. Perkembangan menuju konvergensi 5. Teknologi informasi menjadi kebutuhan primer 6. Haki merupakan trend mutlak 7. Standarisasi 8. TQM (ISO) 9. Menghasilkan produk primadona 10. Continous improvement (kaitan) 11. Out ward looking 12. Just in time 13. Orientasi pada proses 14. Konsep optimasi 15. Produk jasa (kustomisasi massa) 16. Berorientasi nilai tambah 17. Teknologi : » Hardware, » Humanware, » Organiware, » Infoware 1. Berorientasi harga murah 2. Daur hidup yang panjang 3. Sektoral (sendiri-sendiri) 4. Perkembangan masing-masing 5. Teknologi informasi masih sebagai kebutuhan sekunder 6. Haki belum dipersyaratkan 7. Tanpa standarisasi 8. Kurang perhatian terhadap mutu 9. Menghasilkan jasa/produk yang luas (Broad spectrum) 10. Kurang perhatian terhadap perbaikan (improvement) 11. In ward looking 12. Orientasi ketidakpastian 13. Orientasi pada hasil 14. Konsep penghematan 15. Produk (jasa massa) 16. Berorientasi teknis 17. Teknologi : Hardware AZG ITT-2010
  • 26. AZG TI-ITB - 2005 PERUBAHAN PARADIGMA INDUSTRI (BISNIS) PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU 1. Pada mutu dan efisiensi 2. Daur hidup yang pendek 3. Terintegrasi (multimoda) 4. Perkembangan menuju konvergensi 5. Teknologi informasi menjadi kebutuhan primer 6. Haki merupakan trend mutlak 7. Standarisasi 8. TQM (ISO) 9. Menghasilkan produk primadona 10. Continous improvement (kaitan) 11. Out ward looking 12. Just in time 13. Orientasi pada proses 14. Konsep optimasi 15. Produk jasa (kustomisasi massa) 16. Berorientasi nilai tambah 17. Teknologi : » Hardware, » Humanware, » Organiware, » Infoware 1. Berorientasi harga murah 2. Daur hidup yang panjang 3. Sektoral (sendiri-sendiri) 4. Perkembangan masing-masing 5. Teknologi informasi masih sebagai kebutuhan sekunder 6. Haki belum dipersyaratkan 7. Tanpa standarisasi 8. Kurang perhatian terhadap mutu 9. Menghasilkan jasa/produk yang luas (Broad spectrum) 10. Kurang perhatian terhadap perbaikan (improvement) 11. In ward looking 12. Orientasi ketidakpastian 13. Orientasi pada hasil 14. Konsep penghematan 15. Produk (jasa massa) 16. Berorientasi teknis 17. Teknologi : Hardware AZG ITT-2010
  • 27. PERUBAHAN PARADIGMA PEMERINTAHAN PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU AZG TI-ITB - 2005 1. Peran pemerintah mengawasi kegiatan pelayanan (sebagai regulator) 2. Sinergikan sumberdaya terbatas 3. Sebagai katalisator dan fasilitator 4. Kepemilikan kepada masyarakat (partisipasi masyarakat) atau full service operator 5. Kriteria ukuran kinerja jelas 6. Berorientasi pada lembaga publik 7. “Enterprenerial” dengan menciptakan sistem pemerintah yang berwawasan 8. Desentralisasi manajemen 9. Berorientasi pada pasar 10. Pemberdayaan masyarakat 11. Orientasi pada mekanisme pasar dan persaingan global 1. Peran Pemerintah memberikan pelayanan 2. Sumberdaya tidak terbatas 3. Sebagai Operator (Provider) 4. Pemilikan pada Birokrasi 5. Kriteria kinerja lebih banyak ditentukan oleh persyaratan administratif 6. Berorientasi pada kekuasaan 7. Sistem birokrasi yang kaku 8. Sistem Sentralisasi 9. Berorientasi “produk” 10. Sistem tertutup 11. Orientasi pada persaingan lokal AZG ITT-2010
  • 28. AZG TI-ITB - 2003 AZG ITT-2010
  • 29. ANALISA STRATEGI AZG KONDISI SISTELNAS SEKARANG KONDISI SISTELNAS YG AKAN DATANG RREEFFEERREENNSSII PPRROOSSPPEEKK LLIIBBEERRAALLIISSAASSII GGAATTSS KONDISI YG KESIAPAN & PERSIAPAN KKOOMMIITTMMEENN ADA SSDDMM RR&&DD KKLLAASSIIFFIIKKAASSII OOPPEERRAATTOORR INVESTASI ASING HHAAKKII IINNDDUUSSTTRRII ANTAR DEP. SSTTRRAATTEEGGII ITT-2010
  • 30. KOMITMEN INTERNASIONAL EQUITY ASING DI SEKTOR TELEKOMUNIKASI DUNIA KELOMPOK NEGARA YANG MASIH MENOLAK EQUITY ASING KELOMPOK NEGARA YANG MEMBATASI EQUITY ASING DI BAWAH 50%. KELOMPOK NEGARA YANG MEMBATASI EQUITY ASING DI ATAS 50%. KELOMPOK NEGARA YANG MEMBEBASKAN EQUITY ASING 100%. AZG ITT-2010
  • 31. INVESTASI ASING KKRRIITTEERRIIAA TTUUNNGGGGAALL SATU KRITERIA (HARGA) KKRRIITTEERRIIAA MMAAJJEEMMUUKK MULTI KRITERIA • EFESIENSI NASIONAL • PELAYANAN/COVERAGE • DAMPAK EKONOMI • MEMBANGUN LAPANGAN KERJA BARU • KETAHANAN DAN KEAMANAN • ALIH TEKNOLOGI • DAMPAK SOSIAL IINNFFOORRMMAASSII TTEERRBBAATTAASS IINNFFOORRMMAASSII LLEENNGGKKAAPP RREESSIIKKSSOO BBEESSAARR RREESSIIKKOO MMOODDEERRAATT AZG ITT-2010
  • 32. DAFTAR KEPEMILIKAN ASING NAMA OPERATOR PEMILIK ASING PERSENTASE (%) PT Excelcomindo Pratama Tbk. Indosel Holding Sdn. Bhd. 59,63 Khazanah Nasional Bhd. 16,81 PT Rajawali Corpora 15,97 AIF (Indonesia) Limited 7,38 PT Telekomunikasi Selular Singapore Telecom Mobile 35 PT Indosat Tbk. Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd. 41,94 PT Hutchison CP Telecommunication Hutchison Telecommunications International Ltd. 60 Charoen Pokphand Group 40 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Investor asing perorangan 45,58 PT Bakrie Telecom Tbk. CMA Fund Management Ltd. 15,10 Richweb Investment Ltd. 2,08 PT Mobile-8 Telecom Asia Link 6,03 Qualcomm 5,17 KTFI 2,07 AZG ITT-2010
  • 33. KOMPOSISI KEPEMILIKAN SAHAM ASING SEKTOR TELEKOMUNIKASI TAHUN 2009 NAMA OPERATOR PEMILIK ASING (%) SAHAM ASING % TOTAL PEMILIK ASING Indosel Holding Sdn. Bhd. 86,5 ETISALAT 13,3 PT. Indosat Tbk. Qtel Asia 65,0 65,0 Jerash Investment Ltd. 24,3 Qualcomm Incorporated 3,8 Corporate United Investment 7,9 Ltd. Eltrading Securities 7,4 Boquete Group S.A 2,7 PT. Telekomunikasi Indonesia (termasuk PT. Telekomunikasi Selular) Investor Asing 40,7 40,7 PT. Excelcomindo Pratama Tbk. PT. Mobile-8 Telecom 99,8 46,1 AZG ITT-2010
  • 34. KEPEMILIKAN SAHAM ASING DI BEBERAPA NEGARA AUSTRALIA tidak mengijinkan investasi asing di Telstra melebihi 35% atau 5% untuk investor perorangan CHINA buka pasarnya untuk investor asing sejak tahun 2002 dengan kepemilikan saham asing dibatasi hingga 25% untuk 3 kota untuk fixed operators (meningkat menjadi 49% di semua tempat tahun 2006), 35% untuk 17 kota untuk mobile (meningkat 49% untuk semua tempat tahun 2005), dan 50% untuk semua value added services di semua tempat JEPANG tidak membatasi kepemilikan asing untuk Type 1 (facilities – based carries) kecuali NTT (33%) dan pemerintah harus memiliki paling sedikit 33% di NTT MALAYSIA mengijinkan sampai 61% untuk operator yang ada dan harus menurunkan menjadi 49% dalam 5 tahun NEW ZEALAND mmeennggiijjiinnkkaann ssaammppaaii 4499..99%% ddaallaamm TTeelleeccoomm NNZZ sumber: Apectel Stocktake 2004 AZG ITT-2010
  • 35. BATASAN MAKSIMAL KEPEMILIKAN MODAL ASING SANGAT BERVARIASI: 25 PERSEN KEPEMILIKAN MODAL ASING SANGAT BERVARIASI: 25 PERSEN HINGGA 95 PERSEN. PEMBATASAN BESARAN MAKSIMAL KEPEMILIKAN BATASAN MAKSIMAL HINGGA 95 PERSEN. PEMBATASAN BESARAN MAKSIMAL KEPEMILIKAN ASING ASING "SELERA" "SELERA" KEMENTERIAN MASING-MASING KEMENTERIAN MASING-MASING PEMERINTAH TIDAK MEMILIKI SUATU STANDAR BAKU TENTANG ARTI STRATEGIS SUATU BIDANG USAHA TAK ADA LANDASAN IDEOLOGIS YANG KUAT DALAM MENETAPKAN MANA YANG TERBUKA BAGI KEPEMILIKAN ASING DAN SEBERAPA TERBUKANYA AZG ITT-2010
  • 36. KEPEMILIKAN ASING DI SEKTOR TELEKOMUNIKASI HINGGA 65 PERSEN MEMBATASI KEPEMILIKAN ASING DIBIDANG USAHA TELEKOMUNIKASI SELULER PPEEMMEERRININTTAAHH HINGGA 65 PERSEN MEMBATASI KEPEMILIKAN ASING DIBIDANG USAHA TELEKOMUNIKASI SELULER HINGGA 49 PERSEN HINGGA 49 PERSEN UNTUK JARINGAN TETAP UNTUK JARINGAN TETAP (FIXED LINE) (FIXED LINE) Lampard D:LiberalisasiKepemilikan asing.ppt AZG ITT-2010
  • 37. ANALISA PERKEMBANGAN STRUKTUR INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA Analisa Perkembangan Jumlah Pelanggan Seluler • Dari 8 (delapan) pemain seluler yang beroperasi di Indonesia, pasar seluler nasional masih dikuasai oleh 3 (tiga) pemain besar, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL. • Pada akhir tahun 2007, ketiga pemain utama tersebut menguasai 94,1% dari total pasar seluler (dari jumlah pelanggan), sisanya sebesar 5,9% dibagi oleh 5 (lima) pemain lainnya. AZG ITT-2010 Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie
  • 38. Pertumbuhan EBITDA Operator Seluler (2005 - 2007) AZG ITT-2010 Pada kurun waktu 2004 sampai dengan 2007, EBITDA Telkomsel mencapai 3 (tiga) kali lipat EBITDA Indosat dan sekitar 8 (delapan) kali EBITDA XL, yang menjadikan Telkomsel sebagai market leader. Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie
  • 39. PERBANDINGAN EBITDA GLOBAL Source : Derived from data Merrill Lynch, Global Wireliss matrix Q4 2006, Table 32. AZG ITT-2010
  • 40. Pertumbuhan EBITDA Operator Seluler (2005 - 2007) AZG ITT-2010 Sumber: Laporan Keuangan Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8 EBITDA Telkomsel dan Indosat berada di atas 50%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa operasional Telkomsel dan Indosat mampu menciptakan cash perusahaan 100% lebih dari biaya yang harus dikeluarkan untuk menciptakan layanan jasa seluler
  • 41. Perkembangan EBITDA Rata-Rata Penyelenggara Telekomunikasi, 2000-2009 AZG ITT-2010 Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie
  • 42. KOMPOSISI KEPEMILIKAN SAHAM ASING SEKTOR TELEKOMUNIKASI TAHUN 2009 AZG ITT-2010 Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie
  • 43. PERKEMBANGAN SAHAM ASING DAN SAHAM TOTAL TELEKOMUNIKASI, 2001-2009 AZG ITT-2010 Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie
  • 44. Perkembangan Asset, Pendapatan Usaha, Beban Usaha, EBITDA, Laba Usaha, Laba Sebelum Pajak, dan Laba Bersih Keenam Operator Telekomunikasi Tahun 2004 AZG ITT-2010 Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie
  • 45. Asset, Pendapatan Usaha, Beban Usaha, dan Laba Bersih Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie AZG ITT-2010
  • 46. Perkembangan Asset, Pendapatan Usaha, Beban Usaha, EBITDA, Laba Usaha, Laba Sebelum Pajak, dan Laba Bersih Keenam Operator Telekomunikasi Tahun 2007 AZG ITT-2010 Sumber: Laporan Keuangan Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Bakrie
  • 47. STRATEGI PERTELEKOMUNIKASIAN NASIONAL SAAT INI PERTELEKOMUNIKASIAN 2020 LIBERALISASI ISSUE-ISSUE REFERENSI : SISTELNAS 1999 KENYATAAN YANG ADA WTO (GATS+ ATURAN GELAP) CCPPCC PENGUASAAN TEKNOLOGI SSDDMM KONTRIBUSI ASING FFDDII NATIONAL CAPABILITY PERSIAPAN DAN KESIAPAN PPPP 7766//7777 AZG ITT-2010
  • 48. STRATEGI IT INDIA CHINA KOREA SDM = 80.000/TAHUN ENGINEERING MANUFACTURING AZG ITT-2010
  • 49. SDM LULUSAN INDIA USA EROPA CHINA SARJANA (pertahun) 3 juta (2005) 6 juta (2010) 1,3 juta 2,9 juta 2,4 juta IT ENGINEER 400.000 (2005) 1 juta (2008) Bengalore India : 150.0000 IT Engineer : Silicon Valley 130.000 Engineer AZG ITT-2010
  • 50. STRATEGI PERTELEKOMUNIKASIAN NASIONAL SAAT INI PERTELEKOMUNIKASIAN 2020 LIBERALISASI ISSUE-ISSUE REFERENSI : SISTELNAS 1999 KENYATAAN YANG ADA WTO (GATS+ ATURAN GELAP) CCPPCC PENGUASAAN TEKNOLOGI SSDDMM KONTRIBUSI ASING FFDDII NATIONAL CAPABILITY PERSIAPAN DAN KESIAPAN PPPP 7766//7777 AZG ITT-2010
  • 51. STRATEGI SSIISSTTEELLNNAASS SSAAAATT IINNII SSIISSTTEELLNNAASS AAKKAANN DDAATTAANNGG • GLOBALISASI • KRISIS EKONOMI • KEBIJAKAN PEMERINTAH • FAKTOR EKSTERNAL/ INTERNAL • PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN • KOMPETITIF • PENINGKATAN MUTU • KEMAMPUAN NASIONAL • EFESIENSI • SDM SSTTUUDDII KKEELLAAYYAAKKAANN DDEESSAAIINN PENGADAAN/ MANUFACTURING PPEEMMBBAANNGGUUNNAANN PENGOPERASIAN PEMELIHARAAN DAN EFESIENSI NASIONAL PELAYANAN/ COVERAGE KONTRIBUSI EKONOMI KETAHANAN DAN KEAMANAN KONTRIBUSI SOSIAL LAPANGAN KERJA (SDM) NATIONAL CAPABILITY AZG ITT-2010
  • 52. STRATEGI PENGEMBANGAN STAKEHOLDERS 1. BRTI 2. KPPU PEMBUAT KEBIJAKAN RREEGGUULLAATTOORR BBUUMMNN SWASTA LOKAL ASING KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DITJEN POS DAN TELEKOMUNIKASI DPR KEMENTERIAN PERDAGANGAN KEMENTERIAN LUAR NEGERI KEMENTERIAN KEUANGAN KEMENTERIAN PERTAHANAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN KEMENTRIAN RISTEK 10. KEMENTERIAN TENAGA KERJA 11. KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 12. BAPENAS 13. BPN 14. PEMDA • AS PROFESI • KONSULTAN • KONTRAKTOR • INDUSTRI • PUSDIK • LITBANG • SDM • TEKNOLOGI • DANA • DLL UUSSEERR PPEENNYYEELLEENNGGGGAARRAA PPEENNDDUUKKUUNNGG PPEENNUUNNJJAANNGG VVEENNDDOORR AZG ITT-2010
  • 53. AZG ITT-2010 KEKUATAN: BOBOT (%) RATING BOBOT (%) X RATING PANGSA PASAR YANG TERBUKA (JUMLAH PENDUDUK 220 18.00 JUTA, LUAS WILAYAH) 3 54.00 PENGALAMAN OPERATOR 9.00 3 27.00 BERPENGALAMAN MENERAPKAN TEKNOLOGI MAJU (SATELIT, 10.00 SENTRAL DIGITAL) 3 30.00 PERNAH MEMILIKI INDUSTRI MANUFAKTUR YANG KUAT (SEBELUM 1998, RFC, PT INTI, LEN, ELEKTRINDO) 6.14 2 12.29 LEMBAGA PENDIDIKAN TELEKOMUNIKASI YANG BERPONTENSI 10.14 2 20.29 LITBANG / RISTI TELKOM, BPPT, LIPI 10.57 2 21.14 ORGAN REGULASI SUDAH LENGKAP DAN BERPENGALAMAN 11.14 3 33.43 SDM TELEKOMUNIKASI CUKUP KOMPETITIF DALAM HAL CONTENT 10.29 2 20.57 POLITIK DAN EKONOMI RELATIF STABIL 7.43 4 29.71 INFRASTRUKTUR MEMADAI 7.29 3 21.86 JUMLAH 100% 2.70 KELEMAHAN: BOBOT (%) RATING BOBOT (%) X RATING KETERGANTUNGAN TERHADAP LUAR NEGERI TINGGI 10.57 (INFRASTRUKTUR, SERVICE, SOFTWARE) 5 52.86 INDUSTRI TELEKOMINIKASI MANUFAKTUR TIDAK BERKEMBANG SEJAK 1998 8.57 5 42.86 DAYA SAING RENDAH 6.86 5 34.29 GEOGRAFI TIDAK MERATA (JUMLAH PENDUDUK, 6.86 PENDAPATAN, FASILITAS) 4 27.43 BELUM MEMANFAATKAN POTENSI LUAS WILAYAH 7.86 5 39.29 DAYA BELI RELATIF RENDAH 7.43 4 29.71 KETERBATASAN SUMBER DANA / INVESTASI 6.00 4 24.00 LAW ENFORCEMENT RENDAH 6.29 5 31.43 KESADARAN HUKUM RENDAH 5.43 5 27.14 KETERBATASAN TENAGA AHLI 5.14 4 20.57 TERHADAP SDM TEKNIK KURANG 4.29 4 17.14 PEMBINAAN DAN PENGHARGAAN TERHADAP FAKTOR 5.29 PENDUKUNG KURANG (KONTRAKTOR, KONSULTAN) 4 21.14 KOORDINASI ANTAR LEMBAGA PEMERINTAHAN KURANG 6.00 4 24.00 KEMITRAAN PEMERINTAH DAN SWASTA LEMAH 6.00 4 24.00 KETIDAKSIAPAN DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI 7.43 4 29.71 100% 4.46
  • 54. AZG ITT-2010 PELUANG: BOBOT (%) RATING BOBOT (%) X RATING PENETRASI MASIH RENDAH 15.14 4 60.57 MULAI TERBUKANYA KOMPETISI DIBISNIS TELEKOMUNIKASI 11.00 (HILANGNYA ERA DUOPOLY) 2 22.00 PELUANG PASAR BEBAS (ASEAN, APEC, WTO) BELUM DIMANFAATKAN 6.57 3 19.71 INFRASTRUKTUR MAKIN MURAH 6.86 2 13.71 KEBUTUHAN AKAN JASA TELEKOMUNIKASI SEMAKIN 11.00 MENINGKAT 2 22.00 KEBUTUHAN AKAN JASA TELEKOMUNIKASI SEMAKIN BERAGAM (KONVERGENSI) 8.43 2 16.86 BELANJA NEGARA SEKTOR TELEKOMUNIKASI SEMAKIN MENINGKAT 8.14 3 24.43 PELUANG TENAGA AHLI IT DI DALAM DAN LUAR NEGERI 7.43 2 14.86 PEMANFAATAN TELEKOMUNIKASI DI BERBAGAI SEKTOR 8.29 4 33.14 PENGEMBANGAN INDUSTRI CONTENT MASIH LUAS 7.86 3 23.57 PENYEBARAN AKSES TELEKOMUNIKASI BAGI MASYARAKAT 9.29 SAMPAI KEPEDESAAN 4 37.14 100% 2.88 ANCAMAN: BOBOT (%) RATING BOBOT (%) X RATING KETERGANTUNGAN TEKNOLOGI TERHADAP LUAR NEGERI 13.86 5 69.29 ADANYA PERUSAHAAN ASING MASUK KEINDONESIA DENGAN 16.86 MEMANFAATKAN KELEMAHAN LAW ENFORCEMENT 5 84.29 KEBIJAKAN TEKNOLOGI NETRAL (ASAL MURAH BOLEH MASUK INDONESIA) 11.86 3 35.57 KERAWANAN TERHADAP STABILITAS POLITIK, EKONOMI DAN KEAMANAN PADA NEGARA LAIN 12.43 4 49.71 BANYAKNYA MERGER ANTAR PERUSAHAAN BESAR ASING 10.00 3 30.00 PENGALIHAN INVESTASI KENEGARA PESAING 14.43 4 57.71 SIKLUS PERUBAHAN TEKNOLOGI YANG MAKIN CEPAT 13.14 5 65.71 INVESTASI SEKTOR TELEKOMUNIKASI PADAT MODAL DAN 7.43 MENYERAP BANYAK DEVISA 3 22.29 100% 4.15
  • 55. ROADMAP EKSTERNAL 2.5 2 1.5 1 0.5 KUADRAN I (POSISI AGRESIF) 0.5 1 1.5 2 2.5 -2.5 2 -1.5 1 -0.5 0 -0.5 -1 -1.5 -2 AZG ITT-2010 y: 1.27 INTERNAL KUADRAN II (POSISI PENUH TANTANGAN) -2.5 x: 1.75 KUADRAN IV (POSISI PROAKTIF) KUADRAN III (POSISI REAKTIF) y : 0.10 x : 0.69
  • 56. Untuk Untuk mengembangkan sektor telekomunikasi mengembangkan sektor telekomunikasi di Indonesia di Indonesia pemerintah hendaknya pemerintah hendaknya memfasilitasi memfasilitasi pertumbuhan berbagai produk telekomunikasi. pertumbuhan berbagai produk telekomunikasi. Diantaranya dengan membuat kebijakan yang mengharuskan para vendor mendirikan pabrik di Indonesia Diantaranya dengan membuat kebijakan yang mengharuskan para vendor mendirikan pabrik di Indonesia dalam setiap dalam setiap pelaksanaan proyek telekomunikasi, biaya perangkat jauh lebih besar dari biaya instalasi pelaksanaan proyek telekomunikasi, biaya perangkat jauh lebih besar dari biaya instalasi Biaya instalasi plus manajemen proyek, hanya berkisar 10 hingga 20 persen dari biaya proyek selebihnya Biaya instalasi plus manajemen proyek, hanya berkisar 10 hingga 20 persen dari biaya proyek selebihnya merupakan biaya merupakan biaya perangkat perangkat Sehingga meski proyek-proyek Sehingga meski proyek-proyek telekomunikasi telekomunikasi telah banyak ditangani oleh para tenaga ahli dalam negeri, namun keuntungan telah banyak ditangani oleh para tenaga ahli dalam negeri, namun keuntungan yang diperoleh tidak sebanding dengan harga perangkat yang dibeli dari pabrikan luar negeri yang diperoleh tidak sebanding dengan harga perangkat yang dibeli dari pabrikan luar negeri Lampard D:LiberalisasiKepemilikan asing.ppt AZG ITT-2010
  • 57. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 1. Dalam menghadapi globalisasi terlihat adanya kurang persiapan dan kesiapan 2. Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi investor asing yang memberikan keuntungan yang besar (Ebitda yang tinggi) 3. Saat ini Indonesia hanya berkonsentrasi dan berperan pada pengoperasian dan pemeliharaan saja. Sedangkan kegiatan lainnya yang mempunyai nilai ekonomi yang lebih besar diambil alih oleh asing (antara lain supplier). Jelas kondisi ini akan mengarah ketergantungan pada asing 4. Ada kecenderungan Deindustrialiasi dan makin ketergantungan pada pihak asing 5. Maka perlu adanya koordinasi antara pihak yang terkait dalam kebijakan dan pengambilan keputusan dalam usaha mengurangi atau menghilangkan celah-celah kelemahan hukum dan perlu diciptakan satu pihak (kemkominfo) yang bertanggung jawab secara keseluruhan. 6. Perlu adanya berbagai policy mengenai kepemiikan saham (GATS/WTO, ASEAN, DNI, dan EPA) yang merupakan awal celah kelemahan kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh investor. AZG ITT-2010
  • 58. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 7. Penyempurnaan Persiapan lingkungan yang kondusif • Menyempurnakan dan mengimplementasikan legislasi dasar untuk mengakomodasi perubahan teknologi (konvergensi) dan lingkungan yang terjadi • Memperkuat independensi BRTI • Menyempurnakan dan mengembangkan policy baru dengan memperhatikan referensi WTO principles • Efisiensi nasional (tarif, produktivitas) • Pelayanan/coverage (teledensity, jangkauan pelayanan, akses pengguna, kualitas layanan) • Kontribusi ekonomi (pajak, PPN, BHP-USO) • Ketahanan dan keamanan (rahasia negara, keamanan) • Lapangan kerja dan (SDM) (lapangan kerja baru, penambahan tenaga kerja, pengurangan pengangguran) • Kontribusi sosial (pemanfaatan telekomunikasi, pendapatan meningkat, PDB) • National capability (alih teknologi, daya saing) AZG ITT-2010
  • 59. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI AZG ITT-2010 Peningkatan mutu SDM Indonesia tingkat global. Indonesia pun dapat melakukan penetrasi ketenagakerjaan dan institusi di jasa telekomunikasi ke negara asing dengan meningkatkan profesionalisme secara individu atau institusi
  • 60. TANTANGAN GLOBALISASI MEMANG PEDAS TERIMAKASIH AZG ITT-2010