SlideShare a Scribd company logo
1 of 167
Pengantar Filsafat Ilmu
Dr.Sigit Sardjono,M.S.
Kelompok 1:
1211900006_Yanuanda Milennia
1212100151_Alfinatur Rosyida
1212100157_Desy Putri Ameliasari
KULIAHFILSAFATILMU
-Prof.BambangS-
PENGANTAR ILMU FILSAFAT
FILSAFAT ?
Refleksi rasional, kritis, radikal atas hal-hal pokok dalam hidup dan
perenungan atas hal-hal yang penting mendasar dalam hidup, dan
merupakan sebuah perenungan bebas yang tidak berdasarkan
wahyu/tradisi/apapun, namun semata-mata atas "common
sense/rational"
Sering kali kebenaran yang paling tinggi justru muncul melawan
pendapat umum. Filsafat ini memupuk sikap dan pemikiran.
Segala sesuatu, mana ilmu dan bukan ilmu
dan batasan-batasan lainnya sekarang
bertabrakan. Filsafat itu selalu berposisi
ambifalen yang dimana dibutuhkan ilmu-
ilmu dirangkum dan diprovokasi oleh filsafat
untuk melihat berbagai dunia lain, karena
tipikal dunia ilmu itu menemukan pola-pola
yang baru.
Filsafat dilihat sebagai intelektual game /
permainan intelektual agar tidak stuck
(mati). Fislafat ini memang tidak pasti,
dekonstruktif, menggoncang-goncang tetapi
filsfat digunaka untuk menggoyangkan fikiran
agar berjalan
Agama dan seluruh kebudayaan hanya akal-
akalan dari suatu gen yang mecoba melestarikan
diri lewat tubuh. Unsur manusiawi dalam agama
antara lain kitab, sistem sosial, sistem hukum
dan sistem ritual.
Di dunia filsafat ini ada
yang disebut filsafat
sistematik filosofi
Filsafat sistrmatik (systrmatic philosophy)
Kerangka besar filsafat
Manusia = Antropologi filosofi
Mempertanyakan tentang manusia / Antorpologi metofiisi
Tuhan = Theodicea / filsafat ketuhanan
Mempertanyakan tentang Tuhan
Keindahan + Seni = Estetika / aesthetic
Melahirkan keindahan
Norma / Perilaku = Ethica / etika
Pengetahuan = Epistemologi
Banyak pengetahuan yang tidak ilmiah tetapi tetap
pengetahuan dan memiliki kecanggihan tersendiri. Dalam
study filsafat ada semacam linieritas filsafat yang terjadi
kompleksifikasi orang yang melihat lebih banyak dan
lebih dalam lagi.
Dalam dunia filsafat, mereka melihat banyak kemungkinan
memahami hidup tetapi bukan berarti hidup berdasarkan
filosofi, tetapi sesorang menguasai filsafat sebagai ilmu
pengetahuan dan sebagai profesi
TERIMAKASIH
Pengantar Filsafat Ilmu
Kelompok 1
Yanuanda Milennia_1211900006
Alfinatur Rosyida_1212100151
Desy Putri Ameliasari 1212100157
APA YANG AKAN DIBAHAS ?
Pengertian
Syarat – syarat
yang perlu
diperhatikan
Tujuan
Manfaat
01
02
03
04
PENGERTIAN
01
Filsafat adalah pengetahuan
metodis, sistematis dan koheren
tentang seluruh kenyataan
(realitas).
MENURUT
KBBI
(2007:1106)
PENGERTIAN MENURUT AHLI
Aristoteles berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu (pengetahuan)
yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu
metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.
SYARAT-SYARAT HAL
PERLU DIPERHATIKAN
02
SYARAT-SYARAT
syarat-syarat ilmu pengetahuan adalah sebagai
berikut:
1. Logis atau Masuk Akal, sesuai dengan
kaidah ilmu pengetahuan yang diakui
kebenarannya.
2. Objektif, sesuai berdasarkan objek yang
dikaji dan didukung dari fakta empiris.
3. Metodik, diperoleh dari cara tertentu dan
teratur yang dirancang, diamati dan
terkontrol.
03
Tujuan
TUJUAN
Filsafat berguna untuk membuat manusia memiliki sifat yang bijaksana
dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Filsafat juga
bertujuan untuk membuat manusia memiliki perspektif yang luas dalam
melihat sesuatu. .
04
CARA, CONTOH & MANFAAT
Mempelajari filsafat ilmu dapat
memberikan manfaat antara lain
1. Sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga
menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah.
2. Merupakan metode untuk mereflleksi, menguji, mengkritisi
memberikan asumsi keilmuan.
3. Memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan
CREDITS: This presentation template was created by
Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics
& images by Freepik.
TERIMA KASIH
Apakah ada pertanyaan?
PERLUNYA
MAHASISWA
BELAJAR
FILSAFAT
Kelompok 1:
Yanuanda Milennia_1211900006
Alfinatur Rosyida_1212100151
Desy Putri Ameliasari_1212100157
A. ALASAN PERLUNYA BELAJAR
Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai semakin menajamnya
spesialisasi ilmu maka filsafat ilmu sangat diperlukan. Sebab dengan mempelajari filsafat ilmu, para ilmuwan
akan menyadari keterbatasan dirinya dan tidak terperangkap kedalam sikap arogansi intelektual. Hal yang
lebih diperlukan adalah sikap keterbukaan diri di kalangan ilmuwan, sehingga mereka dapat saling
mengarahkan seluruh potensi keilmuwan yang dimilikinya untuk kepentingan bersama umat manusia. Atas
dasar itulah filsafat ilmu memiliki peranan penting dalam pembentukan kepribadian calon-calon ilmuwan pada
umumnya. Diharapkan dengan memahami Filsafat mahasiswa bisa lebih berpikir secara mendalam, luas,
kritis dan radikal, Sehingga menerima tranferknowledge lebih baik.
B. MANFAAT BELAJAR FILSAFAT
DALAM KEHIDUPAN
Manfaat filsafat didasarkan pada pengertian filsafat sebagai suatu integrasi atau pengintegrasi
sehingga dapat melakukan fungsi integrasi ilmu pengetahuan. Sebagian besar orang hanya menyangkutkan
apa yang paling dekat dan apa yang paling dibutuhkannya pada saat dan tempat tertentu.
01.
Filsafat membantu kita
memahami bahwa sesuatu
tidak selalu tampak seperti
apa adanya.
02.
Filsafat mengajarkan
bagaimana bergulat
dengan pertanyaan-
pertanyaan mendasar.
04.
03.
Filsafat membuat kita lebih
kritis.
Manfaat Filsafat Secara
Umum
Filsafat mengembangkan
kemampuan dalam menalar,
membedakan argumen dan
menyampaikan pendapat.
01.
Sebagai alat mencari
kebenaran dari segala
fenomena yang ada.
02.
Memberikan pengertian
tentang cara hidup,
pandangan hidup dan
pandangan dunia.
04.
03.
Memberikan ajaran tentang
moral dan etika yang berguna
dalam kehidupan.
Manfaat Filsafat Ilmu Secara
Khusus
Menjadi sumber inspirasi dan
pedoman untuk kehidupan
dalam berbagai aspek
kehidupan.
MENGAPA HARUS
BELAJAR FILSAFAT
C.
Mahasiswa sebagai insan kampus
diharapkan untuk bersikap kritis
terhadap berbagai macam teori yang
dipelajarinya di ruang kuliah maupun
dari sumber-sumber lainnya.
Dengan mempelajari filsafat ilmu
diharapkan mahasiswa semakin
kritis dalam sikap ilmiahnya.
Belajar filsafat ilmu bagi mahasiswa sangat penting, karena
beberapa manfaat yang dapat dirasakan, antara lain :
Membiasakan diri untuk bersikap
logis-rasional dalam Opini &
argumentasi yang dikemukakan.
Mengembangkan semangat toleransi
dalam perbedaan pandangan
(pluralitas).
6
5
Mengajarkan cara berpikir yang
cermat dan tidak kenal Lelah.
Dengan mempelajari filsafat ilmu
diharapkan mereka memiliki
pemahaman yang utuh mengenai ilmu
dan mampu menggunakan
pengetahuan tersebut sebagai
landasan dalam proses pembelajaran
dan penelitian ilmiah.
D. HAL-HAL YANG
MENDORONG BERFILSAFAT
Kekaguman atau
keheranan atau
ketakjuban
Keraguan atau
kegengsian
Kesadaran akan
keterbatasan
PERENUNGAN
TENTANG FILSAFAT
A. PERKEMBANGAN FILSAFAT ILMU
Filsafat telah dimulai oleh Thales dan berkembang ke arah kosmologi, sedangkan filsafat spekulatif
dikembangkan oleh Plato dan filsafat metafisika dikembangkan oleh Aristoteles. Sejak memasuki jaman romawi kuno,
para pemikir mencari keselarasan antara manusia dengan alam semesta. Keselarasan tersebut dapat tercapai
bilamana manusia hidup sesuai dengan alam dalam arti mengikuti petunjuk akal (sebagai asas tertinggi sifat
manusiawi) dan mengikuti hukum alam dari logos (sebagai akal alam semesta). Filsuf romawi Marcus Tullius Cicero
secara singkat memberikan definisi filsafat sebagai ars vitae atau the art of life yaitu pengetahuan tentang hidup.
Konsepsi filsafat ini kemudian dianut secara luas oleh orang-orang terpelajar pada jaman Renaissance di Eropa.
Pada zaman modern timbul kebutuhan untuk memisahkan secara nyata kelompok ilmu modern dari filsafat
karena perbedaan ciri-cirinya yang menyolok. Filsafat kebanyakan masih bercorak spekulatif sedang ilmu modern telah
menerapkan metode empiris, eksperimental, dan induktif.
B. HAKEKAT
FILSAFAT
Hakikat filsafat ilmu selain sebagai patokan, penentu, sekaligus
petunjuk arah ke mana ilmu pengetahuan akan berlayar atau berjalan
juga filsafat ilmu menentukan kemana ilmu pengetahuan akan
diantarkan atau dikembangkan. Filsafat ilmu merupakan kreativitas
seorang filsuf dengan keilmuannya yang menggunakan logika berpikir
dalam melahirkan ilmu pengetahuan yang beragam pada sebuah pohon
ilmu kemudian mengantarkan dan mengembangkannya menjadi cabang
yang banyak secara mandiri.
HUBUNGAN
ANTARA
FILSAFAT
DENGAN
KEBUDAYAAN
DAN
LINGKUNGAN
C.
Hubungan Filsafat
Dengan Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata ke-budaya-an.
Budaya berarti budi dan daya. Unsur budi adalah
cipta (akal), rasa, dan karsa (kehendak).
Kebudayaan adalah hasil budaya atau kebulatan
cipta (akal), rasa dan karsa (kehendak) manusia
yang hidup bermasyarakat. llmu pengetahuan
merupakan unsur kebudayaan universal yang
rohani. Demikian juga filsafat sebagai ilmu
pengetahuan yang terdalam. Oleh karena itu filsafat
termasuk kebudayaan.
Hubungan Filsafat
Dengan Lingkungan
Manusia, masyarakat dan kebudayaan
mempunyai hubungan yang erat, juga dengan alam
sekitar atau lingkungan. Filsafat sebagai hasil
budaya manusia juga tidak lepas dari pengaruh
alam sekitarnya. Itulah sebabnya terdapat berbagai
jenis kefilsafatan tertentu yang mempunyai ciri-ciri
tersendiri.
Hubungan Filsafat
Dengan Ilmu
Pengetahuan
Yang dicari oleh filsafat adalah kebenaran.
Demikian juga ilmu pengetahuan dan agama.
Kebenaran dalam filsafat dan ilmu pengetahuan
adalah kebenaran akal, sedang kebenaran agama
adalah kebenaran wahyu.
Hubungan Filsafat
Dengan Agama
Jika seseorang melihat sesuatu kemudian
mengatakan tentang sesuatu tersebut maka
dikatakan bahwa ia telah mempunyai pengetahuan
tentang sesuatu. Pengetahuan adalah sesuatu yang
tergambar dalam pikiran manusia. Misal, ia melihat
manusia dan mengatakan bahwa itu manusia, Jika
ia bertanya lebih lanjut mengenai manusia itu,
darimana asalnya, bagaimana susunannya, ke
mana tujuannya, dan sebagainya, maka akan
diperoleh jawaban yang lebih rinci mengenai
manusia tersebut.
GUNA DAN
FUNGSI FILSAFAT
D.
Melatih din untuk berpikir
kritis dan runtut serta
menyusun hasil pikiran
tersebut secara sistematis.
Membuat diri menjadi
manusia yang penuh
toleransi dan tenggang rasa.
Menyadari akan
kedudukan manusia baik
sebagai pribadi maupun
dalam hubungannya
dengan orang lain, alam
sekitar, dan Tuhan Yang
Maha Esa.
Menjadikan diri bersifat
dinamis dan terbuka dalam
menghadapi berbagai
problem.
Menambah pandangan dan
cakrawala yang lebih luas
agar tidak berpikir dan
bersikap sempit dan tetutup.
Menjadi alat yang berguna
bagi manusia baik untuk
kepentingan pribadi
maupun dalam
hubungannya dengan orang
lain
Guna Filsafat
Fungsi Filsafat
Berdasarkan sejarah kelahirannya, filsafat
mula-mula berfungsi sebagai induk atau ibu
ilmu pengetahuan. Sebelum ilmu pengetahuan
lain ada, filsafat harus menjawab segala macam
persoalan tentang manusia, masyarakat, sosial
ekonomi, negara, kesehatan, dan lain
sebagainya.
Terima Kasih
Nama Kelompok:
1. Yanuanda Milennia
1211900006
2. Alfinatur Rosyida
1212100151
3. Desy Putri Ameliasari
1212100157
KEBERADAAN MANUSIA
DILIHAT DARI SISI FILSAFAT
KEBERADAAN MANUSIA
DILIHAT DARI SISI FILSAFAT
Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mampu
bertanya. Ia mempertanyakan dirinya,
keberadaannya, dan dunianya. Kendati masih bersifat
sederhana, kegiatan ini sudah diperlihatkan sejak dini.
Lihatlah anak kecil. Ketika ia melihat sesuatu yang
baru, secara spontan dia bertanya. Melalui
pertanyaan yang diajukan ia ingin mengetahui
sesuatu. Kegiatan seperti ini berlangsung terus
sepanjang hayat sang anak.
Apa Itu
Filsafat?
Manusia sebagai
Sebuah Persoalan
Filsafat Manusia
dan Metodenya
1 2
3 4
Relevansi Filsafat
Manusia
2. Persona
3. Nilai-Nilai
Absolut Pribadi
1. Pengertian
Individu
4. Beberapa
Elemen Persona
MANUSIA SEBAGAI PERSONA
Persona atau pribadi merupakan salah satu dimensi mendasar manusia. Sebagai
pribadi manusia mempunyai kemampuan untuk menentukan dirinya sendiri. Ia juga
memiliki cara berada yang khas dibandingkan dengan makhluk yang lain.
5. Kesimpulan
TERIMA
KASIH
PENGETAHUAN
DAN ILMU
PENGETAHUAN
Kelompok 1:
1211900006_Yanuanda
Milennia
1212100151_Alfinatur Rosyida
1212100157_Desy Putri
Ameliasari
A. DEFINISI DAN JENIS PENGETAHUAN
Secara etimologi pengetahuan berasal dari kata dalam
bahasa Inggris yaitu knowledge. Dalam Encyclopedia of
Phisolophy dijelaskan bahwa definisi pengetahuan adalah
kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief).’
Dalam kamus filsafat dijelaskan bahwa pengetahuan
(knowledge) adalah proses kehidupan yang diketahui manusia
secara Iangsung dari kesadarannya sendiri.
Jenis Pengetahuan
0
1
Pertama, pengetahuan biasa, yakni
pengetahuan yang dalam filsafat
dikatakan dengan istilah common
sense, dan sering diartikan dengan
good sense, karena seseorang me-
miliki sesuatu di mana is menerima
secara baik.
0
3
Kedua, pengetahuan ilmu, yaitu
ilmu sebagai terjemahan dari
science. Dalam pengertian yang
sempit science diartikan untuk
menunjukkan ilmu pengetahuan
alam, yang sifatnya kuantitatif dan
objektif.
0
2
Ketiga, pengetahuan filsafat, yakni
pengetahuan yang diperoleh dari
pemikiran yang bersifat kontemplatif
dan spekulatif.
0
4
Keempat, pengetahuan agama,
yakni pengetahuan yang hanya
diperoleh dari Tuhan lewat para
utusan-Nya.
B. HAKIKAT
DAN SUMBER
PENGETAHUA
N
Pengetahuan berkembang dari rasa ingin tahu,
yang merupakan ciri khas manusia karena manusia
adalah satu-satunya makhluk yang mengembangkan
pengetahuan secara sungguhsungguh.
1. Hakikat Pengetahuan
Pengetahuan pada dasarnya adalah keadaan mental (mental state). Mengetahui
sesuatu adalah menyusun pendapat tentang suatu objek, dengan kata lain menyusun
gambaran tentang fakta yang ada di luar akal.
Ada dua teori untuk mengetahui hakikat pengetahuan itu, yaitu:
Realisme
teori ini mempunyai pandangan
realistic terhadap alam.
Idealisme
Ajaran idealisme menegaskan bahwa untuk
mendapatkan pengetahuan yang benar-benar
sesuai dengan kenyataan adalah mustahil.
2. Sumber Pengetahuan
Intuisi
intuisi adalah suatu pengetahuan
yang langsung, yang mutlak dan
bukan pengetahuan yang nisbi.
Empirisme
Kata ini berasal dari kata Yunani
empeirikos, artinya pengalaman.
Rasionalisme
Aliran ini menyatakan bahwa akal
adalah dasar kepastian
pengetahuan.
Wahyu
Wahyu adalah pengetahuan yang
disampaikan oleh Allah kepada
manusia lewat perantaraan pars
nabi.
C. DASAR DAN
JENIS ILMU
PENGETAHUAN
Dasar ilmu pengetahuan secara substansial
yaitu bertolak dari ontologi, epistemologi, dan
aksiologi.
Aksiologis
dasar ilmu
pengetahuan yang
berbicara tentang nilai
kegunaan ilmu.
Epistemologis
metode atau cara-cara
mendapatkan pengetahuan
yang benar.
Ontologis
ilmu tentang yang
ada.
03
02
01
OBJEK DAN
KONSEP ILMU
PENGETAHUAN
ILMIAH
Objek Ilmu Pengetahuan Ilmiah
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, secara filsafat pengeta-
huan ilmiah atau ilmu memiliki perbedaan dengan bentuk pengetahuan
yang umum (commom sense). Menurut Solly Lubis (2012), alasannya
yaitu suatu jenis pengetahuan umum tidak memiliki objek, bentuk
pernyataan, serta dimensi dan ciri yang khusus, sebaliknya suatu
pengetahuan ilmiah atau pengetahuan keilmuan (ilmu) selalu
mengandalkan adanya objek keilmuan, bentuk kenyataan, serta
dimensi dan ciri yang khusus.
Konsep Ilmu
Konsep sangat penting bagi pembentukan atau untuk
membangun suatu teori bagi kepentingan suatu penelitian
yang menghasilkan ilmu atau kepentingan praktis. Konsep
evolusi kemudian diterapkan pula dalam memahami per-
kembangan ilmu dengan menunjukkan bahwa cabang-cabang
ilmu khusus terlahir dalam jalinan umum dari pemikiran
reflektif filsafat, dan setelah itu berkembang mencapai suatu
taraf pematangan sehingga dipandang berbeda dan kemudian
dipisahkan dari filsafat.
Konsep Pengetahuan
Ada enam komponen proses dari pengetahuan menuju ilmu penge-
tahuan, sebagaimana dikernukakan dalam Koento Wibisiono, 2005
:
Keempat, adanya aktivitas
(activity).
Kelima, adanya kesimpulan
(conclusions
Keenam, adanya beberapa
pengaruh (effects). Keenam
hal ini menjadi kesatuan yang
tidak terpisahkan ctalam
proses lahirnya ilmu.
Pertama, adanya masalah
(problem).
Kedua, adanya sikap
(attitude).
Ketiga, adanya rnetode
(method).
Konsep Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan sebagai objek, menurut
Ali Maksum (2011) merupakan himpunan
inforrnasi yang berupa pengetahuan ilmiah
tentang gejala yang dapat dilihat, dirasakan, atau
dialami. Ilmu pengetahuan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dengan filsafat. Bagi para
filsafat ilmu pengetahuan itu, filsafat yaitu ilmu
pengetahuan.
Tujuan ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua
macam berdasarkan alirannya, sebagaimana dikemukakan oleh
Darsono Prawinegoro (2011), yakni: Pertama, berdasarkan
pengembangan ilmu pengetahuan untuk keperluan ilmu
pengetahuan itu sendiri, yaitu sebatas untuk memenuhi rasa
keingintahuan manusia. Kedua, ilrnu,pengetahuan pragmatis. Aliran
inl menyakini bahwa pengembangan ilmu pengetahuan haruslah
dapat memberikan manfaat bagi manusia dalam pemecahan
masalah kehidupan.
Tujuan Ilmu
Pengetahuan
Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan
Kedua, empiris. Bahwa ilmu mengandung pengetahuan yang diperoleh ber-
dasarkan pengamatan serta percobaan secara terstruktur di dalam bentuk
pengalaman, baik secara lansung maupun tidak lansung.
Pertama, sistematis. Para filsuf dan ilmuwan sepaham bahwa ilmu adalah
pengetahuan atau kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis. Ciri
sistematis ilmu menunjukkan bahwa ilmu merupakan berbagai keterangan dan
data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan tersebut mempunyai
hubungan saling ketergantungan yang teratur (pertalian tertib).
D. JENIS ILMU
PENGETAHUAN
Pengetahuan Manusia
Ketiga, pengetahuan filsafat, yakni
pengetahuan yang hanya diper-
oleh dari pemikiran yang bersifat
kontemplatif dan spekulatif.
Pertama, pengetahuan biasa,
yaitu pengetahuan yang dalam
filsafat dikatakan dengan istilah
common sense.
Kedua, pengetahuan ilmu, yaitu ilmu
sebagai terjemahan dari science. Dalam
pengertian yang sempit science diartikan
untuk menunjukkan ilmu pengetahuan
alam, yang sifatnya kuantitatif dan
objektif.
Keempat, pengetahuan agama,
yakni pengetahuan yang hanya di-
peroleh dari Tuhan lewat Para
utusannya.
Jenis Ilmu Pengetahuan
Ketiga, Kebenaran
tersebut tidak akan
dapat diuji dengan
observasi,
perhitungan, atau
eksperimen, karena
intuitif tidak hipotesis.
Kedua, pengetahuan
intuitif (intuitive
knowledge).
Pertama,
pengetahuan wahyu
(revaled knowledge).
Keempat,
pengetahuan rasional
(rational knowledge).
Kritik Paham Rasionalisme Terhadap
Empirisme
Pertama, metode empiris,
dalam sains maupun dalam
kehidupan sehari-hari,
biasanya bersifat sepotong-
sepotong (piece meal).
Menurut pengakuan kaum
rasionalis, mereka mencari
kepastian dan
kesempurnaan yang
sisitematis.
Kedua, pengetahuan
empiris (empirical
knowledge). Pengetahuan
empiris diperoleh atas
bukti pengindraan dengan
penglihatan, pendengaran,
dan sentuhan indra
lainnya, sehingga kita
memiliki konsep dunia di
sekitar kita.
Ketiga, pengetahuan
otoritas (authoritative
knowledge). Kita menerima
suatu pengetahuan itu
benar bukan karena telah
mengeceknya di luar dari
diri kita, melainkan telah
dijamin oleh otoritas (suatu
sumber yang berwibawa,
memiliki hak) di lapangan.
E. PENJELASAN ILMU
Batas penjelasan ilmu yaitu ketika manusia berhenti berpikir untuk
mencari pengetahuan, ilmu didapatkan dari penjelasan pengalaman
manusia, sehingga jika manusia memulai penjelasannya pada pengalaman
manusia dan berhenti di batas pengalaman manusia. Ilmu membatasi
lingkup penjelasannya pada batas pengalaman manusia juga disebabkan
metode yang digunakan dalam menyusun yang telah teruji secara empiris.
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,
including icons by Flaticon and infographics & images by Freepik
Thanks
!
Do you have any
questions?
1. Yanuanda Millenia (1211900006)
2. Alfinatur rosyida (1212100151)
3. Desy Putri ameliasari (1212100157)
Kelompok 1
Zaman Modern (1500 - 1800)
Para filsuf zaman modern menegaskan bahwa pengetahuan
tidak berasal dari kitab suci atau ajaran agama, tidak juga dari
para penguasa, tetapi dari diri manusia sendiri. Namun tentang
aspek mana yang berperan ada beda pendapat. Aliran
rasionalisme beranggapan bahwa sumber pengetahuan adalah
rasio: kebenaran pasti berasal dari rasio (akal). Aliran empirisme,
sebaliknya, meyakini pengalamanlah sumber pengetahuan itu,
baik yang batin, maupun yang inderawi. Lalu muncul aliran
kritisisme, yang mencoba memadukan kedua pendapat berbeda
itu.
dipelopori oleh Rene Descartes (1596-1650 M).
Dalam buku Discourse de la Methode tahun 1637
ia menegaskan perlunya ada metode yang jitu
sebagai dasar kokoh bagi semua pengetahuan,
yaitu dengan menyangsikan segalanya, secara
metodis.
Descartes
Adalah pelopor kaum
rasionalis, yaitu mereka yang
percaya bahwa dasar semua
pengetahuan ada dalam
pikiran.
Descartes menerima 3 realitas
atau substansi bawaan, yang
sudah ada sejak kita lahir, yaitu (1)
realitas pikiran (res cogitan), (2)
realitas perluasan (res extensa,
"extention") atau materi, dan (3)
Tuhan (sebagai Wujud yang
seluruhnya sempurna, penyebab
sempurna dari kedua realitas itu).
Aliran
empririsme
nyata dalam pemikiran David
Hume (1711-1776), yang
memilih pengalaman sebagai
sumber utama pengetahuan.
Dengan kritisisme
Imanuel Kant (1724-1804) mencoba
mengembangkan suatu sintesis atas
dua pendekatan yang bertentangan
ini. Kant berpendapat bahwa masing-
masing pendekatan benar separuh,
dan salah separuh.
Catatan
1. Positivisme menyatakan bahwa pemikiran
tiap manusia, tiap ilmu dan suku bangsa
melalui 3 tahap, yaitu teologis, metafisis dan
positif ilmiah.
2. Marxisme (diberi nama mengikuti tokoh
utama Karl Marx, 1818-1883) mengajarkan
bahwa kenyataan hanya terdiri atas materi
belaka, yang berkembang dalam proses
dialektis (dalam ritme tesis-antitesis-sintesis).
3. Eksistensialime merupakan himpunan
aneka pemikiran yang memiliki inti sama, yaitu
keyakinan, bahwa filsafat harus berpangkal
pada adanya (eksistensi) manusia konkrit, dan
bukan pada hakekat (esensi) manusia-pada-
umumnya.
4. Pragmatisme tidak menanyakan "apakah
itu?", melainkan "apakah gunanya itu?" atau
"untuk apakah itu?". Yang dipersoalkan bukan
"benar atau salah", karena ide menjadi benar
oleh tindakan tertentu. Tokoh aliran ini: John
Dewey (1859-1914).
TOKOH-TOKOH FILSAFAT
Filasafat dan agama merupakan dua kekuatan yang
mewarnai dunia. Filsafat pada hakiketnya adalah akal
dan agama pada hakekatnya adalam hati atau iman.
Dengan demikian perkembangan peradaban manusia
selalu dilatarbelakangi oleh pertarungan antara akal
dengan hati, antara filsafat dengan agama. Kita awali
penjelajahan sejarah peradaban pemikiran sebagai
berikut:
THALES (624-546 sm)
Filsafat dimulai oleh Thales, sebagai seorang filsafat
jagat raya. Ia diberi gelar Bapak Filsafat. Ia mengajukan
pertanyaan aneh, yaitu: Apakah sebenarnya bahan alam
semesta itu ? (What is the nature of the world stuff ?),
kemudian ia menjawab: Air . Jawaban sederhana ini
sebenarnya belum tuntas, karena masih ada pertanyaan
lanjutan, yaitu: dari apa air itu ? . Perhatikan, ia menjadi
filsuf karena ia bertanya.
ANAXIMANDER (610-546 sm)
Ia menjelaskan bahwa substansi pertama itu
bersifat kekal dan ada dengan sendirinya. Substansi itu
adalah: Udara. Argumentasinya, yaitu: Udara merupakan
sumber segala kehidupan .
PYTHAGORAS (572-497 sm)
Ia seorang ahli matematika dan ia mengajarkan
bahwa bilangan merupakan substansi dari semua benda.
Ia orang pertama yang menggunakan istilah philosophia.
HERACLITUS (544-484 sm)
Ia mengatakan bahwa alam semesta itu selalu
dalam keadaan berubah. Ia menyatakan: Engkau tidak
dapat terjun ke sungai yang sama dua kali karena air
sungai itu selalu mengalir (You can not step twice into
the same river, for the fresh waters are ever flowing
upon you).
PARMANIDES (450 sm)
Ia tokoh relativisme (suatu pandangan bahwa
pengetahuan itu dibatasi, baik oleh akal budi yang
serba terbatas maupun oleh cara mengetahui yang
serba terbatas) dan sebagai logikawan pertama.
ZENO (490 sm)
Ia merupakan tokoh yang merelatifkan kebenaran.
Baginya tidak ada kebenaran mutlak dan tidak ada
generalisasi. Dengan kata lain menurutnya ialah tidak ada
kebenaran umum, semua kebenaran relatif. Ia telah
mendorong lahirnya konsep-konsep matematika.
PROTAGORAS (480-411 sm)
Ia menyatakan bahwa manusia adalah ukuran
kebenaran. Pernyataan itu merupakan tulang punggung
humanisme. Ia menyatakan pula bahwa kebenaran itu
bersifat pribadi. Akibatnya tidak akan ada ukuran yang absulut
dalam etika, metafisika maupun agama.
SOCRATES (470-399 sm)
Ia tidak meninggalkan tulisan. Doktrin bahwa semua
kebenaran itu relatif telah mengguncangkan sains telah
mapan, mengguncangkan keyakinan agama.
PLATO (427-347 sm)
Ia murid dan sahabat Socrates. Sebagai muridnya,
Plato menjelaskan bahwa kebenaran umum itu memang ada,
bukan dibuat, melainkan sudah ada di alam idea.
ARISTOTELES (384-322 sm)
Ia dikenal sebagai Bapak Logika. Logikanya disebut
logika tradisional (dalam perkembangannya ada logika
modern). Logika Aristoteles disebut juga logika formal. Ia
percaya adanya Tuhan. Bukti adanya Tuhan menurutnya
ialah Tuhan sebagai penyebab gerak atau a first cause of
motion.
Fiisafat Sebagai Dialog Rasional
Garis pembagi tebal dalam filsafat Yunani kuno--garis
yang menempatkan para filsuf yang memiliki
pandangan yang terlihat jauh dan asing di satu sisi dan
para filsuf an mempunyai pandangan yang dengan
jelas tampak lebih relevan dengan permasalahan
filosofis kontemporer di sisi lain—terdapat dalam
bentuk secrang filsuf saja yang, sepengetahuan kita,
tidak pernah menulis buku. Filsuf tersebut, Sokrates
(470-399 S.M.), Plato (427-347 S.M.), Aristoteles (384-
322 S.M.)
Sokrates menyimpulkan (PA 23a-b) bahwa peramal itu
memang mengetengahkan suatu teka-teki, tetapi
solusinya merupakan sebutir pil pahit bagi orang-orang
yang perlu membela kemuliaan-kemuliaan kealiman
manusia demi peran mereka di masyarakat:
Plato menggunakan metode dialog, berlandaskan
pemahamannya atas ide-ide Sokrates (walaupun dalam
hal-hal tertentu tak pelak lagi melampaui gagasan-
gagasan tersebut), dalam membangun sistem metafisika
pertama yang lengkap dengan nada modern.
Filsafat Sebagal iImu Teleologis
Aristoteles mendasarkan sistemnya pada suatu
metafisika yang sedikit-banyak menempatkan
idealisme Plato di benaknya dengan berpendapat
bahwa yang pada hakikatnya nyata itu partikula,
bukan universa. Ia menyangkutpautkan partikula
dengan suatu istilah khusus, "ousia", yang
bermakna "realitas", walau biasanya istilah ini
diterjemahkan menjadi "substansi".
Dalam menerapkan realismenya pada hal-hal partikula,
Aristoteles menggunakan metode teleologis. Artinya, ia
berpendapat bahwa forma benda sebaiknya terketahui
melalui penyelidikan tentang maksud forma tersebut.
Kata Yunani telos ("maksud") juga mengacu pada akhir
atau tujuan benda atau peristiwa.
____________________________
____________________________
____________________________
____________________________
Pandangan mereka bisa diringkas secara
cukup sederhana sebagai berikut:
Idealisme plato Realisme Aristoteles
- forma = realitas - forma + bahan
- bahan = ilusi -substansi (realitas)
Thanks!
Filsafat
kebenaran
- 1211900006 YANUANDA MILLENIA
- 1212100151 ALFINATUR ROSYIDA
- 1212100157 DESY PUTRI
AMELIASARI
Kelompok 1
FILSAFAT
KEBENARAN
Pluto pernah mempertanyakan apakah kebenaran itu
sebenarnya? Dalam waktu belakangan yang cukup
lama Bradley seakan menjawab bahwa Kebenaran
itu adalah kenyataan. Jadi untuk membuktikan
bahwa hari benar-benar hujan, kita harus
membedakan dengan melihat kenyataan terjadi di
luar rumah. Tetapi kenyataan yang terjadi sekarang
tidak seluruhnya berupa kebenaran, bahkan yang
tidak seharusnya terjadi akhirnya terjadi juga karena
das solen tidak sama dengan das sein. Di muka
bumi ini berapa banyak kita melihat ketidakbenaran,
seperti berbagai penindasan, penjajahan dan
Seorang murid Plato bemama Aristoteles, menjawab
pertanyaan hanya ini dengan pendapat bahwa
kebenaran itu subjektif sifatnya, Minya kebenaran bagi
seseorang adalah tidak benar bagi yang lain, sehingga
kemudian lahirlah kebenaran relatif dan kebenaran
mutlak. Sekarang agar penelitian cenderung lebih
objektif, maka seorang :seneliti yang bertanya kepada
seorang responden yang berpendapat subjektif, perlu
ditanyakan kepada beberapa
responden lain yang memenuhi syarat agar valid
(dalam Islam disebut dengan shahih) itupun. Harus
diuji kebenarannya, bahkan terkadang dalam kurun
waktu tertentu kebenaran itu berubah
sesuai corak berpikir manusia (paradigma).
Banyak pakar ilmu filsafat yang
menganggap benar bahwa
pengetahuan itu terdiri atas sebagai
berikut:
1. Pengetahuan Akal.
2. Pengetahuan Budi.
3. Pengetahuan Indrawi.
4. Pengetahuan Kepercayaan
(otoritatif).
5. Pengetahuan Intuitif
Menurut penulis, yang benar adalah pengetahuan akal itu disebut ilmu yang kemudian
untuk membahasnya disebut logika, pengetahuan budi itu disebut moral yang
kemudian untuk membahasnya disebut etika, pengetahuan indrawi itu disebut seni
yang untuk membahasnya disebut estetika. Sedangkan pengetahuan kepercayaan itu
disebut agama, tetapi dalam hal in tidak boleh otoritatif karena agama tidak memaksa,
agama harus diterima secara logika, etika dan estetika dan agama itu hanyalah Islam
yang terbukti kebenarannya, keindahannya dan kebaikannya.Jadi titik temu antara
logika, etika dan estetika adalah Islam, oleh karena itu pengetahuan intuitif kepada
seseorang yang kemudian disebut nabi harus diuji lebih dahulu seperti halnya
keberadaan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana penulis lakukan bertahun-tahun
dalam keadaan atheis dan kemudian baru menerimanya.
1. Teori Kebenaran Korespondensi.
2. Teori Kebenaran Koherensi.
3. Teori Kebenaran Pragmatis.
4. Teori Kebenaran Sintaksis.
5. Teori Kebenaran Semantis.
6. Teori Kebenaran Non Deskripsi.
7. Teori Kebenaran Logika yang
Berlebihan.
SELANJUTNYA UNTUK MELIHAT SESUATU ITU BENAR ATAU TIDAK BENAR,
MAKA BEBERAPA KRITERIA YANG SUDAH DILEMBAGAKAN AKAN PENULIS
SAMPAIKAN BEBERAPA KRITIK ANTARA LAIN SEBAGAI BERIKUT:
8. Teori Kebenaran Performatif.
9. Teori Kebenaran Paradigmatik.
10. Teori Kebenaran Proposisi.
Kebenaran korespondensi adalah kebenaran yang sesuai
antara pernyataan dengan fakta di lapangan. Misalnya
bila dinyatakan Sengkon dan Karta bersalah, lalu dihukum
lima tahun maka Sengkon dan Karta harus benar-benar
melakukan kejahatan itu, bukan sekedar membuktikan
dengan berbagai berita acara. Apabila Sengkon dan Karta
tidak melakukan maka secara secara kebenaran
korespondensi itu tidak benar. Kebenaran koherensi
adalah kebenaran atas hubungan antara dua pernyataan.
Misalnya ketika dinyatakan bahwa monyet mempunyai
hidung pada pemyataan pertama, dan pada pemyataan
kedua dinyatakan manusia juga mempunyai hidung.
Kebenaran pragmatis adalah kebenaran hanya dalam
salah satu :-konsekuensi saja. Kelemahan kebenaran
ini adalah apabila kemungkinluas, oleh karena itu harus
dipilih kemungkinannya hanya dua an sating bertolak
belakang. Misalnya, semua yang teratur ada yang
dalam hal ini kita tidak membicarakan yang tidak
teratur. Jengan adanya yang mengatur peredaran
darah dalam tubuh maka buh manusia terjadi sendiri
tanpa ada yang mengatur hal itu adalah salah, tetapi
seharusnya ada yang mengatur yaitu Tuhan, karena
hanya ada dua kemungkinan yaitu ada yang mengatur
dan tidak ada yang mengatur, apabila diterima salah
satu maka yang lain dicoret karena bertolak belakang.
Kebenaran sintaksis adalah kebanaran yang berangkat dari
tata bahasa yang melekat. Karena teori ini dipengaruhi pula
oleh kejiwaan dan ekspresi, maka ada kemungkinan merek
yang menerimanya yang juga mempunyai keterkaitan jiwa
akan terpengaruh, apalagi susunan bahasa yang bernuansa
rasa. Misalnya pernyataan "Saya makan nasi" akan berbeda
bila ditulis dan ditekankan bacaannya (intonasi) ketika "Saya,
makan nasi" atau "Saya makan, nasi" atau "Saya makan nasi!"
atau "Saya makan nasi?" yaitu pada subjek, predikat dan
objek. Kebenaran seperti ini juga mirip dengan kebenaran
semantis yang berbicara tentang makna bahasa.
Kebenaran logika yang berlebihan adalah kebenaran yang sebenamya telah
merupakan fakta. Jadi akan menjadi pemborosan dalam pembuktiannya, misalnya
sebuah lingkaran harus berbentuk bulat. Para ahli agama menganggapnya dengan
dalil aksioma yang tidak perlu dibuktikan, tetapi sebenamya pembuktian yang
berangkat dari keraguan untuk menjadi keyakinan itu perlu dalam mencari titik temu
agama dan ilmu. Misalnya apakah Allah itu Tuhan? Apakah Muhammad itu Nabi?
Apakah Yesus itu Juru Selamat? Apakah Kresna itu Awatara? Apakah Sidharta
Gautama itu Budha? dan lain sebagainya.
Kebenaran paradigmatik adalah kebenaran yang
berubah pada berbagai ruang dan waktu,
jadi setelah kurun waktu tertentu berubah (untuk
kategori waktu) dan pada tempat tertentu
berubah (untuk kategori ruang). Thomas Kuhn
adalah orang yang mempercayai kebenaran
seperti ini. Contohnya dapat dilihat ketika
pendapat yang mengatakan bumi mengelilingi
matahari, merubah pendapat dahulu yang
mengatakan matahari mengelilingi bumi. Dalam
dunia ilmu-ilmu sosial perubahan ini sangat
menyolok sehingga keberadaan suatu disiplin
ilmu, memerlukan berbagai paradigma untuk
melacaknya.
Jadi pada kajian logika kebenaran ilmu pengetahuan ini, kita
akan bergelut dengan kegiatan berpikir yang mengasah
kemampuan intelektual mulai dari kegiatan yang sederhana,
seperti mengingat sampai pada pemecahan masalah (problem
solving). Menurut Benjamin S. Bloom hal tersebut disebut juga
dengan pembelajaran kognitif yang diurut sebagai berikut:
1. Pengetahuan atau pengenalan seperti mengingat informasi,
fakta terminologi, rumus (sehingga dengan demikian kita akan
mengidentifikasi, memilih, menyebut nama, dan membuat daftar,
sebagai tingkat yang paling rendah).
2. Pemahaman seperti menjelaskan pengetahuan/informasi yang diketahui
dengan kata-kata sendiri (sehingga dengan demikian kita akan
membedakan, menjelaskan, menyimpulkan, merangkumkan dan
memperkirakan sebagai tingkat selanjutnya).
3. Penerapan seperti penggunaan dan penerapan informasi ke dalam
situasi konteks yang bare (sehingga kita dengan demikian akan
menghitung, mengembangkan, menggunakan,
memodifikasi dan mentransfer sebagai tingkat berikutnya).
4. Analisis seperti memisahkan membedakan komponen-komponen atau
elemen-elemen, suatu
fakta, konsep, pendapat, asumsi dan kesimpulan (sehingga dengan
demikian kita akan membuat diagram, membedakan, menghubungkan,
menjabarkan ke dalam bagian-bagian
pada tingkat seterusnya).
5. Sintesis seperti mengkombinasikan bagian atau elemen ke dalam
suatu kesatuan atau struktur yang lebih besar (sehingga kita dengan
demikian akan membentuk, mendesain,
memformulasikan dan membuat prediksi sebagai tingkat yang lebih
tinggi.
6. Evaluasi seperti membuat penilaian dan keputusan tentang suatu ide,
gagasan penemuan
dalil, metode, produk atau benda dengan menggunakan kriteria tertentu
(sehingga dengan
demikian kita akan membuat kritik, penilaian, perbandingan dan evaluasi
sebagai tingkat
terakhir)
YANG MAHA RENAR
Puncak kebenaran itu sendiri sebenamya adalah Allah Yang Maha enar (Al
Haq), itulah sebabnya para pedzikir senantiasa mengucapkan Alhamdulillah"
(Segala Puji Bagi Allah) pada setiap penyelesaian :-.enemuan ilmiahnya,
ataupun ketika selesai melaksanakan Shalat Fardhu ,, - ebanyak tiga puluh
tiga kali.
Sebagaimana telah penulis sampaikan di muka bahwa ilmu tidaklah bebas
nilai, karena antara logika dan etika harus berdialektika, di bukan hanya
karena penggabungan ilmu dan agama yang dalam -embicaraan kita sehari-
hari biasanya disebut dengan Imtaq iman dan Taqwa).
Seorang ilmuwan sekular dapat saja berkata bahwa agar tidak terkena
penyakit kelamin maka hendaklah memakai kondom bila -ersetubuh dengan
pelacur. Pada kesempatan lain keberadaan pejabat r.,emerintah juga dapat
dinilai tidak balk tetapi benar secara logika bila menjatuhkan hukuman mati
kepada pelaku kejahatan.
Thanks!
DILIHAT DARI SISI
FILSAFAT
Kelompok 1:
1211900006_Yanuanda Milennia
1212100151_Alfinatur Rosyida
1212100157_Desy Putri Ameliasari
Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mampu
bertanya. Ia mempertanyakan dirinya,
keberadaannya, dan dunianya. Kendati masih
bersifat sederhana, kegiatan ini sudah diperlihatkan
sejak dini. Lihatlah anak kecil. Ketika ia melihat
sesuatu yang baru, secara spontan dia bertanya.
Melalui pertanyaan yang diajukan ia ingin mengetahui
sesuatu. Kegiatan seperti ini berlangsung terus
sepanjang hayat sang anak.
"Siapakah manusia itu?" merupakan pertanyaan yang paling mendasar dan
paling utama dalam sejarah manusia. Segala pertanyaan yang menyangkut hal-
hal lain, seperti tentang bumf, bulan, langit, udara, air dan atom, sel serta tentang
Tuhan hanya relevan jika dikaitkan dengan manusia.
Selain paling mendasar, pertanyaan "Siapakah manusia itu?" juga
merupakan pertanyaan yang paling klasik. Sebelum Sokrates (469-399 sM)
muncul di Yunani pertanyaan itu sudah ada. Pada zaman itu sudah banyak
pemikir berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Filsuf-filsuf modern menegaskan bahwa manusia adalah makhluk yang
tertinggi. Ia menjadi ukuran bagi dirinya sendiri serta ukuran dari segala hal,
karena itu tidak ada hal yang lebih tinggi dan lebih luas dari manusia itu sendiri.
menyebut beberapa nama filsuf dalam aliran ini antara lain Gabriel Marcel
(1889-1973)8 dan Martin Buber (1878-1965). Keduanya sama-sama mengakui
bahwa manusia adalah sebuah persoalan yang tidak akan pernah berujung.
Manusia sebagai Sebuah Persoalan
Kata "filsafat" berasal dari
bahasa Yunani, yakni philein,
artinya mencintai dan sophia,
artinya kebijaksanaan. Dari dua kata
ini secara harafiah filsafat diartikan
dengan cinta akan kebijaksanaan.
Apa Itu Filsafat?
Filsafat Manusia dan
Metodenya
Filsafat Manusia
dan Ilmu-Ilmu Lain
Filsafat manusia adalah bagian integral dari
sistem filsafat, yang secara spesifik menyoroti
hakikat atau esensi manusia. Karena itu cara
kerja filsafat manusia tidak terlepas dari cara
kerja filsafat pada umumnya.
Filsafat Manusia
dan Ilmu-Ilmu Lain
Filsafat manusia adalah bagian integral dari
sistem filsafat, yang secara spesifik menyoroti
hakikat atau esensi manusia. Karena itu cara
kerja filsafat manusia tidak terlepas dari cara
kerja filsafat pada umumnya.
Relevansi Filsafat Manusia
Ada tiga alasan untuk menunjukkan relevansi itu.
Pertama, dengan bertanya kita mewujudkan hakikat
kemanusiaan. Aristoteles (384-322 sM) telah mendefinisikan
manusia dengan ungkapan homo est animal rationale, artinya
manusia adalah binatang berpikir.
Kedua, dengan mendalami manusia, kita mengenal manusia
dengan lebih baik.
Ketiga, sebagai konsekuensi lebih lanjut dari butir kedua, filsafat
manusia mengantar kita untuk semakin mampu
bertanggungjawab terhadap diri kita dan sesama.
MANUSIA SEBAGAI
PERSONA
Persona atau pribadi merupakan salah satu dimensi
mendasar manusia. Sebagai pribadi manusia
mempunyai kemampuan untuk menentukan dirinya
sendiri. Ia juga memiliki cara berada yang khas
dibandingkan dengan makhluk yang lain.
Setiap makhluk di dunia ini merupakan individualitas tersendiri. Syarat
sebagai individu ialah bahwa ia mempunyai identitas diri yang tidak terbagi
sehingga ia bisa dibedakan dari yang lain. Bagi makhluk infrahuman pengertian
"individu" dikaitkan dengan jenis.
Makhluk Infrahuman
Bagi manusia pengertian "individu" tidak sekedar "jenis" atau "spesies",
tidak pula bersifat seragam, apalagi bersifat numerik. Individu manusia terkait
dengan keunikan. Keunikan itu berakar pada dimensi kerohanian. Sebagai
individu manusia memang merupakan jenis yang sama. Namun nilainya tidak
pada kesamaan jenis yang dimilikinya. Individualitas manusia terkait dengan
kualitas. Manusia bukan suatu ulangan numerik dari jenis yang sama. Dia
dikehendaki demi dirinya sendiri. la menentukan diri dan khan bagi dirinya sendiri.
Manusia
Persona
Selain kata "individu", kata "persona" juga dikenakan
pada manusia. Di zaman sekarang kata ini bahkan lebih banyak
digunakan daripada kata "individu". Secara etimologis, kata
"persona" berasal dari bahasa Yunani, yang artinya adalah
topeng. Dalam perkembangan selanjutnya, "persona" tidak lagi
dimengerti sebagai sebuah topeng, melainkan kualitaskualitas
pribadi yang ada dalam diri seseorang. Dengan demikian, arti
"persona" tidak lagi menunjuk pada topeng, melainkan pada
makna yang ada di baliknya, yakni jati diri.Dalam filsafat
manusia pribadi dihubungkan dengan keunikan seseorang.
• Pertama adalah karakter. Setiap pribadi memiliki karakter yang unik. Kata "karakter"
berasal dari bahasa Yunani, yakni "character", artinya "alat untuk memberi tanda atau
cap" atau "tanda atau capnya sendiri".
• Kedua, akal budi. Akal budi merupakan elemen persona yang paling hakiki. Dibandingkan
dengan makhluk lainnya, akal budi merupakan keistimewaan manusia. manusia adalah
binatang yang berakal budi.
• Ketiga, kebebasan. Wacana mengenai kebebasan juga bersifat personal. Dalam proses
pengambilan keputusan, seseorang harus menentukan pilihannya menurut suara hatinya.
• Keempat, nama. Kendati ada ungkapan yang mengatakan "apalah artinya sebuah nama",
namun nama mempunyai makna bagi setiap pribadi. Setiap orang memiliki nama. Nama
merupakan perwujudan dan pengejawantahan sekaligus menjadi identitas pribadi
seseorang.
• Kelima, suara hati. Suara hati merupakan bagian hakiki dari kepribadian seseorang.
Suara hati ada dalam diri setiap orang. Karena itu suara hati tidak bersifat massal. Hati
nurani selalu bersifat personal, karena itu melekat dengan pribadi seseorang.
• Keenam, perasaan. Perasaan merupakan ungkapan lubuk hati yang mendalam dari
setiap pribadi.
Elemen Persona
Thanks!
PENGETAHUAN ILMU
FILSAFAT
Kelompok 1:
1211900006_Yanuanda Milennia
1212100151_Alfinatur Rosyida
1212100157_Desy Putri Ameliasari
Pengetahuan
Bahwa manusia itu tahu sesuatu, tidak ada yang menyangkal. Manusia tahu
akan dunia sekitarnya, akan dirinya sendiri, akan orang-orang lain. Manusia tahu
yang baik dan yang buruk, yang indah dan tidak indah. Terdapat 4 (empat) gejala
tahu yaitu, (1) manusia ingin tahu, (2) manusia ingin tahu yang benar, (3) objek
tahu ialah yang ada dan yang mungkin ada, dan (4) manusia tahu bahwa ia tahu.
Orang yang tahu disebut mempunyai pengetahuan. Jadi pengetahuan adalah hasil
dari tahu. Berdasarkan 2 (dua) macam putusan, maka pengetahuan pun ada dua
macam; pengetahuan khusus yang mengenai sesuatu yang satu atau tertentu saja
dan pengetahuan umum yang berlaku bagi seluruhnya. Baik pengetahuan khusus
maupun pengetahuan umum, keduanya milik manusia berlandaskan pengalaman,
entah itu pengalaman manusia itu sendiri ataupun pengalaman orang lain. Yang
harus dicatat, pengetahuan umum ini memang agak aneh. Karena yang
bersentuhan dengan manusia adalah yang khusus, tidaklah manusia yang berindra
itu bertemu dengan yang umum.
Ilmu
Pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang bertujuan
mencapai kebenaran ilmiah tentang objek tertentu, yang
diperoleh melalui pendekatan atau cara pandang (approach),
metode (method), dan sistem tertentu. Jadi pengetahuan yang
benar tentang objek itu tidak bisa dicapai secara langsung dan
sifat daripadanya adalah khusus. Ilmu pengetahuan diciptakan
manusia karena didorong oleh rasa ingin tahu manusia yang
tidak berkesudahan terhadap objek, pikiran, atau akal budi yang
menyangsikan kesaksian indra, karena indra dianggap sering
menipu.
6 sistem yang lazim dikenal dalam ilmu
pengetahuan yaitu:
sistem ini memang sudah
sejak awal merupakan suatu
kesatuan yang utuh dalam
rangka mencapai tujuan yang
juga telah ditentukan sejak
awal. Misal, susunan alam
semesta ini, baik secara
keseluruhan maupun secara
bagian-bagian. Secara
keseluruhan unsur-unsur yang
jumlah jenisnya tetap dan tidak
mengalami perubahan sejak
memulai sampai masa
berakhirnya.
Sistem
tertutup
sistem ini tidak memungkinkan
masuknya unsur unsur baru ke
dalamnya, misal, susunan alam
semesta yang merupakan satu
kesatuan. Ini terdiri dari unsur-
unsur yang jumlah jenisnya tetap
dan tidak mengalami perubahan
sejak dari mulai sampai masa
berakhirnya.
Sistem
terbuka
sistem ini memang dimaksudkan
untuk memberikan peluang bagi
masuknya unsur-unsur baru agar
keberadaan sesuatu hal
kemungkinan bisa tetap
berlangsung. Lebih dari itu agar
perkembangan sesuatu itu juga
dimungkinkan. Misalnya, kehidupan
masyarakat manusia yang memiliki
kodrat sebagai makhluk sosial di
mana orang yang satu cenderung
secara alami bergantung kepada
orang lain secara timbal balik.
Sistem
alami
Sistem
buatan
sistem ini jelas merupakan
hasil karya manusia. Hal ini
tercipta atau diciptakan
secara sengaja untuk
memenuhi segala macam
kebutuhan hidup sehari-hari
yang semakin kompleks
yang disebabkan oleh
perkembangan kualitas
manusia itu sendiri. Ini
terjadi mungkin karena ia
memililki potensi cipta, rasa
dan karsa.
Sistem yang
berbentuk
lingkaran
Sistem yang
berbentuk
garis lurus
sistem ini merupakan perkembangan dari
sistem buatan, yang dibuat agar lebih
memudahkan tercapainya salah satu
tujuan hidup. Dalam sistem ini masalah
sentralnya diletakkan pada sentral dari satu
lingkaran. Dari sini orang mulai
menjelaskan sejauh mana masalah itu
dapat memengaruhi bidang-bidang lainnya.
Semakin jauh suatu titik dari titik sentral itu
maka titik itu akan mendapatkan pengaruh
yang semakin lemah. Sistem ini dapat
diasosiasikan dengan berkas sinar yang
semakin jauh jaraknya maka pancaran
Jaya sinarnya akan semakin berkurang.
sistem ini juga merupakan
perkembangan dari sistem buatan.
Agar dapat mencapai tujuan yang
lebih mudah, sistem ini disusun
menurut jenjang-jenjang atau
tingkat-tingkat mulai dari yang
paling tinggi ke jenjang yang paling
rendah. Susunan ini
memperlihatkan suatu tatanan
bahwa jenjang yang lebih rendah
mendasarkan diri kepada jenjang
yang lebih tinggi.
3 teori pokok tentang kebenaran keilmuan
Teori Saling Hubungan
(Coherence Theory) Teori Persesuaian
(Correspondence
Theory)
Teori Kegunaan
(Pragmatic Theory).
FILSAFAT ILMU
DAN
PENELITIAN
FILSAFAT ILMU SEBAGAI DASAR MELAKUKAN
PENELITIAN
Ilmu Sebagai
Pengetahuan
Ilmu adalah pengetahuan, tetapi tidak semua
pengetahuan adalah ilmu. Pengetahuan adalah
pembentukan pemikiran asosiatif yang menghubungkan
atau menjalin sebuah pikiran dengan kenyataan atau
dengan pikiran lain berdasarkan pengalaman yang
berulang-ulang tanpa pemahaman mengenai kausalitas
(sebab-akibat) yang hakiki dan universal. Ilmu adalah
akumulasi pengetahuan yang menjelaskan kausalitas
(hubungan sebab-akibat) dari suatu objek menurut
metodemdetode tertentu yang merupakan suatu
kesatuan yanag sistematis.
Tingkat Kemantapan
Teori
Teori akan menjelaskan (meramalkan) fenomena. Dengan
penjelasan itu orang menjadi mengerti. Penjelasan ini berkisar
pada hubungan-hubungan (relationship). apabila prang dapat
menjadikan relationship itu, dikatakan bahwa prang tersebut
adalah prang yang mengerti. Sebelum mengerti prang harus
tahu. Orang dapat tahu tentang fenomena melalui deskripsi.
Deskripsi memberikan pengetahuan tentang apa, sedangkan
teori memberikan penjelasan atau pengertian tentang
mengapa (why). Bagaimana (how) mengaplikasikan
pengetahuan dengan pengertiannya merupakan suatu
keterampilan. Pada dasarnya terdapat tiga tingkat pemikiran
ke arah memperoleh teori itu, yaitu tingkat klasikal, tingkat
taksonomikal, dan tingkat teoretikal (teori eksak).
Berpikir Induktif
dan Deduktif
Ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang tersusun
secara sistematis. Pengetahuan yang dimaksud
adalah suatu fenomena yang ditangkap oleh indra
manusia. Menangkap berarti mengamati atau
mengobservasi, sedangkan yang diamati dan
fenomena itu tidak lain adalah fakta.
Pekerjaan Induktif ini dimulai dari hal-hal yang khusus
(particular) yang terpikirkan sebagai kelas dari suatu
fenomena, menuju generalisasi. Sedangkan Pekerjaan
Deduktif ini berangkat dari hal yang umum (dari
induksi/teori/dalil/hukum) kepada hal-hal yang khusus
(particular).
Metode Ilmiah
Kedudukan metode penelitian dalam metode ilmiah
dapat dikatakan hanya sebagian dari langkah-
langkah sistematis dalam memperoleh ilmu, sebab
metode penelitian baru merupakan prosedur
sistematis dari bekerjanya pikiran aiau logic yang
hanya menghasilkan kesimpulan atau ketetapan
rasional saja. Untuk menelusuri langkah-langkah
sistematika keilmuan (metode ilmiah) secara
tuntas, masih harus dilanjutkan dengan langkah--
langkah sistematis pelaksanaan penelitian yang
disebut teknik penelitian.
Terima Kasih
Filsafat
pancasila
Kelompok 1
1211900006 YANUANDA MILLENIA
1212100151 ALFINATUR ROSYIDA
1212100157 DESY PUTRI AMELIASARI
filsafat Pancasila adalah pembahasan
Pancasila secara filsafati, yaitu pembahasan
Pancasila sampai hakikatnya yang terdalam
(sampai intinya yang terdalam). Juga
merupakan suatu pengetahuan yang
terdalam yang merupakan hakikat Pancasila
yang bersifat essensial, abstrak umum
universal, tetap dan tidak berubah.
Tingkat-tingkat
Pengetahuan
Pancasila
SECARA KESELURUHAN
DALAM MEMPELAJARI
PANCASILA DIPEROLEH
SUATU PENGETAHUAN
ILMIAH YANG TERDIRI
ATAS EMPAT TINGKAT,
YAITU :
a) Dengan menjawab suatu pertanyaan
ilmiah "Bagaimana" maka akan diperoleh
suatu pengetahuan ilmiah yang bersifat
deskreptif. Pengetahuan jenis ini adalah
jenis pengetahuan yang memberikan
penjelasan serta keterangan tanpa
disertai adanya pemboncengan
kepentingan pribadi. sehingga bersifat
objektif.
Tingkat-tingkat
Pengetahuan
Pancasila
b) Dengan menjawab suatu pertanyaan ilmiah "Bagaimana" maka akan diperoleh
suatu pengetahuan ilmiah yang bersifat deskreb) Dengan mencari suatu
pertanyaan ilmiah "Mengapa", maka pengetahuan yang didapatkan adalah
pengetahuan bersifat kausal, yaitu pengetahuan yang memberikan jawaban
tentang sebab-akibat atau sebab-sebab dan asal-muasal terjadinya sesuatu
pengetahuan tentang Pancasila yang bersifat kausal ptif. Pengetahuan jenis ini
adalah jenis pengetahuan yang memberikan penjelasan serta keterangan tanpa
disertai adanya pemboncengan kepentingan pribadi. sehingga bersifat objektif.
Tingkat-tingkat
Pengetahuan
Pancasila
c) Dengan menjawab suatu pertanyaan ilmiah "Bagaimana" maka akan
diperoleh suatu pengetahuan ilmiah yang bersifat deskreb) Dengan mencari
suatu pertanyaan ilmiah "Mengapa", maka pengetahuan yang didapatkan
adalah pengetahuan bersifat kausal, yaitu pengetahuan yang memberikan
jawaban tentang sebc) Dengan menjawab petanyaan ilmiah "Kemana":
maka pengetahuan yang didapat adalah pengetahuan yang bersifat normatif.
Pengetahuan normatif adalah pengetahuan yang merupakan petunjuk atau
norma, maka sebelumnya dikaji, lebih dahulu hal-hal yang selalu terjadi.
Tingkat-tingkat
Pengetahuan
Pancasila
d) Dengan menjawab pertanyaan "Apa" akan diperoleh pengetahuan
mengenai hakikat dari sesuatu yang dinyatakan. Hakikat adalah
sesuatu yang secara mutlak menentukan bahwa sesuatu hal itu ada.
Untuk membahas hakikat Pancasila, harus benar-benar dibahas
sedalam-dalamnya sila demi sila, serta unsur-unsur yang mungkin
ada. Bidang ini akan dibahas dalam filsafat Pancasila.
a)Manfaat
Penggunaan
Filsafat
1) Sebagai induk
pengetahuan, maka filsafat
berfungsi menentukan
prinsip-prinsip metodis serta
objek dari ilmu pengetahuan.
a)Manfaat
Penggunaan
Filsafat
2) Sebagai pemberi dasar bagi ilmu pengetahuan
yang axiomata yang tidak memerlukan suatu
pembuktian yaitu:
(a) asas kebalikan (principium contradictionis).
(b)Asas kesamaan dengan diri sendiri (principium
ideutIfilos)
(c)Asas kemustahilan ketiga (principium exclusitertii)
a)Manfaat
Penggunaan
Filsafat
3) Dengan filsafat setiap
ilmu pengetahuan dapat
memiliki sila! dan ciri
khasnya masing-masing.
a) Manfaat
Penggunaan
Filsafat
4) Secara umum semua
metode ilmu pengetahuan
berkembang dan pertama-
tama ditentukan oleh filsafat
karena kedudukan filsafat
sebagai induk ilmu
pengetahuan.
a)Manfaat
Penggunaan
Filsafat
5) Filsafat dapat
memberikan dan
mengarahkan ilmu
pengetahuan ke arah tujuan
demi kebahagiaan dan
kesejahteraan umat
manusia.
a) Manfaat
Penggunaan
Filsafat
6) Dengan filsafat ilmu pengetahuan
akan mampu menyelesaikan
masalahnya (bahkan masalah yang
menyangkut prinsip-prinsip
metodisnya) yang bersifat terdalam
(sampai pada paradigma ilmu).
b) Manfaat bagi
Pendidikan
Kesarjanaan
I. karena sifat filsafat yang kritis,
dinamis serta mendalam maka
memungkinkan bagi pengembangan
akal, menghidupkan kecer¬dasan
berfikir bagi Para calon saijana.
b) Manfaat bagi
Pendidikan
Kesarjanaan
II. Filsafat berfungsi menggugah
pengertian dan kesadaran
manusia akan kedudukannya
dalam hubungannya dengan
segala sesuatu di luar dirinya
b) Manfaat bagi
Pendidikan
Kesarjanaan
III. Menggugah pengertian serta
kesadaran para calon sarjana
akan pemikiran kemanusiaan
yaitu tentang kemanusiaan dn
masalah kemanusiaan sepanjang
masa.
b) Manfaat bagi
Pendidikan
Kesarjanaan
IV. Pendidikan filsafat akan membantuk
para sarjana menjadi ilmu¬wan yang
bijaksana yang memiliki dan
mengamalkan filsafat pandangan hidup,
pedoman hidup, pegangan hidup,
dalam kaitannya dengan kebahagiaan
dan kesejahteraan umat manusia.
Filsafat sebagai pandangan hidup pada
hakikatnya merupakan sistem nilai yang
secara epistemologis kebenarannya telah
diyakini sehingga dijadikan dasar atau
pedoman bagi manusia dalam
me¬mandang realitas alarn semesta,
manusia, masyarakat, bangsa dan negara.
Pancasila sebagai suatu ideologi
tidak bersifat kaku dan ter¬tutup,
namun bersifat terbuka. Hal ini
dimaksudkan bahwa ideologi
Pancasila adalah bersifat aktual,
dinamis, antsipatif dan senantiasa
mampu menyesuaikan dengan
perkembangan jaman.
Filsafat
pancasila
PANCASILA
SEBAGAI
DASAR
FILSAFAT
NEGARA
Pancasila disebut sebagai dasar filsafat
negara, philosofische Gronslag dari negara
mengandung konsekuensi bahwa dalam
setiap aspek penyelenggaraan negara harus
sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal itu
meliputi segala peraturan perundang-
undangan dalam negara, pemerintahan dan
aspek-aspek kenegaraan yang lainnya.
Filsafat
pancasila
PANCASILA
SEBAGAI ASAS
PERSATUAN DAN
KESATUAN
BANGSA
INDONESIA
Bagi bangsa Indonesia sebagai suatu
bangsa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Dilahirkan dari satu nenek moyang,
sehingga kita memiliki kesatuan darah.
2. Memiliki satu wilayah di mans kita
dilahirkan, hidup bersama dan mencari
sumber-sumber kehidupan.
Filsafat
pancasila
PANCASILA
SEBAGAI ASAS
PERSATUAN DAN
KESATUAN
BANGSA
INDONESIA
3. Memiliki kesatuan sejarah, yaitu bangsa
Indonesia dibesarkan di bawah gemilangnya
kerajaan-kerajaan, Sriwijaya, Majapahit,
mataram dan lain sebagainya.
4. Memiliki persamaan nasib yaitu berada di
dalam kesenangan dan kesusahan, dijajah
Belanda, Jepang dan lainnya.
PANCASILA SEBAGAI SUATU
SISTEM FILASAFAT
A. PENGERTIAN
PANCASILA
SEBAGAI SUATU
SISTEM
Yang dimaksud dengan sistem adalah suatu kesatuan
bagian-bagian yang saling berhubungan, saling
bekerjasama untuk satu tujuan tertentu dan secara
keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh sistem
lazinmya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
(1) Suatu kesatuan bagian-bagian
(2) Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-
sendiri
PANCASILA SEBAGAI
SUATU
SISTEM FILASAFAT
A. PENGERTIAN
PANCASILA
SEBAGAI SUATU
SISTEM
(3) Saling berhubungan, saling
ketergantungan
(4) Kesemuanya dimaksudkan untuk
mencapai suatu tuuan bersama (tujuan
sistem)
(5) Terjadi dalam suatu lingkungan
yang kompleks
Susunan Pancasila adalah hierarkhis
dan mempunyai bentuk piramidal.
Pengertian matematika piramidal
digunakan untuk menggambarkan
hubungan hierarkhi sila-sila dari
Pancasila dalam unit-urutan luas
(kwantitas) dan juga dalam hal sifat-
sifatnya (kwalitas).
Pancasila yang terdiri atas lima sila setiap sila
bukanlah merupakan asas yang berdiri atas
lima sila setiap sila bukanlah merupakan asas
yang berdiri sendiri¬sendiri, melainkan
memiliki satu kesatuan dasar ontologis. Dasail
ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah
manusia yang memilikil hakikat mutlak
monopluralis, oleh karena itu hakikat dasar ini
juga, disebut sebagai dasar antropologis.
Dalam fungsi dan kedudukan Pancasila
sebagai dasar negara Republik Indonesia
maka sangat perlu untuk diketahui tentang'
hubungan antara negara Indonesia dengan
landasan dari Pancasila yaitu : Tuhan,
manusia, satu, rakyat, dan adil. Hubunga
tersebut merupakan suatu hubungan
kesesuaian, maka arti inti setiap sila dari
Pancasila adalah sebagai berikut :
1.Ketuhana
n
2.Kemanusiaan
3. Persatuan
ialah sifat-sifat keadaan negara yang sesuai
dengan hakikat Tuhan (yaitu kesesuaian
dalam arti sesuai dengan akibat) merupakan
suatu nilai-nilai agama).
ialah sifat-sifat keadaan negara yang
sesuai dengan hakikat manusia.
yaitu sifat-sifat dan keadaan negara yang sesuai
dengan hakikat satu, yang berarti membuat
menjadi satu rakyat, daerah, dan keadaan negara
Indonesia sehingga terwujud suatu kesatuan.
ARTI INTI SETIAP SILA
DARI PANCASILA
4. Kerakyatan
5. Keadilan
yaitu sifat-sifat dan keadan negara yang
sesuai dengan hakikat rakyat.
yaitu sifat-sifat dan keadaan negara yang
sesuai dengan hakikat adil.
ARTI INTI SETIAP SILA
DARI PANCASILA
Terima
Kasih!

More Related Content

What's hot

Metode kualitatif re vi si.ppt
Metode kualitatif re vi si.pptMetode kualitatif re vi si.ppt
Metode kualitatif re vi si.pptmunir_ahmad
 
BAB 10 Metode pengumpulan data
BAB 10 Metode pengumpulan dataBAB 10 Metode pengumpulan data
BAB 10 Metode pengumpulan dataIndah Dwi Lestari
 
Jenis observasi (2)- data yg dpr diobservasi
Jenis observasi (2)- data yg dpr diobservasiJenis observasi (2)- data yg dpr diobservasi
Jenis observasi (2)- data yg dpr diobservasiazizyzy09
 
TES KEPRIBADIAN / INVENTORI
TES KEPRIBADIAN / INVENTORITES KEPRIBADIAN / INVENTORI
TES KEPRIBADIAN / INVENTORIDD's Dindils
 
Interpretation of research results comendador, g.
Interpretation of research results  comendador, g.Interpretation of research results  comendador, g.
Interpretation of research results comendador, g.Ginalyn Comendador
 
Penelitian kualitatif
Penelitian kualitatifPenelitian kualitatif
Penelitian kualitatifocwunj_fip
 
Metode Survey (Psikologi Umum)
Metode Survey (Psikologi Umum)Metode Survey (Psikologi Umum)
Metode Survey (Psikologi Umum)atone_lotus
 
ppt TEKNIK ANALISIS DATA.pptx
ppt TEKNIK ANALISIS DATA.pptxppt TEKNIK ANALISIS DATA.pptx
ppt TEKNIK ANALISIS DATA.pptxBujangBaturusa
 
INTERVENSI PSIKOLOGI KLINIS
INTERVENSI PSIKOLOGI KLINISINTERVENSI PSIKOLOGI KLINIS
INTERVENSI PSIKOLOGI KLINISHusna Sholihah
 
Psikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi Barat
Psikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi BaratPsikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi Barat
Psikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi BaratHaristian Sahroni Putra
 
Penelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatifPenelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatifAngel Purwanti
 
Perkembangan dan kematangan karir remaja
Perkembangan dan kematangan karir remajaPerkembangan dan kematangan karir remaja
Perkembangan dan kematangan karir remajaIFTITAH INDRIANI
 

What's hot (20)

eating desorder
eating desordereating desorder
eating desorder
 
Metode kualitatif re vi si.ppt
Metode kualitatif re vi si.pptMetode kualitatif re vi si.ppt
Metode kualitatif re vi si.ppt
 
PPT SEMINAR PROPOSAL
PPT SEMINAR PROPOSALPPT SEMINAR PROPOSAL
PPT SEMINAR PROPOSAL
 
BAB 10 Metode pengumpulan data
BAB 10 Metode pengumpulan dataBAB 10 Metode pengumpulan data
BAB 10 Metode pengumpulan data
 
Jenis observasi (2)- data yg dpr diobservasi
Jenis observasi (2)- data yg dpr diobservasiJenis observasi (2)- data yg dpr diobservasi
Jenis observasi (2)- data yg dpr diobservasi
 
TES KEPRIBADIAN / INVENTORI
TES KEPRIBADIAN / INVENTORITES KEPRIBADIAN / INVENTORI
TES KEPRIBADIAN / INVENTORI
 
Interpretation of research results comendador, g.
Interpretation of research results  comendador, g.Interpretation of research results  comendador, g.
Interpretation of research results comendador, g.
 
Background of a research proposal
Background of a research proposalBackground of a research proposal
Background of a research proposal
 
Penelitian kualitatif
Penelitian kualitatifPenelitian kualitatif
Penelitian kualitatif
 
Who am ii
Who am iiWho am ii
Who am ii
 
Metode Survey (Psikologi Umum)
Metode Survey (Psikologi Umum)Metode Survey (Psikologi Umum)
Metode Survey (Psikologi Umum)
 
Metode penelitian
Metode penelitianMetode penelitian
Metode penelitian
 
ppt TEKNIK ANALISIS DATA.pptx
ppt TEKNIK ANALISIS DATA.pptxppt TEKNIK ANALISIS DATA.pptx
ppt TEKNIK ANALISIS DATA.pptx
 
INTERVENSI PSIKOLOGI KLINIS
INTERVENSI PSIKOLOGI KLINISINTERVENSI PSIKOLOGI KLINIS
INTERVENSI PSIKOLOGI KLINIS
 
Psikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi Barat
Psikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi BaratPsikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi Barat
Psikologi Umum dan Perkembangan - Sejarah Psikologi Barat
 
Penelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatifPenelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatif
 
Pertemuan 1 & 2 Psikometri
Pertemuan 1 & 2 Psikometri Pertemuan 1 & 2 Psikometri
Pertemuan 1 & 2 Psikometri
 
Rancangan penelitian (research design)
Rancangan penelitian (research design)Rancangan penelitian (research design)
Rancangan penelitian (research design)
 
Perkembangan dan kematangan karir remaja
Perkembangan dan kematangan karir remajaPerkembangan dan kematangan karir remaja
Perkembangan dan kematangan karir remaja
 
Pendahuluan & Hakikat Pengkajian Drama
Pendahuluan & Hakikat Pengkajian DramaPendahuluan & Hakikat Pengkajian Drama
Pendahuluan & Hakikat Pengkajian Drama
 

Similar to FILSAFAT ILMU

Tugas kumpulan PPT filsafat kelompok 13
Tugas kumpulan PPT filsafat kelompok 13Tugas kumpulan PPT filsafat kelompok 13
Tugas kumpulan PPT filsafat kelompok 13CalvinAlaydrus
 
Manfaat belajar filsafat
Manfaat belajar filsafatManfaat belajar filsafat
Manfaat belajar filsafatLindaRanyRayya
 
PPT PENGANTAR FILSAFAT ILMU.pptx
PPT PENGANTAR FILSAFAT ILMU.pptxPPT PENGANTAR FILSAFAT ILMU.pptx
PPT PENGANTAR FILSAFAT ILMU.pptxnianur10
 
Rangkuman bab filsafat
Rangkuman bab filsafatRangkuman bab filsafat
Rangkuman bab filsafatAnggiChaca
 
Kelompok 5 slide share materi kuliah m1 s.d m15_pfi_s_untag_sby
Kelompok 5 slide share materi kuliah m1 s.d m15_pfi_s_untag_sbyKelompok 5 slide share materi kuliah m1 s.d m15_pfi_s_untag_sby
Kelompok 5 slide share materi kuliah m1 s.d m15_pfi_s_untag_sbyM Fatkhur Rohman
 
Kelompok 9 Filsafat Ilmu (A) Tugas Slide
Kelompok 9 Filsafat Ilmu (A) Tugas SlideKelompok 9 Filsafat Ilmu (A) Tugas Slide
Kelompok 9 Filsafat Ilmu (A) Tugas SlideRinda Fn
 
KUMPULAN PPT FILSAFAT ILMU KEL 9.pptx
KUMPULAN PPT FILSAFAT ILMU KEL 9.pptxKUMPULAN PPT FILSAFAT ILMU KEL 9.pptx
KUMPULAN PPT FILSAFAT ILMU KEL 9.pptxMichelle943061
 
Pdf kumpulan soal soal makalah filsafat
Pdf kumpulan soal soal makalah filsafatPdf kumpulan soal soal makalah filsafat
Pdf kumpulan soal soal makalah filsafatjotimustika
 
KELOMPOK 2_SLIDE SHARE_MATERI KULIAH M1 s.d M15_PFI_S_UNTAG_SBY
KELOMPOK 2_SLIDE SHARE_MATERI KULIAH M1 s.d M15_PFI_S_UNTAG_SBYKELOMPOK 2_SLIDE SHARE_MATERI KULIAH M1 s.d M15_PFI_S_UNTAG_SBY
KELOMPOK 2_SLIDE SHARE_MATERI KULIAH M1 s.d M15_PFI_S_UNTAG_SBYDINAFRENTI17
 
FILSAFAT ILMU PERTEMUAN I - DJOKO AW
FILSAFAT ILMU PERTEMUAN I - DJOKO AWFILSAFAT ILMU PERTEMUAN I - DJOKO AW
FILSAFAT ILMU PERTEMUAN I - DJOKO AWDjoko Adi Walujo
 
KUMPULAN MATERI FILSAFAT KLO.1O.pdf
KUMPULAN MATERI FILSAFAT KLO.1O.pdfKUMPULAN MATERI FILSAFAT KLO.1O.pdf
KUMPULAN MATERI FILSAFAT KLO.1O.pdfDwipratiwiGirsang
 
Kumpulan materi tugas filsafat ilmu
Kumpulan materi tugas filsafat ilmuKumpulan materi tugas filsafat ilmu
Kumpulan materi tugas filsafat ilmuTiaAgustina2
 
tugas filsafat ilmu Dr. Sigit Sardjono M.S
tugas filsafat ilmu Dr. Sigit Sardjono M.Stugas filsafat ilmu Dr. Sigit Sardjono M.S
tugas filsafat ilmu Dr. Sigit Sardjono M.Sbaguspw12
 
kumpulan ppt filsafat kelompok 12.pptx
kumpulan ppt filsafat kelompok 12.pptxkumpulan ppt filsafat kelompok 12.pptx
kumpulan ppt filsafat kelompok 12.pptxNela Nahda
 
Makalah filsafat 3
Makalah filsafat 3Makalah filsafat 3
Makalah filsafat 3Warnet Raha
 
Makalah filsafat 3
Makalah filsafat 3Makalah filsafat 3
Makalah filsafat 3Warnet Raha
 

Similar to FILSAFAT ILMU (20)

Tugas kumpulan PPT filsafat kelompok 13
Tugas kumpulan PPT filsafat kelompok 13Tugas kumpulan PPT filsafat kelompok 13
Tugas kumpulan PPT filsafat kelompok 13
 
Manfaat belajar filsafat
Manfaat belajar filsafatManfaat belajar filsafat
Manfaat belajar filsafat
 
TUGAS KUMPULAN SLIDE.pptx
TUGAS KUMPULAN SLIDE.pptxTUGAS KUMPULAN SLIDE.pptx
TUGAS KUMPULAN SLIDE.pptx
 
TUGAS KUMPULAN SLIDE.pptx
TUGAS KUMPULAN SLIDE.pptxTUGAS KUMPULAN SLIDE.pptx
TUGAS KUMPULAN SLIDE.pptx
 
PPT PENGANTAR FILSAFAT ILMU.pptx
PPT PENGANTAR FILSAFAT ILMU.pptxPPT PENGANTAR FILSAFAT ILMU.pptx
PPT PENGANTAR FILSAFAT ILMU.pptx
 
Rangkuman bab filsafat
Rangkuman bab filsafatRangkuman bab filsafat
Rangkuman bab filsafat
 
Kelompok 5 slide share materi kuliah m1 s.d m15_pfi_s_untag_sby
Kelompok 5 slide share materi kuliah m1 s.d m15_pfi_s_untag_sbyKelompok 5 slide share materi kuliah m1 s.d m15_pfi_s_untag_sby
Kelompok 5 slide share materi kuliah m1 s.d m15_pfi_s_untag_sby
 
Kelompok 9 Filsafat Ilmu (A) Tugas Slide
Kelompok 9 Filsafat Ilmu (A) Tugas SlideKelompok 9 Filsafat Ilmu (A) Tugas Slide
Kelompok 9 Filsafat Ilmu (A) Tugas Slide
 
KUMPULAN PPT FILSAFAT ILMU KEL 9.pptx
KUMPULAN PPT FILSAFAT ILMU KEL 9.pptxKUMPULAN PPT FILSAFAT ILMU KEL 9.pptx
KUMPULAN PPT FILSAFAT ILMU KEL 9.pptx
 
Pdf kumpulan soal soal makalah filsafat
Pdf kumpulan soal soal makalah filsafatPdf kumpulan soal soal makalah filsafat
Pdf kumpulan soal soal makalah filsafat
 
KELOMPOK 2_SLIDE SHARE_MATERI KULIAH M1 s.d M15_PFI_S_UNTAG_SBY
KELOMPOK 2_SLIDE SHARE_MATERI KULIAH M1 s.d M15_PFI_S_UNTAG_SBYKELOMPOK 2_SLIDE SHARE_MATERI KULIAH M1 s.d M15_PFI_S_UNTAG_SBY
KELOMPOK 2_SLIDE SHARE_MATERI KULIAH M1 s.d M15_PFI_S_UNTAG_SBY
 
FILSAFAT ILMU PERTEMUAN I - DJOKO AW
FILSAFAT ILMU PERTEMUAN I - DJOKO AWFILSAFAT ILMU PERTEMUAN I - DJOKO AW
FILSAFAT ILMU PERTEMUAN I - DJOKO AW
 
KUMPULAN MATERI FILSAFAT KLO.1O.pdf
KUMPULAN MATERI FILSAFAT KLO.1O.pdfKUMPULAN MATERI FILSAFAT KLO.1O.pdf
KUMPULAN MATERI FILSAFAT KLO.1O.pdf
 
Kumpulan materi tugas filsafat ilmu
Kumpulan materi tugas filsafat ilmuKumpulan materi tugas filsafat ilmu
Kumpulan materi tugas filsafat ilmu
 
tugas filsafat ilmu Dr. Sigit Sardjono M.S
tugas filsafat ilmu Dr. Sigit Sardjono M.Stugas filsafat ilmu Dr. Sigit Sardjono M.S
tugas filsafat ilmu Dr. Sigit Sardjono M.S
 
kumpulan ppt filsafat kelompok 12.pptx
kumpulan ppt filsafat kelompok 12.pptxkumpulan ppt filsafat kelompok 12.pptx
kumpulan ppt filsafat kelompok 12.pptx
 
Makalah filsafat 3
Makalah filsafat 3Makalah filsafat 3
Makalah filsafat 3
 
Makalah filsafat 3
Makalah filsafat 3Makalah filsafat 3
Makalah filsafat 3
 
Makalah filsafat 3 (2)
Makalah filsafat 3 (2)Makalah filsafat 3 (2)
Makalah filsafat 3 (2)
 
Makalah filsafat 3
Makalah filsafat 3Makalah filsafat 3
Makalah filsafat 3
 

Recently uploaded

Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptxKualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptxSelviPanggua1
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Abdiera
 
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaAbdiera
 
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunnhsani2006
 
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docSilabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docNurulAiniFirdasari1
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfEmeldaSpd
 
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...NiswatuzZahroh
 
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaMateri Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaSABDA
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxLeniMawarti1
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuKarticha
 
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptxProduct Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptxKaista Glow
 
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfBuku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfWahyudinST
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaAbdiera
 
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptxppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptxUlyaSaadah
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfGugunGunawan93
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxHeriyantoHeriyanto44
 
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfPPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfSBMNessyaPutriPaulan
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuHANHAN164733
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxLeniMawarti1
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxg66527130
 

Recently uploaded (20)

Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptxKualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
Kualifikasi dan Kompetensi Guru Profesi Kependidikan .pptx
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
 
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Informatika Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
 
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaunModul persamaan perakaunan prinsip akaun
Modul persamaan perakaunan prinsip akaun
 
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docSilabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
 
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
 
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 TesalonikaMateri Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
Materi Kelas Online Ministry Learning Center - Bedah Kitab 1 Tesalonika
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
 
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptxProduct Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
Product Knowledge Rapor Pendidikan - Satuan Pendidikan Dasmen&Vokasi.pptx
 
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdfBuku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
Buku Saku Layanan Haji Ramah Lansia 2.pdf
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
 
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptxppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
ppt MTeaching Pertidaksamaan Linier.pptx
 
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdfrpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
rpp bangun-ruang-sisi-datar kelas 8 smp.pdf
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pptx
 
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfPPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
 
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus PerilakuCatatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
Catatan di setiap Indikator Fokus Perilaku
 
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptxKeberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
Keberagaman-Peserta-Didik-dalam-Psikologi-Pendidikan.pptx
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
 

FILSAFAT ILMU

  • 1. Pengantar Filsafat Ilmu Dr.Sigit Sardjono,M.S. Kelompok 1: 1211900006_Yanuanda Milennia 1212100151_Alfinatur Rosyida 1212100157_Desy Putri Ameliasari
  • 3. FILSAFAT ? Refleksi rasional, kritis, radikal atas hal-hal pokok dalam hidup dan perenungan atas hal-hal yang penting mendasar dalam hidup, dan merupakan sebuah perenungan bebas yang tidak berdasarkan wahyu/tradisi/apapun, namun semata-mata atas "common sense/rational" Sering kali kebenaran yang paling tinggi justru muncul melawan pendapat umum. Filsafat ini memupuk sikap dan pemikiran.
  • 4. Segala sesuatu, mana ilmu dan bukan ilmu dan batasan-batasan lainnya sekarang bertabrakan. Filsafat itu selalu berposisi ambifalen yang dimana dibutuhkan ilmu- ilmu dirangkum dan diprovokasi oleh filsafat untuk melihat berbagai dunia lain, karena tipikal dunia ilmu itu menemukan pola-pola yang baru. Filsafat dilihat sebagai intelektual game / permainan intelektual agar tidak stuck (mati). Fislafat ini memang tidak pasti, dekonstruktif, menggoncang-goncang tetapi filsfat digunaka untuk menggoyangkan fikiran agar berjalan Agama dan seluruh kebudayaan hanya akal- akalan dari suatu gen yang mecoba melestarikan diri lewat tubuh. Unsur manusiawi dalam agama antara lain kitab, sistem sosial, sistem hukum dan sistem ritual.
  • 5. Di dunia filsafat ini ada yang disebut filsafat sistematik filosofi Filsafat sistrmatik (systrmatic philosophy) Kerangka besar filsafat Manusia = Antropologi filosofi Mempertanyakan tentang manusia / Antorpologi metofiisi Tuhan = Theodicea / filsafat ketuhanan Mempertanyakan tentang Tuhan Keindahan + Seni = Estetika / aesthetic Melahirkan keindahan Norma / Perilaku = Ethica / etika Pengetahuan = Epistemologi
  • 6. Banyak pengetahuan yang tidak ilmiah tetapi tetap pengetahuan dan memiliki kecanggihan tersendiri. Dalam study filsafat ada semacam linieritas filsafat yang terjadi kompleksifikasi orang yang melihat lebih banyak dan lebih dalam lagi. Dalam dunia filsafat, mereka melihat banyak kemungkinan memahami hidup tetapi bukan berarti hidup berdasarkan filosofi, tetapi sesorang menguasai filsafat sebagai ilmu pengetahuan dan sebagai profesi
  • 9. Kelompok 1 Yanuanda Milennia_1211900006 Alfinatur Rosyida_1212100151 Desy Putri Ameliasari 1212100157
  • 10. APA YANG AKAN DIBAHAS ? Pengertian Syarat – syarat yang perlu diperhatikan Tujuan Manfaat 01 02 03 04
  • 12. Filsafat adalah pengetahuan metodis, sistematis dan koheren tentang seluruh kenyataan (realitas). MENURUT KBBI (2007:1106)
  • 13. PENGERTIAN MENURUT AHLI Aristoteles berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.
  • 15. SYARAT-SYARAT syarat-syarat ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut: 1. Logis atau Masuk Akal, sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan yang diakui kebenarannya. 2. Objektif, sesuai berdasarkan objek yang dikaji dan didukung dari fakta empiris. 3. Metodik, diperoleh dari cara tertentu dan teratur yang dirancang, diamati dan terkontrol.
  • 17. TUJUAN Filsafat berguna untuk membuat manusia memiliki sifat yang bijaksana dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Filsafat juga bertujuan untuk membuat manusia memiliki perspektif yang luas dalam melihat sesuatu. .
  • 18. 04 CARA, CONTOH & MANFAAT
  • 19. Mempelajari filsafat ilmu dapat memberikan manfaat antara lain 1. Sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. 2. Merupakan metode untuk mereflleksi, menguji, mengkritisi memberikan asumsi keilmuan. 3. Memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan
  • 20. CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik. TERIMA KASIH Apakah ada pertanyaan?
  • 22. A. ALASAN PERLUNYA BELAJAR Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai semakin menajamnya spesialisasi ilmu maka filsafat ilmu sangat diperlukan. Sebab dengan mempelajari filsafat ilmu, para ilmuwan akan menyadari keterbatasan dirinya dan tidak terperangkap kedalam sikap arogansi intelektual. Hal yang lebih diperlukan adalah sikap keterbukaan diri di kalangan ilmuwan, sehingga mereka dapat saling mengarahkan seluruh potensi keilmuwan yang dimilikinya untuk kepentingan bersama umat manusia. Atas dasar itulah filsafat ilmu memiliki peranan penting dalam pembentukan kepribadian calon-calon ilmuwan pada umumnya. Diharapkan dengan memahami Filsafat mahasiswa bisa lebih berpikir secara mendalam, luas, kritis dan radikal, Sehingga menerima tranferknowledge lebih baik.
  • 23. B. MANFAAT BELAJAR FILSAFAT DALAM KEHIDUPAN Manfaat filsafat didasarkan pada pengertian filsafat sebagai suatu integrasi atau pengintegrasi sehingga dapat melakukan fungsi integrasi ilmu pengetahuan. Sebagian besar orang hanya menyangkutkan apa yang paling dekat dan apa yang paling dibutuhkannya pada saat dan tempat tertentu.
  • 24. 01. Filsafat membantu kita memahami bahwa sesuatu tidak selalu tampak seperti apa adanya. 02. Filsafat mengajarkan bagaimana bergulat dengan pertanyaan- pertanyaan mendasar. 04. 03. Filsafat membuat kita lebih kritis. Manfaat Filsafat Secara Umum Filsafat mengembangkan kemampuan dalam menalar, membedakan argumen dan menyampaikan pendapat.
  • 25. 01. Sebagai alat mencari kebenaran dari segala fenomena yang ada. 02. Memberikan pengertian tentang cara hidup, pandangan hidup dan pandangan dunia. 04. 03. Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam kehidupan. Manfaat Filsafat Ilmu Secara Khusus Menjadi sumber inspirasi dan pedoman untuk kehidupan dalam berbagai aspek kehidupan.
  • 27. Mahasiswa sebagai insan kampus diharapkan untuk bersikap kritis terhadap berbagai macam teori yang dipelajarinya di ruang kuliah maupun dari sumber-sumber lainnya. Dengan mempelajari filsafat ilmu diharapkan mahasiswa semakin kritis dalam sikap ilmiahnya. Belajar filsafat ilmu bagi mahasiswa sangat penting, karena beberapa manfaat yang dapat dirasakan, antara lain :
  • 28. Membiasakan diri untuk bersikap logis-rasional dalam Opini & argumentasi yang dikemukakan. Mengembangkan semangat toleransi dalam perbedaan pandangan (pluralitas). 6 5 Mengajarkan cara berpikir yang cermat dan tidak kenal Lelah. Dengan mempelajari filsafat ilmu diharapkan mereka memiliki pemahaman yang utuh mengenai ilmu dan mampu menggunakan pengetahuan tersebut sebagai landasan dalam proses pembelajaran dan penelitian ilmiah.
  • 29. D. HAL-HAL YANG MENDORONG BERFILSAFAT Kekaguman atau keheranan atau ketakjuban Keraguan atau kegengsian Kesadaran akan keterbatasan
  • 31. A. PERKEMBANGAN FILSAFAT ILMU Filsafat telah dimulai oleh Thales dan berkembang ke arah kosmologi, sedangkan filsafat spekulatif dikembangkan oleh Plato dan filsafat metafisika dikembangkan oleh Aristoteles. Sejak memasuki jaman romawi kuno, para pemikir mencari keselarasan antara manusia dengan alam semesta. Keselarasan tersebut dapat tercapai bilamana manusia hidup sesuai dengan alam dalam arti mengikuti petunjuk akal (sebagai asas tertinggi sifat manusiawi) dan mengikuti hukum alam dari logos (sebagai akal alam semesta). Filsuf romawi Marcus Tullius Cicero secara singkat memberikan definisi filsafat sebagai ars vitae atau the art of life yaitu pengetahuan tentang hidup. Konsepsi filsafat ini kemudian dianut secara luas oleh orang-orang terpelajar pada jaman Renaissance di Eropa. Pada zaman modern timbul kebutuhan untuk memisahkan secara nyata kelompok ilmu modern dari filsafat karena perbedaan ciri-cirinya yang menyolok. Filsafat kebanyakan masih bercorak spekulatif sedang ilmu modern telah menerapkan metode empiris, eksperimental, dan induktif.
  • 33. Hakikat filsafat ilmu selain sebagai patokan, penentu, sekaligus petunjuk arah ke mana ilmu pengetahuan akan berlayar atau berjalan juga filsafat ilmu menentukan kemana ilmu pengetahuan akan diantarkan atau dikembangkan. Filsafat ilmu merupakan kreativitas seorang filsuf dengan keilmuannya yang menggunakan logika berpikir dalam melahirkan ilmu pengetahuan yang beragam pada sebuah pohon ilmu kemudian mengantarkan dan mengembangkannya menjadi cabang yang banyak secara mandiri.
  • 35. Hubungan Filsafat Dengan Kebudayaan Kebudayaan berasal dari kata ke-budaya-an. Budaya berarti budi dan daya. Unsur budi adalah cipta (akal), rasa, dan karsa (kehendak). Kebudayaan adalah hasil budaya atau kebulatan cipta (akal), rasa dan karsa (kehendak) manusia yang hidup bermasyarakat. llmu pengetahuan merupakan unsur kebudayaan universal yang rohani. Demikian juga filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang terdalam. Oleh karena itu filsafat termasuk kebudayaan.
  • 36. Hubungan Filsafat Dengan Lingkungan Manusia, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat, juga dengan alam sekitar atau lingkungan. Filsafat sebagai hasil budaya manusia juga tidak lepas dari pengaruh alam sekitarnya. Itulah sebabnya terdapat berbagai jenis kefilsafatan tertentu yang mempunyai ciri-ciri tersendiri.
  • 37. Hubungan Filsafat Dengan Ilmu Pengetahuan Yang dicari oleh filsafat adalah kebenaran. Demikian juga ilmu pengetahuan dan agama. Kebenaran dalam filsafat dan ilmu pengetahuan adalah kebenaran akal, sedang kebenaran agama adalah kebenaran wahyu.
  • 38. Hubungan Filsafat Dengan Agama Jika seseorang melihat sesuatu kemudian mengatakan tentang sesuatu tersebut maka dikatakan bahwa ia telah mempunyai pengetahuan tentang sesuatu. Pengetahuan adalah sesuatu yang tergambar dalam pikiran manusia. Misal, ia melihat manusia dan mengatakan bahwa itu manusia, Jika ia bertanya lebih lanjut mengenai manusia itu, darimana asalnya, bagaimana susunannya, ke mana tujuannya, dan sebagainya, maka akan diperoleh jawaban yang lebih rinci mengenai manusia tersebut.
  • 40. Melatih din untuk berpikir kritis dan runtut serta menyusun hasil pikiran tersebut secara sistematis. Membuat diri menjadi manusia yang penuh toleransi dan tenggang rasa. Menyadari akan kedudukan manusia baik sebagai pribadi maupun dalam hubungannya dengan orang lain, alam sekitar, dan Tuhan Yang Maha Esa. Menjadikan diri bersifat dinamis dan terbuka dalam menghadapi berbagai problem. Menambah pandangan dan cakrawala yang lebih luas agar tidak berpikir dan bersikap sempit dan tetutup. Menjadi alat yang berguna bagi manusia baik untuk kepentingan pribadi maupun dalam hubungannya dengan orang lain Guna Filsafat
  • 41. Fungsi Filsafat Berdasarkan sejarah kelahirannya, filsafat mula-mula berfungsi sebagai induk atau ibu ilmu pengetahuan. Sebelum ilmu pengetahuan lain ada, filsafat harus menjawab segala macam persoalan tentang manusia, masyarakat, sosial ekonomi, negara, kesehatan, dan lain sebagainya.
  • 43. Nama Kelompok: 1. Yanuanda Milennia 1211900006 2. Alfinatur Rosyida 1212100151 3. Desy Putri Ameliasari 1212100157 KEBERADAAN MANUSIA DILIHAT DARI SISI FILSAFAT
  • 44. KEBERADAAN MANUSIA DILIHAT DARI SISI FILSAFAT Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mampu bertanya. Ia mempertanyakan dirinya, keberadaannya, dan dunianya. Kendati masih bersifat sederhana, kegiatan ini sudah diperlihatkan sejak dini. Lihatlah anak kecil. Ketika ia melihat sesuatu yang baru, secara spontan dia bertanya. Melalui pertanyaan yang diajukan ia ingin mengetahui sesuatu. Kegiatan seperti ini berlangsung terus sepanjang hayat sang anak.
  • 45. Apa Itu Filsafat? Manusia sebagai Sebuah Persoalan Filsafat Manusia dan Metodenya 1 2 3 4 Relevansi Filsafat Manusia
  • 46. 2. Persona 3. Nilai-Nilai Absolut Pribadi 1. Pengertian Individu 4. Beberapa Elemen Persona MANUSIA SEBAGAI PERSONA Persona atau pribadi merupakan salah satu dimensi mendasar manusia. Sebagai pribadi manusia mempunyai kemampuan untuk menentukan dirinya sendiri. Ia juga memiliki cara berada yang khas dibandingkan dengan makhluk yang lain. 5. Kesimpulan
  • 49. A. DEFINISI DAN JENIS PENGETAHUAN Secara etimologi pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge. Dalam Encyclopedia of Phisolophy dijelaskan bahwa definisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief).’ Dalam kamus filsafat dijelaskan bahwa pengetahuan (knowledge) adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara Iangsung dari kesadarannya sendiri.
  • 50. Jenis Pengetahuan 0 1 Pertama, pengetahuan biasa, yakni pengetahuan yang dalam filsafat dikatakan dengan istilah common sense, dan sering diartikan dengan good sense, karena seseorang me- miliki sesuatu di mana is menerima secara baik. 0 3 Kedua, pengetahuan ilmu, yaitu ilmu sebagai terjemahan dari science. Dalam pengertian yang sempit science diartikan untuk menunjukkan ilmu pengetahuan alam, yang sifatnya kuantitatif dan objektif. 0 2 Ketiga, pengetahuan filsafat, yakni pengetahuan yang diperoleh dari pemikiran yang bersifat kontemplatif dan spekulatif. 0 4 Keempat, pengetahuan agama, yakni pengetahuan yang hanya diperoleh dari Tuhan lewat para utusan-Nya.
  • 51. B. HAKIKAT DAN SUMBER PENGETAHUA N Pengetahuan berkembang dari rasa ingin tahu, yang merupakan ciri khas manusia karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguhsungguh.
  • 52. 1. Hakikat Pengetahuan Pengetahuan pada dasarnya adalah keadaan mental (mental state). Mengetahui sesuatu adalah menyusun pendapat tentang suatu objek, dengan kata lain menyusun gambaran tentang fakta yang ada di luar akal. Ada dua teori untuk mengetahui hakikat pengetahuan itu, yaitu: Realisme teori ini mempunyai pandangan realistic terhadap alam. Idealisme Ajaran idealisme menegaskan bahwa untuk mendapatkan pengetahuan yang benar-benar sesuai dengan kenyataan adalah mustahil.
  • 53. 2. Sumber Pengetahuan Intuisi intuisi adalah suatu pengetahuan yang langsung, yang mutlak dan bukan pengetahuan yang nisbi. Empirisme Kata ini berasal dari kata Yunani empeirikos, artinya pengalaman. Rasionalisme Aliran ini menyatakan bahwa akal adalah dasar kepastian pengetahuan. Wahyu Wahyu adalah pengetahuan yang disampaikan oleh Allah kepada manusia lewat perantaraan pars nabi.
  • 54. C. DASAR DAN JENIS ILMU PENGETAHUAN Dasar ilmu pengetahuan secara substansial yaitu bertolak dari ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
  • 55. Aksiologis dasar ilmu pengetahuan yang berbicara tentang nilai kegunaan ilmu. Epistemologis metode atau cara-cara mendapatkan pengetahuan yang benar. Ontologis ilmu tentang yang ada. 03 02 01
  • 57. Objek Ilmu Pengetahuan Ilmiah Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, secara filsafat pengeta- huan ilmiah atau ilmu memiliki perbedaan dengan bentuk pengetahuan yang umum (commom sense). Menurut Solly Lubis (2012), alasannya yaitu suatu jenis pengetahuan umum tidak memiliki objek, bentuk pernyataan, serta dimensi dan ciri yang khusus, sebaliknya suatu pengetahuan ilmiah atau pengetahuan keilmuan (ilmu) selalu mengandalkan adanya objek keilmuan, bentuk kenyataan, serta dimensi dan ciri yang khusus.
  • 58. Konsep Ilmu Konsep sangat penting bagi pembentukan atau untuk membangun suatu teori bagi kepentingan suatu penelitian yang menghasilkan ilmu atau kepentingan praktis. Konsep evolusi kemudian diterapkan pula dalam memahami per- kembangan ilmu dengan menunjukkan bahwa cabang-cabang ilmu khusus terlahir dalam jalinan umum dari pemikiran reflektif filsafat, dan setelah itu berkembang mencapai suatu taraf pematangan sehingga dipandang berbeda dan kemudian dipisahkan dari filsafat.
  • 59. Konsep Pengetahuan Ada enam komponen proses dari pengetahuan menuju ilmu penge- tahuan, sebagaimana dikernukakan dalam Koento Wibisiono, 2005 : Keempat, adanya aktivitas (activity). Kelima, adanya kesimpulan (conclusions Keenam, adanya beberapa pengaruh (effects). Keenam hal ini menjadi kesatuan yang tidak terpisahkan ctalam proses lahirnya ilmu. Pertama, adanya masalah (problem). Kedua, adanya sikap (attitude). Ketiga, adanya rnetode (method).
  • 60. Konsep Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan sebagai objek, menurut Ali Maksum (2011) merupakan himpunan inforrnasi yang berupa pengetahuan ilmiah tentang gejala yang dapat dilihat, dirasakan, atau dialami. Ilmu pengetahuan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan filsafat. Bagi para filsafat ilmu pengetahuan itu, filsafat yaitu ilmu pengetahuan.
  • 61. Tujuan ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua macam berdasarkan alirannya, sebagaimana dikemukakan oleh Darsono Prawinegoro (2011), yakni: Pertama, berdasarkan pengembangan ilmu pengetahuan untuk keperluan ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu sebatas untuk memenuhi rasa keingintahuan manusia. Kedua, ilrnu,pengetahuan pragmatis. Aliran inl menyakini bahwa pengembangan ilmu pengetahuan haruslah dapat memberikan manfaat bagi manusia dalam pemecahan masalah kehidupan. Tujuan Ilmu Pengetahuan
  • 62. Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan Kedua, empiris. Bahwa ilmu mengandung pengetahuan yang diperoleh ber- dasarkan pengamatan serta percobaan secara terstruktur di dalam bentuk pengalaman, baik secara lansung maupun tidak lansung. Pertama, sistematis. Para filsuf dan ilmuwan sepaham bahwa ilmu adalah pengetahuan atau kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis. Ciri sistematis ilmu menunjukkan bahwa ilmu merupakan berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan tersebut mempunyai hubungan saling ketergantungan yang teratur (pertalian tertib).
  • 64. Pengetahuan Manusia Ketiga, pengetahuan filsafat, yakni pengetahuan yang hanya diper- oleh dari pemikiran yang bersifat kontemplatif dan spekulatif. Pertama, pengetahuan biasa, yaitu pengetahuan yang dalam filsafat dikatakan dengan istilah common sense. Kedua, pengetahuan ilmu, yaitu ilmu sebagai terjemahan dari science. Dalam pengertian yang sempit science diartikan untuk menunjukkan ilmu pengetahuan alam, yang sifatnya kuantitatif dan objektif. Keempat, pengetahuan agama, yakni pengetahuan yang hanya di- peroleh dari Tuhan lewat Para utusannya.
  • 65. Jenis Ilmu Pengetahuan Ketiga, Kebenaran tersebut tidak akan dapat diuji dengan observasi, perhitungan, atau eksperimen, karena intuitif tidak hipotesis. Kedua, pengetahuan intuitif (intuitive knowledge). Pertama, pengetahuan wahyu (revaled knowledge). Keempat, pengetahuan rasional (rational knowledge).
  • 66. Kritik Paham Rasionalisme Terhadap Empirisme Pertama, metode empiris, dalam sains maupun dalam kehidupan sehari-hari, biasanya bersifat sepotong- sepotong (piece meal). Menurut pengakuan kaum rasionalis, mereka mencari kepastian dan kesempurnaan yang sisitematis. Kedua, pengetahuan empiris (empirical knowledge). Pengetahuan empiris diperoleh atas bukti pengindraan dengan penglihatan, pendengaran, dan sentuhan indra lainnya, sehingga kita memiliki konsep dunia di sekitar kita. Ketiga, pengetahuan otoritas (authoritative knowledge). Kita menerima suatu pengetahuan itu benar bukan karena telah mengeceknya di luar dari diri kita, melainkan telah dijamin oleh otoritas (suatu sumber yang berwibawa, memiliki hak) di lapangan.
  • 67. E. PENJELASAN ILMU Batas penjelasan ilmu yaitu ketika manusia berhenti berpikir untuk mencari pengetahuan, ilmu didapatkan dari penjelasan pengalaman manusia, sehingga jika manusia memulai penjelasannya pada pengalaman manusia dan berhenti di batas pengalaman manusia. Ilmu membatasi lingkup penjelasannya pada batas pengalaman manusia juga disebabkan metode yang digunakan dalam menyusun yang telah teruji secara empiris.
  • 68. CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon and infographics & images by Freepik Thanks ! Do you have any questions?
  • 69.
  • 70. 1. Yanuanda Millenia (1211900006) 2. Alfinatur rosyida (1212100151) 3. Desy Putri ameliasari (1212100157) Kelompok 1
  • 71. Zaman Modern (1500 - 1800) Para filsuf zaman modern menegaskan bahwa pengetahuan tidak berasal dari kitab suci atau ajaran agama, tidak juga dari para penguasa, tetapi dari diri manusia sendiri. Namun tentang aspek mana yang berperan ada beda pendapat. Aliran rasionalisme beranggapan bahwa sumber pengetahuan adalah rasio: kebenaran pasti berasal dari rasio (akal). Aliran empirisme, sebaliknya, meyakini pengalamanlah sumber pengetahuan itu, baik yang batin, maupun yang inderawi. Lalu muncul aliran kritisisme, yang mencoba memadukan kedua pendapat berbeda itu.
  • 72. dipelopori oleh Rene Descartes (1596-1650 M). Dalam buku Discourse de la Methode tahun 1637 ia menegaskan perlunya ada metode yang jitu sebagai dasar kokoh bagi semua pengetahuan, yaitu dengan menyangsikan segalanya, secara metodis.
  • 73. Descartes Adalah pelopor kaum rasionalis, yaitu mereka yang percaya bahwa dasar semua pengetahuan ada dalam pikiran.
  • 74. Descartes menerima 3 realitas atau substansi bawaan, yang sudah ada sejak kita lahir, yaitu (1) realitas pikiran (res cogitan), (2) realitas perluasan (res extensa, "extention") atau materi, dan (3) Tuhan (sebagai Wujud yang seluruhnya sempurna, penyebab sempurna dari kedua realitas itu).
  • 75. Aliran empririsme nyata dalam pemikiran David Hume (1711-1776), yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengetahuan.
  • 76. Dengan kritisisme Imanuel Kant (1724-1804) mencoba mengembangkan suatu sintesis atas dua pendekatan yang bertentangan ini. Kant berpendapat bahwa masing- masing pendekatan benar separuh, dan salah separuh.
  • 78. 1. Positivisme menyatakan bahwa pemikiran tiap manusia, tiap ilmu dan suku bangsa melalui 3 tahap, yaitu teologis, metafisis dan positif ilmiah. 2. Marxisme (diberi nama mengikuti tokoh utama Karl Marx, 1818-1883) mengajarkan bahwa kenyataan hanya terdiri atas materi belaka, yang berkembang dalam proses dialektis (dalam ritme tesis-antitesis-sintesis).
  • 79. 3. Eksistensialime merupakan himpunan aneka pemikiran yang memiliki inti sama, yaitu keyakinan, bahwa filsafat harus berpangkal pada adanya (eksistensi) manusia konkrit, dan bukan pada hakekat (esensi) manusia-pada- umumnya. 4. Pragmatisme tidak menanyakan "apakah itu?", melainkan "apakah gunanya itu?" atau "untuk apakah itu?". Yang dipersoalkan bukan "benar atau salah", karena ide menjadi benar oleh tindakan tertentu. Tokoh aliran ini: John Dewey (1859-1914).
  • 80. TOKOH-TOKOH FILSAFAT Filasafat dan agama merupakan dua kekuatan yang mewarnai dunia. Filsafat pada hakiketnya adalah akal dan agama pada hakekatnya adalam hati atau iman. Dengan demikian perkembangan peradaban manusia selalu dilatarbelakangi oleh pertarungan antara akal dengan hati, antara filsafat dengan agama. Kita awali penjelajahan sejarah peradaban pemikiran sebagai berikut:
  • 81. THALES (624-546 sm) Filsafat dimulai oleh Thales, sebagai seorang filsafat jagat raya. Ia diberi gelar Bapak Filsafat. Ia mengajukan pertanyaan aneh, yaitu: Apakah sebenarnya bahan alam semesta itu ? (What is the nature of the world stuff ?), kemudian ia menjawab: Air . Jawaban sederhana ini sebenarnya belum tuntas, karena masih ada pertanyaan lanjutan, yaitu: dari apa air itu ? . Perhatikan, ia menjadi filsuf karena ia bertanya.
  • 82. ANAXIMANDER (610-546 sm) Ia menjelaskan bahwa substansi pertama itu bersifat kekal dan ada dengan sendirinya. Substansi itu adalah: Udara. Argumentasinya, yaitu: Udara merupakan sumber segala kehidupan . PYTHAGORAS (572-497 sm) Ia seorang ahli matematika dan ia mengajarkan bahwa bilangan merupakan substansi dari semua benda. Ia orang pertama yang menggunakan istilah philosophia.
  • 83. HERACLITUS (544-484 sm) Ia mengatakan bahwa alam semesta itu selalu dalam keadaan berubah. Ia menyatakan: Engkau tidak dapat terjun ke sungai yang sama dua kali karena air sungai itu selalu mengalir (You can not step twice into the same river, for the fresh waters are ever flowing upon you). PARMANIDES (450 sm) Ia tokoh relativisme (suatu pandangan bahwa pengetahuan itu dibatasi, baik oleh akal budi yang serba terbatas maupun oleh cara mengetahui yang serba terbatas) dan sebagai logikawan pertama.
  • 84. ZENO (490 sm) Ia merupakan tokoh yang merelatifkan kebenaran. Baginya tidak ada kebenaran mutlak dan tidak ada generalisasi. Dengan kata lain menurutnya ialah tidak ada kebenaran umum, semua kebenaran relatif. Ia telah mendorong lahirnya konsep-konsep matematika. PROTAGORAS (480-411 sm) Ia menyatakan bahwa manusia adalah ukuran kebenaran. Pernyataan itu merupakan tulang punggung humanisme. Ia menyatakan pula bahwa kebenaran itu bersifat pribadi. Akibatnya tidak akan ada ukuran yang absulut dalam etika, metafisika maupun agama.
  • 85. SOCRATES (470-399 sm) Ia tidak meninggalkan tulisan. Doktrin bahwa semua kebenaran itu relatif telah mengguncangkan sains telah mapan, mengguncangkan keyakinan agama. PLATO (427-347 sm) Ia murid dan sahabat Socrates. Sebagai muridnya, Plato menjelaskan bahwa kebenaran umum itu memang ada, bukan dibuat, melainkan sudah ada di alam idea.
  • 86. ARISTOTELES (384-322 sm) Ia dikenal sebagai Bapak Logika. Logikanya disebut logika tradisional (dalam perkembangannya ada logika modern). Logika Aristoteles disebut juga logika formal. Ia percaya adanya Tuhan. Bukti adanya Tuhan menurutnya ialah Tuhan sebagai penyebab gerak atau a first cause of motion.
  • 87. Fiisafat Sebagai Dialog Rasional Garis pembagi tebal dalam filsafat Yunani kuno--garis yang menempatkan para filsuf yang memiliki pandangan yang terlihat jauh dan asing di satu sisi dan para filsuf an mempunyai pandangan yang dengan jelas tampak lebih relevan dengan permasalahan filosofis kontemporer di sisi lain—terdapat dalam bentuk secrang filsuf saja yang, sepengetahuan kita, tidak pernah menulis buku. Filsuf tersebut, Sokrates (470-399 S.M.), Plato (427-347 S.M.), Aristoteles (384- 322 S.M.)
  • 88. Sokrates menyimpulkan (PA 23a-b) bahwa peramal itu memang mengetengahkan suatu teka-teki, tetapi solusinya merupakan sebutir pil pahit bagi orang-orang yang perlu membela kemuliaan-kemuliaan kealiman manusia demi peran mereka di masyarakat: Plato menggunakan metode dialog, berlandaskan pemahamannya atas ide-ide Sokrates (walaupun dalam hal-hal tertentu tak pelak lagi melampaui gagasan- gagasan tersebut), dalam membangun sistem metafisika pertama yang lengkap dengan nada modern.
  • 89. Filsafat Sebagal iImu Teleologis Aristoteles mendasarkan sistemnya pada suatu metafisika yang sedikit-banyak menempatkan idealisme Plato di benaknya dengan berpendapat bahwa yang pada hakikatnya nyata itu partikula, bukan universa. Ia menyangkutpautkan partikula dengan suatu istilah khusus, "ousia", yang bermakna "realitas", walau biasanya istilah ini diterjemahkan menjadi "substansi".
  • 90. Dalam menerapkan realismenya pada hal-hal partikula, Aristoteles menggunakan metode teleologis. Artinya, ia berpendapat bahwa forma benda sebaiknya terketahui melalui penyelidikan tentang maksud forma tersebut. Kata Yunani telos ("maksud") juga mengacu pada akhir atau tujuan benda atau peristiwa.
  • 91. ____________________________ ____________________________ ____________________________ ____________________________ Pandangan mereka bisa diringkas secara cukup sederhana sebagai berikut: Idealisme plato Realisme Aristoteles - forma = realitas - forma + bahan - bahan = ilusi -substansi (realitas)
  • 92.
  • 95. - 1211900006 YANUANDA MILLENIA - 1212100151 ALFINATUR ROSYIDA - 1212100157 DESY PUTRI AMELIASARI Kelompok 1
  • 96. FILSAFAT KEBENARAN Pluto pernah mempertanyakan apakah kebenaran itu sebenarnya? Dalam waktu belakangan yang cukup lama Bradley seakan menjawab bahwa Kebenaran itu adalah kenyataan. Jadi untuk membuktikan bahwa hari benar-benar hujan, kita harus membedakan dengan melihat kenyataan terjadi di luar rumah. Tetapi kenyataan yang terjadi sekarang tidak seluruhnya berupa kebenaran, bahkan yang tidak seharusnya terjadi akhirnya terjadi juga karena das solen tidak sama dengan das sein. Di muka bumi ini berapa banyak kita melihat ketidakbenaran, seperti berbagai penindasan, penjajahan dan
  • 97. Seorang murid Plato bemama Aristoteles, menjawab pertanyaan hanya ini dengan pendapat bahwa kebenaran itu subjektif sifatnya, Minya kebenaran bagi seseorang adalah tidak benar bagi yang lain, sehingga kemudian lahirlah kebenaran relatif dan kebenaran mutlak. Sekarang agar penelitian cenderung lebih objektif, maka seorang :seneliti yang bertanya kepada seorang responden yang berpendapat subjektif, perlu ditanyakan kepada beberapa responden lain yang memenuhi syarat agar valid (dalam Islam disebut dengan shahih) itupun. Harus diuji kebenarannya, bahkan terkadang dalam kurun waktu tertentu kebenaran itu berubah sesuai corak berpikir manusia (paradigma).
  • 98. Banyak pakar ilmu filsafat yang menganggap benar bahwa pengetahuan itu terdiri atas sebagai berikut: 1. Pengetahuan Akal. 2. Pengetahuan Budi. 3. Pengetahuan Indrawi. 4. Pengetahuan Kepercayaan (otoritatif). 5. Pengetahuan Intuitif
  • 99. Menurut penulis, yang benar adalah pengetahuan akal itu disebut ilmu yang kemudian untuk membahasnya disebut logika, pengetahuan budi itu disebut moral yang kemudian untuk membahasnya disebut etika, pengetahuan indrawi itu disebut seni yang untuk membahasnya disebut estetika. Sedangkan pengetahuan kepercayaan itu disebut agama, tetapi dalam hal in tidak boleh otoritatif karena agama tidak memaksa, agama harus diterima secara logika, etika dan estetika dan agama itu hanyalah Islam yang terbukti kebenarannya, keindahannya dan kebaikannya.Jadi titik temu antara logika, etika dan estetika adalah Islam, oleh karena itu pengetahuan intuitif kepada seseorang yang kemudian disebut nabi harus diuji lebih dahulu seperti halnya keberadaan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana penulis lakukan bertahun-tahun dalam keadaan atheis dan kemudian baru menerimanya.
  • 100. 1. Teori Kebenaran Korespondensi. 2. Teori Kebenaran Koherensi. 3. Teori Kebenaran Pragmatis. 4. Teori Kebenaran Sintaksis. 5. Teori Kebenaran Semantis. 6. Teori Kebenaran Non Deskripsi. 7. Teori Kebenaran Logika yang Berlebihan. SELANJUTNYA UNTUK MELIHAT SESUATU ITU BENAR ATAU TIDAK BENAR, MAKA BEBERAPA KRITERIA YANG SUDAH DILEMBAGAKAN AKAN PENULIS SAMPAIKAN BEBERAPA KRITIK ANTARA LAIN SEBAGAI BERIKUT: 8. Teori Kebenaran Performatif. 9. Teori Kebenaran Paradigmatik. 10. Teori Kebenaran Proposisi.
  • 101. Kebenaran korespondensi adalah kebenaran yang sesuai antara pernyataan dengan fakta di lapangan. Misalnya bila dinyatakan Sengkon dan Karta bersalah, lalu dihukum lima tahun maka Sengkon dan Karta harus benar-benar melakukan kejahatan itu, bukan sekedar membuktikan dengan berbagai berita acara. Apabila Sengkon dan Karta tidak melakukan maka secara secara kebenaran korespondensi itu tidak benar. Kebenaran koherensi adalah kebenaran atas hubungan antara dua pernyataan. Misalnya ketika dinyatakan bahwa monyet mempunyai hidung pada pemyataan pertama, dan pada pemyataan kedua dinyatakan manusia juga mempunyai hidung.
  • 102. Kebenaran pragmatis adalah kebenaran hanya dalam salah satu :-konsekuensi saja. Kelemahan kebenaran ini adalah apabila kemungkinluas, oleh karena itu harus dipilih kemungkinannya hanya dua an sating bertolak belakang. Misalnya, semua yang teratur ada yang dalam hal ini kita tidak membicarakan yang tidak teratur. Jengan adanya yang mengatur peredaran darah dalam tubuh maka buh manusia terjadi sendiri tanpa ada yang mengatur hal itu adalah salah, tetapi seharusnya ada yang mengatur yaitu Tuhan, karena hanya ada dua kemungkinan yaitu ada yang mengatur dan tidak ada yang mengatur, apabila diterima salah satu maka yang lain dicoret karena bertolak belakang.
  • 103. Kebenaran sintaksis adalah kebanaran yang berangkat dari tata bahasa yang melekat. Karena teori ini dipengaruhi pula oleh kejiwaan dan ekspresi, maka ada kemungkinan merek yang menerimanya yang juga mempunyai keterkaitan jiwa akan terpengaruh, apalagi susunan bahasa yang bernuansa rasa. Misalnya pernyataan "Saya makan nasi" akan berbeda bila ditulis dan ditekankan bacaannya (intonasi) ketika "Saya, makan nasi" atau "Saya makan, nasi" atau "Saya makan nasi!" atau "Saya makan nasi?" yaitu pada subjek, predikat dan objek. Kebenaran seperti ini juga mirip dengan kebenaran semantis yang berbicara tentang makna bahasa.
  • 104. Kebenaran logika yang berlebihan adalah kebenaran yang sebenamya telah merupakan fakta. Jadi akan menjadi pemborosan dalam pembuktiannya, misalnya sebuah lingkaran harus berbentuk bulat. Para ahli agama menganggapnya dengan dalil aksioma yang tidak perlu dibuktikan, tetapi sebenamya pembuktian yang berangkat dari keraguan untuk menjadi keyakinan itu perlu dalam mencari titik temu agama dan ilmu. Misalnya apakah Allah itu Tuhan? Apakah Muhammad itu Nabi? Apakah Yesus itu Juru Selamat? Apakah Kresna itu Awatara? Apakah Sidharta Gautama itu Budha? dan lain sebagainya.
  • 105. Kebenaran paradigmatik adalah kebenaran yang berubah pada berbagai ruang dan waktu, jadi setelah kurun waktu tertentu berubah (untuk kategori waktu) dan pada tempat tertentu berubah (untuk kategori ruang). Thomas Kuhn adalah orang yang mempercayai kebenaran seperti ini. Contohnya dapat dilihat ketika pendapat yang mengatakan bumi mengelilingi matahari, merubah pendapat dahulu yang mengatakan matahari mengelilingi bumi. Dalam dunia ilmu-ilmu sosial perubahan ini sangat menyolok sehingga keberadaan suatu disiplin ilmu, memerlukan berbagai paradigma untuk melacaknya.
  • 106. Jadi pada kajian logika kebenaran ilmu pengetahuan ini, kita akan bergelut dengan kegiatan berpikir yang mengasah kemampuan intelektual mulai dari kegiatan yang sederhana, seperti mengingat sampai pada pemecahan masalah (problem solving). Menurut Benjamin S. Bloom hal tersebut disebut juga dengan pembelajaran kognitif yang diurut sebagai berikut: 1. Pengetahuan atau pengenalan seperti mengingat informasi, fakta terminologi, rumus (sehingga dengan demikian kita akan mengidentifikasi, memilih, menyebut nama, dan membuat daftar, sebagai tingkat yang paling rendah).
  • 107. 2. Pemahaman seperti menjelaskan pengetahuan/informasi yang diketahui dengan kata-kata sendiri (sehingga dengan demikian kita akan membedakan, menjelaskan, menyimpulkan, merangkumkan dan memperkirakan sebagai tingkat selanjutnya). 3. Penerapan seperti penggunaan dan penerapan informasi ke dalam situasi konteks yang bare (sehingga kita dengan demikian akan menghitung, mengembangkan, menggunakan, memodifikasi dan mentransfer sebagai tingkat berikutnya). 4. Analisis seperti memisahkan membedakan komponen-komponen atau elemen-elemen, suatu fakta, konsep, pendapat, asumsi dan kesimpulan (sehingga dengan demikian kita akan membuat diagram, membedakan, menghubungkan, menjabarkan ke dalam bagian-bagian pada tingkat seterusnya).
  • 108. 5. Sintesis seperti mengkombinasikan bagian atau elemen ke dalam suatu kesatuan atau struktur yang lebih besar (sehingga kita dengan demikian akan membentuk, mendesain, memformulasikan dan membuat prediksi sebagai tingkat yang lebih tinggi. 6. Evaluasi seperti membuat penilaian dan keputusan tentang suatu ide, gagasan penemuan dalil, metode, produk atau benda dengan menggunakan kriteria tertentu (sehingga dengan demikian kita akan membuat kritik, penilaian, perbandingan dan evaluasi sebagai tingkat terakhir)
  • 109. YANG MAHA RENAR Puncak kebenaran itu sendiri sebenamya adalah Allah Yang Maha enar (Al Haq), itulah sebabnya para pedzikir senantiasa mengucapkan Alhamdulillah" (Segala Puji Bagi Allah) pada setiap penyelesaian :-.enemuan ilmiahnya, ataupun ketika selesai melaksanakan Shalat Fardhu ,, - ebanyak tiga puluh tiga kali. Sebagaimana telah penulis sampaikan di muka bahwa ilmu tidaklah bebas nilai, karena antara logika dan etika harus berdialektika, di bukan hanya karena penggabungan ilmu dan agama yang dalam -embicaraan kita sehari- hari biasanya disebut dengan Imtaq iman dan Taqwa). Seorang ilmuwan sekular dapat saja berkata bahwa agar tidak terkena penyakit kelamin maka hendaklah memakai kondom bila -ersetubuh dengan pelacur. Pada kesempatan lain keberadaan pejabat r.,emerintah juga dapat dinilai tidak balk tetapi benar secara logika bila menjatuhkan hukuman mati kepada pelaku kejahatan.
  • 111. DILIHAT DARI SISI FILSAFAT Kelompok 1: 1211900006_Yanuanda Milennia 1212100151_Alfinatur Rosyida 1212100157_Desy Putri Ameliasari
  • 112. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mampu bertanya. Ia mempertanyakan dirinya, keberadaannya, dan dunianya. Kendati masih bersifat sederhana, kegiatan ini sudah diperlihatkan sejak dini. Lihatlah anak kecil. Ketika ia melihat sesuatu yang baru, secara spontan dia bertanya. Melalui pertanyaan yang diajukan ia ingin mengetahui sesuatu. Kegiatan seperti ini berlangsung terus sepanjang hayat sang anak.
  • 113. "Siapakah manusia itu?" merupakan pertanyaan yang paling mendasar dan paling utama dalam sejarah manusia. Segala pertanyaan yang menyangkut hal- hal lain, seperti tentang bumf, bulan, langit, udara, air dan atom, sel serta tentang Tuhan hanya relevan jika dikaitkan dengan manusia. Selain paling mendasar, pertanyaan "Siapakah manusia itu?" juga merupakan pertanyaan yang paling klasik. Sebelum Sokrates (469-399 sM) muncul di Yunani pertanyaan itu sudah ada. Pada zaman itu sudah banyak pemikir berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut. Filsuf-filsuf modern menegaskan bahwa manusia adalah makhluk yang tertinggi. Ia menjadi ukuran bagi dirinya sendiri serta ukuran dari segala hal, karena itu tidak ada hal yang lebih tinggi dan lebih luas dari manusia itu sendiri. menyebut beberapa nama filsuf dalam aliran ini antara lain Gabriel Marcel (1889-1973)8 dan Martin Buber (1878-1965). Keduanya sama-sama mengakui bahwa manusia adalah sebuah persoalan yang tidak akan pernah berujung. Manusia sebagai Sebuah Persoalan
  • 114. Kata "filsafat" berasal dari bahasa Yunani, yakni philein, artinya mencintai dan sophia, artinya kebijaksanaan. Dari dua kata ini secara harafiah filsafat diartikan dengan cinta akan kebijaksanaan. Apa Itu Filsafat?
  • 116. Filsafat Manusia dan Ilmu-Ilmu Lain Filsafat manusia adalah bagian integral dari sistem filsafat, yang secara spesifik menyoroti hakikat atau esensi manusia. Karena itu cara kerja filsafat manusia tidak terlepas dari cara kerja filsafat pada umumnya.
  • 117. Filsafat Manusia dan Ilmu-Ilmu Lain Filsafat manusia adalah bagian integral dari sistem filsafat, yang secara spesifik menyoroti hakikat atau esensi manusia. Karena itu cara kerja filsafat manusia tidak terlepas dari cara kerja filsafat pada umumnya.
  • 118. Relevansi Filsafat Manusia Ada tiga alasan untuk menunjukkan relevansi itu. Pertama, dengan bertanya kita mewujudkan hakikat kemanusiaan. Aristoteles (384-322 sM) telah mendefinisikan manusia dengan ungkapan homo est animal rationale, artinya manusia adalah binatang berpikir. Kedua, dengan mendalami manusia, kita mengenal manusia dengan lebih baik. Ketiga, sebagai konsekuensi lebih lanjut dari butir kedua, filsafat manusia mengantar kita untuk semakin mampu bertanggungjawab terhadap diri kita dan sesama.
  • 120. Persona atau pribadi merupakan salah satu dimensi mendasar manusia. Sebagai pribadi manusia mempunyai kemampuan untuk menentukan dirinya sendiri. Ia juga memiliki cara berada yang khas dibandingkan dengan makhluk yang lain.
  • 121. Setiap makhluk di dunia ini merupakan individualitas tersendiri. Syarat sebagai individu ialah bahwa ia mempunyai identitas diri yang tidak terbagi sehingga ia bisa dibedakan dari yang lain. Bagi makhluk infrahuman pengertian "individu" dikaitkan dengan jenis. Makhluk Infrahuman
  • 122. Bagi manusia pengertian "individu" tidak sekedar "jenis" atau "spesies", tidak pula bersifat seragam, apalagi bersifat numerik. Individu manusia terkait dengan keunikan. Keunikan itu berakar pada dimensi kerohanian. Sebagai individu manusia memang merupakan jenis yang sama. Namun nilainya tidak pada kesamaan jenis yang dimilikinya. Individualitas manusia terkait dengan kualitas. Manusia bukan suatu ulangan numerik dari jenis yang sama. Dia dikehendaki demi dirinya sendiri. la menentukan diri dan khan bagi dirinya sendiri. Manusia
  • 123. Persona Selain kata "individu", kata "persona" juga dikenakan pada manusia. Di zaman sekarang kata ini bahkan lebih banyak digunakan daripada kata "individu". Secara etimologis, kata "persona" berasal dari bahasa Yunani, yang artinya adalah topeng. Dalam perkembangan selanjutnya, "persona" tidak lagi dimengerti sebagai sebuah topeng, melainkan kualitaskualitas pribadi yang ada dalam diri seseorang. Dengan demikian, arti "persona" tidak lagi menunjuk pada topeng, melainkan pada makna yang ada di baliknya, yakni jati diri.Dalam filsafat manusia pribadi dihubungkan dengan keunikan seseorang.
  • 124. • Pertama adalah karakter. Setiap pribadi memiliki karakter yang unik. Kata "karakter" berasal dari bahasa Yunani, yakni "character", artinya "alat untuk memberi tanda atau cap" atau "tanda atau capnya sendiri". • Kedua, akal budi. Akal budi merupakan elemen persona yang paling hakiki. Dibandingkan dengan makhluk lainnya, akal budi merupakan keistimewaan manusia. manusia adalah binatang yang berakal budi. • Ketiga, kebebasan. Wacana mengenai kebebasan juga bersifat personal. Dalam proses pengambilan keputusan, seseorang harus menentukan pilihannya menurut suara hatinya. • Keempat, nama. Kendati ada ungkapan yang mengatakan "apalah artinya sebuah nama", namun nama mempunyai makna bagi setiap pribadi. Setiap orang memiliki nama. Nama merupakan perwujudan dan pengejawantahan sekaligus menjadi identitas pribadi seseorang. • Kelima, suara hati. Suara hati merupakan bagian hakiki dari kepribadian seseorang. Suara hati ada dalam diri setiap orang. Karena itu suara hati tidak bersifat massal. Hati nurani selalu bersifat personal, karena itu melekat dengan pribadi seseorang. • Keenam, perasaan. Perasaan merupakan ungkapan lubuk hati yang mendalam dari setiap pribadi. Elemen Persona
  • 126. PENGETAHUAN ILMU FILSAFAT Kelompok 1: 1211900006_Yanuanda Milennia 1212100151_Alfinatur Rosyida 1212100157_Desy Putri Ameliasari
  • 127. Pengetahuan Bahwa manusia itu tahu sesuatu, tidak ada yang menyangkal. Manusia tahu akan dunia sekitarnya, akan dirinya sendiri, akan orang-orang lain. Manusia tahu yang baik dan yang buruk, yang indah dan tidak indah. Terdapat 4 (empat) gejala tahu yaitu, (1) manusia ingin tahu, (2) manusia ingin tahu yang benar, (3) objek tahu ialah yang ada dan yang mungkin ada, dan (4) manusia tahu bahwa ia tahu. Orang yang tahu disebut mempunyai pengetahuan. Jadi pengetahuan adalah hasil dari tahu. Berdasarkan 2 (dua) macam putusan, maka pengetahuan pun ada dua macam; pengetahuan khusus yang mengenai sesuatu yang satu atau tertentu saja dan pengetahuan umum yang berlaku bagi seluruhnya. Baik pengetahuan khusus maupun pengetahuan umum, keduanya milik manusia berlandaskan pengalaman, entah itu pengalaman manusia itu sendiri ataupun pengalaman orang lain. Yang harus dicatat, pengetahuan umum ini memang agak aneh. Karena yang bersentuhan dengan manusia adalah yang khusus, tidaklah manusia yang berindra itu bertemu dengan yang umum.
  • 128. Ilmu Pengetahuan Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang bertujuan mencapai kebenaran ilmiah tentang objek tertentu, yang diperoleh melalui pendekatan atau cara pandang (approach), metode (method), dan sistem tertentu. Jadi pengetahuan yang benar tentang objek itu tidak bisa dicapai secara langsung dan sifat daripadanya adalah khusus. Ilmu pengetahuan diciptakan manusia karena didorong oleh rasa ingin tahu manusia yang tidak berkesudahan terhadap objek, pikiran, atau akal budi yang menyangsikan kesaksian indra, karena indra dianggap sering menipu.
  • 129. 6 sistem yang lazim dikenal dalam ilmu pengetahuan yaitu: sistem ini memang sudah sejak awal merupakan suatu kesatuan yang utuh dalam rangka mencapai tujuan yang juga telah ditentukan sejak awal. Misal, susunan alam semesta ini, baik secara keseluruhan maupun secara bagian-bagian. Secara keseluruhan unsur-unsur yang jumlah jenisnya tetap dan tidak mengalami perubahan sejak memulai sampai masa berakhirnya. Sistem tertutup sistem ini tidak memungkinkan masuknya unsur unsur baru ke dalamnya, misal, susunan alam semesta yang merupakan satu kesatuan. Ini terdiri dari unsur- unsur yang jumlah jenisnya tetap dan tidak mengalami perubahan sejak dari mulai sampai masa berakhirnya. Sistem terbuka sistem ini memang dimaksudkan untuk memberikan peluang bagi masuknya unsur-unsur baru agar keberadaan sesuatu hal kemungkinan bisa tetap berlangsung. Lebih dari itu agar perkembangan sesuatu itu juga dimungkinkan. Misalnya, kehidupan masyarakat manusia yang memiliki kodrat sebagai makhluk sosial di mana orang yang satu cenderung secara alami bergantung kepada orang lain secara timbal balik. Sistem alami
  • 130. Sistem buatan sistem ini jelas merupakan hasil karya manusia. Hal ini tercipta atau diciptakan secara sengaja untuk memenuhi segala macam kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin kompleks yang disebabkan oleh perkembangan kualitas manusia itu sendiri. Ini terjadi mungkin karena ia memililki potensi cipta, rasa dan karsa. Sistem yang berbentuk lingkaran Sistem yang berbentuk garis lurus sistem ini merupakan perkembangan dari sistem buatan, yang dibuat agar lebih memudahkan tercapainya salah satu tujuan hidup. Dalam sistem ini masalah sentralnya diletakkan pada sentral dari satu lingkaran. Dari sini orang mulai menjelaskan sejauh mana masalah itu dapat memengaruhi bidang-bidang lainnya. Semakin jauh suatu titik dari titik sentral itu maka titik itu akan mendapatkan pengaruh yang semakin lemah. Sistem ini dapat diasosiasikan dengan berkas sinar yang semakin jauh jaraknya maka pancaran Jaya sinarnya akan semakin berkurang. sistem ini juga merupakan perkembangan dari sistem buatan. Agar dapat mencapai tujuan yang lebih mudah, sistem ini disusun menurut jenjang-jenjang atau tingkat-tingkat mulai dari yang paling tinggi ke jenjang yang paling rendah. Susunan ini memperlihatkan suatu tatanan bahwa jenjang yang lebih rendah mendasarkan diri kepada jenjang yang lebih tinggi.
  • 131. 3 teori pokok tentang kebenaran keilmuan Teori Saling Hubungan (Coherence Theory) Teori Persesuaian (Correspondence Theory) Teori Kegunaan (Pragmatic Theory).
  • 132. FILSAFAT ILMU DAN PENELITIAN FILSAFAT ILMU SEBAGAI DASAR MELAKUKAN PENELITIAN
  • 133. Ilmu Sebagai Pengetahuan Ilmu adalah pengetahuan, tetapi tidak semua pengetahuan adalah ilmu. Pengetahuan adalah pembentukan pemikiran asosiatif yang menghubungkan atau menjalin sebuah pikiran dengan kenyataan atau dengan pikiran lain berdasarkan pengalaman yang berulang-ulang tanpa pemahaman mengenai kausalitas (sebab-akibat) yang hakiki dan universal. Ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang menjelaskan kausalitas (hubungan sebab-akibat) dari suatu objek menurut metodemdetode tertentu yang merupakan suatu kesatuan yanag sistematis.
  • 134. Tingkat Kemantapan Teori Teori akan menjelaskan (meramalkan) fenomena. Dengan penjelasan itu orang menjadi mengerti. Penjelasan ini berkisar pada hubungan-hubungan (relationship). apabila prang dapat menjadikan relationship itu, dikatakan bahwa prang tersebut adalah prang yang mengerti. Sebelum mengerti prang harus tahu. Orang dapat tahu tentang fenomena melalui deskripsi. Deskripsi memberikan pengetahuan tentang apa, sedangkan teori memberikan penjelasan atau pengertian tentang mengapa (why). Bagaimana (how) mengaplikasikan pengetahuan dengan pengertiannya merupakan suatu keterampilan. Pada dasarnya terdapat tiga tingkat pemikiran ke arah memperoleh teori itu, yaitu tingkat klasikal, tingkat taksonomikal, dan tingkat teoretikal (teori eksak).
  • 135. Berpikir Induktif dan Deduktif Ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang tersusun secara sistematis. Pengetahuan yang dimaksud adalah suatu fenomena yang ditangkap oleh indra manusia. Menangkap berarti mengamati atau mengobservasi, sedangkan yang diamati dan fenomena itu tidak lain adalah fakta. Pekerjaan Induktif ini dimulai dari hal-hal yang khusus (particular) yang terpikirkan sebagai kelas dari suatu fenomena, menuju generalisasi. Sedangkan Pekerjaan Deduktif ini berangkat dari hal yang umum (dari induksi/teori/dalil/hukum) kepada hal-hal yang khusus (particular).
  • 136. Metode Ilmiah Kedudukan metode penelitian dalam metode ilmiah dapat dikatakan hanya sebagian dari langkah- langkah sistematis dalam memperoleh ilmu, sebab metode penelitian baru merupakan prosedur sistematis dari bekerjanya pikiran aiau logic yang hanya menghasilkan kesimpulan atau ketetapan rasional saja. Untuk menelusuri langkah-langkah sistematika keilmuan (metode ilmiah) secara tuntas, masih harus dilanjutkan dengan langkah-- langkah sistematis pelaksanaan penelitian yang disebut teknik penelitian.
  • 139. Kelompok 1 1211900006 YANUANDA MILLENIA 1212100151 ALFINATUR ROSYIDA 1212100157 DESY PUTRI AMELIASARI
  • 140. filsafat Pancasila adalah pembahasan Pancasila secara filsafati, yaitu pembahasan Pancasila sampai hakikatnya yang terdalam (sampai intinya yang terdalam). Juga merupakan suatu pengetahuan yang terdalam yang merupakan hakikat Pancasila yang bersifat essensial, abstrak umum universal, tetap dan tidak berubah.
  • 141. Tingkat-tingkat Pengetahuan Pancasila SECARA KESELURUHAN DALAM MEMPELAJARI PANCASILA DIPEROLEH SUATU PENGETAHUAN ILMIAH YANG TERDIRI ATAS EMPAT TINGKAT, YAITU : a) Dengan menjawab suatu pertanyaan ilmiah "Bagaimana" maka akan diperoleh suatu pengetahuan ilmiah yang bersifat deskreptif. Pengetahuan jenis ini adalah jenis pengetahuan yang memberikan penjelasan serta keterangan tanpa disertai adanya pemboncengan kepentingan pribadi. sehingga bersifat objektif.
  • 142. Tingkat-tingkat Pengetahuan Pancasila b) Dengan menjawab suatu pertanyaan ilmiah "Bagaimana" maka akan diperoleh suatu pengetahuan ilmiah yang bersifat deskreb) Dengan mencari suatu pertanyaan ilmiah "Mengapa", maka pengetahuan yang didapatkan adalah pengetahuan bersifat kausal, yaitu pengetahuan yang memberikan jawaban tentang sebab-akibat atau sebab-sebab dan asal-muasal terjadinya sesuatu pengetahuan tentang Pancasila yang bersifat kausal ptif. Pengetahuan jenis ini adalah jenis pengetahuan yang memberikan penjelasan serta keterangan tanpa disertai adanya pemboncengan kepentingan pribadi. sehingga bersifat objektif.
  • 143. Tingkat-tingkat Pengetahuan Pancasila c) Dengan menjawab suatu pertanyaan ilmiah "Bagaimana" maka akan diperoleh suatu pengetahuan ilmiah yang bersifat deskreb) Dengan mencari suatu pertanyaan ilmiah "Mengapa", maka pengetahuan yang didapatkan adalah pengetahuan bersifat kausal, yaitu pengetahuan yang memberikan jawaban tentang sebc) Dengan menjawab petanyaan ilmiah "Kemana": maka pengetahuan yang didapat adalah pengetahuan yang bersifat normatif. Pengetahuan normatif adalah pengetahuan yang merupakan petunjuk atau norma, maka sebelumnya dikaji, lebih dahulu hal-hal yang selalu terjadi.
  • 144. Tingkat-tingkat Pengetahuan Pancasila d) Dengan menjawab pertanyaan "Apa" akan diperoleh pengetahuan mengenai hakikat dari sesuatu yang dinyatakan. Hakikat adalah sesuatu yang secara mutlak menentukan bahwa sesuatu hal itu ada. Untuk membahas hakikat Pancasila, harus benar-benar dibahas sedalam-dalamnya sila demi sila, serta unsur-unsur yang mungkin ada. Bidang ini akan dibahas dalam filsafat Pancasila.
  • 145. a)Manfaat Penggunaan Filsafat 1) Sebagai induk pengetahuan, maka filsafat berfungsi menentukan prinsip-prinsip metodis serta objek dari ilmu pengetahuan.
  • 146. a)Manfaat Penggunaan Filsafat 2) Sebagai pemberi dasar bagi ilmu pengetahuan yang axiomata yang tidak memerlukan suatu pembuktian yaitu: (a) asas kebalikan (principium contradictionis). (b)Asas kesamaan dengan diri sendiri (principium ideutIfilos) (c)Asas kemustahilan ketiga (principium exclusitertii)
  • 147. a)Manfaat Penggunaan Filsafat 3) Dengan filsafat setiap ilmu pengetahuan dapat memiliki sila! dan ciri khasnya masing-masing.
  • 148. a) Manfaat Penggunaan Filsafat 4) Secara umum semua metode ilmu pengetahuan berkembang dan pertama- tama ditentukan oleh filsafat karena kedudukan filsafat sebagai induk ilmu pengetahuan.
  • 149. a)Manfaat Penggunaan Filsafat 5) Filsafat dapat memberikan dan mengarahkan ilmu pengetahuan ke arah tujuan demi kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia.
  • 150. a) Manfaat Penggunaan Filsafat 6) Dengan filsafat ilmu pengetahuan akan mampu menyelesaikan masalahnya (bahkan masalah yang menyangkut prinsip-prinsip metodisnya) yang bersifat terdalam (sampai pada paradigma ilmu).
  • 151. b) Manfaat bagi Pendidikan Kesarjanaan I. karena sifat filsafat yang kritis, dinamis serta mendalam maka memungkinkan bagi pengembangan akal, menghidupkan kecer¬dasan berfikir bagi Para calon saijana.
  • 152. b) Manfaat bagi Pendidikan Kesarjanaan II. Filsafat berfungsi menggugah pengertian dan kesadaran manusia akan kedudukannya dalam hubungannya dengan segala sesuatu di luar dirinya
  • 153. b) Manfaat bagi Pendidikan Kesarjanaan III. Menggugah pengertian serta kesadaran para calon sarjana akan pemikiran kemanusiaan yaitu tentang kemanusiaan dn masalah kemanusiaan sepanjang masa.
  • 154. b) Manfaat bagi Pendidikan Kesarjanaan IV. Pendidikan filsafat akan membantuk para sarjana menjadi ilmu¬wan yang bijaksana yang memiliki dan mengamalkan filsafat pandangan hidup, pedoman hidup, pegangan hidup, dalam kaitannya dengan kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia.
  • 155. Filsafat sebagai pandangan hidup pada hakikatnya merupakan sistem nilai yang secara epistemologis kebenarannya telah diyakini sehingga dijadikan dasar atau pedoman bagi manusia dalam me¬mandang realitas alarn semesta, manusia, masyarakat, bangsa dan negara.
  • 156. Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan ter¬tutup, namun bersifat terbuka. Hal ini dimaksudkan bahwa ideologi Pancasila adalah bersifat aktual, dinamis, antsipatif dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan jaman.
  • 157. Filsafat pancasila PANCASILA SEBAGAI DASAR FILSAFAT NEGARA Pancasila disebut sebagai dasar filsafat negara, philosofische Gronslag dari negara mengandung konsekuensi bahwa dalam setiap aspek penyelenggaraan negara harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal itu meliputi segala peraturan perundang- undangan dalam negara, pemerintahan dan aspek-aspek kenegaraan yang lainnya.
  • 158. Filsafat pancasila PANCASILA SEBAGAI ASAS PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA INDONESIA Bagi bangsa Indonesia sebagai suatu bangsa memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Dilahirkan dari satu nenek moyang, sehingga kita memiliki kesatuan darah. 2. Memiliki satu wilayah di mans kita dilahirkan, hidup bersama dan mencari sumber-sumber kehidupan.
  • 159. Filsafat pancasila PANCASILA SEBAGAI ASAS PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA INDONESIA 3. Memiliki kesatuan sejarah, yaitu bangsa Indonesia dibesarkan di bawah gemilangnya kerajaan-kerajaan, Sriwijaya, Majapahit, mataram dan lain sebagainya. 4. Memiliki persamaan nasib yaitu berada di dalam kesenangan dan kesusahan, dijajah Belanda, Jepang dan lainnya.
  • 160. PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM FILASAFAT A. PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM Yang dimaksud dengan sistem adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan, saling bekerjasama untuk satu tujuan tertentu dan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang utuh sistem lazinmya memiliki ciri-ciri sebagai berikut : (1) Suatu kesatuan bagian-bagian (2) Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri- sendiri
  • 161. PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM FILASAFAT A. PENGERTIAN PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM (3) Saling berhubungan, saling ketergantungan (4) Kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai suatu tuuan bersama (tujuan sistem) (5) Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks
  • 162. Susunan Pancasila adalah hierarkhis dan mempunyai bentuk piramidal. Pengertian matematika piramidal digunakan untuk menggambarkan hubungan hierarkhi sila-sila dari Pancasila dalam unit-urutan luas (kwantitas) dan juga dalam hal sifat- sifatnya (kwalitas).
  • 163. Pancasila yang terdiri atas lima sila setiap sila bukanlah merupakan asas yang berdiri atas lima sila setiap sila bukanlah merupakan asas yang berdiri sendiri¬sendiri, melainkan memiliki satu kesatuan dasar ontologis. Dasail ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia yang memilikil hakikat mutlak monopluralis, oleh karena itu hakikat dasar ini juga, disebut sebagai dasar antropologis.
  • 164. Dalam fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia maka sangat perlu untuk diketahui tentang' hubungan antara negara Indonesia dengan landasan dari Pancasila yaitu : Tuhan, manusia, satu, rakyat, dan adil. Hubunga tersebut merupakan suatu hubungan kesesuaian, maka arti inti setiap sila dari Pancasila adalah sebagai berikut :
  • 165. 1.Ketuhana n 2.Kemanusiaan 3. Persatuan ialah sifat-sifat keadaan negara yang sesuai dengan hakikat Tuhan (yaitu kesesuaian dalam arti sesuai dengan akibat) merupakan suatu nilai-nilai agama). ialah sifat-sifat keadaan negara yang sesuai dengan hakikat manusia. yaitu sifat-sifat dan keadaan negara yang sesuai dengan hakikat satu, yang berarti membuat menjadi satu rakyat, daerah, dan keadaan negara Indonesia sehingga terwujud suatu kesatuan. ARTI INTI SETIAP SILA DARI PANCASILA
  • 166. 4. Kerakyatan 5. Keadilan yaitu sifat-sifat dan keadan negara yang sesuai dengan hakikat rakyat. yaitu sifat-sifat dan keadaan negara yang sesuai dengan hakikat adil. ARTI INTI SETIAP SILA DARI PANCASILA