Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Tugas              FILSAFAT                 Manusia        Nama : Alfina Dewi Hermansyah              NIM : Q11112254     ...
Manusia dari sudut pandang:   1. Agama           Manusia dari sudut pandang Agama Islam.                      Apakah sesu...
tanah.”(ayat 12)“Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempatyang kokoh (rahim).” (ayat 13)“Ke...
Kehidupan manusia di alam ini diawali dengan tidak ada,kemudianada (lahir) dan terakhir tidak ada lagi (mati) (lihat al-Qu...
mengetahui disebut juga subjek yang sadar. Al-Ghazali memberi contoh bagaiseorang manusia yang menghentikan kegiatannya, m...
yang digunakan oleh Koentjara ningrat adalah kepribadia individu.      Kepribadian, menurut Koentjaratningrat, dalam bukun...
a) Dalam kitab Kejadian ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan berkaitan   dengan hakekat manusia dalam penciptaanny...
d) Manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Allah. Ini menunjuk bahwa      manusia adalah sebuah eksistensi yang sangat ...
dan dasar dari seluruh ajaran Buddha. Hal ini dibicarakan dalam ajaran yang   disebut tilakhama (Tiga corak umum agama Bud...
tanggungjawab perseorangan. Karena disesatkan oleh avidya (ketidaktahuan),          manusia menganggap gejala-gejala kosmi...
Mengenai manusia ada beberapa filosof yang berbeda pendapat: Plato          Menurut Plato, martabat manusia sebagai priba...
“pribadi” berarti seseorang bertindak sebagai wakil dari suatu group       atau masyarakat. Seorang individu hanya bisa di...
hanyalah bagian dari jiwa, jiwa manusia adalah keseluruhan kompleks kegiatanmental dari taraf yang paling rendah sampai ya...
Manusia Mempunyai Pengetahuan       Pengetahuan merupakan bagi makhluk yang mempunnyainya apakah diamanusia, malaikat atau...
Dengan demikian menjadi jelas bahwa badan harus dimengerti secara luas,yaitu sebagai hasil dari seluruh proses yang bersif...
-   Ibid, hal. 96       -   Ibid, hal.1173. Manusia menurut para ahli:       Nicolaus D. & A. Sudiarja           Manusia ...
 Paula J. C & Janet W. K              Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban        ...
Why and How?        -   Why are they different?            Mereka berbeda karena keadaan dan wilayah tempat tinggal mereka...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Apa itu manusia

2,064 views

Published on

  • Be the first to like this

Apa itu manusia

  1. 1. Tugas FILSAFAT Manusia Nama : Alfina Dewi Hermansyah NIM : Q11112254 Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
  2. 2. Manusia dari sudut pandang: 1. Agama  Manusia dari sudut pandang Agama Islam. Apakah sesungguhnya pandangan Islam tentang manusia? Dalam Islam manusia bukan sekedar binatang menyusui yang hanya makan,minum dan berhubungan seks, bukan juga hanya “a thinking animal”, tetapi dari itu, ia memiliki potensial pada dan dalam dirinya yang menjadikannya dalam bahasa al- Qur’an unik, berbeda dari yang lain. Pandangan Islam mengenai kehidupan manusia di bumi ini amatlah menyeluruh (comprehensive) dalam artian bahwa kehidupan di dunia ini merupakan sebagian dari kehidupan di akhirat. Tindakan di dunia akan mempengaruhi kehidupannya di akhirat. Dalam Islam manusia merupakan khalifah Allah di muka bumi yang dibekali dengan berbagai hak, dan dibebani dengan berbagai kewajiban. Juga dalam Islam, manusia merupakan makhluk yang terdiri dari ruh atau jiwa dan raga. Manusia menurut Islam, merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang diberi ruh Ilahi dan dibuat dari mani. Kata ruh adalah soul dalam bahasa Inggris yang juga sama dengan jiwa. Bahkan, berbagai ayat dalam kitab suci umat Islam mengungkapkan bahwa Islam mengajarkan manusia untuk mendapatkan kebahagiaan yang seimbang antara dunia dan akhirat, yakni keseimbangan kebahagiaan spiritual dan material sebagaimana yang sering diucapkan umat Islam dalam berdoa: “Ya Tuhan berikanlah aku kebahagian dunia dan juga kebahagiaan akhirat dan jauhkanlah aku dari api neraka”. Ayat di atas dan doa tersebut menunjukkan bahwa dalam Islam manusia itu terdiri dari ruh dan kebahagiaan ruh ini tercapai melalui ibadah. Manusia juga dalam Islam percaya mengenai apa yang tidak terlihat dengan indera penglihatan. Dengan kata lain, manusia Islam menyakini adanya kehidupan di akhirat. Ini merupakan keyakinan mereka bahwa ada kehidupan spiritual di akhir zaman. Terlalu banyak kiranya ayat-ayat dalam kitab suci al-Qur’an dimana Tuhan berfirman mengenai kejadian & asal usul manusia dari jiwa dan raga,antara lain: Surah ke-23, al-Mu’minun ayat 12-15 yang terjemahannya sebagai berikut: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal)
  3. 3. tanah.”(ayat 12)“Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempatyang kokoh (rahim).” (ayat 13)“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu darah itu Kamijadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengandaging. Kemudian Kami kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk lain).Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.”(ayat 14)“Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu benar-benar akan mati.”(ayat15)Surah ke-32 al-Sajdah ayat 7-9 yang terjemahannya sebagai berikut:“Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yangmemulai penciptaan manusia dari tanah.”(ayat 7)“Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (airmani).”(ayat 8)“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuhnya) ruh(ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan danhati (tetapi) kamu sedikit yang bersyukur.”(ayat 9)Surah ke-37 al-Shaffat ayat 11 yang terjemahannya sebagai berikut:“.....Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.”Surah ke-17 al-Isra ayat 85 yang terjemahnya sebagai berikut:“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ruh itu termasukurusan Tuhan-Ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”Surah ke-76 al-Insan ayat 72 yang terjemahannya sebagai berikut:“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yangbercampur (antara benih laki-laki dengan perempuan) yang Kami hendakmengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan diamendengar dan melihat.”Surah ke-86 al-Thariq ayat 5-7 yang terjemahannya sebagai berikut:“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah ia diciptakan?”(ayat 5)“Dia diciptakan dari air yang terpancar.”(ayat 6)“Yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.”(ayat 7)
  4. 4. Kehidupan manusia di alam ini diawali dengan tidak ada,kemudianada (lahir) dan terakhir tidak ada lagi (mati) (lihat al-Qur’an surah ke-7 al-A’raf ayat 25). Mengenai lamanya hidup manusia didunia tidak perlu kitaperbincangkan di sini,sebab sulit untuk memberikan jawaban yang pastitentang hal tersebut. Dapat dikemukakan bahwa filsafat Islam pada umumnya, memandangmanusia terdiri dari dua substansi yang bersifat materi (badan) dan substansiyang bersifat immateri (jiwa) dan hakikat dari manusia adalah substansiimmaterialnya seperti ditulis oleh Imam al-Ghazali mengemukakan bahwaessensi manusia adalah jiwanya:“Adanya jiwa dalam dirinya membuat manusia itu menjadi ciptaan Tuhanyang unggul. Dengan jiwa itu pula manusia dapat mengenal Tuhannya dansifat-sifatNya bukan dengan organ tubuh lainnya. Dengan jiwa itu jualah,manusia dapat mendekatkan diri dengan tuhan dan berusaha mewujudkan.Jadi, jiwa adalah raja dalam diri manusia dan anggota tubuh lainnya adalahunsur-unsur yang melaksanakan perintah tuhan. Jiwa itu diterima oleh tuhanapabila dia tetap bebas dari hal-hal selain dari tuhan. Apabila ia terikat padahal-hal yang bukan dengan tuhan, dia telah menjauh darinya. Jiwa manusialahyang akan dipertanyakan dan disiksa. Hal ini dikemukakan oleh Imam al-Ghazali dan juga dikutip oleh Dr.Muhammad Nasir Nasution dalam bukunya, ”Manusia menurut al-Ghazali”.Ulasan al-Ghazali juga mengungkapkan bahwa akal bukanlah daya yangterpenting dalam kehidupan keberagamaan manusia karena usahapenyempurnaan dan iman diri bukanlah proses intelektual melainkanpenajaman dari daya intuisi dan emosi. Yang penting adalah menjagakeseimbangan antara daya-daya tersebut. Mungkin yang dimaksud disini ialahapabila seseorang mempertajam atau meningkatkan daya fisiknya, sebaiknyajuga ia menambah daya nalar dan imannya sehingga dia menjadi manusiayang utuh”. Esensi manusia atau jiwanya, masih dalam ulasan al-Ghazalimerupakan unsur immaterial yang berdiri sendiri dan juga adalah subjek yang
  5. 5. mengetahui disebut juga subjek yang sadar. Al-Ghazali memberi contoh bagaiseorang manusia yang menghentikan kegiatannya, masih tetap sadar walaupundia berada dalam keadaan tenang dan tidak berbuat apapun. Maka aktifitasfisiknya menghilang tetapi ada sesuatu dalam dirinya yang tidak hilang, yaitukesadaran akan dirinya. Dia sadar bahwa ia ada; bahkan ia sadar bahwa iasadar. Inilah yang dapat dipahami dari istilah,” Subjek yang mengetahui ”.Manusia sadar dan mengetahui apa yang baik dan apa yang buruk dan iamampu mengoreksi semua unsur-unsur tersebut, apabila ia berbuat salah,unsur jiwa dalam dirinya akan menyadarkannya karena ia adalah subjek yangmengetahui. Substansi immaterial atau jiwa itu juga disebut al-nafs dalam islam.Imam Ghazali menguraikan al-nafs atau nafsu sebagai berikut: “Maknapertama ialah “hasrat:” atau diri yang rendah. Hasrat merupakan kata yangmenyeluruh yang terdiri dari ketama’an, amarah dan unsur-unsur keji lainnya.Nabi Muhammad SAW bersabda,” Musuh anda yang terbesar adalah nafsuanda yang terletak dikedua belah sisi anda”. Makna kedua dari Nafs adalahjiwa seperti dijelakan terdahulu. Apabila nafsu menjadi tenang dan telah bebasdari amarah dan birahi dia disebut nafsu Mutmainah atau jiwa yang tenangdan aman, seperti difirmankan oleh Allah SWT,” O..jiwa yang tenang,kembalilah ketuhanmu dengan tenang dan menenangkannya (89-27)”. Dalamma’na yang pertama nafsu bersekutu dengan setan. Apabila nafsu sudah tidaktenang dia tidak akan sempurna; ia disebut nafsu Lawamah atau jiwa yangternoda dan jiwa yang demikian mengabaikan tugas-tugas ilahinya. Apabilajiwa menyerahkan diri kepada setan, ia disebut nafsu Ammarah atau nafsuyang dikuasai setan”. Al-nafs mempunyai daya-daya dan daya berfikir terkandungdidalamnya. Kesempurnaan manusia diperoleh dengan jalan mempertajamdaya berfikir ini.Bila kita bandingkan pandangan al-Ghazali dan Koentjaraningrat mengenaimanusia, maka terlihat kesamaan yang dalam. Tentu Koentjaraningrat tidakmengatakan rujukannya adalah al-Ghazali atau al-Qur’an dan Hadits. Istilah
  6. 6. yang digunakan oleh Koentjara ningrat adalah kepribadia individu. Kepribadian, menurut Koentjaratningrat, dalam bukunya: Pengantar Antropologi 1, adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seorang individu yang berada pada setiap individu (Koentjaraningrat 1996, hlm. 99 ). Dalam buku yagn sama Koentjaraningrat juga menguraikan bahwa ada beberapa unsur dalam kepribadian. Kalau al- Ghazali mengemukakan bahwa manusia memili beragam daya, yakni daya fikir, daya fisik, daya rasa dan daya moral. Maka Koentjaraningrat, Abraham Marslow, Kelvin S. Hall dan Gardner Lindsay menyebut daya-daya tersebut sebagai unsur-unsur akal dan jiwa yang melangkapi kepribadian manusia, seperti unsur pengetahuan, unsur perasaan, unsur motivasi. Hanya istilah yang berbeda; al-Ghazali menggunakan perkataan “daya” atau “al-nafs” sedangkan berbagai pakar dari timur dan barat tersebut terdahulu menyebutnya sebagai unsur-unsur dalam diri manusia. Manusia dari sudut pandang Kristiani Pandangan kita mengenai hakekat manusia berpijak kepada apa yang diinformasikan oleh Alkitab, khususnya dalam Kejadian 1:26-27, yaitu pernyataan Allah disekitar penciptaan alam semesta dengan isinya dimana manusia termasuk didalamnya. Manusia diciptakan menurut " gambar dan rupa" Allah (In His own image). Kata -kata yang digunakan untuk "gambar dan rupa" didalam teks asli Alkitab dalamk bahasa Ibrani adalah "tselem dan demuth". Tselem artinya " gambar yang asli, patung atau model" sedangkan demuth artinya "copy, tembusan" hal ini menunjuk pada unsur kesamaan. Pada umumnya kata tselem dan demuth dalam kaitannya dengan kejadian 1:26-27 diartikan tunggal sebagai bahwa manusia diciptakan segambar dengan Allah (Latin.Imago Dei-similitudo), dalam Perjanjian baru diterjemahkan "eikoon theou" atau homoiosis. Dalam hal ini jelas bahwa gambar Allah tadi sebenarnya merupakan suatu yang interen didalam diri manusia (sesuatu yang tidak dapat dilepaskan dari diri manusia itu sendiri).
  7. 7. a) Dalam kitab Kejadian ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan berkaitan dengan hakekat manusia dalam penciptaannya. Bahwa manusia adalah hasil ciptaan Allah (Kejadian 1:26-27 ; 2:7). Manusia bukanlah "pletikan" Allah, jelmaan dari sebagian diri Allah, bukan pula anak dalam arti biologis yang keluar dari diri Allah. Manusia adalah mahluk yang riil ada, hasil karya dari tangan agung Sang Khalik. Untuk ini harus dicamkan bahwa manusia bagaimanapun berbeda dengan Allah. Allah adalah khalik dan manusia adalah hasil karyaNya. Manusia adalah umat dan Sang Khalik adalah Allah yang menjadi obyek pemujaan dan penyembahan. Allah tidak pernah berubah menjadi manusia secara permanen atau sebaliknya. Dalam hal ini nyata bahwa manusia bukanlah eksistensi yang berdiri sendiri (indipenden), manusia ada karena Allah yang menghendaki manusia itu ada. Dengan demikian teori Evolusi ilmiah (Naturalis evolotion) terbantahkan.b) Manusia diciptakan dengan cara yang sangat uniek tidak seperti Allah menciptakan hasil ciptaanNya yang lain. Manusia diciptakan dari apa yang tidak ada menjadi ada, baik bahan maupun idenya (Kejadian 1:27, Ibr. Bara, menciptakan tanpa bahan, menciptakan dari apa yang tidak ada. Creatio ex nihilo), Manusia diciptakan dengan tanganNya sendiri (Kejadian 2:7, Ibr.yatser, aktivitas yang kreatif), Allah membentuk (to carve, yatser). Didalam kata yatser mengandung unsur seni. Kemudian Allah menghembuskan nafas ke lubang hidung manusia, sehingga manusia menjadi mahluk hidup. Manusia bukanlah hasil proses evolosi dari binatang tingkat rendah ke pada bentuk binatang tingkat tinggi.c) Manusia diciptakan melalui sebuah musyawarah dan pertimbangan dalam diri Allah yang jamak tetapi tunggal itu (Kejadian 1:26-27). Ini menunjukkan bahwa mahluk yang disebut manusia ini adalah mahluk yang luar biasa. Ini pula bisa berarti bahwa segala konsekwensi dan resiko menciptakan mahluk yang disebut manusia ini telah dipertimbangkan dan diperhitungkan. Oleh karenannya atas hasil karyaNya ini Allah berkata "sangat baik" (Kejadian 1:31)
  8. 8. d) Manusia diciptakan menurut rupa dan gambar Allah. Ini menunjuk bahwa manusia adalah sebuah eksistensi yang sangat uniek sekaligus "dahsyat" (Kej 1:26-27). Didalam pernyataan ini tersimpul hakekat manusia yang akan menunjukkan perbedaan hakiki dan prinsipil antara manusia dan hasil ciptaan Allah yang lain. Hal ini juga menunjukkan adanya potensi untuk berhubungan intim yang dapat terjalin antara Allah dan manusia. Struktur Permanen manusia Dan Pengertian Keserupaan Dengan Allah. Dalam sejarah gereja terjadi pergumulan mengenai struktur permanen manusia. Ini merupakan rahasia kehidupan yang tidak mudah diuraikan dan ditemukan formulasinya. Dalam hal ini telah ditemukan dua pandangan yang diakui oleh gereja-gereja, yaitu teori dikhotomi dan trikhotomi. Gereja-gereja barat pada umumnya menerima teori dikhotomi, bahwa manusia terdiri dari dua unsur yaitu manusia batiniah dan manusia lahiriah atau unsur materi dan non materi). Tetapi gereja-gereja di timur menganut pandangan teori trikhotomi, bahwa manusia terdiri dari 3 unsur yaitu roh (unsur relegius), jiwa (unsur psikhologis) dan tubuh (unsur gisik). Tentu masing-masing pandangan memiliki argumentasi yang menggunakan landasan Alkitab. Pandangan lain yang cukup populer adalah pandangan monisme. Monisme berpandangan bahwa manusia merupakan satu kesatuan yang tidak terbagi- bagiatas beberapa unsur. Sebutan tubuh, jiwa dan roh hanya sebagai sinonim. Monisme menolah dualisme atau trialisme. Olerh sebab itu Monisme juga tidak percaya adanya kenyataan "keadaan sementara" (intermediate state), yaitu terpisahnya jiwa dan roh dari tubuh pada saat kematian sampai Tuhan Yesus datang kembali. Disini manusia dipandang sebagai kesatuan secara psikofisik. Manusia dari sudut pandang Agama Buddha Dalam ajaran agama Buddha, manusia menempati kedudukan yang khusus dan tampak memberi corak yang dominan pada hampir seluruh ajarannya. Kenyataan yang dihadapi manusia dalam hidup sehari-hari merupakan titik tolak
  9. 9. dan dasar dari seluruh ajaran Buddha. Hal ini dibicarakan dalam ajaran yang disebut tilakhama (Tiga corak umum agama Buddha), catur arya satyani (empat kesunyataan mulia), hukum karma (hukum perbuatan), dan tumimbal lahir (kelahiran kembali). Manusia, menurut ajaran Buddha, adalah kumpulan dari energi fisik dan mental yang selalu dalam keadaan bergerak, yang disebut Pancakhanda atau lima kelompok kegemaran yaitu rupakhanda (jasmani), vedanakhanda (pencerahan), sannakhandha (pencerapan), shankharakhandha (bentuk-bentuk pikiran), dan vinnanakhandha (kesadaran) . Kelima kelompok tersebut saling berkaitan dan bergantung satu sama lain dalam proses berangkai, kesadaran ada karena adanya pikiran, pikiran timbul disebabkan adanya penyerapan, penyerapan tercipta karena adanya perasaan, dan perasaan timbul karena adanya wujud atau Rupa. Kelima khanda tersebut juga sering diringkas menjadi dua yaitu: nama dan rupa. Nama adalah kumpulan dari perasaan, pikiran, penyerapan dan perasaan yang dapat digolongkan sebagai unsur rohaniah, sedang Rupa adalah badan jasmani yang terdiri dari empat unsur materi yaitu unsur tanah, air, api, dan udara atau hawa. Manusia dalam ajaran Buddha merupakan makhluk dimana jenis kelaminnya ditentukan pada saat pembuahan karena karma dari perbuatannya dalam hidup terdahulu. Ditinjau dari hukum karma, ada akibatnya bila orang melakukan pelanggaran seksual. Ajaran Budhha sangat menuntut disiplin dalam perbuatan seksual. Dan kedua unsur tersebut diatas adalah dasar dari manusia, oleh karena itu, Sebagaimana dijelaskan dalam buku filsafat whitehead tentang jati diri manusia bahwa emosi, kenikmatan, harapan, kekuatan, penyesalan dan macam-macam pengalaman mental adalah unsur-unsur pembentuk jiwa manusia. Badan juga berfungsi sebagi “bidang ekspresi manusia”. Jiwa manusia adalah kesatuan yang kompleks dari kegiatan-kegiatan mental, dari yang paling rendah hingga yang bersifat intelektual. Manusia dari sudut pandang Agama Hindu Manusia adalah atman dan pada hakikatnya “atman” itu ialah Brahman. Manusia tidak mempunyai kehidupan pribadi dan tidak mempunyai
  10. 10. tanggungjawab perseorangan. Karena disesatkan oleh avidya (ketidaktahuan), manusia menganggap gejala-gejala kosmis itu sebagai suatu kenyataan. Jika manusia telah melebur ke dalam Brahman, maka lenyaplah segala perbedaan. Maka tak ada artinya lagi perbedaan antara kebajikan dengan keburukan, antara baik dengan jahat. Dewasa ini di India, Etika itu disusun terutama di sekitar pengertian “Varna Dharma”. Berdasarkan pengertian ini, diuraikanlah kesanggupan moral manusia, dibentangkan juga moral jabatan dan akhirnya diterangkan kebajikan manakah yang diperlukan untuk memenuhi tugas-tugas jabatan dengan sebaik- baiknya. Tetapi di dalam agama Hindu Etika tidak mempunyai arti yang tetap. Agama Hindu tidak mengenal kepercayaan akan Allah, Sang Pencipta. Karena itulah tak dikenalnya pula kepercayaan akan penciptaan manusia menurut gambar Allah. Agama Hindu tidak melihat garis batas antara Allah dengan ciptaanNya. Dan dengan demikian tidak ada tempat bagi Etika di dalam arti yang sesungguhnya.2. Psikologi Memahami makhluk Tuhan yang bernama manusia sungguh sangat sukar. Berbagai macam pandangan para tokoh mengenai manusia. Ahli mantic (logika) menyatakan bahwa manusia adalah “Hayawan Natiq” (manusia adalah hewan berpikir), seorang ahli filsafat yaitu Ibnu Khaldun menyatakan bahwa manusia itu madaniyyun bi al-thaba atau manusia adalah makhluk yang bergantung kepada tabiatnya. Sedangkan Aristoteles berpendapat bahwa manusia adalah “zoon political” atau “political animal (manusia adalah hewan yang berpolitik). Mengenai sifat makhluk yang bernama manusia itu sendiri yakni bahwa makhluk itu memiliki potensi lupa atau memiliki kemampuan bergerak yang melahirkan dinamisme, atau makhluk yang selalu atau sewajarnya melahirkan rasa senang, humanisme dan kebahagiaan pada pihak-pihak lain. Dan juga manusia itu pada hakikatnya merupakan makhluk yang berfikir, berbicara, berjalan, menangis, merasa, bersikap dan bertindak serta bergerak.
  11. 11. Mengenai manusia ada beberapa filosof yang berbeda pendapat: Plato Menurut Plato, martabat manusia sebagai pribadi tidak terbatas pada mulainya jiwa bersatu dengan raga, jiwa tidak berada lebih dulu sebelum manusia atau pribadi adalah jiwa sendiri. Sedangkan badan oleh Plato yang disebut sebagai alat yang berguna sewaktu masih hidup didunia ini, tetapi badan itu disamping berguna sekaligus juga memberati usaha jiwa untuk mencapai kesempurnaan, yaitu kembali kepada dunia “ide”. Sedangkan jiwa berada sebelum bersatu dengan badan. Persatuan jiwa dengan badan merupakan hukuman, karena kegagalan jiwa untuk memusatkan perhatianya kepada dunia “ide”, jadi manusia mempunyai Pra- eksistensi yaitu sudah ada sebelum dipersatukan dengan badan dan jatuh kedunia ini. Thomas Aquinas Ia berpendapat bahwa yang disebut manusia sebagai pribadi adalah makhluk individual, kalau hidup, ialah makhluk yang merupakan kesatuan antara jiwa dan badan. Sedangkan yang dimaksud pribadi adalah masing- masing manusia individual : manusia yang konkret dan yang riil dan juga mempunyai kodrat yang rasional. Manusia adalah suatu substansi yag komplit terdiri dari badan (material) dan jiwa (forma). David Hcme Berbicara mengenai pribadi adalah identitas diri yaitu kesamaan jati diri manusia dalam kaitannya dengan waktu. Beliau berpegang teguh bahwa pengetahuan ilmiah hanya dapat dicapaidengan titik tolak pengalaman indrawi yaitu penglihatan, penciuman, perabaan, pencicipan dan pendengaran. Immanuel Kant Memahami pribadi yaitu sesuatu yang sadar akan identitas numeric mengenai dirinya sendiri pada waktu yang berbeda-beda beliau percaya bahwa identitas diripun tidak dapat dipergunakan untuk menyanggah keyakinan bahwa segala sesuatu didunia ini selalu mengalir berganti. John Dewey
  12. 12. “pribadi” berarti seseorang bertindak sebagai wakil dari suatu group atau masyarakat. Seorang individu hanya bisa disebut pribadi kalau ia mengemban dan menampilkan nilai-nilai social masyarakat tertentu.Jiwa Manusia Jiwa manusia sering dimengerti sebagai suatu benda halus atau suatu makhlukhalus yang merasuki, meresapi serta menggunakan badan untuk mewujudkan cita-cita jiwawi. Terkadang pula jiwa manusia digambarkan atau dibayangkan persisseperti tubuhnya hanya saja tidak bissa diraba atau ditangkap sifat dari jiwa jugatergantung pada tarafnya. Taraf tertinggi yaitu rasional, didalam manusia mengandaikan dukungan daritaraf-taraf yang lebih rendah, yaitu taraf anarganik (benda mati) taraf vegetatif(tumbuhan) dan taraf sensitive (binatang). Dalam taraf rasional atau manusia pembaharuan merupakan peristiwa yangterus menerus terjadi. Pembaharuan menjadi begitu efektif didalam sejarahkehidupan manusia, karena didalam diri manusia terdapat kesadaran intelektual yangmempunyai kemampuan sangat efektif untuk menyederhanakan pengalaman danmemberi tekanan kepada segi yang dianggap pentingsambil menyingkirkan yangdianggap tidak relevan. Kemampuan itu disebut kemampuan abstraksi, kemampuan abstraksi disisniberfungsi rasiio atau budi ssebagai yang menjalankan pemerintah atas keseluruhanataupun bagian-bagian didalam manusia. Didalam manusia terdapat 2 sumber bagi munculnya kebaruan yang satumerupakan hasil dari koordinasi yang ketat dari tubuh manusia sebagaimana jugaterdapat pada binatanng, dan yang lain dari identitas yang hebat dari fungsiintelektual. Perlu disadari bahwa budi tidak identik dengan jiwa, budi meskipunmenduduki posisi tertinggi dan memegang dominasi atas bagian-bagian lain,
  13. 13. hanyalah bagian dari jiwa, jiwa manusia adalah keseluruhan kompleks kegiatanmental dari taraf yang paling rendah sampai yang palling tinggi emosi, kenikmatan,harapan, ketakutan, penyesalan, penilaian dari macam-macam pengalaman mentalinnilah yang merupakan unsure-unsur pembentukan “jiwa manusia”, dan jiwamanusia itu ditandai dengan mental. Taraf pengalaman mental manusia terdiri dari penngalaman-pengalamnmental yang begitu kompleks, kegiatan mental yang kompleks ini merupakankesatuan dari emosi, rasa senang (enjoyment), harapan, kehawatiran dan ketakutanpenyesalan penilaian terhadap macam-macam alternatif serta macam-macamkeputusan, pengalaman mental mempunyai dasarnya didalam pengalamn fisik. Badan juga berfungsi sebagai bidang ekspresi manusia. Jiwa manusia adalahkesatuan kompleks dari kegiatan mental, dari yang paling rendah ke yang bersifatintelektual. Mengenai kedudukan manusia yang palinng menarik adalah sendiri dalamlngkungan yang diselidiki pula. Ternyata penyelidikan mengenai lingkungan ini lebih(dianggap) memuaskan dari pada penylidikan tentang manusia itu sendiri. Bicara masalah hidup manusia itu memang unik, hidup adalah aktivitas, dansegala aktivitas membawa besertanya masalah-masalh tertentu. Masalah-masalahtermaksud harus dipecahkan dengan berhasil untuk menjadikan manusia itu sesuatuyang sukses. Masalah-masalah tesebut dibagi 2 kategori, yaitu masalah immediateproblem dan masalah asasi (utimmate problems) Immediate problems ialah masalah-maslah praktis sehari-hari , masalah yangkemballi kepada keperluan-keperluan pribadi yang mendesak dan masalah seperti:administrasi negara, produksi, konsumsi dan distribusi. Kemudian masalah asaimanusia , maka setiap manusia yang memperhatikan hidup dengan serius akanmendapatkan drinya berhadapan muka dengan masalah-masalah asasi tersebut.Setelah dia merasakan desakan beban dan liku-liku hidup.
  14. 14. Manusia Mempunyai Pengetahuan Pengetahuan merupakan bagi makhluk yang mempunnyainya apakah diamanusia, malaikat atau banatang suatu kekayaan dan kesempurnaan. Dengan adanyapengetahuan yang dimilikinya manusia bisa memahami dirinya sendiri dankeberadaanya. Pengetahuan lebiih merupakan suatu cara berada dari pada suatau caramempunyai. Aktifitas itu tidak berupa penyitaan atau pemilikan benda-bendasebaliknya berupa keterbukaan terhadap mereka. Jadi pengetahuan adalah suatu kegiatan mempengaruhi subjek yangmengetahui dalam dirinya. Dia adalah suatu ketentuan yang memperkaya eksistensisubyek.Seputar Manusia Kita menyadari diri kita meskipun sebagai satu kesatuan yang utuh, namundiri kita jelas terdiri dari bagian-bagian dan aspek-aspek yang begitu kaya, terdiri daribadan dan jiwa yang masing-masing kegiatan, kemampuan dan gaya sertaperkembanganya sendiri. Para pendukung fanatik tradisi, yang boleh disebut kaum konservatif, kuranglebiih berpegang pada keyakinan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, tidaktetap dan tidak dapat diramalkan secara logis. Sebab kodrat manusia telah rusak beratdan tidak tersembuhkan karena telah dicederai oleh dosa asal, atau sejenis itu.Sedangkan para pendukung revolusioner, yang biasanya disebut kaum liberalberpendapat bahwa manusia pada hakikatnya baik dan bisa mencapai kesempurnaan. Mengenai badan manusia dan strukturnya didalam ini berproses secarasederhana biasa dkatakan bahwa kutub fisi berfungsi secara husus pada wal proses.Kutub fisiklah yang menangkap atau menerima bahan atau penelolaan yang telahdisajikan oleh dunia, sedangkan kutub mental berkegiatan untuk mengelola bahantersebut sampai pada tahap kepenuhan diri.
  15. 15. Dengan demikian menjadi jelas bahwa badan harus dimengerti secara luas,yaitu sebagai hasil dari seluruh proses yang bersifat obyektif, tidak berubah danmenjadi bahan bagi kutub fisik dari pengada-pengada baru. Didalam pengertian yangdigunakan disi, badan bukan hanya terbatas pada tubuh, tetapi segala bentuk ekspresiyang bisa diamati pada manusia yang telah selesai berproses setiap saatnya, misalnyasaja termasuk didalamnya, bagaimana seorang tertawa, menangis, berjalan, lari,duduk, tidur dan seterusnya untuk saat ini kita memusatkan perhatian kita pada tubuhmanusia. Kegiatan dari macam-macam kegiatan mental disebut jiwa manusiasedangkan kegiatan mental dari unsure tertinggi membentuk budi atau rasio manusia. Pada dasarnya atau pada hakikatnya hidup manusia adalah pengalamanbersama, hidup manusia, bahkan didalam unsur-unsurnya yaNg paling individual,merupakan kehidupan bersama dan tingkah laku manusia, didalam strukturnya yangasasi, yang selalu menunjukkan kepada pribadi. Dengan singkat boleh dikatakan bahwa manusia adalah anak masyarakat.Contohnya : bila masyarakat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan memandangrendah sikap menonjolkan diri, sifat ini akan mempengaruhi, anak-anaknya untukbertindak berfikir dengan cara yang sama. SUMBER:- Zakcy Syata, Filsafat Manusia (Terbit Terang : Surabaya),hal.9- Hardono Hadi, Jati Diri Manusia (Kanisius : Yogyakarta, 1996), hal.32-37- Ibid, hal. 88-93- Poejdja Wijatna, Manusia dengan Alamnya (Bina Aksara : Jakarta, 1983), hal. 50- Endang Syaifuddin Anshari, Ilmu Filsafat dan Agama (Bina Ilmu : Surabaya, 1987), hal. 30- Lois Leahy, Manusia Sebuah Misteri (Gramedia Utama : Jakarta, 1993), hal.77- Hardono Hadi, Jati Diri Manusia (Kanisius : Yogyakarta, 1996), hal.84
  16. 16. - Ibid, hal. 96 - Ibid, hal.1173. Manusia menurut para ahli:  Nicolaus D. & A. Sudiarja Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.  Abineno J. I Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana"  Upanisads Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik  Sokrates Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar  Kees Bertens Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan  I Wayan Watra Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa  Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan roh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan  Erbe Sentanu Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain
  17. 17.  Paula J. C & Janet W. K Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan,Manusia menurut pandangan saya: Menurut saya, manusia adalah makhluk yang unik, mempunyai jiwa dan tubuh. Manusiamempunyai susunan tubuh yang rumit. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mulia, yangdiberikan kemampuan untuk berpikir dan mengetahui mana yang baik dan buruk sertamelakukan hal-hal yang sesuai keinginannya. Manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia harusbersosialisasi untuk bertahan hidup. Manusia diciptakan Tuhan demikian rupanya dan sempurnadi antara makhluk ciptaan-Nya yang lain.
  18. 18. Why and How? - Why are they different? Mereka berbeda karena keadaan dan wilayah tempat tinggal mereka yang berbeda. Mereka yang terlahir di wilayah Negara yang damai, tanpa peperangan, tidak perlu repot untuk memikirkan keadaan mereka hari ini, hari esok, beberapa hari kemudian atau bahkan beberapa tahun kemudian. Sebagian dari mereka hanya memikirkan apa yang akan mereka kenakan esok hari, apa yang akan mereka akan pada pagi hari, siang hari, malam hari atau bahkan esok hari. Mereka hanya memikirkan diri mereka sendiri tanpa sekalipun memperdulikan teman-teman sebaya mereka di Negara lain. Sementara itu, mereka yang terlahir di wilayah perang, perlu berjuang keras untuk memikirkan keadaan mereka yang sangat memprihatinkan, mereka harus berjuang mencari makan dan mempertahankan hidup mereka, mereka memikirkan bagaimana keadaan mereka esok hari, mengapa mereka harus berada dalam keadaan seperti dan kapan keadaan ini harus berakhir. - How? Bagaimana seyogyanya keadaan anak-anak itu? Dan apakah Tuhan menginginkan keadaan mereka seperti itu? Menurut saya, keadaan anak-anak itu harusnya keadaan yang memungkinkan mereka untuk bermain dengan bebas, tidak perlu memikirkan bagaimana cara untuk bertahan hidup. Mereka harus bisa bermain dengan bebas dengan teman- teman sebaya mereka, mereka harus mampu mengembangkan pikiran kreatif mereka. Keadaan anak-anak itu bukanlah takdir ataupun keinginan Tuhan. Tuhan tidak pernah menciptakan mereka dalam keadaan seperti itu. Justtu karena keserakahan sesame manusia, anak-anak itu ikut menjadi korban. Mereka yang seharusnya bermain dan menikmati masa kecil mereka kini menjadi korban atas keserakahan sesama manusia.`

×