EKSISTENSI NABI MUHAMMAD
SEBAGAI NABI TERAKHIR

DIPRODUKSI OLEH : KELOMMPOK 8
Guz Rizal
Inggi Putri P
Muhammad alif
•

PEMBAHASAN
Nabi Muhammad SAW.

Rasululloh SAW. dilahirkan oleh seorang ibu bernama Siti Aminah
pada hari senin tanggal ...
• Keadaan Nabi sebelum Turunnya Al Qur’an
Sebelum beliau diutus menjadi nabi, beliau telah
dijauhkan dari perabadahan kepa...
Muhammad dilahirkan ditengah – tengah
masyarakat berbelakang yang senang dengan kekerasan
dan pertempuran. Ia sering menye...
Jibril berkata “Bacalah!”, beliau menjawab “Saya tidak
dapat membaca” Jibril mengulangi perintah ini untuk kedua
kalinya. ...
PERANG BADAR
Rasulullah pernah sekali membulatkan tekad menghadang
salah satu kafilah dagang Quraisy. Beliau keluar diirin...
Setelah mengetahui kaum Quraisy keluar,
Rasulullah bermusyawarah dengan para sahabatnya
dan semua sepakat untuk menemui da...
PERANG UHUD
Setelah perang Badar, terjadi beberapa peperangan lain antara kaum
muslimin dan kaum kafir Mekkah. Peperangan ...
Rasulullah mendengarkan rencana musuh, lalu beliau
bermusyawarah dengan para sahabatnya. Salman al – Farisi
menyarankan un...
1. Nabi Muhammad saw sebagai Nabi/ Rasul
Secara historis, perjalanan Nabi Muhammad saw.
sebagai pembawa risalah langit ter...
Tepat pada umur 40 tahun, Muhammad bin
Abdullah, suami dari Siti Khadijah, menerima tugas
kenabian yang harus disampaikan ...
2. Nabi Muhammad saw sebagai Pemimpin Umat/
Negara

Kemampuannya dalam mengadakan hubungan
internasional dengan berkirim s...
Eksistensi Hadits Di Tengah Peran Nabi Muhammad Sebagai
Rasul
Rasul adalah utusan Allah di bumi untuk menyampaikan risalah...
Nabi yang berperan sebagai manusia biasa juga pernah
mengalami kesalahan, yaitu ketika Nabi memberi saran
kepada salah sat...
Bahkan mengenai kejadian yang mengiringi al-Qur’an
saja, manusia tidak mampu memahaminya dan tidak
mempercayainya. Di situ...
Eksistensi Hadits Di Tengah Peran Nabi Muhammad Sebagai
Manusia Biasa

Nabi adalah utusan Allah untuk menyampaikan risalah...
PENUTUP

TERIMA KASIH
WASSALAMU’ALAIKUM.Wr.
Wb.
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Eksistensi nabi muhammad sebagai nabi terakhir

2,663 views

Published on

  • Be the first to comment

Eksistensi nabi muhammad sebagai nabi terakhir

  1. 1. EKSISTENSI NABI MUHAMMAD SEBAGAI NABI TERAKHIR DIPRODUKSI OLEH : KELOMMPOK 8 Guz Rizal Inggi Putri P Muhammad alif
  2. 2. • PEMBAHASAN Nabi Muhammad SAW. Rasululloh SAW. dilahirkan oleh seorang ibu bernama Siti Aminah pada hari senin tanggal 12 rabi’ul awal tahun gajah (570 M). beliau adalah Muhammad saw. Bin Abdullah bin abdul muthalib bin hasyim bin abdi manaf bin qushay bin kilab bin murrah bin ka’ab bin lu’ayy bin ghalib bin fihr bin malik bin nadhr bin kinanah bin khuzaimah bin mudrikah bin ilyas bin mudhar bin nizar bin ma’ad bin adnan. Nasab adnan berakhir pada sayyidina Isma’il bin ibrahim alaihimas al-salam. Pribadi Muhammad sebagai pengemban risalah kenabian dan kerasulan memiliki berbagai dimensi yang merupakan perpaduan antara sisi kemanusiaan dan sisi ketuhanan. Nabi Muhammad saw sungguh luar biasa. Salah satu bagian hidupnya yang membuat umat manusia kagum adalah saat-saat dimana beliau menjadi seorang pemimpin. Beliau pemimpin bagi Islam, sekaligus sebagai pemimpin negara, sekaligus pemimpin rumah tangga, sekaligus pemimpin bagi dirinya sendiri.
  3. 3. • Keadaan Nabi sebelum Turunnya Al Qur’an Sebelum beliau diutus menjadi nabi, beliau telah dijauhkan dari perabadahan kepada berhala serta seluruh perkataan dan perbuatan jelek. Selain itu, beliau juga diciptakan di atas fitrah yang telah siap sedia menerima kebenaran baik berupa ilmu atau amalan. Dalam masa remajanya, diriwayatkan bahwa Muhammad percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat – sifat angkoh dan sombong. Ia menyayangi orang – orang miskin, para janda dan anak – anak yatim serta berbagai penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang biasa di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain – lain. Sehingga ia dikenal sebagai Al – Saadiq (Yang benar) dan Al – Amin (Yang terpercaya).
  4. 4. Muhammad dilahirkan ditengah – tengah masyarakat berbelakang yang senang dengan kekerasan dan pertempuran. Ia sering menyendiri ke Gua Hira’ , sebuah gua bukit dekat Mekah, yang sekarang dikenal sebagai Jabal An Nur karena bertentangan sikap dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut. Disinilah ia sering berpikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan. Ketika umur beliau telah 40 tahun, kekuatan akal beliau telah siap untuk menerima risalah yang paling agung. Ketika malaikat Jibril menampakkan diri kepada beliau dan mengagetkan karena tidak ada yang mengawali peristiwa tersebut (datang dengan tiba – tiba).
  5. 5. Jibril berkata “Bacalah!”, beliau menjawab “Saya tidak dapat membaca” Jibril mengulangi perintah ini untuk kedua kalinya. Dan, pada kali yang ketiga. Jibril berkata padanya : Ayat pertama yang Allah turunkan kepada beliau : “ Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan! Din telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah, Yang Mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya “ (Al-‘Alaq : 1-5)
  6. 6. PERANG BADAR Rasulullah pernah sekali membulatkan tekad menghadang salah satu kafilah dagang Quraisy. Beliau keluar diiringi 313 orang yang hanya dibekali dengan 2 ekor kuda dan 70 ekor onta. Sementara kafilah Quraisy terdiri dari 1000 ekor onta dipimpin oleh Abu Sufyan beserta 40 orang bersamanya. Hanya saja, Abu Sufyan telah mengetahui keluarnya kaum muslimin. Lalu, ia mengirim utusan ke Mekkah untuk memberitahukan hal ini, sekaligus meminta bantuan mereka. Abu Sufyan mengalihkan jalannya dan pergi dari jalan lain, sehingga mereka tidak berjumpa dengan kaum muslimin. Sedangkan kaum Quraisy telah keluar dengan satu pasukan yang berjumlah 1000 tentara, namun utusan Abu Sufyan telah sampai kepada mereka dengan mengabarkan keselamatan kafilah dan meminta mereka kembali ke Mekkah. Akan tetapi, Abu Jahal menolak untuk kembali, ia memerintahkan pasukan untuk melanjutkan perjalanan ke Badar.
  7. 7. Setelah mengetahui kaum Quraisy keluar, Rasulullah bermusyawarah dengan para sahabatnya dan semua sepakat untuk menemui dan memerangi orang – orang kafir. Di pagi hari Jum’at, tanggal 11 Ramadhan tahun ke-2 H, kedua kelompok saling berhadapan dan terjadilah perang yang dahsyat. Peperangan ini diakhiri dengan kemenangan bagi kaum muslimin dengan 14 orang gugur sebagai syahid. Sedangkan dari kaum musyrikin telah tewas 70 orang dan 70 orang lainnya ditawan.
  8. 8. PERANG UHUD Setelah perang Badar, terjadi beberapa peperangan lain antara kaum muslimin dan kaum kafir Mekkah. Peperangan kedua yang terjadi setelah perang Badar, adalah perang Uhud. Pada peperangan ini, kaum muslimin mengalami kekalahan. Karena, mereka telah menyalahi perintah Rasulullah dan tidak mematuhi strategi yang telah beliau buat. Jumlah pasukan kaum kafir sebanyak 3000 pasukan, sedangkan kaum muslimin berjumlah sekitar 700 pasukan. Setelah perang Uhud, orang – orang Yahudi keluar menuju Mekkah menyerukan kepada kaum kafir untuk memerangi kaum muslimin di Madinah, dan berjanji akan memberikan dukungan. Kaum kafir pun memenuhinya. Kaum Yahudi tidak saja menyerukan kepada kaum kafir Mekkah, tetapi juga kepada kabilah – kabilah lain, dan semuanya menyetujui ajakan tersebut. Maka, berangkatlah sekitar 10.000 pasukan kaum musyrikin menuju Madinah dari berbagai penjuru dan mengepungnya.
  9. 9. Rasulullah mendengarkan rencana musuh, lalu beliau bermusyawarah dengan para sahabatnya. Salman al – Farisi menyarankan untuk menggali parit di sekitar Madinah, yaitu di tempat yang tidak bergunung. Kaum muslimin segera menggali parit dan dalam waktu singkat dapat menyelesaikannya. Selama hampir satu bulan, kaum kafir tadak mampu menyeberangi parit. Lalu, Allah mengirim angin yang sangat dahsyat kepada orang – orang kafir, sehingga memporak – porandakan perkemahan mereka, dan rasa takut benar – benar menyelimuti mereka. Akhirnya, mereka pun kembali ke Mekkah.
  10. 10. 1. Nabi Muhammad saw sebagai Nabi/ Rasul Secara historis, perjalanan Nabi Muhammad saw. sebagai pembawa risalah langit terbagi dalam tiga periode, yaitu pertama, periode pra kerasulan, kedua, periode kerasulan dan ketiga, periode pasca kerasulan. Tahap kedua masa kenabian di awali dengan dengan kondisi demografis sosiologis Arab, yakni kondisi masa Makiyyah dan masa Madaniyah. Latar belakang kehidupan bangsa Arab yang begitu buruk lah yang menjadi sejarah awal perjuangan Nabi Muhammad dalam menegakkan ajaran Islam.
  11. 11. Tepat pada umur 40 tahun, Muhammad bin Abdullah, suami dari Siti Khadijah, menerima tugas kenabian yang harus disampaikan ke seluruh umat manusia. Tugas yang tentu saja tidak mudah, sehingga Nabi Muhammad SAW sendiri pada awalnya sempat ragu, apakah benar yang diterima adalah wahyu, dan apakah juga merupakan pengangkatan sebagai Nabi (yang menerima wahyu) dan Rasul (yang diutus menyampaikan misi). Tetapi sang pendamping Siti Khadijah, yang teguh hati, menenangkan, menentramkan, menguatkan dan memastikan bahwa yang diterima benar wahyu dan baginda benar-benar diangkat menjadi Nabi dan Rasul.
  12. 12. 2. Nabi Muhammad saw sebagai Pemimpin Umat/ Negara Kemampuannya dalam mengadakan hubungan internasional dengan berkirim surat yang bertujuan untuk “memproklamirkan Islam” kepada para raja dan gubenur dari negara lain. Ketika kemudian praktek kenegaraan yang dijabarkan oleh nabi, yaitu “Membangun negara Madinah dan pemerintahannya” ditinggalkan Nabi, meninggal dunia, Praktek ini tetap dilanjutkan oleh penerus beliau, 4 khalifah yang terkenal (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali) atau Khulafaurrasyidin Ahmadiyyin (Pemimpin yang cerdas dan mendapat petunjuk).
  13. 13. Eksistensi Hadits Di Tengah Peran Nabi Muhammad Sebagai Rasul Rasul adalah utusan Allah di bumi untuk menyampaikan risalah atau wahyu kepada manusia dan memerintahkan agar manusia mau beriman dan menyembah Allah serta beribadah kepadaNya. Nabi Muhammad saw merupakan rasul yang terakhir yang diturunkan kepada semesta alam dan membawa rahmat bagi semesta alam. Kehadiran Nabi Muhammad adalah untuk menegakkan dan menyebarkan ajaran yang berupa agama Islam di tanah Arab khususnya dan di seluruh dunia pada umumnya. Sebagai rasul dan Nabi yang diutus untuk semesta alam tentulah Muhammad saw diberi kitab yang memuat seluruh ajaran yang akan disampaikan kepada manusia. Kitab tersebut bernama al-Qur’an. Namun sebagaimana diketahui, bahwa isi al-Qur’an sangat ringkas dan padat sehingga tidak semua orang mampu memahaminya dengan baik, tanpa bantuan penjelasan dari Nabi Muhammad saw.
  14. 14. Nabi yang berperan sebagai manusia biasa juga pernah mengalami kesalahan, yaitu ketika Nabi memberi saran kepada salah satu orang untuk tidak mengawinkan pohon kurma. Namun, akibatnya pohon kurma itu tidak jadi berbuah. Pohon kurma akan berbuah apabila dikawinkan. Selanjutnya Nabi bersabda: “kamu lebih mengetahui tentang seluk beluk perkara duniamu”. Hal itu merupakan titik tekan bahwa Nabi Muhammad juga seorang manusia. Jadi eksistensi hadits ketika Nabi berperan sebagai manusia masih terpelihara kecuali dalam masalah dan hal-hal tertentu.
  15. 15. Bahkan mengenai kejadian yang mengiringi al-Qur’an saja, manusia tidak mampu memahaminya dan tidak mempercayainya. Di situlah peran hadits sebagai penjelas alQur’an juga sebagai penjelas kronologi kejadian wahyu. Ketika wahyu pertama yaitu ayat 1-5 turun pertama kali, yaitu di gua hira’. Selagi usia Nabi hampir mencapai 40 tahun. Gua hira’ terletak di Jabal Nur, yang jaraknya kira-kira dua mil dari Makkah.
  16. 16. Eksistensi Hadits Di Tengah Peran Nabi Muhammad Sebagai Manusia Biasa Nabi adalah utusan Allah untuk menyampaikan risalahNya kepada manusia. Karena obyeknya adalah manusia, maka yang diutus juga seorang manusia. Disamping itu, banyak ungkapan dalam al-Qur’an yang mengemukakan bahwa Muhammad adalah manusia biasa. Dari sini, wajar kalau Nabi Muhammad juga makan, minum, tidur, beristri dan lain sebagainya sebagaimana layaknya manusia biasa. Hal inilah yang kadang memancing kesalahan kontroversi pemahaman, ada yang menganggap semua yang dilakukan Nabi itu adalah hadits, namun ada yang membeda-bedakan antara kegiatan yang bersifat basyariyah dengan kegiatan edukatif.
  17. 17. PENUTUP TERIMA KASIH WASSALAMU’ALAIKUM.Wr. Wb.

×