i
BASIS DAN GUDANG DATA
KONSEP SISTEM INFORMASI
Dosen Pembimbing :
Catur Budy Cahyono, S.Pd
Disusun Oleh :
005131121007 Ah...
ii
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT serta
shalawat dan salam kita sampaikan hanya bag...
iii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ...............................................................................................
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkembangan yang pesat dari teknologi komputer dalam
perkembangan perangkat keras...
2
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Basis Data
Menurut James A. O'Brien (2003, p145), Basis Data adalah
sebuah kumpulan yang...
3
2.1.1 Komponen Dasar Basis Data
Dalam membuat basis data harus memiliki komponen dasar.
Agar terciptanya basis data maka...
4
b) Efisiensi ruang penyimpanan (space)
Untuk efisiensi ruang penyimpanan dapat dilakukan
dengan menerapkan sejumlah peng...
5
2.1.3 Hirarki Data
Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data
dapat disusun kedalam sebuah hirarki, mul...
6
d) Field atau kolom merupakan sekumpulan byte yang
mempunyai makna/maksud tertentu, bisa dikatakan kumpulan
karakter yan...
7
Gambar 2.2 Abstraksi Data
Terdapat 3 level abstraksi :
a) Level Fisik (Physical Level)
Lapis fisik merupakan lapis teren...
8
2.1.5 Model Basis Data
Model database adalah suatu konsep yang terintegrasi dalam
menggambarkan hubungan antardata dan b...
9
Gambar 2.4 Model Basis Data Jaringan
c) Model Basis Data Relasi (Relational Database Model)
Model Relasional merupakan m...
10
2.1.6 Normalisasi
Adalah proses untuk memperoleh properti-properti skema
yang baik menjadi bentuk normal yang mengoptim...
11
b) Bentuk Normal Kedua (2NF)
Mempunyai ketergantungan fungsional pada primary
key yang telah ditentukan.
c) Bentuk Norm...
12
2.2 Pengertian Gudang Data (Warehouse)
Menurut O’Brien (2010, p191), Gudang Data / warehouse adalah
suatu kumpulan data...
13
b) Terintegrasi (Integrated)
Data Warehouse dapat menyimpan data-data yang
berasal dari sumber-sumber yang terpisah ked...
14
d) Non-Volatile
Pada data warehouse tidak di-update secara real time
tetapi di refresh dari sistem operasional secara r...
15
b) Older Detail Data
Data ini merupakan data historis dari current detail
data, dapat berupa hasil cadangan atau archiv...
16
b) Gudang Data Terpusat (Data Warehouse Centralized)
Sama halnya dengan bentuk fungsional, namun
terlebih dahulu dikump...
17
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling terintegrasi satu
dengan yang lainnya,...
18
DAFTAR PUSTAKA
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=21786?
http://thesis.binus.ac.id/asli/bab2/2009-2-00187-IF%20Ba...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Basis dan Gudang Data [ STMIK ERESHA ]

656 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Basis dan Gudang Data [ STMIK ERESHA ]

  1. 1. i BASIS DAN GUDANG DATA KONSEP SISTEM INFORMASI Dosen Pembimbing : Catur Budy Cahyono, S.Pd Disusun Oleh : 005131121007 Ahmad Munawar 005131121025 Faisal Ahmad 005131121049 Muhamad Hasan STMIK ERESHA 2014
  2. 2. ii KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT serta shalawat dan salam kita sampaikan hanya bagi tokoh dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. Diantara sekian banyak nikmat Allah SWT yang membawa kita dari kegelapan ke dimensi terang yang memberi hikmah dan yang paling bermanfaat bagi seluruh umat manusia, sehingga oleh karenanya kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat waktu. Dalam proses penyusunan tugas ini kami menjumpai hambatan, namun berkat dukungan materil dari berbagai pihak, akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan cukup baik, oleh karena itu melalui kesempatan ini kami menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi- tingginya kepada semua pihak terkait yang telah membantu terselesaikannya tugas ini. Segala sesuatu yang salah datangnya hanya dari manusia dan seluruh hal yang benar datangnya hanya dari agama berkat adanya nikmat iman dari Allah SWT, meski begitu tentu tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu segala saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi perbaikan pada tugas selanjutnya. Harapan kami semoga tugas ini bermanfaat khususnya bagi kami dan bagi pembaca lain pada umumnya. Bogor, 10 Mei 2014
  3. 3. iii DAFTAR ISI Kata Pengantar ............................................................................................ii Daftar Isi ...................................................................................................iii BAB 1 PENDAHULUAN..........................................................................1 1.1.Latar Belakang......................................................................1 BAB 2 PEMBAHASAN ............................................................................2 2.1. Pengertian Basis Data ..........................................................2 2.1.1. Komponen Dasar Basis Data..........................3 2.1.2. Tujuan Dibuatnya Basis Data.........................3 2.1.3. Hirarki Data....................................................5 2.1.4. Abstraksi Data ................................................6 2.1.5. Model Basis Data ...........................................8 2.1.6. Normalisasi...................................................10 2.2. Pengertian Gudang Data ....................................................12 2.2.1. Karakteristik Gudang Data...........................12 2.2.2. Komponen Gudang Data..............................14 2.2.3. Bentuk Gudang Data ....................................15 BAB 3 PENUTUP ...................................................................................17 3.1. Kesimpulan .......................................................................17 DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................18
  4. 4. 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan yang pesat dari teknologi komputer dalam perkembangan perangkat keras maupun perangkat lunak serta teknologi komunikasi merupakan alternatif bagi suatu organisasi atau perusahaan dalam mendapatkan arus informasi yang diperlukan. Kemajuan yang dicapai oleh bidang ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan banyaknya perubahan dan bilamana kemajuan-kemajuan ini ditelusuri jelaslah bahwa sumber utamanya adalah pengelolaan sumber daya informasi. Peran basis data sangatlah berperan penting . Pemrosesan basis data menjadi perangkat andalan yang kehadirannya sangat diperlukan oleh berbagai institusi dan perusahaan. Basis data tidak hanya mempercepat perolehan informasi, tetapi juga dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan sehingga efektifitas waktu dapat dimaksimalkan. Di sisi lain, basis data juga sangat diperlukan dalam administrasi perkuliahan. Di dalam perkuliahan peran basis data sangatlah penting sebagai sarana untuk menunjang berlangsungnya proses perkuliahan. Banyak data-data yang diterima oleh akademik setiap tahunnya, untuk itu diperlukan suatu basis data yang tersusun rapi sesuai ketentuan-ketentuan yang berlaku supaya dalam pengolahan basis data tidak terjadi adanya kerancuan data dalam sebuah akademik.
  5. 5. 2 BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Basis Data Menurut James A. O'Brien (2003, p145), Basis Data adalah sebuah kumpulan yang terintegrasi dari elemen data dengan elemen data lainnya yang terhubung secara logikal. Elemen data tersebut mendeskripsikan entitas-entitas dan juga hubungan antara entitas satu dengan yang lainnya. Basis data atau juga disebut database, terdiri dari dua penggalan kata yaitu data dan base, yang artinya berbasiskan pada data, tetapi secara konseptual, database diartikan sebuah koleksi atau kumpulan data-data yang saling berhubungan, disusun menurut aturan tertentu secara logis, sehingga menghasilkan informasi. Selain itu, untuk mengelola dan memanggil query basis data agar dapat disajikan dalam berbagai bentuk yang diinginkan dibutuhkan perangkat lunak yang disebut Sistem Manajemen Basis Data atau juga disebut Database Management System (DBMS). Penggabungan Database Management System (DBMS) dengan Basis Data akan membentuk satu kesatuan yang disebut Sistem Basis Data. Sistem Basis Data adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record- record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan dalam suatu perusahaan/organisasi.
  6. 6. 3 2.1.1 Komponen Dasar Basis Data Dalam membuat basis data harus memiliki komponen dasar. Agar terciptanya basis data maka hal yang diperhatikan adalah tersedianya: a) Data : representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek yang direkam dalam bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya. b) Hardware : terdiri dari semua peralatan perangkat keras komputer yang digunakan untuk mengelola sistem basis data berupa: peralatan penyimpanan (harddisk), peralatan input dan output, atau peralatan komunikasi. c) Software : sebagai perantara antara pemakai dengan data fisik pada basis data, dapat berupa: Database Management System (DBMS) atau program-program aplikasi dan prosedur- prosedur. 2.1.2 Tujuan Dibuatnya Basis data Tujuan serta kelebihan basis data sebagai berikut : a) Kecepatan & kemudahan (speed) Memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data, melakukan perubahan/manipulasi terhadap data, dan menampilkan kembali data tersebut secara cepat dengan cara yang mudah.
  7. 7. 4 b) Efisiensi ruang penyimpanan (space) Untuk efisiensi ruang penyimpanan dapat dilakukan dengan menerapkan sejumlah pengkodean, atau dengan membuat relasi-relasi antar kelompok data yang saling berhubungan. c) Keakuratan (accuracy) Pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan keunikan data, yang secara ketat dapat diterapkan dalam sebuah basis data, sangat berguna untuk menekan ketidak akuratan penyimpanan data. d) Ketersediaan (availability) Dengan pemanfaatan jaringan komputer, maka data yang berada di suatu lokasi/cabang dapat juga diakses (tersedia) bagi lokasi/cabang lain. e) Kelengkapan (completeness) Kelengkapan data yang disimpan dalam sebuah basis data itu bersifat relatif, bisa dikatakan benar dan bisa saja dikatakan salah jika dalam kurun waktu tertentu. f) Keamanan (security) Aspek keamanan dapat diterapkan pada basis data, dengan begitu kita dapat menentukan pemakai obyek-obyek di dalamnya ,serta jenis-jenis operasi apa saja yang dapat dilakukannya. g) Kebersamaan pemakaian (sharability) Basis data yang dikelola dengan aplikasi multi user dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan pemakaian secara bersama.
  8. 8. 5 2.1.3 Hirarki Data Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun kedalam sebuah hirarki, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling komplek. Gambar 2.1 Hirarki Data a) Basis data merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi manajemen. Semua basis data umumnya berisi elemen-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu. b) File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan yang berkaitan dengan suatu objek. c) Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dihubungkan dengan primary key.
  9. 9. 6 d) Field atau kolom merupakan sekumpulan byte yang mempunyai makna/maksud tertentu, bisa dikatakan kumpulan karakter yang membentuk suatu kata. e) Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi delapan bit. Jadi byte adalah kumpulan bit yang membentuk satu karakter (huruf, angka, atau tanda). f) Bit adalah suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat membedakan dua keadaan saja, Jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data. 2.1.4 Abstraksi Data Abstraksi data merupakan tingkatan-tingkatan pengguna dalam memandang bagaimana sebenarnya data diolah dalam sebuah sistem database sehingga menyerupai kondisi yang sebenarnya dihadapi oleh pengguna sehari-hari.. Sebuah DBMS seringkali menyembunyikan detail tentang bagaimana sebuah data disimpan dan dipelihara (diolah) dalam sebuah sistem database, dengan tujuan untuk memudahkan pengguna dalam menggunakan DBMS tersebut. Karena itu seringkali data yang terlihat oleh pemakai sebelumnya berbeda dengan yang tersimpan secara fisik.
  10. 10. 7 Gambar 2.2 Abstraksi Data Terdapat 3 level abstraksi : a) Level Fisik (Physical Level) Lapis fisik merupakan lapis terendah, lapis ini menjelaskan bagaimana data sesungguhnya disimpan. Pada lapis inilah struktur data dijabarkan secara rinci. b) Level Logik / Konseptual (Conceptual Level) Lapis ini menjabarkan data apa saja yang sesungguhnya disimpan pada basisdata, dan juga menjabarkan hubungan- hubungan antardata secara keseluruhan. c) Level Penampakan/pandangan (View Level) Lapis pandangan merupakan lapis tertinggi pada abstraksi data. Pada lapis ini pengguna hanya mengenal struktur data yang sederhana, yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Data yang dikenal oleh masing-masing pengguna bisa berbeda-beda dan barangkali hanya mencakup sebagian dari basis data.
  11. 11. 8 2.1.5 Model Basis Data Model database adalah suatu konsep yang terintegrasi dalam menggambarkan hubungan antardata dan batasan-batasan data dalam suatu basis data. Berdasarkan pada hubungan antar record tersebut ada 3 jenis model yang digunakan pada basis data, yaitu : a) Model Basis Data Hirarki (Hierarchical Database Model) Model hirarkis model yang menggunakan pola hubungan antara orangtua “parent ” dan anak “child”. Gambar 2.3 Model Basis Data Hirarki b) Model Basis Data Jaringan (Network Database Model) Model Basis data Jaringan menyerupai model hirarki namun dalam model jaringan suatu anak “child” bisa memiliki lebih dari satu orangtua “parent”.
  12. 12. 9 Gambar 2.4 Model Basis Data Jaringan c) Model Basis Data Relasi (Relational Database Model) Model Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna. Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua ( yang disebut relasi atau tabel ), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut. Gambar 2.5 Model Basis Data Relasi
  13. 13. 10 2.1.6 Normalisasi Adalah proses untuk memperoleh properti-properti skema yang baik menjadi bentuk normal yang mengoptimalisasi redudansi (pengulangan data yang sama) pada sebuah basis data. Redudansi tersebut bisa sangat berpengaruh dalam hal penggunaan media penyimpanan (harddisk) karena jumlah data yang akan masuk akan lebih banyak menggunakan ruang sehingga akan media penyimpanan pun akan cepat penuh dengan banyaknya data redudansi. Normalisasi pun mengoptimalisasi anomali (data tidak konsisten) pada sebuah basis data. Anomali tersebut bisa berpengaruh pada relasi yang telah kita buat karena adanya kesamaan data pada satu relasi data, sehingga relasi pun akan menggunakan data yang tidak konsisten. Normalisasi terbagi menjadi beberapa bentuk dimulai dengan tingkat terendah sampai dengan tingkat tertinggi, yaitu : Gambar 2.6 Bentuk Normalisasi a) Bentuk Normal Pertama (1NF) Membuat lebih sederhana dengan penghilangan group pada relasi tersebut dan penentuan primary key.
  14. 14. 11 b) Bentuk Normal Kedua (2NF) Mempunyai ketergantungan fungsional pada primary key yang telah ditentukan. c) Bentuk Normal Ketiga (3NF) Menghilangkan anomali pada ketergantungan fungsional yang telah ditentukan. d) Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF) Menghilangkan ketergantungan multivalue pada setiap atribut-atribut dengan relasi yang ditentukan karena pada bentuk ini bisa memiliki lebih dari satu primary key. e) Bentuk Normal Keempat (4NF) Membagi ketergantungan yang berlebihan untuk menjadi dua relasi baru yang mempunyai hubungan banyak nilai. f) Bentuk Normal Kelima (5NF) Membuat adanya join pada properti tanpa kehilangan informasi, namun bentuk ini jarang muncul dan sulit untuk di deteksi secara praktis.
  15. 15. 12 2.2 Pengertian Gudang Data (Warehouse) Menurut O’Brien (2010, p191), Gudang Data / warehouse adalah suatu kumpulan data yang diekstrak dari database operasional, historis, dan juga eksternal, yang dibersihkan, diubah, dan dikatalogkan untuk penelusuran serta analisis untuk pengambilan keputusan bisnis. Data warehouse memisahkan beban kerja analisis dari beban kerja transaksi dan memungkinkan organisasi menggabung data dari berbagai macam sumber. Jadi, data warehouse merupakan metode dalam perancangan database, yang menunjang DSS(Decission Support System) dan EIS (Executive Information System). Secara fisik data warehouse adalah database, tapi perancangan data warehouse dan database sangat berbeda. Dalam perancangan database tradisional menggunakan normalisasi, sedangkan pada data warehouse normalisasi bukanlah cara yang terbaik. 2.2.1 Karakteristik Gudang Data Beberapa karakteristik dari gudang data, yaitu : a) Berorientasi subjek (Subject Oriented) Data warehouse berorientasi subject artinya data warehouse didesain untuk menganalisis data berdasarkan subjek-subjek tertentu dalam organisasi, bukan pada proses atau fungsi aplikasi tertentu. Data warehouse diorganisasikan disekitar subjek-subjek utama dari perusahaan (customers, products dan sales) dan tidak diorganisasikan pada area-area aplikasi utama (customer invoicing, stock control dan product sales). Hal ini dikarenakan kebutuhan dari data warehouse untuk menyimpan data-data yang bersifat sebagai penunjang suatu keputusan, dari pada aplikasi yang berorientasi terhadap data.
  16. 16. 13 b) Terintegrasi (Integrated) Data Warehouse dapat menyimpan data-data yang berasal dari sumber-sumber yang terpisah kedalam suatu format yang konsisten dan saling terintegrasi satu dengan lainnya. Dengan demikian data tidak bisa dipecah-pecah karena data yang ada merupakan suatu kesatuan yang menunjang keseluruhan konsep data warehouse itu sendiri. Syarat integrasi sumber data dapat dipenuhi dengan berbagai cara sepeti konsisten dalam penamaan variable, konsisten dalam ukuran variable, konsisten dalam struktur pengkodean dan konsisten dalam atribut fisik dari data. c) Rentang waktu (Time-variant) Seluruh data pada data warehouse dapat dikatakan akurat atau valid pada rentang waktu tertentu. Untuk melihat interval waktu yang digunakan dalam mengukur keakuratan suatu data warehouse, kita dapat menggunakan beberapa cara diantaranya :  Cara yang paling sederhana adalah menyajikan data warehouse pada rentang waktu tertentu, misalnya antara 5 sampai 10 tahun ke depan.  Cara yang kedua, dengan menggunakan variasi/perbedaan waktu yang disajikan dalam data warehouse baik implicit maupun explicit secara explicit dengan unsur waktu dalam hari, minggu, bulan dsb. Secara implicit misalnya pada saat data tersebut diduplikasi pada setiap akhir bulan, atau per tiga bulan.  Cara yang ketiga, variasi waktu yang disajikan data warehouse melalui serangkaian snapshot yang panjang. Snapshot merupakan tampilan dari sebagian data tertentu sesuai keinginan pemakai dari keseluruhan data yang ada bersifat read-only (hanya dibaca).
  17. 17. 14 d) Non-Volatile Pada data warehouse tidak di-update secara real time tetapi di refresh dari sistem operasional secara reguler. Data yang baru selalu ditambahkan sebagai suplemen bagi database itu sendiri sebagai sebuah perubahan. Database tersebut secara kontinyu menyerap data baru ini, kemudian secara incremental disatukan dengan data sebelumnya. 2.2.2 Komponen Gudang Data Gambar 2.7 Komponen Data Warehouse a) Current Detail Data Current detail data merupakan data detil yang aktif saat ini, mencerminkan keadaan yang sedang berjalan dan merupakan level terendah dalam data warehouse. Didalam area ini warehouse menyimpan seluruh detail data yang terdapat pada skema basis data.
  18. 18. 15 b) Older Detail Data Data ini merupakan data historis dari current detail data, dapat berupa hasil cadangan atau archive data yang disimpan dalam media peyimpanan terpisah. Karena bersifat back-up(cadangan), maka biasanya data disimpan dalam media penyimpanan alternatif seperti harddisk. c) Lighlty Summarized Data Data ini merupakan ringkasan atau rangkuman dari current detail data. Data ini dirangkum berdasar periode atau dimensi lainnya sesuai dengan kebutuhan. d) Highly Summarized Data Data ini merupakan tingkat lanjutan dari Lightly summarized data, merupakan hasil ringkasan yang bersifat totalitas, dapat di akses misal untuk melakukan analisis perbandingan data berdasarkan urutan waktu tertentu dan analisis menggunakan data multidimensi. 2.2.3 Bentuk Gudang Data Berikut bentuk dari gudang data : a) Gudang Data Fungsional (Data Warehouse Funtional) Pada bentuk ini dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan dengan fungsinya. Gambar 2.8 Gudang Data Fungsional
  19. 19. 16 b) Gudang Data Terpusat (Data Warehouse Centralized) Sama halnya dengan bentuk fungsional, namun terlebih dahulu dikumpulkan pada suatu tempat terpusat, dan kemudian data akan disebarkan sesuai dengan fungsiya. Gambar 2.9 Gudang Data Terpusat c) Gudang Data Terdistribusi (Data Warehouse Distributed) Pada data warehouse terdistribusi ini, digunakan gateway yang berfungsi sebagai jembatan penghubung antara data warehouse dengan workstation yang menggunakan sistem beraneka ragam. Dengan sistem terdistribusi seperti ini dapat mengakses sumber data yang berada diluar lokasi (eksternal). Gambar 2.10 Gudang Data Terdistribusi
  20. 20. 17 BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling terintegrasi satu dengan yang lainnya, tersimpan dalam perangkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk bantuan dalam mengoperasikannya. Basis data merupakan komponen dasar dari sebuah sistem informasi dan pengembangan serta penggunaannya sebaiknya dipandang dari perspektif kebutuhan organisasi yang lebih besar. Oleh karena itu siklus hidup sebuah system informasi organisasi berhubungan dengan siklus hidup sistem basis data yang mendukungnya. Data warehouse merupakan suatu cara/metode dari suatu database yang berorientasi kepada subjek, non-volatile, time-variance dan terintegrasi yang digunakan untuk mempermudah para pengambil keputusan dalam memecahkan masalah. Keberadaan data warehouse sangat penting sebagai tools dari DSS, karena data warehouse memang digunakan untuk itu. Dengan adanya data warehouse, diharapkan suatu dengan data warehouse kita bisa mengelola data dengan baik.
  21. 21. 18 DAFTAR PUSTAKA http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=21786? http://thesis.binus.ac.id/asli/bab2/2009-2-00187-IF%20Bab%202.pdf http://pbsabn.lecture.ub.ac.id/2012/05/hierarki-data-data-hierarchy/ http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/AS400/AS400_B1/01Konsep%20Das ar%20DBMS%26SQLrev.pdf http://nurmanto.com/model-model-basis-data/ http://neni_rid.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11031/Normalisasi.pdf http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-1-00631- SI%20Bab2002.doc http://www.rahmatdi99.com http://www.docstoc.com/docs/159842289/Karakteristik-Data-Warehouse

×