SINTAKSIS<br />Oleh Kelompok7:<br />1.Adrianusfajardwiprayogo	(10108244084)<br />2.Anggunprimadani(10108244027)           ...
KALIMAT<br />		Menurut tatabahasa Tradisional, kalimat adalah suatu kumpulan kata yang mengandung pikiran lengkap.<br />Be...
Kalimat sempurna<br /> <br />Saya menulis surat<br />Contoh diatas merupakan kalimat sempurna karena mengandung subyek,pre...
Unsur-unsur kalimat<br />		Unsus kalimat adalah suatu bagian dari kalimat yang ikut serta menentukan isi dan makna kalimat...
Pembagian kalimat<br />	Kalimat ditinjau dari jenis susunan dan polanya dapat dibedakan menjadi :<br />Kalimat Tunggal<br ...
	Kalimat tunggal apabila ditinjau dari segi jabatannya dapat dibedakan menjadi<br />Subyek dan Predikat (S dan P)<br />	Am...
Metode untuk mencari atau menandai subyek dapat 	dilakukan dengan cara:<br />Harus berupa kata benda atau dibendakan<br />...
Metode untuk mencari atau menandai obyek dapat dilakukan dengan cara :<br />Selalu berupa kata benda atau dibendakan<br />...
Pembagian kalimat tunggal<br />	Dari segi bentuk dan isinya :<br />Kalimat Berita<br />	Adalah kalimat yang isinya mengand...
Kalimat syarat atau perjanjian, yaitu kalimat yang memberitakan kejadian suatu peristiwa dengan menggunakan syarat atau pe...
Kalimat tanya dibagi menjadi :<br />Kalimat tanya biasa, yaitu kalimat tanya yang mengandung permintaan,agar diberi tahu t...
Kalimat perintah dibagi menjadi:<br />Kalimat perintah biasa, yaitu kalimat perintah yang mengandung suatu permintaan yang...
Kalimat Majemuk<br />Adalah gabungan dua atau lebih dari kalimat tunggal , sehingga menjadi kalimat baru yang mempunyai du...
Pembagian Kalimat Majemuk<br />	Kalimat majemuk apabila ditinjau dari segi jenis dan bentuknya maka dapat dibedakan menjad...
Kalimat Majemuk Bertingkat atau Bersusun<br />	Adalah kalimat majemuk yang hubungan pola-polanya tidak sederajat.<br /> <b...
	Ragam Kalimat<br />Kalimat apabila ditinjau dari segi sifatnya dapat dibedakan menjadi :<br />Kalimat Aktif<br />Adalah k...
Apabila ditinjau dri segi susunan pola kalimatnya dapat dibedkan menjadi:<br />Kalimat Versi<br />Adalah kalimat yang memp...
Apabila ditinjau dari sei jenis preikatnya maka dibagi menjadi<br />Kalimat Verbal<br />Adalah kalimatnya yang predikatnya...
Apabila ditinjau dari unsur yang dimiliki dibedakan menjadi:<br />Kalimat Minim<br />Adalah yang hanya mempunyai satu unsu...
Kalimat Transformasi<br />Adalah perubahan struktur kalimat inti menjadi struktur baru,yang disebabkan oleh perubahan stru...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sintaksis 5

9,668 views

Published on

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
  • gmn cara download persentasinya..?
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
9,668
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
175
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sintaksis 5

  1. 1. SINTAKSIS<br />Oleh Kelompok7:<br />1.Adrianusfajardwiprayogo (10108244084)<br />2.Anggunprimadani(10108244027) 3. Wahyuni(10108244006)<br />
  2. 2. KALIMAT<br /> Menurut tatabahasa Tradisional, kalimat adalah suatu kumpulan kata yang mengandung pikiran lengkap.<br />Bentuk kalimat<br /> Bentuk kalimat harus mempunyai pola yaitu subyek,predikat,obyek dan keterangan. Untuk menetapkan kalimat itu sempurna dan tidaknya tergantung adanya kelengkapan unsur-unsur yang dimiliki oleh kalimat itu sendiri. Apabila dihilangkan salah satu unsur intiya,maka penghilangan unsur itu disebut elips.<br />
  3. 3. Kalimat sempurna<br /> <br />Saya menulis surat<br />Contoh diatas merupakan kalimat sempurna karena mengandung subyek,predikat dan obyek. Karena kalimat sempurna minimal memliki subyek dan predikat,boleh ada objek apabila bentuk kalimat akif transitif.<br />Kalimat tidak sempurna<br />Makan !<br />Contoh diatas merupakan kalimat tidak sempurna karena hanya mengandung beberapa konsep saja yatu subyek saja/predikat saja. <br />
  4. 4. Unsur-unsur kalimat<br /> Unsus kalimat adalah suatu bagian dari kalimat yang ikut serta menentukan isi dan makna kalimat. Unsur kalimat dibedkan menjadi 2 bagian, yaitu<br />Unsur segmental adalah bagian terkecil yang berada dalam kalimat yang ikut serta menentukan makna kalimat.<br />Unsur suprasegmental adalah bagian terkecil yang berada diluar kalimat yang ikut serta menentukan kalimat.<br /> <br />
  5. 5. Pembagian kalimat<br /> Kalimat ditinjau dari jenis susunan dan polanya dapat dibedakan menjadi :<br />Kalimat Tunggal<br /> adalah kalimat yang hanya terdiri dari dua unsur inti yaitu subyek dan predikat dan dapat diperluas oleh satu ata lebih unsur tambahan asal tidak membentuk pola baru.<br /> Contoh :<br /> Adik pergi ke pasar<br /> Amin menulis surat<br /> Contoh-contoh diatas disebut kalimat tunggal sebab dasar penentuan suatu kalimat itu tergantung pada banyaknya pola inti yang terdapat dalam kalimat tersebut.<br />
  6. 6. Kalimat tunggal apabila ditinjau dari segi jabatannya dapat dibedakan menjadi<br />Subyek dan Predikat (S dan P)<br /> Amin tidur.<br /> Adik menangis.<br />Subyek,Predikat dan obyek (S,P dan O)<br /> Kakak mencuci pakaian.<br /> Ibu memasak nasi.<br />Subyek,Predikat,Obyek dan Keterangan (S,P,O dan K)<br /> Tono memukul anjing di halaman rumah.<br />Subyek (S)<br /> Any ! (hasil jawaban dari pertanyaan siapa)<br />Predikat (P)<br /> Pergi ! (hasil jawaban dari pertanyaan; mengapa,sedang apa,bagaimana,mengapa)<br />Obyek (O)<br /> Totok ! (hasil jawaban dari pertanyaan siapa,apa)<br />
  7. 7. Metode untuk mencari atau menandai subyek dapat dilakukan dengan cara:<br />Harus berupa kata benda atau dibendakan<br />Bisa dibantu dengan menggunakan pertanyaan “siapa”<br />Bisa ditegaskan dengan kata petunjuk :itu,ini<br />Bisa berupa kata sandang yang dan sufiks –nya<br />Metode untuk mencari atau menandai predikat dapat dilakukan dengan cara :<br /> Bisa berupa kata-kata,misalya ;<br />Kata kerja; mencari.pergi<br />Kata benda; Ayah guru, Bapak pejabat <br />Kata sifat; Gadis cantik.<br /> <br /> Kata ganti; Suara itu kau dengar.<br /> Kata bilangan; Saya sekali baca paham<br /> Sebagai jawaban dari pertanyaan ; mengapa,apa,bagaimana<br /> Dapat dipertegas dengan partikel ;kah,tak,lah,pun<br />
  8. 8. Metode untuk mencari atau menandai obyek dapat dilakukan dengan cara :<br />Selalu berupa kata benda atau dibendakan<br /> Selalu dikenai perbuatan atau dijatuhi pekerjaan<br /> Selalu menjadi sasaran dari perbuatan<br /> Sebagai jawaban dari pertanyaan; siapa,apa<br />Metode untuk mencari atau menandi keterangan dapat dlakukan sebagai berikut :<br /> Bagian kalimat yang berfungsi menerangkan predikat atau berfungsi memberi keterangan yangberhubungan dengan predikat. Biasanya dinyatakan dengan kata tugas, di,ke,dari, dan sebaginya.<br /> Ciri-ciri kalimat tunggal<br />Terdiri dari dua unsur inti yaitu subyek dan predikat<br />Dapat diperluas dengan satu atau lebih unsur-unsur tambahan<br />Hasil dari perluasan itu tidak boleh membentuk pola baru<br />Boleh ditambah dengan obyek atau keterangan<br />
  9. 9. Pembagian kalimat tunggal<br /> Dari segi bentuk dan isinya :<br />Kalimat Berita<br /> Adalah kalimat yang isinya mengandung suatu peristiwa atau kejadian dengan tujuan memberitahukan kepada orang lain<br />Ciri-ciri kalimat berita:<br />Isinya memberitahukan kejadian suatu peristiwa<br />Intonasinya netral kadangkala ada bagian yang dipentingkan<br />Biasanya dinyatakan dengan tanda berita (.)<br />Susunan kalimatnya tidak bisa dibuat standard gengan kalimat lain<br />Isi kalimat tersebut ditunjukan kepada orang lain<br />Kalimat berita dibagi menjadi:<br />Kalimat berita biasa, hal ini dapat dibedaan menjadi:<br />- Berita ucapan langsung, yaitu berita yang diperoleh secara langsung dari narasumber. Biasanya terdapat tanda petik (“)<br />- Berita ucapan tidak langsung, yaitu berita yang diperoleh secara tidak langsung dari narasumber<br />
  10. 10. Kalimat syarat atau perjanjian, yaitu kalimat yang memberitakan kejadian suatu peristiwa dengan menggunakan syarat atau perjanjian<br />Misalnya : Bila engkau belajar giat,pasi akan naik kelas.<br />Kalimat pengandaian yaitu kalimat yang memberitakan kejadian suatu peristiwa dengan menggunakan kata pengandaian, misal kata seumpama,seandainya,dsb.<br />Kalimat ingkar yaitu kalimat yang memberitakan kejadian suat peristiwa,tapi dengan menggunakan kata ingkar, misal tidaklah,selain,tiada,dsb.<br /> <br />Kalimat Tanya<br />Adalah kalimat yang mengandung suatu permintaan agar kita diberi tahu tentang suatu yang dimaksudkan.<br />Ciri-ciri kalimat tanya:<br />Isinya harus menanyakan sesuatuyang dikehendakinya<br />Menggunakan kata tanya: berapa,siapa,mengapa,dsb.<br />Bisa dibantu dengan partikel ;kah,lah,tah,pun, yang berfungsi sebagai pengeras.<br />Menggunakan intonasi tanya atau netral (?)<br />
  11. 11. Kalimat tanya dibagi menjadi :<br />Kalimat tanya biasa, yaitu kalimat tanya yang mengandung permintaan,agar diberi tahu tentang sesuatu yang dikehendaki.<br />Contoh : Di mana rumahmu?<br />Kalimat tanya retoris, yaitu kalimat tanya yang di mana seorang penutur menggunakan gaya bahasa yang salah satu kata-katanya diulang.<br />Contoh: Apakan kau takut,apakah kau malu menghadapi mereka?<br />Kalimat tanya oratoris, yaitu kalimat tanya yang biasanya digunakan pada waktu pidato yang tidk memerlukan jawaban.<br />Contoh: Maukah kalian dijajah Belanda yang kedua kali?<br />Kalimat tanya yang senilai dengan kalimat perintah, yaitu kalimat tanya yang mengandung permintaan.<br />Sudahkn anda absen hari ini?<br /> <br />Kalimat Perintah<br />Adalah kalimat yang isinya mengandung permintaan agar orang lainmelakukan sesuatu yang dikehendaki sesuai dengan apa yang dimaksudkan.<br />Ciri-ciri kalimat perintah:<br />Isinya mengandung permintaan<br />Biasanya menggunakan kata kerja yang mengandung perintah<br />Bisa dibantu menggunakan partikel : kah,tak,lah,pun<br />
  12. 12. Kalimat perintah dibagi menjadi:<br />Kalimat perintah biasa, yaitu kalimat perintah yang mengandung suatu permintaan yang dilakukan oleh orang yang di atasnya kepada bawahan.<br />Contoh: Hapuslah papan tulis ini!<br />Kalimat perintah permintaan, yaitu kalimat perintah yang sudh diperluas,karena sifatnya meminta kerelaan orang lain untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki ucapan dengan nada lembut dam ramah.<br />Contoh: Silakan Bapabk singgah di gubuk kami !<br />Kalimat perintah pengharapan, yaitu kalimat perintah yang isinya memohon.<br />Contoh: Semoga Tuhan tetap bersama kita !<br />Kalimat perintah izin, yaitu kalimat perintah yang isinya memperkenankan orang lain untuk melakukan sesuatu yang di kehendakinya.<br />Contoh: Anda boleh mengambil buku saya di atas rak buku !<br />Kalimat perintah ajakan, yaitu kalimat perintah yang isinya menyerukan orang lain untuk melakukan sesuatu, tetapi dirinya terlibat di dalamnya.<br />Contoh: Marilah kita sholat berjamaah lebih dulu !<br />Kalimat perintah larangan, yaitu kalimat perintah yang isiya mencegah orang untuk melakukan sesutu.<br />Contoh: Jangan kau pergi !<br />Kalimat perintah peringatan, yaitu kalimat perintah yang isinya mengandung peringatan atau ancaman.<br />Contoh: Awas ada anjing galak !<br />Kalimat perintah penyeru, yaitu kalimat perintah yang isinya menyatakan keheranan,pujian,celaan,rasa takut,terkejut,menawarkan dirinya.<br />Contoh: Amboi, indahnya pemandangan itu !<br />Kalimat perintah ejekan, yaitu kalimat perintah yang isinya mengejek orang lain.<br />Contoh: Ayo buktikan,bila kau mampu !<br />
  13. 13. Kalimat Majemuk<br />Adalah gabungan dua atau lebih dari kalimat tunggal , sehingga menjadi kalimat baru yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih.Pola kalimat tersebut dihasilkan dari penggabungan atau perluasan dari salah satu unsurnya.<br />Contoh:<br />Adik menangis.<br />Ibu mengendok adik. Digabungkan<br />Adik menangis kemudian Ibu mengendongnya.<br /> <br />Ciri-ciri Kalimat Majemuk:<br />Merupakan hasil penggabungan atau perluasan dari kalmat tunggal <br />Mempunyai unsur inti yang ganda , baik subyek, predikat , maupun obyeknya<br />Menggunakan kata tugas ; dan, tetapi , ketika, kemudian, dsb.<br />Mempunyai induk kalimat dan anak kalimat atau mempunyai pola atasan dan pola bawahan<br />
  14. 14. Pembagian Kalimat Majemuk<br /> Kalimat majemuk apabila ditinjau dari segi jenis dan bentuknya maka dapat dibedakan menjadi:<br />Kalimat Majemuk Setara<br />Adalah kalimat majemuk yang hubungan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya mempunyai sifat yang sama atau sederajat.<br />Hubungan setara ini dapat digolongkan menjadi :<br />Setara menggabungkan ; biasanya menggunakan kata tugas ; dan,lagi,sesudah itu,kemudian,dsb.<br />Contoh : Kakak menyapu halaman dan adik menyiram bunga.<br />Setara memilih ; biasanya menggunakan kata tugas atau<br />Contoh : Engkau ini membantu program pemerintah atau engkau mencari keuntungan<br />Setara menguatkan ; biasanya menggunakan kata tugas,bahkan,malahan, melainkan.<br />Contoh : Ia tidak hanya memberi petunjuk,bahkan ia pun ikut mengerjakan.<br />Setara mempertentangkan ; biasanya menggunakan kata tugas tetapi,selain<br />Contoh : Soal itu medah tapi saya tidak bisamengerjakan.<br />Setara sebab akibat ; biasanya menggunakan kata tugas karena,sebab, karena itu,oleh sebab itu.<br />Contoh : Dia dihukum karena melakukan tindak pidana.<br /> Ciri-ciri kalimat majemuk setara :<br />Mempunyai sifat gabungan yang sederajat<br />Menggunakan kata tugas : dan, tetapi, selain, dsb.<br />Terbentuk dari dua kalimat tunggal yang mempunyai pola sejajar<br />Menggunakan intonasi netral<br />
  15. 15. Kalimat Majemuk Bertingkat atau Bersusun<br /> Adalah kalimat majemuk yang hubungan pola-polanya tidak sederajat.<br /> <br />Sesuai dengan fungsinya,anak kalimat dapat dibedakan menjadi :<br />Anak kalimat yang menduduki fungsi gatra inti yaitu subyek dan predikat.<br />Anak kalimat yang menduduki gatra tambahan yaitu selain subyek dan predikat.<br />Ciri-ciri Kalimat Majemuk Bertingkat<br />Adanya induk kaimat dan anak kalimat<br />Sifat hubungan kalimatnya tidak sederajat<br />Dari hasil perluasan tersebut menduduki pola kalimat lain<br />Menggunakan kata tugas ; yang,akan,telah dsb<br />Kalimat Majemuk Campuran<br />Adalah kalimat yang mempunyai satu pola atasan dan dua pola bawahan atau sebalinya.<br />Ciri-ciri Kalimat Majemuk Campuran :<br />Minimal mempunyai satu pola atasan dan dua pola bawahan atau sebaliknya.<br />Mempunyai induk kalimat dan anak kalimat<br />Pola bawahan biasanya diperjelas oleh kata tugas yang<br />Ditandai dengan kata hubung ; dan,yang,telah,dsb.<br />
  16. 16. Ragam Kalimat<br />Kalimat apabila ditinjau dari segi sifatnya dapat dibedakan menjadi :<br />Kalimat Aktif<br />Adalah kalimat yang subyeknya melakukan tindakan secara aktif. Kalimat aktif masih dapat dibedakan menjadi:<br />Kalimat Aktif Transitif<br />Contoh: Ayah membaca surat kabar.<br />Kalimat Aktif Intansitif<br />Contoh: Tutik menyanyi dengan riang.<br />Kalimat Pasif<br />Adalah kalimat yang subyeknya melakukan tindakan secara pasif. Kalimat pasif masih dapat dibedakan menjadi:<br />Kalimat Pasif Tindakan<br />Contoh: Jendela itu ditutup oleh Ayah.<br />Kalimat Pasif Keadaan<br />Contoh: Adik kedinginan. <br />Ciri-ciri kalimat aktif:<br />Subyeknya melakukan tindakan secara aktif<br />Kata kerjanya berawalan me-,ber-<br />Kalimat yang membutuhkan obyek<br />Mempunyai susunan pola subyek,predikat,obyek<br />Ciri-ciri kalimat pasif<br />Subyeknya melakukan tindakan secara pasif<br />Kata kerjanya berawalan di-.ter-,ke-<br />Kalimat yang tidak membutuhkan obyek<br />Susunan poa kalimat ada subyek,predikat dan ket. Dan bisa dibalik<br />
  17. 17. Apabila ditinjau dri segi susunan pola kalimatnya dapat dibedkan menjadi:<br />Kalimat Versi<br />Adalah kalimat yang mempunyai pola susunan subyek,predikat,obyek dan boleh ada kterangan.<br />Contoh: Amir makan nasi.<br />Kalimat Inversi<br />Adalah kalimat yang mempunyai pola susunan obyek,predikat,subyek dan boleh ada keterangan.<br />Contoh: Nasi dimakan Amin atau Nasi dimakan (oleh) Amin.<br />Ciri-ciri kalimat Versi:<br />Mempunyai susunan kalimat S P O K<br />Subyeknya melakukan tindakan secara aktif<br />Subyeknya mendahului predikat dan obyek<br />Ciri-ciri kalimat Inversi<br />Mempunyai susunan kalimat O P S<br />Subyeknya melakukan tindakan secara tidak aktif<br />Predikat atau obyeknya mendahului subyeknya<br />
  18. 18. Apabila ditinjau dari sei jenis preikatnya maka dibagi menjadi<br />Kalimat Verbal<br />Adalah kalimatnya yang predikatnya terdiri dari kata kerja.<br />Contoh : Ayah membeli surat kabar.<br />Kalimat Nominal<br />Adalah kalimat yang predikatnya terdiri selain kata kerja<br />Contoh : Gadis itu cantik.<br /> <br />Ciri-ciri kalimat Verbal :<br />Predikatnya terdiri kata kerja<br />Susunan kalimatnya biasa S P O K<br />Ciri-ciri kalimat Nominal<br />Predikatnya terdiri selain kata kerja<br />Susunnnya kalimatnya biasa S P O K<br />Apabila ditinjau dari segi lengkap tidaknya unsur kalimat dibedakan menjadi:<br />Kalimat Sempurna<br />Adalah kalimat yang hanya minimal mengandung dua unsur inti yaitu S dan P<br />Kalimat Tak Sempurna<br />Adalah kalimat yang hanya mempunyai salah satu unsur saja.<br /> <br />Ciri-ciri kalimat Sempurana<br />Mempunyai unsur inti yang lengkap<br />Mempunyai susunan S P O/K<br />Isinya dapat dipahami denagn jelas<br />Ciri-cir kalimat Tak Sempurna<br />Mempunyai unsur inti yang tidak lengkap<br />Mempunyai hanya salah satu unsur saja baik S P O/K<br />Isinya dapat dipahami tapi kurang jelas<br />
  19. 19. Apabila ditinjau dari unsur yang dimiliki dibedakan menjadi:<br />Kalimat Minim<br />Adalah yang hanya mempunyai satu unsur saja dan unsur itu tidak bisa dipcah lagi.<br />Kalimat Panjang<br />Adalah kalimat yang mana unsur-unsurnya dapat dipecah lagi menjadi kontur atau bagian-bagian yang lebih kecil.<br />Apabila ditinjau dari segi jumlah unsur yang membina suatu kalimat, dibedakan menjadi:<br />Kalimat Mayor<br />Adalah kalimat yang sekurang-kurangnyamengandung dua unsur inti<br />Kalimat Minor<br />Adalah kalimat yang hanya mengandung satu unsur inti pusat saja.<br />Apabila ditijau dari segi unsur intinya, dibedakan menjadi:<br />Kalimat Inti<br />Adalah kalimatyang mengandung dua unsur inti pusat yaitu S dan P<br />Ciri kalima Inti<br />Mempunyai struktur kalimat yang terdiri S dan P<br />Urutan strukturnya tidak boleh dibolak-balik<br />Terdiri dari dua kata ang merupakan unsur pusat<br />Intonasinya netral<br />
  20. 20. Kalimat Transformasi<br />Adalah perubahan struktur kalimat inti menjadi struktur baru,yang disebabkan oleh perubahan struktur kalimat atau intonasinya.<br />Kalimat Luas<br />Adalah kalimat yang mengandung dua unsur inti dan disertai satu atau lebih unsur tambahan<br />Kalimat Elips<br />Adalah kalimat yang salah satu unsurnya dihilangkan,baik S,P maupun O<br />Kalimat Efektif<br />Adalah kalimat yang sanggup menyampaikan pesan pembicara kepada pendengar apa yang dimaksudkan sehingga pendengar dapat menangkap isinya dengan jelas.<br />Kalimat Bervariasi<br />Adalah kalimat yang di dalamnya terdapat varasi-variasi lain baik bentuk struktur kalimat maupun penjelasnya serta gaya bahasa tanpa mengbah makna aslinya.  <br />

×