Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
SISTEM
TERMODINAMIKA
Pendahuluan
 Sistem Termodinamika
 Definisi Termodinamika :
 Ilmu yang mempelajari hubungan antara
panas dan usaha (ker...
 Sistem termodinamika dapat dipelajari
dengan 3 pendekatan:
 Mikroskopik
 Statistik (berdasar teori statistika dan
keme...
 Sistem  sejumlah zat yang dibatasi oleh
dinding tertutup
 Lingkungan dari suatu sistem  semua
sistem lain yang dapat ...
Keseimbangan Termodinamik:
1. Keseimbangan termal,
2. Keseimbangan mekanik,
3. Keseimbangan kimia.
 Proses:
 Perubahan s...
 Proses reversibel adalah proses yang dapat dibalik
arahnya melalui jalan yang sama demikian rupa
sehingga sistem dan lin...
Variabel ekstensif & intensif
 Variabel ekstensif bila dibagi dengan massa atau
jumlah mol sistem menjadi variabel intens...
TEKANAN
 Tekanan hidrostatik  tekanan di
dalam medium kontinu, tekanan itu
pada unsur luas baik dalam medium
ataupun per...
Satuan Tekanan
 Satuan lain: bar, atm (atmosfer) dan Tor (torricelli)
 Konversi :
 1 bar = 105
Pa = 106
dyn/cm2
 1 μba...
Hukum ke Nol Termodinamika:
 Apabila 2 benda mempunyai
kesamaan suhu dengan benda ke-3,
maka kedua benda itu satu dg yg l...
Mengukur Suhu
 Suhu adalah besaran skalar yg dipunyai
oleh semua sistem termodinamika,
sehingga kesamaan suhu adalah syar...
 Perubahan nilai X ini dianggap linier dengan
suhu T :
 T = a.X
 Rasio dua suhu empiris T2 dan T1
didefinisikan = rasio...
Titik Tripel Air
 Selanjutnya ditentukan titik tetap standar
(nilai numerik suhu tertentu) yg dinamakan
titik tripel air
...
Cara Memperoleh Titik Tripel Air:
 Air (kemurnian tinggi; air pada air laut)
didistilasi ke dalam bejana berbentuk huruf
...
 Jika campuran pendingin
dihilangkan dan diganti
termometer, maka sebagian lapisan
es akan meleleh.
 Selama 3 fase itu m...
Skala Suhu
 Skala suhu dalam SI adalah celsius (o
C).
 Sebelum 1954, Titik tetap sebagai patokan
skala Celsius  titik e...
Pergantian dua titik tetap
 Setelah 1954, skala Celcius
didefinisikan dalam satu titik tetap 
titik tripel air.
 Titik ...
Kelvin
 Disamping skala suhu celcius, terdapat skala
suhu mutlak yg didasarkan pada skala suhu
mutlak yg didasarka pada h...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sistem termo yc8g0_119755

285 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Sistem termo yc8g0_119755

  1. 1. SISTEM TERMODINAMIKA
  2. 2. Pendahuluan  Sistem Termodinamika  Definisi Termodinamika :  Ilmu yang mempelajari hubungan antara panas dan usaha (kerja); serta sifat-sifat zat yang mendukung hubungan tersebut.  Ilmu yang mempelajari energi dan transformasinya
  3. 3.  Sistem termodinamika dapat dipelajari dengan 3 pendekatan:  Mikroskopik  Statistik (berdasar teori statistika dan kementakan/probabilitas)  Makroskopik (efek rata-rata dari semua molekul, dapat dirasakan oleh indera kita dan dapat diukur dengan alat ukur, pendekatan temodinamika klasik)
  4. 4.  Sistem  sejumlah zat yang dibatasi oleh dinding tertutup  Lingkungan dari suatu sistem  semua sistem lain yang dapat saling bertukar tenaga dengan sistem tersebut  Sistem termodinamika terdiri dari:  Terisolasi  Sistem tertutup, dan  Sistem terbuka
  5. 5. Keseimbangan Termodinamik: 1. Keseimbangan termal, 2. Keseimbangan mekanik, 3. Keseimbangan kimia.  Proses:  Perubahan sistem dari suatu keadaan ke keadaan yang lain  Proses Kuasistatik :  Proses yang merupakan rentetan keadaan seimbang tak terhingga banyak  Kuasistatik >< Nonkuasistatik  Nonkuasistatik adalah proses ireversibel tidak diketahui jalan yang dilalui
  6. 6.  Proses reversibel adalah proses yang dapat dibalik arahnya melalui jalan yang sama demikian rupa sehingga sistem dan lingkungan kembali seperti semula.  Jika tak dipenuhi persyaratan tersebut, maka sistem itu disebut ireversibel.  Variabel Intensif dan Ekstensif  Variabel intensif adalah variable yang nilainya tak tergantung pada massa sistem (tekanan, suhu, massa jenis)  Variabel ekstensif adalah variabel yang nilainya tergantung pada massa sistem (volume, tenaga dakhil, entropi, dll)
  7. 7. Variabel ekstensif & intensif  Variabel ekstensif bila dibagi dengan massa atau jumlah mol sistem menjadi variabel intensif dan disebut nilai jenis (specific value)  Huruf besar  variabel ekstensif,  Huruf kecil  variabel intensif, perkecualiannya adalah variabel suhu (intensif/ekstensif  T)  Example:   volume jenis    volume jenis molal   kerapatan / massa jenis V v = m V v = n m 1 ρ = V v =
  8. 8. TEKANAN  Tekanan hidrostatik  tekanan di dalam medium kontinu, tekanan itu pada unsur luas baik dalam medium ataupun permukaannya adalah tegak lurus pada unsur itu dan tidak tergantung orientasinya.  Tekanan hidrostatik di suatu tempat oleh zat alir setinggi h  p = ρgh  Tekanan SI  N/m2 = Pa (pascal)
  9. 9. Satuan Tekanan  Satuan lain: bar, atm (atmosfer) dan Tor (torricelli)  Konversi :  1 bar = 105 Pa = 106 dyn/cm2  1 μbar = 10-1 Pa = 1 dyn/cm2  Tekanan 1 atm  tekanan oleh kolom air raksa setinggi 76 cm dg ρ = 13,595 x103 kg/m3 dg g = 9,80665 m/s2 (g standar)  1 atm = 1,013 x 105 Pa ≈ 1 bar  Tekanan 1 Tor  tekanan air raksa setinggi 1 mm pada g standar  1 Tor = 1/760 atm = 133,3 Pa
  10. 10. Hukum ke Nol Termodinamika:  Apabila 2 benda mempunyai kesamaan suhu dengan benda ke-3, maka kedua benda itu satu dg yg lain juga mempunyai kesamaan suhu.  Hukum ini tdk merupakan penjabaran hukum yg lain dan secara intuisi/nalar mendahului hukum I dan II
  11. 11. Mengukur Suhu  Suhu adalah besaran skalar yg dipunyai oleh semua sistem termodinamika, sehingga kesamaan suhu adalah syarat yg perlu dan cukup utk keseimbangan termal.  Zat-zat yg mempunyai sifat: berubah besaran fisisnya karena suhu dinamakan zat termometrik (thermometric substance)  Besaran fisis yg berubah dg suhu dinamakan dinamakan sifat termometrik (thermometric property), kita lambangkan dg X.
  12. 12.  Perubahan nilai X ini dianggap linier dengan suhu T :  T = a.X  Rasio dua suhu empiris T2 dan T1 didefinisikan = rasio nilai sifat termometrik X2 dan X1 yg bersangkutan: 2 2 1 1 T X T X =
  13. 13. Titik Tripel Air  Selanjutnya ditentukan titik tetap standar (nilai numerik suhu tertentu) yg dinamakan titik tripel air  Titik tripel air  suhu yg berkaitan dg keberadaan bersama 3 wujut zat; es, air dan uap air dalam keseimbangan.  Setiap zat hanya memiliki satu titik tripel saja (berbeda antara zat yg satu dg zat yg lain.
  14. 14. Cara Memperoleh Titik Tripel Air:  Air (kemurnian tinggi; air pada air laut) didistilasi ke dalam bejana berbentuk huruf U.  Jika udara dalam bejana telah habis krn terdesak air, bejana kemudian ditutup  Dengan memasukkan campuran pembeku ke dalam ruang di tengah, maka terbentuklah lapisan es disekitar dinding bagian dalam, sedangkan bagian atas terkumpul uap air.
  15. 15.  Jika campuran pendingin dihilangkan dan diganti termometer, maka sebagian lapisan es akan meleleh.  Selama 3 fase itu masih bersama, sistem tetap pada tripel air  Suhu titik tripel T3, dan nilai sifat termometriknya dinamakan X3, maka suhu empiris dinyatakan dalam persamaan  atau 3 3 T X T X = 3 3 X T T X =
  16. 16. Skala Suhu  Skala suhu dalam SI adalah celsius (o C).  Sebelum 1954, Titik tetap sebagai patokan skala Celsius  titik es dan titik uap (ice, and steam point)  Suhu titik es : diddefinisikan sbg suhu campuran es dg air dalam keadaan seimbang dengan udara jenuh pada tekanan 1 atmosfer. Titik angka 0 skala celsius.  Suhu titik uap : suhu air dan uap yg berada dalam kesetimbangan pada tekanan 1 atmosfer. Titik angka 100 skala celsius.
  17. 17. Pergantian dua titik tetap  Setelah 1954, skala Celcius didefinisikan dalam satu titik tetap  titik tripel air.  Titik tripel air keadaan dimana ketiga fase air dalam keseimbangan.  Angka titik ini adalah : 0,01 C  Angka titik uap (eksperimental) : 100,00 C
  18. 18. Kelvin  Disamping skala suhu celcius, terdapat skala suhu mutlak yg didasarkan pada skala suhu mutlak yg didasarka pada hukum termodinamika kedua.  Skala ini disebut pula sebagai skala Kelvin, (K, tanpa tanda derajat)  Hubungannya dengan Celcius TK=tc+273,15  Tahun 1967, K didefinisikan sebagai 1/273,16) dari suhu titik tripel air

×