SlideShare a Scribd company logo

Sistem Pewarisan dalam Hukum Adat by Agustinus Astono.pptx

Di Indonesia dikenal sistem pewarisan dalam hukum adat. Sistem Pewarisan dalam Hukum adat dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu individual, kolektif, dan mayorat.

1 of 11
Download to read offline
2022
AGUSTINUS ASTONO
Di Indonesia dikenal sistem pewarisan dalam hukum adat. Sistem
Pewarisan dalam Hukum adat dapat dibedakan menjadi tiga
macam, yaitu individual, kolektif, dan mayorat.
@agustinusastono
Pewarisan dengan sistem individual adalah sistem
pewarisan di mana setiap waris mendapatkan pembagian
untuk dapat menguasai dan/atau memiliki harta warisan
menurut bagiannya masing-masing. Setelah harta warisan
itu diadakan pembagian, maka masing-masing waris dapat
menguasai dan memiliki bagian harta warisannya untuk
diusahakan, dinikmati, atau dialihkan (dijual) kepada orang
lain.
2022
Sistem pewarisan individual ini diberlakukan pada masyarakat yang
bersistem kekerabatan parental atau bilateral (di mana kedudukan laki-laki
dan perempuan sama atau sederajat), sebagaimana dianut pada
masyarakat Jawa atau pada masyarakat adat Batak yang berlaku adat
manjae (istilah Jawa: mentas dan mencar) atau juga pada masyarakat adat
yang sangat kuat dipengaruhi hukum Islamnya: seperti Aceh, Lampung, dan
Kalimantan.
2022
Ciri dari sistem pewarisan individual, adalah harta waris akan terbagi-bagi
hak kepemilikannya kepada para ahli waris, hal ini sebagaimana yang
berlaku menurut hukum KUH Perdata dan hukum Islam, begitu pula hanya
berlaku bagi masyarakat di lingkungan masyarakat hukum adat, seperti
pada keluarga-keluarga Batak yang bersistem kekerabatan patrilineal dan
keluarga-keluarga Jawa yang bersistem kekerabatan parental atau bilateral
terpecahnya harta warisan dan
meregangnya tali kekerabatan, hal
ini dapat berakibat timbulnya
hasrat ingin memiliki kebendaan
secara pribadi dan mementingkan
diri sendiri. Sistem pewarisan
secara individual ini berlaku
dilingkungan masyarakat adat
Lampung, Jawa, Kalimantan, dan
Aceh
Kelemahan
2022
Kelebihan
Para waris dapat bebas menguasai dan
memiliki harta warisan bagiannya tanpa
dipengaruhi anggoa-anggota keluarga
yang lain. Para ahli waris dapat
mentransaksikan bagian warisannya
kepada orang lain untuk digunakan
menurut kebutuhan-nya sendiri atau
menurut kebutuhan keluarga
tanggungannya.
Sistem pewarisan kolektif yakni di mana harta
peninggalan diteruskan dan dialihkan pemiliknya dari
pewaris kepada ahli waris sebagai kesatuan yang
tidak terbagi-bagi penguasaannya dan pemilikannya.
Oleh sebab itu, ahli waris berhak untuk
mengusahakan menggunakan atau mendapat hasil
dari harta peninggalan tersebut. Cara pemakaian
harta peninggalannya untuk kepentingan dan
kebutuhan masing-masing ahli waris diatur bersama-
sama atas dasar musyawarah mufakat oleh semua
anggota kerabat yang berhak atas harta peninggalan
di bawah bimbingan kepala kerabat
Di Minangkabau, harta yang dikuasai oleh kaum secara
kolektif, sedangkan ahli waris adalah anggota kaum
secara kolektif juga, maka kematian seseorang dalam
kaum tidak banyak menimbulkan masalah. Harta tetap
tinggal pada rumah yang ditempati oleh kaum untuk
dimanfaatkan bersama oleh seluruh anggota kaum itu. Di
Minangkabau sistem kolektif berlaku atas tanah pusaka
yang diurus bersama di bawah pimpinan atau pengurusan
mamak kepala waris, di mana para anggota famili hanya
mempunyai hak pakai (di Minangkabau disebut ganggam
bauntuik)
Contoh:

Recommended

More Related Content

Similar to Sistem Pewarisan dalam Hukum Adat by Agustinus Astono.pptx

P6 - 7 - Pengertian masyarakat hukum adat dan sifat hukum adat.pptx
P6 - 7 - Pengertian masyarakat hukum adat dan sifat hukum adat.pptxP6 - 7 - Pengertian masyarakat hukum adat dan sifat hukum adat.pptx
P6 - 7 - Pengertian masyarakat hukum adat dan sifat hukum adat.pptxNadyaPratiwi19
 
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisanKedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisanEko Nainggolan
 
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisanKedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisanEko Nainggolan
 
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisanKedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisanEko Nainggolan
 
09 hukum perkawinan adat
09 hukum perkawinan adat09 hukum perkawinan adat
09 hukum perkawinan adatQomaruz Zaman
 
STRUKTUR MASYARAKAT & ORGANISASI HUKUM ADAT.pptx
STRUKTUR MASYARAKAT & ORGANISASI HUKUM ADAT.pptxSTRUKTUR MASYARAKAT & ORGANISASI HUKUM ADAT.pptx
STRUKTUR MASYARAKAT & ORGANISASI HUKUM ADAT.pptxDAHLAN SITOHANG S.Pd., M.H
 
Keluarga dan fungsinya ilmu sosial budaya dasar 2017
Keluarga dan fungsinya ilmu sosial budaya dasar 2017Keluarga dan fungsinya ilmu sosial budaya dasar 2017
Keluarga dan fungsinya ilmu sosial budaya dasar 2017Muchlis Soleiman
 
Keluarga dan fungsinya- ilmu sosial budaya dasar -2017
Keluarga dan fungsinya- ilmu sosial budaya dasar -2017Keluarga dan fungsinya- ilmu sosial budaya dasar -2017
Keluarga dan fungsinya- ilmu sosial budaya dasar -2017Muchlis Soleiman
 
Natal kristiono mata kuliah hukum adat kekeluargaan dan delik adat
Natal kristiono mata kuliah hukum adat kekeluargaan dan delik adatNatal kristiono mata kuliah hukum adat kekeluargaan dan delik adat
Natal kristiono mata kuliah hukum adat kekeluargaan dan delik adatnatal kristiono
 
Natal kristiono mata kuliah hukum adat hukum waris adat
Natal kristiono mata kuliah hukum adat  hukum waris  adatNatal kristiono mata kuliah hukum adat  hukum waris  adat
Natal kristiono mata kuliah hukum adat hukum waris adatnatal kristiono
 
Hukum Keluarga dan Waris Adat by agustinus astono.pptx
Hukum Keluarga dan Waris Adat by agustinus astono.pptxHukum Keluarga dan Waris Adat by agustinus astono.pptx
Hukum Keluarga dan Waris Adat by agustinus astono.pptxAgustinus Astono
 
HARTA WARISAN-Bayu Michael Candra (A10111191141).pptx
HARTA WARISAN-Bayu Michael Candra (A10111191141).pptxHARTA WARISAN-Bayu Michael Candra (A10111191141).pptx
HARTA WARISAN-Bayu Michael Candra (A10111191141).pptxsatryajosse1
 
Implementasi Kerakteristik Kebersamaan dalam Hukum Adat
Implementasi Kerakteristik Kebersamaan dalam Hukum AdatImplementasi Kerakteristik Kebersamaan dalam Hukum Adat
Implementasi Kerakteristik Kebersamaan dalam Hukum AdatKurnia Siwi Hastuti
 
Sistem Komunikasi Kelompok
Sistem Komunikasi KelompokSistem Komunikasi Kelompok
Sistem Komunikasi KelompokRatih Aini
 

Similar to Sistem Pewarisan dalam Hukum Adat by Agustinus Astono.pptx (20)

P6 - 7 - Pengertian masyarakat hukum adat dan sifat hukum adat.pptx
P6 - 7 - Pengertian masyarakat hukum adat dan sifat hukum adat.pptxP6 - 7 - Pengertian masyarakat hukum adat dan sifat hukum adat.pptx
P6 - 7 - Pengertian masyarakat hukum adat dan sifat hukum adat.pptx
 
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisanKedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
 
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisanKedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
 
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisanKedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
 
09 hukum perkawinan adat
09 hukum perkawinan adat09 hukum perkawinan adat
09 hukum perkawinan adat
 
Materi Hukum Adat
Materi Hukum AdatMateri Hukum Adat
Materi Hukum Adat
 
STRUKTUR MASYARAKAT & ORGANISASI HUKUM ADAT.pptx
STRUKTUR MASYARAKAT & ORGANISASI HUKUM ADAT.pptxSTRUKTUR MASYARAKAT & ORGANISASI HUKUM ADAT.pptx
STRUKTUR MASYARAKAT & ORGANISASI HUKUM ADAT.pptx
 
Keluarga dan fungsinya ilmu sosial budaya dasar 2017
Keluarga dan fungsinya ilmu sosial budaya dasar 2017Keluarga dan fungsinya ilmu sosial budaya dasar 2017
Keluarga dan fungsinya ilmu sosial budaya dasar 2017
 
Keluarga dan fungsinya- ilmu sosial budaya dasar -2017
Keluarga dan fungsinya- ilmu sosial budaya dasar -2017Keluarga dan fungsinya- ilmu sosial budaya dasar -2017
Keluarga dan fungsinya- ilmu sosial budaya dasar -2017
 
Natal kristiono mata kuliah hukum adat kekeluargaan dan delik adat
Natal kristiono mata kuliah hukum adat kekeluargaan dan delik adatNatal kristiono mata kuliah hukum adat kekeluargaan dan delik adat
Natal kristiono mata kuliah hukum adat kekeluargaan dan delik adat
 
Materi 3
Materi 3Materi 3
Materi 3
 
Tugas 2 Hukum Adat.docx
Tugas 2 Hukum Adat.docxTugas 2 Hukum Adat.docx
Tugas 2 Hukum Adat.docx
 
Natal kristiono mata kuliah hukum adat hukum waris adat
Natal kristiono mata kuliah hukum adat  hukum waris  adatNatal kristiono mata kuliah hukum adat  hukum waris  adat
Natal kristiono mata kuliah hukum adat hukum waris adat
 
BAB-5-GENDER-DAN-BUDAYA.pptx
BAB-5-GENDER-DAN-BUDAYA.pptxBAB-5-GENDER-DAN-BUDAYA.pptx
BAB-5-GENDER-DAN-BUDAYA.pptx
 
1 pengertian
1 pengertian1 pengertian
1 pengertian
 
Hukum Keluarga dan Waris Adat by agustinus astono.pptx
Hukum Keluarga dan Waris Adat by agustinus astono.pptxHukum Keluarga dan Waris Adat by agustinus astono.pptx
Hukum Keluarga dan Waris Adat by agustinus astono.pptx
 
HARTA WARISAN-Bayu Michael Candra (A10111191141).pptx
HARTA WARISAN-Bayu Michael Candra (A10111191141).pptxHARTA WARISAN-Bayu Michael Candra (A10111191141).pptx
HARTA WARISAN-Bayu Michael Candra (A10111191141).pptx
 
Implementasi Kerakteristik Kebersamaan dalam Hukum Adat
Implementasi Kerakteristik Kebersamaan dalam Hukum AdatImplementasi Kerakteristik Kebersamaan dalam Hukum Adat
Implementasi Kerakteristik Kebersamaan dalam Hukum Adat
 
Ini hanya contoh saja
Ini hanya contoh sajaIni hanya contoh saja
Ini hanya contoh saja
 
Sistem Komunikasi Kelompok
Sistem Komunikasi KelompokSistem Komunikasi Kelompok
Sistem Komunikasi Kelompok
 

More from Agustinus Astono

Hukum Perburuhan Dan Ketenagakerjaan Materi 4.pptx
Hukum Perburuhan Dan Ketenagakerjaan Materi 4.pptxHukum Perburuhan Dan Ketenagakerjaan Materi 4.pptx
Hukum Perburuhan Dan Ketenagakerjaan Materi 4.pptxAgustinus Astono
 
Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 2.pptx
Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 2.pptxHukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 2.pptx
Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 2.pptxAgustinus Astono
 
Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 1.pptx
Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 1.pptxHukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 1.pptx
Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 1.pptxAgustinus Astono
 
Materi 4 - Hukum Adat.pptx
Materi 4 - Hukum Adat.pptxMateri 4 - Hukum Adat.pptx
Materi 4 - Hukum Adat.pptxAgustinus Astono
 
Materi 4 - Hukum Dagang.pptx
Materi 4 - Hukum Dagang.pptxMateri 4 - Hukum Dagang.pptx
Materi 4 - Hukum Dagang.pptxAgustinus Astono
 
Materi 3 - Hukum Adat.pptx
Materi 3 - Hukum Adat.pptxMateri 3 - Hukum Adat.pptx
Materi 3 - Hukum Adat.pptxAgustinus Astono
 
Materi 3 - Hukum Dagang.pptx
Materi 3 - Hukum Dagang.pptxMateri 3 - Hukum Dagang.pptx
Materi 3 - Hukum Dagang.pptxAgustinus Astono
 
Materi 2 - Hukum Adat.pptx
Materi 2 - Hukum Adat.pptxMateri 2 - Hukum Adat.pptx
Materi 2 - Hukum Adat.pptxAgustinus Astono
 
Materi 2 - Hukum Dagang.pptx
Materi 2 -  Hukum Dagang.pptxMateri 2 -  Hukum Dagang.pptx
Materi 2 - Hukum Dagang.pptxAgustinus Astono
 
Materi 1 - Hukum Adat.pptx
Materi 1 - Hukum Adat.pptxMateri 1 - Hukum Adat.pptx
Materi 1 - Hukum Adat.pptxAgustinus Astono
 
Materi 1 - Hukum Dagang.pptx
Materi 1 - Hukum Dagang.pptxMateri 1 - Hukum Dagang.pptx
Materi 1 - Hukum Dagang.pptxAgustinus Astono
 
Proses Pewarisan Berdasarkan Hukum Waris Adat by Agustinus Astono.pptx
Proses Pewarisan Berdasarkan Hukum Waris Adat by Agustinus Astono.pptxProses Pewarisan Berdasarkan Hukum Waris Adat by Agustinus Astono.pptx
Proses Pewarisan Berdasarkan Hukum Waris Adat by Agustinus Astono.pptxAgustinus Astono
 
Harta Waris Adat by Agustinus Astono.pptx
Harta Waris Adat by Agustinus Astono.pptxHarta Waris Adat by Agustinus Astono.pptx
Harta Waris Adat by Agustinus Astono.pptxAgustinus Astono
 

More from Agustinus Astono (13)

Hukum Perburuhan Dan Ketenagakerjaan Materi 4.pptx
Hukum Perburuhan Dan Ketenagakerjaan Materi 4.pptxHukum Perburuhan Dan Ketenagakerjaan Materi 4.pptx
Hukum Perburuhan Dan Ketenagakerjaan Materi 4.pptx
 
Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 2.pptx
Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 2.pptxHukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 2.pptx
Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 2.pptx
 
Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 1.pptx
Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 1.pptxHukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 1.pptx
Hukum Perburuhan dan Ketenagakerjaan Materi 1.pptx
 
Materi 4 - Hukum Adat.pptx
Materi 4 - Hukum Adat.pptxMateri 4 - Hukum Adat.pptx
Materi 4 - Hukum Adat.pptx
 
Materi 4 - Hukum Dagang.pptx
Materi 4 - Hukum Dagang.pptxMateri 4 - Hukum Dagang.pptx
Materi 4 - Hukum Dagang.pptx
 
Materi 3 - Hukum Adat.pptx
Materi 3 - Hukum Adat.pptxMateri 3 - Hukum Adat.pptx
Materi 3 - Hukum Adat.pptx
 
Materi 3 - Hukum Dagang.pptx
Materi 3 - Hukum Dagang.pptxMateri 3 - Hukum Dagang.pptx
Materi 3 - Hukum Dagang.pptx
 
Materi 2 - Hukum Adat.pptx
Materi 2 - Hukum Adat.pptxMateri 2 - Hukum Adat.pptx
Materi 2 - Hukum Adat.pptx
 
Materi 2 - Hukum Dagang.pptx
Materi 2 -  Hukum Dagang.pptxMateri 2 -  Hukum Dagang.pptx
Materi 2 - Hukum Dagang.pptx
 
Materi 1 - Hukum Adat.pptx
Materi 1 - Hukum Adat.pptxMateri 1 - Hukum Adat.pptx
Materi 1 - Hukum Adat.pptx
 
Materi 1 - Hukum Dagang.pptx
Materi 1 - Hukum Dagang.pptxMateri 1 - Hukum Dagang.pptx
Materi 1 - Hukum Dagang.pptx
 
Proses Pewarisan Berdasarkan Hukum Waris Adat by Agustinus Astono.pptx
Proses Pewarisan Berdasarkan Hukum Waris Adat by Agustinus Astono.pptxProses Pewarisan Berdasarkan Hukum Waris Adat by Agustinus Astono.pptx
Proses Pewarisan Berdasarkan Hukum Waris Adat by Agustinus Astono.pptx
 
Harta Waris Adat by Agustinus Astono.pptx
Harta Waris Adat by Agustinus Astono.pptxHarta Waris Adat by Agustinus Astono.pptx
Harta Waris Adat by Agustinus Astono.pptx
 

Sistem Pewarisan dalam Hukum Adat by Agustinus Astono.pptx

  • 1. 2022 AGUSTINUS ASTONO Di Indonesia dikenal sistem pewarisan dalam hukum adat. Sistem Pewarisan dalam Hukum adat dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu individual, kolektif, dan mayorat. @agustinusastono
  • 2. Pewarisan dengan sistem individual adalah sistem pewarisan di mana setiap waris mendapatkan pembagian untuk dapat menguasai dan/atau memiliki harta warisan menurut bagiannya masing-masing. Setelah harta warisan itu diadakan pembagian, maka masing-masing waris dapat menguasai dan memiliki bagian harta warisannya untuk diusahakan, dinikmati, atau dialihkan (dijual) kepada orang lain. 2022
  • 3. Sistem pewarisan individual ini diberlakukan pada masyarakat yang bersistem kekerabatan parental atau bilateral (di mana kedudukan laki-laki dan perempuan sama atau sederajat), sebagaimana dianut pada masyarakat Jawa atau pada masyarakat adat Batak yang berlaku adat manjae (istilah Jawa: mentas dan mencar) atau juga pada masyarakat adat yang sangat kuat dipengaruhi hukum Islamnya: seperti Aceh, Lampung, dan Kalimantan. 2022 Ciri dari sistem pewarisan individual, adalah harta waris akan terbagi-bagi hak kepemilikannya kepada para ahli waris, hal ini sebagaimana yang berlaku menurut hukum KUH Perdata dan hukum Islam, begitu pula hanya berlaku bagi masyarakat di lingkungan masyarakat hukum adat, seperti pada keluarga-keluarga Batak yang bersistem kekerabatan patrilineal dan keluarga-keluarga Jawa yang bersistem kekerabatan parental atau bilateral
  • 4. terpecahnya harta warisan dan meregangnya tali kekerabatan, hal ini dapat berakibat timbulnya hasrat ingin memiliki kebendaan secara pribadi dan mementingkan diri sendiri. Sistem pewarisan secara individual ini berlaku dilingkungan masyarakat adat Lampung, Jawa, Kalimantan, dan Aceh Kelemahan 2022 Kelebihan Para waris dapat bebas menguasai dan memiliki harta warisan bagiannya tanpa dipengaruhi anggoa-anggota keluarga yang lain. Para ahli waris dapat mentransaksikan bagian warisannya kepada orang lain untuk digunakan menurut kebutuhan-nya sendiri atau menurut kebutuhan keluarga tanggungannya.
  • 5. Sistem pewarisan kolektif yakni di mana harta peninggalan diteruskan dan dialihkan pemiliknya dari pewaris kepada ahli waris sebagai kesatuan yang tidak terbagi-bagi penguasaannya dan pemilikannya. Oleh sebab itu, ahli waris berhak untuk mengusahakan menggunakan atau mendapat hasil dari harta peninggalan tersebut. Cara pemakaian harta peninggalannya untuk kepentingan dan kebutuhan masing-masing ahli waris diatur bersama- sama atas dasar musyawarah mufakat oleh semua anggota kerabat yang berhak atas harta peninggalan di bawah bimbingan kepala kerabat
  • 6. Di Minangkabau, harta yang dikuasai oleh kaum secara kolektif, sedangkan ahli waris adalah anggota kaum secara kolektif juga, maka kematian seseorang dalam kaum tidak banyak menimbulkan masalah. Harta tetap tinggal pada rumah yang ditempati oleh kaum untuk dimanfaatkan bersama oleh seluruh anggota kaum itu. Di Minangkabau sistem kolektif berlaku atas tanah pusaka yang diurus bersama di bawah pimpinan atau pengurusan mamak kepala waris, di mana para anggota famili hanya mempunyai hak pakai (di Minangkabau disebut ganggam bauntuik) Contoh:
  • 7. • harta warisan itu diwarisi dan tempatnya dikuasai oleh sekelompok ahli waris dalam keadaan tidak terbagi-bagi, yang seolah-olah merupakan suatu badan hukum keluarga atau kerabat.
  • 8. "Giggling sangat membantu saya untuk menjalankan akun media sosial bisnis saya. Saya juga tidak perlu pusing lagi memikirkan iklan untuk meningkatkan penjualan produk saya. Terima kasih Giggling dan tim." Harumi Kobayashi fungsi harta kekayaan itu diperuntukkan untuk kelangsungan hidup keluarga besar, pada masa sekarang maupun pada masa seterusnya tetap berperan saling tolong-menolong antara yang satu dan yang lain di bawah pimpinan kepala kerabat yang penuh tanggung jawab. sistem pewarisan kolektif masih tetap dapat dipelihara, dibina, dan dikembangkan. Kelebihan Kelemahan Kelemahan dari sistem pewarisan kolektif, yaitu menumbuhkan cara berpikir yang terlalu sempit dan kurang terbuka bagi orang luar. Oleh karena itu, tidak selamanya suatu kerabat mempunyai kepemimpinan yang dapat diandalkan dan aktivitas hidup yang kian luas bagi anggota kerabat, maka rasa setia kerabat bertambah luntur.
  • 10. Sistem pewarisan manyorat ini sebenarnya juga merupakan sistem pewarisan kolektif, hanya saja pengalihan dan penguasaan atas harta yang tidak terbagi-bagi itu di-limpahkan kepada anak tertua (dari sistem mayorat laki-laki atau dari sistem mayorat perempuan) yang bertugas sebagai pemimpin rumah tangga atau kepala keluarga menggantikan kedudukannya sebagai orangtua (ayah atau ibu) sebagai kepala keluarga • Mayorat laki-laki, seperti berlaku di lingkungan masyarakat adat Lampung dan masyarakat Bali; • Mayorat perempuan, seperti ini berlaku di lingkungan masyarakat adat Semendo Sumatra Selatan. Misalnya: • Di Lampung yang memimpin, mengurus, dan mengatur penguasaan harta peninggalan adalah anak punyimbang, yaitu anak laki-laki tertua dari istri tertua. • Di daerah masyarakat Semendo Sumatra Selatan yang memimpin, mengurus, dan menguasai harta peninggalan adalah tunggu tubang, yaitu anak tertua perempuan sebagai penunggu harta orangtuanya
  • 11. apabila anak tertua tidak mampu bertanggungjawab secara penuh dalam menggantikan kedudukan orang tuanya Kelemahan Keuntungan 2022 terletak pada kepemimpinan anak tertua yang menggantikan kedudukan orangtuanya yang telah meninggal dunia untuk mengurus harta kekayaan dan memanfaatkannya untuk kepentingan seluruh anggota keluarga