Present spk

401 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
401
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
11
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Present spk

  1. 1. Oleh • Agus Fatkhurohman • Bety Wulan Sari 12.51.0299 12.51.0266
  2. 2. Metode SAW Model yang akan digunakan adalah model penjumlahan terbobot yang biasanya dikenal dengan Simple Additive Weigthing Method. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut.
  3. 3. Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada (Fishburn1967 dan Maccrimmon 1968). Keterangan rij : rating kerja ternormalisasi maxi : nilai maksimum dari setiap baris dan kolom mini : nilai maksimum dari setiap baris dan kolom xij : baris dan kolom dari matriks
  4. 4. Nilai Preferensi Nilai preferensi untuk setiap alternatif Vi diberikan sebagai: Vi Wj rij : Nilai akhir dari alternative : Bobot yang telah ditentukan : normalisasi matriks Nilai Vi yang lebih besar mengindikasikan bahwa alternatif Ai lebih terpilih.
  5. 5. Contoh Penerapan dalam Kasus Perusahaan Maju Mundur ingin mencari lokasi gudang untuk penyimpanan barang di daerah Yogyakarta. Terdapat 4 lokasi yang menjadi alternatif, yaitu : Lokasi A1 A2 A3 A4 Kriteria : Imogiri : Kota Gede : Sleman : Kota Baru C1 C2 C3 C4 C5 : Jarak dari pabrik : Harga tanah lokasi : Jarak dengan gedung yang sudah ada : Jarak dari pasar : Kepadatan penduduk Rating Kecocokan Tingkat Kepentingan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 : Sangat Buruk : Buruk : Cukup : Baik : Sangat Baik : Sangat Rendah : Rendah : Cukup : Tinggi : Sangat Tinggi
  6. 6. Dalam kasus di atas menghasilkan tabel rating kecocokan seperti berikut : Alternatif A1 A2 A3 A4 C1 4 3 5 4 C2 4 3 4 2 Kriteria C3 5 4 2 5 C4 3 2 2 3 C5 3 3 2 3 Dengan perhitungan pengambilan keputusan bobot referensi sebagai berikut : W = (4,2,4,3,3)
  7. 7. Dari tabel kecocokan di atas dan dengan pengambilan keputusan bobot referensi menghasilkan tabel matriks sebagai berikut : Matriks Keputusan 4 5 3 3 3 X= 4 3 4 2 3 5 4 2 2 2 4 2 5 3 3
  8. 8. Perhitungan Normalisasinya adalah sebagai berikut :
  9. 9. Dari hasil perhitungan normalisasi matrik yang sudah dilakukan tersebut akan menghasilkan perhitungan ternormalisasi R sperti tabel di bawah ini : Matriks ternormalisasi R adalah sebagai berikut :
  10. 10. Selanjutnya proses perangkingan akan dilakukan sebagai berikut : Kesimpulan : Nilai terbesar ada pada V1 sehingga alternative A1 adalah alternatif yang terpilih sebagai alternatif terbaik. Jadi, Imogiri terpilih sebagai lokasi untuk mendirikan gudang baru.

×